Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT.

Djarum Kudus

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Teknik Industri merupakan suatu program studi yang mempunyai banyak disiplin ilmu untuk dipelajari, ilmu mengenai analisis sistem, desain sistem, dan mendesain ulang atau memperbaiki sistem. Segi keilmuan yang dipelajari dalam teknik industri diklasifikasikan dengan referensi di atas. Perkuliahan hanyalah sebatas teori, mahasiswa pada era sekarang dirasa harus dapat mengaplikasikan pemecahan masalah yang didapatkan pada perkuliahan pada dunia nyata khususnya permasalahan dalam dunia industri. Berdasarkan penjelasan di atas, jelaslah bahwa aplikasi teori dari studi ilmu teknik industri sangat penting bagi mahasiswa Teknik industri dalam rangka mempersiapkan diri untuk memecahkan permasalahan dunia industri nyata. Untuk itu, kami bermaksud mengadakan kunjungan ke perusahaan Djarum Kudus. Dengan kunjungan ini diharapkan mahasiswa dapat menimba ilmu serta dapat mengetahui penerapan mata kuliah yang ada pada keilmuan teknik Industri yang telah dipelajari dalam rangka melihat dunia industri yang sesungguhnya. 1.2 Tujuan dan Sasaran Pelaksanaan Plan visit 2009 Tujuan keikutsertaan dalam Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 : 1. 2. 3. Kudus. Untuk menambah wawasan dan memperdalam ilmu pengetahuan mahasiswa Untuk dapat lebih mengerti bagaimana penerapan disiplin ilmu Teknik industri Untuk mewadahi diskusi antara mahasiswa dengan perusahaan PT.Djarum dalam industri nyata. di dunia industri yang sebenarnya.

1.3 Tujuan Penulisan Laporan
1. Memenuhi tugas akhir untuk mata kuliah Perencanaan dan Pengendalian Produksi. 2. Mengetahui proses produksi di PT. Djarum, meliputi SKT (Sigaret Kretek Tangan) dan SKM (Sigaret Kretek Mesin).

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

1

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus 3. Mengetahui proses pengolahan limbah di PT. Djarum, sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan sekitar lingkungan PT. Djarum. 4. Mengetahui Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang diprogramkan untuk karyawan dan lingkungan sekitar PT. Djarum. 5. Mengetahui CSR (Corporate Social Responsibility) yang dilakukan oleh PT. Djarum bagi lingkungan sekitarnya.

1.4 Pembatasan Masalah
Perusahaan yang menjadi objek kunjungan mahasiswa Teknik Industri Universitas Diponegoro angkatan 2007 yaitu PT. Djarum, yang berlokasi di Jalan Jend. A. Yani 28 Kudus, Indonesia. Ada 5 lokasi yang menjadi fokus tujuan di PT. Djarum ini. Lokasi pertama yaitu SKT (Sigaret Kretek Tangan), yang dikhususkan untuk pembuatan rokok Djarum dengan cara manual (menggunakan tangan). Lokasi kedua yaitu SKM (Sigaret Kretek Mesin), di mana di sini dilakukan pembuatan rokok Djarum dengan cara modern (menggunakan mesin). Lokasi ketiga yang menjadi tujuan yaitu pembibitan tanaman. Program pembibitan tanaman ini digunakan sebagai bakti lingkungan hidup PT. Djarum bagi lingkungan sekitarnya. Di lokasi ini ditanam berbagai macam tanaman yang bisa menjadikan Kudus sebagai kota yang hijau. Lokasi keempat yaitu IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah),yang terletak di dekat lokasi SKM Djarum. Di lokasi ini, dilakukan pengolahan limbah hasil produksi rokok Djarum. Lokasi terakhir yaitu di GOR Bulutangkis Djarum. GOR ini digunakan sebagai tempat pelatihan bagi para atlet Djarum untuk berlatih bulutangkis.

1.5 Metode Pengumpulan data
Pengumpulan data dilakukan secara primer dengan wawancara langsung kepada guide PT.Djarum serta secara sekunder dengan mencari literature di internet.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

2

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus

1.6 Sistematika Penulisan
Laporan Plan visit 2009 terdiri dari : BAB I BAB II berisi tentang pendahuluan. berisi tentang Gambaran umum perusahaan PT.Djarum.

BAB III berisi tentang Kesehatan dan keselamatan kerja pada PT.Djarum. BAB IV berisi tentang Penutup. Daftar Pustaka. Lampiran.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

3

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
2.1 Sejarah PT Djarum
PT Djarum adalah salah satu perusahaan rokok di Indonesia. Perusahaan ini mengolah dan menghasilkan jenis rokok kretek dan cerutu. Ada tiga jenis rokok yang kita kenal selama ini. Rokok Cerutu (Terbuat dari daun tembakau dan dibungkus dengan daun tembakau pula), rokok putih (Terbuat dari daun tembakau dan dibungkus dengan kertas sigaret), dan rokok kretek (Terbuat dari tembakau ditambah daun cengkeh dan dibungkus dengan kertas sigaret). Kelahiran Budaya Ikon di Abad 19 Mungkin lebih dari produk lain, rokok Kretek merupakan pertemuan budaya Barat dan Timur. Penjajahan dari apa yang kemudian menjadi dikenal sebagai Indonesia telah memperkenalkan budaya tembakau ke rempah-rempah-daerah kaya. pengaruh pemerintah kolonial Belanda. Pada akhir abad, tembakau telah tumbuh menjadi tanaman yang besar - dengan banyak petani kecil yang memproduksi berbagai jenis tembakau, yang pada gilirannya dipengaruhi oleh kondisi iklim dan tanah. Namun budidaya rempah-rempah, terutama cengkeh, tetap menjadi bagian penting dari wilayah ini. Asal Kretek rokok pelaksanaan ke akhir abad ke-19. Pada awal 1880-an, Haji Jamahri, penduduk asli yang Kudus, yang telah menderita rasa sakit dada yaitu penyakit asma. Minyak cengkeh (juga dikenal sebagai eugenol) telah digunakan secara tradisional sebagai analgesik ringan, dan Jamahri awalnya telah berusaha untuk mengurangi rasa sakit oleh gosokan minyak pada dada. Sementara ini memberikan beberapa bantuan dari rasa sakit, Jamahri mencari cara untuk membawa minyak cengkeh lebih langsung dengan paru-paru. Merokok tembakau yang dimiliki maka semakin menjadi pusat segi kehidupan Indonesia, di mana seringkali tembakau bergulung seperti rokok menggunakan jagung husks - yang memberikan tambahan manfaat perlindungan air selama musim hujan. Jamahri bertanya-tanya apa yang akan terjadi jika dia adalah untuk campuran sedikit cengkeh dengan tembakau dan asap yang campuran. Hasil surpassed Jamahri harapan - efek dari minyak cengkeh adalah segera, dan Jamahri dari rasa sakit dada hilang. Kata Jamahri dari cengkeh rokok tersebar di wilayah Kudus. Jamahri mulai

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

4

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus rolling his rokok untuk orang lain, dan dilakukan pertama kali untuk pasar yang baru rokok komersial. Sebelum lama, maka cengkeh rokok - yang kemudian dikenal sebagai "Kretek" rokok untuk "Kretek-Kretek" komentar suara yang dibuat oleh pembakaran siung - telah tersedia di apotek sebagai obat produk. Jamahri meninggal pada tahun 1890 sebelum ia dapat sepenuhnya mengkomersialisasikan ciptaan-Nya. . Namun, sejumlah kecil, tangan-rolling lokakarya sprang atas, pada wilayah Kudus yang kemudian menjadi identik dengan Kretek. 1890 yang pertama melihat upaya ke pasar Kretek rokok, ketika Noto Semito (juga dieja sebagai Nitisemito; yang sejumlah account menganggap sbg penemuan Kretek) dikembangkan sendiri campuran tembakau - dijus sendiri dari antara sekian banyak jenis dan kualitas tersedia - dan cengkeh, dan mulai menjual mereka di bawah nama merek, Bal Tiga (Tiga Balls). Bal Tiga tumbuh ke Indonesia terkemuka Kretek merek, dan Noto Semito menjadi pulau pertama tembakau jutawan, inspirasi banyak orang lain untuk mulai mempersiapkan mereka sendiri cengkeh blends. Rokok Kretek keputusan - dan perokok - telah dengan cepat menemukan bahwa murni campuran cengkeh dan tembakau terlalu keras untuk merokok. Namun, keputusan rokok mulai percobaan dengan berbagai bahan - rempah-rempah, buah-buahan dan bahan lainnya untuk kelancaran dari campuran tembakau-cengkeh. . Bahan ini membentuk dasar yang ketiga besar bagian dari Kretek rokok - yang "saus" (dari kata Belanda untuk saus), maka resep yang telah dgn hati-hati dalam menjaga rahasia. Hand-rolling tetap satu-satunya alat produksi rokok, sebagian karena cengkeh dan bahan lainnya adalah terlalu berat untuk membuat rokok-mesin yang revolutionizing industri tembakau di tempat lain. Yang berkembang popularitas rokok Kretek dipimpin untuk pengembangan seluruh industri, dan kemudian menjadi negara terbesar keempat industri dan sumber pendapatan pajak bagi pemerintah. Kretek sedangkan industri tetap terpusat di sekitar Kudus, sebagian besar perekonomian Indonesia tergantung pada datang ke Kretek. Industri yang digunakan jutaan orang Indonesia, dari yang kecil banyak petani tembakau, untuk tentara dari tangan-rollers, biasanya perempuan, mampu rolling ribuan rokok setiap hari.

Kretek Maker modern di tahun 1950-an

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

5

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus Nama baru mulai muncul di tahun-tahun yang mengarah ke Perang Dunia I, termasuk Sampoerna, yang dibentuk oleh imigran Cina Liem Seeng Tee, yang merupakan salah satu dari yang pertama untuk memulai pemasaran sendiri Kretek blends. Namun untuk sebagian besar abad ke-20, Kretek rokok hanya mewakili bagian kecil dari pasar yang lebih besar tembakau, yang kemudian akan didominasi oleh apa yang disebut "putih" rokok, standar tembakau rokok sehingga bernama untuk karya yang mereka terguling. Generasi baru dari rokok Kretek keputusan muncul di tahun-tahun setelah Perang Dunia II. Banyak mantan usaha, termasuk Noto Semito dan merek Bal Tiga, belum kekacauan yang selamat dari perang tahun dan segera setelah. Persaingan pasar Kretek untuk menjadi lebih dan lebih giat dalam tahun 1950-an, karena jumlah Kretek keputusan, dan merek, buntal. " Dari sekian banyak merek kecil aktif di Kudus merupakan salah satu daerah yang bernama Djarum Gramophon, yang secara harfiah berarti "gramopon jarum." Jarum yang tetap simbol utama dari perusahaan seperti yang berkembang selama dekade berikut Dorongan untuk pertumbuhan perusahaan datang 1951, ketika Oei Wie Gwan, Cina asli yang lain, yang diperoleh usaha kecil. Oei perusahaan berubah nama menjadi Djarum dan mulai berkembang sendiri Kretek campuran. Dimulai dengan hanya 70 tangan rollers, Djarum mulai pemasaran pertama merek, Djarum, pada tahun 1950-an. . Perusahaan campuran rempah-rempah membuktikan cepat populer, dan perusahaan mulai menambah karyawan baru dan peralatan baru. . Djarum segera dirilis kedua, merek terkenal, Kotak Adjaib. Djarum perusahaan yang hampir tidak dapat, setelah hancur oleh kebakaran pada tahun 1963. Dibangun perusahaan, namun, dan mengambil kesempatan untuk memodernisasi dan meningkatkan peralatan-nya. Djarum juga terus menambahkan baru Kretek blends dan merek. Pada akhir tahun 1960-an dan awal 1970-an, Djarum diakui perlunya modernisasi manajemen-nya juga, dan mulai mempekerjakan profesional manajemen. Perusahaan disewa ahli dari luar negeri untuk melatih para personil, dan juga mulai mengadopsi teknik pemasaran modern. Dalam 1970, perusahaan yang didirikan sendiri pusat penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan Kretek blends baru, tetapi juga untuk mulai beradaptasi dengan mesin yang digunakan untuk memproduksi rokok putih untuk penggunaan dengan Kretek blends. . By 1976, Djarum berhasil meluncurkan pertama mesin buatan merek, Djarum Filter. Oleh itu, perusahaan

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

6

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus telah menjadi yang pertama di antara Indonesia untuk mengenali potensi pasar internasional - tidak hanya di kalangan masyarakat asing di Indonesia, tapi juga di kalangan konsumen di pasar lainnya menerima dengan campuran rempah-rempah yang digunakan dalam rokok Kretek. . Djarum mulai ekspor dan merek - dan membuat blends dan merek khusus untuk pasar ekspor - pada tahun 1972. Oleh itu, pasar domestik telah mengalami pergeseran yang dramatis. Penjualan tembakau di mana sebelumnya telah didominasi oleh rokok putih, Indonesia kini beralih ke Kretek - sebagian karena kebijakan proteksionisme diadopsi oleh rejim Suharto setelah datang kepada kuasa di tahun 1960-an. Faktor lain dalam Kretek tumbuh dari popularitas adalah semakin tinggi tingkat nikotin dalam rokok yang khas, yang dapat memberikan sebuah nikotin tagihan sebanyak dua kali lipat tinggi sebagai standar rokok putih. Pada akhir dekade itu, penjualan rokok putih Kretek surpassed untuk pertama kalinya. Pada tahun 1990-an, Kretek menyumbang lebih dari 90 persen dari seluruh penjualan rokok dan telah menjadi hampir identik dengan budaya Indonesia. Sementara pasar domestik terus untuk mendukung sejumlah besar kecil rokok keputusan, era sekarang telah menimbulkan sedikit kelompok dominan. Pada awal tahun 1980-an, Djarum tempat aman untuk dirinya sendiri di antara negara atas tiga kelompok Kretek, sebagian besar disebabkan oleh keberhasilan terbaru merek, Djarum Super, yang diluncurkan pada tahun 1981. Pada akhir dekade, yang telah menjadi merek yang kuat menjual merek dalam negeri, meningkatkan Djarum ke nomor satu spot di depan saingan utama Sampoerna, Bentoel, dan Gudang Garam. Perusahaan pertama dari luar negeri yang memproduksi rokok ini adalah Nederland Indie Trade Bureau pada tahun 1908. Djarum sendiri adalah perusahaan yang berdiri pada saat Indonesia telah merdeka pada tahun 1951 (tepatnya 21 April 1951). Pendiri Djarum adalah Oei Wie Gwan. Lambang jarum yang digunakan oleh perusahaan ini adalah jarum grama phone. Pada tahun 1983 Djarum menjadi perseroaan terbatas, PT Djarum. PT. Djarum memiliki lima nilai inti, yaitu : 1. Fokus pada pelanggan 2. Profesionalisme 3. Organisasi yang terus belajar 4. Satu keluarga 5. Tanggungjawab sosial

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

7

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus Perusahaan yang memiliki 76 lokasi kerja (70 di Kudus, 3 di Pati, 1 Rembang dan 2 di Jepara) ini cukup diakui masalah kesehatan dan keselamatan kerja karyawannya. Hal ini dibuktikan dari perolehan Zero Accident Acknowledgement pada tahun 2002. Pada tahun 2004 di Audit External Keselamatan dan Kesehatan dengan hasil 85%. Karena hasil auditan yang memuaskan, pada tahun 2005 memperoleh Bendera Emas. Pada tahun 2007, hasil auditan meningkat menjadi 93% dan tahun 2008 menunggu memperoleh Bendera Emas kembali. Karena hal itulah masalah keselamatan dan kesehatan bukan lagi menjadi masalah bagi perusahaan ini. Selain masalah keselamatan dan kesehatan, perusahaan ini juga aktif dalam bidang koperasi. Pada tahun 1976, koperasi karyawan dibuka. Koperasi yang memiliki anggota sebanyak 51 ribuan orang ini memiliki kas hingga 75 ribu miliaran hingga Januari 2008 ini. Karena ketekunannyalah, koperasi ini juga memperoleh penghargaan sebagai Koperasi Teladan dari tahun 1993 sampai dengan 1996. “Kenapa kita tidak mendapat Koperasi Teladan tahun 1997? Karena mau memberi kesempatan kepada koperasi yang lain.” jelas Handojo Setyo dalam seminarnya pada acara Facktory Visit. Selain itu, perusahaan ini juga memiliki kinerja yang sesuai dengan standar ISO (ISO tahun 9001-1994). Pada tahun 2001 mendapatkan penghargaan dan ISO diperbaiki menjadi ISO 90012000. Perusahaan ini juga memiliki program-program penghijauan. Program yang dimulai sejak tahun 1977 ini telah banyak berpengaruh untuk masyarakat sekitar. Kota Kudus yang dulu gersang, dengan adanya program ini akhirnya kota Kudus dapat hijau kembali. Tidak hanya itu pada tahun 1980-1985, PT Djarum membagikan bibit mangga kepada 59 Desa di Kudus. Pada tahun 1995 sesuai dengan data dari Pemerintahan Propinsi mencatat bahwa penghasilan warga dari penjualan mangga mencapai 2,5 miliaran. Hingga saat ini pun program penghijauan itu terus berjalan. Perusahaan yang memiliki nilai ekspor hampir 16 juta dolar Amerika (tahun 2007) ini juga telah mampu mengolah limbah pabrik dengan sangat baik. Menurut Sucofindo pada Agustus 2007, data menyebutkan limbah air, uji odorant dan juga uji emisi yang berhasil diolah jauh dibawah baku mutu yang ditetapkan. Jadi perusahaan ini telah mampu untuk mengolah limbah dengan baik. Sejarah perusahaan:

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

8

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus PT Djarum Indonesia merupakan salah satu dari tiga produsen "Kretek" rokok, yang dominan berupa tembakau di negara yang menempati urutan sepuluh di antara negara-negara dengan harga tertinggi dari perokok. Kretek rokok lokal berisi tumbuh tobaccos dijus dengan cengkeh - yang biasanya mewakili sekitar sepertiga dari rokok, tetapi dapat sebagai tinggi sebagai kisaran 50 persen dari rokok Kretek konten - dan dicampur dengan khusus "saus" (saus) khusus untuk setiap merek. J saus dapat berisi hingga 100 bahan yang berbeda, termasuk flavorings, rempah-rempah, buah-buahan, kopi, dan lainnya seasonings. . Ada yang akan berkata lebih dari 2000 merek Kretek, yang diproduksi oleh sebanyak 500 perusahaan yang berbeda, di Indonesia, namun hanya segelintir kecil pendekatan ukuran Djarum. Perusahaan memproduksi berbagai merek Kretek untuk pasar domestik, termasuk kapal Djarum Super, yang terbaik-menjual merek, Djarum Coklat, Inspiro, LA Lights, dan lain-lain. Jika Djarum terus duke it out di rumah dengan saingan utama Gudang Garam dan Sampoerna, akan ada diklaim sebagai pemimpin porsi pasar internasional untuk rokok Kretek. Perusahaan ekspor merek, termasuk Djarum Original, Djarum Black, Djarum Bali Hai, LA Lights, dan LA Lights menthol, dan buah-flavored rokok seperti Djarum Cherry, membantu mempertahankan posisi pasar sebagai tinggi sebagai 70 persen, seperti di Amerika Serikat. Pada awal abad ke-21, Djarum telah memulai sebuah diversifikasi drive, fueled oleh kuat arus kas yang disediakan oleh penjualan rokok. . Pada tahun 2001, perusahaan yang menjadi pemegang saham mayoritas di-Suharto gagal dikontrol Bank Central Asia (BCA), kemudian, pada tahun 2003, memasuki properti dengan pembangunan sektor pembangunan $ 100 juta pertokoan. . Perusahaan juga telah memasukkan produksi alat elektronik, dan pada tahun 2004 mulai 30 tahun kontrak untuk meningkatkan dan mengelola dua hotel menonjol Jakarta, Hotel Indonesia dan Hotel Wisata. Perusahaan tersebut dimiliki oleh keluarga yang diam-diam Hartono, dan telah dipimpin oleh saudara Budi dan Bambang Hartono sejak awal abad ke-21.

2.2 Visi Perusahaan
Memenuhi kebutuhan rokok bagi seluruh para perokok.

2.3 Struktur Organisasi PT Djarum
Untuk mencapai tujuan perusahaan secara efektif dan efisien maka dilakukan pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab dari semua unsuryang bersangkutan. Struktur organisasi yang digunakan oleh PT Djarum adalah struktur organisasi garis dimana garis wewenang mengalir

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

9

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus dari atasan ke bawah yang setingkat dibawahnya, sebaliknya bawahan bertanggung jawab kepada atasan yang berada setingkat diatasnya. Tiap-tiap atasan memiliki sejumlah bawahan tertentu dan tiap bawahan hanya memiliki serta bertanggung jawab kepada seorang atasan. Berikut adalah pokok garis besar tugas dan tanggung jawab dari setiap fungsi struktur organisasi:

1. Stockholder
Merupakan badan tertinggi dalam perusahaan yang bertugas menetapkan arah, sasaran dan tujuan jangka panjang perusahaan. Berwenang mengangkat dan memberhentikan dewan komisaris dan dewan direksi.

2. Board of Commissioners
• • • • Mengawasi pekerjaan dan pengurusan direksi. Memberhentikan anggota direksi yang dianggap telah menyimpang dari haluan perusahaan, sementara menunggu keputusan dari Rapat Umum Pemegang Saham. Menerima dan memeriksa laporan pertanggung-jawaban tahunan dari direktur. Memberi laporan mengenai keadaan perusahaan kepada Rapat Umum Pemegang Saham.

3. Chief Executive Officer (CEO)
Bertugas memimpin kegiatan perusahaan secara keseluruhan, mewakili perusahaan untuk melaksanakan semua pembicaraan dan pengadaan transaksi dengan pihak luar untuk kepentingan serta kelangsungan hidup perusahaan.

4. Chief Organizer Officer (COO)
Bertugas mengatur manajer-manajer dalam menjalankan dan mengelola departemennya dan menerima pertanggung-jawaban mereka. masing-masing

5. Managing Director
Mengelola semua fungsi perusahaan yang bertujuan mencapai perkembangan dan menjamin kelangsungan hidup perusahaan. Dalam menjalankan tugasnya managing director dibantu oleh direktur-direktur sebagai pimpinan masing-masing departemen.

6. Marketing Director
Mengelola departemen pemasaran melalui kebijakan-kebijakan pemasaran yang sesuai dengan kebijakan perusahaan.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

10

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus a. Assistant Marketing Director • • Membantu marketing director dalam membuat kebijakan-kebijakan pemasaran dan menjamin berjalannya kebijakan-kebijakan tersebut di seluruh daerah pemasaran. Memberikan pengarahan kepada semua distribution manager dalam memecahkan persoalan-persoalan yang timbul di daerah-daerah pemasaran masing-masing. b. Distribution Manager • • Melaksanakan kebijakan pemasaran di daerah masing-masing. Merencanakan kegiatan pemasaran di daerah masing-masing, melaksanakan dan mempertahankannya serta meningkatkan pangsa pasar di daerahnya.

Mengidentifikasikan kesempatan pasar dan berusaha untuk memanfaatkan kesempatan tersebut. • • • • • Mendapatkan umpan balik dari konsumen guna meningkatkan kepuasan konsumen. Menjamin tercapainya tingkat penjualan sesuai dengan rencana pemasaran. Memonitor strategi pemasaran pesaing dan mengambil tindakan untuk menjamin kekuatan pemasaran. Membangun citra perusahaan yang baik. Menentukan sarana promosi yang efektif. departemen

7. Finance Director
Bertanggung jawab mengelola departemen keuangan serta menentukan kebijakan bidang keuangan guna mendukung tercapainya tujuan perusahaan penggunaan. a. Accounting Manager • • • • Menjamin terciptanya ketertiban administrasi keuangan dalam perusahaan dengan mendesain sistem pembukuan yang tepat. Menyajikan laporan keuangan perusahaan. Mengelola penyediaan dan penggunaan dana perusahaan secara efisien. Menyajikan analisis laporan keuangan perusahaan dan memberikan saran- saran b. Treasurer melalui efisiensi dan efektivitas

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

11

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus kepada manajemen guna menjaga efisiensi penggunaan dana perusahaan.

8. Production and Technical Director  Mengelola departemen produksi dengan tujuan menghasilkan produk dalam jumlah
dan mutu sesuai kebutuhan pemasaran dengan memperhatikan produktivitas dan efisiensi.

 Mengelola departemen teknik guna kelancaran mesin-mesin serta alat-alat yang
dipergunakan dalam proses produksi secara keseluruhan. a. Production Manager • • Mengelola departemen produksi guna menghasilkan produk dalam jumlah, mutu, dan harga sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Menentukan kebijakan-kebijakan untuk peningkatan efisiensi produksi.

b. Technical Manager Menunjang kelancaran produksi melalui jasa pembuatan suku cadang mesin dan peralatan penyediaan sumber tenaga (listrik) secara efektif dan efisien.

9. Human Research and Development Director (HRD)  Menunjang tujuan perusahaan melalui pengelolaan sumber daya manusia secara
efektif.

 Menentukan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan sumber daya manusia.
a. Personal Staff Manager • • Memformulasikan sistem-sistem dan prosedur kepersonaliaan yang sesuai dengan tujuan perusahaan untuk mencapai produktivitas sumber daya manusia. Menjamin bahwa seluruh sistem dan prosedur yang telah ditetapkan dapat berlaku dengan baik (untuk karyawan bulanan). b. Labor Relation Manager • • Membantu personal director dalam pengelolaan sumber daya manusia (harian dan borongan). Mengusahakan iklim kerja yang harmonis termasuk hubungan baik antara serikat pekerja, perusahaan dan buruh dengan tujuan mendapatkan tingkat produktivitas

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

12

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus sumber daya manusia yang tinggi. c. Office and Administration Manager Membantu personal manager dalam hal pengelolaan administrasi kantor, hubungan masyarakat, keamanan, transportasi, dan pemeliharaan bangunan.

10. Purchasing Director
Bertanggung jawab mengelola pembelian serta pembuatan kebijakan- kebijakan yang berkenaan dengan pengadaan bahan baku dan bahan pembantu guna menjamin kelancaran produksi. Purchasing Manager • Merencanakan kebutuhan dan pengadaan bahan baku dalam jumlah, mutu dan harga yang selaras dengan kebijakan perusahaan. Mengkoordinir tim pembelian di daerah-daerah penghasil guna mendapatkan bahan baku yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. • • Mengatur strategi pembelian. Mengkoordinir dan mengawasi pembelian bahan-bahan pembantu seperti kebutuhan suku cadang dan yang lainnya.

11. Research and Development Director
Bertanggung jawab mengelola departemen penelitian dan pengembangan dengan tujuan menghasilkan produk yang dapat memenuhi selera konsumen. a. Assistant R & D Director Membantu R & D director dalam pelaksanaan kebijakan departemen untuk mencapai tujuan perusahaan melalui fungsi-fungsi yang ada dibawahnya. b. Basic Research Manager Mengadakan penelitian mengenai bahan-bahan yang digunakan serta menjabarkannya dalam perumusan yang diperlukan dalam proses pengembangan produk guna mencapai rasa dan pemakaian bahan yang optimal. c. Product Research Manager

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

13

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus • • • Memperbaiki mutu produk yang telah beredar dipasaran. Mengadakan penyesuaian rasa bila ternyata selera pasar mengalami perubahan. Menciptakan produk baru sesuai dengan kebutuhan pasar.

d. Agronomic Research Manager • Memberikan pengarahan-pengarahan kepada petani tembakau di daerah- daerah penghasil tembakau mengenai cara penanaman tembakau yang benar serta jenis tembakau yang menguntungkan petani.

Mengadakan penelitian untuk menemukan cara penanaman tembakau yang lebih baik agar dihasilkan kualitas tembakau yang makin tinggi.

12. Information System (IS)
Membantu manajemen dalam pembuatan keputusan dengan jalan mengolah data informasi secara tepat dan akurat PT Djarum Kudus memiliki enam departemen yang masing-masing dipimpin oleh seorang direktur dengan 24 orang manajer dan masing-masing manajer tersebut membawahi beberapa orang kepala bagian. Khusus untuk departemen produksi dibawah kepala bagian. Keenam departemen yang ada di PT Djarum dapat dikelompokkan menurut pusat-pusat pertanggung jawaban sebagai berikut ; 1. Pusat biaya teknik • Departemen Teknis dan Produksi • Departemen Pembelian 2. Pusat biaya kebijakan • Departemen Keuangan • Departemen Personalia dan Administrasi • Departemen Penelitian dan Pengembangan 3. Pusat pendapatan • Departemen Pemasaran Secara keseluruhan struktur organisasi PT Djarum dipandang sebagai pusat laba. Sedangkan untuk mengukur kinerja perusahaan dapat dilihat dari hasil perhitungan antara laba yang diperoleh perusahan dengan laba yang dianggarkan.

2.4 Sasaran Perusahaan Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
14

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus Dalam era teknologi dan persaingan pasar yang makin ketat sekarang ini, limpahan informasi dan terbukanya peluang untuk mengakses informasi membuat konsumen makin kritis dalam memilih produk. Agar dapat unggul dalam persaingan, salah satu jalan yang ditempuh oleh perusahaan adalah dengan kemampuan mengelola dan menyampaikan informasi kepada konsumennya dimana salah satu wujudnya adalah melalui kegiatan pengiklanan (advertising). Advertising yang tepat sasaran (efektif) dapat digunakan oleh perusahaan/ produsen dan biro iklan untuk mempengaruhi persepsi dan preferensi konsumen terhadap berbagai merek produk di pasar yang pada akhirnya juga menjadi salah satu faktor penting dalam proses pengambilan keputusan oleh konsumen untuk memilih produk. Selain sebagai alat penyampaian pesan (informasi), advertising yang dilakukan haruslah mampu bersaing dengan berbagai kegiatan periklanan perusahaan pesaing serupa untuk memenangkan minat konsumen serta mempertahankan image perusahaan itu sendiri. Dari sisi konsumen, iklan (advertising) sendiri dipandang sebagai suatu media penyedia informasi tentang kemampuan, harga, fungsi produk, maupun atribut lainnya yang berkaitang dengan suatu produk (Durianto:2003). Sebaik apapun kualitas suatu produk jika tidak diikuti dengan informasi yang tepat tentang keberadaan produk tersebut di pasar (market), maka kecil sekali peluang bagi produk untuk dibeli dan dikonsumsi oleh konsumen. Dengan informasi sempurna yang dimiliki konsumen akan keadaan pasar dan produk-produk di dalamnya maka akan berpengaruh terhadap tingkat persaingan di pasar, dan sebaliknya keterbatasan informasi akan kondisi (harga, kualitas, dll) produk-produk di pasar menyebabkan tiap-tiap produsen memiliki kurva demand (permintaan) yang menunjukkan kemiringan negatif yang mampu menimbulkan market power (kuasa pasar) bagi setiap produsen. Kenyataan tersebut bukannya tidak disadari oleh PT Djarum, yang tepat pada penghujung tahun 2005 kemarin telah meluncurkan produk barunya Djarum Super Mezzo, atau yang selanjutnya lebih dikenal dengan nama Mezzo saja. Dalam peluncuran produk terbarunya itu PT Djarum berusaha menonjolkan kesan mewah dan elegan yang dapat diketahui dari pemilihan tempat, yaitu tepat di atap plaza Semanggi Jakarta dan dengan mengundang beberapa musisi papan atas ibukota seperti DEWA, Ten2Five, dan Dewi Sandra untuk memeriahkan acara peluncuran yang bertajuk “Djarum Super Mezzospere a Lift of Live” tersebut .Kesan elegan yang ditunjukkan

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

15

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus Mezzo juga dapat dilihat dari kemasannya yang terlihat eksklusif dan menggunakan teknik “hot stamping“, dimana di Indonesia hanya dipakai oleh Djarum Super Mezzo. PT Djarum sendiri menempatkan Mezzo pada market dikalangan muda kota besar dengan karakteristik gaya hidup stylish dan dinamis khas eksekutif muda metropolitan. Mezzo, yang sejak 28 November 2005 telah tersedia di pasar kota-kota besar, adalah rokok kretek mild (kretek filter low tar dan nikotin) dan termasuk dalam jajaran premium brand dari Djarum Super. Adapun sebagai pendatang atau produk baru dalam pasar rokok kelas mild, Djarum Mezzo akan menghadapi persaingan dengan para pemain lama produk rokok mild, semisal: A Mild milik PT Sampoerna (yang menjadi pelopor munculnya rokok mild di Indonesia), Star Mild dan X Mild milik Bentoel, Marlboro Light, Gudang Garam Nusantara, Wismilak dengan Wismilak Light, dsb. serta belum lagi rokok-rokok mild segmen menengah ke bawah yang muncul di daerah tertentu saja. Bahwa sebagaimana umumnya produk baru, maka produsen akan berusaha menginformasikannya ke pasar melalui kegiatan promosi. Begitu juga bagi PT Djarum dalam mempromosikan Djarum Mezzo yang salah satu sarana promosinya adalah melalui periklanan (advertising) dengan media iklan televisi. Dari lima bauran promosi, menurut Durianto (2003) yaitu Periklanan, Promosi Penjualan, Personal Selling, Public Relations, maupun Direct Marketing; Periklanan (advertising) seringkali menjadi perhatian penting karena selain posisinya yang strategis (mampu menjangkau konsumen secara luas) juga memerlukan biaya yang cukup besar. Besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk periklanan (terutama iklan di media televisi) menjadikan perusahaan harus berhati-hati dan lebih bijak dalam membelanjakan dananya serta memperoleh suatu efisiensi. Yang terjadi dalam prakteknya adalah seringkali sebuah iklan menjadi sumber pengeluaran yang besar tanpa mampu memberikan return yang memuaskan, ketika produk mereka gagal di pasaran. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa hanya sedikit pemirsa yang mampu menerima perhatian dan pemahaman pesan iklan dari ratusan iklan yang ditayangkan setiap hari. Belum lagi dengan banyaknya stasiun televisi (baik swasta atau negri) yang ada, dan fenomena berpindahpindah saluran (zapping) yang seringkali muncul. Kecenderungan ini terjadi pada hampir seluruh golongan audience termasuk pada mahasiswa yang merupakan salah satu golongan audience tersebut.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

16

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus Hambatan lain yang muncul adalah dari aspek hukum, dimana untuk iklan rokok di Indonesia dibatasi oleh Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP RI) No. 81 tahun 1999 dan diperbarui dengan PP RI No.38 tahun 2000 tentang pengamanan rokok bagi kesehatan. Peraturan Pemerintah (PP) tersebut membatasi perusahaan produsen rokok di Indonesia sehingga tidak dapat dengan bebas melakukan kegiatan kampanye periklanan dan komunikasi pemasaran atas produk yang dihasilkannya. Di dalam Peraturan Pemerintah tersebut mengatur tentang pembatasan kegiatan periklanan dan promosi yang antara lain berisi: pelarangan pemberian produk secara gratis (sampling tester), ketentuan materi iklan untuk produk rokok, dan ketentuan penggunaan media iklan. Sedangkan media iklan yang dapat digunakan yaitu media luar ruangan (outdoor) dan media elektronik. Iklan rokok pada media elektronik sendiri hanya dapat dilakukan pada pukul 21.30 s/d 05.00 waktu setempat. Tetapi jeda waktu yang ditetapkan itu semakin pendek, karena adanya himbauan pemerintah tentang penghematan energi listrik, maka efektifitas terjadi hanya pada pukul 21.30 s/d 01.00 waktu setempat. Melalui PP (Peraturan Pemerintah) tersebut, pemerintah juga melarang pengiklan untuk menampilkan rokok dalam bentuk aslinya. Karena itu jika kita mengamati ratusan iklan yang muncul, ditayangkan di televisi setiap hari, iklan rokok tampil lebih sebagai anomali. Jika iklan produk lain tampil begitu vulgar, pesan yang sampai begitu segar dan jelas, iklan rokok justru bersembunyi, pesan lebih sebagai penyiasatan. Akibatnya, pesan datang dengan cara yang melingkar, memainkan kekuatan gambar dan imajinasi. Maka tidak heran jika dalam iklan rokok, kreativitas mendapat ujian yang paling tinggi. Mengingat besarnya biaya yang harus ditanggung produsen pada awal kemunculan suatu produk dan adanya Peraturan Pemerintah RI (Republik Indonesia) tentang pembatasan periklanan dan promosi terhadap produk rokok maka perlu dikaji efektivitas iklan televisi yang ditayangkan yang biasanya menggunakan beberapa model atau metode dengan pertimbangan konsumen hidup dalam lingkungan yang kompleks yang mengarah pada kompleksitas perilaku mereka. Dengan menggunakan suatu model penelitian efektifitas iklan dapat dijelaskan secara sederhana perilaku konsumen yang kompleks tersebut. Durianto (2003), menyebutkan bahwa terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk melihat efektifitas suatu iklan televisi berdasarkan dampak komunikasi yang ditimbulkan, yaitu:

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

17

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus CRI (Customer Response Index), DRM (Direct Rating Method), EPIC Model, dan CDM (Consumer Decision Model). Dalam EPIC Model memisahkan empat dimensi kritis sebuah iklan yaitu Empathy, Persuation, Impact, dan Communication untuk kemudian dianalisa guna melihat efektifitas masing-masing dimensi tersebut secara terpisah sehingga dapat diketahui pada dimensi yang manakah sebuah iklan memiliki kelemahan dalam pencapaian tujuannya, serta selanjutnya dibuat strategi baru untuk memperbaikinya.

2.5 Sumber Daya Manusia
Dalam proses pembuatan di SKT ini memang terdapat beberapa unit pekerja. Tetapi yang cukup repot kelihatannya ialah bagian linting dan pegunting. Untuk unit ini tidak kurang 2.400 karyawan wanita yang mengantungkan hidupnya. Mereka dibagi lagi menjadi satu kelompok yang terdiri atas dua orang. Jumlahnya berkisar sekitar 1.200 orang baik linting dan gunting. Untuk upah harian, jerih payah buruh pabrik ini memang terbilang kecil bagi ukuran gaji buruh di Jakarta. Mereka dibayar dengan upah perjam sekitar Rp.9.750/per 1.000 batang buat satu grup yang terdiri dua orang tersebut. Tetapi biasanya, satu grup bisa membuat 3.000 batang dalam waktu kurang dari 4 jam. Tentu cukup lumayan untuk daerah seperti Kab.Kudus yang harga makanan dan minuman masih terbilang rendah ini. PT Djarum memiliki 32 unit SKT (Sigaret Kretek Tangan), jika masing – masing unit terdiri dari tidak kurang 2.400 pekerja. Jadi total keseluruhan tenaga kerja di PT Djarum lebih dari 76.800 jiwa. Bukan angka yang sedikit untuk sebuah pabrik rokok yang dalam satu tahunnya mampu menghasilkan 70.000.000 batang rokok. Tentu saja angka tersebut belum termasuk para tenaga kerja untuk SKM atau bagian-bagian lainnya.

2.6 Profil Produk
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain. Jenis – jenis rokok juga bermacam – macam:

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

18

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus 1. Rokok berdasarkan bahan pembungkus.

a. Klobot: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun jagung. b. Kawung: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun aren. c. Sigaret: rokok yang bahan pembungkusnya berupa kertas d. Cerutu: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun tembakau.
2. Rokok berdasarkan bahan baku atau isi.

a. Rokok Putih: rokok yang bahan baku atau isinya hanya daun tembakau yang diberi saus
untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.

b. Rokok Kretek: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau dan cengkeh
yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.

c. Rokok Klembak: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau, cengkeh, dan
kemenyan yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu. 3. Rokok berdasarkan proses pembuatannya.

a. Sigaret Kretek Tangan (SKT): rokok yang proses pembuatannya dengan cara digiling atau
dilinting dengan menggunakan tangan dan atau alat bantu sederhana.

b. Sigaret Kretek Mesin (SKM): rokok yang proses pembuatannya menggunakan mesin.
Sederhananya, material rokok dimasukkan ke dalam mesin pembuat rokok. Keluaran yang dihasilkan mesin pembuat rokok berupa rokok batangan. Saat ini mesin pembuat rokok telah mampu menghasilkan keluaran sekitar enam ribu sampai delapan ribu batang rokok per menit. Mesin pembuat rokok, biasanya, dihubungkan dengan mesin pembungkus rokok sehingga keluaran yang dihasilkan bukan lagi berupa rokok batangan namun telah dalam bentuk pak. Ada pula mesin pembungkus rokok yang mampu menghasilkan keluaran berupa rokok dalam pres, satu pres berisi 10 pak. Sayangnya, belum ditemukan mesin yang mampu menghasilkan SKT karena terdapat perbedaan diameter pangkal dengan diameter ujung SKT. Pada SKM, lingkar pangkal rokok dan lingkar ujung rokok sama besar. 4. Sigaret Kretek Mesin sendiri dapat dikategorikan kedalam 2 bagian : a. Sigaret Kretek Mesin Full Flavor (SKM FF): rokok yang dalam proses pembuatannya ditambahkan aroma rasa yang khas. Contoh: Gudang Garam Filter Internasional, Djarum Super, dll.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

19

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus b. Sigaret Kretek Mesin Light Mild (SKM LM): rokok mesin yang menggunakan kandungan tar dan nikotin yang rendah. Rokok jenis ini jarang menggunakan aroma yang khas. Contoh: A Mild, Star Mild, U Mild, LA Light, Surya Slim, dll. 5. Rokok berdasarkan penggunaan filter.

a. Rokok Filter (RF) b. Rokok Non Filter (RNF)

: rokok yang pada bagian pangkalnya terdapat gabus. : rokok yang pada bagian pangkalnya tidak terdapat gabus.

Resep dalam proses pembuatan rokok pada umumnya : 1. Rokok beraroma :

a. Tembakau c. Saos Top d. Bahan tambahan e. Penyedap
2. Rokok tanpa aroma :

: Temenggung,srintil,paiton,lombok,besuki dan madura.

b. Saos dasar / casing : casing 76 (doperoleh dari Bangkit jaya sidoarjo) KCR,Tabac Casing.
: Havana , Pisang Ambon , DNK. : Alkohol , PG,Glukosa, dan air. : Cengkeh dan minyak cengkeh.

a. Tembakau c. Saos Top d. Bahan ambahan e. Penyedap
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Maple sweet Chocolate Licorin Plum casing Coffe Dried nangka Dried fruit

: Madura,Paiton, Besuki, Lombok.

b. Saos dasar / casing : Casing Coklat
: Tabac sweet dan Saos : Alkohol, PG, air. : Cengkeh dan minyak cengkeh (zanzibar IFF : 0.2 : 0.2 : 0.4 : 0.3 : 0.35 : 0.35 : 0.15

Resep Khusus Rokok Kretek Djarum :

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

20

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus

Produk yang diproduksi oleh PT Djarum : A. Dipasarkan Dalam Negeri 1. Djarum Super

Djarum Super kretek cigarettes terbuat dari campuran tembakau terbaik dari Jawa dan Sumatra ditambahkan dengan cengkeh sebagai ciri khas rokok kretek mengandung 32 mg Tar, 1.8 mg Nicotine dan aroma buah - buahan. Menimbulkan aroma yang menggairahkan. Djarum Super telah menjadi sebuah ikon rokok kretek di seluruh dunia. 2. Dajrum Coklat

Djarum Coklat terbuat dari tembakau Jawa dan Sumatra yang telah matang, tembakau srintil dengan kualitas terbaik dan cengkeh yang telah dimatangkan selama 1 tahun. Dicampur dengan resep turun temurun dari beberapa generasi selama 120 tahun lebih dan mengandung 38 mg Tar, 2.4 mg Nicotine, hasilnya adalah rokok dengan aroma dan rasa yang luar biasa. 3. Djarum 76

Djarum 76 adalah rokok tanpa filter yang diracik dengan resep rahasia turun temurun selama 120 tahun dan disempurnakan dengan berbagai macam penelitian untuk meninggkatkan cita rasa rokok tersebut. Terbuat dari tembakau matang dan mengandung 38

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

21

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus mg Tar, 2.4 mg Nicotine dan pemilihan cengkeh yang berkualitas dan di campurkan dengan aroma cita rasa khas Indonesia. 4. Djarum Istimewa

Djarum istimewa terbuat dari tembakau yang telah matang, cengkeh dan aroma tradisional. Dengan menggunakan racikan rahasia yag di turunkan secara turun temurun dari beberapa generasi sebelumnya selama 120 tahun. Membuat Djarum Istimewa memiliki cita rasa tradisional yang khas dengan masyarakat Indonesia. 5. L.A Lights

Djarum LA Lights Mild adalah rokok berfilter trendi khusus untuk para penikmat rokok ringan. Bahan-bahannya adalah campuran dari tembakau terbaik dan cengkeh yang istimewa dengan campuran rasa. Mengandung 25 Mg Tar and 1.6 Mg Nicotine, membuatmu merasakan aroma sesungguhnya dari negara Indonesia. 6. L.A Lights Mentol

LA Lights Mild Mentol terbuat dari tembakau pilihan dengan cengkeh dan dicampur dengan 100% menthol alami. LA Lights Mentol tepat bagi siapa yang ingin merasakan pengalaman yang benar – benar menyegarkan. Mengandung 25 Mg Tar and 1.6 Mg Nicotine.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

22

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus 7. Djarum Black

Djarum Black terbuat dari temabakau alami pilihan dan cengkeh yang dicampur dengan aroma rempah – rempah. Yang dibalut dengan kertas hitam menambah kenikmatan tersendiri bagi para pecinta rokok kretek. Mengandung 25 Mg Tar dan 1.6 Mg Nicotine. 8. Djarum Black Cappucino

Djarum Black Cappucino terbuat dari tembakau pilihan dan campuran cengkeh yang ditambahkan dengan aroma cappucino yang kaya rasa. Mengandung 25 Mg Tar and 1.6 Mg Nicotine. 9. Djarum Black Tea

Djarum Black Tea terbuat dari campuran teh pilihan yang di gabungkan dengan cita rasa tembakau terbaik dan cengkeh. Menghasilkan pengalaman yang berbeda pada saat menghisap rokok ini.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

23

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus

B. Dipasarkan Luar Negeri
1. Djarum Super

Djarum Super kretek cigarettes terbuat dari campuran tembakau terbaik dari Jawa dan Sumatra ditambahkan dengan cengkeh sebagai ciri khas rokok kretek mengandung 32 mg Tar, 1.8 mg Nicotine dan aroma buah - buahan. Menimbulkan aroma yang menggairahkan. Djarum Super telah menjadi sebuah ikon rokok kretek di seluruh dunia. 2. Dajrum Black

Djarum Black terbuat dari temabakau alami pilihan dan cengkeh yang dicampur dengan aroma rempah – rempah. Yang dibalut dengan kertas hitam menambah kenikmatan tersendiri bagi para pecinta rokok kretek. Mengandung 25 Mg Tar dan 1.6 Mg Nicotine. 3. Djarum Special

Djarum Special terbuat dari campuran cengkeh dan tembaku yang telah matang sempurna dengan ditambahkan aroma rempah – rempah. Yang membuat rokok ini istimewa adalah dengan dibalut dengan kertas coklat istimewa seakan berbentuk seperti cerutu membuat rokok ini menjadi salah satu brand yang terkenal di kalangan penikmat rokok kretek.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

24

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus 4. Djarum Lights

Dajurm Lights terbuat dari cengkeh dan tembakau yang dipilih secara teliti untuk menghasilkan cita rasa sempurna. Rokok ini sangat sempurna bagi orang yang suka merasakan pengalaman menghisap rokok mild. 5. Djarum Bali Hai

Djarum Bali Hai terbuat dari rempah – rempah alami Indonesia dan tembakau yang eksotik, dengan aroma yang menghangatkan. Rokok ini dibuat untuk orang yang cinta alam dan petualangan. 6. Djarum Splash

Djarum Splash terbuat dari cengkeh terbaik dan tembakau dengan aroma yang menggairahkan dan meningkatkan kenyamanan. Sangat cocok digunakan untuk orang – orang yang aktif dan bergaya hidup untuk olah raga. 7. Djarum Cherry

Djarum Cherry terbuat dari cengkeh dan tembakau pilihan dengan campuran aroma cherry. Menghasilkan cita rasa yang segar dan unik yang tidak pernah dibayangkan orang sebelumnya.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

25

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus 8. Djarum Vanilla

Djarum Vanilla terbuat dari campuran cengkeh dan tembakau pilihan yang dicampurkan dengan aroma vanilla. Menimbulkan cita rasa yang unik, hangat dan rasa yang sangat manis. 9. Djarum Menthol

djarum Menthol terbuat dari cengkeh dan tembakau dengan aroma menthol. Sangat tepat digunakan untuk orang yang ingin merasakan pengalaman yang menyegarkan. 10. L.A Lights

Djarum LA Lights Mild adalah rokok berfilter trendi khusus untuk para penikmat rokok ringan. Bahan-bahannya adalah campuran dari tembakau terbaik dan cengkeh yang istimewa dengan campuran rasa. Mengandung 25 Mg Tar and 1.6 Mg Nicotine, membuatmu merasakan aroma sesungguhnya dari negara Indonesia. 11. L.A Lights Mentol

LA Lights Mild Mentol terbuat dari tembakau pilihan dengan cengkeh dan dicampur dengan 100% menthol alami. LA Lights Mentol tepat bagi siapa yang ingin merasakan pengalaman yang benar – benar menyegarkan. Mengandung 25 Mg Tar and 1.6 Mg Nicotine.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

26

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus 12. Djarum Spice Island

djarum Spice Island terbuat dari tembakau Jawa yang disortir dan dicampur dengan cengkeh yang sudah matang dan digulung dengan teliti di Besuki binder yang terkenal di dunia dengan menggunakan kertas pembungkus dari Jawa Timur. Menjadikan sebuah cita rasa yang sempurna. 2.7 Sigaret Kretek Tangan (SKT) Sigaret Kretek Tangan (SKT) adalah sebuah metode pembuatan rokok dengan menggunakan kemampuan dan kinerja tangan manusia. Metode ini tidak menggunakan mesin canggih yang pengerjaannya hanya dengan menekan dan mengontrol kinerja mesin saja. Metode ini dilakukan dengan keahlian tangan manusia. Penulis akan membahas metode SKT dan pabrik rokok yang menjadi bahan dalam tulisan ini adalah PT Djarum. PT Djarum memiliki 32 brak (tempat bekerja) dan memiliki karyawan untuk SKT ini kurang lebih 58.000 orang. Dalam setiap brak memiliki jumlah karyawan yang berbeda-beda. Saat penulis mengunjungi salah satu brak (brak megawon 4), jumlah karyawannya kurang lebih 2.400 orang. PT Djarum memiliki keunikan dalam metode SKT-nya. Perusahaan ini hanya mempekerjakan wanita untuk tim pembuat dan pengepakan rokok. “ya, wanitakan biasanya lebih kreatif dan lebih disiplin,” jelas Teguh Waspada yang menjadi pemandu kunjungan. Perusahaan ini pernah menggunakan tenaga lelaki dibidang ini, tapi produksi mulai menurun. Penurunan ini terjadi dibagian jumlah, kualitas, kecepatan, dan juga masalah kedisiplinan. Hal tersebut dijelaskan Teguh Waspada disela penjelasannya yang lain. Tenaga laki-laki di metode SKT ini digunakan hanya pada bagian teknis. Laki-laki biasanya diposisikan pada bagian pengontrol pekerja, pengontrol kualitas, pengontrol bahan-bahan, dan bagian teknis lain. Proses pembuatan rokok dengan metode ini adalah seperti berikut;

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

27

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus 1. Bahan baku dari petani yang telah disimpan dan diracik disiapkan (tembakau yang disimpan 2 tahun + cengkeh yang disimpan 1 tahun + rempah-rempah lan). 2.Kertas sigaret yang dibeli dari pabrik kertas BMJ Karawang disiapkan. 3. Pegawai mengambil racikan rokok dan gulungan kertas sigaret untuk dilinting. 4. Untuk pembuatan rokok kretek tanpa filter ini, dibutuhkan 2 orang pekerja (1 sebagai pelipat dan 1 sebagai batil atau penggunting). 5. Pegawai pertama akan memasukkan racikan rokok ke dalam alat penggulung. Tuas ditarik dan didorong lagi agar alat tersebut menyimpan racikan rokok. 6. Pegawai kedua menyiapkan kertas sigaret yang pinggirnya telah dilumuri lem tapioka. 7. Setelah itu kertas sigaret dimasukkan pada jalur gulungan untuk siap menerima racikan rokok oleh pegawai pertama. 8. Setelah kertas sigaret menerima racikan rokok, maka lem akan dilekatkan pada bagian yang lain sehingga membentuk rokok yang berbentuk kerucut terpancung. 9. Setelah itu, pegawai kedua mengambil lintingan rokok dan menggunting ujung rokok yang berlebih/ meratakan. 10. Setelah dirapikan dan diikat sebanyak 50 batang, rokok siap untuk masuk ke dalam pengontrol kualitas. Pada bagian pengontrol kualitas, rokok akan dicek kondisinya. Pengecekan ini dilakukan mulai dari panjang diameter, bentuk, kepadatan, dan juga kebersihan. Rokok-rokok yang telah lolos pada bagian ini akan siap untuk dibungkus. Sedangkan rokok-rokok yang gagal akan diproses ulang. Perusahaan Djarum memiliki target produksi untuk masing-masing tem pelinting rokok. Biasanya mereka mendapat kan target 4.000 batang perhari. Walaupun mereka adalah karyawan tetap, tapi perhitungan pembayaran tetap mengikuti aturan yang telah dikeluarkan oleh asosiasi pengusaha rokok kota Kudus (PPRK). PPRK menetapkan upah Rp. 10.800,00 untuk setisap 1.000 batang. Setelah rokok siap dibungkus, rokok akan dikirim pada bagian packing. Bagian ini juga memiliki tem kerja. Jumlah tem dalam bidang ini adalah 4 orang. 1 orang yang bertugas memasukkan batangan rokok ke dalam pelastik dalam. 1 orang yang bertugas mengelem plastik. 1 orang yang bertugas mengelem kertas cukai. 1 orang lagi untuk pembungkus plastik luar. Bagian pengelemen cukai adalah bagian yang sangat penting. Hal ini dikarenakan cukai merupakan masalah yang akan berhubungan dengan hukum. “rokok-rokok di sini tidak boleh keluar karena

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

28

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus belum masuk cukai. Bahaya kalau ketahuan pengawas, masalah ini berhubungan dengan hukum.” tegas Teguh Waspada pada salah satu pengunjung. Selain itu, pada bagian pembungkusan plastik luar. Pada bagian ini memang diadakan oleh PT Djarum menyusul dengan adanya pemalsuan produk Djarum. “kita juga ada plastik yang menghindari dari pemalsuan. Kita tambahkan plastik luar yang akan mempersulit pemalsu-pemalsu rokok.” dengan jelas beliau menyampaikan hal itu.

2.8 Sigaret Kretek Mesin
SKM (Sigaret Kretek Mesin) adalah sebuah metode pembuatan rokok menggunakan mesin. Rokok produksi SKM adalah rokok-rokok yang menggunakan filter atau penyaring. Pembuatan rokok dengan metode SKM ini sangat bergantung dengan kinerja mesin. Manusia hanya memiliki peranan dalam bahan baku dan pengecekan system komputerisasi kinerja mesin. Karena kinerja yang menggunakan mesin, jadi prusahaan-perusahaan rokok mendatangkan mesin-mesin pembuatan rokok dari luar negeri. Perusahaan Djarum (perusahaan yang dikunjungi penulis) mendatangkan mesin rokok dari perusahaan HAUNI dari Jerman. Mesin rokok ini baru saja diperbaharui (mesin ini didatangkan kurang dari 1 tahun belakang) dan mesin lama dari perusahaan ini telah dilelang kepada prusahaan-prusahaan rokok lain. “Mesin-mesin lama kita jual sama prusahaan-prusahaan rokok kecil lainnya.” jelas Teguh Waspada yang telah bekerja pada PT Djarum sejak tahun 1970 dan saat itu menjadi pemandu kunjungan. PT Djarum melarang pengunjung untuk membawa telphone selular, kamera dan alat apapun untuk mengabadikan gambar. Bukan karena kerahasiaan mesin atau peralatanyang ada di dalam pabrik. Himbauan itu menurut Teguh Waspada adalah himbauan dari perusahaan HAUNI langsung. Bukan kita merahasiakan mesin ini. Perusahaan rokok besarlainnya juga menggunakan mesin ini. Ini himbauan langsung dari HAUNI. Ya, jadi kita harus ikutin donk.” jelasnyadisela perjalanan menuju bus rombongan kunjungan. Mesin buatan HAUNI ini memiliki tiga tahapan pembuatan dan pengepakan rokok kretek filter. Tahap pertama, racikan rokok (tembakau + cengkeh + saos) dimasukkan ke dalam mesin. Selain itu di sisi lain juga dimasukkan filter dan kertas sigaret yang telah disiapkan.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

29

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus Setelah itu, mesin akan menyatukan bahan-bahan tersebut menjadi sebatang rokok dengan lem tapioka. Mesin ini memiliki kecepatan kerja kurang lebih 6.300 btng/mnt. Hal ini dapat dilihat dan dikontrol dari pengaturan mesin. “Mesin ini juga diatur untuk membuat rokok dengan ukuran bawah (tempat menempel dengan filter) 79,5 mm dan bagian atas (bagian yang akan dibakar) 80 mm.” jelas Erwin R yang bekerja sebagai operator salah satu mesin. Pada tahapan ini, rokok juga akan mengalami pengecekan kualitas. Rokok yang gagal akan dipisahkan. Pada mesin ini memiliki sebuah bagian yang akan mengecek ukuran diameter, panjang, bahkan massa rokok. Jadi rokokrokok yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan tidak akan lewat ke pasaran. Setelah melewati itu semua, batangan-batangan rokok yang sesuai dengan keinginan akan memasuki tahapan kedua, yaitu tahapan pembungkusan. Pada tahapan ini, operator akan menyiapkan lembaran-lembaran pembungkus, kertas foil dan juga cukai. Batangan-batangan itu akan dibungkus dengan kecepatan kerja mesin kurang lebih 500 bks/mnt. Mesin-mesin ini rata-rata memiliki target produksi sebanyak 170.000 bks/hari. Pada tahapan ini, adalah tahapan yang terpenting. Karena tahapan ini adalah tahapan dimana cukai rokok akan ditempelkan, maka ini adalah tahapan yang paling rentang karena berpengaruh dengan hukum. “Ya, karena di sini kita akan menempelkan cukai, maka di sini kita tidak boleh ceroboh. Ini kan berhubungan dengan hukum.” jelas Budi Santoso operator mesin saat ia memasukkan lembaran-lembaran cukai yang baru. Setelah rokok dibungkus dengan rapi. Maka rokok akan masuk ke tahapan ketiga. Pada tahapan ini, rokok akan di pack atau dimasukkan ke dalam slot. Tahapan akhir ini biasanya memiliki kecepatan rata-rata 52 pack/mnt. Setelah selesai semua, maka rokok siap untuk dipasarkan.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

30

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus

2.9

Sistem AMDAL / IPAL PT. Djarum Kudus

Gambar 2.1 IPAL PT Djarum

Dalam industry rokok, tembakau sangatlah diperlukan karena merupakan bahan utama produk tersebut yang kemudian akan diproses. Proses tersebut menimbulkan limbah cair berupa cairan coklat pekat yang bersifat asam. Selain limbah cair, ada juga limbah padat yaitu tempat bekas membungkus tembakau. Limbah-limbah tersebut kemudian akan diproses agar tidak menjadi berbahaya. IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) merupakan suatu tempat yang disediakan oleh PT Djarum untuk mengolah limbah-limbah tersebut. PT.Djarum yang sangat memperhatikan lingkungan itu tidak mungkin membuang limbah-limbah beracun itu secara sembarangan. Jadi, sebelum dibuang limbah-limbah tersebut harus melalui beberapa tahap pada IPAL. Pada IPAL, limbah-limbah cair tersebut diolah kembali untuk di netralisir, dan limbah padatnya dijadikan sesuatu yang lebih bermanfaat. Dalam pengolahan limbah cair tersebut PT.Djarum menggunakan alat-alat yang canggih. Saat limbah sisa pencucian cengkeh tersebut di alirkan ke IPAL maka limbah cair itu akan diolah sedemikian rupa agar kadar racunnya dapat dinetralisir. Cairan penetralnya adalah Ca (OH)2 yang bersifat basa sehingga cairan yang asam tersebut mendapatkan pH yang mendekati netral. Setelah itu, cairan diaduk2 dengan maksud pemberian oksigen (oksigenasi) dan dicampur dengan bakteri yang sengaja dikembangbiakkan di tempat tersebut. Bakteri aerob dibantu oksigen untuk proses pembusukan limbah sehingga limbah tersebut tidak lagi terlalu berbahaya.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

31

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus

Gambar 2.2 Pengolahan limbah

Setelah itu, cairan yang sudah agak berwarna bening tersebut dialirkan menuju tempat berikutnya. Pada tempat ini, jika diperhatikan, ada suatu pemisahan antara air bersih dengan ampas yang tersisa dengan proses pengendapan. Air yang bersih mengalir sedikit demi sedikit melalui celah pada design alat tersebut dan dialirkan menuju kolam ikan.Setelah diolah maka sisa cairan pembersih cengkeh tersebut akan menjadi netral dan tidak beracun lagi. Kolam ikan yang ada di dalam IPAL tersebut merupakan suatu indikator alamiah yang menunjukkan kenetralan air karena pada logikanya, ikan tidak akan dapat bertahan hidup dalam air beracun. Namun, karena mendapat respon positif dari beswan, untuk memastikan kenetralan air itu dengan lebih nyata pada manusia, disediakan makanan berupa ikan-ikan hasil tangkapan dari kolam untuk para pengunjung PT Djarum.

Gambar 2.3 kolam ikan yang berisi air limbah yang sudah diolah

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

32

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus Kemudian untuk limbah padatnya yaitu bekas bungkus tembakau juga diolah sedemikian rupa di dalam IPAL ini, dan hasil olahan limbah ini berupa pupuk kompos. Caranya dengan menghancurkan bungkus tersebut, lalu ditimbun. Hancuran bungkus yang telah ditimbun tersebut kemudian disiram, ditutupi dan dibalik secara berkala sehingga bakteri dan jamur yang ada akan membusukkan hancuran tersebut dengan cepat. Maka dari itu, pupuk kompos tersebut terasa panas di bagian dalam tumpukannya karena mengalami proses pembusukan. Ternyata limbah-limbah yang beracun tersebut di dalam IPAL ini dapat menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Hasil dari pupuk kompos itu akan dikirim ke segala penjuru Kota Kudus dan tempat pembibitan PT Djarum untuk kepentingan penghijauan di kota tersebut.

2.10

Bakti Djarum

2.10.1 Bakti Lingkungan
Program Djarum Bakti Lingkungan merupakan salah satu misi sosial PT Djarum, di samping Djarum Bakti Pendidikan dan Djarum Bakti Olahraga. Dimulai sejak tahun 1979 PT Djarum merintis menghijaukan lingkungan di kota Kudus dan berbagai daerah, termasuk di lereng Gunung Muria, Kudus. Dalam daftar perusahaan yang konsisten mengawal pelestarian lingkungan, PT Djarum termasuk salah satunya. Hal tersebut terbukti lewat program Djarum Bakti Lingkungan yang dijalankan perusahaan tersebut sejak 1979. Contoh nyatanya adalah program penghijauan Kota Kudus, Jawa Tengah. Program tersebut merupakan bentuk kepedulian serta kepekaan terhadap lingkungan sosial. Hal ini merupakan bentuk kepedulian dan upaya PT Djarum dalam pelestarian lingkungan serta upaya mengajak masyarakat mencintai tanaman sejak dini. Selain menghijaukan Kota Kudus, PT Djarum membagikan bibit pohon mangga harum manis kepada penduduk secara cuma-cuma. Hasilnya, selain Kota Kudus semakin rimbun, panen mangga tersebut memberikan pemasukan ekstra bagi penduduk. Hal tersebut tak hanya meningkatkan perekonomian mereka, namun sekaligus memperbaiki kualitas hidup. Selain bisa menikmati Kudus yang hijau dan berudara sejuk, mereka memperoleh penghasilan tambahan yang cukup besar. Untuk memaksimalkan program tersebut, PT Djarum kemudian mendirikan pusat pembibitan aneka tanaman penghijauan dan tanaman langka yang dikelola secara intensif. Dengan upaya

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

33

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus pembibitan tanaman langka tersebut, PT Djarum bisa turut menjadi bagian dari usaha mempertahankan serta melestarikan tanaman-tanaman langka tersebut agar terjaga dari kepunahan.

Gambar 2.4 pusat pembibitan PT Djarum

Program lain yang termasuk Djarum Bakti Lingkungan adalah Temu Anak Mitra Lingkungan yang berlangsung sejak 1989. Kegiatan tersebut diadakan selama empat kali dalam setahun ketika musim penghujan tiba. Program tersebut ditujukan untuk memberikan wawasan dan keterampilan tentang lingkungan kepada anak-anak. Temu Anak Mitra Lingkungan (TAML) yang juga dirintis di Kudus tersebut merupakan buah kerja sama dengan dinas lingkungan hidup setempat. Ada sejumlah kegiatan seperti pelatihan lingkungan, praktik memperbanyak tanaman, pembuatan kompos, permainan/lomba, dan sebagainya. Dukungan lain tampak pada pembinaan kesadaran lingkungan sejak dini yang diwujudkan pula dengan membantu Forum Guru Peduli Lingkungan di Kudus. Djarum juga memberikan program Penghijauan Berbasis Sekolah (PBS) di 10 kecamatan. Program tersebut dimulai sejak 2007 dan sudah tersebar di 100 sekolah di Kudus. Tujuan program ini adalah menjadikan sekolah sebagai sentra penghijauan untuk lingkungan dan sekolah tersebut bisa memberikan bibit tanaman kepada lingkungan sekitar yang membutuhkan. Berbagai kegiatan sehubungan dengan penghijauan telah dilaksanakan Djarum Bakti Lingkungan bersama masyarakat, institusi serta para aktivis LSM-LSM lingkungan. Salah satunya

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

34

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus adalah aksi penghijauan lereng Gunung Muria dengan tanaman peneduh maupun pohon bernilai ekonomi dan penanaman tanaman mangrove di Pulau Karimunjawa. Hal ini diharapkan bias mempertahankan kawasan penting resapan air kota Kudus, secara makro, juga dapat membantu mengurangi efek pemanasan global. DAS Bengawan Solo Penghijauan DAS Bengawan Solo menjadi program yang dilakukan Djarum Bakti Lingkungan secara berkesinambungan bersama Pemerintahan Daerah dengan agenda:Sosialisasi, Pemberian Pelatihan serta penanaman Pohon Buah unggul disertai dengan pemberian Sertifikat Tanah/GMRA oleh PBN Propinsi, kepada masyarakat sekitar DAS Bengawan Solo. Jumlah Bibit yang diberikan setiap Kota Kabupaten sebanyak 10.000 bibit pohon buah pertahun sebanyak 14 Kota Kabupaten, selama 5 tahun. Penghijauan DAS Bengawan Solo dijalankan atas dasar keprihatinan PT Djarum pada DAS Bengawan Solo sebagai urat nadi banyak daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hal ini berjalan seiring dengan program penanaman tanaman Mangrove yang terdiri dari Pohon Nyamplung di Pulau Karimunjawa. Djarum Bakti Lingkungan mewujudkan komitmennya dengan mendukung pula upaya mandiri dari masyarakat dalam mengelola lingkungan. “Rumah Perubahan” sebuah kontribusi pemberdayaaan komunitas yang diprakarsai tokoh masyarakat, Renald Kasali, mendapatkan dukungan pelatihan perbanyakan tanaman unggul dan penanaman tanaman buah di lokasi “Rumah Perubahan’’. Di kemudian hari diharapkan dapat memberdayakan/menambah nilai ekonomi masyarakat sekitar, sekaligus melestarikan/menambah daya dukung tanah lingkungan dengan jenis pohon yang mempunyai nilai konservasi tinggi. Semua upaya tersebut adalah bentuk konsistensi PT Djarum yang peduli pada lingkungan, demi terwujudnya negeri sehat, nyaman dan lestari serta kualitas hidup yang lebih baik, untuk kita dan anak cucu nanti.

2.10.2 Bakti Pendidikan Djarum
Sejak 1984, melalui program Djarum Bakti Pendidikan, Djarum memberikan beasiswa kepada para mahasiswa-mahasiswi strata satu berprestasi tinggi dari berbagai Perguruan Tinggi baik

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

35

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus Negeri maupun Swasta di seluruh Indonesia. Para calon penerima beasiswa Djarum tersebut diseleksi secara ketat dan harus memenuhi persyaratan IQ dan EQ sehingga mereka memiliki kecerdasan emosional dalam proses meraih prestasi. Selain mendapat bantuan biaya pendidikan, para penerima beasiswa Djarum juga menerima manfaat lain berupa program pengembangan karakter yang merupakan kelebihan dari Program beasiswa Djarum, yaitu dengan mengikuti seminar/lokakarya, pelatihan-pelatihan, leadership, motivasi, outbound, practical skills, maupun kewirausahaan ( dan lain-lain agar para Beswan Djarum bisa mandiri dan menjadi pemimpin arif. Setiap setahun sekali, kecerdasan mereka diasah melalui Lomba Karya Tulis Beswan Djarum (LKT-BD) untuk mengasah kemampuan dan kualitas berpikir kreatif dan inovatif. Seluruh Beswan Djarum juga berkesempatan untuk berkunjung ke pabrik PT Djarum di Kota Kudus sekaligus menghadiri malam pelantikan sebagai Beswan Djarum dalam satu perhelatan Silaturahmi Nasional. Seiring dengan bertambahnya jumlah Beswan Djarum, diperlukan suatu wadah untuk menampung kegiatan bagi para mahasiswa penerima beasiswa Djarum. Wadah tersebut dinamakan Ikatan Penerima Beasiswa Djarum (IPBSD) yang pada tahun 2003 disempurnakan menjadi Ikatan BESWAN DJARUM, singkatan dari Ikatan BEASISWAWAN DJARUM. Sejak itu pula para penerima beasiswa Djarum disebut dengan Beswan Djarum. Untuk mempertajam kepekaan sosial, Ikatan BESWAN DJARUM secara rutin melakukan berbagai kegiatan sosial dan diklat internal bagi para anggotanya. Mereka juga belajar untuk memiliki rasa berbagi dengan mengajar anak-anak yang tidak mampu di lingkungan masingmasing. Adanya Ikatan BESWAN DJARUM, manfaat yang diperoleh para Beswan Djarum tidak hanya terbatas pada nilai nominal yang diterima setiap bulan. Memasuki seperempat abad Program Djarum Bakti Pendidikan berjalan, lebih dari 5800 mahasiswa-mahasiswi dari 70 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia telah menerima beasiswa Djarum. Misi Djarum Bakti Pendidikan adalah Djarum Bakti Pendidikan berperan aktif memajukan pendidikan melalui pembudayaan dan pemberdayaan mahasiswa berprestasi tinggi, dalam berbagai pelatihan soft skills untuk membentuk manusia Indonesia yang disiplin, mandiri dan berwawasan masa depan serta menjadi pemimpin yang cakap intelektual, emosional dan spiritual. Sedangkan Persyaratan untuk menjadi penerima beasiswa Djarum adalah:

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

36

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus 1. UMUM :
o o o

Pria atau wanita. Sedang menempuh Tingkat Pendidikan S1 (Strata 1). Prestasi Akademik dengan IPK diatas 3.00, telah menyelesaikan 4 semester (kondisi keuangan keluarga menjadi salah satu pertimbangan). Aktif mengikuti kegiatan-kegiatan organisasi di Kampus. Tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain. Mahasiswa mengajukan surat permohonan beasiswa kepada perguruan tinggi melalui Direktur Administrasi Kemahasiswaan atau Pembantu Rektor III . Fotocopy Kartu Hasil Studi Semester 4 (empat). Fotocopy sertifikat kegiatan organisasi/surat keterangan aktif berorganisasi. Surat keterangan dari kampus tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain. Fotocopy KTP. Satu lembar foto ukuran 4 x 6 cm berwarna memakai jas almamater. Mengikuti psikotes. Wawancara. Membuat tulisan singkat.

o o

2. ADMINISTRASI :
o

o o o o o

3. TES SELEKSI :
o o o

Program beasiswa Djarum diberikan selama 2 (dua) semester berurutan atau 1 (satu) tahun. Besarnya dana beasiswa Djarum pada tahun ajaran 2008/2009 sebesar Rp. 500.000,-(lima ratus ribu rupiah) per bulan. Di tahun ajaran 2009/2010 meningkat menjadi Rp. 600.000,-(enam ratus ribu rupiah) per bulan selama 1 (satu) tahun. Kegiatan-kegiatan yang diikuti oleh para Beswan Djarum adalah: 1. Silaturahmi Nasional Rangkaian acara peresmian penerima beasiswa Djarum (disingkat menjadi Beswan Djarum) yang mempertemukan seluruh Beswan Djarum se-Indonesia. Silaturahmi Nasional meliputi kegiatan : Factory Visit dan Forum Rektor.
o

Factory Visit 37

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus Factory Visit, mengajak para Beswan Djarum mengenal Djarum lebih dekat dengan mengunjungi pabrik PT Djarum dan melihat beberapa kegiatan CSR (Corporate Sosial Responsibility) PT Djarum di Kota Kudus.
o

Forum Rektor

Forum Rektor adalah forum komunikasi antara pihak Djarum dengan pihak Rektorat dari seluruh perguruan tinggi penerima beasiswa Djarum se-Indonesia. Forum komunikasi menjadi wahana untuk saling memahami, mengevaluasi dan mendapatkan ide bagi pengembangan berkelanjutan program beasiswa Djarum. 2. Outbound Training Outbond Training, bertemakan team-building, orientasi dan motivasi diri serta pengendalian kepemimpinan diri. 3. Leadership & Innovation Training Serangkaian pelatihan yang mengajak para Beswan Djarum untuk berlatih menjadi pemimpin yang efektif dan memiliki visi masa depan; tercakup dalam pelatihan ini bagaimana membangun kekuatan tim dengan menerapkan kepemimpinan yang tangguh dan bijak. 4. Lomba Karya Tulis Lomba Karya Tulis (LKT) merupakan wahana pembelajaran bagi para Beswan Djarum mengekspresikan kemampuan intelektual dirinya dalam tulisan ilmiah, sekaligus juga merangsang kepekaan terhadap berbagai fenomena sesuai integritas keilmuan masing-masing. Djarum memberikan apresiasi dan nilai relatif tinggi atas karya mereka yang berhasil dalam lomba. 5. Kegiatan Berskala Lokal Sesuai keberadaan dan daerah asal para Beswan Djarum yang beragam, dalam lingkup lokal cukup banyak diselenggarakan beragam kegiatan. Diantaranya :
o

Bakti Sosial (donor darah, bantuan bencana, pendidikan bahasa inggris untuk siswa Pelatihan Jurnalistik dan kunjungan ke institusi media massa. Bimbingan Belajar dan jenis kegiatan lainnya yang secara umum didasari nilai manfaat

SD).
o o

bagi orang lain.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

38

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus

2.10.3 Bakti Olahraga Djarum
Krisis finansial global rupanya tidak berpengaruh banyak pada PT Djarum. Memasuki tahun 2009, perusahaan rokok yang berdiri pada tahun 1951 ini justru meningkatkan kuota beasiswanya. PT Djarum akan menambah jumlah penerima beasiswa tahun ini Pemberian beasiswa merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) yang secara rutin diadakan Djarum sejak 1969. Ada tiga jenis beasiswa yang diberikan, Djarum Bakti Olahraga, Djarum Bakti Lingkungan, dan Djarum Bakti Pendidikan. Dengan program Djarum Bakti Pendidikan saja, sudah lebih dari 5.000 mahasiswa berprestasi dari 67 PTN dan PTS se-Indonesia yang mendapat dana pembinaan rutin setiap bulannya. Dari jumlah 67 PTN dan PTS di Indonesia yang sudah ter-cover, di tahun 2009 ini Djarum akan menambahnya menjadi 71 PTN dan PTS. Ini sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat, tambah Budi. Selain Program Djarum Bakti Pendidikan, PT Djarum juga mendirikan sarana olahraga Bulutangkis yang ada di Jati, Kudus. Sarana olahraga seluas 43.207 m2 juga ini menjadi pusat pembibitan dan pembinaan atlet-atlet bulutangkis potensial. Sudah banyak atlet-atlet bulutangkis nomer wahid yang menjadi andalan Indonesia dalam berbagai perlombaan bulutangkis yang lahir dari program ini. Sebut saja Liem Swie King, Christian Hadinata, hingga Maria Kristin. Mereka adalah kebanggan Indonesia yang lahir dari sini, kata Budi. Yang tak kalah menarik adalah program Djarum Bakti Lingkungan. Dengan program CSR ini, Djarum telah memelopori penanaman ribuan jenis tanaman peneduh di kota Kudus. Di kota asal pabrik rokok ini, sejak tahun 1979 Djarum menggandeng berbagai pihak terkait untuk menghijaukan lingkungan.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

39

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus Bakti Djarum Terhadap Perkembangan Olahraga Bulutangkis Tanah Air

Gambar 2.5 Logo Djarum

Sejak GOR Kaliputu pertama kali berdiri sekitar tahun 1969, PB Djarum terus memantapkan langkahnya menjadi salah satu pembina klub bulutangkis yang paling concern terhadap perkembangan olahraga tepok bulu tanah air. Kiprah tersebut tergolong berhasil dan sukses, banyak di antara pemain binaan PB Djarum yang berhasil menghantarkan Indonesia meraih juara dalam berbagai ajang turnamen bergengsi. Sukses yang dihasilkan oleh PB Djarum bukan tidak lain berkat bentuk regenerasi yang tidak pernah putus dengan nama besar para pemain berprestasi pada masa lalu seperti, Liem Swie King, Christian Hadinata, keluarga Arbi (Hastomo, Eddy Hartono, Hariyanto), Ardy B.Wiranata, Alan Budi Kusuma, Sigit Budiarto, Fung Permadi. Berdasarkan dari catatan tersebut, saya menilai bagaimana satu persatu prestasi tersebut ditorehkan dengan amat manis. Hal tersebut tidak lain merupakan usaha dan kerja keras PB Djarum dalam upayanya mendongkrak prestasi talenta muda Indonesia, khususnya dalam bidang bulutangkis. Keseriusan salah satu klub bulutangkis tertua ini dibuktikan kembali dengan membangun sarana latihan/GOR Jati yang sudah berdiri satu tahun belakang. GOR terbesar dan terlengkap itu terdiri dari asrama serta berbagai macam fasilitas pusat pelatihan yang sangat modern. Kontribusi PB Djarum pun dibuktikan lewat cara mengirimkan banyak sekali pemainpemain muda yang memiliki potensi demi kepentingan bangsa dan negara. Ini merupakan bentuk dedikasi PB Djarum, yang dengan konsisten ingin membangun dunia bulutangkis nasional. Kontribusi tersebut sudah mulai menuai hasil positif dengan bimbingan pelatih yang berpengalaman. Belum lama ini, pasangan Ganda Putra Yunior, Afiat Yuris/Wifqi Windarto sukses menjuarai turnamen berkelas satellite, yaitu, Waikato International. Atas prestasi tersebut, pasangan muda ini masuk ke dalam jajaran daftar pemain berperingkat 100 besar dunia. Prestasi yang sama juga di raih oleh Andre Kurniawan, yang di turnamen GP New Zealand Open kemarin berhasil menyabet gelar juara Tunggal Putra. Lalu juga terdapat pasangan Rian 40

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus Sukmawan/Yonathan Suryatama (yang baru-baru ini namanya sedang melonjak), serta Meiliana Jauhari/Shendy Puspita, sukses menjadi juara Surabaya Challenge. Pada Jakarta Open Satellite mereka juga sukses menyapu bersih semua gelar juara. Sedangkan untuk prestasi yang ditorehkan baru- baru ini, pemain- pemain PB Djarum berhasil menciptakan All Indonesian Final pada turnamen GP Dutch Open 2007 yang baru saja berakhir pada 21 Oktober 2007 lalu. Pasangan Ganda Putra, Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama sukses tampil sebagai satu-satunya juara mewakili nama Indonesia. Akhirnya, saya ingin menutup tulisan ini dengan mengutip secuil kalimat yang ditulis oleh Sdr. Karyanto pada sebuah milis berbasis bulutangkis, yang kurang lebih seperti berikut: "Di kaki bukit Gunung Muria-tetirah Sunan Muria bersemayam, di seberang menara Kudus-tetirah Sunan Kudus bersemayam, atlet-atlet PB Djarum kini tengan menyiapkan diri menuju jenjang prestasi dunia." Contoh contoh Prestasi dari PT Djarum di bidang olahraga 27 Juli 2009

Gambar 2.6 Indonesia Kuasai Nomor Tunggal Di Australian Open Grand Prix 2009

Indonesia yang diwakili oleh pemain-pemain klub PB Djarum meraih hasil memuaskan dengan menjuarai nomor tunggal putra dan tunggal putri yang dipertandingkan di Yonex Australian Open Grand Prix 2009. Pada Tunggal Putra, Dionysius Hayom Rumbaka berhasil mengalahkan Alamsyah Yunus pada pertandingan All Indonesian Final dengan dua set langsung 21-17 dan 2118. Sedangkan, pada Tunggal Putri, Maria Febe Kusumastuti mengalahkan unggulan pertama Yip Pui Yin dari Hongkong juga dengan dua set langsung 21-18 dan 21-19.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

41

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus 27 Juli 2009

Gambar 2.7 PB Djarum Melanjutkan Empat Gelar di Sirnas Jawa Tengah

Para pemain PB Djarum kembali meneruskan tradisi meraih juara dengan menyumbangkan 4 gelar juara bagi PB Djarum dari nomor Tunggal Putra Taruna, Ganda Putra Taruna, Tunggal Putri Dewasa dan Ganda Campuran Taruna. 31 Juli 2009

Gambar 2.8 Bulutangkis Mengharumkan Nama Indonesia

Maria Kristin Atlet Nasional Favorit Solo, 30 Juli 2009 - Penurunan prestasi bulutangkis Indonesia, tidak serta merta berbanding lurus dengan tanggung jawab Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB-PBSI) sebagai pilar utama penyangga prestasi olahraga bulutangkis di Indonesia. Banyak faktor yang mempengaruhi dan tanpa disadari turut memperburuk kondisi itu. Keadaan ini telah berjalan lama dan baru disadari ketika eksistensi Indonesia benar-benar terancam di dunia perbulutangkisan internasional

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

42

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus

BAB III KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
3.1 Batasan Dan Sasaran Keselamatan Kerja
PT Djarum untuk kedua kalinya, berhak menerima sertifikat dan bendera emas atas keberhasilannya memenuhi kriteria Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Antara lain adalah penghargaan implementasi SMK3 kepada lima lokasi terbaik, penghargaan keterampilan pemadaman api, dan penghargaan penataan dan penempati safety-sign. Corporate Affairs Manager PT Djarum Handojo Setyo menjelaskan, penerapan K3 di PT Djarum merupakan komitmen manajemen untuk menjamin keselamatan dan kesehatan kerja. Jumlah karyawan Djarum itu mencapai 70 ribu orang, sehingga dibutuhkan sebuah standar keselamatan yang memadai. Oleh karena itu, sejak tahun 2000, PT Djarum sudah melaksanakan program K3. Hal itu merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan sebagai good corporate citizen.Pembahasan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja tidak dapat dilepaskan dari pembahasan manajemen secara umum.Manajemen dapat didefinisikan “Kemampuan atau melalui untuk memperoleh hasil dalam rangka pencapaian tugas melalui kegiatan-kegiatan orang lain” Apabila ditelaah tentang definisi tersebut bahwa manajemen adalah merupakan pencapaian tujuan secara efisien dan efektif, melalui pengarahan, penggerakan dan pengendalian kegiatankegiatan yang dilakukan oleh orang-orang yang tertanggung dalam suatu bentuk kerja.dengan Demikian setiap orang yang terlibat dalam proses pencapaian tujuan hendaknya harus : 1) Merasa berkeinginan dan berkewajiban untuk mewujudkan tujuan / sasaran yang telah ditetapkan. 2) Melaksanakan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya. 3) Menggunakan prosedur dan tata cara / metode kerja yang paling cocok. 4) Memanfaatkan sarana prasarana secara baik.

3.2 Konsepsi Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (Smk3)
Pengertian sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) adalah bagian dari system manajemen secara keseluruhan meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab,

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

43

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus pelaksanaan prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.  Struktur Organisasi Pelaksanaan K3 merupakan bagian dari semua kegiatan operasional.Pekerjaan atau tugas tidak dapat diselesaikan secara efisien kecuali pekerja telah mengikuti tindakan pencegahan dan pengaturan K3 untuk melindungi dirinya dan rekan kerjanya.Sesuai dengan konsep sebab akibat kecelakaan serta prinsip pencegahan kecelakaan, maka pengelompokan unsure program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) diarahkan kepada pengendalian sebab dan pengurangan akibat kecelakaan.Tujuannya adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi sebab potensial sebelum terjadinya kecelakaan. Program K3 yang dimaksudkan adalah : 1. Mendorong komitmen pimpinan puncak untuk menetapkan kebijakan K3. 2. Membina dan melaksanakan sarana K3 baik untuk fasilatas produksi yaitu permesinan dan peralatan, cara kerja dan alat pelindung maupun untuk hasil produksi, sedikit-dikitnya didasarkan atas peraturan peraturan perundangan, rekomendasi dan standard. 3. Inspeksi keselamatan dan kesehatan kerja untuk mengetahui bahaya-bahaya potensial dalam produksi maupun produk. 4. Prosedur penyelidikan dan analisa kecelakaan untuk menetukan sebab kecelakaan dan mendapatkan langkah-langkah keselamatan dan kesehatan disesuaikan. 5. Catatan dan analisa kecelakaan untuk menetukan kecenderungan kecelakaan dan menentukan tindak keselamatan yang diperlukan. 6. Menyelenggarakan latihan tentang asas-asas keselamatan kerja secaara umum dan tekniknya untuk semua tenaga kerja yang diperlukan dan instruksi K3 selama bekerja oleh pengawas untuk semua pekerja. 7. Peralatan perlindungan harus disediakan guna perlindungan diri di lingkungan yang berbahaya.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

44

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus 8. Penelitian tentang hygiene perusahaan untuk pengenalan bahaya kesehatan potensial dan untuk mengambil langkah-langkah perlindungan yang sesuai. 9. Fasilitas dan jasa-jasa kesejahteraan untuk penyediaan air minum tempat/kantin untuk makan yang nyaman dan bersih serta kemungkinan untuk pemeriksaan medis dan pengobatan. 10. Sistem pertolongan pertama untuk pengobatan dari luka-luka dan kegiatan lain yang diperlukan. 11.Pembentukan organisasi keselamatan dan kesehatan kerja dalam bentuk petugas keselamatan kerja (safety officer) P2K3 ( safety committee) dengan penyediaan fasilitas yang memadai dan waktu yang cukup untuk memajukan keselamatan dan kesehatan kerja. 12. Melaksanakan audit internal maupun eksternal. PT Djarum juga mengikuti audit eksternal SMK3 (sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja) sejak 2004 untuk membuktikan bahwa pencapaian penerapan dan kinerja K3 PT Djarum sesuai peraturan perundangan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang berlaku di Indonesia.  Perencanaan Perencanaan harus dilakukan secara sistematis, terorganisir dan hasilnya harus dapat dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Hal-hal yang perlu diketahui dalam perencanaan K3 sekurang-kurang ada 4 hal yaitu: 1. Masalah-masalah K3 yang dihadapi. 2. Program-program kegiatan harus konkrit dan arahkan untuk pencapaian tujuan dan sasaran K3. 3. Cara untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran K3 dengan memperhatikan sumber-sumber daya,konsistensi dan skala prioritas. 4. Penetapan jangka waktu pencapaian tujuan dan sasaran K3.  Tanggung Jawab Dilakukan pembagian tanggung jawab antar fungsi dan kaitannya dengan masalah K3 menurut jenjang jabatan dalam organisasi.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

45

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus Dalam suatu perusahaan unsure K3 dapat terdiri dari beberapa unsure seperti keselamatan kerja perusahaan, pencemaran atau buangan pabrik, keamanan dan unsure kesehatan kerja. Organisasi di tingkat perusahaan yang merupakan pelaksanaan daripada seluruh rencana dan program K3 adalah Safety Departement, Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan lain-lain.Dalam pelaksana rencana dan program ini seorang pimpinan atau manajer maupun membuat orang-orang yang terlibat bergerak sesuai dengan tugas, fungsi, wewenang dan tanggung jawab masing-masing untuk melakukan aktivitas.  Pelaksanaan Dalam pelaksanaan program kegiatan K3 sebagaimana dituangkan dalam rencana dan program K3, maka manajemen harus menggerakkan setiap tenaga kerja yang ada di perusahaan untuk melakukan aktivitas-aktivitas dalam pencapaian sasaran dan tujuan. Esensi penggerakkan dalam pelaksanaan program kegiatan K3 adalah 1. Mendapatkan orang-orang yang mampu. 2. Menyampaikan kepada seluruh orang yang terlibat dalam proses produksi tentang tujuan dan sasaran yang hendak dicapai. 3. Menjelaskan apa yang perlu dilakukan dan bagaimana melaksanakannya kepada setiap orang yang telah menerima tanggung jawab K3. 4. Memberikan tanggung jawab, tugas dan wewenang sesuai dengan jenjang jabatan dalam perusahaan. 5. Membangkitkan rasa percaya diri mengenai kemampuannya dalam pencapaian tujuan dan sasaran K3. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sebagaimana dalam BAB III pada pasal 4 Permenaker No.PER/05/MEN/1996 maka perusahaan wajib melaksanakan lima prinsip dasar SMK3 yaitu : 1. Menetapkan kebijakan K3 dan menjamin komitmen terhadap penerapan SMK3. 2. Merencanakan pemenuhan kebijakan, tujuan dan sasaran penerapan K3. 3. Menerapkan kebijakan K3 secara efektif dengan mengembangkan kemampuan mekanisme pendukung yang diperlukan untuk mencapai kebijakan, tujuan dan sasaran K3. 4. Mengukur, memantau dan mengevaluasi kinerja K3 serta melakukan tindakan perbaikan dan pencegahan.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

46

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus 5. Meninjau secara teratur dan meningkatkan pelaksanaan SMK 3 secara berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan kinerja K3. Komitmen dan Kebijakan Organisasi perlu mendefinisikan kebijakan K3 serta menjamin komitmennya terhadap SMK3, yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah : 1. Kepemimpinan dan komitmen Komitmen sangatlah penting dalam penerapan SMK3 ditempat kerja dari seluruh pihak yang ada di tempat kerja, terutama dari pihak pengurus dan tenaga kerja dan peran sertapihak-pihak lain dalam penerapan ini. Perusahaan perlu : o Membentuk organisasi-organisasi tempat kerja untuk mendukung terciptanya SMK3. o Menyediakan aggaran dan personil. o o Melakukan perencanaan K3. Melakukan penilaian atas kinerja K3.

2. Tinjauan awal K3 Tempat kerja harus melakukan peninjauan awal K3 dengan cara: o o o o o o o Mengidentifikasi kondisi yang ada. Mengidentifikasi sumber bahaya. Menetapkan pemenuhan pengetahuan dan peraturan perundangan. Membandingkan pemenuhan pengetahuan dan peraturan perundangan. Membandingkan penerapan. Meninjau sebab akibat dari kejadian yang membahayakan. Menilai efisiensi dan efektivitas sumber daya. 3. Kebijakan K3 Kebijakan K3 dari suatu organisasi adalah menerapkan pernyataan yang disebarluaskan kepada umum dan ditandatangani oleh manajemen senior sebagai bukti pernyataan komitmennya dan kehendaknya untuk bertanggung jawab terhadap K3. Perencanaan

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

47

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus Organisasi harus merencanakan untuk memenuhi kebijakan, target dan sasaran

K3.Perencanaan tersebut meliputi perencanaan manajemen resiko, pemenuhan dan penyebarluasan peraturan perundangan dan persyaratan lainnya, menetapkan tujuan dan sasaran dari kebijakan K3, dan menggunakan indicator kinerja sebagai penilaian kinerja K3.Kegiatan lainya adalah menetapkan system pertanggungjawaban da sasaran untuk pencapaian kebijakan K3, meningkatkan motivasi dan kesadaran semua pihak tentang SMK3, mengadakan pelatihan untuk terus menunjang system manajemen yang diterapkan perusahaan, dan lain-lain. Pengukuran dan Evaluasi Perusahaan perlu mengukur, memantau, dan mengevaluasi kinerja K3 serta melakukan tindakan prefentif dan korektif.Pengukuran dan evaluasi ini merupakan alat berguna untuk mengetahui keberhasilan penerapan SMK3, melakukan identifikasi untuk tindakan perbaikan, dan mengukur, memantau dan mengevaluasi kinerja SMK3. Ada tiga kegiatan dalam melakukan pengukuran dan evaluasi yaitu : 1. Inspeksi dan Pengujian Harus ditetapkan dan dijaga konsisten dari prosedur inspeksi, pengujian, dan pemantau yangberkaitan dengan kebijakan K3. 2. Audit SMK3 Audit adalah pemeriksaan secara sistemik dan independent, untuk menentukan suatu kegiatan dan hasil-hasil yang berkaitan sesuai dengan pengaturan yang direncanakan dan dilaksanakan secara efektif dan cocok untuk mencapai kebijakan dan tujuan perusahaan. PT Djarum sendiri, telah mengikuti audit eksternal SMK3 sejak tahun 2004 lalu. Selama itu, lanjut Handojo, PT Djarum telah melakukan pembaharuan Sertifikasi SMK3 melalui audit eksternal tahun 2007, dengan hasil 93 persen kriteria-kriteria keselamatan dan kesehatan kerja. Audit eksternal itu dilakukan PT Sucofindo di delapan lokasi PT Djarum di Kudus. Yakni Primary Krapyak, Secondary Gribig, Primary Gondangmanis, Utility and Workshop, SKT Megawon IV, Gudang Garung B, Gudang Tanjungkarang, dan Kantor BB 26-28. Audit ini, untuk membuktikan pencapaian penerapan dan kinerja K3 PT Djarum sesuai dengan peraturan perundangan SMK3 yang berlaku di Indonesia. Pada tahun 2004 di Audit External Keselamatan dan Kesehatan dengan hasil 85%. Karena hasil auditan yang memuaskan, pada tahun 2005 memperoleh Bendera Emas. Pada tahun 2007, hasil

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

48

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus auditan meningkat menjadi 93% dan tahun 2008 menunggu memperoleh Bendera Emas kembali. Karena hal itulah masalah keselamatan dan kesehatan bukan lagi menjadi masalah bagi perusahaan ini. 3. Tindakan perbaikan dan pencegahan Temuan, kesimpulan dan saran-saran yang dicapai dari hasil pemantauan, audit, dan tinjauan tentang SMK3 perlu didokumentasikan serta tindakan perbaikan dan pencegahan perlu diterapkan.Manajemen harus menjamin bahwa tindakan perbaikan dan pencegahan tersebut telah dilaksanakan dan juga terdapat suatu tindak lanjut secara sistemis untuk menjamin efektivitasnya. Tinjauan Ulang dan Peningkatan Oleh Pihak Manajemen Perusahaan perlu secara rutin meninjau ulang dan terus menerus meningkatkan SMK3 dengan tujuan meningkatkan K3 secara keseluruhan. Tinjauan ulang SMK3 mencakup : 1) 2) 3) 4) o o o o o o o o o Evaluasi terhadap penerapan kebijakan K3. Tinjauan ulang terhadap tujuan, sasaran dan kinerja K3. Hasil temuan audit SMK3. Evaluasi efektifitas penerapan SMK3 dan kebutuhan untuk mengubah SMK3 sesuai Perubahan perundangan. Perubahan harapan dan tuntutan dari pihak yang berkepentingan. Perubahan dalam produk atau kegiatan perusahaan. Perubahan dalam struktur perusahaan. Kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknoogi. Pengalaman yang didapat dari insiden K3. Tuntutan pasar. Pelaporan dan komunikasi. Umpan balik (khususnya karyawan).

dengan :

Satu bagian dari K3 yang dibanggakan PT Djarum adalah para personel pemadam kebakaran atau fire brigade perusahaan tersebut. Kemampuan para petugas dalam memadamkan kebakaran,

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

49

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus memang terlihat sangat bisa diandalkan, dengan kekuatan penuh baik dari anggota maupun peralatan, terlihat jika para petugas, sangat siap jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran. Serta lengkap dengan upaya pertolongan medis apabila ada yang menjadi korban. Menurut Sekretaris K3 PT Djarum, Bambang Haryanto, para personel K3 memang menerapkan konfigurasi berbeda dalam upaya pemadaman kebakaran. Jika dahulu mobil pemadam kebakaran begitu menjadi andalan, yakni sebagai mobil penembak air sekaligus pengambil air, sekarang ini berbeda. Kita terapkan konfigurasi mobil penembak akan tetap berfungsi dan berfungsi sebagai penembak, sedangkan yang mengambil air, adalah mobil tangki tersendiri Batasan Dan Sasaran Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Perusahaan akan memberikan prioritas pada Keselamatan dan Kesehatan Kerja bagi setiap karyawan dan berupaya untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup di semua lokasi kerja.Perusahaan bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari kecelakaan kerja dengan cara mengkomunikasikan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja kepada seluruh karyawan, menyediakan fasilitas yang mendukung pelaksanaan K3, membuat prosedur dan dokumentasi serta mengadakan pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja.Setiap karywan harus menaati semua aturan keselamatan kerja perusahaan dan menjaga keselamatan dirinya dan orangorang di sekitarnya agar terhindar dari kecelakaan kerja akibat dari kelalaian dalam proses kerja.Setiap pelanggaran akan diberikan sanksi disiplin. SASARAN PERUSAHAAN 1) Menciptakan lingkungan kerja yang aman (bebas dari kecelakaan kerja). 2) Mengurangi terjadinya gangguan kesehatan akibat kerja sebesar 20 % tiap tahun. 3) Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja ditinjau terus secara berkala untuk menjamin kebijakan tersebut mencerminkan perubahan yang ada.

3.3 Safety Policy Pt. Djarum Kudus
Suatu Perusahaan mempunyai kebijakan untuk selalu memperhatikan dan menjamin implementasi peraturan keselamatan, kesehatan dan lingkungan yang pada umumnya meliputi : 1. Peningkatan berkelanjutan. 2. Sesuai dengan aturan dan perundangan keselamatan dan kesehatan di tempat kerja yang berlaku.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

50

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus 3. Mengkomunikasikan ke seluruh karyawan agar karyawan sadar dan mawas mengenai kewajiban keselamatan dan kesehatan pribadi. 4. Dapat diketahui atau terbuka bagi pihak-pihak yang berminat. 5. Evaluasi berkala untuk mempertahankan agar tetap relevan dan sesuai dengan perusahaan. Sebuah Perusahaan pasti memiliki safety policy, dikarenakan memiliki banyak keuntungankeuntungan yang akan di dapat oleh perusahaan tersebut. Berikut beberapa keuntungan: 1. Membuat pekerjaan sehat dan keselamatan sistem manajemen untuk menghilangkan atau mengurangi potensi bahaya kepada karyawan dan pihak-pihak lain yang mungkin terkena risiko ini. 2. Identifikasi unsur-unsur bisnis Anda yang memiliki dampak pada kesehatan dan keselamatan. 3. Perumusan tujuan untuk perbaikan dan pengelolaan program ini untuk mencapai tujuan keselamatan kerja, dengan biasa ulasan untuk terus maju. 4. Positif perubahan organisasi sebagai akibat dari perusahaan "s komitmen untuk meningkatkan keselamatan advancements di tempat kerja. 5. Meningkatkan kesadaran serta komitmen karyawan pada kebijakan keselamatan kerja perusahaan ini telah di tempat. 6. Dikurangi kompensasi dan klaim pekerja "s kompensasi sebagai akibat dari kurang insiden kecelakaan dan penyakit. 7. Peningkatan pengawasan dan peraturan masalah untuk perbaikan jalan terus. Oleh karena itu, suatu sistem manajemen dapat dicapai jika perusahaan ingin melakukannya. Tidak ada kriteria khusus akan tetapi perusahaan akan membuat mereka sendiri sebagai kebijakan dipandang perlu perusahaan mereka. Berikut adalah beberapa istilah dan frase yang biasanya di pakai perusahaan dalam menyusun kebijakan keselamatan (safety policy) : 1. Audit - ini adalah dengan cara mengumpulkan bukti dimana kriteria dievaluasi serta tingkat yang mereka temui, mungkin hal tdk tunduk serta daerah untuk perbaikan diakui selama audit. 2. Hal tdk tunduk - adalah bukan pemenuhan dari spesifikasi atau variasi dari standar yang diberikan; bila hal tdk tunduk dikenalpasti, tindakan korektif harus segera dimasukkan ke dalam tempat di masa depan untuk mencegah terjadinya seperti deviasi. 3. Tindakan korektif - tindakan atau rangkaian langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

51

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus penyebab atau penyebab yang diidentifikasi kesesuaian atau pengakuan dari potensi bahaya. 4. Bahaya - ia adalah suatu kegiatan, aktivitas, situasi, atau substansi yang kemungkinan yang mengakibatkan cedera atau suatu penyakit. Selanjutnya dapat dibedakan menjadi: kegiatan atau tugas-tugas berbahaya, pergerakan dan postur tidak wajar, bullying, dan intimidasi; berbahaya seperti peristiwa kebakaran, ledakan, kejutan listrik, kerusakan fungsi peralatan; berbahaya situasi bising seperti lingkungan kerja, miskin-lit stasiun kerja, dan sangat berventilasi daerah, dan zat berbahaya termasuk bahan kimia beracun, bahan-bahan mudah terbakar, dan mikroorganisme. 5. Kerja - fisik pengaturan tempat perusahaan / pekerjaan dilakukan.

3.4 Alat Pelindung Diri
Alat perlindungan diri (APD) atau lebih dikenal dengan PPE (Personal Protection Equipment) didefinisikan sebagai segala perlengkapan yang dimaksudkan untuk dipakai atau dipegang oleh seseorang di tempat kerja yang melindunginya dari salah satu atau lebih resiko terhadap keselamatan dan kesehatannya termasuk pakaian yang dikenakan untuk melindungi diri dari cuaca bila diperlukan, helm, sarung tangan, perlindungan mata, sepatu, harness dll. Perlengkapan seperti baju kerja biasa atau seragam yang tidak secara spesifik melindungi diri dari resiko keselamatan dan kesehatan tidakl termasuk APD. Suatu perusahaan menyediakan APD bagi para pekerja untuk menjaga keselamatan dan kesehatan para pekerja, pemakaian alat APD dimaksudkan untuk mengurangi atau meminimalkan resiko dan bahaya di tempat kerja. Hal- hal yang harus diperhatikan saat menggunakan APD : 1. Memastikan pakaian pelindung pas dengan ukuran tubuh, dan sesuaikan posisi APD agar merasa nyaman saat bekerja. 2. Memastikan APD bekerja dengan baik dan benar, jika tidak segera laporkan. 3. Jika menggunakan 2 atau lebih APD secara bersamaan pastikan mereka kompatibel dan tidak mengurangi keefektifan masing - masing APD. 4. Melaporkan gejala timbulnya rasa sakit atau tidak nyaman secepatnya. 5. Menginformasikan kepada pihak yang bertanggungjawab bila diperlukan pelatihan khusus. APD akan secara efektif melindungi tubuh pemakainya bila penggunaan APD sesuai dengan instruksi produsen dan digunakan bagi aktivitas yang sesuai dengan tujuan penggunaan alat,

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

52

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus sebelum menggunakan APD harus dilatih terlebih dulu, menyimpan dan memelihara APD dengan benar mengganti bagian yang rusak. Agar dapat dikenakan APD yang tepat maka jenis bahaya di tempat kerja perlu diperhatikan dengan seksama. Hal ini akan memungkinkan untuk memilih tipe APD yang tepat untuk meminimalakan resiko bahaya tersebut dan menyelesaikan pekerjaan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika memilih APD yang tepat : 1. Kondisi dan resiko bahaya yang dihadapi di tempat kerja 2. Kesesuaian dengan pemakai 3. Kondisi Kesehatan pekerja 4. Keperluan pekerjaan seperti waktu yang dibutuhkan, kejelasan pandangan, kemudahaan komunikasi dll 5. Jika lebih dari satu APD dikenakan, apakah mereka dapat dipakai bersamaan secara efektif Pemeliharaan APD harus diperhatikan dengan seksama dan disimpan dengan baik ketika tidak digunakan, contohnya pada rak yang bersih dan kering, kotak khusus yang disediakan produsen dll. Seluruh APD harus dalam kondisi bersih dan siap digunakan, jadwal pemeliharaan oleh produsen harus diingat dan dilakukan termasuk penggantian bagian yang rusak atau terjadwal untuk diganti. Pemeliharaan sederhana dapat dilakukan oleh pemakai yang terlatih tetapi perbaikan yang kompleks dan rumit harus diserahkan kepada personel yang ahli. Untuk menghindari hilangnya waktu kerja akibat tidak tersedianya APD yang memadai maka harus disediakan cadangan APD yang sesuai di tempat kerja. Perangkat Keselamatan Standar Setiap crew harus memakai pakaian kerja yang telah disediakan oleh perusahaan. Setiap orang yang bekerja di lokasi harus memakai topi pengaman yang sesuai dengan syarat standar ANSI Z 89.1 bila sedang bekerja di lokasi. Keharusan ini tidak berlaku bila crew bekerja dalam gedung seperti ruang kantor, ruang kontrol, bengkel atau gedung sejenis, atau bila ada pengarahan lain. Topi pengaman harus selalu dibersihkan dan secara reguler diinspeksi terhadap retak, kerusakan alat suspensi dan kerusakan lainnya serta tahun berlakunya (expire). Beberapa hal yang harus diperhatikan :

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

53

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus 1. Topi pengaman dari bahan logam tidak diperkenankan untuk dipakai dalam setiap pekerjaan di lokasi. 2. Setiap crew harus memakai seragam kerja atau kemeja berlengan/bertangan dan celana panjang, dan topi pengaman/pelindung kepala, muka, tangan dan kaki yang benar dalam area dimana mereka terpapar oleh kemungkinan terbakar api, korosif, substansi panas, pipa panas atau peralatan panas. 3. Pekerjaan dan kondisi kerja tertentu memerlukan penggunaan peralatan keselamatan seperti alat Bantu pernafasan, penutup atau penyumbat telinga, sarung tangan khusus, pelindung mata. Kru yang bekerja dalam kondisi tersebut di atas harus memakai peralatan keselamatan sesuai dengan keperluan kerja khusus tersebut, termasuk penyumbat telinga (busa sekali pakai) dan penutup telinga (ear muffs). 4. Untuk paparan yang terus menerus (lebih lama dari 15 menit) sampai tingkat kebisingan sangat tinggi (100 dbA atau lebih) pemakaian alat pelindung pendengaran ganda (penyumbat dan penutup telinga) sangat dianjurkan. Jenis-jenis APD APD terdiri atas berbagi jenis yang dibagi sesuai dengan posisi peletakan atau pemakaiannya di tubuh pekerja dan fungsi atau kegunaannya, secara garis besar dapat dibagi menjadi tubuh, kepala, tangan , kaki, mata dan wajah, pendengaran, pernafasan dll. 1. Perlindungan Tubuh Pakaian pelindung untuk badan dapat menyediakan perlindungan dari panas, air, dingin, hujan, angin, bahan kimia, potongan material bila bekerja dengan kayu atau besi, atau sampah dan pengotor lainnya. Pakaian tersebut harus memudahkan untuk dilihat, dan menyediakan perlindungan fisik bagi tumbukan mekanik yang berakibat luka -luka. 2. Perlindungan Kepala Kepala adalah bagian yang mudah terluka oleh tumbukan. Perlindungan kepala ditujukan untuk menyediakan perlindungan bagi tumbukan mekanis, terluka, dan terjebaknya rambut di dalam mesin yang bergerak (scalping). 3. Perlindungan Telapak Tangan dan Lengan Perlindungan tangan dan lengan berwujud sarung tangan, sarung tangan sebagian, sarung

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

54

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus tangan besi atau pelindung lengan. Tujuannya ialah melindungi dari pootongan benda, abrasi, temperatur ekstrem, kontak dengan bahan kimia yang menyebabkan iritasi kulit dan dermatitis, kontak dengan bahan kimia korosif. 4. Perlindungan Kaki dan Telapak Kaki Perlindungan kaki dan telapak kaki mencakup sepatu kerja (safety shoes), sepatu bot, bakiak, bot spesial atau perlengkapan kaki yang sesuai dengan industry tertentu. Pada industri peleburan baja diperlukan bahan khusus pada sepatu agar pekerja terlindungi dari percikan metal cair. 5. Perlindungan Pendengaran Alat perlindungan pendengaran dengan berbagai bentuk dirancang untuk mengurangi level intensitas suara yang mencapai mekanisme pendengaran pada bagian tengah dan dalam telinga. Telinga bagian luar (mengalirkan getaran suara menuju gendang telinga. Getaran tersebut menyebabkan gendang telinga ikut bergetar ,kemudian getaran ini ditransmisikan dan diubah menjadi impuls saraf.

Jenis Peralatan Perlindungan Pendengaran Penutup telinga (ear muffs) adalah pelindung telinga yang paling aman, biasanya terbuat

1. Penutup Telinga (Ear Muffs) dari plastik keras berbentuk mangkukyang dikenakan di kepala untuk menutupi telinga. Pelapis lembut dari busa plastik atau cairan kental menmbatasi kebocoran suara yang memasuki telinga. Penutup dari katun dapat digunakan untuk pelapis terutama pada lingkungan yang panas demi kenyamanan pemakai. Bermacam- macam pengikat kepala digunakan untuk menaruh mangkuk pelindung telinga di tempatnya. Pengikat plastik di sekitar bagian atas kepala merupakan bentuk yang paling sederhana tentu dengan tekanan dan ukuran yang dapat disesuaikan, patut diperhatikan jenis ini tidak cocok bila digunakan bersama helm. Pengikat lembut yang melewati bagian kepala dan mengikat di bagian belakang leher dapat digunakan bersama helm, tetapi hal ini tidak nyaman bila sering dilepas - lepas. Penutup telinga dapat dilengkapi dengan alat komunikasi. Speaker kecil pada masing masing mangkuk dapat dihubungkan dengan sistem komunikasi menggunakan radio atau

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

55

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus kawat. Volume dari speaker perlu dibatasi untuk mencegah intensitas suara yang berlebih. Sistem ini dapat menyampaikan pesan ataupun informasi pada si pemakai tetapi dapat menghambat pemakai untuk mendengar suara peringatan atau alarm, sirine sehingga perlu diuji dan dipersiapkan alarm yang lebih kencang. 2. Penyumbat Telinga Penyumbat telinga dipakai dalam saluran telinga dan dapat dilengkapi atau dipisahkan dengan tali atau pengikat ke leher agar tidaktelepas dan hilang. Penyumbat dipakai untuk durasi tinggi (permanen) atau dalam periode singkat (dapat dipakai kembali) atau dipakai sekali saja (dapat dibuang). Penyumbat telinga tidak sesuai untuk semua orang jika pemakai mengalami iritasi atau infeksi telinga penggunaan harus segera dihentikan. Sumbat telinga sekali pakai maupun yang dapat dipakai berulang kali dibuat dari material terkompresi seperti plastik. Mereka dapat dipakai oleh sebagaian besar orang tetapi ukuran yang pas dan nyaman merupakan syarat efektifitas pemakaian. Tipe permanen terbuat dari plastik atau karet dan agar mampu melindungi dengan baik harus dipilih dengan teliti untuk ukuran kedua telinga, kadang-kadang diperlukan ukuran yang berbeda untuk masing – masing telinga. Penyumbat yang dibuat khusus bagi masing - masing individu dari silicon mempunyai tingkat perlindungan yang baik dan nyaman dipakai. Sumbat telinga yang dapat dipakai kembali harus dibersihkan dan diganti ketika elastisitas dan kemampuan untuk dipakai dengan baik (pas) berkurang. 6. Perlindungan Mata dan Wajah Aktivitas yang dapat menyebabkan resiko pada wajah dan mata harus diidentifikasikan bahayanya dan kemudian diperkirakan tingkat resikonya agar dapat diketahui tipe alat pelindung yang dikenakan. Pertimbangan tidak hanya diberikan pada orang yang terlibat langsung dalam proses atau aktivitas tetapi juga mereka yang mungkin melakukan kontak dan ikut beresiko dari bahaya yang ada. Beberapa aktivitas yang beresiko dan membahayakan wajah dan mata : 1. Bekerja dengan alat berpenggerak yang menyebabkan potongan, partikel, material abrasif terbang 2. Bekerja dengan alat genggam yang menyebabkan potongan, partikel terbang 3. Bekerja dengan bahan kimia yang dapat menyebabkan luka, iritasi termasuk bekerja

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

56

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus dalam pabrik yang mengandung bahan – bahan tersebut 4. Bekerja dengan logam yang dileburkan atau bahan lain yang dileburkan 5. Aktivits pengelasan dimana cahaya dengan intensitas tinggi atau radiasi optis lainnya dikeluarkan padaa tingkat yang dapat mengakibatkan kecelakaan 6. Menggunakan gas atau uap bertekanan Tipe alat pelindung yang ada diantaranya kacamata, perisai mata, goggles, visor, kerudung, filter las.

3.5 Kebijakan Dan Menajemen Lingkungan Pt Djarum
PT Djarum yang merupakan salah satu pemain industry rokok terbesar di Indonesia dalam melakukan kegiatan industrinya khususnya yang berhubungan dengan tanggung jawab terhadap lingkunganya menerapkan beberapa kebijakan dan manejemen lingkungan yang diterapkan,kebijakan – kebijakan tersebut dapat dilihat dari program – program yang dilakukan oleh PT Djarum sebagai berikut : Zero Waste Untuk menjalankan aktivitas industri, diperlukan berbagai komponen yang saling berterkait erat sehingga mampu dihasilkan produk/barang yang baik. Komponen tersebut meliputi bahan baku, energi, bahan tambahan, peralatan, air, dan pekerja. Selain menghasilkan produk, dalam proses produksi industri dihasilkan pula limbah sebagai ekses negatif dari proses tersebut. Limbah yang dihasilkan sangat beragam dan bergantung pada jenis industri, bahan yang digunakan dan proses yang dijalankan. Perkembangan industri yang pesat –untuk menghasilkan produk- ternyata tidak selalu dibarengi dengan upaya untuk menekan jumlah, jenis dan tingkat bahaya limbah yang dihasilkan. Kondisi ini pada akhirnya menyebabkan pencemaran lingkungan dan berdampak pada penurunan kesehatan manusia, hilangnya habitat alami, tercemarnya sumber-sumber air serta mengakibatkan kerugian sosial dan ekonomi yang cukup besar. Salah satu solusi untuk mengendalikan pencemaran limbah industri dengan tetap menjaga produktivitas adalah dengan menerapkan kebijakan nir limbah (zero waste) pada seluruh rantai produksi. Berdasarkan pengertiannya, aktivitas zero waste didefinisikan sebagai “aktivitas meniadakan limbah dari suatu proses produksi dengan cara pengelolaan proses produksi yang terintegrasi dengan minimisasi, segregasi dan pengolahan limbah”.Selain itu untuk menyempurnakan kebijakan nir limbah dapat diterapkan pengelolaan dan pengolahan limbah yang

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

57

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus dihasilkan untuk mengurangi tingkat bahaya limbah yang dihasilkan dan menciptakan nilai ekonomis dari limbah tersebut.Meniadakan limbah dapat dilakukan dengan dua cara yaitu: Pertama, menjalankan proses produksi yang efisien-efektif dengan dukungan faktor pendukung produksi yang juga optimum. Secara teoritis dan praktis meniadakan 100% limbah dari proses produksi adalah hal yang tidak mungkin. Dengan tingkat efisiensi-efektivitas yang paling optimum sekalipun, limbah masih akan tetap dihasilkan, namun jumlahnya sangat sedikit. Limbah yang sedikit ini selanjutnya harus dikelola dengan baik agar tidak mencemari lingkungan. Kedua, mengolah limbah yang dihasilkan apabila ada keterbatasan dalam mencapai kondisi efisien-efektif dalam proses produksi. Dengan mengolah limbah maka secara aktual limbah menjadi tidak ada. Persepsi yang lebih baik adalah bila limbah sudah dipandang sebagai bahan baku untuk memproduksi barang tertentu yang tentu bernilai ekonomis. Pencemaran Lingkungan Secara umum, setiap unit proses membutuhkan bahan baku untuk menghasilkan produk serta akan mengeluarkan ekses negatif berupa limbah.Limbah yang dihasilkan dari suatu proses produksi sangat dipengaruhi oleh jenis, jumlah dan kualitas bahan baku serta bahan tambahan yang digunakan; jenis proses yang dijalankan; jumlah air; jenis energi dan pembangkitannya; kompetensi pekerja; dan pengelolaan lingkungan/limbah yang dilakukan. ZW ini secara praktis dimaksudkan sebagai suatu tujuan baru dalam abad yang baru ini untuk merancang kembali melalui suatu pendekatan sistem yang menyeluruh bagi alur pemanfaatan sumberdaya atau bahan-bahan untuk kepentingan produksi. Pada prinsipnya Zero Waste dapat dipahami sebagai upaya memaksimalkan sistem daur-ulang dan meminimalisasi limbah (waste). Dalam prakteknya adalah upaya untuk meyakinkan agar bahwa produk-produk yang dihasilkan dapat didaur-ulang, diperbaiki, digunakan kembali oleh alam atau dalam pasar. Melalui ZW ini paling tidak bisa diterapkan dalam suatu sistem proses manufaktur agar sumberdaya yang digunakan tidak hilang dan menjadi langka atau dengan kata lain lebih memberikan jaminan keberlangsungan manfaat sumberdaya tadi. Dengan demikian sumberdaya atau bahan-bahan yag digunakan untuk membuat suatu produk tidak hanya menjadi limbah atau sampah yang dibuang ke tempat penampungan sampah ataupun dibakar dan dimusnahkan dalam suatu alat insinerator.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

58

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus ZW ini merupakan suatu program aksi yang bertujuan untuk merubah mentalitas "menerima, membuat dan membuang limbah". Diantara mahluk hidup yang ada yaitu hewan, manusia dan tanaman maka hanya manusialah yang secara sadar belum banyak berpikir dan berbuat untuk menerapkan prinsip-prinsip ZW secara penuh di bumi ini. Mereka ini diharapkan dapat memiliki cara berpikir dan bertindak untuk tidak menghabiskan sumberdaya alam dan buatan dalam suatu periode pembangunan tertentu. Sebagai suatu konsep operasional maka ZW ini tidaklah sama dengan konsep "100% recycling". Pada konsep "100% recycling" maka visi pembangunan ditetapkan untuk dilakukan sepenuhnya oleh seluruh lapisan masyarakat. Sedangkan dalam konsep ZW. Tanggung jawab itu dibebankan secara proporsional antara industri dan masyarakat (dual responsibility). Kalangan industri hendaknya membuat suatu produk yang limbahnya tidak dibebankan kepada masyarakat. Jika pihak industri menciptakan suatu barang maka industri yang bersangkutan seyogyanya melakukan proses reengineering sehingga dihasilkan suatu rumusan pembaruan produk baru. Apabila suatu industri mengeluarkan limbah dalam proses produksi maka industri yang bersangkutanlah yang bertanggung jawab menanggung beban tersebut, bukan masyarakat ataupun pemerintah daerah. Limbah yang terbuang ini tentunya dapat diartikan sebagi suatu biaya yang dibebankan pada industri yang bersangkutan tetapi dalam situasi yang nyata. Dalam siatuasi yang riel, contohnya secara praktis kuncinya adalah pihak industri tidak melakukan overpackaging dan masyarakat tidak melakukan overconsumption. Contoh lainnya adalah menciptakan suatu produk yang akrab lingkungan atau dikenal sebagai stewardship product.Secara praktis kedua pihak harus mampu untuk mengurangi terjadinya limbah, baik mulai dari proses pengembangan bahan baku sampai dengan bentuk produk yang dilempar ke pasar. Contohnya adalah proses Produksi dari pembuatan Rokok yang saat ini sedang dikembangkan oleh PT Djarum. Kebijakan Zero Waste (ZW) ini merupakan kebijakan yang berupaya dalam hal pengendalian atas limbah yang dihasilkan PT Djarum.Dan Djarum telah merancang suatu agenda gerakan Zero Waste yang terprogram dengan rapih,terbukti dengan berhasilnya PT Djarum dalam mengolah limbah cair dan padatnya menjadi nir limbah atau tanpa limbah. 1. Kontribusi Limbah Bagi PT Djarum

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

59

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus Sebagaimana layaknya sistem ekologi maka prinsip-prinsip dari konsep ZW ini akan berhasil apabila seluruh Stecholder(Djarum dengan Para pedagang tembakau,cengkeh dan sebagainya) yang terkait dalam sistem produksi dapat berpartisipasi secara aktif sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing dalam menjalankan prinsip ZW tadi. Tentunya, menciptakan dan merancang program ZW ini bukan suatu pekerjaan yang mudah dan memerlukan suatu proses yang cukup panjang. Hal ini mengingat kompleksitas masalah yang dihadapi berkaitan dengan syarat-syarat dalam menjalankan prinsip-prisip ZW. Oleh karena itu diperlukan suatu program jangka panjang yang melibatkan seluruh stakeholder yang bersangkutan tadi. Dalam prinsip ZW paling tidak ditekankan adanya sikap untuk mampu memanfaatkan kembali (reuse) dan memulihkan barang-barang atau produk yang telah dimanfaatkan atau dikonsumsi (post-consumers) menjadi produk yang diperbaharui. Upaya menjalankan prinsip ZW tadi dinilai akan jauh lebih baik dibandingkan dengan manajemen limbah (waste management) karena dalam ZW cenderung melakukan aksi prefentif ketimbang kuratif seperti yang diterapkan dalam manajemen limbah. Lebih dari itu, mengurangi adanya limbah dalam setiap proses produksi sampai dengan tahap setelah dimanfaatkan (post-consumers) dapat meningkatkan produktifitas satu entitas kegiatan, baik ditinjau dari sisi sektoral maupun regional. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa mengurangi terbentuknya limbah dapat meningkatkan nilai produktifitas ditinjau dari jumlah bahan atau sumberdaya yang dapat dihemat. Teknik perhitungan yang sudah diterapkan dibeberapa negara menyangkut produktifitas ini adalah Total Factor Productivity (TFP). Dalam TFP ini tidak lagi menggunakan faktor tunggal yaitu tenaga kerja saja dalam menghitung produktifitas (misalnya jam bekerja per tenaga kerja atau jumlah barang yang dihasilkan per tenaga kerja) tetapi juga mengakomodasi faktor-faktor tenaga kerja, modal, energi dan bahan yang dikonsumsi dalam proses produksi. Dari hasil perhitungan ini dapat diperoleh gambaran hasil dampak dari pengurangan limbah terhadap nilai produktifitas keseluruhan. Selain itu juga dapat pula diperoleh nilai efisiensi keseluruhan dari suatu rangkaian proses produksi sampai dengan post-consumers.Dan PT Djarum telah mengaplikasikan konsep Reuse dalam menangani limbahnya yaitu menjadi pupuk organic yang telah mencapai baku mutu standar pupuk dan selanjutnya pupuk tersebut dibagikan secara Cuma – Cuma ke petani tembakau dan cengkeh sehingga PT Djarum dalam rankaian proses produksi sampai dengan post Consumersnya telah menjalankan kebijakan

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

60

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus yang merangkul dua kepentingan,yaitu Perusahaan dan lingkungan secara integral sehingga ukuran efisien,produktif dan ramah lingkungan dapat tercapai. 2. Clean Technology Clean Technology atau teknologi bersih adalah teknologi yang berprinsip pada optimasi penggunaan sumber – sumber daya demi mengurangi emisi yang bersifat negative. Di pabrik PT Djarum ini, aplikasi teknologi bersih antara lain berupa daur ulang air. Air hasil daur ulang tersebut telah mencapai baku mutu standar air bersihdan dialirkan ke sebuah kolam yang di isi ikan,dengan logika jika ikan dapat hidup di air hasil pengolahan limbah maka air tersebut telah aman.Dan setelah itu air hasil daur ulang tadi juga di alirkan ke sungai – sungai sekitar untuk keperluan pertanian dan sebagainya. Di lingkungan instalasi pengolahan limbah pabrik juga dilakukan penelitian mengenai pemanfaatan lumpur dan hasil olahan instalasi pengolah limbah. 3. CSR bakti lingkungan Program ini bermula dari konsep corporate social responsibility (CSR), yang mengharuskan sebuah perusahaan melakukan aktivitas social pada lingkungan.PT Djarum menyadari bahwa lingkungan adalah salah satu sumber bagi produktifitas karyawan atau perusahaan secara umum. Social cost yang dikeluarkan oleh PT Djarum tantu akan menggerakkan secara tidak langsung terhadap produktifitas karyawan. Konsep tersebut diimplementasikan oleh bapak Handojo Setjo selaku Corporate Affairs PT Djarum Kudus dengan mengadakan kelas les gratis bagi lingkungan perusahaan dalam hal ini untuk lingkungan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT Djarum Kudus yang terletak di Desa Gribig Kecamatan Gebog. Pada awal Februari 2006 Beswan Djarum Kudus 2005/2006 diberi mandat oleh Bapak Handojo Setjo untuk melakukan program tersebut kepada masyarakat. PT Djarum dengan program Djarum Bakti Lingkungan menyediakan 3.000 bibit. Dan panitia pelaksana lokal, menyiapkan 2.000 bibit yang siap ditanam. Jenis bibitnya, disesuaikan dengan ketinggian agroklimat Telaga Menjer, yakni sekitar 1.400 meter dari permukaan laut. Yang direkomendasi di ketinggian itu adalah jenus pohon pinus, suren, bentami, akasia decuren, akasia mangium, dan karet.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

61

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus Beberapa waktu yang lalu melalui program bakti Lingkungan, Djarum Bakti Lingkungan juga mendukung kegiatan penanaman sejuta pohon di Bukit Sidengkeng, Dieng, Wonosobo. Program Djarum Bakti Lingkungan merupakan salah satu misi sosial PT Djarum, di samping Djarum Bakti Pendidikan dan Djarum Bakti Olahraga. Dimulai sejak tahun 1979 PT Djarum merintis menghijaukan lingkungan di kota Kudus dan berbagai daerah, termasuk di lereng Gunung Muria, Kudus.. Selain itu perusahaan juga memberikan bantuan bibit tanaman keras maupun buah-buahan seperti petai, mangga, rambutan, alpukat, dan durian kepada para penduduk kota Kudus.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

62

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus

BAB IV PENUTUP
4.1 KESIMPULAN Metode-Metode Dalam Proses Produksi di PT. Djarum
Dalam proses produksinya, PT.Djarum memiliki dua metode yang berbeda, yaitu metode Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM). Pada metode Sigaret Kretek Tangan (SKT), khusus digunakan untuk produksi rokok tanpa filter dengan bentuk rokoknya mengerucut. Sedangkan Pada metode Sigaret Kretek Mesin (SKM) digunakan untuk produksi rokok dengan filter dengan bentuk rokoknya tabung. Sigaret Kretek Tangan Adalah sebuah metode pembuatan rokok dengan menggunakan kemampuan dan kinerja tangan manusia (manual). Pada metode ini, PT Djarum memiliki 32 brak (tempat bekerja) dengan total buruh linting sebanyak kurang lebih 58.000 orang. Dalam setiap brak memiliki jumlah karyawan yang berbeda-beda. Saat penulis mengunjungi salah satu brak (brak megawon 4), jumlah karyawannya kurang lebih 2.400 orang. Perusahaan ini hanya mempekerjakan wanita untuk tim pembuat dan pengepakan rokok dengan pertimbangan bahwa pekerja wanita biasanya lebih tekun, kreatif dan disiplin, sehingga produktivitas akan lebih tinggi. Sigaret Kretek Mesin SKM (Sigaret Kretek Mesin) adalah sebuah metode pembuatan rokok dengan menggunakan mesin. Rokok produksi SKM adalah rokok-rokok yang menggunakan filter atau penyaring. Pembuatan rokok dengan metode SKM ini sangat bergantung dengan kinerja mesin. Manusia hanya memiliki peranan dalam bahan baku dan pengecekan system komputerisasi kinerja mesin. Mesin ini memiliki tiga tahapan pembuatan dan pengepakan rokok kretek filter. Tahap pertama, racikan rokok (tembakau + cengkeh + saos) dimasukkan ke dalam mesin. Setelah itu, mesin akan menyatukan bahan-bahan tersebut menjadi sebatang rokok dengan lem tapioka. Mesin ini memiliki kecepatan kerja kurang lebih 6.300 btng/mnt. Mesin ini juga diatur untuk membuat rokok dengan ukuran bawah (tempat menempel dengan filter) 79,5 mm dan bagian atas (bagian

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

63

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus yang akan dibakar) 80 mm.. Pada tahapan ini, rokok yang gagal akan dipisahkan. Jadi rokok-rokok yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan tidak akan lewat ke pasaran. Setelah melewati itu semua, batangan-batangan rokok yang sesuai dengan keinginan akan memasuki tahapan kedua, yaitu tahapan pembungkusan. Pada tahapan ini, operator akan menyiapkan lembaran-lembaran pembungkus, kertas foil dan juga cukai. Batangan-batangan itu akan dibungkus dengan kecepatan kerja mesin kurang lebih 500 bks/mnt. Mesin-mesin ini rata-rata memiliki target produksi sebanyak 170.000 bks/hari. Setelah rokok dibungkus dengan rapi. Maka rokok akan masuk ke tahapan ketiga. Pada tahapan ini, rokok akan di pack atau dimasukkan ke dalam slot. Tahapan akhir ini biasanya memiliki kecepatan rata-rata 52 pack/mnt. Setelah selesai semua, maka rokok siap untuk dipasarkan.

Proses Pengolahan Limbah Pada PT. Djarum
PT.Djarum memiliki sebuah instalasi untuk pengolahan limbah produksinya(Instalasi Pengolahan Air Limbah). Dalam proses pengolahan tembakau dan cengkeh akan menghasilkan limbah cair berupa cairan coklat pekat yang bersifat asam. Limbah-limbah tersebut kemudian akan diproses agar tidak menjadi berbahaya bagi lingkungan sekitar. Jadi, sebelum dibuang limbahlimbah tersebut harus melalui beberapa tahap pada IPAL. Pada IPAL, limbah-limbah cair tersebut diolah kembali untuk di netralisir. Dalam pengolahan limbah cair tersebut PT.Djarum sudah menggunakan teknologi yang cukup canggih. Saat limbah sisa pencucian cengkeh tersebut di alirkan ke IPAL maka limbah cair itu akan diolah sedemikian rupa agar kadar racunnya dapat dinetralisir. Cairan penetralnya adalah Ca (OH)2 yang bersifat basa sehingga cairan yang asam tersebut mendapatkan pH yang mendekati netral. Setelah itu, cairan diaduk dengan maksud pemberian oksigen (oksigenasi) dan dicampur dengan bakteri yang sengaja dikembangbiakkan di tempat tersebut. Bakteri aerob dibantu oksigen untuk proses pembusukan limbah sehingga limbah tersebut tidak lagi berbahaya. Setelah itu, cairan yang sudah agak berwarna bening tersebut dialirkan menuju tempat berikutnya. Pada tempat ini, yaitu proses pemisahan antara air bersih dengan ampas yang tersisa dengan proses pengendapan. Air yang bersih mengalir sedikit demi sedikit melalui celah pada

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

64

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus design alat tersebut dan dialirkan menuju kolam ikan.Setelah diolah maka sisa cairan pembersih cengkeh tersebut akan menjadi netral dan tidak beracun lagi. Kolam ikan yang ada di dalam IPAL tersebut merupakan suatu indikator alamiah yang menunjukkan kenetralan air karena pada logikanya, ikan tidak akan dapat bertahan hidup dalam air beracun. Kemudian untuk limbah padatnya yaitu bekas bungkus tembakau juga diolah sedemikian rupa di dalam IPAL ini, dan hasil olahan limbah ini berupa pupuk kompos.

Kegiatan CSR PT.Djarum
Djarum Bakti Lingkungan Program Djarum Bakti Lingkungan merupakan salah satu misi tanggung jawab sosial PT Djarum. Dimulai sejak tahun 1979 PT Djarum merintis menghijaukan lingkungan di kota Kudus, program tersebut merupakan bentuk kepedulian serta kepekaan terhadap lingkungan sosial. Selain menghijaukan Kota Kudus, PT Djarum membagikan bibit pohon mangga harum manis kepada penduduk secara cuma-cuma. Hasilnya, selain Kota Kudus semakin rimbun, panen mangga tersebut memberikan pemasukan ekstra bagi penduduk. Untuk memaksimalkan program tersebut, PT Djarum kemudian mendirikan pusat pembibitan aneka tanaman penghijauan dan tanaman langka yang dikelola secara intensif. Dengan upaya pembibitan tanaman langka tersebut, PT Djarum bisa turut menjadi bagian dari usaha mempertahankan serta melestarikan tanaman-tanaman langka tersebut agar terjaga dari kepunahan. Program lain yang termasuk Djarum Bakti Lingkungan adalah Temu Anak Mitra Lingkungan yang berlangsung sejak 1989. Kegiatan tersebut diadakan selama empat kali dalam setahun ketika musim penghujan tiba. Temu Anak Mitra Lingkungan (TAML) yang juga dirintis di Kudus tersebut merupakan buah kerja sama dengan dinas lingkungan hidup setempat. Dukungan lain tampak pada pembinaan kesadaran lingkungan sejak dini yang diwujudkan pula dengan membantu Forum Guru Peduli Lingkungan di Kudus. Djarum juga memberikan program Penghijauan Berbasis Sekolah (PBS) di 10 kecamatan. Program tersebut dimulai sejak 2007 dan sudah tersebar di 100 sekolah di Kudus.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

65

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus Tujuan program ini adalah menjadikan sekolah sebagai sentra penghijauan untuk lingkungan dan sekolah tersebut bisa memberikan bibit tanaman kepada lingkungan sekitar yang membutuhkan. Djarum Bakti Pendidikan Sejak 1984, melalui program Djarum Bakti Pendidikan, Djarum memberikan beasiswa kepada para mahasiswa-mahasiswi strata satu berprestasi tinggi dari berbagai Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta di seluruh Indonesia. Selain mendapat bantuan biaya pendidikan, para penerima beasiswa Djarum juga menerima manfaat lain berupa program pengembangan karakter yang merupakan kelebihan dari Program beasiswa Djarum, yaitu dengan mengikuti seminar/lokakarya, pelatihan-pelatihan, leadership, motivasi, outbound, practical skills, maupun kewirausahaan Misi Djarum Bakti Pendidikan adalah Djarum Bakti Pendidikan berperan aktif memajukan pendidikan melalui pembudayaan dan pemberdayaan mahasiswa berprestasi tinggi, dalam berbagai pelatihan soft skills untuk membentuk manusia Indonesia yang disiplin, mandiri dan berwawasan masa depan serta menjadi pemimpin yang cakap intelektual, emosional dan spiritual. Djarum Bakti Olahraga Selain Program Djarum Bakti Pendidikan, PT Djarum juga mendirikan sarana olahraga Bulutangkis yang ada di Jati, Kudus. Sarana olahraga seluas 43.207 m2 juga ini menjadi pusat pembibitan dan pembinaan atlet-atlet bulutangkis potensial. Sudah banyak atlet-atlet bulutangkis nomer wahid yang menjadi andalan Indonesia dalam berbagai perlombaan bulutangkis yang lahir dari program ini. Sebut saja Liem Swie King, Christian Hadinata, hingga Maria Kristin. Mereka adalah kebanggan Indonesia yang lahir dari sini.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

66

Laporan Plan visit Industrial Engineering UNDIP 2009 Angkatan 2007 PT. Djarum Kudus

4.2 SARAN
1. Dalam perjalanan Plan Visit ini, sebaiknya perlu ditambahkan waktu yang banyak sehingga mahasiswa bisa melihat pabrik-pabrik lain yang dimiliki oleh PT Djarum, yang katanya masih banyak lagi yang belum dilihat oleh kami. 2. Oleh karena waktu yang singkat, di pastikan dalam perjalanan berikutnya mahasiswa ataupun kendaraan yang digunakan harus tepat waktu berada di tempat, sehingga kita bisa memaksimalkan waktu yang ada. 3. Mahasiswa yang mempunyai tanggung jawab untuk membuat laporan ini, sebaiknya tepat waktu sesuai dengan yang telah disepakati, walaupun deadline pengumpulannya masih lama. 4. Sebaiknya para ketua kelompok mengkoordinir kelompoknya untuk membawa makanan dan sebagainya, karena banyak teman mahasiswa yang lupa membawa makanan tersebut.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

67

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful