You are on page 1of 9

I. Alat Yang Digunakan a.

Truck Digunakan untuk mengangkut material seperti tanah galian yang digali pada proyek tersebut dan juga mengangkut bahan material yang didistribusikan kelokasi proyek. b. Pompa Air (Jet Pump) Digunakan untuk membuang air dari lokasi pekerjaan, sehingga dapat mempermudah pengecoran. Selain ini pompa air juga digunakan untuk menghisap air ke lokasi proyek (sumur bor) untuk keperluan pencampuran beton dan keperluan lainnya. c. Generator (Genset) Digunakan untuk membangkit tenaga listrik yang diperlukan oleh proyek juga digunakan untuk pembangkit pompa air (pompa tekan) yang digunakan untuk memompa air, penerangan sementara, pengelasan, dan lain-lainnya. d. Pemotong Besi (Bar Cutter) Digunakan untuk memotong besi sesuai dengan inginkan. panjang yang di

e.

Pembengkok Besi (Bar Bender) Digunakan untuk membengkokkan besi sesuai dengan bentuk, sudut,

ukuran yang diinginkan. f. Molen (Concrete Mixer)

16

Molen dipergunakan sebagai alat pengaduk beton, dengan maksud mengurangi tenaga manusia dalam pengadukan beton, dan mempercepat pengerjaan pengecoran beton.

Gambar 3.17 Molen (Concrete Mixer) g. Backet Sebagai alat bantu pengangkatan beton yang akan dicor, atau sebagai tempat beton sebelum pengecoran.

Gambar 3.18 Backet

h.

Peralatan Tangan (Hand Tools) Peralatan tangan yang digunakan seperti sendok spesi, martil, paku,

sekop, ember, pahat, meter, cangkul, dan lain-lainnya digunakan untuk alat pembantu.

16

I. Bahan Yang Digunakan a. Beton Cor Dalam beton cor didatangkan langsung dari asia beton. Ada beberapa macam bahan yang digunakan, antara lain adalah: Semen Type I Semen jenis tipe 1 ini yang digunakan untuk salah satu bahan

campuran cor beton yang didatangkan langsung dari asia beton. Agregat halus (Pasir) Agregat halus yang dipakai adalah pasir dan juga digunakan untuk salah satu bahan cor beton yang didatngkan langsung oleh asia beton. Agregat Kasar Agregat kasar yang dipakai adalah kerikil yang juga digunakan pada salah satu bahan campuran untuk beton cor yang juga didatangkan oleh asia beton. Air Air yang digunakan untuk menyatukan atau mengikat campuran beton paling baik adalah air bersih yang memenuhi syarat air minum.

a. Baja Tulangan Beton Baja tulangan yang dipakai ialah baja tulangan berulir dan baja tulangan polos, yang didatangkan langsung dari pabrik. b. Kayu

16

Kayu yang dimaksud disini adalah yang digunakan sebagai bahan bangunan. Kayu digunakan sebagai bahan penunjang dalam pekerjaan beton bertulang yang berfungsi sebagai perancah ataupun cetakan-cetakan beton.

A. Pekerjaan Pelaksanaan Kolom 1. Pekerjaan Persiapan Dalam pekerjaan persiapan ini yang dilakukan ialah menyiapkan alat dan bahan yang digunakan untuk pekerjaan konstruksi kolom dahulu, supaya pekerjaan dapat berjalan lancar sesuai dengan yang direncanakan. 2. Pekerjaan Merangkai Tulangan Kolom Tulangan untuk kolom secara keseluruhan dikerjakan diluar bangunan, tetapi masih di dalam lokasi pembangunan. Kerangka ini harus dibuat sesuai dengan gambar pembesian kolom yang ada. Dalam pekerjaan merangkai tulangan pertama-tama dilakukan pemotongan besi tulangan baja dengan alat pemotong sesuai dengan panjang tulangan yang diperlukan seperti pada gambar bestek, dan setelah tulangan dipotong sesuai yang diinginkan, barulah tulangan dirangkai sedemikian rupa sesuai dengan gambar bestek. Setelah tulangan selesai dirangkai, kemudian dilakukan pemasangan tahu beton pada sisi luar tulangan yang berguna untuk mendapatkan selimut beton. 3. Pekerjaan Perancah Dan Bekisting Kolom Pekerjaan Perancah Dalam hal ini perancah kolom yang dipakai adalah kayu dan besi support yang berfungsi sebagai penyokong kekuatan bekisting dan juga 16

berfungsi untuk menyetel posisi tegak lurus terhadap kolom yang sudah dibuat. Pekerjaan Bekisting Pemasangan bekisting kolom dilakukan setelah besi tulangan dan tahu beton dipasang. Tahu beton yang dibuat dari yang mutunya sama dengan beton untuk kolom. Untuk memudahkan dalam proses pemasangan bekisting kolom pada bagian bawah tulangan kolom dibuat sepatu kolom yang berfungsi sebagai pengikat bekisting kolom dari dalam sehingga pada saat pengecoran letak posisi kolom tidak bergeser.

Gambar.3.19 Pekerjaan Bekisting kolom Lantai 2 Selain itu juga untuk menjaga bentuk kolom tetap vertical pada bekisting, diberi besi penyangga pada keempat sisinya dan diikat dengan kawat tang yang dihubungkan ketanah. Letak bekisting kolom ini harus benar-benar vertical, dan untuk membuat sisi-sisinya vertical digunakan bandul. Supaya air beton pada cor beton tidak akan diserap oleh cetakan maka digunakan pelat bekisting multipleks dengan ketebalan 12 mm.

17

Gambar. 3.20 Penyangga untuk Bekisting kolom Lantai 2 Pekerjaan Penyetelan Tulangan Kolom Pada Bekisting Pada proses penyetelan pembesian tulangan kolom pada bekisting menentukan jarak tulangan ke bekisting yang berguna supaya mendapatkan selimut beton dan itu ditentukan sesuai gambar supaya mendapatkan jarak tulangan kolom untuk bekisting dan selimut beton sesuai yang direncanakan. Kemudian bekisting disatukan dan harus benar-benar rapat, supaya air pada saat pengecoran nanti tidak keluar melalui celah-celah kecil kalau bekisting tidak rapat. Apabila tidak rapat, air akan keluar nantinya dan ini dapat mempengaruhi kualitas dari beton nantinya.

16

Gambar.3.21 Pekerjaan Tulangan Kolom pada Bekisting Pekerjaan Pengecoran Kolom. Sebelum diadakan pengecoran pada kolom, terlebih dahulu dilaksanakan pekerjaan persiapan yaitu membuat jalan dari papan pendukung untuk kelancaran pengecoran, mengecek pasangan atau ikatan-ikatan besi apakah sudah benar letaknya dan apakah kekuatan bekisting atau klem sudah cukup kuat untuk menahan beban pada saat pengecoran dilaksanakan. Sebelum cor beton dituang, cetakan terlebih dahulu disiram dengan air agar campuran beton menyatu dengan lantai kerja, baik untuk sambungan beton lama maupun beton baru. Setelah pekerjaan persiapan diatas sudah dilaksanakan barulah pengawas memberi instruksi bahwa pengecoran sudah dapat

dilaksanakan. Waktu penuangan beton cor kedalam cetakan kolom haruslah hati-hati, jangan sampai terjadi pergeseran pada bekisting kolom. Selain itu, untuk mencegah terjadinya rongga-rongga kosong pada beton nantinya, maka pada selama pengecoran digunakan alat penggetar (vibrator) yang gunanya untuk memadatkan cor beton 16

tersebut dan juga supaya beton padat dan baik. Pada kolom ini digunakan mutu beton Fc175kg/cm2 dan cor beton yang berasal dari asia beton.

Gambar .3.22 Pekerjaan Pengecoran Kolom pada Lantai 2 Pekerjaan Pembongkaran Bekisting Kolom Bekisting dapat dibongkar setelah umur beton 7 hari. Setelah bekisting dibongkar, dilakukan perawatan dengan cara menyiram dengan air pada waktu pagi hari dan sore hari untuk menjaga kelembaban beton. Bekisting yang dibongkar ini dipakai lagi untuk pengecoran berikutnya, maka waktu membuka bekisting haruslah hatihati supaya tidak terjadi kerusakan.

17

Gambar.3.23 Pekerjaan Pembongkaran Bekisting Kolom

17