DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Konsep biomekanik 2.1.1 General Biomechanic 2.1.2 Occupational Biomechanic 2.2 Analisis Mekanik 2.2.1 Maximum Permissible Limit (MPL) 2.2.2 Recommended Weight Limit (RWL) BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat 3.2 Alat dan Bahan 3.3 Cara Kerja BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengamatan Operator Dengan Tinggi Minimum 4.1.1 Telapak Tangan 4.1.2 Lengan Bawah (Lower arm) 4.1.3 Lengan Atas (Upper Arm) 4.1.4 Punggung 4.2 Hasil Pengamatan Operator Dengan Tinggi Maksimum 4.2.1 Telapak Tangan 4.2.2 Lengan Bawah (Lower Arm) 4.2.3 Lengan Atas (Upper Arm)

i 1 3 4 5 5 6 8 9 9 9 14 14 17 18 18 18 18 20 20 22 23 24 24 25 27 28 28
1

4.2.4 Punggung 4.3 Analisis Beban 4.4 Pembahasan 4.5 Perbaikan BAB V KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA

29 30 31 32 34 35

2

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Diagram Ilmu Biomekanika Gambar 1.2 Kerangka manusia Gambar 1.3 Gerak Tangan Gambar 1.4 Klasifikasi dan kodifikasi pada vertebrae Gambar 1.5 Sistem pengungkit Gambar 1.6 Persentase Persegmen tubuh Gambar 4.1 Hasil Pengamatan Operator Tinggi Minimum Gambar 4.2 Hasil Pengamatan Operator Tinggi Maksimum

8 10 11 15 16 17 20 25

3

12 Pengamatan 4 ( 0.17 Hasil Perhitungan Beban Total operator Dodi Tabel 4.DAFTAR TABEL Tabel 4.5 Hasil Perhitungan Beban Pada Telapak Tangan Tabel 4.3 Pengamatan 3 ( 0.11 Pengamatan 3 ( 0.1 Pengamatan 1 (0 m) Tabel 4.9 Pengamatan 1 (0 m) Tabel 4.16 Hasil Perhitungan Beban Pada Punggung Tabel 4.7 Hasil Perhitungan Beban Pada Lengan Atas Tabel 4.4 Pengamatan 4 ( 0.8 Hasil Perhitungan Beban Pada Punggung Tabel 4.5 m) Tabel 4.18 Hasil Perhitungan Beban Total operator Yusept 20 21 21 21 22 23 23 24 25 26 26 26 27 28 28 29 30 30 4 .14 Hasil Perhitungan Beban Pada Lengan Bawah Tabel 4.9 m) Tabel 4.6 Hasil Perhitungan Beban Pada Lengan Bawah Tabel 4.15 Hasil Perhitungan Beban Pada Lengan Atas Tabel 4.2 Pengamatan 2 ( 0.13 Hasil Perhitungan Beban Pada Telapak Tangan Tabel 4.5 m) Tabel 4.9 m) Tabel 4.7 m) Tabel 4.10 Pengamatan 2 ( 0.7 m) Tabel 4.

dimanapun dapat mengalami kelelahan atau fatigue. Pada 5 . Dalam praktikum yang saya jalani saya melakukan pengukuran kekuatan otot untuk mengetahui apakah dengan mengangkat beban atau barang keselamatan pekerja sudah aman atau tidak aman untuk dilakukan pengangkatan barang. dimana kekuatan/ketahanan fisik maksimum dan kemungkinan cidera minimum. dengan sikap kerja tertentu. Ini merupakan sendi yang memiliki dua segmen yaitu segmen distal dan segmenproximal. ini sangat diperlukan oleh pekerja atau karyawan untuk menganalisis kesehatan dan keselamatan kerja pekerja atau karyawan dalam system kerja tertentu. Biomekanika dan cara kerja adalah pengaturan sikap tubuh dalam bekerja. Sikap kerja yang berbeda akan menghasilkan kekuatan yang berbeda pula dalam melakukan tugas. Melalui sistem automatic dan biomechanic. karyawan atau operator harus memiliki kekuatan yang besar khususnya otot karena dalam dunia industry yang dibutuhkan bukan hanya operator atau karyawan yang memiliki keahlian khusus tapi kekuatan otot juga sangat penting karena dalam dunia industry pekerja atau karyawan.BAB I PENDAHULUAN 1. Tujuannya untuk mendapatkan cara kerja yang lebih baik.1 Latar Belakang Dalam bidang industri semua pekerja. Dalam hal ini penelitian biomekanika mengukur kekuatan dan ketahanan fisik manusia dalam melakukan pekerjaan tertentu. faktor-faktor manusia teknik terfokus pada sistem musculoskeletal. Untuk menghindari kelelahan atau fatigue diperlukan pengetahuan yang menyangkut kekuatan tubuh manusia khususnya otot (Biomekanika).

ilmu biomekanika menganalisanya sebagai pembebanan yang statis. Dengan ilmu biomekanika. kita mengetahui dan memahami serta dapat menentukan sikap kerja yang berbeda dapat menghasilkan kekuatan atau tingkat produktivitas yang terbaik. Dalam perindustrian. aplikasinya dalam industri menyatakan besarnya gaya otot yang diperlukan oleh seorang operator dalam menyelesaikan pekerjaan dengan menggunakan prinsip-prinsip fisika dan mekanika. 6 . seperti mengecat langit-langit rumah atau operator dengan display yang tidak sesuai. di samping tingkat ergonomisnya maka tingkat produktivitas meningkat dan tingkat kecelakaan menjadi minimum. 3.banyak kegiatan/ pekerjaan sehari-hari secara tidak langsung ilmu biomekanika telah diaplikasikan. Dalam pekerjaan-pekerjaan tertentu. jelas bahwa kita akan lebih mudah untuk menentukan rancangan sistem tempat kerja. Dengan meng-aplikasikan ilmu biomekanika. Jadi pada industri atau kehidupan sehari-hari aspek ilmu biomekanika adalah sebagai berikut: 1. Dengan ilmu biomekanika ini. 2. aplikasinya digunakan dalam mengevaluasi pekerjaan operator sehingga dapat menghasilkan cara kerja yang lebih baik yang meminimumkan gaya dan momen yang dibebankan pada operator supaya tidak terjadi kecelakaan kerja. 5. Dengan ilmu biomekanika. Aplikasinya yang lain adalah menentukan perancangan sistem tempat kerja dengan pertimbangan dari gerakan-gerakan tubuh manusia/ pekerja. ilmu mekanika digunakan untuk mengukur besarnya gaya yang dibutuhkan oleh seorang operator untuk melakukan suatu pekerjaan dengan postur tubuhnya. 4.

1.2 Tujuan     Mampu melakukan pengukuran kerja dan memanfaatkannya dalam perancangan sistem kerja berdasarkan prinsip-prinsip biomekanika Mampu melakukan analisa terhadap beban kerja yang terjadi dalam suatu sistem kerja dengan metode biomekanika Mampu memahami dan melakukan perbaikan terhadap beban kerja yang dikenakan pada anggota tubuh pekerja Mampu mengaplikasikan metode-metode yang terdapat dalam prinsip mekanika khususnya Maximum Permissible Limit (MPL) 7 .

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini: Gambar 1. Disiplin ilmu ini tidak terlepas dari kompleksnya masalah yang ditangani oleh biomekanik ini.1 Diagram Ilmu Biomekanika 8 . Yaitu penelitian tentang kekuatan fisik manusia yang mencakup kekuatan atau daya fisik manusia ketika bekerja dan mempelajari bagaimana cara kerja serta peralatan harus dirancang agar sesuai dengan kemampuan fisik manusia ketika melakukan aktivitas kerja tersebut. Dalam biomekanik ini banyak disiplin ilmu yang mendasari dan berkaitan untuk dapat menopang perkembangan biomekanik.BAB II DASAR TEORI Biomekanika merupakan salah satu dari empat bidang penelitian informasi hasil ergonomi.

Setelah melihat klasifikasi diatas maka dalam praktikum kita ini dapat kita kategorikan dalam Biomekanik Occupational Biomechanic. Tulang Tulang adalah alat untuk meredam dan mendistribusikan gaya/tegangan yang ada padanya.1. General Biomechanic General Biomechanic adalah bagian dari Biomekanika yang berbicara mengenai hukum–hukum dan konsep– konsep dasar yang mempengaruhi tubuh organic manusia baik dalam posisi diam maupun bergerak. Dalam biomekanik ini banyak melibatkan bagian bagian tubuh yang berkolaborasi untuk menghasilkan gerak yang akan dilakukan oleh organ tubuh yakni kolaborasi antara Tulang.1 Konsep Biomekanika Biomekanika diklasifikasikan menjadi 2. material dan peralatan dengan tujuan untuk meminimumkan keluhan pada sistem kerangka otot agar produktifitas kerja dapat meningkat. Occupational Biomechanic Didefinisikan sebagai bagian dari biomekanik terapan yang mempelajari interaksi fisik antara pekerja dengan mesin.2. yaitu : 2. yaitu: a) Biostatics adalah bagian dari biomekanika umum yang hanya menganalisis tubuh pada posisi diam atau bergerak pada garis lurus dengan kecepatan seragam (uniform). b) Biodinamic adalah bagian dari biomekanik umum yang berkaitan dengan gambaran gerakan – gerakan tubuh tanpa mempertim-bangkan gaya yang terjadi (kinematik) dan gerakan yang disebabkan gaya yang bekerja dalam tubuh (kinetik) 2. Untuk leebih jelasnya disini akan kita bahas tentang anatomi tubuh yang menjadi dasar perhitungan dan penganalisaan biomekanik. Jaringan penghubung (Connective Tissue) dan otot yang dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Dibagi menjadi 2.1. Tulang yang besar dan panjang berfungsi untuk 9 .1.2.

Mungkin dalam aplikasinya biomekanik selalu berhubungan dengan kerangka manusia.memberikan perbandingan terhadap beban yang terjadi pada tulang tersebut.cartilage dan Tendon.2 Kerangka manusia Tulang juga selalu terikat dengan otot. Adanya gerakan yang relatif kecil pada setiap jointnya. dapat mengakibatkan adanya flaksibelitas badan manusia untuk 10 . oleh sebab itu di bawah ini adalah gambar kerangka manusia. Verterbrae juga terdapat pada ligamen dan otot. Connective Tissue atau jaringan penghubung a. antara vertebrata (ruas-ruas tulang belakang) yaitu dikenal sebagai interveterbratal disc. 2. dan jaringan penghubung (connective Tissue) yakni ligamen. Gambar 1. Contoh: Sambungan tulang iga (ribs) dan pangkal tulang iga (sternum) Sambungan cartilagenous khusus. dan dikelilingi oleh inti (puply core). yang terdiri dari pembungkus. Cartilagenous Fungsi dari sambungan Cartilagenous adalah untuk pergerakan yang relatif kecil. Fungsi otot disini untuk menjaga posisi tubuh agar tetap sikap sempurna.

Dengan adanya alasan bahwa kedua adalah sambungan yang membatasi gerakan fleksi (flexion). yang mampu untuk mengadakan gerakan 3 dimensi. b. Contoh: gerakan mengangkat 11 . Ligamen tersusun atas serabut yang letaknya tidak paralel.3 Gerak Tangan Ligamen tersebut untuk membatasi rentang gerakan. Ligamen Ligamen berfungsi sebagai penghubung antara tulang dengan tulang untuk stabilitas sambungan (joint stability) atau untuk membentuk bagian sambungan dan menempel pada tulang. Adanya tegangan yang konstan akan dapat memperpanjang ligamen dan menjadikannya kurang efektif dalam menstabilkan sambungan (joints). Lengan dan tungkai adalah sambungan yang komplek. dan memutar. Sedangkan disc berfungsi sebagai peredam getaran pada saat manusia bergerak baik translasi dan rotasi. Batasan jangkauan dapat menentukan ruang gerakan atau aktifitas yang digambarkan oleh sistem sambungan tulang. Sambungan siku memberikan kebebasan gerak pada tulang tangan. Sambungan tulang yang sederhana ada pada siku dan lutut. menengadah.membungkuk. Oleh karenanya tendon dan ligamen bersifat inelastic dan berfungsi pula untuk menahan deformasi. Gambar 1.

karena kurangnya jumlah oksigen yang disebabkan oleh kurangnya jumlah suplai darah yang dipompa dari jantung. 3.1 mm dan sumber energi otot berasal dari pemecahan senyawa kaya energi melalui proses aerob maupun anaerob. sambungan siku juga dibantu oleh sambungan bahu. Sebab lain adalah karena pencegahan kebutuhan aliran darah yang mengandung oksigen dengan adanya beban otot statis.01-0. Tendon Berfungsi sebagai penghubung antara antara tulang dan otot terdiri dari sekelompok serabut collagen yang letaknya paralel dengan panjang tendon. dengan ukuran panjang dari 10-40 mm dan berdiameter 0. b. Asam laktat yang dihasilkan oleh kontraksi otot 12 . Glikogen yang terdapat dalam otot terpecah menjadi energi. a. c. Dalam proses ini asam laktat akan memberikan indikasi adanya kelelahan otot secara local. pergerakan rotasi seluruh tangan pada sumbunya dan gerakan lengan tangan pada sambungan pergelangan tangannya. Otot ( Muscle ) Membahas masalah otot striatik yaitu otot sadar. lari jarak dekat (sprint). Misalnya jika ada gerakan yang sifatnya tiba-tiba (mendadak). dan lain sebagainya. Aerobic Yaitu proses perubahan ATP menjadi ADP dan enegi dengan bantuan oksigen yang cukup. Anaerobic Yaitu proses perubahan ATP menjadi ADP dan energi tanpa bantuan oksigen. dan membentuk asam laktat. Bagian dalam dari jaringan ini mengeluarkan cairan synovial untuk pelumasan. Tendon bergerak dalam sekelompok jaringan serabut dalam sutu area dimana adanya gaya gesekan harus diminimumkan. Otot terbentuk atas visber (fibre). Ataupun karena aliran darah yang tidak cukup mensuplai oksigen dan glikogen akan melepaskan asam laktat.tangan. Tangan manusia mempunyai flesibilitas yang tinggi dalam gerakannya.

Bekerja dengan lengan berada di atas yang menyebabkan siku aliran darah bekerja berlawanan dengan arah gravitasi. Sesuaikan berat dengan kemapanan pekerja dengan mempertimbangkan frekuensi pemindahan. dan kalau sudah demikian maka cara terbaik adalah menghentikan pekerjaan. Oleh karenanya para ergonom hendaklah memperhatikan hal-hal seperti berikut untuk sedapat mungkin dihindari. Suatu hal yang penting untuk mengetahui jenis otot yang sesuai untuk menopang beban statis. Gaya yang terjadi pada kontraksi otot sama dengan sebanding dengan penampang melintangnya. 2 COO H 2 Hal tersebut di atas adalah merupakan proses kontraksi otot yang telah disederhanakan analisa pembangkit energinya. dan kebalikannya kadar asam laktat akan meningkat.    Beban otot statis (static muscle loads). Sehingga beban pekerjaan yang tidak terlalu melelahkan akan dapat berlangsung cukup lama. dan sekaligus menandakan arti pentingnya aliran darah untuk otot. mengevaluasi pekerjaan. Otot hanya mempunyai kemampuan berkontraksi dan relaksi bila bergerak dengan arah berlawanan terhadap otot yang lain. 13 . Prinsip-prinsip biomekanika dalam pengangkatan beban : 1. karbohidrat dan oksigen ke dalam otot. pembebanan statis dan penentuan sistem waktu. penanganan material secara manual. Di samping itu aliran darah yang cukup akan mensuplai lemak.dioksidasi dengan cepat menjadi dan dalam kondisi aerobic. Beban statis yang terjadi pada semua otot harus diminimumkan. misalnya tekanan segi kursi pada popliteal (lipat lutut). kemudian istirahat dan makan makanan yang bergizi untuk membentuk kadar gula dalam darah. dikenal dengan gerakan antagonis. Biomekanika dapat diterapkan pada perancangan kembali pekerjaan yang sudah ada. Akibat dari kondisi kerja yang terlalu lama akan menyebabkan kadar glikogen dalam darah akan menurun drastic di bawah norma. Oklusi (penyumbatan aliran darah) karena tekanan.

Perlu diperhatikan bahwa nilai dari analisa biomekanika adalah rentang postur 14 . Kurangi frekuensi pemindahan. 10. Berikan waktu istirahat. 7. 9. 8.2 Analisis Mekanik 2. ringan dan tidak berbahaya 4. Sedangkan batasan gaya angkatan normal (the Action Limit) sebesar 3500 pada L5/S1. yang direkomendasikan NIOSH (1991) adalah berdasarkan gaya tekan sebesar 6500 N pd L5/S1 . Besar gaya tekannya adalah di bawah 6500 N pada L5/S1. Berlakukan rotasi kerja terhadap pekerjaan yang sedikit membutuhkan tenaga.Benda yang berat ditempatkan setinggi lutut agar dalam pemindahan tidak menimbulkan cidera punggung.2. 2. Ubahlah aktivitas jika mungkin sehingga lebih mudah. 5. Rancang kontainer agar mempunyai pegangan yang dapat dipegang dekat dengan tubuh. 6. 3. apabila Fc < AL (aman). Manfaatkan dua atau lebih pekerja untuk memindahkan barang yang berat. Batasan gaya angkat maksimum yang diijinkan . AL < Fc < MPL (perlu hati-hati) dan apabila Fc > MPL (berbahaya). Material terletak tidak lebih tinggi dari bahu.2.1 Maximum Permissible Limit (MPL) Merupakan batas besarnya gaya tekan pada segmen L5/S1 dari kegiatan pengangkatan dalam satuan Newton yang distandarkan oleh NIOSH (National Instiute of Occupational Safety and Health) tahun 1981. Sehingga. Minimasi jarak horizontal gerakan antara tempat mulai dan berakhir pada pemindahan barang. namun hanya 1% wanita dan 25% pria yang diperkirakan mampu melewati batasan angkat ini.

Telah ditemukan pula bahwa 85-95% dari penyakit hernia pada disk terjadi dengan relative frekuensi pada L4/L5 dan L5/S1. otot bereaksi terhadap tulang untuk mengendalikan gerak rotasi di sekitar sambungan tulang. Dalam gerakan pada sistem kerangka otot. ukuran beban. Pada Gambar 1. beberapa sistem pengungkit menjelaskan hal tersebut.4 Klasifikasi dan kodifikasi pada vertebrae Analisa dari berbagai macam pekerjaan yang menunjukkan rasa nyeri (ngilu) berhubungan erat dengan beban kompresi (tekan) yang terjadi. Sedangkan kriteria keselamatan adalah berdasar pada beban tekan (compression load) pada intebral disk antara Lumbar nomor lima dan sacrum nomor satu (L5/S1). Untuk mengetahui lebih jelas lagi L5/S1 dapat dilihat pada gambar 1.4 dibawah ini Gambar 1. Kebanyakan penyakit-penyakit tulang belakang adalah merupakan hernia pada intervertebral disk yaitu keluarnya inti intervertebral (pulpy nucleus) yang disebabkan oleh rusaknya lapisan pembungkus intervertebral disk. Dalam sistem ini otot bertindak sebagai sistem mekanis yang berfungsi untuk suplai energi kinetik dan gerakan angular. dan ukuran manusia yang dievaluasi. 15 .atau posisi aktifitas kerja.5 digambarkan sistem pengungkit yang terdapat pada anggota tubuh manusia yang melakukan aktivitas kerja.

tetapi bagian tubuh yang lain seperti 16 . Sistem pengungkit II : Contoh sistem pengungkit II :  Otot Biceps menarik radius untuk mengangkat siku  Otot Brachialis menarik ulna untuk mengangkat siku  Otot Deltoid menarik humerus untuk mengangkat bahu Perlu kita ketahui bahwa seorang operator bekerja tidak hanya lengan saja yang mengeluarkan tenaga.5 Sistem pengungkit a. Sistem pengungkit I : Contoh sistem pengungkit I :  Otot Triceps menarik ulna untuk menggerakkan siku  Otot Quadriceps menarik tibia melalui patella untuk menggerakkan lutut b.Gambar 1.

Gambar 1. Beban diangkat dengan kedua tangan. Beban yang diberikan adalah beban statis. Tempat kerja tidak sempit. e. tidak ada penambahan ataupun pengurangan beban di tengah – tengah pekerjaan.punggung. d.6 Persentase Persegmen tubuh 2. betis dll. paha. Dalam biomekanik perhitungan guna mencari moment dan gaya dapat dilakukan dengan cara menghitung gaya dan mement secara parsial atau menghitung tiap segmen yang menyusun tubuh manusia. c. 17 . Pengangkatan atau penurunan benda tidak boleh dilakukan saat duduk atau berlutut.2 Recommended Weight Limit (RWL) Recommended Weight Limit merupakan rekomendasi batas beban yang dapat diangkat oleh manusia tanpa menimbulkan cidera meskipun pekerjaan tersebut dilakukan secara repetitive dan dalam jangka waktu yang cukup lama. b. Berat dari masing – masing segmen dibawah ini didapat dari besarnya prosentase dikali dengan gaya berat dari orang tersebut. RWL ini ditetapkan oleh NIOSH pada tahun 1991 di Amerika Serikat. Persamaan NIOSH berlaku pada keadaan : a.2. Pengangkatan atau penurunan benda dilakukan dalam waktu maksimal 8 jam.

yaitu satu orang tertinggi dan satu orang terendah yang dijadikan sebagai operator Untuk melakukan pengukuran dilakukan satu kelompok dibagi menjadi dua tim kemudian melakukan analisis biomekanika terhadap operator.30 WIB. 07. Melakukan pengambilan gambar pada operator yang sedang melakukan beban kerja. Kedua operator tersebut mengangkat beban 35 kg dengan ketinggian 0 meter.2 Alat dan bahan:  Beban Kerja  Timbangan Berat Badan  Penggaris dan meteran  Alat dan pengukur sudut  Kamera 3.3 Cara kerja:      Dalam satu kelompok dipilih 2 orang. 18 . Setiap kelompok melakukan pengumpulan dan pengambilan data yang dibutuhkan untuk perhitungan Maximum Permissible Limit (MPL) kemudian mencatatnya pada table yang telah disediakan. 70 meter.BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. dan 90 meter.00 – 09. Laboratorium Ergonomika 3. 50 meter.2 Waktu dan Tempat 27 Oktober 2011.

19 . Melakukan perhitungan Maximum Permissible Limit (MPL) dan menganalisis postur tubuh mana yang paling baik untuk pengangkatan beban kerja tersebut serta melakukan perbaikan.

6 1.47 persentase segmen (%) 0.16 0.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.7 2.34 0.1 Hasil Pengamatan Operator Tinggi Minimum Tabel 4.27 0.1 Hasil Pengamatan Operator Dengan Tinggi Minimum Nama Operator Berat Badan Berat Beban : Yusept Eko Santoso : 54 Kg : 35 Kg Gambar 4.6 67 .29 0.5 0.77 panjang (meter = SL) 0.57 0.8 50 persentase pusat massa % (λ) 43 43.1 Pengamatan 1 (0 m) segmen tubuh telapak tangan lengan bawah lengan atas punggun g inklinasi perut inklinasi paha sudut (derajat ) 60 55 70 40 45 15 20 no 1 2 3 4 5 6 Cos θ 0.

47 persentase segmen (%) 0.2 0.6 67 no 1 2 3 4 5 6 Cos θ 0.17 0.18 0.96 persentase pusat massa % (λ) .17 0.42 0.7 43 21 no 1 2 3 4 5 6 panjang (meter = SL) 0.8 50 persentase pusat massa % (λ) 43 43.48 persentase segmen (%) 0.05 0.6 -0.7 2.6 67 no 1 2 Cos θ 0.33 0.28 0.66 43 43.79 0.8 50 persentase pusat massa % (λ) 0.4 Pengamatan 4 ( 0.6 1.3 Pengamatan 3 ( 0.Tabel 4.6 1.69 0.27 0.27 persentase segmen (%) 0.6 1.2 Pengamatan 2 ( 0.5 m) segmen tubuh telapak tangan lengan bawah lengan atas punggung inklinasi perut inklinasi paha sudut (derajat = θ) Cos θ 64 53 102 49 32 71 Tabel 4.7 m) segmen tubuh telapak tangan lengan bawah lengan atas punggun g inklinasi perut inklinasi paha sudut (derajat = θ) 65 46 87 61 65 78 Tabel 4.48 panjang (meter = SL) 0.9 m) segmen tubuh telapak tangan lengan bawah sudut (derajat = θ) 38 16 panjang (meter = SL) 0.44 0.7 2.33 0.

24 178.72 0.3 4 5 6 lengan atas punggun g inklinasi perut inklinasi paha 72 89 88 95 0.6 67 4.94 4.33 0.24 12.2 Lengan Bawah (lower Arm) 22 .8 50 43.46 2.31 0.1.24 178.26 0.02 0.7 m 3.1 Telapak Tangan Tabel 4.11 0.24 23.24 178.5 m 3.6% x W badan Fyw = Wo/2 + WH Mw = ( Wo/2 + WH) x SL1 x cosθ1 0m WH (N) Fyw (N) Mw (Nm) 3.24 178.24 14.9 m 3.24 14.1.5 Hasil Perhitungan Beban Pada Telapak Tangan Segmen : Telapak Tangan Rumus : Wh = 0.

42 46.3 0.7 0.6% WUA = 2.Tabel 4.18 187.42 42.5 m 9.8% x WBadan Fys = Fye + WUA Ms = Me + (WUA x 3 x SL3 x cos ɵ3) + ( Fye x SL3 x cos ɵ3) 23 .7 Hasil Perhitungan Beban Pada Lengan Atas Segmen : Lengan Atas Rumus : ∑FX = 0 ∑FY = 0 ∑M = 0 3 = 43.7 0.18 187.18 187.1.42 71.7 m 9.18 187.7% x WBadan Fye = W0/2 + WH Mw = (W0/2 + WH) x SL1 x cos θ1 0m WLA (N) Fye (N) Me (Nm) 9.16 4.6 Hasil Perhitungan Beban Pada Lengan Bawah Segmen : Lengan Bawah Rumus : 2 = 43% WLA = 1.42 44.3 Lengan Atas (Upper Arm) Tabel 4.9 m 9.

9 0.12 202.54 61.7 m 270 675 231.12 202.8 Hasil Perhitungan Beban Pada Punggung Segmen : Punggung Rumus : ∑FX = 0 ∑FY = 0 ∑M = 0 4 = 67% WT = 50% x WBadan Fyt = 2Fys + WT Mt = 2Ms + (WT x 4 x SL4 x cos ɵ4) + ( Fys x SL4 x cos ɵ4) 0m WT (N) Fyt (N) Mt (Nm) 270 675 334.9 m 270 675 187.9 0.12 202.54 91 Tabel 4.9 0.7 m 15.4 Punggung 15.1.4 24 .0m WUA (N) 4 Fys (N) Ms (Nm) 4.9 0.4 0.54 49.12 202.54 31.5 m 15.9 m 15.5 m 270 675 249 0.

2 Hasil Pengamatan Operator Dengan Tinggi Maksimum Nama Operator Berat Badan Berat Beban : Dodi BJH : 75 Kg : 35 Kg Gambar 4.7 2.27 0.9 Pengamatan 1 (0 m) segmen tubuh telapak tangan lengan bawah lengan sudut (derajat = θ) 70 50 85 panjang (meter = SL) 0.34 0.4.09 persentase pusat massa % (λ) .8 43 43.2 Hasil Pengamatan Operator Tinggi Maksimum Tabel 4.6 1.6 25 no 1 2 3 Cos θ 0.64 0.34 persentase segmen (%) 0.14 0.

43 persentase segmen (%) 0.6 1.4 5 6 atas punggung inklinasi perut inklinasi paha 20 12 43 0.9 m) no segmen tubuh sudut (derajat Cos θ panjang (meter = persentase segmen persentase pusat 26 no 1 2 3 4 5 6 Cos θ 0.10 Pengamatan 2 ( 0.48 0.6 67 .82 0.7 2.14 0.5 m) no 1 2 3 4 5 6 segmen tubuh telapak tangan lengan bawah lengan atas punggung inklinasi perut inklinasi paha sudut (derajat = θ) 50 65 89 20 27 80 Cos θ 0.12 Pengamatan 4 ( 0.27 0.64 0.14 0.8 50 persentase pusat massa % (λ) 43 43.02 0.21 0.94 panjang (meter = SL) 0.34 0.6 1.7 m) segmen tubuh telapak tangan lengan bawah lengan atas punggung inklinasi perut inklinasi paha sudut (derajat = θ) 35 61 78 48 57 81 Tabel 4.7 2.42 0.11 Pengamatan 3 ( 0.27 0.34 0.8 50 43 43.94 0.43 50 67 Tabel 4.6 67 persentase pusat massa % (λ) Tabel 4.43 persentase segmen (%) 0.67 panjang (meter = SL) 0.

9 m 4.5 179.7 m 4.5 179.2.6% x W badan Fyw = Wo/2 + WH Mw = ( Wo/2 + WH) x SL1 x cosθ1 0m WH (N) Fyw (N) Mw (Nm) 4.14 0.5 179.5 m 4.6066 0.43 0.5 16.87 0.5 21.34 0.5 8.12 0.79 0.0832 0.6 67 4.32 0.27 0.8631 27 .5442 0.8 50 43 43.1 Telapak Tangan Tabel 4.7 2.= θ) telapak tangan lengan bawah lengan atas punggung inklinasi perut inklinasi paha SL) (%) massa % (λ) 1 2 3 4 5 6 30 38 71 83 85 87 0.13 Hasil Perhitungan Beban Pada Telapak Tangan Segmen : Telapak Tangan Rumus : Wh = 0.6 1.5 179.5 20.

15 Hasil Perhitungan Beban Pada Lengan Atas Segmen : Lengan Atas Rumus : ∑FX = 0 ∑FY = 0 ∑M = 0 3 = 43.2.06 0.4.25 61.25 37.32 4.75 192.509176 0.2 Lengan Bawah (lower Arm) Tabel 4.5 m 12.7% x WBadan Fye = W0/2 + WH Mw = (W0/2 + WH) x SL1 x cos θ1 0m WLA (N) Fye (N) Me (Nm) 12.9 m 12.25 40.75 192.25 44.2.3 Lengan Atas (Upper Arm) Tabel 4.14 Hasil Perhitungan Beban Pada Lengan Bawah Segmen : Lengan Bawah Rumus : 2 = 43% WLA = 1.75 192.6% 28 .75 192.7 m 12.58 0.

9 m 21.18 0.25 83.43 0.50 313.67 0.50 350.4 Punggung Tabel 4.25 46.50 367.25 58.2.WUA = 2.44 29 .25 38.7 m 375.9 m 375.50 201.96 0.8% x WBadan Fys = Fye + WUA Ms = Me + (WUA x 3 x SL3 x cos ɵ3) + ( Fye x SL3 x cos ɵ3) 4 .00 801.81 0.00 213.00 801.00 801.5 m 375.16 Hasil Perhitungan Beban Pada Punggung Segmen : Punggung Rumus : ∑FX = 0 ∑FY = 0 ∑M = 0 4 = 67% WT = 50% x WBadan Fyt = 2Fys + WT Mt = 2Ms + (WT x 4 x SL4 x cos ɵ4) + ( Fys x SL4 x cos ɵ4) 0m WT (N) Fyt (N) Mt (Nm) 375.23 4.00 801.00 213.00 213. WUA (N) 2 Fys (N) . Ms (Nm) 0m 21.7 m 21.00 213.29 0.5 m 21.

99 FC > 3500 N FC < 6500 N 30 .06 -957.09 -508.22 8463.90 801.96 -910.50 9863.17 Hasil Perhitungan Beban Total operator Dodi Perhitungan Beban Rumus : FA = PA x AA Wtot = W0 + 2WH + 2WLA + 2WUA + WT FM = [M(L5/S1) .FAD] / E FC = Wtot x cos ɵ4 .73 801.9 m -1.42 801.18 Hasil Perhitungan Beban Total operator Yusept Perhitungan Beban Rumus : FC > 6500 N FC > 6500 N FC > 6500 N FC > 3500 N FC > 3500 N FC > 3500 N -1.18 8369.4.60 0.FA + FM 0m PA FA FM Wtot FC (N) Batas Normal 3500 N Batas Maksimum 6500 N Tabel 4.79 801.16 -539.08 5214.7 m -2.50 9725.50 10682.5 m -1.54 0.50 5849.3 Analisis Beban Tabel 4.50 0.30 9018.

08 8720.7 m untuk kedua praktikan yang diukur lebih besar dari batasan gaya angkat maksimum yang diijinkan (MPL) yaitu 6500 N.19 675.9 m -1. Bila besar gaya tekan (Fc) melebihi 6500 N maka akan mengakibatkan kerusakan pada tulang belakang.4 Pembahasan Hasil perhitungan yang ada diatas menunjukan bahwa ternyata ada postur atau posisi aktifitas kerja yang masuk dalam rentang bahaya.657 5909. Faktor-faktor tersebut adalah: 31 .08 6953.588 7731.5 m -1. dan 0.23 0. Data yang ada menunjukan bahwa ternyata besar gaya tekan (Fc) untuk beberapa percobaan dengan ketinggian 0 m.262019 675. 0.35 4.009 -469.51 675.242 -577.5 m PA FA FM Wtot FC (N) Batas Normal 3500 N Batas Maksimum 6500 N FC > 6500 N FC > 6500 N FC > 6500 N FC < 6500 N FC > 3500 N FC > 3500 N FC > 3500 N FC > 3500 N -1.915 0.08 6811.08 5373.02 -474. Karena perhitungan ini dimaksudkan untuk menghitung tiap segmen yang mempengaruhi tulang belakang. Bila postur kerja masuk dalam rentang bahaya pasti ada faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya gaya tekan (Fc).FAD] / E FC = Wtot x cos ɵ4 .4189161 6033.549 675.245 0.083 -503.659 4856.FA + FM 0.FA = PA x AA Wtot = W0 + 2WH + 2WLA + 2WUA + WT FM = [M(L5/S1) .7 m -1.5 m.

Berikut beberapa perbaikan yang dapat dilakukan. Ketinggian beban juga dapat disesuaikan agar tidak menimbulkan resiko pada praktikan. Berbanding terbalik dengan nilai gaya tekan pada ketinggian 0 m. 2. 0. 2. Pekerja harus mengangkat beban pada keadaan posisi tubuh yang dekat dengan beban.9 m nilai gaya tekan (Fc) lebih kecil dari 6500 N atau dapat dikatakan postur tubuh tidak berbahaya. Ketinggian beban sangat berpengaruh pada 32 . Kesalahan posisi tubuh praktikan saat mengangkat beban. Cara praktikan mengangkat beban yang kurang baik. Faktor terakhir yaitu faktor dari manusianya sendiri. 4.5 Perbaikan Perbaikan mutlak harus dilakukan agar postur tubuh pekerja saat melakukan aktivitas tidak masuk dalam kategori berbahaya. atau dapat dikatakan faktor internal.1. Memperbaiki posisi tubuh pekerja saat mengangkat beban. 3.7 m sangat tinggi melebihi 6500 N. dan 0. Misal pada ketinggian 0 m seharusnya posisi tubuh praktikan dalam keadaan bungkuk sehingga beban tertumpu pada kaki dan bukan pada punggung. Data yang ada menunjukan bahwa untuk ketinggian 0.5 m. Ketinggian beban juga mempengaruhi hasil perhitungan gaya tekan (Fc). Kesalahan pengukuran saat pengambilan data juga dapat menjadi faktor yang sangat mungkin terjadi. Faktor lainnya adalah karena postur tubuh praktikan saat diukur berubahubah atau praktikan tidak dalam keadaan diam total. 4. karena setiap segmen dihitung. Hal ini akan berpengaruh pada hasil perhitungan gaya tekan. 1. Posisi tubuh praktikan saat mengangkat beban seharusnya dekat dengan beban.

perhitungan gaya tekan pada pengukuran ini. 33 . Perbaikan diatas tentunya diharapkan dapat mengurangi resiko yang disebabkan karena postur tubuh yang tidak tepat. Oleh karena itu perlu diperhatikan ketinggian posisi beban.

contohnya yaitu pada pekerja gudang (pengepakan) 34 .BAB V KESIMPULAN     Biomekanika berfungsi untuk menganalisa gerakan-gerakan manusia dan postur tubuh dalam bekerja Rentang postur dikatakan bahaya apabila besar hasil pengukuran postur lebih besar dari 6500 newton. Ketinggian mempengaruhi hasil pengukuran postur dengan Maximum Permissible Limit (MPL) Metode pengukuran MPL dapat diaplikasikan dalam suatu sistem kerja.

uii.id/download/modul/regular/Biomekanika. Laboratorium Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi. 35 .BAB VI DAFTAR PUSTAKA Aslab Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi.ac.pdf. Universitas Islam Indonesia. 2011. [akses online 26 Oktober 2011] URL: http://apk. Pengukuran Kerja Fisik Manusia Dengan Pendekatan Biomekanika.lab.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.