You are on page 1of 20

JETri, Volume 4, Nomor 2, Februari 2005, Halaman 25-44, ISSN 1412-0372

ANALISIS UNJUK KERJA KOMPUTASI DISTRIBUTED SHARED MEMORY PADA SISTEM CLUSTER KOMPUTER PERSONAL
Ferrianto Gozali & Dimas Lagusto* Dosen Jurusan Teknik Elektro-FTI, Universitas Trisakti Abstract
Parallel processing systems that support the shared memory abstraction are becoming widely accepted in many areas of computing. The shared memory or single system image of address space abstraction provides several advantages over the message passing abstraction. Distributed shared memory or DSM is a memory configuration system that can be used to provide a coherent shared address space for a workstation clusters or loosely coupled systems which have no support for shared memory in hardware.The purpose of this paper is to describe issues related to the implementation of DSM in Personal Computer Cluster system. The system is developed under Linux operating system and cluster middleware Parallel Virtual Machine [PVM]. In this research, an object-based Distributed Shared Memory (DSM) system called Adsmith is used on the top of PVM. An application program for A Traveling Salesman Problem (TSP) is tested using different scenarios to get average execution time and speedup of the computation. Each scenario represents a different number of node cluster involved for computation. The results show that programs developed with Adsmith can achieve better performance comparable to that developed with PVM in high computation environment. Keywords: Distributed Shared Memory, komputer cluster, Parallel Virtual Machine, Adsmith.

1. Pendahuluan Kebutuhan sistem komputer dengan kemampuan komputasi tinggi semakin meningkat sejalan dengan peningkatan penggunaan aplikasi komputer untuk memecahkan berbagai masalah dalam kehidupan manusia secara tepat dan cepat. Aplikasi grafis dan multimedia yang banyak digunakan dalam pembuatan film animasi harus mampu mengolah ribuan gambar dengan cepat, dan aplikasi basis data membutuhkan komputasi tinggi agar dapat berjalan secara real time, untuk melayani tuntutan bisnis global saat ini, merupakan contoh kebutuhan tersebut. Penggunaan komputer berskala besar atau mainframe menuntut biaya investasi dan pemeliharaan yang tinggi sementara kemampuan komputer personal atau PC serta teknologi jaringan komputer berkembang

* Alumni Jurusan Teknik Elektro-FTI, Universitas Trisakti

JETri, Tahun Volume 4, Nomor 2, Februari 2005, Halaman 25-44, ISSN 1412-0372

dengan pesat. Kondisi ini mendorong perkembangan teknik pemrosesan terdistribusi atau distributed processing dengan menggunakan komputer cluster. Komputer cluster merupakan suatu sistem komputer yang memanfaatkan banyak komputer, dalam hal ini PC, yang terhubung dalam suatu jaringan komputer dan bekerja bersama secara paralel untuk menyelesaikan proses komputasi yang diberikan. Pemrosesan paralel merupakan suatu konsep untuk mempercepat proses eksekusi program dengan cara membagi program tersebut menjadi beberapa bagian sehingga tiap bagian dapat dieksekusi secara bersamaan pada banyak prosesor atau banyak sistem komputer yang berbeda namun terhubung sebagai suatu sistem (Anand, 20-12-2001: 12.01 WIB). Sistem cluster ini kemudian berkembang dengan cepat dan banyak dipakai oleh berbagai kalangan, hal ini disebabkan oleh beberapa keunggulan yang dimiliki oleh cluster antara lain adalah biaya yang lebih rendah namun dengan kemampuan komputasi yang tidak kalah dengan komputer mainframe (Changhun, 2002: 151-742). Dalam perkembangannya, untuk komputasi paralel pada komputer cluster ini muncul berbagai alternatif dan permasalahan dalam komunikasi antar proses, pemrograman paralel, dan juga masalah manajemen memori. Permasalahan pada manajemen memori muncul karena pada komputer cluster masing-masing PC memiliki memori tersendiri yang dalam manajemennya membutuhkan teknik manajemen yang berbeda. Salah satu teknik manajemen memori pada komputer cluster adalah adalah Distributed Shared Memory atau disingkat DSM. Teknik ini memungkinkan proses yang berada pada mesin yang berbeda di komputer cluster untuk saling berbagi penggunaan memori walaupun secara fisik mesin-mesin anggota cluster ini tidak memiliki memori bersama. DSM menyediakan pandangan abstrak tentang memori bersama pada sebuah sistem memori terdistribusi, atau dapat juga dikatakan DSM akan menyediakan sebuah memori maya yang global atau global virtual memory. Dalam penelitian ini, unjuk kerja DSM pada sistem komputer cluster diamati dengan memanfaatkan jaringan komputer lokal berbasiskan sistem operasi Linux Red Hat 7.3 dengan menggunakan Parallel Virtual Machine atau PVM 3.4.3 sebagai cluster midleware dan Adsmith 1.8.0 sebagai perangkat lunak DSM. Untuk mengukur waktu komputasi

26

Sistem Komputer Cluster Banyaknya sistem komputer yang dijumpai hingga saat ini seringkali membingungkan. Waktu komputasi rata-rata serta speedup yang diperoleh digunakan untuk menganalisis unjuk kerja komputasi DSM pada sistem komputer cluster tersebut. Flynn [1972] mengklasifikasikannya berdasarkan jumlah instruksi dan data yang secara simultan diproses oleh prosesor. Flynn Taxonomy seperti pada gambar 1 merupakan klasifikasi yang paling banyak digunakan khususnya dalam mengelompokkan arsitektur komputasi paralel (Stalings. Michael J. 2003: 645-647).1. Taxonomi dari Flynn 27 . Analisis Unjuk Kerja Komputasi Distributed Shared Memory dikembangkan aplikasi Traveling Salesman Problem atau TSP dengan menggunakan bahasa pemrograman C++.Ferrianto Gozali & Dimas Lagusto. yang dijalankan dengan menggunakan beberapa skenario. 2. ORGANISASI PROSESOR Single Instruction Single Data Stream (SISD) Single Instruction Multiple Data Stream (SIMD) Multiple Instruction Single Data Stream (MISD) Multiple Instruction Multiple Data Stream (SISD) UniProcessor System Vector Processor Array Processor Shared Memory (Tighfly Coupled) Distributed Memory (Loosely Coupled) Symetric Multi Processor (SMP) NonUniform Memory Access (NUMA) Gambar.

28 . dan bekerja dengan sistem operasi yang dimilikinya. Sistem ini akan melakukan komunikasi antar proses pada memori utama melalui metode pemrograman shared variable. Cluster secara umum dapat diartikan sebagai dua atau lebih komputer atau node yang dihubungkan menjadi suatu sistem terintegrasi. Komputer cluster merupakan suatu sistem pemrosesan paralel atau pemrosesan terdistribusi yang terdiri dari sekumpulan stand-alone computer yang bekerja bersama-sama seperti layaknya suatu single integrated computing resource. Komputer cluster merupakan contoh dari sistem ini. Halaman 25-44. pada halaman berikut. Arsitektur komputer cluster secara umum dapat dilihat pada gambar 2. Suatu LAN-based komputer cluster akan dipandang sebagai suatu sistem tunggal baik oleh pemakai maupun oleh applikasi komputer. ISSN 1412-0372 Sistem pemrosesan paralel yang menjadi dasar dari suatu sistem komputer cluster menurut taxonomi Flinn termasuk dalam kelompok Multiple Instruction Multiple Data atau MIMD. serta melakukan komunikasi antar proses melalui sebuah jaringan interkoneksi dengan menggunakan metoda pemrograman message passing. Sistem dengan shared memory akan memiliki sebuah memori fisik yang dalam penggunaannya akan saling berbagi dengan elemen proses lain pada komputer tersebut. workstation atau SMP] yang memiliki sistem memori. Sedangkan sistem dengan distributed memory akan memiliki memori yang secara fisik terdistribusi dan terpisah. fasilitas input/output. Tahun Volume 4.JETri. Februari 2005. Setiap node pada komputer cluster dapat berupa sistem komputer single processor atau suatu multiprocessor [PC. Nomor 2. Contoh dari sistem ini adalah symmetric multi processor. Komputer node dapat diletakkan didalam suatu kabinet tertentu atau terpisah secara fisik dan dihubungkan dengan suatu jaringan komputer lokal atau LAN. MIMD dapat dibedakan berdasarkan pada konfigurasi memori yang dimilikinya yaitu sistem dengan shared memory atau distributed memory.

Network Interface Cards (NICs) e. b. Program aplikasi. atau SMP. Arsitektur Komputer Cluster . 29 . Parallel Programming Environments and Tools (seperti compilers. and MPI (Message Passing Interface)) h. Fast Communication Protocols and Services f.Ferrianto Gozali & Dimas Lagusto. PVM (Parallel Virtual Machine). Sistem Operasi komputer (Layered atau Micro-kernel based) c. High Performance Networks/Switches (Misalnya Ethernet) d. Dua atau lebih High Performance Computers seperti PC. Cluster Middleware (Single System Image atau SSI dan System Availability Infrastructure) g. Workstation. Analisis Unjuk Kerja Komputasi Distributed Shared Memory Suatu komputer cluster memiliki berbagai komponen pendukung (Changhun. Gambar 2. 2002: 151-742) yaitu: a.

Halaman 25-44. Sebuah sistem distributed shared memory akan memberikan pandangan logika shared memory pada sistem komputer dengan distributed memory seperti gambar 3. Tahun Volume 4. Node pada komputer cluster dapat bekerja secara kolektif sebagai suatu sistem komputer yang terintegrasi atau bekerja sebagai suatu komputer individual. Sedangkan programming environments tools menyediakan kebutuhan dan memberikan kemudahan pada user dalam mengembangkan program aplikasi sekuensial atau paralel yang dibutuhkannya seperti message passing libraries. hal ini memungkinkan proses pada node yang berbeda untuk membagi penggunaan memori. 3.JETri. Cluster middleware bertanggung jawab untuk menyediakan suatu single system image yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh node komputer cluster secara bersama. Sedangkan sistem distributed memory memiliki keunggulan dari sisi skalabilitas dan keandalan sistem. Distributed Shared Memory Pada Sistem Komputer Cluster Kedua sistem MIMD seperti disebutkan diatas. Nomor 2. Pada sistem cluster. Februari 2005. ISSN 1412-0372 Network interface hardware berperan sebagai communication processor dan bertanggung jawab untuk mengirimkan dan menerima paket data antara node cluster melalui network/switch. Usaha untuk menggabungkan keunggulan dari kedua sistem ini memunculkan teknologi distributed shared memory pada sistem komputer cluster. memiliki kelebihannya masing-masing dimana sistem shared memory memiliki kelebihan pada komunikasi antar proses dengan menggunakan shared variable yang relatif lebih mudah dibandingkan dengan message passing yang digunakan pada sistem distributed memory. debuggers (Changhun. walaupun secara fisik tidak memiliki shared memory. pada halaman berikut ini. Distributed Shared Memory dirancang untuk memberikan fasilitas shared memory pada sistem komputer dengan memori yang secara fisik 30 . 2002: 151-742).

Pada sistem shared memory komunikasi antar proses dilakukan pada shared memory melalui shared variable yang dapat diakses oleh semua proses yang ada. 31 . karena message passing mengharuskan pengembang aplikasi untuk mengatur aliran data antar proses secara eksplisit. Prosesor 1 Prosesor 2 Prosesor 3 Prosesor n Memori 1 Memori 2 Memori 3 Memori n Jaringan Interkoneksi SHARED MEMORY Gambar 3.Ferrianto Gozali & Dimas Lagusto. pemrograman yang dilakukan relatif tidak jauh berbeda dengan pemrograman seperti pada uniprosesor. Komunikasi dan sinkronisasi antar proses dilakukan dengan pengiriman dan penerimaan pesan secara jelas dan teratur. Pada dasarnya konfigurasi sistem distributed shared memory adalah penggunaan bagian dari memori lokal dari node penyusun cluster untuk dijadikan shared memory yang dalam penggunaanya dapat berbagi dan dapat diakses oleh proses dari node yang lain. Analisis Unjuk Kerja Komputasi Distributed Shared Memory terdistribusi. Pandangan logika shared memory pada sistem dengan distributed memory Seperti telah diketahui pemrograman pada sistem distributed memory menggunakan metoda message passing untuk komunikasi antar proses. Hal ini memberikan sistem dengan memori yang terdistribusi kemampuan pemrograman dengan shared memory pada sistem distributed memory. Metoda ini pada umumnya lebih rumit dibandingkan dengan metode shared memory.

Nomor 2. Konfigurasi Pembagian Memori lokal pada sistem distributed shared memory Prinsip kerja sistem distributed shared memory sendiri adalah dengan melakukan migrasi dan replikasi data antar bagian shared memory dari tiap node. 32 . terlihat. Gambaran lebih jelas dapat dilihat dari gambar 4 berikut ini. Februari 2005. Tahun Volume 4. Halaman 25-44. Sistem distributed shared memory kemudian akan mencari letak dari data yang dibutuhkan oleh proses pada prosesor 1 tersebut. Prosesor 1 Prosesor 2 Prosesor 3 Prosesor n M 1 Lokal M 2 Lokal M 3 Lokal M n Lokal M 1 Shared M 2 Shared M 3 Shared M n Shared Jaringan Interkoneksi Gambar 4. Apabila data yang dicari telah ditemukan – dalam gambar pada memori 2 – maka sistem distributed shared memory akan mereplikasi data tersebut dan memigrasikannya ke memori lokal prosesor 1. apabila suatu proses pada prosesor 1 membutuhkan data yang ternyata tidak berada pada memori lokalnya maka terjadilah kesalahan baca. ISSN 1412-0372 Bagian memori lokal yang tidak digunakan sebagai shared memory akan menjadi memori lokal bagi tiap node yang digunakan untuk operasi lokal node itu sendiri.JETri. Pada gambar 5.

Ferrianto Gozali & Dimas Lagusto. seperti pada halaman berikut ini. PROGRAM APLIKASI PARALEL ADSMITH PVM SISTEM OPERASI Gambar 6. Adsmith diimplementasikan untuk berjalan diatas sistem parallel virtual machine seperti terlihat pada gambar 6. 2002: 151-742). Analisis Unjuk Kerja Komputasi Distributed Shared Memory Gambar 5. Adsmith Sebagai Implementasi Sistem DSM Adsmith merupakan implementasi distributed shared memory berupa library pemrograman pada bahasa C++ (Changhun. Prinsip Kerja Sistem distributed shared memory 4. Pandangan pengguna terhadap sistem Adsmith 33 .

Akibatnya bagi program aplikasi yang dalam pengaksesan data sudah diketahui pola passing datanya dapat menggunakan message passing dari PVM. 34 . Halaman 25-44. Secara umum. Lapisan Logical Shared Memory Pada lapisan inilah terletak bagian dari memori lokal yang menjadi shared memory dimana penggunaannya dapat dilakukan secara bersamasama dengan proses lain yang terletak pada prosesor lain. hal ini membuat sistem komputer cluster yang menerapkan DSM dengan Adsmith mampu mendukung program aplikasi paralel yang menggunakan fungsi pemrograman message passing dan shared memory. Pada lapisan ini terletak daemon dari Adsmith yang berfungsi untuk mengatur shared object yang terletak pada lapisan ini. 20-12-2005: 12. Setiap daemon lokal juga akan memiliki direktori pemetaan data yang akan berisi informasi mengenai status dari shared object pada lapisan Logical Shared Memory ini.11 WIB). ISSN 1412-0372 Adsmith akan menyediakan suatu platform pemrosesan paralel dengan implementasi DSM berdasarkan objek dengan cara menyediakan fungsi-fungsi pemrograman shared memory bagi aplikasi paralel yang berjalan pada sistem komputer cluster yang menggunakan PVM sebagai middleware.11 WIB). Nomor 2. untuk menyediakan layanan shared memory bagi program aplikasi.JETri. 1997: 16-32). Februari 2005. sedangkan untuk data yang pola passing datanya kurang jelas dapat digunakan fungsi-fungsi shared memory dari DSM. Adsmith membagi memori lokal dari masing-masing node cluster menjadi dua tingkatan yaitu: 1. Hal inilah yang memberikan kemampuan Adsmith untuk berjalan pada konfigurasi perangkat keras dan sistem operasi yang heterogen pada sistem komputer cluster (Liang. Adsmith akan memanfaatkan PVM sebagai subsistem komunikasi. (Liang. arsitektur adsmith dapat digambarkan seperti pada gambar 7 pada halaman berikut ini (Liang. Kedua library dari adsmith dan PVM dapat diakses pada saat yang bersamaan oleh program aplikasi. 20-12-2005: 12. Tahun Volume 4. hal ini dilakukan karena sistem PVM banyak digunakan sebagai lapisan middleware dari sistem komputer cluster yang bersifat heterogen. Setiap daemon akan berkomunikasi dengan daemon yang lain menggunakan PVM.

Lapisan Process Cache Lapisan ini akan berisi data yang akan diproses oleh program aplikasi. 20-12-2005: 12. (Liang. 1997: 16-32). Analisis Unjuk Kerja Komputasi Distributed Shared Memory P1 Pn P1 P2 Pn P1 Pn Process Cache C1 Cn C1 C2 C3 C1 Cn DSM Daemon Local Memory DSM Daemon Local Memory DSM Daemon Local Memory PVM PVM PVM HOST HOST HOST LOGICAL SHARED MEMORY NETWORK Gambar 7. dan setelah proses data selesai maka data akan tetap disimpan pada lapisan ini untuk mengurangi waktu latensi seandainya data ini diperlukan kembali oleh proses.Ferrianto Gozali & Dimas Lagusto. 35 . 1997: 16-32). Arsitektur Adsmith (Liang. Data yang dibutuhkan sebuah proses akan dituliskan pada lapisan ini sebelum proses dilakukan. Dengan mengatur sistem memori seperti tersebut diatas maka Adsmith mampu menerapkan sistem DSM diatas platform PVM pada suatu cluster komputer personal (Liang. Data tersebut juga dapat dituliskan ke lapisan Logical Shared Memory bila diperlukan. Lapisan ini memiliki kemiripan dengan cache memory pada hirarki memori komputer.11 WIB). 2.

36 . Waktu rata-rata yang diperoleh untuk masing-masing scenario dibandingkan dengan waktu rata-rata eksekusi dengan menggunakan satu buah node untuk mendapatkan besarnya speedup. Tabel 2. Program aplikasi paralel berupa program untuk memecahkan masalah Traveling Salesman Problem dikembangkan pada kedua platform diatas (Liang. Hasil pengujian baik untuk PVM dan Adsmith terlihat pada tabel 3 dan 4 berikut. 1997: 16-32). Implementasi Dan Pengukuran Kinerja Dsm Adsmith digunakan untuk mengetahui kinerja sistem DSM pada komputer cluster.JETri. 3 dan 4 node yang memiliki spesifikasi sebagai berikut. Tahun Volume 4. 2. 20-12-2005: 12.866 Mhz 256 MB SDRAM 20 GB Hard Disk Drive 3-com 100 Mbps NIC Ethernet Card Nexus 8 port 100Mbps switch 1 Buah Untuk meningkatkan beban kerja dari cluster parameter input program aplikasi akan ditingkatkan berdasarkan skenario pengujian dengan mengubah parameter input berupa jumlah kota pada program TSP serta jumlah proses slave pada cluster seperti pada table 2 dibawah.11 WIB). Pengujian sistem PVM dilakukan untuk mengetahui kinerja cluster yang tidak mengimplementasikan Adsmith. (Liang.1. Tabel. ISSN 1412-0372 5. Februari 2005. Spesifikasi node cluster Jumlah Node 4 Buah o o o o o Spesifikasi Tiap Node Pentium 3. Pengujian dilakukan pada cluster yang terdiri dari 1. Skenario Pengujian Skenario Pengujian Skenario 1 Skenario 2 Skenario 3 Skenario 4 Parameter Input Jumlah Kota 16 16 24 24 Parameter input proses slave 4 8 4 8 Untuk masing-masing scenario pengujian. diukur waktu eksekusi yang dibutuhkan. Pengujian akan dilakukan pada dua sistem yaitu sistem Adsmith dan sistem PVM. Nomor 2. Halaman 25-44.

3.2 1.67 21. Analisis Unjuk Kerja Komputasi Distributed Shared Memory Tabel 3.Ferrianto Gozali & Dimas Lagusto.4 1 1.00 196.4 1 1.4 23 15 14 9 44 26 20 16 31 26 21 15 254 216 202 197 24 18 12 10 43 26 22 16 30 24 22 15 254 211 202 196 24 16 12 10 43 28 21 16 30 24 21 15 255 207 202 196 23.3 1.33 1.3.33 12.2.23 1.2.2 1. Hasil pengujian sistem PVM Skenario Pengujian Cluster Waktu Eksekusi(msec) Ratarata Speedup 1 2 1 3 4 1 2 2 3 4 1 2 3 3 4 1 2 4 3 4 1 1.33 15.87 2.00 1.00 16.00 1.2.2 1.42 2.45 1.67 9.67 16.33 26.33 202.3.00 254.2.2 1.00 30.33 211.45 1.4 1 1.2.00 1.71 1.20 1.63 2.26 1.06 2.67 21.30 37 .2.3 1.3 1.02 1.3 1.2.33 24.67 43.3.2.00 1.

87 40.00 1.2.6 46.7 69 74 69 66 53 141 119 91 87 50.2 1.1 97 87 73 70 73 69 65 55 139 118 92 87 50. Halaman 25-44.4 1 1.4 1 1.29 1.3.13 1.83 87. ISSN 1412-0372 Tabel 4.3 1.2.62 38 .3 1. Nomor 2.67 91.33 87.67 69.90 69.2.4 1 1.33 119.5 97 88 75.2 1.25 1.67 73.55 1. Hasil pengujian sistem Adsmith Skenario Pengujian Cluster Waktu Eksekusi(msec) Ratarata Speedup 1 2 1 3 4 1 2 2 3 4 1 2 3 3 4 1 2 4 3 4 1 1.37 46.3 1.07 1.JETri.77 74.7 44 39.36 1.18 1.4 44.5 88.06 1. Tahun Volume 4.2.2.2 46.00 1.3.39 1.3.3 47.2 1.90 44.2.3.20 96.2.8 41 96.12 1.33 54.10 1.2.4 50.8 40.00 1.3 1.3 76 70 74 70 65 55 144 122 91 87 50.33 141.2 1.00 1.33 65.6 45.00 1. Februari 2005.

00 30.25 2.87 1.67 9.Ferrianto Gozali & Dimas Lagusto.67 2 3 Nomor Pengujian 4 PVM Adsmith Komparasi speedup adsmith dengan PVM 3.07 1.00 1.00 0.87 40.00 1. Komparasi Waktu Eksekusi adsmith dengan PVM 60.00 10.00 2.00 1. Analisis Unjuk Kerja Komputasi Distributed Shared Memory Dari hasil pengukuran dan perhitungan untuk berbagai skenario baik untuk Adsmith maupun untuk PVM seperti terlihat pada tabel 3 dan tabel 4 diatas.33 12.45 1.00 Waktu Eksekusi (ms) 50.00 1 2 3 Nomor Pengujian 4 PVM adsmith 1. 9. dapat kita gambarkan grafik perbandingan antara kedua sistem tersebut diatas seperti dijumpai pada gambar 8.90 44.20 23.00 40.67 16.8.50 2.50 0. 10 dan 11 berikut.45 Gambar.37 46.00 0. Grafik komparasi waktu eksekusi dan speedup untuk skenario 1 speedup 39 .50 1.00 1 50.00 20.12 1.

Grafik komparasi waktu eksekusi dan speedup untuk skenario 2 40 .39 1. Tahun Volume 4.00 40.50 1.00 Waktu Eksekusi (ms) 100.67 21.9. Halaman 25-44.29 1.00 20.00 2.63 1.06 1.77 74.00 0.00 80.71 2.50 speedup 2. ISSN 1412-0372 Komparasi Waktu Eksekusi adsmith dengan PVM 120.83 87.JETri.00 1 2 3 Nomor pengujian 4 PVM adsmith Gambar.00 1.10 1.50 0.00 60. Februari 2005.90 69.00 1.33 26.67 43.00 2. Nomor 2.00 1 96.00 16.00 0.00 2 3 4 PVM adsmith Nomor Pengujian Komparasi speedup adsmith dengan PVM 3.

00 1 2 1.67 21.00 0.00 0.00 20.00 40.33 60.33 65.00 10.00 1.50 0.00 Komparasi speedup adsmith dengan PVM 2.10.13 1.50 2.67 69.00 speedup 2. Grafik komparasi waktu eksekusi dan speedup untuk skenario 3 41 .36 3 4 PVM adsmith Nomor Pengujian Gambar.00 30.00 70.00 1.33 24.23 1.00 50.00 1 2 3 4 PVM Adsmith Nomor Pengujian 30.42 1.33 15.Ferrianto Gozali & Dimas Lagusto.33 54.02 1. Analisis Unjuk Kerja Komputasi Distributed Shared Memory Komparasi Waktu Eksekusi adsmith dengan PVM 80.50 1.06 1.00 Waktu Eksekusi (ms) 73.

00 1. ISSN 1412-0372 Komparasi Waktu Eksekusi adsmith dengan PVM 300.00 1.00 0.00 254.33 119.55 1. Halaman 25-44.80 1.20 1.62 1. Nomor 2.20 1.00 Waktu eksekusi (ms) 250.67 91. Februari 2005.33 141.60 1.00 0.33 211.40 1.00 100.18 1.JETri.33 87.26 1.00 1 2 3 4 PVM adsmith Nomor pengujian Komparasi speedup PVM dengan adsmith 1.00 200.33 50.60 0. Tahun Volume 4.20 0.40 0.00 1 2 3 4 speedup Nomor Pengujian PVM adsmith Gambar.00 150.00 196.80 0. Grafik komparasi waktu eksekusi dan speedup untuk skenario 4 42 .30 1.00 202.11.

4 kali dibandingkan dengan sistem adsmith yang hanya mencapai rata-rata 1.Ferrianto Gozali & Dimas Lagusto.2 millidetik dibandingkan sistem PVM.7 % untuk pengujian ketiga dan 19. 5. Hal ini dapat dilihat pada gambar 11 dimana parameter input yang diberikan kepada program lebih besar dari skenario yang lain . Pada skenario 4 ini sistem Adsmith tercatat rata-rata lebih cepat 106. kedua dan ketiga. Pada skenario pertama.33 kali ( lebih tinggi rata-rata 44. kedua dan ketiga.6% ). KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa komputer cluster yang menggunakan sistem PVM memiliki keunggulan pada beban kerja yang cenderung lebih ringan.33 kali ( lebih tinggi rata-rata 44. Dari waktu eksekusi yang tercatat. 55.4 kali dibandingkan dengan sistem adsmith yang rata-rata hanya 1. 55. Hal ini dilihat pada gambar 8. Tingkat speedup maksimum – dengan 4 node – yang dihasilkan sistem PVM mencapai tingkat rata-rata 2.54 milli detik.7 % untuk pengujian keempat masing-masing untuk keunggulan sistem Adsmith. Analisis Unjuk Kerja Komputasi Distributed Shared Memory Berdasarkan hasil tabel 3 dan 4 serta gambar grafik komparasi waktu ekseskusi dan speedup diatas dapat disimpulan sebagai berikut. 9 dan 10 diatas dimana waktu eksekusi yang lebih rendah dan tingkat speedup yang lebih tinggi pada sistem PVM. 1. 42.8 milli detik daripada sistem adsmith pada skenario pertama. 42.54 milli detik. 2. kedua dan ketiga tersebut tercatat waktu eksekusi sistem PVM lebih cepat rata-rata 30 milli detik. terlihat sistem PVM lebih cepat 30 milli detik. Kinerja komputer cluster yang menggunakan sistem PVM cenderung lebih baik dibandingkan dengan sistem Adsmith pada beban kerja yang relatif lebih rendah. Hal ini dapat kita lihat dari hasil pengujian pada skenario pertama. 43 . dengan tingkat speedup maksimum – dengan 4 node – sistem PVM rata-rata 2. yang menunjukkan waktu eksekusi dan speedup sistem PVM cenderung lebih baik dibandingkan sistem adsmith. Speedup sistem Adsmith terlihat cenderung lebih tinggi pada pengujian ketiga dan keempat skenario keempat dengan perbedaan speedup mencapai 18.yang menunjukkan waktu eksekusi yang lebih rendah dan tingkat speedup yang lebih tinggi pada sistem Adsmith. Kinerja komputer cluster yang menggunakan sistem Adsmith cenderung lebih baik dibandingkan dengan sistem PVM pada beban kerja yang relatif lebih tinggi.6 %).8 milli detik daripada sistem adsmith.

2003. National Taiwan University.psu. and Computer Science. diakses 20 Desember 2005 pukul 12. Seoul National University. Seoul Korea: Control Information Systems Lab. 5. 1997. WIB. Disertasi. W.7% daripada sistem PVM. Inc.html. Stalings. School of Electrical Engr. 4. 44 . 1994. King Chun-Ta dan Lai Feipei.WIB. Adsmith: An Object_Based Distributed Shared Memory System for Networks of Workstations.edu/~anansud1. Sudeepth C.ist. 3. (Online). dapat kita simpulkan hal-hal sebagai berikut: 1. Tahun Volume 4. http://citeseer.iit. Computer Organization & Architecture. Anand. Lee. Adsmith: A Structure-based Heterogeneous Distributed Shared Memory on PVM. Hal ini ditunjukkan pada hasil skenario keempat pengujian yang menunjukkan waktu eksekusi dan speedup yang cenderung lebih baik dibandingkan sistem PVM. diakses 20 Desember 2005 pukul 12. Wen-Yew. PHI New Jersey: Pearson Education. Changhun. Nomor 2.edu/liang94adsmith. Liang Wen-Yew. (Online). Waktu eksekusi yang tercatat menunjukkan sistem adsmith lebih cepat rata-rata 106.2 milli detik dengan speedup maksimum lebih tinggi 19.JETri. Keunggulan kinerja sistem adsmith sebagai implementasi distributed shared memory cenderung disebabkan oleh kinerja sistem PVM yang menurun akibat beban komunikasi internal pada sistem PVM itu sendiri. ISSN 1412-0372 Secara umum. Secara arsitektur sistem distributed shared memory akan memiliki keunggulan dalam hal pemrograman shared memory yang relatif lebih sederhana dibandingkan dengan metoda pemrograman dengan message passing yang digunakan oleh sistem PVM. Daftar Pustaka 1. Komputer cluster yang menggunakan sistem adsmith memiliki keunggulan pada beban kerja yang cenderung lebih lebih berat. Februari 2005.. Taipei: Dept. Halaman 25-44.. 2002. of Computer Science and Information Engineering. (http://www.01. 3. Distributed Shared Memory. 2.11. Liang. Sixth edition. Design Issues in Distributed Shared Memory. 2.