AL-‘IDAADU RAMADHAN (Persiapan Menyambut Ramadhan) “Sesungguhnya Allah SWT menganugerahkan berbagai hadiah istimewa pada hari-hari

tertentu sepanjang masa, maka carilah hadiah-hadiah itu. Semoga, salah seorang di antara kalian mendapatkan hadiah tersebut, sehingga ia tidak akan sengsara sesudah itu selamanya.” (HR. Thabrani) Apakah yang dimaksud hadiah istimewa Allah tersebut? Menurut Syekh Muhammad Husein Ya’kub, hadiah Allah itu adalah melimpahnya berbagai kebaikan, keberkahan dan kemuliaan yang dapat menjadikan kita berbahagia serta tertutupnya segala pintu-pintu keburukan yang dapat membuat kita menderita. Salah satu bentuk hadiah istimewa tersebut adalah bulan Ramadhan yang mulia dan penuh kenikmatan. Maka berbahagialah kita atas kehadirannya dan berserulah Marhaban ya Ramadhan. Betapa Nabi SAW selalu memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya atas kedatangan bulan Ramadhan. Abu Hurairah ra. menuturkan bahwa Nabi SAW selalu memberi kabar gembira kepada para sahabatnya : “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, Allah mewajibkan puasa atas kalian didalamnya. Pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, setan-setan dibelenggu, di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsipa yang diharamkan mendapat kebaikan malam itu maka ia telah diharamkan. Barang siapa berbuat amal kebaikan maka pahalanya 70 kali” Lau, bagaimana kita dapat meraih dan mampu mereguk limpahan anugerah Allah SWT tersebut yang diperuntukkan bagi kita? tidak ada kata lain, selain kita harus mempersiapkan diri untuk menyambutnya. Paling tidak ada empat langkah persiapan yang harus dilakukan : Pertama ; Persiapan mental („idaadun-nafsi), Ramadhan merupakan wahana perjuangan yang cukup berat, saat pertarungan yang sebenarnya, maka persiapan jiwa menjadi sangat penting sebab tanpa menyiapkan mental yang kuat, dipastikan tidak akan ada kesungguhan dan tidak akan sabar menghadapi godaan . Oleh karenanya, tekad yang kuat dan niat yang benar merupakan sikap yang paling menentukan untuk meraih keagungan Ramadhan. Ibnu Qayyim ra. berkata, “Memperoleh posisi tertinggi berkaitan dengan tekad yang tinggi dan niat yang benar. Barangsiapa yang tidak memiliki dua syarat ini, ia tidak akan sanggup mencapai posisi tersebut.

. Keimanan yang kokoh akan menambah kekhusu’an dan kenikmatan dalam beribadah. Keempat . memperbanyak shaum sunah. kita harus berupaya meningkatkan iman dengan thalabul ilmi. Maka. agar ibadahnya diterima oleh Allah SWT. dengan demikian Allah mewajibkan puasa hanya kepada orang-orang beriman. tetapi nilainya tentu sangat berbeda. mempersiapkan ilmu terutama ilmu yang terkait dengan keutamaan. sunat dan hal-hal yang dapat membatalkan serta merusak amal ibadah Ramadhan merupakan sesuatu yang mutlak untuk difahami dan dikaji. Sebab ibadah yang tidak disertai dengan ilmunya itu akan sia-sia dan tidak akan diterima oleh Allah SWT. meningkatkan amal ibadah dan berdo’a kepada Allah SWT. baik shaum di siang harinya dan shalat tarawih di malam harinya. Persiapan Ilmu („idaadu ilmi). syarat. Memang ada rukhshah untuk tidak berpuasa bagi yang sakit dan dapat diqadla di luar Ramadhan. Ketiga . Untuk itu. ibadah Ramadhan sangat terkait dengan kegiatan fisik. Iman yang mantap akan mempengaruhi kualitas ibadah seseorang. rukun. ibadah Ramadhan adalah ujian keimanan seseorang. sangat disayangkan bila kita melewati bulan Ramadhan dalam keadaan sakit. Persiapan Iman („Idaadur-ruhy).Kedua . Persiapan fisik dan harta („idadul Jismi wal-Maali). kesemuanya tentu memerlukan jasmani yang sehat dan kuat.