BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Model konseptual mengacu pada ide-ide global mengenai individu, kelompok situasi atau kejadian tertentu yang berkaitan dengan disiplin yang spesifik. Teori-teori yang terbentuk dari penggabungan konsep dan pernyataan yang berfokus lebih khusus pasa suatu kejadian dan fenomena dari suatu disiplin ilmu. Model konseptual keperawatan dikembangkan atas pengetahuan para ahli keperawatan tentang keperawatan yang bertolak dari paradigma keperawatan. Model konseptual dalam keperawatan dapat memungkinkan perawat untuk menerapkan cara perawat bekerja dalam batas kewenangan sebagai seorang perawat. Perawat perlu memahami konsep ini sebagai kerangka konsep dalam memberikan asuhan keperawatan dalam praktek keperawatan atau sebagai filosofi dalam dunia pendidikan dan kerangka kerja dalam riset keperawatan. Ada berbagai jenis model konseptual keperawatan berdasarkan

pandangan ahli dalam bidang keperawatan, salah satunya adalah model adaptasi Roy. Roy dalam teorinya menjelaskan empat macam elemen esensial dalam adaptasi keperawatan,yaitu :manusia, lingkungan, kesehatan, dan keperawatan. Model adaptasi Roy menguraikan bahwa bagaimana individu mampu meningkatkan kesehatannya dengan cara memepertahankan perilaku secara adaptif karena menurut Roy, manusia adalah makhluk holistik yang memiliki sistem adaptif yang selalu beradaptasi. B. RUMUSAN MASALAH 1. Apakah pengertian teori dan konsep? 2. Bagaimana karakteristik teori keperawatan? 3. Apa sajakah faktor ± faktor yang mempengaruhi teori keperawatan? 4. Bagaimana model konsep dan teori keperawatan para ahli?

1

C. TUJUAN 1. Memahami serta mengetahui tujuan teori dan model praktik keperawatan. 2. Mengetahui karakteristik teori dan faktor ± faktor yang mempengaruhi teori keperawatan. 3. Mengetahui perbedaan serta persamaan pandangan ahli tentang model konsep keperawatan dan teori keperawatan.

2

BAB II PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN 1. Teori a. Teori merupakan sekelompok konsep yang membentuk sebuah pola yang nyata atau suatu pernyataan yang menjelaskan suatu proses, peristiwa atau kejadian yang didasari oleh fakta ± fakta yang telah diobservasi tetapi kurang absolute atau bukti secara langsung konseptual atau model keperawatan.1 b. Teori merupakan kumpulan konsep, definisi, dan usulan yang memproyeksikan sebuah pandangan sistematis tentang suatu fenomena dengan merancang hubungan khusus antar-konsep guna menggambarkan, menjelaskan memprediksi, dan mengendalikan fenomena yang ada.2 c. Teori keperawatan menurut Barnum tahun 1990 merupakan usaha ± usaha untuk menguraikan atau menjelaskan fenomena mengenai keperawatan. Melalui teori keperawatan dapat dibedakan apakah keperawatan termasuk disiplin ilmu atau aktifitas lainnya. Sedangkan menurut Sevens (1984) adl. Sebagai usaha menguraikan dan menjelaskan berbagai fenomena dalam keperawatan (dikutip dari Taylor C, dkk/1989). Teori keperawatan berperan trukuntuk menggambarkan, menjelaskan, memperkirakan, dan mengontrol hasil asuhan atau pelayanan keperawatan yang dilakukan. 3

Hidayat, A. Aziz Alimul.2007. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Surabaya: Salemba Medika. 2 Asmadi, S.Kep, Ners, 2005. Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: EGC
3

1

http://www.masbied.com/2011/11/2003/model_konsep-dan-teori-keperawatan/.

3

2. Konsep a. konsep itu sendiri suatu ide di mana terdapat suatu kesan yang abstrak yang dapat diorganisisr menjadi simbol ± simbol yang nyata, sedangkan konsep keperawatan merupakan ide untuk menyusun suatu kerangka.1 b. konsep adalah suatu keyakinan yang kompleks terhadap suatu objek benda, suatu peristiwa atau fenomena berdasarkan pengalaman dan persepsi seseorang berupa ide, pandangan atau keyakinan.32 Teori keperawatan digunakan untuk menyusun suatu model konsep dalam keperawatan sehingga model keperawatan itu mengandung suatu arti aplikasi dari struktur keperawatan itu sendiri yang memungkinkan perawat untuk menerapkan cara mereka bekerja dalam batas kewenangan sebagai seorang perawat. Model konsep keperawatan ini digunakan dalam menentukan model praktek keperawatan. Mengingat dalam model praktek keperaawatan mengandung komponen dasar seperti adanya keyakinan dan nilai yang mendasari sebuah model, adaanya tujuan praktek yang ingin dicapai dalam memberikan pelayanan kepada kebutuhan semua pasien serta adanya pengetahuan dan keterampilan dalam hal ini dibutuhkan oleh perawat dalam mengembangkan tujuannya. B. KARAKTERISTIK TEORI KEPERAWATAN Teori keperawatan selain digunakan untuk menyusun suatu model yang berhubungan dengan konsep keperawatan juga memiliki karakteristik1 diantaranya: 1. Teori keperawatan mengidentifikasi dan menjabarkan konsep khusus yang berhubungan dengan hal ± hal nyata dalam keperawatan sehingga teori keperawatan didasarkan pada kenyataan ± kenyataan yang ada di alam.

1

Hidayat, A. Aziz Alimul.2007. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Surabaya: Salemba Medika. 3 http://www.masbied.com/2011/11/2003/model_konsep-dan-teori-keperawatan/.

4

2. Teori keperawatan juga digunakan berdasarkan alasan ± alasan yang sesuai dengan kenyataan yang ada. 3. Teori harus konsisten sebagai dasar ± dasar dalam mengembangkan model konsep keperawatan. 4. Dalam menunjang aplikasi, teori harus sederhana dan sifatnya umum sehingga dapat digunakan dalam kondisi apapun dalam praktek keperawatan. 5. Teori dapat digunakan sebagai dasar dalam penelitian keperawatan sehingga dapat digunakan dalam pedoman praktek keperawatan. 1 C. FAKTOR PENGARUH TEORI KEPERAWATAN Dalam perkembangan teori keperawatan saat ini terdapat beberapa pandangan yang dapat mempengaruhi teori keperawatan itu sendiri diantaranya filosofi dari Florence Nigtingale, kebudayaan, sistem pendidikan, serta pengembangan ilmu keperawatan.2 1. Filosofi Florence Nigtingale Florence merupakan salah satu pendiri yang meletakkan dasar ± dasar teori keperawatan yang melalui filosofi keperawatan yaitu dengan mengidentifikasi peran perawat dalam menemukan kebutuhan dasar manusia pada klien serta pentingnya pengaruh lingkungan di dalam perawatan orang yang sakit yang dikenal teori lingkungannya. Selain Florence juga membuat standar pada pendidikan keperawatan serta standar pelaksanaan asuhan keperawatan yang efisien. Beliau juga membedakan praktek keperawatan dengan kedokteran dan perbedaan perawatan pada orang yang sakit dengan yang sehat.

1

Hidayat, A. Aziz Alimul.2007. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Surabaya: Salemba Medika.
2

Asmadi, S.Kep, Ners, 2005. Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: EGC

5

Sistem Pendidikan Pada sistem pendidikan telah terjadi perubahan dalam perkembangan teori keperawatan. Pengembangan Ilmu Keperawatan Pengembangan ilmu keperawatan ditandai dengan adanya pengelompokan ilmu keperawatan dasar menjadi ilmu keperawatan klinik dan ilmu keperatan komunikasi yang merupakan cabang ilmu keperawatan yang terus berkembang dan tidak menutup kemungkinan pada tahun ± tahun yang akan datang akan selalu ada cabang ilmu keperawatan yang khusus atau subspesialisasi. 3. dengan berjalannhya dan diakuinya keperawatan sebagai profesi mandiri. akan tetapi perubahan identitas dalam proses telah telah berubah seiring dengan perkembangan keperawatan sebagai profesi mandiri. Kebudayaan Kebudayaan juga mempunyai pengaruh dalam perkembangan teori ± teori keperawatan diantaranya dengan adanya pandangan bahwa dalam memberikan pelayanan keperawatan akan lebih baik dilakukan oleh wanita karena wanita mempunyai jiwa yang sesuai dengan kebutuhan perawat. akan tetapi sekarang keperawatan telah memiliki sistem pendidikan keperawatan yang terarah sesuai dengan kebutuhan rumah sakit sehingga teori ± teori keperawatan jugaa berkembang dengan orientasi pada pelayanan keperawatan. maka hak dan otonomi keperawatan telah ada sehingga peran perawat dengan dokter bukan di bawah pengawasan langsung akan tetapi sebagai mitra kerja yang sejajar dalam menjalankan tugas sebagai tim kesehatan. Dahulu pendidikan keperawatan belum mempunyai sistem dan kurikulum keperawatan yang jelas.yang diakui sebagai bagian ilmu keperawatan sehingga teori ± teori keperawatan dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan atau lingkup bidang ilmu keperawatan.2. 4. 6 . demikian juga yang dahulu budaya perawat di bawah pengawasan langsung dokter.

A.(Elly Nurahmah.1 E.D. Ada pula yang mengenal sebagai Rufaidah binti Sa'ad/Rufaidah Al-Asalmiya dimana dalam beberapa catatan publikasi 1 Hidayat. 3. yang selalu berusaha memberikan pelayanan terbaiknya bagi yang membutuhkan tanpa membedakan apakah kliennya kaya atau miskin. TUJUAN TEORI KEPERAWATAN Teori keperawatan sebagai salah satu bagian kunci perkembangan ilmu keperawatan dan pengenmbangan profesi keperawatan memiliki tujuan yang ingin dicapai diantaranya: 1. Surabaya: Salemba Medika. SEJARAH KEPERAWATAN DALAM ISLAM Kegiatan pelayanan keperawatan berkualiatas telah dimulai sejak seorang perawat muslim pertama yaitu Siti Rufaidah pada jaman Nabi Muhammad S. Adanya teori keperawatan membantu para anggota profesi perawat untuk memahami berbagai pengetahuan dalam pemberian asuhan keperawatan kemudian dapat memberikan dasar dalam penyelesaian berbagai masalah keperawatan. baik bentuk tindakan atau bentuk model praktek keperawatan sehingga berbagai masalah dapat teratasi. 2001). Adanya teori keperawatan diharapkan dapat memberikan alasan ± alasan tentang kenyataan ± kenyataan yang diharapkan dalam pelayanan keperawatan. 4.W. A. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. 7 . Adanya teori keperawatan juga dapat memberikan dasar dari asumsi dan filosofi keperawatan sehingga pengetahuan dan pemahaman dalam tindakan keperawatan dapat terus bertambah dan berkembang. Aziz Alimul. 1). 2. Adanya teori keperawatan membantu proses penyelesaian masalah dalam keperawatan dalam memerikan arah yang jelas bagi tujuan tindakan keperawatan sehinggal segala bentuk dan tindakan dapat dipertimbangkan.2007.

menyebabkan hati Florence Nightingale tersentuh melihat penderitaan tentara yang luka dan dibiarkan saja dalam rumah sakit yang kotor. 1996). 12 Mei 1820 .menyebutkan Rufaidah Al-Asalmiya. yang memulai praktek keperawatan dimasa Nabi Muhammad SAW adalah perawat pertama muslim (Kasule. Negara di timur tengah memberikan status ini kepada Rufaidah. 1987). Ia dikenali dengan nama The Lady With The Lamp dalam bahasa Inggris yang berarti "Sang Wanita dengan Lampu".13 Agustus 1910) adalah pelopor perawat modern. Florence Nightingale dikenal sebagai perawat dan teoris pertama yang memiliki body of knowledge keperawatan. Nigtingale menekankan fokus intervensi keperawatan adalah membuat lingkungan yang kondusif bagi manusia untuk hidup sehat. 2006). Sebagian besar dari pemikiran Nightingale masih relevan dengan pendidikan keperawatan di Indonesia pada masa sekarang maupun yang akan dating. yang mungkin saja lebih dikarenakan konsep keperawatan modern yang mengadopsi litelature barat. Bagaimanapun penderitaan yang dilihatnya semasa peperangan di semenanjung Krim di Rusia tahun 1858. Talenta perjuangan dan kepahlawanan Rufaidah secara verbal diteruskan turun temurun dari generasi ke generasi di perawat Islam khususnya di Arab Saudi dan diteruskan ke generasi modern perawat di Saudi dan Timur Tengah 2) (Miller Rosser. Florence merujuk kepada kota kelahirannya. Firenze dalam bahasa Italia atau Florence dalam bahasa Inggris. 8 . Sementara sejarah perawat di Eropa dan Amerika mengenal Florence Nightingale sebagai pelopor keperawatan modern. seorang perawat muslim (Jan.) Florence dilahirkan dalam keluarga berada dan tumbuh sebagai wanita yang menawan dan periang yang mempunyai masa depan yang cerah. 2003. Selama ini pula perawat Indonesia khususnya lebih mengenal Florence Nightingale sebagai tokoh keperawatan. Florence Nightingale (Firenze. Italia. Nama depannya. Mansour & Fikry.

sedangkan saat ini keperawatan bergerak maju dalam suasana damai. Rufaidah binti Sa'ad memiliki nama lengkap Rufaidah binti Sa'ad Al Bani Aslam Al Khazraj.Tulisan ini bermaksud mengeksplorasi lebih jauh studi litelatur sejarah islam dalam bidang keperawatan dan mengenalkan kita tentang tokoh perawat islam. Rufaidah adalah seorang pemimpin. yang tinggal di Madinah. namun juga melaksanakan peran komunitas dan memecahkan masalah sosial yang dapat mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit. Dia tidak hanya melaksanakan peran perawat dalam aspek klinikal semata. baik dan bersifat empati. Kedua tokoh keperawatan tersebut muncul di masa-masa peperangan. 1. menggambarkan Rufaidah adalah perawat profesional pertama dimasa sejarah islam. dan diilustrasikan sebagai perawat teladan. Tentu saja perkembangan keperawatan di masa Rufaidah binti Sa'ad (thn 570 ± 632 SM ). namun dengan kompleksitas tuntutan asuhan keperawatan dan beragam penyakit infeksi dan penyakit degeneratif (double burden disease). dan perkembangan keperawatan era tahun 2000 akan tetap berbeda seiring dengan tuntutan pelayanan kesehatan. organisatoris. yang menjadi inspirasi bagi profesi perawat di dunia Islam. dengan perkembangan keperawatan era Florence Nightingale. Beliau hidup di masa Nabi Muhammad SAW di abad pertama Hijriah/abad ke-8 Sesudah Masehi. Omar Hasan Kasule. Mengenal Rufaidah binti Sa'ad (Ruafaidah Al-Asalmiya) Prof. mampu memobilisasi dan memotivasi orang lain. dia lahir di Yathrib dan termasuk kaum Ansar (golongan yang pertama kali menganut Islam 9 . 1998 dalam studi Paper Presented at the 3rd International Nursing Conference "Empowerment and Health: An Agenda for Nurses in the 21st Century" yang diselenggarakan di Brunei Darussalam 1-4 Nopember 1998. Rufaidah adalah public health nurse dan social worker. Dr. Sr. yang dilatih dan bekerja dengannya. Dan digambarkan pula memiliki pengalaman klinik yang dapat ditularkan kepada perawat lain.

Dan saat perang Badr. Dia memberikan perhatian kepada setiap muslim. Khandaq dan Perang Khaibar dia menjadi sukarelawan dan merawat korban yang terluka akibat perang. untuk ikut di garis belakang pertempuran untuk merawat mereka yang terluka. Rufaidah juga digambarkan sebagai pemimpin dan pencetus Sekolah Keperawatan pertama di dunia Isalam. Ayahnya seorang dokter. Rufaidah mengabdikan diri merawat kaum muslim yang sakit. 1996). Tugas ini digambarkan mulia untuk Rufaidah. meskipun lokasinya tidak dapat dilaporkan (Jan. dan dia mempelajari ilmu keperawatan saat bekerja membantu ayahnya. dan merupakan pengakuan awal untuk pekerjaaannya di bidang keperawatan dan medis. dan dalam perang Khaibar mereka meminta ijin Nabi Muhammad SAW. dirawat oleh Rufaidah hingga stabil/homeostatis. miskin. Uhud. anak yatim. dan Nabi mengijinkannya. dia juga merupakan penyokong advokasi pencegahan penyakit (preventif care) dan menyebarkan pentingnya penyuluhan kesehatan (health education) 2) 10 . Dan saat kota Madinah berkembang. Sentuhan sisi kemanusiaan adalah hal yang penting bagi perawat. Dia merawat anak yatim dan memberikan bekal pendidikan. sehingga perkembangan sisi tehnologi dan sisi kemanusiaan (human touch) mesti seimbang. dan membangun tenda di luar Masjid Nabawi saat damai. Namun juga terlibat dalam aktifitas sosial di komuniti. 5). 1998) Rufaidah melatih pula beberapa kelompok wanita untuk menjadi perawat. Konstribusi Rufaidah tidak hanya merawat mereka yang terluka akibat perang. 5)(Omar Hassan. Rufaidah digambarkan memiliki kepribadian yang luhur dan empati sehingga memberikan pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasiennya dengan baik pula. atau penderita cacat mental. Sa'ad bin Ma'adh yang terluka dan tertancap panah di tangannya. Pernah digambarkan saat perang Ghazwat al Khandaq.di Madinah). Dan mendirikan Rumah sakit lapangan sehingga terkenal saat perang dan Nabi Muhammad SAW sendiri memerintahkan korban yang terluka dirawat olehnya.

Nusaibat dibantu suami dan anaknya dalam bidang keperawatan. dan andil dalam perang Uhud dan perang melawan musailamah di Yamamah bersama anak dan suaminya. 8) Ummu Ammara juga dikenal juga sebagai Nusaibat binti Ka'ab bin Maziniyat. Beberapa wanita muslim yang terkenal sebagai perawat adalah : Ku'ayibat. 2. sejalan dengan perang kaum muslimin/jihad (holy wars). Perkembangan keperawatan di masa ini. 11 . Aminah binti Qays al Ghifariyat. Dia terluka 12 kali.Sejarah islam juga mencatat beberapa nama yang bekerja bersama Rufaidah seperti : Ummu Ammara. Aminah binti Abi Qays Al Ghifari. dan negara-negara di timur tengah umumnya. Nusaibat binti Ka'ab Al Amziniyat. Berikut ini akan lebih dijelaskan tentang sejarah perkembangan keperawatan di masa Islam dan di Arab Saudi khususnya. tangannya terputus dan dia meninggal denan luka2nya. Dia terlibat dalam perang Uhud. Safiyat. Masa Sejarah Perkembangan Islam dalam Keperawatan Masa sejarah perkembangan islam dalam keperawatan. merawat korban yang luka dan mensuplai air dan juga digambarkan berperang menggunakan pedang membela Nabi. tidak dapat dipisahkan dalam konteks perkembangan keperawatan di Arab Saudi khususnya. Dia berpartisipasi dalam Perjanjian Aqabat dan perjanjian Ridhwan. anak dari Bani Zayd bin Asim. Zainab dari kaum Bani Awad yang ahli dalam penyakit dan bedah mata. memberikan gambaran tentang keperawatan dimasa ini. Litelatur lain menyebutkan beberapa nama yang terkenal menjadi perawat saat masa Nabi Muhammad SAW saat perang dan damai adalah : Rufaidah binti Sa'ad Al Aslamiyyat. Ummu Ayman. dan Hindun. Aminah. Ummu Atiyah Al Ansariyat dan Nusaibat binti Ka'ab Al Maziniyat 6). a) Masa penyebaran Islam/ The Islamic Period (570 ± 632 M) Dokumen tentang keperawatan sebelum-islam (pre-islamic period) sebelum 570 M sangat sedikit ditemukan. dia adalah ibu dari Abdullah dan Habi. Ummu Sulaiman. Ummu Atiyah Al Anasaiyat.

Sejarah tentang keperawatan setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW jarang sekali (Al Simy. hanya merawat pasien laki-laki." Di masa ini ada perawat diberi nama "Al Asiyah" dari kata Aasa yang berarti mengobati luka. c) Masa Late to Middle Ages (1000 ± 1500 M) Dimasa ini negara-negara Arab membangun RS dengan baik. Dr Al-Razi yang digambarkan sebagai seorang pendidik. yaitu pemisahan anatar ruang pasien laki-laki dan wanita. serta perawat wanita merawat pasien wanita dan perawat lakilaki. for That is Not Within the Realm of Possibility. memberikan obat. Philipina) yang masuk dan bekerja di RS di negara-negara Timur Tengah. dan menjadi pedoman yang juga menyediakan pelayanan keperawatan. namun dalam periode ini dikenal seorang perawat yang bersama Nabi Muhammad SAW telah melakukan peran keperawatan yaitu Rufaidah binti Sa'ad/Rufaidah Al-Asamiya. Dokumen yang ada lebih didominasi oleh kedokteran dimasa itu. lebih dominan. Bahkan dokumen tentang keperawatan di Arab. dan mengenalkan perawatan orang sakit. 1994). dengan tugas utama memberikan makanan. Dia menulis dua karangan tentang "The Reason Why Some Persons and the Common People Leave a Physician Even if He Is Clever" dan "A Clever Physician Does Not Have the Power to Heal All Diseases.Sistem kedokteran masa lalu yang lebih menjelaskan pengobatan dilakukan oleh dokter ke rumah pasien dengan memberikan resep. Amerika dan Australia. Hanya sedikit sekali lilature tentang perawat. d) Masa Modern (1500 ± sekarang) Early Leaders in Nursing¶s Development Masa ini ditandai dengan banyaknya ekspatriat asing (perawat asing dari Eropa. sampai tahun 1950 jarang 12 . India. dan rehidrasi. b) Masa Setelah Nabi/Post ±Prophetic Era (632 ± 1000 M). Ada gambaran unik di RS yang tersebar dalam peradaban Islam dan banyak dianut RS modern saat ini hingga sekarang.

H Afif Muhammad dalam seminar perawat rohani Islam di Akper Aisyiyah. hingga manusia tidak akan bisa terbebas dari sakit.´ katanya. menekankan pasien agar tidak berputus asa apalagi menyatakan kepada pasiennya tidak memiliki harapan hidup lagi. ³Pernyataan tidak memiliki harapan hidup untuk seorang muslim tidak dapat dibenarkan. namun di tahun 1890 seorang misionaris Amerika. menurut H. dokter dan perawat dari Amerika telah masuk Bahrain dan Riyadh untuk merawat Raja Saudi King Saud. Dan sejak tahun 1950 dengan dikenalkannya organized health care dan pembangunan RS di Arab Saudi. keperawatan menjadi lebih maju dan bukan hanya sekedar pekerjaan. masalah sehat dan sakit adalah alami sebagai ujian dari Allah SWT. Masa Kini dan Mendatang Dr. (Amreding. 2003) 2) Dimasa ini ada seorang perawat Timur Tengah bernama Lutfiyyah AlKhateeb. Kita sering menyebut kondisi yang tidak menyenangkan seperti sakit sebagai musibah yang terkesan negatif. seorang perawat bidan Saudi pertama yang mendapatkan Diploma Keperawatan di Kairo dan kembali ke negaranya. padahal musibah berkonotasi positif. Perawat juga memandu pasiennya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT hingga kondisinya semakin saleh yang bisa mendatangkan ³manjurnya´ doa. 3. sebenarnya telah dibangun di masa Nabi Muhammad SAW. dan di tahun 1960 dia membangun Institusi Keperawatan di Arab Saudi. Afif.´ Tugas seorang perawat. Dimana mempengaruhi philosofi praktek. dan profesi keperawatan. Keperawatan. ³Sehat kerap membuat orang lupa dan lalai baik dalam melaksanakan perintah-perintah Allah maupun mensyukuri nikmat sehatnya.sekali. tapi kalau Allah bisa saja menyembuhkannya dengan mengabaikan hukum sebab akibat. Islam. Bandung 31/8/2004 mengatakan. 13 . Meskipun keperawatan masih baru sebagai profesi di Timur tengah. Meski secara medis tidak lagi bisa menanganinya.

pendidikan atau seni. Semoga muslim menyadari bahwa tidak ada gunanya mempertentangkan ilmu dengan agama. Di Indonesia mungkin hal serupa juga terjadi.html 14 .com/2007/01/menelusuri-jejak-dunia-keperawatan. bahwa Islam adalah jalan hidup yang lengkap. kompleksitas penyakit. Kita tidak bisa lagi memisahkan agama dari ilmu politik. keyakinan akan kesehatan dari sudut pandang islam (Islamic health belief). Demikian juga dengan ilmu-ilmu keperawatan penulis berharap akan datang suatu generasi yang mendalami prinsip-prinsip ilmu keperawatan yang digali dari agama Islam. Di negara-negara timur tengah. keyakinan akan spiritual islam tercermin dalam budaya mereka. perkembangan tehnologi kesehatan dan informatika kesehatan.5 (1) 5 http://bondanserbaneka. Agar tetap mengenang dan menteladani sejarah perkembangan keperawatan yang di mulai oleh Rufaida binti Sa¶ad. Hal ini dapat dimulai dari niat baik para pemegang kebijakan (decission maker) yang beragama Islam baik di institusi pendidikan atau pada level pemerintah. Tidak seperti pandangan keperawatan di negara barat. Ahmad Khan (lulusan suma cumlaude dari Duke University) yang menemukan Ayat-ayat Al Quran dalam DNA (Deoxy Nucletida Acid) berpesan semoga penerbitan buku saya ³Alquran dan Genetik´. semakin menyadarkan umat Islam. budaya dan kepercayaan di Arab. dan nilai-nilai profesional yang diperoleh dari pendidikan keperawatan.blogspot.Dr. konteks keperawatan sendiri banyak dipengaruhi oleh sejarah keperawatan dalam Islam. tinggal bagaimana keperawatan dan islam dapat berkembang sejalan dalam harmoni percepatan tuntutan asuhan keperawatan.

tujuan yang hendak dicapai serta pengetahuan dan keterampilan yang ada. 15 . yang selalu berusaha memberikan pelayanan terbaiknya bagi yang membutuhkan tanpa membedakan apakah kliennya kaya atau miskin.W. Talenta perjuangan dan kepahlawanan Rufaidah secara verbal diteruskan turun temurun dari generasi ke generasi di perawat Islam khususnya di Arab Saudi dan diteruskan ke generasi modern perawat di Saudi dan Timur. Negara di timur tengah memberikan status ini kepada Rufaidah. yang memiliki keyakinan dan nilai yang mendasarinya. PANDANGAN BEBERAPA AHLI TENTANG MODEL KONSEP DAN TEORI KONSEP Pandangan model konsep dan teori ini merupakan gambaran dari bentuk pelayanan keperawatan yang akan diberikan dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia berdasarkan tindakan dan lingkup pekerjaan dengan arah yang jelas dalam pelayanan keperawatan. dan Nabi mengijinkannya. Dalam keperawatan terdapat beberapa model konsep keperawatan berdasarkan pandangan ahli dalam bidang keperawatan.F. Ada pula yang mengenal sebagai Rufaidah binti Sa¶ad/Rufaidah Al-Asalmiya dimana dalam beberapa catatan publikasi menyebutkan Rufaidah Al-Asalmiya. Siti Rufaidah Kegiatan pelayanan keperawatan berkualiatas telah dimulai sejak seorang perawat muslim pertama yaitu Siti Rufaidah pada jaman Nabi Muhammad S. dan dalam perang Khaibar mereka meminta ijin Nabi Muhammad SAW. seorang perawat muslim (Jan. Beberapa model konsep keperawatan tersebut antara lain: 1. 1996). yang memulai praktek keperawatan dimasa Nabi Muhammad SAW adalah perawat pertama muslim Sementara sejarah perawat di Eropa dan Amerika mengenal Florence Nightingale sebagai pelopor keperawatan modern. untuk ikut di garis belakang pertempuran untuk merawat mereka yang terluka.A. Rufaidah melatih pula beberapa kelompok wanita untuk menjadi perawat.

html 16 . kebersihan. atau penderita cacat mental. Model Konsep dan Teori Keperawatan Florence Nightingale (Teori Nightingale) Model konsep Florence Nightingale memposisikan lingkungan adalah sebagai fokus asuhan keperawatan. lampu. paradigm perawat dalam tindakan keperawatan hanya memberikan kebersihan lingkungan adalah kuranga benar. Dia merawat anak yatim dan memberikan bekal pendidikan. anak yatim.41 2. Namun juga terlibat dalam aktifitas sosial di komuniti. dengan dimulai dari pengumpulan data dibandingkan dengan tindakan pengobatan semata. akan tetapi lingkungan dapat 4 http://aswediners. Sentuhan sisi kemanusiaan adalah hal yang penting bagi perawat. ketenangan. dan merupakan pengakuan awal untuk pekerjaaannya di bidang keperawatan dan medis. dan dan nutrisi yang adequate. Model konsep ini memberikan inspirasi dalam perkembangan praktik keperawatan.blogspot. Orientasi pemberian asuhan keperawatan atau tindakan keperawatan lebih diorientasikan pada pemberian udara. sehingga perkembangan sisi teknologi dan sisi kemanusiaan (human touch) mesti seimbang.com/2011/02/konsep-teori-dan-model-keperawatan. Konstribusi Rufaidah tidak hanya merawat mereka yang terluka akibat perang. kenyamanan lingkungan.Tugas ini digambarkan mulia untuk Rufaidah. Rufaidah digambarkan memiliki kepribadian yang luhur dan empati sehingga memberikan pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasiennya dengan baik pula. sehingga akhirnya dikembangkan secara luas. Dia memberikan perhatian kepada setiap muslim. upaya teori tersebut dalam rangka perawat mampu menjalankan praktik keperawatan mandiri tanpa tergantung dengan profesi lain. miskin. dan perawat tidak perlu memahami seluruh proses penyakit konsep ini dalam upaya memisahkan antara profesi keperawatan dan kedokteran.

2007. c) Dalam melaksanakan aktifitas sehari ± hari individu dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok diantaranya terhambat dalam melakukan aktifitas. Aktifitas hidup sehari ± hari yang disampaikan oleh Handerson tersebut adalah berikut aktifitas bernafas secara normal.1 proses perawatan pada pasien. aktifitas membuka dan memakai aktifitas tidur dan pakaian. aktifitas bergerak dan memelihara postur tubuh. belum dapat melaksanakan aktifitas dan tidak dapat melakukan aktifitas. istirahat. 17 . lingkungan dan kesehatan. Aziz Alimul. aktifitas 1 Hidayat. Surabaya: Salemba Medika. A. Model Konsep dan Teori Keperawatan Virginia Handerson (Teori Handerson) Model konsep keperawatan yang dijelaskan oleh Virginia Handerson adalah model konsep aktivitas sehari ± hari dengan memberikan gambaran tugas perawat yaitu mengkaji individu baik yang sakit atau sehat dengan memberikan dukungan pada kesehatan. Pemahaman konsep tersebut dengan didasar pada keyakinan dan nilai yang dimilikinya diantaranya: a) Manusia akan mengalami perkembangan mulai dari pertumbuhan dan perkembangan dalam rentang kehidupan. penyembuhan serta agar meniggal dengan damai. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. b) Dalam melaksanakan aktifitas sehari ± hari individu akan mengalami ketergantungan sejak lahir hingga menjadi mandiri pada dewasa yang dapat dipengaruhi oleh pola asuh.mempengaruhi diperhatikan. aktifitas minum dan makan sesuai dengan kebutuhan. aktifitas eliminasi secara normal. sehingga perlu 3.

sistem interpersonal dan sistem social yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Aziz Alimul. yang mana individu akan mampu mengerjakan tanpa bantuan bila ia memiliki kekuatan. aktifitas memelihara kebersihan tubuh dan berhias diri. A. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan.2007. kemauan.mempertahankan suhu tubuh normal dengan berpakaian dan memodifikasi lingkungan. 1 18 . aktifitas komunikasi. aktifitas bekerja atau memuaskan keingintahuan. King mengemukakan konsep kerjanya yang meliputi adanya sistem personal.ruang dan waktu dari individu dan lingkungan. aktifitas bermain dan rekreasi. Jadi pada dasarnya keperawatan menurut Handerson adalah membantu individu yang sakit dan yang sehat dalam melaksanakan aktifitas yang memiliki kontribusi terhadap kesehatan dan penyembuhannya. gambaran tubuh. Surabaya: Salemba Medika.kemudian hubungan Hidayat. dan pengetahuan yang dibutuhkan. Dalam mencapai hubungan interaksi. aktifitas beribadah. sehingga King mengemukakan dalam model konsep interaksi. aktifitas mencegah kecelakaan dan bahaya.1 4. Model Konsep dan Teori Keperawatan King (Teori King) King memahami model konsep dan teori keperawatan dengan menggunakan pendekatan sistem terbuka dalam hubungan interaksi yang konstan dengan lingkungan. yang dapat digambarkan sebagai berikut: Sistem sosial Sistem interpersonal Sistem personal Menurut King sistem personal merupakan sistem terbuka di mana di dalamnya terdapat persepsi adanya pola tumbuh kembang. aktifitas bekerja.

interpersonal merupakan suatu hubungan antara perawat dengan pasien serta hubungan sosial yang mengandung arti bahwa suatu interaksi perawat dan pasien dalam menegakkan sistem sosial sesuai dengan situasi yang ada. Manusia sebagai makhluk yang berorientasi terhadap waktu tidak lepas dari masa lalu dan sekarang yang dapat mempengaruhi masa yang akan dating dan sebagai makhluk sosial manusia akan hidup bersama dengan orang lain yang akan berinterak si dengan yang lain. orang dan objek. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Berdasarkan hal tersebut. King mengemukakan pendekatan teori yang terdiri dari komponen yang dapat digambarkan sebagai berikut: Feedback Perawat Aksi Reaksi Interaksi Transaksi Klien Feedback 19 . kebutuhan terhadap pencegahan penyakit dan kebutuhan terhadap perawatan ketika sakit. maka manusiam memiliki tiga kebutuhan dasar yaitu kebutuhan terhadap informasi kesehatan. Melalui dasar sistem tersebut maka King memandang manusia merupakan individu yang reaktif yakni bereaksi terhadap situaasi.

kesejahteraan sesuai dengan keadaan sehata dan sakit. c. d. dapat dijelaskan bahwa konsep hubungan manusia menurut King terdiri dari komponen: a. Interaksi merupakan suatu bentuk kerja sama yang saling mempengaruhi antara perawat dan klien yang terwujud dalam komunikasi.html 20 . Model self care (perawatan diri) ini memiliki keyakinan dan nilai yang ada dalam keperawatan diantaranya dalam pelaksanaan berdasarkan tindakan atas kemampuan. dalam memahami atau mengenali kondisi yang ada dalam keperawatan dengan digambarkan hubungan perawat dan klien untuk melakukan kontrak atau tujuan yang diharapkan. yang ditekankan pada kebutuhan klien tentang perawatan diri sendiri. Model Konsep dan Teori Keperawatan Dorothea Orem (Teori Orem) Model konsep menurut Dorothea Orem yang dikenal dengan Model Self Care memberikan pengertian jelas bahwa bentuk pelayanan keperawatan dipandang dari suatu pelaksanaan kegiatan dapat dilakukan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar dengan tujuan mempertahankan kehidupan. Transaksi merupakan suatu kondisi di mana antara perawat dan klien terjadi suatu pertujuan dalam rencana tindakan keperawatan yang akan dilakukan. Self care didasarkan atas kesengajaan serta dalam pengambilan keputusan dijadikan sebagai 4 http://aswediners. kesehatan.Berdasarkan gambar tersebut.41 5.blogspot. Aski merupakan proses awal hubungan dua individu dalam berprilaku. Reaksi adalah suatu bentuk tindakan yang terjadi akibat dari adnya aksi dan merupakan respons dari individu.com/2011/02/konsep-teori-dan-model-keperawatan. b.

Orem membagi dalam kelompok kebutuhan dasar yang terdiri dari pemeliharaan dalam pengambilan udara (oksigenasi). pemeliharaan pengambilan air. pemeliharaan dalam keseimbangan antara kesendirian dan interaksi sosial. pemeliharaan kebutuhan proses eliminasi. Surabaya: Salemba Medika. Teori Keperawatan Orem Pandangan teori Orem dalam tatanan pelayanan keperawatan ditujukan kepada kebutuhan individu dalam melakukan tindakan keperawatan mandiri serta mengatur dalam kebutuhannya. self care akan meningkatkan harga diri seseorang dan dapat mempengaruhi dalam perubahan konsep diri. seseorang mempunyai hak dan tanggung jawab dalam perawatan diri sendiri dan orang lain dalam memelihara kesejahteraan. pengetahuan dan keinginan manusia. Aziz Alimul. A.pedoman dalam tindakan. 1 Hidayat. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. setiap manusia menghendaki adanya self care dan sebagai bagian dari kebutuhan darar manusia. 21 . kebutuhan akan pencegahan resiko pada kehidupan manusia dalam keadaan sehat dan kebutuhan dalam pengembangan kelompok sosial sesuai dengan potensi. self care juga merupakan perubahan tingkah laku secara lambat dan terus menerus didukung atas pengalaman sosial sebagai hubungan interpersonal. pemeliharaan dalam pengambilan makanan.1 Dalam pemahaman konsep keperawatan khususnya dalam pandagan dalam pemenuhan kebutuhan dasar. pemeliharaan keseimbangan aktivitas dan istirahat.2007.

kesehatan serta kesejahteraan. Sifat dari self care selanjutnya adalah untuk perkembangan kepercayaan diri serta ditujukan pada penyimpangan kesehatan yang memiliki ciri perawatan yang diberikan dalam kondisi sakit atau dalam proses penyembuhan. kesehatan dan lain-lain. self care yang bersifat universal itu adalah aktivitas sehari ± hari (ADL) dengan mengelompokkan ke dalam kebutuhan dasar manusianya. Self care itu sendiri. Self care agency merupakan suatu kemampuan individu dalam melakukan perawatan diri sendiri. 2. Kebutuhan self care merupakan suatu tundakan yang ditujukan pada penyediaan dan perawatan diri sendiri yang bersifat universal dan berhubungan dengan proses kehidupan manusia serta dalam upaya mempertahankan fungsi tubuh. Orem mengemukakan bahwa self care meliputi: 1. yang dapat dipengaruhi oleh usia. Adanya tuntutan atau permintaan dalam perawatan diri sendiri yang merupakan tindakan mandiri yang dilakukan dalam waktu tertentu untuk perawatan diri sendiri dengan menggunakan metode dan alat dalam tindakan yang tepat. 3. 4. yang merupakan aktivitas dalam inisiatif dari individu serta dilaksanakan oleh individu itu sendiri dalam memenuhi serta mempertahankan kehidupan. Self Care Defisit Merupakan bagian penting dalam perawatan secara umum di mana segala perencanaan keperawatan diberikan pada saat perawatan dibutuhkan yang dapat diterapkan pada anak yang 22 . sosiokultural.Dalam konsep praktek keperawatan Orem mengembangkan tiga bentuk teori self care di antaranya: Perawatan Diri Sendiri (Self Care) Dalam teori self care. perkembangan.

dan sosial. Orem memiliki metode untuk proses tersebut diantaranya bertindak atau berbuat untuk orang lain. Dalam pandangan teori sistem ini Orem memberikan identifikasi dalam sistem pelayanan keperawatan diantaranya: a. meningkatkan pengembangan lingkungan untuk pengembangan pribadi serta mengajarkan atau mendidik pada orang lain. sebagai pembimbing orang lain. member support. Teori Sistem Keperawatan Merupakan teori yang menguraikan secara jelas bagaimana kebutuhan keperawatan diri pasien terpenuhi oleh perawat atau pasien sendiri yang didasari pada Orem yang mengemukakan tentang pemenuhan kebutuhan diri sendiri kebutuhan pasien dan kemampuan pasien dalam melakukan perawatan mandiri. bertanggung jawab terhadap keinginan. 23 . serta kebutuhan pasien. psikologis. Sistem bantuan secara penuh (Wholly Compensatory Sistem) Merupakan suatu tindakan keperawatan dengan memberikan bantuan secara penuh pada pasien dikarenakan ketidakmampuan pasien dalam memenuhi tindakan perawatan secara mandiri yang memerlukan bantuan dalam pergerakan. baik secara kualitas maupun kuantitas. Dalam pemenuhan perawatan diri serta membawa dalam proses penyelesaian masalah. mempersiapkan bantuan secara teratur bagi pasien dan mengkoordinasi serta mengintegrasikan keperawatan dalam kehidupan sehari ± hari pada pasien dan asuhan keperawatan diperlukan ketika klien tidak mampu memenuhi kebutuhan biologis. atau kebutuhan yang melebihi kemampuan dalam perawatan dan tuntutan dalam peningkatan self care. Dalam praktek keperawatan Orem melakukan identifikasi kegiatan praktek dengan melibatkan pasien dan keluarga dalam pemecahan masalah. permintaan. menentukan kapan dan bagaimana pasien memerlukan bantuan keperawatan.belum dewasa. perkembangan.

pengontrol dan ambulasi serta adanya manipulasi gerakan. Sistem bantuan sebagian (Partially Compensatory Sistem) Merupakan sistem dalam pembeberian peraawatan diri secara sebagian saja dan ditujukan kepada pasien yang memerlukan bantuan secara minimal seperti pada pasien yang post operasi abdomen di mana pasien ini memiliki kemampuan seperti cuci tangan. c. b. seperti pada pasien fraktur vertebra dan pada pasien yang tidak mampu mengurus sendiri. membuat penilaian serta keputusan dalam self care-nya dan pasien tesebut masih mampu melakukan ambulasi dan dapat melakukan beberapa tindakan self care-nya melalui bimbingan secara continue seperti pada pasien retardasi mental. masalah yang lain akan tetapi tidak mampu dalam melakukan tindakan yang memerlukan ambulasi atau manipulasi gerakan. Orem mempunyai pandangan bahwa teori dan konsep 24 . Pemberian bantuan sistem ini dapat dilakukan pada orang yang tidak mampu melakukan aktivitas dengan sengaja seperti pada pasien koma pada pasien yang sadar dan mungkin masih dapat membuat suatu pengamatan dan penilaian tentang cedera atau. cuci muka akan tetapi butuh pertolongan perawat dalam ambulasi dan melakukan perawatan luka. Sistem suportif dan edukatif Merupakan sistem bantuan yang diberikan pada bantuan yang membutuhkan dukungan pendidikan dengan harapan pasien mampu memerlukan perawatan secara mandiri. Dalam pandangan tentang teori dan konsep keperawatan. Pemberian sistem ini dapat dilakukan pada pasien yang memerlukan informasi dalam pengaturan kelahiran. gosok gigi. Sistem ini dilakukan agar pasien mampu melakukan tindakan keperawatan setelah dilakukan pembelajaran.

25 .dilakukan untuk merefleksikan antara individu dengan lingkungan. mengusahakan dalam pengaturan dan pengontrolan perawatan yang akan yang akan diberikan dalam memenuhi keterbatasan perawatan diri sendiri. 6. Model Konsep dan Teori Keperawatan Jean Waston (Teori Waston) Jean Waston dalam memahami konsep keperawatan terenal dengan teori pengetahuan manusia dan merawat manusia.menggambarkan apa yang mereka lakukan. menentukan mengapa keperawatan dibutuhkan. Tolak ukur pandangan Waston ini didasari pada unsur teori kemanusiaan. kebutuhan organisasi. Pandangan teori Jean Waston ini memahami bahwa manusia memiliki empat cabang kebutuhan manusia yang saling berhubungan diataranya kebutuhan dasar biofisikal (kebutuhan untuk hidup) yang meliputi kebutuhan makanan dan cairan. serta dalam melakukan perbuatan seharusnya sesuai dengan diri dan lingkungan sehingga dalam prakteknya Orem menggunakan langkah dengan proses keperawatan dengan menentukan diagnosis dan perintah. merancang sistem perawatan dengan merencanakan perawatan sesuai dengan sistem perawatan yang dibutuhkan. kebutuhan eliminasi dan kebutuhan ventilasi. mengatasi masalah keterbatasan serta mempertahankan dan menjaga kemampuan pasien dalam perawatan diri. menganalisis dan menginterpretasikan dengan membuat keputusan. menggunakan kreasi dalam berpikir dan berkomunikasi. dan kebutuhan intra dan interpersonal (kebutuhan untuk pengembangan) yaitu kebutuhan aktualisasi diri. kebutuhan psikofisikal (kebutuhan fungsional) yang meliputi kebutuhan aktifitas dan istirahat. kebutuhan psikososial (kebutuhan untuk integrasi) yang meliputi kebutuhan untuk berprestasi. kebutuhan seksual.

Aziz Alimul. manusia seharusnya dalam keadaan sejahtera baik fisik.Kebutuhan Biophysikal Kebutuhan makan dan cairan Kebutuhan eliminasi Kebutuhan ventilasi Kebutuhan psikofisikal Kebutuhan aktifitas dan istirahat Kebutuhan seksualitas Kebutuhan psikososial Kebutuhan berprestasi Kebutuhan berorganisasi Kebutuhan intrapersonaliterpersonal Kebutuhan aktualisasi diri Berdasarkan empat kebutuhan tersebut. mencegah terjadinya penyakit. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan.1 1 Hidayat. A. Jean Waston memahami bahwa manusian adalah makhluk yang sempurna yang memiliki berbagai macam ragam perbedaan. badan dan jiwa sehingga untuk mencapai keadaan tersebut keperawatan harus berperan dalam meningkatkan status kesehatan. sehingga dalam upaya mencapai kesehatan.2007. mental dan spiritual karena sejahtera merupakan keharmonisan antara pikiran. Surabaya: Salemba Medika. 26 .

Model Konsep dan Teori Keperawatan Peplau (Teori Peplau) Model konsep dan teori keperawatan yang dijelaskan oleh Peplau ini menjelaskan tentang kemampuan dalam memahami diri sendiri dan orang lain yang menggunakan dasar hubungan antar manusia yang mencakup proses interpersonal. c. Konsep Dasar Keperawatan. b. dan masalah kecemasan yang terjadi akibat sakit.7. Pada model Peplau ini dapat dilihat adanya tindakan keperawatan yang diarahkan kepada hubungan interpersonal atau psikoterapi. Fase identifikasi peran peran perawat apakah sudah melakukan atau bertindak sebagai fasilitator yang memfasilitasi ekspresi perasaan klien serta melaksanakan asuhan keperawatan. Fase resolusi di mana perawat berusaha untuk secara bertahan kepada klien untuk membebaskan klien diri dari ketergantungan kepada tenaga kesehatan dan menggunakan kemampuan yang dimilikinya agar mampu menjalankan secara sendiri. S. Ners. d. Tahap orientasi di mana perawat dan klien melakukan kontrak awal untuk membangun kepercayaan dan terjadi proses pengumpulan data. Jakarta: EGC 27 . 1 Asmadi.Kep. Fase eksplorasi di mana perawat telah membantu klien dalam memberikan gambaran kondisi klien. perawat-klien. 2005. Proses interpersonal yang dimaksud antara perawat dengan klien ini memiliki empat tahap di antaranya:1 a.

serta dalam proses kehidupan manusia setiap individu akan berbeda satu dengan yang lain dan manusia diciptakan dengan karakteristik dan keunikan tersendiri. manusia selalu berinteraksi dengan lingkunganyang saling mempengaruhi dan dipengaruhi. Surabaya: Salemba Medika. 1 28 . Dalam proses kehidupan manusia yang dinamis. Aziz Alimul. Dalam memahami konsep model dan teori ini. A. Model Konsep dan Teori Keperawatan Martha E Rogers (Teori Rogers) Model konsep dan teori keperawatan menurut Martha E Rogers dikenal dengan nama manusia sebagai unit.yang memiliki sifat dan karakter yang berbeda.Model hubungan interpersonal ini dapat digambarkan sebagai berikut:1 Perawat Klien Hubungan interpersonal Fase orientasi fase identifikasi Fase eksplorasi Fase resolusi Mandiri 8. Hidayat. Martha berasumsi bahwa manusia merupakan satu kesatun yang utuh.2007. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan.

blogspot. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Callista Roy mengemukakan konsep keperawatan dengan model adaptasi yang memiliki beberapa pandangan atau keyakinan serta nilai yang dimilikinya diantaranya : a) Manusia sebagai mahluk biologi. Sebagai individu dan makhluk holistik memiliki sistem adaptif yang selalu beradaptasi secara keseluruhan.html 29 .com/2011/02/konsep-teori-dan-model-keperawatan. A. resonansi dan helicy. Integritas berarti individu sebagai satu kesatuan dengan lingkungan yang tidak dapat dipisahkan. Resonansi mengandung arti bahwa proses kehidupan antara individu dengan lingkungan berlangsung dengan berirama dengan frekuensi yang berfariasi dan helicy merupakan terjadinya proses integrasi antara manusia dengan lingkungan akan terjadi perubahan baik perlahan-lahan maupun berlangsung dengan cepat.Asumsi tersebut didasarkan pada kekuatan yang berkembang secara alamiah yaitu keutuhan manusia dengan lingkungan. Surabaya: Salemba Medika. Model Konsep dan Teori Keperawatan Sister Calista Roy (Teori Roy) Merupakan model dalam keperawatan yang menguraikan bagaimana individu mampu meningkatkan kesehatannya dengan cara mempertahankan perilaku secara adaptif serta mampu merubah perilaku yang mal adaptif. 4 http://aswediners.2007. Aziz Alimul.41 9. kemudian sistem ketersediaan sebagai satu kesatuan yang utuh serta proses kehidupan manusia berdasarkan konsep homeodinamik yang terdiri dari integritas. psikologi dan sosialyang selalu berinteraksi dengan lingkungannya. dan saling mempengaruhisatu dengan yang lain. 1 Hidayat.1 Dalam memahami konsep model ini.

3) Fungsi peran merupakan proses penyesuain yang berhubungan dengan bagaimana peran seseorang dalam mengenal pola ± pola interaksi sosial dalam berhubungan dengan orang lain. 2) Konsep diri yang mempunyai pengertian bagaimana seseorang mengenal pola ± pola interaksi sosial dalam berhubungan dengan orang lain. fungsi neurologis dan fungsi endoktrin. e) Dalam proses penyesiaian diri individu harus meningkatkan energi agar mampu melaksanakan tujuan untuk kelangsungan kehidupan. integritas kulit. yaitu stimulus yang lansung beradaptasi dengan seseorang dan akan mempunyai pengaruh kuat terhadap seorang individu. dan baik stimulus internal maupun eksternal. aktivitas dan istirahat. kemudian dapat dilakukan observasi. diukur secara subjektif. c) Terdapat tiga tingkatan adaptasi pada manusia yang dikemukakan oleh Roy diantaranya: 1) Focal stimulasi. 30 .b) Untuk mencapai suatu homeostatis atau terintegrasi seseorang harus beradaptasi sesuai dengan perubahan yang terjadi. merupakan stimulus lain yang dialami seseorang. 2) Kontekstual stimulus. d) Sistem adaptasi memiliki empat mode adaptasi di antaranya: 1) Fungsi fisiologis komponen sistem adaptasi ini yang adaptasi fisiologis diantaranya oksigenasi. merupakan stimulus lain yang merupakan ciri tambahan yang ada atau sesuai dengan situasi dalam proses penyesuaian dengan lingkungan yang sukar dilakukan observasi. cairan dan elektrolit. 4) Interdependent merupakan kemampuan seseorang mengenal pola ± pola tentang kasih saying. indera. cinta yang dilakukan melalui hubungan secara interpersonal pada tingkat individu maupun kelompok. eliminasi. nutrisi. yang dapat mempengaruhi. 3) Residual stimulus.

setiap orang selalu menggunakan koping yang bersifat positif maupun negative. individu mampu berfungsi untuk memenuhi kebutuhan biopsikososial. Surabaya: Salemba Medika. Secara ringkas. asumsi dasar yang dimiliki diantaranya sebagai makhluk individu yang utuh dan sehat.2007. kemampuan untuk hidup mandiri serta kemampuan akan berperan dan berfungsi secara optimal untuk memelihara integritas diri. Dalam mengemukakan model konsep praktek keperawatan. Kebutuhan yang dimaksud Roy antara lain: a) Kebutuhan fisiologis dasar Penampilan peran sosial antara kemandirian dan b) Pengembangan konsep diri positif c) d) Pencapaian keseimbangan ketergantungan. konsep diri. reproduksi dan keunggulan sehingga proses ini memiliki tujuan meningkatkan respons adaptif. kebutuhan akan konsep diri yang positif. pandangan Roy mengemukakan bahwa individu sebagai makhluk biopsikososial dan spiritual sebagai satu kesatuan yang utuh memiliki memiliki mekanisme koping untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan sehingga individu selalu berinteraksi terhadap perubahan lingkungan.1 1 Hidayat. 31 . Aziz Alimul.perkembangan. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. dan individu selalu berada dalam rentang sehat-sakit yang berhubungan dengan koping yang efektif dalam memelihara proses adaptasi. Untuk mampu beradaptasi setiap inidividu harus akan berespons terhadap kebutuhan fisiologis. A. dan hubungan interdependensi selama sehat dan sakit. fungsi peran. Jadi tujuan asuhan keperawatan adalah membantu untuk beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan fisiologis.

S. ethnonursing. Akhirnya pada tahun 1985. Ners. dan cross-cultural nursing.10. Jakarta: EGC 32 . Teori Leinieger kemudian disebut sebagai Cultural care Diversity and Universality. layanan keperawatan. Fenomena ini membuat Leinieger menelaah kembali profesi keperawatan. Tetapi pada ahli sering menyebutnya sebagai Transcultural transkultural. Model Konsep dan Teori Keperawatan Leininger (Teori Leininger) Teori ini digagas pertama kali oleh Madeleine Leinieger yang diinspirasi oleh pengalaman dirinya sewaktu bekerja sebagai perawat spesialis anak di Mindwestern US pada tahun 1950.Kep. Konsep Dasar Keperawatan. nilai ± nilai. sedangkan ide ± ide dan teorinya mulai dipresentasikan pada tahun 1988. Leinieger pertama kali menggunakan kata transcultural nursing.2 1 Pada tahun 1960. 2005. Konsep Teori Keperawatan Transkultural Keperawatan transkultural merupakan suatu aea utama dalam keperawatan yang berfokus pada studi komparatif dan analisis tentang budaya dan sub-budaya yang berbeda di dunia yang menghargai perilaku caring. Leinieger memublikasikan teorinya untuk pertama kali. serta pola ± pola tingkah laku yang bertujuan Nursing Theory atau teori keperawatan mengembangkan body of knowlodge yang ilmiah dan humanistik guna memeberi tempat praktik keperawatan pada budaya tertentu dan budaya 2 Asmadi. Saat itu ia melihat adanya perbedaan perilaku di antara anak yang berasal dari budaya yang berbeda. Ia mengidentifikasikan bahwa pengetahuan perawat untuk memahami budaya anak dalam layanan keperawatan ternyata masih kurang. keyakinan tentang sehat-sakit.

memaksakan nilai ± nilai budaya. dapat mencegah terjadinya culture shock culture maupun imposition. Teori keperawatan transkultural ini menekankan pentingnya peran perawat dalam memahami budaya klien. yakni: Model matahari terbit (sunrise model) ini melambangkan esensi keperawatan dalam transkulutural yang menjelaskan bahwa sebelum memberikan asuhan keperawatan kepada klien (individu. Leinieger menggambarkan teori keperawatan transkulutural matahari terbit sehingga disebut juga sebagai sunrise model. kelompok. Teori ini dapat dilihat. kelompok. Klien akan merasakan perasaan tidak nyaman. dan kebiasaan. perawat terlebih dahulu harus mempunyai pengetahuan mengenai pandangan dunia (world-view) tentang dimensi dan budaya serta struktur sosial yang berkembang di berbagai belahan dunia (secara global) maupun masyarakat dalam lingkup yang sempit. Sedangkan culture imposition adalah kecenderungan tenaga kesehatan (perawat). keluarga.universal (Marriner-Tomey. baik individu. baik secara diam ± diam maupun terang ± terangan. 1994). gelisah dan disorientasi karena perbedaan nilai budaya. Dimensi budaya dan struktur sosial tersebut menurut Leininger dipengaruhi oleh tujuh faktor. Culture shock terjadi pada pihak luar (perawat) mencoba mempelajari atau beradaptasi secara efektif dengan kelompok budaya tertentu (klien). komunitas. keluarga. maupun masyarakat. keyakinan dan kebiasaan/perilaku yang dimilikinya kepada individu. 33 . agama dan falsafah hidup. atau kelompok dari budaya lain karena mereka meyakini bahwa budayanya loebih tinggi daripada budaya kelompok lain. keluarga. yaitu teknologi. keyakinan. Pemahaman yang benar pada perawat mengenai budaya klien. lembaga).

pada dan manusia/masyarakat menggambarkan. dan persiapan menghadpi kematian. Semua langkah perawatan tersebut ditujukan untuk pemeliharaan kesehatan holistik. Peran perawat pada transcultural nursing theory ini adalah menjebatani antara sistem perawatan yang dilakukan masyarakat awam dengan sistem perawatam profesional melalui asuhan keperawatan. menginterpretasikan cara hidup manusia dalam suatu bentuk kebudayaan tertentu dalam jangka waktu yang panjang maupun pendek. ekologi. dan interaksi sosial dalam tatanan fisik. ekonomi. serta suatu yang institusi yang difokuskan menjelaskan. politik dan hokum. sosialpolitik. nilai budaya gaya hidup. baik pada level individu. di berbgai sistem kesehatan. Termasuk di dalamnya adalah etnohistori atau riwayat kebudayaan yang mengacu pada keseluruhan fakta pada masa lampau. penyembuhan penyakit. dan praktek keperawatan (care expression. Dengan demikian. dan pendidikan. Jika disesuaikan dengan proses keperawatan. ke tujuh faktor tersebut masuk kedalam level pertama yaitu tahap pengkajian. komunitas. kelompok. patterns. 34 . maupun institusi. Faktor ± faktor tersebut merupakan totalitas dari suatu keadaan.faktor sosial dan kekerabatan. kelompok. ketujuh faktor tersebut harus dikaji oleh perawat sebelum memberikan asuhan keperawatan kepada klien sebab masing ± masing faktor memberi ekspresi. atau pengalaman yang member arti bagi perilaku manusia. situasi. pola. dan akan memengaruhi pola/cara dan praktik keperawatan. kejadian. interpretasi. keluarga. and practices). Semua faktor tersebut berbeda pada setiap negara atau area. ketujuh faktor tersebut besar kontribusinya terhadap pencapaian kesehatan secara holistik atau kesejahteraan manusia. kebudayaan. dan/atau struktur kebudayaan. sesuai dengan kondisi masing ± masing daerah. Oleh karena itu. dan pengalaman individu.

yaitu prinsip membantu. yaitu: 1. Hasil akhir yang diperoleh melalui pendekatan keperawatan transkultural pada asuhan keperawatan adalah tercapainya culture congruent nursing care helt and well being. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. memfasilitasi. Aziz Alimul. kreatif. atau memerhatikan fenomena budaya yang ada. Tindakan keperawatan diberikan kepada klien harus tetap memerhatikan 3 prinsip asuhan keperawatan. Oleh karena itu perawat harus mampu membuat keputusan dan rencana tindakan keperawatan yang akan dengan proses diberikan kepada masyarakat. atau mempertimbangkan kondisi kesehatan dan gaya hidup individu atau klien. Culture care reppaterning/restructuring. yang merefleksikan caracara beradaptasi. atau memerhatikan fenomena budaya guna membantu individu menentukan tingkat kesehatan dan gaya hidup yang diinginkan. Culture care preservation/maintenance. bernegosiasi. 35 .Eksistensi peran perawat tersebut digambarkan oleh leininger dengan gambar seperti di bawah ini.2007. hal tersebut merupakan tahp perencanaan tindakan keperawatan. A. memfasilitasi. 2.1 1 Hidayat. 3. Jika disesuaikan keperawatan.yaitu asuhan keperawatan yang kompeten yang berdasarkan budaya dan pengetahuan kesehatan yang sensitif. Culture care accommodation/negotiation. yaitu prinsip membantu. serta cara-cara yang bermakna guna mencapai tingkat kesehatan dan kesejahteraan bagi masyarakat. yaitu prinsip merekonstruksi atau mengubah desain untuk membantu memperbaiki kondisi kesehatan dan gaya hidup klien kearah yang lebih baik. Surabaya: Salemba Medika.

kebersihan dan keamanan. psikologi. Mempertahankan komunikasi verbal dan non_verbal 15. Dari empat kebutuhan tersebut dikembangkan menjadi 21 kebutuhan atau masalah keperawatan diantaranya: 1. Model Konsep dan Teori Keperawatan Faye Abdellah (Teori Abdellah) Model konsep Faye Abdellah difokuskan dalam asuhan keperawatan bagi manusia pada intinya adalah memberikan kebutuhan secara fisik. pertumbuhan dan perkembangan manusia.11. Sehingga perawat perlu pendekatan dengan hubungan interpersonal. istirahat dan tidur yang optimal. Memfasilitasi perkembangan hubungan interpersonal 16. Memfasilitasi masukan oksigen ke seluruh sel tubuh 6. Mengidentifikasi dan menerima adanya hubungan timbal balik antara emosi dan penyakit organik. Mempertahankan aktifitas. Mempertahankan fungsi sensorik 12. sosial dan spiritual bagi para pasien maupun keluarga. emosi. Mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit 9. Mempertahankan nutrisi 7. Mempertahankan eliminasi 8. perasaan. Mengidentifikasi dan menerima ekspresi. 14. intelektual. Mempertahankan mekanisme dan fungsi regulasi 11. komunikasi katagori. keseimbangan fisiologi. Mengenali respons fisiologis tubuh terdapat kondisi penyakit baik patologis maupun fisiologis 10. faktor-faktor psikologi dan sosial dan komunitas. 3. 2. atau trauma lain yang ada infeksi 4. Mempertahankan kebersihan dan kenyamanan fisik. Mempertahankan mekanika tubuh 5. Memfasilitasi pencapaian tujuan spiritual personal yang progresif 36 . latihan fisik. cedera. diantaranya kenyamanan. reaksi positif dan negative 13. Mencegah kecelakaan.

Aziz Alimul. A.17. Menghasilkan / Mempertahankan lingkungan yang terapeutik 18.2007. dimana bila kebutuhan tersebut dipenuhi maka stress akan berkurang. yaitu perilaku klien.com/2011/02/konsep-teori-dan-model-keperawatan. akan membentuk situasi keperawatan (Marriner-Tomey. emosi dan perkembangan yang berbeda 19. 1995). yang pada 1 Hidayat. 4 http://aswediners. Surabaya: Salemba Medika. Setelah perawat melakukan kebutuhan klien. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan.html 37 . 1994). klien adalah individu dengan suatu kebutuhan. Teori Orlando terdiri dari kerangka konsep bagi profesi keperawatan.1 12. Menggunakan sumber dikomunitas sebagai sumber bantuan dalam mengatasi masalah yang muncul dari penyakit 21. mereka mendapatkan dampak kebutuhan pada tingkat kesehatan klien dan akan bertindak secara otomatis atau direncanakan untuk memenuhi kebutuhan. 20. meningkatkan kepuasan atau mendorong pencapaian kesehatan optimal (Chinn dan Jacobs. Memfasilitasi kesadaran diri sebagai individu yang memiliki kebutuhan fisik. Memahami peran dan masalah sosial sebagai faktor yang mempengaruhi dalam munculnya penyakit.blogspot. Menerima tujuan optimal yang dapat dicapai sehubungan dengan keterbatasan fisik dan emosi. 42Teori Orlando secara radikal mengubah focus keperawatan dari diagnose medis klien dan kegiatan-kegiatan otomatis ke perilaku klien menurut kebutuhan klien yang mendesak dan ditentukan jika kebutuhan dapat dipenuhi dengan tindakan keperawatan (Schmieding. 1995). Tiga elemen. reaksi perawat dan tindakan perawat. Model Konsep dan Teori Keperawatan Ida Orlando (Tori Orlando) Bagi Ida Orlando (1961).

dimana individu dipandang sebagai sistem perilaku yang selalu ingin mencapai keseimbangan dan stabilitas. 1995)1 13. sehingga pendekatan asuhan keperawatan ditunjukkan pada penggunaan sumber-sumber kekuatan klien secara optimal (Potter & Perty 1997). baik di lingkungan internal maupun di lingkungan eksternal juga memiliki keinginan dalam mengatur dan menyesuaikan dari pengaruh yang ditimbulkannya. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Ingestif.com/2011/02/konsep-teori-dan-model-keperawatan. 4 http://aswediners. Model Konsep dan Teori Keperawatan Johnson (Teori Johnson) Model konsep dan teori keperawatan menurut Jhonson adalah dengan pendekatan sistem perilaku.html 38 . didalamnya terdapat sub sistem membentuk sistem perilaku menurut Jhonson adalah : a. Sebagai suatu sistem.blogspot. Surabaya: Salemba Medika. dan konservasi energy adalah bagian yang menjadi pertimbangan kemudian sehat menurut Lavine itu dilihat dari sudut pandang konservasi energy. sedangkan dalam keperawatan terdapat empat konservasi di antaranya energy klien. Aziz Alimul.42 14.stuktur integritas-integritas personal dan integritas sosial. Dan intervensi keperawatan adalah suatu aktivitas konservasi.akhirnya untuk menurunkan tekanan atau stress yang dialami oleh klien (Chinn dan Jacobs. yaitu sumber dalam memelihara integritas serta mencapai kesenangan dalam pencapaian pengakuan dari lingkungan. Model Konsep dan Teori Keperawatan Myra Levine (Teori Levine) Model konsep Myra Levine memandang klien sebagai mahluk hidup terintegrasi yang saling berinteraksi dan beradaptasi terhadap lingkungannya. A. yang 1 Hidayat.2007.

Eliminasi. keamanan. merupakan bagian yang membentuk sistem perilaku dalam mendapatkan bantuan. Seksual. merupakan bentuk mekanisme pertahanan diri atau perlindungan dan berbagai ancaman yang ada di lingkungan. keamanan serta kepercayaan. digunakan dalam pemenuhan kebutahan saling mencintai dan dicintai.com/doc/39025211/20/Parse-Teori-Parse 39 . e. merupakan bentuk pengeluaran segala sesuatu dari sampah atau barang tidak berguna yang biologis. Achievement. maka akan terbentuk sebuah sistem perilaku individu. Ketergantungan. f. Agresif. merupakan bentuk pemenuhan kebutuhan tambahan dalam mempertahankan lingkungan yang kondusif dengan penyesuaian dalam kehidupan sosial. d. g.6 6 www. merupakan tingkat pencapaian prestasi melalui keterampilan yang kreatif. kedamaian.b. dan kelangsungan 1 hidup. sehingga Jhonson memiliki pandangan bahwa keperawatan dalam mengatasi permasalahan tersebut harus dapat berfungsi sebagai pengatur agar agar dapat menyeimbangkan sistem perilaku tersebut.62 Berdasarkan subsistem tersebut. c.scribd. Gabungan/tambahan.klien dalam hal ini adalah manusia yang mendapat bantuan perawatan dengan keadaan terancam atau potensial oleh kesakitan atau ketidak seimbangan penyesuaian dengan lingkungan.status kesehatan yang ingin dicapai adalah mereka yang mampu berperilaku untuk memelihara keseimbangan atau stabilitas dengan lingkungan.

tingkat pendidikan masyarakat. juga memandang pelayanan keperawatan akan dipengaruhi lingkungan sekitar klien serta memandang sehat sebagai kondisi terbebasnya dari gangguan pemenuhan kebutuhan dan merupakan keseimbangan yang dinamis dari menghindari stresor. sekunder dan tersier. Intervensi keperawatan diarahkan pada garis pertahanan diarahkan dengan penggunaan pencegahan primer. iklim dan pekerjaan dan lain ± lain. Model Konsep dan Teori Keperawatan Betty Neuman (Teori Neuman). yaitu ketersediaan dana pelayanan kesehatan. adanya perlindungan status nutrisi secara umum. Sehingga Betty Neuman menggambarakan peran perawat dapat bersifat menyeluruh dan saling ketergantungan (interdependensi). psikologis. tingkat pendapatan. transportasi. 40 . sosiokulturan dan spiritual.15. Garis pertahanan diri pada komunitas tersebut meliputi garis pertahanan fleksibel. Model ini bertujuan agar terjadi stabilitas klien dan keluarga dalam lingkungan yang dinamis. rumah yang memenuhi syarat kehetan dan sikap masyarakat terhadap kesehatan dan garis pertahanan resistan yang meliputi adanya ketersediaan pelayanan kesehatan. tempat rekreasi dan cakupan dari imunisasi di daerah yang ada. Betty Neumnan dalam memahami konsep keperawatan ini memiliki dasar pemikiran yang terkait dengan komponen paradigma yaitu memandang manusia sebagai suatu sistem terbuka yang selalu mencari keseimbangan dan merupakan satu dari kesatuan variable yang utuh diantaranya fisiologis. garis petahanan normal yang meliputi ketersediaan pelayanan. Model konsep yang dikemukakan oleh Betty Neuman ini adalah model konsep Health Care Sistem yaitu model konsep yang menggambarkan aktifitas keperawatan yang ditujukan kepada penekanan penurunan stres dengan memperkuat garis pertahanan diri secara fleksibel atau normal maupun resistan dengan sasaran pelayanan adalah komunitas.

2. sebenrnya pasien itu tidaklah ada. pelayanan. 6 www. Pasien. sekunder dan tersier.com/doc/39025211/20/Parse-Teori-Parse 41 . tidak ada yang seperti manusia baik yang pernah hidup ataupun yang akan hidup.konsep dasar dan definisi. Pencegahan primer dapat meliputi berbagai tindakan keperawatan untuk mengidentifikasi adanya stresor. Kata pasien adalah merupakan hal yang klise yang berguna untuk komunikasi ekonomi. Untuk itu tindakan keperawatan yang seharusnya dilakukan menurut Neuman adalah mencegah atau mengurangi adanya reksi tubuh akibat stresor. Upaya pencegahan tersebut dipentingkan dengan adanya pendidikan kesehatan dan pemeliharaan kesehatan.scribd.definisi : 1. Model Konsep dan Teori Keperawatan Joyce Travelbee (Teori Travelbee) Konsep. Upaya tersebut dapat juga dinamakan pencegahan primer. Manusia Manusia ditemukan sebagai individu yang unik dan takdapat dipisahkan dalam suatu waktu adaa didunia ini.61 16.Secara umum fokus dari model konsep keperawatan menurut Neuman ini berfokus pada respons terhadap stresor serta faktor ± faktor yang mempengaruhi proses adaptasi pada pasien. hanya ada mahluk hidup individu yang membutuhkan kepedulian. Pencegahan sekunder menurut Neuman meliputi berbagai tindakan perawatan yang dapat megurangi atau menghilangkan gejala penyakit serta reaksi tubuh lainnya karena adanya stresor dan pencegahan tersier dapat meliputi pengobatan secara rutin dan teratur serta pencegahan terhadap adanya kerusakan lebih lanjut dari komplikasi suatu penyakit. dan bantuan dari orang lain yang dipercaya dapat memberikan pertolongan yang dibutuhkan. mencegah reaksi tubuh karena adanya stresor serta mendukung koping pada pasien secara konstruktif.

atau ketidak sesuain spiritual hingga penderitaan tersebut dinamakan tingkat yang menular ³tidak terjaga´dan seterusnya meningkat dari persamaan apatis. Harapan adalah karakterisasi yang dibangun oleh mental dengan keinginan untuk memeperoleh sebuah penyelesaian atau dengan menyelesaikan sebuah penggabungan perwencanaan beberapa tingkatan pengharapan bahwa apa yang diinginkan atau diminta dapat tercapai. Travelbee tidak menggunakan kata penyakit (illness) sebagai definisi dari tidak sehat akan tetapi ia lebih mengidentifikasakannya dari pengalaman sakit seseorang.3. 5. 4. 6. Perawat. Penderitaan adalah perasaan yang tidak senang yang meluas dari mental yang pindah dengan sederhana. Penyakit. secara fisik. harapan berhubungan atau adakaitanya 42 . Penderitaan. Rasa sakit itu sendiri tidak dapat diamati hanya saja dampaknya tidak tertulis. Harapan. travelbee menemukan penyakit sebagai criteria subjektiv dan objektif ditentukan oleh dampak luar dari penyakit dalam diri individu. sedangkan criteria subjektiv lebih kepada apa yang seseorang rasakan sebagai penyakit. Perawat juga seorang manusia ³perawat memiliki tubuh yang berpengetanhuan khusus dan berkemampuan untuk menggunakanya yang bertujuan membantu orang lauin untuk mencegah penyakit atau memelihara tingkat kesehatan yang tinggi. Penyakit adalah sebuah kategori dan klasifikasi . rasa sakit adalah pengalaman tersendiri dan susah untuk dikomunikasikan keindividu. Rasa Sakit. penderitaan dapat diganti diatas continuum. 7.

kepercayaan. seseorang 43 . Sebuah kebutuhan keperawatan adalah rasa kebutuhan dari seseorang yang sakit (atau keluarga) yang dapat ditemukan oleh perawat professional pelaksana dan dengan meletakkan dalam jangkauan definisi yang legal/ sah atau dalam praktik keperawatan. Kata interaksi (interaction) mengacu pada banyak hubungan selama dua individu yang dapat berpengaruh timbal balikantara sesame dan dapat berkomunikasi secara verbal taupun nonverbal.dengan ketergantungan dengan yang lain. Komunikasi adalah proses yang dapat memungkinkan perawat untuk membangun hubungan antar sesama manusia dan dengan demikian memenuhi tujuan dari keperawatan. pilihan. 8.hal ini memerlukan pengetahuan diri sendiri. 9. Komunikasi. keinginan. pemahaman dari pengetahuan. kegigihan. Kata interaksi antara perawat dan pasien mengacu pada hubungan antra perawat dan seseorang yang menderita sakit dan dikarakteristikkan oleh fakta bahwa antara kedua individu merasa dipenanggulangan klise yang lain. Interaksi. Pengobatan untuk diri sendiri.10 Interaksi Antara Perawat Dan Pasien. Pengobatan yang digunakan untuk diri sendiri adalaah kemampuan seseorang untuk menggunakan secara sadar dan dalam memenuhi kekhawatiran dalam berusaha untuk memebangun hub dan intervensi struktur keperawatan. Kebutuhan keperawatan. kepemahaman diri sendiri. Keputusasaan adalah ketiadaan pengharapan. keberanian dan orientasi pada masa depan. 10. yakni membantu individuindividu dan keluarga-keluarga untuk mencegah dan untuk penanggulangan dengan pengalaman penyakit dan penderitaan bahkan jika dibutuhkan untuk membantui mereka untuk menemukan arti dari pengalaman tersebut. 11. Keputuasaan.

Simpati termasuk keinginan untuk memebantu seseorang yang sedang mengalami tekanan/ stress. Hubungan.yang dinamis kemampuan untuk mengintetprestasikan sesuatu pengetahuan pribadi yang sama dengan pengetahuan yang lain. Rasa simpati.41 dikomunikasikan seorang terhadap Hubungan antara sesama manusia. Empati adalah proses yang mana individu dapat memehami psikologi dari orang lain. Hubungan antara sesama manusia dalam situasi keperawatan adalah berarti terus menerus dengan maksud. pikiran-pikiran ini. Karakteristik utama dari pengalaman adalah kebutuhan keperawatan dalam individu (atau keluarga) itu bertemu. 13. 14.com/2011/02/konsep-teori-dan-model-keperawatan.html 44 . perasaan-perasaan oleh dan penderitaan yang diubah orang atau lain. dan kemampuan dalam campur tangan yang efektif dalam situasi keperawatan. Sebuah hubungan antara sesame manusia adalah pengalaman perawat utama dan dari pengalaamn yang berkelanjutan antara penerima keperawatanya. hal ini menyusun sebuah kelompok yang menyangkut pikiran dan perasaan. satu kejadian. satu pengalaman atau pengalaman yang berkelanjutan dengan cara bersama dan dengan keperawatan dan menerima kepedulianya. 4 http://aswediners. 12. Rasa empati . Hubungan adalah suatu proses.blogspot.

Manusia Manusia dipandang dari kerangka kerja eksistensial melalui pilihanpilihan. Manusia dikarakterkan sebagai orang yang mampu. Pilihan ini menggambarkan hubungan dan artian dari seseorang. Individu dipandang sebagai kemungkinankemungkinan pada saat membuat pilihan. Aplikasi dalam dunia keperawatan adalah jelas bahwa 45 . dengan memiliki kesempatan untuk memilih. Ilmu jiwa Freudian tampak terbatas dalam orientasinya menghadapi orang yang sakit. dan perilaku jiwa menjadi orientasi yang mekanisme. tujuannya adalah untuk suplemen mereka. eksistensialisme adalah sebuah respon terhadap filosofi dominan yang positif dan yang diterapkan.17. terbuka terhadap pilihan. mempuyai nilai. Menurut tulisan Kirkegaard dan Nietzche. Model Konsep dan Teori Keperawatan Peterson and Zderad (Teori Humanistik) Keperawatan humanistic adalah respon keperawatan kepada pergerakan humanistic terhadap ilmu jiwa.6 Teori Humanistik Keperawatan Dan Metaparadigma 1. setiap tindakan yang kita pilih adalah signifikan dan memberikan arti kehidupan kita. mencoba untuk mengerti mereka dari konteks pengalaman hidup mereka di dunia ini dari pada mencoba untuk menggantikan pandangan mereka. Praktek dari keperawatan humanistik ini berakar dari pemikiran yang eksistensial. Eksistensialisme adalah pendekatan filosofi untuk mengetahui kehidupan. Manusia sebagai individu yang penting berhubungan dengan orang lain di dalam waktu dan jarak. dan manifestasi unik terhadap mereka yang dulu sekarang dan masa depan. Seperti psikologi humanistik. Orientasi yang humanistik mencoba mengambil sebuah pandangan yang lebih luas terhadap potensial dari manusia. yang mana terlihat sebagai alternative kepada dua ilmu jiwa dominan yang.

kognitif atau keadaan emosi mereka. Individu dan kelompok membutuhkan kesempatan untuk membuat pilihan mereka sendiri. bahkan lebih penting adalah kebutuhan akan penghargaan terhadap hubungan yang eksis dalam kehidupan sehari-hari. Teori bisa diartikulasikan dari kerangka kerja terbuka yang didapatkan dari situasi manusia. spiritual. Hal ini bisa disebut sebagai lebih dari tidak adanya penyakit.manusia memerlukan informasi. Implikasi terhadap praktek keperawatan membuka jarak yang luas untuk definisi kesehatan. Hubungan bahwa perawatan mempunyai hubungan dengan orang yang menerima perawatan adalah kritikal. sosial. Paterson dan Zderad mengatakan keperawatan menunjukkan sebuah pertemuan spesial dari setiap manusia. Kesehatan bisa ditemukan pada kemauan seseorang untuk terbuka kepada pengalaman kehidupan mereka terhadap fisik. Kesehatan adalah sebagai pengalaman di dalam proses kehidupan. Kerangka kerja ini digunakan untuk memberikan dimensi kemungkinan dari keperawatan 46 . Keperawatan terlihat seperti campuran yang unik antara teori dan metodologi. 2. Mereka membutuhkan pilihan. 3. Pada saat seseorang sakit dan tubuh juga mengalami perubahan. Keperawatan juga adalah mengenai bentuk individu yang unik dan berfokus pada seluruh bagian. sebagai kualitas dari kehidupan dan kematian. ini akan mempengaruhi dunia seseorang dan pengalaman mereka. Kesehatan Kesehatan adalah komponen penting dari seseorang. Pandangan klien tentang dunia adalah hal yang penting dalam keperawatan. Kategori diagnosa bermanfaat hanya jika setuju terhadap orang atau mereka yang ditunjuk. Keperawatan Keperawatan adalah respon manusia terhadap satu orang kepada yang lain dalam waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuannya untuk mendapatkan kesehatan.

Seni keperawatan diwujudkan dari interaksi antara perawat dan klien. kemudian menganalisa data dengan mengklasifikasikan data tersebut.blogspot. Keperawatan sebagai seni yang sanggup untuk menggunakan teori-teori diantara konteks kehidupan sebagai perjuangan seseorang untuk mencapai sesuatu yang mereka inginkan. Mereka menyebut praktek keperawatan adalah metodologi. Assessment Merupakan pengumpulan data subjek dan objek tentang seseorang melalui observasi. 2. yang mengatakan bahwa keperawatan sebagai campuran yang unik antara seni dan ilmu. dan akhirnya tiba pada suatu kesimpulan yang menyatakan kalau itu sebuah masalah. 3. lalu membandingkan dengan pengetahuan teori dan prinsip.com/2011/02/konsep-teori-dan-model-keperawatan. interaksi dengan klien. Teori tidak bisa eksis tanpa praktek keperawatan.html 47 . Diagnosa Merujuk kepada langkah terhadap proses keperawatan dimana perawat membuat sebuah statement masalah. Perencanaan dan implementasi Fase ini merupakan proses keperawatan yang menyebutkan sebuah tujuan atau hasil yang dicapai oleh klien dengan objektif menjadi tujuan yang terdepan.humanistic manusia. Perawat mengumpulkan data menurut tingkat kebutuhan pasien. Tindakan perawat dan klien yang khusus diuraikan secara jelas.41 Fenomenologi Nursologi Dan Proses Keperawatan 1. dan informasi dari sumber lainya seperti hasil laboraturium. Fenomenologi nursologi tidak menjelaskan 4 http://aswediners.

scribd. Melalui humanistik yang alami. Aziz Alimul. 4. Seorang klien yang mampu untuk membuat pilihan tentang perawatan kesehatan mereka dan bertanggung jawab terhadap pilihannya. Teori juga harus sederhana tetapi menyeluruh atau umum 4. Evaluasi Fase ini menyebutkan apa tingkah laku klien yang telah berubah sebagai ukuran umtuk menjadi tujuan dan objektif. Teori menyumbang dan menolong untuk meningkatkan pengetahuan dengan disiplin melalu implementasi penelitian untuk menvalidasi teoriteori tersebut. A. 6 www. dapat menemukan arti dalam kehidupannya. Keperawatan humanistik memperhatikan orang yang membutuhkan kebutuhan. klien mempunyai kesempatan untuk menegaskan situasi humanness dari perspeksinya. Surabaya: Salemba Medika 1 48 . Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Teori bisa menjadi dasar untuk hipotesis yang diuji atau untuk teori yang dibangkitkan 5. Dengan melakukan hal ini dengan seorang perawat. hasil pertumbuhan personak atau kesehatan.1 Karakteristik Teori Dan Kerja Paterson And Zderad 1.com/doc/39025211/20/Parse-Teori-Parsegv Hidayat. 2. Tingkah laku mengubah hasil dari tindakan perawat dan klien.2007. perhatiannya tidak dengan hasil tingkah laku tetapi dengan pengalaman klien.bentuk dari tujuan yang langsung terhadap rencana keperawatan. Teori harus masuk akal dan alami 3. Tujuannya adalah kesejahteraan yang diterbitkan melalui dialog. Teori dapat berhubungan timbal balik degan cara untuk menciptakan cara yang berbeda untuk melihat fenomena penting.

Model Konsep dan Teori Keperawatan Lydia E. Teori ini menyediakan sebuah keunikan. Kelemahan: 1. Fokus terhadap keperawatan yang kuat. 2.html 49 . filosofi penting. supaya mengerti bahasa dan penekanannya. Hall (Teori Hall) Lydia E. 7. Teori harus konsisten dengan teori-teori yang tervalidasi. 2. hukum. Ketika kepedulian (care) berfungsi perawat menerapkan pengetahuan yang alami dan ilmu pengetahuan biologi yang menjadi 4 http://aswediners. Lingkaran Kepedulian (care) Pada lingkaran kepedulian ini perawat yang professional akan menyediakan kebutuhan pasien baik secara jasmani maupun rohani.com/2011/02/konsep-teori-dan-model-keperawatan. Teori ini berkembang dari pengalaman langsung dari perawat klinik dan merefleksikan perspektif keperawatan. Teori ini tidak bisa menjadi referensi yang digumakan untuk menyelesaikan masalah praktek klinik dengan cepat. 3.6. Hall memperkenalkan 3 teori lingkaran keperawatan dimana masimg-masing lingkaran menunjukkan proses keperawatannya yaitu: 1. Teori bisa digunakan oleh praktisi-praktisi untuk menuntun dan membuktikan praktek mereka.blogspot.41 18. dan prinsipal tetapi membuka pertanyaan yang tidak terjawab yang diperlukan untuk diinvestigasi. Kekuatan Dan Kelemahan Kekuatan: 1. pendekatan yang tidak biasa untuk mempelajari keperawatan. Perawat harus membaca dengan baik tentang humanistik.

Manusia atau seseorang yang berusia 16 tahun atau lebih yang mengalami suatu penyakit membutuhkan bantuan/proses keperawatan yang lebih .individu ini membutuhkan motifasi dari semua keluarganya agar cepat sembuh. Lingkaran keperawatan (cure) Kepedulian perawat terhadap pasien yang didasarkan pada ilmu pengetahuan cara pengobatan suatu penyakit. Intinya perawatharus mempedulikan pasien untuk kesembuhannya. Lingkaran inti (core) Perawat yang profesional dalam hubungannya dengan pasien bias membantu pasien untuk menyatakan perasaan/penyakit yang dideritanya. Tujuan utama adalah untuk mencapai suat 50 . d. b.Perawat harus menciptakan suasana yang nyaman pada diri pasien.Perawat yang professional dengan menggunakan tehnik berhadapan/berhubungan langsung dengan pasien guna untuk melihat status kesehatan sekarang dan yang akan datang. 2.bersosialisasi dengan lingkungan dan keperawatan. 3.dasar ilmu keperawatan yang kuat. inti . Perawat yang professional adalah perawat yang bias membantu si pasien agar cepat sembuh sehingga dapat meringankan beban keluarga. Kesehatan yang optimal dapat dilihat dari perilaku manusia itu sendiri. sehingga pasien itu menganggap perawat sebagai penghibur dan pemberi kenyamanan. Teori Hall dan 4 konsep utama Proses keperawatan yang dikenalkan meliputi hubungan antara manusia. Konsep lingkungan masyarakat yang dihadapkan dengan hubungan individu akan menciptakan kesehatan yang merata dan menyeluruh.kesehatan. Uraiannya dapat dijelaskan seperti dibawah ini: a. dan keperawatan). Proses keperawatan berhubungan dengan (kepedulian . c.

Aspek ini meliputi 5 proses keperawatan yaitu: penilaian. Tahap penilaian meliputi tentang status kesehatan individu atau pasien. Inti dari perencanaan ini untuk membantu pasien menjadi lebih mengerti dengan kebutuhan. Pengumpulan data ini harus mengarah pada peningkatan kesehatan individu. Perencanaan melibatkan prioritas utama pada pasien. Implementasi melibatkan institusi rencana kerja yang nyata. dimana perawat mengamati penyakit pasien sehingga dapat mengetahui penyakit yang dideritanya. Proses keperawatan Hall memberikan motivasi pada pasien demi proses penyembuhan. Tahap ini adalah merupakan tahap memberikan pelayanan yang nyata antara perawat dengan pasien yang meliputi memandikan pasien. Tahap yang kedua adalah diagnosa keperawatan.hubungan antara individu dengan individu dengan individu lain/antara perawat dengan pasien. membalut luka. Evaluasi adalah suatu proses untuk melihat kemajuan kondisi kesehatan pada pasien. Menurut teori Hall proses pengumpulan data ditujukan demi kepentingan kesehatan pasien dibandingkan demi kepentingan perawat. implementasi dan evaluasi. Perawat bekerja sama dengan pasien untuk mencapai kesembuhan dengan pengobatan medis. Sehingga proses penyembuhannya akan lebih muda. perencanaan. perasaan dan motivasi. Perawat juga membantu pasien dan keluarga untuk memahami dan menerapkan rencana yang medis. diagnosis. Peran perawat adalah membantu pasien menjadi sadar dan mengerti akan pentingnya kesehatan bagi kehidupannya. makan. Tahap proses evaluasi 51 . memberikan kebutuhan kenyamanan dan lain-lain.

Recipient menurut Widenbach adalah individu yang mampu menetukan kebutuhannya akan bantuan. Faktor yang keempat adalah keluaga hanya berada di dalam perawatan melingkar (care. Faktor yang kedua adalah masalah umur. The Goal / purpose.diarahkan kepada berhasil atau tidaknya pasien dalam mencapai suatu kesehatan. core.com/2011/02/konsep-teori-dan-model-keperawatan. Filosofi yang di kemukakan adalah tentang kebutuhan ibu dan bayi yang segera untuk mengembangkan kebutuhan yang lebih luas yaitu kebutuhan untuk persipan menjadi orang tua. Theori Hall hanya untuk individu atau seseorang yang sedang sakit. Yang ketiga faktor pembatasan adalah uraian bagaimana cara membantu seseorang kea rah yang lebih mengerti tentang kesehatan. He recipient. Meliputi : wanita. keluarga dan masyarakat. cure). Yang pertama untuk area ini adalah langkah suatu penyakit. Model Konsep dan Teori Keperawatan Ernestine Wiedenbach (Teori Wiedenbach) 1. 3. 2. The agent : mid wife.html 52 . Aplikasi dan Pembatasan Teori Di dalam meninjau ulang teori keperawatan Hall ada beberapa area yang membatasi aplikasi kepada kepedulian pasien. Akhirnya. emosional atau fisioogikal. Pasien membutuhkan perhatian yang lebih dari seorang perawat untuk proses penyembuhannya.41 19. 4 http://aswediners.blogspot. Di sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu dengan memperhatikan tingkah laku fisik.

1994]). Marriner-Torney. 1990) (Nursing as science and art [MarrinerTorney. Model Konsep dan Teori Keperawatan Parse (Teori Parse) Teori Parse (1981) adalah Untuk memfokuskan pada manusia sebagai suatu unit yang hidup dan kualitas partisipasi manusia terhadap pengalaman sehat (Parse.62 4 http://aswediners. Sehat adalah suatu kontinu. Chinn dan Jacobs. 1994. Kerangka Kerja Praktik yaitu manusia secara terus menerus berinteraksi dengan lingkungan dan berpartisipasi dalam upaya mempertahankan kesehatannya (Marriner-Torney. 1990.com/2011/02/konsep-teori-dan-model-keperawatan. The Means Metode untuk mencapai tujuan asuhan kebidanan. 1994).blogspot.scribd. 1995).com/doc/39025211/20/Parse-Teori-Parsegv 53 .41 20.html 6 www.4. proses yang terbuka bukan sekedar status sehat atau hilangnya penyakit (Parse.

SARAN Apabila dalam makalah ini terdapat kekurangan diharapkan bagi pembaca untuk memberi masukan agar kami dapat memperbaiki makalah kami di masa yang akan datang. 2. 4) Dalam menunjang aplikasi. KESIMPULAN 1. B. peristiwa atau kejadian yang didasari oleh fakta ± fakta yang telah diobservasi tetapi kurang absolute atau bukti secara langsung. 54 . Teori merupakan sekelompok konsep yang membentuk sebuah pola yang nyata atau suatu pernyataan yang menjelaskan suatu proses. Sedangkan konsep itu sendiri suatu ide di mana terdapat suatu kesan yang abstrak yang dapat diorganisisr menjadi symbol ± symbol yang nyata. teori harus sederhana dan sifatnya umum.BAB III PENUTUP A. 2) Teori keperawatan juga digunakan berdasarkan alasan ± alasan yang sesuai dengan kenyataan yang ada. 3) Teori harus konsisten. Karakteristik teori keperawatan yaitu: 1) Teori keperawatan mengidentifikasi dan menjabarkan konsep khusus yang berhubungan dengan hal ± hal nyata dalam keperawatan. sedangkan konsep keperawatan merupakan ide untu menyusun suatu kerangka konseptual atau model keperawatan. 5) Teori dapat digunakan sebagai dasar dalam penelitian keperawatan sehingga dapat digunakan dalam pedoman praktek keperawatan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful