You are on page 1of 11

TUGAS MAKALAH MANAJEMEN AGRIBISNIS BUDIDAYA TOMAT

Disusun oleh: Said Panji Rimba Yudha Rizqi Hasan Iwan Feby H (240110090001) (240110090002) (240110090005) (240110090006)

Riyan Hermansyah (240110090007)

JURUSAN TEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2012

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ............................................................................................................ i BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ......................................... Error! Bookmark not defined. 1.2 Identifikasi Masalah ................................. Error! Bookmark not defined. 1.3 Tujuan ....................................................................................................... 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Morfologi Tomat ....................................................................................... 3 2.2 Jenis Tomat ............................................................................................... 3 2.3 Fase Pra Tanam ......................................................................................... 4 2.4 Fase Tanam ............................................................................................... 5 2.5 Fase Panen dan Pasca Panen ..................................................................... 6 2.6 Kerusakan Buah Tomat ............................................................................. 6 2.7 Olahan Buah Tomat .................................................................................. 7 BAB III PENUTUP ................................................................................................ 8 DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Tomat merupakan tanaman unik yang bisa dikatakan sebagai buah-buahan maupun sayuran warna dan bentuknya bermacam-macam selain itu Tomat adalah komoditas hortikultura yang penting, tetapi produksinya baik kuantitas dan kualitas masih rendah. Hal ini disebabkan antara lain tanah yang keras, miskin unsur hara mikro serta hormon, pemupukan tidak berimbang, serangan hama dan penyakit, pengaruh cuaca dan iklim, serta teknis budidaya petani

pada budidaya ini menjadi menurun sehingga pasar seringkali mengalami kekurangan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin meningkat setiap tahunnya, selain itu tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) komoditas

hortikultura yang penting baik karena harganya yang cukup baik maupun penggunanya dalam konsumsi masyarakat. Tomat dapat dikonsumsi sebagai sayur atau buah segar maupun dikonsumsi dalam bentuk olahan seperti saus tomat. Secara umum tomat dapat ditanam di dataran rendah sampai dataran tinggi. Tomat menghendaki tanah yang gembur, porus, subur dengan kemasaman tanah (pH) antara 5 6, curah hujan 750-1. 250 mm/tahun dan kelembaban relatif 25%. Teknis budidaya tomat dapat berbeda-beda antara daerah yang satu dengan daerah yang lain tergantung kondisi lahan, ketinggian tempat, kondisi agroklimat, kebiasan dan kemampuan petani yang bersangkutan serta pembiayaan yang tersedia.

1.2 Identifikasi Masalah Tomat adalah komoditas hortikultura yang penting, tetapi produksinya baik kuantitas dan kualitas masih rendah. Hal ini disebabkan antara lain tanah yang keras, miskin unsur hara mikro serta hormon, pemupukan tidak berimbang, serangan hama dan penyakit, pengaruh cuaca dan iklim, serta teknis budidaya petani

Oleh karena itu untuk membantu petani dalam peningkatan produksi secara Kuantitas dan Kualitas dengan tetap memelihara Kelestarian lingkungan (Aspek K-3), agar petani dapat berkompetisi di era perdagangan bebas.

1.3 Tujuan a) Untuk mengetahui bagaimana cara penyiapan teknis budidaya tomat. b) Untuk mengetahui cara penanganggulangan pada panen dan pasca panen tomat. c) Mengetahui cara meningkatkan produksi pada tomat. d) Mengetahui produk olahan yang dihasilkan oleh tomat.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Morfologi Tomat Tomat mempunyai akar tunggang yang tumbuh menembus kedua tanah dan akar serabut yang tumbuh menyebar kearah samping, tetapi dangkal. Batang tanaman tomat berbentuk persegi empat hingga bulat, berbatang lunak tetapi cukup kuat, berbulu atau berambut halus dan diantara bulu-bulu tersebut terdapat rambut kelenjar. Batang tanaman berwama hijau. Pada ruas batang mengalami penebalan dan pada ruas bagian bawah tumbuh akar-akar pendek. Selain itu batang tamanan tomat dapat bercabang dan diameter cabang lebih besar jika dibanding dengan jenis tanaman sayur lainya. Daun tanaman tomat berbentuk oval bagian tepi daun bergerigi dan membentuk celah-celah yang menyirip serta agak melengkung kedalam. Daun berwama hijau dan merupakan daun majemuk ganjil yang berjumlah sekitar 3-6 cm. Diantara daun yang berukuran besar biasanya tumbuh 1-2 daun yang berukuran kecil. Daun majemuk pada tanaman tomat tumbuh berselang-seling atau tersusun spiral mengelilingi batang tanaman. Bunga tomat berukuran kecil, diameternya sekitar 2 cm dan berwama kuning cerah, kelopak bunga berjumlah 5 buah dan berwarna hijau terdapat pada bagian terindah dari bunga tomat warnanya kuning cerah berjumlah 6 buah. Bunga tomat merupakan bunga sempurna karena benang sari atau tepung sari dan kepala putik atau kepala benang sari terbentuk pada bunga yang sama. Bentuk buah tomat bervariasi, tergantung varietasnya ada yang berbentuk bulat, agak bulat, agak lonjong dan bulat telur (oval). Ukuran buahnya juga bervariasi, yang paling kecil memiliki berat 8 gram dan yang besar memiliki berat 180 gram. Buah yang masih muda berwama hijau muda, bila telah matang menjadi merah (Cahyono, 1998).

2.2 Jenis Tomat Tanaman tomat memiliki beberapa jenis yaitu ; a. Tomat biasa (L. commune) Bentuk buahnya bulat pipih dan beralur-alur didekat tangkainya serta lunak Tomat ini banyak ditanam oleh petani dan mudah didapat di pasar. b. Tomat apel (L. pyriforme)

Bentuk buahnya bulat, kokoh dan agak keras sedikit seperti buah apel. Tomat apel ini merupakan blasteran dari berbagai jenis tomat menghasilkan buah yang besar dan lebat. c. Tomat kentang (L. grandiforlum) Bentuk buahnya agak lonjong dan keras, daunya keriting, rimbun dan berwama hijau kelam. Varietas-varietas tomat yang besar di antaranya Geraldton smooth skin dan Indian river, varietas ini banyak ditanam ditanah dataran tinggi-Varietas tomat yang berbuah sedang diantaranya Money maker, liar yang agak tahan terhadap penyakit layu dan air hujan (Soewito, 1987).

2.3 Fase Pra Tanam 2.3.1. Syarat Tumbuh a) Tomat dapat ditanam di dataran rendah/dataran tinggi b) Tanahnya gembur, porus dan subur, tanah liat yang sedikit mengandung pasir dan pH antara 5 6 c) Curah hujan 750-1250 mm/tahun, curah hujan yang tinggi dapat menghambat persarian. d) Kelembaban relatif yang tinggi sekitar 25% akan merangsang pertumbuhan tanaman yang masih muda karena asimilasi CO2 menjadi lebih baik melalui stomata yang membuka lebih banyak, tetapi juga akan merangsang mikroorganisme pengganggu tanaman dan ini berbahaya bagi tanaman 2.3.2. Pola Tanam
a) Tanaman yang dianjurkan adalah jagung, padi, sorghum, kubis dan

kacang-kacangan
b) Dianjurkan tanam sistem tumpang sari atau tanaman sela untuk

memberikan keadaan yang kurang disukai oleh organisme jasad pengganggu 2.3.3. Penyiapan Lahan a) Pilih lahan gembur dan subur yang sebelumnya tidak ditanami tomat, cabai, terong, tembakau dan kentang. b) Untuk mengurangi nematoda dalam tanah genangilah tanah dengan air selama dua minggu. 4

c) Bila pH rendah berikanlah kapur dolomite 150 kg/1000 m2 dan disebar serta diaduk rata pada umur 2-3 minggu sebelum tanam d) Buatlah bedengan selebar 120-160 cm untuk barisan ganda dan 40-50 cm untuk barisan tunggal e) Buatlah parit selebar 20-30 cm diantara bedengan dengan kedalaman 30 cm untuk pembuangan air. f) Berikan pupuk dasar 4 kg Urea /ZA + 7,5 kg TSP + 4 kg KCl per 1000 m2 diatas bedengan, aduk dan ratakan dengan tanah Atau jika pakai Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis 20 kg / 1000 m2 dicampur rata dengan tanah di atas bedengan. g) Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata diatas bedengan dosis 1-2 botol/1000 m2. Hasil akan lebih bagus jika diganti SUPER NASA (dosis 1-2 botol/1000 m2 ) dengan cara : 1. alternatif 1 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan. 2. alternatif 2 : setiap 1 gembor volume 10 lt diberi 1 sendok peres makan SUPER NASA untuk menyiram + 10 meter bedengan 3. Sebarkan Natural GLIO 1-2 sachet yang telah dicampur pupuk kandang (+ 1 minggu) merata di atas bedengan pada sore hari 4. Jika pakai Mulsa plastik, tutup bedengan pada siang hari 5. Biarkan selama 5-7 hari sebelum tanam 6. Buat lubang tanam dengan jarak 60 x 80 cm atau 60 x 50 cm di atas bedengan, diameter 7-8 cm sedalam 15 cm

2.4 Fase Tanam Tanam Tanam dilakukan pada saat bibit berumur 3 4 minggu dengan daun 5-6 helai. Tanam sebaiknya dilakukan pada sore hari. Buka polibag terlebih dahulu, kemudian masukan bibit pada lubang tanam sampai batas pangkal batang, ditimbun dengan tanah dengan agak ditekan dan siram dengan air.

Untuk bibit yang mati, rusak atau pertumbuhan nya tidak normal lakukan penyulaman maksimal sampai tanaman berumur 2 minggu setelah tanam (MST) dan lakukan pengairan/penyiraman setap hari sampai tanaman tumbuh normal. Segera pasang ajir agar tidak merusak perakaran tanaman dengan ketinggian ajir 1 1,5 m. 2.5 Fase Panen dan Pasca Panen a) Panen pada umur 90-100 hari dengan ciri; kulit buah berubah dari warna hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun tua mengering, batang menguning, pada pagi atau sore hari disaat cuaca cerah. Buah dipuntir hingga tangkai buah terputus. Pemuntiran buah dilakukan satu-persatu dan dipilih buah yang siap petik. Masukkan keranjang dan letakkan di tempat yang teduh. b) Interval pemetikan 2-3 hari sekali. c) Supaya tahan lama, tidak cepat busuk dan tidak mudah memar, buah tomat yang akan dikonsumsi segar dipanen setengah matang. d) Wadah yang baik untuk pengangkutan adalah peti-peti kayu dengan papan bercelah dan jangan dibanting. e) Waspadai penyakit busuk buah Antraknose, kumpulkan dan musnahkan. f) Buah tomat yang telah dipetik, dibersihkan, disortasi dan di packing lalu diangkut siap untuk konsumsi.

2.6 Kerusakan Pada Tomat

Tomat merupakan komoditi yang mudah rusak karena kandungan airnya yang cukup tinggi, bila penyimpanan tidak diperhatikan maka dapat menimbulkan kerusakan yang akan mempercepat proses pembusukan. Kerusakan itu diantaranya kerusakan mekanis, biologis dan mikrobiologis. Tomat sebaiknya disimpan pada suhu rendah karena dengan penurunan suhu akan menghambat proses kerusakan-kerusakan. Tapi penyimpanan dalam waktu yang lama di suhu rendah juga menyebabkan buah menjadi keriput oleh karena terjadi kerusakaan sel dan struktur jaringan pada buah. Maka penyimpanan sebaiknya tidak untuk waktu yang lama (Desrosier,1998).

2.7 Olahan Buah Tomat

Nilai ekonomis dari buah tomat ini menjadikan modal untuk pengusaha industri yang bergerak dibidang makanan. Bagaimama cara mengembangkan dan mengubah buah tomat ini menjadi bentuk olahan yang tahan lama, lebih menarik untuk di konsumsi dan memiliki nilai daya jual yang tinggi. Sekarang ini telah banyak dihasilkan produk yang berbahan dasar tomat seperti saus, jam, jelly, dodol tomat, dan manisan tomat baik yang kering maupun basah. Karena pada dasarnya masyarakat lebih menyukai dan tertarik untuk mengkonsumsi tomat dalam bentuk olahan daripada segar (Satuhu,1994).

BAB III PENUTUP

Produksi tomat yang baik dari kuantitas dan kualitas masih rendah. Hal ini disebabkan antara lain tanah yang keras, miskin unsur hara mikro serta hormon, pemupukan tidak berimbang, serangan hama dan penyakit, pengaruh cuaca dan iklim, serta teknis budidaya petani. Pada budidaya tomat terdiri dari 3 fase yaitu fase pra tanam, fase tanam , fase panen serta pasca panen dimana semua fase tersebut memiliki syarat-syarat tertentu dan untuk mendapatkan hasil yang maksimal diperlukan juga sumberdaya manusia yang terampil dalam melakukan ketiga fase tersebut. Yang akan mempercepat proses pembusukan pada tomat diantaranya kerusakan mekanis, biologis dan mikrobiologis. Kerusakan ini dapat dialami ketika tomat masih berkembang ataupun ketika panen dimana tempat penyimpanan tomat tersebut tidak sesuai dengan standar dan memungkinkan mikrobiologi seperti bakteri dan mikroba menjangkit seluruh tomat. Nilai ekonomis dari buah tomat ini menjadikan modal untuk pengusaha industri yang bergerak dibidang makanan terutama seperti produksi saus, jam, jelly, dodol tomat, dan manisan tomat baik yang kering maupun basah.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, terdapat pada http://google.com/jenis-jenis-tomat.html diakses pada tgl 05 maret 2012 pukul 22.00 wib Anonim, terdapat pada http://google.com/Wekepedia-Tomat.htm diakses pada tgl 05 maret 2012 pukul 22.00 wib Terdapat pada http://www.anneahira.com/cara-menanam-tomat.htm diakses pada tgl 05 maret 2012 pukul 22.00 wib Smith, A. F. (1994). The Tomato in America. University of Illinois Press. ISBN 0252-07009-7. Peralta, I. E. & Spooner, D. M. (2001). Granule-bound starch synthase (Gbssi) gene phylogeny of wild tomatoes (Solanum L

section Lycopersicon [Mill.] Wettst. Subsection Lycopersicon).American Journal of Botany 88 (10): 18881902