VOLUME 1 NOMOR 1 TAHUN 2009

Bosman Batubara Paring Waluyo Utomo

Perdebatan tentang Penyebab Lumpur Sidoarjo Menggapai Mimpi yang Terus Tertunda: Menelusuri Proses “Ganti Rugi” terhadap Korban Lumpur Lapindo Resiko Bencana Industrial dalam Privatisasi Sumber Air Si-Gedhang—Klaten

Erwin Endaryanta

INDUSTRI DAN BENCANA

Disastrum Journal (DJ) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Lafadl Initiatives dua kali dalam setahun. DJ dipublikasikan secara on-line dan dapat diunduh tanpa membayar. Penerbitan DJ dilatarbelakangi oleh kondisi sosial politik di Indonesia pasca Orde Baru. Pasca Orde Baru, negara yang tadinya kuat dan represif menjadi lemah. Secara teoritis kalau negara melemah maka masyarakat sipil akan menguat. Yang terjadi di Indonesia, masyarakat sipil memang menguat, tetapi pasar juga menguat. Selama ini, pasar dalam perbincangan ideologi lebih banyak dimaknai sebagai konsep yang abstrak meskipun ia sebenarnya hadir dalam bentuk korporasi. Pada banyak kasus yang terjadi, masyarakat terkondisikan untuk berhadapan vis á vis korporasi. Relasi ini menghasilkan banyak masalah, baik di dunia secara keseluruhan maupun di Indonesia. Ada yang sampai ke dalam bentuk bencana industri (industrial disaster/ID) dan ada juga yang memicu perdebatan sengit di pelbagai kalangan. Apabila ditinjau lebih dalam, ternyata bencana ternyata memiliki aspek-aspek di luar bencana itu sendiri. Bencana tidak berdiri sendiri tanpa bersangkut-paut dengan persoalan ekonomi-politik. Aspek-aspek ekonomi politik ini juga turut mengubah cara hidup orang-orang yang terkena dampak bencana. Sayang, beluma ada kajian yang ekstensif mengenai hal ini. Kalaupun ada masih terfragmentasi dan menumpang pada kajian-kajian yang lain. Jurnal ini hadir untuk mengisi kekosongan itu.

Perijinan

Karena pertimbangan ekologis, DJ hanya dipublikasikan secara on-line. Untuk informasi tentang reproduksi artikel atau informasi dalam jurnal ini, silakan kunjungi: www.lafadl.org/disastrum Data, fakta dan opini yang ada dalam jurnal ini sepenuhnya menjadi tanggungjawab personal penulis. Untuk edisi berikutnya, DJ menerima pemasangan iklan, informasi lebih jauh dapat ditanyakan pada: disastrum@lafadl.org © Lafadl Pustaka 2009

Pertanggungjawaban

Iklan

DAFTAR ISI
VOLUME 1 NOMOR 1 TAHUN 2009

Bosman Batubara Bosman Batubara Paring Waluyo Utomo

5

Catatan Editorial Jawaban bagi Tantangan Perdebatan tentang Penyebab Lumpur Sidoarjo Menggapai Mimpi yang Terus Tertunda: Menelusuri Proses “Ganti Rugi” terhadap Korban Lumpur Lapindo Resiko Bencana Industrial dalam Privatisasi Sumber Air Si-Gedhang—Klaten

13 27

Erwin Endaryanta

47

Penanggung Jawab Editor Pelaksana Editor Anggota

Heru Prasetia Bosman Batubara (Environment and Global Earth Change Studies) Achmad Uzair Fauzan (Poverty and Policy Studies), M. Nurkhoiron (Cultural Studies), Ari Ujianto (NGOs and Urban Poverty Studies), Nunung Qomariyah (Gender Studies), Luthfi Makhasin (Globalization Studies), Hasan Bachtiar (Disaster Management and Response Studies) Yoseph Christophorus Kelik Prirahayanto Dimas Aryo Wijanarko Lafadl Pustaka Jl. Dayu Baru no 1-A, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55581, Indonesia. +62 (0) 274 888 726 disastrum@lafadl.org www.lafadl.org/disastrum
FOTO COVER: YC. KELIK P.

Administrasi Desain Penerbit Alamat Telp. E-mail Website

.

1 NO. 2009. pasar dalam perbincangan ideologi lebih banyak dimaknai sebagai konsep yang abstrak meskipun ia sebenarnya hadir dalam bentuk korporasi. Keberadaan ID sebagai salah satu ancaman utama bagi peradaban manusia diperparah oleh karakter buruk kapitalisme yang melingkupi korporasi.2 Melalui proyeksi masa depan orang percaya bahwa peradaban kita yang rentan akan berhadapan dengan tiga katastrofi utama. Selama ini. CATATAN EDITORIAL P. 5-11 5 . dimana pada hampir semua kasus itu kepentingan masyarakat selalu tidak terakomodasi semestinya. Atau juga meraba arah perdebatan sengit dan konflik kepentingan di kalangan ilmuwan tentang pemicu bencana Lumpur Lapindo1. masyarakat sipil memang menguat. bencana industri (industrial disaster) dan bencana teroris (terrorist disaster). baik di dunia secara keseluruhan maupun di Indonesia. Pada banyak kasus yang terjadi masyarakat terkondisikan untuk berhadapan vis á vis korporasi. Ada yang sampai ke dalam bentuk bencana industri (industrial disaster/ID) dan ada juga yang memicu perdebatan sengit di pelbagai kalangan. dan keresahan di kalangan masyarakat yang terjadi dalam kasus Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Jepara dan pendirian pabrik Semen Gresik di Sukolilo. yaitu bencana alam (natural disaster). Berkaca dari kedua kasus itu maka kita bisa juga mendekati kasus pencemaran Teluk Buyat dengan sudut pandang yang sama. tetapi pasar juga menguat. Di tingkat dunia aktivitas industri yang mengundang masalah misalnya dapat kita lihat pada kasus besar Minamata dan Bhopal. Relasi ini menghasilkan banyak masalah.CATATAN EDITORIAL Jawaban bagi Tantangan Bosman Batubara Pasca Orde Baru negara yang tadinya kuat dan represif menjadi lemah.1 TH. Secara logis sebuah korporasi enggan membagi informasi yang berhubungan dengan ID yang dia sebabkan karena itu jelas akan menurunkan kredibilitas dan tingkat DISASTRUM VOL. Kabupaten Pati. Secara teoritis kalau negara melemah maka masyarakat sipil akan menguat. Yang terjadi di Indonesia.

Aktivitas industri yang menyebabkan bencana seperti kasus-kasus di atas adalah satu sisi. Di Irak mesin kapitalisme bekerja dalam proyek-proyek mega rekonstruksi pasca perang di tahun 2000-an. Penduduk Kepulauan Maladewa rata-rata adalah nelayan miskin yang tinggal pada sepanjang pantai. Demikian juga di Kepulauan Maladewa pasca tsunami tahun 2004. Pemerintah mencoba mendekati penduduk secara persuasif untuk pindah ke daerah yang tidak diminati oleh turis.1 NO. Dan kapitalisme mengambil keuntungan. Informasi yang asimetris antara industri dan publik membuat pemerintah kesusahan untuk merancang sebuah kebijakan publik yang efektif. telah menyentakkan kajian ekonomi politik melalui kehadiran sebuah buku yang sangat deterministik pada tahun 2007 dalam bidang kajian kapitalisme dan globalisasi. managemen dan tanggap darurat. harus pindah ke lokasi yang lebih aman. Bahkan lebih ekstrim. The Shock Doctrine: The Rise of Disaster Capitalism. Segera setelah bencana. Sebenarnya jauh sebelum tsunami. 2009 . Akan tetapi. Tsunami pada penghujung tahun 2004 telah menimbulkan kerusakan yang sangat parah bagi kehidupan mereka. kasus Perang Irak memberitahu kita bahwa kalau perlu kapitalisme menciptakan bencana untuk kepentingan ekspansinya. Ternyata di balik argumen keamanan 6 DISASTRUM VOL. kasus tsunami besar yang menimpa kawasan barat laut Pulau Sumatera dan beberapa negara lain di kawasan Laut Andaman pada penghujung tahun 2004 yang lalu. Peluang bagi kapitalisme ini berpijak di kenyataan bahwa penduduk yang terkena bencana tak ubahnya sebagai perahu yang terombang-ambing di samudera luas karena jangkarnya telah putus. kapitalisme—ternyata memiliki hubungan yang sangat kuat dalam bentuk reaksi bolak-balik yang tak pernah putus. untuk memindahkan ribuan penduduk dari tanah kelahiran mereka.kompetitif korporasi yang bersangkutan. maka pemerintah Kepulauan Maladewa mengumumkan bahwa lokasi pantai sudah tidak aman untuk ditinggali.3 Sementara itu. bahkan bagi sebuah rezim yang sangat represif sekalipun.1 TH. Labil. demikian judul buku yang ditulis oleh Naomi Klein tersebut. gempabumi dan tsunami. Ketika orang berbicara masalah bencana. Naomi menyajikan kepada kita bagaimana bencana juga menjadi peluang yang sangat bagus bagi ekspansi kapitalisme. Tentu saja bukan pekerjaan yang mudah. Penduduk.4 Bencana dan industri—dalam pengertian yang lebih luas. Di sisi yang satunya. maka yang sering mengemuka adalah bencana alam seperti gunungapi meletus. tanpa kecuali. bencana itu sendiri selama ini lebih sering dimaknai sebagai entitas yang terberi. Respon biasanya hanya berkisar permasalahan sistem peringatan dini (early warning system). pemerintah Kepulauan Maladewa sudah mencari-cari lahan untuk memenuhi permintaan pasar akan tempat plesir mewah di negara kepulauan tersebut.

bervariasi tergantung pada tipe lokalitas masing-masing seperti lokasi geografis. Satu tahun setelah tsunami. dan manajemen bencana (disaster management) secara umum yang masih menyampur-baurkan antara bencana alam dan bencana akibat tindakan manusia (natural dan man-made). pemerintah menyewakan sebanyak 35 pulau yang sebelumnya dinyatakan tidak aman untuk didiami penduduk kepada para pengembang di bidang bisnis pariwisata. Apabila kita mencermati reaksi bolak-balik tersebut dengan tujuan mencari mana yang lebih dulu. Salah satu pertanyaan besar dalam kajian ID adalah masalah pembatasan. ataukah apabila sudah dapat dideteksi adanya potensi bencana melalui kajian resiko seperti yang dicoba diungkap oleh Erwin Endaryanta dalam tulisannya mengenai privatisasi air di Kabupaten Klaten. Dampak bencana menyakup kondisi mental. masih tercecer dan menumpang pada pelbagai kajian lain seperti lingkungan. di daerah yang dikatakan lebih aman oleh pemerintah. Provinsi Jawa Tengah. atau Teluk Buyat misalnya. sosial-ekonomi dan CATATAN EDITORIAL: JAWABAN BAGI TANTANGAN 7 . persis seperti usaha yang mengalami kegagalan ketika orang mencoba mencari tahu mana yang lebih dahulu ada antara ayam dan telur. kajian mengenainya masihlah sangat terbatas. atau apabila sudah menimbulkan keresahan dalam masyarakat seperti kasus PLTN Jepara dan Semen Pati. Karena.tersebut menggelayut maksud tersembunyi. Kenyataan-kenyataan di atas membuat kami. Sementara itu di tempat perpindahan yang baru. Bhopal. Minamata. tidak bisa mengelak dari keterdesakan untuk menerbitkan jurnal kajian ini yang kami publikasikan secara on-line dan bebas bea serta kami beri nama “Disastrum Journal: Political and Economic Studies of Disaster”. angka pengangguran meningkat dengan sangat pesat dan diiringi pula pelbagai konflik kekerasan antara pendatang baru dengan penduduk setempat yang sudah lebih dahulu bermukim di sana. Apakah sebuah bencana dapat disebut sebagai ID apabila sudah mewujud dalam bentuk yang riil seperti kasus Chernobyl. sebaiknya pekerjaan itu cepat-cepat saja ditinggalkan. seolah mengabaikan jelas dan signifikannya dampak negatif yang ditimbulkan oleh bencana yang berhubungan dengan aktivitas industri. Pada edisi perdana ini kami memutuskan untuk mengangkat tema Industri dan Bencana. iklim dan kondisi permukaan bumi setempat.5 Secara umum bencana dapat diartikan sebagai even yang cenderung tiba-tiba dan menghasilkan kerusakan yang luas bagi kehidupan dan properti. Karena niscaya itu hanyalah sebuah kesia-siaan belaka yang memicu frustrasi. Lafadl Initiatives. Kerusakan yang dihasilkan bencana termasuk yang susah dihitung. pertanggung jawaban sosial korporasi (corporate social responsibility). Kalaupun ada. Karena jawabannya hanya akan berputar-putar di situ-situ saja.

seperti biasanya tahapan yang lebih teknis berupa klasifikasi telah menunggu di depan mata. tetapi di sisi yang lain tak kalah jelas bahwa industri juga harus memenuhi kebutuhan peradaban ini yang sudah terlanjur menyatakan angka pertumbuhan dan pembangunan atas asumsi kemampuan seseorang mengonsumsi barang produksi. Sektor industri pemicu 8 DISASTRUM VOL. membagi disaster ke dalam dua kelompok besar. Natural disaster seperti gempabumi.565 orang meninggal dunia. Series: C. maka semakin sejahteralah. semakin banyak seseorang atau warga sebuah negara mengonsumsi. 2009 .127 luka-luka. Karenanya keliru apabila kajian dan mitigasinya tidak dibedakan. gunungapi dan tsunami.7 Seberapa dalam dan luas sebenarnya dampak bencana industri? Melalui publikasinya yang berjudul Pengantar Bahaya. memiliki variabel ketidakpastian dan ketergantungan pada kondisi geodinamika dan seismisitas yang sangat susah diprediksi. akan tetapi dampak yang dihasilkan oleh ID sangatlah besar. yaitu natural dan man-made disaster. Secara genealogi terdapat perbedaan yang sangat mendasar antara natural dan man-made disaster.1 TH. UNDP mencoba menjawabnya.1 NO. 6 Faktual. Total telah jatuh korban 36. akan terus menggeber aktivitas industri untuk menghasilkan barang produksi sebanyak mungkin. semakin cepat pertumbuhannya (growth) dan semakin maju (developed) pula ia. Industrial disaster—dalam lanskap yang lebih luas man-made disaster—dipicu oleh aktivitas industri dan manusia. Indikator yang begini ini.1. Edisi ke-3 yang merekam total korban bencana industri dan kimia yang besar di beberapa negara yang tersebar di seluruh dunia dalam rentang waktu tahun 1984 — 1995. Karena asumsinya. United Nation Development Programme (UNDP) melalui salah satu publikasinya yang bertajuk Block Disaster Management Training Manual.budaya daerah yang terkena bencana. Di satu sisi jelas. ID/crisis hanyalah satu sub-bagian dari minor man-made disaster. kenyataan tentang besar dan susah dihitungnya dampak negatif industri ini memaksa kita untuk menjawab satu lagi tantangan yang sama sekali tak mudah: memutus hubungan “consumption” dengan “growth” dan hubungan “growth” dengan “development”. Sehabis perdebatan filosofis. Demikian. Man-made disaster kemudian dibagi lagi ke dalam dua kelompok besar: major dan minor. dan hampir satu 1 juta orang harus dievakuasi. Diperkirakan ke depan dampak ini akan semakin meluas karena posisi industri yang dilematis. 128. industri memicu dan—pada kasus Perang Irak— menyiptakan bencana. sampai kelak ditemukan penggantinya. penyebab ID sebenarnya bisa diintervensi untuk melokalisir dan meminimalisir potensinya. meskipun hanyalah satu bagian kecil dalam pengelompokan bencana secara umum. Artinya.

jurnal ini hadir untuk itu. dan 2.441 orang kehilangan pekerjaan mereka karena kehancuran fabrik-fabrik. Lula telah menghancurkan 10. Keberadaan Ical dalam kabinet membuat pemerintah berada dalam posisi yang sulit.000 orang harus dievakuasi. ataukah dia dipicu oleh gempabumi Yogyakarta 2 hari sebelumnya. Dan. ledakan reaktor. Bencana Industri biasanya dapat berkembang menjadi sebuah permasalahan yang sangat kompleks karena ia mengidap pelbagai kepentingan—baik yang terkatakan maupun yang terselubung—seperti ekonomi. Di satu sisi terlihat ingin menolong para korban Lula.9 Pada level berikutnya Lula bukan lagi permasalahan teknis belaka. di tingkatan akar rumput telah berjatuhan korban. Untungnya.bencana sangat beragam. 33 sekolah. Lula adalah sebuah kasus yang sangat kompleks. adalah figur sentral di Bakrie Brothers.8 Catatan ini tidak termasuk kerugian akibat degradasi lingkungan yang terjadi. bahkan jikalau hanya memetakan masalah saja. dan 46 staf dari sekolah-sekolah yang hancur. CATATAN EDITORIAL: JAWABAN BAGI TANTANGAN 9 . sekira 10. ledakan pabrik petasan. salah satunya. itu tetaplah sumbangsih. Sebanyak 14 orang meninggal. tetapi di sisi lain terlihat tidak ingin merugikan Lapindo Brantas Inc. 65 mesjid. 405 guru. Bencana Lumpur Lapindo (Lula) dapat kita jadikan sebagai contoh. dan 28 bangunan lainnya. karena mulai dari permasalahan mekanisme pemicunya telah terjadi perdebatan yang sangat sengit. Selain itu. seperti pabrik kimia. ia telah berkembang menjadi semakin kompleks karena hubungannya dengan perihal ekonomi dan politik itulah. beruntunglah kita adalah orang Indonesia yang selalu saja merasa beruntung dengan mengatakan “untungnya”dalam setiap situasi. politik dan lingkungan yang saling tumpang tindih. Karena pada dasarnya pemetaan masalah yang benar adalah langkah awal untuk menjawab tantangan-tantangan yang sudah di depan mata. 1 panti asuhan. 4 kantor.11 Korban akan menanjak menuju tak terhingga manakala aspek degradasi lingkungan dan kondisi mental survivors menjadi salah dua variabel yang dihitung. Selamat membaca. Terlepas dari semua itu.397 pelajar. apakah dia dipicu oleh aktivitas pemboran pada sumur eksplorasi gas Banjar Panji-1. Sekecil apapun sumbangsih. ledakan tangki minyak. Lapindo Brantas Inc. ketika perdebatan masalah pemicu—konon lagi dampak dan pihak yang harus bertanggungjawab—belum juga konklusif. 2 sekolah keagamaan. juga kena dampaknya. 5. kami merasa untuk itulah kata optimis ditemukan. yang bertindak sebagai operator eksplorasi gas pada Blok Brantas adalah perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Bakrie Brothers.426 rumah warga. dan tabrakan tangki minyak. 31 fabrik.10 Sementara itu. Aburizal Bakrie yang duduk sebagai Menko Kesra pada Kabinet Indonesia Bersatu di bawah kepemimpinan SBY.

Ibid. —. dan dua artikel lainnya. Disastrum Journal (Edisi ini). Johnson. infrastructure and economic impact. Resiko Bencana Industrial dalam Privatisasi Sumber Air Si-Gedhang—Klaten. 2000. Canada... Penguin Group (Australia).. Disastrum Journal (Edisi ini). J. 3— 11. V. Tentang perdebatan yang sangat sengit masalah pemicu Lumpur Sidoarjo/ Lapindo dapat dibaca di: Batubara. Environment and Globalization: Five Propositions. L.CATATAN AKHIR 1. 14. Pengantar Tentang Bahaya. 181—191. T.1002/sres. Learning form the East Java mudflow: disaster politics in Indonesia. 7. H. Bulletin of Indonesian Economic Studies. Coping with Technological Disaster: An Application of the Conservation of Resources Model to the Exxon Valdez Oil Spill. 2006. 2007. hlm. Series: C. P. dan 2) Coleman. 45. v. DOI: 10. Tentang berlarut-larutnya pemenuhan hak masyarakat dapat dibaca pada tulisan Utomo. Disatrum Journal (Edisi ini).S. Klein.. The Next Catastrophe: Reducing Our Vulnerabilities to Natural. 9. and Halle M. 2)Muhtada. Runnals. 1)Arata. 2. hlm... 3. 2008. Journal of Contingencies and Crisis Management. 2008. v. 1995. 23—39. Manitoba. E. D. D.. Thomas. Batubara. Frequency of Man-Made Disasters in the 20th Century. 2009. dan 3)McMichael. 2009. N. A.. v.G.S.... The Shock Doctrine: The Rise of Disaster Capitalism. J.. 5. 2009. 13. Luckas.M. Perdebatan tentang Penyebab Lumpur Sidoarjo. C. The Lapindo mudflow disaster: environmental. 25. —. Sumber utama kutipan ini adalah: Reed. Tentang kompleksitas bencana Lumpur Lapindo/Sidoarjo ini dapat dibaca dalam artikel-artikel berikut: 1)Schiller.D. Menggapai Mimpi yang Terus Tertunda: Menelusuri Proses “Ganti Rugi” Terhadap Korban Lumpur Lapindo. 2009 .1. IISD. 2009. 6. 85. G. and McNally. UNDP.1 NO. 10 DISASTRUM VOL. 2009. 73—83. Endaryanta. p. Perdebatan tentang Penyebab Lumpur Sidoarjo. 371— 374. Ethics. 10. hlm. 8. v. 51. Industrial and Terrorist Disasters. A. 2007. hlm. hlm. Edisi ke-3. P.. 2008. 4. v.W. System Research and Behavioral Science. P. Disaster. 51—77.. B... Economics and Environmental Complexity: The Mud Flow Disaster in East Java.... S. Picou. INDONESIA. and Sulistiyanto. Block Disaster Management Training Manual. Disastrum Journal (Edisi ini). Journal of Traumatic Stress.1080/ 00074910902836189. Najam.. UNDP. DOI: 10.B.879.1 TH. B.

2008. v.Z. 57. M. 833—844. Abidin. Kusuma... CATATAN EDITORIAL: JAWABAN BAGI TANTANGAN 11 .. and Deguchi. Subsidence and uplift of Sidoarjo (East Java) due to the eruption of the Lusi mud volcano (2006-present). DOI: 10..A.11. H.J.1007/s00254-008-1363-4. Andreas. Davies R. hlm. H.. Environmental Geology. T.

.

Perdebatan tentang mekanisme pemicu yang tidak konklusif di tingkatan ahli kebumian menjadi sebuah hal yang sangat krusial karena menjadi alasan bagi kejaksaan untuk tidak menerima kasus ini dari polisi. 2009 . Pada konferensi American Association of Petroleum Geologist (AAPG) di Cape Town.1 NO.2 Pasca konferensi Cape Town. Cara itu dianggap tidak lazim dilakukan dalam dunia ilmu pengetahuan.1 TH. Dalam pemungutan suara itu.Perdebatan tentang Penyebab Lumpur Sidoarjo Bosman Batubara Bencana Lumpur Sidoarjo adalah sebuah kontroversi. 3 orang setuju gempabumi Yogyakarta 27 Mei 2006 sebagai pemicunya. PP.. Biasanya DISASTRUM VOL. di Indonesia sendiri muncul faksi di kalangan pakar kebumian yang menyayangkan cara pengambilan keputusan tersebut. 13-25 13 . sementara kalangan ilmu kebumian lebih sering menyebutnya dengan gununglumpur Lusi (Lumpur Sidoarjo). Afrika Selatan. dan terakhir. mulai dari penyebutannya hingga mekanisme pemicunya. Ini adalah hal langka dan barangkali baru pertama kali dilakukan. Dalam penyebutan. sebanyak 42 orang peserta setuju bahwa gununglumpur Lusi dipicu oleh aktivitas pemboran pada sumur eksplorasi gas Lapindo Brantas Inc. kalangan Lembaga Swadaya Masyrakat (LSM) dan media massa lebih sering menyebutnya dengan Lumpur Lapindo (Lula). pada tanggal 26-29 Oktober 2008 telah dilakukan sebuah pemungutan suara untuk menguji pendapat mana yang paling masuk akal. sebanyak 16 orang menyatakan bahwa diskusi belum tuntas. Banjar Panji-1 (BPJ-1) yang terletak sekira 200 m di arah timur laut pusat semburan.1 Tulisan ini akan memetakan pendapat para ahli tentang pemicu terjadinya gununglumpur Lusi. Begitu krusialnya masalah ini rupanya sehingga dalam sebuah forum keilmuan diadakan pemungutan suara untuk menentukan pendapat (yang dianggap) benar.

Selubung (casing) dengan diameter 33. maka perdebatan akan bergerak ke arah “Lapindo Brantas Inc. dimana yang terbaru merespon yang sebelum-sebelumnya. 29 May 2006 (Davies dkk. Akan tetapi dalam kasus Lusi. Sepanjang perjalanannya fluida juga mengerosi batuan dinding pada lubang bor hingga menghasilkan campuran material air-mud. apabila para ahli sepakat bahwa gununglumpur Lusi dipicu oleh aktivitas pemboran di sumur eksplorasi BJP-1.3 Kesepakatan di tingkatan pakar menjadi sangat penting karena akan berpengaruh secara ekonomi. selanjutnya kelompok ini kita sebut “kubu gempa”.. bertanggungjawab terhadap kerugian yang ditimbulkan oleh peristiwa ini.1 NO. Formasi Pucangan dan Kabuh. Berdasarkan temperatur material campuran air-mud yang sampai di permukaan sebesar 700-1000 C. tidak pernah ada kesepakatan melalui voting. Sejak saat itu beberapa makalah lain bermunculan. Perdebatan teoritis tentang mekanisme pemicu gununglumpur Lusi diawali oleh kubu BJP-1 melalui makalah berjudul Birth of a mud volcano: East Java. Sebuah teori biasanya teruji seiring dengan berlarinya sang waktu. voting dilakukan. tidak bertanggung jawab terhadap ganti rugi”.1 TH. Apabila para ahli memutuskan bahwa letusan gununglumpur Lusi dipicu oleh peristiwa gempabumi Yogyakarta dua hari sebelum letusan terjadi.. selanjutnya kelompok ini kita sebut “kubu BJP-1”. Dari model terlihat bahwa mata bor sudah mencapai Formasi Kujung yang tersusun oleh (juga) overpressured batugamping. Davies dkk. fluida terus naik melalui lubang bor hingga sampai di overpressured mud pada Formasi Kalibeng Atas. (2007) beranggapan bahwa gununglumpur Lusi dipicu oleh aktivitas pemboran pada sumur eksplorasi gas BJP-1.kesepakatan dalam ilmu pengetahuan diserahkan kepada masing-masing pihak yang memiliki ketertarikan. dan murni tanpa casing (open hole). Sebaliknya. 2009 . maka perdebatan akan bergerak ke arah “Lapindo Brantas Inc. Akibat adanya perbedaan tekanan. 2007)..4 Davies dkk.97 cm berujung pada kedalaman 1091 m (hanya menutupi tidak sampai setengah overpressured mud dari Formasi Kalibeng Atas). Dari model yang terdapat pada makalah ini. dan dengan asumsi gradient geothermal sebesar 250 C/km dan temperatur permukaan sebesar 280 C. terlihat bahwa sumur eksplorasi BJP-1 sedalam 2834 m sudah menembus beberapa formasi batuan (dari atas ke bawah).” begitu kira-kira jalan pikirannya secara kasar. Selain itu. bagian atas Formasi Kalibeng Atas yang merupakan formasi mud bertekanan besar (overpressured mud) setebal kira-kira 1000 m dengan beberapa sisipan pasir. tingginya tekanan pori juga menyebabkan terbentuknya rekahan hidrolik 14 DISASTRUM VOL. (2007) menampilkan kalkulasi bahwa fluida kemungkinan berasal dari Formasi Kujung. Berikutnya adalah perselingan pasir dan muds setebal kurang lebih 1300 m yang masih merupakan anggota Formasi Kalibeng Atas.

.pada formasi-formasi tanpa casing yang dilalui oleh fluida sepanjang lubang bor.7 km telah menjadi penghubung tekanan antara Formasi Kujung dengan Formasi-Formasi di atasnya. 2007).. terutama karena sifatnya yang tak kohesif. 1) pemboran menembus overpressured mud yang mudah tererosi. Indonesia. diperkuat oleh kenyataan bahwa tidak mungkin porositas overpressured mud pada Formasi Kalibeng Atas menghasilkan air seperti komposisi material campuran yang sampai di permukaan. Akibatnya material campuran air-mud dari rekahan keluar bukan melalui lubang bor. likuifaksi akibat akitivitas seismik biasanya terjadi selama gempabumi yang memicunya. 1) pada saat yang bersamaan tidak tercatat adanya erupsi mud volcano lain di Jawa. terutama berdasarkan aktivitas gununglumpur Lusi yang reguler dan temperatur material semburan yang tinggi. dan 4) andai benar bahwa mud volcano ini dipicu oleh gempabumi. dan diikuti oleh tertembusnya. Lebih jauh Davies dkk. tetapi makalah ini. maka seharusnya sand (lapisan di bawah overpressured mud) lebih kondusif untuk mengalami likuifaksi. alih-alih berkoeksistensi pada strata yang sama. (Mazzini dkk. 2) gempabumi mendahului erupsi mud volcano selama dua hari. Hipotesis bahwa fluida dan lumpur berasal dari strata yang berbeda. dan 3) lobang bor tanpa casing sedalam 1. 3) tidak ada laporan kick out selama dan segera sesudah gempabumi. Diperkirakan rekahan pangkal erupsi kemungkinan terjadi pada Formasi Kalibeng Atas dan mengalami propagasi dari kedalaman 1—2 km hingga ke permukaan.5 Mazzini dkk. Meski tidak menemukan bukti yang mengindikasikan hubungan langsung antara sistem gununglumpur Lusi dengan gugusan gunungapi di sebelah selatannya. Sebagai sanggahan terhadap makalah di atas. Pada bagian akhir makalah ini memperkirakan akan terjadi penurunan permukaan tanah (subsidence) di sekitar gununglumpur Lusi. Ketika mulai membahas stratigrafi dan batuan yang telah tertembus mata PERDEBATAN TENTANG PENYEBAB LUMPUR SIDOARJO 15 . maka terbitlah makalah yang berjudul Triggering and dynamic evolution of the LUSI mud volcano. (2007) meyajikan beberapa alasan pendukung bahwa erupsi Lusi mud volcano dipicu oleh aktivitas pemboran pada sumur eksplorasi BJP-1. Davies dkk. (2007) menyatakan beberapa alasan bahwa tidak mungkin gununglumpur Lusi dipicu oleh gempabumi Yogyakarta dua hari sebelumnya. (2007) membuka paparan dengan preposisi yang sangat teoritis berupa pemaparan posisi gununglumpur Lusi pada cekungan-sedimenter belakang busur (back-arc sedimentary basin) yang berdekatan dengan kompleks magmatik aktif di sebelah selatannya. menyebutkan bahwa gununglumpur Lusi merefleksikan kenampakan sistem letusan quasi-hydrothermal. yaitu. 2) aquifer yang melepaskan air pori dalam volume besar.

(2007) bahwa akan terjadi subsidence pada daerah itu menjadi kenyataan. (2007) kenyataan ini malah digunakan untuk memperkuat pendapatnya bahwa arah memanjang subsidence searah dengan orientasi patahan regional Watukosek yang keberadaannya ditunjang oleh beberapa fakta 1)singkapan di Watukosek. maka data yang ditampilkan di dalam Mazzini dkk. (2007) menyatakan bahwa mata bor pada sumur eksplorasi BJP-1 di kedalaman 2834 m sudah mencapai Formasi Kujung. karena model yang ditampilkan dalam makalah mereka bersandar pada asumsi bahwa Formasi Kujung sudah dicapai oleh mata bor sumur BJP-1. Terutama karena zona ini sudah terpengaruhi oleh proses transformasi smektit-illit. (2007) menyatat telah terjadi subsidence berbentuk elips dengan sumbu 7x4 km memanjang ke arah SW-NE. terdapat perbedaan yang sangat fundamental antara data yang disajikan oleh Mazzini dkk. 2)pembelokan arah Sungai Porong ketika berpotongan dengan Patahan. (2007) ini berbeda. 2009 . maka diketahui bahwa sebagian besar material semburan berasal dari interval kedalaman mulai kira-kira 1615 m sampai dengan kedalaman 1828 m. Bukti-buktinya antara lain. yang semuanya terdistribusi pada sepanjang patahan regional Watukosek. 2)kenyataan bahwa sepuluh menit setelah 16 DISASTRUM VOL.1 NO. Fluida yang kaya air berasal dari dehidrasi mineral lempung pada kedalaman 1109 m sampai dengan kedalaman 1828 m. (2007) dengan Davies dkk. Menurut Mazzini dkk. (2007). seperti Gunung Anyar. maka Mazzini dkk. Mazzini dkk.bor. Untuk menjawab sumber fluida yang oleh Davies dkk. Para penulis juga yakin bahwa patahan regional Watukosek telah mengalami reaktivasi dalam hubungannya dengan gempabumi Yogyakarta 2 hari sebelumnya. 3)patahan ini juga diduga telah memicu keberadaan beberapa mud volcano di region ini. yang mana hukumnya adalah:1 m3 smektit dapat menghasilkan sampai 0. biostratigrafi dan vitrinite reflectivity. Dengan demikian dapat dipastikan ini adalah coup de grace (tikaman yang mematikan) bagi Davies dkk. meski belakangan ada material yang berasal dari kedalaman melebihi 1871 m yang diperkirakan berasal dari proses fluidisasi ketika fluida kaya air naik dari bawah. Kalau Davies dkk. yang dibawa keluar oleh erupsi mud volcano dan hasil pemboran pada sumur eksplorasi BJP-1 sebelumnya. (2007) disebutkan berasal dari Formasi Kujung. Tetapi. Pulungan. (2007). apa yang diperkirakan Davies dkk. Setelah membandingkan jenis mineral lempung.1 TH. Tetapi tak dapat disanggah. rekaman logging dan cutting tidak menampakkan adanya bukti bahwa Formasi Kujung telah dicapai. Kalang Anyar dan Bangkalan. 1)rel kereta api yang meliuk dengan siginifikan ketika berpotongan dengan zona Patahan. (2007).35 m3 air selama dehidrasi. (2007) menampilkan teori dehidrasi. oleh Mazzini dkk.

terjadinya gempa 27 Mei tercatat terjadi partial loss pada fluida di sumur eksplorasi BJP-1, dan 3)berkurangnya jumlah produksi gas secara simultan di sumur Carat yang terletak dekat dengan sumur eksplorasi BJP-1. Jadi disimpulkan bahwa even seismik telah mempengaruhi regional plumbing system. Mazzini dkk. (2007) menyampaikan data bahwa mud volcano Purwodadi juga mengeluarkan lumpur panas setelah gempabumi Yogyakarta 27 Mei 2006. Dan selama Desember 2006 dan Januari 2007 situs erupsi baru yang mirip dengan Lusi juga lahir di Bojonegoro dan Serang. Gempabumi Yogyakarta 27 Mei 2006 telah memicu terbentuknya rekahan yang berasosiasi dengan patahan regional watukosek pada overpressured mud. Rekahan-rekahan ini menyebabkan fluida bisa naik. Aliran naik fluida menyebabkan terjadinya penurunan tekanan (depresurisasi) hingga cukup untuk mengeksolusi CO2 dari air pori. Depresurisasi dan eksolusi, selain menyebabkan terjadinya eskalasi pada aliran fluida vertikal, juga mampu memobilisasi mud. Ketika mencapai kedalaman dangkal, katakanlah 200 m, secara hidrostatis tekanan berkurang dan cairan mulai mendidih hingga menghasilkan letusan air bercampur mud. Ketiga hal ini, depresurisasi, eksolusi dan pendidihan secara hidrostatis, menjadi tenaga yang bisa bertahan lama bagi keberadaan mud volcano. Selain kedua makalah di atas, makalah ketiga yang terlibat perdebatan ini berjudul Did an Earthquake Trigger the May 2006 Eruption of the Lusi Mud Volcano? ditulis oleh Michael Manga, seorang geologist dari University of California, Berkeley.6 Argumen-argumen Manga dalam makalah ini didasarkan pada kenyataan bahwa erupsi sebuah gununglumpur merupakan salah satu respon hidrologi bawah permukaan terhadap gempabumi. Ada hubungan formulaik antara jarak dari permukaan yang runtuh (lokasi patahan) dengan pemanjangan dan pemendekan pada kerak bumi. Dalam kasus gununglumpur Lusi, melalui telaah terhadap hubungan antara jarak-sebuah-respon-hidrogeologi-dengan-epicenter-gempa dengan manitude-gempabumi, Manga menarik kesimpulan bahwa gempabumi Yogyakarta yang terjadi dua hari sebelum erupsi Lusi mud volcano tidak masuk dalam kategori menghasilkan respon hidrologi, berupa eruspi mud volcano. Dalam catatan Manga sebelumnya ada dua gempabumi (tahun 1976 dan 1998) yang lebih besar secara magnitude dan lebih dekat secara jarak ke lokasi Lusi mud volcano yang seakarang, tetapi tidak menyebabkan erupsi. Pada umumnya mud volcano tidak dipicu oleh gempabumi, tetapi oleh penyebab lain seperti kompresi tektonik, migrasi gas atau fluida, atau bahkan gelombang laut yang menyebabkan terjadinya liquefaction pada unconsolidated sediments. Makalah keempat berjudul “The East Java mud volcano (2006 to present):
PERDEBATAN TENTANG PENYEBAB LUMPUR SIDOARJO

17

An earthquake or drilling trigger?”, (Davies, dkk. 2008).7 Makalah keempat ini merupakan reaksi terhadap Mazzini dkk. (2007). Davies dkk. (2008) memetakan tiga faktor yang memicu terbentuknya Lusi mud volcano; 1) Gempabumi Yogyakarta pada tanggal 27 Mei 2006, 2) Aktivitas pemboran BJP-1 sejauh kurang lebih 200 m dari pusat semburan, dan 3) Kombinasi dari keduanya. Pada bagian awal segera makalah keempat ini mengeliminasi sendiri kemungkinan pertama dan dengan argumen-argumen yang terukur. Ada beberapa argumen kunci, pertama, dengan membandingkan beberapa mud volcano yang dipicu oleh gempabumi, maka dinyatakan bahwa gempabumi Yogyakarta tanggal 27 Mei 2006 terlalu kecil secara magnitude dan terlalu jauh secara jarak untuk memicu terjadinya letusan. Ada beberapa gempabumi yang lebih besar dan lebih dekat sebelumnya yang tidak memicu erupsi. Kedua, perubahan pada tekanan pori karena perubahan static stress akibat gempabumi dinilai tidak cukup untuk memicu erupsi mud volcano. Ketiga, dengan melakukan pembandingan gempabumi yang terjadi sejak tahun 1973—2007, tercatat sepuluh gempabumi sebelum gempabumi Yogyakarta pada tanggal 27 Mei 2006 yang seharusnya lebih layak menjadi pemicu Lusi mud volcano, karena kesepuluh gempabumi tersebut menghasilkan “ground motion” yang lebih besar. Contoh utama goncangan paling kuat yang sampai di lokasi Lusi yang sekarang adalah akibat gempabumi pada tanggal 14 Mei 1992 yang terjadi dengan jarak kurang dari 50 km dari pusat semburan Lusi. Keempat, Tidak ada bukti yang menunjang terhadap konsep yang menyatakan bahwa telah terjadi goncangan berulang yang mengakibatkan perubahan bawah permukaan menuju ke critical state. Dan, terakhir, amplitudo dynamic stress yang disebabkan oleh gempabumi Yogyakarta tidaklah signifikan. Tentang reaktivasi patahan regional watukosek, Davies dkk. (2008) berpendapat bahwa kehadiran patahan tersebut, meski didukung oleh foto satelit, tidaklah konklusif. Lagi pula data seismik menunjukkan bahwa ada beberapa patahan di sekitar sumur, dengan tanpa bukti bahwa ada satu patahan secara jelas telah berpotongan dengan BJP-1. Dengan perhitungan perubahan coulomb stress, Davies dkk. (2008) menunjukkan bahwa gempabumi Yogyakarta menghasilkan besaran yang tak berarti untuk mengaktifkan kembali left-lateral fault. Bahkan rel kereta yang meliuk, yang oleh Mazzini dkk. (2007) dinyatakan sebagai bukti bahwa patahan regional watukosek telah mengalami reaktivasi, oleh Davies dkk. (2008) dinyatakan terjadi setelah beberapa bulan sejak erupsi, bukan pada saat gempabumi Yogyakarta pada 27 Mei 2006. Lebih detil Davies dkk. (2008) membahas tentang aktivitas pemboran pada sumur eksplorasi BJP-1. Tampaknya dalam makalah ini telah dicapai kesepakatan
18
DISASTRUM VOL.1 NO.1 TH. 2009

bahwa Formasi Kujung tidak dicapai oleh sumur eksplorasi BJP-1. Data penting yang dihadirkan oleh makalah ini adalah peristiwa kunci dalam pemboran sumur eksplorasi BJP-1 sejak 6 Mei 2006 (sejak casing 33.97 cm terpasang) sampai dengan 3 Juni 2006. Data dikompilasi dari rekaman wellsite, Lapindo Brantas Inc. Operator BJP-1 dan Tim Investigasi Independen Indonesia. Faktor ketiga, kombinasi antara gempabumi Yogyakata 27 Mei dengan aktivitas pemboran di sumur eksplorasi BJP-1, segera pula dieliminasi oleh Davies dkk. (2008). Ada dua kemungkinan cara gempabumi Yogyakarta memicu letusan Lusi, pertama, gempabumi memperlemah batuan pada sekeliling lubang bor dan, kedua, gempabumi sedikit menaikkan tekanan fluida dalam lubang. Untuk menyanggah cara pertama; dari rekaman pemboran terlihat bahwa tidak ada sesuatu yang istimewa terjadi dalam lubang bor selama gempabumi. Enam jam setelah gempabumi terjadi sebuah mud losses yang signifikan, tetapi lebih masuk akal bahwa mud losses ini disebabkan karena masuk ke dalam rekahan atau batuan berongga seperti Formasi Kujung akibat aktivitas pemboran itu sendiri, atau karena berat mud yang teralu besar. Dan mud losses tersebut bisa diatasi. Untuk menyanggah cara kedua; berdasarkan hasil kalkulasi diketahui bahwa dynamic stress akibat gempabumi dapat meningkatkan tekanan pori sebesar 22 kPa, dan nilai ini masih bisa ditolerir, karena kebiasaan umum dalam pemboran adalah tekanan total mud lebih besar sebanyak 1.38 MPa dibandingkan dengan tekanan pori pada saat pencabutan mata bor. Dengan demikian satu-satunya faktor bagi Davies dkk. (2008) yang merupakan pemicu terjadinya letusan Lusi mud volcano adalah aktivitas pemboran pada sumur eksplorasi BJP-1. Secara singkatnya, telah terjadi subsurface blowout. Momen kunci adalah pada tanggal 27 sampai 28 Mei 2006. Pasca terjadinya total loss of mud return, diputuskan untuk mengangkat mata bor dan pipa. Pencabutan mata bor dan pipa-pipa telah menyebabkan berkurangnya tekanan dalam sumur sehingga memungkinkan fluida dan gas formasi masuk ke dalam sumur dan naik ke permukaan. Metode normal ketika berhadapan dengan kasus seperti ini adalah menghentikan naiknya material dari dalam sumur dengan cara menutup blowout preventors (shut the well in). Segera setelahnya, tekanan dalam lubang membesar secara dramatis. Melalui monitoring yang dilakukan tercatat misalnya, tekanan dalam annulus naik dari 1.27 MPa menjadi 7.27 MPa. Tekanan yang sangat besar di dalam lubang diperkirakan telah menyebabkan terjadinya rekahan pada bagian lubang yang tidak di-casing (di bawah kedalaman 1091 m), dan kemudian rekahan terpropagasi hingga sampai ke permukaan. Dugaan ini diperkuat fakta bahwa pencabutan mata bor sempat stuck pada kedalaman 1293 m. Pada kedalaman sekitar itulah diperkirakan rekahan terbentuk. Sebuah rekahan, yang
PERDEBATAN TENTANG PENYEBAB LUMPUR SIDOARJO

19

yaitu pada perpotongan dengan patahan watukosek. 6) Lusi berada pada zona patahan watukosek yang pada sepanjang jalur patahan ditemukan juga mud volcano tidur (dormant) yang lain. and Asnidar.. Pulungan. 2)total loss terjadi setelah beberapa aftershock. 4) beberapa erupsi lumpur panas dan air asin paralel dengan arah memanjang struktur patahan utama di area ini. Makalah kelima berjudul Mud Diapirs and Mud Volcanoes in Depression of Java to Madura: Origins. Tentang hal terakhir ini. 8) penurunan produksi gas di sumur Carat yang terletak dekat Lusi kira-kira bersamaan dengan terjadinya gempabumi. dan energinya memengaruhi rekaman seismik yang kebetulan sedang disurvey di sana. 3) mud tererupsikan dua hari setelah gempabumi.8 Satyana dan Asnidar menyajikan 15 poin yang mengindikasikan bahwa gempabumi Yogyakarta pada tanggal 27 Mei 2006 berperan signifikan sebagai pemicu terjadinya Lusi mud volcano: 1) terjadi partial loss pada sumur eksplorasi BJP-1 sepuluh menit setelah gempabumi. maka kelompok yang beranggapan bahwa Lusi mud volcano dipicu oleh aktivitas pemboran di sumur 20 DISASTRUM VOL.000 kaki. 10) 34 detik setelah getaran utama. Natures. and Implications to Petroleum System. 7) Terbentuknya rekahan sepanjang ratusan meter di sekitar sumur beberapa hari setelah erupsi. baik pada kedalaman berapa terjadinya rekahan. Menjawab serangan terhadap publikasi sebelumnya. Karenanya. seperti yang direncanakan sebelum pemboran. mengindikasikan keberadaan patahan atau rekahan pada basement dan. yaitu Kalang Anyar. 9)tiga hari setelah gempabumi. Davies (2008) masih sependapat dengan Davies (2007). apabila mau memprediksi durasi erupsi Lusi mud volcano.H. 2009 . maka menghitung volume aquifer Formasi Kujung sangat masuk akal. (2008) mengakui tidak bisa menyatakan secara pasti.1 NO. Hal ini mengkonfirmasi bahwa patahan watukosek telah direaktivasi oleh aktivitas seismik. 2008). A. 14) data isotop deuterium menunjukkan bahwa air yang dikeluarkan Lusi mengandung fluida magmatis dari kedalaman lebih dari 20.1 TH. Gunung Anyar dan Socah. Davies dkk. gunung Semeru tereaktivasi. 12) data satelit regional memperlihatkan kehadiran patahan mayor dan rekahan dari Yogyakarta sampai Sidoarjo. 5)erupsi lumpur tidak pernah keluar dari sumur BJP-1. gempabumi Yogyakarta terekam di perairan Ujung Pangkah. Sebagai penutup. 11) propagasi energi gempabumi Yogyakarta cenderung ke arah timur dan timur laut. (Satyana. 15) peliukan tiba-tiba pada rel kereta api yang terjadi setelah 27 Mei berada dan bending pada Sungai Porong berada pada satu kelurusan. 13) adanya korelasi positif antara laju erupsi mud volcano dengan gempabumi-gempabumi yang terjadi pada jarak 300 km dari Lusi.tentu saja tidak akan terjadi andaikata casing dalam sumur eksplorasi BJP-1 dipasang lebih dalam. maupun sumber gas dan cairan yang keluar.

Untuk ini. Dalam melakukan investigasi ini. rekahan di sekitar BJP-1 dengan skala lebar puluhan sentimeter dan panjang ratusan meter dengan arah yang identik NE-SW. dkk. Penampang seisimik yang direkam pada tahun 1980-an memotong lokasi Lusi yang sekarang memperlihatkan keberadaan kompleks piercement structure bawah permukaan. PERDEBATAN TENTANG PENYEBAB LUMPUR SIDOARJO 21 .9 Makalah ini beranggapan bahwa patahan watukosek tidak mengalami reaktivasi pada saat terjadinya gempabumi Yogyakarta 27 Mei 2006. 1) pergerakan patahan watukosek jelas terjadi setelah bulan Juni 2006. 2)Percobaan analogi di laboratorium. Dari hasil penelitian di lapangan maka didapatkan data pendukung eksistensi patahan watukosek yang memanjang SW-NE.BJP-1 menampilkan makalah berikutnya dengan judul Subsidence and uplift of Sidoarjo (East Java) due to the eruption of the Lusi mud volcano (2006-present). mengetahui tekanan kritis butiran batuan untuk mengalami fluidisasi (critical fluidization pressure). pada awal tahun 2009 kubu gempa mempublikasikan makalah yang berjudul Strike-slip faulting as a trigger mechanism for overpressure release by piercement structures.Z. 2008). Indonesia. orientasi beberapa crater yang terbentuk pada tahap awal letusan Lusi mud volcano (seakarang sudah tertutup lumpur) juga memanjang searah dengan arah memanjangnya patahan. dia punya dua argumen. Setelah mengendap cukup lama. penelitian lapangan di sekitar area Lusi mud volcano.. Metode terakhir. Bukti-bukti lain tentang eksistensi patahan ditemukan sangat banyak. escarpment watukosek. oleh Mazzini dkk. misalnya. dan 2) liukan pada rel kereta api yang menjadi indikasi patahan Watukosek menunjukkan pergerakan dextral (menganan). para penulis mengambil tiga metode pendekatan. 3)model matematis. sepanjang patahan Watukosek dan sampai ke Pulau Madura dilakukan sebanyak tiga periode yaitu pada tahun 2006. dan lain-lain.10 Secara garis besar Mazzini dkk. dan pengamatan di permukaan terhadap fluidisasi dan pembentukan piercement structure. percobaan di laboratorium berupa simulasi tekanan yang bertujuan untuk mempelajari hubungan antara tekanan yang terjadi selama pergerakan strikeslip fault. 1)penelitian lapangan. Zona patahan bahkan menerus sampai ke Pulau Madura yang diketahui melalui ekspresi permukaan berupa gununglumpur Sening dan Bugag. yang merupakan tindak lanjut dari percobaan analogi di laboratorium untuk mengetahui hubungan antara critical fluidization pressure dan deformasi tektonik (tectonic deformation). Implication for the Lusi mud volcano. 2007 dan 2008. (2009) menginvestigasi mekanisme yang bertanggungjawab terhadap pembentukan piercement structures seperti kompleks vent hidrotermal dan mud volcano pada cekungan sedimentasi dan peranan strikeslip fault sebagai mekanisme pemicu terjadinya fluidisasi. (Abidin H.

rekahan terpropagasi menembus tudung hingga sampai di permukaan. tetapi pada semua mud volcano yang berasosiasi dengan strike-slip fault. Sedangkan pemicu adalah tahapan final yang mendahului letusan. 2)keberadaan zona penunjaman di sebelah selatan sebagai zona yang sangat dinamis secara tektonik. maka terjadilah fluidisasi dalam skala besar-besaran. Untuk kasus Lusi mud volcano maka ada beberapa penyebab yang dicatat oleh makalah ini. Dalam kasus Lusi mud volcano. 3)perlapisan sedimen kaya organik yang merupakan sekuen yang sempurna bagi kehadiran hidrokarbon dan ditutupi oleh tudung yang bagus berupa batuan volkaniklastik. pada kasus Lusi mud volcano telah terjadi pada kedalaman 1100 m. shearing sebesar sekira 1 cm telah cukup untuk memicu terjadinya fluidisasi pada sepanjang shear zone. Lebih lanjut. dengan kecepatan yang terlalu cepat untuk diikuti dengan mata telanjang.Percobaan analogi di laboratorium yang dilakukan dalam tiga seri memberikan hasil yang menerus (comparable). Ketika kondisi ini tercapai. yang pada kondisi di cekungan sedimentasi normal terjadi pada kedalaman 2. yaitu penyebab (cause) dan pemicu (trigger). dan 5)illitisasi mineral lempung.5-5 km. Fluidisasi sendiri dimulai ketika material butiran berubah dari bentuk solid-like menjadi bentuk fluid-like. Tentang pemicu. Fluidisasi terjadi secara simultan sesuai dengan shearing yang terjadi. a)adanya asosiasi geometris antara shearing dan piercement sturctures. Penyebab merepresentasikan even-even geologi yang terjadi. secara umum mud volcano terjadi ketika kondisi overpressure pada suatu kedalaman cukup untuk menembus lapisan di atasnya. 2009 . Ketika besaran ini tercapai beriringan dengan pembentukan fluida. fakta lain yang mendukung bahwa gempabumi 22 DISASTRUM VOL.1 NO.1 TH. setting geologi dan kondisi eksternal. Pemodelan matematis ini bukan hanya berlaku untuk kasus Lusi mud volcano. diantaranya. 1)secara keseluruhan cekungan memperlihatkan karakter pengendapan yang cepat. pemodelan matematis dilakukan untuk mempelajari efek pergerakan sebuah strike-slip fault berskala regional seperti patahan watukosek. 4)jarak yang dekat dengan komplek vulkanik Arjuno-Weilarang membentuk zona yang secara umum memiliki gradient geothermal yang tinggi. dan b)kehadiran tekanan dan tegangan mendukung terjadinya fluidisasi bagi batuan yang overpressured di bawah permukaan dan letusan pada sepanjang shear zone. Tingginya gradient geothermal menyebabkan terjadinya transformasi mineral dan geokimia yang biasanya terjadi pada kedalaman besar. Reaksi mineralogis ini menghasilkan fluida dalam volume yang substansial. Makalah ini juga memetakan beberapa momen geologi dalam hubungannya dengan Lusi mud volcano. Ada dua terma yang dipakai oleh para penulis. Percobaan analogi dan pemodelan matematis menghasilkan beberapa kesimpulan.

karena blowout preventor dalam keadaan terbuka. dengan berdasarkan data pemboran seperti laporan harian aktivitas pemboran di BJP-1. (2009) menyimpulkan bahwa zona patahan dan piercement sturucture telah ada pada posisinya sebelum erupsi Lusi mud volcano. Siginifikansi sumur eksplorasi BJP-1 dalam erupsi Lusi mud volcano masih merupakan debat yang berjalan.12 Pada intinya makalah terakhir ini. (Sawolo. maka letusan Lusi tidak dapat dihentikan dan bisa jadi akan kontinu sampai beberapa dekade. maka hal yang paling memungkinkan sebagai pemicu letusan Lusi mud volcano adalah reaktivasi sistem sesar watukosek. Tentang hal terakhir makalah ini memberikan penekanan mengenai asumsi yang berkembang di kalangan masyarakat luas bahwa Lusi mud volcano dipicu oleh underground blowout yang terjadi di sumur BJP-1. laju material erupsi yang dihasilkan dan perdebatan yang masih berjalan seputar mekanisme pemicu. Kedua. setelah data lapangan dan analisis tekanan pada sumur BJP-1 diintegrasikan dan dianalisis.P. pertama. selain reaktivasi patahan watukosek. tekanan fluida dalam sumur terlalu kecil untuk merekahkan dinding. mengambil kesimpulan bahwa Lusi mud volcano bukan disebabkan oleh aktivitas pemboran pada sumur eksplorasi gas BJP-1. Terakhir satu makalah lagi dari pihak yang pro gempabumi berjudul The LUSI Mud Volcano Triggering Controversy: Wa it Caused by Drilling? (Article in Press). meliputi lokasi Lusi dan posisinya terhadap sumur BJP-1. Karena itu. Indonesia (Article in Press). tidak ada tekanan yang menerus dalam sumur yang mempropagasikan rekahan hingga mencapai permukaan. Fakta lapangan menunjukkan bahwa strike-slip fault watukosek telah mengalami reaktivasi setelah gempabumi Yogyakarta pada tanggal 27 Mei 2006. kalau ini yang terjadi. dkk. pada jarak sekira 200 m dari sumur. Satu makalah berjudul Modeling study of growth and potential geohazard for LUSI mud volcano: East Java.Yogyakarat 27 Mei 2006 telah mempengaruhi sistem venting di Pulau Jawa.11 Makalah ini dibuka dengan kondisi aktual Lusi pada saat makalah itu ditulis (Agustus 2008). maka erupsi Lusi mud volcano tidak berhubungan dengan sumur BJP-1. diketahui bahwa gunung Merapi dan Semeru juga memperlihatkan aktivitas yang meningkat. 2009).. Akan tetapi belakangan. akan tetapi agak susah untuk menyatakan bahwa BJP-1 mampu untuk mempengaruhi plumbing system pada skala regional. Alasan kunci yang ditampilkan yang menunjang pendapat di atas adalah. laporan harian geologi dan laporan harian mud loggers.000 m3 hari-1. N. Ketiga. Pada akhirnya Mazzini dkk.. 2009). (Istadi. dkk. PERDEBATAN TENTANG PENYEBAB LUMPUR SIDOARJO 23 . sumur dalam keadaan total terbuka pada saat terjadinya letusan Lusi dengan debit 50. B. juga berada di pihak yang pro gempabumi.

29 May 2006.CATATAN AKHIR 1. Planke.. Davies.1 TH.. 1130/GSAT017202A..wordpress. p.epsl.029. 627— 638. p. 5.A.. R. Podladchikov. H. H.1016/ j. 13.. Proceedings Indonesian Petroleum Association (IPA).2007.1007/s00254-008-1363-4. 8.03.. natures. 32nd annu. 10. and Asnidar.. 2007. (Article in Press).. edisi 14 Maret 2009. No. R..R. Surat Kabar Harian (SKH) KOMPAS. EOS Vol 88. Evans. 2008.2009.J. A.com/page/2/. Implications for the Lusi mud volcano Indonesia. Tentang hal ini dapat dibaca dalam sebuah tulisan oleh Satyana. Brumm... Swabrick. Mud diapirs and mud volcanoes in depressions of Java to madura: origins. A.. DOI: 10. 2. 3. DOI: 10. M. 2009. H. 2008. Mazzini. A. A. Did an Earthquake Trigger the May 2006 Eruption of the Lusi Mud Volcano?. R.1. 2009. DOI: 10. Svensen. Triggering and dynamic evolution of the LUSI mud volcano. p. Subsidence and uplift of Sidoarjo (East Java) due to the eruption of the Lusi mud volcano (2006—present). pada tanggal 30 Oktober 2008.epsl. Planke.. 2008. v. M. S. M.07.. Manga. J. Nermoen. Davies.001. Satyana. Andreas. 2009 . SKH KOMPAS. Indonesia...1016/j. v. Earth and Planetary Science Letters.1016/j. Malthe-Sÿrenssen. DOI: 10.. T.. Laporan yang lain tentang pertemuan ini dari perspektif yang lebih mengapresiasi hasil voting pada Konferensi AAPG di Cape Town itu dapat dilihat pada blog yang sama. S. 9. H. 57.. p. Lapindo Baru Bisa Maju. 7. —. Krotkiewski. 2007.J.375—388. The East Java mud volcano (2006 to present): An earthquake or drilling trigger?. Strike-slip faulting as a trigger mechanism for overpressure release by piercement structure. Earth and Planetary Science Letters..05. IPA08-G-139.. Davies.. Manga. 2.001. v. Laporan Perdebatan Asal Lusi di AAPG Capetown. A. 24 DISASTRUM VOL.marpetgeo. 2007.4—9. Tingay. 2008. GSA TODAY. Abidin.1 NO. 261. 272. 18. J. and implication to petroleum system. Svensen.E. dimuat di http:// hotmudflow. Environ Geol. 833—844. R. v: 17. 201.. DOI: doi:10. H. Conv. R.Z.H. Marine and Petroleum Geology. Y. 2008. p. R. M. Rubiandini. 2007. Mads. 4. Kusuma. hlm. Mazzini. edisi 31 Oktober 2008. ditulis oleh Rubiandini. hlm.E. Deguchi..2008. Keterangan Ahli Sama. M. 6. Birth of a mud volcano: East Java. Geolog Dunia Yakin Lumpur Tak Dipicu Gempa.. Swarbrick... DOI: 10. —.1029/ 2007EO180009. M.&exhib.H. A..

Sutriono. DOI: 10..2009.marpetgeo.002.1016/j. G... 2009. P.006. S.. The LUSI Mud Volcano Controversy: Was it Caused by Drilling? (Article in Press). Modeling study of growth and potential geohazard for LUSI mud volcano: East Java.04..2009. and Darmoyo. B.03. Istadi.H. N. 2009.P. Indonesia (Article in Press). B. Marine and Petroleum Geology. Sawolo.marpetgeo. A. Pramono.11.P. Istadi. DOI: 10.. Alam. 12.1016/j. E. Sumintadireja. PERDEBATAN TENTANG PENYEBAB LUMPUR SIDOARJO 25 . Marine and Petroleum Geology.

.

Jatirejo. Di dalam Perpres No. kebijakan ini tak berlaku lama karena tak lama berselang kebijakan ini otomatis berubah dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) No. Pemerintah sendiri.1 TH. Anehnya. pun juga memampetkan saluran irigasi yang berada di sebelah barat tanggul. 2009. Desa Siring. Lapindo Brantas Inc. PP. Kedung Bendo. Kebijakan pertama yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait kasus ini adalah Keputusan Presiden (Keppres) No. 14 tahun 2007 tersebut juga diatur mekanisme penyelesaian nasib hak-hak korban lumpur Lapindo. (PT.1 NO. melumpuhkan saluran irigasi untuk sawah dan tambak. barulah pemerintah menetapkan kasus ini menjadi urusan nasional. 13 tahun 2006 tentang pembentukan Tim Nasional Penanggulangan Lumpur di Sidoarjo (Timnas PLS) pada Bulan September 2006.Menggapai Mimpi yang Terus Tertunda: Menelusuri Proses “Ganti Rugi” Terhadap Korban Lumpur Lapindo Paring Waluyo Utomo Tiga tahun semburan lumpur Lapindo telah berlangsung. baru setelah empat bulan sejak kejadian. LBI)—pemilik sumur eksplorasi gas Banjar Panji-1—untuk membiayai segalanya. semburan lumpur Lapindo terus meluas. dan Renokenongo adalah kawasan yang paling parah karena hampir semua bagian keempat Desa tersebut telah tenggelam oleh lumpur Lapindo. berupa upaya penghentian sembuaran lumpur. pemerintah mengkerangkai alur penyelesaiannnya dengan sistem DISASTRUM VOL. Anehnya. 13 tahun 2006 memerintahkan kepada PT. di dalam penyelesaian hak-hak korban lumpur Lapindo. 14 tahun 2007 tentang Badan Penanggulanagn Lumpur Sidoarjo (BPLS). Artinya. Enam belas desa dari tiga kecamatan (Kecamatan Porong. Keppres No. sejak semburan lumpur yang pertama pada tanggal 29 Mei 2006 hingga kini tidak membuat kebijakan yang secara operasional menjamin hak-hak ekosob korban lumpur Lapindo. operasional Timnas PLS. Tanggulangin dan Jabon) telah mengalami kerusakan lingkungan yang sangat parah. Dari hari ke hari. hingga biaya-biaya kerusakan lingkungan yang terjadi. 27-45 27 .

Perintah kepada PT. menggambarkan area yang terkena dampak . Tabel 1.Pembentukan Badan tidak sepenuhnya Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS). 2009 . hak korban lumpur 13 tahun 2006 Lapindo. . 13 tahun 2006 Perpres No.Mengatur mekanisme lumpur Lapindo penyelesaian nasib hak.Sampai Bulan April SBY meminta PT. MLJ menawarkan skema pembayaran 80 % dalam format lain dengan dalih pembayaran tetap bertentangan dengan UUPA. Keppres ini dikeluarkan 4 bulan setelah semburan yang pertama Kebijakan/ reaksi Keppres No. LBI “membeli tanah korban lumpur Lapindo yang berada dalam kawasan peta terdampak”. Petunjuk pelaksanaan penyelesaian jual beli antara PT.1 TH. LBI dan korban lumpur Lapindo PT.Presiden SBY hanya ingin 20 %. LBI 2009. masih terdapat menyediakan dana 100 sekitar 360-an berkas milyar rupiah per yang belum terbayar minggu untuk cadangan uang muka 20 %.Konsep area terdampak . 14 tahun 2007 April 2007 . 14 tahun 2007 disebutkan bahwa PT.Pembentukan Tim Nasional Penanggulangan Lumpur di Sidoarjo (Timnas PLS) . LBI untuk membiayai segalanya Kelemahan/ Komentar Respon pemerintah sangat lambat. Produk hukum dan reaksi pemerintah pusat dan daerah sehubungan dengan peristiwa lumpur Lapindo Waktu dikeluarkan September 2006 Substansi . menampilkan citra yang bagus.Menganulir Keppres No. Dalam Pasal 15 Perpres No.1 NO. Mengenai kebijakan yang sudah dikeluarkan dan diambil oleh pemerintah yang disebutkan dalam tulisan ini sehubungan dengan peristiwa lumpur Lapindo tersaji pada Tabel 1. secara substansial kasus ini tak juga selesai.jual beli. pembayaran uang muka . Presiden SBY berkantor di Juanda Juli 2007 Surat BPN Pusat kepada BPN Kabupaten Sidoarjo Maret 2008 28 DISASTRUM VOL.

luasan daerah yang mengalami kerusakan melebih area dalam peta terdampak yang ditetapkan oleh pemerintah. Konsep peta area terdampak yang dirumuskan oleh pemerintah sejatinya hanya memberikan tanggungjawab terbatas kepada PT. Pamotan. dan Ketapang) Kebijakan/ reaksi SK Gubernur Jawa Timur Nomor 188/158/KP TS/013/ Perpres No. Jatirejo Barat. LBI. Secara nalar. LBI untuk membeli tanah korban lumpur Lapindo yang berada di wilayah peta area terdampak. Aturan ini memang lucu—untuk tidak menyebutnya hanya sebagai kongkalingkon antara pemerintah dengan PT. diakui atau tidak. dan Ketapang) Bagaimana dengan Desadesa yang lain? (Siring Barat. Plumbon Gempolsari. Namun konsep peta terdampak yang ditetapkan oleh pemerintah melalui lampiran Perpres No. Pajarakan dan Kedung Cangkring) masuk wilayah peta area terdampak. Glagah Harum. (lanjutan) Waktu dikeluarkan Mei 2008 Substansi Membentuk tim survei yang berasal dari Institute Teknologi Sepuluh Nopermber. Gedang. Mindi. Mindi. Gedang. Secara faktual. Juli 2008 Tiga desa (Besuki bagian barat. Perpres No. Jika dikaji secara redaksional. Plumbon Gempolsari. Pamotan. pemerintah mengakui bahwa pemicu luapan lumpur Lapindo berasal dari kesalahan prosedur pengeboran dari sumur eksplorasi gas Banjar Panji-1. 14 tahun 2007 menunjukkan secara tersurat bahwa PT. semestinya pemerintah tidak akan melibatkan perusahaan milik Grup Bakrie tersebut. Secara sederhana logika di balik peraturan ini dapat dibaca secara terbalik: kalau memang pemerintah tidak mengakui kasus ini sebagai kesalahan PT. 14 tahun 2007 tidak sepenuhnya menggambarkan luas area yang terkena dampak luapan lumpur Lapindo.Tabel 1. LBI. LBI ikut 29 MENGGAPAI MIMPI YANG TERUS TERTUNDA . 48 tahun 2008. Glagah Harum. karena kerusakan lingkungan yang terjadi diluar peta area terdampak menjadi tanggungjawab pemerintah (baca: negara). kawasan peta terdampak mengindikasikan adanya gambaran suatu wilayah yang terkena dampak lumpur Lapindo. Surabaya (ITS) Kelemahan/ Komentar Ada banyak Desa yang mengalami dampak negatif lumpur Lapindo (Desa Siring Barat. LBI. Jatirejo Barat. “Pengakuan pemerintah” tersebut tampak dari diwajibkannya PT.

diajukan ke pengadilan oleh Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) dengan pemerintah dan PT. Dengan menuntut tanah 30 hektar. LBI sebagai pihak tergugat. Dalam situasi problematis dan didera kesulitan hidup yang semakin parah. Keganjilan itu tertuang dalam bagian penyelesaian hak-hak korban lumpur Lapindo. 2009 . Perpres No. Akan tetapi. mereka merasa uang muka sebesar 20 % kurang untuk dapat menata hidup dengan lebih baik. Selain itu. 14 tahun 2007 terus dijalankan. bukan jual beli. Namun Gugatan ini dikalahkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pagar Rekontrak melakukan perlawanan dengan menolak pemberian uang kontrak rumah yang diberikan oleh PT. warga berharap dapat hidup dan berkumpul 30 DISASTRUM VOL. Apalagi pembayaran 80 % sisanya dilakukan 23 bulan berikutnya sejak uang kontrak diberikan. Ada yang ganjil dalam bentuk “pertanggungjawaban” PT. ada juga sekelompok korban lumpur Lapindo yang tinggal di pengungsian Pasar Baru Porong dan beberapa individu tak terorganisir yang menolak skema pembayaran yang tertuang di dalam Perpres No. LBI dengan warga korban lumpur Lapindo (lihat. mayoritas korban lumpur Lapindo yang berada dalam kawasan peta area terdampak menerima penyelesaian dengan skema Perpres No. 5 tahun 1960. Secara normatif. Gugatan perbuatan melawan hukum (atas pengrusakan lingkungan) yang dilakukan PT. Tak peduli ada UUPA.1 NO. dengan menerima uang kontrak itu mereka akan hidup tercerai berai di pelbagai tempat. di pihak korban sendiri juga tidak ada pilihan yang menguntungkan nasibnya. begitulah sikap pemerintah dan PT. Namun anjing menggonggong kafilah berlalu. LBI. LBI ini. 14 tahun 2007. Selain itu.“bertanggungjawab” dengan cara membeli tanah korban lumpur Lapindo. maka konsolidasi kekuatan untuk melakukan perjuangan bersama akan semakin sulit. pasal 15. jual beli tanah dengan suatu perseroan seperti PT. LBI jelas bertentangan dengan Undang Undang Pokok Agraria (UUPA) No. Perpres No. Nasib serupa dialami oleh Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang melakukan gugatan perbuatan melawan hukum atas Hak Ekosob korban lumpur Lapindo di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Pikiran waras semestinya menempatkan status hubungan korban lumpur Lapindo dengan PT.1 TH. Alasannya. dimana dinyatakan akan dilakukan dengan sistem jual beli antara PT. Sementara itu. pihak PT. ayat 1). Para pengungsi yang tinggal di Pasar Baru Porong ini membentuk wadah Paguyuban Rakyat Renokenongo Menolak Kontrak (Pagar Rekontrak). tidak bertahap dengan sistem 20 % dan 80 %. LBI kala itu. 14 tahun 2007. Pagar Rekontrak menuntut pembayaran jual beli dilakukan secara tunai. LBI juga dituntut untuk memberikan tanah seluas 30 hektar sebagai bentuk ganti rugi immateriil. LBI dalam konteks ganti rugi. 14 tahun 2007 tersebut. Dengan tercerai berai ini. LBI.

Lebih jauh. pihak PT.A. pada tanggal 2 Mei 2007.kembali. MLJ menuntut bukti kepemilikan tidak hanya cukup pengesahan dari BPLS. warga yang setuju dengan Perpres No. MLJ menyatakan agar warga taat pada mekanisme penyelesaian yang tertuang dalam Perpres No. para menteri yang menjadi petinggi BPLS. Untuk mengantisipasi hal ini pemalsuan kepemilikan aset tersebut maka pendataan segera dilakukan. LBI dapat melakukan pembayaran kepada warga. bangunan warga juga harus ada bukti ijin mendirikan bangunan (IMB)-nya. dari FISIP Unair. Untuk memperbaiki citra perusahaannya. Teridentifikasi sebanyak 12. PT. akademisi sekaliber Hariadi. Belakangan. Pengesahan ini sebagai bentuk jaminan hukum agar PT. Sementara itu. MLJ)—sebuah perusahaan yang didirikan oleh PT.886 pemilik berkas aset tinggal dalam kawasan peta area terdampak.. LBI waktu itu memang masuk akal juga. orang luar mengaku punya aset di kawasan peta area terdampak. maka Pagar Rekontrak memberikan kuasa kepada YLBHI untuk melakukan uji materiil terhadap Perpres No. 14 tahun 2007 ke Mahkamah Agung (MA). padahal seseorang tersebut berbohong. Berulangkali para petinggi PT. PT Minarak Lapindo Jaya (PT. Atas latar belakang situasi seperti ini. gugatan uji materiil ini juga ditolak oleh MA. LBI untuk mengurusi pembayaran aset korban lumpur Lapindo— tampaknya tidak begitu menggubris. kami sudah menjadi korban. 14 tahun 2007. Proses sumpah kepada warga ini dilakukan oleh Emha Ainun Najib dan Departemen Agama. Memang alasan PT. tidak tercerai. dan Martono dari Ubaya menjadi arsitek Buletin Solusi. 14 tahun 2007 ini. Akan tetapi PT. Bisa saja. “Kami tidak mau membayar aset seseorang yang tidak jelas bukti kepemilikannya.berai seperti seakarang yang menimbulkan beban hidup yang semakin berat. Meskipun telah dijamin oleh Perpres No. MLJ cukup royal beriklan di media massa tentang program penanganan lumpur Lapindo serta dampakdampak sosialnya. MLJ kemudian membuat media sendiri dengan cara mengakuisisi kepemilikan Harian Surabaya Post dan membuat Buletin Solusi. bersama perwakilan korban lumpur Lapindo dan PT. kenapa MENGGAPAI MIMPI YANG TERUS TERTUNDA 31 . 14 tahun 2007 belum juga medapatkan realisasi yang nyata. Bahkan tidak selesai sampai di situ. LBI.” begitulah alasan PT. LBI membuat kesepakatan bersama yang menyatakan bahwa tanah-tanah warga yang tidak bersertifikat akan mendapatkan pengesahan dari pemerintah. Karena mayoritas warga tak dapat memenuhi syarat ini. PT. 14 tahun 2007. Kabupaten Sidoarjo. Walau muncul gerakan penolakan terhadap Perpres No. “Kami bukan maling. Tak tanggung-tanggung. LBI masih belum segera melakukan pembayaran uang muka 20 % dalam proses jual beli tersebut. maka ada gagasan untuk menyumpah warga. M. yang pengelolaanya digawangi langsung oleh para “selebriti kampus” di Surabaya.

penyelesaian pembayaran uang muka 20 % sesegera mungkin. Pemotongan dilakukan secara sepihak oleh PT. Mayoritas luasan tanah atau bangunan warga mengalami pemotongan. sekitar 300-an warga korban lumpur Lapindo hampir setengah bulan melakukan aksi di Jakarta. Melalui kesempatan itu dicapai kata sepakat bahwa pembayaran uang muka 20 % akan segera diselesaikan. dan tidak akan diproses lebih lanjut sebelum ada kesepakatan mengenai besaran potongan tersebut. LBI menyediakan dana 100 milyar rupiah per minggu untuk cadangan pembayaran uang muka 20 %. pembayaran uang muka 20 32 DISASTRUM VOL. warga tetap saja taat untuk menjalani sumpah dengan kepentingan agar sesegera mungkin mendapatkan uang untuk menata kembali kehidupan mereka yang porak poranda. MLJ menyatakan berkas warga yang tidak mau dipotong tersebut sebagai berkas yang bermasalah. Begitu berkas masuk ke PT. BPLS membentuk tim verifikasi yang diikuti oleh PT. Gejolak-gejolak dan protes warga atas tersendatnya pembayaran ini membuat Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) berkantor di Juanda pada Bulan Juli 2007.1 TH. Saat memberikan perintah dalam rapat Dewan Pengarah BPLS dan PT. Kelompok korban lumpur Lapindo yang dipimpin oleh Sumitro ini berhasil menembus istana. PT. dilakukan verifikasi ulang. MLJ menyiapkan notaris untuk memproses transaksi jual beli tersebut ke dalam Perjanjian Ikatan Jual Beli (PIJB). Bagi warga yang bersedia asetnya dipotong. Namun begitu. Acapkali terlambat beberapa minggu atau bahkan bulan. LBI yang membentuk PT. MLJ. citra yang ingin ditonjolkan oleh SBY jelas. Mereka diundang oleh SBY untuk menyampaikan aspirasinya. besarnya sangat variatif. LBI. MLJ juga terdapat tim verifikasi. Dengan berkantor di Juanda. Apalagi pada Bulan April 2007. sehingga penanganan kasus lumpur Lapindo terlihat baik.” begitulah gerutu kebanyakan korban waktu penyumpahan itu. Dengan enteng PT. Meskipun telah menandatangani PIJB dan mendapatkan nomor rekening. kebanyakan nasibnya menjadi kurang beruntung. warga juga mendapatkan nomer rekening Bank Mandiri sebagai media pembayaran uang muka sebesar 20 %. toh banyak kejadian kiriman uang pembayaran tak segera masuk ke rekening. SBY meminta PT. Di internal PT.kami disumpah-sumpah seperti maling. Sehingga terhitung selama 10 minggu sejak perintah tersebut. Hasilnya sungguh sangat mengejutkan kita semua. Pada Saat yang bersamaan. 2009 . Selain membuat PIJB. Bagi warga yang tidak mau asetnya dipotong. MLJ.1 NO. MLJ. Setiap berkas warga berisi luasan tanah dan bangunan yang telah diverifikasi oleh tim verifikasi BPLS dilimpahkan ke PT. MLJ untuk menangani pembayaran aset warga. Sementara sisa pembayaran yang sebesar 80 % dipercepat setahun kemudian.

pihak PT. masih terdapat sekitar 360-an berkas yang belum terbayar uang muka 20 %.nya. PT. tepatnya pada peringatan 3 tahun kasus Lapindo. MLJ juga melayangkan surat kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengenai persoalan ini. PT. LBI telah melakukan pembayaran 80 %. dan SK Gogol) tidak dapat dilakukan pembayaran secara tunai (cash and carry). artinya bukan MENGGAPAI MIMPI YANG TERUS TERTUNDA 33 . mengacu ke data yang ada di PT. 14 tahun 2007 dan PIJB yang menjelaskan bahwa “pembayaran 80 % dilakukan dalam jangka waktu satu bulan sebelum masa kontrak rumah warga habis. MLJ beralasan bahwa sebagaimana diatur dalam Pasal 15. MLJ mulai mulai Bulan Juni 2006. LBI dilakukan dengan akte jual beli. MLJ. “Kami siap membayar. Dasarnya adalah pasal 15 Perpres No. Bahkan tak segera pula memenuhi undangan kami untuk mengajukan syarat pembayaran 20 %. Setiap kali ada gerakan protes warga ke pejabat publik seperti Bupati. PT. MLJ.” demikianlah seringkali “kamus baku” yang meluncur dari pihak PT. MLJ sering mengajukan alasan yang standar dan aman. Dalam suratnya. akan tetapi warga sering tidak cepat menyelesaikan persyaratan dari berkas kepemilikannya. Gubernur. Sementara untuk tanah yang bukti kepemilikannya non sertifikat (seperti letter c. toh sampai dua tahun berikutnya. BPN sejatinya secara substantif tidak mempersoalkan bukti kepemilikan tanah warga yang tidak bersertifikat. atau Menteri atas berlarut-larutnya pembayaran uang muka 20 % ini. Lantas bagaimana dengan pembayaran yang 80 %? Pembayaran yang 80 % seharusnya dilakukan sejak Bulan Juni tahun 2008. Sekitar Bulan Februari 2008. maka tanah tersebut akan beralih menjadi milik negara. BPN mengeluarkan surat petunjuk pelaksanaan kepada BPN Kabupaten Sidoarjo tentang alur penyelesaian jual beli antara PT. MLJ menyatakan bahwa pembayaran 80 % dapat dilakukan secara cash and carry pada tanah warga dengan bukti kepemilikan berupa sertifikat. Dijelaskan bahwa jika PT. LBI sesuai peruntukannya. Pada Bulan Maret 2008.” Jika dihitung masa permulaan kontrak yang diberikan oleh pihak PT. PT. Apa yang terjadi di lapangan? Alih-alih menyelesaikan pembayaran uang muka 20 % dengan cepat. Karena dasarnya jual beli. pethok d. maka pembayaran yang 80 % seharusnya dilakukan pada Bulan Juni tahun 2008. Sampai Bulan April 2009. MLJ beralasan hal itu terkendala oleh UUPA dan Peraturan Pemerintah tentang Pendaftaran Tanah. BPN sebagai wakil negara siap untuk mengeluarkan sertifikat kepada PT. DPRD. pembayaran terhadap uang muka 20 % masih menyisakan masalah. Tahap selanjutnya.% selesai dilakukan. LBI dengan korban lumpur Lapindo. Perpres No 14 tahun 2007 yang menyatakan bahwa proses jual beli aset korban lumpur dengan PT.

MLJ menawarkan skema pembayaran 80 % dalam format lain. pethok d dan SK Gogol. tinggal dikomparasikan antara nilai aset 80 % warga. Mereka memblokade satu jalur pintu masuk menuju KNV. Kini warga menghadapi kecemasan. PT. uang susuk dibayar dengan cara diangsur sebesar 15 juta rupiah per bulan. 34 DISASTRUM VOL. Terobosan serta jaminan hukum yang dibuat oleh BPN tampaknya masih belum menjadi jalan bagi pembayaran 80 % secara cash and carry. uang susuk tak segera dibayarkan dengan cepat. Asumsinya. MLJ akan dibayar tunai. Dengan dalih tetap bertentangan dengan UUPA. model relokasi susuk. dengan harga tipe rumah di KNV yang dipilih oleh warga. PT. Dalam menjalankan transaksinya dengan korban Lapindo. dan sebaliknya. yakni Kahuripan Nirwana Villages.sertifikat hak milik. sebagian warga yang mengikuti program relokasi susuk melakukan aksi protes hingga kini. MLJ.1 NO. Kebanyakan warga memiliki skema ini karena mereka beranggapan bahwa relokasi susuk adalah program PT. maka yang bersangkutan akan mendapatkan uang kembalian (susuk). akankah uang susuk itu dibayarkan sampai tuntas? Sedangkan rumah yang seharusnya diberikan kepada warga. alih-alih mendapatkan rumah dengan segera dan uang susuk yang dijanjikan PT. faktanya. Karena keadaan yang serba menyulitkan ini. Dalam skema pembayaran ini PT. MLJ menjanjikan bahwa pada awal tahun 2009 warga akan mendapatkan kunci rumah sebagai bukti penyerahan rumah di KNV. Jika nilai nominal aset 80 % warga lebih besar dari harga rumah tipe KNV yang dipilih oleh warga tersebut. maka akan menjadikannya sebagai prioritas utama penyelesaian ketimbang skema lainnya. yang bertentangan dengan UUPA. ternyata hanya tersedia sekitar 400-an unit rumah (kurang sangat banyak). Kabarnya. MLJ. Bagi warga yang berminat dengan skema ini. Akan tetapi. Bahkan sejak Bulan Maret 2009. MLJ menyediakan suatu kawasan perumahan di daerah Jati. Ada dua model pembayaran yang ditawarkan oleh PT. 2009 . LBI. MLJ menyediakan banyak tipe perumahan di KNV. Tampaknya surat BPN ini untuk menjembatani problem legal formal dari implementasi pasal 15 Perpres No. karena ini program dari PT. PT.1 TH. Warga yang tergabung dalam Laskar Bonek Korban Lumpur (Lasbon Kpur) ini mendirikan tenda keprihatinan di depan KNV. Mereka berharap rumah segera diberikan oleh pihak PT. 14 tahun 2007. pertama. khususnya bagi tanah warga yang bukti kepemilikannya letter c. resettlement to Kahuripan Nirwana Villages (KNV) atau secara sederhana yang oleh warga disebut dengan relokasi susuk. ada sekitar 2000-an warga yang memilih jalur pembayaran 80 % dengan skema relokasi susuk ini. sebuah kawasan di pinggiran Kota Sidoarjo. MLJ. Kompleks perumahan ini berlabel seperti pemilik PT. MLJ.

Sebaliknya dengan hidup dalam kawasan perumahan. seperti berkebun. Namun bagi warga desa.” Alasan itu antara lain. Joko Kirmanto. banyak di antara aset korban lumpur Lapindo yang dibayar oleh PT. “bukankah perumahan yang disediakan oleh PT. warga desa selama ini hidup dengan basis produksi dari tanah. kalau mandi berasal dari air sumur. sisa uangnya yang didapatkan dari PT. MLJ sangat layak dan bagus sekali?” demikian Pak Menteri. Keempat. Kedua. hal ini menjadi kendala tersendiri. Otomatis. kambing atau sapi. Sekedar ilustrasi saja. tingkat individualitas relatif lebih tinggi dan biaya hidup jauh lebih mahal. tak begitu susah untuk segera menyesuaikan diri dengan lingkungan. biaya hidup di kampung juga jauh lebih murah. kenyataan ini tidak mereka dapatkan jika hidup di kawasan perumahan.Jika diamati. Akan lebih rumit mengaturnya MENGGAPAI MIMPI YANG TERUS TERTUNDA 35 . MLJ itu memiliki status sebagai harta warisan. pola hubungan dan kekerabatan dalam lingkungan perumahan coraknya sangat berbeda dengan kehidupan di kampung atau pedesaan. Suasana kehidupan di kampung dan pedesaan memiliki solidaritas sosial yang lebih tinggi. MLJ itu dapat mereka gunakan untuk modal usaha. Kenyataan ini menjadi modal penting bagi warga desa untuk ikut bahu-membahu agar memudahkan dalam hidup mereka. “Pak Menteri juga perlu melihat dari sisi sosiologis dan psikologis warga susuk. Saya katakan kepada beliau. hidup di kawasan perumahan seperti KNV tidak memungkinkan bagi warga untuk mencari pekerjaan sambilan. harga tanah dan bangunan di KNV per meternya lebih mahal jika dibandingkan dengan harga tanah dan bangunan di sebuah kawasan desa lain yang sekiranya akan mereka pilih sebagai tempat penghidupan baru. Ketiga. Ada banyak alasan mengapa banyak warga yang menolak program relokasi susuk. biaya hidup akan lebih mahal. MLJ. karena dalam beberapa kesempatan beliau sering diperlihatkan kawasan KNV oleh PT. Selain itu. kebanyakan dari pihak PT. para peminat program relokasi susuk ini memang kebanyakan adalah warga perumahan di Tanggulangi Anggun Sejahtera. pertama. Tentu. Bagi orang yang telah terbiasa hidup di perumahan. MLJ. Dalam suatu kesempatan pada pertengahan tahun 2008. Pertanyaan seperti ini pantas muncul dari Pak Menteri. Menteri Pekerjaan Umum yang juga menjadi Ketua Dewan Pengarah BPLS menelpon saya. Beliau menanyakan kenapa banyak warga yang tidak mengikuti program perumahan yang disediakan oleh PT. jika tak ada pemasukan sambilan. kalau selama ini warga desa hidup di kampung. mereka tak tertuntu membayar listrik atau air. MLJ. Hal inilah yang membuat banyak warga desa yang menjadi korban lumpur Lapindo menolak program ini. Tentu ini adalah informasi yang asimetris. Dengan harga tanah dan bangunan yang lebih murah. beternak ayam. ataupun membayar hutang.

program C n R tetap jalan. MLJ hanya akan melakukan pembayara cash terhadap bangunan warga yang tenggelam. Terdaftar hampir 4000-an anggota GKLL yang mengikutinya. Para pemimpin GKLL yang sedari awal cukup memiliki hubungan harmonis dengan petinggi PT. jika tanah yang diberikan kepada warga hendak dijual. Pemberian tanah akan dilakukan setahun sejak pembayaran tunai terhadap bangunan. timbullah perpecahan di tubuh GKLL. Model pembayaran 80 % lainnya dengan skema cash and resettlement (C n R). Keadaan ini menimbulkan kekhawatiran sendiri di benak warga. yakni Tim 16 dari Perumtas1. Berbeda sekali jika pembayaran itu dilakukan dalam bentuk uang. Bangunan yang dijanjikan dibayar dengan tunai. MLJ sanggup untuk membelinya kembali. maka PT. MLJ tetap ngotot menjalankan pro36 DISASTRUM VOL. Di atas kertas program ini cukup menggiurkan. Sementara pemberian tanah tak kunjung ada. Dugaan saya. Secara historis. pembagian dan rasa keadialan yang didapat akan lebih muda direalisasikan. tidak dengan serta-merta warga cocok dengan lokasi tanahnya. Setidaknya muncul dua kelompok baru dari tubuh GKLL.1 NO.1 TH. Akibat persetujuan ini. MLJ. Bahkan hingga kini banyak warga yang tidak mengetahui secara persis dimana lokasi tanah yang dijanjikan oleh PT. dan Gerakan Korban Lapindo Pendukung Peraturan Presiden No 14 tahun 2007 (Geppres). Sementara tanahnya. MLJ hanya fiktif belaka. MLJ. Proses angsuran berjalan secara variatif pada masing-masing warga. 2009 . Mereka khawatir jika lokasi tanah yang dijanjikan oleh PT. MLJ tentu harganya jauh lebih murah. Apalagi kebanyakan warga yang mengikuti program ini adalah warga desa. karena tak bersertifikat. MLJ membeli tanah korban lumpur Lapindo yang tenggelam dengan harga 1 juta rupiah per meter persegi. termasuk diantaranya tanah sawah. program ini ditujukan kepada kelompok korban lumpur Lapindo yang tergabung dalam Gabungan Korban Lumpur Lapindo (GKLL). sebagaimana yang tertuang dalam PIJB. Andaikata tanah itupun ada. ternyata dibayar dengan cara diangsur. memang tidak mudah untuk membebaskan lahan bagi 4000-an kepala keluarga. dimana aset kepemilikan tanahnya rata-rata cukup luas. Secara logis.bagi warga korban lumpur Lapindo untuk membagi harta warisan ini dengan sesama saudaranya. skema pembayaran C n R juga mengalami kemacetan. jika dibandingkan dengan kewajiban PT. Sampai pada Bulan Februari 2009 diputuskan bahwa angsuran disepakati dilakukan 15 juta per bulan. Melalui pembayaran C n R. Meskipun terpecah. MLJ berjanji membayarnya dalam bentuk tukar guling satu banding satu. PT. Kalaupun dijual kembali kepada PT. maka PT. MLJ kontan saja menyetujui program ini. Dan satu tahun berikutnya. PT. Waktu terus bergulir. Apalagi pembayaran uang muka 20 % dihitung sebagai dana hibah oleh PT.

Lalau bagaimana dengan warga yang menunut pembayaran cash and carry? Geppres dan tim 16 Perumtas berulangkali melakukan aksi massa. seperti air bersih. Tentu saja bukan pejabat Indonesia namanya kalau tidak mahir bersiat lidah. Sekretaris Utama BPN. Perundingan itu menghasilkan beberapa kesepakatan. Dengan membayar tanah melalui sistem tukar guling. “Sesuai dengan perintah lisan Bapak Presiden dulu di Juanda. 14 tahun 2007. Sepulang dari perjanjian. menegaskan kembali implementasi Perpres No.” MENGGAPAI MIMPI YANG TERUS TERTUNDA 37 . pemerintah yang diwakili Menteri PU tidak memberikan kepastian akan realisasi dari isi perjanjian. Ketiga: bagi warga luar peta area terdampak. jika dibandingkan dengan pembayaran tanah dalam bentuk uang kepada warga. Namun siapa sangka jika perjanjian itu hanya menjadi macan kertas.gram ini tampaknya tidak semata-mata alasan hukum. pertama. pemerintah menjamin kesetaraan hukum tanah-tanah warga yang bersertifikat maupun yang non-sertifikat. dll. utusan Mensos. Kedua. Sebulan kemudian. kalau ada cara lain yang lebih cepat untuk menuntaskan hak-hak korban Lapindo. delegasi Geppres kembali mendatangi Menteri PU bersama Komnas HAM. MLJ dalam perundingan itu karena diajak oleh Menteri PU. Kehadiran pihak PT. Saat kami menagih realisasi dari perjanjian tersebut. LBI dan PT. warga tak kunjung mendapatkan hasil yang nyata. perbaikan sarana kesehatan dan sekolah. PT MLJ tidak banyak mengeluarkan uang. turut hadir perwakilan dari pihak PT. perwakilan Geppres serta korban lumpur di luar peta area terdampak duduk dalam meja perundingan dengan pemerintah yang diwakili oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU). hal itu bisa ditempuh. sehingga tidak ada kendala bagi warga yang bukti kepemilikan tanahnya letter c dan pethok d untuk mendapatkan pembayaran tunai. Juli 2008. Indah memang hasil perjanjian itu. khususnya bagi warga yang jatuh temponya telah terlampaui. Sungguh tersayat hati kami di saat pejabat publik yang kami harapkan perlindungannya menyatakan. pemerintah akan bertanggungjawab untuk memberikan pelayanan tanggap darurat. dan BPLS. LBI dan PT. MLJ. sebab pemicu awal warga masuk dalam proses perundingan karena pemerintah dianggap gagal memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi hak-hak korban Lapindo. Jengkel bercampur duka terjadi pada saat Badan Pelaksana (Bapel) BPLS di lapangan tak segera mengurus proses realisasi perjanjian itu. Bahkan para petinggi Bapel BPLS yang dicari-cari oleh warga selalu menghindar terus-menerus. massa Geppres melakukan aksi blokade tanggul lumpur Lapindo. Yang paling logis adalah prinsip berdagang. bahwa pembayaran 80 % dilakukan secara tunai dan dibayarkan dalam tempo secepatcepatnya. Merasa dikibuli. dengan dimediasi oleh Komnas HAM. perbaikan jalan.

yakni Menteri ESDM. Mendapatkan tawaran yang tak terduga seperti ini. akhirnya delegasi Tim 16 bersama keempat menteri bersama-sama menghadap Presiden SBY. adigung.Lalu apa artinya perjanjian tanggal 29 Agustus 2008 di Kantor Komnas HAM? Akankah perjanjian itu tidak bermakna hukum. Bosan degan janji. Asu Gedhe Menang Kerahe.. khususnya yang tergabung dalam Geppres.janji manis semata. sebab kebanyakan warga desa asetnya jauh lebih besar daripada warga Perumtas. MLJ rata-rata di bawah 30 juta rupiah. Karena menyetujui cicilan 30 juta rupiah per bulan. Respon penolakan ini diwujudkan oleh warga Geppres dengan aksi massa memblokade Jalan Raya Porong. Pada tanggal 3 Desember 2008. atau mengambil alih semua proses 38 DISASTRUM VOL. kini giliran Tim 16 Perumtas yang mengalaminya.1 NO. Lalu bagaimana dengan Tim 16? Seperti sebait lagu. Sebagaimana yang disampaikan oleh Koes Soelaksono.200 orang di depan istana. Namun akhirnya dicapai kata sepakat bahwa pembayaran 80 % dilakukan secara angsuran sebesar 30 juta rupiah per bulan.” saat warga Tim 16 kembali ke Sidoarjo mereka kembali mendapatkan janji yang tak sebagaimana mestinya. moral dan etis bagi pihak-pihak yang ikut menandatangani? Warga pulang dengan tangan yang hampa. Setelah warga Geppres mendapati kekecewaan. pada Bulan Januari 2009 hanya ditransfer pembayaran kepada anggota Tim 16 kurang lebih 300-an orang. begitulah gambaran yang tepat untuk menunjukkan kedigdayaan PT. pembayaran 80 % tak akan segera tuntas. PU. Para petinggi itu menyatakan setelah terjadi kesepakatan perundingan ini barulah bersama sama menghadap Presiden. Jumlah transferan yang dikirimkan oleh PT. Tim 16 Perumtas mendatangkan massa sekitar 1. Dengan cicilan 30 juta rupiah per bulan. Sempat terjadi polemik internal dalam delegasi. Adigang. LBI. Atas dasar kesepakatan ini. Akhirnya mereka meminta waktu sebentar untuk berunding secara internal. Sosial. 2009 . Para pembantu presiden itu menawarkan kepada delegasi Tim 16 pembayaran 80 % dengan bentuk cicilan 30 juta rupiah per bulan. Tim 16 sempat bersitegang dengan warga desa. LBI yang diwakili oleh Nirwan Bakrie juga diundang langsung dalam pertemuan dengan SBY tersebut. Pada aksi hari kedua. Koordinator Tim 16. adiguna. semua kelompok korban Lapindo sepakat untuk menemui Bupati Sidoarjo. delegasi mereka diterima oleh Presiden di Istana Merdeka. delegasi menjadi gamang. dan Sekretaris Negara.. sembilan orang delegasi Tim 16 berunding dengan empat orang menteri.1 TH. dari 3000-an anggota Tim 16. Delegasi semua kelompok warga sepakat agar pemerintah memberikan dana talangan. “janji tinggalah janji. Bahkan pihak pemilik PT. Pertemuan yang sempat disorot oleh media massa itu menampilkan SBY yang memarahi Nirwan Bakrie. Namun sebelum diterima oleh Presiden.

koalisi korban Lapindo berencana akan melakukan aksi massa besar-besaran di Jakarta. Namun oleh jajaran intelkam mabes Polri. berbagai kelompok warga sepakat untuk membentuk koalisi korban Lapindo. MLJ. Sambil menunggu upaya yang dilakukan oleh Bupati. Hanya sedikit hal yang menguntungkan warga. Sebelum warga diberangkatkan ke Jakarta. Tim 7 Desa Renokenongo. dan Lasbon Kpur menolak program cicilan tersebut. MLJ mengundang semua kelompok korban lumpur Lapindo ke Jakarta. Mengingat Bakrie Grup sedang mengalami krisis finansial akibat resesi ekonomi global. Delegasi koalisi korban Lapindo diterima langsung oleh Gubernur beserta jajarannya. LBI dan PT. Pagar Rekorlap. GKLL dengan apa adanya menerima keputusan cicilan 15 juta itu. MLJ setingkat “kacung”. dalam melakukan pembayaran 80 % dari semua skema dengan jalan yang ringan. yang telah mengubah namanya dari Pagar Rekontrak menjadi Pagare Korlap (Paguyuban Warga Renokenongo Korban Lapindo)2. Persiapan telah dilakukan dengan cukup matang. tampak sekali bahwa pertemuan tersebut tersetting dengan bagus untuk memberikan “karpet merah” bagi PT. Sementara itu. LBI menaikkan tawaran menjadi 15 juta3 rupiah per bulan. pertemuan itu hanya dihadiri oleh perwakilan PT. PT. Di pihak lain. Tawaran ini menimbulkan protes keras dari delegasi Tim 16.tanggungjawab yang semestinya dilakukan oleh PT. para delegasi terlebih dahulu MENGGAPAI MIMPI YANG TERUS TERTUNDA 39 . Pada bulan Maret 2009. apakah cash flow-nya korban Lapindo yang super defisit tak dipikirkan oleh pemerintah? Pertemuan ini berakhir dengan mengambang. koalisi korban Lapindo yang terdiri dari Geppres. pemerintah pusat. yaitu Bupati Sidoarjo menyanggupi untuk menyampaikan permintaan warga itu kepada Dewan Pengarah BPLS baik secara lisan maupun tertulis. Sayangnya. Kapolri bersama dengan PT. Koalisi korban Lapindo juga diikuti oleh Pengungsi di Pasar Baru Porong. LBI menyanggupi pembayaran 80 % sebesar 3 juta rupiah per bulan. sehingga tidak menghasilkan poin-poin keputusan yang produktif. Angka ini menurut Menteri PU dianggap sebagai jalan keluar yang solutif. mereka bisa dilobi kembali untuk mengikuti pertemuan. Awal Februari 2009. LBI. Dugaan saya. Teridentifikasi bahwa ada sekitar 1. Awalnya PT. koalisi korban Lapindo melakukan aksi besar-besaran ke Kantor Gubernur Jatim. sebagai Gubernur Jatim yang baru berjanji akan memperjuangkan dana talangan sebagaimana yang diinginkan warga ke Jakarta. Bahkan mereka sempat melakukan aksi walk out. Soekarwo.557 warga yang siap berangkat ke Jakarta. demikian juga Tim 16 Perumtas. Kalau pemerintah benar-benar memikirkan cash flow-nya PT LBI yang menurun.

selaku Pelaksana Tugas Harian Kepala Desa Renokenongo yang mewakili Tim 7. dll. SBY sibuk berkampanye untuk memburu kekuasaan. Walau begitu. MUI. rupanya delegasi yang berangkat ke Jakarta juga membangun komunikasi intensif dengan Nugroho Jayusman (mantan Kapolda DKI). sepeti Muhammadiyah. Apalagi. tidak diturunkan. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar di benak sebagian warga. Selama dua puluh hari lebih warga bertahan di Jakarta. Perang mulut antara delegasi dengan warga. Bambang Wuryanto (Pagar Rekorlap). Entah disengaja atau tidak. Abdul Fatah dan Suharto berangkat ke Jakarta.H. surat tanda terima unjuk rasa yang seharusnya dikeluarkan oleh mabes Polri. kedatangan delegasi telah dinantikan oleh segenap warga koalisi di pengungsian Pasar Baru Porong. yang menjadi penghubung delegasi korban Lapindo dengan Nugroho Jayusman. Dalam penyampaiannya kepada warga. delegasi akan ditemukan langsung dengan Kapolri dan Presiden. Kapolri dan Nirwan Bakrie saja tidak berhasil ditemui. kedatangan delegasi disertai para perwira polisi dari Jakarta. Delegasi kembali ke Sidoarjo. pihak istana tetap tidak memberikan tanggapan yang menyenangkan. delegasi rupanya tidak bisa bertemu siapapun. atas perintah pengurusnya. Hari Suwandi (dari Geppres). jangankan Presiden. demikian juga wakil rakyat yang lain. Menurut Zulkiflie4. bahkan kalau perlu Nirwan Bakrie sendiri. mereka juga menggalang dukungan dari berbagai tokoh organisasi. Selain aksi di depan istana. Selidik punya selidik. malahan mengajak beberapa perwira menengah dari Direktorat Intelkam Mabes Polri. tidak saja dengan tangan hampa. Niat awal delegasi berangkat ke Jakarta terlebih dahulu adalah untuk mengurus pemberitahuan ke Mabes Polri. serta mencari tempat yang layak untuk tinggal warga selama aksi di Jakarta. Padahal pada pada hari yang sama sebagian warga yang dikoordinir oleh koordinator lapangan telah membeli tiket kereta api. khususnya warga Geppres tak terhindarkan lagi. Akhirnya sebanyak 400 orang dengan dipimpin oleh K. Padahal. Agus Banteng (Las Bon Kpur).berangkat ke Jakarta. 2009 . Sunarto.1 TH. serta Subakri. urung berangkat ke Jakarta. delegasi menghendaki agar unjuk rasa ditunda. Delegasi terdiri dari Suwito. Tampaknya semua itu janji manis. Mereka melakukan aksi di depan Istana Merdeka. Penyampaian para delegasi yang menghendaki agar aksi ditunda kontan saja menyulut kemarahan warga. dan berakhirnya koalisi korban Lapindo5. Dalam beberapa kali aksinya berlangsung hingga larut malam. Lalu bagaimana akhir dari tuntutan warga korban Lapindo yang masih menuntut 40 DISASTRUM VOL. demikian juga Tim 7 dan Lasbon Kpur. Bahkan yang lebih menyedihkan. Sementara warga Geppres tetap bersikukuh berangkat ke Jakarta.1 NO. NU. kekuatan besar yang hendak melakukan aksi di Jakarta berhasil dipadamkan. Pagar Rekorlap. Inilah titik kritis.

pembayaran secara tunai. Proses pembayarannya tidak terjadi kerumitan. Gedang. 14 tahun 2007. Skema pengaturan untuk tiga desa ini sama persis dengan Pepres No. kelompok yang dipimpin oleh Rochim6 ini sedikit bernafas lega. Nasib Warga di Luar Peta Area Terdampak Nasib warga yang berada di kawasan luar peta area terdampak tak kalah terkatungkatungnya. Mindi. 14 tahun 2007? Tentu. Pajarakan dan Kedung Cangkring. Pembayaran bagi warga Besuki. kawasan yang berada di luar peta area terdampak menjadi tanggungjawab pemerintah. Pajaran. yang terletak di sebelah timur jalan tol. Meskipun masuk peta area terdampak. Pamotan. LBI terhadap warga korban Lapindo. LBI tidak bertanggungjawab atas nasib yang mereka alami. Kini. kawasan mereka tidak ikut dimasukkan ke dalam kawasan peta area terdampak yang baru. sejarah yang akan membuktikannya. pemerintah telah membayarkan uang muka 20 %7 kepada ketiga warga desa tersebut. Glagah Harum. Sebab. Penetapan Perpres No. dan Kedung Cangkring akan menjadi MENGGAPAI MIMPI YANG TERUS TERTUNDA 41 . namun PT. Melalui aturan ini. Besuki. LBI terhadap warga desa yang masuk peta area terdampak versi 22 Maret 2007. Nasib sedikit beruntung dialami oleh warga Desa Besuki bagian barat. 48 tahun 2008 ini sempat mengundang protes dari warga Desa Besuki. Walau desa mereka juga mengalami dampak semburan lumpur Lapindo. tanggungjawabnya tetap menjadi beban pemerintah. memasukkan ketiga desa ini sebagai persiapan lahan untuk proses pembuangan lumpur Lapindo ke Sungai Porong. Sejak Perpres No. dimana pemerintah membeli tanah warga. Setelah berjuang selama dua tahun. mereka cuma dipisahkan oleh bekas jalan tol porong-gempol. sebagaimana yang tertuang dalam Perpres No. Pemerintah beralasan. yaitu: Siring Barat. warga di ketiga desa tinggal menunggu sisa pembayaran 80 %. sebagaimana jika dibandingkan dengan proses pembayaran yang dilakukan oleh PT. Harga pembelian tanah dan bangunan juga senilai yang dilakukan oleh PT. Kedung Cangkring. Presiden SBY menetapkan Perpres No. Padahal kerusakan wilayah yang mereka alami sama. Akhirnya pada Bulan Juli tahun 2008. 48 tahun 2008. bedanya. Jatirejo Barat. Pajarakan. Gempolsari dan Ketapang. Setidaknya ada 11 desa yang berada dalam kawasan luar peta area terdampak yang mengalami kerusakan. pemerintah menetapkan ketiga desa di atas ke dalam wilayah peta area terdampak. Sesuai Perpres No 14 tahun 2007. 48 tahun 2008 ditetapkan.

ketakutan dan kondisi psikis/keresahan masyarakat. Ancaman juga muncul dari struktur tanah yang mengalami amblesan (subsidence). Gubernur Imam Utomo membentuk tim survei yang berasal dari Institute Teknologi Sepuluh Nopermber (ITS). HC 50. Pamotan. gas tersebut keluar kebanyakan bercampur antara tanah dan air. Namun di kawasan Siring Barat.1 TH. keluhan. Jumlah semburan/bubble lumpur. serta menimbulkan batuk-batuk. Tim ITS tersebut melakukan kajian. mudah sekali terbakar.000 ppm. air serta dampaknya terhadap kesehatan. Kerusakan rumah yang terjadi di kesembilan Desa di atas mencapai 1. Hasilnya sungguh mencengangkan. gas serta kualitas emisinya. kerusakan aset. Pencemaran gas hidrokarbon (hc) dalam standar standar baku mutu tak boleh lebih dari 0. LBI terhadap warga terdampak pertama belum tuntas. Dari ketiga desa ini muncul amblesan tanah berkisar 10-100 cm. Jatirejo Barat dan Mindi. pada tingkat akut mengakibatkan rasa sesak nafas seperti tercekik. di Jatirejo Barat mencapai 590— 11. konsentrasi hc ini mencapai 2128-55. Kondisi lingkungan meliputi pencemaran udara. Pada tubuh manusia. antara lain. Di ketiga desa tersebut muncul 77 semburan bubble. penurunan tanah dan kerusakan bangunan yang diakibatkan. 2. Lalu bagaimana dengan warga desa luar peta lainnya? Pada Bulan Mei 2008. maka akan 42 DISASTRUM VOL. HC 500. Mindi.000 ppm. fasilitas umum.254 rumah. Plumbon Gempolsari. terjadi iritasi pada saluran nafas. atau bahkan meledak. hidrokarbon dalam bentuk methane. Surabaya.masalah jika pembayaran 80 % yang dilakukan oleh PT. rumah. Sedangkan bahaya yang muncul dari udara berasal dari pencemaran gas hidrokarbon.000 ppm mengakibatkan ASPHYXIA (tercekik). Apa sebenarnya dampak pencemaran hc ini? Mengacu ke NATIONAL INSTITUTE FOR OCCUPATIONAL SAFETY AND HEALTH (NIOSH). 48 tahun 2008 diatur pasal demikian. Akibatnya banyak rumah rumah warga yang mengalami kerusakan dinding. Gas hidrokarbon di ketiga desa tersebut melampaui standar baku mutu. 2009 . dan Ketapang. EXPLOSIVE (rawan meledak). bahkan beberapa diantaranya telah roboh.24 part per million (ppm).350 ppm. Survei dilakukan terhadap Desa Siring Barat. air. sedangkan di Mindi mencapai 22.000 ppm atau lebih. khususnya kerusakan yang terjadi di Siring Barat. kandungan hidrokarbon dapat mengakibatkan hal-hal di bawah ini: 1.1 NO. Jika sampai menekan syaraf pusat. HC maks 1000 ppm aman untuk maks 8 jam. Gedang. Jatirejo Barat. Surat Keputusan tersebut tertuang dalam SK Gubernur Jawa Timur Nomor 188/158/KPTS/013/2008. Sebab di dalam Perpres No. Glagah Harum. Jika terkena percikan api. 3.

Jika dilihat kasat mata. disorientasi. Bulan Mei 2008 MENGGAPAI MIMPI YANG TERUS TERTUNDA 2. Efek pada kulit. CATATAN AKHIR 1. Penderita ISPA tahun 2005—2006 meningkat 4000 orang. Cd. Akankah pemerintah menunggu sampai mereka benar benar “sekarat” dari sisi apapun? Semua pihak yang memiliki atensi atas persoalan ini ada baiknya ikut mendesak pemerintah untuk segera menuntaskan persoalan warga desa di luar peta ini. Jika pertolongan tanggap darurat saja tidak maksimal. air pun mengalami ancaman jika dikonsumsi oleh warga. yang berlokasi di Desa Kedung Bendo. yakni dari 23. pemerintah tidak segera bertindak cepat untuk memberikan reaksi tanggap darurat sebagai pertolongan pertama. Pagar Rekontrak mengalami eskalasi penurunan tuntutan. Pendek kata. Lonjakan terjadi pada tahun 2006—2007. atau lebih dari setahun yang lalu.menimbulkan dampak berantai seperti. Gastritis dan infeksi kulit. akan mengalami iritasi. kandungan sumber mata airnya berwarnah keruh. Cl. sehingga berwarna merah dan gatal.000 orang menjadi 27. dan parasthesia. Dari yang awalnya minta pembayaran 100 % tunai dan lahan 30 hektar. hidrokarbon dalam bentuk methan akan merusak homopoitik yang mengantarkan seseorang pada peyakit leukemia. baunya sangat menyengat. tak ubahnya bagaikan kata pribahasa “jauh panggang dari api”. Keanggotaan Tim 16 mencapai 3000-an kepala keluarga. KmnO4>BM. Data medis yang ada di Puskemas Porong pada tahun 2005—2007 memperlihatkan tensi peningkatan penyakit ISPA. Kecamatan Tanggulangin. Kandungan logam beratnya antara lain: Zat. Neuritis. Artinya. Cr. Pb. 43 . kekuning-kuningan dan. Mn. Semua data kerusakan itu didapatkan pada Bulan Mei 2008. penderita ISPA meningkat dari 27.000 orang. atau bahkan lebih jauh berupa kematian. Pada kategori akut. Methane juga akan menimbulkan penyakit neuritis. pingsan. konon lagi proses ganti rugi. Kabupaten Sidoarjo. ancaman tak hanya di udara dan darat. Sayangnya. sakit kepala. dengan berpijak pada rasa keadilan korban. Maka logam berat itu masuk ke sumur-sumur warga. Disebut dengan Tim 16 karena mencakup perwakilan dari 16 RW di Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtara. rata-rata terdapat kandungan logam berat pada air bawah tanah.000 orang menjadi 45 ribu orang. Pdt. Di kesembilan desa di atas. Di lapangan. jumlah dan eskalasi kerusakan sekarang tentu akan semakin banyak. situasi bahaya ini mulai menunjukkan bukti. sebulan kemudian menurun menjadi 50 % dan lahan 30 hektar. Fe.

yakni Hari Suwandi dan Suwito sebagai pimpinan mereka. belakangan ia merapat ke Nugroho Jayusman. dan Prof. Pengurus Pagar Rekontrak menyetujui pembayaran uang muka 20 %.1 TH. cicilan 15 juta per bulan dari PT. sementara sisa 80 % disetujui dibayar dengan skema C n R. mereka membentuk Gerakan Menutup Semburan Lumpur Lapindo (GMLL). Umurnya sekitar 40-an tahun. tampaknya pemerintah tak mampu memerintahkan PT. namun Soenarto sebagai Ketua Pagar Rekorlap tak bersedia menerima tawaran itu. MLJ untuk tetap memberikan jatah makan bagi pengungsi. KH Sholahudin Wahid. Seoenarto hanya berani memberikan kuasa itu untuk urusan penghentian jatah makan. MLJ dan Bupati Sidoarjo. Relokasi susuk. Letjen.1 NO. sehingga tidak ada pembayaran secara tunai. Rokhim adalah pengajar di Fakultas Hukum Universitas Islam Malang. Sebab saya juga menjadi bagian dari GMLL. seorang Ulama yang disegani di kawasan 4.H. ini masih dugaan. MLJ dan Pemerintah. Ia bergabung dengan tokoh lainnya seperti Dr. 5. bisa benar juga bisa salah. Namun. MLJ berlaku untuk cicilan susuknya. Untuk program C n R. Kondisi ini membuat posisi tawar Pagar Rekontrak menjadi semakin lemah. Bahkan Lembaga Bantuan Hukum Fakultas Hukum Unair (LBH FH UNAIR) sempat memberikan tawaran bantuan sebagai kuasa hukum bagi Pagar Rekorlap untuk melakukan upaya-upaya hukum terhadap PT. sementara untuk program cash and carry juga berlaku cicilan 15 juta per bulan. 3. Hasil perundingan itu sungguh mengagetkan banyak pihak. 44 DISASTRUM VOL. Syafii Maarif. Dugaan saya adalah demi akses ke penguasa dan materi. Geppres membentuk kepemimpinan baru di bawah koordinasi K. PT. Bahkan dalam implementasinya. Pembayaran 15 juta per bulan berjalan untuk semua skema pembayaran sisa 80 %. Purnawirawan Suharto. 6. sebab per 1 Mei 2008. Pada Bulan Juli 2008 mereka melakukan perundingan dengan PT. Abdul Fatah.menjadi titik krusial bagi warga Pagar Rekorlap. Menurut warga yang bersangkutan uang 1 % tersebut untuk dana perjuangan dan komisi para pengurus. Tjuk Sukiadi. saat menerima uang muka 20 %. Sekali lagi. Ia menjadi menantu Kiyai Amin. cicilan 15 juta rupiah per bulan berlaku bagi pembayaran rumah warga yang tenggelam lumpur. ditambah dengan tekanan dari bebagai pihak. 2009 . Zuklfili awalnya seorang aktivis yang memiliki solidaritas untuk ikut membela dan menyuarakan hak-hak korban Lapindo. Walau sempat melakukan aksi massa. MLJ tidak lagi memberikan pasokan jatah makan di pengungsian. Akibat perselisihan ini. sementara upaya hukum lainnya tidak diberikan. Dia seorang alumnus Fakultas Kedokteran Unair. entah dengan motivasi apa. warga Geppres tak menganggap lagi delegasi mereka. warga Pagar Rekorlap sebanyak 400-an KK ditarik uang sebesar 1 % dari nilai 20 % tersebut oleh pengurus Pagar Rekorlap. Dari sinilah permulaanya saya kenal dengan Zulkiflie.

uang 0.Besuki dan sekitarnya. warga dari ketiga desa tersebut juga dikenakan tarif 1 % oleh pengurus Gempur 3 Desa yang dipimpin oleh Rokhim. Saat pembayaran 20 % dilakukan. 7. Menurut warga.5 % tersebut untuk dana perjuangan dan uang terima kasih kepada para pengurus. MENGGAPAI MIMPI YANG TERUS TERTUNDA 45 .

.

Kalau sebelumnya air tanah dianggap sebagai bagian dari tanah. PP. Air dapat dijual.Resiko Bencana Industrial dalam Privatisasi Sumber Air Si-Gedhang—Klaten Erwin Endaryanta Dalam satu dekade terakhir ini muncul satu isu radikal tentang tata kuasa dan tata kelola sumber daya air yang mampu mengubah secara fundamental cara pandang.1 TH. Desain ini memisahkan antara pengelolaan air sebagai bagian tersendiri dari tanah dan kepemilikan kolektif. (2) air bagi makhluk hidup merupakan kebutuhan dan bukan DISASTRUM VOL. dibeli maupun dijadikan alat pertukaran seperti halnya minyak atau jagung. Deklarasi ini merupakan respon ancaman krisis air di masa mendatang. 2009. forum yang diselenggarakan oleh Bank Dunia dan diikuti oleh perwakilan pemerintah. dan berpotensi memunculkan bencana industrial yang kompeks. dan dengan demikian maka kepemilikannya sesuai dengan kepemilikan tanah.1 NO. Melalui cara ini. Konsekuensinya. tatanan kebijakan. PBB dan perusahaan multinasional dalam pertemuan world forum ke-III di Kyoto telah menyepakati beberapa prinsip pengeloaan sumber daya air. Suatu negara dikatakan mengalami krisis air jika ketersediaan air bagi masing-masing penduduk telah menyentuh level di bawah 1000 m3 air dalam satu tahunnya2. 47-56 47 . Isu ini mulai menggeliat sejak 9 tahun lalu melalui World Water Forum pada bulan Maret tahun 2000. penyediaan ‘kebutuhan air’ menempatkan perusahaan dapat memiliki hak dalam memproduksi dan mendistribusikan air bagi pencukupan kebutuhan. di antaranya (1) air haruslah dipertimbangkan sebagai sumber daya ekonomi. Pengelolaan baru ini mengasumsikan bahwa air tanah sebagai hal yang terpisah kepemilikannya dari tanah. Kemudian. Forum yang dihadiri oleh 140 wakil pemerintah setingkat menteri atau pejabat senior pemerintahan telah mendeklarasikan “Air sebagai kebutuhan”1 serta merekomendasikan desain baru pengeloaan sumber air ini. dalam konteks sumber air akan dikelola secara terpisah.

yang mana ketersediaannya semakin berkurang sehingga membutuhkan langkah-langkah penting untuk menyikapinya. dan kawasan Asia-Pasifik secara umum. (3) air haruslah diperlakukan sebagai barang yang berharga “ the blue gold”. Pergeseran otoritas dalam rezim ini berkontribusi terhadap resiko penjarahan aset publik dalam corak collective goods6 oleh sektor swasta yang kuat.1 NO. atau meningkatnya angka kesengsaraan hidup. melainkan juga mulai memetakan pengelolaan resiko yang feasible. keempat adalah tindakan atas pemanfaatan sumber air yang belum dieksploitasi (Endaryanta. keputusan global untuk privatisasi air bukanlah hal yang pertama dalam mendorong pelepasan aset publik untuk dikonversi dalam sektor private3. Di sini desain industrialisasi dengan privatisasi sumber daya air memunculkan konflik pengelolaan sumber daya air7 dan berujung pada bencana industrial. semisal TNC/MNC.6 Juta selama Orde Baru4. Dengan begitu. Kedua. Latar belakang kebijakan ini cukup sederhana tetapi berdampak kompleks. 2007). manusia hanyalah sebagai pengguna barang atau jasa (air) yang seharusnya dapat dijangkau dengan mekanisme pasar. Bagi Indonesia secara khusus.8 Tulisan ini secara substantif menganalisis bencana industrial dan resiko yang muncul dari proses privatisasi sumber air oleh industri pengelolaan sumber air tanah Si-Gedhang–Klaten. 2009 . pembebasan. 48 DISASTRUM VOL. yakni keterjebakan hutang Indonesia khususnya di sektor air yang mencapai hampir AS$ 1. Aqua-Danone9. Pesan prinsipil ini mendorong setiap negara untuk menerapkan orientasi kebijakan politik mendukung privatisasi. Menemukan dan mengelola bentuk resiko diharapkan akan memberikan sumbangan bagi kebijakan alternatif untuk meletakkan aspek interpretasi atas dampak yang ditimbulkan oleh kejadian yang sudah terjadi atau yang mungkin akan terjadi (levels of probability of events). menjadi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Lokus utama dalam studi ini bukan hanya mengukur seberapa besar dampak kerusakan yang ditimbulkan semisal korban jiwa. pemberian prioritas pengelolaan kepada swasta.1 TH.943.sekedar hak. Jawa Tengah. Kehirauan terhadap pemetaan bencana dewasa ini telah menjadi perhatian utama. dan desain kebijakan pasca reformasi 1998 baik nasional maupun lokal yang cenderung bersifat predatoris5. yang meliputi. pertama bahwa pengelolaan air harus berdasarkan kerja sama swasta dan umum. Sehingga corak industrialisasi atau desain pembangunan yang dijanjikan sulit mewujudkan kesejahteraan publik itu sendiri. deregulasi maupun privatisasi sesuai dengan prinsip-prinsip yang telah disyaratkan World Bank dan IMF dan. ketiga. kerusakan lingkungan. keputusan global yang telah diambil pada dasarnya telah memiliki model implementasi secara struktural yang kuat.

Lapisan aquifer (batuan sarang yang merupakan wadah 49 RESIKO BENCANA INDUSTRIAL DALAM PRIVATISASI. Oktober 2000 Data geologi bawah permukaan tersebut menunjukkan bahwa lokasi dan kapasitas sumber air Si-Gedhang secara ekonomis potensial untuk dieksplorasi oleh Aqua—Danone. Petani khawatir gagal panen karena kekurangan pasokan air. . No 1 2 3 4 5 6 7 Potensi sumber air di Klaten Jumlah Sumber 2 3 2 1 1 1 1 Debit Air (liter/detik) >200 >200 >100 >1500 >200 >200 >100 Kegunaan Irigasi persawahan dan PDAM Irigasi dan PDAM Irigasi dan pusat rekreasi PDAM dan pusat rekreasi Irigasi dan Aqua – Danone Irigasi Irigasi Lokasi Sumber Air Nopen-Teras Janti – Polanharjo Nilo – Polanharjo Cokro – Tulung Si-Gedhang–Polanharjo Ponggok – Polanharjo Jatinom – Karanganom Sumber: Tim Survei Geologi. Kabupaten Klaten dikenal sebagai lumbung pertanian propinsi Jawa Tengah sekaligus sebagai daerah yang kaya dengan sumber mata air tanah. Klaten 2004) berikut dengan 137 sumber air tanah (groundwater) dan 80 sungai dengan berbagai kualifikasinya (Eko dan Ratri. Tabel 1. 2005)..Relasi Kuasa Sumber Air Si-Gedhang Ribuan petani telah melakukan protes seiring dengan kebijakan lokal pemerintah desa di Ponggok dan Wangen yang memutuskan menerima investasi eksplorasi sumber air si-Gedhang—Klaten. Laboratorium Fisika Bumi – ITB dan PT TIA Danone. Bahkan penelitian geologi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa daerah ini menyimpan potensi sumber air terbesar untuk kawasan Asia Tenggara. secara normatif seharusnya tidak akan mengalami kelangkaan pasokan air. Beberapa mata air diantaranya adalah Cokro Tulung dan Si-Gedhang (lebih lengkap tentang sumber air tanah di Kabupaten Klaten tersaji dalam Tabel 1). Jumlah Penduduk Klaten yang mencapai hampir 1 juta penduduk ditopang dengan luas lahan pertanian di Klaten yang mencapai 33 ribu hektar (Bappeda..

nasional maupun global. Pertama adalah krisis air di Klaten. arah perubahan mulai dikendalikan oleh perusahaan multinasional atau industri skala transnational dan mulai menuju pada eksploitasi besar-besaran sumber air si-Gedhang yang terletak di Desa Ponggok. maupun daerah ekploitasi Aqua— Danone yang lain.51 liter/detik dan maksimal 21.23 liter/detik14. Kedua. Belum genap berusia 2 tahun. perusahaan ini memunculkan konflik. tetapi trend menurunnya candangan air mulai nampak di Sukabumi15. Krisis air ini beriringan dengan berkurangnya cadangan air. Eksploitasi ini dapat dilihat dari dua sisi. irigasi persawahan dan kegiatan konsumsi setiap hari. Perubahan mulai terjadi seiring dengan munculnya industri AMDK oleh Aqua— Danone sebagai pemasok AMDK bagi kebutuhan pasar baik di level lokal. (2) daerah sekitar mata air Cokro Tulung. pemanfaatan secara ekonomis sumber air mulai dirintis secara pelan tapi pasti11.200.1 NO. Bersamaan dengan itu. (4) 300 m di sebelah utara sumber mata air Si-Gedhang10. eksploitasi sumber air si-Gedhang telah memunculkan beberapa segi eksploitatif yang krusial. sumber air ini mampu memproduksi air per tahun lebih dari enam milyar liter (6. Pun demikian. Selain itu. Koridor regulasi yang dibangun melalui kesepakatan Pemda Klaten dengan Aqua—Danone memperbolehkan eksploitasi sumber air maksimum sebesar 23 liter per/detik12.penyimpanan air tanah) Si-Gedhang terdapat dalam Formasi lahar pada kedalaman 41-62 m dan lapisan aquifer tertekan pada kedalaman 83-120 m. Overflow ini bertentangan dengan data yang dilansir oleh Aqua—Danone bahwa eksploitasi sumber air Si-Gedhang berkisar antara 13. eksploitasi sosial. Walaupun belum ada penelitian komprehensif tentang dampak fisikal ini. Bagi penduduk sekitar Sumber air Si-Gedhang—Klaten krisis ini terasa kuat disaat musim 50 DISASTRUM VOL. yaitu dari Gunung Merapi.1 TH.000 liter/tahun). Secara matematis. Penurunan ini mendorong Aqua—Danone untuk mencari daerah baru di luar Kabupaten Sukabumi. jumlah air yang dieksploitasi memunculkan perdebatan dan sempat mengundang inspeksi mendadak dari Dirjen Sumber Daya Air pada bulan Februari 2004 karena eksploitasi air tanah yang mencapai 86 liter/ detik.307. dan mengurangi debit air tanah sampai 65 liter/detik13. Oleh karena itu daerah titik sumur bor tidak harus tepat diatas mata air melainkan ada empat titik rekomendasi yang bagus untuk pengeboran yaitu: (1) daerah sekitar mata air Si-Gedhang. Pertama. (3) daerah 100 m dan. 2009 . Inspeksi tersebut dibenarkan oleh pihak Aqua—Danone. eksploitasi fisikal. Dalam konteks ini. Aliran bawah permukaan menunjukkan bahwa sumber air ini berasal dari daerah tangkapan (recharge area) yang sama dengan mata air Cokro Tulung. Debit air yang begitu besar selama ini dimanfaatan secara tradisional oleh penduduk sekitar untuk pemandian umum.

Aqua—Danone tercatat memiliki buruh tetap sebanyak 9000 orang dan sekitar 60. RESIKO BENCANA INDUSTRIAL DALAM PRIVATISASI. Pondasi sosial ke arah privatisasi ini sudah diperkenalkan melalui UU No. 2004. Kemudian.. 11 tahun 1974 yang memberikan justifikasi hukum bahwa air mulai dilepaskan dari aspek keterikatan dengan tanah yang berarti pula keluar dari ruang pengaturan UUPA. 118 tahun 2000 yang membuka kesempatan bagi praktek modal asing dan UU No. Tabel 2 di bawah ini menggambarkan bagaimana model penguasaan modal dan pendalaman terhadap pola penguasaan sumber air diterapkan. Tanah kas tersebut kemudian oleh PT TIA-D dihutankan dan dinyatakan terlarang bagi umum dengan didirikan pagar jeruji besi.5 Ha19. Dalam konteks eksploitasi ini privatisasi diperkenalkan sebagai instrumen sosial (Endaryanta. Pola penguasaan ini diserahkan dengan penjualan aset sumber air yang sebelumnya merupakan tanah kas desa seluas 1. Kedua adanya sistem buruh kontrak. Pusparagam aktor maupun kebijakan menunjukkan langkah-langkah sistemik yang diambil mengandung banyak kealpaan. Instrument sosial ini dapat dilacak dari proses privatisasi yang melibatkan perilaku elit predatoris di level lokal dalam menjarah sumber – sumber air untuk kepentingan finansial dan regulasi baik di level nasional maupun lokal yang mendukung ke arah liberalisasi sumber air18.000 adalah tenaga tidak kontrak yang merupakan kepanjangan tangan perusahaan di pasar dan sumber air yang paling dekat dengan konsumen16. sejak eksploitasi berlangsung petani Klaten memiliki beban ganda dengan mengeluarkan 30 ribu rupiah per hari di musim kemarau untuk menyewa pompa air dan membeli bahan bakar guna mengairi sawah17. Sistem ini lazim dipakai oleh Aqua—Danone dengan menetapkan karyawan sebagai buruh tetap dan buruh kontrak. 7 Tahun 2004. pendatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tanggal 20 Maret 2002 menjadi acuan dasar dalam momentum peletakan pondasi privatisasi. ketiga adalah keberlanjutan beban sosial ekonomi petani Klaten. 75 Ha. Dan. 2007).kemarau datang. baik yang sudah terjadi maupun yang sedang dalam proses. dengan mengkonversi tanah seluas 10. Dalam kondisi ini banyak lahan persawahan yang kering dan mendorong gejolak sosial.. Beban ini mulai terasa semenjak tahun kedua. sistem ini dilegalisasi dan dilegitimasi dalam kontrak kesepakatan antar dua pihak. Sedangkan lokasi pabrik didirikan di desa Wangen. Kealpaan ini adalah kegagalan para pengambil kebijakan baik di level lokal maupun nasional dalam memahami aset publik dan watak collective sumber air. Khusus dalam konteks di Klaten. 51 . Dalam proses privatisasi di ranah lokal. Secara keseluruhan. agenda ini berjalan pasca reformasi melalui keppres No.25 Ha ditambah dengan tanah kepemilikan pribadi kepala desa seluas 2. Pemerintah daerah Klaten sepakat dengan perusahaan untuk memulai eksplorasi dan menguasakan sepenuhnya sumber air Si-Gedhang untuk dikelola PT TIA-D. 96 dan keppres No.

Proses produksi Bekerjasama dengan tenaga ahli di Laboratorium Fisika Bumi— ITB Pabrik ini mulai beroperasi Oktober 2002 dengan sertifikasi penuh luas lahan sumber air (tanah kas Desa) 4 ha di Desa Ponggok dan luas pabrik 10. Tenaga kerja kontrak yang butuhkan sebanyak 366 orang. — 1998 2000 Pemetaan potensi sumber air MoU dengan PemKab Klaten. 118 tahun 2000.1 TH. Level Kabupaten: Perda No.1 NO. Keppres No. . Regulasi Negara Penjualan ini disetujui oleh pemerintah Indonesia melalui Menteri Negara Investasi/Kepala BKKPM dengan keputusan surat No.Tabel 2. Perusahaan ini juga merupakan satelit dari Compaigne Gravis of Paris. Dan Penambahan pemilikan saham sampai 74% ditahun 2001 Proses Proses pembelian saham ini di lakukan oleh feddian Pte Ltd. Sejarah dominasi Aqua – Danone Th Tahapan Pembelian saham 15% PT Aqua Golden Missisippi (PT AGM). Di level masyarakat. rata-rata diambil dari penduduk sekitar dua desa dan peralihan tenaga kerja dari titik eksplorasi Aqua di Wonosobo—Jawa Tengah. 2009 2002 – sekarang Diolah dari pelbagai sumber: Endaryanta. 2007. 96 tahun 2000 dan Keppres no. kehirauan untuk mulai tanggap terhadap resiko dimulai dengan membaca potensi–potensi kerusakan yang muncul.. desa Ponggok dan desa Wangen. Sebuah perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum singapura kepemilikan Danone Asia Ltd Singapura. Pemetaan bencana industrial secara fisikal tidak cukup dengan hanya 52 DISASTRUM VOL. 12 tahun 1991 Level desa: Dalih penerapan UU Otonomi Desa Memetakan Potensi Bencana Industri Lebih dari 5 tahun perjalanan Industri Aqua—Danone memunculkan perubahan wajah kebijakan dan implikasi bagi tatanan sosial pedesaan sebagai dampak dari adanya industrialisasi berupa AMDK. yang memberikan porsi kepemilikan saham perusahaan asing kepada perusahaan lokal di dalam lapangan usaha terbuka untuk PMA seperti air mencapai 95 %. 333/U/PMA/1998. dengan tujuan memperluas ekspansi.5 ha di Desa Wangen. E. Perancis.

melihat jumlah korban jiwa yang meninggal maupun kerusakan lingkungan yang parah. kerentanan muncul dalam kerangka yang diciptakan oleh rancangan pembangunan yang belum mengantisipasi bencana industrial yang lahir. dalam 6 tahun eksploitasi ini (2002—2008) beragam tuntutan mulai dari penataan ruang fisik sumber air di Klaten dalam mengantisipasi krisis air sampai pada proses transparansi dan akuntabilitas perusahaan terus bergulir. karakter dan dampak yang ditimbulkan oleh proses industrialisasi itu sendiri. Kerugian yang diterima baik oleh Pemkab Klaten maupun masyarakat petani khususnya. yakni sumber air kapilaler dan sumber air Cokro. kerentanan adalah bagian dari sistem dimana potensial gejolak sosial justru direproduksi oleh sistem regulasi lokal Klaten. 1987. mulai jelas terlihat20. harga maupun kualitas. Konteks kerentanan di Klaten memiliki tiga dimensi reflektif yang perlu diperhatikan. dampak yang ditimbulkan oleh serangkaian kejadian atau kemungkinan kejadian memiliki daya yang bisa dikelola dan tidak mengarah pada bentuk yang catastrophic. Terang bahwa. khususnya pihak petani dan PDAM Solo. tetapi juga perlu melihat potensi kerusakan akut dengan level yang kompleks. membuka perseteruan berkelanjutan antar pihak.. Kehirauan terhadap resiko menuntun refleksi mendalam tentang siapa atau sistem mana yang mengalami kerentanan. akan menjadikan petani dan penduduk sekitar yang bergantung dengan ketersediaan sumber air di sekitar sumber air Si-Gedhang rentan mengalami krisis air. Sumber air yang memiliki jalurjalur distribusi air dalam tanah dan terhubung dengan sumber–sumber air lainnya. baik dalam segi kuantitas. 1991). Kedalaman dalam delegitimasi aset publik ini cukup mengkhawatirkan memberikan kontribusi bagi pergeseran nilai sebagai intangible aspek dalam kehidupan masyarakat dalam memahami kembali fungsi sumber air. Sehingga. Pertama. yang perlu dicermati adalah bagaimana bentuk. Disamping itu. Semisal. Desain ini jelas merupakan kelalaian sistemik yang berujung pada efek berantai maupun efek pembangunan sistem yang eksploitatif. substansi dan konteks privatisasi ini membawa bencana industrial yang akut sekaligus resiko yang semakin besar untuk menjadi tantangan di masa depan dalam distingsi antara kenyataan dan kemungkinan-kemungkinan yang muncul (Evers and Nowotny. yaitu: efek berantai dan efek pembangunan sistem. Dalam fenomena bencana industrial. Markowitz. RESIKO BENCANA INDUSTRIAL DALAM PRIVATISASI. keseluruhan proses. Dengan demikian. khususnya yang berdekatan dengan sumber air Si-Gedhang.. Ada dua dampak yang perlu dianalisis secara mendalam dalam konteks melihat potensi resiko industrial dalam fenomena eksploitasi sumber air Si-Gedhang. aspek tangible dari keterbatasan akses atas aset publik ini. 53 . Efek berantai dimulai dari pergeseran signifikan dalam “legitimatisasi dan legalisasi” komodifikasi sumber air.

Fenomena ini dalam pengamatan penulis22 terjadi di banyak titik. Ceper.1 TH. Efek pembangunan sistem terutama pada aspek fundamental hubungan industri dengan kebijakan publik dalam pengelolaan sumber daya air. Efek berantai yang lain berbasis pada protes sosial yang muncul dari kalangan petani yang bergantung dari sumber air kapilaler yang mengeluhkan tentang turunnya muka air tanah pada daerah mata air ini21. Buruh kontrak hampir-hampir tidak memiliki payung hukum negara untuk mendapatkan proteksi hak–hak dasar mereka.1 NO. pola rekruitmen dengan rekomendasi pola patronase maupun konversi kepemilikan aset melalui sertifikasi telah memberikan ruang kuasa bagi perusahaan tanpa sistem kontrol yang jelas. Daerah-daerah ini sebelum kehadiran Aqua adalah daerah yang mengakses suply air dari sumber air kapilaler. pengeluaran mereka hampir 1. terutama bagi irigasi petani. Ruang ini juga menunjukkan bahwa arena kebijakan publik dengan dominasi rezim pengelolaan yang predatoris sangatlah beresiko tinggi dan merusak bagi publik. Selain itu. Pedan. Faktor teknis eksploitasi beresiko secara sosial dan politik. Demikian juga dengan sumber air kapilaler yang berjarak hanya beberapa meter dengan si-Gedhang. Kwarasan. 2009 . maka sumber air Cokro Tulung yang dimanfaatkan oleh PDAM Solo untuk kebutuhan domestik air bersih di kota Surakarta akan terganggu. 2007). Munculnya alat pemompa air dan kekeringan di persawahan menjadi situasi yang kontradiktif. Cara dengan memompa akan mengakibatkan sumber air di sekitar si-Gedhang mengalami penurunan debit air. terutama dalam masalah transparansi.6 juta rupiah untuk mendapatkan distribusi air ke kecamatan Trucuk—Klaten guna membayar sumur pompa dalam setiap kali panen (Endaryanta. Hubungan industrial dengan model buruh kontrak memiliki kerentanan–kerentanan sistemis yang akut. Kalau ini yang dilakukan. Bagi petani. Di masa kemarau misalnya. Trucuk. 54 DISASTRUM VOL. antara lain Kecamatan Delanggu. Apabila ambang batas pemanfaatan AMDK sekitar 23 liter/detik dipatuhi.Peralihan fungsi air yang semula diperuntukkan bagi irigasi belasan kecamatan di Klaten menjadi AMDK telah memunculkan tuntutan pengendalian perusahaan dalam batasan-batasan eksploitasi. diyakini tidak akan mengganggu distribusi air. Hampir-hampir tidak ada penjelasan yang cukup transparan tentang sistem eksploitasi apakah dengan cara memompa atau cukup mengandalkan energi potensial dorongan air tanah yang keluar dari sumber melalui pipa-pipa Aqua—Danone. efek eksploitasi ini menambah pengeluaran yang harus mereka tanggung.

2005. 2003. State and Market: A Guide to Competing Theories of Development. 6. 2008. Sumarjono.org. 19-42. 8. 2002. Provit dan Polusi.. and McCarty. tidak dipublikasikan). London and New York. J. Routledge. Water Policy. Collective Futures in Asia. Kasus Sumber Air “Pemandian Mangli” di Kelurahan Kejiwan. Hasil RESIKO BENCANA INDUSTRIAL DALAM PRIVATISASI. R.dimensi sosial ekonomi secara luas. London and NewYork. Paper serial CIRiS. Insist dan Walhi. 3. Penelusuran ini dapat diunduh pada: —. (Thesis. Risk Assessment. Konsep kepemilikan individu—tidak seperti di Barat—tidak mendominasi dalam proses pengelolaan barang publik. Reorganizing Power in Indonesia. Collective Goods dalam perkembangan di setiap negara memiliki tipologi pengelolaan yang berbeda.. hal 2639. and Hadiz. M. menunjukkan proses ini berjalan selama Orde Baru: Collective Goods. London and New Jerrey. V. Blue Gold: the fight to stop the corporate. 2004. T. V. S. Jam 16. Zed Books Ltd. Yogyakarta. Sargeson. Water Wars: Privatisasi. C. 26-39.. Catatan terhadap rezim predatoris kali pertama muncul dalam typology yang dibuat oleh Matinussen. Yogyakarta. lihat chapter Waren. hal. (2002). 9. Collective Goods.. Routledge.CATATAN AKHIR 1. Konflik Pengelolaan Sumberdaya Air. London and New York.. hal. Mitra Tani. Roultledge Curzon. Sumber daya yang memuat dimensi . 82-83. New Delhi. Society.kau. Introduction. 5. 4. J. 238. 55 . Beberapa peneliti kemudian bisa menjadi alat validasi terhadap bentuk buruk sistem ini. 1997.. Beeson.30 WIB. Kecamatan Wonosobo. Demikian juga yang ditemukan oleh Richard Robison dkk. dalam Robinson. 2. www. —. S2 Sosiologi UGM. hal. dan diatur dalam satuan teritorial terutama hukum adat. —. Tulisan ini berdasarkan pada ide dasar penelitian yang telah dilakukan oleh penulis dalam kepentingan akademis dan aktivitas keberpihakan sosial terhadap petani Klaten pada bulan September — Oktober tahun 2004. 2002. hal. 7. and Clarke. The Politics of Oligarchy in Age of Markets.. 2002.. Fenomena ini berjalan sebelum kekuasaan pemerintah yang tidak diharapkan menjarah kedaulatan kolektif yang sudah terbangun. 2002. Kebijakan World Bank dan ADB dalam Privatisasi Air di Asia. K. dalam Sally S. (ed). M. Yogyakarta. Penelusuran yang dilakukan oleh Sally Sargeson dkk. 2. Collective Futures in Asia.. Shiva. Anggoro. tidak dapat diperdagangkan.. Barlow. R.. Kabupaten Wonosobo. hlm. Diakses tanggal 12 Agustus 2004.

20. Jawa Tengah. 30 Desember 2008. 13. diunduh 14 Maret 2009. diunduh tanggal 12 Maret 2009 Lihat tabel 2 Paparan PT. tulisan diperkaya dengan data yang relevan dengan kajian ini. E. Kamis 12 Maret 2009. 14. 22. Laboratorium Fisipol UGM.1 NO. Laporan Akhir Studi Pemetaan Sumber Air di Kabupaten Klaten. 21. (tidak dipublikasikan). 15. dengan kapasitas debit air mencapai 1500 liter/detik.fm. 11. Politik Air. Survey dilakukan pada bulan September – Oktober tahun 2004 dan live in bulan September 2004.. Klaten. tanggal 2 Agustus 2003 www. 12 Februari 2004 Lihat Gatra Nomor 18. 10. 2009 . Juni 2005. 17. yang dikelola oleh pihak pemerintahan Hindia Belanda sejak tahun 1928 sebagai sentra pemasok air bagi Kasunanan Surakarta melalui pipa-pipa Perusahaan Air Negara. Perintisan ini dimulai dengan memanfaatkan sumber air Cokro Tulung. tanggal 12 Februari 2004. 19. 12 Februari 2004 FGD di Bappeda Klaten 2 maret 2004 Paparan Aqua – Danone di Pemkab Klaten.1 TH. 12. www. Bappeda Klaten. Studi Kasus Pemetaan Kuasa dan Eksploitasi Sumber Air Si-Gedhang—Klaten oleh PT TIA-D (Aqua—Danone). hal 83.3 milyar per tahun akibat dari penggelapan pajak. lihat Bernas – Jogja . 16.kapanlagi. Gideon Direktur marketing PT TIA-D. Direktur Utama PDAM Solo pada tahun 2005.com. Eksplorasi Air Tanah dengan Metoda Geofisika di daerah Si Gedhang. Laboratiorium Fisika Bumi ITB – Bandung. 2007. Studi Politik Privatisasi Air dalam Relasi Ekonomi Politik Negara dan Trans National Corporations (TNC). Kalkulasi kasar kerugian negara dilansir mencapai sekitar 15 milyar per tahun. 2000. 18. sumber air yang berseberangan dengan sumber air Si Gedhang. Keterangan ini diperoleh dari Abimanyu.greenradio.dari pencapaian akademik telah dipublikasikan dalam Endaryanta. Untuk kepentingan artikel ini. Tuntutan sekarang di tahun 2009 ini digulirkan oleh anggota Tindak DPD Jawa Tengah terkait dengan kalkulasi kerugian masyarakat Klaten yang mencapai 12 milyar tiap tahun dan kalkulasi kerugian Pemkab Klaten mencapai 1. TIA-D di DPRD Klaten. 56 DISASTRUM VOL. Model ini mulai diterapkan juga oleh pemerintah Kabupaten Klaten untuk memasok kebutuhan air rumah tangga melalui sistem yang sama ke rumah-rumah penduduk. —. Paparan resmi Aqua Danone.

com. penulis merupakan peneliti di Magister Ilmu Politik Lokal dan Otonomi Daerah UGM.com. Alumnus Jurusan Administrasi Negara. Universitas Brawijaya. lahir di Sleman. Pendamping Korban lumpur Lapindo. Disamping itu. Sempat bekerja sebagai exploration geologist pada PT. Dapat dihubungi di: paring. Masuk studi sebagai mahasiswa di Jurusan Ilmu Pemerintahan UGM tahun 1999 dan menyelesaikan studinya tahun 2005. Malang. masuk Jurusan Teknik Geologi FT-UGM pada tahun 2000 dan lulus pada tahun 2005. Erwin Endaryanta. dan sekarang bekerja sebagai Editor Pelaksana pada Disastrum Journal. Keterlibatan dalam gerakan sosial dibangun semenjak penulis aktif di Kepengurusan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DIY periode 2001—2003.TENTANG PENULIS Bosman Batubara. aktif sebagai redaktur tamu Jurnal Lembaga Ombudsman Daerah (LOD) Yogyakarta dan Koordinator Divisi Advokasi dan Pendidikan Politik.atmaja@gmail. Masyarakat Santri untuk Advokasi Rakyat (Syarikat) Indonesia. Presidium GMNI periode 2003—2006 dan Gerakan Reforma Agraria (AGRA). Centre for Indonesia Risk Studies (CIRiS) Yogyakarta-Jakarta. Selama satu tahun lebih hidup di pengungsian Pasar Baru Porong. Dapat dihubungi di: bosman2000id@yahoo. DIY 2003—2006. Paring Waluyo Utomo. Dapat dihubungi: erwin. Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi (HMTG) FT-UGM dan Forum Himpunan Mahasiswa Geologi Indonesia (FORHIMAGI). Semasa mahasiswa terlibat aktif dalam pelbagai organisasi mahasiswa seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). 27 Juni 1981.com TENTANG PENULIS 57 . Menyelesaikan program magister studi pertahanan (Defense Management and Security Analysis) di Institut Teknologi Bandung (ITB) kerjasama dengan Cranfield University-UK. Kaltim Prima Coal.waluyo@gmail. Sampai kini masih mendampingi korban Lapindo yang dieksploitasi berbagai pihak.

dan perubahan kehidupan orang-orang yang tenggelam dalam banjir lumpur itu. .” -Gus maksum- Sejak mei 2006 lalu. the Lapindo mudflow swallows everything. but hour by hour. Banjir lumpur yang diakibatkan oleh diakibatkan eksplorasi pengeboran oleh PT Lapindo Brantas itu telah membuat lebih dari 150000 orang kehilangan tempat tinggal dan terus mengancam kehidupan orang-orang yang tinggal di sekitar semburan. Ditulis langsung oleh korban. buku yang kami terjemahkan ke dalam bahasa Inggris ini menyajikan suara dari “dalam” yang sebelumnya tidak pernah didengarkan. Sebagai bagian dari program Sharing voices Sharing Lives. bit by bit.. until nothing is left.. seorang kiai yang pondok pesantrennya tenggelam dalam lumpur. MAKSUM ZUBER TITANIC MADE BY LAPINDO “This mudflow has affected every aspect of our lives and it happened not in a flash. menuliskan kegetiran. on and on. buku ini adalah salah satu ayunan langkah bagi keterlibatan kaum marjinal dalam gerakan demokrasi global Lafadl Pustaka THE TRUE WISDOMS ARE FOUND IN HOLY BOOKS ON T-SHIRTS especially on pingsoet. luapan lumpur di Porong Sidoarjo tidak pernah berhenti. Gus maksum. kepahitan. Just as people eat.comming on july H. day by day.M.

Dayu Baru no 1-A. Telp. +62 (0) 274 888 726 E-mail. Sampaikan kritik dan saran anda ke: Redaksi Disastrum Journal Jl. Indonesia.org . Sinduharjo.T E M A E D I S I B E R I K U T N YA VOLUME 1 NOMOR 2 TAHUN 2010 MIGRASI DAN BENCANA Bagi anda yang berminat menulis tentang tema ini. silakan kontak redaksi untuk mendiskusikannya. disastrum@lafadl. Sleman. Yogyakarta 55581.

+62 (0) 274 888 726 E-mail. www.org Website. Dayu Baru no 1-A. Telp. Yogyakarta 55581.org/disastrum . disastrum@lafadl. Sleman. Indonesia. Sinduharjo.Jl.lafadl.