You are on page 1of 7

BAB II GAMBARAN UMUM

2.1 KENYATAAN
Nilai-nilai dasar wawasan kebangsaan yang terwujud dalam persatuan dan kesatuan bangsa memiliki enam dimensi menusia yang mendasar. Salah satunya adalah kesetiakawanan sosial sebagai nilai-nilai yang merupakan rumusan lain dari keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Wawasan kebangsaan menegaskan bahwa kesejahteraan rakyat lebih diutamakan ketimbang kesejahteraan perseorangan atau sekelompok orang. Kesejahteraan sosial disebut juga kesejahteraan umum yang mencakup keseluruhan lembaga dan usaha dalam kehidupan sosial. Pada kenyataannya masih banyak masyarakat indonesia yang berada pada taraf kemiskinan. Kemiskinan merupakan masalah utama dalam pembangunan karena dari kemiskinan itu akan timbul permasalahan-permasalahan lainnya yang tentu saja bisa berimplikasi negatif jika tidak segera diselesaikan. Di Indonesia sendiri, penyebab kemiskinan itu ada berbagai hal, salah satunya disebabkan oleh pengaruh UMR. Upah Minimum Regional (UMR) adalah suatu standar minimum untuk memberikan upah kepada pegawai, karyawan, atau buruh di dalam lingkungan usaha atau kerja. UMR ini dimaksudkan untuk menunjang tiga program prioritas utama pembangunan, yakni peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, peningkatan penciptaan lapangan kerja, dan pengentasan kemiskinan. Besar nilai UMR tersebut ditentukan melalui prosedur penetapan upah yang dilaksanakan setiap tahun melalui proses yang cukup panjang, yakni mulai diadakannya rapat oleh DPD (Dewan Pengupahan Daerah), membentuk tim survei, pelaksanaan survei untuk mengetahui harga sejumlah kebutuhan dengan memperhitungkan nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dari para karyawan atau pegawai atau buruh yang bekerja, hingga penetapan nilai UMR yang mengacu pada kondisi stabilitas ekonomi makro, sosial politik, perluasan kesempatan kerja, dan usaha pengentasan kemiskinan. Namun, UMR yang ada saat ini masih belum memenuhi nilai KHL masyarakat, khususnya di kotakota besar.

Perkotaan mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat. Pesatnya perkembangan kota dan pertumbuhan ekonomi tersebut pada akhirnya menyebabkan biaya hidup menjadi sangat tinggi pula. Hal ini dikarenakan banyak kebutuhan hidup yang harus dipenuhi oleh masyarakat, baik itu kebutuhan primer, sekunder, maupun tersier, yang mana hal tersebut dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat disana. Banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi ini tidak akan menimbulkan masalah apabila dapat dipenuhi oleh masyarakat. Namun sayangnya, harapan seringkali tidak sama dengan realitanya. Ada beberapa dari banyak kebutuhan tersebut yang harga belinya cukup tinggi sehingga cukup banyak masyarakat yang sulit menjangkaunya. Akibatnya, kebutuhan tersebut jadi tidak bisa terpenuhi sehingga tingkat hidup layak masyarakat akan jadi menurun, apalagi kalau kebutuhan yang tidak bisa terpenuhi tersebut merupakan kebutuhan primer. Hal inilah yang kemudian menyebabkan tingkat kesejahteraan mayoritas penduduk rendah dan cenderung dapat mendorong terjadinya kemiskinan. Kemiskinan terjadi apabila pendapatan masyarakat belum mampu memenuhi kebutuhan hidup dari masyarakat tersebut. Dengan kata lain, besar UMR yang diterima masyarakat masih belum cukup untuk memenuhi nilai KHL masyarakat yang ada.

Tabel Kenaikan UMP di Indonesia Tahun 2010

Sumber: Dit. Pengupahan dan Jamsostek, Ditjen PHI dan Jamsostek, Depnakertrans, Desember 2010

Dari tabel di atas maka dapat dilihat upah minimum propinsi dimana .......................... dan jika dihubungkan dengan standart kelayakan hidup .....

Tabel Kebutuhan Hidup Layak 2010

No. Komponen MAKANAN DAN MINUMAN 1 Beras

Keterangan 10 kg

2 Sumber Protein 3 Kacang-kacangan : tempe/tahu 4 Susu bubuk 5 Gula pasir 6 Minyak goreng 7 Sayuran 8 Buah-buahan 9 Karbohidrat lain 10 Teh atau Kopi 11 Bumbu-bumbuan SANDANG 12 Celana panjang/rok 13 Kemeja lengan pendek/blous 14 Kaos oblong 15 Celana dalam 16 Sarung/kain panjang 17 Sepatu 18 Sandal Jepit 19 Handuk Mandi 20 Perlengkapan ibadah PERUMAHAN 21 Sewa kamar 22 Dipan/tempat tidur 23 Kasur dan bantal 24 Seprei dan sarung bantal 25 Meja dan kursi 26 Lemari pakaian 27 Sapu 28 Perlengkapan makan 29 Ceret alumunium 30 Wajan alumunium 31 Panci alumunium 32 Sendok masak 33 Kompor minyak tanah 34 Minyak tanah 35 Ember plastic 36 Listrik 37 Bola lampu pijar/neon 38 Air bersih 39 Sabun cuci PENDIDIKAN 40 Bacaan/radio KESEHATAN 41 Sarana Kesehatan

2,95 kg 4,5 kg 0,9 kg 3 kg 2 kg 7,2 kg 7,5 kg 3 kg 1 dus 75 gr 6 6 6 6 1 2 2 1 1 12 potong 12 potong 12 potong 12 potong 12 helai 12 pasang 12 pasang 12potong 12 paket

1/bulan 1 buah 1 buah 2 set 1 set 1 buah 2 buah 3 buah/pasang 1 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah 10 liter 2 buah Terpenuhi per bulan 6 buah 2 m3 1,5 kg 4 eksemplar/buah 1 set pasta gigi, sabun, sikat gigi, sampo, pembalut, dan alat cukur 3 dus 6 kali Angkutan Umum 2 kali 2%

42 Obat Anti Nyamuk 43 Potong Rambut TRANSPORTASI 44 Transport kerja dan lainnya REKREASI DAN TABUNGAN 45 Rekreasi 46 Tabungan

Sumber: Dit. Pengupahan dan Jamsostek, Ditjen PHI dan Jamsostek, Depnakertrans, Desember 2010

IDENTIFIKASI MASALAH Hal yang disebut masalah dalam konteks wawasan kebangsaan disini adalah bila rasa nasionalisme dan rasa kebangsaan mulai pudar pada diri pemerintah dan pada diri masyarakat tidak sesuai dengan arti wawasan kebangsaan yang sesungguhnya dimana Wawasan kebangsaan sangat identik dengan wawasan Nusantara yaitu cara pandang bangsa Indonesia dalam mencapai tujuan nasional yang mencakup perwujudan kepulauan nusantara sebagai kesatuan politik, sosial budaya, ekonomi dan pertahanan keamanan, serta mengenai diri dan lingkungan berdasarkan ide nasional yang dilandasi Pancasila dan

Undang-undang Dasar 1945, sebagai aspirasi suatu bangsa yang merdeka,berdaulat, dan bermartabat serta dijiwai tata hidup dan tindak kebijaksanaandalam mencapai tujuan nasional sehingga kesejahteraan dapat diwujudkanbagi bangsa Indonesia dan bisa ikut dalam setiap kegiatan ketertiban dunia. dalam konteks wawasan kebangsaan disini terkait dengan rasa kebangsaan, rasa nasionalisme serta rasa tanggung jawab dan disiplin supaya bangsa indonesia dapat mencapai tujuan nasional yang selama ini telah ada yaitu mewujudkan bangsa yang dapat dan ikut serta dalam mewujudkan kesejahteraan warganya. Pertanyaan seminar : Bagaimana solusi atau komitmen pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi masalah kemiskinan.