Happy Karuningtyas, S.

Farm

FARMAKOTERAPI TERAPAN GANGGUAN HEPAR
1

Dra. Budi Suprapti, MSi

Profil Tx Gangguan Hepar-praktek
Kasus1
Sanmag syr Ulseran Lesifit HP pro

Kasus 2
Ampi inj Lasix inj Aldacton Albumin Neurodex B Comp

Kasus 3
RL inf KAEN inf PRC Metoklopramid Vit.K inj Magasida syr Simetidin Lasix Spironolakton Neurodex Sulfat ferrosus

Kasus 4
NS PRC OMZ Metoklopramid Comafusin inf Laktulosa Antasida Sucralfat Aminoleban Vit K Sefotaksim Propanolol Trombo cell inj Dexamethason Spironolakton 2

GANGGUAN HEPAR - Anatomi ± Fisiologi Liver - FS Normal Liver - Disfungsi liver - Katagori penyakit liver - Sirosis
- Etiologi ± patofisiologi - Manifestasi - Komplikasi

Terapi
3

Dokumen medik kesehatan (DMK) . lembar discharge px Profil terapi Data laboratorik Data klinik 4 . jenis kelamin.px Nomor rekam medik Data px : usia. BB/TB Keluhan px Diagnosa Riwayat penyakit dahulu Riwayat terapi dahulu Catatan perkembangan px (problem-kejadian-tindakan) Lembar instruksi dokter Lembar catatan keperawatan Lembar konsultasi.

DOKUMEN MEDIK KESEHATAN (DMK) ² PX Data base px Identifikasi px keluhan data lab/ klinik diagnosa patofisiologik-px Terapi obat DRP-pencegahan. pengatasan Pemantauan efek terapi obat--data lab data klinik Konseling px 5 .

54 tahun.00 (<0.3 mg/dl) SGPT 22 (0-35 mg/dl) Indirek 2.000/mm3) 6 Na/K 136 (135-145mmol/L) / 4 (3.56 (0. 65 kg.KASUS Ny R. Total 3.5 mg/dl) Albumin 1.2-1mg/dl) SGOT 33 (0-34 mg/dl) Direk 1. MRS dengan keluhan mual. Pasien dengan keadaan perut membesar dan oedema.000-400.22 (0.5-5. Suhu 37oC. Pasien ini mempunyai riwayat sakit kuning saat kecil dan diabetes mellitus Data klinik : TD 90/60.5-5 mg/dl) BUN 33 (6-19mg/dl) Leukosit 3000 (4000-10.5 mmol/L) GD 2 j pp 201 mg/dl .22 ( 0.000/mm3) Hemoglobin 4. muntah darah dan berak warna hitam.8 (3.5-1.75 mg/dl) Kreatinin 1.000 (150.7 (13-17 mg%) Trombosit 53. Nadi 90 bpm Data lab : Bil.

Antar plate ± ada vaskular ( kapiler ) ± SINUSOID . Ki . Sel-sel epitel ttt -Hepatosit ± tersusun dalam palte hepatosit dalam supporting cell reticuloendothelial . 2 labus ± Ka.Liver tda.Empedu ± disekresi hepatosit ± bile canaliculi ± bile duct ± gall bladder 7 . .Dalam sinusoid ± sel kuffer ( fungsi fagositosis ) .Lobulus ± struktur hexagon HEPATOSIT -. lobulus .GANGGUAN HEPAR ANATOMI ± FISIOLOGI LIVER .tda.Labus tda.Liposit ± metabolisme vit A.

8 .

9 .

Metabolisme ammonia 10 .NORMAL -Energi .. hormon . Fagositosis . Sintesis glutathion . Lipoprotein-transpor lipid . Metabolisme obat. clotting factor . lipid . prot.FUNGSI LIVER .Protektif + klirens .plasma. transpor.interkonversi substrat Metabolisme KH. glycogen . Vitamin.Sintesis-sekresi prot. storage : .Solubilisasi. Sirkulasi empedu .

Tipe disfungsi liver ‡ Disfungsi hepatosit-lobulus ‡ Disfungsi sirkulasi (HT portal) 11 .

12 kesetimbangan Na-air .Manifestasi disfungsi liver ‡Metab. hormon. Lipid : akumulasi fat. endotoxin. xanthomas ‡Metab. jaundice/icterus ‡Hilang fungsi protective + klirens ‡Bakteri. storage ‡Malabsorpsi vit K. Solubilisasi./sintesis Protein hipoalbumin hepatic enchephalopathy (HE) ‡Hilang Fs. ammonia. Karbohidrat : hipo/hiperglikemia ‡Metab.

obat dll. cholestatis. toksin. Obstruksi (defek ekskresi.) ‡ Sirosis (infeksi.D. toksin) ‡ Fulminant hepatitis (Virus.B. obstruksi empedu) 13 . obat. cystic fibrosis) Jaundice . TPN.C. hemochroma tosis. Sirosis bilier) ‡ Akut hepatitis (Virus A. Hemolitik (hasil destruksi/metab. Obat. obat. iskemi.Katagori penyakit liver ‡ Cholestasis (Familial.E. autoimmun. toksin. obat dll) ‡ Kronik hepatitis (virus. Hepatoselular (konjugasi abnormal) . Heme) .

SIROSIS . Chirose-warna orange-kuning orange hati / liver . fibrosis. Sirosis : distorsi irreversibel. Ikat hepar.architecture liver normal yang dikarakterisasi hepatic injury. regenerasi nodular peningkatan jar.disorganisasi architecture ± kerusakan vaskular Etiologi : alkohol penyakit liver kronik virus dll 14 .

Regenerasi nodul-2 yang dikelilingi scar tissue micronodular < 3 mm macronodular > 3 mm 15 . Respons immune . Bagian dari proses wound healing . Scaring.oleh karena peningkatan jaringan fibrous kolagen .Patogenesis fibrosis . Respons terhadap agen fibrinogenik Patologi sirosis-karakterisasi . Distorsi architecture hepatik .

16 .

17 .

18 .

Asites . Gejala ± tanda : fatigue. Spider angioma . vomiting. Ginekomastia . Splenomegali 19 .Manifestasi sirosis . nausea. hepatomegali . Hipertensi portal . Varises gastroesofageal . Pembesaran kelenjar parotid . Manifestasi klinik . Palmar eritema . Irregular menstruation . weight loss. Coagulopathy . jaundice. Ekstra hepatik: . Atropi testikular .

Hiperestrogenemia . Splenomegali-trombositopenia . Asites. Komplikasi lain : 20 .Komplikasi sirosis . Hiperglikemia . edema perifer . Enchepalophaty . HT portal dengan shunting portal sistemik .OK. Hipoglikemia.SBP . Loss hepatosit . Hepatocellular Ca . Sensitivitas obat . Varises esofageal . Hepatorenal syndrome . koagulopati (def. OK. Defisiensi asam empedu-malabsorpsi . clotting factor sintesis).

P ------. Intrahepatik . Sirosis----pe P dlm sinusoid -------. P. Presinusoidal/ sinusoidal/ postsinusoidal .vascular beds Splenomegali shunting portal ke sistemik malabsorpsi varises esofageal 21 . Terjadi obstruksi intrahepatik . portal > 10 mm Hg mempunyai arti klinik bila > 15 mmHg . Terjadi peningkatan resistensi vask.Hipertensi portal .vena porta -----.

Rongga peritonium Normal 400-900 ml/hari . membran peritoneal . Hipoalbuminemia .pe aliran ke pembuluh limfatik ------overflow ke intercavity peritoneal ---------asites .kapiler. sinusoid----. Intestin ----.ASITES . P. Akumulasi cairan dlm.aldosteron------.terjadi P vena porta------rongga peritoneal .Na --------retensi air !! Jumlah maksimum cairan diabsorpsi kembali 800-1000 ml/hari 22 . Terjadi retensi Na ( aliran darah ke ginjal )-----stimulasi renin ------. limfe.

Cairan asites : vol. 1/3 gram +. Ada perforasi.seeding bakteri dari cairan asites ----. limfa Gejala : panas nyeri perut Leukositosis 23 . Tjd. anaerob jarang) Peritonitis --. saluran darah.media subur bakteri tumbuh (2/3 gram . Spontan-peritonium tak ada proses klirens .Spontaneous bacterial peritonitis (SBP) .transudat + eksudat Bakteri patogen usus ----. protein +.rongga peritoneum ..dinding usus. tak ada opsonisasi ---. besar.

pe P onkotik plasma kesetimbangan hemodinamik terganggu asites.Hipoalbumin-edema perifer ‡ Pe sintesis albumin ----. Sirosis/ HT protal) varises esofageal ‡Varises ± mudah rupture --.massive bleeding Ulser duodenal/gastrik Koagulopati Hematemesis-Melena 24 . Perdarahan varises esofageal ‡Adanya sirkulasi kolateral (ok. edema perifer.

CNS . Faktor presipitasi: . Hipo K . Terjadi perubahan status mental ringan berat . Akibat dekompensasi lanjut Px liver shunting portal -----sistemik----.Hepatic enchephalopaty (HE) . Pe pembentukan false neurotransmitter dari AAA pada px liver 25 . Neurotoksin NH3± CNS . Infeksi . Perdarahan GIT . Azotemia . Obat sedatip . HE terjadi : . Alkalosis metabolik . Deplesi vol-diuretik . Pe GABA pada Px liver .

Trombositopeni + anemi ---. X . Pe absorpsi vit.Koagulopati . VII.koagulasi intravaskular Splenomegali + hipersplenism . P porta . Fungsi sintesis faktor clotting . Pembesaran spleen ok. K (bgt.peningkatan elemen darah di spleen (Normal sel darah merah dibersihkan pada usia hidupnya 120 hari) 26 . Ketidakmampuan liver memetabolisme produk degradasi fibrin--. IX.untuk sintesis faktor II. Lemak/ bile salt)---.

Ascites Exudative enteropathy Varices Vitamin K deficiency NH4+ + HCO3- Urea Hyperaldo Steronism Hypokalemia GI Bleeding Clotting factors Aromatic AA Renal NH4+ Production Enteric AA Break down Hyper Ammonemia False Neuro transmiters 27 Alkalosis Hypervent.LIVER FAILURE HypoAlbuminemia Portal Hypertension Cholestasis Fat Abs. Encephalopathy .

PORTAL HYPERTENSION Liver Damage Hypoalbuminemia Ascites Malabsorption Vasodilation Portal Collateral Circulation Splenomegaly Aldosterone Blood presure Clotting factors ECV Thrombocytes CO Varices Rupture Bleeding 28 Encephalopathy .

HEPATORENAL SYNDROME ASITES CO EDEMA VASOCONTRICTION N SYMPATETIC GFR RENIN ALDOSTERON OLIGOURI RETENSI Na+ air 29 .

Monitor hepatorenal syndrome 30 . HE : diet eliminasi CNS depressant me kadar ammonia darah .Tx variceal bleeding .SIROSIS PENDEKATAN . Asites ± Tx farmakologi/ paracentesis . Identifikasi-eliminasi penyebab sirosis . SBP . Profilaksis.TERAPI OBAT.

Cegah perdarahan-profilaksis . Kombinasi F blocker. Cegah perdarahan ± profilaksis 2. F Adrenergik blocker propanolol 3 dd 10 mg nadolol 1 dd 20 mg . Nitrat ± Px kontraindikasi F blocker . Me portal inflow + tekanan portal .HT portal-variceal bleeding 1. Tx acute variceal hemorrhage 3.nitrat bila respons F blocker kurang 31 . Cegah rebleeding-profilaksis sekunder Ad 1.

terlipresin( ADH. somastostatin -----. Skleroterapi-injeksi endoskopi (EIS) Etanolamin. hematokrit .!! PT . Preservasi fs liver . Koreksi koagulopati-trombositopenia . Perdarahan. Vit. vasoactive peptida) Octreotide. fresh frozen plasma-------------. Na Morrhuate.2. Kendalikan bleeding .Tujuan Tx . K. Cegah rebleeding . tetradesil sulfat Na.ES << . plasma. Hipotensi ± c.laktulosa.Ad. Profilaksis koma.kristaloid. 32 polidocanol TIPS-Transjugular intrahepatic portosystemic shunt . Vasopresin. antibiotika . Resusitasi cairan cukup .hematemesis melena . Terapi acute variceal bleeding .

EIS .Ad. Kombinasi F blocker ± nitrat spironolakton P portal < 12 mmHg 33 . F Blocker ± long acting .3 Cegah rebleeding-profilaksis sekunder . EBL .

Asites >>-. Diet garam 2 g/hari . Diuretik Spironolakton 100 mg/hari Furosemid 40 mg/hari ?? Capaian ?? Monitoring .paracentesis SBP ‡ AB broad spectrum ‡ Ampisillin + aminoglikosida ‡ Amoksisillin + klavulanat ‡ Sefotaksim ‡ Ofloxacin AB diberikan sampai tanda-2 infeksi hilang 34 .ASITES .

Hepatic enchephalopaty (HE) . cairan ± kristaloid hematemesis ± blood product hipokalemi ± koreksi infeksi ± antibiotika Supplemen vitamin Diet rendah protein 35 . Koreksi faktor presipitasi: deplesi vol.

False neurotransmiter .BAA me 36 . urease laktobacillus acidopilus enterococcus faecum neomisin. metronidazol .Hepatic enchephalopaty (HE) . Terapi ± patogenesis ammonia darah batasi protein intake laktulosa ± me pH usus efek cathartic replacement bakteri prod. Hambat reseptor GABA-benzodiazepin : Flumazenil .

Diuretik >> .Hepatorenal syndrome . Hilangkan-potensial nephrotoxic . Pemberian cairan . Aminoglikosida . NSAID . Dopamin + norepinefrin 37 . Dopamin .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful