PEMANFAATAN KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS DALAM ANALISIS IDENTIFIKASI JAMU PALSU

1. Tujuan Percobaan - Memperkenalkan metode KLT untuk mendeteksi pemalsuan pada produk jamu yang beredar -Memperkenalkan metode KLT sebagai bagian dalam standardisasi ekstrak melalui analisis sidik ragam KLT

2. Teori Dasar

Jamu merupakan obat turun temurun yang telah digunakan untuk pengobatan dan diterapkan berdasarkan pengalaman yang berlaku di masyarakat. Tapi untuk pelayanan kesehatan seperti di puskesmas dan rumah sakit, jamu yang digunakan harus telah distandarisasi. Menurut UU No 23 tahun 1992 tentang kesehatan, obat tradisional adalah bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.Dan menurut Kontanas 2007, jamu adalah obat

tradisional dalam bentuk rajangan maupun serbuk, yang siap digunakan dengan cara diseduh. Obat-obatan dari bahan alam itu dibagi menjadi tiga kategori, yaitu: 1. Jamu Adalah obat asli Indonesia yang ramuan, cara pembuatan, cara penggunaan, pembuktian khasiat dan keamanannya berdasarkan pengetahuan tradisional. Pembuktian khasiat jamu hanya berdasarkan pengalaman atau data empiris bukan uji ilmiah dan uji klinis. 2. Herbal terstandar Adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah melalui uji praklinis (pengujian terhadap hewan percobaan) tapi belum uji klinis atau pada manusia meski bahan bakunya telah distandarisasi. 3. Fitofarmaka Adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan secara ilmiah melalui uji praklinis dan klinis, dimana bahan baku dan produk jadinya telah distandarisasi. Produk fitofarmaka dapat disetarakan dengan obat moderen dan sudah dapat diresepkan oleh dokter. Standarisasi jamu dimaksudkan untuk menjamin kualitas, keamanan dan kemanjuran yang teruji secara pra klinis dan klinis, sehingga dapat diterima di dunia medis Standarisasi Adanya Adanya Standarisasi tanah, pendampingan terhadap secara jamu para petani teknologi cara tanam, dan cara tanaman rasional. meliputi: obat budidaya panen

pendampingan jenis tanaman,

Uji secara praklinis (terhadap hewan percobaan) dan klinis (terhadap manusia) Dengan standarisasi diharapkan dapat mendorong perkembangan industri jamu atau obat tradisional dalam negeri, diutamakan penggunaan produk industri dalam negeri yang berkualitas dan terjamin ketersediaannya dalam jangka panjang, serta dengan harga terjangkau.

Saintifikasi Jamu adalah pembuktian ilmiah jamu melalui penelitian berbasis pelayanan kesehatan. Tujuannya adalah (1) Untuk memberikan landasan ilmiah (evidence based) penggunaan jamu secara empiris, (2) Mendorong terbentuknya jejaring dokter/dokter gigi dan tenaga kesehatan lainnya sebagai peneliti dalam rangka upaya prefentif, promotif, rehabilitatif, dan paliatif terhadap penggunaan jamu, (3) Meningkatnya kegiatan penelitian kualitatif terhadap pasien dengan penggunaan jamu, (4) Meningkatkan penyediaan jamu yang aman, memiliki khasiat nyata yang teruji secara ilmiah, dan dimanfaatkan secara luas baik untuk pengobatan sendiri maupun dalam fasilitas pelayanan kesehatan. Obat tradisional dan tanaman obat banyak dimanfaatkan masyarakat menengah kebawah.sementara ini banyak masyarakat beranggapan bahwa

penggunaan oabat tradisional relatif lebih aman dibandingkan oabat sintetik. Agar penggunaannya optimal, perlu diketahui informasi mengenai kelebihan dan kekurangan serta kemungkinan penyalahgunaan obat tradisional dan tanaman obat. Jamu palsu dimaksukan untuk meningkatkan khasiat jamu dengan mencampurnya dengan bahan-bahan obat sintetik atau yang dikenal dengan sebutan jamu palsu. Sebagaimana halnya obat-obat sintetik, obat tradisional (OT) seringkali disalahgunakan oleh oknum tertentu. Diantaranya yang sering terjadi adalah kasus tujuan pemakaian (jamu terlambat dating bulan dicampur dengan jamu pegal linu untuk abortus) dan yang lebih luas lagi adalah penyalahgunaan pada proses penyiapan/produksi denagn cara menambahkan zat kimia tertentu/obat keras untuk mempercepat dan mempertajam khasiat/efek farmakologisnya sehingga dikatakan jamunya "lebih manjur", mujarab, dan lain-lain. Pada kasus lain, ada juga penyalahgunaan OT dengan cara dioplos bersama produk lain yang beralkohol ( seperti konsumsi anggur jamu yang umumnya dilakukan oleh para remaja). Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (Peringatan, Nomor : KH.00.01.43.2773, Tanggal 2 Juni 2008) Tentang Obat Tradisional Mengandung Bahan Kimia Obat terdapat 54 (lima puluh empat) item prodk obat tradisional yang dicampur dengan bahan kimia obat keras yaitu

Sibutramin Hidroklorida : meningkatkan tekanan darah (hipertensi), denyut jantung dan sulit tidur. Tidak boleh diberikan pada penderita arteri koroner, gagal jantung kongestif, aritmia atau stroke. OT : Sela Kapsul, Langsing Ayu Sing Ayu Kapsul.

Sildenafit Sitrat : menyebabkan sakit kepala, pusing, dyspepsia, mual, nyeri perut, gangguan penglihatan, rhinitis, infark miokard, nyeri dada, palpitasi dan kematian. OT : Bima Kudra Tablet, Ajib Kapsul, dan 6 merek obat tradisional lainnya terlampir pada lampiran BPOM.

Siproheptadin: mual, muntah, mult kering, diare, anemia hemolitik, leucopenia, agranulositosis, dan trombositopenia. OT : Ganoderma Capsule, Neo Gemuk Sehat Merk F.Munir TR.993202281, TR.993202282, TR. 993202283.

Fenilbutason : mual, muntah, ruam kulit, retensi cairan dan elektrolit ( edema), pendarahan lambung, nyeri lambung, perforasi, reaksi hepersensitivitas, hepatitis, nefritis, gagal ginjal, leucopenia, anemia aplastik, agranulositosis, dan lain-lain. OT : Pacegin Kapsul Alami TR.043336341, Akar Baru Cina Tablet, dan 16 merek obat tradisional lainnya terlampir pada lampiran BPOM.

Asam Mafenamat : mengantuk, diare, ruam kulit, trombositopenia, anemia hemolitik dan kejang serta dikontraindikasikan bagi penderita tukak lambung/usus, asma dan ginjal. OT: Chuifong Toukuwan Pil.

Prednison : menyebabkan moon face, gangguan saluran cerna (mual, tukak lambung), gangguan musculoskeletal (osteoporosis), gangguan endokrin (gangguan haid), gangguan neuropsikiatri (ketergantungan psikis, depresi dan insomnia), gangguan penglihatan (glaucoma) dan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit. OT : Sari Jagat Manjur Rheumatik Kapsul.

Metampiron : menyebabkan gangguan saluran cerna ( mual, pendarahan lambung, rasa terbakar), gangguan system saraf (tinnitus dan neuropati), gangguan darah (pembentukan sel darah merah dihambat, agranulositosis), gangguan ginjal, syok, kematian. OT : Serbuk Dewa, Kharisma Sehat Pria Dan Wanita Serbuk, dan 4 merek obat tradisional lainnya terlampir pada lampiran BPOM.

Teofilin : menyebabkan takikardi, aritmia, palpitasi, mual, gangguan saluran cerna, sakit kepala dan insomnia. OT : Sesak Nafas Serbuk, Cakra Sehat Sesak Nafas Serbuk.

Parasetamol : penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati. OT : Asam Urat Flu Tulang Cap Onta Kapsul, Ramuan Cina Kapsul dan 21 merek obat tradisional lainnya terlampir pada lampiran BPOM. Kromatografi adalah teknik pemisahan campuran didasarkan atas perbedaan distribusi dari komponen-komponen campuran tersebut diantara dua fase, yaitu fase diam (padat atau cair) dan fase gerak (cair atau gas). Kromatografi juga merupakan pemisahan campuran senyawa menjadi senyawa murninya dan mengetahui kuantitasnya. Untuk itu, kemurnian bahan atau komposisi campuran dengan kandungan yang berbeda dapat dianalisis dengan benar. Tidak hanya kontrol kualitas, analisis bahan makanan dan lingkungan, tetapi juga kontrol dan optimasi reaksi kimia dan proses berdasarkan penentuan analitik dari kuantitas material. Teknologi yang penting untuk analisis dan pemisahan preparatif pada campuran bahan adalah prinsip dasar kromatografi. Pemisahan senyawa biasanya menggunakan beberapa tekhnik kromatografi. Pemilihan teknik kromatografi sebagian besar bergantung pada sifat kelarutan senyawa yang akan dipisahkan.

Kromatografi Lapis Tipis (KLT) merupakan cara pemisahan campuran senyawa menjadi senyawa murninya dan mengetahui kuantitasnya yang

menggunakan. Kromatografi juga merupakan analisis cepat yang memerlukan bahan sangat sedikit, baik penyerap maupun cuplikannya.

KLT dapat digunakan untuk memisahkan senyawa – senyawa yang sifatnya hidrofobik seperti lipida – lipida dan hidrokarbon yang sukar dikerjakan dengan kromatografi kertas. KLT juga dapat berguna untuk mencari eluen untuk kromatografi kolom, analisis fraksi yang diperoleh dari kromatografi kolom, identifikasi senyawa secara kromatografi, dan isolasi senyawa murni skala kecil. Metanol adalah bentuk paling sederhana dari alkohol yang biasa digunakan sebagai pelarut diindustri dan sebagai bahan tambahan dari etanol dalam proses denaturasi sehingga etanolmenjadi toksik. Rumus kimia dari Metanol adalah CH3OH dan dikenal dengan nama lain yaitumetil alkohol, metal hidrat, metil karbinol, wood alkohol atau spiritus.Pada keadaan atmosfer metanol berbentuk cairan yang ringan, mudah menguap, tidakberwarna, mudah terbakar dan beracun dengan bau yang khas.Dalam dunia industri metanol digunakan antara lain untuk : Tekstil sintetik Cat rumah Perekat Plastik daur ulang Busa bantal Bahan anti beku untuk radio aktif Bahan baker, dll Metanol merupakan senyawa kimia yang sangat beracun bila dibandingkan dengan etanol.Metanol sering disalah gunakan sebagai bahan pembuat minuman keras. Ia digunakan sebagaipengganti etanol karena disamping harganya yang relatif lebih murah juga akibat ketidakpahaman akan bahaya yang dapat ditimbulkan oleh kedua zat tersebut, sehingga banyak yangberanggaban bahwa sifat dan fungsi metanol adalah sama, sehingga orang yang sudahkecanduan minuman keras dan kurang memiliki dana untuk membeli minuman keras yang legalcenderung membuat atau membeli minuman keras yang illegal yaitu minuman keras oplosanyang dicampur dengan metanol.

Daftar Pustaka 1. Tim Penyusun Materia Medika Indonesia. 1995. Materia Medika Indonesia Edisi VI. Departemen Kesehatan RI. Jakarta. 2. Frans A. Rumate. A.Ilham Makhmud. 2007. Peraturan Perundang-undangan Bidang Farmasi dan Kesehatan. Fakultas Farmasi – Universitas Hasanuddin. Makassar. 3. Didik Gunawan. Sri Mulyani. 2004. Ilmu Obat Alam (Farmakognosi) jilid 1. Penebar Swadaya. Jakarta.

4. C.P. Khare. 2007. Indian Medicinal Plants (Electronic Version). Springer Science Business Multimedia. New Delhi. 5. Rosani Tayeb. Mufidah. 2007. Penuntun Praktikum Farmakognosi Lanjutan. Fakultas Farmasi – Universitas Hasanuddin . Makassar 6. http://ag1992.blogspot.com/2011/06/kromatografi-lapis-tipis.html 7. http://alipart.blogspot.com/2010/10/laporan-praktikum-dasar-dasar-pemisahan.html

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful