A.

GAYA HIDUP MENURUT BEBERAPA PAKAR Istilah gaya hidup pada asalnya diperkenalkan oleh ahli psikologi Austria,

Alfred Adler, pada 1929 dan mulai digunakan secara meluas sejak 1961. Dalam bidang sosiologi, gaya hidup ialah kumpulan ciri tingkah laku yang tampak pada seseorang atau banyak orang dalam sesuatu masa dan tempat, termasuk hubungan sosial dan cara konsumsi. Tingkah laku dalam gaya hidup merupakan campuran tabiat dengan tindakan berdasarkan logika. Gaya hidup biasanya menggambarkan sikap, nilai, dan pandangan dunia seseorang. Ia juga dapat menjadi simbol kebudayaan yang menggambarkan identitas pribadi suatu masyarakat. Gaya hidup menurut Kotler (2002, p. 192) adalah pola hidup seseorang di dunia yang ia ekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan “keseluruhan diri seseorang” dalam berinteraksi dengan

lingkungannya. Gaya hidup menggambarkan seluruh pola seseorang dalam beraksi dan berinteraksi di dunia. Menurut Henry Assael (1984), sebagaimana dikutip Kotler, gaya hidup adalah “A mode of living that is identified by how people spend their time (activities), what they consider important in their environment (interest), and what they think of themselves and the world around them (opinions)”. Secara umum dapat diartikan sebagai suatu cara hidup yang dikenali dengan bagaimana orang menghabiskan waktunya (aktivitas), apa yang mereka anggap penting pada lingkungan (minat), dan apa yang orang pikirkan tentang diri sendiri dan dunia di sekitar (opini). Sedangkan menurut Minor dan Mowen (2002, p. 282), gaya hidup adalah menunjukkan bagaimana orang hidup, bagaimana membelanjakan uangnya, dan bagaimana mengalokasikan waktu. Selain itu, gaya hidup menurut Suratno dan Rismiati (2001, p. 174) adalah pola hidup seseorang dalam dunia kehidupan sehari-hari yang dinyatakan dalam kegiatan, minat dan pendapat yang bersangkutan. Gaya hidup mencerminkan keseluruhan pribadi yang berinteraksi dengan lingkungan. Menurut WHO 1998, “Lifestyle is a way of living based on

identifiable patterns of behaviour which are determined by the interplay

1

193). Pola-pola perilaku (behaviour patterns) akan selalu berbeda dalam lingkungan social yang berbeda. Psikografik (Psychographic) adalah ilmu tentang pengukuran pengelompokkan gaya hidup konsumen (Kotler. Psikografik memuat beberapa pernyataan yang menggambarkan kegiatan. Psikografik sering diartikan sebagai pengukuran AIO (activity. p.between an individual’s personal characteristics. minat dan pendapatnya dalam membelanjakan uangnya dan bagaimana mengalokasikan waktu. yang memberikan pengukuran kuantitatif dan bisa dipakai untuk menganalisis data yang sangat besar. Analisis psikografik sering juga diartikan sebagai suatu riset konsumen yang menggambarkan segmen konsumen dalam hal kehidupan. tidak ada yang menetap. Pendekatan psikografik sering dipakai produsen dalam mempromosikan produknya. opinions). p. Psikografik adalah pengukuran kuantitatif gaya hidup. seperti yang dinyatakan oleh Kotler bahwa psikografik senantiasa menjadi metodologi yang valid dan bernilai bagi banyak pemasar (2002. usia. Faktor-faktor utama pembentuk gaya hidup dapat dibagi menjadi dua yaitu secara demografis dan psikografis. Faktor demografis misalnya berdasarkan tingkat pendidikan. pekerjaan dan aktivitas lainnya. Dalam penelitian tentang gaya hidup. senantiasa berubah. social interactions and socioeconomic environmental living condition”. Sedangkan psikografik menurut Sumarwan (2003. Psikografik berarti menggambarkan (graph) psikologis konsumen (psycho). Analisis psikografik biasanya dipakai untuk melihat segmen pasar. 2002. kepribadian dan demografik konsumen. p. Dari berbagai definisi di atas dapat disimpulkan bahwa gaya hidup adalah pola hidup seseorang yang dinyatakan dalam kegiatan. sedangkan faktor psikografis lebih kompleks karena indikator penyusunnya dari karakteristik konsumen. 2 . interest. 58). para peneliti menggunakan psikografik. minat dan pendapat konsumen. 193). minat dan pendapat konsumen. yaitu pengukuran kegiatan. adalah suatu instrumen untuk mengukur gaya hidup. tingkat penghasilan dan jenis kelamin.

Gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas. pemasar dapat dengan lebih jelas mengarahkan mereknya ke gaya hidup orang yang berprestasi. 5) Segmentasi produk spesifik. dan opininya. p. 3) Studi yang menggunakan kepribadian ciri sebagai faktor yang menjelaskan. Orang-orang yang berasal dari sub-budaya. 3 . misalnya cirri kepribadian yang mana yang sangat terkait dengan konsumen yang sangat memperhatikan masalah lingkungan. adalah studi yang mengelompokkan konsumen berdasarkan kesamaan produk yang dikonsumsinya. Dengan demikian. khususnya untuk pemasaran jasa.. perusahaan penghasil komputer mungkin menemukan bahwa sebagian besar pembeli komputer berorientasi pada pencapaian prestasi. menganalisis kaitan beberapa variabel dengan cirri kepribadian. dan lain-lain. pendidikan. Gaya hidup menggambarkan “keseluruhan diri seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya (Kotler 2004 p. 2009). kelas sosial. hiburan. dan pekerjaan yang sama dapat memiliki gaya hidup yang berbeda.Solomon dalam Sumarwan (2003. Contohnya. STUDI MENGENAI GAYA HIDUP DAN PEMASARAN Studi mengenai gaya hidup dalam pemasaran telah mendapatkan perhatian dari para akademisi dan peneliti serta praktisi pemasaran. 4) Segmentasi gaya hidup (a general lifestyle segmentation). Gaya hidup sebagai kriteria telah diadopsi oleh perusahaan di di barat (western companies) untuk mensegmentasi pasar dan memposisikan produk mereka (Zhu et al. yang menganalisis beberapa karakteristik yang membedakan antara pemakai dan bukan pemakai suatu produk. 2) Profil produk spesifik (a product-specific profile) yang mengidentifikasi kelompok sasaran kemudian membuat profil konsumen tersebut berdasarkan dimensi produk yang relevan. membuat pengelompokkan responden berdasarkan kesamaan preferensinya. 210). A. seperti perbankan. minat. Pemasar mencari hubungan antara produknya dengan kelompok gaya hidup konsumen. 59) menjelaskan studi psikografik dalam beberapa bentuk seperti diuraikan berikut. 1) Profil gaya hidup (a lifestyle profile).

Dengan menggunakan pendekatan pengumpulan data melalui computer-assisted telephone interviewing (CATI). sikap terhadap produk inovatif. konsumsi produk mewah dan pembelian tidak direncanakan. dari bujang. cautious simple consumer (21%). Dalam model yang berbeda. Penelitian pada produk handphone di China menghubungkan pemosisian produk pendekatan segmentasi gaya hidup. penelitian gaya hidup konsumen kaya di China dikaitkan dengan sejumlah variable konsumsi yaitu seperti preferensi merek. menikah tanpa anak sampai janda. terdapat tigabelas tahap kehidupan keluarga di Amerika Serikat. 4 . economical impulsive consumer (27. Dengan menggunakan sampel dari 700 pengguna internet. Ditemukan pula indikasi adanya pengaruh interaktif antara segmentasi gaya hidup dengan karakteristik produk. Peneliti lain telah melakukan penelitian gaya hidup khususnya pada hubungan antara siklus hidup keluarga dan gaya hidup di Amerika Serikat. peneliti menemukan bahwa terdapat delapan factor gaya hidup dan empat cluster yaitu conservative powerfull consumer (31. 2009.Menurut Zhu et al. peneliti mengidentifikasi tiga segmen. Temuan penelitian ini menunjukkan. namun mereka memiliki pola perilaku pembelian dan konsumsi yang berbeda.6%) dan fashionable quality awareness consumer (20%). yaitu segmen pengalaman. Dalam bidang pendidikan.4%). penelitian gaya hidup di perguruan tinggi dapat ditemukan dari beberapa laporan. Tahapan kehidupan ini telah memberikan gambaran mengenai peran siklus hidup rumah tangga pada gaya hidup melalui pola pengeluaran. Penelitian mengenai internet marketing mengidentifikasi segmen gaya hidup yang potensial di kalangan pengguna internet dan meneliti hubungan antara segmen gaya hidup dan sikap mereka terhadap iklan internet. dimana dihasilkan lima faktor gaya hidup. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya pemasar untuk menghubungkan produk mereka dengan kelompokkelompok yang terbentuk berdasar gaya hidup. Siklus keluarga telah banyak digunakan sebagai penentu perilaku konsumen dan basis untuk segmentasi pasar. penelitian dalam bidang pemasaran yang mengeksplorasi gaya hidup telah dilakukan di beberapa area. dan didapatkan pula bahwa sekalipun mereka menunjukkan tingkat kekayaan serupa.

POTENSI PRODUK-PRODUK ISLAMI DAN STRATEGI PEMASARAN DENGAN SEGMENTASI GAYA HIDUP Berdasarkan Global Islamic Finance Report 2011 yang baru diterbitkan di London. Temuan lain dari penelitian ini adalah segmen gaya hidup ditemukan sebagian untuk memprediksi sikap pengguna internet terhadap iklan internet. dan secara konsisten kajian gaya hidup pada nasabah bias menjadi panduan bagi pemasar dalam mendesain strategi pemasarannya B. 2) factor gaya hidup adalah factor penyebab. dimana segmen dewasa lebih tinggi peluang retensinya. direkomendasikan pada pemasar untuk memperlakukan pengguna internet sebagai kelompok heterogen. baik secara langsung maupun tidak langsung dari intense untuk mengadopsi produk. antara lain temuan bahwa: 1) gaya hidup dan aspek demografis terbukti valid dalam mensegmen pasar. diperkirakan semakin banyak perusahaan multifinance yang membuka unit usaha syariah untuk menyerap dana dari perbankan syariah yang akan disalurkan kepada nasabah-nasabah ritel.segmen tradisionalis dan segmen manja. akan melakukan percepatan ekspansi usaha dengan menjalin kerja sama penjualan melalui jaringan kantor cabang bank konvensional dalam grup yang sama. Pada tahun itu juga diperkirakan bank-bank umum syariah yang memiliki grup usaha bank. Dengan demikian. Pada tahun itu juga. Adiwarman Karim dalam economic outlook-nya menulis bahwa pada 2012 diperkirakan muncul kecenderungan cabang-cabang syariah dari perusahaan asuransi mulai mempersiapkan spin-off menjadi perusahaan asuransi syariah yang terpisah. Dari temuan tersebut. Tahun itu pula. 3) terdapat perbedaan antara segman gaya hidup dalam mempengaruhi kemungkinan membeli kembali dan waktu mereka melakukannya. kajian gaya hidup telah dipergunakan dalam banyak bidang. Kajian lain tentang pentingnya faktor gaya hidup dalam menentukan kebijakan pemasaran juga telah menunjukkan pentingnya factor ini dalam kegiatan pemasaran. diperkirakan akan ditandai dengan spin-off beberapa unit usaha syariah menjadi bank umum syariah yang 5 . dan dapat diintegrasikan ke dalam strategi pemasaran dan promosi produk berteknologi tinggi di Korea Selatan.

sedangkan makanan dan jasa keuangan memiliki momentum yang lebih besar. Ketiga.id/koran/26. http://koran. "Segmen tertentu seperti produk gaya hidup. industri busana Muslim/Muslimah. Dunia bisnis di Turki dan di seluruh Eropa sedang meneliti untuk memanfaatkan apa yang disebut "international Muslim lifestyle market”. Turki adalah salah satu negara di tertentu yang berdiri untuk mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan pasar ini. media. pasar berada pada tahap awal 6 . Talenta dan kreativitas anak bangsa di industri kreatif ini sulit ditandingi negara lain. ini diterjemahkan menjadi peningkatan permintaan untuk merek konsumen yang lebih islami. industri media dengan materi terkait syariah. Menurut Shikoh. Dari media untuk pariwisata sampai produk makanan halal.com. Muslim diperkirakan saat ini merupakan 25% dari populasi dunia. Keempat.6 miliar Muslim di seluruh dunia. Secara umum. Diperkirakan.terpisah. "Muslim adalah pasar konsumen yang sangat menarik dan belum dimanfaatkan. pendiri dan CEO Muxlim. Indonesia akan menjadi kiblat beberapa industri syariah dunia. menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada bulan Juni oleh International Journal of Environmental Science and Development International. industri makanan dan minuman halal. pangsa pasar dengan gaya hidup Muslim diperkirakan sebesar $ 2 triliun. sekitar 49 juta di antaranya berada di Eropa. pasar yang sudah matang untuk investasi ini menurut para ahli masih relatif belum dimanfaatkan. Saat ini standar kehalalan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah diadopsi luas di berbagai negara yang menjadi mitra dagang Indonesia. Sebagai perbandingan. Pertama. industri ritel konsumer dan usaha mikro juga akan menjadi kiblat dunia. Besarnya populasi Indonesia dan kreativitas program menjadi pilar utama industri ini.co. populasi Muslim global juga mempunyai rata-rata usia yang lebih muda dibandingkan dengan keseluruhan populasi dunia dan semakin menegaskan identitas Muslim mereka. Kedua. pasar pangan global organik bernilai sekitar $ 60bn pada tahun 2009." kata Mohamed El-Fatatry. dll tentu belum dimanfaatkan.republika. Dengan jumlah sekitar 1. Sebagai produsen besar pakaian dan produk media yang ditujukan untuk Muslim. situs jaringan sosial berorientasi muslim.

perawatan pribadi. salah satu alasan meroketnya ekonomi halal adalah 1. 2011) Dari uraian jelaslah bahwa untuk tetap bisa mempertahankan produk-produk di pasaran muslim. dengan memahami gaya hidup muslim. Majalah Times menyebutkan. akan menjadi Muslim." http://www. kosmetik. Dalam produk makanan. Untuk produk-produk fashion.6 juta penduduk muslim dunia didominasi anak muda dan di sebagian tempat mereka lebih kaya dibandingkan kelompok lainnya.eu/story2453/Turkey_fashions_a_slice_of_international_Muslim_lif estyle_market.jurnas. Di Indonesia. produk media termasuk media sosial dan produk-produk digital yang semuanya memperoleh manfaat dari penelitian segmentasi gaya hidup dan tren demografis. pada tahun 2050. perusahaan-perusahaan non muslim meraup keuntungan besar.. Di Indonesia. memahami gaya hidup muslim adalah suatu keharusan. perusahaan-perusahaan raksasa multinasional seperti Tesco.dan akan mengalami pertumbuhan yang besar selama tahun-tahun mendatang. hal itu dilakukan dengan memproduksi makanan yang halal dari hulu sampai hilir prosesnya dengan ditandai oleh sertifikasi halal yang didapat dari badan berwenang di negara masing-masing. Paulus Temporal mengatakan.bne. busana 7 . sebut saja Unilever dengan produk shampoo Sunsilk untuk perempuan berkerudung dan berbagai produk Nestle dengan sertifikat halalnya (Temporal. Melihat moleknya pasar tersebut. lebih dari 60% penduduk dunia di bawah 18 tahun usia. Penelitiannya menunjukkan bahwa para konsumen akan tetap dengan nilai-nilai Islam mereka dan akan menginginkan produk yang sesuai dengan gaya hidup muslim modern seperti makanan cepat saji.com/halaman/5/2011-09-16/182198). sebut saja Unilever dengan produk shampoo Sunsilk untuk perempuan berkerudung dan berbagai produk Nestle dengan sertifikat halalnya. dengan memahami gaya hidup muslim. fashion. perusahaan-perusahaan non muslim meraup keuntungan besar. McDonald„s dan Nestlé semakin melebarkan sayapnya dalam menawarkan produk ramah orang Islam dan saat ini menguasasi sekitar 90 persen pasar halal global (http://nasional.

yang sesuai syariat harus dipahami sebagai bagian dari gaya hidup muslimah. 8 . Demikian pula produk-produk lain yang bisa disesuaikan dengan gaya hidup muslim setempat.

Lawson. S.. Penerjemah... C. 9 .J. P. & Tan. Consumers preferences for payment methods: A segmentation analysis. Harrison. D. F. (Koswara E. 25. 7279. & Archibald. (2007). S.. Lawson. (2003).. (2004). T. (2001). 11. 30-47.. Metode dan masalah penelitian sosial. John C. J.) Jakarta: Indeks. Perilaku konsumen (Lina Salim.M. Manajemen pemasaran: Sudut pandang asia (Edisi ketiga). Leong.) Bandung: Refika Aditama. Kotler. Black.A. J.H. (2002). Mowen. The International Journal of Bank Marketing. Identifying cross-selling opportunities using lifestyle segmentation and survival analysis. 394-410. 21. & Champion. Todd. Marketing Intelligence & Planning. A lifestyle analysis of new Zealand consumers. Todd. Penerjemah. Penerjemah.H.) Jakarta: Erlangga. 2. & Michael Minor. (Zein Isa.DAFTAR REFERENSI Ansell. & S. Asia Pasific Journal of Marketing and Logistic. R. & Faris. Ang. (2000). T. R. S.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.