You are on page 1of 2

Pengalaman Pribadi Martono* Merujuk pasien terutama ke rumah sakit besar di luar Kalimantan (Pulau Jawa) perlu persiapan

matang dan harus sabar. Persiapan yang dimaksud yaitu 1. Persiapan kondisi pasien sendiri dan 2. Persiapan kelengkapan surat menyurat serta dokumen medik disamping itu perlu juga konfirmasi ke rumah sakit yang dituju untuk pemesanan tempat rawat pasien (booking). Setelah semua persiapan selesai, pasien diberangkatkan dalam kondisi stabil. Untuk pemberangkatan dengan pesawat terbang ada beberapa prosedur yang harus dilalui untuk mendapatkan surat kelayakan terbang dari pihak medis bandara. Pertama-tama pasien dibawa ke poliklinik bandara, setelah melewati beberapa pemeriksaan barulah pihak poliklinik bandara bisa memutuskan apakah pasien yang bersangkutan laik terbang atau tidak. Beruntung pasien yang saya bawa kondisinya stabil dan layak terbang. Untuk menuju pesawat jangan kuatir mas-mas ganteng atau mbakmbak yang cantik yang bertugas di bandara bersedia kok ngantar pake kursi roda yang memang tersedia di bandara. Sampai di Jakarta ternyata lebih sulit yang saya bayangkan, setiba di sana kami langsung menuju ke rumah sakit kanker, sesuai tujuan semula. Ternyata rumah sakit tersebut penuh dan waiting listnya saja 20 pasien lebih. Informasi dari resepsionis untuk antrian sejumlah itu diperlukan waktu ± 1 tahun untuk bisa masuk rumah sakit tersebut, dan ternyata rumah sakit tersebut hanya menyediakan 2 tempat tidur untuk pasien gakin, bayangkan 2 tempat tidur untuk pasien seluruh Indonesia, oh my God...!!! Bagaimana ini ...? Akhirnya menjelang malam atas petunjuk dokter yang merujuk, pasien dibawa ke pusat rujukan nasional. Setiba di IGD, pasien ditangani dan diminta untuk rawat inap. Pasien didaftarkan ke bagian P3RN, tapi pada saat itu petugas P3RN menyatakan ruangan penuh. Kami diminta menunggu. Kami coba untuk menunggu lagi dan tidak bosan-bosannya

PMER E

MERUJUK PASIEN KE JAKARTA

(bagian 1) bertanya ke bagian P3RN sampai akhirnya setelah ± 5 kali bertanya ke bagian P3RN dan hasilnya tetap NIHIL, ketika itu jam sudah menun-jukkan pukul 23.00 WIB, akhirnya saya putuskan pasien dibawa pulang saja, malam itu pun kami masih harus putar-putar mencari mess Kalteng setelah tiba di sana apesnya lagi mess itu pun penuh, beruntung pada waktu itu mertua dokter yang merujuk berbaik hati memberikan kami tumpanan di rumah beliau. Kami pun beristirahat. Keesokan paginya kami bersiap-siap kembali, pasien saya bawa kembali ke tersebut di bagian poliklinik bedah. Di poli tersebut dokter menyatakan tidak ada indikasi untuk rawat inap meskipun pada saat itu saya sudah berargumen bahwa keadaan umum pasien lemah dan pasien sudah tidak mampu makan peroral tapi dokter itu tetap tidak memberikan rawat inap.... (bersambung) *) Kepala Ruang Kenanga RALAT No. 01 / Tahun I Halaman 1 tertulis Dr. Bobby P Simanjuntak seharusnya Dr. Robby P Simanjuntak. red

INT

KA AH

BU PAT

EN

K

H. S

OE MA

RNO

S SO

RO

A T

KU A L A

K A P U AS

D J O
M O

Collateral
Bulletin RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas

P A

S A U U

No. 02 Tahun I

Membina Keakraban dalam Peringatan

Hari Kesehatan Nasional ke-43
Kuala Kapuas, Collateral Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang diperingati setiap tanggal 12 Nopember tahun ini berlangsung sangat penuh arti dan lebih menjalin keakraban sesama warga kesehatan dan masyarakat pengguna jasa pelayanan kesehatan di wilayah kota Kuala Kapuas dan sekitarnya. Rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional diawali dengan pemberian bantuan untuk para korban bencana alam angin puting beliung yang terjadi di Sei Tatas Kecamatan Pulau Petak oleh Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kapuas. Seminar untuk umum dengan tema penanganan impotensi secara menyeluruh menghadirkan nara sumber dr. Luthfan Budi Purnomo, SpPD dari Yogyakarta, dan Prof Dr dr FX Arif Adimoelja, SpAnd FSS dari Surabaya di Gedung Gandang Garantung dan dilanjutkan dengan Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) yang
www.rsudkapuas.co.nr

Wakil Bupati Kapuas didampingi unsur Muspida dan Direktur RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo melepas peserta Jalan Sehat Hari Kesehatan Nasional ke-43 di Kuala Kapuas

0

Dewan Redaksi Bulletin Collateral : Penanggung Jawab : Direktur RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Kepala Sub Bagian Pelayananan Medis Pelaksana Tim PKRS : Dr. Achmad Yani, M.Ked.Kerja; Dra. Hernawaty WE, M.Kes; Edvina, AMG; Widi Pujadi; Dewi Erma Paulina, SKM; Neny Puji Lestari, SKM; Wahyu Nikmah, SKM; M. Sholichuddin; Christine Pallangan, SKM Sekretariat dan Pemasangan Iklan : Sub Bagian Yanmed atau Keperawatan RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Jl. Tambun Bungai No. 16 Telp/Fax 0513-23791 email : rsudkapuas@gmail.com website : www.rsudkapuas.co.nr Redaksi menerima tulisan maksimal 2 halaman A4, tulisan yang dimuat akan melalui proses editing, tulisan yang diterima menjadi hak Collateral. Disediakan honor bagi tulisan yang dimuat. Bulletin ini dibagikan GRATISSS Wartawan Collateral tidak menerima uang dan barang dalam melaksanakan tugas peliputan

memfokuskan pada penatalaksanaan kegawatdaruratan, pada hari berikutnya dengan nara sumber empat orang dokter spesialis, dua orang dari RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, satu orang dari Banjarmasin, dan satu orang dari Surabaya. Selain kegiatan sosial dan pendidikan kesehatan tersebut di RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas juga mengadakan kegiatan olah raga dan seni yang ditujukan khusus untuk warga kesehatan di wilayah kota Kuala Kapuas dan sekitarnya,

kegiatan ini ditujukan untuk menjalin keakraban antara sesama warga kesehatan di sekitar RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo khususnya Puskesmas yang sering berhubungan dengan RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo dalam pengiriman pasien maupun pengiriman sampel. Kegiatan yang memperebutkan piala dan hadiah lainnya tersebut terdiri dari bola voli, bulu tangkis, tenis meja, senam massal, dan lomba nyanyi vokal solo dengan iringan organ tunggal diikuti oleh beberapa instansi kesehatan antara lain

www.rsudkapuas.co.nr

1

foto : muhammad rusli, amk

S S R RU
D DD r.

edisi : Desember 2007

Dinas Kesehatan, Laboratorium Kesehatan Daerah, Puskesmas Selat, Puskesmas Melati, Pus- oleh : dr. Erny Indrawati* kesmas Pulau Telo, PuskesDiabetes sudah dikemas Barimba, Akademi Keperawatan Pemda Kapuas, dan nal sejak berabad-abad seyang paling jauh adalah dari belum masehi. Pada Papyrus Ebers di Mesir kurang Puskesmas Palingkau. Kegiatan puncak peringat- lebih 1500 SM, digambarkan an HKN yang sangat meriah adanya penyakit dengan adalah jalan sehat yang diikuti tanda-tanda banyak kenoleh sekitar 5.000 orang cing. Cendekiawan India peserta dari berbagai tingkatan dan Cina pada abad 3 usia mulai dari balita sampai sampai dengan 6 masehi juga menemukan penyakit lansia. Sebelum melakukan aktivi- ini, malah dengan mengatas jalan sehat, panitia pelak- takan bahwa urin pasiensana memberikan tabel penca- pasien ini terasa manis. paian denyut nadi yang harus Sejak itu nama penyakit ini dicapai bagi peserta jalan sehat ditambah dengan kata berdasarkan jenis kelamin dan mellitus (=madu). Ibnu Sina pertama kali melukiskan umur peserta. Jalan sehat yang menem- ganggren diabetik pada puh jarak 4.82 km mengambil tahun 1000. Dengan bertambahnya start dan finish di Stadion angka harapan hidup bangsa Olahraga Kuala Kapuas pada tanggal 11 Nopember 2007 Indonesia, perhatian masamulai jam 05.30 WIB, dilepas lah kesehatan beralih dari oleh Wakil Bupati Kapuas penyakit infeksi ke penyakit TE Toepak didampingi unsur degeneratif. Selain penyakit jantung koroner dan Muspida. Hadiah utama yang dise- hipertensi, diabetes mellitus diakan oleh panitia adalah (dm) merupakan salah sa-tu sebuah sepeda motor, yang penyakit degeneratif yang diraih oleh seorang siswi SMA saat ini makin bertambah 3 Kuala Kapuas, dan beberapa jumlahnya di Indonesia. Dari jumlah penduduk hadiah lainnya yang disediakan oleh panitia pelaksana dan Indonesia yang 200 juta beberapa donatur ikut mem- orang, prevalensi penderita perlancar kegiatan ini. Sesuai DM adalah 1,4–1,6%. Pada tema HKN ke-43 tahun 2007 tahun 1994 diperkirakan 2-5 “Rakyat Sehat Negara Kuat”. juta orang menderita DM as dan jumlah tersebut akan

DIABETES MELLITUS
menjadi 4 juta pada tahun 2000 dan 5 juta pada tahun 2010. Apakah Diabetes Itu? Diabetes merupakan saah satu penyakit tertua pada manusia. Nama lengkapnya Diabetes mellitus, berasal dari kata Yunani : diabetes yang berarti panuran dan mellitus yang berarti madu atau gula. Jadi istilah diabetes mellitus menggambarkan gejala diabetes yang tidak terkontrol, yakni banyak keluar air seni yang manis karena menganung gula. Itulah sebabnya penyakit ini disebut “kencing manis”. Jika anda menderita diabetes, bukan berari anda menjadi cacat. Jutaan orang di dunia menderita diabetes, kebanyakan hidup normal dan aktif. Bahkan ada yang sudah mengidapya lebih dari 50 tahun. Mengapa Kadar Gula Dapat Meningkat? Diabetes disebabkan oleh kekurangan hormon insulin. Hormon adalah bahan yang dibuat oleh tubuh dan dilepaskan kedalam aliran darah untuk digunakan oleh bagian tubuh yang membuwww.rsudkapuas.co.nr

tuhkannya. Hormon insulin dibuat oleh kelenjar pankreas. Hormon insulin dapat menurunkan gula darah dengan cara meningkatkan jumlah gula yang disimpan dalam hati, merangsang selsel tubuh agar menyerap gula, mencegah hati mengeluarkan terlalu banyak gula. Ada orang yang sama sekali tidak dapat menghasilkan insulin, tapi ada juga yang produksi insulinnya cukup tetapi hormon tersebut tidak bekerja dengan sempurna. Jika insulin berkurang, kadar gula dalam darah meningkat. Glukosa dalam darah berasal dari makanan kita yang diolah secara kimiawi oleh hati. Sebagian glukosa disimpan dan sebagian lagi digunakan untuk tenaga. Jika kadar gula darah (glukosa) melebihi angka tertentu, gula mulai keluar dari darah dan masuk ke dalam urin. Gejala-Gejala Diabetes Mellitus (Kencing Manis) 1. Banyak kencing (sering terbangun malam hari untuk kencing). Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan pasien sering kencing dalam jumlah banyak. 2. Banyak makan dan minum, karena mudah lapar dan haus. Untuk mengimbangi banyaknya
www.rsudkapuas.co.nr

air yang keluar sebagai kencing, maka pasien akan banyak minum (sering haus). 3. Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas. Karena tidak terdapat cukup insulin untuk mengubah gula menjadi tenaga, tubuh akan menggunakan simpanan lemak dan protein. Hal ini menyebabkan hilangnya berat badan. 4. Pandangan kabur padahal baru mengganti kacamata. Kadar gula darah tinggi dapat menyebabkan perubahan pada lensa mata sehingga penglihatan kabur walaupun sudah ganti kacamata. 5. Gatal di daerah kemaluan, yang kadang membuat malu. Infeksi jamur di sekitar kemaluan menyebabkan rasa gatal, terutama pada wanita. 6. Cepat lelah dan mengantuk, sehingga hasil kerja menurun. Kadar gula di dalam darah tidak dapat diubah menjadi tenaga untuk sel-sel tubuh, maka badan cepat merasa lelah, kurang bertenaga, dan mengantuk. 7. Bila luka sulit sembuh. Pada penyandang diabetes, terjadi penurunan daya tahan tubuh terhadap infeksi sehing-

ga bila timbul luka akan sulit sembuh. Infeksi yang berat di kaki, mempunyai resiko untuk diamputasi sehingga menimbulkan cacat. 8. Bayi lahir dengan berat lahir lebih dari 4 kg. Kadar gula darah yang tinggi pada ibu hamil akan menyebabkan janin tumbuh menjadi besar, sehingga waktu lahir berat badan bayi 4 kg atau lebih. 9. Impoten (istri sering kecewa karena suaminya “loyo”) dan kaki sering terasa baal dan kesemutan. Diabetes dapat merusak jaringan saraf dan pembuluh darah, baik pada kemaluan maupun kaki, sehingga dapat menyebabkan impoten dan kesemutan di kaki. Penyakit kencing manis tidak menakutkan bila diketahui lebih awal. Kesulitan timbul karena kadang-kadang dia datang tenang dan bila dibiarkan akan menghanyutkan pasien kedalam komplikasi yang fatal. Karena itu mengenal gejala awal diabetes sangat penting. *) Edukator Diabetes Center RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Poliklinik Penyakit Dalam Telp. 0513 21653 pesawat 819

2

3