You are on page 1of 12

LAPORAN PRAKTIKUM BAHAN LISTRIK SETRIKA DAN LAMPU TL

I. TUJUAN 1. Dapat mengenal dan merangkai lampu TL. 2. Dapat mengenal dan mengetahui rangkaian dalam setrika listrik. II. ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN : 1. Obeng 2. Kabel 3. Lampu TL 4. Setrika 5. Tespen 6. Tang kombinasi 7. Stecker 8. Isolasi III. DASAR TEORI 3.1 Lampu TL ( Flourescent ) Dalam bidang penerangan, lampu fluorescent atau dikenal juga dengan lampu TL telah digunakan secara luas baik di dalam industri maupun digunakan oleh rumah tangga. Lampu jenis fluorescent atau lampu TL merupakan jenis lampu yang paling banyak digunakan dari semua jenis lampu yang mempunyai prinsip kerja yang sama yaitu pelepasan muatan listrik. Lampu fluorescent adalah lampu dengan yang prinsip kerjanya dalam mengubah energi listrik menjadi energi cahaya berdasarkan pada berpendarnya radiasi ultra violet pada permukaan yang dilapisi dengan serbuk fluorescent misalnya jenis phospor. Radiasi ultra violet akan terjadi bilamana elektronelektron bebas hasil dari emisi elektron pada elektroda bertumbukan dengan atomatom gas yang terdapat dalam tabung pelepas muatan.

Gambar 1.1 Lampu TL

Agar elektroda elektroda dapat memancarkan elektron, maka perlu bagi elektroda untuk mendapatkan mekanisme pembantu proses tersebut. Pada lampu fluorescent biasa, maka proses emisi elektron ini dilakukan dengan proses pemanasan elektrodaelektroda terlebih dahulu, proses ini dilakukan oleh alat yang kita kenal dengan nama starter (penganjak). Untuk dapat menyala maka lampu tabung fluorescent memerlukan tegangan yang cukup tinggi yaitu kurang lebih 400 Volt, jadi tegangan ini jauh lebih tinggi dari tegangan jalajala yang tersedia, oleh karena itu fungsi starter selain membantu memanaskan elektroda, juga berfungsi sebagai alat untuk menciptakan tegangan penyalaan bagi lampu. Jika penyalaan telah selesai dilakukan, arus listrik akan mengalir melalui tabung lampu fluorescent, dan karena tegangan pada starter lebih besar sehingga bimetal pada starter akan terbuka. Oleh karena lampu fluorescent memiliki karakteristik arus - tegangan negatif, artinya tegangan pada lampu akan turun bila arus naik dan sebaliknya tegangan pada lampu akan naik bila arus turun, maka setelah proses penyalaan berlangsung, arus yang lewat pada tabung akan naik sampai tegangan kerja pada lampu tercapai. Tegangan ini jauh lebih rendah dari tegangan jalajala. Untuk memelihara tegangan kerja inilah maka pada lampu jenis fluorescent digunakan alat bernama ballast. Fungsi utama dari ballast adalah membatasi besar arus dan mengoperasikan lampu pada karakteristik listrik yang sesuai.

Gambar 1.2 Trafo Ballast

Lampu TL banyak digunakan oleh masyarakat karena apabila dibandingkan dengan lampu jenis pijar, maka lampu jenis fluorescent tampak mempunyai efisiensi yang lebih

tinggi yaitu dengan besar daya yang sama, diperoleh kuat penerangan yang lebih besar, selain itu pada lampu jenis pijar, banyak energi listrik yang diubah menjadi energi panas saja.

Gambar 1.3 Rangkaian Lampu TL

Karena semakin mahalnya energi listrik, maka dimulailah beberapa cara untuk menghemat energi listrik, sehingga semakin banyak misalnya digunakan lampu lampu jenis tabung fluorescent karena dianggap lebih efisien dalam mengubah energi listrik menjadi energi cahaya, tetapi kendala timbul setelah digunakan dalam jumlah yang banyak dan beban yang cukup besar mengakibatkan menurunya faktor daya sumber yang berakibat tidak tercapainya jumlah beban dan jumlah daya tersedia dari sumber, akibatnya penggunaan lampu jenis ini akan menurunkan jumlah daya yang tersedia dari sumber, juga kesulitan lain berupa sulit menyala dengan normal pada saat terjadi beban puncak dan menurunya tegangan sumber. Untuk mengatasi hal ini maka penggunaan lampu jenis fluorescent yang tetap dapat dioperasikan seimbang antara jumlah beban (jumlah lampu) dengan jumlah daya yang tersedia dari sumber. Dengan kata lain kita berusaha agar daerah atau rentangan beban (lampu TL) yang masuk pada sistem mempunyai faktor daya lebih tinggi mendekati faktor daya dari sumber agar tercapai efisiensi penggunaan daya listrik, sehingga akan sama atau mendekati sama antara daya nominal beban dengan daya nominal sumber. 3.2 Setrika listrik Setrika listrik adalah peralatan listrik rumah tangga yang tergolong dalam peralatan pemanas berdaya rendah. Prinsip kerja setrika listrik pada dasarnya mengubah energi listrik menjadi energi panas melalui elemen pemanas dan di kumplkan pada pengumpul panas dan di gosokan pada objek yang akan di setrika.

Gambar 1.4 Proses Rangkaian Alat Setrika

Cara Kerja : arus listrik yang mengalir dari kutub positif ke kutub negative jika arus yang mengalir bernilai I dan kumparan mempunyai resistensi , dimana nantinya kumparan tersebut yang akan menjadi bagian pemanas pad setrika. Dari gambar rangkaian alat setrika tersebut di atas kita bisa membagi bagian setrika menjadi beberapa bagian, yaitu Catu Daya, Saklar, Kumparan Pemanas, Plat Pemanas.

IV. LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN I. Lampu TL


1. Siapkan Alat dan Bahan 2. Buka rangakaian lampu TL yang berada pada kotak lampu TL 3. Pasang trafo pada kotak lampu TL 4. Sambungkan kabel dari trafo ke fitting yang pertama. Kemudian pasangkan kabel dari

fitting ke starter.
5. Selanjutnya sambung kabel ke fitiing minus (fitting yang ke dua). Kemudian

memasang output kabel terakhir (fitting minus) stecker.


6. Uji rangkaian menggunakan Avometer, jika jarum bergerak berarti rangkaian

terhubung (rangkaian terhubung) bisa dilanjutkan dengan menghubungkannya ke sumber. II. Setrika 1. Siapkan Alat dan Bahan
2. Bongkar setrika hingga terlihat komponen pada bagian dalamnya. Catat komponen

yang ada.
3. Hubungkan Sumber fasa pada terminal satu (+). Hubungkan kabel nol pada terminal

dua (-) yang terdapat pada rangkaian setrika.

4. Uji rangkaian menggunakan Avometer, jika jarum bergerak berarti rangkaian

terhubung (rangkaian terhubung) bisa dilanjutkan dengan menghubungkannya ke sumber.

V. DATA HASIL PERCOBAAN Lampu TL : Setelah di buka, terdapat beberapa macam komponen - komponen yang tersusun di dalam kotak lampu TL. Komponen - komponen tersebut yaitu : 1. Traffo Ballast 2. Fitting lampu 3. Sekring
4. Kabel - kabel

Walaupun lampu jenis TL mempunyai efisiensi lebih tinggi dari pada lampu jenis pijar, tetapi lampu ini masih mempunyai kerugian kerugian yang cukup berarti yaitu :

Harga lebih mahal, hal ini tidak terlalu menjadi masalah, sebab masih terjangkau oleh masyarakat kalangan tertentu.

Memerlukan ballast, dengan adanya ballast ini akan menimbulkan kerugian daya pada ballast sendiri, yang kerugian cukup besar, dan juga rendahnya harga faktor kerja ( Cos ) karena pada lampu jenis fluorescent yang konvensional digunakan ballast jenis induktor ( kumparan ).

Setrika : Setrika listrik adalah peralatan listrik rumah tangga yang tergolong dalam peralatan pemanas berdaya rendah. Prinsip kerja setrika listrik pada dasarnya mengubah energi listrik menjadi energi panas melalui elemen pemanas. Setelah kita membongkar rangkaian pada setrika maka kita akan dapat melihat komponen komponen yang terdapat pada setrika itu sendiri.

Catu Daya (v) Kumparan Pemanas Plat Pemanas Gambar 1. 5 Komponen-komponen setrika

Komponen komponen yang terdapat pada setrika adalah 1. Catu Daya (v) inilah bagian setrika yang berfungsi memberikan beda potensial dari listrik yang masuk, jika sumber tegangan dari PLN (Arus AC) maka harus ada penyearah, dan jika berasal dari Batere(Arus DC) maka tidak perlu, untuk tegangan catu daya harus cukup besar. 2. Saklar Berfungsi mematikan dan menyalakan setrika dengan cara memutus dan menyambung arus 3. Kumparan Pemanas Terdiri atas logam bimetal dan kawat kumparan nikrom yang melilit logam pemanas, logam bimetal akan membengkok jika terlalu panas karena perbedaan koefisien muai dan akan lurus kembali jika sudah normal suhu nya. hal ini berfungsi sebagai pengatur panas setrika sehingga tidak terlalu panas, dengan menggunakan logam bimetal sebagai saklar kedua untuk memutus arus. kawat kumparan harus terdiri atas bahan yang mudah panas seperti nikrom.
4. Plat Pemanas

Plat logam inilah yang menempel ke kain nantinya, atau untuk keperluan lain digunakan untuk pemanas kompor listrik dan lain-lain.

LAPORAN PRAKTIKUM BAHAN LISTRIK RANGKAIAN SAKLAR HOTEL

I. TUJUAN
1. Dapat mengenal dan merangkai Rangkaian listrik. 2. Dapat mengenal dan mengetahui rangkaian saklar hotel.

II. ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN : 1. Obeng 2. Isolasi 3. Tespen 4. Tang kombinasi 5. Kabel 6. Papan Triplek 7. Saklar Hotel 8. MCB 9. Lampu 5 watt 10. Fiting lampu 11. T-dus dan L-bow III. DASAR TEORI Rangkaian listrik adalah suatu kumpulan elemen atau komponen listrik yang saling dihubungkan dengan cara-cara tertentu dan paling sedikit mempunyai satu lintasan tertutup. Elemen atau komponen listrik dapat dikelompokkan kedalam elemen atau komponen aktif dan pasif. Elemen aktif adalah elemen yang menghasilkan energi dalam hal ini adalah sumber tegangan dan sumber arus. Elemen lain adalah elemen pasif dimana elemen ini tidak dapat menghasilkan energi, dapat dikelompokkan menjadi elemen yang hanya dapat menyerap energi. Saklar tukar atau terkadang ada yang menyebut dengan istilah saklar hotel. Fungsi dari saklar tukar disamping untuk penerangan juga untuk menghemat pemakaian listrik

karena masing-masing saklar bisa meng ON/OFF kan saklar lainnya. Saklar tukar sebenarnya terdiri dari 2 buah saklar yang dipasang pada daerah tangga bawah dan daerah tangga atas, sedangkan saklar yang digunakan adalah saklar tukar (saklar 2 arah).

Gambar 2.1 Rangkaian pada saklar hotel

Sakelar tukar fisiknya seperti sakelar-sakelar dinding biasa. Namun pada sakelar tukar tunggal (satu tuas) terdapat satu tuas dan 3 terminal kabel dengan kondisi seperti gambar di bawah. Instalasi sakelar tukar ini membutuhkan satu pasang (2 buah) sakelar tukar. Instalasinya ada beberapa versi seperti di bawah ini Sama semuanya juga bisa beroperasi sesuai kebutuhan tetapi biasanya perbedaannya hanya panjang kabelnya saja. Keterangan : S1, S2 = saklar 1 dan saklar 2 Lp = lampu N = Saluran Fasa Netral/Negatif ( tes menggunakan tespen tidak menyala ) L = Saluran Line/Fasa/Positif ( tes menggunakan tespen menyala )

Gambar 2.2 Rangkaian saklar hotel

Untuk yang ini, perhatikan dengan teliti sambungan kabel pada sakelar dan lampu. Sedikit saja salah atau tertukar, kemungkinan terjadi short sangat besar.

IV. LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN 1. Siapkan Alat dan Bahan 2. Buatlah skema atau rancangan rangkaian terlebih dahulu 3. Buat rangkaian di atas triplek dan pasang MCB, triplek, saklar hotel, lampu, t-dus dan l-bow sesuai dengan rancangan rangkaian
4. Sambung menggunakan kabel dari MCB ke saklar hotel 1 dan 2. Kemudian

hubungkan secara seri saklar hotel 1 dan 2.


5. Selanjutnya ambil sambung kabel ditengah-tengah antara saklar hotel 1 dan 2.

Kemudian hubungkan ke lampu.


6. Uji rangkaian menggunakan Avometer, jika jarum bergerak berarti rangkaian

terhubung (rangkaian terhubung) bisa dilanjutkan dengan menghubungkannya ke sumber. III. DATA HASIL PERCOBAAN Dari hasil percobaan yang dilakukan rancangan skema rangkaian saklar hotel adalah sebagai berikut :

LAMP U

MCB

SAKLAR HOTEL 1

SAKLAR HOTEL 2

Gambar 2.3 Rancangan Rangkaian Listrik

Dan setelah merangkainya menjadi :

Gambar 2.3 Rangkaian Saklar Hotel

Keterangan :
Arus masuk melalui MCB, MCB pada rangkaian ini berfungsi sebagai penyambung serta pemutus arus yang akan masuk ke dalam rangkaian. Lalu arus masuk kedalam saklar hotel yang 1 disini saklar hotel disambung seri dengan saklar hotel yang 2, ini bertujuan agar nantinya saklar hotel yang 1 dapat menghidupkan lampu dan dapat pula mematikannya, demikian pula dengan saklar hotel yang 2. Kita juga dapat menambahkan stop kontak, dimana fungsi dari stop kontak disini sebagai salah satu cara untuk mengetahui apakah arus sudah masuk kedalam rangkaian serta mengetahui apabila didalam rangkaian ada kabel yang belum tersambung dan kita dapat mengeceknya dengan tespen atau kita dapat mengeceknya pada fittingan lampu.

LAPORAN PRAKTIKUM BAHAN-BAHAN LISTRIK


LAMPU TL, SETRIKA, DAN RANGKAIAN SAKLAR HOTEL

Oleh Kelompok :
I B Gde Dharma Dhyaksa (1004405013) Teguh Bayu P. Abdi Sutresna M. Bagus Widiananda (1004405015) (1004405017) (1004405026)

TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS UDAYANA

2011