You are on page 1of 2

ADA YANG MEMPERH ATIKAN KITA Burhan mengantar dan menjemput Yasmin. Lengkap dg seragam dinas security.

Tapi lama-kelamaan Burhan sadar, tak mungkin selamanya Yasmin harus diantar; pulang
dan pergi. Bagaimanapun juga Yasmin harus bisa mandiri, tak mungkin selamanya
Seluruh penumpang di dalam bus merasa simpati melihat seorang wanita muda dg mengandalkan dirinya. Sebab dia juga punya pekerjaan yg harus dijalaninya. Dg hati-
tongkatnya meraba-raba menaiki tangga bus. Dg tangannya yg lain dia meraba posisi di hati dia mengutarakan maksudnya, supaya Yasmin tak tersinggung dan merasa dibuang.
mana sopir berada, dan membayar ongkos bus. Lalu berjalan ke dalam bus mencari-cari Sebab Yasmin, bagaimanapun juga masih terpukul dg musibah yg dialaminya. Seperti
bangku yg kosong dg tangannya. Setelah yakin bangku yg dirabanya kosong, dia duduk. yg diramalkan Burhan, Yasmin histeris mendengar itu.Dia merasa dirinya kini benar-benar
Meletakkan tasnya di atas pangkuan, dan satu tangannya masih memegang tongkat. telah tercampakkan. "Saya buta, tak bisa melihat!" teriak Yasmin.
Satu tahun sudah, Yasmin, wanita muda itu, mengalami buta. Suatu kecelakaan telah "Bagaimana saya bisa tahu saya ada di mana? Kamu telah benar-benar meninggalkan
berlaku atasnya, dan menghilangkan penglihatannya untuk selama-lamanya. Dunia tiba- saya."
tiba saja menjadi gelap dan segala harapan dan cita-cita menjadi sirna. Dia adalah
wanita yg penuh dg ambisi menaklukan dunia, aktif di segala perkumpulan, baik di Burhan hancur hatinya mendengar itu. Tapi dia sadar apa yg musti dilakukan. Mau tak
sekolah, rumah maupun di mau Yasmin musti terima. Musti mau menjadi wanita yg mandiri. Burhan tak melepas
linkungannya. begitu saja Yasmin. Setiap pagi, dia mengantar Yasmin menuju halte bus. Dan setelah
dua minggu, Yasmin akhirnya bisa berangkat sendiri ke halte. Berjalan dg tongkatnya.
Tiba-tiba saja semuanya sirna, begitu kecelakaan itu dialaminya. Kegelapan, frustrasi, Burhan menasehatinya agar mengandalkan indera pendengarannya, di manapun dia
dan rendah diri tiba-tiba saja menyelimuti jiwanya. Hilang sudah masa depan yg selama berada. Setelah dirasanya yakin bahwa Yasmin bisa pergi sendiri, dg tenang Burhan
ini dicita-citakan. Merasa tak berguna dan tak ada seorangpun yg sanggup pergi ke tempat dinas.
menolongnya selalu membisiki hatinya. "Bagaimana ini bisa terjadi padaku?" dia
menangis. Hatinya protes, diliputi kemarahan dan putus asa. Tapi, tak peduli sebanyak Sementara Yasmin merasa bersyukur bahwa selama ini dia mempunyai suami yg
apa pun dia mengeluh dan menangis, sebanyak apa pun dia begitu setia dan sabar membimbingnya. Memang tak mungkin bagi Burhan untuk
protes, sebanyak apapun dia berdo'a dan memohon, dia harus tahu, penglihatannya tak terus selalu menemani setiap saat ke manapun dia pergi. Tak
akan kembali. mungkin juga selalu diantar ke tempatnya belajar, sebab Burhan juga punya pekerjaan
yg harus dilakoni. Dan dia adalah wanita yg dulu, sebelum buta, tak pernah menyerah
Di antara frustrasi, depresi dan putus asa, dia masih beruntung, karena mempunyai pada tantangan dan wanita yg tak bisa diam saja. Kini dia harus
suami yg begitu penyayang dan setia, Burhan. Burhan adalah seorang prajurit TNI biasa menjadi Yasmin yg dulu, yg tegar dan menyukai tantangan dan suka bekerja dan
yg bekerja sebagai security di sebuah perusahaan. Dia mencintai Yasmin dg seluruh
hatinya. Ketika mengetahui Yasmin kehilangan penglihatan, rasa cintanya tidak belajar.
berkurang. Justru perhatiannya makin bertambah, ketika dilihatnya Yasmin tenggelam ke Hari-hari pun berlalu. Dan sudah beberapa minggu Yasmin menjalani rutinitasnya
dalam jurang keputus-asaan. Burhan ingin menolong mengembalikan rasa percaray diri
Yasmin, seperti ketika Yasmin belum menjadi buta. Burhan tahu, ini adalah perjuangan yg belajar, dg mengendarai bus kota sendirian. Suatu hari, ketika dia hendak turun dari
tidak gampang. Butuh extra waktu dan kesabaran yg tidak sedikit. bus, sopir bus berkata, "saya sungguh iri padamu". Yasmin tidak
Karena buta, Yasmin tidak bisa terus bekerja di perusahaannya. Dia berhenti dg yakin, kalau sopir itu bicara padanya. "Anda bicara pada saya?"
terhormat. Burhan mendorongnya supaya belajar huruf Braile. Dg harapan, suatu saat
bisa berguna untuk masa depan. Tapi bagaimana Yasmin bisa belajar? Sedangkan untuk " Ya", jawab sopir bus. "Saya benar-benar iri padamu". Yasmin kebingungan, heran dan
pergi ke mana-mana saja selalu diantar Burhan? Dunia ini begitu gelap. Tak ada tak habis berpikir, bagaimana bisa di dunia ini, seorang buta, wanita buta, yg berjalan
kesempatan sedikitpun terseok-seok dg tongkatnya hanya sekedar mencari keberanian
untuk bisa melihat jalan. mengisi sisa hidupnya, membuat orang lain merasa iri?

Dulu, sebelum menjadi buta, dia memang biasa naik bus ke tempat kerja dan ke mana "Apa maksud anda?" Yasmin bertanya penuh keheranan pada sopir itu.
saja sendirian. Tapi kini, ketika buta, apa sanggup dia naik bus sendirian? Berjalan "Kamu tahu," jawab sopir bus, "Setiap pagi, sejak beberapa minggu ini, seorang lelaki
sendirian? Pulang-pergi sendirian? Siapa yg akan melindunginya ketika muda dg seragam militer selalu berdiri di sebrang jalan. Dia memperhatikanmu dg
sendirian? Begitulah yg berkecamuk di dalam hati Yasmin yg putus asa. harap-harap cemas ketika kamu menuruni tangga bus. Dan ketika kamu menyebrang
jalan, dia perhatikan langkahmu dan bibirnya tersenyum puas begitu kamu telah
Tapi Burhan membimbing jiwa Yasmin yg sedang frustasi dg sabar. Dia merelakan drinya melewati jalan itu. Begitu kamu masuk gedung sekolahmu, dia meniupkan ciumannya
untuk mengantar Yasmin ke sekolah, di mana Yasmin musti belajar huruf Braile. Dg sabar padamu, memberimu salut, dan pergi dari situ. Kamu
Burhan menuntun Yasmin menaiki bus kota menuju sekolah yg dituju. Dg susah payah sungguh wanita beruntung, ada yg memperhatikan dan melindungimu".
dan tertatih-tatih Yasmin melangkah bersama tongkatnya. Sementara Burhan berada di
sampingnya. Selesai mengantar Yasmin dia menuju tempat dinas. Begitulah, selama Air mata bahagia mengalir di pipi Yasmin. Walaupun dia tidak melihat orang tsb, dia
berhari-hari dan berminggu-minggu yakin dan merasakan kehadiran Burhan di sana. Dia merasa begitu beruntung, sangat
beruntung, bahwa Burhan telah memberinya sesuatu yg lebih berharga dari
penglihatan. Sebuah pemberian yg tak perlu untuk dilihat; kasih sayang yg membawa
cahaya, ketika dia berada dalam kegelapan.

--------------------------- S E K E D A R N A S I H AT U N T U K K A U M H AWA

Untuk membentuk bibir yang menawan,


Kita ibarat orang buta Ucapkan kata-kata kebaikan.
Yg diperintahkan bekerja dan berusaha Untuk mendapatkan mata yang indah,
Kita adalah orang buta Carilah kebaikan pada setiap orang yang anda jumpai.
Yg diberi semangat untuk terus hidup dan bekerja
Untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing,
Kita tak bisa melihat Tuhan dan malaikat Berbagilah makanan dengan mereka yang kelaparan.
Tapi Dia terus membimbing Untuk mendapatkan rambut yang indah,
Mintalah seorang anak kecil untuk menyisirnya dengan
Dia memompa semangat kita
jemarinya setiap hari.
Cemas dan khawatir dg langkah kita Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah,
Dan tersenyum puas Berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan,
Melihat kita berhasil melewati ujian-NYA Dan anda tidak akan pernah berjalan sendirian.
Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain,
Perlu senantiasa berubah, diperbaharui, dibentuk
kembali, dan diampuni.
Jadi, jangan pernah kucilkan seseorang dari hati anda
Apabila anda sudah melakukan semuanya itu,
Kecintaan kepada Ingatlah senantiasa, Jika suatu ketika anda
Allah membutuhkan pertolongan,
melingkupi hati, Akan senantiasa ada tangan terulur.
kecintaan ini Dan dengan bertambahnya usia anda,
membimbing hati Anda akan semakin mensyukuri telah diberi dua
dan bahkan tangan,
merambah Satu untuk menolong diri anda sendiri,
Dan satu lagi untuk menolong orang lain.
Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang
dikenakannya,
Bukan pada bentuk tubuhnya, atau cara dia menyisir
rambutnya.
Kecantikan wanita terdapat pada matanya, cara dia
memandang dunia. Karena di matanyalah terletak