Artikel Kedokteran Anak

     

Artikel Kesehatan Berita Situs Kesehatan Produk Info Pelatihan Obat Kuat Herbal

ARSIP ARTIKEL
 o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o
Artikel Kedokteran Anak Apa Itu Gangguang Rett? Apa Itu Sindroma XXX? Apa Penyebab Amblyopia? Apa Saja Penyebab Sindroma Down? Cara Mengatasi Anak Yang Mengompol Cara Mengatasi Batuk-Sesak Nafas (Croup) pada Anak Cara Mengatasi Pembesaran Tonsil dan Kelenjar Gondok Cara Mengatasi Skoliosis Cara Mengobati Krup Cara Pengobatan Tumor Wilms Diagnosa Chondrodysplasias Gejala Postmaturitas (Kelahiran Janin Usia Tua) Gejala Prematuritas (Kelahiran Prematur) Gejala Sindroma Klinefelter Gejala Tuberkulosis Pada Bayi Hasil Diagnosa Sindroma Turner Jenis-Jenis Terapi dan Diet Anak Penderita Autisme Kecil Untuk Masa Kehamilan (KMK, SGA, Small for Gestational Age) Masalah Tingkah Laku Masalah-Masalah di Sekolah Metabolisme Asam Amino Metabolisme Karbohidrat Metabolisme Lemak Obesitas Pada Remaja Pakaian Bayi Pengobatan Gangguan Perilaku Anak Pengobatan Perawakan Pendek Penyebab Asma Pada Anak Penyebab Besar Untuk Masa Kehamilan (BMK, LGA, Large for Gestational Age) Penyebab Kematangan Seksual Yang Tertunda Penyebab Keterbelakangan Mental Penyebab Kurang Pendengaran Pada Anak Penyebab Laryngeal Papillomas Penyebab Neuroblastoma Penyebab Polio Penyebab Retinoblastoma Penyebab Serous Otitis Media Pada Anak Penyebab Strabismus (Mata Juling) Perawatan Bayi Baru Lahir & Bayi Normal

o o o o o                           

Waspadai Gejala Autisme Waspadai Gejala Bronkiolitis Waspadai Gejala Campak Waspadai Gejala Kelainan Jiwa Pada Masa Kanak-kanak Waspadai Penyalahgunaan Obat dan Penggunaan Zat Terlarang Artikel Kesehatan Bayi Cara Pencegahan Penyakit Ginjal & Saluran Kencing Jantung & Pembuluh Darah Kelainan Sistem Kekebalan Kumpulan Tips Kesehatan Masalah Gizi & Metabolisme Masalah Kesehatan Pria Masalah Kesehatan Wanita Mengobati Kanker Penyakit Akibat Kecelakaan Penyakit Darah Penyakit Dari Binatang Penyakit Gangguan Hormon Penyakit Hati & Empedu Penyakit Kanker Penyakit Kelamin Penyakit Kulit Penyakit Mata Penyakit Menular & Infeksi Penyakit Mulut, Gigi & Gusi Penyakit Otak & Saraf Penyakit Paru & Pernafasan Penyakit Sistem Pencernaan Penyakit Tulang, Sendi & Otot Telinga Hidung Tenggorokan Tips Kesehatan

AA

A

Cara Mengatasi Batuk-Sesak Nafas (Croup) pada Anak
DEFINISI Croup (laryngotracheobronchitis) adalah infeksi virus menular pada saluran napas atas yang menimbulkan batuk dan terkadang kesulitan bernafas, khususnya pada saat menarik nafas. PENYEBAB Croup adalah infeksi virus yang menyebabkan mengecilnya saluran pernafasan, khususnya persis di bagian bawah pita suara (larynx). Virus menjadi penyebab umum, namun croup bisa disebabkan juga oleh virus-virus lainnya, seperti virus pernafasan syncytial atau virus influenza. Meskipun croup sangat sering terjadi terjadi pada musim gugur dan musim dingin, dapat terjadi juga sepanjang tahun. Croup terutama berpengaruh pada anak usia 6 bulan sampai 3 tahun, meskipun begitu adakalanya berpengaruh pada anak yang lebih muda ataupun lebih tua. Croup disebabkan oleh virus influenza yang kuat dan lebih mungkin terjadi pada anak berusia antara 3 dan 7 tahun. Penyakit ini biasanya menyebar melalui pernafasan dari percikan yang mengandung virus di udara atau berhubungan langsung dengan penderita yang terjangkit melalui percikan dahak. GEJALA Croup biasanya diawali dengan gejala awal pilek-hidung meler, bersin, demam ringan dan terkadang batuk. Kemudian anak menjadi sering, batuk dengan suara yang tidak seperti biasanya, atau yang diartikan sebagai “brassy” atau mengonggong. Kadangkala pembengkakan saluran nafas menyebabkan kesulitan bernafas, yang mana lebih terasa ketika menghirup udara (inspiration). Batuk hebat, bisa mengeluarkan bunyi mencicit yang keras dan gaduh (stridor) dapat didengar setiap kali menghirup udara. Semua gejala tersebut umumnya lebih parah pada malam hari dan dapat membuat anak terbangun dari tidurnya. Kondisi anak tersebut biasanya akan membaik pada pagi harinya dan akan memburuk lagi pada malam berikutnya. DIAGNOSA Seorang dokter

membedakan

batuk

berdasarkan

ciri-ciri

gejalanya,

khususnya

suara

batuknya.

PENGOBATAN Seorang anak yang belum parah menderita batuk dapat dirawat di rumah dan biasanya akan sembuh dalam waktu 3 sampai 4 hari. Anak tersebut harus dibuat nyaman, banyak diberi cairan, dibiarkan istirahat karena

kelelahan dan tangisan bisa membuat kondisi menjadi semakin buruk. Alat pelembab rumah (contoh, coolmist vaporizers atau humidifiers) bisa mengurangi kekeringan udara dan kelegaan bernafas. Kelembaban bisa cepat ditingkatkan dengan menyalakan shower panas agar kamar mandi beruap. Mengajak anak keluar untuk menghirup udara dingin malam juga bisa membuat saluran pernafasan terbuka secara nyata-beberapa orangtua sering mendapati ketika pernafasan anak kembali normal bersamaan dengan sampainya mereka di rumah sakit. Anak yang tidak merespon tindakan ini perlu dibawa ke rumah sakit. Anak yang kesulitan bernafasnya meningkat atau berlanjut, detak jantungnya cepat, kelelahan, atau kulitnya pucat kebiru-biruan harus dirawat di rumah sakit. Di rumah sakit, oksigen diberikan pada saat kadar oksigen di dalam darah rendah. Para dokter biasanya mengobati anak dengan memberi epinephrine dalam alat uap dan memberikan kortikosteroid dengan cara diminum atau disuntikkan. Obat-obatan ini membantu penyusutan jaringan pada saluran pernafasan. Anak yang mengalami kemajuan dengan pengobatan ini diperbolehkan pulang, walaupun pada anak yang mengalami kasus berat diharuskan tetap di rumah sakit. Antibiotik hanya digunakan pada situasi yang jarang ketika seorang anak penderita croup terinfeksi bakteri. Tidak selalu, sebuah ventilator diperlukan. Untungnya, kebanyakan anak penderita croup sepenuhnya bisa sembuh. PENCEGAHAN Untuk mencegah sesak napas, mengambil langkah yang sama yang Anda gunakan untuk mencegah pilek dan flu. Sering cuci tangan adalah paling penting. Juga menjaga anak Anda menjauh dari orang yang sedang sakit, dan mendorong anak Anda untuk batuk atau bersin ke sikunya. Untuk mencegah infeksi lebih-serius, tetap imunisasi anak Anda saat ini. The difteri, Haemophilus influenzae tipe b (Hib) dan vaksin campak memberikan perlindungan dari beberapa infeksi yang paling langka - tetapi paling berbahaya - bentuk infeksi saluran napas atas.

Copyright © 2010-2015 SPESIALIS.INFO DewaInternet.Com | HerbalisNusantara.Com | TerapiMusik.Com | Neurotherapy.Asia | CMS

print « back

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful