Laporan Praktek Motor Diesel

INDRA IRAWAN 075524046 S1 PTM – OTO A

PRAKTEK 1: OVERHAUL INJECTION NOZZLE 1. Tujuan
a. Mahasiswa mengenal komponen injection nozzle. b. Mahasiswa memahami cara kerja injection nozzle. c. Mahasiswa mampu membongkar dan memasang bagian – bagian injection nozzle. d. Mahasiswa mampu memperbaiki, memeriksa dan menyetel tekanan injection nozzle.

2. Keselamatan Kerja
a. Hindari lengan baju yang terlalu longgar. b. Hindarkan tumpahan solar ke lantai. c. Gunakan peralatan yang tepat saat memasang dan membongkar komponen. d. Hati – hati terhadap cipratan solar saat pengetesan. e. Jangan menyemprotkan nozzle ke bagian tubuh saat melakukan pengetesan.

3. Alat dan Bahan
a. Alat  Kunci ring 14  Kunci ring 12  Obeng +  Obeng –  Compression tester b. Bahan  Injection nozzle

4. Dasar Teori
Injection nozzle terdiri dari nozzle body dan needle. Nozzle menyemprotkan bahan bakar dari pompa injeksi ke dalam silinder dengan tekanan tertentu untuk mengatomisasikan bahan bakar secara merata. Pompa injeksi adalah sejenis katup yang dikerjakan dengan sangat presisi dengan toleransi 1/1000 mm. oleh karena itu, bila nozzle perlu diganti maka nozzle body dan needle harus diganti secara bersama – sama.

Injection nozzle harus dilumasi dengan bahan bakar diesel. Nozzle holder memegang nozzle dengan retaining nut dan distance piece. Nozzle holder terdiri dari adjusting washer yang mengatur kekuatan tekanan pegas untuk menentukan tekanan membukanya katup nozzle. Keterangan : 1. Mur pengunci 2. Saluran balik 3. Washer 4. Rumah nozel 5. Plat penyetel 6. Pegas 7. Pasak penekan 8. Plat antar 9. Nozel Rumah penahan nozel

Nozzle pintle Keterangan : 1. Batang penekan 2. Badan nozel 3. Jarum nozel 4. Lubang penyemprot 5. Pasak penyemprot 6. Saluran masuk 7. Konis penekan Langkah pasak Jenis penyemprotan Bentuk penyemprotan harus sesuai dengan bentuk kamar / ruang bakar. Tekanan pembukaan jarum nozel 100 – 150 bar

Cara Kerja 1. ini akan menekan permukaan ujung needle. 2. Bila tekanan ini melebihikekuatan pegas. 3. tekanan bahan bakar turun. dan tekanan pegas (pressure spring) mengembalikan nozzle needle ke posisi semula. Akhir penginjeksian Bila pompa injeksi berhenti mengalirkan bahan bakar. Sebelum penginjeksian Bahan bakar yang bertekanan tinggi mengalir dari pompa injeksi melalui saluran minyak pada nozzle holder menuju ke oil pool pada bagian bawah nozzle body. Penginjeksian bahan bakar Bila tekanan bahan bakar pada oil pool naik. nozzle Kejadian ini menyebabkan menyemprotkan bahan bakar ke ruang bakar. maka nozzle needle akan terdorong ke atas oleh tekanan bahan bakar dan nozzle needle terlepas dari nozzle body seat. . Pada saat ini needle tertekan kuat pada nozzle body seat dan menutup saluran bahan bakar.

sebelum pembongkaran dilakukan   Pasang injektor pada tester dengan longgar saja. Nozzle needle dan nozzle katup body untuk membentuk sejenis mengatur awal dan akhir injeksi bahan bakar dengan tekanan bahan bakar. melumasi semua komponen dan kembali ke over flow pipe. Lakukan pembuangan udara yang ada pada saluran tester. C D = Bentuk jelek = Bentuk baik .  Tutup kran saluran tekan ke manometer. Pemeriksaan bentuk penyemprotan A. antara pressure pin dan nozzle holder dan lainlain. B. Langkah Kerja Lakukan pemeriksaan bentuk penyemprotan. lakukan pengetesan bentuk penyemprotan dengan menggerakkan tuas dalam langkah penuh dengan kuat dan cepat.Sebagian bahan bakar tersisa diantara nozzle needle dan nozzle body. dengan menggerakkan tuas sampai solar keluar pada sambungan pipa. kebocoran dan tekanan penyemprotan. 5.

 Sudut penyemprotan yang baik adalah  4 . jepit pada ragum dengan alas penjepit alumunium.  Amati dan rasakan ujung bodi nosel dengan jari anda. pertahankan posisi tekanan ini selama  20 detik. Gerakan tuas tester sampai manometer menunjukkan tekanan  80 bar. Pembongkaran & Penyetelan  Bila salah satu tes yang dilakukan hasilnya tidak memuaskan. 1. baca tekanan pada manometer. Shim . bongkar sesuai dengan urutan pada gambar. catat hasilnya. Lihat pada manual. lepas injektor pada tester. o Tes kebocoran  Buka kran saluran tekan ke manometer. Baut pemegang 2. apakah ada tetesan atau ujung bodi nosel menjadi basah A : ada kebocoran B : tidak ada Tes tekanan penyemprotan  Gerakkan tuas tester dalam langkah penuh dengan kuat dan cepat. lihat dan amati kebocoran pada ujung nosel.

Batang pendorong 5. 6. Perakitan  Rakitlah injektor setelah semua komponennya terendam dalam solar.  Kontrol kembali bentuk penyemprotan.  Perhatikan : Keausan jarum. Perhatikan kebersihan ! Jangan sampai benang kain dst. Data yang tepat. Pegas 4.000 km. Lakukan tes luncur jarum.3. lubang bodinya dan kotoran yang menempel sangat mempengaruhi bentuk penyemprotan. Perbedaan tebal 0. untuk mencegah karatan.04 mm merubah tekanan penyemprotan  4 bar. lihat buku manual. Jarum dan bodi nosel 7. jarum harus meluncur pelan-pelan dengan sendiri !  Stel tekanan penyemprotan dengan cara merubah tebal shim (2). berada di dalam injektor. . Pembatas jarum 6. dengan memasukkan jarum pada bodinya. Mur pemegang  Bersihkan semua komponen dengan solar.  Tekanan penyemprotan injektor satu lubang adalah 100-130 bar (10-13 Mpa). Kesimpulan  Servis injektor dilakukan setiap 80. atau waktu timbul kesulitan pada pembakaran. tekanan penyemprotan dan kebocoran nozzle.

Keselamatan Kerja a. c. Mahasiswa mengenal komponen mesin diesel satu silinder. 2. Mahasiswa mampu memperbaiki dan menyetel mesin diesel satu silinder. Hindarkan tumpahan solar ke lantai. d. b. c. Hindari lengan baju yang terlalu longgar. d. Dasar Teori Pompa bahan bakar mesin diesel satu silinder Pompa injeksi biasanya dipasang dibagian sisi mesin dan digerakkan oleh crankshaft melalui mekasisme nok. Mahasiswa memahami cara kerja mesin diesel satu silinder. Tujuan a. Bahan  Mesin diesel satu silinder 4. Alat  1 set tool box  Sketmat  Micrometer  Compression tester d. .PRAKTEK 2: OVERHAUL MESIN DIESEL SATU SILINDER 1. b. 3. Hati – hati terhadap cipratan solar saat pengetesan. Mahasiswa mampu membongkar dan memasang bagian – bagian mesin diesel satu silinder. Gunakan peralatan yang tepat saat memasang dan membongkar komponen. Alat dan Bahan c.

sehingga tidak ada lagi penekanan solar ke nozel injeksi. Plunyer 4. Lubang Pemberi 5. Langkah lepas Plunyer bergerak keatas dari batas langkah awal sampai katup penyalur membuka. Sistem ini digunakan untuk pompa injeksi yang mempunyai elemen ukuran kecil. Langkah awal Karena poros nok. Alur pengontrol Cara kerja plunyer a. . Langkah ini akan berakhir apabila alur pengontrol berhubungan dengan lubang pemberi. Elemen Pompa Satu Lubang Pada barel yang terdapat satu lubang yang berfungsi untuk memasukkan solar kedalam ruang diatas plunyer. Langkah produktif Plunyer bergerak keatas. plunyer akan bergerak ke TMA sampai lubang pemberi tertutup oleh alur pada bagian atas plunyer c. katup penyalur terbuka didalam ruang tekan terjadi tekanan tinggi solar mengalir melalui pipa tekanan tinggi ke nozel injeksi. Pada langkah ini solar tertekan melawan pegas katup penyalur.  Celah memanjang Barel 3. Keterangan: 1. Lubang ini berhubungan langsung dengan ruang isap pada pompa injeksi. Plunyer pada posisi TMB (Titik Mati Bawah) Bahan bakar masuk melalui lubang pemberi pada barel kedalam ruang diatas plunyer b. d. 2.

kepala silinder. Unit mesin adlah bagian yang langsung menghasilkan tenaga dan terdiri dari blok motor.bagian motor diesel 4 Tak dengan satu silinder atau silinder tunggal . Dibagian atas silinder yaitu pada bagian berbentuk sebuah ruang bakar dan dilengkapi dengan katup masuk dan katup buang. besarnya mesin diesel dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu mesin diesel dan kelengkapan mesin. Ruang tekanan tinggi A berhubungan dengan ruang isap B melalui celah panjang. Langkah sisa Plunyer bergerak ke atas sampai titik mati atas (TMA). Katup ini digerakkan oleh poros bubungan (camshaft) untuk membuka dan menutup. torak beserta batangnya. Pada langkah ini tidak ada penekanan solar. Konstruksi dan bagian. Langkah total Langkah total adalah langkah bolak-balik plunyer dari TMB ke TMA. sedangkan ujung torak lainnya berhubungan langsung dengan poros engkol mesin sehingga gerak turun naik torak dalam silinder dapat memutar poros engkol. Blok motor merupakan bentuk dasar dari mesin dan terdiri dari mesin dan tabung silinder yang didalamnya terdapat sebuah torak yang dihubungkan dengan batang pemutar. poros bubungan. poros engkol. plunyer bergerak dari TMA ke TMB karena pegas plunyer f.e. Akibat dari langkah ini. Mesin diesel satu silinder Pada mesin motor diesel 4 tak dengan 1 silinder atau silinder tunggal. serta bagian lainnya.

Melepas baut pada tutup kap pangkal (bearing cap) 2. Pukul pelan-pelan batang torak tersebut dengan palu plastic (karet) sehingga sedikit demi sedikit piston tersebut dapat keluar. Mengukur tingkat keausan dari semua bahan tersebut. 5. tarik dengan pelan-pelan jangn sampai ada yang tergores dan letakkan pada tempat yang bersih. Melepas kepala silinder yang didalamnya terdapat klep atau pegas. 1. Melepas nozzle sehingga terlihat bagian-bagian klep dan pegas bahan bakar disertai selang atau pipa bahan bakar. d. 4. Melepas tangki bahan bakar kemudian dilanjutkan pada pengosongan oli dan air pada mesin. b.Untuk memperoleh daya tenaga pada mesin diesel ini. Setelah terlepas semua. Melepas bagian starter yang didalamnya sebagai penampung oli dan gigi transmisi. Mengukur piston   piston dan alat ukur jangka sorong Ukur diameter piston tersebut dengan posisi sebagai berikut . ingat-ingat posisi antara yang ada coakannya dan yang tidak ada coakan. Setelah keluar. c. 1. Membersihkan semua bahan diatas dengan mencucinya menggunakan bensin dan disemprot dengan compressor. h. Melepas bantalan metal jalan. g. udara disalurkan ke dalam silinder mesin kemudian dipadatkan oleh torak sehingga mencapai suhu tertentu pada saat bersamaan bahan bakar solar disemprotkan atau diinjeksi oleh nozzle pengkabut (injector) ke dalam silinder. i. Melepas piston dengan cara memukul connecting rod menggunakan palu karet sehingga piston menonjol keluar. 5. e. Melepas pompa bahan bakar dan saringan bahan bakar. 3. Langkah kerja Pada saat melaksanakan praktek motor diesel hal-hal yang dilakukan antara lain: a. Melepas pada bagian knalpot dengan cara mengendorkan semua baut sampai terlepas. f.

Jepit torak dengan treker plat pres. Tanda noteh pada permukaan ujung atas torak harus menghadap kearah depan mesin dan bagian kaki batang torak yang lebih panjang menghadap ke pompa injeksi 5. Membersihkan dan melumasi lubang silinder blok 2. Pasangkan bantalan metal jalan pada pangkal engkol. kunci pada bagian bantalan harus masuk pada alurnya 9. Mengukur diameter silinder      Menyiapkan alat ukur telescoping gauge dan jangka sorong Mengukur diameter silinder dengan posisi sebagai berikut: Telescoping gauge yang masih terkunci dimasukkan dalam silinder Lepaskan kunci telescoping gauge ketika sudah terletak di tempat yang diukur dan kemudian kunci kembali Keluarkan telescoping gauge dengan posisi miring untuk menghindari kontak sensor dengan dindidng silinder. Catat hasil pengukuran. sehingga kita mengetahui piston tersebut keadaanya aus atau tidak 2. Masukkan torak dengan batangnya pada blok silinder dengan memukul kepala torak kedalam silinder dengan memakai palu karet secara perlahan-lahan 7. Masukkan torak tersebut terus kedalam silinder blok sampai mengena bantalan metal jalan batang torak pada poros engkol 8. Menyusun cincin torak yang mana letak ujung cincin torak terbagi dalam 180° atau merupakan segitiga sama sisi 4. Ukur sensor menggunakan jangka sorong Memasang kembali torak ke dalam silinder 1. karena akan merubah hasil pengukuran  j. tapi posisi torak harus bias bergeser dengan plat pres tersebut 6. Melumasi toraak dan cincin torak dengan pelumas mesin 3. Pasangkan tutup kap pangkal pada batang torak dan masukkan kepala baut dan kunci dengan mur pengikat .

Ikat kepala baut sesuai dengan momen pengencangan spesifikasi yang telah ditentukan.80 75. Pembahasan a. diperoleh nilai iameter yang sama yaitu 75. Isi oli dan air ke dalam mein kemudian idupkan mesin. Marakit kembali komponen motor diesel dengan urutan kebalikan dari membongkar l.80 7. k.10. Silinder Berdasarkan pengukuran terhadap diameter silinder dengan berbagai macam pengukuran pada titik-titik pengukuran.80 75.80 mm. dari nilai pengukuran dapat disimpulkan bahwa keadaan silinder masih baik sehingga tidak diperlukan over size. b. Dan dibuktikan pada performa mesin yang masih optimal.80 B (mm) 75. 6.80 75. diperoleh hasil pengukuran keausan torak. Setelah diukur dengan berbagai posisi nilainya tetap yaitu diameternya sebesar 75 mm. . Hasil Analisa Hasil Pengukuran Diameter Piston Hasil Pengukuran Diameter Silinder Posisi 1 2 3 A (mm) 75 75 75 B (mm) 75 75 75 Posisi 1 2 3 A (mm) 75.80 75. Hal ini menunjukkan torak belum mengalami keausan sehingga tidak perlu adanya perbaikan atau mengganti dengan yang baru. Piston Berdasarkan analisa hasil praktek.

Kesimpulan Proses pembakaran pada motor diesel 4 tak 1 silinder adalah 1. Langkah kerja  Sedikit sebelum piston mencapai TMA panas udara yang dikompresi mencapai suhu 500°C-700°C. katup buang terbuka  Piston bergerak dari TMB ke TMA maka sisa gas pembakaran . Langkah kompresi  Piston bergerak dari TMB ke TMA dengan kedua katup tertutup  Udara bergerak dari TMB ke TMA kedua katup tertutup  Udara tadi dikompresikan oleh piston dalam silinder antara 1/12-1/16 bagian dari seluruh silinder  Kompresi udara sampai tekanan tinggi antara 35-40 kg/cm 3. Langkah hisap  Piston bergerak dari titik mati atas menuju titik mati bawah  Katup masuk terbuka. 4. karena panas yang tersedia didalam silinder cukup tinggi sehingga segera mengadakan pembakaran terhadap bahan bakar yang dikabutkan injector. Langkah pembuangan  Katup masuk tertutup. Silinder naik dengan cepat sampai mencapai tekanan 50 kg/cm2 dan mendorong piston dari TMA ke TMB menghasilkan langkah kerja motor.8. Kemudian pada saat ang bersamaan injector menyemprotkan bahan bakar solar yang berbentuk kabut dimana sifatnya mudah terbakar. katup buang tertutup karena isapan piston udara murni masuk ke dalam silinder mesin melalui intake manifold katup masuk 2.

Berhati-hatilah dalam melakukan pekerjaan. ALAT DAN BAHAN a. f. e. b.PRAKTEK 3: OVERHOUL POMPA INJEKSI TIPE ROTARY 1. Alat       Tool box Obeng +. Fuller gauge b. c. e. mahasiswa dapat membongkar dan memasang secara benar komponen mesin disel yang harus di tune up. d. Mahasiswa dapat menjelaskan cara kerja pompa injeksi tipe rotary 2. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang prinsip kerja pompa injeksi tipe rotary b. TUJUAN a. Bahan Pompa bahan bakar tipe rotary Compression tester Solar . Mahasiswa dapat mengetahui fungsi dan cara kerja dari masing-masing Komponen yang harus di tune up. c. d. h. Mahasiswa dapat mengembalikan keadaan mesin seperti semula. g. Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. menggunakan sepatu dan pakaian kerja. Bila perlu mintalah buku petunjuk keselamatan kerja 3. Teliti saat membongkar dan merakit kembali komponen-komponen mesin. KESELAMATAN KERJA a. Gunakanlah peralatan tangan sesuai dengan fungsinya. Menggunakan peralatan sesuai dengan kegunaannya. Ikutilah instruksi dari instruktur/guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja.

Solenoid 13. Katup penyalur 11. Pompa pengalir Fungsi : Menghisap bahan bakar dari tangki dan menekannya kedalam ruang pompa injeksi Petunjuk : Kemampuan menghisap kecil (max. Torak advans saat penyemprotan 8. Apabila kosong sama sekali. Pompa pengalir 3.4. Roda gigi penggerak governor 5. Cincin tol 6. pompa tidak mampu menghisap . Cincin nok 7. Spunyer 15. Poros penggerak pompa 2. Busing pengatur 9. ‘Katup pengatur tekanan 4. 1 meter). Penyetel volume maksimal 14. Tuas pengatur a. DASAR TEORI Nama bagian : 1. Plunyer 10. Governor 12.

tekanan bahan bakar bensin tinggi. Spunyer Fungsi : Mempertahankan tekanan bahan bakar didalam ruang pompa ( karena lubang pembuangan kecil ) Mengatur pembuangan udara secara otomatis Mengatur aliran solar untuk pendinginan pompa d. Aliran bahan bakar bertekanan tinggi Cincin rol Poros penggerak pompa Kopling Plunyer Cincin nok Celah masuk Lubang pembagi Nok Rol . Katup pengatur tekanan Fungsi : Mengatur tekanan bahan bakar kedalam ruang pompa sesuai dengan putaran mesin. Tekanan yang berubah digunakan untuk menggerakkan advans saat penyemprotan c.b. Putaran mesin tinggi. Putaran mesin rendah (idle) : tekanan bahan bakar rendah.

b) Langkah awal Saluran masuk tertutup karena gerak putar dan gerak naik plunyer c) Langkah kerja Plunyer bergerak kearah TMA. e) Langkah total Gerakan plunyer dari TMB – TMA It = I1 + I2 + I3 .e. d) Langkah akhir Plunyer bergerak ke TMA lubang pengatur 7 berhubungan dengan ruang pompa. Solar mengalir melalui saluran didalam plunyer 4 dan celah distribusi 5 menuju kesaluran tekanan tinggi 6. Solar mengalir kembali ke ruang pompa. Plunyer a) Langkah isap Plunyer pada posisi TMB. Solar mengalir melalui saluran masuk 1 dan celah pengatur 2 keruang tekanan tinggi 3.

1. Plunyer 4.f. Busing pengatur 2. Pemegang katup penyalur 5. Dudukan tuas start governor ( yang berlubang ) . 4. Katup penyalur 6. Kepala distributor Fungsi :    Sebagai silinder dari plunyer Sebagai tempat saluran tekanan tinggi Sebagai tempat duduk dari katup penyalur konstruksi Keterangan Kepala distributor dikonstruksi untuk mesin-mesin dengan 3. 5 dan 6 silinder. Kepala distributor 3.

Lepaskan control level.5. . Pasanglah pompa injection pump pada bracket 2. Lepaskan nut spring washer kemudian bracket dan berikan tanda posisi pemasangan pada control level serta control shaft untuk memudahkan dalam merakit kembali. Bautkan inserter pada control shaft. 3. Lepaskan keempat baut yang memegang govenor cover. 6. kemudian spring yang berbentuk silindris berlubang dan melingkar. kemudian angkat dan pisahkan govenor cover dan shaft dengan tepat memegang control shaft dengan inserter. 5. 4. Langkah kerja Langkah Pembongkaran 1. Lepaskan nut dan full load adjusting screw bersama dengan washer dan O-ring.

kemudian lepaskan pin dan kedua springnya. Lepaskan govenor spring dari retairing pin. Lepaskan control shaft dari govenor spring bersama dengan O-ring dan washer. washer dan govenor sleeve.7. kendurkan governor shaft dengan special tool. kemudian lepaskan. . Kendorkan nut dengan mengunakan adjusting device lalu lepaskan. kemudian lepaskan bersamaan delivery valve dan washer. Lepaskan delivery valve. Lepaskan flyweight holder bersama dengan lyweight. 10. 11. kemudian lepaskan bersama dengan Oring. 12. 9. 8. Lepaskan delivery valve holder dengan mengunakan socket wrench. Kendorkan plug dengan mengunakan socket wrench. Pasang pompa injeksi pada universal vise menghadap keatas.

Kendorkan kedua pivot bolt yang berada pada housing pompa dengan mengunakan socket wrench. 19. Lepaskan.13. dan lepaskan bersama dengan gasket. 15. 17. Lepaskan plunger dari housing pompa bersama dengan control sleeve plunger spring. magnet valve bersama dengan O-ring. spring seat. tersion lever dan corrector lever dengan melepas masing–masing pivot bolt. Lepaskan guide pin dan distributor head bersama dengan shim dan spring seat 18. Lepaskan gasket dari delivery valve. . Lepaskan keempat baut dan distributor head dari rumah pompa 16. 14. shim dan washer. Lepaskan govenor lever asembly yaitu starting lever.

21. . kemudian pasang oil seal pada drive shaft untuk mencegah jangan sampai keyway merusak oil seal 28. Lepaskan cam disk bersama dengan shim. 22. Gunakan tweezer (special tool) untuk melepas chip dan pin dari roller holder pin yang menghubungkan timer piston dengan roller holder asembly. Lepaskan roller assembly dengan menjepit bagian tengah roller holder dengan tang yang berujung panjang kemudian ditarik secara perlahan. Geserlah roller holder pin kearah tengah dari roller holder asembly. Kendurkan ke empat baut lalu lepaskan timer cover bersama dengan timer springdan O-ring. Putarlah drive shaft sampai keyway menghadap bagian atas pompa injeksi. Lepaskan gear.20. Lepaskan disk bersama dengan spring. Lepaskan timer piston bersama dengan sliding dan shim 26. 24. 25. 27. 23. rubber damper dan oil seal guid dari drive shaft.

ring dan kepala Distributor. dengan batas maksimal penyimpangan 2. Kendorkan kedua baut yang memegang feed pump cover. 2. Perikasa katup delivery. Apabila kerja tidak sesuai spesifikasi ganti katup satu set. Catatan: Jangan sampai menyentuh permukaan sliding dari plunger pompa dan katup delivery. gasket. Tarik keluar katup.29. Gunakan jangka sorong untuk mengukur panjang bebas dari setiap pegas . oil seal seal ring. Kendorkan regulating valve dengan mengunakan socket wrench kemudian dilepaskan bersama–sama dengan O-ring. Langkah perakitan “Langkah Perakitan dilakukan sebaliknya dari langkah pembongkaran” 6. Periksa pegas plunger dari adanya penyimpangan. Analisa Langkah Pemerikasaan dan Analisa Kerusakan 1. lepaskan feed pump assembly bersama dengan cover dengan menarik feed pump holder kearah bawah. Dengan mengetuk rumah pompa dengan mengunakan palu plastik. Cek bahwa katup bergerak masuk dengan perlahan ke kedudukannya. Ganti semua O-ring. Setelah melepas rumah pompa dari bracket. kemudian lepaskan. Periksa panjang pegas. 3. 4. masukkan feed pump holder kedalam rumah pompa dan balikan posisi dari pompa injeksi. 31.0 mm. Periksa plunger pompa. 30. 32. dan lepaskan.

6 mm / 0. 2. Mesin tidak mau hidup.Pegas katup delivery Pegas plunger Pegas kopling 24. Letakkan dial gauge pada posisi “0” pada titik mati bawah plunger. O-ring menjadi keras. dan hubungkan pipa bahan bakar supply dan overflow kepompa injeksi. Pengetesan Penyemprotan Minyak Untuk Injection Pump tipe Distributor. Dan berhati–hatilah jangan merusak bodi pompa.5 – 11. Aliran arus pada magnet valve guna untuk membuka aliran minyak pada Injection Pump tersebut. Periksa solenoid pemutus bahan bakar. Perbaikan: setiap pembongkaran sebaiknya O-ring selalu diganti guna mencegah terjadi kebocoran pada Injection Pump. Penyebab: karena panas yang di hasilkan Injection pump akan membuat O-ring yang terbuat dari karet tersebut akan menjadi keras.961 inchi 30. Kemudian putar pompa secara manual searah putaran seasuai dengan spesifikasinya. Analisa dan Perbaikan kerusakan pada pompa injeksi tipe rotary / distributor 1. antara lain: a. . Hubungkan pipa bahan bakar dan pipa injeksi.4 mm / 0. pasang measuring device beserta dial gauge. 2.181 inchi 16. Gunakan omh meter untuk mengukur tahanan antara terminal dan bodi solenoid. kemudian ukurlah prestroke dari plunger melalui dial gauge hingga oil test berhenti mengalir. Tahanan pada suhu 20 0C / 68 0F berkisar antara 9. Setelah melepas baut yang terpasang pada plug. 33. c. ungkit keluar seal oli. Gantilah perapat oli/seal dengan menggunakan kunci pas.0 mm / 1. b.654 inchi 5. Penyetelan prestrike.9 6. 1. Pasang pompa injeksi pada fixing stand dan dihubungkan dengan test stand pompa injeksi.

Nozzle tidak bekerja. yaitu melepaskan katup agar turun ke bawah. Control lever tidak dapat mencapai posisi kecepatan maximum. Pipa saluran bahan bakar yang tersumbat.Penyebab: tangki bahan bakar yang kosong. Hasil Pemeriksaan Dari langkah-langkah pemeriksaan di atas maka dapat diperoleh data sebagai berikut: a. Mesin tidak mencapai kecepatan maksimal. bersihkan saluran bahan bakar jika tersumbat. Perbaikan: Periksa saluran bahan bakar dari Injection Pump (periksa saluran dari kotoran yang menyumbat) setelah saluran bahan bakar baik. kerusakan ini juga terjadi pada Injection Pump tipe Inline. kabel magnet putus atau tidak mau bekerja. blade feed pump macet. setelah dilakukan pengetesan seperti yang dilakukan di atas. Penyebab: nozzle atau nozzle holder tidak berfungsi atau rusak. buang udara yang terperangkap pada ruang bahan bakar lakukanlah air bleding dengan memompakan feed pump. Perbaikan: Untuk spring governor bila telah lemah ganti dengan yang baru. nozzle 7. Periksa kabel penghubung magnet perbaikilah jika putus dan apabila feed pump tidak berfungsi berkemungkinan blade feed pump macet. ternyata hasilnya katup masih bergerak ke bawah secara perlahan jadi tidak perlu diganti tapi harus dibersihkan saja. adanya udara yang terperangkap pada ruang bahan bakar. 3. . Perbaikan: isi bahan bakar apabila kosong. aturlah control lever dengan memutar adjusting lever dan periksalah saluran bahan bakar. Penyebab: Governor spring terlalu lemah. lakukan pengecekan bila perlu lakukan pembongkaran pada nozzle bersihkan. jika nozzle tidak dapat dipakai lagi ganti dengan yang baru. dan penyemprotan bahan bakar tidak baik kerusakan ini juga dialami oleh Injection Pump tipe Inline. 4. bongkar dan perbaiki.

4. 6. 5. camplate. Untuk setiap pemeriksaan/reparasi pompa injeksi saat pemasangan kembali. 8. Pompa Rotary menggunakan sistem pelumasan bahan bakar solar menyeluruh di dalam ruang pompa injeksi. bisa juga diakibatkan kotoran yang mengendap ditangki dan terbawa oleh bahan bakar saat bahan bakar dipompakan dimana saringan minyak tidak bekerja dengan semestinya dan pelumasan yang kurang baik. Jumlah bahan bakar ditentukan oleh langkah as flyweight dengan plat governor. feedpump. Pemeriksaan plunger juga sama seperti katup di atas. biasanya diakibatkan oleh adanya pemakaian bahan bakar yang telah terkontaminasi dengan bahan lain. biasanya diakibatkan oleh adanya pemakaian bahan bakar yang telah terkontaminasi dengan bahan lain. 2.b. d. maka dari itu untuk pegas yang sudah agak molor tersebut dig anti. . seal/ring perapat oli diganti agar tidak terjadi kebocoran saat penggunaan. KESIMPULAN Dari hasil analisa yang penulis peroleh. Plunger yang tergores. Plunger yang tergores. maka penulis dapat mengambil kesimpulan diantaranya adalah : 1. Shaft Drive menggerakkan governor. c. 3. bisa juga diakibatkan kotoran yang mengendap ditangki dan terbawa oleh bahan bakar saat bahan bakar dipompakan dimana saringan minyak tidak bekerja dengan semestinya dan pelumasan yang kurang baik. Terdapat beberapa pegas yang sudah mulai molor. Pompa Rotary memiliki satu plunger namun mampu mendistribusikan kepada setiap silinder mesin sesuai dengan jumlah silinder mesin. Pompa rotary memiliki sistem otomatis untuk pemutusan bahan bakar maupun pemasokan bahan baker. plunger ditarik keatas kemudian rumah plunger dimiringkan sekitar 20o dan plunger juga masih bergerak turun perlahan jadi plunger masih baik.

Komponen-komponen yang sering bermasalah adalah seperti O-ring yang menjadi keras. delivery akan aus. 9. Tanda–tanda kerusakan dari Injection Pump dapat kita ketahui dengan cara mengamati bunyi yang ditimbulkan oleh mesin pada saat dioperasikan seperti bunyi mesin yang pincang atau merepet.7. Dalam pembongkaran Injection Pump kita akan mengetahui adanya komponen– komponen yang mengalami kerusakan dan perlu dilakukan pengantian guna untuk menjaga kondisi dari mesin. busing stang gas yang aus akibat pemakaian yang terlalu lama. suara yang ditimbulkan serta tenaga yang dihasilkan. . bearing yang aus dan sliding block yang goyang karena telah aus yang diakibatkan oleh peakaian yang telah lama. 8.

Bak dan solar 4. Menyetel saat penyemprotan pada pompa injeksi tipe in-line 2. Mahasiswa dapat mengetahui fungsi dan cara kerja dari masing-masing komponen yang ada pada pompa in – line. gerakan priming pump akan mengeluarkan udara dari sistem bahan bakar. Berhati-hatilah dalam melakukan pekerjaan. Melepas dan memasang kembali pompa injeksi tipe in-line b. 3. d. bahan 1. e. b. Kain lap 2. pada bagian atas filter body terdapat sumbat ventilasi udara yang dipergunakan untuk mengeluarkan udara yang mungkin dapat tercampur dengan bahan bakar. Mesin diesel 3. Obeng +. Pada saat sumbat ventilasi udara dilonggarkan.PRAKTEK 4: OVERHOUL POMPA INJEKSI TIPE IN-LINE 1. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang prinsip kerja pompa injeksi tipe in . Priming pump pada pompa injeksi tipe in line merupakan satu unit bersama feed pump yang dipasangkan pada body pompa injeksi Water sedimenter . Dasar Teori Pompa Injeksi tipe in line menggunakn filter dengan elemen kertas. Tujuan a. e. Feller gauge b. Gunakanlah peralatan tangan sesuai dengan fungsinya. menggunakan sepatu dan pakaian kerja. Mahasiswa dapat melakukan over houl pompa injeksi tipe in – line sesuai S. Menggunakan peralatan sesuai dengan kegunaannya. Alat dan Bahan a.-. d.O. Alat 1.P. Keselamatan Kerja a. 3. Teliti saat membongkar dan merakit kembali komponen-komponen mesin.line c. c. Tool box 2.

Timing injeksi bahan bakar diatur oleh automatic centrifugal timer. Governor mengatur banyaknya bahan bakar yang disemprotkan oleh injection nozzle dengan menggeser control rack. Governor dibedakan dalam dua tipe yaitu : simple mechanical sentrifugal governor dan combined governor yang merupakan kombinasi antara pneumatic governor dengan mechanical centrifugal governor.yang dipergunakan tipenya sama dengan pada tipe distributor. Delivry valve memegang dua peranan penting : mencegah aliran bahan bakar balik dari saluran bahan bakar ke daerah plunger dan menghisap bahn bakar dari injection nozzle untuk menghentikan injeksi dengan cepat. biasanya dipasangkan terpisah dari sarigan bahan bakar. Cam menggerakan plunger sesuai dengan firing order mesin. Feed pump menghisap bahan bakar dari tangki bahan bakar dan menekan bahan bakar yang telah disaring oleh filter ke pompa injeksi. Plunger dilumasi oleh bahan bakar diesel dan cam shaft oleh minyak pelumas mesin. Pompa injeksi tipe in line mempunyai cam dan plunger yang jumlahnya sama dengan jumlah silinder pada mesin. Timer mengatur putaran camshaft.Mesin mati jika control rack digerakan kearah akhir bahan bakar. . Gerak lurus bolak-balik dari plunger ini menekan bahan bakar dan mengalirkannnya ke injection nozzle melalui delivery valve.

5.  Lepaskan saluran bahan bakar dan pipa tekanan tinggi  Tutup lubang-lubang saluran bahan bakar pada pompa injeksi dan pada nozel  Lepaskan saluran vakum pada pompa injeksi apabila menggunakan governor vakum Lepaskan hubungan pedal gas dengan tuas penyetel pada pompa injeksi  Lepaskan baut . Perhatikan tanda pada puli atau roda gila.baut pengikat pompa injeksi  Lepaskan pompa injeksi dari dudukannya  Bersihkan bagian luar dari pompa injeksi dan ganti minyak pelumas pompa  Setel pompa injeksi pada saat penyemprotan silinder 1  Pasang kembali pompa injeksi pada mesin . Langkah Kerja Melepas dan memasang kembali pompa injeksi Sebelum melepas pompa njeksi. putar poros engkol pada posisi saat penyemprotan silinder 1.

 Lakukan pembuangan udara Penyetelan dengan pipa kapiler  Lepaskan pipa tekanan tinggi pada pemegang katup penyalur silinder 1  Pasang pipa kapiler pada pemegang katup penyalur silinder 1  Isi pipa kapiler sampai penuh dengan jalan menstarter mesin tanpa pemanas mula. o Tutup kran . sambil menekan tuas penyetel ke maksimum. o Turunkan permukaan bahan bakar pada pipa dengan membuka kran supaya permukaan bahan bakar mudah dilihat.

 Putar poros engkol sesuai dengan putaran mesin sampai mendekati saat penyemprotan silinder 1. . kemudian putar lagi dengan pelan-pelan (pukulpukul) sampai permukaan bahan bakar dalam pipa mulai naik o Saat penyemprotan benar-benar tepat apabila permukaan bahan bakar mulai bergerak ke atas dan tanda penunjuk segaris dengan derajat saat penyemprotan pada puli atau roda gila (contoh : 22o sebelum TMA  Apabila saat penyemprotan tidak tepat. longgarkan baut-baut pengikat pompa  Putar pompa berlawanan dengan putaran poros nok pompa apabila saat penyemprotan terlambat atau putar pompa searah dengan putaran poros nok pompa apabila saat penyemprotan terlalu awal  Lakukan penyetelan sekali lagi Baut pengikat Penyetelan dengan pipa lengkung  Keluarkan katup penyalur beserta pegasnya pada elemen injeksi silinder 1.

agar bisa di gunakan kembali.  Saat penyemprotan akan tepat apabila aliran solar yang melalui pipa lengkung mulai berhenti dan tanda petunjuk segaris dengan tanda derajat saat penyemprotan 6.P.. .  Bila tidak ada pompa listrik gunakan pompa tangan dengan mengoperasikan secara cepat.O. Kesimpulan Pada saat melakukan over houl pompa injeksi tipe in maka harus di perhatikan komponen-komponen sesuai tempatnya/kedudukannya sesuai dengan S. Pasang kembali pemegang katup penyalur momen putar pengencangan 30 – 35 Nm  Pasang pipa tes lengkung pada pemegang katup penyalur silinder 1  Tekan tuas penyetel pada posisi maksimum  Pompakan bahan bakar dengan bantuan pompa bensin listrik sampai bahan bakar mengalir melalui pipa lengkung  Putar poros engkol sesuai dengan putaran mesin sampai mendekati saat penyemprotan.

Pompa pemberi ini dilengkapi dengan pompa tangan untuk membuang udara pada aliran bahan bakar sebelum mesindihidupkan. Alat  1 set tool box  Kain Majun  Bak Kerja b. Mahasiswa dapat melepas dan memasang kembali pompa injeksi b. Bahan  1 unit pompa injeksi  Solar 3. Keselamatan Kerja a. Dasar Teori Pompa bahan bakar adalah model single acting pump dan dipasang pada again sisi dari injection pump.PRAKTEK 5: MELEPAS DAN MEMASANG POMPA INJEKSI 1. Gunakan baju kerja saat melakukan praktek b. dan digerakkan oleh injection pump camshaft. Saat membongkar ingat-ingat kembali tempat komponen tersebut dan kembalikan ketempat semula 4. Tujuan a. Mahasiswa dapat mengetahui cara kerja dari pompa injeksi 2. Alat dan Bahan a. Mahasiswa dapat mengetahui komponen-komponen dari pompa injeksi c. Kembalikan semua peralatan ke tempatnya semula setelah selesai melakukan praktek d. . Tidak boleh merokok saat praktek c.

walaupun pada putaran rendah. Apabila permukaan atas plunyer bertemu dengan . Sebuah celah diagonal yang disebut dengan control groove adalah bagian plunger yang dipotong pada bagian atas. Alur ini berhubungan dengan bagian atas plunger oleh sebuah lubang. Komponen Pompa Injeksi Cara kerja elemen pompa injeksi  Pada saat plunyer berada pada titik terbawah.  Pada saat poros nok pada pompa injeksi berputar dan menyentuh tappet roller maka plunyer bergerak ke atas. ketelitian ini cukup baik untuk menahan tekanan tinggi saat injeksi. sehingga celah antara plunger dan silinder sekitar 1/1000 mm. bahan bakar mengalir melalui lubang masuk (feed hole) pada silinder ke ruang penyalur (delivery chamber) di atas plunyer.Elemen pompa injeksi Pompa injeksi terdiri dari silinder yang sangat presisi.

tetapi pada saat bibir atas control groove bertemu dengan bibir bawah lubang masuk.bibir atas lubang masuk maka bahan bakar mulai tertekan dan mengalir keluar pompa melalui pipa tekanan tinggi ke injector. sehingga tidak ada lagi bahan bakar yang disalurkan.  Gerakan pluyer ke atas selanjutnya menyebabkan bahan bakar yang tertinggal dalam ruang penyaluran masuk melalui lubang pada permukaan atas plunyer dan mengalir ke lubang masuk menuju ruang isap. Ukuran elemen pompa dapat dilihat pada gambar 3. sehingga gerakan plunyer naik turun juga sebesar 8 mm. Langkah ini disebut “prestroke” dan pengaturannya dapat dilakukan dengan menyetel baut pada tappet roller. Dengan demikian plunyer baru akan menekan setelah bergerak ke atas kira-kira 1.9 mm.  Plunyer tetap bergerak ke atas. plunyer menutup lubang masuk kirakira 1. Jumlah bahan bakar yang dikirim tergantung pada posisi plunyer dan perubahan besarnya langkah efektif (Gambar 4). Pada saat plunyer pada posisi terbawah. Prestroke ini berkaitan dengan saat injeksi (injection timing) bahan bakar keluar pompa. Langkah efektif adalah langkah plunyer dimulai dari tertutupnya lubang masuk oleh plunyer sampai control groove bertemu dengan . Bagian bawah plunyer (flens) berkaitan dengan bagian bawah control sleeve. Ukuran pada elemen pompa Jumlah pengiriman bahan bakar dari pompa diatur oleh governor sesuai dengan kebutuhan mesin. Governor mengatur gerakan control rack yang berkaitan dengan control pinion yang diikatkan pada control sleeve. maka penyaluran bahan bakar terhenti. Tinggi pengangkatan nok adalah 8 mm. Control sleeve ini berputar bebas terhadap silinder.1 mm dari besar diameter lubang masuk sebesar 3 mm.

lubang masuk. yaitu selain mencegah bahan bakar dalam pipa tekanan tinggi mengalir kembali ke plunyer juga berfungsi mengisap bahan bakar dari ruang injector setelah penyemprotan (Gambar 5). Pengontrolan jumlah bahan bakar yang diinjeksikan Penekanan bahan bakar dari elemen pompa ke injector diatur oleh katup penyalur (delivery valve). Katup penyalur ini berfungsi ganda. Langkah efektif akan berubah sesuai dengan posisi plunyer dan jumlah bahan bakar yang diinjeksikan sesuai dengan besarnya langkah efektif. Katup penyalur .

Analisa dan pembahasan a.5. Pasang kembali seluruh komponen dari pompa injeksi sesuai dengan kebalikan dari pembongkaran 6. analisa Ketika melakukan bongkar pasang pompa injeksi ini lebih fokus melakukan pengamatan pada plunyer. Langkah Kerja Pada saat melaksanakan praktek motor diesel untuk melepas pompa injeksi halhal yang dilakukan antara lain: a. Melepas dudukan katup c. Plunyer dan batang pemutar plunyer tersebut patah sehingga tidak dapat bekerja secara maksimal. . Perhatikan bagian-bagian dari setiap komponen pompa injeksi dan pelajari tentang system kerja dari setip bagian pompa injeksi f. Praktek kali ini bertumpu pada plunyer beserta batang pemutar plunyer. Melepas baut yang pengikat b. Melepas pegas d. Setelah melakukan bongkar pasang tersebut terdapat masalah pada plunyer. Melepas plunyer Bagian Plunyer e.

Pembahasan Yang dibahas dalam praktek kali ini tentang plunyer beserta batang penggerak plunyer. Bahan bakar di dalam tangki disalurkan keluar oleh pompa penyalur melalui saringa-saringan pompa yang terletak pada pompa penyalur kemudian ke pompa bahan bakar dari water sedimenter ke saringan bahan bakar melalui nozzle injeksi. Akibat dari hal tersebut mesin tidak dapat bekerja secara maksimal bermula dari poros nok yang berputar dan noknya menggerakkan dudukan pegas kemudian ditekan yang ditopang oleh batang penggerak plunyer dan menggerakkan plunyer sebagai distributor bahan bakar untuk disalurkan ke injector. . Batang penggerak plunyer yang telah hancur tersebut harus segera diganti. Bahan bakar yang meembes dari injector ditampung oleh pipa saluran balik dan kembali ke saluran masuk pompa penyalur. Bahan bakar akan disaring dari kandungan air yang terdapat pada bahan bakar dipisahkan oleh water sedimeter sebelum dialirkan ke pompa injeksi bahan bakar. b. Tetapi bila batang penggerak rusak maka pegas tidak dapat bergerak. 7. Kesimpulan Sistem bahan bakar mesin diesel dibuat sedemikian rupa agar dapat menghasilkan kemampuan yang cukup pada waktu tekanan tinggi.Pada setiap komponen dari pompa injeksi memiliki fungsi masing-masing dimana saling mendukung bagaimana system kerja dari pompa injeksi itu sendiri.

5. Mahasiswa dapat mengetahui fungsi dan cara componen yang harus di tune up. Ikutilah instruksi dari instruktur/guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. 3. 2.-. Keselamatan kerja 1. Feller gauge . Gunakanlah peralatan tangan sesuai dengan fungsinya. 2. Tujuan 1. Bila perlu mintalah buku petunjuk keselamatan kerja 3. Menggunakan peralatan sesuai dengan kegunaannya. 8. 4. Teliti saat membongkar dan merakit kembali komponen-komponen mesin. 7. Mahasiswa dapat mengembalikan keadaan mesin seperti semula. Alat dan Bahan       Tool box Bak Kain lap Mesin disel Obeng +. Berhati-hatilah dalam melakukan pekerjaan. 6. kerja dari masing-masing 2. menggunakan sepatu dan pakaian kerja. 3. mahasiswa dapat membongkar dan memasang secara benar komponen mesin disel yang harus di tune up. Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja.PRAKTEK 6: TUNE UP MOTOR DIESEL POMPA INJEKSI TIPE ROTARY 1.

yaitu ruangan yang dibatasi oleh dinding silinder. penemu motor diesel adalah seorang ahli dari Jerman. kepala torak dan kepala silinder mampu menggerakkan torak yang selanjutnya memutar poros engkol. bernama Rudolf Diesel (1858 – 1913). udara dimasukkan kedalam silinder. Pada langkah hisap. Ia mendapat hak paten untuk mesin diesel pada tahun 1892. Terjadinya kevakuman ini menyebabkan udara segar masuk ke dalam silinder. Gas pembakaran yang terjadi akibat udara yang dikompresi dan bahan bakar yang diinjeksi di dalam ruang bakar. . Dasar teori 1. Siklus yang terdapat dalam motor diesel empat langkah. dengan perantaraan batang penggerak. Langkah hisap. piston bergerak kebawah dari titik mati atas ke titik mati bawah. Piston membentuk kevakuman di dalam silinder seperti pada mesin bensin. Torak bergerak translasi bolak-balik di dalam silinder dihubungkan dengan pena engkol pada poros engkol yang berputar pada bantalannya.4. Prinsip Kerja Motor Diesel Motor diesel yang ada dewasa ini merupakan bentuk perkembangan teknologi dibidang otomotif. Katup buang tertutup selama langkah hisap. tetapi mesin diesel tersebut baru dapat dioperasikan dengan baik pada tahun 1897. yaitu : a.

. Energi pembakaran mengekspansikan gas dengan sangat cepat dan piston terdorong ke bawah. Pada saat ini kedua katup tertutup. udara yang dihisap selama langkah hisap ditekan sampai tekanannya naik sekitar 30 kg/cm2 ( 427 psi. Udara yang terdapat dalam silinder didorong keruang bakar pendahuluan (precombustion chamber) yang terdapat pada bagian atas masing-masing ruang bakar (jenis indirect). Kejadian ini menyebabkan bahan bakar terurai menjadi partikel-partikel kecil dan bercampur dengan udara pada ruang bakar utama (main combustion) dan terbakar dengan cepat. Panas dan tekanan keduanya naik secara mendadak dan bahan bakar yang tersisa pada ruang bakar pendahuluan ditekan keruang bakar utama di atas piston. Pada langkah kompresi. ignition nozzel terbuka dan menyemprotkan kabut bahan bakar ke dalam ruang bakar pendahuluan dan campuran udara bahan bakar selanjutnya terbakar oleh panas yang dibangkitkan oleh tekanan. atau 2.b. Langkah pembakaran. Gaya yang mendorong piston ke bawah diteruskan ke batang piston dan poros engkol dan dirubah menjadi gerak putar untuk memberi tenaga pada mesin.942 kpa ) dengan temperatur sekitar 500-8000C (932-1472OF). piston bergerak dari titik mati bawah menuju titik mati atas. Pada akhir langkah pembakaran. c. Langkah kompresi.

Gas akan terbuang habis pada saat piston mencapai titik mati atas. Proses pembakaran ini tidak terjadi . 2. pembakaran. Selama mesin menyelesaikan empat langkah (hisap. kompresi. katup buang terbuka dan gas pembakaran dikeluarkan melalui katup buang pada saat piston bergerak kebawah lagi. tetapi terjadi di beberapa tempat. dimana terdapat campuran bahan bakar udara yang ideal untuk pembakaran. berlainan dengan pada motor bensin. Proses Pembakaran Bahan Bakar Pada Motor Diesel.d. Seperti telah diterangkan terdahulu motor diesel tidak memerlukan busi. buang). Disamping itu. dan setelah itu proses dimulai lagi dengan langkah hisap. Proses pembakaran adalah suatu reaksi kimia cepat antara bahan bakar (hidrokarbon) dengan oksigen dari udara. Langkah buang. pada motor diesel penyalaan bahan bakar itu tidak dimulai pada satu titik. poros engkol berputar dua kali dan menghasilkan satu tenaga. Pada saat piston menuju titik mati bawah.

3) dinamai periode pembakaran cepat (2). antara lain pada tekanan dan temperatur udara pada saat bahan bakar mulai disemprotkan. Periode pembakaran. bahan bakar akan terbakar dengan cepat. karena proses pembakaran tersebut terjadi dalam suatu proses pengecilan volume (selama itu torak masih bergerak menuju TMA). Supaya lebih jelas baiklah kita perhatikan garafik tekanan versus besarnya sudut engkol seperti tertulis pada Gambar. bahan bakar akan terbakar sendiri dengan cepat. Pada gambar ini dapat dilihat tekanan udara akan naik selama langkah kompresi berlangsung Beberapa derajat sebelum torak mencsapai TMA bahan bakar mulai disemprotkan. jenis dan derajat pengabutan bahan bakar. Hal tersebut dapat dilihat pada Gambar. Sesudah melampoi periode persiapan pembakaran. gerakan udara dan bahan bakar. dinamai periode . tekananya masih bertambah besar tetapi laju kenaikan tekanannya berkurang. Gambar. Sampai torak bergerak kembali beberapa derajat sudut engkol sesudah TMA. ketika terjadi kenaikan tekanan yang berlangsung dengan cepat (garis tekan yang curam dan luas. Bahan bakar akan segera menguap dan bercampur dengan udara yang sudah bertemperatur tinggi. garis BC pada Gambar. sebagai garis lurus yang menanjak. serta perbandingan bahan bakar-udara lokal. Oleh karena temperaturnya sudah melebihi temperatur penyalaan bahan bakar. Disamping itu penyemprotan bahan bakar juga tidak dapat dilaksanakan sekaligus tetapi berlangsung antara 30 . Waktu yang diperlukan antara saat bahan bakar mulai disemprotkan dengan saat mulai terjadinya pembakaran dinamai periode persiapan pembakaran (1) Waktu persiapan pembakaran bergantung pada beberapa faktor. Jumlah bahan bakar yang disemprotkan selama periode persiapan pembakaran tidaklah merupakan faktor yang terlalu menentukan waktu persiapan pembakaran.40 derajat sudut engkol. Hal ini disebabkan karena kenaikan tekanan yang seharusnya terjadi dikompensasi oleh bertambah besarnya volume ruang bakar sebagai akibat bergeraknya torak dari TMA ke TMB. 3). Periode pembakaran ketika masih terjadi kenaikan tekanan sampai melewati tekanan yang maksimum dalam tahap berikutnya (garis CD.sekaligus tetapi memerlukan waktu dan terjadi dalam beberapa tahap.

pada umumnya diusahakan agar tekanan gas maksimum terjadi pada saat torak berada diantara 15 – 20 derajat sudut engkol sesudah TMA Profil Tekanan Pembakaran Pada Berbagai Sudut Penyemprotan Proses pembakaran dibagi menjadi 4 periode: a) Periode 1: Waktu pembakaran tertunda (ignition delay) (A -B) Pada periode ini disebut fase persiapan pembakaran.pembakaran terkendali (3). bahkan mungkin yang sudah dihentikan. Maka haruslah diusahakan agar periode persiapan pembakaran terjadi sesingkat-singkatnya sehingga belum terlalu banyak bahan bakar yang siap untuk terbakar selama waktu persiapan pembakaran. karena partikelpartikel bahan bakar yang diinjeksikan bercampur dengan udara di dalam silinder agar mudah terbakar. perlu pula diperhatikan tekanan gas maksimum yang diperoleh. Laju kenaikan tekanan yang terlalu tinggi tidaklah dikehendaki karena dapat menyebabkan beberapa kerusakan. disamping laju kenaikan tekanan pembakaran itu. . Dipandang dari segi persiapan kekuatan mesin. Selanjutnya dalam periode pembakaran lanjutan (4) terjadi proses penyemprotan pembakaran dan pembakaran dari bahan bakar yang belum sempat terbakar. Supaya diperoleh efesiensi yang setinggitingginya. Dalam hal terakhir ini jumlah bahan bakar yang masuk ke dalam silinder sudah mulai berkurang.

b) Periode 2: Perambatan api (B-C) Pada periode 2 ini campuran bahan bakar dan udara tersebut akan terbakar di beberapa tempat. Jadi walaupun injeksi telah berakhir. sehingga menyebabkan tekanan dalam silinder naik. Ruang bakar air cell (Air cell combustion chamber) . yaitu: a) Tipe ruang bakar langsung (direct combustion chamber) b) Tipe ruang bakar tambahan (auxiliary combustion chamber) Tipe ruang bakar tambahan terdapat dalm 3 macam. Ruang bakar pusar (swirl chamber) 3). maka bahan bakar yang diinjeksikan langsung terbakar. sebab ruang bakar tersebut direncanakan dengan tujuan agar campuran bahan udara dan bahan bakar menjadi homogen dan mudah terbakar sekaligus. Bentuk ruang bakar pada motor diesel sangat menentukan kemampuan mesin. temperatur gas buang akan tinggi menyebabkan efisiensi panas turun. pembakaran masih tetap berlangsung. tetapi bahan bakar belum terbakar semua. c) Periode 3: Pembakaran langsung (C-D) Akibat nyala api dalam silinder. yaitu: 1). Bila pembakaran lanjut terlalu lama. Pembakaran langsung ini dapat dikontrol dari jumlah bahan bakar yang diinjeksikan. Bentuk ruang bakar mesin diesel Ruang bakar pada motor diesel lebih rumit dibanding ruang bakar motor bensin. Ruang bakar motor diesel digolongkan menjadi 2 tipe. d) Periode 4: Pembakaran lanjut (D-E) Injeksi berakhir di titik D. Nyala api akan merambat dengan kecepatan tinggi sehingga seolah-olah campuran terbakar sekaligus. 3. Periode ini sering disebut periode ini sering disebut pembakaran letup. sehingga periode ini sering disebut periode pembakaran dikontrol. Ruang bakar kamar muka (precombustion chamber) 2).

maka penyaluran bahan bakar pada mesin diesel harus memenuhi syarat:  Mesin diesel harus mempunyai perbandingan kompresi yang tinggi agar mempunyai suhu dan tekanan kompresi yang tinggi sehingga mampu membakar bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Dengan injeksi maka bahan bakar akan berbentuk partikel-partikel atau butiran-butiran yang kecil. Sistem Bahan Bakar Motor Diesel Berdasarkan uraian tentang prinsip kerja mesin diesel yang membakar bahan bakar berdasarkan suhu kompresi secara bertahap. feed pump menghisap bahan bakar dari tangki bahan bakar. sedangkan injector berfungsi menyemprotkan bahan bakar tepat waktu ketika diperlukan pada akhir langkah kompresi.  Di samping mesin diesel harus memiliki ruang bakar yang memungkinkan atomisasi bahan bakar. Oleh karena itu dalam mesin diesel diperlukan peralatan untuk injeksi yaitu pompa injeksi dan injector (pengabut). Bahan bakar disaring oleh fuel filter dan kandungan air yang tedapat pada bahan bakar dipisahkan oleh fuel sedimenter sebelum dialirkan ke pompa injeksi bahan bakar. Pada Sistem bahan bakar mesin diesel.  Agar bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam silinder mesin diesel dapat mudah terbakar maka diperlukan ruang bakar yang dapat memungkinkan bahan bakar dan udara dapat bercampur secara homogen dalam bentuk partikel yang lebih kecil-kecil dari sebelumnya. Pompa injeksi berfungsi menekan bahan bakar dari tangki ke injector. .4. maka bahan bakar yang disalurkan ke dalam ruang bakar harus dengan injeksi. Sistem bahan bakar yang baik harus terdiri dari komponenkomponen yang baik pula. Bahan bakar mesin diesel mempunyai sifat titik nyalanya tinggi sehingga harus dibuat menjadi partikel atau butiran yang lebih kecil.  Berdasarkan 3 hal di atas maka pada mesin diesel diperlukan suatu sistem bahan bakar yang dapat memenuhi syarat agar terjadi pembakaran yang baik.

5. Pompa Injeksi Sistem injeksi bahan bakar pada mesin diesel merupakan sistem paling penting di antara sistem-ssitem yang lain. Dengan sistem injeksi bahan bakar yang baik dan tepat akan menghasilkan tenaga mesin yang optimal. Sebaliknya sistem injeksi bahan bakar yang kurang baik dan kurang tepat dapat menyebabkan tenaga mesin diesel kurang optimal, bahkan mungkin saja mesin diesel tidak dapat dijalankan sama sekali. Banyak orang yang menyatakan bahwa sistem injeksi bahan bakar pada mesin diesel merupakan jantung hidup matinya mesin. Sistem injeksi bahan bakar mesin diesel mencakup rangkaian komponen-komponen yang berhubungan dengan bahan bakar, yang berfungsi mengisap bahan bakar dari tangki bahan bakar, memompakan bahan bakar, sampai bahan bakar tersebut diinjeksikan ke dalam ruang bakar silinder mesin dalam rangka memperoleh tenaga.

 Fungsi Sistem Injeksi Bahan Bakar Berdasarkan pengertian sistem injeksi bahan bakar pada mesin diesel di atas, maka fungsi sistem injeksi bahan bakar mesin diesel yaitu:        Menyimpan bahan bakar Menyaring bahan bakar Memompa atau menginjeksi bahan bakar ke dalam ruang bakar silinder mesin Mengabutkan bahan bakar ke dalam ruang bakar silinder mesin Memajukan saat penginjeksian bahan bakar Mengatur kecepatan mesin sesuai dengan bebannya melalui pengaturan penyaluran bahan bakar Mengembalikan kelebihan bahan bakar ke dalam tangki bahan bakar.

Syarat sistem injeksi bahan bakar mesin diesel Sistem injeksi bahan bakar mesin diesel harus memenuhi syarat sebagai berikut: a. Memberikan sejumlah tertentu bahan bakar. Sistem injeksi bahan bakar harus setiap saat tertentu memberikan sejumlah tertentu bahan bakar ke tiap-tiap silinder mesin diesel. b. Menepatkan saat penginjeksian bahan bakar Bahan bakar harus diinjeksikan ke dalam silinder tepat pada saat kemungkinan mesin diesel mampu menghasilkan tenaga yang maksimum. Bahan bakar yang diinjeksikan terlalu cepat atau terlalu lambat selama langkah usaha menyebabkan terjadinya kerugian tenaga. c. Mengendalikan kecepatan pengiriman bahan bakar. Kerja mesin diesel yang halus pada tiap-tiap silinder tergantung pada lama waktu yang diperlukan untuk menginjeksikan bahan bakar. Kecepatan mesin yang lebih tinggi harus dicapai dengan pemasukan bahan bakar yang lebih cepat pula. d. Mengabutkan bahan bakar. Bahan bakar harus sepenuhnya tercampur dengan udara untuk pembakaran sempurna. Dalam hal ini bahan bakar harus dikabutkan menjadi partikel-pertikeal yang halus. Dengan demikian penginjeksian bahan bakar ke dalam silinder mesin diesel harus pada saat yang tepat dan jumlah yang tepat pula sesuai dengan jumlah yang diperlukan. Pompa injeksi biasanya dipasang dibagian sisi mesin dan digerakan oleh crankshaft melalui timing gear atau sebuah timing belt. Ada dua tipe pompa injeksi : Tipe distributor dan tipe in line Untuk pompa injeksi tipe distributor atau rotary dirancang untuk memenuhi kebutuhan pemakai yang menginginkan mesin menghasilkan kecepatan putaran lebih tinggi lagi, khususnya untuk digunakan pada mesin diesel yang kecil, dan dibuat lebih ringan serta lebih ringkas bila dibandingkan dengan konvensional pompa injeksi tipe in-line dalam kapasitas yang sama.

Bahan bakar diesel dibersihkan oleh water sedimenter dan fuel filter kemudian ditekan ke rumah pompa injeksi oleh vane type feed pump yang mempunyai empat buah vane, bahan bakar melumasi komponen pompa pada saat mengalir ke pump plunger, sebagian bahan bakar kembali ke tangki melalui overflow screw sambil mendinginkan bagianbagian pompa yang dilewatinya. Pump plunger bergerak lurus bolak-balik samil berputar karena bergeraknya drive shaft, camplate, tappet rolers, plunger spring dan bagian-bagian lainnya. a. Cara kerja pompa Injeksi Tipe Distributor 1. Feed pump tipe rotari vane mengalirkan bahan bakar dari fuel tank melalui water sedimenter dan fuel filter, kemudian bahan bakar dikirm ke dalam rumah pompa injeksi. 2. Pressure regulating valve mengatur tekana bahan bakar di dalam feed pump. 3. kelebihan bahan bakar kemabli ke fuel tank melalui katup over flow. Sebagian kelebihan bahan bakar digunakan untuk mendinginkan alat-alat yang bekerja. 4. cam plate digerakkan oleh drive shaft, pompa plunger bersatu didalam cam plate dan bahan bakar dialirkan dengan gerakan bolak-balik dari plunger. 5. jumlah bahan bakar yang di injeksikan diatur oleh mechanical governor. 6. injection timing diatur oleh timer, yang bekerja berdasarkan tekanan bahan bakar. 7. fuel cut solenoid digunakan untuk menutup aliran bahan bakar ke dalam pompa plunger. 8. delivery valve mempunyai du fungsi, untuk mencegah bahan bakar dari dalam pipa injeksi ke plunger dan menghisap sisa bahan bakar dari nozzle pada akhir injeksi. b. Aliran bahan bakar pompa injeksi tipe distributor Bahan bakar dari tangki bahan bakar(fuel tank) melalui water sedimenter dan fuel filter oleh feed pump yang terdapat di dalam pompa injeksi. Feed pump selain berfungsi menghisap bahan bakar dari tangki bahan bakar danmenekan ke dalam body pompa injeksi, juga mensirkulasikan bahan bakar untuk melumasi bagian-bagian pompa injeksi yang bergerak. Pump plunger mengatur banyaknya bahan bakar dan membagi bahan bakar dengan tekanan tertentu secara tepat sesuai dengan firing order kesemua injection, dimanan bahan bakar diinjeksikan ke dalam ruang bakar (combustion chamber).

Kelebihan bahan bakar dari pompa injeksi dan injection nozzle akn kembali ke tangki bahan

Gerakan bolak-balik plunger menaikan tekanan bahan bakar dan menekan bahan bakar melalui delivery valve ke injection nozzle. Tanda TMA pada puli motor .25) dan katup buang (0. ( Besarnya celah katup pada mesin panas/dingin biasanya tidak sama )   Lepaskan tutup kepala silinder Putar motor searah dengan putarannya sampai tanda TMA Tanda TMA terletak pada puli motor ( gambar ) atau pada roda gaya. 5. Sirkulasi bahan bakar seperti ini mendinginkan dan melumasi bagian pompa injeksi yang bergerak. Setel Klep  Besar celah katup isap (0. akibatnya penginjeksian bahan bakar akan berhenti dan mesin akan mati. juga menghangatkan bahan bakar di dalam tangki bahan bakar untuk mencegah terjadinya pengentalan bahan bakar di waktu bahan bakar dingin.bakar (fuel tank) melalui over flow screw dan fuel return line. Mesin mati bila injeksi bahan bakar berakhir : pada saat starter switch off. Posisi tapped roller diubah-ubah oleh timer untuk mengatur Injection timing. Langkah Kerja Langkah Pembongkaran 1.30). Fuel injection timing diatur oleh pressure timer. Mechanical governor mengatur banyaknya bahan bakar yang diseprotkan dari nozzle dengan menggerakan spiil ring sehingga merubah saat akhir langkah efektif plunger. timer sendiri diatur oleh tekanan pengirim dari feed pump. arus yang mengalir ke fuel cut off solenoid terputus dan saluran bahan bakar tertutup oleh solenoid plunger.

Pada silinder berikut. silinder pertama pada saat akhir langkah kompresi. katup buang dapat distel dan seterusnya.  Stel katup. yang berada pada posisi saat akhir langkah kompresi. Penyetelan pertama : silinder yang berada pada posisi saat akhir kompresi kedua katup dapat distel. Putar motor satu putaran lagi sampai tanda TMA . Setengah jumlah katup dapat distel. Pada silinder berikutnya lagi. katup masuk dapat distel. kedua katup mempunyai celah. M1 M2 M3 M4 M B X Katup masuk Katup buang Katup yang dapat distel B1 B2 B3 B4 Motor 6 silinder. Katup-katup pada silinder terakhir tidak dapat distel. Tentukan apakah silinder pertama atau terakhir. Lihat gambar berikut : Contoh : Motor 4 silinder. Jangan mengencangkan mur-mur terlalu keras Gunakan kunci ring rata dan obeng yang cocok. Pada saat akhir langkah kompresi. silinder keenam pada saat akhir langkah kompresi M1 M2 M3 M4 M5 M6 B1 B2 B3 B4 B5 B6 Hal-hal yang perlu diperhatikan pada penyetelan katup :     Fuler harus dapat didorong / tarik Fuler yang berombak harus diganti baru.

000 km. Pembersihan / Penggantian Saringan Udara       Lepas saringan udara Cuci saringan udara dengan bensin ( masuk dan keluarkan saringan bensin 3 – 4 kali ke dalam bak berisi bensin ) Keluarkan oli dari rumah saringan udara. bersihkan rumah saringan udara dengan bensin kemudian keringkan dengan pistol udara atau kain lap.   Stel celah katup-katup yang lain (setengah jumlah katup ) Pasang tutup kepala silinder. Hidupkan motor dan kontrol dudukan/kebocoran paking tutup kepala silinder serta sambungan-sambungan ventilasi karter. Jika kotor sekali harus diganti baru Pembersihan saringan udara : a) Ketok beberapa kali b) Semprot udara dari dalam dengan pistol udara . Pakai oli mesin yang bersih Beri sedikit oli kedalam elemen saringan Pasang kembali rumah saringan. 2. Perhatikan kedudukan paking-pakingnya Petunjuk Saringan udara jenis tandon oli perlu dibersihkan setiap 10. Isi oli pada rumah saringan udara sampai tanda batas permukaan. Pembersihan / penggantian saringan udara jenis kering    Lepas saringan udara Periksa kondisi saringan udara.

Oli itu berasal dari sistem ventilasi karter. Jika banyak gas yang keluar. perhatikan kedudukan paking-pakingnya paking Petunjuk Saringan udara jenis kering harus diganti baru setiap 20’000 – 40’000 km 3. cincin torak bocor. Permukaan batas oli motor ( mungkin terlalu tinggi ) Kerapatan cincin-cincin torak. Kontrol. Bersihkan sistem tersebut dan kontrol : 1. Untuk ini buka tutup pengisi oli pada saat motor hidup. Lihat gambar.Kadang-kadang saringan udara basah oleh oli. akibatnya gas tersebut dapat membawa oli mesin sampai saringan udara. . 2. Penggantian Oli Motor dan Saringan Oli  Langkah kerja    Letakkan bak dibawah motor Lepas baut pembuang oli yang terletak pada karter Lepas saringan oli dengan tangan atau kunci pelepas khusus. apakah paking karetnya tak tertinggal pada motor !  Pemilihan saringan oli   Pilih saringan oli dengan mencocokkan ulir saringan dan diameter paking dahulu Kontrol apakah saringan oli lama dilengkapi dengan katup “ by-pass “ atau tidak. Pada waktu pemasangan. 3. Pasang kembali rumah saringan udara.

apakah oli tepat pada tanda max ! . maka saringan oli harus dilengkapi dengan katup anti. Jika posisi pengikatan horisontal atau sambungan saringan dibawah. Periksa dan bersihkan tempat dudukan saringan oli. Kontrol. Pasang saringan oli baru dan keraskan sedikit dengan tangan. gunakan paking baru. Isi oli pada motor.balik  Katup anti-balik ( karet )      Pasang baut pembuang oli kembali . Beri oli atau vet pada paking saringan oli baru.Katup “ by-pass Aliran oli normal melalui saringan Aliran oli jika saringan tersumbat atau oli masih dingin ( kental )  Kontrol perlu tidaknya katup anti-balik didalam saringan oli dengan melihat posisi pengikatan saringan oli terhadap motor.

sabuk yang panjang  15 mm.5. sabuk harus dikeluarkan untuk diperiksa. Sabuk yang rusak ( pada gambar ) harus diganti. Penyetelan yang baik : sabuk yang pendek dapat ditekan dengan tangan  10 mm. 10. Pengisian oli Pada motor ini. Letak penyetel biasanya pada pemegang generator. Gunakan pengungkit. 12. 4.  Jika sabuk harus diganti. Lebar : 9.   Periksa kedudukan sabuk penggerak. perhatikan ukurannya Ukuran sabuk mengikuti normalisasi.  Bersihkan bagian-bagian mobil yang kotor kena oli Hidupkan motor dan kontrol kebocoran pada baut pembuang dan saringan oli yang telah dipasang. maka oli yang akan diisi mengalir melalui lubang busi ke dalam ruang bakar. Bila kedudukannya pada puli terlalu dalam.5 mm Panjang : Pentahapannya adalah 25 mm misal : 800. Jika tidak dapat diperiksa saat terpasang. Waktu busi telepas. 825. jangan mengisi oli pada saat busi terlepas. .  Perhatikan ketegangan sabuk penggerak ! Kurang tegang  sabuk slip  cepat aus Terlalu tegang  bantalan pompa air dan generator menjadi cepat rusak. sabuk harus diganti. setel / ganti bila sudah rusak Langkah kerja  Periksa seluruh bagian sabuk penggerak. 11. tabungnya kendor. 850 mm dst  Beri vet atau cairan khusus pada sabuk lama yang berbunyi. Cek v belt.5. Stel ketegangan sabuk penggerak.5.

Jumlah bahan bakar ditentukan oleh langkah as flyweight dengan plat governor. 7. suara yang ditimbulkan serta tenaga yang dihasilkan. Plunger yang tergores. 6. Shaft Drive menggerakkan governor. Pompa Rotary memiliki satu plunger namun mampu mendistribusikan kepada setiap silinder mesin sesuai dengan jumlah silinder mesin. busing stang gas yang aus akibat pemakaian yang terlalu lama. maka dapat diambil kesimpulan diantaranya adalah : 1. delivery akan aus. Pompa Rotary menggunakan sistem pelumasan bahan bakar solar menyeluruh di dalam ruang pompa injeksi. 9. Komponen-komponen yang sering bermasalah adalah seperti O-ring yang menjadi keras. bearing yang aus dan sliding block yang goyang karena telah aus yang diakibatkan oleh peakaian yang telah lama. 4. 2. Dalam pembongkaran Injection Pump kita akan mengetahui adanya komponen– komponen yang mengalami kerusakan dan perlu dilakukan pengantian guna untuk menjaga kondisi dari mesin. camplate. biasanya diakibatkan oleh adanya pemakaian bahan bakar yang telah terkontaminasi dengan bahan lain. Pompa rotary memiliki sistem otomatis untuk pemutusan bahan bakar maupun pemasokan bahan baker. Kesimpulan Dari hasil analisa yang diperoleh. Tanda–tanda kerusakan dari Injection Pump dapat kita ketahui dengan cara mengamati bunyi yang ditimbulkan oleh mesin pada saat dioperasikan seperti bunyi mesin yang pincang atau merepet. 8. bisa juga diakibatkan kotoran yang mengendap ditangki dan terbawa oleh bahan bakar saat bahan bakar dipompakan dimana saringan minyak tidak bekerja dengan semestinya dan pelumasan yang kurang baik. 5. feedpump.5. Kalibrasi Pompa Injektor 6. . 3.

Menggunakan peralatan sesuai dengan kegunaannya. KESELAMATAN KERJA 1. Mahasiswa menggunakan sepatu dan pakaian kerja. Mahasiswa dapat membongkar dan memasang secara benar komponen mesin disel yang harus di tune up. 3. Gunakanlah peralatan tangan sesuai dengan fungsinya. Mahasiswa dapat mengembalikan keadaan mesin seperti semula. pada bagian atas filter body terdapat sumbat ventilasi udara yang dipergunakan untuk mengeluarkan udara . Mahasiswa dapat mengetahui fungsi dan cara kerja dari masing-masing componen yang harus di tune up. 6. c. TUJUAN a. Berhati-hatilah dalam melakukan pekerjaan. 4.-.  DASAR TEORI Untuk Pompa Injeksi Tipe In – line Pompa Injeksi tipe in line menggunakn filter dengan elemen kertas. 2. b. 2. 5. 4. Teliti saat membongkar dan merakit kembali komponen-komponen mesin.PRAKTEK 7: TUNE UP MOTOR DIESEL POMPA INJEKSI TIPE IN-LINE 1. Ikutilah instruksi dari instruktur/guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. Feller gauge 3. ALAT DAN BAHAN       Tool box Bak Kain lap Pompa injeksi tie in line Obeng +.

Feed pump menghisap bahan bakar dari tangki bahan bakar dan menekan bahan bakar yang telah disaring oleh filter ke pompa injeksi. Delivry valve memegang dua peranan penting : mencegah aliran bahan bakar balik dari saluran bahan bakar ke daerah plunger dan menghisap bahn bakar dari injection nozzle untuk menghentikan injeksi dengan cepat. gerakan priming pump akan mengeluarkan udara dari sistem bahan bakar.yang mungkin dapat tercampur dengan bahan bakar. Pompa injeksi tipe in line mempunyai cam dan plunger yang jumlahnya sama dengan jumlah silinder pada mesin. Priming pump pada pompa injeksi tipe in line merupakan satu unit bersama feed pump yang dipasangkan pada body pompa injeksi Water sedimenter yang dipergunakan tipenya sama dengan pada tipe distributor. . Cam menggerakan plunger sesuai dengan firing order mesin. Gerak lurus bolak-balik dari plunger ini menekan bahan bakar dan mengalirkannnya ke injection nozzle melalui delivery valve. Pada saat sumbat ventilasi udara dilonggarkan. biasanya dipasangkan terpisah dari sarigan bahan bakar.

Governor mengatur banyaknya bahan bakar yang disemprotkan oleh injection nozzle dengan menggeser control rack. selain itu dapat disimpulkan dari hasil praktek adalah sebagai berikut :     Celah katup terlalu longgar sehingga perlu adanya penyeragaman celah katup. Governor dibedakan dalam dua tipe yaitu : simple mechanical sentrifugal governor dan combined governor yang merupakan kombinasi antara pneumatic governor dengan mechanical centrifugal governor. setel / ganti bila sudah rusak  Kalibrasi pompa injektor  Pemeriksaan sambungan selang bahan bakar Tune up adalah mengembalikan keadaan mesin pada kondisi semula dengan cara menservice komponen mesin diesel serta mengganti komponen-komponen mesin diesel yang telah rusak. 5. Saringan udara masih layak digunakan. .Plunger dilumasi oleh bahan bakar diesel dan cam shaft oleh minyak pelumas mesin. Timing injeksi bahan bakar diatur oleh automatic centrifugal timer. Berikut adalah tune up yang dilakukan.Mesin mati jika control rack digerakan kearah akhir bahan bakar. sehingga perlu dilakukan pengkalibrasian. Timer mengatur putaran camshaft. Kesimpulan dan saran Berdasarkan praktek yang telah dilakukan maka perlu adanya penggantian pada beberapa komponen yang telah mengalami keausan. 6. Volume penyemprotan bahan bakar tidak sama. Keadaan v belt masih dalam keadaan baik. Langkah kerja Berdasarkan praktek yang telah dilakukan proses tune up yang dilakukan adalah sebagai berikut :  Setel klep  Pembersihan / Penggantian Saringan Udara  Penggantian Oli Motor dan Saringan Oli  Cek v belt.

Keselamatan Kerja a. c. 3. b. Hati – hati terhadap cipratan solar saat pengetesan. Dasar Teori a. Alat  Tes bench dan peralatannya. Bahan  Pompa injeksi inline 5. Mahasiswa mampu memeriksa dan menyetel sinkronisasi antar masing – masing silinder. d. b. c.  Obeng +  Obeng – b. Alat dan Bahan a. Pompa Injeksi Inline Pompa injeksi biasanya dipasang dibagian sisi mesin yang digerakkan oleh crankshaft melalui timing gear atau sebuah timing belt. d. Mahasiswa mampu menyetal batas putaran maksimum. Jangan mengerem motor listrik dengan tangan pada saat putaran dihentikan. Hindarkan tumpahan solar ke lantai.PRAKTEK 8: KALIBRASI POMPA INJEKSI INLINE 2. Tujuan a. Hindari lengan baju yang terlalu longgar. Pompa injeksi tipe inline mempunyai cam dan plunger yang jumlahnya sama dengan jumlah silinder pada mesin. feed pump menghisap bahan bakar dari tangki bahan bakar dan menekan bahan bakar yang telah disaring oleh filter ke pompa injeksi. Cam menggerakkan . Mahasiswa mampu menyetel langkah pendahuluan. Pada pompa injeksi inline. Mahasiswa mampu mengoperasikan alat pengetesan pompa injeksi (tes bench). 4.

Tangki Bahan Bakar 2. Priming Pump 4. Timer mengatur putaran camshaft. Keterangan: 1. Governor dibedakan menjadi dua tipe yaitu Simple Mechanical Sentrifugal Governor dan Combined Governor merupakan kombinasi antara Pneumatic Governor dengan Mechanical Sentrifugal Governor. Timing injeksi bahan bakar diatur oleh automatic centrifugal timer. Gerak lurus bolak – balik dari plunger ini menekan bahan bakar dan mengalirkannya ke injection nozzle melalui deliveri valve. Deliveri valve memegang dua peranan penting yaitu mencagah aliran bahan bakar balik dari saluran bahan bakar ke daerah plunger dan menghisap bahan bakar dari injection nozzle untuk menghentikan injeksi dengan cepat. Saringan Halus 5. Mesin mati jika control rack digerakkan ke arah akhir bahan bakar. Pompa Injeksi Inline . Plunger dilumasi oleh bahan bakar diesel dan cam shaft oleh minyak pelumas mesin. Water Sedimenter 3. Governor mengatur banyaknya bahan bakar yang disemprotkan oleh injection nozzle dengan menggeser control rack.plunger sesuai dengan firing order mesin.

Keterangan: 3. Alur pengontrol . Celah memanjang 4. Barel 3. Elemen Pompa dan pengatur volume Saluran tekan Katup Pengalir Ruang Hisap Barel / Silinder Plunyer Kontrol Pinion Kontrol Rak / Batang Pengatur Kontrol Sleve Flens penggerak plunyer Pegas Plunyer Dudukan Pegas Sekrup Penyetel Penumbuk Rol Poros Nok Nok Pompa Pengalir  Elemen Pompa Satu Lubang Pada barel yang terdapat satu lubang yang berfungsi untuk memasukkan solar kedalam ruang diatas plunyer. Lubang ini berhubungan langsung dengan ruang isap pada pompa injeksi. Lubang Pemberi 5. Plunyer 4. Sistem pompa ini digunakan yang untuk injeksi mempunyai elemen ukuran kecil.b.

alur bagian atas plunyer menutup lubang pemberi c. Langkah penekanan Plunyer menekan solar keatas sampai katup penyalur membuka d. Keterangan: 1. a. Sistem ini digunakan pada pompa injeksi yang mempunyai volume penyemprotan besar. Posisi plunyer elemen pompa dua lubang pemberi dari titik mati bawah (TMB) sampai titik mati atas (TMA). Pemasukan solar dapat dilakukan lebih cepat. Plunyer pada posisi TMB (titik mati bawah) Solar masuk dari ruang isap pompa injeksi melalui lubang pemberi keruang barel b. Elemen Pompa Dua Lubang Pada barel yang dilengkapi dengan dua lubang pemasukan solar. Langkah akhir (TMA) Alur pengontrol berhubungan dengan lubang pemberi. Langkah awal Plunyer bergerak keatas. sisa solar yang bertekanan tinggi kembali keruang isap pompa injeksi . Lubang pemberi c.

Cara kerja plunyer e. Langkah ini dapat dinyatakan dengan rumus : . h. Langkah sisa Plunyer bergerak ke atas sampai titik mati atas (TMA). Pada langkah ini tidak ada penekanan solar. Ruang tekanan tinggi A berhubungan dengan ruang isap B melalui celah panjang. Pada langkah ini solar tertekan melawan pegas katup penyalur. plunyer bergerak dari TMA ke TMB karena pegas plunyer h. Langkah ini akan berakhir apabila alur pengontrol berhubungan dengan lubang pemberi. Akibat dari langkah ini.d. Langkah awal Karena poros nok. Langkah lepas Plunyer bergerak keatas dari batas langkah awal sampai katup penyalur membuka. Langkah produktif Plunyer bergerak keatas. Plunyer pada posisi TMB (Titik Mati Bawah) Bahan bakar masuk melalui lubang pemberi pada barel kedalam ruang diatas plunyer f. g. Langkah total Langkah total adalah langkah bolak-balik plunyer dari TMB ke TMA. sehingga tidak ada lagi penekanan solar ke nozel injeksi. plunyer akan bergerak ke TMA sampai lubang pemberi tertutup oleh alur pada bagian atas plunyer g. katup penyalur terbuka didalam ruang tekan terjadi tekanan tinggi solar mengalir melalui pipa tekanan tinggi ke nozel injeksi.

Governor mengatur gerakan batang pengatur yang berkaitan dengan klem pinion pengontrol yang bebas terhadap silinder. Jadi langkah efektif akan berubah sesuai dengan posisi plunyer dan jumlah bahan bakar yang disemprotkan sesuai dengan besarnya langkah efektif. Langkah efektif plunyer berubah bila plunyer berputar oleh tenaga dari governor – batang pengontrol – pinion pengontrol – kontrol sleve – plunyer (melalui flens penggerak plunyer) Langkah efektif adalah gerakan plunyer dari titik setelah menutup lubang pemberi sampai alur pengontrol bertemu dengan lubang pemberi. Pengaturan Volume Jumlah pengiriman bahan bakar diatur oleh governor sesuai dengan kebutuhan mesin. . Flens penggerak plunyer berkaitan dengan bagian bawah kontrol sleve.L tot = L1 + L2 + L3 + L4 L tot L1 L2 L3 L4 = Langkah total = Langkah awal = Langkah lepas = Langkah produktif = Langkah sisa e. Jumlah bahan bakar yang diinjeksikan tergantung dari posisi plunyer dan perubahan besarnya langkah efektif.

Tuas transmisi hidrostatik 16.OFF 8.6. Tutup panel listrik 2. Penunjuk Rpm dan langkah penyemprotan 11. Langkah Kerja Nama-nama bagian dari test bench pompa injeksi Keterangan: 1. Flywheel dengan penggerak kopiling 15. Rak ayun dengan pemegang pompa 3. Penunjuk tekanan untuk minyak tes 13. Landasan untuk pompa injeksi 4. Dudukan pengukur jumlah penyemprotan 9. Katup pengontrol untuk vakum dan pemanas 6. Tuas pemindah gigi transmisi 14. Katup pengatur tekanan minyak tes 5. Penunjuk temperatur untuk minyak 12. Sakelar utama 10. Tempat minyak tes Langkah – langkah:   Pasang pompa injeksi pada test bench Pasang slang bahan bakar dan tekanan tinggi Tutup lubang saluran pengembali pada pompa yang menggunakan saluran balik . Stop kontak untuk lampu 7. Tombol ON .

1 pada posisi TMB  Pasang dial indikator dan pemegangnya dan stel dial indikator pada posisi nol  Putar poros nok searah putaran pompa sampai aliran bahan bakar pada injektor tes mulai berhenti  Baca skala pada dial indikator. Data yang tepat lihat buku manual  Apabila hasil pengetesan tidak sesuai dengan spesifikasi. 1 sebagai basis Sesuaikan penunjuk dengan skala derajat flywheel pada posisi nol . 4 Putar poros nok sampai elemen injeksi no.  Beri minyak pelumas pada pompa injeksi  50 cc apabila pompa baru dibongkar Hidupkan test bench dan lakukan pembuangan udara Lakukan penyetelan langkah pendahuluan (prestroke) dengan jalan :    Buka kran kran-kran pada semua injektor tes Naikkan tekanan minyak tes dengan katup pengontrol no. kendorkan mur kontra dan baut penyetel pada penumbuk rol kekiri atau ke kanan   Kencangkan kembali mur kontra Lakukan pengetesan sekali lagi Pemeriksaan/penyetelan sinkronisasi saat penyemprotan masing-masing silinder   Gunakan silinder no.

Contoh urutan penyemprotan : 4 silinder 6 silinder : 1 – 3 – 4 – 2 interval 90 ̊ : 1 – 5 – 3 – 6 – 2 – 4 interval 60 ̊ Apabila hasil pemeriksaan tidak sesuai. lakukan penyetelan sebagai berikut :  Kendorkan sekrup klem plunyer  Putar plunyer kontrol sleve ke kiri atau ke kanan Catatan: Plunyer kontrol sleve diputar kekiri. Pada bermacam-macam posisi putaran pompa batang pengatur dan Apabila volume penyemprotan tidak sesuai dengan spesifikasi. . Penyetelan volume bahan bakar yang disemprotkan Pasang saluran pengembali dengan katup pengalir pada pompa sistem bilas   Lepas tutup batang pengatur dan pasang indikator Tarik batang pengatur pada posisi stop dan stel dial indikator pada skala nol Lakukan pengetesan jumlah penyemprotan bahan bakar. jumlah penyemprotan bertambah banyak dan apabila diputar kekanan jumlah penyemprotan berkurang. lakukan penyetelan seperti langkah pendahuluan.Periksa sinkronisasi dimulainya saat penyemprotan untuk semua silinder sesuai dengan penyemprotan.

tenaga berkurang dan polusi berlebihan. Jumlah bahan bakar yang tidak seragam pada tiap silinder menimbulkan getaran pada mesin. Kesimpulan  Pompa injeksi adalah komponen sistem bahan bakar motor diesel yang berfungsi untuk memompa dan mendistribusikan solar tekanan tinggi ke masing-masing silinder.    Pengkalibrasian pompa injeksi bertujuan untuk mendapatkan jumlah bahan bakar yang seragam pada setiap silinder.000 km . Pengkalibrasian pompa injeksi inline biasanya dilakukan setiap 100. mesin kasar.7.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful