You are on page 1of 4

HUBUNGAN SANITASI DAN PENGOLAHAN AIR

Untuk mewujudkan lingkungan yang sehat yaitu dengan memenuhi kebutuhan air bersih, sanitasi yang baik, dan pengolahan sampah yang setiap hari diproduksi oleh masyarakat serta pembuangan air limbah yang langsung dialirkan pada saluran / sungai. Hal ini menyebabkan pandangkalan saluran / sungai, tersumbatnya saluran / sungai karena sampah. Pada saat musim penghujan selalu terjadi banjir dan menimbulkan penyakit. Beberapa penyakit yang ditimbulkan oleh sanitasi dan lingkungan yang kurang sehat serta pembuangan sampah dan air limbah yang kurang baik diantaranya adalah: Diare, Demam berdarah, Disentri, Hepatitis A, Kolera, Thipus, Cacingan, dan Malaria.

Mungkin belum pernah terpikirkan oleh sebagian besar masyarakat pedesaan kita, bahwa jamban yang kita miliki harus sehat dan bersih, kebanyakan dari mereka menggunakan jamban untuk keperluan bersama atau menggunakan WC umum. Dari penjelasan di atas sudah dapat diketahui penyakit yang timbul akibat jamban yang tidak sehat. Jamban sendiri merupakan tempat penampung kotoran manusia yang sengaja dibuat untuk mengamankannya, dengan tujuan:
y

Mencegah terjadinya penyebaran langsung bahan-bahan yang berbahaya bagi manusia akibat pembuangan kotoran manusia.

y

Mencegah vektor pembawa untuk menyebarkan penyakit pada pemakai dan lingkungan sekitarnya.

Lalat yang hinggap di sampah dan dipermukaan air limbah atau tikus selokan yang masuk kedalam saluran air limbah dapat membawa sejumlah kuman penyebab penyakit. Jika lalat atau tikus tersebut menyentuh makanan atau minuman maka besar kemungkinanya orang yang menelan makanan atau minuman tersebut dapat menderita salah satu penyakit seperti yang tersebut diatas. Demikian pula dengan anak-anak kecil yang bermain atau orang dewasa yang bekerja didekat atau mengalami kontak langsung dengan air limbah dan sampah dapat terkena penyakit seperti yang tersebut diatas, terutama bila tidak membersihkan anggota badan terlebih dahulu.

yaitu: Limbah rumah tangga diantarnya. baik pencemaran kimia maupun biologi. Pencemaran tersebut berlangsung bila penguraian limbah yang terdapat dalam badan air melampaui kapasitas sehingga badan air tersebut tidak mampu lagi melakukan proses pengolahan atau penguraian secara alamiah. pengolahan air limbah dimaksudkan untuk mengurangi beban pencemaran atau menguraikan pencemar sehingga memenuhi persyaratan standar kualitas ketika dibuang ke suatu badan air penerima. Lumpur tinja yang water closet (WC). maka suatu saat dapat menimbulkan terjadinya pencemaran lingkungan. Suatu badan air seperti sungai atau laut mempunyai kapasitas penguraian tertentu. Mikroorganisme yang terkandung dalam sampah dan air limbah dapat berupa organisme pengurai dan penyebab penyakit.Air limbah dapat dikelompokkan kedalam 2 bagian. zat zat padat terlarut. lantai cuci pakaian dan kamar mandi. minyak dan lemak serta mikroorganisme. Kondisi yang demikian dinamakan kondisi septik atau tercemar yang ditandai oleh: . Pembuangan kotoran dan sampah kedalam saluran terbuka yang menyebabkan penyumbatan dan timbulnya genangan akan mempercepat berkembangbiaknya mikroorganisme atau kuman-kuman penyebab penyakit. Disamping untuk mencegah pencemaran . serangga dan mamalia penyebar penyakit seperti lalat dan tikus. Bila air limbah langsung dialirkan begitu saja kedalam badan air tanpa dilakukan suatu proses pengolahan. Sampah dan air limbah mengandung berbagai macam unsur seperti gas-gas terlarut. rumah berasal dari jamban atau Limbah industri Tangki septic atau unit pengolahan air limbah terpusat diperlukan guna mengolah air limbah sebelum dibuang ke suatu badan air. Air bekas yang berasal dari bak atau lantai cuci piring atau peralatan tangga.

2. pengendapan. . dan penyaringan dapat berjalan dengan baik serta maksimal. koagulasi.1. sehingga proses pengolahan berupa pembubuhan bahan kimia. Banyaknya ikan dan organisme air lainnya yang mati. Oleh sebab itu. Timbulnya bau busuk 2. Menara air baku Menara air baku berfungsi mengontrol dan mengatur laju aliran air dan tinggi permukaan air baku agar tetap konstan. pengolahan air bersih di perlukan agar terwujudnya sanitasi yang baik. Adapun Sistem Pengolahan Air Bersih kira-kira seperti ini: 1. Intake Intake merupakan bangunan yang berfungsi untuk menangkap air dari badan air (sungai) sesuai dengan debit yang diperlukan bagi pengolahan air bersih. Berikut salah satu proses pengolaha air yang yang dapat di gunakan untuk meningkatkan sanitasi suatu pemukiman. Warna air menjadi gelap dan pekat 3.

Reservoir Bangunan reservoir merupakan bangunan tempat penampungan air bersih yang telah diolah sebelum didistribusikan ke rumah-rumah pelanggan. Kotoran-kotoran yang mengendap akan dibuang melalui pipa saluran pembuangan. Clarifier Clarifier sebagai tempat terjadinya koagulasi. Slow mixing (bangunan pengaduk lambat) Proses pengadukan lambat (slow mixing) terjadi pada pulsator Di sini flok ± flok yang lebih besar akan terbentuk dan stabil. sehingga akan lebih mudah untuk diendapkan dan disaring. Rapid mixing (bangunan pengaduk cepat) Bangunan pengaduk cepat berfungsi sebagai tempat pencampuran koagulan dengan air baku sehingga terjadi proses koagulasi. Di Clarifier air dibersihkan dari kotorankotoran dengan cara mengendapkan kotoran-kotoran yang terdapat didalam air tersebut pada lamlar yang berupa jaring-jaring besi pada bagian bawah Clarifier. 5. Setelah mengalami proses pada pulsator. 7. Cara kerja pulsator yaitu dengan sistem ruang hampa bekerja dengan menaikkan dan menurunkan air. Bangunan filtrasi Bangunan filtrasi yang berfungsi sebagai tempat proses penyaringan butir-butir yang tidak ikut terendap pada bak sedimentasi dan juga berfungsi sebagai penyaring mikroorganisme atau bakteri yang ikut larut dalam air.3. Bangunan filtrasi biasanya menggunakan pasir silica yang berwarna hitam setebal 80 cm dan juga kerikil. Pasir ini digunakan karena lebih berat dan lebih menempel flok-floknya. Lumpur dari endapan partikel flokulen dibuang setiap 15 (lima belas) menit sekali. diharapkan tingkat kekeruhan air mencapai 1 FTU yang selanjutnya akan diproses di filter. . sehingga flok ± flok yang ada dapat bercampur. 6. 4.