BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Spektrum gelombang elektromagnetik memiliki jangkauan frekuensi dan panjang gelombang yang sangat lebar. Diantara spektrum ini terdapat pita sempit yang dapat ditangkap oleh retina manusia. Spektrum ini disebut cahaya tampak (visible). Visible memiliki range panjang gelombang dari 780 nm sampai dengan 380 nm, frekuensi 4 x 1014 sampai 8 x 1014 Hz. Energy foton yang dihasilkan dari spektrum visible berkisar dari 1,6 eV sampai 3,2 eV. Cahaya tampak dihasilkan dari pengaruh di dalam gerakan-gerakan atom dan molekul, terutama elektron. Karakteristik dari cahaya tampak dimanfaatkan dalam berbagai instrument. Alat yang dapat memproses gelombang cahaya dan dimanfaatkan untuk membentuk, menganalisis, dan memprosesnya menjadi bentuk lain disebut optical devices. Pada dasarnya optical devices merupakan kombinasi dua atau lebih lensa. Salah satu optical devices yang paling awal ditemukan adalah teleskop untuk melihat objek yang jauh dan mikroskop untuk melihat objek yang sangat kecil. Sejak era Galileo dan Van Leeuwenhoek, optical devices mulai berkembang. digunakan dalam digunakan dalam spektrum gelombang elektromagnetik yang lain terutama inframerah dan ultraviolet. Ketika semikonduktor diproduksi, teknologi dalam optical devices

berkembang pesat, kombinasi optik dengan elektronik menghasilkan optical devices yang disebut optoelektronik. Instrumen ini diaplikasikan pada sains fundamental dan diaplikasikan dalam kamera digital, sensor CCD, dan fotodioda. Tren ini terutama dipengaruhi oleh penemuan dan perkembangan vertalise laser. Penemuan fiber optic dan laser semikonduktor dalam dunia komunikasi juga menstimulasi perkembangan optical devices pada bidang ini. Pada beberapa optical devices dibutuhkan sumber cahaya monokromatik agar instrument tersebut dapat bekerja, sehingga dibutuhkan alat lain untuk menghasilkan cahaya monokromatik. Alat ini disebut monokromator, yang menggunakan prinsip dispersi cahaya pada prisma. Selain monokromator,

1

instrumen dasar lain yang diaplikasikan pada banyak optical devices adalah beam splitter yang digunakan untuk membagi intensitas cahaya. Beam splitter merupakan komponen utama dari berbagai jenis interferometer.

1.2 Permasalahan Dari latar belakang tersebut, maka dapat ditentukan permasalahan dalam praktikum Optical devices ini, yaitu : 1. Bagaimana prinsip kerja monokromator? 2. Berapa range panjang gelombang monokromatik yang dihasilkan monokromator? 3. Bagaimana prinsip kerja dari beam splitter? 4. Berapa intensitas hasil refleksi dan refraksi beam splitter?

1.3 Tujuan Praktikum ini memiliki tujuan sebagai berikut : 1. Mengetahui prinsip kerja monokromator 2. Mengetahui range panjang gelombang monokromatik yang dihasilkan monokromator 3. Mengetahui prinsip kerja beam splitter 4. Mengetahui intensitas hasil refleksi dan refraksi beam splitter

1.4 Sistematika Laporan Penulisan laporan ini dibagi menjadi lima bab. Pada bab pertama dijelaskan latar belakang, permasalahan dalam praktikum, tujuan pelaksanaan praktikum dan susunan penulisannya. Bab dua merupakan penjelasan dan teori dasar yang digunakan sebagai referensi pelaksanaan praktikum. Pada bab ini sijelaskan tentang macam-macam optical devices beserta prinsip kerjanya. Bab ketiga adalah metodologi praktikum, berisi peralatan yang digunakan untuk melaksanakan praktikum dan prosedur pelaksanaan. Secara garis besar ada dua langkah kerja. Setelah melakukan praktikum yang terdiri dari monokromator dan beam splitter, data-data hasil praktikum ini ditulis pada bab empat. Pembahasan

2

praktikum juga dijelaskan pada bab ini. Bab terakhir berisi kesimpulan yang menjawab tujuan praktikum beserta saran untuk pelaksanaan praktikum selanjutnya.

3

maupun menghasilkan cahaya. Dispersi yaitu peristiwa penguraian cahaya polikromarik (putih) menjadi cahaya-cahaya monokromatik (me. Cahaya berwarna merah mengalami deviasi terkecil sedangkan warna ungu mengalami deviasi terbesar.1 Dispersi pada prisma 4 . CD-RW. kamera. tak bisa dipungkiri bahwa pentingnya kebutuhan peralatan optik ini. Mulai dari peralatan rumah tangga sampai ke peralatan dalam system komunikasi. ku. hi. Fenomena ini dikenal dengan istilah Dispersi. CD-ROM. Beberapa contoh peralatan optik yang sering dijumpai yaitu : a.2 Prisma Prisma adalah suatu peralatan optik yang dapat memisahkan cahaya polikromatis menjadi berkas-berkas cahaya monokromatis penyusunnya. DVD-RW d. prisma b. teropong. bi. mikroskop.BAB II DASAR TEORI 2. attenuator. Gambar 2. LED c. ji. teleskop. Peristiwa dispersi ini terjadi karena perbedaan indeks bias tiap warna cahaya. DVD-ROM. lensa. membaca. u) pada prisma. ni. Di zaman yang serba modern ini. laser. monokromator. polarisator 2.1 Optical devices Optical devices adalah semua peralatan yang bisa merekam.

panjang gelombang dari masing-masing spektrum cahaya matahari atau cahaya putih adalah sebagai berikut Gambar 2.2 Spektrum Cahaya Tampak (Visible Light) Sudut dispersi  = u .Berdasarkan peneletian para ahli.2.1  = (nu .m ……………………………..2 Di mana : m u nu nm = = sudut deviasi merah sudut deviasi ungu = indeks bias untuk warna ungu = indeks bias untuk warna merah 5 .nm)β2.………………..

energi atom tersebut semakin besar. maka atom-atom tersebut akan saling bertabrakan. Dengan memberikan rangsangan yang lebih besar (rangsangan berupa cahaya 6 . Gambar 2. tabel di bawah ini menggambarkan perbedaan pancaran cahaya biasa dengan yang di hasilkan oleh laser. bahwa laser adalah cahaya yang dikuatkan yang disebabkan oleh suatu pancaran dari emisi yang terangsang. Dengan cara menyerap cahaya.2. terlihat bahwa laser mempunyai arah yang lurus dan tidak melebar sedangkan sinar biasa tidak teratur dan melebar. Ciri khas laser yang lain adalah mempunyai gelombang cahaya yang fasenya sama. sehingga saling memperkuat yang menyebabkan laser mempunyai pancaran yang kuat. Rangsangan (excitation) adalah kata kunci untuk membahas teori laser.3 LASER (Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation) Berbeda dengan sinar biasa.3 Perbedaan laser dengan cahaya biasa Dari arah pancaran cahaya pada gambar di atas. Laser terjadi akibat adannya rangsangan. Panjang Gelombang laser merupakan salah satu dari sekian campuran cahaya tersebut atau yang lebih popular disebut dengan cahaya monochromatic. warna putih tersebut dihasilkan oleh campuran beberapa warna cahaya . Komposisi atom atau molekul pada suatu benda bila dinaikan suhunya. Untuk memudahkan bayangan tentang laser. Keadaanlah yang disebut dengan terangsang. Dalam kehidupan sehari-hari kita sudah biasa melihat sinar berwarna putih yang dihasilkan oleh matahari lampu dan sebagainya. Ilustrasi yang gampang adalah sebagai berikut. Sebenarnya. sesuai dengan kepanjangan diatas.

pulsa. pada saat itulah lasing (peristiwa pelaseran) terjadi. Rangsangan tersebut diberikan dengan kondisi tertentu. Laser yang dihasilkan mempunyai satu arah dan panjang gelombang tunggal atau monokromatis yang stabil / koheren. Energi yang besar berupa cahaya tersebut akan keluar lewat cermin B. dan medium-nya berupa gas berarti laser gas. cara rangsangan dibagi menjadi 3 macam yaitu laser padat. Teori paling dasar dan laser telah dijelaskan diatas. Dan untuk menghasilkan laser diperlukan suatu resonator cahaya. Untuk membedakan secara gampang yaitu dengan melihat mediumnya. radiasi yang dihasilkan juga akan semakin besar. yaitu dengan rangsangan/eksitasi akan menghasilkan cahaya dengan energi yang kuat atau disebuit laser. sehingga yang dihasilkan adalah cahaya monochromatic. berdasarkan medium. Gambar di bawah menjelaskan resonator cahaya (laser cavity) untuk menghasilkan laser. Penempatan cermin harus dihitung dengan teliti yang sesuai dengan karateristik bahan medium serta bahan cermin itu sendiri. Kalau mediumnya benda padat adalah laser padat. Yang satu bisa memantulkan sempurna (A). dan satunya memantulkan sebagian (B) dan memungkinkan cahaya untuk menerobos.lain). dan gas.4 Proses terjadinya laser Pada laser cavity terdapat 2 cermin yang saling berhadapan. Gambar 2. atom yang dirangsang tersebut pada saat tertentu mengeluarkan cahaya dan didalam medium tersebut memantul dan cermin ke cermin secara berulang-ulang. Setelah mendapat rangsangan. mediumnya zat cair berarti laser cair. Karena didalam kondisi tertutup. 7 . akan semakin kuat hingga pada saatnya mencapai titik jenuh. cair.

Beberapa macam teknik spektroskopi cahaya dasar: Spektroskopi emisi : pengukuran spektrum frekuensi suatu sumber cahaya Spektroskopi absorbsi : pengukuran spektrum serapan cahaya dari suatu atom. molekul atau bahan.5 Dekomposisi suatu berkas sinar Spektroskopi cahaya adalah penguraian (dekomposisi) suatu berkas cahaya (polikromatik) menjadi sebuah kumpulan/ berkas gelombang cahaya fundamentalnya (monokromatik). Gambar 2.2. penguraian berkas cahaya dengan prisma.4 Spektroskopi Konsep dasar dari spektroskopi adalah penguraian (dekomposisi) suatu berkas sinyal/gelombang menjadi sebuah kumpulan/berkas sinyal-sinyal fundamentalnya (sinyal-sinyal harmoniknya atau bisa juga dikatakan sebagai kebalikan dari prinsip superposisi.6 Spektrum cahaya tampak 8 . Penguraian tersebut biasanya menggunakan komponen optik sehingga sering disebut juga sebagai spektroskopi optik. Gambar 2. Misal.

2. Monokromator menggunakan salah satu fenomena optic.7 Prinsip monokromator dalam menyaring beberapa panjang gelombang 9 . Gambar 2. yaitu dispersi pada prisma. BBR. Hal ini disebabkan karena banyak karakteristik dari suatu material yang bergantung pada warna.Misal: lampu tungsten. Sehingga dengan mudah seseorang dapat mengetahui karakteristik dari suatu materi hanya dengan melihat spektrum warna yang dihasilkannya.5 Monokromator Monokromator adalah perangkat optik yang mentransmisikan sebuah panjang gelombang secara mekanis yang dipilih dari cahaya polikromatis yang tersedia pada masukan. Ketika cahaya polikromatis sudah terdispersi oleh prisma. Monokromator merupakan perangkat yang dapat menghasilkan cahaya monokromatik dan memiliki banyak kegunaan dalam sains maupun teknologi fotonoka. cahayacahaya monokromatis yag di hasilkan akan diarahkan. Hukum Radiasi Planck) Sumber cahaya lain memiliki spektrum yang berbeda tergantung pada mekanisme dari proses emisi yang terjadi. lampu tungsten banyak dipakai dimana spektrumnya mirip dengan spektrum radiasi kotak hitam (black body radiation. Sehingga hanya panjang gelombang tertentu yang dapat keluar melalui lubang output.

8 Beam splitter 2.7 Attenuator Attenuator optik adalah alat yang digunakan untuk mengurangi tingkat kekuatan atau daya dari sinyal optik. Pembuatan beam splitter yang lain adalah dengan menggunakan cermin setengah perak. Seperti interferometer Michelson.2. Cermin setengah perak ini merupakan sebuah piringan kaca dengan lapisan tipis berupa aluminium (biasanya disetorkan dari aluminium uap) dengan ketebalan lapisan aluminium biasanya setengah. Seperti cermin biasa digunakan sebagai output laser skrup dalam konstruksi Gambar 2. diperlukan suatu attenuator untuk mengurangi dan menjaga keseimbangan kekuatan cahaya yang ditransmisikan dari satu perangkat ke perangkat lain. pada prisma tersebut. dielektrik lapisan optik dapat digunakan. Dalam bentuk yang paling umum sebuah beam splitter dibuat berbentuk kubus yang terdiri dari dua buah prisma. Beam splitter merupakan bagian penting dari sebagian besar interferometers. Daripada lapisan logam. Attenuator optik biasanya digunakan dalam komunikasi serat optik. baik dalam ruang kosong atau dalam serat optik. attenuator optik digunakan dalam kasus-kasus 10 .6 Beam splitter Beam splitter adalah suatu perangkat optik yang dapat membagi berkas cahaya menjadi 2 (dua). Mach-Zender. maupun interferometer lainnya. dipakai lapisan resin yang disesuaikan sedemikian sehingga (untuk panjang gelombang tertentu) setengah dari cahaya bisa melewatinnya dan juga sebagian lagi dibiaskan. dan sisanya dipantulkan. cahaya insiden pada sudut 45 derajat ditransmisikan. Dalam jaringan fiber optic.

Modulator Internal (Sumber Cahaya) Ada dua sumber cahaya yang dikenal dalam komunikasi optik: Light Emitting Diode (LED) dan Illuminating Laser Diode (ILD) yang lebih sering disebut laser. fasa. ada 2 macam modulasi optik. Gambar 2. sehingga dengan sendirinya ada 2 macam modulator. 6. atau intensitas cahaya sehingga mampu membawa sinyal info. 3. Apabila daya dari cahaya tidak dikurangi. Penguatan cahaya tidak ada. Disipasi panas kecil. Perbandingan karakteristik LED dan LASER: a. akan mengkibatkan kurang maksimalnya pembacaan pada receiver. Lifetime lebih sedikit. Berdasarkan tempat terjadinya modulasi. karena mampu mengendalikan output dari serat tingkat daya cahaya yang besar menjadi lebih lemah. frikuensi.8 Modulator optik Modulator optik adalah alat yang berfungsi untuk memodulasi cahaya dengan cara mengubah-ubah amplitude.seperti itu.9 Attenuator 2. Light Emitting Diode (LED): 1. yaitu : . 4. Arus pacu kecil. 2. Daya optik keluaran rendah. 5. 11 . Stabil terhadap suhu.

Terdapat penguatan cahaya. 2. maka modulator eksternal dibagi menjadi tiga jenis yaitu elektro-optik. magnetooptik. Atau dengan kata lain modulator ini bekerja berdasarkan prinsip perpaduan (interfering) dua berkas cahaya koheren yang menghasilkan pola garis-garis cahaya (fringe) sesuai dengan besarnya beda fasa antara dua berkas cahaya tadi. Arus pacu besar.7.10 adalah skema dasar Interferometer Mach Zehnder. 6. .1 Mach Zehnder Mach Zehnder merupakan jenis modulator eksternal elektro-optik.Modulator Eksternal Berdasarkan interaksi antara sinyal masukan dengan media interaksi optik. Daya optik keluaran besar. Tidak compatible dengan fiber optik single mode sehingga tidak cocok untuk komunikasi jarak jauh (long haul). 7.8. 4. 2. 3. Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation (LASER): 1. Dari perbandingan karakteristik di atas. b. Lifetime lebih lama. Kompatible dengan fiber optik jenis single mode sehingga sangat cocok digunakan untuk komunikasi jarak jauh. dan akusto-optik. maka diperoleh bahwa LASER mempunyai kriteria yang lebih baik dan lebih cocok untuk sistem yang digunakan daripada LED sebagai sumber cahaya. Pada gambar tersebut nampak jelas cara kerja alat jika dilihat dari arah rambatan cahayanya 12 . bekerja mempengaruhi berkas cahaya yang melintas dengan menggunakan medan elektromagnetik tertentu yang dihasilkan oleh pulsa-pulsa listrik. Kurang stabil terhadap suhu. 5. Gambar 2. Disipasi panas besar.

Cahaya umumnya mempunyai bermacam-macam panjang gelombang. 2. Beda fasa antara dua berkas cahaya pada titik P dapat dinyatakan dalam persamaan :  = (n.Gambar 2. maka cahaya dinyatakan sebagai gelombang elektromagnetik yang transversal (tegak lurus dengan arah rambatnya).2. dimana bila dibiaskan melalui prisma kaca akan terurai menjadi beberapa warna cahaya yang dikenal sebagai spektrum. yaitu tiap berkas sama-sama mengalami dua kali pemantulan.9 Polarisator Dalam hubungan dengan polarimeter cahaya.h)2 / 0 …………………………………….3 dimana : h adalah selisih jarak antara dua berkas cahaya dalam interferometer. karena terjadinya pantulan pada masing-masing berkas sinar sama. n adalah indeks bias medium perambatan optik. Pada kasus ini perbedaan fasa yang ditimbulkan disebabkan karena perbedaan lintasan yang ditempuh kedua berkas sinar.10 Skema dasar Interferometer Mach Zehnder Perbedaan fasa yang terjadi bisa disebabkan dua hal. 13 . yaitu perbedaan fasa karena pemantulan atau perbedaan karena lintasan.. Tiap-tiap warna cahaya disebut sebagai cahaya monokromatik.. Perbedaan fasa akibat pantulan tidak terjadi di sini.

Bila dihayalkan maka bidang getar tersebut akan tegak lurus pada bidang datar.... sedangkan anlisator adalah Polaroid yang dapat menganalisa/mempolarisasikan cahaya.. Apabila diketahui besar sudut putar bidang polarisasi oleh larutan yang diperiksa maka kadar/konsentrasi zat optis aktif dalam larutan yang dipergunakan dapat dihitung dengan menggunakan persamaan : P = Bt ... Larutan optis aktif adalah larutan yang dapat memutar bidang polarisasi............4 Dimana : P = Besarnya sudut antara bidang polarisasi (hasil pengamatan ) 14 .. Larutan yang akan diperiksa diletakkan antara polarisator dan analisator...Dalam alat polarimeter ini cahaya monokromatik dihasilkan dengan menggunakan sodium lamp (lampu natrium) dimana gas natrium pijar akan menghasilkan lampu warna kuning..... Sebaliknya cahaya yang melalui analisator maka bidang getar polarisator akan dipadamkan dan yang tinggal hanyalah cahaya yang mempunyai bidang getar analisator. Gambar 2... Cahaya monokromatik pada dasarnya mempunyai bidang getar yang banyak sekali...11 Polarisasi Apabila cahaya melalui polarisator maka bidang getar polarisator akan diserap atau dipadamkan sehingga cahaya yang dapat melalui polarisator adalah cahaya yang mempunyai bidang getar polarimeter..... C . Polarimeter adalah Polaroid yang dapat mempolarisasi cahaya..... L…………... Bidang getar yang banyak sekali ini secara mekanik dapat dipisahkan menjadi dua bidang getar yang saling tegak lurus.2.. Pada polarimeter terdapat polarisator dan analisator...

juga dijajarkan membentuk barisan pada layar.10 LCD Liquid Crystal Display (LCD): Sebuah teknologi layar digital yang menghasilkan citra pada sebuah permukaan yang rata (flat) dengan memberi sinar pada kristal cair dan filter berwarna.Bt= Sudut putar spesifik zat optis aktif yang digunakan pada t0 C C = Kadar/ konsentrasi zat optis aktif ( gram/cc) L = Panjang tabung pemeriksa Catatan : Bt diperoleh pada tabel (dengan standar temperature 200C ) 2. sinar dapat melewati kristal cair tersebut. Mereka mampu menampilkan teks yang jernih dan tidak ada flicker. Karena tebalnya kurang dari 10 inci (± 25 cm). sebuah layar LCD terdiri atas banyak lapisan. atau backlight. Bila diatur dengan benar. Sinar ini akan melewati filter pertama dari dua filter pengatur (polarizing). Kekurangannya: kualitas warna layar LCD tidak dapat dibandingkan dengan monitor CRT. LCD memiliki banyak kelebihan dibanding monitor CRT. Sebuah sumber sinar flourescent. yang berarti mengurangi kelelahan mata. Sinar yang telah terpolarisasi kemudian melewati sebuah lapisan yang berisi ribuan bintik kristal cair yang dijajarkan pada sebuah kontainer kecil yang dinamakan cell. Telah lama dipakai sebagai layar untuk laptop. monitor LCD untuk desktop mengambil ruang yang lebih kecil dibanding monitor CRT. seperti molekul-molekul metal bila diberi medan magnet. Ditemukan tahun 1888. komputer desktop juga telah mulai menggunakan monitor yang memakai teknologi LCD ini. merupakan lapisan paling bawah. satu cell atau lebih akan membentuk satu pixel (ukuran titik terkecil pada sebuah layar). istilahnya adalah "sandwich". Setiap sel. dan harganya yang mahal membuatnya tak terjangkau bagi kebanyakan orang. Sumber elektrik di sekeliling LCD membentuk sebuah medan elektrik yang akan menggetarkan molekul kristal. kristal cair merupakan cairan kimia yang molekul-molekulnya dapat diatur sedemikian rupa bila diberi medan elektrik. yang akan mengatur sinar yang akan 15 .

Setiap ketiga cell tersebut memiliki filter merah. atau biru (red-greenblue/RGB). Gambar 2. seperti pada sebuah PalmPilot atau jam tangan digital. Kadang-kadang sistem yang mengirimkan arus listrik pada satu cell atau lebih tidak berjalan dengan baik. Sinar yang melewati cell yang terfilter tersebut akan menciptakan warna yang dapat dilihat pada LCD. setiap pixel terdiri atas tiga buah cell kristal cair.lewat pada lapisan kedua berupa filter yang terpolarisasi dan melewatinya. cara kerjanya lebih kompleks. dan pekerjaan selesai. Pada sebuah layar LCD monokrom. Pada sebuah panel LCD berwarna. hijau. Tetapi pada LCD berwarna.12 Prinsip LCD 16 . demikianlah cara kerjanya: Penutup membuka. kejadian tersebut menimbulkan adanya pixel yang gelap dan rusak. seperti pada PC laptop.

2. Beam splitter 3. 1 buah monokromator 3.BAB III METODOLOGI PERCOBAAN 3. Alat yang di butuhkan sebagai berikut: Untuk percobaan menentukan panjang gelombang dari cahaya lampu 1. 1 buah layar 4.2 Prosedur Praktikum 3.1 Peralatan Percobaan pada optical devices ada dua macam yang pertama adalah menentukan panjang gelombang dari cahaya lampu yang bersifat polikromator dan percobaan yang kedua adalah mengukur intensitas cahaya pada beam splitter. Sumber cahaya berupa laser HeNe 2.1 Monokromator Percobaan yang pertama. langkah – langkah yang harus diambil adalah sebagai berikut: 1. Lux meter 3. 1buah layar Sedangkan untuk percobaan dalam mengukur intensitas cahaya pada beam splitter yang dibutuhkan adalah: 1. Sumber cahaya berupa lampu 2.1 susunan alat percobaan menggunakan monokromator 17 . Menyusun peralatan seperti pada gambar berikut Gambar 3.

2 Beam splitter Sedangkan untuk percobaan yang kedua yaitu menentukan intensitas cahaya pada beam splitter langkah – langkah yang digunakan sebagai berikut: 1. biru.2 susunan percobaan beam splitter 2. dan merah 5. Menyusun alat – alat seperti gambar berikut Gambar 3. Memfokuskan cahaya supaya masuk ke dalam monokromator 4. Mengukur intensitas cahaya hasil refleksi dan refraksi beam splitter menggunakan lux meter 5. kuning. Mengulang langkah 2 sampai 5 untuk 4 beam splitter dengan ketebalan bervariasi 18 . hijau. Mencatat hasil pengukuran intensitas 6. Menyalakan lampu Halogen 3. orange. Mengatur sudut datang antara sinar laser HeNe dengan beam splitter sebesar 55o 4.2. Sumber cahaya berupa laser HeNe dinyalakan 3. nila.2. Megatur keluaran panjang gelombang monokromator sehingga menghasilkan warna ungu. Mencatat rentang panjang gelombang untuk masing-masing warna 3.

520.725 558.380.340.390.596.619 537.690.660.607.637.410. Table 4.643.490.400.420.577.484.1 Data Hasil Pengukuran Percobaan yang pertama yaitu menentukan panjang gelombang pada cahaya polikromatik.457 300.BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN 4.473 350. Sedangkan untuk percobaan yang kedua mengukur intensitas cahaya pada beam splitter data yang didapat berupa nilai intensitas pada cahaya yang di pantulkan dan cahaya yang diteruskan.1.680.330.567.310.572.1 Rentang panjang gelombang dalam percobaan monokromator No Warna 1 2 3 4 5 6 7 merah Jingga Kuning Hijau Biru Nila Ungu Rentang panjang gelombang (nm) 620.460.439.550.370.557 474.500.650.510. dimana nanti cahaya yang akan dihasilkan berupa cahaya monokromator.2 Intensitas cahaya pada beam splitter No Lensa 1 2 3 4 5 n1 n2 n3 n4 n5 Refraction (lux) 240 421 402 670 145 Reflection (lux) 379 91 219 122 420 19 .349 Table 4.320.464.536 458.1 Analisa Data 4.

Di dalam monokromator terdapat prisma yang digunakan untuk mendispersikan cahaya dan collimator untuk menyearahkan sinar yang masuk maupun sinar yang keluar. monokromator.1 Pembahasan Sungging Haryo Wicaksono ( 2408 100 047 ) Optical devices merupakan alat yang dapat digunakan untuk memproduksi atau mengatur cahaya menjadi bentuk lain. 20 .1.2. Karakteristik ini sangat penting sehingga monokromator banyak digunakan pada optical devices lain. Contoh optical devices antara lain kamera.3 Data panjang gelombang cahaya monokromatik menurut Encyclopedia Britania No 1 2 3 4 5 6 7 Warna merah Jingga Kuning Hijau Biru Nila ungu Range 650 – 780 590 – 649 570 – 589 510 – 569 475 – 509 445 – 474 400 – 444 4. sinar laser. Monokromator adalah alat optik yang digunakan untuk menghasilkan cahaya monokromatik (memiliki lebar pita gelombang kecil) dari sinar inputan polikromatik.2 4.4. dan stereoscopy. Secara sederhana sinar matahari yang berwarna putih dapat diuraikan menjadi sinar berwarna biru menggunakan monokromator. CCD. Dalam praktikum ini.2 Data Berdasarkan Teori Menurut Encyclopedia Britania mengenai data panjang gelombang sumber cahaya polikromatik yang di dispersi menjadi cahaya monokromatik adalah sebagai berikut Tabel 4. alat yang digunakan adalah monokromator dan beam splitter. lensa. attenuator.

kuning 571 nm sampai 590 nm. nila 446 nm sampai 475 nm. sinar berwarna ungu berada pada kisaran panjang gelombang 300 sampai 349 nm. Biru 458 nm sampai 473 nm. Nila 350 nm sampai 457 nm. Panjang gelombang keluaran yang diamati adalah spektrum gelombang elektromagnetik untuk visible. Dengan kata 21 . sedangkan merah 651 nm sampai 780 nm. Pada saat pengamatan warna yang berubah sesuai panjang gelombang dilakukan secara perlahan-lahan sehingga sinar output yang dihasilkan monokromator juga berubah-ubah secara perlahan. Ketika masuk ke dalam monokromator terjadi serangkaian proses. Hasil pengamatan ini tidak sama dengan data panjang gelombang visible. Mula-mula cahaya lampu halogen dirambatkan menuju celah masuk monokromator. Sudut pandang pengamatan juga mempengaruhi data hasil praktikum. orange 591 nm sampai 650 nm. Menurut referensi yang digunakan. Kuning rentang 537 nm sampai 557 nm. Panjang gelombang untuk sinar berwarna ungu. biru. Warna sinar monokromatik yang dihasilkan dapat diatur sesuai dengan panjang gelombang output yang diinginkan. Sedangkan untuk panjang gelombang lain : merah antara 620 nm sampai 725 nm. maka penentuan ini belum tentu sama dengan pengamat yang lain. Dari hasil praktikum. Hijau 474 nm sampai 536 nm. Range panjang gelombang antara 300 nm sampai dengan 780 nm. Selanjutnya sinar ini diteruskan ke prisma di dalam monokromator dan mengalami dispersi.Untuk melakukan percobaan pertama alat-alat yang digunakan adalah monokromator. Cahaya yang masuk dirambatkan menuju collimator sehingga sinar-sinar ini menjadi sejajar dan memiliki fokus tak hingga. Cahaya hasil dispersi ini diteruskan menuju ke celah keluar berupa sinar monokromatik dan ditangkap oleh layar. Jingga 558 nm sampai 619 nm. orange. kuning. dan merah dicatat. Jika satu pengamat menentukan satu warna. lampu halogen. Perbedaan panjang gelombang ini disebabkan oleh beberapa faktor. range panjang gelombang visible ungu 400 nm sampai 445 nm. jingga. hijau. Hal ini menyebabkan kesulitan untuk menentukan batas antara warna satu dengan yang lain. dan layar. Cahaya dari lampu halogen berwarna putih kekuningan dan memiliki pita gelombang cahaya lebar. hijau 510 nm sampai 570 nm.

Intensitas yang hilang paling besar terjadi pada percobaan kedua (538 nm). meskipun sinarnya adalah sinar koheren. Kemungkinan hal ini terjadi karena ada kerusakan pada monokromator yang digunakan. Optical devices kedua yang digunakan untuk praktikum adalah beam splitter. Loss intensity terjadi karena selama perambatan sinar yang ditransmisikan menyebar.lain sudut pandang pengamat pada saat praktikum yang dilakukan tidak sama dengan sudut pandang pengamat untuk referensi. Langkahlangkah tersebut diulang sebanyak empat kali dengan menggunakan beam splitter yang indeks biasnya bervariasi. sedangkan untuk sinar yang dipantulkan di peroleh 91 lux. sinar laser hasil pemantulan dan pembiasan diukur menggunakan lux meter. 670 lux dan 145 lux. Sebagian sinar laser dipantulkan dan sebagian lagi dibiaskan. Sudut datang antara beam splitter dengan dengan laser HeNe diatur sebesar 55o pada saat sinar laser merambat menuju beam splitter terjadi pemisahan sinar karena memiliki indeks bías dan daya refleksi. Sehingga ketika dideteksi oleh lux meter 22 . Untuk mengetahui intensitasnya. Intensitas yang hilang jumlahnya tidak sama untuk tiap percobaan. Pada percobaan pertama intensitas laser yang dibiaskan adalah 240 lux dan 379 lux untuk intensitas refleksi. 402 lux. 219 lux. Hal ini bertentangan dengan spektrum gelombang elektromagnetik. Intensitas sinar yang dipantulkan dan dibiaskan ini tergantung dari indeks bias beam splitter. Sedangkan untuk percobaan kedua sampai dengan kelima intensitas sinar laser yang dibiaskan oleh beam splitter berturut-turut 421 lux. Jika diakumulasikan. Seharusnya Panjang gelombang 800 nm keatas merupakan spektrum panjang gelombang infrared. beam splitter. Setelah melakukan praktikum data intensitas dicatat. Mula-mula peralatan praktikum disusun. 122 lux. sinar laser hasil releksi dan refraksi (pembiasan) pada tiap percobaan intensitasnya lebih kecil dari intensitas awal. Intensitas awal sinar laser sebelum dipisahkan beam splitter adalah 1050 lux. Peralatan yang digunakan antara lain Laser HeNe dengan panjang gelombang 628 nm. dan 420 lux. dan layar. Hal yang tidak lazim terjadi ketika monokromator di set untuk mengeluarkan sinar output dengan panjang gelombang di atas 800 nm sinar yang diamati pada layar berwarna biru.

intensitasnya tidak sebesar intensitas awal. sehingga membuat bingung dalam menentukan panjang gelombang yang sesuai. Pertama lampu halogen diarahkan pada monokromator kemudian cahaya yang berupa polyromator ini akan di dispersikan oleh monokromator menjadi cahaya monokromatik yang nantinya akan di tangkap dan di perlihatkan di layar.2 Asthy Farida ( 2408 100 051 ) Monokromator adalah alat optik yang berfungsi untuk mengubah cahaya polykromatik menjadi monokromatik. Sudut pandang pengamatan dengan pengamat yang lain juga mempengaruhi data hasil praktikum. Pada beam splitter intensitas cahaya yang masuk tidak dipantulkan dan dibiaskan secara total. Nila rentang 350 sampai 457. Kuning rentang 537 sampai 557. jingga dari 591 sampai 650 sedangkan merah dari rentang 651 sampai 780. nila antara rentang 446 sampai 475. Biru rentang 458 sampai 473. Sedangkan menurut dasar teori rentang panjang gelombangnya adalah sebagai berikut panjang gelombang yang berwarna ungu rentangnya antara 400 sampai 445. sebagian intensitas mengalami penyerapan di beam splitter dan berubah menjadi panas. Jingga rentang 558 sampai 619. kemudian layar sebagai penangkap cahaya monokromatiknya. Hijau rentang 474 sampai 536. dan ungu antara rentang 300 sampai 349. alat monokromator sebagai pemisah panjang gelombang yang dari polykromator menjadi monokromator. Dimana dalam percobaan ini mempunyai tujuan untuk mengetahui rentang panjang gelombang pada cahaya monokromatik. Alat – alat yang digunakan dalam percobaan kali ini adalah lampu tungsten berguna sebagai sumber cahaya polykromatiknya. kuning dari rentang 571 sampai 590. hijau dari rentang 510 sampai 570. Percobaan monokromator ini akan di peroleh data berupa rentang panjang gelombang yaitu sebagai berikut merah antara rentang 620 sampai 725. Hasil antara data percobaan dengan data teori berbeda hal ini disebabkan karena saat pengamatan kriteria perpindahan warna yang satu ke yang lain berbeda. maka penentuan ini belum tentu sama dengan pengamat yang lain. 4. Dari sini diambil kesimpulan sudut pandang 23 .2. Jika satu pengamat menentukan satu warna.

122 lux. fungsi beam splitter bermanfaat untuk menghasilkan dua cahaya dari satu sumber. sedangkan untuk cahaya yang di reflection di peroleh intensitas cahaya secara berturut – turut dari lensa n1 adalah 379 lux. 402 lux. kemudian lux meter sebagai alat untuk menghitung intensitas cahaya yang telah dipantulkan maupun di belokkan menggunakan beam splitter. cahaya datang sebagian akan ditransmisikan (diteruskan) sementara sebagian yang lain akan direfleksikan Sehingga cahya terbelah menjadi dua. Dalam percobaan ini. Dari data dapt diambil kesimpulan bahwa sinar laser yang mengenai beam splitter baik yang dipantulkan ataupun yang diteruskan pada tiap percobaan intensitasnya lebih kecil dari intensitas awal. meskipun sumber sinar yang dipakai koheren. 421 lux. digunakan dua macam perangkat optic yaitu monokromator dan beam splitter. beam splitter sebagai pemecah cahayanya. Untuk cahaya yang refraction akan diperoleh nilai intensitas cahaya berturut.3 Ahmad Aminuddin ( 2408 100 103 ) Praktikum kali ini berkaitan dengan optical devices atau perangkat optic. Intensitas yang hilang ini terjadi karena pada saat perambatan sinar yang ditransmisikan menyebar. 4. Cara kerjanya sebagai berikut cahaya laser HeNe diarahkan pada lensa beam splitter dimana dalam percobaan ini diambil 5 sampel lensa beam splitter yang berbeda setelah itu cari cahaya yang dipantulkan maupun diteruskan menggunakan layar kemudian hitung nilai intensitas cahaya yang di pantulkan dan diteruskan menggunakan lux meter. Intensitas yang hilang jumlahnya tidak sama untuk tiap percobaan. Beam splitter alat yang berfungsi untuk memecah sinar yang melewatinya. Alat – alat yang digunakan adalah laser HeNe sebagai sumber cahayanya. dan 420 lux. 91 lux.pengamat pada saat praktikum kemungkinan besar tidak sama dengan sudut pandang pengamat untuk referensi. layar untuk menangkap cahaya yang diteruskan atau dibelokkan oleh beam splitter.2.turut dari lensa n1 adalah 240 lux. 24 . Dari percobaan beam splitter didapatkan data berupa nilai intensitas dari kelima lensa berupa cahaya yang di refraction dan cahaya yang di reflection. 670 lux dan 145 lux. 219 lux.

Ketika terjadi perubahan warna dari ungu ke warna selanjutnya. Setelah itu. Kemudian pengatur panjang gelombang pada monokromator diputar sampai didapatkan berkas cahaya dengan panjang gelombang paling kecil yaitu cahaya ungu. Data yang berhasil didapat adalah sebagai berikut : Spectrum warna ungu memiliki range panjang gelombang 300-349 nm. Langkah ini dilakukan untuk semua jenis beam splitter. bertujuan untuk mengetahui range (interval) panjang gelombang dari masing-masing spectrum cahaya polikromatik. diusahakan cahaya tersebut dapat terfokus menuju ke lubang input dari monokromator supaya berkas cahaya yang nampak pada layer bisa diamati dengan jelas. Beam splitter yang digunakan ada 5 (lima) macam dengan index bias yang berbeda-beda. merah 620-725. Percobaan yang kedua. yakni percobaan yang menggunakan monokromator. Cahaya polikromatik yang digunakan yaitu sinar Halogen. sebuah sinar Halogen diarahkan ke monokromator. Awalnya. akan didapatkan range warna ungu. nila 350-457. yaitu yang dipantulkan dan yang dibiaskan. jingga 558-619. me-ji-ku-hi-bi-ni-u. biru 458-473. hijau 474-536. Jika hasil tersebut dibandingkan dengan range panjang gelombang spectrum cahaya tampak yang telah diketahui melalui percobaan para pakar. kedua warna tersebut sekilas tampak memiliki kesamaan. Datadata yang telah diambil adalah sebagai berikut : untuk beam slitter dengan indeks bias n1 memiliki intensitas refaksi 240 lux dan refleksi 379 lux . yaitu menggunakan beam splitter. kuning 537-557. Dengan menggunakan luxmeter. pengatur tersebut kembali diputar untuk mendapatkan berkas warna yang lain. n2 memiliki 25 . Langkah seperti ini dilakukan untuk semua jenis spekrum cahaya tampak. terlihat adannya perbedaan. Sehingga. Hal ini tampak jelas ketika praktikan mengamati warna ungu dan warna nila. pencatatan range panjang gelombang kedua warna tersebut tidak bisa maksimal. Hal ini di pengaruhi oleh tingkat ketelitian dari pengamatan praktikan dalam menentukan jenis warna yang diamati.Pada percobaaan pertama. Sebuah sinar laser ditembakkan ke salah satu beam splitter tepat di tengahnya. intensitas dari kedua berkas tersebut di ukur. Pada beam splitter tersebut akan nampak dua berkas cahaya laser.

harga internsitas awal ternyata lebih besar. 26 .intensitas refaksi 421 lux dan refleksi 91 lux . n4 memiliki intensitas refaksi 670 lux dan refleksi 122 lux . Namun. Sehinngga efisiensinya tidak sama dengan seratus persen. Dari data-data tersebut. Hal ini disebabkan oleh penyerapan berkas sinar oleh beam splitter. n3 memiliki intensitas refaksi 402 lux dan refleksi 219 lux . jika kedua berkas cahaya yang direfraksi dan direfleksikan tiap-tiap beam splitter dijumlahkan ternyata hasilnya mendekati suatu nilai. n5 memiliki intensitas refaksi 145 lux dan refleksi 430 lux. yakni mendekati nilai intensitas sebelum cahaya mengenai beam splitter.

Monokromator menggunakan prinsip kerja dari dispersi pada prisma. 2.2 Saran Untuk pelaksanaan praktikum selanjutnya.1 Kesimpulan Setelah melakukan praktikum optical devices yang terdiri dari monokromator dan beam splitter. Intensitas cahaya hasil pemantulan dan pembiasan beam splitter yang terukur oleh lux meter dari lima kali percobaan adalah 240 lux. Biru 458 nm sampai 473 nm. dan 379 lux. Setelah melakukan praktikum. Daya refleksi dan refraksi ini dipengaruhi oleh ketebalan dari beam splitter.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. Sebaiknya menggunakan warna referensi dengan kode warna tertentu. 402 lux. Nila 350 nm sampai 457 nm. 4. dan ungu antara 300 nm sampai 349 nm. maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut 1. Beam splitter memiliki kemampuan untuk merefleksikan dan merefraksikan sinar datang. 219 lux. cahaya yang masuk ke dalam celah monokromator mengalami kolimasi dan dipantulkan pada prisma. Ketika menentukan rentang panjang gelombang dari tiap warna yang dihasilkan oleh monokromator. 421 lux. range panjang gelombang monokromatik yang dihasilkan dari monokromator adalah sebagai berikut : merah antara 620 nm sampai 725 nm. 670 lux dan 145 lux untuk cahaya yang dibiaskan. 420 lux untuk cahaya yang dipantulkan. Kemudian cahaya ini keluar melalui celah yang lebarnya dapat diatur sesuai dengan panjang gelombang output. Kuning rentang 537 nm sampai 557 nm. Hijau 474 nm sampai 536 nm. Jingga 558 nm sampai 619 nm. 3. 122 lux. 5. selanjutnya cahaya ini terdispersi menjadi cahaya monokromatik dengan panjang gelombang yang bervariasi. atau menganalisa warna sesuai dengan komponen 27 . 91 lux. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Pada percobaan beam splitter.RGBnya. Karena indeks bias beam splitter yang digunakan tidak diketahui. Data intensitas sinar hasil refleksi dan refraksi nilainya tidak berurutan. sebaiknya difokuskan terlebih dahulu menggunakan lens focusing sehingga intensitas cahaya yang hilang karena hamburan dapat dikurangi. 28 . Data indeks bias ini seharusnya disertakan dalam percobaan agar pengaruh intensitas dengan indeks bias beam splitter dapat diketahui. sebelum sinar laser HeNe ditransmisikan.

org/wiki/monochromator diakses tanggal 3 Desember 2009 Anonim. Persamaan Fresnel. 2009. Wikipedia Foundation (htm) (http://en.com/ppt/ diaakses tanggal 3 desember 2009) Anonim.org diakses tanggal 3 Desember 2009) Guenther. Darmansyah. Jaringan Komputer Model Analisis (doc) (http://www.chem-is-try. 2008.scribd. 1990. Spektrofotometri Infra Merah.com diakses tanggal 3 Desember 2009) Anonim. (pdf) (http://www.com/ppt/375081 diakses tanggal 3 Desember 2009) Musaqif H. Robert D. Sistem Instrumentasi Optik. 2004. 2009. Marcelo.org/wiki/persamaan-fresnel diakses tanggal 4Desember 2009) Anonim. Attenuator (electronic). collimator.org/wiki/attenuator diakses tanggal 3 Desember 2009 Anonim. Bandung : Institut Teknologi Bandung (ppt) (http://www.org/wiki/collimator diakses tanggal 3 Desember 2009 Anonim. Wikipedia Foundation (htm) (http://en. Spectrophotometer. New Jersey : Simon and schuster Company Devasani. 2006. 1995. Charge Couple Devices (CCD) (htm) 29 . Bandung :Fakultas teknik elektro dan komunikasi Institut Teknologi Telkom (pdf) (http://www. Monochromator. Situs Kimia Indonesia (htm) (http://www.answer. EG. Teori Cahaya. Kairo : Cairo University (ppt) (http://www. Inc Meyer-Arendt.com/doc/776509 diakses tanggal 5 desember 2009 Giwangkara. California University : Prentice-Hall. 2009. Ahmed dkk. 2009.scribd. Introduction to Classical and Modern Optics. Wikipedia Foundation (htm) (http://id.com/null/pdf/309851 diakses tanggal 4 Desember 2009 Alonso.wikipedia.DAFTAR PUSTAKA Anonim.scribd. Inc Mostafa. Canada : John Wiley & Sons. Wikipedia Foundation (htm) (http://en. Modern optic. 2007.scribd. Dasar-Dasar fisika Universitas. Sci-Tech enclycopedia (htm) (http://www. 2007. 2007. Abdu. Nonlinear optical devices.wikipedia. FI-1201 Fisika Dasar IIA. 2003. Juger R.wikipedia.scribd. 2005.wikipedia.com/null/pdf/665437 diakses tanggal 3 desember 2009) Anonim.

Principal of optical Engineering. 2005.wordpress. Gelombang Mekanik. Singapore : John Wiley & Sons. 30 . 1990.com/2008/11/26/ diakses tanggal 3 Desember 2009) T S Yu. Spektrofotometer. dan Optik Fisis. Elektromagnetik.blogspot. Inc. Francis dkk.(http://musaqif. Rgm_Aisyah’s blog (http://rgmaisyah.com/search/label diakses tanggal 3 Desember 2009) Priyanto. teguh. 2008. Jakarta : SMA Negeri 8 Jakarta RGMaisyah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful