You are on page 1of 16

WartaRSUD

KU ALA
KAP UAS

Bulletin RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas No. 5 Tahun III Juni 2009

www.rsudkapuas.org

1

Beranda

Sehat dari Keluarga

K

eluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat merupakan tempat yang paling strategis untuk melaksanakan pendidikan kesehatan. Awal mula hidup sehat bisa dimulai dari individu (diri) kita sendiri, dengan melakukan kebiasaan ber—perilaku hidup bersih dan sehat, kemudian kebiasaan baik itu ditularkan kepada anggota keluarga yang lain. Bila dalam suatu keluarga sudah bisa ber-perilaku hidup bersih dan sehat mulai dari rumah dapat dijadikan contoh bagi lingkungan sekitarnya dimana pun anggota keluarga itu berada, baik di sekolah, tempat kerja, angkutan umum, tempat umum dan dimana pun mereka berada. Keluarga diharapkan juga bisa membentengi seluruh anggotanya dari bahaya dari narkotika, obat-obatan dan zat adiktif lainnya. Yang secara langsung maupun tidak langsung bisa merusak keharmonisan di dalam keluarga. Semoga keluarga kita menjadi keluarga yang sehat dalam keseluruhan makna. Go healthy…!!!

Dewan Redaksi Bulletin WartaRSUD : Pembina : Direktur RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo dr. H. Bawa Budi Raharja Kepala Bidang Pelayananan Medis dr. Jum’atil Fajar, MHlthSc Pelaksana Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit : Ketua H. Dusi, SKM Kontributor : Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Editor : M. Sholichuddin, AMdKep—Nenny Puji Lestari, SKM—Arkani, SST Fisio—Danung Sri Wulandari, MPH Sekretariat : RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Jl. Tambun Bungai No. 16 Telp/Fax 0513-23791 email : pkrs.rsudkapuas@gmail.com website : www.rsudkapuas.org facebook : Pkrs Rsud Kapuas Redaksi menerima tulisan maksimal 2 halaman A4, tulisan yang dimuat akan melalui proses editing, tulisan yang diterima menjadi hak WartaRSUD. Disediakan honor bagi tulisan yang dimuat. Bulletin ini dibagikan GRATISSS sebanyak 1.000 eksemplar Printed by PKRS

2

www.rsudkapuas.org

Info Kita

nstalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas adalah instalasi/unit pelayanan rumah sakit yang memberikan pelayanan pertama pada pasien dengan ancaman kematian dan kecacatan secara terpadu dengan melibatkan berbagai multidisiplin ilmu, yang terpisah dari unit lain dan memberikan pelayanan kesehatan pasien gawat darurat selama 24 jam secara terus menerus dan berkesinambungan. Pada saat ini standar klasifikasi IGD RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo adalah kelas II, yakni memiliki empat besar dokter spesialis (spesialis Bedah, Ppenyakit Dalam, Anak, dan Obtetri & Gynekologi) yang siap panggil (on-call). Sedangkan dokter umum yang siaga di tempat (on-site) dalam 24 jam dengan jumlah perawat 21 orang dan 7 orang bidan walaupun hanya sebagian kecil yang mendapat pelatihan khusus (kualifikasi keperawatan gawat darurat dasar) didukung pula oleh instansi dan tenaga lain, yaitu Bagian Radiologi, Laboratorium, Farmasi, IPSRS, Rekam Medik, Administrasi Keuangan, Administrasi IGD, Operator Telepon, Cleaning Service dan Security, serta ambulance gawat darurat yang siap melayani. Nomor telepon IGD selama 24 jam 0513-21653. Pada tahun 2008 jumlah kunjungan pasien perbulan mencapai 600 kunjungan baik rawat jalan ataupun rawat inap. Barubaru ini RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo mengembangkan program IGD PONEK (Pena nga na n Obstetri, N eonat ol ogi, Emergensi, Komprehensif) yakni penanganan kedaruratan obstetri, gynekologi, dan neonatal secara terpadu dan menyeluruh karena tingginya kasus kematian ibu dan anak serta untuk meningkatkan akreditasi rumah sakit. IGD RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo menerima dan menangani pasien dari semua golongan tanpa kecuali sesuai dengan hasil triage, yaitu menangani terlebih dahulu pasien yang lebih gawat dan memerlukan tindakan segera. Walaupun sarana fisik dan peralatan IGD ini masih belum memadai sesuai dengan standar minimal rumah sakit type C, akan tetapi pelayanan akan diberikan secara maksimal yang bisa diberikan sesuai dengan SOP yang ada. Motto IGD RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo “Memberikan Pelayanan yang Maksimal kepada Setiap Pasien.” BOBIYANSYAH, AMd.Kep. www.rsudkapuas.org 3

I

Cover Story

Konsep keluarga menurut kami : Adalah jalinan kebersamaan dalam perbedaan diantara suami, istri dan anak-anak kita yang didasari oleh jalinan rasa kasih sayang. Kiat-kiat keluarga dalam menghadapi tantangan global dalam kehidupan ini : Kehidupan dalam sebuah keluarga itu kami ibaratkan bagaikan air sungai yang mengalir, kadang air mengalir tenang dan kadangkala ada riak-riak kecil kalau ada terpaan angin. Itulah dinamika kehidupan dan itulah seninya hidup, yang perlu diingat “jangan banyak mengeluh”. Begitu juga dalam menghadapi era global seperti sekarang ini, yang boleh dikatakan serba instan dan perkembangan informasi yang sangat cepat dan canggih. Kita sebagai kepala keluarga harus bisa memilah-milah dan memilih mana yang bermanfaat dan mana yang kurang bermanfaat untuk keluarga. Sehingga akhirnya kita bisa menentukan mana yang priotitas untuk keluarga dan anakanak kita, kalau tidak mau dikatakan ketinggalan teknologi atau gagap teknologi (Gaptek). Harapan kami dari sebuah keluarga adalah : Berusaha menciptakan keluarga yang harmonis dan mewujudkan keluarga sakinah seperti dambaan kita semua.
4 www.rsudkapuas.org

Cover Story
Tentunya ini tidak mudah, karena kita harus tahu fungsi masingmasing anggota keluarga : Sebagai suami tugasnya adalah mencari anak. Sebagai Istri berperan “membantu” suami dalam menambah mencari nafkah dan berkarier dalam fungsi sebagai Ibu Rumah Tangga, membimbing anak serta memperhatikan suami (sebagai motivator suami). Sebagai anak selalu berbakti dan mewujudkan cita-cita. Himbauan yang dapat kami berikan untuk keluarga lain, khususnya karyawan RSUD adalah :

nafkah, memberi

rasa

aman dan

melindungi istri serta

“Eling-eling” / selalu ingat Tuhan dan beribadah sesuai agama masing-masing sebagai wujud rasa syukur dan bersikap tawaqal. Saling pengertian / komunikasi dalam keluarga serta mengurangi rasa egois. Selalu memberikan contoh dan tauladan pada anak.

Pewawancara : Danung Sri Wulandari, MPH

www.rsudkapuas.org

5

Artikel

Oleh : dr. Jum’atil Fajar, MHlthSc enelitian selama dua dekade terakhir telah menentukan asal dan jalur dari penyalahgunaan dan ketagihan obat — bagaimana masalah dimulai dan bagaimana dia berkembang. Beberapa faktor sudah diidentifikasi yang membantu dan membedakan mereka lebih mungkin untuk menyalahgunakan obat dari mereka yang kurang rentan terhadap penyalahgunaan obat. Faktor-faktor tersebut berhubungan dengan potensi yang lebih besar untuk penyalahgunaan obat yang disebut sebagai faktor-faktor “resiko”, sedangkan hal-hal yang berhubungan dengan potensi yang lebih kecil untuk penyalahgunaan obat disebut sebagai faktor-faktor “pelindung”. Meskipun demikian, perlu diperhatikan bahwa sebagian besar individu yang berisiko terhadap penyalahgunaan obat tidak mulai menggunakan obat-obatan atau menjadi ketagihan. Juga, faktor risiko bagi seseorang mungkin bukan faktor risiko bagi orang lain. Faktor-faktor risiko dan pelindung dapat mempengaruhi anak-anak dalam masa perkembangan. Masa ini menangkap bagaimana risiko menjadi jelas pada tahap yang berada di kehidupan seorang anak. Sebagai contoh, risiko awal, seperti perilaku agresif yang diluar kendali, dapat ditemukan pada anak-anak yang sangat muda. Jika tidak ditangani melalui tindakan yang positif, perilaku ini dapat menyebabkan risiko tambahan bila anak memasuki sekolah. Perilaku agresif di sekolah dapat menyebabkan penolakan oleh kelompok, hukuman oleh guru, dan kegagalan dalam pelajaran. Terlebih lagi, jika tidak ditangani melalui intervensi pencegahan, risiko ini dapat menyebabkan perilaku segera yang membuat anak tersebut beresiko terhadap penyalahgunaan obat, seperti mangkir dari sekolah dan berhubungan dengan kelompok yang menyalahgunakan obat. Berfokus pada jalur risiko, program pencegahan berbasis penelitian dapat mengintervensi secara dini pada perkembangan anak untuk memperkuat faktor risiko dan mengurangi risiko jauh sebelum masalah perilaku dimulai. Pada tabel di bawah ini memberikan kerangka untuk membedakan faktor risiko dan faktor pelindung dalam lima domain. Domain ini dapat bertindak sebagai focus pencegahan. Sebagaimana yang ditunjukkan oleh dua contoh pertama, sebagian faktor risiko dan faktor pelindung bersifat eksklusif—keberadaan sesuatu berarti ketiadaan yang lain. Sebagai contoh, pada domain individu, perilaku agresif dini, sebuah faktor risiko, mengindikasikan ketiadaan kendali impuls, faktor pelindung yang utama. Membantu anak kecil untuk belajar mengendalikan perilaku adalah focus dari sebagian program pencegahan. Faktor risiko Perilaku agresif dini Kurangnya supervisi orang tua Penyalahgunaan obat Ketersediaan obat Kemiskinan 6 Domain Individu Keluarga Kelompok Sekolah Masyarakat Faktor Pelindung Pengendalian impuls Pengawasan orang tua Kompetensi akademik Kebijaksanaan anti obat terlarang Hubungan dengan tetangga baik www.rsudkapuas.org

P

Cover Story

Faktor-faktor risiko dan faktor-faktor pelindung lain tidak saling nterikat satu sama lain, sebagaimana ditunjukkan dalam tabel domain kelompok, sekolah dan masyarakat. Sebagai contoh, dalam domain sekolah, obat-obatan terlarang mungkin ada, meskipun sekolah memiliki kebijakan anti obat-obatan terlarang. Intervensi dapat memperkuat kebijakan sehingga kebijakan sekolah menciptakan lingkungan sekolah yang diinginkan. Faktor-faktor risiko bagi penyalahgunaan obat menggambarkan tantangan terhadap emosi individu, perkembangan sosial dan akademik. Faktor-faktor risiko ini dapat menghasilkan efek yang berbeda, bergantung pada kepribadian seseorang, fase perkembangan, dan lingkungan. Singkatnya, berbagai risiko yang serius, seperti perilaku agresif dini dan pencapaian akademik yang buruk, dapat mengindikasikan bahwa seorang anak sedang berada pada tahap perkembangan yang negatif yang dapat mengarah pada masalah perilaku. Meskipun demikian, intervensi dini dapat membantu mengurangi atau membalikkan risiko ini dan mengubah jalur perkembangan anak. Bagi anak kecil yang sudah menunjukkan faktor-faktor risiko serius, menunda intervensi sampai remaja akan membuatnya lebih sulit untuk mengatasi risiko. Ketika sudah remaja, perilaku dan kebiasaan anak sudah menetap dan tidak dapat diubah dengan mudah. Semakin anak terpapar dengan faktor-faktor risiko, semakin besar kemungkinannya sang anak akan menyalahgunakan obat. Sehingga, pada lingkungan tanpa kelompok yang menyalahgunakan obat dan norma anti obat terlarang yang kuat, anak tersebut kecil kemungkinannya menjadi penyalahguna obat. Dan keberadaan beberapa faktor pelindung dapat mengurangi dampak dari beberapa faktor risiko. Sebagai contoh perlindungan yang kuat —seperti dukungan dan keterlibatan orang tua— dapat mengurangi pengaruh risiko yang kuat. Jadi tujuan pencegahan yang penting adalah mengubah keseimbangan antara faktor risiko dan faktor pelindung sehingga faktor pelindung mengalahkan faktor risiko. www.rsudkapuas.org 7

Artikel

K

eluarga adalah dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan darah, perkawinan atau adopsi. Mereka salaing berinteraksi satu dengan yang lain, mempunyai peran masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya. (Baylon & Maglaya) Dari pengertian tentang keluarga dapat disimpulkan bahwa karakteristik keluarga yaitu terdiri dari dua atau lebih individu yang diikat oleh hubungan darah, perkawinan atau adopsi; anggota keluarga biasanya hidup bersama, atau jika terpisah mereka tetap memperhatikan satu sama lain; anggota keluarga berinteraksi satu sama lain dan masing-masing mempunyai peran sosial: suami, istri, anak, kakak dan adik; mempunyai tujuan : a. menciptakan dan mempertahankan budaya b. meningkatkan perkembangan fisik, psikologis, sosial anggota. Tipe keluarga tradisional : 1. The Nuclear family (Keluarga inti) yaitu keluarga yang terdiri dari suami istri dan anak (kandung atau angkat). 2. The dyad family , suatu rumah tangga yang terdiri dari suami istri tanpa anak. 3. Keluarga usila, Keluarga terdiri dari suami dan istri yang sudah usia lanjut, sedangkan anak sudah memisahkan diri. 4. The childless, Keluarga tanpa anak karena telambat menikah, bisa disebabkan karena mengejar karir atau pendidikan. 5. The Extended family , keluarga yang terdiri dari keluarga inti ditambah keluarga lain, seperti paman, bibi, kakek, nenek dan lain-lain. 6. “Single parent” yaitu keluarga yang terdiri dari satu orang tua dengan anak(kandung atau angkat). Kondisi ini dapat disebabkan oleh perceraian atau kematian). 7. Commuter family, kedua orang tua bekerja diluar kota, dan bisa berkumpul pada hari minggu atau libur saja. 8. Multigeneration family, Beberapa generasi atau kelompok umur yang tinggal bersama dalam satu rumah. 9. Kin-network family, beberapa keluarga yang tinggal bersama atau saling berdekatan dan menggunakan barang-barang pelayanan seperti dapur, sumur yang sama. 10. Blended family, keluarga yang dibentuk dari janda atau duda dan membesarkan anak dari perkawinan sebelumnya. 11. “Single adult living alone” yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari satu orang dewasa.
8 www.rsudkapuas.org

Artikel
Tipe keluarga non tradisional 1. The unmarried teenage mother, Keluarga yang terdiri dari satu orang dewasa terutama ibu dengan anak dari hubungan tanpa nikah. 2. The Step parent family, keluarga dengan orang tua tiri. 3. Commune family, yaitu lebih satu keluarga tanpa pertalian darah yang hidup serumah. 4. The non marrital heterosexual cohabiting family, keluarga yang hidup bersama, berganti-ganti pasangan tanpa nikah. 5. Gay and lesbian family, seorang yang mempunyai persamaan sex tinggal dalam satu rumah sebagaimana pasangan suami istri. 6. Cohabitating couple, orang dewasa yang hidup bersama diluar ikatan perkawinan karena alasan tertentu. 7. Group marriage family, beberapa orang dewasa yang telah merasa saling menikah, berbagi sesuatu termasuk sex dan membesarkan anak. 8. Group network family, beberapa keluarga inti yang dibatasi oleh norma dan aturan, hidup berdekatan dan saling menggunakan barang yang sama dan bertanggung jawab membesarkan anak. 9. Foster family, keluarga yang menerima anak yang tidak ada hubungan saudara untuk waktu sementara. 10. Homeless family, keluarga yang terbentuk tanpa perlindungan yang permanen karena keadaan ekonomi atau problem kesehatan mental. 11. Gang, Keluarga yang destruktif dari orang-orang muda yang mencari ikatan emosional, berkembang dalam kekerasan dan kriminal. Fungsi perawatan kesehatan Keluarga juga berfungsi untuk melaksanakan praktek asuhan kesehatan, yaitu mencegah terjadinya gangguan kesehatan dan/atau merawat anggota keluarga yang sakit. Kemampuan keluarga dalam memberikan asuhan kesehatan mempengaruhi status kesehatan keluarga. Kesanggupan keluarga melaksanakan pemeliharaan kesehatan dapat dilihat dari tugas kesehatan keluarga yang dilaksanakan. Keluarga dapat melaksanakan tugas kesehatan berarti sanggup menyelesaikan masalah kesehatan keluarga. Tugas kesehatan keluarga adalah sebagai berikut (Friedman, 1998) : 1. Mengenal masalah 2. Membuat keputusan tindakan yang tepat 3. Memberikan perawatan pada anggota keluarga yang sakit 4. Mempertahankan atau menciptakan suasana rumah yang sehat 5. Mempertahankan hubungan dengan fasilitas kesehatan masyarakat. Sumber : andaners.wordpress.com

Gairah adalah salah satu elemen pokok yang meringankan upaya dan mengubah kegiatan-kegiatan yang biasa-biasa saja menjadi suatu pekerjaan yang dapat dinikmati.
www.rsudkapuas.org 9

Artikel

P
hatannya. seperti :

HBS dalam rumah tangga adalah upaya pemberdayaan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktekkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, serta ikut berperan aktif dalam gerakan – gerakan peningkatan kesehatan masyarakat.

PHBS dalam rumah tangga ini perlu terus dipromosikan karena rumah tangga merupakan suatu bagian masyarakat terkecil di mana perubahan perilaku dapat membawa dampak besar dalam kehidupan dan tingkat kesehatan anggota keluarga di dalamnya. Rumah tangga sehat juga merupakan suatu aset dan modal utama pembangunan di masa depan yang perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi kese-

Program ini dapat membawa manfaat bagi Rumah Tangga yang melaksanakan,

   

Peningkatan kesehatan seluruh anggota keluarga dan mencegah penyakit Membantu anak tumbuh sehat dan cerdas Meningkatkan produktivitas setiap anggota keluarga dalam kegiatan atau pekerjaan masing-masing. Menurunkan biaya untuk pengobatan penyakit, sehingga meningkatkan efektivitas penggunaan keuangan rumah tangga, dan dapat dipergunakan untuk pemenuhan gizi keluarga , pendidikan dan modal usaha.

Program ini juga dapat membawa manfaat bagi masyarakat :

   
10

Masyarakat mampu mengupayakan peningkatan kesehatan lingkungan secara mandiri Masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi masalah-masalah kesehatan Masyarakat mau memanfaatkan pelayanan kesehatan yang tersedia secara optimal dengan berpedoman pada paradigma sehat Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber daya

www.rsudkapuas.org

Artikel
Masyarakat ( UKBM ) seperti : posyandu , dana sehat , pondok bersalin desa ( polindes), Arisan jamban , kelompok pemakai air dll. Apa yang harus dilakukan keluarga untuk mewujudkan Rumah Tangga Sehat ? Dari website Pusat Promosi Kesehatan Depkes didapatkan kriteria sebagai berikut :

1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan. 2. Memberi ASI ekslusif. 3. Menimbang balita setiap bulan. 4. Menggunakan air bersih. 5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. 6. Menggunakan jamban sehat. 7. Memberantas jentik dd rumah sekali seminggu. 8. Makan buah dan sayur setiap hari. 9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari. 10. Tidak merokok di dalam rumah
Terlihat cukup banyak kriteria yang harus dipenuhi, tetapi tentu saja kita dapat berusaha mewujudkannya secara bertahap. Kita harus memulai dari satu langkah kecil untuk menuju pelaksanaan PHBS rumah tangga yang optimal. Siapa yang diharapkan dapat melakukan Pembinaan Perilaku Hidup Bersih & Sehat di Rumah Tangga ? Yang secara resmi tentu adalah petugas kesehatan dan sektor-sektor yang terkait. Lalu bagaimana dengan peran masyarakat umum seperti kita? Tentu kita juga bisa berkontribusi dengan menyampaikan informasi yang kita dapat di blog ini kepada siapa pun yang kita pandang perlu. Dan hal inilah yang merupakan tujuan umum blog ini, yaitu mari kita juga mendukung dan berperan aktif dalam upaya-upaya peningkatan kesehatan dimulai dari diri dan keluarga sendiri

www.rsudkapuas.org

11

Artikel

T
ingkatkan kualitas

ema peringatan HUT IBI yang ke58 adalah : “KONTRIBUSI DEVELOPMENT BIDAN DALAM PENCAPAIAN MILLENIUM

GOALS (MDG’s) Pada hari ulang tahun IBI yang ke-58 ini sesuai dengan temanya, Bidan berkontribusi dalam pencapaian MDG’s khususnya untuk MDG’s 4 yaitu penurunan angka kematian bayi dan penurunan angka kematian ibu. Tema ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi ibu-ibu bidan untuk menpelayanan, baik bagi bidan di Desa, di Puskesmas, di Rumah Sakit maupun Bidan Paraktik Mandiri. Dengan demikian ibu, bayi, balita dan keluarga akan mendapatkan pelayanan berkualitas oleh Bidan, yang pada akhirnya adalah tercapainya kesejahteraan masyarakat Indonesia. “IBU SEHAT, ANAK SEHAT, BANGSA SEHAT”

12

www.rsudkapuas.org

Tips

1.

Banyak bergerak; Gerakan sekecil apapun, baik untuk pergerakan otot. Jadi, anda tidak harus melakukannya di pusat kebugaran. Manfaatkan saja "fasilitas" yang ada di sekitar anda. Seperti, pilih naik tangga daripada lift, juga pilih tempat parkir yang lebih jauh.

2.

Kurangi Lemak; Hindari makanan yang mengandung banyak lemak seperti daging dan makanan yang di goreng. Kelebihan lemak dapat memicu kegemukan yang menjadi salah satu sumber penyakit.

3.

Hindari Rokok; Bahaya rokok bagi kesehatan sudah tidak diragukan lagi. Ribuan penelitian membuktikannya. Lebih dari 4000 jenis zat berbahaya terkandung dalam rokok dan asapnya.

4.

Redakan Stress; Untuk redakan stress, tidak ada salahnya anda meluangkan waktu sekitar 30 menit untuk melakukan aktivitas yang anda sukai. Jangan lupa selalu berpikir positif.

5.

Tangkis Polusi Udara; Salah satu caranya yaitu dengan menanam banyak tanam-tanaman di halaman rumah. Tanaman bermanfaat untuk menyerap zat-zat polutan dari udara.

6.

Rawat Gigi; Gigi yang baik menentukan kondisi pencernaan dan mencegah infeksi.

7.

Jauhi Alkohol; Alkohol bisa membahayakan organ hati, juga bisa memicu kanker. Karenaya hindari minuman keras.

DIBUKA PENDAFTRAN OPERASI BIBIR SUMBING UNTUK PASIEN MISKIN YANG AKAN DILAKSANAKAN SETELAH PENDAFTAR BERJUMLAH 30 ORANG Hubungi : Bagian Pelayanan Medik RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas Pendaftaran Mulai Sekarang sampai 15 Juli 2009

www.rsudkapuas.org

13

Renungan

T

erima kasih adalah kata-kata yang sederhana, tetapi betapa kerap orang sulit mengucapkannya. Mari kita hitung, selama seminggu ini berapa banyak kita menerima kebaikan orang lain ? Tidak hanya untuk hal-hal besar, tetapi juga untuk hal-hal sederhana. Misalnya, istri yang menyeduhkan kopi, suami yang pulang dari kantor membawakan makanan kesukaan, anak yang telah menolong mengambilkan sesuatu. Atau juga orang-orang yang dengan pekerjaannya telah membantu kita ; tukang sampah yang setiap hari mengangkut sampah dari rumah kita, sopir taksi yang mengantarkan kita ke tempat tujuan. Bandingkan dengan berapa kali dalam seminggu yang sama kita mengucapkan “terima kasih”. Jangan cuma “sembilan berbanding satu”. Artinya, dari sepuluh kali kita menerima kebaikan orang lain, hanya satu kali kita menyatakan terima kasih. Seperti yang ditunjukkan dalam bacaan kita; dari sepuluh orang kusta yang Tuhan Yesus sembuhkan, hanya satu yang kembali untuk berterima kasih. Secara jelas Lukas menyebut orang yang berterima kasih itu adalah orang Samaria ( ayat 16 ). Waktu itu orang Samaria dipandang masyarakat sebagai kalangan rendah, kaum sepale, kelompok yang tidak berbudaya, bukan bangsa pilihan. Dengan sengaja menyebut orang Samaria yang kembali untuk menyatakan rasa terima kasihnya kepada Tuhan Yesus, Lukas seolah-olah hendak mengatakan bahwa justru orang yang dianggap rendah oleh kebanyakan orang itulah yang tahu berterima kasih.

Lalu Yesus berkata : “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah sembuh Dimanakah yang sembilan orang itu ?” ( Lukas 17 : 17 ).

Berterima kasih sama halnya dengan mengucap syukur atas berkat dan kebaikan yang sudah Tuhan curahkan sepanjang hari . Namun, kita sering lupa untuk berterima kasih atau mengucap syukur atas apa yang telah Tuhan berikan untuk kita. Bersyukurlah dalam segala hal, itulah yang selalu diinginkan Tuhan kepada umatNya walau di tengah himpitan beban hidup, kita mesti membuka hati untuk merasakan penguatan Tuhan, dan ada satu kenyataan Illahi yang memampukan kita untuk menghadapi segala beban hidup serta selalu mengucap syukur, yakni bahwa Allah kita sungguh berkuasa. Jika kita menghadapi beban hidup bersama-sama dengan Allah, maka sebuah “luka” pun dapat berubah menjadi “obat”. Bagaimana tidak ? Penderitaan yang kita alami akan membuat kita memiliki pengalaman iman dengan Tuhan. Melalui hal itu, kita dikuatkan untuk tetap tetap tegar ditengah badai dan pada gilirannya ,orang yang kuat akan dapat meneguhkan orang lain. Bukan dengan penghiburan yang klise, tetapi penghiburan yang berdasarkan pengalaman nyata. Untuk itu patutlah kita selalu berterima kasih dan mengucap syukur atas kebaikan Tuhan. 14 www.rsudkapuas.org

Quiz
Quiz WartaRSUD No. 5 Tahun III, edisi Juni 2009

Tiga sekawan —Nunu, Itin, dan Vera— ketika berlibur di Bali masuk ke hotel untuk menginap. Kata petugas —Nyoman—, harga sewa kamarnya Rp. 300.000 . Masing-masing mengumpulkan uang Rp. 100.000 untuk membayarnya. Setelah ketiga orang tadi pergi menuju kamar, sang petugas sadar bahwa harga sewa kamarnya seharusnya cuma Rp. 250.000. Kemudian sang petugas meminta Bel-boy untuk menyerahkan uang Rp. 50.000 kepada ketiga orang tadi. Karena uang Rp. 50.000 berbentuk pecahan Rp. 10.000, si Bel-boy hanya menyerahkan uang kepada Nunu, Itin, dan Vera sebesar Rp. 30.000, sedangkan yang Rp. 20.000 disimpan untuknya. Uang yang Rp. 30.000 tersebut dibagi-bagi ke tiga orang tamu tersebut, masing-masing Rp. 10.000. Sehingga, bila dihitung-hitung, masing-masing orang hanya membayar Rp. 90.000 . Jadi, bertiga sebenarnya membayar 3 x Rp. 90.000 = Rp. 270.00 . Bila ditambahkan ke uang Rp. 20.000 yang dipegang si Belboy, maka jumlahnya Rp. 290.000. Lantas yang Rp. 10.000 lagi ke mana?

Kirimkan jawaban Anda melalui :  facebook : Pkrs Rsud Kapuas  e-mail : pkrs.rsudkapuas@gmail.com Dengan subject : Quiz WartaRSUD Jawaban diterima paling lambat 30 Juni 2009 Dapatkan hadiah menarik………….…sebuah bathroom scale …………….
Pemenang Edisi sebelumnya : No. 4 Tahun III, Mei 2009 —- tidak ada pemenang, karena tidak ada jawaban masuk ke redaksi —-

TAHU BERTERIMA KASIH ITU BAGIAN DARI KARAKTER ORANG BERIMAN
Tengoklah kembali perjalanan Anda saat ini, akan menuju kemana? Apakah ke arah yang lebih baik, atau ke arah yang lebih buruk, atau tetap saja seperti saat ini? Tetapkanlah sebuah putusan dan jalanilah menuju konsekuensinya.
www.rsudkapuas.org 15

June 2009
M 1 8 15 22 29
1 Juni 5 Juni 14 Juni 24 Juni 21 Juni 26 Juni 29 Juni 29 Juni

T 2 9 16 23 30

W 3 10 17 24

T 4 11 18 25

F 5 12 19 26

S 6 13 20 27

S 7 14 21 28

: Hari Susu Sedunia : Hari Lingkungan hidup : Hari Donor Darah Sedunia : Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) : Hari Krida Pertanian : Hari Anti Narkoba Internasional / Hari Anti Madat : HUT Pertasi Kencana : Hari Keluarga Nasional

SMS RSUD 08125145444
Motto RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo

Bajenta & Pamasi
16

(Ramah dan Suka Menolong) www.rsudkapuas.org