Pendahuluan Hipertensi adalah keadaan dimana tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih dan tekanan diastolik

90 mmHg atau lebih dan diukur lebih dari satu kali kesempatan. Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure (JNC) VII mengklasifikasikan tekanan darah untuk usia 18 tahun ke atas menjadi empat kelompok berdasarkan tekanan darah Sistolik/Diastolik yaitu tekanan darah normal (<120/<80), prehipertensi (120-139/80-89), hipertensi tingkat 1 (140-159/9099), dan hipertensi tingkat 2 (•160/•100). Pasien yang tekanan darahnya berada dalam kategori prehipertensi memiliki risiko dua kali lebih besar untuk terkena hipertensi dibanding dengan orang yang tekanan darahnya lebih. Tujuan dan Sasaran Terapi Tujuan pengobatan hipertensi adalah mencegah terjadinya morbiditas dan mortalitas kardiovaskuler akibat tekanan darah tinggi dengan cara-cara seminimal mungkin mengganggu kualitas hidup pasien. Hal ini dicapai dengan mencapai dan mempertahankan tekanan darah dibawah 140/90 mmHg sambil mengendalikan faktor-faktor resiko kardiovaskuler lainnya. Strategi Terapi Strategi penatalaksanaan hipertensi meliputi beberapa tahap yaitu, memastikan bahwa tekanan darah benar-benar mengalami kenaikan pada pengukuran berulang kali, menentukan target dalam penurunan tekanan darah, melakukan terapi non farmakologis meliputi pengamatan secara umum terhadap pola hidup pasien, kemudian terapi farmakologis meliputi pengoptimalan penggunaan obat tunggal antihipertensi dalam terapi, bila perlu berikan kombinasi penggunaan obat anti-hipertensi, dan melakukan monitoring secara rutin. Terapi hipertensi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu terapi non farmakologis dan terapi farmakologis. Diuretik Diuretik menurunkan tekanan darah terutama dengan cara mendeplesikan simpanan natrium tubuh. Awalnya, diuretik menurunkan tekanan darah dengan menurunkan volume darah dan curah jantung, tahanan vaskuler perifer. Penurunan tekanan darah dapat terlihat dengan terjadinya diuresis. Diuresis menyebabkan penurunan volume plasma danstroke volume yang akan menurunkan curah jantung dan akhirnya menurunkan tekanan darah. Obat-obat diuretik yang digunakan dalam terapi hipertensi yaitu :Diuretik golongan tiazid Diuretik kuat Diuretik hemat kalium Obat-obat pilihan Golongan Tiazid 1. Bendroflazid/bendroflumetazid ( Corzide® ) Indikasi: edema, hipertensi Kontra indikasi: hipokalemia yang refraktur, hiponatremia, hiperkalsemia, , gangguan ginjal dan hati yang berat, hiperurikemia yang simptomatik, penyakit adison. Bentuk sediaan obat: tablet

diabetes insipidus Peringatan. perbesaran prostat. hidroklorotiazid Indikasi: edema.Diuretik hemat kalium 1. mungkin memperburuk SLE ( eritema lupus sistemik ). lorinid® ) Indikasi: edema. hipomagnesemia. hipokalemia.Hipertensi. anak 1-3 mg/kg bb.Dosis: edema dosis awal 5-10 mg sehari atau berselang sehari pada pagi hari. hiperurisemia. 2. impugan® ) Indikasi: edema pada jantung. c. 2. pirai. hiperglikemia. hipertensi. kurangi untuk pemeliharaan jika mungkin. dosis awal 50 mg pada pagi hari atau 100-200 mg selang sehari. kehamilan dan menyusui. impotensi (reversibel bila obat dihentikan). Tenoretic® ) Indikasi : edema. Furosemide ( Lasix®. Peringatan : dapat menyebabkan hipokalemia. dan efek samping: lihat pada Bendrofluazid Dosis : edema.porfiria. dan efek samping: lihat pada Bendrofluazid Dosis : edema.5 mg pada pagi hari Efek samping:hipotensi postural dan gangguan saluran cerna yang ringan. puritrid®. pankreatitis.Kontra indikasi. konservasi kalium dengan kalium dan tiazid Kontra indikasi: gangguan ginjal. anak 0.5 mg sehari. 25 mg. injeksi.5-1. Injeksi. hiponatremia.Kontra indikasi. bila diberikan pada masa kehamilan akhir). dosis pemeliharaan 5-10 mg 1-3 kali semingguHipertensi. uresix®. Bentuk sediaan obat: tablet. gangguan hati dan ginjal. kehamilan dan menyusui. jarang terjadi ruam kulit. fotosensitivitas. Tenoret 50®. infus IV disesuaikan dengan keadaan pasien Efek samping: Gangguan saluran cerna dan kadang-kadang reaksi alergi seperti ruam kulit Peringatan : dapat menyebabkan hipokalemia dan hiponatremia. kurangi untuk pemeliharaan jika mungkin. Chlortalidone ( Hygroton®. hiperkalemia. memperburuk diabetes dan pirai.5-25 mg. alkalosis hipokloremanik. dewasa 20-40 mg pada pagi hari. gangguan hati dan ginjal yang berat. dosis awal 12. jika perlu ditingkatkan sampai 50 mg pada pagi hari Bentuk sediaan obat: tablet 3. dan peningkatan kadar kolesterol plasma. hipertensi Kontra indikasi: gangguan ginjal dan hati yang berat. . porfiria. untuk pasien dengan edema yang berat dosis awalnya 75 mg sehariHipertensi. hipertensi Peringatan. jika perlu ditingkatkan sampai 25 mg pada pagi hari Bentuk sediaan obat: tablet b. ganggan darah (termasuk neutropenia dan trombositopenia. hiperkalsemia.5mg/kg sampai dosis maksimal sehari 20 mg. hipertensi. memperburuk diabetes mellitus. infus Dosis: oral . usia lanjut. Amilorid HCL ( Amiloride®. dewasa dosis awal 20-50 mg im. kolestasis intrahepatik dan reaksi hipersensitivitas. Diuretik kuat 1. dosis awal 12.

hiponatremia. hepatotoksisita. Spironolakton ( Spirolactone®. anak. memperburuk diabetes mellitus. Peringatan : dapat menyebabkan hipokalemia dan hiponatremia. dosis awal 3 mg/kg dalam dosis terbagi. jika perlu tingkatkan sampai 400 mg.Bentuk sediaan obat: tablet Dosis: dosis tunggal. dosis awal 10 mg sehari atau 5 mg dua kali sehari maksimal 20 mg sehari. kehamilan dan menyusui. menurunkan tekanan intra kranial (edema otak). Peringatan : dapat menyebabkan hipokalemia dan hiponatremia. 2. Diuretik adalah obat yang dapat menambah kecepatan pembentukan urine Penggolongan Diuretik: Diuretik Osmotik Penghambat transport elektrolit di tubuli ginjal Penghambat karbonik anhidrase Benzotiadiazid Diuretik hemat kalium Diuretik kuat Diuretik Osmotik Diuretik osmotik diekresikan Indikasi: Payah ginjal. penyakit adison. Kombinasi dengan diuretik lain 5-10 mg sehari Efek samping: Gangguan saluran cerna dan kadang-kadang reaksi alergi seperti ruam kulit.kehamilan dan menyusui. gangguan hati dan ginjal. air . hiponatremia. hipernatremia. hiperkalemia. Letonal®. Cl. bingung. bingung. K. Sotacor®. usia lanjut. Bentuk sediaan obat: tablet Dosis: 100-200 mg sehari. gangguan hati dan ginjal. Efek samping: Gangguan saluran cerna dan kadang-kadang reaksi alergi s eperti ruam kulit. menurunkan tekanan intraokuler (glaukoma) meningkatkan osmaliritas plasma dan cairan dalam tubulus ginjal Na. impotensi. kehamilan dan menyusui. hiperkalemia. sakit kepala. usia lanjut. hipertensi Kontra indikasi: gangguan ginjal. Carpiaton® ) Indikasi: edema.

urea Indikasi: Oliguria akut akibat syok hipovolemik Reaksi transfusi Profilaksis GGA Menurunkan tekanan/volume intraokuler/ cairan cerbrospinal Sediaan: Manitol: 5-25% iv Urea: 30% dalam D5 Gliserin 50%/75% Isosorbid 1.5-2 g/Kg BB 1-1.Sediaan: manitol. kecepatan aliran filtrat yang tinggi atau adanya faktor lain Penghambat enzim karbonik anhidrase: (H + HCO3 H2CO3) Peningkatan pengeluaran Na.5 g/Kg BB 1-1. K dan bikarbonat Diuretik hemat kalium: Mengganggu pompa Na-K yang dikontrol ADH (Na ditahan. K diekresi) K direabsorpsi.5g/Kg BB 1-3 g/Kg BB Cara Kerja Diuretik Diuretik osmotik: Tubuli proksimal Ansa Henle penghambatan reabsorbsi Na dan air melalui daya osmotiknya penghambatan reabsorbsi Na dan air oleh karena hipertonisitas daerah medula menurun Ductus koligentis penghambatan reabsorbsi Na dan air akibat adanya papilary wash out. Na diekskresi .

Na dan K melalui urine meningkatnya sekresi elektrolit meningkatkan ekskresi air Asetazolamid Asetazolamid menghambat pembentukan cairan bola mata dapat digunakan untuk glaukoma dapat digunakan untuk mengobati epilepsi (efek asidosis) Mudah diserap saluran cerna. disorientasi mental Asetazolamid sebaiknya tidak diberikan pada wanita hamil Indikasi: glaukoma. Cl penghambatan terhadap transport Penghambat Karbonik Anhidrase Karbonik anhidrase adalah enzim yang mengkatalisis C02 + H2O Contoh penghambat karbonik anhidrase adalah: Asetazolamid H2CO3 Asetazolamid menghambat enzim KA Sekresi H+ oleh tubuli berkurang meningkatnya ekskresi bikarbonat. acute mountain sickness Sediaan: Asetazolamid: tablet 125 mg dan 250 mg. dosis optimum 2 jam Intoksikasi jarang terjadi Asetazolamid mempermudah terjadinya batu ginjal Efek merugikan: demam. reaksi kulit. depresi sumsum tulang dan lesi renal.Tiazid: Hulu tubuli distal Diuretik kuat: penghambatan terhadap reabsorbsi natrium klorida Ansa Henle bagian ascenden pada bagian dengan epitel tebal elektrolit Na. dosis 250 ± 500 mg per hari . K.

Cl diperiksa berkala Memperberat insufisiensi ginjal Indikasi: Payah jantung ringan ± sedang Pada pengobatan digitalis kombinasi dengan diuretik hemat K digitalis mencegah hipokalemi dan intoksikasi . dermatitis. dapat melewati sawar uri. (2) menghambat ekskresi asam urat oleh tubuli Absorbsi di saluran cerna baik. K. distribusi ke seluruh ekstrasel. fotosensitive dan kelainan darah Kadar Na. ditimbun di jaringan ginjal saja Efek samping: Intoksikasi jarang terjadi Reaksi alergi (karena penyakitnya sendiri): purpura.Diklorofenamid: Tablet 50 mg Benzotiadiazide Benzotiadiazide atau Tiazid efek utamanya meningkatkan ekskresi Na. Cl dan sejumlah air Efek diatas disebabkan penghambatan mekanisme reabsorbsi elektrolit pada hulu tubuli distal Menurunkan TD efek diuresis dan vasodilatasi menurunkan diuresis (mekanisme belum jelas) Pada Diabetes insipidus Efek pada ginjal Efek kaliuresis mengurangi kecepatan filtrasi glomerulus akibat bertambahnya natriuresis Tiazid berfungsi menghambat ekskresi asam urat (1) meningkatkan reabsorbsi asam urat di tubuli proksimal.

gejala saluran cerna .Hipertensi Diabetes insipidus Sediaan dan Dosis Tiazid Diuretik Hemat Kalium Yang termasuk diuretik hemat kalium: Antagonis aldosteron Triamteren Amilorid Antagonis Aldosteron Aldosteron atau mineralokortikoid ekskresi K memperbesar reabsorbsi Na dan Cl di tubuli serta memperbesar Mekanisme kerja antagonis aldosteron adalah penghambatan kompetitif terhadap aldosteron Penyerapan di saluran cerna 70% Efek toksik: hiperkalemia Efek samping ginekomasti. efek androgen.

bumetanid Mudah diserap dalam saluran cerna Efek samping: Reaksi toksik gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit . dosis: 100 ± 300 sehari Amilorid: Tablet 5 mg. 100 mg Dosis dewasa: 25 ± 100 mg Kombinasi tetap: spironolakton 25 mg dan HCT 25 mg atau spironolakton 25 mg dan tiabutazid 2. muntah. pusing Indikasi: udema Sediaan dan dosis: Triamteren. udem.Indikasi: hipertensi. kejang kaki. ekskresi K berkurang. ekskresi bikarbonat tetap Absorbsi melalui saluran cerna baik Efek toksik: hiperkalemia Efek samping: mual.5 mg TRIAMTEREN DAN AMILORID Efek: memperbesar ekskresi Na dan Cl. 50. furosemid. kapsul 100 mg. dosis: 5 ± 10 mg Kombinasi tetap: amilorid 5 mg dengan HCT 50 mg dalam bentuk tablet dosis 1 ± 2 tablet sehari Diuretik Kuat Yang termasuk diuretik kuat: asam etakrinat. digunakan bersama diuretik lain untuk mengurangi efek hipokalemi Sediaan dan dosis: Tablet 25.

dosis: 50 ± 200 mg per hari Furosemid: tab 20. dosis: < 600 mg per hari Bumetanide: tab 0.Nefritis interstitialis alergik (akibat furosemid dan tiazide) Asam etakrinat ketulian gagal ginjal reversibel Penggunaan klinik: udema akibat gangguan jantung. 40. hati dan ginjal Sediaan dan dosis: Asam etakrinat: tab 25.5 dan 1 mg. dosis: 0. furosemid Hiperuresemia: semua diuretik Gangguan toleransi glukose dan diabetes: tiazid dan furosemid Hiperkalsemia: tiazid Hiperkalemia: diuretik hemat kalium Sindrome udem idiopatik: diuresis kuat Volume deplesion: diuretik kuat . 80 mg.5 ± 2 mg sehari Indikasi Diuretik Udem paru Udem diuresis cepat (furosemid atau asam etakrinat) semua diuretik HCT lebih baik HCT Hipertensi Diabetes insipidus Batu ginjal Hiperkalsemia HCT Furosemid Efek Samping Diuretik Hipokalemia: tiazid. 50 mg.

5 dan 1 ml (im dan sk) Vasopresin tanat: 5U/ml (im) Bubuk hipofisis posterior: insuflasi hidung Lipresin: semprot hidung 50 U/ml Desmopresin acetat: lar 0. im. hipertensi. benzotiazid kurang efektif untuk diabetes insipidus penderita yang alergi terhadap ADH Dosis: klorotiazid: 1 ± 1. sk meningkatkan permiabilitas membran thd air Efek samping: vasokonstriksi.Hiponatremia: furosemid ADH (Anti Diuretik Hormon) ADH: anti diuretik hormon = vasopresin Tempat kerja ADH di ductus koligen Efek kardiovaskuler: vasokonstriksi ADH per oral tidak efektif dirusak oleh tripsin diberikan iv. peristaltik usus meningkat Penggunaan klinik: diabetes insipidus Sediaan dan dosis: Vasopresin=Pitresin suntikan 20U/ml dalam ampul 0. hidroklorotiazid 50 ± 150 mg/hari berguna bagi .5 ml (intranasal) Benzotidiazid Klorotiazid dan tiazid telah diketahui dapat digunakan untuk diabetes insipidus Mekanisme belum jelas Penggunaan klinik: dibanding ADH. kulit pucat.5 g/hr.1 mg/ml dalm botol 2.

F: 95% Metabolisme: t ½ : H: 6-15 jam. trombositopenia. L: 6-12jam F: PO: M: < 1jam. mual. L: 2jam Efek terapeutik: Menurunkan volume darah dan menambah ekskresi Na.Penghambat Sintesis Prostaglandin Indometasin efektif untuk diabetes insipidus nefrogen Cara kerja belum jelas Ibuprofen kurang efektif dibanding indometasin DIURETIK (HCT/Furosemid) Farmakodinamik: Absorpsi: GI: H cepat. hipotensi nyata. sakit kepala. F: 30-50 menit Eliminasi: ginjal Farmakodinamik: H: PO: M: <2jam. agranulositosis Kontraindikasi: . vertigo. sehingga menurunkan tekanan darah Efek samping: Pusing. P: 1-2 jam. muntah. P: 20-30 menit. diare Reaksi merugikan: Dehidrasi berat. F 65-75% Distribusi: PP: H: 65%. P: 3-6jam. L: 6-8jam IV: M: 5 menit.

yang berarti mengubah keseimbangan cairan sedemikian rupa sehingga volume cairan ekstra sel kembali menjadi normal. BUN (blood urea nitrogen) Periksa tanda: hipokalemia (lemah otot.Payah ginjal. kacang. aritmia. penurunan elektrolit PROSES KEPERAWATAN DIURETIK Pengkajian Perencanaan Pengkajian: Kaji tanda vital. elektrolit serum Periksa edema pitting Periksa bunyi nafas (cairan paru) Perencanaan: Edema tungkai hilang 1 minggu Hasil lab elektrolit normal (penggantian K mungkin diperlukan) Intervensi Keperawatan Pantau tanda vital (TD. BU . denyut jantung) Panatau BB klien Pantau volume urine syock Pantau hasil lab (elektrolit serum. bingung) Penyuluhan Pertahankan nutrisi. ikan) Pantau klien minum digoksin dan HCT Panatau klien DM dengan HCT Pelan2 bangun dari tidur ke berdiri Fungsi utama diuretik adalah untuk memobilisasi cairan udem. asam urat. gula. keracunan digitalis (bradikardi) hipoglikemia . daging. tingkatkan makanan kaya K (pisang. kurangi garam.

kecepatan aliran filtrat yang tinggi. Diuretik osmotik 2. Contoh dari diuretik osmotik adalah . diuretik golongan tiazid 4. Yang termasuk golongan diuretik ini adalah asetazolamid. Istilah diuretik osmotik biasanya dipakaiuntuk zat bukan elektrolit yang mudah dan cepat diekskresi oeh ginjal.Diuretik dapat dibagi menjadi 5 golongan yaitu : 1. Diuretik golongan penghambat enzim karbonik anhidrase Diuretik ini bekerja pada tubuli Proksimal dengan cara menghambat reabsorpsi bikarbonat. urea. Ansa enle Diuretik osmotik ini bekerja pada ansa henle dengan cara menghambat reabsorpsi natrium dan air oleh karena hipertonisitas daerah medula menurun. politiazid. bendroflumetiazid. dan indapamid. . atau adanya faktor lain. kuinetazon. gliserin dan isisorbid. Obat-obat diuretik yang termsuk golongan ini adalah . siklotiazid. diuretik golongan penghambat enzim karbonik anhidrase 3. diuretik hemat kalium 5. benztiazid. diklorofenamid dan meatzolamid. hidroflumetiazid. klortalidon. metiklotiazid. Duktus Koligentes Diuretik osmotik ini bekerja pada Duktus Koligentes dengan cara menghambat reabsorpsi natrium dan air akibat adanya papillary wash out. Diuretik golongan tiazid Diuretik golongan tiazid ini bekerja pada hulu tubuli distal dengan cara menghambat reabsorpsi natrium klorida. klorotiazid. hidroklorotiazid. diuretik kuat Diuretik osmotik Diuretik osmotik mempunyai tempat kerja : Tubuli proksimal Diuretik osmotik ini bekerja pada tubuli proksimal dengan cara menghambat reabsorpsi natrium dan air melalui daya osmotiknya. manitol.

bila diuresis berhasil. Payah jantung kronik kongestif Diuretik golongan tiazid.Diuretik hemat kalium Diuretik hemat kalium ini bekerja pada hilir tubuli distal dan duktus koligentes daerah korteks dengan cara menghambat reabsorpsi natrium dan sekresi kalium dengan jalan antagonisme kompetitif (sipironolakton) atau secara langsung (triamteren dan amilorida). Udem otak Diuretik osmotik Hiperklasemia Diuretik furosemid. volume cairan tubuh yang hilang harus diganti dengan hati-hati. furosemid dan bumetamid. Penggunaan klinik diuretik Hipertensi Diuretik golongan Tiazid. Penyakit hati kronik spironolakton (sendiri atau bersama tiazid atau diuretik kuat). Diuretik hemat kalium. merupakan pilihan utama step 1. digunakan bersama tiazid atau diuretik kuat. Diuretik kuat Diuretik kuat ini bekerja pada Ansa Henle bagian asenden pada bagian dengan epitel tebal dengan cara menghambat transport elektrolit natrium. asam etakrinat. Udem paru akut Biasanya menggunakan diuretik kuat (furosemid) Sindrom nefrotik Biasanya digunakan tiazid atau diuretik kuat bersama dengan spironolakton. bila ada bahaya hipokalemia. diberikan bersama infus NaCl hipertonis. digunakan bila terdapat gangguan fungsi ginjal atau bila diperlukan efek diuretik yang segera. Diuretik kuat (biasanya furosemid). dan klorida. kalium. digunakann bila fungsi ginjal normal. digunakan bersama tiazid atau diuretik kuat bila ada bahaya hipokalemia. Payah ginjal akut Manitol dan/atau furosemid. Diuretik kuat biasanya furosemid. Diuretik hemat kalium. pada sebagian besar penderita. terutama bermanfaat pada penderita dengan gangguan fungsi ginja. Batu ginjal Diuretik tiazid Diabetes insipidus Diuretik golongan tiazid disertai dengan diet rendah garam . Yang termasuk diuretik kuat adalah .

tumor yang menekan saluran kemih. serious injury. GGA dapat disebabkan karena terjadinya penurunan aliran darah. yaitu mengatur keseimbangan cairan tubuh. dan asam urat) dan zat kimia asing. protein atau bahan lainnya dalam ginjal. daya pompa jantung menurun (kegagalan jantung). Ginjal juga mengeluarkan sisa metabolisme (seperti urea. dehidrasi. dan asam basa dengan cara menyaring darah yang melalui ginjal. Acute angle closure glaucoma Diuretik osmotik atau asetazolamid digunakan prabedah. DI APOTIK ONLINE MEDICASTORE ANDA DAPAT MENCARI OBAT DIURETIK DENGAN MERK YANG BERBEDA DENGAN ISI YANG SAMA SECARA MUDAH DENGAN MENGETIKKAN DI SEARCH ENGINE MEDICASTORE. misalnya karena adanya batu ginjal. tekanan darah yang sangat rendah (shock). yang dapat merupakan akibat dari infeksi yang parah. SEHINGGA ANDA DAPAT MEMILIH DAN BELI OBAT DIURETIK SESUAI DENGAN KEBUTUHAN ANDA. seperti kristal. Farm. ± 07 8115 050) Ginjal merupakan organ penting dari tubuh manusia karena ginjal mempunyai fungsi regulasi dan ekskresi. S. . berakibat pada kegagalan ginjal untuk mengekresikan produk sisa nitrogen dan menjaga homeostasis cairan dan elektrolit. elektrolit. Penyebab GGA lainnya yaitu terjadi penyumbatan yang menghalangi pengeluaran urin dari ginjal. Gagal ginjal akut (GGA) adalah penurunan fungsi glomerular dan tubular yang terjadi secara tiba-tiba (mendadak).Open angle glaucoma Diuretik asetazolamid digunakan untuk jangka panjang. atau pembengkakan kelenjar prostat. Untuk pemilihan obat Diuretik a yang tepat ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter. reabsorbsi air. Penggunaan Furosemid (Diuretik Kuat) pada Terapi Gagal Ginjal Akut (Eva Nur Fitriana. kreatinin. elektrolit dan nonelektrolit serta mengeksekresikan kelebihannya sebagai kemih. GGA juga dapat dikarenakan oleh adanya zatzat yang menyebabkan kerusakan/trauma pada ginjal. atau kegagalan hati (sindroma hepatorenalis).

GGA dikelompokkan berdasarkan penyebabnya. kerusakan parenkim ginjal tidak akan terjadi. sirosis. Obstruksi pada kandung kemih merupakan penyebab umum terjadinya obstructive uropathy. dan interstitium. Hipoperfusi tanpa hipotensi arteri sistemik biasanya disebabkan oleh penghambatan billateral renal artery. atau penghambatan unilateral pada pasien dengan satu ginjal yang berfungsi. Kelompok kedua adalah functional acute renal failure. GGA terjadi dalam sistem urinaria dari tubulus ginjal ke uretra. dehidrasi. tubulus ginjal. Kelompok keempat adalah postrenal obstruction. Pada GGA jenis ini. terjadi perubahan aliran darah pada glomerulus tanpa adanya penurunan perfusi ginjal atau adanya kerusakan struktural pada ginjal. penyakit hati yang parah. maupun output jantung yang rendah. . dengan atau tanpa hipotensi arteri sistemik. Kondisi klinis seperti ini dijumpai pada individu yang mengalami penurunan volume darah efektif (misal pada kasus congestive heart failure. Kegagalan ginjal secara fungsional mengarah pada penurunan tekanan hidrostatik glomerular sehingga terjadi penurunan produksi ultrafiltrat glomerular tanpa mengakibatkan adanya kerusakan pada ginjal. seperti pembuluh-pembuluh darah kecil. yaitu pada struktur di dalam ginjal. Azotemia adalah keadaan dimana terjadi peningkatan sisa-sisa produk nitrogen. Prerenal azotemia adalah penyebab GGA yang paling sering dijumpai. Hipoperfusi renal dengan hipotensi arteri sistemik dapat disebabkan oleh penurunan volume intravaskular (perdarahan. excessive diuresis. Kelompok ketiga adalah acute intrinsic renal failure. hipoalbuminemia) atau pada individu dengan penyakit renovaskular (misalnya renal artery stenosis). Kegagalan ginjal jenis ini juga umum dijumpai pada pasien gagal jantung yang menerima terapi ACEI. glomeruli. GGA jenis ini terjadi akibat adanya kerusakan pada ginjal itu sendiri. Namun jika prerenal azotemia dapat segera ditangani dengan mengembalikan aliran darah ke ginjal. GGA yang disebabkan oleh terbentuknya kristal biasa terjadi pada pasien yang mendapat banyak obat dengan kelarutan rendah. yang pertama adalah prerenal azotemia.Prerenal azotemia merupakan kegagalan ginjal akibat hipoperfusi parenkim renal. pankreatitis). perubahan resistensi vascular.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful