Sejarah Indonesia (1959-1966

)
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa
Artikel ini bagian dari seri

Sejarah Indonesia

Lihat pula: Garis waktu sejarah Indonesia Sejarah Nusantara
Prasejarah

Kerajaan Hindu-Buddha
Kutai (abad ke-4) Tarumanagara (358–669) Sriwijaya (abad ke-7 sampai ke-11) Sailendra (abad ke-8 sampai ke-9) Kerajaan Medang (752–1045) Kerajaan Sunda (932–1579) Kediri (1045–1221) Dharmasraya (abad ke-12 sampai ke14) Singhasari (1222–1292) Majapahit (1293–1500) Malayapura (abad ke-14 sampai ke-15)

Kerajaan Islam
Kesultanan Ternate (1257–sekarang) Kerajaan Pagaruyung (1500-1825)

Kesultanan Malaka (1400–1511) Kerajaan Inderapura (1500-1792) Kesultanan Demak (1475–1548) Kesultanan Aceh (1496–1903) Kesultanan Banten (1527–1813) Kesultanan Mataram (1588—1681) Kesultanan Siak (1723-1945)

Kerajaan Kristen
Kerajaan Larantuka (1600-1904)

Kolonialisme bangsa Eropa
Portugis (1512–1850) VOC (1602-1800) Belanda (1800–1942)

Kemunculan Indonesia
Kebangkitan Nasional (1899-1942) Pendudukan Jepang (1942–1945) Revolusi nasional (1945–1950)

Indonesia Merdeka
Orde Lama (1950–1959) Demokrasi Terpimpin (1959–1966) Orde Baru (1966–1998) Era Reformasi (1998–sekarang)
l•b•s

Sejarah Indonesia (1959-1966) adalah masa di mana sistem "Demokrasi Terpimpin" sempat berjalan di Indonesia. Demokrasi terpimpin adalah sebuah sistem demokrasi dimana seluruh keputusan serta pemikiran berpusat pada pemimpin negara, kala itu Presiden Soekarno. Konsep sistem Demokrasi Terpimpin pertama kali diumumkan oleh Presiden Soekarno dalam pembukaan sidang konstituante pada tanggal 10 November 1956.

Masa Demokrasi Terpimpin yang dicetuskan oleh Presiden Soekarno diawali oleh anjuran Soekarno agar Undang-Undang yang digunakan untuk menggantikan UUDS 1950 adalah UUD 1945. Dari segi keamanan nasional: Banyaknya gerakan separatis pada masa demokrasi liberal. Pemungutan suara ini dilakukan dalam rangka mengatasi konflik yang timbul dari pro kontra akan usulan Presiden Soekarno tersebut. Dari segi politik : Konstituante gagal dalam menyusun UUD baru untuk menggantikan UUDS 1950. Berlakunya kembali UUD 1945 3. Pembentukan MPRS dan DPAS [sunting] Peranan PKI Artikel utama untuk bagian ini adalah: Partai Komunis Indonesia . 3. Presiden Soekarno mengeluarkan sebuah dekrit yang disebut Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Bertolak dari hal tersebut. Namun usulan itu menimbulkan pro dan kontra di kalangan anggota konstituante. Sebagai tindak lanjut usulannya.Daftar isi [sembunyikan] • • • • • 1 Latar belakang 2 Peranan PKI 3 Keterlibatan Amerika Serikat 4 Dampak ke situasi politik 5 Rujukan [sunting] Latar belakang Latar belakang dicetuskannya sistem demokrasi terpimpin oleh Presiden Soekarno : 1. 2. sehingga pembangunan ekonomi tersendat. menyebabkan ketidakstabilan negara. Dibubarkannya konstituante 4. diadakan pemungutan suara yang diikuti oleh seluruh anggota konstituante . usulan untuk kembali ke UUD 1945 tidak dapat direalisasikan. Dari segi perekonomian : Sering terjadinya pergantian kabinet pada masa demokrasi liberal menyebabkan program-program yang dirancang oleh kabinet tidak dapat dijalankan secara utuh. Hasil pemungutan suara menunjukan bahwa : • • 269 orang setuju untuk kembali ke UUD 1945 119 orang tidak setuju untuk kembali ke UUD 1945 Melihat dari hasil voting. Tidak berlaku kembali UUDS 1950 2. Hal ini disebabkan oleh jumlah anggota konstituante yang menyetujui usulan tersebut tidak mencapai 2/3 bagian. seperti yang telah ditetapkan pada pasal 137 UUDS 1950. Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959 : 1.

sepsrti itu ditulis Thomas Hobbes dalam bukunya yang diberinya judul “leviathan”. Kolaborasi ini tetap gagal memecahkan masalah-masalah politis dan ekonomi yang mendesak Indonesia kala itu. Sejarahpun berlanjut. kemudian menjelang dekade 1950 an dicoba pula sistem politik dengan nama demokrasi terpimpin. pada kurun waktu terpanjang sesudah itu di Indonesia diberlakukan “Demokrasi pancasila” di bawah orde Baru. Segera setelah Indonesia merdeka. Begitulah nasib yang di alami bangsa kita Indonesia. [sunting] Keterlibatan Amerika Serikat Di era Demokrasi Terpimpin. Pada tahun 1962. Menurut laporan di media cetak "Suara Pemuda Indonesia": Sebelum akhir tahun 1960. Amerika Serikat memberikan 64 juta dollar dalam bentuk bantuan militer untuk jenderal-jenderal militer Indonesia. terutama dari kalangan buruh. Indonesia mencoba sistem Demokrasi parlementer yang di kemudian hari dianggap terlalu “Liberal”. Kepala Badan untuk Pembangunan Internasional di Amerika pernah sekali mengatakan bahwa bantuan AS. Amerika Serikat telah melengkapi 43 batalyon angkatan bersenjata Indonesia.Partai Komunis Indonesia (PKI) menyambut "Demokrasi Terpimpin" Soekarno dengan hangat dan anggapan bahwa PKI mempunyai mandat untuk mengakomodasi persekutuan konsepsi yang sedang marak di Indonesia kala itu. inflasi terus menaik dan korupsi kaum birokrat dan militer menjadi wabah sehingga situasi politik Indonesia menjadi sangat labil dan memicu banyaknya demonstrasi di seluruh Indonesia. Tiap tahun AS melatih perwiraperwira militer sayap kanan. antara tahun 1959 dan tahun 1965. Di antara tahun 1956 dan 1959. Mana kala segala kekejian seberat bumi dan langit di timpakan penjajah pada punggung Ibu pertiwi dan pendahulu-pendahulu kita. Pendapatan ekspor Indonesia menurun. melainkan dinilai cendrung mengarah kepada sistem Otoriterianisme. masing masing mengatasnamakan “Demokrasi” telah di coba di tegakkan selama lebih kurang setengah abad terakhir. agama (Islam) dan komunisme yang dinamakan NASAKOM. [sunting] Rujukan LAHIRNYA DEMOKRASI TERPIMPIN PENDAHULUAN Manusia manjadi pemangsa bagi manusia yang lain. yaitu antara ideologi nasionalisme. lebih dari 200 perwira tingkatan tinggi telah dilatih di AS. yang ternyata bukan saja tidak Demokratis. perebutan Irian Barat secara militer oleh Indonesia yang dilangsungkan dalam Operasi Trikora mendapat dukungan penuh dari kepemimpinan PKI. dan ratusan perwira angkatan rendah terlatih setiap tahun. tentu saja bukan untuk mendukung Soekarno dan bahwa AS telah melatih sejumlah besar perwira-perwira angkatan bersenjata dan orang sipil yang mau membentuk kesatuan militer untuk membuat Indonesia sebuah "negara bebas". petani. cadangan devisa menurun. Sejarah panjang perjuangan dan melelahkan pada akhirnya membuahkan kemerdekaan pada tanggal 17 agustus 1945 dengan keputusan rakyat Indonesia sendiri setelah kemerdekaan yang dijanjikan jepang tak kunjung datang. mereka juga mendukung penekanan terhadap perlawanan penduduk adat yang tidak menghendaki integrasi dengan Indonesia. . dan mahasiswa. [sunting] Dampak ke situasi politik Era "Demokrasi Terpimpin" diwarnai kolaborasi antara kepemimpinan PKI dan kaum borjuis nasional dalam menekan pergerakan-pergerakan independen kaum buruh dan petani Indonesia. tiga sistem politik yang berbeda.

Konsep Demokrasi terpimpin yang hendak membawa PKI masuk kedalam kabinet ini juga menyebut-nyebut akan di bentuknya lembaga negara baru yang ekstra konstitusional yaitu ( Dewan Nasional). Namun gagasan tanpa perbuatan tidak terlalu berarti dibanding gagasan dan perbuatan langsung dalam usaha mewujudkan gagasan itu dan inilah yang di lakukan soekarno .. yang akan di ketuai oleh soekarno sendiri yang bertugas memberi nasehat kepada kabinet maka untuk itu harus di bentuk kabinet baru yang melibatkan semua partai termasuk PKI serta di bentuk Dewan penasehat tertinggi dengan nama “Dewan Nasional” yang beranggotakan wakil-wakil seluruh golongan fungsional. Menurut Yusril Ihza mahendra. walaupun Dewan Nasional ini tidak ada dasarnya dalam konstitusi. PEMBAHASAN A. tetapi pada kenyataannya dalam kondisi yang sedemikian. sehingga pada gilirannya pembangunan ekonomi sulit untuk di majukan. Buktinya kabinet-kabinet yang ada pada waktu itu tidak pernah bertahan sampai 2 tahun penuh dan terjadi perombakan-perombakan dengan kabinet yang baru. namun akhirnya dinamai dengan “Dewan nasional” (DN). itulah muncul gagasan “Demokrasi Terpimpin” yang di lontarkan Presiden Soekarno pada bulan februari 1957. mula mula pandangan ini dicetuskan oleh partai Murba. namun dalam prakteknya sehari-hari diserahkan kepada Roeslan abdul gani. Dalam makalah ini kami akan mencoba membahas tentang “Demokrasi Terpimpin di Indonesia” dan mudah-mudahan tidak lari jauh dari konteks sejarahnya. Artinya “Dewan Nasional ini tidak sejalan dengan konstitusi yang ada pada waktu itu. Dan dalam metode penulisan makalah ini penulis berusaha bersikap netral.-. penyebab perpecahan bahkan dalam nada pidatonya dia menilai partai itu adalah semacam pertunjukan adu kambing yang tidak bakalan berpengaruh baik bagi Bangsa dan negara. dengan membiarkan partai politik sebanyak 10 partai tetap bertahan. Menurut pengamatan Soekarno Demokrasi Liberal tidak semakin mendorong Indonesia mendekati tujuan revolusi yang dicita-citakan. karena setiap fihak baik pegawai negeri dan parpol juga militer saling berebut keuntungan dengan mengorban kan yang lain. akhirnya meaksa Soekarno untuk menerapkan “Demokrasi terpimpin” dengan dukungan militer untuk mengambil alih kekuasaan. dan bahkan menurut penilayan presiden Soekarno banyaknya partai hanya memperunyam masalah dan hanya menjadi penyebab gotok. dan . di mana dalam maklumat tersebut menganjurkan perlunya pembentukan partai-partai. Keinginan presiden Soekarno untuk mengubur partai-partai yang ada pada waktu itu tidak jadi dilakukan. Dewan ini diketuai oleh presiden. sebelum “Dewan Nasional” ini dibentuk gagasan awal tentang namanya adalah “Dewan Revolusi” (DR). dan ancaman perpecahan sebagai mana kata Soepomo. Yang akhirnya menambah besarnya gejolak baik dari internal partai yang di bubarkan maupun para tokoh-tokoh yang memperjuangkan “Demokrasi liberal” juga daerah-daerah tidak ketinggalan. Di awali dari maklumat Hatta sebagai wakil presiden waktu itu. Dan keadaan yang demikian. yakni berupa masrakat adil dan makmur. serta Chaerul saleh dan Ahmadi. bukannya menambah suburnya sistem Demokrasi di Indonesia.gotokan. Latar Belakang sejarah diberlakukannya Demokrasi Terpimpin. Dan peranannya memang cukup menentukan yaitu sebagai “penasihat” pemerintah yang dalam praktiknya telah menjadi semacam DPR bayangan di samping DPR hasil pemilu 1955.yang berakhir pada tahun 1998. B. yang ternyata mendapat sambutan luas hingga pada waktu itu lebih kurang 40 partai telah lahir di Indonesia. Demokrasi Terpimpin Dalam suasana yang mengancam keutuhan teritorial sebagaimana kata Feith. namun pembatasan terhadap partai di berlakukan.dan yang melahirkan Revormasi.

Dan di samping itu menurut Afan ghafar soekarno memiliki agenda sendiri. Walaupun pada akhirnya usaha ingin memisahkan diri. antara PKI dan AD yang sering berbeda pendapat sewaktu-waktu dapat di adu kekuatannya dan soekarno jadi wasitnya. sukarno sebagai seorang organisator dan sekaligus pengagum persatuan dan kesatuan. karena waktu itu di jakarta mereka merasa kurang aman dari fihak-fihak yang kontra dengan mereka serta sekaligus berencana memantapkan pemerintahan revolusioner yang mereka cita-citakan dengan mengangkat “Syafruddin parawiranegara” sebagai mentrinya. Soekarno melakukan upaya dengan menggandeng 2 kekuatan besar dan yang paling bagus organisasinya dan paling potensial di indonesia pada waktu itu. Karaena beliau tahu pasti kalau pengikut PNI sesungguhnya sudah ditangannya. Dalam kurun waktu yang kian genting pada kenyataan sejarah waktu-waktu itu. Dan PRRI ini segera mendapat sambutan hangat di indonesia bagian timur. (beliau juga pernah menjadi pemangku jabatan Pemimpin pemerintahan darurat Republik indonesia (PDRI) bi bukit tinggi. dan Indonesia tengah yang telah terlebih dahulu mengusahakan perjuangan melalui DI/TII yang terkenal itu. tidak tinggal diam dan tidak kehabisan akal. Sementara kegentingan demi kegentingan yang terjadi. berdasarkan atas (SOB) atau amanat keadaan darurat dan bahaya perang yang di umumkan oleh presiden soekarno sebelum terbentuknya kabinet Juanda itu. Dan pada waktu-waktu inilah Dewan Nasional itu mulai di gagas. untuk sementara waktu soekarno keluar dari PNIdahulu. aceh. Sementara itu menurut keterangan yusril Ihza Mahendra. dan dengan terbentyknya PRRI di Padang di tambah dengan pulangnya pimpinan-pimpinan Masyumi dari jakarta menuju padang. mengingat Indonesia di hari-hari itu memang dalam keadaan genting dan potensi kionflik yang lebih besar segera mengancam keutuhan NKRI. Dan dia merangkul kekuatan PKI sebagai kekuatan yang menentukan massanya di Indonesia pada waktu itu. Walaupun pada kenyataannya kedua kekuatan ini selalu prodan kontra antara satu sama lain. yaitu PKI dan AD atau militer. Mula-mula 2 kekuatan ini di manfaatkannya pada isu imperialisme dan kapitalisme yang masih mengancam Indonesia. Setelah dekrit presiden 5 juli 1959 kabinet Juanda menyerahkan mandatnya kepada presiden melalui pemberlakuan kembali proklamasi dan UUD 1945. sejalan dengan gagasan “Demokrasi . beliau sebenarnya putera kelahiran Banten tapi ayahnya berasal dari Sumatera Barat)Pen. presiden Soekarno langsung memimpin pemerintahan bahkan bukan saja kepala negara tetapi juga kepala pemeritahan yang membentuk kabinet yang mentri-mentrinya tidak terikat kepada partai. ketika soekarno telah mendapatkan PKI sebagai kekuatan besar. Dalam teorinya dapat kita baca bahwa: soekarno. namun bisajinak ditangan seorang politikus kaliber soekarno. yang merupakan partai binaannya sejak awal. membutuhkan PKI kasrena merasa terancam akan Kudeta yang di lakukan Militer padawaktu itu atau AD pada khususnya sebagai kekuatan potensial yang sewaktu-waktu dapat merong-rong Soekarno dari tampuk pimpinan. Namun pada akhirnya gabungan kedua partai tersebut terbentuk menjadi masa yang besar dan siap untuk di mobilisasi. Sedangkan apabila kita lanjutkan analisisnya. yang di upayakan berbagai daerah ini berhasil ditumpas. Pembentukan Dewan Nasional ini. maka otomatis kekuatan yang lain dari PNI partainya yang disebutkan diatas menggabungkan diri dengan PKI walaupun ada juga yang tidak bergabung. Salah satunya dengan terjadinya gejolak ingin memisahkan diri beberapa Daerah dari NKRI.adapun Dewan Nasional yang di sebutkan diatas adalah hasil bentukan kabinet juanda yang segera terbentuk setelah sebelumnya kabinet Ali sastro amidjoyo tidak mampu bertahan lagi. berhubung pada waktu itu Irian Barat masih dikuasai oleh penjajah dan isu ini di pakai soekarno untuk mengamanatkan agar Irian barat selekas-lekasnya dapat di bebaskan serta upaya untuk mengembalikan indonesia dalam posisi pemerintahan secara utuh. Dalam hubungannya dengan PNI.

prosedur pemungutan suara. disamping akan mampu mengembalikan seluruh ptensi nasional” termasuk golongan Islam”. Dalam keterangan itu PM.” C. Soekarno sebagai pemimpin tertinggi pada era Demokrasi terpimpin menyatakan bahwa Demokrasi liberal tidak sesuai dengan kepribadian BI.) sebaliknya. M. Nasution ini disampaikan kesidang Dewan Nasional dan dewan berpendapat bahwa gagasan Demokrasi terpimpin dapat terlaksana jika dikembalikan kepada UUD 1945. beliau tidak memberikan komentar apaapa terhadap usulan Dewan Nasional sehingga perdana mentri Juanda padawaktu itu mengira bahwa NU setuju dengan gagasan itu.Terpimpin” Kalangan tentara di bawah pimpinan Mayjend Abdul Haris Nasution. Dan gabungan ide Soekarno dan A. kemudian di bawa kerapat kabinet dan didalam rapat itu juga disetujui tentang Gagasan Demokrasi Terpimpin tersebut. yang pada hari ini semua serba mudah dan terkesan di mudahkan dan hampir kebablasan. jika menunggu konstituante menyelesaikan tugasnya memnyusun Undang-Undang yang baru belum tentu isinya sama dengan gagasan demokrasi terpimpin tadi. Dalam sidang kabinet tesebut di hadiri oleh Idcham Chalid seorang tokoh NU. Bung Karno sampai dengan akhir hayatnya tetap bertahan terhadap ide Nasakom yang . yaitu yang pernah sekolah di luar negeri seperti Drs.Nasionalis dan Lokal. D. (maksudnya sebelum di amandemen karena buku yang penulis kutip dari buku karangan 1996. tambahnya . Keputusan Dewan Mentri tersebut disampaikan perdana mentri Juanda. di akui adanya piagam Jakarta tertanggal 22 juni 1945 sebagai dokumen historis.Memang Demokrasi Terpimpin agak terasa asing Namun apa yang terjadi dimasalalu karena kehendak waktu dan peristiwa menginginkan demikian pada hari-hari itu. demokrasi semacam itu memang menghendaki adanya pemusatan kekuasaan di tangan presiden. kepada sidang paripurna DPR. yang berjudul “ Putusan Dewan Mentri mengenai pelaksanaan Demokrasi Terpimpin dalam rangka kembali ke UUD 1945”. Nasution akan tetap terpelihara jika negara kembali kepada UUD dan dan proklamasi.Hatta dan Syahrir. Sebab menurut Yusril. aktif berkampanye tentang perlunya kembali ke undang-undang 1945. berhubung dengan penyelesayan dan pemeliharaan keamanan. Dari kacamata demokrasi moderen Kita menyaksikan semuanya di rubah. nilai-nilai dan semangat demiukian menurut A. Dengan kembali ke UUD 1945.semua berubah. ataukah kita siap bercerai berai dari kesatuan Negara Republik Indonesia yang artinya kita semakin lemah?.H.walaupun gagasannya tidak 100% persis barat karena di sana sini berhubungan juga dengan islam. Guna” di putuskan kepada penyelesayan keamanan dan pembangunan di seluruh bidang. pelaksanaan Demokrasi Terpimpin akan lebih terjamin. Dalam Priode Demokrasi terpimpin pemikiran Demokrasi ala Barat banyak di tingalkan bahkan lebih nampak gambarannya manakala Demokrasi parlementer sebelumnya berkuasa di indonesia karena mengacu pada latar belakang pendidikan penggagasnya. Dimana ketika kita dihadapkan kepada dua pilihan yakni: apakah kita mau di gembleng untuk sementara waktu demi sejarah yang mengoyak ngoyak bangsa selama-beberapa lamanya. ide soekarno ini tampaknya bertemu dengan Ide soekarno dalam rangka menerapkan demokrasi Terpimpin. Demokrasi Terpimpin Ditinjau dari Demokrasi Moderen. dalam lembaga perwakilan rakyat dinyatakan sebagai tidak efektif dan kemudian Soekarno memperkenalkan dengan apa yang di sebut dengan”Musyawarah untuk mufakat” Banyaknya partai politik oleh bung karno adalah penyebab tidak adanya pencapayan hasil dan sulit dicapai kataq sepakat karena terlalubanyak berdebat atau bersitegang urat leher. yakni UUD 1945.Konsep Nasakom Dalam Demokrasi Terpimpin. sementara UUD 1945 memungkinkan perwujudan hal itu. Juanda mengatakan sbb: untuk mendekati hasrat golongan Islam.H.dan semua kelihatan berganti dan semua diganti tapi sesungguhnya tidak ada yang berganti dan berubah.

santri adalah kaum Agamis. makmur dan sejahtera. Apakah dengan punya ide Nasakom tersebut bisa dikatakan bahwa Bung Karno adalah seorang Marxis yang lebih dekat dengan golongan komunis pada saat itu? Setiap orang boleh punya persepsi dan pendapatnya sendiri untuk hal ini. dan abangan adalah kaum Komunis. kaum militer tidak pernah mengakui bahwa mereka adalah satu kekuatan politik yang telah mendominasi Indonesia selama 32 tahun. kaum agamis. santri. Walaupun tidak bisa dipungkiri memang Bung Karno pada periode 1959-1965 sangat terlihat lebih condong memberi angin kepada golongan komunis. kaum komunis. Barangkali juga ide Bung Karno tentang Nasakom berkaitan dengan pendapat Clifford Geertz yang dalam bukunya The Religion of Java yang membagi masyarakat Jawa dalam tiga varian: priyayi. dan abangan. selalu memakai pakaian lengkap militer Panglima Tertinggi – Jendral Bintang Lima – dengan segala atribut kebesarannya. yang ide Nasakom semata-mata dicetuskan melihat realitas masyarakat pada saat itu demi persatuan. Bung Karno walaupun bukan orang militer. Pada awal kemerdekaan kaum nasionalis dengan motor politiknya PNI (Partai Nasional Indonesia) pernah memegang dominasi pemerintahan sampai pada sekitar tahun 1959. serta merta ide Nasakom musnah dan aneh bin ajaib kekuatan kaum komunis serta merta digantikan oleh satu kekuatan politik baru di Indonesia yaitu kaum militer. Tiga-tiganya merupakan kekuatan yang diharapkan tetap bersatu untuk menyelesaikan masalah bangsa secara bersama-sama. Suatu realitas yang mungkin Bung Karno tidak pernah menyangka ataupun mimpipun mungkin tidak. Kesimpulannnya bahwa realitas politik di Indonesia semenjak jaman kemerdekaan sampai dengan saat ini pernah ada empat golongan kekuatan politik: kaum nasionalis. kata beberapa analis ini adalah salah satu diplomasi model Bung Karno untuk meredam ambisi dan kekuatan militer untuk berkuasa Setelah terjadi peristiwa 30 September 1965. Masing-masing kekuatan politik pernah mengalami jaman keemasan dan juga pernah terhempas dalam kancah politik di Indonesia. Indonesia menginginkan suatu kolaborasi total semua anasir bangsa dari semua golongan ideologi yang ada termasuk golongan komunis untuk berama-sama bahu membahu membangun Indonesia. Tapi yamg nyata Bung Karno adalah seorang Nasionalis. . Yang bisa diterjemahkan priyayi adalah kaum Nasionalis. Dalam realitasnya setiap golongan kekuatan politik yang pernah mendominasi kekuasaan dan menjalankan pemerintahan Republik Indonesia belum ada yang mampu mengantarkan Indonesia menuju cita-cita bangsa untuk menjadi negara yang adil. golongan yang berideologi dengan latar belakang agama. Mereka selalu mengatakan bahwa militer berdiri dibelakang semua golongan. dan kaum militer (dan motor politik pendukungnya). Setelah Bung Karno membuat dekrit pada tanggal 1 Juli 1959 untuk kembali ke UUD ’45. dan golongan yang berideologi komunis.mengatakan bahwa kekuatan politik di Indonesia pada saat itu terdiri dari tiga golongan ideologi besar yaitu: golongan yang berideologi nasionalis. maka kekuasaan mutlak ada di tangan Bung Karno yang lebih memberikan angin pada kaum komunis untuk mendominasi kancah politik di Indonesia (atau terbawa oleh strategi kaum komunis) pada periode 1959 s/d 1965 . Walaupun dengan segala dalih. bahwa ada satu golongan kekuatan dalam peta politik di Indonesia yang tidak pernah terpikirkan menjadi suatu kekuatan penting dalam peta perpolitikan Indonesia yaitu kaum militer. Realitas sejarah memang berkata lain setelah terjadi peristiwa 30 September 1965 yang sampai sekarang masih menyimpan misteri dan banyak versi diceritakan dari berbagai pihak bagaimana kejadiannya sampai terjadi pembunuhan para Jendral dan PKI dituduh yang telah melakukan semua ini dan tentara melakukan pembalasan dengan menumpas PKI sampai dengan akarakarnya.

Salam: Soekarno Bottom of Form Powered by WordPress. Mungkin momentumnya telah tiba. dengan semboyan “Kembali ke UUD’ 45″. apabila memang golongan agamis bisa menunjuknan dirinya sebagai partai yang bersih. NASAKOM telah menjadi NASA yang pada waktu antaranya kom-nya telah musnah dan pernah digantikan kaum militer. perebutan Irian Barat secara militer oleh Indonesia mendapat dukungan penuh dari kepemimpinan PKI. yang seluruh keputusan serta pemikiran berpusat pada pemimpinnya .KESIMPULAN Demokrasi terpimpin adalah sebuah demokrasi yang sempat ada di Indonesia. 1978. kesenjangan antara rakyat yang kaya dan miskin juga semakin melebar. Mungkin partai dengan haluan agamis akan menjadi pilihan alternatif dikarenakan partai-partai besar yang ada saat ini telah gagal mengantarkan Indonesia menjadi negara yang seperti diamanatkan pada pembukaan UUD ’45: suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. Orde Baru hadir dengan semangat "koreksi total" atas penyimpangan yang dilakukan oleh Soekarno pada masa Orde Lama. tidak terkontaminasi penyakit korupsi (masalah utama bangsa kita). PKI menyambut “Demokrasi Terpimpin” Sukarno dengan hangat dan anggapan bahwa PKI mempunyai mandat untuk persekutuan Konsepsi yaitu antara nasionalisme. 1988. dan golongan militer hanya golongan agamis yang belum pernah menonjol dalam menjalankan pemerintahan eksekutif. MPR secara resmi melantik Soeharto untuk masa jabatan 5 tahun sebagai presiden. mereka juga mendukung penekanan terhadap perlawanan penduduk adat. dan dia kemudian dilantik kembali secara berturut-turut pada tahun 1973. dan sebaliknya menyatakan diberlakukannya kembali Undang-Undang Dasar 1945. Memang dari empat golongan ideologi yang pernah ada di Indonesia: golongan nasionalis. perdamaian abadi dan keadilan sosial. ekonomi Indonesia berkembang pesat meskipun hal ini terjadi bersamaan dengan praktik korupsi yang merajalela di negara ini. Soekarno memperkuat tangan Angkatan Bersenjata dengan mengangkat para jendral militer ke posisi-posisi yang penting. Di tahun 1962. mencerdaskan kehidupan bangsa. golongan komunis. Orde Baru menggantikan Orde Lama yang merujuk kepada era pemerintahan Soekarno.[rujukan?] .com Orde Baru adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soeharto di Indonesia. Pada bulan 5 Juli 1959 parlemen dibubarkan dan Presiden Sukarno menetapkan konstitusi di bawah dekrit presiden. Selain itu. agama (Islam) dan komunisme yang dinamakan NASAKOM. Dalam jangka waktu tersebut.[rujukan?] Pada 1968. 1983. 1993. dan 1998. Orde Baru berlangsung dari tahun 1966 hingga 1998. Soekarno juga membubarkan Konstituante yang ditugasi untuk menyusun Undang-Undang Dasar yang baru. Presiden Soeharto memulai "Orde Baru" dalam dunia politik Indonesia dan secara dramatis mengubah kebijakan luar negeri dan dalam negeri dari jalan yang ditempuh Soekarno pada akhir masa jabatannya. golongan agamis. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan.

DPR dan MPR tidak berfungsi secara efektif. Soeharto mampu menciptakan sistem politik dengan tingkat kestabilan politik yang tinggi. Soeharto menarik garis yang sangat tegas.5 Peran Ganda (Dwi Fungsi) ABRI 1.6 Pedomanan Pengahayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) .4 Pemilihan Umum 1.[rujukan?] Orde Baru memilih perbaikan dan perkembangan ekonomi sebagai tujuan utamanya dan menempuh kebijakannya melalui struktur administratif yang didominasi militer. dan lembaga pemikir serta dukungan kapital internasional. tepat 16 tahun setelah Indonesia diterima pertama kalinya. Pengucilan politik . Eksploitasi sumber daya Selama masa pemerintahannya.di Eropa Timur sering disebut lustrasi . jumlah orang yang kelaparan dikurangi dengan besar pada tahun 1970-an dan 1980-an.1 Pembentukan Kabinet Pembangunan 1. bisa tercapainya stabilitas politik pada satu sisi dan pertumbuhan ekonomi di pihak lain.[rujukan?] Soeharto merestrukturisasi politik dan ekonomi dengan dwi tujuan. Orde Lama atau Orde Baru. dan pengeksploitasian sumber daya alam secara besar-besaran menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar namun tidak merata di Indonesia.[rujukan?] Daftar isi [sembunyikan] • 1 Penataan Kehidupan Politik ○ ○ ○ ○ ○ ○ 1. Dengan ditopang kekuatan Golkar.dilakukan terhadap orang-orang yang terkait dengan Partai Komunis Indonesia. khususnya mereka yang dekat dengan Cendana. Sanksi nonkriminal diberlakukan dengan pengucilan politik melalui pembuatan aturan administratif.[rujukan?] Soeharto siap dengan konsep pembangunan yang diadopsi dari seminar Seskoad II 1966 dan konsep akselerasi pembangunan II yang diusung Ali Moertopo. kebijakan-kebijakan ini. sehingga melebarkan jurang pembangunan antara pusat dan daerah.2 Pembubaran PKI dan Organisasi massanya 1.3 Penyederhanaan Partai Politik 1. Sanksi kriminal dilakukan dengan menggelar Mahkamah Militer Luar Biasa untuk mengadili pihak yang dikonstruksikan Soeharto sebagai pemberontak. Pembagian PAD juga kurang adil karena 70% dari PAD tiap provinsi tiap tahunnya harus disetor kepada Jakarta. Contohnya. KTP ditandai ET (eks tapol). Indonesia pada tanggal 19 September 1966 mengumumkan bahwa Indonesia "bermaksud untuk melanjutkan kerjasama dengan PBB dan melanjutkan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan PBB". Instrumen penelitian khusus diterapkan untuk menyeleksi kekuatan lama ikut dalam gerbong Orde Baru. Pengadilan digelar dan sebagian dari mereka yang terlibat "dibuang" ke Pulau Buru.[rujukan?] Hal ini mengakibatkan aspirasi rakyat sering kurang didengar oleh pusat. Anggotanya bahkan seringkali dipilih dari kalangan militer.[rujukan?] Pada tahap awal.Salah satu kebijakan pertama yang dilakukannya adalah mendaftarkan Indonesia menjadi anggota PBB lagi. TNI. dan menjadi anggota PBB kembali pada tanggal 28 September 1966.

3 Pembangunan Nasional • • • • • • • • 4 Warga Tionghoa 5 Konflik Perpecahan Pasca Orde Baru 6 Kelebihan sistem Pemerintahan Orde Baru 7 Kekurangan Sistem Pemerintahan Orde Baru 8 Krisis finansial Asia 9 Pasca-Orde Baru 10 Lihat pula 11 Referensi [sunting] Penataan Kehidupan Politik Jenderal Soeharto Penguasa Orde Baru .2 Normalisasi Hubungan dengan Negara lain    2.2 Pemulihan Hubungan dengan Malaysia 2.1 Pemulihan Hubungan dengan Singapura 2.1 Stabilisasi dan Rehabilitasi Ekonomi 3.2.2 Kerjasama Luar Negeri 3.2.1 Kembali menjadi anggota PBB 2.2.• 2 Penataan Politik Luar Negeri ○ ○ 2.3 Pembekuan Hubungan dengan RRC • 3 Penataan Kehidupan Ekonomi ○ ○ ○ 3.

yang secara resmi mencabut seluruh kekuasaan pemerintahan Negara dari Presiden Soekarno[rujukan?]. Letjen Soeharto ditugaskan oleh MPRS untuk membentuk Kabinet Ampera. Mengikis habis sisa-sisa Gerakan 30 September 4.[rujukan?] Langkah-langkah yang dilakukan adalah:[rujukan?] [sunting] Pembentukan Kabinet Pembangunan Kabinet pertama pada masa peralihan kekuasaan adalah Kabinet Ampera dengan tugasnya Dwi Darma Kabinat Ampera yaitu menciptakan stabilitas politik dan stabilitasekonomi sebagai persyaratan untuk melaksanakan pembangunan nasional. Pada 10 Januari 1967[rujukan?] Presiden Soekarno menyerahkan Pelengkap pidato pertanggungjawaban presiden yangdisebut PelNawaksara tidak diterima oleh MPRS berdasarkan Keputusan Pimpinan MPRS No. dan berusaha untuk menyusun kembalikekuatan bangsa untuk menumbuhkan stabilitas nasional guna mempercepat proses pembangunan bangsa. Dan juga dapat dikatakan bahwa Orde Baru merupakan koreksi terhadap penyelewangan pada masa lampau. sampai presiden baru hasil pemilu ditetapkan. Orde Baru merupakan tatanan seluruhkehidupan rakyat. Tetapi ketika kabinet Ampera dirombak pada tanggal 11 Oktober 1966. yang diletakan pada kemurnian pelaksanaan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. . menyebabkan kekuasaan pemerintahan di tangan Soeharto semakin besar sejak awal tahun 1967. 163 tanggal 25 Juli 1966 dibentuklah Kabinet Ampera. dan negara. yaitu tanggal 5 Juli 1968 Melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif untuk kepentingan nasional Melanjutkan perjuangan anti imperialisme dan kolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya Setelah MPRS pada tanggal 27 Maret 1968 menetapkan Soeharto sebagai presiden RI untuk masa jabatan lima tahun. IX/MPRS/1966. Membersihkan aparatur Negara di pusat dan daerah dari pengaruh PKI. jabatan Presiden tetap dipegang Soekarno.Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) tahun 1966 merupakan dasar legalitas dimulainya pemerintahan Orde Baru di Indonesia. XLIV/MPRS/1968. Dan pada tanggal 27Maret1968 Soeharto diangkat sebagai presiden republic Indonesia berdasarkan Ketetapan MPRS No. XIII/MPRS/1966. maka dibentuklah Kabinet Pembangunan dengan tugasnya yang disebut Panca Krida yang meliputi: 1. situasi konflik yang telahmenyebabkan terjadinya instabilitas politik nasional dapat teratasi. dan Letjen Soeharto diangkat sebagai perdanamenteri yang memiliki kekuasaan eksekutif dalam kabinet Ampera yang disempurnakan. bangsa. XIII/MPRS/1966. Sebagai tindak lanjut lembagatertinggi Negara ini mengeluarkan Ketetapan No. 13/B/1967. Dengan dikeluarkannya Ketetapan MPRS itu. dan mengangkat Soeharto sebagai pejabat presiden Republik Indonesia. Menciptakan stabilitas politik dan ekonomi 2. Sesuai dengan Ketetapan MPRS No. Menyusun dan melaksanakan Pemilihan Umum 3.[rujukan?] Program Kabinet Ampera terkenal dengan nama Catur Karya Kabinet Ampera yakni[rujukan?] • • • • • Memperbaiki kehidupan rakyat terutama di bidang sandang dan pangan Melaksanakan pemilihan umum dalam batas waktu yang ditetapkan.Dalam kabinet baru tersebut Soekarno tetap sebagai presiden dan sekaligus menjabat sebagai pimpinan kabinet. Akibatnya muncul dualisme kepemimpinan nasional. XXXIII/MPRS/1967 tertanggal 12 Maret1967. Berdasarkan Keputrusan Presiden No. Melalui Ketetapan MPRS No. Dan pada tanggal 20 Pebruari diumumkan tentang penyerahan kekuasaan kepada pengemban Ketetapan MPRS No.

dan 1997. [sunting] Penyederhanaan Partai Politik Pada tahun 1973 setelah dilaksanakan pemilihan umum yang pertama pada masa Orde Baru pemerintahan pemerintah melakukan penyederhaan dan penggabungan (fusi) partai. Keadaan ini telah memungkinkan Soeharto menjadi Presiden Repupublik Indonesia selama enam periode.[rujukan?] . Golkar memperoleh 74. Partai Katolik.[sunting] Pembubaran PKI dan Organisasi massanya Dalam rangka menjamin keamanan. dan rahasia). dan PDI pecah menjadi PDI Suryadi dan PDI Megawati Soekarno Putri yang sekarang menjadi PDIP . 1977. 1992. 1987. Partai Murba. Pengalaman sejarah pada masa pemerintahan sebelumnya telah memberikan pelajaran. Namun dalamkenyataannya Pemilu diarahkan untuk kemenangan salah satu kontrestan Pemilu yaituGolkar. PSII. Tigakekuatan social politik itu adalah:[rujukan?] • • • Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang merupakan gabungan dari NU. karena pada masa Orde Baru presiden dipilih oleh anggota MPR. tetapi lebih atas persamaan program. ketenangan. Dalam setiap Pemilu yang diselenggarakan selama masa pemerintahan Orde Baru. Hal disebabkan adanya konflik intern di tubuh partai berkepala banteng tersebut. IPKI. [sunting] Pemilihan Umum Selama masa Orde Baru pemerintah berhasil melaksanakan enam kali pemilihan umum.[rujukan?] Apalagi Pemilu berlangsung dengan asas LUBER (langsung.43 %dengan peroleh 27 kursi.Penyelenggaraan Pemilu yang teratur selama masa pemerintahan Orde Baru telah menimbulkan kesan bahwa demokrasi di Indonesia telah berjalan dengan baik. serta stabilitas pemerintahan. karena adanya perbedaan ideologi politik dan ketidakseragaman persepsiserta pemahaman Pancasila sebagai sumber hukum tertinggi di Indonesia. dan PPP memperoleh 5.[rujukan?] Pada Pemilu 1997 yang merupakan pemilu terakhir masa pemerintahan Orde Baru.[rujukan?] Dan PDI mengalami kemorosotan perolehan suara hanya mendapat11 kursi. 1985.51 % dengan perolehan 325 kursi di DPR. yaitu tahun 1971. Selain itu setiap pertanggungjawaban. dan usulan lainnya dari pemerintah selalu mendapat persetujuan MPR dan DPR tanpa catatan. bahwa perpecahan yang terjadi dimasa Orde Lama. rancangan Undang-undang. umum. bebas.Kemenangan Golkar yang selalu mencolok sejak Pemilu 1971 sampai dengan Pemilu 1997 menguntungkan pemerintah di mana perimbangan suara di MPR dan DPR didominasi oleh Golkar. dan Parkindo Golongan Karya Penyederhanaan partai-partai politik ini dilakukan pemerintah Orde Baru dalam upayamenciptakan stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara. dan PERTI Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang merupakan gabungan dari PNI.partai politik menjadi tiga kekuatan social politik. Soehartosebagai pengemban Supersemar telah mengeluarkan kebijakan:[rujukan?] • • • Membubarkan PKI pada tanggal 12 Maret 1966 yang diperkuat dengan Ketetapan MPRS No IX/MPRS/1966 Menyatakan PKI sebagai organisasi terlarang di Indonesia Pada tanggal 8 Maret 1966 mengamankan 15 orang menteri yang dianggap terlibat Gerakan 30 September 1965. Penggabungan partai-partai politik tersebut tidak didasarkan pada kesamaan ideology. Parmusi. Golkar selalu memperoleh mayoritas suara dan memenangkan Pemilu.

kemakmuran rakyat.[rujukan?] [sunting] Pedomanan Pengahayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) Pada tanggal 12 April 1976 Presiden Soeharto mengemukakan gagasan mengenai pedoman untuk menghayati dan mengamalkan Pancasila. seperti pembangunan nasional. yang terkenal dengan nama Ekaprasatya Pancakarsa atau Pedomanan Pengahayatan dan Pengamalan Pancasila (P4).[rujukan?] Untuk mendukung pelaksanaan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 secara murni dan konsekuen. Dan Pancasila dianggap memiliki kesakralan (kesaktian) yang boleh diperdebatkan.[rujukan?] [sunting] Penataan Politik Luar Negeri Pada masa Orde Baru politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif kembali dipulihkan. Waktu itu Jenderal Soedirman telah melakukannya dengan meneruskan perjuangan. sehingga dengan adanya pemahaman yang sama terhadap Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 diharapkan persatuan dan kesatuan nasional akan terbentuk dan terpelihara. maka sejak tahun 1978 pemerintah menyelenggarakan penataran P4 secara menyeluruh pada semua lapisan masyarakat. Keputusan untuk kembali menjadi anggota PBB dikarenakan pemerintah sadar bahwa banyak manfaat yang diperoleh Indonesia selama menjadi anggota pada tahun 1955-1964. yaitu peran Hankam dan sosial. dan sistem sosial masyarakat Indonesia. pemerintah Orde Baru memberikan peran ganda kepada ABRI.[rujukan?] [sunting] Kembali menjadi anggota PBB Pada tanggal 28 Desember 1966 Indonesia kembali menjadi anggota Perserikatan BangsaBangsa (PBB).Peran dinamisator sebanarnya telah diperankan ABRI sejak zaman Perang Kemerdekaan. Semua bentuk organisasi tidak boleh menggunakan asasnya selain Pancasila. [rujukan?] Kembalinya Indonesia menjadi anggota PBB disambut baik oleh negara-negara Asia . Dan MPR mengeluarkan sejumlah ketetapan yang menjadi landasan politik luar negeri Indonesia. dan Pancasila menjadi bagian dari sistem kepribadian. demokrasi Pancasila. Melalui penegasan tersebut opini rakyat akan mengarah pada dukungan yang kuat terhadap pemerintah Orde Baru. yangmelahirkankan Orde Baru. Kedudukan TNI dan POLRI dalam pemerintahan adalah sama. sistem budaya. hubungan industri Pancasila. Menolak Pancasila sebagai sebagai asas tunggal merupakan pengkhianat terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. di MPR dan DPR mereka mendapat jatah kursi dengan cara pengangkatan tanpa melalui Pemilu.[rujukan?] Dan sejak tahun 1985 pemerintah menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal dan kehidupan berorganisasi. Pelaksanaan politik luar negeri Indonesia harus didasarkan kepada kepentingannasional.[rujukan?] Pertimbangan pengangkatan anggota MPR/DPR dari ABRI didasarkan pada fungsinya sebagai stabilitator dan dinamisator. dan sebagainya. Peran ganda ABRI ini kemudian terkenal dengan sebutan Dwi Fungsi ABRI. Timbulnya pemberian peran ganda pada ABRI karena adanya pemikiran bahwa TNI adalah tentara pejuang dan pejuang tentara. Mulai dari sistem ekonomi Pancasila. pers Pancasila. Boleh dikatakan peran dinamisator telah menempatkan ABRI pada posisiyang terhormat dalam percaturan politik bangsa selama ini. dan oleh karenanya maka semua prestasi lainnya dikaitkan dengan nama Pancasila. Dengan demikian Penataran P4 merupakan suatu bentuk indoktrinasi ideologi. Pancasila merupakan prestasi tertinggi Orde Baru.[sunting] Peran Ganda (Dwi Fungsi) ABRI Untuk menciptakan stabilitas politik. Demikian juga halnya yang dilakukanSoeharto ketika menyelamatkan bangsa dari perpecahan setelah G 30 S PKI. Penataran P4 ini bertujuan membentuk pemahaman yang sama mengenai demokrasi Pancasila. serta keadilan. walaupun pimpinan pemerintahan telah ditahan Belanda. kebenaran.

lainnya bahkan oleh PBB sendiri. hubungan Indonesia dengan Singapura berhasil dipulihkan kembali. Habibur Rachman. Australia.1 Juni 1966 yang menghasilkan Perjanjian Bangkok. Dan pada tanggal 11 Agustus 1966 penandatangan persetujuan pemulihan hubungan IndonesiaMalaysia ditandatangani di Jakarta oleh Adam Malik (Indonesia) dan Tun Abdul Razak (Malaysia). [sunting] Pembekuan Hubungan dengan RRC Pada tanggal 1 Oktober 1967 Pemerintantah Republik Indonesia membekukan hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat Cina (RRC). Keputusan tersebut dilakukan karena RRC telah mencampuri urusan dalam negeri Indonesia dengan cara memberikan bantuan kepada G 30 . dan negaranegara lainnya yang sempat renggang akibat politik konfrontasi Orde Lama. Tindakan permusuhan antara kedua belah pihak akan dihentikan. [sunting] Normalisasi Hubungan dengan Negara lain [sunting] Pemulihan Hubungan dengan Singapura Dengan perantaraan Dubes Pakistan untuk Myanmar.[rujukan?] Pada tanggal 2 Juni 1966 pemerintah Indonesia menyampaikan nota pengakuan atas Republik Singapura kepada Perdana Menteri Lee Kuan Yew. Isi perjanjian tersebut adalah:[rujukan?] • • • Rakyat Sabah diberi kesempatan menegaskan kembali keputusan yang telah merekaambil mengenai kedudukan mereka dalam Federasi Malaysia. Pemerintah kedua belah pihak menyetujui pemulihan hubungan diplomatik. Thailand.[rujukan?] Dan pemerintah Singapura menyampaikan nota jawaban kesediaan untuk mengadakan hubungan diplomatik dengan Indonesia. Dan Indonesia juga memulihkanhubungan dengan sejumlah negara seperti India. Hal ini ditunjukkan dengan dipilihnya Adam Malik sebagai Ketua Majelis Umum PBB untuk masa siding tahun 1974. [sunting] Pemulihan Hubungan dengan Malaysia Penandatanganan persetujuan normalisasi hubungan Indonesia-Malaysia Normalisasi hubungan Indonesia dengan Malaysia dimulai dengan diadakannya perundingan di Bangkok pada 29 Mei.

Kebijakan ini didasari oleh Ketetapan MPRS No. pemerintah Orde Baru melakukan langkah-langkah: • • Memperbaharui kebijakan ekonomi. Terlalu banyak tunggakan hutang luar negeri. Melalui media massanya RRC telah melakukan kampanye menyerang Orde Baru. Program pemerintah diarahkan pada upaya penyelamatan ekonomi nasional. Terlalu banyak dan tidak efisiennya ekspansi kredit bank. dan anggota-anggota Keduataan Besar Republik Indonesia di Peking. Menghemat pengeluaran pemerintah (pengeluaran konsumtif dan rutin). Dan pada 30 Oktober 1967 Pemerintah Indonesia secara resmi menutup Kedutaan Besar di Peking. 2. pelaksanaan. serta secara terang-terangan menyokong bangkitnya kembali PKI.[rujukan?] MPRS mengeluarkan garis program pembangunan.[rujukan?] [sunting] Penataan Kehidupan Ekonomi [sunting] Stabilisasi dan Rehabilitasi Ekonomi Untuk mengatasi keadaan ekonomi yang kacau sebagai peninggalan pemerintah Orde Lama. maupun sesudah terjadinya pemberontakan tersebut. 5. keuangan. yakni program penyelamatan. dan pembangunan. • • Debirokrasi untuk memperlancar kegiatan perekonomian Berorientasi pada kepentingan produsen kecil Untuk melaksanakan langkah-langkah penyelamatan tersebut. XXIII/MPRS/1966. [rujukan?] Selain itu pemerintah Indonesia merasa kecewa dengan tindakan teror yang dilakukan orang-orang Cina terhadap gedung. Tinggi dan tidak efisiennya pengeluaran negara. baik bagi pendapatan perorangan maupun kekayaan dengan cara menghitung pajak sendiri dan menghitung pajak orang. Pemerintah RRC juga telah memberikan perlindungan kepada tokoh-tokoh G 30 S PKI di luar negeri. Langkah-langkah yang diambil Kabinet Ampera yang mengacu pada Ketetapan MPRS tersebut adalah: • Mendobrak kemacetan ekonomi dan memperbaiki sektor-sektor yang menyebabkan kemacetan. • .S PKI baik untuk persiapan. Penggunaan devisa bagi impor yang sering kurang berorientasi pada kebutuhan prasarana. 3. Adapun yang menyebabkan terjadinya kemacetan ekonomi tersebut adalah: 1. Yang dimaksud dengan stabilisasi ekonomi berarti mengendalikan inflasi agar harga barang-barang tidak melonjak terus. maka pemerintah Orde Baru menempuh cara-cara :[rujukan?] • • Mengadakan operasi pajak Melaksanakan sistem pemungutan pajak baru. 4. Dan rehabilitasi ekonomi adalah perbaikan secara fisik sarana dan prasarana ekonomi. Hakikat dari kebijakan ini adalah pembinaan sistem ekonomi berencana yang menjamin berlangsungnya demokrasi ekonomi ke arah terwujudnya masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. harta. Rendahnya penerimaan negara. terutama stabilisasi dan rehabilitasi ekonomi. serta menghapuskan subsidi bagi perusahaan Negara. program stabilisasi dan rehabilitasi.

Sesudah dibentuk Kabinet Pembangunan pada bulan Juli 1968.7 miliar. 3. Lembaga perkreditan desa. dan kurs valuta asing. Perancis dan dicapai kesepakatan sebagai berikut[rujukan?] 1. . pemerintah juga berusaha dan telah berhasil mengadakan penangguhan serta memperingan syarat-syarat pembayaran kembali (rescheduling) hutang-hutang peninggalan Orde Lama.[rujukan?] Di samping mengusahakan bantuan luar negeri tersebut. pangan. Hal ini mendapat tanggapan baik dari negara-negara kreditor. Dampaknya lembaga (negara) tidak dapat melaksanakan fungsinya sebagai penyusun perbaikan tata kehidupan rakyat. Pemerintah Indonesia mengambil langkah tersebut untuk memenuhi kebutuhannya guna pelaksanaan program-program stabilisasi dan rehabilitasi ekonomi serta persiapan-persiapan pembangunan. 4. Selama sepuluh tahun terakhir masa pemerintahan Orde Lama. Selama waktu pengangsuran tidak dikenakan bunga. dengan angsuran tahunan yang sama besarnya. tetapi harga bahan kebutuhan pokok naik melonjak. Dan pemerintah Orde Baru berhasil membendung laju inflasi pada akhir tahun 1967-1968. Sejak saat itu ekonomi nasional relatif stabil.2-2. Pembayaran dilaksanakan secara angsuran. yang selanjutnya dikenal dengan IGGI (Intergovernmental Group for Indonesia). dan perbankan disalahgunakan dan dijadikan alat kekuasaan oleh golongan dan kelompok kepentingan tertentu. • Pertemuan Amsterdam Pada tanggal 23-24 Februari 1967 diadakan perundingan di Amsterdam. baik terhadap negara kreditor maupun terhadap sifat atau tujuan kredit.[rujukan?] Melalui pertemuan tersebut pemerintah Indonesia berhasil mengusahakan bantuan luar negeri. Pembayaran hutang pokok dilaksanakan selama 30 tahun. Program stabilsasi ini dilakukan dengan cara membentung laju inflasi. Pembayaran hutang dilaksanakan atas dasar prinsip nondiskriminatif. Belanda yang bertujuan membicarakan kebutuhan Indonesia akan bantuan luar negeri serta kemungkinan pemberian bantuan dengan syarat lunas.[rujukan?] Program rehabilitasi dilakukan dengan berusaha memulihkan kemampuan berproduksi. dari tahun 1970 sampai dengan 1999. 2.[rujukan?] [sunting] Kerjasama Luar Negeri • Pertemuan Tokyo Selain mewariskan keadaan ekonomi yang sangat parah. pemerintah mengalihkan kebijakan ekonominya pada pengendalian yang ketat terhadap gerak harga barang khususnya sandang. sehingga pemerintah Orde Baru meminta negara-negara kreditor untuk dapat menunda pembayaran kembali utang Indonesia. pemerintahan Orde Lama juga mewariskan utang luar negeri yang sangat besar yakni mencapai 2. sebab kenaikan harga bahan-bahan pokok dan valuta asing sejak tahun 1969 dapat dikendalikan pemerintah. Indonesia mengalami kelumpuhan dan kerusakan pada prasarana social dan ekonomi.[rujukan?] Pemerintah Indonesia akan melakukan usaha bahwa devisa ekspor yang diperoleh Indonesia akan digunakan untuk membayar utang yang selanjutnya akan dipakai untuk mengimpor bahan-bahan baku. Pada tanggal 19-20 September 1966 pemerintah Indonesia mengadakan perundingan dengan negara-negara kreditor di Tokyo. Perundinganpun dilanjutkan di Paris.• Membatasi kredit bank dan menghapuskan kredit impor. gerakan koperasi.

Dan Pembangunan Jangka Pendek dirancang melalui program Pembangunan Lima Tahun (Pelita). Sedangkan Pembangunan Jangka Panjang mencakup periode 25-30 tahun. Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. Inti dari kedua pedoman tersebut adalah kesejahteraan bagi semua lapisan masyarakat dalam suasana politik dan ekonomi yang stabil. pemerintah telah melaksanakan enam Pelita yaitu:[rujukan?] . Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan. Selama masa Orde Baru. khususnya bagi generasi muda dan kaum wanita. Pembangunan nasional dilaksanakan dalam upaya mewujudkan tujuan nasional yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945 yaitu:[rujukan?] 1. Pembangunan nasional adalah rangkaian upaya pembangunan yang berkesinambungan yang meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat. • Pelaksanaan Pembangunan Nasional Seperti telah disebutkan di muka bahwa Pembangunan nasional direalisasikan melalui Pembangunan Jangka Pendek dan Pembangunan Jangka Panjang. Pemerataan memperoleh kesempatan pendidikan dan pelayanan kesehatan 3. Pemerataan pembagian pendapatan. Pemerataan kesempatan kerja 5. Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh wilayah Tanah Air 8. Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat khususnya pangan. 3. maka langkah selanjutnya yang ditempuh pemerintah Orde Baru adalah melaksanakan pembangunan nasional.[rujukan?] Pambangunan Jangka Pendek dirancang melalui Pembangunan Lima Tahun (Pelita). Dan Delapan Jalur Pemerataan yang dicanangkan pemerintah Orde Baru adalah:[rujukan?] 1. Mencerdaskan kehidupan bangsa 4.[sunting] Pembangunan Nasional • Trilogi Pembangunan Setelah berhasil memulihkan kondisi politik bangsa Indonesia. Pemerataan kesempatan berusaha 6. 4. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. 2. Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah Indonesia 2. 7. perdamaian abadi dan keadilan sosial Pelaksanaan Pembangunan Nasional yang dilaksanakan pemerintah Orde Baru berpedoman pada Trilogi Pembangunan dan Delapan jalur Pemerataan. Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Isi Trilogi Pembangunan adalah :[rujukan?] 1. sandang dan perumahan. Meningkatkan kesejahteraan umum 3. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Pembangunan nasional yang diupayakan pemerintah waktu itu direalisasikan melalui Pembangunan Jangka pendek dan Pembangunan Jangka Panjang. 2. dan Negara. bangsa. Setiap Pelita memiliki misi pembangunan dalam rangka mencapai tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Pelaksanaan Pelita II dipandang cukup berhasil. Dan di tengah berlangsung pembangunan pada Pelita IV ini yaitu awal tahun 1980 terjadi resesi. mensejahterakan rakyat. serta peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. Peningkatan ekspor lebih baik dibanding sebelumnya.[rujukan?] • ○ Pelita II Pelita II mulai berjalan sejak tanggal 1 April 1974 sampai 31 Maret 1979. pemerintah mengeluarkan kebijakan moneter dan fiskal. Program pembangunan pada Pelita VI ini ditekankan pada sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri dan pertanian. perumahan. sandang. Titik berat Pelita IV ini adalah sektor pertanian untuk menuju swasembada pangan. • ○ Pelita IV Pelita IV dilaksanakan tanggal 1 April 1984 sampai 31 Maret 1989. Sektor ekonomi dipandang sebagai penggerak pembangunan. dan menjadi landasan awal pembangunan masa Orde Baru. Sasaran utama Pelita II ini adalah tersedianya pangan. Tujuan Pelita I adalah meningkatkan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi pembangunan tahap berikutnya. Pada Pelita ini pembangunan ditekankan pada sector pertanian dan industri. • ○ Pelita V Pelita V dimulai 1 April 1989 sampai 31 Maret 1994. • ○ Pelita VI Pelita VI dimulai 1 April 1994 sampai 31 Maret 1999. sandang.8% per tahun. dengan titik berat pembangunan adalah pemerataan yang dikenal dengan Delapan Jalur Pemerataan. Titik beratnya adalah pembangunan bidang pertanian sesuai dengan tujuan untuk mengejar keterbelakangan ekonomi melalui proses pembaharuan bidang pertanian. Pada awal pemerintahan Orde Baru inflasi mencapai 60% dan pada akhir Pelita I inflasi berhasil ditekan menjadi 47%. perluasan lapangan kerja.[rujukan?] • ○ Pelita III Pelita III dilaksanakan pada tanggal 1 April 1979 sampai 31 Maret 1984. dan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin industri sendiri. dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 6. Sasarannya adalah pangan. dan kesejahteraan rohani. perbaikan prasarana perumahan rakyat.[rujukan?] Posisi perdagangan luar negeri memperlihatkan gambaran yang menggembirakan. Dan pembangunan nasional dapat berlangsung terus.5%. dan memperluas kesempatan kerja. sarana prasarana.• ○ Pelita I Pelita I dilaksanakan mulai 1 April 1969 sampai 31 Maret 1974. karena mayoritas penduduk Indonesia masih hidup dari hasil pertanian.[rujukan?] Namun pada periode ini terjadi krisis moneter yang melanda . Dan pada tahun keempat Pelita II inflasi turun menjadi 9. Pada masa itu kondisi ekonomi Indonesia berada pada posisi yang baik.[rujukan?] Untuk mempertahankan kelangsungan pembangunan ekonomi.[rujukan?] Pelaksanaan Pelita III masih berpedoman pada Trilogi Pembangunan.

kenyataan berkata bahwa kebanyakan dari mereka berprofesi sebagai pedagang. Sulawesi.negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. yang tentu bertolak belakang dengan apa yang diajarkan oleh komunisme.565[rujukan?] . Setiap hari media massa seperti radio dan televisi mendengungkan slogan "persatuan dan kesatuan bangsa". dan Irian Jaya. perayaan hari raya Imlek. Akibatnya agama Konghucu kehilangan pengakuan pemerintah. Bali dan Madura ke luar Jawa. Muncul tuduhan bahwa program transmigrasi sama dengan jawanisasi yang sentimen anti-Jawa di berbagai daerah. Sejak tahun 1967. yang sangat mengharamkan perdagangan dilakukan[rujukan?]. Kesenian barongsai secara terbuka.[rujukan?] Padahal. Harian ini dikelola dan diawasi oleh militer Indonesia dalam hal ini adalah ABRI meski beberapa orang Tionghoa Indonesia bekerja juga di sana. Agama tradisional Tionghoa dilarang. meski kemudian hal ini diperjuangkan oleh komunitas Tionghoa Indonesia terutama dari komunitas pengobatan Tionghoa tradisional karena pelarangan sama sekali akan berdampak pada resep obat yang mereka buat yang hanya bisa ditulis dengan bahasa Mandarin. juga diperkuat oleh ketidaksukaan terhadap para transmigran. Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah adalah meningkatkan transmigrasi dari daerah yang padat penduduknya seperti Jawa. Satu-satunya surat kabar berbahasa Mandarin yang diizinkan terbit adalah Harian Indonesia yang sebagian artikelnya ditulis dalam bahasa Indonesia. Pada awal Era Reformasi konflik laten ini meledak menjadi terbuka antara lain dalam bentuk konflik Ambon dan konflik Madura-Dayak di Kalimantan.[rujukan?] Namun dampak negatif yang tidak diperhitungkan dari program ini adalah terjadinya marjinalisasi terhadap penduduk setempat dan kecemburuan terhadap penduduk pendatang yang banyak mendapatkan bantuan pemerintah. Karena krisis moneter dan peristiwa politik dalam negeri yang menganggu perekonomian telah menyebabkan proses pembangunan terhambat. dan pemakaian Bahasa Mandarin dilarang. terutama ke Kalimantan. Sebagian lagi memilih untuk menghindari dunia politik karena khawatir akan keselamatan dirinya. [sunting] Kelebihan sistem Pemerintahan Orde Baru • Perkembangan GDP per kapita Indonesia yang pada tahun 1968 hanya AS$70 dan pada 1996 telah mencapai lebih dari AS$1. warga keturunan dianggap sebagai warga negara asing di Indonesia dan kedudukannya berada di bawah warga pribumi. [sunting] Warga Tionghoa Warga keturunan Tionghoa juga dilarang berekspresi. dan juga menyebabkan runtuhnya pemerintahan Orde Baru.[1] Sementara itu gejolak di Papua yang dipicu oleh rasa diperlakukan tidak adil dalam pembagian keuntungan pengelolaan sumber alamnya.[rujukan?] Mereka pergi hingga ke Mahkamah Agung dan akhirnya Jaksa Agung Indonesia waktu itu memberi izin dengan catatan bahwa Tionghoa Indonesia berjanji tidak menghimpun kekuatan untuk memberontak dan menggulingkan pemerintahan Indonesia. yang secara tidak langsung juga menghapus hak-hak asasi mereka. Pemerintah Orde Baru berdalih bahwa warga Tionghoa yang populasinya ketika itu mencapai kurang lebih 5 juta dari keseluruhan rakyat Indonesia dikhawatirkan akan menyebarkan pengaruh komunisme di Tanah Air. meskipun tidak semua transmigran itu orang Jawa.[rujukan?] [sunting] Konflik Perpecahan Pasca Orde Baru Di masa Orde Baru pemerintah sangat mengutamakan persatuan bangsa Indonesia. Orang Tionghoa dijauhkan dari kehidupan politik praktis. Timor Timur.

Kritik dibungkam dan oposisi diharamkan 8.Menurunnya kualitas birokrasi Indonesia yang terjangkit penyakit Asal Bapak Senang.Tidak ada rencana suksesi (penurunan kekuasaan ke pemerintah/presiden selanjutnya) 11. sebagian disebabkan karena kekayaan daerah sebagian besar disedot ke pusat 3. .Menurunnya kualitas tentara karena level elit terlalu sibuk berpolitik sehingga kurang memperhatikan kesejahteraan anak buah. antara lain dengan program "Penembakan Misterius" 10.[rujukan?] 12. hal ini kesalahan paling fatal Orde Baru karena tanpa birokrasi yang efektif negara pasti hancur. nepotisme 2. Pembangunan Indonesia yang tidak merata dan timbulnya kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah. terutama di Aceh dan Papua 4. Kecemburuan antara penduduk setempat dengan para transmigran yang memperoleh tunjangan pemerintah yang cukup besar pada tahun-tahun pertamanya 5. Munculnya rasa ketidakpuasan di sejumlah daerah karena kesenjangan pembangunan. Kebebasan pers sangat terbatas. Pelanggaran HAM kepada masyarakat non pribumi (terutama masyarakat Tionghoa) 7. Bertambahnya kesenjangan sosial (perbedaan pendapatan yang tidak merata bagi si kaya dan si miskin) 6.• • • • • • • • • • • Sukses transmigrasi Sukses KB Sukses memerangi buta huruf Sukses swasembada pangan Pengangguran minimum Sukses REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun) Sukses Gerakan Wajib Belajar Sukses Gerakan Nasional Orang-Tua Asuh Sukses keamanan dalam negeri Investor asing mau menanamkan modal di Indonesia Sukses menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta produk dalam negeri[rujukan?] [sunting] Kekurangan Sistem Pemerintahan Orde Baru [rujukan?] 1. kolusi. Semaraknya korupsi. diwarnai oleh banyak koran dan majalah yang dibredel 9. Penggunaan kekerasan untuk menciptakan keamanan.

meminta pengunduran diri Soeharto. Di tengah gejolak kemarahan massa yang meluas.[rujukan?] Rupiah jatuh.Pelaku ekonomi yang dominan adalah lebih dari 70% aset kekayaaan negara dipegang oleh swasta [sunting] Krisis finansial Asia Pada pertengahan 1997. dan negara yang diletakkan pada kemurnian pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945.[rujukan?] Hal ini tak lepas dari peran Habibie yang berhasil meletakkan pondasi baru yang terbukti lebih kokoh dan kuat menghadapi perubahan zaman. Meski diliputi oleh kerusuhan etnis dan lepasnya Timor Timur. Oleh karena itu Era Reformasi atau Orde Reformasi sering disebut sebagai "Era Pasca Orde Baru". bangsa. Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998. untuk kemudian digantikan "Era Reformasi". Sejarah orde baru Dengan SP 11 Maret 1966 (supersemar) Soeharto mengatasi keadaan yang serba tidak menentu dan sulit terkendali.13. tiga bulan setelah MPR melantiknya untuk masa bakti ketujuh. [sunting] ahabat sekalian pada kesempatan kali ini. [sunting] Pasca-Orde Baru Mundurnya Soeharto dari jabatannya pada tahun 1998 dapat dikatakan sebagai tanda akhirnya Orde Baru. atau sebagai koreksi terhadap penyelewengan-penyelewengan yang terjadi pada masa demokrasi terpimpin atau orde lama. Dengan berkuasanya soeharto sebagai pemegang tampuk pemerintahan di negara RI sebagai pengganti presiden Soekarno. transformasi dari Orde Baru ke Era Reformasi berjalan relatif lancar dibandingkan negara lain seperti Uni Soviet dan Yugoslavia. B. Perjuangan dalam rangka meluruskan kembali jalan yang telah doselewengkan. disertai kemarau terburuk dalam 50 tahun terakhir dan harga minyak. maka dimulailah babak baru yaitu sejarah orde baru. Para demonstran. dicetuskan dalam tuntutannya yang dikenal sebagai Tri Tuntutan rakyat (Tritura). Pada hakikatnya tuntutan itu mengungkapkan keinginan-keinginan rajyat yang mendalam untuk melaksanakan kehidupan . inflasi meningkat tajam.[rujukan?] Soeharto kemudian memilih sang Wakil Presiden. Habibie. Pustakers akan membahas mengenai Sejarah orde baru. yang awalnya dipimpin para mahasiswa.[rujukan?] Masih adanya tokoh-tokoh penting pada masa Orde Baru di jajaran pemerintahan pada masa Reformasi ini sering membuat beberapa orang mengatakan bahwa Orde Baru masih belum berakhir. gas dan komoditas ekspor lainnya yang semakin jatuh. dan perpindahan modal dipercepat. J. untuk menjadi presiden ketiga Indonesia. Indonesia diserang krisis keuangan dan ekonomi Asia (untuk lebih jelas lihat: Krisis finansial Asia). Orde baru sendiri mempunyai pengertian sebagai berikut: Orde Baru adalah tatanan seluruh kehidupan rakyat.

maka makin jelaslah bahwa Orde Baru ( sekali lagi :yang intinya adalah Golkar dan tokoh-tokoh militer AD) adalah kekuatan kontra-revolusioner. yaitu melikwidasi Bung Karno dan membunuh jutaan manusia orang tidak bersalah. bersama rakyat. Kalimantan. Pelarangan paham dan ajaran Komunisme / Marxisme-Leninisme di Indonesia dengan Tap MPRS No. selama 20 tahun. antara lain : kasus Akbar Tanjung. Probosutedjo (dan kasus-kasus lainnya. apa yang telah dibangun dengan susah payah oleh Bung Karno bersama kawan-kawannya selama 40 tahun (sejak tahun 1920-an) telah dihancurkan oleh pengkhianatpengkhianat revolusi ini. Orde Baru (Golkar beserta sekutu-sekutunya) adalah pengkhianat revolusi. Dari segi inilah kita bisa membaca arti beraneka-ragam kasus. Mengingat itu semuanya. Jawaban dari Tritura ini terdapat dalam tap berikut ini: Sejarah orde baru • Pengukuhan tindakan pengemban Supersemar yang membubarkan PKI beserta underbownya pada sidang MPRS dengan Tap MPRS No. Sulawesi dan pulau-pulau di Indonesia Timur dan Nusa Tenggara (terutama Bali). selama sisasisa Orde Baru ini masih belum dilumpuhkan. Ginanjar Kartasasmita. XX/MPRS/1966. maka tidak salahlah kalau ada orang yang mengatakan bahwa kontrarevolusi Orde Baru adalah lebih lebih besar dosanya dibandingkan dengan kontra-revolusi PRRIPermesta. maka perbaikan besar-besaran dan radikal tidak akan mungkin terjadi. untuk melumpuhkan PKI. IV/MPRS/1966 dan tap MPRS no. Syahril Sabirin. IX/MPRS/1966. terutama di bidang moral. Artinya. Ketika negara dan bangsa dewasa ini sedang menghadapi begitu banyak masalah parah. yang jumlahnya banyak sekali!). gubernur Sutiyoso. reformasi akan macet. Usaha yang tidak bisa dicapai oleh kontra-revolusi PRRI-Permesta telah berhasil dilaksanakan oleh Orde Baru (artinya : Golkar). Dalam kalimat lain yang lebih polos. Karena. Pelurusan kembali tata tertib konstitusional berdasarkan Pancasila dan tertib hukum dengan Tap MPRS No. maka nampak sekali bahwa sumber dari segala keterpurukan dan pembusukan yang menyeluruh itu adalah masih banyaknya sisa-sisa kekuatan Orde Baru.bernegara sesuai dengan aspirasi kehidupan dalam situasi yang konkret. Oleh karena itu. • • Kontroversi Orde Baru Dengan memandang kembali sejarah perjuangan bangsa kita yang dipelopori oleh para perinstis kemerdekaan dalam tahun 20-an. XXV/MPRS/1966. telah dibikin porak-poranda sejak 1965 oleh mereka. yang sebagai “sampah bangsa” masih terus menyebarkan racun dan penyakit. . yang merupakan pendukung utama Bung Karno. Kontra-revolusi Orde Baru telah menentang politik Bung Karno dengan mengadakan pembrontakan dan membunuh banyak orang di Sumatera. Dan sendi-sendi revolusioner Republik Indonesia yang dibangun. dan kerusakan akan berjalan terus.

uraian demokratisasi era orde baru (8).pengertian orde baru dan orde lama (11).demokrasi pada masa orde baru (9).pancasila pada masa orde lama (18).pengertian orde lama (152).sejarah masa orde lama dan orde baru (7) .pengertian masa orde baru (13).orde baru adalah (49).sejarah orde lama (63).pelaksanaan pancasila pada masa orde baru (11). yang telah dilakukan oleh Suharto beserta para pendukugnya selama ini.definisi orde baru (10).sejarah orde baru (172).orde lama (19).sejarah masa orde baru (32).arti orde lama (7).sejarah order baru (8).demokrasi orde lama (11). mengingat banyaknya pemalsuan atau penggelapan.Singkatnya.demokrasi terpimpin orde lama (11).pelaksanaan demokrasi pada masa orde baru (9). nyatalah sekarang.sejarah orde lama dan orde baru (20).sejarah demokrasi orde lama (20). bahwa banyak hal dalam sejarah tentang G30S dan Orde Baru perlu ditulis kembali (dan diteliti terus).pengertian orde baru (254).[ps] orde baru (1342).pengertian orde lama dan orde baru (30).orde lama dan orde baru (16).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful