You are on page 1of 22

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Dalam era pembangunan nasional sekarang ini peranan

transportasi laut sangat besar baik di wilayah nasional Indonesia, maupun transportasi antar negara di seluruh dunia. Dengan jasa transportasi maka perpindahan barang maupun penumpang baik dari satu daerah ke daerah lain maupun antar negara ke negara lain dapat berjalan dengan baik. Dalam hal ini jasa angkutan laut yang sangat berperan dalam proses perpindahan barang-barang, sebab bila ditinjau dari segi kuantitas barang maupun dari segi geografis negara kita maka sarana angkutan lautlah yang paling cocok untuk digunakan di negara kita ini dibandingkan dengan sarana angkutan lainnya. Besarnya keinginan masyarakat dewasa ini untuk menggunakan jasa angkutan laut sebagai jalur transportasi semakin bertambah, terbukti dengan meningkatnya jumlah kapal-kapal yang beroperasi secara tidak langsung akan banyak membuka lapangan kerja baru. - Kita ketahui bahwa jasa angkutan laut mempunyai resiko bahaya yang cukup tinggi, sehingga untuk mengantisipasinya diperlukan tenaga pelaut yang terampil dan mengetahui serta paham tentang penggunaan alat-alat navigasi di atas kapal dan juga mampu berkomunikasi dengan bahasa international atau bahasa inggris pada khususnya, sehingga para kru kapal dapat mengoptimalkan

penggunaan alat navigasi secara maksimal dan dapat berkomunikasi dengan baik sesama pelaut maupun dapat mengetahui tentang beritaberita keselamatan yang dikirmkan dengan memakai bahasa asing khususnya bahasa inggris. Menurut sebuah laporan yang tercatat di SOLAS tertanggal 9 September 1981 yang berjudul Studi Khusus Major Marine Collisions and Effects of Prevention Recommendations penyebab utama tubrukan laut dari tahun 1970 sampai dengan tahun 1979 adalah kesalahan manusia. Pada tahun 1982, 236 kapal (dengan total 1.460.000 GRT yang terdaftar) hilang melalui berbagai penyebab. Dan lima tahun kemudian ada kerugian 156 kapal (dengan total 1.207.400 GRT yang terdaftar). Jadi Kesalahan Manusia (Human Error) masih memainkan peran utama pada korban dan kecelakaan kapal laut. Kompetensi atau kemampuan para kru di atas kapal adalah suatu faktor kritis dalam keselamatan dan pengoperasian kapal, dimana kebanyakan dari mereka kurang memahami dan tidak mengerti secara pasti penggunaan alat-alat navigasi, yang secara umum meskipun telah tersedia manual book atau buku petunjuk penggunaan alat-alat navigasi tetapi dibutuhkan suatu kemampuan berbahasa inggris agar dapat memahami petunjuk penggunaan alat navigasi tersebut karena buku tersebut masih menggunakan bahasa inggris yang sesuai standar dari IMO (International Maritime Organization). Juga apabila terjadi masalah pada alat alat navigasi, jika alat tersebut harus dikaliberasi ataupun

terjadi masalah akibat kesalahan penggunaan, kemampuan untuk menguasai bahasa inggris begitu berperan dalam hal ini, dikarenakan kita harus membaca manual book atau buku manual tentang petunjuk penggunaan dan troubleshoot agar dapat mengatasi masalah yang terjadi pada alat navigasi tersebut. Fenomena inilah yang seringkali terjadi, baik ketika kapal sedang berlayar maupun berada di pelabuhan dan cenderung membawa dampak yang membahayakan bagi kapal. Dari uraian yang diatas, maka penulis tertarik untuk menuangkan dalam suatu karya ilmiah dalam bentuk skripsi dengan judul: ANALISIS KEMAMPUAN BERBAHASA INGGRIS DALAM

PENGUASAAN ALAT NAVIGASI.

B. Rumusan Masalah Dalam penyusunan ini, hal yang menjadi masalah pokok dan menjadi perhatian khusus, yaitu: 1. Bagaimana kemampuan berbahasa inggris anak buah kapal di atas kapal? 2. Bagaimana pemahaman anak buah kapal dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa inggris di atas kapal, ?

C. Tujuan Penelitian Berdasarkan Permasalahan yang telah diuraikan di atas, maka tujuan yang ingin dicapai oleh penulis adalah: 1. Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan bahasa inggris perwira dek agar dapat menguasai alat navigasi di atas kapal. 2. Untuk mengetahui sejauh mana keterampilan perwira dek dalam penguasaan alat navigasi.

D. Manfaat Penulisan Penulis berharap hasil dari penelitian ini ke depannya akan mempunyai nilai manfaat bagi : 1. Bagi penulis Dapat menambah wawasan serta pengetahuan tentang

penguasaan alat navigasi di atas kapal yang sebagai seorang perwira kapal laut. 2. Bagi Lembaga Pendidikan ( PIP Makassar )
a. Dapat menambah perbendaharaan perpustakaan di PIP Makassar

dan dapat menjadi sumber bacaan bagi siapapun yang ingin menambah ilmu.
b. Untuk menambah pemahaman, pengetahuan bagi para perwira,

dan bagi semua pembaca.

3. Bagi masyarakat
a. Dapat dijadikan sebagai bahan acuan bagi peneliti berikutnya untuk

dapat menyajikan hasil penelitian yang lebih baik dan lebih akurat, serta masyarakat dapat lebih mengetahui pentingnya penguasaan bahasa inggris dan alat navigasi sebagai seorang perwira di atas kapal.
b. Sebagai bahan kajian pihak perusahaan untuk menentukan

personil yang akan ditempatkan diatas kapal.

E. HIPOTESIS Berdasarkan pada masalah pokok yang dikemukakan, yang menjadi hipotesis dalam penulisan ini maka: 1. Penguasaan alat navigasi membutuhkan kemampuan bahasa inggris yang aktif. 2. Perwira dek dalam penguasaan alat navigasi tidak terampil.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Kemampuan Menurut kamus besar bahasa Indonesia edisi kedua (1996), kemampuan adalah bisa, sanggup atau melakukan sesuatu. Sehingga dapat dikatakan bahwa kemampuan adalah suatu keahlian dalam melakukan suatu bidang. Menurut Mohammad Zain dan Milman Yusdi (2010:10) mengartikan bahwa kemampuan adalah kesanggupan, kecakapan, kekuatan kita berusaha dengan diri sendiri. Sedangkan Anggiat M.Sinaga dan Sri Hadiati (2001:34) mendefinisikan kemampuan sebagai suatu dasar seseorang yang dengan sendirinya berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan secara efektif atau sangat berhasil. Sementara itu, Robbin (2007:57) kemampuan berarti kapasitas seseorang individu untuk melakukan beragam tugas dalam suatu pekerjaan. Lebih lanjut Robbin menyatakan bahwa kemampuan (ability) adalah sebuah penilaian terkini atas apa yang dapat dilakukan seseorang. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa

kemampuan adalah kecapakan atau potensi seorang individu untuk menguasai keahlian dalam melakukan atau mengerjakan beragam tugas dalam suatu pekerjaan atau suatu penilaian atas tindakan seseorang. (sumber:http://milmanyusdi.blogspot.com/2011/07/pengertian-

kemampuan.html . diakses 19/12/2011)

Pengertian Penguasaan Menurut kamus besar bahasa Indonesia edisi kedua (1996), Penguasaan adalah proses atau cara, perbuatan menguasai atau menguasai. Penguasaan adalah tindakan yang dapat menguasai suatu hal. Sedangkan menurut Walter Nord, penguasaan adalah kemampuan untuk mencapai suatu tujuan. (sumber: http://www.annehira.com/kekuasaan-menurut-para-ahli.html

diakses pada 19/12/2011)

Pengertian Navigasi

Menurut kamus istilah pelayaran oleh Capt. Istopo (1999), navigasi adalah berlayar atau mengemudikan. Jadi bernavigasi adalah berlayar atau mengemudikan kapal dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat alat navigasi. Sedangkan menurut Ridwan, navigasi adalah penentuan posisi dan perjalanan baik dimedan sebenarnya atau di peta. (Sumber: http://sites.google.com/site/pelautgroup/ diakses

19/12/2011)

Sebelum kompas ditemukan, navigasi dilakukan dengan melihat posisi benda benda langit seperti matahari dan bintang bintang di langit, yang tentunya bermasalah jika langit sedang mendung atau

berawan. Pada saat ini kapal telah canggih baik dari sistem elektronik yang terus bermunculan, sehingga mempermudahkan kita dalam menentukan posisi kapal. Oleh karena telah banyaknya tercipta alat- alat navigasi yang menggunakan sistem elektronik, maka kita perlu

mengetahui dan mampu mengoperasikan alat alat navigasi tersebut dengan baik dan mampu memaksimalkan alat tersebut sehingga kemanan dalam navigasi dapat terbantu dengan adanya alat alat elektronik dalam navigasi tersebut. Alat alat navigasi di atas kapal

Berdasarkan Solas Convention 1974 / 1978 Chapter V Safety Navigation yang secara garis besarnya menyatakan identifikasi layanan keselamatan navigasi tertentu yang harus disediakan oleh pihak Pemerintah dan menetapkan ketentuan-ketentuan yang bersifat

operasional yang berlaku secara umum untuk semua kapal pada semua pelayaran. Hal ini sesuai dengan konvensi yang secara keseluruhan menyatakan bahwa berlaku untuk kelas tertentu dari kapal yang terlibat dalam pelayaran internasional. Subjek yang tercakup meliputi pemeliharaan layanan meteorologi untuk kapal, layanan patroli es,layanan jalur kapal,serta jasa pencarian dan penyelamatan (SAR)

Alat Alat yang di haruskan dimiliki pada setiap kapal berdasarkan Solas Convention 2009 yaitu :

A. Gyro Kompas

Gyro kompas adalah sebuah kompas yang dapat menemukan utara sejati dengan menggunakan tenaga listrik, cepat berputar roda giroskop dan gaya gesek atau lainnya untuk mengeksploitasi hukum fisik dasar dan rotasi Bumi. Gyro kompas banyak digunakan di kapal karena memiliki dua keuntungan utama dari kompas magnetik. Mereka menemukan utara sejati, titik sumbu rotasi bumi di permukaan bumi, sebagai lawan ke utara magnetik,-aspek yang sangat penting dalam navigasi, dan mereka tidak terpengaruh oleh medan magnet eksternal yang dapat mempengaruhi kompas normal, seperti yang dibuat oleh logam besi di lambung sebuah kapal. Petunjuk pemakaian dasar dalam Gyro kompass adalah sebagai berikut :

1. Buka penutup dari Gyro kompass

2. Pasang Azimuth Circle pada Gyro kompass 3. Tentukan baringan yang akan kita baring 4. Angka yang ditunjukan dalam Gyro kompass adalah sudut antara kapal dan benda yang kita baring.

B. Standar Kompas Magnet

Kompas magnetik beroperasi melalui daya tarik yang diberikan oleh bumi sendiri. Karena Bumi berfungsi sebagai magnet, kompas magnetik memiliki sumber daya yang tidak pernah gagal. Kompas magnetik terletak di anjungan.Kompas Ini terdiri dari jarum kompas magnet yang melekat pada kartu kompas melingkar, biasanya 7 1 / 2 inci dengan diameter. Kartu dan jarum yang didukung pada sebuah poros yang diatur dalam mangkuk perunggu diisi dengan cairan distilat minyak bumi mirip dengan Varsol. Cairan ini menyebabkan kartu dan magnet akan mengapung. Daya apung akan mengambil sebagian dari beban dari poros, sehingga mengurangi gesekan dan membiarkan kartu gilirannya lebih mudah bergerak pada poros. Pada saat yang sama, cairan memperlambat ayunan kartu dan membawa itu untuk kembali ke posisi awal lebih cepat. Ditandai pada mangkuk kompas adalah garis, yang disebut garis lubber, yang sesuai dengan garis memanjang kapal antara anjungan dan buritan. Dengan membaca arah kartu kompas yang berbaris dengan garis yg kurang tangkas, Anda dapat mengetahui arah haluan kapal.

C. Kompas Bearing

Sebuah baringan kompas adalah kompas magnetik yang dipasang sedemikian rupa sehingga memungkinkan pengambilan baringan dari objek dengan menyelaraskan mereka dengan garis lubber dari kompas bearing.

D. Echo Sounder

Seiring dengan perkembangan ilmu dan penerapannya diberbagai bidang menyebabkan banyak peralatan-peralatan baru yang dibuat yang berfungsi untuk memudahkan pekerjaan manusia di segala bidang. Salah satunya yaitu alat yang bernama Echo Sounder. Sesuai dengan namanya echo yang berarti gema dalam bahasa Inggris, alat ini mempunyai prinsip memancarkan bunyi dan kemudian gema-nya atau bunyi pantulannya ditangkap kembali untuk mengetahui keberadaan benda-benda di bawah air.

Prinsip Echo Sounder Perangkat akustik ini memiliki beberapa komponen seperti pemancar, penerima gelombang dan beberapa peralatan pendukung lainnya seperti komputer dan GPS (Global Positioning Sistem).

Prinsip kerjanya yaitu: pada transmiter terdapat tranduser yang berfungsi untuk merubah enargi listrik menjadi suara. Kemudian suara yang dihasilkan dipancarkan dengan frekuensi tertentu. Suara ini dipancarkan melalui medium air yang mempunyai kecepatan rambat sebesar, v=1500 m/s. Ketika suara ini mengenai objek. Sesuai dengan sifat gelombang yaitu gelombang ketika mengenai suatu penghalang dapat dipantulkan, diserap dan dibiaskan, maka hal yang sama pun terjadi pada gelombang ini. Cara pemakaian dari Echo Sounder adalah :

1. Tekan tombol standby untuk mencari sinyal dari alat tersebut 2. Setelah ada sinyal tekan tombol ON 3. Atur kedalaman laut yang akan dibaca 4. Atur Gain untuk kejelasan gambar pada kertas 5. Atur posisi dan kecepatan kertas.

E. Radar 3 GHz Dan 9 GHz.

Radar sangat bermanfaat dalam navigasi. Kapal laut modern sekarang dilengkapi dengan radar untuk mendeteksi kapal, cuaca, awan yang dihadapi di depan sehingga bisa menghindar dari bahaya yang ada di depan pesawat/kapal. Radar (dalam bahasa Inggris merupakan singkatan dari Radio Detection and Ranging, yang berarti deteksi dan penjarakan radio) adalah sistem yang digunakan untuk mendeteksi, mengukur jarak dan membuat tampilan keberadaan benda-benda seperti pesawat,benda yang berada di sekitar kapal, hujan. Istilah radar pertama kali digunakan pada tahun 1941, menggantikan istilah dari singkatan Inggris RDF (Radio Directon Finding). Gelombang radio kuat dikirim dan sebuah penerima mendengar gema yang kembali. Dengan menganalisa sinyal yang dipantulkan, pemantul gema dapat ditentukan lokasinya dan kadang-kadang ditentukan jenisnya. Walaupun sinyal yang diterima kecil, tapi radio sinyal dapat dengan mudah dideteksi dan diperkuat.

F. Automatic Radar Plotting Aid (ARPA)

Sebuah radar maritim dengan bantuan Radar Plotting memiliki kemampuan dapat membuat jalur menggunakan kontak Radar. Sistem ini dapat menghitung objek yang dilacak secara khusus, kecepataan, titik terdekat bertemunya kapal Close Point Approach (CPA), sehingga kita dapat mengetahui jika ada bahaya tabrakan dengan kapal lain atau daratan. Sebuah ARPA memberikan presentasi tentang situasi saat ini dan menggunakan teknologi komputer untuk memprediksi situasi yang akan terjadi. Sebuah ARPA dapat menilai risiko tabrakan, dan memungkinkan operator untuk melihat manuver yang diusulkan. ARPA mempunyai fungsi berikut :

a. Gerak relatif persetansi Radar. b. Kemampuan untuk menghitung waktu bertemunya kapal Time Closing Approach (TCPA) c. Kemampuan untuk menampilkan informasi tubrukan. d. Kemampuan untuk memberi tahu manuver yang akan diambil, termasuk perubahan perbuhan kecepatan. e. Data ARPA merupakan data yang akurat karena berasal dari sumber giro dan log kecepatan di kapal.

G. Automatic Identification System (AIS)

AIS adalah sistem pelacakan yang digunakan pada kapal dan Layanan Lalu Lintas Kapal atau Vessel Traffic Service (VTS) untuk mengidentifikasi dan menemukan lokasi, bertukar data secara elektronik dengan kapal lain yang berada di dekatnya dan stasiun VTS. Informasi dari AIS itu menampilkan identifikasi posisi, ship particular (Data

keterangan kapal), jumlah kru dan kecepatan dapat ditampilkan pada layar. AIS adalah dimaksudkan untuk membantu kru kapal yang bertugas jaga di anjungan dan memungkinkan otoritas maritim (Stasiun pantai) untuk melacak dan memantau pergerakan kapal, dan mengintegrasikan sistem VHF standar transceiver seperti LORAN-C atau penerima Global Positioning System (GPS), dan mengitegrasikan kepada alat-alat lainnya, seperti gyrocompass. Cara pemakaian dari AIS adalah :

1. Tekan tombol Power untuk mengaktifkan AIS 2. Masukkan data kapal kita ( Nama kapal, panjang kapal, jumlah kru, pelabuhan tiba, muatan yang sedang di muat.) 3. AIS akan menampilkan kapal kapal yang disekitar kita serta akan memberikan informasi tentang kapal tersebut.

H. Voyage Data Recorder (VDR)

Voyage data recorder atau biasa juga disebut sebagai kotak hitam pada kapal adalah kotak yang merekam segala jenis informasi navigasi

yang terjadi di kapal, percakapan di anjungan, komunikasi dalam Very High Frequency (VHF) dan tampilan pada radar. Data yang terekam itu digunakan untuk menganalisa penyebab dari kecelekaan seperti tubrukan, kapal kandas, ataupun kapal tenggelam. SOLAS mewajibkan setiap kapal yang di bangun setelah 1 juli 2002 dan melakukan international voyage, baik itu tipe kapal kargo,tanker ataupun tipe kapal penumpang harus mempunyai Voyage Data Recorder didalam kapal tersebut.

I. Global Positioning System (GPS)

GPS Salah satu perlengkapan modern untuk navigasi adalah Global Positioning Satelite (GPS) adalah perangkat yang dapat

mengetahui posisi koordinat bumi secara tepat yang dapat secara langsung menerima sinyal dari satelit. Perangkat GPS modern

menggunakan peta sehingga merupakan perangkat modern dalam navigasi di darat, kapal di laut, sungai dan danau serta pesawat udara. Global Positioning System (GPS) adalah satu-satunya sistem navigasi satelit yang berfungsi dengan baik. Sistem ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke Bumi. Sinyal ini diterima oleh alat penerima di permukaan, dan digunakan untuk menentukan posisi, kecepatan, arah, dan waktu.

Cara pemakaian untuk GPS pada kapal adalah dengan cara :

1. Tekan tombol ON untuk mengaktifkan GPS

2. Pilih pengaturan kontras atau kejelasan dari tampilan GPS 3. Masuk ke pilihan Mode untuk memilih tipe mode. 4. Untuk kapal yang baru memasukkan rencana pelayaran yang baru masukkan data atau waypoint, nomor waypoint dan baringan.

Bahasa Inggris Maritim

Menurut Prof.Dr.Peter Trenker , IMLA Sub-Committee on Maritime English. Bahasa Inggris maritim adalah sebagai komunikasi navigasi dan keselamatan dari kapal ke pantai dan sebaliknya, kapal ke kapal. Penggunaan bahasa inggris maritime itu harus tepat, sederhana dan jelas, sehingga dapat menghindari kesalahapahaman dalam komunikasi dan pemberian informasi. Bahasa inggris maritim ini sangat penting terutama karena meningkatnya jumlah perdagangan internasional yang melibatkan kapal yang di awaki oleh bangsa yang berbeda dan berbicara dalam bahasa yang berbeda oleh karena itu komunikasi dapat menyebabkan kesalahpahaman karena bahasa yang berbeda, negara yang berbeda sehingga dapat menyebabkan bahaya bagi kapal dan lingkungan. Pada tahun 1973 IMO dalam Komite Keselamatan Maritim membicarakan tentang banyaknya timbul kesulitan bahasa dan kekurang pahaman para pelaut tentang mengoperasikan alat navigasi. Sehingga IMO menetapkan bahasa yang umum harus digunakan untuk keperluan navigasi dan bahasa kerja itu harus bahasa Inggris. Dalam konsekuensinya Kosakata Standar Navigasi Laut (SMCP) dikembangkan, diadopsi pada tahun 1977

dan diubah pada tahun 1985. Pada tahun 1992 IMO Komite Keselamatan Maritim IMO Sub-Komite Keselamatan Navigasi untuk mengembangkan sebuah bahasa standar keamanan yang lebih komprehensif, dengan mempertimbangkan perubahan kondisi pelayaran modern dan mencakup semua keamanan terkait komunikasi verbal. Pada tahun 1997 IMO Komite Keselamatan Maritim mengadopsi (SMCP) yang dikembangkan oleh IMO Sub-Komite Keselamatan Navigasi. Bahasa inggris tersebut diadopsi oleh Majelis IMO Sebagai resolusi A. Berdasarkan Konvensi Internasional tentang Standar Pelatihan, Sertifikasi dan Dinas Jaga (STCW)

kemampuan untuk memahami dan menggunakan bahasa inggris maritime diperlukan untuk sertifikasi petugas dalam memimpin sebuah navigasi pada kapal dengan GRT 500 ton atau lebih.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat Dan Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan di kapal kapal niaga. Adapun waktu penelitian ini berlangsung selama minimal 1 tahun di atas kapal kapal niaga. B. Metode Pengumpulan Data Adapun data dan informasi yang diperlukan untuk penulisan skripsi ini dikumpulkan melalui : 1. Observasi Yaitu dengan mengadakan pengamatan secara langsung di lapangan di mana penulis bekerja yaitu di kapal kapal niaga 2. Wawancara Yaitu dengan mengadakan tanya jawab secara langsung dengan para perwira yang ada di atas kapal kapal dan para dosen di lingkungan Politeknik Ilmu Pelayaran. 3. Tinjauan Kepustakaan (Library Research) Yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara membaca dan mempelajari buku-buku dan tulisan-tulisan yang berhubungan dengan masalah yang dibahas untuk memperoleh landasan teori yang digunakan dalam membahas masalah yang diteliti.

C. Jenis Jenis dan Sumber Data

Untuk menunjang kelengkapan pembahasan ini diperoleh data dan sumber : 1. Data Primer Data primer merupakan data yang diperoleh dari hasil pengamatan secara langsung. Data pada penelitian ini diperoleh dengan cara survey, yaitu dengan mengamati, mengukur dan mencatat secara langsung di lokasi penelitian. 2. Data Sekunder Data sekunder merupakan data pelengkap dari data primer yang didapat dari kepustakaan seperti literatur, bahan kuliah dan data dari perusahaan serta hal-hal lainnya yang berhubungan dengan penelitian ini. D. Langkah Langkah Analisa Perencanaan

Kegiatan yang dilakukan setelah memulai langkah untuk menganalisa yaitu mempelajari keadaan di kapal niaga yang akan ditempati untuk praktek laut dan mengetahui situasi dengan bekal pengetahuan dari apa yang didapatkan lewat survey kepustakaan. Selanjutnya kita mulai identifikasi masalah-masalah yang ada dan menetapkan apa yang menjadi tujuan dan masalah yang kita temui, maka kita dapat menentukan metode penelitian yang sesuai.

Dari apa yang kita peroleh sesuai dengan langkah-langkah di atas maka kita dapat mengumpulkan data yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. Data yang telah diperoleh diolah sesuai dengan teori dan metode yang kita telah ditetapkan dari awal sebelum melakukan pengumpulan data. Data yang kita olah kemudian kita analisa hasil yang diperoleh dengan membandingkan hasil-hasil dari disiplin teori yang kita gunakan. Dari hasil tersebut kita analisa kemudian kita membuat pembahasan mengenai hal tersebut.

Setelah semuanya di anggap selesai, maka kita dapat menarik sebuah kesimpulan dari apa yang kita analisa dan bahas, kemudian kita memberikan saran yang sesuai dengan apa yang disimpulkan dan dapat merupakan bahan masukan dalam mengatasi masalah tersebut, barulah langkahlangkah dianggap selesai.

BAB IV

DAFTAR PUSTAKA

Pritchard B.(2004) A DATABANK OF MARITIME ENGLISH RESOURCES AN INVITATION FOR CONTRIBUTIONS Page 3

Tim Pip Makassar. 2004. Pedoman Penulisan Skripsi, Makassar


INTERNATIONAL ASSOCIATION OF CLASSIFICATION SOCIETIES (IACS). 1992. Requirements Concerning Navigation, N1. INTERNATIONAL MARITIME ORGANISATION.2009. SOLAS Consolidate 2009. Chapter V. Balai Pustaka (1996). Kamus Bahasa Indonesia edisi kedua, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta Redman, P. (2006). Good essay writing; A social sciences guide, ed. 3. University Sage Press: London Istopo.M.S.E.C.Capt. (1999). Kamus Istilah Pelayaran cetakan pertama. Jakarta Utara

http://imo.org (diakses14 oktober 2011)

http://masbadar.com/2009/06/05/bahasa-inggris-definisi-dan-sejarahnya/ (Di akses 12 oktober 2011) http://bengkalis-school.blogspot.com/2008/07/pengertian-bahasainggris.html ((Di akses 12 oktober 2011) http://alabik.web.id/wp-content/uploads/2011/03/teknik-penulisanbibliografi.pdf (diakses 14 oktober 2011) http://alabik.web.id/wp-content/uploads/2011/03/teknik-penulisanbibliografi.pdf (diakses 14 oktober 2011) http://milmanyusdi.blogspot.com/2011/07pengertian-kemampuan.html (diakses 19/12/2011) http://www.anneahira.com/kekuasaan-menurut-para-ahli.html pada 19/12/2011) http://sites.google.com/site/pelautgroup/ (diakses 19/12/2011) (diakses