P. 1
Optimization

Optimization

|Views: 354|Likes:

More info:

Published by: Adinda Pradipta Purii on Feb 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/10/2014

pdf

text

original

Optimization Structure

By : Purba Putra Perdana

expansi jaringan atau melakukan pelebaran cakupan jaringan. .Hubungan antara Perencanaan dan Optimalisasi jaringan Dengan melakukan perencanaan jaringan yang baik dari awal akan mengurangi usaha optimalisasi secara signifikan. OSS. Optimization Pengertian optimisation atau optimalisasi adalah suatu proses untuk meningkatkan kapasitas. Perencanaan yang buruk akan mengakibatkan sulitnya optimalisasi dan perencanaan ulang. Optimalisasi juga mempunyai kegunaan bagi para pelanggan yaitu pemberdayaan system dan peralatan. BSS. penurunan performa jaringan karena adanya interferensi.Call Setup Time). mengurangi complain dari pelanggan. meminimalkan biaya perbaikan. pertumbuhan pelanggan yang tidak terduga. melakukan perawatan peralatan yang berguna agar pelanggan tidak berpindah ke operator lain. Namun pada intinya Network Planning ini mencakup tentang penentuan titik-titik pembangunan BTS. meningkatkan kemampuan jaringan (Service Area. salah prediksi penyebaran pelanggan pada saat mendesain jaringan. kualitas dan performa infrastruktur sebuah jaringan yang disebabkan oleh karena adanya daerah yang belum terjangkau layanan jaringan tersebut. Call Succes Rate. NSS. sudah terbatasnya atau limit sumber frekuensi. Tujuan dari optimalisasi adalah untuk meningkatkan kualitas jaringan (Speech Quality. Radio Coverage). Hubungan antara kedua aktifitas tersebut dapat dilihat dalam gambar berikut : Be involved Network Planning Optimization Feedback result Hubungan antara perencanaan dan optimalisasi Network Planning Dalam hal ini tidak menjelaskan Network Planning dikarenakan Network Planning dilakukan oleh operator dan vendor. dan permintaan pengguna mobile.

kesalahan handover. Test Measurement Measurement Analyzing Change Request Action Repeat Process Until Agreed Quality Tuning process Test Measurement terdiri dari 2 tipe test ketika melakukan tuning (penyetelan / penyelarasan) : 1. 2. Spot Test (test titik-titik tertentu) yaitu melakukan pengukuran secara detail pada kasus yang spesifik pada titik-titik tertentu agar dapat dianalisa dengan baik kesalahan yang terjadi pada titik tersebut. . memastikan jaringan siap untuk dilakukan acceptance test. Drive test yang berkesinambungan yaitu melakukan test panggilan kemudian berkeliling untuk mendeteksi kekurangan coverage. mengidentifikasi serta memperbaiki kerusakan dan kesalahan instalasi.mengoptimalkan kepuasan para pelanggan. Dengan melakukan hal tersebut pada akhirnya akan meninggkatkan keuntungan dan operator akan selangkah lebih maju dibanding operator pesaing. Proses kerja yang terkait optimalisasi dapat dilihat pada gambar berikut : Tuning Acceptance Test Ongoing Optimization Proses kerja optimalisasi Tuning Tujuan dari melakukan tuning adalah memverifikasi konfigurasi jaringan apakah sesuai dengan perencanaan. interferensi.

Neighboard List.Drive Test RxLevel SQI RxQual if Bad if Hardware Problem if Bad Bad if if Repair hardware by Customer Interference or RF Problem if Check Antena Configuration. RF Parameter Retest No No Solved No Discuss with customer to find problem solution Yes Report .

SDCCH Drop. Pengecekan kekuatan sinyal serta mengecek co-channel dan Adjacent interference. TCH Congestion Analisis Low HOSR: . CI. Pengecekan Neighbour List. LAC 3. orientation. 5. Pengecekan data statistic HOSR. 2. SDCCH Congestion. tilt pengaturan arah antenna. Pengecekan instalasi antenna seperti tinggi antena.Measurement Analyzing meliputi : 1. TCH Drop. 4. Call Setup pada semua timeslot dan pengecekan kualitas suara 6. Pengecekan fungsi dan parameter dasar sel atau site seperti BCCH. Pengecekan Handover dan parameter kekuatan daya sinyal. BSIC. 7.

Low HOSR Yes Missing Neighbour/too many neighbour? No Add neighbour if missing/reduce if too many Yes Low HO Attempt? Check HO Parameter/do site audit No Performance Monitoring Check HOSR Yes Check if any coBCCH/BSIC with surrounding cell? Frequency retune No Yes TCH Congestion on Target cell? Solve TCH Congestion No Yes Hardware/TRX Problem? No Fix Hardware/TRX Problem Incorect HO Parameter per cell HO Parameter tuning .

Hardware/TRX Problem on Target Cell : Perlu di check adanya hardware problem/TRX problem pada cell target yang Handover Fail nya tinggi. Poor BSIC/BCCH : Handover Failure dapat disebabkan karena BSIC plan yang kurang baik. Lakukan perbaikan pada TRX bermasalah. Maka BTS akan melakukan respon dengan menggunakan timeslot pada frekwensi BCCH. Ketika MS mencoba untuk mengakses ke jaringan (MO). beberapa kasus terjadi karena salah satu TRX mengalami kerusakan. Missing neighbour dapat dideteksi dengan melakukan DT pada coverage sebuah cell.Missing Neighbour : Adanya missing neighbor dapat menyebabkan munculnya Handover Failure. Lakukan juga pengecekan hardware untuk memastikan tidak adanya low HO attempt karena hardware problem dan juga lakukan pengecekan pada parameter-parameter HO. Lakukan audit neighbor pada cell yg Handover Fail-nya tinggi dan tambahkan relasi apabila terdeteksi adanya missing neighbour. sehingga apabila terjadi interferensi pada BCCH bias menyebabkan Handover Failure. Low HO attempt : low HO attempt juga akan berimbas pada performansi karena terkait juga dengan banyaknya sampel. . TCH Congestion on Target Cell : Lakukan analisa TCH Blocking pada target cell dan lakukan proses optimalisasi untuk mengurangi TCH Blocking. Incorrect Handover Parameter : Lakukan analisa pada parameter yang diaplikasikan dan lakukan tuning pada per cell relation apabila terdapat handover fail yg tinggi pada relation tersebut. Untuk langkah-langkahnya bias di lihat pada proses optimalisasi pada TCH Congestion. Lakukan site audit untuk memastikan parameter fisik antenna azimuth. dan ketinggian sudah benar atau sesuai dengan data yang diberikan oleh tim RF Planning. tilting.

. factor penyerapan dari cell surrounding yg bisa diakibatkan matinya cell tetangga atau rusak yg menyebabkan trafik terserap.Analisis SDCCH Block/Congestion: High SDCCH Congestion/Block Yes Hardware/TRX Problem? No Fix Hardware/TRX Problem Yes Lack SDCCH Channel? Add SDCCH Channel No Performance Monitoring Yes Coverage Problem/ Overshooting? Site Audit/ Parameter Tuning No High Location Area Update? Check LAC Border/Check Parameter (CRH) Lack SDCCH Channel : adalah kekurangan channel SDCCH. kurangnya kanal SDCCH karena kenaikan trafik dapat menyebabkan SDCCH Blocking pada sisi user. Coverage Problem/Overshooting : Tidak selamanya SDCCH Block diatasi dengan menambah channel SDCCH. bisa juga terjadi karena konfigurasi antena yg mengharuskan kita melakukan pengecekan dengan melakukan drive test. user akan mengalami kesulitan dalam melakukan panggilan dan mengirimkan SMS. Pada saat kenaikan trafik pada suatu coverage area sebuah cell perlu dilakukan dimensioning kanal SDCCH kembali.

Check Interference No Distance to Limit? MDT/EDT . Analisis SDCCH Drop: High SDCCH Drop Yes Hardware/TRX Problem? No Fix Hardware/TRX Problem Yes Low Signal (RF Problem)? Site Audit/ Parameter Tuning No Performance Monitoring Yes Bad Quality? Check TRX Quality.High Location Area Update : Seperti kita ketahui kanal SDCCH digunakan untuk proses Location Area Update dan cell yg berada pada border area memiliki trafik Location Area Update yg tinggi dan dapat menghabiskan resource kanal SDCCH. Lakukan optimalisasi pada border LAC dengan cara menaikan hysteresis.

Low Signal and Distance to Limit : Problem atau masalah yg menyangkut coverage seperti poor coverage dapat menyebabkan sinyal yg diterima user sangat rendah. lakukan frequency retune pada BCCH frequency yg mengalami co-channel atau adjacent channel interference. Interferensi dapat diminimalisir dengan melakukan check adanya co-channel ataupun adjacent channel interference. Dan lalukan juga pengecekan quality setiap TRX dan alokasikan SDCCH pada TRX yg memiliki quality terbaik. Cell yg mengalami poor coverage juga dapat mengalami bad quality. tetapi apabila penerimaan sinyal baik tetapi quality jelek dapat dipastikan adanya factor interferensi. Akan tetapi terdapat beberapa area yg tidak dapat lagi ditangani dengan physical adjustment dan parameter adjustment sehingga harus dipersiapkan perencanaan site baru. rendahnya sinyal yg diterima user ini bisa menyebabkan munculnya SDCCH Drop. Bad Quality : interferensi adalah salah satu factor penyebab munculnya SDCCH Drop karena bad quality. Beberapa Physical Tuning dapat mengimprove daerah-daerah yang mengalami poor coverage selain itu bisa juga dengan peningkatan transmit power pada sisi BTS. Analisis TCH Block/Congestion: .

TCH Congestion/ Block Yes Hardware/TRX Problem? No Fix Hardware/TRX Problem Yes Any Site down in surrounding area? No Fix Site down Performance Monitoring No Half rate already implemented? Implement half rate Yes Yes Coverage problem? Site Audit (EDT.MDT)/ parameter audit No Yes Any missing adjacencies? Add Neighbour No Yes Many SDCCH allocation? Change SDCCH to TCH Yes Posible for TRX Upgrade? No Plan New Site Upgrade TRX .

Beberapa kasus terkadi dikarenakan adanya kerusakan pada salahsatu TRX. Pastikan bahwa surrounding cell berfungsi dengan baik. Half Rate : Half Rate adalah sebuah fitur yang memungkinkan solusi penanganan TCH Blocking. maka kurangi kanal SDCCH dang anti dengan TCH. Many SDCCH Allocation : Ketika trafik mengalami kenaikan pada suatu coverage area sebuah cell perlu melakukan dimensioning SDCCH kenbali. tetapi juga dapat disebabkan karena adanya surrounding cell yg mati sehingga trafik terserap. Lakukan perbaikan dan pada saat bersamaan perbanyak kanal TCH Half Rate. Tetapi harus diperhatikan. penggunaan fitur Half Rate akan mengurangi speech quality. Dimana pada system Full Rate kecepatan untuk voice adalah 13kbps sedangkan pada system Half Rate 6. hasilnya TCH Blocking Rate masih tinggi maka direkomendasikan untuk melakukan upgrade TRX sesuai kebutuhan trafik. Pada system Half Rate apabila sebuah MS pertama menggunakan timeslot no 2 dan MS yang kedua bisa menempati timeslot yang sama dengan penggunaan frame yg berbeda.Hardware/TRX Problem : Perlu di check adanya hardware problem/TRX problem pada cell yg mengalami High TCH Blocking Rate.5kbps. . Apabila jumlah kanal terlalu banyak. sedangkan pengalokasian SDCCH yang terlalu banyak akan mengurangi pengalikasian terhadap kanal TCH yang dapat menimbulkan TCH Blocking. Jadi diperlukan proses keseimbangan antara pengalokasian SDCCH dan TCH. kurangnya kanal SDCCH bisa menyebabkan terjadinya SDCCH Blocking. Apabila penambahan TRX sudah tidak memungkinkan dengan kata lain sudah mecapai kapasitas maksimum maka langkah selanjutnya merekomendasikan untuk penambahan site (new site). Check Surrounding Cell : Naiknya TCH Blocking Rate bukan hanya disebabkan oleh naiknya trafik. caranya dengan memasukan trafik SDCCH maksimu ke dalam perhitungan erlang table dengan GOS 2% dan membandingkan dengan jumlah kanal yang diperlukan dengan jumlah kanal yang tersedia. TRX Upgrade : Apabila semua parameter tuning dan physical tuning telah dilakukan.

.Check Interference No Distance to Limit? MDT/EDT Low Signal and Distance to Limit : Problem atau masalah yg menyangkut coverage seperti poor coverage dapat menyebabkan sinyal yg diterima user sangat rendah.Analisis TCH Drop: High TCH Drop Yes Hardware/TRX Problem? No Fix Hardware/TRX Problem Yes Low Signal (RF Problem)? Site Audit/ Parameter Tuning No Performance Monitoring Yes Bad Quality? Check TRX Quality. rendahnya sinyal yg diterima user ini bisa menyebabkan munculnya TCH Drop. Beberapa Physical Tuning dapat mengimprove daerah-daerah yang mengalami poor coverage selain itu bisa juga dengan peningkatan transmit power pada sisi BTS. Akan tetapi terdapat beberapa area yg tidak dapat lagi ditangani dengan physical adjustment dan parameter adjustment sehingga harus dipersiapkan perencanaan site baru.

Melakukan analisa test dimana berfungsi untuk mengetahui kriteria penerimaan sinyal. Mempersiapkan semua tujuan. 2. melakukan Add Neighbour relation. kualitas sinyal. Acceptance Test Dalam proses Acceptance test ada beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk mencapai sebuah hasil test atau yang sering disebut dengan Test Result. 2. handover. . dan rata-rata panggilan sukses. area coverage. mengganti Margin Handover. 3. SBS System Database seperti mengganti atau mengubah BCCH untuk mencegah interferensi. Site Hardware seperti melakukan perubahan pada antena tilt. Interferensi dapat diminimalisir dengan melakukan check adanya co-channel ataupun adjacent channel interference. dan panggilan sukses. Cell yg mengalami poor coverage juga dapat mengalami bad quality. Change Request and Action meliputi: 1. kondisi. Melakukan definition test seperti melakukan pengecekan terhadap kriteria coverage. tahapan tersebut sebagai berikut : 1. dan peralatan yang akan digunakan. System Error seperti mengecek bugs software serta sinkronisasi transmisi. 4.Bad Quality : interferensi adalah salah satu factor penyebab munculnya TCH Drop karena bad quality. 3. tetapi apabila penerimaan sinyal baik tetapi quality jelek dapat dipastikan adanya factor interferensi. Mendapatkan hasil test seperti level sinyal. Dan lalukan juga pengecekan quality setiap TRX dan alokasikan TCH pada TRX yg memiliki quality terbaik. lakukan frequency retune pada BCCH frequency yg mengalami co-channel atau adjacent channel interference.

Collect/Analyse Drive Test Measurement pada tahap ini dilakukan Continous Drive Test (Trace Mode) atau drive test secara berkesinambungan dan network performance test (statistical . 2. 2. 3. Menganalisis terjadinya interferensi. 3. konfigurasi sektoral atau omni.Ongoing Optimization Berfungsi untuk meningkatkan performa jaringan setelah melakukan launching atau diisi oleh pelanggan: Pre-analysis General Network check Collect / Analyse drive test measurements Collect / Analyse Complaint Collect / Analyse OMC statistics Propose / Implement change Repeat process until agreed quality Ongoing Optimization Process Pre-Analysis General Network atau pengecekan jaringan secara umum. Menentukan fungsi struktur jaringan seperti lokasi BTS/BSC. Mengunjungi site yang bermasalah jika diperlukan. Collect / Analyse OMC Statistics pada proses ini ada beberapa hal yang dilakukan seperti 1. Collect / Analyse Complaint yaitu proses pengumpulan data dan penganalisaan terhadap masalah yang dihadapi berdasarkan keluhan dari pelanggan atau pengguna tentang kualitas suara. 4. Menentukan konfigurasi elemen jaringan seperti jumlah TRX per sel. Menganalisa database. Pengukuran OMC seperti penanganan traffic. powerbudget. 4. Menganalisis alasan terjadinya handover apakah dikarenakan uplink_qual. Mengumpulkan informasi tentang status jaringan. bisa tidaknya melakukan panggilan. arah direction antena. 5. Menganalisis terjadinya drop call. layanan dan features yang digunakan. pada proses ini ada beberapa tahapan seperti : 1. ataukah karena jarak terhadap site.

level sinyal dan daya sinyal sel tetangga. Propose / Implement Change yaitu suatu proses pengajuan perubahan yang berkaitan dengan parameter database berdasarkan hasil dari proses sebelumnya serta melakukan tindakan yang berhubungan dengan hardware site.Mode) atau spot test yang dimana berfungsi untuk mengumpulkan data laporan variable-variabel MS seperti level layanan sinyal. Timing Advance. RxQual. .

Structure: RNO PLO DT Coordinator DT Engineer DT Engineer: 1. Berkoordinasi dengan DT Coordinator mengenai kondisi actual di lapangan 3. hanya yg membedakan adalah PLO bertanggung jawab untuk melakukan optim terhadap new site. Pada dasarnya tugas PLO dan RNO hampir sama yaitu melakukan optimasi dan analisis di sisi parameter-parameter dan OMC Statistic .updrade. Melakukan Collecting data di lapangan 2. 3. Melakukan analisis data DT atau menganalisis Logfile drive test Membuat report DT Mengkoordinir DT Engineer Berkoordinasi dengan PLO untuk menemukan solusi apabila diperlukan optimisasi baik Logical (Parameter Tunning) ataupun Phisical (EDT dan MDT) PLO dan RNO: 1. jadi bias . 4. swap site. 2. Membantu DT Coordinator apa bila diperlukan untuk membantu membuat Report DT DT Coordinator: 1. Sedangkan RNO melakukan optim terhadap cluster.

.disimpulkan yg membedakan RNO dan PLO adalah PLO bermain di level site sedangkan RNO bermain di level cluster.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->