You are on page 1of 4

Istilah Hadits

Selasa, 28-Agustus-2007, Penulis:

Berikut ini beberapa istilah hadits yang sering dipakai:

1.Mutawatir
Hadits yang diriwayatkan dari banyak jalan (sanad) yang lazimnya
dengan jumlah dan jalannya itu, para rawinya mustahil bersepakat
untuk berdusta atau secara kebetulan bersama-ama berdusta. Dan
perkara yang mereka bawa adalah perkara inderawi yakni perkara
yang dapat dilihat atau didengar. Hadits mutawatir memberi faidah
ilmu yang harus diyakini tanpa perlu membahas benar atau salahnya
terlebih dahulu.
2. Ahad
Hadits yang tidak mencapai derajat mutawatir.

3. Shahih (Sehat)
Hadits yang dinukilkan oleh seorang yang adil (muslim, baligh, berakal,
bebas dari kefasiqan, yaitu melakukan dosa besar atau selalu
melakukan dosa kecil dan bebas dari sesuatu yang menjatuhkan
muru’ah/kewibawaan) dan sempurna hafalannya/penjagaan kitabnya
terhadap hadits itu, dari orang yang semacam itu juga dengan sanad
yang bersambung, tidak memiliki ‘illah (penyakit/kelemahan) dan tidak
menyelisihi yang kuat. Hadits shahih hukumnya diterima dan berfungsi
sebagai hujjah.

4. Hasan (Baik)
Hadits yang sama dengan hadits shahih kecuali pada sifat rawinya
dimana hafalannya/penjagaan kitabnya terhadap hadist tidak
sempurna, yakni lebih rendah, hadist hasan hukumnya diterima.

hukumnya tertolak. 11. 8. Maudhu’ Hadits yang didustakan atas nama Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wasallam padahal beliau tidak pernah mengatakannya. Hadits dha’if hukumnya ditolak. bukan di awalnya dan bukan di akhirnya dan tidak pula hilangnya secara berurutan. hukumnya juga tertolak. 9.5. 7. Hukumnya tertolak. 10. dan mungkin rawi yang hilang itu adalah rawi yang lemah. Dha’if Hadits yang tidak memenuhi syarat-syarat hadits shahih atau hasan. Mungkar Hadits yang sanadnya dha’if dan isinya menyelisihi riwayat yang shahih atau hasan dari hadits itu sendiri. Munqathi’ Hadits yang terputus sanadnya secara umum. Syadz Hadits yang sanadnya shahih atau hasan namun isinya menyelisihi riwayat yang lebih kuat dari hadits itu sendiri. artinya hilang salah satu rawinya atau lebih dalam sanad. . Mursal Yaitu seorang Tabi’in menyandarkan suatu ucapan atau perbuatan kepada Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wasallam. 6. Hukumnya tertolak karena ada rawi yang hilang antara tabi’in tersebut dan Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wasallam. Hukumnya ditolak. Sanad Rangkaian para rawi yang berakhir dengan matan.

13. Muhaddits Orang yang meyibukan diri dengan ilmu hadits secara riwayat dan dirayat (fiqh hadist). yakni kepada para shahabat dan para tabi’in. 17. Jayyid (Bagus) Suatu istilah lain untuk hadits shahih.12. serta banyak mengetahui para rawi dan keadaan mereka. dimana ia lebih banyak mengetahui rawi dalam tingkatan sanad. 16. 18. Rawi Orang yang meriwayatkan atau membawakan hadits. 15. Atsar Suatu ucapan atau perbuatan yang disandarkan kepada selain Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam. Marfu’ Suatu ucapan atau perbuatan yang disandarkan kepada Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam. Mauquf Suatu ucapan atau perbuatan yang disandarkan kepada para shahabat. Al Hafidz Orang yang kedudukannya lebih tinggi dari muhaddits. Matan Ucapan rawi atau redaksi hadits yang terakhir dalam sanad. 19. . 14.

dan yang meriwayatkan darinya cenderung sedikit. Mutafaqun ‘Alaih Maksudnya hadits yang disepakati oleh Al Bukhari dan Muslim dalam kitab Shahih mereka. artinya tidak ada yang menganggapnya cacat sebagaimana tidak ada yang menta’dilnya.com/2007/04/13/istilah-hadits/ . artinya terpercaya kejujurannya dan keadilannya serta kuat hafalan dan penjagaannya terhadap hadits. 21.20. Mu’allaq/ta’liq Hadits yang terputus sanadnya dari bawah. Ta’dil Dinilai adil.blogsome. 23. Tsiqah Rawi yang terpercaya. Bila yang meriwayatkan darinya hanya satu orang maka disebut majhul al-’ain. Jarh Cacat. Majhul Rawi yang tidak dikenal. Sumber: Majalah AsySyari’ah Vol I06/Maret 2004/Muharram 1425 H halaman 35 http://ghuroba. 24. Hukum haditsnya termasuk hadits yang lemah. 25. satu rawi atau lebih. dan majruh artinya tercacat. dan bila lebih dari satu maka disebut majhul al-hal. 22.