SEGITIGA YANG UNIK

Dian Soekemi

DAFTAR ISI
Kata Pengantar ............................................................................................ Daftar Isi...................................................................................................... Bab 1 Mengenal Titik, Garis, dan Sudut ..................................................... Bab 2 Segitiga ............................................................................................. Bab 3 Keliling dan Luas Segitiga ............................................................... Bab 4 Teorema Phytagoras ......................................................................... Bab 5 Segitiga Dapat Membentuk Bangun Datar ....................................... Bab 6 Segitiga Dapat Membentuk Bangun Ruang ..................................... Bab 7 Segitiga Dapat Digunakan Untuk Formula Rumus .......................... Bab 8 Segitiga Pascal .................................................................................. Bab 9 Segitiga Dalam Kehidupan Sehari-hari ............................................ Glosarium .................................................................................................... Sumber Gambar .......................................................................................... Daftar Pustaka .............................................................................................

Bab 1 Mengenal Titik, Garis, dan Sudut

sumber gambar: clipart Mac Os.

Rumah maupun gedung-gedung bertingkat merupakan bangun ruang. Perhatikanlah bagian atap rumah, kenapa ya selalu berbentuk segitiga? Mengapa harus demikian?

Untuk belajar segitiga, ayo terlebih dahulu kita belajar tentang bagian ilmu matematika, yaitu geometri. Geometri adalah bagian atau cabang dari ilmu matematika yang mempelajari hubungan yang ada di dalam sebuah ruang, seperti garis, ruas, sisi, panjang, luas, dan volume. Segitiga merupakan bangun datar. Segitiga yang dibentuk sedemikian rupa dapat membentuk bangun ruang. Untuk memahami bangun datar dan bangun ruang, ayo kita belajar dulu tentang apa saja yang membentuk bangun datar dan bangun ruang.

1. Titik Titik merupakan acuan awal yang ditandai dengan tanda dot. Jika kamu mengatakan, saya berada di titik A. Artinya, kamu berada pada acuan A. •A dibaca titik A. •B dibaca titik B.

2. Garis Garis adalah pertemuan antara dua titik yang saling dihubungkan. Jika titik A dan titik B dihubungkan maka akan membentuk garis AB atau BA. Perhatikanlah gambar berikut. •B

A•

Garis di atas disebut garis AB atau dapat dibaca garis BA.

Contoh Soal Perhatikanlah gambar-gambar berikut! Apakah nama-nama garis yang ada di bawah ini?

Jawab: garis AB, garis CD, garis EF, dan garis GH

3. Sudut Sudut adalah suatu bidang yang dibentuk oleh dua garis. Perhatikanlah gambar berikut!

Garis AB dan garis AC dipertemukan pada titik A sehingga terbentuk sudut pada titik A. Nama sudutnya adalah sudut CAB atau sudut BAC atau biasanya ditulis sudut A. Sudut biasanya dilambangkan dengan ∠. Jadi, sudut A dapat juga ditulis ∠A atau ∠CAB atau ∠BAC. Garis AB dan BD bertemu pada titik B sehingga terbentuk sudut di titik B. Nama sudutnya adalah sudut ABD atau sudut DBA atau sudut D. Pada dua contoh di atas, kamu dapat melihat besarnya sudut berbeda, bukan? Sudut A lebih kecil dari sudut B. Besarnya sudut dinyatakan dalam derajat. Derajat dilambangkan dengan tanda (o). Besarnya sudut adalah dari 0o – 360o. Menurut besar kecilnya sudut, maka sudut dapat dibedakan sebagai berikut.

a. Sudut lancip Sudut lancip adalah sudut yang besarnya kurang dari 90o. Contoh pada gambar 1) adalah sudut lancip. b. Sudut Siku-Siku Sudut siku-siku adalah sudut yang besarnya 90o. Contoh pada 2) adalah sudut siku-siku. c. Sudut Tumpul Sudut tumpul adalah sudut yang besarnya lebih dari 90o. Sudut tumpul dapat kamu lihat di no 3). d. Sudut Lurus (berpelurus) Sudut lurus adalah sudut yang membentuk garis lurus. Dapat kamu lihat pada gambar no 4).

Contoh Soal Perhatikanlah gambar berikut! Sebutkan jenis-jenis sudutnya! Urutkanlah besar sudut yang terkecil hingga terbesar.

Jawab: 1) sudut lancip, 2) sudut lancip, 3) sudut tumpul, 4) sudut siku-siku Urutan dari yang terkecil adalah (1), (2), (3), (4).

Membuat sudut dengan lipatan kertas.

Sediakanlah kertas buku atau kertas HVS. Lipatlah bagian-bagian tertentu kertas itu hingga terbentuk sudut yang kamu inginkan.

Sudut apa yang kamu dapatkan? Cobalah melipat dibagian lain dan sebutkan sudut apa saja yang kamu hasilkan dari lipatan kertasmu.

Ayo Berlatih 1. Buatlah garis-garis berikut: a. Garis AF b. Garis RS c. Garis GH

2. Buatlah sudut berikut dengan penggaris busur: a. Sudut 45o b. Sudut 75o c. Sudut 130o d. Sudut 235o

BAB 2 SEGITIGA

Pernahkah kamu melihat rambu-rambu lalu lintas di atas? Apakah nama bangun datar pada rambu lalu lintas itu?

Bangun datar adalah bangun yang terbentuk dari beberapa garis yang dihubungkan dan saling bertemu antara titik awal sebuah garis dengan titik akhir garis lainnya. Nama-nama bangun datar biasanya dibuat berdasarkan banyaknya garis yang dihubungkan. Dalam bangun datar, kamu akan mengenal sisi. Sisi adalah garis tepi dari sebuah bangun datar. Bangun datar merupakan gambar dua dimensi, yaitu hanya memiliki panjang dan tinggi atau panjang dan lebar. Macam-macam bangun datar adalah sebagai berikut. • • • • • Segitiga Segiempat Segilima Segienam Segidelapan

Dalam buku ini, kita akan banyak belajar tentang segitiga dan semua bangun yang yang dibentuk oleh segitiga. Perhatikanlah gambar berikut! Gambar apakah itu?

Segitiga adalah bangun datar yang memiliki tiga garis yang saling dihubungkan atau bangun datar dengan tiga sisi. Segitiga hanya memiliki panjang sisi dan tinggi segitiga sehingga termasuk bangun dua dimensi.

Ciri-ciri segitiga adalah sebagai berikut. 1. Memiliki tiga sisi 2. Memiliki tiga sudut 3. Jumlah sudut seluruhnya adalah 180o

2. Jenis-Jenis Segitiga
Menurut sudut dan panjang sisinya, segitiga dibedakan menjadi sebagai berikut. Menurut besar sudutnya a. Segitiga siku-siku Segitiga siku-siku adalah segitiga yang salah satu sudutnya merupakan sudut siku-siku. Cara membuat sudut siku-siku • • • • Siapkanlah penggaris, busur derajat, jangka, dan pensil untuk menggambar bentuk-bentuk segitiga. Berikut ini cara membuat segitiga siku-siku. Buatlah garis AB dengan arah mendatar (horizontal). Buatlah garis BC dengan arah vertikal dan pertemukan garis AB dan BC di titik AB sehingga terbentuk sudut siku-siku. Tariklah garis dari titik A ke titik C. Nah, jadilah segitiga siku-siku ABC buatanmu. Mudah bukan?

b. Segitiga tumpul Segitiga tumpul adalah segitiga yang salah satu sudutnya merupakan sudut

tumpul.

Cara membuat segitiga tumpul • • • Buatlah garis AB dengan arah mendatar (horizontal). Buatlah garis BC dengan arah miring seperti pada gambar dan pertemukan garis AB dan BC di titik AB sehingga terbentuk sudut tumpul. Tariklah garis dari titik A ke titik C. Nah, jadilah segitiga tumpul ABC buatanmu.

c. Segitiga lancip Segitiga lancip adalah segitiga yang salah satu sudutnya adalah sudut lancip. Cara membuat segitiga lancip • • • Buatlah garis AB dengan arah mendatar (horizontal). Buatlah garis BC dengan arah miring seperti pada gambar dan pertemukan garis AB dan BC di titik AB sehingga terbentuk sudut lancip. Tariklah garis dari titik A ke titik C. Nah, jadilah segitiga siku-siku ABC buatanmu.

Menurut panjang sisi a. Segitiga sama sisi

Segitiga sama sisi adalah segitiga yang memiliki ketiga sisinya sama panjang.

Cara membuat segitiga sama sisi • • Buatlah garis AB dengan arah mendatar (horizontal). Letakkan jarum jangka di titik A dan satu ujung jangka yang lain (berupa pensil) pada titik B sehingga panjang jangka tepat sama dengan panjang AB. Ketika jarum di titik A, putarlah pensil ke atas. Kemudian pindahkan jarum di titik B dan putarlah ke atas. • • • Buatlah titik pada pertemuan pensil yang tadi kamu putar dan beri nama titik tersebut C. Buatlah garis dari titik A ke C dan titik B ke C. Sekarang jadilah segitiga sama sisi buatanmu.

b. Segitiga sama kaki Segitiga sama kaki adalah segitiga yang memiliki dua sisi sama panjang.

Cara membuat segitiga sama kaki • • Buatlah garis AB dengan arah mendatar (horizontal). Letakkan jarum jangka di titik A dan satu ujung jangka yang lain (berupa pensil) diputar ke atas dengan panjang jangka lebih pendek atau lebih panjang dari garis AB. Kemudian pindahkan jarum di titik B dengan panjang yang masih sama dengan di titik A dan putarlah ke atas. • • Buatlah titik pada pertemuan pensil yang tadi kamu putar dan beri nama titik tersebut C. Buatlah garis dari titik A ke C dan titik B ke C.

Sekarang jadilah segitiga sama kaki buatanmu.

c. Segitiga sembarang Segitiga sembarang adalah segitiga yang panjang ketiga sisinya tidak sama panjang. Cara melukis segitiga sembarang • • Buatlah garis AB dengan arah mendatar (horizontal). Letakkan jarum jangka di titik A dan satu ujung jangka yang lain (berupa pensil) diputar ke atas dengan panjang jangka lebih panjang atau pendek dari garis AB. Kemudian pindahkan jarum di titik B dan ubah lagi panjang jangka dan putarlah ke atas. • • • Buatlah titik pada pertemuan pensil yang tadi kamu putar dan beri nama titik tersebut C. Buatlah garis dari titik A ke C dan titik B ke C. Sekarang jadilah segitiga sembarang buatanmu.

Jumlah sudut dalam segitiga besarnya adalah 180o, apapun bentuk segitiga

tersebut. Perhatikanlah contoh berikut.
C

A

B

Besar sudut CAB adalah 90o, ∠ ABC sebesar 45o, dan ∠BCA sebesat 45o. Jadi, jumlah seluruh sudut dalam segitiga tersebut adalah 90o + 45o + 45o = 180o.

Ayo Berlatih 1. Segitiga ABC memiliki besar dua sudutnya masing-masing 65o dan 45o. Berapakah besar satu sudut yang lain? Apa nama segitiga tersebut? 2. Segitiga PQR memiliki besar dua sudutnya masing-masing 60o dan 30o. Berapakah besar satu sudut yang lain? Apa nama segitiga tersebut? 3. Segitiga ABC memiliki besar dua sudutnya masing-masing 35o dan 40o. Berapakah besar satu sudut yang lain? Apa nama segitiga tersebut?

Bab 3 Keliling dan Luas Segitiga

Bagaimana cara menghitung keliling segitiga dan luas segitiga? Ayo kita pelajari bersama!

Keliling Segitiga
Dalam membuat segitiga, tentu saja kamu mudah mengetahui panjang sisinya dengan mengukurnya menggunakan penggaris. Lalu bagaimana kamu mengukur keliling segitiga tersebut?

Perhatikanlah segitiga di atas. Mengelilingi segitiga tersebut berarti kamu berjalan dari A ke B kemudian ke C dan kembali lagi ke A. Artinya, keliling segitiga merupakan jumlah seluruh panjang sisi-sisi pada segitiga tersebut atau dapat dirumuskan sebagai berikut.

Keliling segitiga = AB + BC + CA

Panjang sisi biasanya ditulis dengan s. Jadi, keliling segitiga dapat juga ditulis

Keliling segitiga = s + s + s

Untuk segitiga sama sisi, karena sisinya sama panjang, maka dapat dihitung dengan

Keliling segitiga sama sisi = 3 x s

Contoh Soal 1. Sebuah segitiga ABC sama sisi memiliki panjang sisi 6 cm. Berapakah keliling segitiga tersebut? Jawab: K = 3 x s = 3 x 6 cm = 18 cm

2. Sebuah segitiga sama sisi memiliki keliling 42 cm. Berapakah panjang sisisisinya? Jawab: K=3xs S = K : 3 = 42 cm : 3 = 14 cm

3. Sebuah segitiga siku-siku ABC memiliki panjang sisi AB = 6 cm, BC = 10 cm, dan AC = 8 cm. Berapakah keliling segitiga tersebut? Jawab: K = AB + BC + AC = 6 cm + 10 cm + 8 cm = 24 cm

4. Sebuah segitiga siku-siku ABC memiliki keliling 30 cm. Jika panjang sisi AB = 5 cm, BC = 13 cm, berapakah panjang sisi AC? Jawab: K = AB + BC + AC AC = K – (AB + BC) = 30 – ( 5 cm + 13 cm ) = 12 cm

Luas Segitiga
Luas segitiga merupakan luas daerah yang berada di dalam sisi-sisi segitiga.

Luas segitiga dirumuskan: L = 1/2 x alas x tinggi

Contoh Soal 1. Sebuah segitiga memiliki alas 8 cm dan tingginya 12 cm. Berapa luasnya?

Jawab: L = 1/2 x alas x tinggi = 1/2 x 8 cm x 12 cm = 48 cm2 2. Sebuah segitiga memiliki luas 84 cm2 dan tingginya 14 cm. Berapakah panjang alasnya? Jawab: L = 1/2 x alas x tinggi, maka alas = L / (1/2 x tinggi) = 84 / (1/2 x 14) = 84/7 = 12 cm 3. Sebuah segitiga memiliki luas 100 cm2 dan panjang alasnya 10 cm. Berapakah tingginya?

Jawab: L = 1/2 x alas x tinggi Maka tinggi = L / (1/2 x alas) = 100 / (1/2 x 10) = 100/5 = 20 cm

Ayo Berlatih 1. Sebuah segitiga memiliki panjang masing-masing sisi a = 4 cm, b = 5 cm, dan c = 8 cm. Berapakah keliling segitiga tersebut? 2. Sebuah segitiga memiliki keliling 24 cm. Jika panjang a = 6 cm, c = 8 cm, berapakah panjang b? 3. Sebuah segitiga memiliki panjang alas 8 cm dan tingginya 5 cm. Berapakah luas segitiga itu? 4. Sebuah segitiga memiliki luas 42 cm2 dan panjang alas 14 cm. Berapakah tinggi segitiga itu? 5. Sebuah segitiga memiliki luas 50 cm2 dan tinggi 5 cm. Berapakah panjang alasnya?

Bab 4 Teorema Phytagoras

Sumber gambar: www.2lisan.com Phytagoras adalah seorang matematikawan dan filsuf Yunani yang diberi julukan Bapak Bilangan dan terkenal dengan teoremanya, yaitu Teorema Phytagoras. Apakah isi teorema tersebut? Ayo kita pelajari.

Teorema Phytagoras menyatakan bahwa kuadrat hipotenusa (sisi miring) dari suatu segitiga siku-siku adalah sama dengan jumlah kuadrat dari kaki-kakinya (sisi-sisi siku-sikunya).

Perhatikanlah gambar segitiga siku-siku ABC di atas. Sisi miring segitiga tersebut kita beri nama BC dan sisi yang lain adalah AB dan AC. Jika panjang AB dan AC diketahui, maka untuk mencari sisi BC adalah sebagai berikut. BC2 = AB2 + AC2 atau BC = √ AB2 + √AC2 Jika kamu ingin mencari panjang salah satu sisinya, maka gunakanlah rumus berikut. AB2 = BC2 – AC2 atau AC = BC2 – AB2
2

Contoh Soal 1. Sebuah segitiga siku-siku memiliki panjang sisi 3 cm dan 4 cm. Berapakah sisi miringnya? Jawab: BC = √ AB2 + √AC2 = √32 + √42 = √25 = 5 cm

2. Jika sebuah segitiga siku-siku memiliki sisi miring 10 cm dan salah satu sisinya 6 cm. Berapakah panjang sisi yang lainnya? Jawab: AC = √ BC2 – √AB2 = √102 - √62 = √64 = 8 cm

Dari teorema Phytagoras tersebut, kamu dapat mengenal bilangan-bilangan istimewa yang dapat kamu hafalkan secara mudah. Bilangan itu biasa disebut tripel Phytagoras. Jika sisi a = 3 cm, sisi b = 4 cm, maka sisi miringnya c = 5 cm. Bilangan Tripel Phytagoras: - 3, 4, 5 dan kelipatannya dengan 5 sebagai sisi miringnya - 5, 12, 13 dan kelipatannya dengan 13 sebagai sisi miringnya - 8, 15, 17 dan kelipatannya dengan 17 sebagai sisi miringnya - 7, 24, 25 dan kelipatannya dengan 25 sebagai sisi miringnya - 9, 40, 41 dan kelipatannya dengan 41 sebagai sisi miringnya - 11, 60, 61 dan kelipatannya dengan 61 sebagai sisi miringnya Dapatkah kamu menemukan bilangan istimewa lainnya?

Ayo Berlatih 1. Sebuah segitiga siku-siku memiliki panjang sisi 9 cm dan 12 cm. Berapakah sisi miringnya? 2. Jika sebuah segitiga siku-siku memiliki sisi miring 26 cm dan salah satu sisinya 10 cm. Berapakah panjang sisi yang lainnya? 3. Adi berdiri 8 meter jauhnya dari sebuah tiang bendera. Jika sisi miring yang dibentuk oleh kaki Adi terhadap puncak tiang bendera adalah 17 m, maka berapakah tinggi tiang bendera?

Bab 5 Segitiga dapat Membentuk berbagai Bangun Datar

Sumber Gambar: meqip.com

Tahukah kamu, segitiga dapat membentuk bangun datar yang lain. Apa saja yang dapat dibentuk dari segitiga?

Perhatikanlah segitiga siku-siku yang digabungkan satu sama lain pada salah satu sisinya. Terbentuk bangun apakah dari kedua segitiga tersebut?

1. Membentuk bangun segitiga

Perhatikanlah segitiga ABC di atas. Ada dua segitiga siku-siku yang besarnya sama dan disatukan pada kedua sisi tegaknya, maka terbentuklah segitiga sama kaki. Bagaimana luas segitiga yang dibentuk oleh dua atau segitiga tersebut?

Sumber gambar: matematikaomson.blogspot.com

Luas segitiga besar sama saja jumlah luas dua segitiga yang kecil. Contohnya adalah sebagai berikut.

Contoh Soal

Perhatikan segitiga di atas. Jika segitiga siku-siku sama kaki sebelah kiri dan kanan sama-sama memiliki panjang kaki 4 cm. Berapakah luas segitiga yang dibentuk oleh dua segitiga itu?

Cara I, Menjumlahkan masing-masing luas segitiga kecil Luas segitiga kiri = ½ x 4 cm x 4 cm = 8 cm2 Luas segitiga kanan = ½ x 4 cm x 4 cm = 8 cm2 Luas segitiga besar = 8 cm2 + 8 cm2 = 16 cm2

Cara II, Menghitung langsung dari segitiga besar: Panjang alas = panjang kaki segitiga kiri + panjang kaki segitiga kanan = 4 cm + 4 cm = 8 cm Tinggi = tinggi segitiga = 4 cm L = ½ x alas x tinggi = ½ x 8 cm x 4 cm = 16 cm2

Nah, perhitungan luas segitiga dengan dua cara di atas memiliki hasil yang sama, bukan? Bagaimana dengan bangun datar yang lain?

2. Membentuk bangun segiempat Ketika dua buah segitiga siku-siku sama kaki disatukan pada sisi miringnya, maka terbentuklah segi empat.

Contoh Soal

Perhatikan segiempat di atas. Jika segitiga siku-siku pembentuk segiempat samasama memiliki panjang kaki 4 cm. Berapakah luas segiempat yang dibentuk oleh dua segitiga itu?

Cara I, Menjumlahkan masing-masing luas segitiga Luas segitiga I = ½ x 4 cm x 4 cm = 8 cm2 Luas segitiga II = ½ x 4 cm x 4 cm = 8 cm2 Luas segiempat = L∆ I + L∆ II = 8 cm2 + 8 cm2 = 16 cm2 Cara II, Menghitung langsung luas segiempat: Panjang sisi segiempat berarti sama panjang dengan panjang tegak/mendatar sisi segitiga, artinya 4 cm. L = s x s = 4 cm x 4 cm = 16 cm2 Lihatlah hasilnya, sama bukan?

3. Membentuk bangun persegi panjang Ketika dua buah segitiga siku-siku disatukan pada sisi miringnya, maka terbentuknya persegi panjang.

Contoh Soal

Perhatikan persegi panjang di atas. Jika segitiga siku-siku pembentuk persegi panjang sama-sama memiliki panjang sisi tegak 3 cm dan panjang sisi mendatar 4 cm. Berapakah luas persegi panjang yang dibentuk oleh dua segitiga itu?

Cara I, Menjumlahkan masing-masing luas segitiga Luas segitiga I = ½ x 4 cm x 3 cm = 6 cm2 Luas segitiga II = ½ x 4 cm x 3 cm = 6 cm2 Luas segiempat = L∆ I + L∆ II = 6 cm2 + 6 cm2 = 12 cm2 Cara II, Menghitung langsung luas persegi panjang: Lebar sisi persegi panjang berarti sama panjang dengan panjang tegak sisi segitiga, artinya 3 cm dan panjang sisi persegi panjang sama dengan panjang sisi mendatar segi tiga yaitu 4 cm. L = p x l = 4 cm x 3 cm = 12 cm2

4. Membentuk belah ketupat Ketika dua buah segitiga sama kaki yang sama besar disatukan pada salah satu sisinya maka terbentuklah belah ketupat.

Contoh Soal

Perhatikan belah ketupat di atas. Jika segitiga sama kaki pembentuk belah ketupat sama-sama memiliki panjang sisi miring 5 cm dan sisi mendatar 8 cm. Berapakah luas belah ketupat yang dibentuk oleh dua segitiga itu?

Cara I, Menjumlahkan masing-masing luas segitiga Tinggi segitiga dapat diperoleh dari teorema Phytagoras dengan panjang sisi miring 5 cm, sisi mendatar ½ x 8 cm = 4 cm, maka panjang sisi tegak atau tingginya adalah: Sisi tegak = √52 - √42 = √9 cm = 3 cm Luas segitiga I = ½ x 8 cm x 3 cm = 12 cm2 Luas segitiga II = ½ x 8 cm x 3 cm = 12 cm2 Luas segiempat = L∆ I + L∆ II = 12 cm2 + 12 cm2 = 24 cm2

Cara II, Menghitung langsung luas belah ketupat: Panjang diagonal belah ketupat berarti sama panjang dengan panjang alas segitiga, yaitu 8 cm dan panjang diagonal belah ketupat yang satunya sama dengan jumlah tinggi dua segi tiga, yaitu 6 cm. L = ½ x diagonal I x diagonal II = ½ x 8 cm x 6 cm = 24 cm2

5. Membentuk layang-layang Ketika dua buah segitiga sama kaki yang besarnya berbeda disatukan pada salah satu sisi alasnya yang panjangnya sama, maka terbentuklah layang-layang.

6. Membentuk segi enam Ketika enam buah segitiga sama sisi disatukan pada masing-masing sisinya maka terbentuklah segi enam.

7. Membentuk jajar genjang Ketika dua buah segitiga sama besar dan memiliki panjang alas sama besar disatukan pada salah satu sisinya terbentuklah jajar genjang.

8. Membentuk trapesium Trapesium dapat terbentuk dari tiga segitiga sama sisi atau empat segitiga sikusiku. Perhatikanlah gambar berikut!

Ayo Berlatih 1. Coba carilah luas bangun datar dengan cara menggabungkan luas-luas segitiga pembentuk bangun datar: a. Layang-layang b. Segi enam c. Jajargenjang d. Trapesium 2. Buatlah berbagai bangun datar dari potongan kertas yang telah dibentuk menjadi bermacam-macam bentuk segitiga! 3. Lihatlah gambar di bawah ini!

Sumber Gambar: indonetwork.or.id Sebutkan bentuk apa saja bangun-bangun di atas! Dapatkah terbuat dari segitiga?

Bab 6 Segitiga Dapat Membentuk Bangun Ruang

Pernahkah kamu melihat bangun ruang yang dibentuk dari segitiga? Apa sajakah bangun ruang itu?

Perhatikanlah sebuah piramida! Terdapat berapa segitigakah pada piramida tersebut?

Pada bagian atas piramida terdapat 4 segitiga dan pada alasnya terdapat persegi panjang atau segiempat. Dari persegi panjang atau segiempat itu dapat terbuat dari beberapa segitiga. Dalam bangun ruang, piramida biasa disebut limas segiempat.

Bangun ruang sama halnya dengan bangun datar, dapatdibentuk dari berbagai macam segitiga. Bangun ruang yang dapat dibentuk oleh segitiga antara lain, kubus, balok, prisma segitiga, limas segitiga, limas segi empat.

A. Limas Segitiga Perhatikanlah bangun ruang berikut! Apa nama bangun ruang tersebut?

Bangun ruang di atas adalah bangun limas segitiga. Bangun tersebut terbentuk dari 4 segitiga. Limas segitiga adalah bangun ruang yang alasnya segitiga dan memiliki sisi tegak yang tertuju pada sebuah titik.

Sumber gambar: yudhistira31.wordpress.com

Ciri-ciri limas segitiga adalah sebagai berikut: a. Alasnya berbentuk segitiga b. Mempunyai 4 bidang sisi (1 alas dan 3 sisi tegak) c. Mempunyai 6 rusuk d. Mempunyai 4 titik sudut Cara melukis limas segitiga 1) Buatlah alas segitiga, misalnya segitiga sama kaki. 2) Buatlah garis bantu dengan membagi dua segitiga menjadi sama besar. 3) Buatlah garis tegak di titik tengah garis Bantu. 4) Tariklah garis lurus dari titik-titik sudut segitiga ke ujung garis tegak.

Volume Limas segitiga Volume limas segitiga dirumuskan sebagai berikut.

V = 1/3 x luas alas x tinggi

Luas alas segitiga = 1/2 x alas segitiga x tinggi segitiga, sehingga volumenya:

V = 1/3 x 1/2 x alas x tinggi segitiga x tinggi limas

Luas limas segitiga Luas limas segitiga dirumuskan sebagai berikut.

L = Luas alas + (3 x luas tegak segitiga)

Jaring-Jaring Limas Segitiga

Contoh soal 1. Luas suatu alas limas segitiga adalah 27 cm2 dan tingginya 8 cm. Berapakah volume limas segitiga tersebut? Jawab: V = 1/3 x luas alas x tinggi = 1/3 x 27 cm2 x 8 cm = 72 cm3

2. Limas segitiga siku-siku memiliki panjang AB = 16 cm dan panjang BC = 12 cm.Jika volume limas 240 cm3, maka berapa tinggi limas tersebut? Jawab: V = 1/3 x luas alas x tinggi 240 cm3 = 1/3 x 1/2 (16 cm x 12 cm) x tinggi 240 cm3 = 32 x tinggi tinggi = 240 : 32 = 7,5 cm B. Limas Segiempat

Limas segiempat adalah bangun ruang yang alasnya segiempat dan memiliki sisi tegak yang tertuju pada sebuah titik.

Ciri-ciri limas segiempat adalah sebagi berikut. a. Alasnya berbentuk segiempat (ABCD) b. Mempunyai 5 bidang sisi (ABCD, ABE, BCE,CDE, ADE) c. Mempunyai 5 titik sudut ( A, B,C,D,E) d. Mempunyai 8 rusuk (AB, BC,CD,DA,AE,BE,CE,DE) Cara melukis limas segiempat 1) Buatlah alas segiempat (berupa jajar genjang) 2) Buat diagonal pada alas, kemudian tariklah garis lurus ke atas pada titik tengah diagonal tersebut. 3) Tariklah garis lurus dari 4 titik sudut segiempat ke ujung atas garis tegak. 4) Jadilah limas segiempat buatanmu.

Volume Limas Segiempat Volume limas segiempat dirumuskan sebagai berikut. V = 1/3 x luas alas x tinggi Atau V = 1/3 x p x l x t Luas Limas Segiempat Luas limas segiempat dirumuskan sebagai berikut. L = Luas alas + (4 x Luas tegak segitiga)

Jaring-Jaring Limas Segiempat

Contoh Soal 1. Berapa volume limas di bawah ini jika tingginya 9 cm, panjang AB 8 cm dan panjang BC 8 cm ? Jawab:

Luas alas = AB x BC = 8 cm x 8 cm = 64 cm2 Volume = 1/3 x luas alas x tinggi = 1/3 x 64 cm2 x 9 cm = 192 cm3 2. Sebuah prisma seperti gambar soal nomor 1 memiliki volume 210 cm3. Jika panjangnya 7 cm dan lebarnya 5 cm, berapakah tingginya? Jawab: V = 1/3 x p x l x t Maka t = V : (1/3 x p x l) = 210 : (1/3 x 7 x 5) = 210 : 35/3 = 18 cm

C. Prisma Tegak Segitiga Prisma segitiga memiliki alas dan tutup berupa segitiga. Bentuk segitiganya dapat bermacam, yaitu segitiga sama kaki, segitiga sama sisi, segitiga sembarang, dan segitiga siku-siku.

Sumber gambar: profile.ak.fbcdn.net

Ciri-ciri prisma segitiga adalah sebagai berikut. a. Memiliki 2 sisi berbentuk segitiga dan 3 sisi berbentuk persegi panjang

b. Memiliki 9 rusuk c. Memiliki 6 titik sudut Cara melukis prisma segitiga 1) Buatlah alas segitiga 2) Buatlah tiga garis tegak pada titik sudut segitiga. 3) Buatlah tutup yang dihubungkan dengan garis tegak tersebut.

Volume Prisma Segitiga Volume prisma segitiga dirumuskan sebagai berikut. V = luas alas x tinggi Atau V = 1/2 x alas x tinggi segitiga x tinggi prisma Luas Prisma Segitiga

Luas prisma segitiga dirumuskan sebagai berikut. L = 2 x 1/2(a x b) + (a x t) + (b x t) + (c x t)

Jaring-Jaring Prisma Segitiga

Contoh Soal Berapa volume dan luas prisma segitiga siku-siku di bawah ini?

Jawab: Volume = L alas x tinggi L alas = 1/2 x 3 cm x 4 cm = 6 cm2 Volume = 6 cm2 x 12 cm = 72 cm3 L prisma = 2 x 1/2(a x b) + (a x t) + (b x t) + (c x t) = 2 x 1/2 (3 x 4) + (3 x 12) + (4 x 12) + (5 x 12) = 12 + 36 + 48 + 60 = 156 cm2

Ayo Berlatih! 1. Luas suatu alas limas segitiga adalah 36 cm2 dan tingginya 7 cm. Berapakah volume limas segitiga tersebut? 2. Berapa volume limas di bawah ini jika tingginya 7 cm, panjang AB 4 cm dan panjang BC 4 cm ?

3. Sebuah prisma seperti gambar soal nomor 2 memiliki volume 144 cm3. Jika panjangnya 6 cm dan lebarnya 6 cm, berapakah tingginya? 4. Berapa volume dan luas prisma segitiga siku-siku di bawah ini jika panjang a = 6 cm, b = 8 cm dan tinggi prisma 10 cm?

Bab 7 Segitiga Dapat Digunakan Untuk Formulasi Rumus

Sumber Gambar: smknpujer.files.wordpress.com

Pernahkah kamu mengalami kesulitan ketika bertemu dengan bilangan atau rumus dalam bentuk perkalian atau pembagian lebih dari satu? Segitiga dapat membantumu memecahkan kesulitan itu. Ayo kita pelajari!

Coba lihat perkalian berikut ini! 24 x 45 = 15 x n Berapakah n? Cara I Kalikan terlebih dahulu ruas sebelah kiri 24 x 45 = 1080 1080 = 15 x n maka n = 1080 = 72 15

Cara II dengan segitiga Mewakili tanda bagi 24 x 45 15 n

Mewakili tanda kali Untuk mencari n maka kamu tinggal menuliskan bagian di atas lalu bagi dengan bagian di bawah: n= 24 × 45 1080 = 72 = 15 15

Nah, lebih mudah bukan? Perhatikanlah rumus berikut ini! v= s t

Bagaimana menuliskannya dalam segitiga? Bagaimana rumus s atau t? Perhatikanlah contoh berikut! Mewakili tanda bagi s v t

Mewakili tanda kali

Untuk s  s = v x t Untuk t  t = s v

Tahukah kamu, rumus di atas merupakan rumus untuk mencari apa? Dalam matematika atau fisika digunakan lambang atau symbol untuk mewakili suatu besaran. Rumus di atas merupakan rumus untuk mencari kecepatan. Kecepatan merupakan besarnya jarak yang ditempuh per satu satuan waktu dan satuannya adalah m/s.

Ayo kita coba lagi kemudahan segitiga. L = ½ x alas x tinggi Tuliskan ke dalam segitiga:

Mewakili tanda bagi L 1/2
alas tinggi

Mewakili tanda kali Alas =
L 1 × tinggi 2 = 2L tinggi

Tinggi =

L 1 × alas 2

=

2L alas

Ayo berlatih! 1. L p l

a. Tuliskan rumusnya! b. Bagaimana rumus mencari p? c. Bagaimana rumus mencari l?

2. 30 x n = 25 x 6, gunakan cara segitiga dan tentukan besarnya n! 3. Perhatikan rumus berikut: a = v t

a. Buatlah rumus tersebut dalam segitiga! b. Bagaimana rumus v? c. Bagaimana rumus t? 4. Perhatikan rumus berikut: a. Buatlah rumus V p ! b. Buatlah rumus V s ! c. Buatlah rumus N p ! d. Buatlah rumus N s ! Vp Vs = Np Ns

Bab 8 Segitiga Pascal

Sumber Gambar : arc-computer.blogspot.com Blaise Pascal adalah matematikawan Perancis yang banyak menemukan teori semasa hidupnya, di antaranya adalah aritmatika segitiga yang sering disebut segitiga Pascal.

Pada abad ke-17, Perancis ‘sangat beruntung’ karena mempunyai seorang matematikawan yang jenius, yaitu Blaise Pascal. Ia dilahirkan pada tahun 1623 di provinsi Auvergne. Pada usia kanak-kanak, 12 tahun, ia telah menemukan rumusrumus dasar geometri yang hingga kini masih kita pelajari. Pada usia 14 tahun ia aktif mengikuti pertemuan mingguan kelompok matematikawan Perancis yang kelak kemudian, 1666, menjadi Akademi Perancis. Pada usia 16 tahun ia telah mendalami geometri proyeksi. Dan, pada usia 25 tahun menulis buku tentang irisan kerucut yang sangat lengkap. Anehnya, beberapa temuan itu diawali dengan sakit gigi. Namun, serta merta solusi-solusi ditemukannya sakit gigi-nya lenyap. Ia meninggal pada usia 39 tahun (1662) dan dimakamkan di dekat ayahnya, Étienne Pascal yang juga matematikawan. Aritmetika segitiga pascal Pada usia 30 tahun ia menyusun aritmatika segitiga yang masih kita kenal kingga kini. Ia menyususun deretan bilangan seperti disajikan pada gambar berikut. Kecuali bilangan-bilangan yang berada pada baris paling atas dan kolom paling kiri, setiap bilangan itu merupakan jumlah dari bilangan-bilangan yang terdapat pada kolom di sebelah kirinya yang terdekat dan yang berada di sebelah atas dari bilangan itu. Misal 20 = 10 + 6 + 3 + 1. 21 = 15 + 5 + 1 atau 21 = 6 + 5 + 4 + 3 + 2 + 1.

Kamu tentu dapat bermain-main dengan segitiga pascal ini. Perhatikan sembarang bilangan yang tidak terletak pada baris atau kolom pertama. Setiap bilangan yang ada dalam segitiga pascal merupakan jumlah dari dua bilangan yang berada tepat di sebelah kiri dan yang tepat di atasnya.
• • • •

2 = 1 (kiri) + 1 (atas) 5 = 1 (kiri) + 4 (atas) atau 5 = 4 (kiri) + 1 (atas) 126 = 70 (kiri) + 56 (atas) atau 126 = 56 (kiri) + 70 (atas)

Selain pola-pola, ada pola-pola aritmetika cantik lainnya dengan bilanganbilangan pada segitiga pascal. Coba kamu temukan sendiri. Semuanya telah ditemukan Pascal pada usia 30 tahun yang hidup sekitar 400 tahun yang lalu.

Mari kita lihat bilangan-bilangan yang berderet pada arah diagonal. Kita mulai dari pojok kiri atas. Di situ berderet “1 – 2 – 1″. Maka kamu akan menemukan pola atau . Pada baris pertama: (1 + 1 )0 = (2)0 = 1 (1 + 1)1 = (2)1 = 2 Dan seterusnya.

Ayo Berlatih! 1.

Lima barisan pertama pada segi tiga Pascal dapat kamu lihat di atas. Dapatkah kamu menjelaskan dari mana angka 2, 3, 4, dan 6 didapatkan? 2. Enam barisan pertama pada segi tiga Pascal dapat kamu lihat di atas. Dapatkah kamu menjelaskan dari mana angka 2, 3, 4, dan 6 didapatkan?

Bab 9 Segitiga dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber Gambar; www.kutefun.com

Bentuk segitiga banyak sekali digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Apa sajakah itu? Ayo temukan jawabnya.

0

Perhatikanlah atap sebuah bangunan, berbentuk segitiga, bukan? Mengapa demikian?

Sumber gambar : www.finsdesain.com

Segitiga pada atap memudahkan air hujan untuk turun ke tanah. Bentuk tersebut juga memberi kekuatan pada atap. Perhatikanlah rambu-rambu lalu lintas berikut!

Sumber gambar: www.riyandi.org Segitiga pada rambu-rambu di atas biasanya digunakan sebagai tanda pengaman. Artinya, kendaraan di belakangnya harus berhati-hati karena ada kerusakan pada kendaraan di depannya.

0

Perhatikanlah tenda yang kamu gunakan untuk kamu berkemah! Mengapa bentuknya demikian?

Sumber Gambar: blogspot.com Tenda memiliki fungsi hampir sama dengan atap. Ketika kita berkemah dan ada hujan maka air langsung ke tanah. Selain itu, ruang did alam tenda cukup luas sehingga dapat untuk tidur dengan leluasa. Bentuk yang demikian itu juga membuat tenda kuat terhadap angin. Pernahkah kamu mendengar Segitiga Bermuda? Segitiga Bermuda (bahasa Inggris: Bermuda Triangle), kadang-kadang disebut juga Segitiga Setan adalah sebuah wilayah lautan di Samudra Atlantik seluas 1,5 juta mil2 atau 4 juta km2 yang membentuk garis segitiga antara Bermuda, wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik di sebelah utara, Puerto Riko, teritorial Amerika Serikat sebagai titik di sebelah selatan dan Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat sebagai titik di sebelah barat. Segitiga bermuda sangat misterius. Sering ada isu paranormal di daerah tersebut yang menyatakan alasan dari peristiwa hilangnya kapal yang melintas. Ada pula yang mengatakan bahwa sudah menjadi gejala alam bahwa tidak boleh melintasi wilayah tersebut. Bahkan ada pula yang mengatakan bahwa itu semua akibat ulah makhluk luar angkasa.

Pada masa pelayaran Christopher Colombus, ketika melintasi area segitiga Bermuda, salah satu awak kapalnya mengatakan melihat “cahaya aneh berkemilau di cakrawala”. Beberapa orang mengatakan telah mengamati sesuatu seperti meteor. Dalam catatannya ia menulis bahwa peralatan navigasi tidak berfungsi dengan baik selama berada di area tersebut. Berbagai peristiwa kehilangan di area tersebut pertama kali didokumentasikan pada tahun 1951 oleh E.V.W. Jones dari majalah Associated Press. Jones menulis artikel mengenai peristiwa kehilangan misterius yang menimpa kapal terbang dan laut di area tersebut dan menyebutnya ‘Segitiga Setan’. Hal tersebut diungkit kembali pada tahun berikutnya oleh Fate Magazine dengan artikel yang dibuat George X. Tahun 1964, Vincent Geddis menyebut area tersebut sebagai ‘Segitiga Bermuda yang mematikan’, setelah istilah ‘Segitiga Bermuda’ menjadi istilah yang biasa disebut. Segitiga bermuda merupakan suatu tempat dimana di dasar laut tersebut terdapat sebuah piramid besar mungkin lebih besar dari piramid yang ada di Kairo Mesir. Piramid tersebut mempunyai jarak antara ujung piramid dan permukaan laut sekitar 500 m, di ujung piramid trsebut terdapat dua rongga lubang lebih besar.

Sumber Gambar: neverlandship.blogspot.com

GLOSARIUM
Bangun datar :bangun yang terbentuk dari beberapa garis yang

dihubungkan dan saling bertemu antara titik awal sebuah garis dengan titik akhir garis lainnya. Belah ketupat : segiempat yang memiliki sisi sama panjang dengan dua pasangan sudut yang sama besar. Diagonal Garis Jajar genjang Kubus : garis yang membagi persegi menjadi dua sama besar. : pertemuan antara dua titik yang saling dihubungkan. : segiempat yang memiliki dua pasang sisi sejajar. : bangun ruang dengan panjang rusuk yang sama dan luas sisi yang sama. Layang-layang : segiempat dengan dua sisi yang berdekatan sama panjang dan dua sisi lain yang berdekatan juga sama panjang. Limas : bangun ruang yang alasnya berupa berbagai macam bangun datar yang dihubungkan dengan sisi-sisi tegak menuju satu titik. Limas segiempat : bangun ruang yang alasnya segiempat dan memiliki sisi tegak yang tertuju pada sebuah titik. Limas segitiga : bangun ruang yang alasnya segitiga dan memiliki sisi tegak yang tertuju pada sebuah titik. Persegi Persegi panjang : segiempat yang 4 sisinya sama panjang. : bangun datar segiempat yang memiliki empat sisi dengan dua sisi sejajar yang berbeda panjangnya. Prisma : bangun ruang yang memiliki alas dan tutup yang bentuknya sama. Prisma segitiga Segiempat Segitiga : prisma yang memiliki alas dan tutup berupa segitiga. : bangun datar yang terdiri dari 4 ruas garis atau 4 sisi. :bangun datar yang memiliki tiga garis yang saling dihubungkan atau bangun datar dengan tiga sisi.

Segitiga lancip

: segitiga yang salah satu sudutnya adalah sudut lancip.

Segitiga sama kaki : segitiga yang memiliki dua sisi sama panjang. Segitiga sama sisi : segitiga yang memiliki ketiga sisinya sama panjang. Segitiga sembarang : segitiga yang panjang ketiga sisinya tidak sama panjang. Segitiga siku-siku : segitiga yang salah satu sudutnya merupakan sudut sikusiku. Segitiga tumpul Sisi Sudut Sudut lancip Sudut siku-siku Sudut tumpul Sudut lurus : segitiga yang salah satu sudutnya merupakan sudut tumpul. : garis tepi dari sebuah bangun datar . : suatu bidang yang dibentuk oleh dua garis. : sudut yang besarnya kurang dari 90o. : sudut yang besarnya 90o. : sudut yang besarnya lebih dari 90o. : sudut yang membentuk garis lurus.

Teorema Phytagoras: kuadrat hipotenusa (sisi miring) dari suatu segitiga siku-siku adalah sama dengan jumlah kuadrat dari kaki-kakinya (sisisisi siku-sikunya). Titik Trapesium : acuan awal, ditandai dengan tanda dot. : segiempat dengan dua sisi sejajar dan dua sisi lain yang tidak sejajar.

Sumber Gambar
Penulis, 2010 (Macromedia Freehand) royaltoursafrica.com (pyramid) citoys.wordpress.com (segitiga dan angka) clker.com (rambu lalu lintas segitiga)

DAFTAR PUSTAKA
Agus Suharjana. 2008. Pengenalan Bangun Datar dan Sifat-Sifatnya untuk tingkat SD. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Tenaga Kependidikan Matematika. Jakarta: Depdiknas. Agus Suharjana. 2008. Pengenalan Bangun Ruang dan Sifat-Sifatnya untuk tingkat SD. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Tenaga Kependidikan Matematika. Jakarta: Depdiknas. Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Kurikulum Standar Isi SD dan SMP. Jakarta: Depdiknas. Djajeng Baskoro, Ir. 2002. Matematika Kelas 1 SMP, edisi revisi. Bandung: Lubuk Agung. Website belajar-matematika.com. website matematikamenyenangkan.com Website organisasi.org Website wikipedia.org

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful