PENGOLAHAN CITRA Citra satelit yang dibeli perlu dikoreksi.

Karena antara satu lembar (scene) citra yang satu dengan scene berikutnya tidak tepat posisinya karena faktor satelit atau media atmosfer yang dilalui oleh gelombang yang dipancarkan satelit. Untuk itu perlu dilakukan koreksi terhadap citra. Pada gambar dibawah ini diperlihatkan dari 3 scene citra satelit yang sepintas terlihat bersambungan dengan benar.

Tetapi apabila kita perbesar akan terlihat ketidaktepatan sambungan antara dua citra yang berbatasan.

A. Mengatur Komposisi Band Citra satelit terdiri dari beberapa band. Untuk menghasilkan warna tertentu (citra

komposit) harus menggabungkan tiga band (RGB). Sebagai contoh:  Citra Spot 4 terdiri dari 4 band untuk menghasilkan warna natural didapat dari menggabungkan band 4 1 3.  Citra Landsat7 terdiri dari 8 band, untuk RGB warna asli dihasilkan dari gabungan band 5 4 2 1. Cara menampilkan Citra komposit dengan warna asli a. Citra SPOT-4 Spot 4 yang akan ditampilkan citra kompositnya disini sudah berupa satu file yang terdiri dari 4 band. Langkah untuk menampilkan citra warna asli adalah sebagai berikut :   Buka ArcMap Tambahkan salah satu data citra SPOT-4

 

Citra spot diatas belum ditampilkan warna aslinya di lapangan. Klik ganda layer citra atau klik kanan kemudian pilih Properties, maka akan tampil kotak dialog seperti berikut (pada tab Symbologi):

Pada Show : pilih RGB Composite

tandai Display Background Value:(R.B) . Green : 1 dan Blue : 3  Klik Apply untuk melihat hasilnya  Apabila latar hitam dari citra ingin dihilangkan.G. Pada Chanel Red pilih Band 4.

Citra Landsat-7 Menampilkan citra komposit/RGB dari file citra landsat adalah sebagai berikut :  Tambahkan layer Citra Landsat pada Arcmap . Klik OK 2.

 Klik ganda pada layer citra  Pada gambar diatas terlihat bahwa pembuat citra komposit memasukkan 6 band. Green layer. dan Blue layer  Ganti Channel Red dengan Red layer. dimana untuk warna natural ada pada band Red layer. dan Blue dengan Blue layer. . Green dengan Green layer.

TIF" BAND2_FILE_NAME = "L71113065_06520020804_B20. Membuat Citra komposit File citra satelit yang dibeli. dimana file-file masing-masing bandnya adalah sebagai berikut : (1) (2) BAND1_FILE_NAME = "L71113065_06520020804_B10. masing-masing bandnya terpisah berupa file-file.TIF" . Sebagai contoh adalah file Citra satelit Landsat 7. Klik OK 2.

TIF" BAND5_FILE_NAME = "L71113065_06520020804_B50.TIF" BAND4_FILE_NAME = "L71113065_06520020804_B40.(3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) BAND3_FILE_NAME = "L71113065_06520020804_B30.TIF" BAND8_FILE_NAME = "L72113065_06520020804_B80.TIF" BAND7_FILE_NAME = "L72113065_06520020804_B70. pilih Raster . pilih Data Management Tools  Pada Data Management Tools.TIF" BAND61_FILE_NAME = "L71113065_06520020804_B61.TIF" Untuk membuat citra komposit/RGBnya adalah sebagai berikut :   Buka ArcMap Pada ArcToolbox.TIF" BAND62_FILE_NAME = "L72113065_06520020804_B62.

 Pada Raster. pilih Composite Bands  Klik ganda atau Klik kanan pada Composite Band kemudian pilih open .

4 dan 2  Pada Output Raster. . . Caranya pada Input Rasters masukan Band 5.tif. . Tentukan folder tempat file komposit RGB disimpan dan beri nama filenya. Nama file cantumkan dengan ektensinya.bmp.img.png .jpg. misal . . dimana untuk mendapatkan citra komposit RGB dengan warna natural band yang dimasukkan adalah 5 4 2. Masukkan file-file band tunggal..

Setelah selesai akan lansung dimasukkan dalam jendela Arcmap dengan nama layer raster Selayar. maka pembuatan citra komposit RGB akan diproses. Klik OK.  Pada gambar masih belum menunjukkan warna aslinya. Klik ganda layer raster .

 Pada Stretch. terlihat Typenya adalah Standar Deviation. ganti menjadi None  Klik OK .

Raster acuan Raster yg akan digeoreferencing 2.B. Pada table of content (TOC) klik kanan target layer (raster data acuan referensi) dan klik zoom to layer . Caranya adalah sebagai berikut : 1. Tambahkan layer yang akan dijadikan acuan koordinat dan layer raster yang akan dilakukan proses georeferencing. Georeferensi dengan menggunakan Citra yang betul koordinat Buminya Koreksi pada citra pada program Arcgis ini dapat dilakukan dengan menggunakan fasilitas Georeferencing.

. diputar atau diperbesar sesuai dengan keperluan dengan menggunakan Shift. dan scale tools. Klik georeferencing dan klik fit to display untuk menempatkan visual raster pada area display yang sama dengan target layer 5. 4. Dari georeferencing toolbar. rotate.3. posisi raster yang akan di georeference dapat digeser. klik pilih layer raster yang akan diproses georeference.

Klik kontrol point tool untuk menambahkan titik kontrol 7.6. dimana titik tersebut juga terdapat pada layer referensi 8. Klik pada titik/tempat yang sama dengan raster referensi . Tetapkan titik di raster yang akan diproses.

Rektifikasi yang baik nilai Total RMS Error diusahakan sekecil mungkin (lebih kecil dari 0. Tambahkan link secukupnya. lebih banyak lebih baik 10. minimal 4 titik. Klik View Link Table untuk mengevaluasi nilai titik kontrol tersebut. .9.05).

yaitu folder tempat citra hasil rektifikasi akan disimpan. sertakan nama ektensinya. Cara melakukan transparansi citra adalah sebagai berikut :   Klik ganda pada layer citra yang akan dibuat transparan Tab pada Display . Klik Save C. dengan perintah Rectify pada toolbar Georeferencing. Pilih Output Location. maka hasil rektifikasi akan tersimpan dengan nama asal dengan mempertahankan nilai koordinat/posisi georeferencing yang baru. 14. beri nama citra hasil rektifikasi. 12. Apabila pada Georeferencing di klik Update Georeferensing. Transparansi Citra Untuk memudahkan/membantu pekerjaan georeferensi bisa dilakukan dengan membuat salah satu citranya menjadi transparan.11. Tentukan format yang diinginkan. pada Name. Hasil proses georeferencing bisa disimpan dengan nama baru. 13.

 Pada Transparancy. misal 50  Klik OK . masukan persen transparansi.

 transparansi. Akan terlihat pada bagian yang overlap bayangan hasil C. Georeferencing Dengan Memasukkan Koordinat Yang Diketahui 1. Toolbar Georeferncing akan menjadi sebagai berikut : . klik Toolbars kemudian pilih Georeferencing)  Masukkan data raster yang akan digeoreferencing ke dalam Data View. Koordinat UTM  Aktifkan Toolbar Georeferencing (pada menu.

 Klik View Link Table ( )  Perbesar (zoom in) areal yang diketahui titik koordinatnya   Klik Add Control Points Tool ( ) Klik mouse di atas lokasi yang diketahui koordinatnya di atas layer raster/image untuk membuat link yang pertama.  Klik kanan dan pilih input X and Y .

beri nama dan pilih format file yang diinginkan. Pada kotak dialog Enter Coordinate. Klik Save 2. isikan koordinat pada titik tersebut kemudian klik OK  Lakukan pada titik-titik lain. sehingga seluruhnya minimal mempunyai empat titik yang di link  Total RMS Error yang baik adalah di bawah 0. Koordinat Geografis .05  Apabila akan disimpan dengan nama baru pada Toolbar Georeferencing pilih Rectify.

Artinya sistem koordinat pada Data View belum didefinisikan. . dengan mengklik kanan pada jendela data view kemudian pilih Data Frame Properties. Masukan data raster yang akan diberi posisi koordinat geografis.   Aktifkan toolbar Georeferencing Cek Add Control Point Untuk Lon-Lat aktif atau tidak.  Seperti terlihat di atas Input DMS of Lon and Lat nya tidak aktif.  Lakukan pendefinisian sistem koordinat pada data view.

 Pada Tab Koordinat System terlihat (Custom) masih Unknown  Klik Predifened kemudian klik lagi Geographic Coordinate System .

 Klik World. kemudian klik lagi WGS 1984  Klik OK .

Dan setelah selesai lakukan rectify dan simpan file pada tempat yang disiapkan D. klik kiri pada titik tersebut kemudian klik kanan dan pilih Input DMS of Lon and Lat …  Masukan data koordinat pada titik tersebut. Georefensi dengan menggunakan data vektor (shapefile) Data vektor yang dijadikan referensi harus dipilih yang benar atau yang akan dijadikan peta dasar. Cara rektifikasinya adalah sebagai berikut :  posisinya Tambahkan data vektor dan citra satelit yang akan diperbaiki . kemudian klik OK  Seperti melakukan georefencing dengan koordinat UTM lakukan minimal 4 titik. Sekarang Add Control Point Untuk Geografis menjadi aktif  Tentukan titik yang diketahui koordinatnya. setelah diisi data koordinat pada longitude ditandai E dan pada latitude ditandai S.

kemudian klik pada data vektor yang sama .  Buka toolbar Georeferencing Perbesar daerah yang akan di link  Aktifkan Add control point  posisinya Klik pada citra.

 Sehingga citra akan bergeser. Mosaik Citra . sama dengan data vektornya. seperti berikut :  Lakukan hal yang sama pada titik-titik lain sampai posisi citra Setelah selesai lakukan Rectify kemudian simpan.  E.

Caranya adalah sebagai berikut :  Pada Arctoolbox.Mosaik citra adalah proses menggabungkan/menempelkan dua atau lebih citra yang tumpang tindih (overlapping) sehingga menghasilkan citra yang representatif dan kontinu. pilih Data Management Tools  Pada Raster. Citra yang digabung adalah citra-citra yang sudah dilakukan koreksi. pilih Mosaic to New Raster .

Jumlah band setiap file citra yang akan digabung harus sama. masukkan file-file citra yang akan digabung.  Klik ganda Mosaic To New Raster Pada kotak dialog Input Raster. .

Pada number of bands isikan dengan jumlah band. pilih MATCH.  Klik OK. tulis nama file gabungan sekaligus dengan ektensinya. Pada Output Location. tunggu proses penggabungan selesai yang ditandai layer gabungan citra masuk pada TOC . pada mosaic method pilih MAXIMUM dan pada Mosaic Colormap Mode. Isi dengan tempat folder file mosaic akan disimpan  Pada Raster dataset name with extension.

Pemotongan Citra Pemotongan Citra dilakukan guna memperkecil daerah yang dikaji sesuai dengan area of interest. Pemotongan citra dapat dilakukan sesuai dengan bentuk poligon yang diinginkan.Tambahkan file citra yang akan dipotong dan file poligon sebagai pemotongnya. sebagai contoh batas kaupaten atau batas kecamatan atau bentuk poligon lainnya. .F. Caranya adalah sebagai berikut : .

Pada kotak ArcToolbox..Pada kotak dialog Extract by Mask.Buka Extract by Mask . isikan : Input rasster : citra satelit yang akan dipotong Input raster or feature mask data : file poligon pemotong Output raster : nama file output citra yang sudah dipotong . pilih Spatial Analyst Tools>Extraction. .

.Dklik OK . Pemotongan Citra Berdasarkan Yang Tampil Pada Data View Misal tampilan citra seperti berikut : .Hasilnya setelah pemotongan : G.

misal adalah sebagai berikut : .Cara pemotongan citranya adalah sebagai berikut : .Klik kanan pada layer citra (pada table of content) .Perbesar citra (zoom in) sampai batas citra yang diinginkan.

Pada Format tentukan ekstensi citra .Klik Save.Pada Location tentukan folder tempat menyimpan citra .Pada Spatial Reference pilih sistem koordinat untuk citra yang terpotong apakah menggunakan sistem koordinat asli dari citra atau sistem koordinat yang sedang dipakai pada data View .Pilih Data. kemudian klik pada Export Data . .Pada Name beri nama citra . pada Extent centang Data Frame (Current).Pada kotak dialog Export Raster Data. ..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful