Identitas Pasien

Nama Umur : R : 5 tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki Alamat : Cilandak

Anamnesa ( Dilakukan secara aloanamnesis)
I. Keluhan Utama Gatal dan kering pada kulit tungkai bawah kanan dan kiri yang kambuh sejak seminggu yang lalu.

II.

Riwayat Penyakit Sekarang Gatal dan kering pada kulit tungkai bawah kanan dan kiri yang kambuh sejak seminggu yang lalu. Mulanya pada awal bulan Januari, muncul bentol-bentol kecil sepanjang tungkai bawah kanan dan kiri. Kemudian ibu dari pasien mengobati dengan minyak tawon pada bentol-bentol tersebut. Bentol-bentolnya hilang, namun kulitnya berubah menjadi sangat merah dan gatalnya tidak hilang. Beberapa hari kemudian, kulit tungkai bawah kanan&kiri pasien mengelupas dan menjadi kering. Gatalnya tetap tidak hilang.

III.

Riwayat Penyakit Dahulu Pasien belum pernah mengalami keluhan serupa sebelumnya.

IV.

Riwayat Penyakit Keluarga Tidak ada anggota keluarga yang empunyai keluhan serupa seperti pasien.

V.

Status Sosial ± Ekonomi Anak dari Kapten (Brigif II Mar)

VI.pagi malam ) XI. Lesinya hiperpigmentasi. Diskusi . Diagnosa Banding Dermatits kontak iritan IX. Pemeriksaan Fisik Keadaan umum baik Status dermatologis : Pada ekstremitas inferior dextra dan sinistra ditemukan lesi plakat berbatas tegas dengan tepi yang tidak aktif. VII. Pemeriksaan Penunjang Tidak dilakuakan VIII. berskuama. erosi dan xerosis. Diagnosa Dermatitis kontak alergi akibat pemakaian minyak tawon X. Prognosis Baik. bila pasien mengkonsumsi obat secara teratur dan menghindari alergen penyebab (minyak tawon) XII. Pengobatan Oral : CTM 4mg ( 3dd 1/3 ) Prednison 5 mg ( 3 dd 1/3 ) Topikal : Kloramfenikol+hidrokortison 10mg salap ( 2xsehari . Anjuran Mengkonsumsi obat secara teratur dan menghindari allergen penyebab XIII.

Ada yang membedakan antara dermatitis dan eksem. Stadium . linefikasi) dan gatal. Kelainan kulit bergantung pada stadium penyakit. vesikel. hiperpigmentasi. misalnya dermatitis atopik. bahkan universalis. generalisata. Pada stadium akut kelainan kulit berupa eritema. dermatitis cenderung residif dan menjadi kronis. papul. DERMATITIS Dermatitis adalah peradangan kulit (epidermis dan dermis) sebagai respon terhadap faktor eksogen dan atau faktor endogen. likenifikasi. menimbulkan kelainan klinis berupa efloresensi polimorfik (eritema. terutama yang penyebabnya fakktor endogen. dan papul. Banyak macam dermatitis yang belum diketahui patogenesisnya. baik yang tipe alergik maupun iritan primer.Dermatitis Kontak Alergi Dermatitis kontak alergi (DKA) adalah dermatitis yang terjadi karena pajanan ulang pada kulit secara langsung dengan substansi alergenik. Pada umumnya penderita dermatitismengeluh gatal. Sinonim dermatitis adalah eksem. edema. Stadium subakut. fisik (contoh : sinar). mungkin juga terdapat erosi atau ekskoriasi karena garukan. Sebagian lain tidak diketahui pasti. jamur). 1. Sedang pada stadium kronis tampak lesi kronis. batasnya dapat tegas dapat pula tidak tegas. mikroorganisme (bakteri. tetapi pada umumnya menganggap sama. Penyebab dermatitis dapat berasal dari luar (eksogen). erosi dan eksudasi. penyebarannya dapat setempat. Yang telah banyak dipelajari adalah tentang dermatitis kontak. sehingga tampak basah (medidans). Tanda polimorfik tidak selalu timbul bersamaan. vesikel atau bula. dan mekanisme yang mendasari proses terjadinya DKA termasuk reaksi hipersensitivitas tipe lambat (tipe IV) II. eritema berkurang. dapat pula dari dalam (endogen). skuama. bahkan mungkin hanya beberapa (oligomorfik). edema. eksudat mengering menjadi krusta. skuama. misalnya bahan kimia.

parakeratosis. spongiosis masih jelas. . Ada yang memberi nama berdasarkan etiologi (contoh : dermatitis kontak. dan parakeratosis. vasodilatasi masih tampak jelas. Papila dermis memanjang (papilamatosis). terutama sel mononuklear. edema intrasel. dermatitis manus. jumlah vesikel di epidermis berkurang. hiperkeratosis. radiodermatitis. dinding pembuluh darah menebal. bisa saja sejak awal suatu dermatitis memberi gambaran klinis berupa kelainan kulit stadium kronis. kadang ditemukan spongiosis ringan. eosinofil kadang ditemukan. jumlah fibroblas dan kolagen bertambah. edema di dermis berkurang. Dermis sembab. Kelainan pada stadium subakut hampir seperti stadium akut. bergantung pada stadiumnya. bergantung pada penyebab dermatitis. pembuluh darah melebar. mungkin hanya oligomorfi. Epidermis pada stadium kronis. Pada stadium akut kelainan di epidermis berupa vesikel atau bula. dermatitis generalisata). dermatitis subakut. dermatitis eksfoliativa). ditemukan sebukan terutama sel mononuklear. vesikel tidak ada lagi. dan eksositosis. dermatitis medidasns. epidermis tertutup krusta. tetapi juga karena seseorang dapat menderita lebih dari satu jenis dermatitis pada waktu yang bersamaan atau bergantian. Hingga kini belum ada kesepakatan internasional mengenai tatanama dan klasifikasi dermatitis. morfologi (contoh : dermatitis papulosa. dermatitis medikamentosa). demikian pula sebukan sel radang. dermatitis kronis)> Perubahan histopatologi dermatitis terjadi pada epidermis dan dermis. akantosis. Demikian pula jenis efloresensinya tidak selalu harus polimorfi. dermis terutama di bagian atas bersebukan sel radang mononuklear. rete ridges memanjang.tersebut tidak selalu berurutan. lokalisasi (contoh : dermatitis interdigitalis. dermatitis vesikulosa. spongiosis. bentuk (contoh : dermatitis numularis). dermatitis intertriginosa. tidak hanya karena penyebabnya yang multi faktor. dan ada pula yang berdasarkan lama atau stadium penyakit (contoh : dermatitis akut.

paling sering berupa bahan kimia dengan berat molekul kurang dari 500-1000 Da. . Prinsip umum terapi topikal diuraikan di bawah ini: 1. diberi losio (bedak kocok). Krim diberikan pada daerah yang berambut. dan luasnya penetrasi di kulit. Pada kasus ringan dapat diberikan antihistamin. yang juga disebut bahan kimia sederhana. Dermatitis akut/basah (medidans) harus diobati secara basah (kompres terbuka). Dermatitis yang timbul dipengaruhi oleh potensi sensitisasi alergen. jumlah penderita dermatitis kontak alergik lebih sedikit. Bila subakut. sedang pasta pada daerah yang tidak berambut. antibradikinin. Namun sedikit sekali informasi mengenai prevalensi dermatitis ini di masyarakat. kadang juga tidak diketahui pasti. ETIOLOGI Penyebab dermatitis kontak alergik adalah alergen. dan sebagainya. Tetapi. anti-SRA. Pada kasus akut dan berat dapat diberi kortikosteroid. derajat pajanan. atau antihistamin dikombinasi dengan antiserotonin. diberi salap. maka pengobatan bersifat simtomatis. makin rendah persentase obat spesifik. 2. pasta. seperti diketahui penyebab dermatitis multi faktor. Bila kronik. yaitu dengan menghilangkan/mengurangi keluhan dan menekan peradangan. DERMATITIS KONTAK ALERGIK EPIDEMIOLOGI Bila dibandingkan dengan dermatitis kontak iritan. krim. yaitu menyingkirkan penyebabnya. Makin berat atau akut penyakitnya. karena hanya mengenai orang yang kulitnya sangat peka (hipersensitif).Pengobatan yang tepat didasarkan atas kausa. atau linimentum (pasta pendingin).

Perubahan ini terjadi karena adanya kontak dengan bahan kimia sederhana yang disebut hapten yang akan terikat dengan protein. sel T menuju ke kelenjar getah bening regional untuk berdeferensiasi dan berproliferasi membentuk sel T efektor yang tersensitisasi secara spesifik dan sel memori. likenifikasi dan mungkin juga . papulovesikel. selanjutnya dipresentasikan ke sel T. GEJALA KLINIS Penderita pada umumnya mengeluh gatal. sifat sensitisasi alergen (sensitizer). Pada umumnya reaksi sensitisasi ini dipengaruhi oleh derajat kepekaan individu. sehingga menyebabkan keadaan sensitivitas yang sama di seluruh kulit tubuh. umumnya berlangsung antara 24-48 jam.PATOGENESIS Mekanisme terjadinya kelainan kulit pada dermatitis kontak alergi adalah mengikuti respons imun yang diperantarai oleh sel (cell-mediated immune respons) atau reaksi tipe IV. membentuk antigen lengkap. juga sistem limfoid. papul. terlebih dahulu mendapatkan perubahan spesifik reaktivitas pada kulitnya. vesikel atau bula. Fase ini rata-rata berlangsung selama 2-3 minggu. Vesikel atau bula dapat pecah menimbulkan erosi dan eksudasi (basah). Sensitizer kuat mempunyai fase yang lebih pendek. kemudian diikuti edema. Pada yang kronis terlihat kulit kering. Sedangkan periode saat terjadinya pajanan ulang dengan alergen yang sama atau serupa sampai timbulnya gejala klinis disebut fase elisitasi. Sel-sel ini kemudian tersebar melalui sirkulasi ke seluruh tubuh. bisa bulanan atau tahunan. dan konsentrasi. sebaliknya sensitizer lembah seperti bahan-bahan yang dijumpai pada kehidupan seharihari pada umumnya kelainan kulit pertama muncul setelah lama kontak dengan bahan tersebut. Kelainan kulit bergantung pada keparahan dermatitis. berskuama. Fase saat kontak pertama alergen sampai kulit menjadi sensitif disebut fase induksi atau fase sensitisasi. Setelah kontak dengan yang telah diproses ini. Antigen ini ditangkap dan diproses leh makrofag dan sel Langerhans. umumnya dalam waktu 24 jam setelah terpajan dengan alergen. Pada yang akut dimulai dengan bercak eritema berbatas jelas. jumlah alergen. Sebelum seorang pertama kali menderita dermatitis kontak alergik. Reaksi hipersensitivitas di kulit timbulnya lambat (delayed hypersensitivit).

nilon. dan pestisida. Telinga. alergen yang di udara. mungkin penyebabnya juga campuran. Berbagai lokalisasi terjadinya dermatitis kontak : Tangan. obat topikal. obat topikal. zat warna. Leher. obat topikal (misalnya anestesi lokal. kaos kaki nilon. Penyebanya kalung dari nikel. parfum. kunci (nikel) di saku. Bahan penyebabnya misalnya deterjen. misalnya pada ibu rumah tangga. semen. Sebagian besar memang oleh karena bahan iritan. alergen di udara. pembalut wanita. Dermatitis di tempat ini dapat disebabkan oleh pakaian. eyeshadows. kondom. neomisin. getah sayuran/tanaman. dan alergen yang ada di tangan. Demikian pula kebanyakan dermatitis kontak akibat kerja ditemukan di tangan. nekel (tangkai kaca mata). dan detergen. kancing logam. Wajah. cat rambut. sarung tangan karet. Kelainan ini sulit dibedakan dengan dermatitis kontak iritan kronis. dan sepatu. batasnya tidak jelas. dompet. Paha dan tungkai bawah. . Dermatitis kontak di badan dapat disebabkan oleh pakaian. Dermatitis kontak pada wajah dapat disebabkan oleh bahan kosmetik. cat kuku (yang berasal dari ujung jari). Badan. Dermatitis di kelopak mata dapat disebabkan oleh cat kuku. dan obat mata. penyebab dermatitis kontak pada cuping telinga. hearing-aids. busa). Kejadian dermatitis kontak baik iritan maupun alergik paling sering di tangan. Di aksila umumnya oleh bahan pengharum. etilendiamin). karet (elastis. Genitalia. dan tanaman. Bila di bibir atau sekitarnya mungkin disebabkan oleh lipstik. zat warna pakaian. Penyebabnya dapat antiseptik. pasta gigi. debu semen. getah buah-buahan. Lengan. misalnya oleh jam tangan (nikel). semen. Anting atau jepit telinga terbuat dari nikel.fisur. antiseptik. misalnya obat topikal. plastik. Alergen umumnya sama dengan pada tangan. tangkai kaca mata. cat rambut. Penyebab lain.

atau psoriasis. karena dengan melihat lokalisasi dan pola kelainan kulit seringkali dapat diketahui kemungkinan penyebabnya. Untuk mengetahui seseorang apakah menderita penyakit alergi dapat kita periksa kadar Ig E dalam darah. maka perlu ditanyakan apakah penderita memakai kancing celana atau kepala ikat pinggang yang terbuat dari logam (nikel). obat sistemik. Data yang berasal dari anamnesis juga meliputi riwayat pekerjaan. Misalnya. ada kelainan kulit berupa lesi numular di sekitar umbilikus berupa hiperpigmentasi. dapat menyerupai dermatitis atopik. Pemeriksaan fisis sangat penting.1-0. di pergelangan tangan oleh jam tangan. Misalnya. dan di kedua kaki oleh sepatu. kosmetika. Lalu pasien tersebut harus melakukan tes alergi untuk mengetahui bahan/zat apa yang menyebabkan penyakit alergi (alergen). dermatitis seboroik. di ketiak oleh deodoran. Pertanyaan mengenai kontaktan yang dicurigai didasarkan kelainan kulit yang ditemukan. DIAGNOSIS BANDING Kelainan kulit dermatitis kontak alergik sering tidak menunjukkan gambaran morfologik yang khas. bahan-bahan yang diketahui menimbulkan alergi. likenifikasi. serta penyakit kulit pada keluarganya (misalnya dermatitis atopik.4 ug/ml dalam serum) atau ambang batas tinggi. Pemeriksaan hendaknya dilakukan pada seluruh permukaan kulit. maka nilainya lebih besar dari nilai normal (0.DIAGNOSIS Diagnosis didasarkan atas hasil anamnesis yang cermat dan pemeriksaan klinis yang teliti. dermatitis numularis. obat topikal yang pernah digunakan. yaitu : . untuk melihat kemungkinan kelainan kulit lain karena sebab-sebab endogen. hobi. dengan papul dan erosi. Ada beberapa macam tes alergi. penyakit kulit yang pernah dialami. psoriasis). Dalam keadaan ini pemeriksaan uji tempel perlu dipertimbangkan untuk menentukan. apakah dermatitis tersebut karena kontak alergi. Diagnosis banding yang terutama ialah dengan dermatitus kontak iritan.

Biaya untuk test ini untuk mendeteksi 33 alergen berkisar antara Rp. Tes ini untuk mengetahui alergi kontak terhadap bahan kimia. posisi tidur tertelungkup. Hasil tes ini baru dapat dibaca setelah 48 jam. pasien tidak boleh melakukan aktivitas yang berkeringat. kepiting dan lain-lain. punggung tidak boleh bergesekan. berdarah di kulit. tidak boleh minum obat yang mengandung steroid atau anti bengkak. Daerah pungung harus bebas dari obat oles. Biaya untuk test ini berkisar antara Rp. misalnya debu. pada penyakit dermatitis atau eksim. jadi tidak menimbulkan luka. 2. krim atau salep. 350. Skin Prick Test (Tes tusuk kulit).1. 600. serpih kulit binatang. udang. o 2 hari sebelum tes. Syarat tes ini : o Pasien harus dalam keadaan sehat dan bebas obat yang mengandung antihistamin (obat anti alergi) selama 3 ± 7 hari.000 tergantung instansi dan peralatan yang dipakai. akan timbul bercak kemerahan dan melenting pada kulit. Bila positif terhadap bahan kimia tertentu.000 Rp. mandi. Tes ini dilakukan di kulit punggung. Syarat tes ini : o Dalam 48 jam. Patch Tes (Tes Tempel). tungau debu. o Umur yang di anjurkan 4 ± 50 tahun. Tes ini untuk memeriksa alergi terhadap alergen hirup dan makanan. Tes ini dilakukan di kulit lengan bawah sisi dalam.000 . Hasilnya dapat segera diketahui dalam waktu 30 menit Bila positif alergi terhadap alergen tertentu akan timbul bentol merah gatal. tergantung jenis obatnya. lalu alergen yang diuji ditusukkan pada kulit dengan menggunakan jarum khusus (panjang mata jarum 2 mm). 350.

karena tidak nyaman untuk pasien dan berisiko tinggi terjadinya serangan asma dan syok. Dalam satu hari hanya boleh satu macam obat yang dites. Hasil tes baru dapat dibaca setelah 15 menit.Rp. untuk tes terhadap bahan/zat . Tes Provokasi. Tes provokasi untuk alergen hirup dinamakan tes provokasi bronkial. dapat juga untuk alergen hirup. Tes ini memerlukan sampel serum darah sebanyak 2 cc. tidak dipengaruhi oleh obatobatan. Tes ini digunakan untuk mengetahui alergi terhadap obat yang disuntikkan. menggunakan metode DBPC (Double Blind Placebo Control) atau uji samar ganda. tes provokasi bronkial dan tes provokasi makanan sudah digantikan oleh Skin Prick Test dan IgE spesifik metode RAST.3. 4. Bila positif akan timbul bentol. 5. Tes ini digunakan untuk penyakit asma dan pilek alergi. Kelebihan tes ini : dapat dilakukan pada usia berapapun. Tes ini untuk mengetahui alergi terhadap alergen hirup dan makanan. hasilnya dapat diketahui setelah 4 jam. lalu ditunggu reaksinya dengan interval 15 ± 30 menit. Tes provokasi bronkial dan makanan sudah jarang dipakai.000 / alergen. makanan. RAST (Radio Allergo Sorbent Test). 200. gatal. Lalu serum darah tersebut diproses dengan mesin komputerisasi khusus.000 . contohnya debu. Untuk tes provokasi obat. 300. caranya pasien minum obat dengan dosis dinaikkan secara bertahap. merah. Skin Test (Tes kulit). Biaya untuk test ini berkisar antara Rp. Dilakukan di kulit lengan bawah dengan cara menyuntikkan obat yang akan di tes di lapisan bawah kulit. Tes ini digunakan untuk mengetahui alergi terhadap obat yang diminum.

Prognosis kurang baik dan menjadi kronis. bula atau vesikel. Tujuannya untuk mengetahui reaksi alergi tipe lambat. PENGOBATAN Hal yang perlu diperhatikan pada pengobatan dermatitis kontak adalah upaya pencegahan terulangnya kontak kembali dengan alergen penyebab. Kelainan kulitnya cukup dikompres dengan larutan garam faal. dan cara melakukan tes harus tepat dan benar. serta eksufatif (madidans). dermatitis numularis. Umumnya kelainan kulit akan mereda setelah beberapa hari.lainnya harus menunggu 48 jam kemudian. PROGNOSIS Prognosis dermatitis kontak alergi umumnya baik. atau dermatitis akut yang telah mereda (setelah mendapat pengobatan kortikosteroid sistemik). dan menekan kelainan kulit yang timbul. Kortikosteoroid dapat diberikan dalam jangka pendek untuk mengatasi peradangan pada dermatitis kontak alergi akut yang ditandai dengan eritema. cukup diberikan kortikosteroid topikal. atau pajanan dengan bahan iritan yang tidak mungkin dihindari. sejauh bahan kontaktannya dapat disingkirkan. . Ada sedikit macam obat yang sudah dapat dites dengan metode RAST. bila bersamaan dengan dermatitis oleh faktor endogen (dermatitis atopik. Semua tes alergi memiliki keakuratan 100 %. misalnya prednison 30 mg/hari. dengan syarat persiapan tes harus benar. atau psoriasis). edema. Untuk dermatitis kontak alergik yang ringan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful