Teori Erikson

Teori Erikson : Integrasi, Perkembangan Personal, Emosional dan Sosial, Konsep Diri, Implikasinya dalam Proses Pembelajaran. Teori Erikson (1902 – 1994) mengatakan bahwa kita berkembang dalam tahaptahap psikososial. Erikson menekankan perubahan manusia. perkembangan sepanjang siklus kehidupan

Dalam teori Erikson, 8 tahap perkembangan terbentang ketika kita melampaui siklus kehidupan. Masing-masing tahap terdiri dari tugas perkembangan yang khas yang menghadapkan individu dengan suatu krisis yang harus dihadapi, krisis ini bukanlah suatu bencana, tetapi suatu titik balik peningkatan kerentanan & peningkatan potensi. Semakin berhasil individu mengatasi krisis, akan semakin sehat perkembangan mereka. Termasuk integrasi perkembangan personal, emosional dan sosial, serta implikasinya dalam proses pembelajaran.

1.

Tahap Erikson : Basic Trust vs Basic Mistrust (Kepercayaan vs Ketidakpercayaan)

-

Periode Perkembangan : masa bayi (tahun pertama) Karakteristik : Ialah tahap Psikososial pertama menurut Erikson yang dialami dalam tahun pertama kehidupan. Suatu rasa percaya menuntut perasaan nyaman secara fisik dan sejumlah kecil ketakutan serta kekuatiran akan masa depan. Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk tanggap dan peka karena pada tahap ini, individu yang memiliki rasa percaya cenderung untuk memiliki rasa aman dan memiliki rasa percaya diri untuk mengeksplorasi lingkungan yang baru. Anak-anak yang memasuki sekolah dengan rasa tidak percaya dapat mempercayai guru tertentu yang meluangkan banyak waktu untuk membuat dirinya sebagai orang yang dapat dipercayai.

maka orang tua yang terus berusaha memperbaiki anak yang sedang belajar ngomong. Bila tahap ini terlalu banyak dibatasi / dihukum terlalu keras.. lari dan berkelana tanpa dibantu orang dewasa lagi. On Her/His Own. akan mengakibatkan anak menjadi penakut/pemalu dalam berkomunikasi. pujilah. Selanjutnya mereka dapat belajar mengendalikan kemampuan psikomotorik dan dorongan keinginan mereka sendiri. Tahap Erikson : Autonomy vs Shame and Doubt (Otonomi vs Rasa Malu dan Ragu-ragu) - Periode Perkembangan : masa bayi (tahun kedua) Karakteristik : Setelah memperoleh kepercayaan diri pengasuh / orangtua mereka. Apa yg akan terjadi ketika serigala menghembus rumah babi kedua?”) Kalau anak berusaha mengikat tali sepatunya.. insting untuk menentukan arah sendiri. anak mencoba untuk mandiri yg secara fisik dimungkinkan oleh kemampuan mereka untuk berjalan. seperti keberanian untuk menjelajah. menciptakan suasana yang berwarna warni. menanyakan pendapat anak. maka cenderung mengembangkan rasa malu dan ragu-ragu. Problem yang dapat terjadi.2. Bagaimana sebaiknya orang tua bersikap pada periode ini? Orang tua harus sering bicara dengan anak. individu mulai menemukan bahwa perilaku mereka adalah milik mereka sendiri. menurut Erikson. Penting bagi orangtua untuk mengenal motivasi anak untuk melakukan apa yang dapat mereka lakukan sesuai dengan kemampuan mereka. menyadari kemauan mereka. Warna gajah ini puuuu. Ini akan terjadi bila orang tua terlalu banyak ikut campur misalnya membantu atau mengkoreksi kekeliruan mereka.tih.. dan jangan dibikin betul dengan tujuan menunjukkan kesalahannya. Dengan kebebasan ini.gajah. Otonomi dibangun atas perkembangan kemampuan mental & motorik (otonomi = kemandirian). Bila Kondisi yang . adalah rasa malu karena mereka merasa tidak mampu "be on their own". ("Ini adalah seekor. mengarahkan dengan tidak langsung. Pada saat ini yang dia pelajari bukanlah mengikat tali dengan benar tapi bahwa dia dihargai karena punya inisiatif untuk melakukan sesuatu yang baru. anak masuk dalam periode menjelajah/eksplorasi. Pokoknya pada periode inilah kemampuan anak untuk percaya diri dikembangkan. Pada usia ini. Beberapa hal dapat dicapai dalam periode ini.. Karena pada usia ini anak mulai belajar bahasa.

. rasa bersalah dengan cepat digantikan oleh rasa berhasil. maka kondisi setelah krisis kedua ini berlalu adalah "citra diri" atau "Sense of Identity". Rata-rata binatang beberapa saat setelah lahir sudah bisa mandiri. (Istilah yg digunakan Erikson adalah Will.tercipta setelah krisis pertama terlewati adalah timbulnya Harapan. Pengatur utama prakarsa adalah suara hati. Bayi reptil begitu menetas sudah bisa berenang dan berlari-lari. Pada tahap ini anakanak belajar secara praktis dengan keterampilan-keterampilan perseptual. mereka lebih tertantang dan perlu mengembangkan perilaku yang bertujuan untuk mengatasi tantangan-tantangan ini. cenderung menjadi terlalu patuh dan penurut. Sebuah tayangan di TV seekor bayi jerapah yg kira-kira 4 jam setelah lahir sudah berusaha berdiri dan lari dengan ibunya. Perasaan bersalah jika anak tidak diberi tanggung-jawab dan dibuat terlalu cemas. masa bermain ini merupakan masa mereka berlatih. Anak-anak yg tidak mengembangkan citra diri mereka ini. berpikir sesaat. kognitif dan kemampuan bahasa yang mereka miliki untuk melakukan sesuatu. Tahap Erikson : Initiative vs Guilt (Prakarsa vs Rasa Bersalah) - Periode Perkembangan : masa awal anak-anak (tahun pertama prasekolah 3-5 tahun) Karakteristik : Ketika anak-anak sekolah menghadapi dunia sosial yang lebih luas. motorik. Konon. Katanya supaya tidak jadi korban makanan harimau. tapi istilah Will ini bersimpang siur interpretasinya sebab Erikson menggunakan Will ini sebagai Identitias Diri. Anak-anak belajar berbuat terhadap lingkungannya sebelum ia mampu berpikir mengenai apa yang sedang ia perbuat / intelegensi dasar dimiliki anak tersebut kelak. bukan Kemauan ). prakarsa dan antusiasme mereka dapat menyebabkan mereka menerima hadiah / hukuman. Muncul pula gejala insight – learning (melihat situasi problematik. biarpun sudah bisa lari tetapi mereka tetap bermain-main. Orang tua perlu terus menerus menggugah rasa percaya anak bahwa mereka bisa dan boleh menentukan hidup mereka sendiri. Semua bayi ini. spontan memperoleh pemahaman) dan perilaku-perilaku ranah cipta / kognitif. 3. anak-anak pada tahap ini beralih ke dunia sosial yang lebih luas. Atas prakarsa mereka sendiri.

Kalau boleh jujur. maka pada fase ini yang harus diciptakan adalah identitas diri macam apa. Pada saat yang sama. Pada fase ini terletak fondasi anak untuk menjadi kreatif yang akan menjadi sangat penting pada fase berikut. menerkam dan memburu makanannya sehingga masa bermainnyapun lebih lama daripada mahluk lain. belajar mentertawakan diri. Anak mulai didisiplinkan untuk menghafal angka. seringkali sebenarnya lebih banyak ambisi membuat anak pinter ini adalah untuk gengsi ortu yang disamarkan dengan mengharapkan masa depan anak yg baik. mulai belajar bahwa ada pribadi lain selain dirinya. Anak bisa menentukan apakah mereka mau menjadi seperti ayah/ibu (biasanya ya) tanpa perasaan bersalah dan anak tidak akan mengalami banyak kegelisahan karena merasa tidak dimengerti. Orang tua tidak perlu khawatir dengan hal ini karena hal ini memang normal. anak belajar menjadi lelaki atau perempuan bukan hanya dari alat kelamin tapi juga dari perlakuan sekeliling pada mereka. dan ini disebabkan karena keahlian yang harus mereka kembangkan kelak juga jauh lebih rumit daripada sekedar mencari. Bagi Erikson. Fase inilah konon yg berperanan besar dalam menentukan identitas ini karena pengaruh kelamin mulai dirasakan secara psikologis: Anak lelaki menjadi lebih sayang pada ibu dan tidak begitu senang pada bapak sementara anak perempuan menjadi dekat bapak dan merasa disaingi ibu. masa usia 3 sampai 6 tahun. terutama sehubungan dengan jenis kelamin mereka. malah kalau anak dimarahi bisa-bisa menjadi "Guilty". kalau pada fase sebelumnya. Anak-anak kecil menjadi sayang guru TKnya. anak perlu menciptakan sense of identity sebagai seorang manusia dan kepercayaan untuk melakukan eksplorasi sendiri. masa kanak-kanak sangat lama. Seperti mang Jeha bilang. Apa hasil dari fase ini bila dilewati dengan sukses? "A sense of Purpose" kata Erik Erikson. Dalam fase inilah anak-anak belajar berfantasi. Untuk manusia. Yang terjadi sesungguhnya adalah mengambil . merasa bersalah akan identitas kelaminnya.menguatkan tulang dan belajar keahlian yg mereka butuhkan untuk masa dewasa mereka kelak ketika mereka harus mandiri. Anak menjadi tidak terganggu dengan perasaan bersalah. Apa yang bisa dilakukan ortu untuk merusak fase ini? Banyak dan contohnya adalah dengan merampok masa bermain anak dengan menyuruh mereka belajar lebih dulu dari teman-teman seumur . abjad dan menulis bagus supaya lebih pandai dari yg lain. ini adalah fase bermain.

untuk mendorong bangkitnya rasa tekun anak / siswa.masa "fun" dari anak-anak sehingga emosi. Tertarik pada bagaimana sesuatu diciptakan & bagaimana sesuatu itu bekerja. maka pada saatnya mereka mulai pergi ke alam untuk mengenalnya secara . anak-anak berimajinasi memperoleh kemampuan 1 langkah berpikir mengkoordinasi pemikiran & idenya dengan peristiwa tertentu ke dalam sistem pemikirannya sendiri. 6 tahun – pubertas) Karakteristik : Masa awal anak-anak yang penuh imajinasi. sesudah merasa tenteram dekat mama-papa. 4. mereka mengarahkan energi mereka pada penguasaan pengetahuan & keterampilan intelektual. Periode ini individu / anak berpikir intuisif / berpikir mengandalkan ilham. guru secara lembut tetapi tegas memaksa anak-anak / individu ke dalam pencarian untuk menemukan bahwa seseorang dapat belajar mencapai sesuatu yang tidak ia pikirkan sendiri (perkembangan kognitif ditinjau dari sudut karakteristiknya sudah sama dengan kemampuan kognitif orang dewasa). Orang tua / guru memberikan antusiasme pada daya tarik anak / siswa pada kegiatan-kegiatannya. kesenangan dan penjelajahan yang hanya tumbuh pada masa bermain ini tidak pernah tumbuh matang. System of Operations / 1 langkah berpikir -> dasar terbentuknya intelegensi intuitif. Sekolah menjadi sangat penting karena guru yang peka & bertanggung-jawab dapat merevitalisasi rasa tekun siswa didik. Sama seperti binatang muda. Tahap Erikson : Industry vs Inferiority (Tekun vs Rasa Rendah Diri) - Periode Perkembangan : masa pertengahan dan akhir anak-anak (tahuntahun sekolah. Yang berbahaya pada tahap ini adalah perasaan tidak kompeten dan tidak produktif. ketika anak-anak / individu memasuki tahun-tahun sekolah dasar. Erikson yakin guru mempunyai tanggung-jawab khusus bagi perkembangan ketekunan anak-anak.

dan bajunya terang. anak mulai ke dunia di luar rumah seperti. Karena itu pula pilihan sekolah dasar sangat penting. Hal ini sangat sayang karena pada usia inilah anak paling siap untuk belajar secara aktif. Semua penjahat berbaju hitam dan berwajah kotor. Apabila sampai sekitar 6 tahun anakanak masih melakukan eksplorasi tentang diri sendiri. dan memberikan TV. atau Play Station-Sega. Orang tua yg terlalu lelah karena bekerja dan ingin anaknya diam. Anak-anak yang penuh rendah diri ini lebih sulit merasakan adanya kemampuan mereka untuk mengembangkan kompetensi dalam bidang yang penting.instingtif. sopan dan tenang. Pada masa-masa ini tidak ada hal relatif. maka selewat usia itu anak secara instingtif mulai melihat ke luar dan perkembangannya mulai berhubungan dengan dunia luar. Anak-anak yang melalui fase ini dengan baik akhirnya akan memperoleh ganjaran dengan mendapatkan sense of mastery. Pada usia 6 tahun. Untuk orang tua semacam ini. Pada anak ini. . dan sangat sulit untuk berdiam diri. Kesulitan bagi anak terjadi ketika ortu tidak mau repot dan cenderung melarang anak kemana-mana sehingga tidak terlalu merepotkannya. mengumpulkan segala sesuatu dan mengembara sampai ke batas yang disetujui. sense of mastery diganti oleh rasa rendah diri (inferiority) yang sangat berdampak pada masa-masa yang akan datang. sebaiknya membahas hal ini dengan guru anaknya karena sebenarnya pengaruh guru sangat besar pada masa-masa ini. terutama yang berhubungan dengan fisik seperti olahraga. Syaratnya adalah bahwa orang-orang dewasa yg mereka hormati seperti orang tua harus mendukung kegiatan yg banyak ini karena dari dalam setiap anak memang ada keinginan untuk mengerti dan menguasai lingkungan mereka. Kelompok saya adalah kelompok lelaki dan kami benci/tidak menerima perempuan (dan sebaliknya). orang dewasa selalu benar dan guru tahu segalanya. tetangga. Manusia mudapun demikian. berlari. sekolah. maka anakanak ini kehilangan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi mereka. Dunia luar menjadi tempat untuk tumbuh. juga merugikan pertumbuhan anaknya. Bila ini terjadi cukup lama sehingga anak memperoleh kebiasaan untuk nonton tv daripada mempelajari hal-hal di lingkungan mereka. yang ada hanyalah kemutlakan. berenang. Mereka belajar segala sesuatu. Pada usia ini anak-anak juga sangat tertarik untuk belajar. Orng tua yg sangat takut akan lingkungan yang tidak aman sering mengurung anak di rumah. suatu keyakinan bahwa mereka mampu menguasai masalah yg mereka hadapi. terutama karena pada saat inilah mereka baru benar-benar mulai mampu berkomunikasi dengan anak lain sehingga mereka mulai bisa membentuk kelompok. Pahlawan berwajah bersih. bukan hanya karena bangunan dan fasilitasnya tapi juga harus melihat guru yg akan sangat mempengaruhi kompetensi yg tercipta.

dsb. Tahap Erikson : Ego-Identity vs Role Confusion (Identitas Diri vs Kekacauan Peran) - Periode Perkembangan : masa remaja 12 . memiliki perhatian ke masa depan. Guru & orang tua mengetahui bahwa kecerdasan itu melibatkan interaksi aktif antara siswa dengan dunia disekitarnya.18/20 tahun. Terjadi proses asimilasi (info baru digabung dalam pengetahuan yang ada) => pergolakan kognitif yang tajam. 2. Sekolah sebagai pelatihan-pelatihan intelektual.5. seperti rumah tinggal. mempertahankan orientasiorientasinya pada hal yang komprehensif yang dirancang untuk melatih remaja secara intelektual seperti kejuruan & sosial. Pada tahap ini remaja memiliki kemampuan mengkoordinasikan baik secara serentak / berurutan 2 ragam kemampuan kognitif. kognitif dan sosial orang tua dan guru harus terus memantau agar meningkatkan kemandirian remaja tertantang secaara intelektual oleh tugas akademis dan menciptakan lingkungan yang positif bagi perkembangan sosial dan emosional sebagai sesuatu yang secara intrinsik penting dalam sekolah bagi remaja. . Oleh karenanya lingkungan siswa. Kapasitas menggunakan hipotesis. Anggapan dasar seorang remaja akan berpikir hipotesis => berpikir mengenai sesuatu khususnya dalam pemecahan masalah dengan menggunakan dasar yang relevan dengan lingkungan yang ia respon. Kapasitas menggunakan prinsip-prinsip abstrak. dalam perkembangan fisik. logis dan idealisitk (berpikir tentang pemikiran itu sendiri). etika ideal. Karakteristik : Pada tahap ini remaja / individu dihadapkan pada temuan siapa mereka? Bagaimana mereka nantinya? Kemana tujuan mereka? Menuju dalam kehidupannya => Penjajakan pilihan-pilihan alternatif terhadap peran karir merupakan hal penting. seyogyanya ditata sebaik-baiknya agar memberi efek positif terhadap perkembangan intelegensi anak. 1. Kurang orientasi dan tidak bisa mengendalikan emosi -> kenakalan remaja / pergaulan.

walaupun manfaatnya bagi wanita kurang jelas. Identitas Diri bisa menjadi ekstrim bila para orang dewasa yang mengelilingi kita menekankan bahwa tidak ada kompromi untuk suatu hal. . Remaja wanita di Afrikapun disunat. Apakah faktor terpenting supaya tercipta Identitas Diri yang sehat dan berguna bagi masyarakat ini? Salah satu faktor penting yang akan menentukan Identitas Diri ini adalah hadirnya Role Model di dalam masyarakat di mana kita hidup.Fase ini sebenarnya adalah sumber utama Erikson sehingga dia tertarik untuk mengembangkan teori Perkembangan psikososisalnya. yang penting ada suatu upacara yang dengan jelas menunjukkan pada umum bahwa anak sudah bukan anak lagi tetapi sudah menjadi dewasa dan dia dituntut untuk berlaku dewasa. istilah modernnya adalah Female Genital Mutilation. yakni seseorang yang bisa dijadikan contoh. menjadi sangat penting. Di sukusuku Afrika. Faktor penting lainnya adalah adanya kejelasan bagaimana kita melangkah meninggalkan masa anak-anak menuju kedewasaan. Kehadiran orang tua. Di suku Indian tertentu. Tugas kita pada periode ini mungkin adalah yang terpenting. Apakah Identitas-diri ini? Tak lain adalah mengenal siapa diri kita sesungguhnya dan bagaimana diri ini melebur dengan masyarakat di sekeliling kita. yaitu puncak dari semua yang selama ini sudah kita lalui dan yang akan kita gunakan untuk "mengarungi bahtera hidup" yakni menciptakan Identitas Diri bagi kita. dan ternyata memang berguna secara fisik karena lebih "bersih". Kegagalan kita akan menciptakan kerancuan identitas/peran. Menciptakan Identitas Diri yang benar adalah mengumpulkan semua pengetahuan yang kita kumpulkan sampai saat itu. Yang paling sering difanatikkan adalah faktor agama atau ethnik tertentu. dan menggabungkan semuanya menjadi suatu citradiri yang berguna bagi masyarakat. sunat adalah tanda bagi remaja lelaki yang sudah dianggap dewasa. ekor kerbau atau tengkorak hyena. anak dianggap dewasa setelah dia berhasil pergi ke padang rumput dan membawa pulang bulu elang. Intinya. Remaja fanatik tidak diijinkan melihat pilihan lain dan identitas dirinya dibanjiri oleh dominasi faktor ini. atau guru yang hebat. dan kita berakhir dengan menjadi fanatik.

upacara yang ditentukan oleh gang menjadi upacara yang menentukan status mereka dan menciptakan identitas. 6. Ini sangat berhubungan erat dengan tulisan mang Jeha tentang kelik. Parahnya adalah seringkali identitas kelik ini akan bertahan sampai kita tua karena citra diri dibangun berdasarkan definisi yang dibentuk oleh kelik. mereka yang gagal memiliki suatu Identitas Diri akan gelisah karena tidak jelasnya identitas mereka.30 tahun) Karakteristik: . Untuk anggota gang. Kelik berdasarkan agama dan etnis adalah yang paling kuat karena diumumkan pada publik lewat siering bahasa dan penampilan fisik antar anggota. Mereka yang berhasil memperoleh Identitas Diri yang sehat mencapai suatu keadaan yang dinamai Fidelity oleh erikson. tapi bagi mereka itu tidak apa daripada hidup tanpa suatu identitas. Sehubungan dengan perkembangan dunia modern ini. Tahap Erikson : Intimacy vs Isolation (Keintiman vs Pengasingan) - Periode Perkembangan : masa awal dewasa (18/19 .Harus kita ingat bahwa remaja baru saja meninggalkan stage ke 4 di mana mereka tidak melihat adanya relatifitas. yaitu suatu kelegaan karena kita mengenal siapa diri kita. menolak definisi masyarakat tentang anggota masyarakat dll) dan mereka hidup sendiri bahkan ketika ada di tengah masyarakat. Lagi-lagi. tempat kita dalam masyarakat dan kontribusi macam apa yang kita bisa sumbangkan untuk masyarakat. Mereka bisa diminta membuktikan status setelah berhasil merokok atau meminum minuman keras. si pengembara. yang ada hanya kemutlakan. kita bisa meramal bahwa akan makin banyak kelik dan grup-grup yang bermunculan. atau si penolak (mereka bisa menolak untuk punya identitas. Orang dewasa yang berhasil mempengaruhi anak-anak pada usia rawan ini akan berhasil mendapatkan pengikut yang sangat setia dan membabi buta. dunia modern di mana orangtua sering bekerja larut malam. Kegiatan mereka menjadi merusak dan mengkacaukan masyarakat. bercerai. bingung menghadapi perubahan kultur dan cara hidup global. Sebaliknya. Tidak ada role model maupun upacara meninggalkan masa kanak-kanaknya bagi remaja-remaja ini. Inilah bahaya besar dari kaum remaja yang gagal melewati masa ini dengan sukses. beberapa di antara mereka mencari identitas diri dengan bergabung dalam gang-gang dan dengan kagum melihat pemimpin gang sebagai Role Model. Orang-orang ini bisa menjadi "drifter". merupakan tempat subur bagi pertumbuhan remaja gelisah. Akhirnya. atau bahkan berhubungan badan dengan anggota lama yang berlainan sex.

Introspeksi diri mengakibatkan depresi dan isolasi => menghambat keinginan untuk bertindak atas inisiatifnya sendiri. individu termotivasi untuk berhasil melalui perkembangan sosial. jika keintiman tidak berkembang individu mengalami “isolasi” yang membentuk persahabatan yang sehat dan ketidakmampuan melakukan hubungan sosial individu => frustasi => introspeksi diri untuk menemukan kesalahan. didasari bukan keinginan untuk menyatu dan menciptakan suatu hubungan yang sehat tapi hanya untuk menghilangkan kesepian. adalah hal-hal yang menyulitkan kita dalam menemukan orang yang tepat bagi kita untuk berintimacy. Jadi. Pada usia ini. Oran tua / guru memiliki implikasi penting pada kematangan mereka (kemandirian & kebebasan). mengenal kelebihan dan kekurangan kita. sebagai ganti dari intimacy adalah hubungan yang sangat superficial. pada pokoknya Intimacy adalah hubungan dua orang yang sudah matang dan mengenal diri masing-masing dan menciptakan suatu kesatuan yang menghasilkan karya-karya yang lebih besar. Tugas kita pada periode ini adalah mengenal dan mengijinkan diri kita untuk mengenal orang lain secara sangat dekat. Erikson menggambarkan keakraban sebagai penemuan diri sendiri. intelektual dan sosial. penugasan dari kantor ke daerah-daerah dan perpindahan yang kita lakukan karena janji karir yang lebih baik. Akibat dari rasa aman ini adalah mengijinkan orang lain untuk sharing dengan kita melalui hari-hari dan malam-malam kita. Pada periode ini. Pada proses belajar individu membentuk keintiman dalam proses pembentukan identitas yang tetap dan berhasil. Perkembangan emosional. kita sudah bukan lagi anak-anak atau remaja. tetapi pemuda atau pemudi. atau masuk ke hubungan yang intim sedang kegagalan kita akan membuat kita terisolasi atau mengisolasi diri dari sekeliling kita. Kita sudah dianggap dewasa dan kita dituntut untuk bertanggung jawab penuh atas segala keberhasilan dan kegagalan kita.Individu menghadapi tugas perkembangan pembentukan relasi yang akrab dengan orang lain. Mobilitas seperti sekolah ke luar negeri dari satu kota ke kota lain. Keintiman dapat terjadi karena kita telah mengenal diri kita dan merasa cukup aman dengan identitas diri yang kita miliki. Akibatnya. Kehidupan modern yang mewarnai kota-kota besar. seringkali tidak mengijinkan kita untuk menjalani masa pembentukan intimacy ini dengan baik. . tanpa kehilangan diri sendiri pada orang lain.

Tugas kita dalam fase ini adalah mengembangkan keseimbangan antara generativity dan stagnasi. Orang-orang yang dibesarkan oleh orang tua yang sangat dominan/authoritarian dan mengurung mereka. yang seringkali dibarengi dengan amarah dan sinis terhadap roman. Tidak heran bahwa perceraian dan "break up" terjadi di kota modern jauh lebih banyak daripada di kota kecil di mana para penghuninya cukup waktu untuk mengembangkan hubungan yang dalam. Memberikan asuhan. atau teman). terhadap ungkapan kasih. Misalnya saja. mengembangkan warisan diri yang positif dan membimbing orang yang lebih muda. maka dengan generativity kita tidak mengharapkan balasan. Bagi kita yang tidak berhasil melalui periode ini dengan baik. tapi lebih pada kesediaan untuk menyadari adanya perbedaan. dan menerima perbedaan itu lewat usaha untuk terus berintim-intim antara pihak yang terkait (bisa suami/istri. cenderung menjadi orang-orang terasing setelah orang tua mereka meninggal. . individu generatif adalah seseorang yang mempelajari keahlian. timbul kemampuan/kekuatan yang dinamai Love oleh Erikson. Tahap Erikson : Generativity vs Stagnation (Perluasan vs Stagnasi) - Periode Perkembangan : masa pertengahan 20-an tahun sampai 50-an) Karakteristik : pertengahan dewasa (antara Mencakup rencana-rencana orang dewasa atas apa yang mereka harap guna membantu generasi muda mengembangkan dan mengarahkan kehidupan yang berguna melalui generativitas / bangkit.Pemuda/pemudi yang sering ganti pacar tanpa merasakan kehilangan adalah korban dari kehidupan modern. Bagi kita yang berhasil dengan baik. stagnasi / mandeg => ketika individu tidak melakukan apa-apa untuk generasi berikutnya. terhadap sesama manusia. timbul rasa keterasingan. Generativity adalah rasa peduli yang sudah lebih dewasa dan luas daripada intimacy karena rasa kasih ini telah men"generalize" ke kelompok lain. 7. terutama generasi selanjutnya. sebagian sangat besar dari para orang tua tidak keberatan untuk menderita atau meninggal demi keturunannya. Sebaliknya. Bila dengan intimacy kita terlibat dalam hubungan di mana kita mengharapkan suatu timbal balik dari partner kita. bimbingan pada anak-anak. didasar penuh kepercayaan dan bertahan lama. Love baginya bukan Eros/Amor saja.

Sampai kini para psikolog ini belum menemukan jawaban yang pasti dan diterima semua orang. Kita tentu pernah mendengar mereka yang meninggalkan istri dan anakanaknya yang kebingungan dan kekurangan. Word Vision. Stagnasi adalah lawan dari generativity yakni terbatasnya kepedulian kita pada diri kita.walau perkecualian pasti ada. Kalau Erikson benar. Orang.orang yang mengalami stagnasi tidak lagi produktif untuk masyarakat karena mereka tidak bisa melihat hal lain selain apakah hal itu menguntungkan diri mereka seketika. bukan karena ada keluarga yang terkena tetapi karena ada orang yg menderita. Begitu pula para sukarelawan yang setelah membaca tentang Alzeimer atau Ambon segera mencari tahu apa yang mereka dapat lakukan. Kabar baiknya adalah bahwa makin banyak anak-anak muda yang melakukan hal ini. Kita mungkin melakukan hal-hal yang altruistik karena kita mengharapkan dunia yang lebih baik di masa depan yang akan menjadi masa depan anak-anak kita. dan mengorbankan penghasilannya yang luar biasa. waktu dan tenaga. Banyak psikolog melakukan riset mengapa orang melakukan karya altruistik (berderma atau menolong sesama) yang seringkali tidak menghasilkan apapun bagi mereka kecuali kerugian materi. . apa yang telah mereka lakukan dan apakah hidup mereka ada artinya. Inilah mereka yang tidak berhasil melihat peranan mereka dengan lebih luas. Dia adalah contoh langsung bagi saya tentang orang-orang dengan kapasitas Caring ini. pada saat-saat ini berusaha untuk merengkuh masa-masa yang bagi mereka terlewat sia-sia. Salah seorang psikolog yang mengkhususkan diri dalam konsultasi dalam bidang spiritual segera pergi ke Afrika setelah membaca tentang Aids. Begitu pula dengan orang-orang yang melakukan pekerjaan sukarela di Salvation Army. Kita tahu banyak contoh orang yang setelah berusia setengah baya mulai menanyakan ke mana impian mereka yang lalu. maka kita melakukan hal yang altruistik bukan karena kita menginginkan balasan tapi karena pertumbuhan psikologis kita menimbulkan kasih pada sesama. Beberapa orang yang merasa gagal dan tidak lagi punya harapan untuk mencapai impian mereka. mencari istri baru dan keluarga baru untuk membangun hidup baru. maka untuk hubungan yang lebih luas disebutnya Caring. dan kebanyakan dari negara yang sudah maju. Apabila kapasitas untuk peduli dengan partner di panggil Love oleh Erikson. Green Peace dan NGO (Non-Governmental Organization) bisa dikatakan termasuk mereka yang memiliki Generativity ini. Palang Merah. Apakah yang diperoleh mereka yang berhasil menjalani fase ini dengan sukses? Kapasitas yang luas untuk peduli. melainkan hanya melihat apakah hidup ini bermanfaat bagi mereka pribadi. tidak ada rasa peduli pada orang lain.

Tahap Erikson : Integrity vs Despair (Integritas dan Kekecewaan) - Periode Perkembangan : masa akhir dewasa (60 tahunan) Karakteristik : Masa untuk melihat kembali apa yang telah kita lakukan dalam kehidupan kita. Masa ini dimulai sekitar usia 60. cara mereka menyia-nyiakan hidup.8. maka bagi Erikson. Celakanya ketergantungan ini dibarengi oleh berkurangnya kemampuan cari uang dan menurunnya manfaat bagi orang lain. ini adalah masa yang sama pentingnya dengan fase-fase sebelumnya. menganggap itu hasil kebodohan Orang-orang itu sendiri. memiliki 3 makna biologis. Lawan dari rasa integritas diri ini adalah Despair atau rasa putus asa. Namun juga marah dan iri pada yang berhasil. Bahkan. merevisi dan memperluas pemahaman. Orang-orang yang putus asa pada masa usia lanjut ini ditandai dengan meluapnya rasa jijik pada diri mereka sendiri. Wanita mengalami hal khusus dengan datangnya menopause. Orang-orang ini seringkali penuh amarah pada mereka yang juga gagal. terhadap kegagalan mereka. masa ini mungkin masa yang paling penting karena ini adalah masa terakhir di mana kita harus bersiap untuk meninggalkan dunia ini. Kenapa putus asa? Sebab masa-masa ini memang penuh dengan hal-hal yang membuat kita bisa sengsara secara emosional. Intinya. Fisik yang makin melemah membuat banyak orang lanjut usia makin tergantung pada orang lain. dan banyak yg melihat datangnya meno ini sebagai masa pintu gerbang menuju masa tua yang dipenuhi oleh . suatu rasa harga diri untuk tidak takut mati karena telah melalui hidup dengan “OK”. Pada tahap ini. sebagian besar Orang-orang ini putus asa dan memandang hidup dengan negatif. harapan positif. Kehidupan baik -> merasa puas / integritas. Sangat berbeda dengan rata-rata orang yang ketakutan dengan datangnya usia tua. emosional dan terpencil. Memaknai yang terjadi. ketika seseorang mulai meninggalkan masamasa aktif di masyarakat dan bersiap untuk hidup lebih menyendiri. Integritas Diri. Tugas kita saat ini adalah mengembangkan "ego integrity". Masa lalu negatif -> keputusasaan.

ada yang pindah diboyong keluarganya ke tempat lain dan ada yang levelnya sudah ganti (jadi jauh lebih kaya atau jauh lebih miskin) sehingga menjadi sulit berhubungan lagi. dilihat dari konteks saat itu. memarahi dan menyesali sehingga membuat orang-orang di dekatnya kebingungan melayaninya karena melakukan kesalahan terus. dan ada hal yang mereka telah lakukan sebaik mungkin. ada yang meninggal. masih memiliki penyesalan tetapi mereka telah berdamai dengan masa lalu. tidak berteman dengan si A. lebih sayang pada anak atau menantunya. Dan mereka ini siap apabila harus meninggal. teman dan saudara mulai menghilang. menerima bahwa ada hal yang bisa mereka lakukan dengan lebih baik. Yang dahsyat dari kenangan ini adalah bahwa mereka tidak punya kesempatan untuk memperbaiki sehingga ada penyesalan tapi tidak ada pengobatan. Mereka yang berhasil mengembangkan Ego Integrity. Yang paling berat. masa di mana mereka seharusnya melakukan hal yang seharusnya. Sangat jarang ada orang tua yang tidak menyesali masa lalunya. Kalau mereka yang "Despair" atau putus asa ini memiliki rasa "Disdain" atau jijik pada hidup. Tetapi caranya agak cenderung memaksa. . dll. Lalu. Lelaki yang hidup dari respek orang sekeliling sebagai pencari uang kini hilang kemampuan cari uangnya padahal keinginan direspek makin besar dan menggebu-gebu. kanker rahim dan osteoporosis.penyakit-penyakit seperti kanker payudara. maka mereka yang putus asa ini menginginkan keluarganya berhasil supaya tidak seperti dia. adalah memory dan regret. Rata-rata mereka berharap melakukan halhal yang kini akhirnya berdampak buruk seperti bersekolah lebih giat.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.