Analisis Teori dan Konsep Organisasi Internasional dan Pengelompokan serta Peranannya dalam Ilmu Hubungan Internasional

Jika ditinjau dari segi historis, gagasan pemikiran organisasi internasional sebenarnya sudah ada sejak zaman Yunani Kuno, dimana pada saat itu tengah berkembang sistem negara-kota di Yunani Kuno (Ancient Greece) . Hal ini bisa dibuktikan dari tulisan Thuycides yang menulis tentang Perang Peloponesia (431-404 SM) antara Sparta dan Athena. Dalam tulisannya ini, digambarkan hal-hal seperti perundingan, perjanjian, aliansi, dan pola kerja sama, serta adanya ketergantungan pertahanan-keamanan regional, yang kesemuanya tersebut bisa dikatakan sebagai bentuk sederhana dari kerja sama internasional yang selalu dibutuhkan dalam organisasi internasional. Pada era Yunani Kuno, sempat ada perkumpulan yang disebut Liga Amphictyonic (Amphictyonic League) yang merupakan negara kota di Yunani pada saat itu. Karena merupakan perkumpulan aktor-aktor yang terdapat pada masa itu, dan memiliki tujuan yang sama, dapat dikatakan bahwa Liga Amphictyionic merupakan model pertama dari bentuk organisasi internasional . Walaupun, tujuan dari perkumpulan tersebut agak berbeda dengan beberapa perkumpulan dan organisasi internasional dewasa ini, yaitu bersifat keagamaan dengan tetap berusaha untuk mempertahankan tempat yang dianggap oleh ke-12 negara-kota dan wilayah kesukuan tersebut sebagai tempat yang suci. Banyak anggapan bahwa organisasi internasional dan kerjasama internasional mulai tumbuh setelah perjanjian perdamaian Westphalia pada 1648. Perjanjian ini cukup dikenal sebagai tahap awal diakuinya sistem negara bangsa dan perimbangan kekuatan yang hingga kini masih diterapkan dan cukup dominan dalam interaksi hubungan internasional. Kerja sama diakui sebagai sebuah ikatan antar dua atau lebih pihak atau aktor dengan tujuan yang sama. Proses kerja sama yang lebih spesifik dalam Ilmu Hubungan Internasional seringkali dikenal dengan istilah Administrasi Internasional. Sedangkan wadah yang menjadi tempat bekerja sama melaksanakan administrasi internasional, dikenal Organisasi Internasional. Pada tahun 1919, disepakati sebuah perjanjian yang dikenal Perjanjian Versailles. Perjanjian ini kemudian diejawantahkan dalam sebuah Liga Bangsa-Bangsa (LBB). Perjanjian ini dilatarbelakangi oleh suasana dan keadaan dunia internasional pada saat itu yang sangat menegangkan. Konflik dalam bentuk perang menghiasi hampir setiap interaksi aktor internasional. Konflik ini dikenal dengan istilah Perang Dunia I (PD I). Oleh karena itu, negara-negara yang sadar kemudian berkumpul membicarakan tujuan bersama untuk mewujudkan perdamaian dalam interaksi internasional. Tujuan tersebut, dalam prosesnya jelas membutuhkan wadah, maka dibuatlah sebuah Liga, salah satu bentuk atau jenis organisasi, yang dikenal Liga Bangsa-Bangsa (LBB). Namun, dalam prosesnya, ternyata kepentingan aktor-aktor yang terlibat dalam interaksi internasional pasca dibentuknya LBB cukup dominan dan berpengaruh negatif pada interaksi antar-mereka. Keinginan untuk menjadi lebih hebat dan lebih berkuasa dari aktor lain kemudian memicu konfik pada saat itu. Konflik ini yang kemudian disebut Perang Dunia II (PD II). Adanya LBB ternyata tidak cukup menjawab tujuan beberapa negara yang tergabung sebagai anggota

umumnya berlandaskan suatu persetujuan dasar. diantaranya. Konferensi ini kemudian menghasilkan Perjanjian San Fransisco pada tahun 1945 yang intinya memutuskan untuk didirikannya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) . Dalam Ilmu Hubungan Internasional.” (Pengaturan bentuk kerja sama internasional yang melembaga antara negara-negara. Perang Dunia II pun dianggap berakhir seiring dengan konferensi di San Fransisco pada tahun 1945. yakni dalam arti luas dan sempit. Hal ini terjadi karena masih lemahnya LBB secara struktural dan peranan negara yang masih cukup besar dan dominan dalam interaksi internasional. Field Haviland Jr . sedangkan organisasi dlam arti sempit adalah organisasi internasional yang hanya bersifat publik. a. aktor internasional yang sebelumnya sangat didominasi oleh sistem negara mulai sedikit bergeser dengan menerima beberapa aktor lain dalam sebuah interaksi internasional seperti organisasi internasional. PBB bersifat lebih mengikat dan lebih memiliki peranan dalam dunia internasional sebagai sebuah organisasi atau lembaga internasional. “Organisasi internasional memiliki arti ganda. Ada beberapa definisi yang menjelaskan tentang organisasi internasional. baik antara pemerintah dan pemerintah. unutk melaksanakan fungsi-fungsi yang memberi manfaat timbalbalik yang diejawantahkan melalui pertemuan-pertemuan dan kegiatan-kegiatan staf secara berkala. dengan didasari struktur organisasi yang jelas dan lengkap serta diharapkan atau diproyeksikan untuk berlangsung serta melaksanakan fungsinya secara berkesinambungan dan melembaga guna mengusahakan tercapainya tujuan-tujuan yang diperlukan serta disepakati bersama. Cheever dan H. May Rudy . organisasi pemerintah dan atau non-pemerintah yang melintasi batas negara. Pareira Mandalangi . masih banyak negara yang belum bisa mengendalikan kepentingan nasionalnya untuk menjadi lebih dari negara lain atau bahkan menguasai sistem internasional yang beranggotakan negara-negara lain. LBB hanya dijadikan sebagai perkumpulan negara-negara yang bertujuan menjaga perdamaian saja. dan individu. “Pola kerja sama yang melintasi batas-batas negara.untuk mewujudkan perdamaian internasional.” . to perform some mutually advantageous functions implemented through periodic meetings and staff activities.) b. secara struktur organisasi.” c. Namun. dalam praktiknya. Ini kemudian menjadi latar belakang sehingga organisasi internasional cukup terlihat dalam interaksi-interaksi internasional. perusahaan-perusahaan internasional. Seiring dengan struktur organisasi yang jelas dan bersifat lebih mengikat terhadap negara-negara anggotanya. Daniel S. Sehingga. Selain itu. maupun antara sesama kelompok nonpemerintah dari negara-negara yang berbeda. PBB pada dasarnya merupakan sebuah organisasi yang bertujuan sama dengan LBB. organisasi internasional pun cukup memiliki peranan internasional. PBB dianggap sudah memiliki peran tersendiri dalam dunia internasional. Organisasi dalam arti luas maksudnya adalah organisasi yang melintasi batas negara (internasional) baik bersifat publik maupun privat. Namun. Hal ini dipelajari dari kelemahan LBB sebelumnya. “Any cooperative arrangement instituted among states. usually by a basic agreement.

TNOs kemudian terbagi lagi menjadi beberapa kelompok kecil. b. memiliki regulasi yang mengikat anggota. yaitu Intergovernmental Organizations (IGOs) dan Transnational Organizations (TNOs). yaitu berdasarkan keanggotaan.d. mendorong aktor-aktor non-negara. sehingga kadang regulasi perusahaannya lebih kuat dari regulasi dasar negara tempatnya berusaha. dari beberapa bantuan definisi di atas. Pengspesifikasian Organisasi Internasional menurut Clive Archer berdasarkan keanggotaan maksudnya bahwa organisasi internasional dewasa ini tidak hanya didominasi oleh aktor negara saja. dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendukung. Organisasi Internasional yang berdasarkan keanggotaan terbagi lagi menjadi dua spesifik besar. termasuk individu. Clive Archer. IGOs adalah kelompok organisasi internasional yang keanggotaannya berasalh dari negara-negara yang berdaulat. organisasi internasional memiliki jenis dan pengelompokan yang beragam tergantung dengan pendekatan apa kita melihatnya. merupakan badan usaha raksasa yang cabangnya tersebar di negara-negara di dunia. tujuan dan aktivitas organisasi. yaitu berdasarkan . untuk menjalin konektivitas satu sama lain untuk bekerja sama termasuk dalam sebuah organisasi internasional. seorang ahli Ilmu Hubungan Internasional. atau bisa juga beranggotakan negara bagian dari sebuah federasi tapi dengan syarat mendapatkan izin dari negara induknya. BINGOs (Bussiness International Non-Governmental Organizations). Pihak-pihak yang bersifat internasional itu dapat berupa orang perorangan. atau pemerintah negara. d. Selain berdasarkan keanggotaan. kelompok TNOs yang anggotanya terdiri dari aktor negara dan non-negara. dan untuk mewujudkan tujuan internasional tanpa meleburkan tujuan nasional dari masing-masing anggota dari organisasi internasional yang bersangkutan. c. Adapun yang menyangkut tujuan internasional adalah tujuan bersama yang menyangkut kepentingan berbagai negara. kelompok TNOs yang anggotanya hanya terdiri dari aktor non-negara. Genuine NGOs (Genuine Non-Governmental Organizations). badan-badan bukan negara dari berbagai negara. atau bahkan mempengaruhi perumusan regulasi di sebuah negara. mengspesifikkan organisasi internasional dalam tiga spesifik besar. dimana kebutuhan untuk bekerja sama satu sama lain menjadi semakin besar. Sedangkan. Sugeng Istanto . 2. TGOs (The Transgovernmental Organizations). diantaranya: a. Hybrid NGOs (Hybrid Non-Governmental Organizations). adalah kelompok TNOs yang anggotanya terdiri dari pemerintah-pemerintah tetapi tidak diatur oleh kebijakan-kebijakan politik luar negeri negara asal dari masing-masing pemerintah tersebut. berangkat dari kesepakatan masing-masing anggota untuk bekerja sama.” Secara sederhana. Seiring dengan kompleksitas global. dan berdasarkan struktur organisasi . adalah kelompok TNOs yang lebih dikenal dengan istilah MNCs (Multi National Corporations). dapat dirumuskan bahwa organisasi internasional merupakan suatu organisasi yang baik gerak. “Yang dimaksud dengan organisasi internasional dalam artian luas adalah bentuk kerja sama antar pihak yang bersifat internasional dan untuk tujuan yang bersifat internasional. maupun pelakunya melintasi batas sebuah negara. ada lagi spesifikasi lain yang dibuat oleh Clive Archer. T. Jenis-jenis dan Pengelompokan Organisasi Internasional Secara lebih spesifik.

tujuan dan aktivitas bersama. dan lain-lain. i) Organisasi Internasional Antar Pemerintah (Inter-Governmental Organization) atau sering disingkat IGO. Ruang Lingkup (Wilayah) Kegiatan dan Keanggotaan. Pengspesifikasian berdasarkan struktur ini. NAM (Non Aligned Movement). dan lain-lain. Ada lagi pengelompokkan organisasi internasional yang didasarkan oleh berbagai macam hal lain menurut Teuku May Rudy . “Administrasi dan Organisasi Internasional. Dalam bukunya. Pengspesifikasian terakhir dari Clive Archer. OAU (Organization of African Unity). . v) Bidang Komoditi (Pertanian dan Industri). dalam proses aktivitas organisasi. Power dalam sebuah organisasi internasional seringkali dikaitkan dengan proses pengambilan kebijakan. Contohnya: IWTO (International Wool Textile Organization). unanimity voting. c. lebih didasarkan pada bagaimana power setiap anggota dan bagaimana pengaruh power tersebut terhadap struktur organisasi internasional. GNB. jika beberapa aktor atau pihak memutuskan untuk bekerja sama. Contohnya: PBB. WTO. Contohnya: ASEAN. GCC (Gulf Cooperation Council). Contohnya: ITO (International Timber Organization). Berdasarkan logika organisasi. termasuk organisasi internasional. Kemungkinan untuk meminimalisir konflik dari hubungan kerja sama yang terbentuk. Hal ini terkait dengan sistem hak suara. serta berdasarkan struktur organisasi internasional. iii) Bidang Kesehatan. terlebih bersama untuk bergabung dalam suatu organisasi internasional. IDF (International Dental Federation). Dewan Gereja Sedunia. ICO (International Coffee Organization). Contohnya: PBB. Pasca abad ke-20. c. Dewan Masjid Sedunia. vi) Bidang Bea-Cukai dan perdagangan Internasional. Contohnya: UNEP (United Nation Environmental Program). ii) Bidang Lingkungan Hidup. OAU. Kemungkinan untuk terjadinya hubungan konfrontasi. struktur global semakin kompleks. yang kemudian diikuti oleh berbagai aktor global. Contohnya: IBF (International Badminton Federation). i) Bidang Ekonomi. EU (European Union). Kemungkinan untuk terbentuknya hubungan kerja sama antar aktor.” May Rudy mengumpulkan berbagai macam pengelompokan organisasi internasional berdasarkan. IMF. OKI. Bidang Kegiatan (Operasional) Organisasi. b. Contohnya: KADIN Internasional (International Chamber of Commerce). ICC (International Chambers of Commerce). Perhimpunan Donor Darah Sedunia. Contohnya: WHO. Ada berbagai sistem hak suara yang sering diapakai dalam sebuah organisasi internasional. ASEAN. ada beberapa kemungkinan yang muncul. hak veto. Contohnya: GATT (General Agreement on Tariffs and Trades). iv) Bidang Pertambangan. diantaranya: a. dan lain-lain. yang sering menjadi akhir dari sebuah organisasi internasional jika dimanfaatkan oleh pihak tertentu yang berharap lebih. misalnya konsep one man one vote (majority voting). Kegiatan Administrasi. besar pula hak suaranya‟ (weighted voting). Permasalahan kemudian. b. pasti memiliki tujuan yang sama untuk diwujudkan bersama. ii) Organisasi Internasional Non-Pemerintah (Non-Governmental Organization) atau sering disingkat NGO. i) Organisasi Internasional Global. a. SAARC. ii) Organisasi Internasional Regional. yakni berdasarkan struktur organisasi internasional. SAARC (South Asian Association for Regional Cooperation). Bank Dunia. dan ada pula konsep „siapa yang berkontribusi banyak.

FAO. Regional-Umum. Global-Umum. ii) Organisasi Kerja Sama (Co-Operative Organization). misalnya PBB. SAARC. OAU. OAS (Organization of American States). IMCO (International Mistral Class Organization). EU. ICAO (International Civil Aviation Organization). Contohnya: Mahkamah Internasional (International Court of Justice) dan ICC (International Criminal Court). UNICEF (United Nation International Children‟s Emergency Fund). UNESCO. Contohnya: PBB. ITU. ITU. ICAO. UNESCO (United Nation Educational. ii) Organisasi Internasional Khusus. Global-Khusus. GCC. Taraf Kewenangan (Kekuasaan) i) Organisasi Supra-Nasional. (Universal Postal Union). Contohnya: OPEC. WHO. Regional-Khusus. Bentuk kerja sama ini hampir sama dengan pengelompokan yang berdasar kerja sama. Contohnya: NATO (North Atlantic Treaty Organization). SAARC. Fungsi dan Peranan Organisasi Internasional dalam Hubungan Internasional Setiap organisasi internasional tentu memiliki peranan dan fungsinya masing-masing. New Zealand. OAPEC (Organization of Arab Petroleum Exporting Countries). Ruang Lingkup (Wilayah) dan Bidang Kegiatan i) Organisasi Internasional. dan lain-lain. Fungsi Organisasi i) Organisasi Politikal (Political Organization). UPU. dan lain-lain. kewenangan organisasi internasional berada diatas kewenangan sebuah negara Bentuk organisasi seperti ini belum pernah terealisasikan dalam sejarah dunia modern. Contohnya: PBB. OAU. UPU. Maksudnya. g. ASEAN. Contohnya: ASEAN. Liga Arab. ICRC. Liga Arab. NATO. ii) Organisasi Internasional. iv) Organisasi Internasional. dan lain-lain. Karena setiap anggota akan memutuskan untuk bekerja sama jika mereka mendapat keuntungan bagi mereka satu sama lain. and United States). Bentuk dan Pola Kerja Sama i) Kerja Sama Pertahanan Keamanan (Collective Security). iii) Organisasi Internasional. OPEC. ASEAN. OPEC. e. dan lain-lain. OKI. ii) Organisasi Administratif (Administrative Organization). ii) Kerja Sama Fungsional. Contohnya sangat banyak. Berikut beberapa peran dan fungsi internasional menurut para ahli. PATA (Pacific Area Tourism and Travel Association). Contohnya: UPU. OAU. OPEC. Tujuan dan Luas-Bidang Kegiatan Organisasi i) Organisasi Internasional Umum. ANZUS (Australia. SAARC. . ASEAN. Kedudukan dan kewenangan dalam bentuk organisasi ini sederajat. ITU (International Telecommunication Union). dan juga Palang Merah Internasional (ICRC). Contohnya: OPEC (Organization for Petroleum Exporting Countries). Contohnya: PBB. Le Roy Bannet dalam bukunya “International Organization” mengemukakan bahwa. h. Science. Hal ini dikarenakan sistem dunia sekarang menganut sistem „banyak negara‟ (multi-state system) dimana masing-masing negara berdaulat dan sederajat satu sama lain. 3. and Cultural Organiazation). OKI. iii) Organisasi Peradilan (Judicial Organization). Contohnya: AIPO (ASEAN Inter-Parliamentary Organization). GCC. Ada banyak sekali contohnya. f.d. seperti PBB.

b. treaty. Instrumen (alat/sarana). Adapun peranan organisasi . Penerapan keputusan (role application). d. fungsi internasional menurut Archer. a. Pembuatan keputusan (role making). yaitu untuk mencapai kesepakatan. Lain hal nya dengan aktor negara yang pasti memiliki politik luar negeri yang kemudian menjadi kepentingan nasional sebuah negara untuk selalu dipegang dalam setiap proses interaksi internasional. Sebagai sarana atau mekanisme administratif dalam mengejawantahkan keputusan bersama menjadi tindakan nyata. c. menekan intensitas konflik. Another function is to provide multiple channels of communication among governments so that areas of accommodation may be explored and easy access will be available when problem arise. Sepak terjang organisasi internasional dalam interaksi hubungan internasional telah mengantarnya menjadi salah satu aktor yang cukup berpengaruh dalam dialektika interaksi antar-aktor Hubungan Internasional. Peran organisasi internasional menurutnya adalah. d. Penilaian/penyelarasan keputusan (rule adjunction). c. dan menyelaraskan tindakan. Namun. Clive Archer. misalnya pelayanan teknis. Arena (forum/wadah). organisasi internasional tidak memiliki politik luar negeri. Sebagai sarana kerja sama antar-negara dalam bidang-bidang dimana kerja sama tersebut dapat memberi manfaat atau keuntungan bagi sejumlah negara. f. b. agreement. e. c. dan lain-lain. yaitu untuk berhimpun berkonsultasi dan memprakarsai pembuatan keputusan secara bersama-sama atau perumusan perjanjian-perjanjian internasional (convention. secara tegas membedakan antara peran dan fungsi organisasi internasional. protocol. Menyediakan berbagai saluran komunikasi antar-pemerintah sehingga penyelarasan lebih mudah tercapai. dan lain-lain). Their chief function is to provide the mean of cooperation among states in areas in which cooperation provides advantages for all or a large number of nations. international organizations can and do play a number of significant roles. Pelaku (aktor). b. Pakar lainnya. i. Operasionalisasi. h. bahwa organisasi internasional juga bisa merupakan aktor yang autonomous dan bertindak dalam kapasitasnya sendiri sebagai organisasi internasional dan bukan lagi sekedar pelaksanaan kepentingan anggota-anggotanya. Rekrutmen. yaitu sebagai berikut: a. Sebagai tempat atau wadah untuk menghasilkan keputusan bersama. Tempat memperoleh informasi. Menghasilkan norma-norma (rejim). fungsi organisasi internasional dapat disimpulkan: a.“As adjuncts of the state system.” Dari penjelasan Lee Roy Bennet di atas. penyediaan bantuan. Selanjutnya. organisasi internasional bisa menjadi instrumen bagi pelaksanaan kebijakan luar negeri negara-negara anggotanya. g. Artikulasi dan agregasi kepentingan nasional negara-negara anggota. In many cases they furnish not only a place where decisions to cooperate can be reached but also the administrative machinery for translating the decisions into action. Sosialisasi.

Untuk mengatur perilaku dan tindakan negara-negara anggota. yaitu: a. b. 1991 : 242-243). Sebagai instrumen dari kebijakan luar negeri negara-negara anggota. c.internasional dalam politik dunia menurut Pentland (dalam Little and Smith. Petikdua. Bertindak berdasar keputusannya sebagai aktor/lembaga yang mandiri (otonom).com .wordpres.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful