P. 1
Space Occupying Lession

Space Occupying Lession

|Views: 341|Likes:
Published by Leviatte

More info:

Published by: Leviatte on Feb 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/18/2014

pdf

text

original

SPACE OCCUPYING LESSION (LESI DESAK RUANG

)

Oleh: Laurensia Erlina Natalia (2011-061-019)

DEFINISI
´

lesi yang meluas atau menempati ruang dalam otak termasuk tumor, hematoma dan abses.

Meningioma memiliki recovery total apabila dibuang. karsinoma kolon. ´ Sekitar 15%-20% pasien dengan kanker metastasis mempunyai metastasis pada otak. 2/3 dari tumor otak primer termasuk supratentorial. ´ 30% tumor otak merupakan metastasis dan 50%nya adalah multiple tumor. glioma. oligodendroglioma. Keganasan ´ Metastases.EPIDEMIOLOGI 1. dan ependimoma. dan acoustic neuroma (merupakan 95% dari seluruh tumor otak). dan melanoma maligna. ´ Primer tersering adalah kanker paru. Cerebelar hemangioblastoma memiliki tingkat survival rate 20 tahun sebesar 40%. Semuanya mempunyai 5 years survival rate yang kurang dari 50%. ´ Tumor primer meliputi astrositoma. ´ Pada orang dewasa. diikuti oleh kanker payudara. meningioma. sedangkan pada anak-anak 2/3 tumor otak adalah jenis infratentorial. . glioblastoma multiforme. pituitary adenoma.

. ´ Granuloma dan tuberkuloma dapat terjadi. ´ Infeksi dan limfoma CNS lebih sering terjadi dengan infeksi HIV. Penyebab lainnya ´ Hematoma akibat trauma. Faktor risikonya termasuk usia tua dan antikoagulasi. ´ Amoebiasis dan sistiserkosis cerebral jarang terjadi. Abses cerebral bersifat multipel pada 25% kasus.2. yang termasuk faktor risikonya adalah COPD yang dapat menjadi sumber infeksi terhadap sirkulasi sistemik. ´ Abses serebri cukup jarang.

hemangioblastoma) dan metastasis dari ca paru. tuberkuloma. adenoma. meningioma. abses otak 4. sistiserkosis. . astrocytoma.ETIOLOGI 1. trauma: perdarahan. ca mammae. hematoma 3. vaskuler: aneurisma 2. neoplasma: tumor primer otak (glioma. ca prostat. infeksi: toksoplasmosis.

berjalan progresif 2. Penglihatan kabur 5. Penurunan kesadaran 4. Bisa proyektil atau tidak dan sering tidak disertai dengan perasaan mual. Bradikardia . coitus atau waktu posisi berbaring.berat umumnya bertambah berat pada malam hari dan pada saat bangun tidur pagi serta pada keadaan dimana terjadi peninggian tekanan tinggi intrakranial seperti saat batuk. bersin. Sering akibat tumor di fossa posterior. Muntah: pada 1/3 penderita dengan gejala tumor otak dan biasanya disertai dengan nyeri kepala.MANIFESTASI KLINIK Gejala dan tanda TIK 1. 3. Sakit kepala: gejala yang terberat ringan . Papiledema 6.

Gangguan kepribadian dan mental 3. . Defisit neurologis fokal yang progresif tergantung lokasi lesi.Gejala lain 1. Kejang: Perlu dicurigai penyebab bangkitan kejang adalah tumor otak bila: ´ Bangkitan kejang pertama kali pada usia lebih dari 25 tahun ´ Mengalami post iktal paralisis ´ Mengalami status epilepsi ´ Resisten terhadap obat-obat epilepsi ´ Bangkitan disertai dengan gejala peningkatan TIK 2. Demam: jika ada abses karena infeksi 4. Terjadi akibat kompresi neuron oleh massa tumor dan edema di sekitarnya.

Lokasi Lobus frontalis Manifestasi klinis Kelemahan lengan dan tungkai kontralateral. afasia motorik Perubahan kepribadian. cegukan Tremor Kelainan gerakan bola mata. apraksia Gangguan lapangan pandang (hemianopsia homonim) Sindrom diskoneksi Gangguan endokrin Penurunan kesadaran. lapangan pandang (kuadrananopsia homonim atas) Gangguan sensorik Gang. lapangan pandang (kuadrananopsia homonim bawah) Agnosia jari. intelektual Afasia sensorik (jika terkena lobus temporalis dominan) Gang. akalkulia. emosional. agrafia. abnormalitas pupil Ataksia berjalan. tingkah laku dan tk. muntah. tremor intensional Disartria nistagmus Lobus temporalis Lobus parietalis Lobus oksipitalis Korpus kalosum Hipotalamus/ hipofisis Batang otak Serebelum .

faktor memperberat/memperingan. kualitas nyeri. riwayat trauma. gejala neurologis Sakit kepala: karakteristik. penurunan/hilang kesadaran. durasi. Gangguan visus: parsial/total Gangguan lapangan pandang Buta satu/dua mata ´ .DIAGNOSIS Anamnesis: gejala-gejala peningkatan TIK. frekuensi nyeri. waktu. intensitas nyeri. riwayat keluarga.

Tanda rangsang meningeal . leher. koordinasi dan fungsi serebelar . tonus. nadi.I ² n. klonus. respirasi. genitalia eksterna. toraks. ekstremitas.Sistem otonom . gerak leher/tubuh Pemeriksaan neurologi: .Saraf kranial: n.Pemeriksaan fisik: tanda-tanda vital (tekanan darah. abdomen.Motorik: kekuatan.Sensibilitas . refleks fisiologis dan patologis.trofik.Tanda-tanda regresi .Fungsi luhur .Palpasi saraf perifer ´ . suhu) Kesadaran/ GCS Pemeriksaan fisik umum: kepala.XII .

cranio-cervical junction.Pemeriksaan penunjang X-Ray: -> kalsifikasi -> mencari fokus primer dari metastasis CT-Scan: -> konfirmasi adanya lesi atau tumor -> lokasi -> efek massa: pergeseran garis tengah. batang otak -> lebih sensitif untuk deteksi tumor metastase kecil -> lesi single atau multiple ´ . kompresiventrikel -> lesi single atau multiple MRI -> lihat tumor di basis cranii.

isodense.Tumor otak primer Metastasis Infeksi intraserebral Dapat terlihat hipodense. . bagian tengah dan sekelilingnya hipodense .Abses: kapsul abses enhance. Meningens sekitar tumor menebal.toxoplasmosis: ring enhancement Trauma Epidural hematoma: area hiperdense bikonveks dan midline shift dengan kompresi ventrikel ipsilateral Subdural hematoma: area hiperdense tersebar di sekeliling permukaan hemisfer Intraserebral hematoma: area hiperdense iregular dikelilingi area hipodense .Empiema subdural: terlihat lesi pada sinus dan erosi tulang. hiperdense atau mixed density Cenderung multiple kec renal cell carcinoma cenderung soliter .

Ventilasi dan oksigenasi: untuk menghindari hipoksia dan hiperkapnia 3.TATALAKSANA 1. Posisi kepala dan leher -> posisi kepala netral dan hindari kompresi vena jugularis -> elevasi kepala 30° 2. Penatalaksanaan tekanan darah . Penatalaksanaan cairan: 4.

´ 1. Terapi diberikan jika TIK > 25 mmHg Manitol: dosis awal = 1-1. 2.5 g/kgBB IV bolus tiap 4-6 jam Sedatif: propofol (anestesi short acting menurunkan TIK tapi menyebabkan vasodilatasi sistemik). 3. diikuti dengan 0. melindungi bagian yang iskemik tapi sebabkan hipotensi sistemik dan depresi miokard) Steroid: untuk mengurangi edema di sekitar tumor.25-0. 4. barbiturat (mengurangi aktivitas neuronal dan metabolisme serebral.odilanjutkan dengan 4 mg setiap 6 jam Pengeluaran CSS: dapat segera menurunkan TIK . Dexamathasone 10 mg IV/ p.5 g/kgBB IV bolus.

radiasi kranial.TUMOR OTAK = proses keganasan yang tumbuh di otak akibat keganasan saraf.Dewasa supratentorial (80-85%). Tersering: medulloblastoma. infratentorial (15-20%). Tersering: glioma. metastase ´ Epidemiologi: . meningioma . infratentorial (60%).Anak: supratentorial (40%). astrositoma serebelar ´ . metastasis. non saraf atau metastasis ´ Etiologi: genetik.

herniasi tentorial.´ - - - Gejala klinis: Gejala muncul dalam beberapa minggu sampai tahun Efek massa: supratentorial brain shift. hambatan aliran CSS Sakit kepala. infratentorial herniasi tonsilar. mual muntah Perubahan status mental Defisit neurologis fokal ataksia Kejang fokal .

MRI ´ .CT Scan .PF neurologi: defisit neurologis fokal .Diagnosis: .anamnesis: gejala dan perjalanan penyakit. . riwayat penyakit terutama keganasan.Laboratorium: -> tumor marker .

oligodendroglioma. Radioterapi: untuk astrositoma. limfoma. metastasis. oligodendroglioma. craniektomi untuk tumor fossa posterior. trans-sfenoid untuk tumor hipofisis. limfoma.´ - - - Tatalaksana Steroid: mengurangi edema di sekitar tumor Operasi: kraniotomi. meduloblastoma . meduloblastoma Kemoterapi: untuk astrositoma.

rata-rata harapan hidup pasien dengan terapi adekuat hanya ± 6 bulan .Prognosis: .Faktor yang mempengaruhi: -> lokasi dan jumlah metastasis tumor -> Tingkat dan tipe tumor primer -> ada tidaknya meetastasis ke organ tubuh lain -> usia ->jumlah metastasis tumor yang dapat diangkat ´ .

´ Penyebaran langsung dari tulang. hematogen ´ . bronkiektasis).mastoiditis. infeksi telinga tengah (otitis media) dan infeksi paru (abses.ABSES OTAK Sumber: 40% berasal dari infeksi sinus paranasal (tersering sfenoid dan frontal). infeksi dental.

perubahan status mental (65%) Gangguan motorik/sensorik fokal (65%) Kejang Demam (50%) Mual muntah (40%) Kaku kuduk (25%) Papiledema (25%) .´ - Manifestasi klinis: Sakit kepala (70%) Konfusi.

Diagnosis .Radiologi: -> CT Scan: bagian tengah abses dan edema di sekelilingnya hipodense. LED meningkat CSS: protein meningkat ´ . -> MRI: -> Lab: darah: leukositosis.anamnesis: gejala klinis dan infeksi sebelumnya . Semua abses ukuran >1 cm dapat terlihat di CT.

Aspirasi abses jika letak abses dalam ´ . Dexamethasone IV 10mg/6hari 4. metronidazole 2. Profilaksis antikonvulsan 5.Tatalaksana 1. Eksisi total pada abses soliter. Manitol 3. Antibiotik. superfisial dan terenkapsulasi baik. penisilin G atau cephalosporin generasi III atau kloramfenikol. 6.

PERDARAHAN INTRAKRANIAL Perdarahan Epidural Perdarahan yang terjadi di antara tabula interna ² duramater Tanda klinis: ´ Kesadaran makin menurun ´ Late hemiparese kontralateral lesi ´ Pupil anisokor ´ Babinski + kontralateral lesi . .CT Scan kepala: gambaran hiperdense di tulang tengkorak dan dura. tampak bikonveks 1.

CT Scan: gambaran hiperdense antara duramater dan arakhnoid. tampak seperti bulan sabit . Perdarahan Subdural Perdarahan yang terjadi di antara duramater dan arakhnoid karena robeknya bridging vein Gejala dan tanda klinis ´ Sakit kepala ´ Kesadaran menurun .2.

Perdarahan Intraserebral .Perdarahan padda parenkim otak karena pecahnya arteri intraserebral .3.

4.Nyeri kepala hebat .Gangguan kesadaran ´ CT Scan: gambaran hiperdense di ruang subarakhnoid . Perdarahan Subarakhnoid ´ Gejala dan tanda klinis: .Kaku kuduk .

GCS. RL. Vasopresor? Intropik? D= disability cek TTV. Berikan O2 sesuai kebutuhan. pemeriksaan neurologi.Tatalaksana 1. frekuensi dan jenis pernapasan pasien. luka-luka ´ .9%. jika terganggu cari penyebabnya. Survei primer: untuk stabilisasi kondisi pasien. intubasi? B= breathing cek pola. C= circulation pertahankan TD sistolik >90mmHg. Beri infus NaCl 0. A= airway membebaskan jalan napas.

GDS.Manajemen terapi: persiapan operasi jika ada indikasi. . Survei sekunder: pemeriksaan dan tindakan lanjutan setelah kondisi stabil. penanganan lukaluka. AGD. rawat inap. leukosit. trombosit.Laboratorium: Hb. penanganan peningkatan TIK dan obat-obatan sesuai kebutuhan. . .ureum. CTScan kepala.2. kreatinin. hitung jenis. dan elektrolit.Radiologi: foto polos toraks dan kepala. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->