Transduksi terjadi secara spesial ketika untaian DNA yang telah siap diintegrasi kedalam untaian DNA dari

bakteri dan dibawa kebagian yang dekat dengan bagian dari DNA bakkteri. Untaian gen gen ini dapat menyebabkan perubahan fenotip segerombolan bakteri. Seperti contoh toksin yang diproduksi didalam corynebacterium diphteriae yang dikontrol oleh untaian gen gen . materi materi ini terlepas sama cepatnya dengan untaian DNA yang terlepas dalam menggantikan siklus perkembang biakan. Plasmid DNA dapat juga ditransfer ke bacterium lain melalui proses transduksi. Bahkan , plasmid yang telah ditransfer dapat berfungsi secara bebas tanpa harus bergabung dengan DNA bakteri. Kemampuan untuk memproduksi enzim yang dapat membinasakan penisilin ( B laktamase ) diperantarai oleh plasmid yang ditransfer diantara bakteri staphylococcus pada proses transduksi. Transformasi. Ini adalah proses transfer DNA exogenous bakteri dari salah satu sel ke sel yang lain. Ini terjadi secara alami ketika bakteri yang rusak membebaskan DNA mereka, yang kemudian diterima oleh sel sel reseptor dan dicampur dengan sel sel reseptor DNA. Transposisi. Ini terjadi ketika berubahnya urutan elemen elemen ( transposons, lihat dibawah ) berpindah dari satu tempat DNA ke ke dalam bagian gen yang lain pada organisme ynag sama ( seperti : e . coli). Perubahan urutan elemen yang paling simple disebut ciutan insersio dengan panjang kurang lebih 2 kilobase dan menyandi enzim ( transpose) yang dibutuhkan untuk melompat dari satu tempat ke tempat yang lain ( gambar 3.6 D). Rekombinasi. Ketika DNA ditransfer dari pendonor ke sel sel penerima oleh salah satu mekanisme diatas, ini dintegrasi kedlam segerombolan gen oleh sebuah proses yang disebut rekombinasi. Ada 2 tipe rekombinasi y y Rekombinasi homolog, dilakukan oleh dua potongan DNA dengan panjang yang sama lalu digabungkan dan dirubah ptongan DNA tersebut dengan proses pemisahan dan pengumpulan. Rekombinasi non homolog, ketika homology kecil yang dibutuhkan untuk pencampuran dalam proses rekombinasi . pada beberapa enzim yang berbeda ( contoh : endonuleases, ligases ) yang melibatkan proses rekombinasi.

Plasmid Plasmid adalah ekstrakromosomal, dengan dua untaian, molekul molekul DNA sirkuler dalam jarak 1 200 MDa. Plasmid Transmissible ini mampu bereplikasi secara bebas dalam kromosom bakteri ( dengan kata lain plasmid juga bereplikan). Plasmid Transmissible terdapat dalam bakteri gram positif dan gram negative, dan beberapa plasmid Transmissible yang berbeda sering berdampingan dalam satu sel. Transmissible plasmid dari satu sel ke sel yang lain melalui proses konjugasi. Plasmid ini berisi 10 20 gen yang bertanggungjawab untuk proses sintesis seks pilus dan untuk enzim yang dibutuhkan untuk proses transfer; karena dalam jumlah yang besar plasmid biasanya akan menghasilkan beberapa ( 1 3 ) kopian per sel.

Plasmid non transmissible berbentuk kecil dan tidak mengandung gen gen transfer. Bahkan, plasmid non trasmisible ini dapat diarahkan oleh plasmid plasmid koresiden yang tidak mengandung gen gen transfer. Banyaknya sekali kopian ( mencapai 60 tiap sel) dari plasmid kecil yang dihasilkan. Hubungan Klinis dalam plasmid Tingkat kesehatanyang berperan penting pada bakteri berasal dari plasmid ( kode Kode kode plasmid bakteri merupakan lambing yang berasal dari: y y y y y kode plasmid).

Antibiotic resisten ( dibawa oleh R plasmid ) Produksi colicins ( toksin yang diproduksi oleh banyak spesies dari enterobakteria dan letal untuk bakteri yang lain. Resisten logam logam berat seperi merkuri ( mengaktifkan komponen dari beberapa antiseptic ) dan perak diperantarai oleh enzim reduktase. Pili ( fimbriae ), yang diperantarai proses aderensi bakteri ke sel sel epitel. Eksotoksin, termasuk beberapa endotoksin.

Transposons Transposons, juga disebut loncatan gen , yang merupakan potongan potongan DNA yang telah siap berpindah dari satu sisi ke sisi lain, sampai bagian dalam atau diantara DNA DNA bakteri, plasmid dan bakteriofag. Cara ini melibatkan gen gen dalam plasmid yang menjadi bagian dari kromosom . yang menarik adalah ketika transfer transposon ke tempat yang baru, biasanya terjadinya pengkopian transposons yang berpindah , bekas original dari kopian berada di disitu ( seperti proses memfotokopi ). Untuk proses insersio transposons tidak membutuhkan homolog yang panjang diantara terminal pengulangan ciutan pada trasposons ( dengan media integarasi ) dan tempat dari insersio di reseptor pada DNA. Transposons dapat mengkode untuk metabolic atau obat obat dengan enzim resisten dan toksin. Mereka juga dapat menyebabkan mutasi pada gen yang meraka masuki, atau mengubah eksprsi gen. Perbedaan plasmid pada bacterial virus, transposons tidak dapat bereplikasi secara bebas pada DNA resipien. Ebih dari itu, satu transposons dapat menempati lokasi didalam DNA; seperti contoh plasmid yang mengandung beberapa transposons mengangkat obat obatan resisten gen. jadi transposons dapat melompat dari y y y Dari segerombolan DNA ke plasmid Satu plasmid ke yang lain Plasmid ke gen DNA

TEKNOLOGI PENYATUAN DNA DALAM MIKROBIOLOGI

Cara ini juga digunakan pada proses cloning RNA. jika Dan pendatang masuk kedalam bagian tengah dari gen A yang menghasilkan resisten untuk antibiotic A. Agar pemilihan dari klon pada bakteri mengekspresikan gen rekombinan. Vector yang diintegrasi dengan DNA akan dimasukkan kedalam sel agar diperoleh banyak kopian dari organisme yang secara cepat telah dipilih gennya. dan mencalonkan DNA dengan diiikat menggunakan enzim DNA ligases untuk memproduksi molekul DNA. obligasi sederhana yang paling popular . Seperti contoh. tetapi kompeten sel harus Elektroforasi ini adalah cara elektrik sekarang yang menginduksi proses dari membrane sel untuk memasukkan vector. dimurnikan. dapat dipilih satu vector plasmid yang mengangkut resissten untuk antibiotic A dan B. yang tidak diperlukan pada semua keturunan dari bakteri yang diperoleh dari elemen pemasukannya. Cloning gen Cloning gen adalah pembuatan penyatuan dari satu atau lebih gen ke dalam genome dari segerombolan sek baru dengan tekhnik rekombinasi variasi genetic. Vector ini biasanya juga digunakan untuk plasmid atau virus. Penyuntikan besar penyuntikan secara langsung pada vector terhadap sel oleh gelas mikropiete. Cara ini bias dilakukan dengan: Transformasi ( lihat diatas) ditemukan. Pada metode ini. dan diproleh dari memotong atau membelah menjadi ptongan kecil oleh enzim restriksi sampai tinggal akhirnya. Gen gen probe DNA probe . menggunakan sampel klinis dari pasien. kemudian dimasukkan ke dalam vector DNA. setiap klasifikasi spesies harus mempunyai beberapa tempat pada genome sebuah DNA khusus ( yang unik) atau rangkaian RNA yang membedakannya dengan spesies lain. karena proses integrasi vector akan mengurangi random. ketika komplemen mengkopi DNA yang diproduksi dengan cara transkripsi ( menggunakan enzim reserve transciptase ). strategi lain yang dapat digunakan ialah dengan mengadopsi. bakteri dengan DNA klon pendatang dapat diplihnya dan biasa disebut dengan perpustakaan gen.Dengan pengertian. cara pertama dengan memotong nya menggunakan enzim yang sama seperti proses sebelumnya. Dalam diagnose mikrobiologi tanda ini digunakan untuk mengidentifikasi mikroba dimana untaian DNA dari pathogen dapat terdefinisi oleh teknik tingat pengertian yang pandai . Penembakan gen tungsten ( logam abu abu yang kuat) atau partikel emas dilapiskan pada vector dan didorongkan kedala sel oleh letusan helium. Insersio dari vector menghasilkan DNA rekombinan. Calon DNA adalah sumber utamanya . kemudian gen ini akan diinaktivasi sebagai konsekuensinya.

Oligonucleotida probe Oligonucleotida probe berdasarkan berdasarkan pada daerah variable pada 16 S ribosom gen DNA. Pengenalan DNA dan RNA probes telah membantu kita untuk memperoleh gambar yang lebih complete dari flora flora di rongga mulut. yang lebih spesifik daripada DNA probe yang telah diuraikan diatas RNA PROBES Sintesis Protein seluler tergantung pada RNA ribosom (rRNA) dan banyak terjadi mutasi pada kedudukan rRNA untuk kematian sel. DNA / RNA probes dan mikrobiologi pada mulut Bakteri bakteri akan semakin memperbanyak dirinya di rongga mulut yang sedang bermasalah dan dan sekarang mengenali macam macam bakteri cukup sulit atau hampir tidak mungkin untuk dilakukan pembudidayaan. Kekhasan ini berguna dalam pembuatan oligonukleotida spesifik sekitar 18 30 tempat. terdapat probes yang secara komersial dapat digunakan dalam proses diagnose di laboratorium tidak hanya untuk mengidentifikasi tetapi juga untuk menghitung jumlah flora periodontophatic dengan menggunakan sampel pada plak di subginggiva yang diperoleh dari kantong periodontal ( gambar 3. Gen probes ini mengangkat untaian DNA tunggal analogus pada pathogen yang dicari pada sampel klinis.7). Klon DNA probe sama prosesnya. kecuali untuk beberapa daerah variable kecil. Yang terbanyak digunakan biasanya 5S. sampel tersebut diletakkan pada kertas lalu dikrim ke laboratorium untuk diidentifikasi tanpa membunuh organisme yang ada pada plak gigi tersebut dan dilakukan prosedur prosedur pembudidayaan yang cukup rumit.Digunakan secara luas dalam mendiagnosa mikrobiologi. Pada umumnya targetnya pada genn gen unik dari organisme yang telah dicari. Seperti contoh. gen probe adalah potongan dari DNA yang ditandai dengan radioactive atau dengan senyawa kimia pembuat luminess. Ini adalah tekhnik sederhana dengan bagian . Ada beberapa tipe berbeda dari DNA probes: Ketika DNA probe diturunkan dari DNA kromosom dan digunakan untuk mencari organisme dengan karakteristik gen yang tidak baik. rRNA menjadi spesies yang sesifik secara radikal dan kekhasan ini dieksploitasi untuk memprosduksi RNA probes yang berfungsi untuk keperluan mendiagnosa mikrobiologi dan mempelajarai taksonomi nya. Dengan berobligasi secara relative pada reaksi besar yang tidak spesifik biasanya dan metode yang kurang reliable. dan dapat diketahui bahwa untaian ini dapat dijadikan spesies yang yang dapat diawetkan dengan baik. 6S. Untaian nucleotide yang merupakan gen dari mikroba telah memiliki karakteristik. Analaogi kejadiannya sekitar tahun 1980 an yang menginovasi reaksi rantai polimerasi. dan 23 S probes. selanjutnya. Selanjutnya. tetapi lebih kecil dan reaksinya lebih spesifik. Reaksi rantai polimerasi Tekhnik cloning gen merevolusi biologi molecular sejak tahun 1970-an.

trifosfat ( dNTP) : adenine. Oligonukleotida yang bereaksi sekarang merupakan bahan utama dalam proses sintesis DNA ini dan batang (yang dipersilangkan )didekatkan pada DNA target. 2. dari sutas DNA ke yang lain pada DNA double helix sebagia permulaan dari proses reaksi rantai polimerasi. ( gambar 3. Deoksiribonukleosid 5. sitosin . guanine. suhu sekitar 53o C) 4.kecil dari molekul DNA. Enzim DNa polymerase ( taq polymerase) dan nukletida ditambah pada tempat DNA dan diinkubasi pada suhu 720 C untuk disintesis pada pelengkap utasan yang baru ( proses sintesis). satu gen untuk perumpamaan. yang dikopi berulang polymerase DNA.8) Bahan bahannya Syarat syarat dari bahan yang digunakan adalah y y y y ulang oleh enzim Bagian dari DNA molekuk dikeraskan Polymerase taq ( pemanasan stabil enzim dari thermos aquaticus ( dengan taq). Dua utasan dari molekul mlekul DNA direnggahkan menjadi seutas DNA dengan pemanasan pada 94o C ( tahap denaturasi ) 3. ( batasan dari sequences yang diambil harus diketahui karena 2 dari oligonukleotida pendek harus dipersilangkan. sebuah bakteri yag hidup di air panas.lalu memblok daerah tersebut dan mengkopinya serta memperbanyak ( step persilangan. Yang utama( dengan mengetahui sequence DNA ) Langkah langkahnya 1. Pilih molekul molekul DNA yang merupakan tempat sequences nukleotida dengan batasan yang telah diketahui. timin. .

Siklus dari reaksi rantai polymerase yang ketiga dari beberapa step sebelumnya dapat terulang. Amplifikasi dari RNA. dan kadangkala terjadi sebelum timbulnya gejala. Kepekaan pada reaksi rantai polymerase dapat digunakan untuk mendiagnosis adanya virus. Penyelesaiannya adalah didinginkan. Permulaan langkah ini mengeuarakan reaksi rantai polymerase utama dan taq polymerase ditambahkan. Kenapa reaksi rantai polymerase banyak digunakan ???? Beberapa alasan kenapa reaksi rantai polymerase banyak digunakan: 1. 4. amplifikasi dari DNA virus pada pasien dapa terjadi dalam waktu beberapa jam. Potongan potongan DNA akan dihasilkan pada elektroforesis agarose gel dan dapat diinjau dibawah penyinaran sinar ultraviolet setelah ditetesi dengan ethinidium bromide. 6.5. 8. kemudian terjadi prosedur eksperimen identik pada tekhnik standard. Dicampur lagi pada suhu 94o C untuk mendeteksi sintesis untaian terbaru dari temat DNA tersebut. proses ini mungkin lebih utam digunakan untuk menguntai posisi satu demi satu. Amplifikasi secara acak dengan menggunakan lengan pendek utama dapat digunakan sebagai pilogenetik pembelajaran tentang sejarah evolusi dan silsilah keturunan atau kelompok organisme. Ini . arkeologi dan paleontology) 2. Perbandingan beberapa gen yang berbeda. Penampang dari dari kelompok yang dihasilkan pada gel (merupakan sidik jari) yang dapat dibandingkan atau dibedakan dengan jenis yang lain. Digunakan prosedur diagnose klinis yng cepat. Untuk mempelajarai minuscule banyakanya DNA sebagai moleku DNA single ( oleh sebab itu digunakan dalam pembelajaran forensic). 7. Tekhnik ini disebut dengan random amplifikasi dari DNA polimorfik ( random amplification of polymorphic DNA ( RADP ) Tekhnik yang lain untuk genetic typing dari DNA Analisi restriksi enzim Sidik jari dari organisme dapat diperoleh dengan mngekstraksi DNA dan memotongnya atau membelah DNA secara spesifik oleh retriksi endonuklease.termasuk pada sintesis untaian DNA yang terbaru. Akhirnya. 9. sampel pencampuran yang terakhir memakai sebuah system elektoforesis agarose gel agar hasilnya terlihat secara nyata sebagai kelompok descrete setelah ditetesi dengan ethidium bromide. dalam waktu 25 30 kali ( dalam termocycler) menghasilkan akumulasi eksponen pada beberapa juta kopian dari kepingan DNA yang telah dikeraskan. Putaran kedua dari sintesis DNA berlangsung ( ini terjadi pada 4 untaian benang DNA) dengan dibantu oleh taq polymerase. 3. Disini molekul molekul RNA akan dikonversi pertama kali untuk komplemen sutas DNA (cDNA) dengan enzim yang disebut reserve transcriptase ( sebagai pentranskrip DNA kodon kedalam DNA).

merupakan metode molekuler asli yang digunakan untuk genotyping organisme. Restriksi potongan lengan polimorphysim Pada proses yang disebut dengan REFP. . dalam menyingkap spesies atau mengidentifikasi jenis. pemisahan dari potongan akan dipindahkan oleh absorbsi pada nitroselulosa atau membrane nilon yang disebut shouter blotting. dan DNA probes terbentuk dari ge yang telah diketahui organismenya ( spesies atau jenisnya) kemudian disilangakan pada membrannya. akan tetapi telah digantikan dengan metode terbaru yang lebih berbeda. Selanjutnya. pertama kali DNA dipotog untuk restriksi endonuklease dan dipisahkan pada agarose gel. proses ini akan mengalami kesulitan pada sequence komplemen dalam potongan DNA pada membrane.

Transposons merupakan lompatan gen gen yang berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain didalam atau diantara molekul molekul DNA. bakteri anaerob facultative. y Bedasarkan pada kebutuhan oksigennya. resiseten untuk logam berat. DNA tergantung pada DNA polymerase yang yang mengutamakan enzim sebagai media replikasi DNA. dan mikroaerofili. dan fase kemunduran. pada faktanya mereka mengkode untuk resisten antibiotic. Fakta Kunci y Bakteri seperti pada semua organisme hidup. Plasmid merupakan ekstrakromosomal. yang dapat dijadikan salah satu tempat pengganti terjadi nya perubahan bentuk atau insersio dari tambahan potongan DNA. y Replikasi DNA adalah sintesis dari untaian DNA baru yang menggunakan untaian DNA asli sebagi tempatnya. y Bakteri diproduksi oleh pembelahan biner yang berdasarkan pada angka pertumbuhan logaritma sel. hydrogen. Disini kromosom DNA dari organisme dipotong dengan potongan yang relative besar oleh enzim restriksi dan menghasilkan fragmen fragmen terpisah di dalam agrose gel dengan bantuan getaran electic penampangnya. Potongan besar kromosom biasanya tidak dipisah pada daerah convensional agrose sel . fase stationary. carbon. fase log. bakteri anaerob obligat. penggandaan darai bakteri bervarisai dari beberapa menit ke jam atau hari y Bakteri yang tumbuh di media laboratorium dapat dibagi dalam 3 fase yaitu fase lag. Reaksi rantai polymerase banyak digunakan dalam tehnik memungkinkan terjadinya pengkopian molekul DNA oleh enzim amplifikasi pada target DNA . produksi eksotoksin dan pembentukan fili. yang diteruskan pada seutas DNA yang teretutup. untaian ganda molekul DNA sirkuler dengan replikasi yang tidak bergantung pada bakteri pendatang. Cloning gen adalah pengenalan DNA asing ke dalam sel sel lain dimana dapat terjadi replikasi secara cepat pada dirinya. butuh oksigen. y Enzim restriksi pada bakteri menghapus / menghilangkan nukleotida dari gen y y y y y y y y Variasi genetic pada bakteri salah satunya dapat dipeoleh dari utasi atau transfer gen. Mutasi. Rekevansi klinis pada rekayasa plasmid. dan temperature dan pH pada medianya. Gen probe digunakan dalam mendiagnosa mikrobiologi yang ditandai (dengan reaksi kimia atau dengan radioaktiv) potongan potongan DNA yang dapat digunakan untuk mendeteksi DNA sequence dari pathogen ( dalam sampel klinis) dengan menjodohkannya dengan komplemennya. y Factor lain yang mempengaruhi perubahan erkembangannya adalah produk akhir inhibisi dan represi katabolic. perubahan tempat DNA sequence. y Replikasi DNA dengan proses yang disebut replikasi semikonservativ. yang polaritas cadangannya lebih terti / teratur. struktur sirkulernya melekat pada sel membrane. dan nutrisi untuk kelangsungan hidupnya.Lapang getaran dari gel elektroforesis Pulsad field gel elektroforesis ( PFGE) atau yang biasa diumpamakan kedalam RFLP. y Kromosom bakteri terdiri dari satu. ion ion non organic. bakteri dapat digolongkan menjadi bakteri aerob obligat. oleh karena itu dibutuhkan cadangan getaran elektrik.

enzim enzim itu lebih ekstrim kegunaannya dalam tekhnik biologi molekuler sequence. London.Topley and Wilson s Microbiology adb Microbial Infection ( 9th edn). JF ( 1994). . Raff. New York. New York. M. J. Garland. Microbial Physiology ( 3rd edn). Moat. Beebee. IRL Oxford University Press . DAFTAR PUSTAKA Alberts. LH (ed) (1998). Bray. Wiley / Liss. Gene structure and transcription ( 2nd edn). AG and Foster. adan Watson. B. and Burke J ( 1992). JW (1995). Coliier . K . Oxford. Oleh karena itu.Roberts.gen mereka. T. The molecular biology of the cell (3rd edn). Edward Arnold. D. Lewis.

2 ). Dengan untaiannya tunggal atau ganda. Semua struktur yang disebut tersebut merupakan cleocapsid. Tanpa struktur ini virus seolah olah menjadi tak berbusana. rata rata sekitar sepersepuluh dari ukuran bakteri. dan menyalurkan nya pada pasien dan pada gigi. liner dan berbentuk bulat ( enkode dari semua informasi genetiknya sebagi RNA dalam RNA virus sebagi situasi yang unik dalam ilmu biologi) Metabolic inactivity diluar sel pada mudah terpengaruh pendatang dari luar. . diktat ekonomi genetic yang bervariasi dari protein virus akan terjaga untuk meminimumkan kekurangan informasi untuk proses mengkode pada deretan besar dari protein yang berbeda. dikelilingi oleh tempurung protein yang biasa disebut kapsid ( gambar 4.1). y STRUCTURE Virus terdiri atas inti asam nukleat yang diperoleh gen virus. atau bias dikatakan tidaj disampuli dengan kelopak lipoprotein yang berasal dari membrane sel host. tumbuhan. virus kekurangan ribosom . dengan kata lain mereka bersifat parasit intraseluler. Lapisan terluar yan merupakan protein atau yang disebut capsid terdiri atas beberapa unit dari satu atau lebih molekul protein. Pada kebanyakan virus ( seperti orthomyxovirus.4 Virus dan prion Virus merupakan salah satu bentuk terkecil mikroorganisme dan menginfeksi organisme organisme lain dalam kehidupan seperti : hewan. yang dapat terlihat dengan miskroskop electron sebagai unit morfologi yang disebut kapsomer ( gambar 4. menghasilkan sinyal sinyal sistemik untuk system infeksi.menyintesis protein apparatus ( akibat dari ini ialah virus virus dapat memperbanyak diri didalam kehidupan sel . Keunggulan utama dari karakteristik virus ialah y y Berukuran kecil ( 10 100 mm). dan bakteri. unit dari protein ini dapat berjalan menuju unit structural yang lain. paramyxovyrus) penyampulannya dimulai dari ujung plasmamembran dari sel pejamu / sel host. Unit penyamoul virus yang merupakan protein yang terdiri dari sampul dan dan terlihat pada mikroskop electron yang disebut peplomers ( yang secara bebas bertindak sebagai paku paku besar). 1 dan 4. Mereka juga dapat menyebabkan beberapa rusaknya rongga mulut dan penyakit oraficial. dan yang lainnya seperti virus herpes. tidak tersampuli membrane pada nucleus ataupun reticulum indoplasmanya). Gen nya terdiri dari salah satu materi genetic yakni DNA atau RNA tetapai tidak terdiri dari kedua duanya.

1 dan 4. Meskipun pada kebanyakan protein virus mempunyai struktur yang fungsional. dan sisanya adalah kolesterol. protein virus berada dalam ukuran besar yang menawarkan sampul yang protektif untuk asam nukleat.2).4. mungkin akan menjadi atau mempunyai putaran konfigurasi. meskipun beberapa hanya satu jenis polipeptida mempunyai daya tarik khusus untuk pada reseptor di permukaan membrane sel yang mudah terpengaruh dan bisa juga terbawa oleh antigen yang determinan.Virus asam nukleat Virus asam nukleat yang terdiri dari salah satu materi genetic yaitu DNA atau RNA. Kapsomer yang mengelilingi asam nukleat virus yang berbentuk helix. Protein virus Syarat syarat dari volumenya. bebeberapa juga mempunyai aktivitas enzim. y y . Herpesvirus sebagai contohnya ( gambar . Simetris komplek. pada putarannya bisa berbentuk satu untaian atau dua untaian dan genyang terdiri dari satu atau beberapa molekul dari asam nukleat. lemak dan karbohidrat dari virus hanya ditemukan di bagian sampulnya dan sebagian besar diperoleh dari sel pejamu / sel host. lisozim)yang ditemukan lebih besar. banyak virus seperti virus hIv diperoleh dari cadangan transkripsi. Sekitar 50 60 % dari lemaknya berupa fosfolipid. spiral seperti pipa nukleokapsid. Lemak dan karbohidrate pada virus Pada umumnya. dan tiap permukaanya menjadi segitiga equilateral). dimana nukleokapsidnya tersusun dalam bentuk lingkaran dan ditutup dengan sampul yang berupa lipoprotein. Kebanyakan RNA viru mamalia berbentuk simetris ini. Keseimbangan virus Nukleokapsid dari virus yang tersusun secara simetris ( simetris ini ditujukan pada bagian yang tersusun dari beberapa unit protein). dimana beberapa enzim ( seperti neuraminidase. Seperti conto. Semua DNA virus mempunyai gen yang diciptakan dari molekul tunggal asam nukleat dimana gen gen dari beberapa RNA virus ini terdiri dari beberapa molekul yang berbeda atau segmen segmen yang kemungkinan besar secara bebas diikat bersamaan didalam virus. Simetris helical. Bentuk ini diperlihatkan oleh beberapa family virus yang menonjol pada retrovirus dan poxvirus. RNA . Molekul protein yang dengan simetris tersusun di dalam bentuk icosahedrons ( dengan kata lain terdiri dari 20 bentukan persegi. lebih lebih pada virus yang kompleks. Jika gen ini terdiri dari satu molekul. Protein dari virus terbuat dari dua atau tiga rantai polipeptida yang berbeda. Tiga jenis susunan simetris yang dapat dikenali: y Simetris icosahedral.

jumlah untaian asam nukleat. jenis. DNA virusnya icosahedral dengan kapasitas untuk memproduksi tumor in vivo dan untuk mempertahankan transformasi garis sel. Klasifikasi dari beberapa family DNA atau RNA yang dikenal oleh virus berada pad table 4. komposisi asam nukleat ( DNA atau RNA). Untuk mengingat yang virus RNA yang termasuk didalamnya ialah yang paling tampak adalah picorna virus. Nama papova pada akronim diperoleh dari . Tanda ini digunakan untuk dalam mengklasifikasikan kesimetrisan mereka. AD : untuk adenovirus). adanya atau tidak adanya pembungkus virus. H : untuk herpes. ingat akronim / huruf awal PHAD : P untuk papova dan pox. 1 ( catatan : untuk menghafal virus yang berisi DNA. dan spesiesnya. Dengan mengikuti ringkasan pendek dari keluarga virus mamalia Virus DNA Papovavirus Papovavirus ukurannya kecil. dan dan polaritasnya.Taksonomi Virus pada vertebrata diklasifikasikan kedalam family.

sering tidak dapat dibedakan dari faring oleh karena itu bentuknya hemolytic streptococcus. dan agen vakuolating virus SV 40 . Jenisnya terdiri atas serotip manusia yang menyebabkan tumor yang tidak ganas pada kulit atau tahi lalat dan pada mulut dan kulit papiloma ( seperti tangan dan tahilalat plantar). Infeksi penglihatan. Papillomavirus. Meskipun mereka dianggaop sebagi hiasan yang cukup mengganngu daripada penyakit yang spesifik. polyomavirus. yang digunakan pada percobaan karsinogen penyebab kanker pada hewan. Jenisnya terdiri atas polyomavirus tikus dan simian virus 40 ( SV 40) dari monyet. satu untaian Tidak terbungkus. Polyomavirus. Gejala yang mungkin muncul akibat virus adenovirus ini ialah : y y y Acute febrile pharyngitis ( terutama pada bayi dan anak anak ). Penyakit pernapasan pada orang dewasa yang cukup parah. yang membentuk kelompok / family. dua untaian RNA Terbungkus.Virus ini merupakan virus ternama karena mereka merupan pengisolasi pertama dari kultur jaringan adenoid yang membangkitkan efek sitopatik. berawal dari pharingitis menjadi pneumonomia. Adenovirus Adenovirus memiliki DNA icosahedral. sekarang telah diketahu bahwa papillomavirus dapat berperan pada kanker alat kelamin dan mulut. satu untaian Orthomyxovirus Influenza virus .nama papilllomavirus. biasanya berasosiasi pad pernapasan dan infeksi mata pada manusia. asm nukleat dengan 2 untaian Virus Herpesvirus Herpes simplex virus Varicella zoster virus Epstein barr virus Sitomegalovirus Human herpervirus 6 Poxvirus Vaccine dan orf Parovirus Adenovirus Papovavirus Polyomavirus Papillomavirus Hepadnavirus Virus hepatitis B Terbungkus. Tabel 4.1 klasifikasi virus yang menyebabkan penyakit pada manusia. morfologi DNA Terbungkus.

. satu untaian Paramyxovirus Para influenza Sinsitial pernapasan Gondok Campak Toga virus Rubella Rertro virus Manusia Imunodefisiensi Virus HTLV I.III Rhabdovirus Rabies Reovirus Rotavirus Picorna virus Rhinovirus Enterovirus Coxsackievirus Echovirus Poliovirus .Tidak terbungkus. dua untaian Tidak terbungkus.

beberapa tempat dan generalisasi. Tipis dan patognomic yang mencakup intranuklear secara radikal oleh karena itu ditemukan didalam se yang telah mengaktivkan replikasi virus ini.Virus herpes Virus herpes merupakan virus yang peredominan yang menyebabkan infeksi pada mulut manusia . Dan spesies barunya akan terus bertamabah. Virus herpes yang biasa menginfeksi manusia dapat dibedakan dengan antigenicnya dan profil gennya.2). Tata namadari virus herpes ini bertentangan. yang telah siap diaktivkan oleh imunosupresin ( table 4. Virus ini terbungkus. Mereka juga mempunyai potensi membuat infeksi laten pada pejamu yang mereka tempati dan memanifestasi keunggulan epidemiological.nya terdiri dari dua untaian. Table 4. Sel tzanck atau inklusi nucleus ( lipschutzdies). meskipun mereka tidak bisa dibedakan pada pengamatan dengan mikroskop electron untk mengidentifikasi morfologi kapsidnya. yang melewati membrane nucleus yang diperoleh dari pembungkus pada virus. icosahedral dengan diameter 180m 200 milimeter dan terdiri atas garis garis. Perbedaan virus herpes dapat menyebabkan infeksi penyakit yang bevariasi. Selama reproduksi pematangan anak dimulai didalam nucleus pada sel pejamu.infeksinya biasanya tampak dan kadang juga bersifat laten ( tidak tampak tapi berpotensi untuk menimbulkan kanker). Contoh contoh selnya. dan dengan cepat diinaktivasi oleh lipid pelarut seperti alcohol dan biasanya pada disenfektan yang lain untuk pencegahan dari pembungkus lipid bagian luar. merupakan karakteristik dari infeksi herpetic. Kebanyakan virus herpes inidapat bergabung dengan sel yang terinfeksi. Virus herpes ini meletupkan infeksi laten.3 Tata nama yang signifikan dan tidak signifikan pada virus herpes manusia ( family herpesvidae) Nama yang signifikan Tidak signifikan Akronim . Struktur. Herpes ini tidak stabil pada suhu kamar... sering berbarengan dengan rasa gatal. polikariot atau sel yang besas siap muncul pada jaringan yang terluka. molekul DNA. Family Herpesviridae mempunyai lebih dari 100 anggota yang tersebar luas pada vertebrata dan invertebrate.3 ).2 virus laten yang berkaitan dengan kedokteran gigi Virus Tempat dari latennya Herpes simplex virus Ganglion trigeminal Varicella zoster virus Ganglia sensori Epstein barr virus Sel epitel Blymphocytes Sitomegalovirus Sel sel glandula saliva Papilomavirus Sel sel epitel Virus imunodefisiensi pada manusia Limfosit dan yang lainnya CD4*( see ch 30 ) Table 4. yang berkaitan dengan sejarah atau tatanama tradisional dan sebuah namadari virus lain ( table 4.

Kelompok pertama ialah seperti pada tempat duduk. khususnya pada anak anak. Virus B 19 berperan pada penyakit febril. dan yang ketiga diperoleh dari jaringan synovial pada penderita atritis reumathoid. infeksi liver kronis. Kadang kadang manusia terkena infeksi dari poxvirus pada hewan. dimanifestasi maculopapular rasa gatal. yang kedua ( virus B 19 ) berada di dalam darah seorang pendonor.8 herpesvirus a HCMV . bertindak sebagi pox kecil yang sekarang merupakan penyakit yang hanya menarik asal usulnya. Molluscom contagisum pada manusia disebabkan oleh poxvirus ini. Hepadnavirus Hepadnavirus berukuran kecil. dan memungkinkan pertumbuhan kanker. 3 tipe serological pada anatomi parvovirus yang dikenali dapat menyebabkan penyakit pada manusia. seperti cowpox.4) ( lihat gambar 35 untuk lebih jelasnya) Poxvirus Poxvirus merupakan virus terbesar yang menginfeksi manusia atau hewan. eipstein barr virus. .Subfamily Spesies Subfamily Spesies Subfamily Spesies Alphaherpesvirinae Human herpes virus 1 Human herpes virus 2 Human herpes virus 3 Betaherpesvirinae Human herpes virus 5 Human herpes virus 6 Gammaherpesvinae Human herpes virus 4 Human herpes virus 7 Human herpes virus 8 Herpes simplex virus 1 Herpes simplex virus 2 Varicella zoster virus Sitomegalovirus - HSV 1 HSV 2 VZV HCMVa HHV 6 Eipstein barr virus EBV HHV 7 Kaposis s sarcoma HHV . human cytomegalovirus herpes simplex virus. herpes zoster virus. sitomegalovirus pada manusia dan herpes virus 6 dan 8 dapat menyebabkan infeksi pada bagian oral dan jaringan perioral ( gambar 4. Parvovirus Parvovirus merupakan virus icosahedral dengan untaian DNA tunggal. Virus virus ini cukup istimewa dan menarik dalam kedokteran gigi karena penyebaran mereka melalui darah dan saliva. DNA virus ini bulat menyebabkan hepatitis. Cirri cirinya ialah merah berkobar kobar rasa gatal pada pipi gejalanya seperti pipi yang ditampar ( disebut juga penyakit ke lima).

Orthomyxovirus Orthomyxovirus merupakan virus DNA nucleocapsid seperti piapa dan pembungkusnya berupa lipoprotein. termasuk jenis enterovirus. cacar. Enterovirus bertempat tinggal dan menggandakan dirinnya / memperbanyak dirinya di perut atau usus. yang dapat menyebabkan beberapa generalisasi terinfeksi. Paramyxovirus Paramyxovirus berukuran besar. virus RNA ini terbungkus pleomorphic. dan manusia termasuk dalam kategori virus ini. sebuah kota besar di USA ) tipenya A dan B. Terdapat beberapa virus. Family dari virus ini biasanya terdiri atas 4 bagian dan bersifat pathogen pada manusia : campak. termasuk carditis ( coxsackie B) yang dapat menyebabkan kematian pada bayi yang baru lahir. tetapi menginkorporasikan kelompok virus yang sangat besar. para influenza. virus saluran pernapasan yang sinsitial. Paramyxovirus biasanya dapat menyebabkan croup ( laryngoachebronchitis). infeksi saluran pernapasan. Enterovirus pada manusia telah digolongkan dalam beberapa subkelompok besar : y y y Poliovirus Echovirus ( akronim : enteric cytopathogenic.Virus RNA Picornavirus Picornavirus merupakan virus terkeci dalm family virus RNA. tetapi juga dapat menyebabkan spectrum penyakit yang melingkupi mulai dari gatal gatal. Virus influenza A pada burung. ketika virusan saluran pernapasan yang sinsitial dapat menyeababkan wabah dingin pada bronchiolitis / pneumonitis pada bayi. mamalia. manusia orpan) Coxsackieviruses ( coxsackie . . seperti virus influenza asia.

kebalikan dari transkripsi. Viroid menyebabkan penyakit pada tumbuhan dan tanpa pembungkus . coronavirus. the agent of adult T cell leukemia lymphoma ( ATLL) dan HTLV II.Retrovirus Retrovirus berukuran besa. ( Gambar 4. Viroid Seperti yang telah ditemukan sebelumnya pada biologi molekuler. 2 klas baru yang termasuk agen infeksi yakni prions dan virion yang telah terdeteksi. RNA virus ini menginfeksi manusia yang terdiri dari kelompok taksonomi tunggal dengan 3 subfamili : y y Lentivirus menyebabkan kelambatan terhadap kemajuan suatu penyakit dan termasuk diantaranya HIV tipe 1 dan 2 ( lihat gambar no 30 ) Oncovirus termasuk virus yang dapat menyebabkan tumor : human T cell leukemia ( HTLV 1). diikatkan secara kovalen. Gen virus RNA ini merupakan penyalin pertama kedalam DNA dengan enzim pada virus yang spesifik.5 tahap tahap replikasi dari DNA virus) . dan cara bereplikasinya juga unik. Spumavirus yang dikenali tidak bersifat patogrn pada manusia y Virus RNA yang lain Virus RNA yang lain yang terpenting tetapi tidak diketahui dapat menyebabkan penyakit pada mulut termasuk togavirus. Walaupun dalam hitungan menit mereka bereplikasi menggunakan enzim pada sel pejamu. Prions didiskusikan pada akhir bab ini. panjangnya kurang lebih 300 400 nukleotida. Viroid tidak berasosiasi dengan penyakt manusia. asosiasinya dengan mencekam sel sel leukemia. DNA ini kemudian berperan sebagi tempat yang berfungsi pengantar RNA (mRNA) sintesis. rhabdovirus dan filovirus. arenavirus. enzimnya unik. yang tertutup putaran untaian tunggal RNA. bentuknya bulat merupakan virus penyebab tumor dengan cirri cirri : gennya unik. keduanya merupakan bagian terkecil yang dikteahui merupakan agen dari suatu penyakit.

Selama proses uncoating. asam nukleat dari virus ini menjadi bebas untuk beraksi sebagai sintesis virus RNA. Strategi replikasi virus menjadi lebih komplek ketika dua untaian lebih daripada satu untaian virus dan dengan RNA yang dianggap memiliki polaritas positif dan negative . Sintesis komponen virus. 4.5 menggambarkan langkah langkah dari replikasi DNA virus. Setelah penetrasi terdapat periode yang tidak lengkap infeksinya yang dapat terdeteksi. Protei virus terdidiri dari dua tipe : . pengumpulan dan pelepasan virus . Walaupun demikian. Hal ini perlu diperhatikan pada beberapa family ( seperti herpesviridae) banyak even even kritis yang berlangsung di dalam sel nucleus. Penetrasi . .REPLIKASI VIRUS Virus bereplikasi ( pada gambar 4. Periode diantara infeksi dan produksi virion baru ( eclipse dan periode laten) terjadi dalam waktu singkat sekitar 3 jam ( seperti conto orthomyxoviridae ) atau selama beberapa bulan atau selam beberapa tahun (seperti HIV).Struktur ( protein yang membuat partikel virus) . sintesis komponen virus.5) dalam proses yang kompleks dan hana terjadi dalam waktu yang singkat. Pada fase eclipse ini dimulai tanpa pembungkusan pada membrane lipid dan protein capsid yang melapisi inti asam nukleat. untuk glikoprotein spesifik dan glikolipid pada sel pejamu). tahap tahap dari replikasi tersebut ialah 1. diketahui sebagi haemmaglutin. uncoating dan eclipse. Peleburan secara langsung pada pembungkus virus dengan plasma membrane pada sel membiarkan nukleokapsid dari virus terlepas secara langsung ke dalam sitoplasma tanpa perantara proses fagositosis.Melebur. beberapa virus dengan tanpa pembungkus memiliki kemampuan untuk melewati plasma membrane secara langsung. 5.Non struktur ( enzim yang dibutuhkan untuk replikasi gen gen virus) . transkripsi. Adsorpsi atau perlekatan partikel virus pada pada reseptor spesifik dari plasma membrane sel host. gambar itu telah agak sedikit dirubah dari RNA virus aslinya. Seperti pada tahap penetrasi dan uncoating. 3.Endositosis : kebanyakan virus terangkat muncul dengan proses endositosis oleh enzim lisosom dan oleh karena itu virus yang meruapakan pemula infeksi kalah. Kode kode sintesis RNA diperlukan untuk melengkap proses uncoataing pada diri virus itu sendiri dan juga untuk memulai siklus reproduksi pada sintesis sel host dari RNA sel host yang dihentikan ribosom dari host yang bebas menerima mRNA virus dan menyiapakan titik pusat untuk transkripsi dan sintesis dari protein virus. Perlekatan yang kuat mengaharuskan kehadiran reseptor virus pada membrane plasma ( orthomyxovirus dan paramyxovirus yang sulit melalui pembungkus protein. sebagai bahan pokok unit informasi yang sekarang RNA sebagi pengganti dari DNA. pada beberapa virus. 2. Penetrasi dapat diacapai dengan mekanisme yang terpisah : . Uncoating dan eclipse. ssewaktu yang lain ( seperti contoh picornavidae) menggandakan diri secara khas didalam sitoplasma.Translokasi . Terdapat beberapa langkah angkah yang dalam siklus repikasi virus: adsorpsi. . penetrasi. tetapi ini adalah rute normal untuk kesuksesan infeksi oleh banyak virus. Transcripsi. lebih lebih pada step yang tidak terdefinisi secara jelas dan terjadinya tumpang tindih. Gambar 4. Proses yang dilakukan oleh virus atau gen untuk memasuki sitoplasma sel hoset.

kucing dan tikus untuk perumpamaan. Bentuk dasar dari agen prion menyebabkan scrapie. ketika dikaitkan dengan bentuk isoform dari yang ditunjukkan PrPc. Penggabungan. Pematangan yang singkat.Structur protein virus disintesis pada poliribosom seluler. Sebagai organisme yang resisten terhadap panas. Beberapa keunggulan dari prion diberikan dibawah ini : Mereka bukanlah virus atau viroid Prion tidak mempunyai DNA maupun RNA Bentuk asli dari prion pada protein prion ditunjukkan PrPc. sejenis ceperlai. salah satu yang special pada prosedur autoclaving yang mengahruskan proses sterlisisasi atau materi yang harus digunakan untuk prosedur yangdicurigai penyebab infeksi pada pasien. Pathogenesis dari infeksi firus Lihat pada bab 5 Respon seluler antivirus respon antivirus sebagian besar diperantarai oleh system imun dan digambarkan pada bab ke 2 Prions dan priod yang menginduksi penyakit Prion ( yang merupakan partikel infeksi protein ) termasuk elemen yang cukuo unik di alam dan mereka berperan sebagi agek dari infeksi penyakit kronis yang dengan cepat memperbanyak drinya. Mereka mempunyai kemampuan untuk mereplikasi tetapi tidak terlalu lama periode penggandaan tersebut ( mencapai 20 tahun tiap orang). agen kimiawi dan iradasi. Agen dari prion dapat dipancarkan pada sapi. PrPc ini diturunkan dari bentuk asli dari proses pertama untuk mengkonformasi bentuk dari struktur helic menjadi bentuk struktur lembaran lembaran . - - . Sintesis ini serentak dengan asam nukleat virus baru. 6.melalui pembungkus virus atau dengan peretakan secara tiba tiba. yang seharusnya tercatat bahwa siklus replikasi pada tiap tiap family dari virus mempunyai ciri ciri keunikan yang berbeda dengan virus yang lain. Penyebabaran iatrogenic pada penyakit ( yang disebabkan oleh prion ini ) melauli instrument instrument neurological yang telah dilaporkan. Penyatuan virus begitu terampil dilakukan oleh inkorporasi dari asam nukleat virus kedalam kapsomerm.procapsid. Pelepasan dapat berlangsung sedikit demi sedikit . Penyatuan dapat berlangsung didalam sel nucleus. ketika suppalai makanannya terifeksi material material dari prion. sitoplasma atau ( pada pembungkus virus) pada membrane plasma. menggunakan sintesis polymerase asam nukleat yang lebih baru. 7. gabungan gambaran proses yang melibatkan pergandaan dari virus . Bentuk abnormalnya. penyakit CNS pada domba.

mengganggu system kardiovaskular dan disfunction motor. onsetnya lebih cepat ( 20 30 tahun ). kelompok insomnia fatal mempunyai onset ( 40 60 tahun) dan klinisnya berlangsung sekitar 7 bulan. Ada beberapa laporan pada penyebaran iatrogenic oleh rumah sakit dan prosedur pembedahannya. Prelevansinya tidak terlalu panjang tergantung pada pemberhentian prakteknya. Onset dalam pertengahan untuk terlambat hiduo ( 40 60 tahun . efeknya hamoir selalu pada orang dewasa atau anak muda. klinisnya sekitar 5 bulan. pada laki laki onsetnya sekitar umur 24 tahun. langka. kemudian di sel otak dimana mereka memproduksi vakuola intraseluler dan merubah protein dari sel hos. enchelopaty kronis. Penyebarannya kuru ditularkan pada otak manusia yang terifeksi oleh cannibal. terutama ialah UK. Creutzfeldt jakob disease Creutzfeldt jakob disease ( CJD ) prevalensinya di seluruh dunia. terkontaminasi makanan ( daging dari lembu / sapi yang terserang penyakit sapi gila. enelopaty bovin spongiform ) yang diaggap dapat menyebabkan penyakit. pertmanya pada jaringan lmfoid. Vakuola ini meningkat pada bunga karang seperti kemunculannya pada otak yan diamati melalui miskroskop. Fatal Familial Insomnia Ditandai dengan insomnia progressive. oleh karena itu dinamai spongiform enselopaty . kadang kadang membekas dan kadang kdang juga tidak. Gerstman straussler schienker syndrome Gejalanya termasuk dalam ataxia cerebral yang kronis dan onset yang lamabat pada demensia. Penyakit ini biasanya bersifat fatal. Pathogenesisnya Prions muncul untuk bereplikasi secara terus menerus . 10 % dari kasus ini familial dan membawa mutasi gen prion. . klinisnya tentu berlansung sekitar 7 18 bulan. Bentuk yang berbeda dari CJD bertempat dieropa. ketururan yang diperoleh berlangsung dalam kasus yang familia. Variant Creutzfeldt jakob disease.Prion menginduksi penyakit atau Transmissible Spongiform Encephalopathies ( TSEs) Kuru Kuru merupakan penyakit neurologis fatal pertama yang terdeskripsi pada masyarakat di papua nugini yang mengkonsumsi otak manusia.cara penyebarannya pada CJD tidak banyak diketahui.

Penginaktivasian prion cukuo sulit.an. penetrasi. dan dan berperan melekatkan virus pada sel target. uncoating. molekul proteinnya rendah ( PrP). Untuk pasien yang terserang CJD atau vCJD. helik. penggabungan partikel partikel dari virus. injeksi hormone pituitary sebelum pertengahan tahun 1980 . Fakta kunci y Virus merupakan parasit intraseluler obligat. y Peplomers ( paku besar )merupakan susunan glikoprotein dari pembungkus virus. Penamaannya biasanya menggunakan gambaran gambaran yang diperoleh dari virus tersebut. Prion cukup unik.Pencegahan dan implikasi dalam kedokteran gigi y y y y y Tidak ada perlakuan atau vaksin prion yang berlawanan yang menyebabkan penyakit Oleh karena itu pencegahannya hanya dengan tidak mengkonsumsi makanan yang dicuragi dapat menimbulkan penyakit ( terutama yang mengandung jaringan saraf) Tigkat infeksi pada mulut dan jaringan pada gigi tidak diketahui. Adanya enselopatis spongiform transmissible pada manusia ( seperti kuru. Pengenalannya berdasarkan pada klasifikasi dari kesimetrisan mereka. dan dapat bereplikasi hanya dalam sel yang hidup. Untuk pasien yang beresiko ( penerima cangkokan durameter. y y y y ada atau tidaknya pembungkus. Tahap tahap dari replikasi virus diantaranya ialah adsorpsi. jumlah dari unataian asam nukleatnya dan polaritasnya. transkripsi dan translasi dari materi genetic. y Nukleokapsid dari virus tersusun atas 2 atau 3 konfigurasi spasial: icosahedral. nucleocapsid yang terdiri dari protein dan materi genetic virus yang kompleks. degan metaboli yang tidak aktiv. y Materi genetic ini dilindungi oleh pembungkus protein ( capsid ) yang tersusun atas kapsomer. mereja tidak terdiri dari asam nukleat dan bereplikasi. semua alat yang digunakan pada kedokteran gigi harus dibakar setelah digunakan. cara bereplikasinya masih belum jelas. dapat dilakukan melalui prosedur autoclaving yang mengharuskan alat alat yag steril terkontaminasi atau dapat dibuang dan materi materinya harus digunakan untuk prosedur pembedahan pada infeksi atau pasien yang terserang penyakit . atau komlek simetris. y Virus diklasifikasikankedalam bentuk family.gen dan spesies. Virus yang tidak terbungkus disebut virus telanjang. y Ketika lipoprotein megelilingi virus yang disebut pembungkusnya. y Virus mempunyai salah satu materi genetic yaitu DNA atau RNA tetapi tidak memiliki kedua duanya. dan pelepasan. CJD) disebabkan oleh prion. dihentikan bagi yang anggota keluarganya memiliki riwayat penyakit CJD ini ). tetapi pada vCJD in tersebar pada lymphoreticular. menggunakan alat alat yang dubuang setelah dipaka atu alat alat nya dibersihkan secara lengkapa dan di sterilisasi selama 18 menit pada suhu 1340 C pada vakum autoclave. komposisi asam nukleatnya ( DNA atau RNA).

Infection : viruses . Blackwell. sect .PM (eds)1996. and Oxford. and Howlley. Samaranayake. In Processes in Pathology and microbiology ( 2nd edn).3. DN.JSM. Scully. Oxford. . Lippinicont Raven. Cambridge. LP.Epidemiologic concepts dan methods. British Dental Journal 180. RA (eds)(1997). C (1996). Taussing. Ch. Plenum. AS. and Samarayanake. Clinical Virology in oral medicine and dentistey. 1.Daftar pustaka Collier. C. Crambidge University Press. DM. In Viral infection of human and control ( 4th edn). Chs 1 dan 2. New York. Virology ( 3rd edn). MJ (1984).Knipe. and Scully. Evans. LP ( 1992 ). Oxford University Press. 264 266. Human Virology : a text for student of medicine.L . Field. and Kalsow. ford. J (1993).Peiris. Ebola virus infection : on overview. Philadelphia.dentistry and microbiology.

Aspek umum infeksi Keganasan Keganasan suatu penyakit merupakan ukuran tingkatan dari pathogenesis dan dikaitkan pada organisme yang berpotensial menghasilkan toksin dan invasiness. tetapi tidak bagi makanan yang beracun. y y y Infeksi endemic kehadirannya secara terus menerus dimulai level terendah pada populasinya. Yang kemudian disebut organisme oportunistik. atau pandemic infeksi. Untung saja. Kegenasan dapat diukur melalui jumlah organisme yang dapat menyebabkan penyakit dan yang ditunjukkan dengan LD50 ATAU ID50 . hanya dapat menyebabkan penyakit pada manusia ketika pertahanan tubuh mulai melemah. Penyerangan ini dilakukan oleh flora flora normal yang ada dalam tubuh. bisa disebut dengan endemic. Padahal terdapat beberapa mikroorganisme yang sangat ganas dan dan menyebabkan penyakit pada manusia. ID50 ( 50 % dapat menyebabkan infeksi) adalah tingkat organisme yang diduga dapat menyebabkan terjadinya infeksi. Kebanyakan. mereka menyerang ketika pertahanan tubuh mulai melemah dan dapt menimbulkan penyakit. epidemic. X( seperti epidemic influenza di musim dingin ) Infeksi dikatakan pandemic jika distribusinya telah melebar ( seperti HIV) Asal mula terjadinya infeksi . Tingkatan ini dideterminasi oleh inokulasi dari laboratorium hewan. Jika communicable dari penyakit ini cukup tinggi maka disebut dengan disease contagious / penyakit menjalar ( contohnya : chickenpox) Berdasarkan pada tingkat peristiwa dan prevalensi infeksi penyakit di masyarakat. ( contohnya malaria di Negara afrika ) Infeksi diktakan epidemic jika berlangsung lebih lam daripada biasanya.5 Pathogenesis dari penyakit yang disebabkan oleh microba Jika sebuah mikroorganisme dapat menimbulkan penyakit maka disebut pathogen. dengan inoculums yang kecil. . Komunikasi penyakit ( communicable disease) Infeksi biasa juga disebut dengan communicable disease jika mereka dari sel host ke sel host yang lain. penyebarannya melalui udara pada saat batuk. hanya sebagian kecil dari banyaknya mikroorganisme di alam yang dapat menyebabkan penyakit. tapi tidak semua infeksi bersifat communicable. produksi exotoxin oleh organisme dan menyebabkan makanan terkontamiasi tetapi hanya pada saat makanan itu dimakan. LD50 ( 50 % dapat menyebabkan kematian) merupakan tingkat organisme yang diduga dapat membunuh sebagian besar sel pejamu atau sel host.

Penyebaran Sebagian besar infeksi diperoleh dari penyebaran yang datangnya dari luar. dimana individu tidak merasakn gejalanya walaupun telah terserang infeksi oleh organisme. perlekatan pada permukaan sel pejamu atau sel host. menyebabkan infeksi dapat terulang ulang dari waktu ke waktu. 4. Berdasarkan ringkasan ringkasan tata cara bakteri dalam menyebarkan penyakit dapat dibagi menjadi beberapa tahap : penyebaran. Organisme yang dapat membangkitkan infeksi innaparent dan infeksi subklinis. tanpa gejala yang tersembunyi. Penyakit spesifik yang akut : tanda tanda dan gejala pada periode ini sangat tampak sekali. Semua kelompok diatas merupakan penyebab pathogen pada organisme dan menyebarkan peyakit. Ada 4 jalan terpenting ( pintu masuk ) dari masuknya pathogen ( table 5. virus hepatitis B). mereka menjadi gudang dari organisme ketika tubuh telah sehat. Selain itu.Infeksi yang akut biasanya terdiri dari 4 tahap: 1. Beberapa infeksi menghasilkan kondisi laten. kontak melalui kulit. Periode prodomal : gejalanya non spesifik seperti demam. dan toxigenecity ( menghasilkan racun ). lesu dan kehilangan nafsu makan selama periode ini. juga disebabkan oleh flora normal yang bertindak sebagai pathogen oportunistik. bisa dikatakan mereka bermula dari luar tubuh. PATHOGENESIS DARI PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH PENYAKIT Factor yang menentukan terjadinya pathogenesis bakteri Bakteri pathogen merupakan pembicaraan utama. setelah reactivasi pada pertumbuhan organisme dan pasac tahap tahap rekurensi dari gejalanya ( seperti setelah infeksi virus utama herpes yang berada pada kondisi laten di ganglion trigeminal. melalui transfuse darah atau gigitan serangga.1 ) y y y Kulit Saluran pernapasan Saluran pencernaan . hari dan minggu) 2. Periode inkubasi : waktu diantara akuisi dari organisme atau toxin dan permulaan timbulnya gejala ( ini bisa berabada dari tiap jam. terkontaminasi suntikan. Penyebaran terjadi karena : y y y Inhalasi melalui udara Pemasukan yang terkontaminasi pada makanan dan air Inokulasi melalui hubungan sexual. bisa dikatakan mereka bermula dari dalam tubuh. satu terinfeksi. 3. tubuh tidak dapat mengeliminasi pathogen secara komplit setelah pemulihan dan pada beberapa individu menjadi pembawa organisme penyakit kronis ( seperti : salmonella typhi. Disisi lain. Periode pemulihan : penyakitnya mulai reda dan pasien kembali sehat pada fase terakhir ini. invasiness.

polisakarida dari streptococcus mutans membantu perlekatan pada permukaan enamel) Invassines Invasiness pada bakteri berperan sebagai jalur pathogenesis. klep hati palsu ) dengan cara demikian mereka memperbesar kemampuan mereka untuk berkolonisasi dan menyebabkan penyakit. mutan yang kekurangan mekanisme ini seringkali berupa non pathogen ( seperti pili rambut dari neissseria gonorhoe) dan Escherichia coli memfasilitasi penyerangan mereka pada epitel saluran kencing. memudahkan penyebaran bakteri melalui jaringan jaringan. Beberapa bakteri dan jamur mempunyai struktur khusus atau memproduksi substansi yang memfasilitasi penyerangan mereka pada permukaan sel tubuh manusia atau prostheses ( seperti gigi buatan. Kecuali bila suatu organisme mempunyai kemampuan untuk menempel atau melekat pada sel host mereka tidak akan menyebabkan infeksi.1 Jalur masuk yang biasa dilalui Pathogen Jalur masuk Pathogen Kulit Clostridium tetani Virus hepatitis B Saluran pernapasan Streptococcus pneumonia Neisseria meningiditis Haemophilus influenza Mycobacterium tubercolosis Virus influenza Rhinovirus Eipstein barr virus Saluran pencernaan Shigella dysentria Salmonella typhi Vibrio cholera Virus hepatitis A Virus polio Saluran kemih Neisseria gonorhoe Treponema pallidum Virus imunodefisiensi manusia Candida albicans ( fungus) Penyakit Tetanus Hepatitis B Pneumonia Meningitis Meningitis Tubercolosis Influenza Biasanya pilek Infectious mononucleosis Disentri / diare Demam typhoid Kolera Infectious hepatitis poliomyelitis Gonorhoe Sifilis AIDS vaginitis Perlekatan pada permukaan sel host Ini adalah langkah awal dari proses infeksi.y Saluran kencing Table 5. Mekanisme perlekatan ini kritis pada organisme yang menyerang membrane mucus . Beberapa contoh diantaranya : y Collagen dan hyaluronidase mendegradasi substansi intraselulernya sendiri. . terutama pada kuit yang terinfeksi oleh streptococcus pyogenes. kekhasan ini bergantung pada sekresi enzim dari bakteri.

haemophilis influenza. seperti S. juga antifaositosis ( table 5. Mutan yang tidak menghasilkan enzim kurang bersifat virulen. Inflamasi granulamatous. mencegah fagositosis dari melekatnya pada bakteri ( ini dapat diuji kebenarannya dengan memperkenalakan antibody anticapsular yang membiarakan fasitosis lebih efektiv atau berlangsungnya osponization . Walaupun aktivitas fagositosis dari makrofag membunuh sebagian besat tubercle basil. jadi vaksin terhadap S. bakteri antigen merangsang sel mediated system imun.y y y Coagulase. Yang perlu diketahui organisme pada kategori ini ialah mycobacterium tubercolosis. mempercepat formasi dari gumpalan fibrin ( dari fibrinogen ). bertemapt di bentukan dari garnuloma.pneumonia dan N. Disini. Factor lain juga terkontribusi untuk invasiness dengan bercampur dengan mekanisme pertahanan sel host.2 Contoh dari factor virus virulen yang bercampur dengan petahanan host Organisme Factor virulen Menggunakan vaksin Bacteri Streptococcus pneumonia Capsule polisakarida Iya Streptococcus pyogenes Protein M Tidak Staphylococcus aureus Protein A Tidak Neiserria meningitides Capsule polisakarida Iya Haemophilus influenza Capsule polisakarida Iya . dan streptococcus pneumonia untuk melekat pada membrane mucus. Neutrofil merupakan sel yang dominan pada tipe inflamasi ini. yang tidak mampu bergabung dengan lisosom. Organisme yang bertempat di fagosom. Makrofag dan sel T predominan pada inflamasi ini.2) y Bakteri penginfeksi bisa bertempat pada dua kategori dari inflamasi : pyogenic ( memproduksi nanah ) dan granulamatous ( membentuk granuloma ). terutama fagositosis : y Capsul polisakarida dari beberapa pathogen biasanya.meningitis mengandung polisakarida capsular yang mengiduksi antibody anticapsular yang protective) Protein dinding sel dari gram positif pada coccus. Inflamasi pyogenic. Table 5.gonorhoe. Banyak jamur penyebab penyakit yang juga diciri cirikan dengan luka granumalotous. organisme periodontophatic actinobacillus actinomycetemcomitans mempunyai enzim ini. staphylococcus aureus dan streptococcus pneumonia biasanya merupakan bakteri pyogenic. Leucocidins dapat menggangu leukosit netrophilic dan makrofag. Ini membantu melawan organisme dari fagositosis dengan menutup area infeksi dan dengan melapisis organisme tersebut dengan lapisan fibrin.pneunomia dan Neisseria meningitis. beberapa tetap hidup dan tumbuh pada sel. dihasilkan pada sintesis limfosit T dan aktivitas makrofag. seperti potein M dari kelompok streptococcus A dan protein A dari staphylococcus. dihasilkan protein dari degradasi enzim didalamnya. Immunoglobulin A ( Ig A) protease mendegradasi perlindungan IgA pada permukaan mukosa. diproduksi oleh staphylococcus aureus. Streptococcus pyogenes. dengan membiarkan organisme seperti N.

( catatan : jadi. Keunggulan utamanya ditunjukkan pada table 5. dan gejala gejala umum lainnya. . shock. definisi organisme garam positif tidak mempunyai endotoksin ). Table 5. Endotoksin menyebabkan demam.3 Tingkat keunggulan dari endotoksin dan eksotoksin Sifat Exotoxin sumber Beberapa spesies dari beberapa gram positif dan bakteri gram negative Asal mula Disekresi dari sel Senyawa kimia Polipeptida Toxicity Tinggi ( fatal jika lebih dari 1 µ g) Efek klinis Antigencity Vaccines Stabilitas panas Tipe penyakit Endotoxin Dinding sel dari bakteri gram negativ Berubah ubah Menghasilkan antibody tinggi yang disebut antitoxin Toxoid digunakan sebagi vaccines Lebih termoilabel ( menganggu dengan cepat pada suhu 60 0 C ) Kolera. Tingkat fek biologis dari endotoksin digambarkan dibawah ini.Klabsiella pneumonia Escherica coli Salmonella thypi Mycobacterium tubercolosis Fungi Cryptococcus neoformas Capsule polisakarida Protein pili Capsule polisakarida Asam mycolic dinding sel capsule Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Toxigenecity Toxygenecity atau Produksi toksin adalah mediator besar yang lain dari bakteri penyebab penyakit. Ada syarat sebagian besar untuk memproduksi factor sel host seperti interleukin 1 ( IL 1) dan factor tumor necrosis ( TNF ) dari makrofag. shock titre Miskin antigen Tidak berbentuk toxoid dan tidak tersedia vaccine Termostabil pada suhu 1000 C untuk 1 jam Sepsis oleh rod gram negative . shock endotoksin Produksi toxin Endotoksin Endotoksin merupakan dinding sel polisakarida dari bakteri gram negative ( coccus dan basil ) dan tidak mengaktivkan pelepasan dari sel. Terdapat dua kategori dari toksin : endotoksin dan eksotoksin. tetanus. diphtheria Bagian dari dinding sel Lipopolisakarida Rendah ( fatal jika dosisnya lebih dari 100 mikrogram) Demam.3.

thrombosis. Walaupun demikian. toxin stabil mnstimulasi guanilate siklase Stimulase adenil siklase oleh ADP Tidak ribosylation Stimulase adenil siklase oleh ADP Tidak ribosylation Exotoxin dapat menyebabkan penyakit dbagian yang renggang dari tubuh . 4. Genaralisasi dari system koagulasi ( factor 12 ) tempatnya disebarluaskan koagulasi intravascular. Hypotension. Penambahan produksi antibody Sebagi endotoksin yang bisa berefek juga diperoleh dari infeksi bakteri gram positif . 2. Demam yang harus dilepaskan oleg pyrogen endogenus ( IL 1) oleh makrofag. selain komponen dinding sel. yang dianggap pemicu pelepasan TNF dan IL 1 dari makrofag Table bakteri gram positive dan bakteri gram negative ( table 5. Aktivasi dari jalan alternative dari terjunnya komplemen menghasilkan inflamasi dan merusak jaringan.4 Beberapa bakeri exotoxin yang penting dan cara dari aksi mereka Organisme Penyakit Cara dari aksinya Gram positif Corynebacterium diphtheria Clostridium tetani Vaccine toxoid Iya Iya Diphtheria Tetanus Clostridium perfringen Gas gangrene Staphylococcus aureus Gram negative Eschericia Melon Toxic shock Inaktivasi factor elognasi oleh ADP ribosylastin Pelepasab blok tetanospamin pada neutrasmitter inhibitory glisin pada akhiran nervus motoris Alpha toxin lecithinase mengganggu membrane sel eukariotik Mengikat klas II MHC protein. dibawa oleh pelepasan bradikinin. dan jaringan ischemia. menginduksi IL 1 dan IL . aktivasi sel B polyclonal ( tetapi bukan limfosit T ) 6. 3. sedangkan endotoksin merupakan komponen integral dari dinding sel bakteri gram negative ) Table 5. shock dan mengurangi perfusi dari organ organ besar untuk vasodilatasi. reaksi pada pusat pengatur suhu hipotalamus dan ditempatkan pada thermostat pada temperature tinggi. 5. Ada penambahan aktivitas fagositosis pada makrofag.4) mensekresi eksotoksin.2 Tidak Tidak Diarrhea Vibrio cholera Bordetella pertusis Cholera Batuk rejan Stimulasi toxin labil adenyl siklase Tidak oleh ADP ribosylatin .1. seperti asam teichoic atau peptidoglikan. endotoksin tidak terdapat pada bakteri positif. menambah permeabilitas vaskuler dan mengurangi resisten peripheral.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful