SKRIPSI TANGGUNG JAWAB PENGAWASAN BANK INDONESIA TERHADAP PERBANKAN SYARIAH MENURUT UNDANG-UNDANG NO.

21 TAHUN 2008
|| Kategori : skripsi ilmu hukum (KODE : ILMU-HKM-0064) : SKRIPSI TANGGUNG JAWAB PENGAWASAN BANK INDONESIA TERHADAP PERBANKAN SYARIAH MENURUT UNDANG-UNDANG NO. 21 TAHUN 2008

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Keberadaan sistem perbankan syariah dalam sistem perbankan di Indonesia kini telah mendapatkan payung hukum tertinggi yang akan melindungi kiprah dan sepak terjang industri perbankan syariah di tanah air. Hal ini dengan diloloskannya Rancangan Undang-Undang Perbankan Syariah menjadi undang-undang yakni Undang-undang No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah yang disahkan pada tanggal 16 Juli 2008. Sebelumnya pengaturan mengenai perbankan syariah dituangkan dalam Undang-undang No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 10 tahun 1998. Dalam Undang-undang No. 10 Tahun 1998 belum spesifik dan kurang mengakomodasi karakteristik operasional perbankan syariah, dimana, di sisi lain pertumbuhan dan volume usaha bank syariah berkembang cukup pesat. Pengawasan terhadap kegiatan usaha bank baik bank konvensional maupun bank syariah dilakukan oleh Bank Indonesia. Hal ini didasarkan pada Pasal 29 ayat 1 Undang-undang No. 10 Tahun 1998 perubahan atas Undang-undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan yang berbunyi : "Pembinaan dan pengawasan bank dilakukan oleh Bank Indonesia". Berkaitan dengan pembinaan dan pengawasan itu Bank Indonesia mempunyai tugas yang didasarkan pada pasal 8 Undang-undang No. 3 Tahun 2004 perubahan atas Undang-undang No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang berbunyi : "Untuk mencapai tujuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 7, Bank Indonesia mempunyai tugas sebagai berikut : a) menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, b) mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, c) mengatur dan mengawasi bank". Dalam pasal 50 Undang-undang No. 21 Tahun 2008 sebagai undang-undang yang khusus mengatur perbankan syariah disebutkan bahwa "Pembinaan dan pengawasan bank syariah dan UUS dilakukan oleh Bank Indonesia". Pada prinsipnya, pengaturan penyatuan sistem tata perbankan bagi sebuah negara dilakukan oleh bank sentral, di Indonesia dalam hal ini dilaksanakan oleh Bank Indonesia. Bank Indonesia diberikan kewenangan dan tanggung jawab yang berkaitan dengan pengawasan jasa sistem pembayaran agar masyarakat luas dapat memperoleh jasa sistem pembayaran yang efisien, cepat, tepat, dan aman. Bank Indonesia dapat melakukan pengawasan langsung (on-site supervision)

finansial. baik bank umum syariah maupun bank konvensional yang buka cabang khusus syariah atau dikenal dengan Unit Usaha Syariah. masyarakat penyimpan dana. maupun sumber daya manusia. tujuan umum dari pengaturan dan pengawasan bank adalah menciptakan sistem perbankan yang sehat. bank perlu memahami fungsinya sebagai lembaga kepercayaan masyarakat dan karenanya bank harus menghindari praktek-praktek dan kegiatan yang diperkirakan akan atau dapat membahayakan kelangsungan hidup bank atau kepentingan masyarakat. berkembang secara wajar. Bank sentral sebagai pembinaan dan pengawasan bank mengarahkan lembaga keuangan bank yang ada agar dalam kegiatan usahanya selalu berhati-hati sehingga bank tersebut terhindar dari praktek perbankan yang tidak sehat. Namun. maka usaha untuk mempertahankannya juga bukan pekerjaan mudah. Kegiatan pengawasan bank tersebut sebagai pelaksanaan monetary supervision dimaksudkan untuk memonitor dan mengetahui lembaga keuangan bank dalam hal ini mematuhi ketentuan aturan yang ditentukan oleh Bank Indonesia sebagai pemegang otoritas moneter dan menjalankan usaha perbankannya. Oleh karena itu. bahwa bank-bank dari finansial tergolong sehat. Bank sebagai penghimpun dan penyalur dana publik harus memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi di mata masyarakat dan dunia usaha. baik dari sistem.dan pengawasan tidak langsung (off-site supervision) terhadap bank-bank syariah di Indonesia. mengeluarkan ketentuan-ketentuan yang memberi landasan kerja yang sehat bagi bank serta mengawasi dan memberikan pembinaan kepada bank dalam menjalankan segala usaha bank tersebut dengan tujuan mendorong terwujudnya sistem perbankan yang sehat. Bank perlu dibina dan diawasi mengingat fungsi bank adalah mengumpulkan dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat di samping penyediaan pemberian jasa-jasa keuangan lainnya. Reputasi ini merupakan keniscayaan. Perlu diwujudkannya sistem perbankan yang sehat itu. Secara umum. la harus diusahakan dengan kerja keras dan dengan disiplin yang tidak mengenal lelah. yang memenuhi tiga aspek. karena dunia perbankan adalah salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi suatu negara. peranan bank sentral sangat penting dan strategis dalam upaya menciptakan sistem perbankan yang sehat dan efisien. dan merugikan serta membahayakan kehidupan perekonomian. ketika kepercayaan telah diraih. yaitu perbankan yang dapat memelihara kepentingan masyarakat dengan baik. Bank Indonesia yang memegang otoritas pembinaan dan pengawasan bank dibekali dengan kewenangan yang berkaitan dengan perizinan. Dalam hubungannya dengan prinsip tersebut. bank sentral mempunyai peranan yang penting dalam mencegah timbulnya risiko-risiko kerugian yang diderita oleh bank itu sendiri. bahwa bank dikelola dengan baik dan profesional. Pada hakikatnya pengaturan dan pengawasan bank dimaksudkan untuk meningkatkan keyakinan dari setiap orang yang mempunyai kepentingan dengan bank. serta di dalam bank tidak terkandung segi-segi yang merupakan ancaman terhadap kepentingan masyarakat yang menyimpan dananya di bank. setiap pelaku perbankan diharapkan tetap menjaga kepercayaan masyarakat . Sedangkan secara khusus. Bank syariah dalam melaksanakan tugas dan kegiatannya wajib berpedoman pada prinsip-prinsip perbankan syariah yang sehat dan mematuhi ketentuan yang berlaku. Dengan perkataan lain. Bisa saja suatu kasus kecil dapat menciderai tingkat kepercayaan itu dan pada gilirannya akan berubah menjadi malapetaka. dalam arti di satu pihak memerhatikan faktor risiko seperti kemampuan. dan untuk mendapatkannya bukanlah perkara yang mudah.

B. Jika hal itu tidak dilakukan maka korbannya bukan hanya mereka yang dananya akan menjadi hilang. Bagaimana kewenangan Bank Indonesia dalam pelaksanaan tugas pengawasan ? 3. maka perlu dirumuskan apa yang menjadi permasalahan dalam skripsi ini. Bank syariah harus bisa menjelaskan secara rinci produk-produk yang ditawarkannya dengan menjelaskan dasar kehalalannya dan bagaimana bank mengelola produk-produk syariahnya. Bila seorang anak keliru dalam melakukan suatu tindakan maka seorang bapak yang baik akan berusaha memberitahukan kepada anaknya perihal kekeliruannya itu bahkan lebih dari itu bapak tersebut akan mengusahakan supaya anaknya tidak keliru dalam mengambil suatu tindakan. Hal ini membawa kita pada satu kenyataan akan pentingnya pengaturan (regulation) dan pengawasan (supervision) bagi lembaga keuangan syariah. Krisis itu nyaris meluluhlantakkan negeri Indonesia bahkan mengubah petanya sekaligus. Demikian juga halnya Bank Indonesia dalam menjalankan tugas pengawasan perbankan syariah di Indonesia. maka Bank Indonesia mempunyai kewenangan dan kewajiban untuk membina serta melakukan pengawasan terhadap seluruh kegiatan perbankan. Sebagai pengawas dan pembina bank. 21 Tahun 2008 (Studi : Kantor Bank Indonesia X)" adalah untuk membahas hal-hal yang sesuai dengan permasalahan yang diajukan antara lain : . Hal ini tentu saja dapat diterima karena dana yang dihimpun dari masyarakat dan dikembangkan lewat berbagai bentuk pembiayaan dan investasi harus dapat dipertanggungjawabkan kepada si empunya dalam bentuk return yang positif. Pada awalnya. melainkan juga bencana ekonomi akan menimpa dan menghancurkan negara yang mengalami krisis perbankan ini. Tujuan dan Manfaat Tujuan dalam pembahasan skripsi ini yang berjudul "Tanggung Jawab Pengawasan Bank Indonesia Terhadap Perbankan Syariah Menurut Undang-undang No. Bank Indonesia sebagai bank sentral mempunyai peran dalam menentukan dan memberikan arah perkembangan perbankan serta dapat melindungi masyarakat. Malapetaka inilah yang sesungguhnya terjadi di negara kita. Bank Indonesia bertindak sebagai seorang bapak kepada anaknya. Apa objek tinjauan Bank Indonesia dalam melaksanakan pengawasan pada bank syariah ? 2. perlu adanya transparansi akan produk-produk syariah agar bank syariah tidak mendapat predikat bank syariah yang tidak benar-benar syariah. Di samping pentingnya menjaga tingkat kepercayaan yang tinggi di mata masyarakat. Karena itu. Kepercayaan masyarakat terhadap dunia perbankan akan terjaga apabila sektor perbankan itu sendiri diselenggarakan dan dikelola dengan prinsip kehati-hatian sehingga selalu terpelihara kondisi kesehatannya. Bagaimana peranan Bank Indonesia dalam mengatur tingkat kesehatan bank syariah ? 4. yaitu sebagai berikut : 1. krisis itu berasal dari sektor perbankan dan belasan bank yang akhirnya dilikuidasi sebagai korbannya. Apa akibat hukum yang diberikan Bank Indonesia terhadap bank syariah yang melanggar prinsip syariah ? C. Lama-kelamaan krisis itu membesar dan meluas ke berbagai sektor dan berubah menjadi krisis ekonomi yang bersifat multidimensional dengan skala yang jauh lebih masif. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas.tersebut. industri perbankan pada hakikatnya adalah industri yang paling banyak diatur dan diawasi (highly regulated and supervised industry).

dan mempelajari serta menganalisa secara sistematis sumber bacaan yang meliputi buku-buku. tujuan dan manfaat penulisan. Metode Penelitian Untuk mencari dan menemukan suatu kebenaran secara ilmiah dan untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam melengkapi bahan-bahan bagi penulisan skripsi ini maka penulis memberanikan diri untuk mengadakan penelitian dengan metode sebagai berikut : 1. karangan ilmiah. 2. maka penulis melakukan penelitian lapangan dengan mengambil lokasi penelitian pada Kantor Bank Indonesia X. Berikut ini garis besar/sistematika dari penulisan ini. dan sistematika penulisan. pembahasan terhadap masalah-masalah yang telah dirumuskan akan memberikan kontribusi pemikiran serta menimbulkan pemahaman mengenai tanggung jawab Bank Indonesia dalam mengawasi perbankan syariah sesuai dengan prinsip syariah. dan sumber kepustakaan lainnya yang mempunyai relevansi dengan materi yang dibahas dalam skripsi ini. Untuk mengetahui akibat hukum yang diberikan Bank Indonesia terhadap bank syariah yang melanggar prinsip syariah. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Penelitian lapangan (Field Research) Pada metode ini agar dapat memperoleh data yang lebih akurat. keaslian penulisan. dalam hal ini penulis melakukan penelitian hukum empiris yang dilakukan dengan teknik wawancara (interview). Pertanyaan yang diajukan adalah mengenai tanggung jawab pengawasan Bank Indonesia terhadap perbankan syariah menurut Undangundang No. Untuk mengetahui kewenangan Bank Indonesia dalam pelaksanaan tugas pengawasan. majalah. Untuk mengetahui peranan Bank Indonesia dalam mengatur tingkat kesehatan bank syariah. sehingga mudah dicari hubungan antara satu pembahasan dengan pembahasan yang lain (teratur menurut sistem. 2. 2. metode penulisan. perumusan masalah. E. Penelitian kepustakaan (Library Research) Pada metode penelitian kepustakaan (Library Research) ini. tinjauan kepustakaan. 3. yaitu dengan mengadakan serangkaian tanya jawab secara langsung kepada Pengawas Bank Muda Kantor Bank Indonesia X. perlu pula diketahui bersama manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dari penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut : 1. 4. peraturan perundang-undangan. yaitu : BAB I : PENDAHULUAN Dalam bab ini diuraikan segala hal yang umum dalam sebuah karya ilmiah yang berisikan latar belakang masalah. Untuk mengetahui objek tinjauan Bank Indonesia dalam melaksanakan pengawasan pada bank syariah. membaca. Berdasarkan kedua teknik penelitian dan pengumpulan data ini penulis kemudian mengolah datadata dan bahan-bahan dan selanjutnya disajikan sesuai dengan pembahasan skripsi ini. sistem adalah suatu cara/metode yang disusun secara teratur) Skripsi ini terdiri dari lima bab. Sistematika Penulisan Pada dasarnya sistematika adalah gambaran-gambaran umum dari keseluruhan isi penulisan ini. Secara praktis. . surat kabar. diharapkan dapat memberikan masukan dan pemahaman yang mendalam bagi Bank Indonesia dalam mengawasi perbankan syariah dan bagi bank-bank syariah agar dapat menjalankan kegiatan operasionalnya sesuai dengan prinsip syariah. dimana masing-masing bab terdiri dari beberapa sub-bab yang disesuaikan dengan kebutuhan jangkauan penulisan dan pembahasan bab yang dimaksudkan. Selain tujuan yang diperoleh dari penulisan skripsi.1. D. penulis mengumpulkan. Secara teoritis.

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN Dalam bab ini diuraikan tentang kesimpulan dari hal-hal yang telah diuraikan dalam bab-bab sebelumnya. . BAB IV : TANGGUNG JAWAB PENGAWASAN BANK INDONESIA TERHADAP PERBANKAN SYARIAH PADA KANTOR BANK INDONESIA X Dalam bab ini dibahas secara mendalam mengenai hal-hal yang berkaitan dengan judul karya ilmiah yang diajukan. BAB III : TINJAUAN UMUM TENTANG PERBANKAN SYARIAH Dalam bab ini diuraikan tinjauan umum tentang perbankan syariah. pengertian bank syariah. akibat hukum pelanggaran prinsip syariah. juga mencoba memberikan saran-saran yang berguna sebagai pedoman bagi bank Indonesia dalam melaksanakan pengawasan terhadap perbankan syariah. persyaratan pendirian bank syariah. pengaturan tingkat kesehatan bank syariah. tujuan dan tugas Bank Indonesia sebagai bank sentral. Dalam bab ini diuraikan tentang riwayat singkat Kantor Bank Indonesia X. kewenangan Bank Indonesia sebagai bank sentral. yaitu latar belakang berdirinya bank syariah. objek tinjauan pengawasan bank syariah.BAB II : TINJAUAN UMUM TENTANG BANK INDONESIA SEBAGAI BANK SENTRAL Dalam bab ini diuraikan tinjauan umum tentang Bank Indonesia sebagai bank sentral. jenis dan kegiatan usaha pada bank syariah. kewenangan dalam pelaksanaan tugas pengawasan. perbedaan dan persamaan antara bank syariah dan bank konvensional. yaitu sejarah Bank Indonesia menjadi bank sentral.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.