PERTEMUAN VII

A. Pengertian Organisasi dan Manajemen 1. Pengertian Organisasi Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama dalam struktur dan koordinasi tertentu dalam mencapai serangkaian tujuan tertentu. Berbagai organisasi memiliki tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada jenis organisasinya. Contoh : - Organisasi Politik bertujuan menyalurkan aspirasi rakyat, meraih kursi kekuasaaan; - Organisasi sosial bertujuan menjawab aspirasi rakyat melalui kegiatan tertentu yang secara nyata dapat dirasakan oleh masyarakat; - Organisasi bisnis bertujuan mencapai laba maksimal; - Organisasi pendidikan (universitas) bertujuan untuk menghasilkan lulusan dengan kompetensi tertentu, sehingga bisa menjadi insan yang berguna bagi masyarakat. 2. Pengertian Manajemen: a. Menurut Mary Parker Follet (1997) : Manajemen adalah seni dalam menyelesaikan sesuatu melalui orang lain (Management is the art of getting things done through people). Contoh : Apa yang harus diselesaikan; mengapa proses penyelesaiannya harus bersamasama/ melalui orang lain; bagaimana cara penyelesaiannya. b. Menurut Nickels, Mc. Hugh and Mc. Hugh (1997) : Manajemen adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa Planning, Organizing, Actuating, Controlling (POAC) orang-orang serta sumberdaya organisasi lainnya. Berdasarkan pengertian di atas, dalam penyelesaian sesuatu tersebut terdapat tiga faktor yang terlibat. (1). Adanya penggunaan sumberdaya organisasi, baik SDM maupun faktorfaktor produksi lainnya. (2). Adanya proses yang bertahap dari POAC. (3). Adanya seni dalam penyelesaian pekerjaan. 3. Peran Manajemen Dalam Organisasi : Efektif dan Efisien

d. diarahkan/diimplementasikan bisa berjalan sesuai dengan target yang telah digariskan.1 Fungsi-Fungsi Manajemen Organizing Planning Leading Controlling 5.Mengapa manajemen diperlukan dalam organisasi ? Agar tujuan organisasi dapat dicapai secara efektif dan efeisien. Efektif menurut Peter F. Drucker adalah “ mengerjakan pekerjaan yang benar” (doing the right things). Gambar 7. Fungsi-fungsi Manajemen : a. c. yaitu proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penetuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi. Sedangkan efisien adalah “ mengerjakan pekerjaan dengan benar” (doing things right). meskipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan organisasi. Perencanaan (Planning).diorganisasikan. 4. Beberapa pandangan mengenai fungsi-fungsi manajemen : . sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif. Pengarahan (Actuating). yaitu proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan. yaitu proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh. Pengorganisasian (Organizing). dan bisa memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi bisa bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi. yaitu proses implementasi program agar bisa dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses yang memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dan produktivitas yang tinggi. Pengendalian dan pengawasan (Controlling). b.

Stoner : Planning – Organizing – Staffing – Directing – Controlling. Fungsi Operasional Manajemen (Manajemen Fungsi) 1. B. b. g. maka manajemen pemasaran kemudian melakukan kegiatan proses penyampaian produk kepada konsumen yang dikenal dengan istilah pemasaran. Menurut Luther Gullick : Planning – Organizing – Staffing – Directing – Coordinating – Reporting – Controlling Menurut George Terry : Planning – Organizing – Actuating – Controlling. 2. Menurut Nickels Mc. e. Untuk dapat mengidentifikasi apa yang dibutuhkan konsumen. Manajemen Pemasaran : adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang berusaha untuk mengidentifikasikan apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen. sehingga pebisnis bisa mendapatkan informasi mengenai apa yangsesungguhnya dibutuhkan oleh konsumen. Menurut Ernest Dale : Planning – Organizing – Staffing – Directing – Inovating – Representing – Controlling. Menurut Richard W. 3. c. Informasi yang diperoleh kemudian diteruskan ke bagian produksi untuk dapat diwujudkan. Setelah output produk terwujud. maka pebisnis perlu melakukan riset pemasaran. Hugh : Planning – Organizing – Directing – Controlling. dengan teknik produksi yang seefisien mungkin. di antaranya berupa survei tentang keinginan konsumen. Kegiatan produksi pada dasarnya merupakan proses bagaimana sumber daya input dapat diubah menjadi output dalam bentuk barang dan jasa. Manajemen produksi : adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen. Manajemen Sumber Daya Manusia : adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh sumber daya manusia yang terbaik bagi organisasi yang dijalankan dan bagaimana sumber daya manusia yang terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah. . f. Menurut Koontz & O’ Donnel : Planning – Organizing – Staffing – Directing – Controlling. Griff : Planning – Organizing – Leading – Controlling. Hugh & Mc.a. d. dan bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan. Menurut james AF.

Contoh. termasuk di dalamnya mendianogsis dan menganalisis berbagai masalah dalam situasi yang berbeda-beda. memotivasi. baik yang bersifat funsional maupun yang bersifat operasional. yaitu keahlian dalam berfikir secaraabstrak. di antaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh. yaitu keahlian dalam mamahami dan melakukan interaksi dengan berbagai jenis orang di masyarakat. . Manajemen Informasi : adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang berusaha memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang. Manajer bertugas untuk memastikan bahwa seluruh tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi dapat diwujudkan melalui rangkaian kegiatan manajemen. Keahlian-keahlian Manajemen Untuk dapat mengimplementasikan kegiatan manajemen tersebut. keahlian bernegosiasi. b. sistematis.4. Secara lebih lengkap lagi. dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan. Keahlian konseptual (conceptual skills). Manajemen Keuangan : adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang berusaha memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuan secara ekonomis. c. 5. Tugas manajemen keuangan. 2. setiap manajer harus mempunyai keahlian-keahlian manajemen (managerial skill). Peran Manajer Dalam Organisasi Manajer pada dasarnya adalah subyek dari / orang yang melaksanakan kegiatan manajemen. Untuk memastikan itu. meyakinkan orang dan lain sebagainya. Manajer Dalam Kegiatan Manajemen 1. yaitu diukur berdasarkan profit. baik informasi internal maupun eksternal. Keahlian-keahlian tersebut meliputi a. C. Keahlian teknis (technical skills). sehingga bisnis yang dijalankan dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat. manajer adalah orang yang bertanggung jawab secara langsung untuk memastikan kegiatan dalam sebuah organisasi dijalankan bersama para anggota organisasi. manajemen informasi bertugas untuk menyediakan seluruh informasi yang diperlukan yang berhubungan dengan bisnis yang dijalankan. yaitu keahlian yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan spesifik tertentu. Keahlian berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat (human relation skills). bahkan keahlian untuk memprediksi di masa yang akan datang.

Untuk manajemen tingkat ini. skedul. Hugh ada beberapa tingkatan manajemen : 1. keahlian yang terutama diperlukan adalah keahlian dalam hal konseptual. yaitu keahlian manajerial yang tidak saja terfokus pada satu keadaan di negara tertentu. karyawan biasa. Manajemen Tingkat Menengah (Middle Managemenet). dan manajemen waktu. Presiden. Keahlian dalam mengelola waktu (time management skills). Presiden Divisi. criteria evaluasi kinerja. Hugh & Mc. Bertanggung jawab atas arah dan operasi menyeluruh dari sebuah organisasi” Misalnya CEO. pengambilan keputusan. dan teknikal. Manajemen Tingkat Puncak (Top Management). Menterjemahkan tujuan umum manajemen puncak ke dalam rencanarencana operasional khusus. dan strategi-strategi bagi organisasi secara keseluruhan. f. yaitu keahlian manajerial dalam mengikuti dan menguasai berbagai perkembangan teknologi yang terjadi. D. keahlian yang diperlukan di antaranya adalah keahlian konseptual. dengan tugas Mengembangkan/menetapkan tujuan-tujuan/kebijakan-kebijakan. pengambilan keputusan. yaitu keahlian dalam memanfaatkan waktu secara efektif dan efeisien. Bertanggung jawab menetapkan sasaran-sasaran yang konsisten dengan tujuan-tujuan manajemen puncak dan menterjemahkannya ke dalam rencana-rencana bagi manejer lini pertama untuk dilaksanakan” Misalnya kepala departemen. manajemen global. manajemen waktu. Untuk manajemen tingkat menengah ini. 2. g. dan prosedur serta mengembangkan bawahan mereka. Mewakili organisasi mereka. Keahlian teknologi (technological skills). Keahliandalam manajemen global (global management skills). komunikasi. Tingkatan-tingkatan Manajemen Menurut Nickels Mc. manejer pabrik : Bertanggung jawab untuk mengarahkan dan mengkoordinasi manejer lini pertama dan keryawan nonmanejerial. yaitu keahlian untuk mengidentifikasi masalah sekaligus menawarkan berbagai alternatif solusi atas permasalahan yang dihadapi. .Keahlian dalam pengambilan keputusan (decision making skills). d. akan tetapi juga lintas negara bahkan lintas budaya. menghabiskan 75% waktu mereka untuk merencanakan dan memimpin. Terlibat di dalam menetapkan tenggat waktu produksi. e. komunikasi. proyek mana yang perlu diberikan sumber daya.

kepala seksi. 4. dan teknikal. manajemen waktu. komunikasi.3. Keahlian yang diperlukan pada tingkatan ini adalah keahlian teknikal. pengawas produksi : Sebagian besar waktunya dihabiskan dengan orang yang dia supervisi. seperti buruh. ManajemenSupervisi atau Tingkat pertama (Supervisory or First-Line Managemenet). sangat membutuhkan ketrampilan teknis dan mensupervisi tugas sehari-hari. lebih banyak waktunya untuk memimpin dan mengontrol.2 Tingkatan Manajemen SUPERVISORY or FIRST-LINE MANAGEMENT NON-SUPERVISORY MANAGEMENT MIDDLE MANAGEMENT TOP MANAGEMENT . Misalnya: manejer penjualan. yang biasanya terdiri dari para tenaga kerja tingkat bawah. Secara langsung bertanggung jawab atas produksi barang dan jasa”. dan manajemen waktu. Gambar 7. Manajemen Nonsupervisi (Non – Supervisory Management). Keahlian yang diperlukan pada tingkatan ini adalah keahlian komunikasi. pengambilan keputusan.

pendekatan beragam sesuai dengan situasi. prioritas tugas-tugas. mengamati untuk memodifikasi makna.Manajemen Waktu: tahu kapan penundahan diperbolehkan. mengalokasikan sumber daya agar tugas dapat dilaksanakan. arus kas. dan memonitor kemajuan untuk menjamin bahwa tugas dilaksanakan”  Mengumpulkan informasi. Communication Competency Kompetensi komunikasi : “penyampaian dan pertukaran informasi yang efektif yang menimbulkan pemahaman antara diri anda sendiri dan orang lain” Berbicara. Kompetensi Yang Harus Dimiliki Manajer 1. skedulskedul. Teamwork Competency Kompetensi kerja team : “menyelesaikan tugas-tugas melalui kelompok-kelompok kecil yang bertanggung jawab secara kolektif dan yang pekerjaan mereka memerlukan koordinasi”  Mendisain team : merumuskan sasaran-sasaran yang jelas yang dapat menginspirasi anggota team . 2.  Formal ikuti hirarki. dan laporan tahunan yang rutin digunakan seperti informasi. fleksibel.  Penganggaran dan Manajemen Keuangan: memahami anggaran.  Informal Grapevine karena jaringan social (social network). Planning and Administration Competency Kompetensi Perencanaan dan administrasi: menentukan tugas apa yang perlu dilakukan.E. 2. menganalisis dan memecahkan masalah  Merencanakan dan mengorganisasi proyek: rencana-rencana.  Negotiation kemampuan membangun hubungan dan menerapkan pengaruh dalam semua arah. laporan keuangan. menentukan bagaimana tugas dilakukan. delegasi tanggung jawab. menulis.

Menciptakan lingkungan yang mendukung : bertindak sebagai coach. counselor. Strategic Action Competency  Understanding the Industry : mengantisipasi perubahanperubahan para pesaing dan para mitra strategis  Understanding the Organization : memahami kompetensikompetensi unik dari organisasi sendiri  Taking Strategic Actions : mempertimbangkan implikasi jangka panjang dari langkah-langkah yang diambil dalam rangka mempertahankan dan memajukan organisasi ke depan.4. bangkit dari kegagalan.  Personal Drive and Resilience : memikul tanggungjawab. 5. memperlihatkan ketahanan dalam menghadapi hambatan. dan mentor  Mengelola dinamika team : menggunakan kekuatan dan kelemahan dan membawa konflik ke permukaan untuk diselesaikan. Cultural Openness and Sensitivity:  Mengenali keragaman budaya dan menghindari stereotyping  Peka terhadap isyarat-isyarat budaya dan mampu mengadopsinya secara cepat dalam situasi baru  Menyesuaikan perilaku sendiri ketika berinteraksi dengan orang-orang dari latar belakang budaya berbeda Self-Management Competency Kompetensi Mengelola Diri: “Mengambil tangung jawab bagi kehidupan anda di pekerjaan dan di luar pekerjaan”  Integrity and Ethical Conduct : memiliki standar integritas pribadi dan perilaku etis yang jelas. menerima tanggungjawab atas tindakannya. 1. sosial dan ekonomi dan kejadian-kejadian di seluruh dunia.  .  Mengenali dampak dari kejadian global terhadap organisasi. Global Awareness Competency Cultural Knowledge and Understanding  Tetap terinformasi dengan kecenderungan-kecenderungan politik.

kekuatan dan kelemahan diri. Dengan demikian terhadap suatu proyek diperlukan pula adanya perencanaan proyek yang baik. 2. pengarahan. G. Dari pengertian tersebut jelaslah bahwa semua fungsi manajemen harus dipakai untuk mengelola suatu proyek. Arti Penting Manajemen Proyek . menganalisis dan belajar dari pengalaman kerja dan hidup F. Ada (memerlukan) bantuan orang-orang dari proses kegiatan tersebut (yaitu seluruh orang-orang dan barang-barang yang terlibat dalam proyek tersebut). Pengertian Manajemen Proyek Setelah mengetahui dan memahami tentang jenis-jenis proyek. Ada proses kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu tersebut (yaitu seluruh rangkaian kegiatan proyek tersebut). yaitu: 1. serta adanya pengawasan proyek yang baik agar tujuan dari proyek tersebut dapat tercapai. 3. maka perlu kiranya kita memahami mengenai manajemen proyek. agar tujuan yang akan diinginkan dari proyek tersebut dapat tercapai dengan lancar. Atau dengan lain perkataan. adanya pengorganisasian proyek yang baik. perasaanperasaan. pengorganisasian. pengkoordinasian dan pengawasan terhadap orangorang dan barang-barang untuk mencapai suatu tujuan tertentu dari suatu proyek. Ada suatu tujuan tertentu yang ingin dicapai (yaitu tujuan dari diadakannya proyek).  Balancing Work and Life Issues : harus menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kegiatan kehidupan yang lain Self-Awareness and Development : memiliki tujuan pribadi dan karir yang jelas dan mengenali nilai-nilai. adanya pengarahan proyek yang baik. manajemen proyek adalah suatu ilmu dan seni untuk mengadakan perencanaan. Yang dimaksud dengan manajemen proyek adalah manajemen yang diterapkan pada suatu proyek untuk mencapai hasil tertentu. adanya pengkoordinasian proyek yang baik. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya didalam pengelolaan proyek terkandung pula ketiga unsur manajemen.

diperlukan . Akibatnya.Sebagaimana telah disebutkan di atas. Dengan demikian di dalam suatu proyek terkandung pula risiko yang cukup besar untuk dipertauhkan. Di sisi lain. akan disusul dengan kegiatan-kegiatan rutin yang merupakan tindak lanjut (follow-up) dari proyek itu sendiri. Dengan berakhirnya batas waktu tertentu tersebut. sehingga dengan demikian akan berakhir pulalah proyek yang bersangkutan. sehingga jarang dilakukan. maka pada umumnya suatu proyek merupakan suatu rangkaian kegiatan yang relatif besar. Suatu proyek merupakan suatu rangkaian kegiatan dengan batas waktu tertentu. yang berbeda dengan apa yang secara rutin biasa dilakukan. Sering kali dengan berakhirnya suatu proyek. Demikian pula sebaliknya keberhasilan suatu proyek. suatu proyek merupakan rangkaian kegiatan yang bersifat insidentil (tidak rutin). Ini berarti bahwa manajemen proyek memegang peranan yang amat penting. Jadi jelaslah bahwa kegagalan suatu proyek tidak hanya akan dirasakan oleh proyek itu sendiri. sehingga secara beruntun akan membawa sukses pula pada kegiatan-kegiatan tindak lanjutnya (multiplier efek). Sebagai contoh misalnya dengan selesainya proyek pembangunan perluasan pabrik. diharapkan telah tercapai pula suatu hasil tertentu yang diinginkan. sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai. agar tujuan proyek yang bersangkutan tercapai dengan lancar. suatu proyek bukanlah merupakan rangkaian kegiatan-kegiatan rutin yang dilakukan secara terus-menerus. maka akan segera disusul dengan kegiatan-kegiatan rutin yang berupa pemanfaatan perluasan pabrik tersebut untuk berproduksi dari hari ke hari secara terus-menerus. di samping akan dirasakan oleh proyek itu sendiri. dan acap kali merupakan sesuatu yang sama sekali baru. lebih besar daripada kegiatan rutin sehari-hari. melainkan juga akan dirasakan kegiatan-kegiatan rutin yang merupakan tindak lanjut (follow-up) dari proyek yang bersangkutan. Karena suatu proyek biasanya merupakan awal dari kegiatankegiatan tindak-lanjut. juga akan dirasakan oleh kegiatan-kegiatan rutin yang mengikutinya. Iin berarti bahwa manajemen proyek memegang peranan yang amat penting agar risiko yang cukup besar tersebut dapat dihindari atau diminimalkan.

H. 4. Suatu proyek senantiasa memiliki spesifikasi dan ciri tersendiri. Dengan demikian pengelolaannya pun akan berbeda pula. sehingga manajemen proyek dituntut untuk mampu mencapai tujuan yang diinginkan. dapatlah diketahui karakteristik dari manajemen proyek antara lain : 1. Karakteristik Dan Batasan-batasan Manajemen Proyek Dari uraian. pembahasan serta contoh-contoh yang telah diutarakan dimuka. Ini berarti manajemen proyek memegang peranan yang cukup penting untuk mengelola proyek tersebut secara baik. Dengan demikian suatu proyek terikat dan dibatasi oleh faktor (kendala) waktu. yang berbeda antar proyek yang satu dengan proyek lainnya.kehati-hatian serta kecermatan dalam penangan proyek tersebut. dengan memanfaatkan berbagai macam kendala tersebut seoptimal mungkin. maka proyek akan berhadapan dengan berbagai macam batasan atau kendala. Bahwa proyek merupakan suatu rangkaian kegiatan yang bersifat khusus dan insidentil (tidak rutin) 2. Bahwa proyek bertujuan untuk menghasilkan sesuatu dalam jangka waktu tertentu. Adapun batasan-batasan tersebut antara lain : . Bahwa setiap proyek mempunyai spesifikasi dan ciri-ciri tersendiri. Bahwa karena suatu proyek merupakan suatu rangkaian kegiatan yang besar dengan mengandung risiko yang besar pula. agar sesuatu yang baru tersebut dapat dilaksanakan dengan baik. 3. perlu terlebih dahulu diadakan penelitian serta evaluasi tentang manfaat yang akan dicapai dan pengorbanan yang akan ditanggung oleh proyek tersebut. Sebagai suatu kegiatan yang sifatnya temporer. Masing-masing jenis proyek memerlukan cara penanganan yang berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainnya. maka sebelum diputuskan menjadi sebuah proyek. Ini berarti bahwa manajemen proyek memegang peranan yang amat penting. yang berbeda antara satu proyek dengan proyek lainnya. tidak rutin.

yang berarti bahwa tujuan proyek harus dapat tercapai dengan teknologi yang tersedia. baik secara kuantitatif (jumlah) maupun kualitatif (keahlian). Berbagai kendala lain seperti iklim. Batasan tenaga kerja. Batasan dana. Kegagalan memenuhi target ini dapat menimbulkan berbagai kerugian ekonomis. misalnya kegagalan menyelesaikan proyek pembuatan tanggul penangkis banjir sebelum musim hujan tiba. yang berarti bahwa tujuan proyek harus dapat tercapai dalam jangka waktu tertentu yang telah ditetapkan. yang berarti bahwa tujuan proyek harus tercapai dengan bahan-bahan yang tersedia. dan dapat pula mengakibatkan dialihkannya dana dari sektor lain untuk menutup kekurangan dana dari proyek yang bersangkutan. Batasan waktu. Batasan bahan-bahan. Kegagalan memenuhi target ini akan dapat mengakibatkan merosotnya kualitas dari hasil proyek yang bersangkutan. juga akan menghancurkan rumah-rumah penduduk yang dilanda banjir dimusim hujan. 2. 6. dengan segala akibatnya. 4. denga segala akibat lanjutannya. 3. Kegagalan memenuhi target waktu tersebut tidak hanya akan mengakibatkan diperlukannya tambahan dana dan biaya saja. disamping akan mengakibatkan hancurnya tanggul yang sedang dibangun tersebut.1. Batasan teknologi. tetapi kadang-kadang juga membawa akibat lebih fatal. yang berarti bahwa tujuan proyek harus dapat tercapai dengan ketersediaan tenaga kerja yang ada. yang berarti bahwa tujuan proyek harus dapat tercapai dengan sejumlah dana yang tersedia. Kegagalan memenuhi target ini akan dapat mengakibatkan terlambatnya penyelesaian proyek atau merosotnya kualitas hasil proyek yang bersangkutan. Konsep-konsep Manajemen proyek . dan faktor alam lainnya. Kegagalan memenuhi target ini akan dapat mengakibatkan merosotnya kualitas hasil proyek yang bersangkutan. Sebagai contoh. I. dengan segala akibatnya. 5.

Bahwa proyek terikat dan dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu yang merupakan faktor pembatas (kendala). tidak rutin. Bahwa manajemen proyek merupakan alat yang efektif untuk mencapai tujuan proyek yang bersangkutan. serti faktor waktu. untuk mencapai tujuan tertentu. pembahasan serta contoh-contoh yang telah diutarakan dimuka. dan faktor alam lainnya. dapatlah diketahui beberap konsep dasar dari manajemen proyek. bahan material. fungsi pengarahan. tenaga kerja. fungsi pengkoordinasian. 5. baik fungsi perencanaan. fungsi pengorganisasian. teknologi. Bahwa manajemen proyek mencakup seluruh langkah-langkah. pelaksanaan proyek. dan fungsi pengawasan. penyusunan rencana proyek. . dana. 4. pengawasan proyek sampai tahap penyelesaian proyek yang bersangkutan. 2. sejak persiapan. antara lain : 1.Dari uraian. 3. Bahwa semua fungsi manajemen diterapkan pada seluruh tahap kegiatan proyek. Bahwa proyek merupakan rangkaian kegiatan yang bersifat sementara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful