1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masa remaja merupakan masa transisi atau peralihan dari masa kanakkanak ke masa dewasa. Karena keberadaannya itulah maka remaja dikatakan sebagai tahapan usia yang belum matang. Remaja juga disebut sebagai usia pencarian identitas atau jati diri. Dalam proses pencarian jati diri , remaja selalu mencoba dan mencoba apa yang cocok pada dirinya. Paulus Lilik Kristianto menyatakan bahwa, pemikiran mereka (remaja) sangat idealis dan dangkal. 1 Dan mereka sering berkata sudah besar , tetapi tidak cukup tua untuk melakukan sesuatu.2 Selama proses ini remaja selalu berinteraksi dengan lingkungannya, baik lingkungan dalam bentuk jasmani ataupun rohani. Dalam kitab Amsal 19:2a “Tanpa pengetahuan kerajinanpun tidak baik” Alkitab menyatakan dengan jelas dan hal ini tentunya suatu tanggung jawab orangtua dan guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam medidik remaja supaya mereka memiliki pengetahuan yang benar tentang Allah. Pada masa transisi ini remaja masih labil jiwanya karena ia belum menemukan nilai-nilai atau pegangan hidup yang pasti. Pada masa ini sangat sensitif terhadap pengaruh-pengaruh dari lingkungan masyarakat, keluarga dan

Paulus Lilik Kristianto, Th.M, M.Si, Prinsip dan Pendidikan Agama Kristen, cet 5, ANDI, Yogyakarta, 2006, h. 96.
2

1

Ibid.

2

sekolah. Maka tidak mengherankan apabila pada masa ini banyak tindakantindakan yang kurang bertanggungjawab yang dilakukan oleh remaja yang bertentangan dengan norma-norma yang berlaku dilingkungan masyarakat, seperti pemakain narkoba, hamil diluar nikah dan ditambah lagi dengan kemajuan teknologi seperti televisi, internet, alat komunikasi yang semakin canggih, semuanya itu akan membawa pengaruh pada perkembangan remaja. Oemar Hamalik menyatakan bahwa mereka masih membutuhkan juga pengakuan dari orang tua dan tetangganya tetapi kebutuhan uantuk diakui oleh temantemannyalebih kuat. 3 Maka tidak mengherankan kalau para remaja cepat mengabil keputusan yang mereka anggap benar. Maka dari itu remaja membutuhkan pembimbin mamahami remaja. Remaja kristen adalah generasi penerus bangsa dan negara pada umumnya dan gereja pada khususnya. Remaja kristen perlu di didik dan diarahkan oleh orang-orang yang berperan dalam dunia pendidikan agama kristen baik di gereja maupun di sekolah adalah tanggungjawab guru pendidikan agama kristen untuk mendidik para remaja kristen dengan cara memahami psikologi remaja, tujuannya yaitu untuk memahami dunia remaja yang akan diajar, kepada kebenaran firman Tuhan sehingga para remaja memiliki kepercayaan dan kepribadian yang kukuh dalam pergaulan dengan teman sebaya, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarat pada umumnya dengan berpedoman pada ajaran firman Tuhan. Sejalan dengan itu John M. Nainggolan menyatakan bahwa: Pendidikan Agama Kristen

Oemar Hamalik, Psikologi belajar dan Mengajar, cet-3, Sinar Baru ALGESINDO, Bandung, 2002, h.118..

3

Generasi Info Media. Gunarsa menyatakan bahwa: Seorang anak membutuhkan anak lain atau kelompok yang kira-kira sebaya melalui hubungan dengan lingkungan sosialnya. Gunarsa.4 Pergaulan remaja di lingkungan keluarga. Singgih D. Peniruan menjadi salah satu faktor yang sering terjadi dalam proses pembentukan kepribadian anak. Lingkungan yang baik akan membentuk remaja menjadi baik dan lingkungan yang buruk akan membentuk remaja menjadi buruk pula. Gunarsa dan Yuli Singgih D. 2007.3 hendaknya membawa peserta didik kepada kecintaannya kepada firman Tuhan Allah dan menjadikan firman Allah itu sebagaipedoman kehidupan terhadap Tuhan. Nainggolan. Dimana dalam pergaulannya akan memunculkan pengambilan keputusan-keputusan yang menentukan prilaku tertentu atau membatasi prilaku lainnya. sekolah. Peran John M. 2004.. Dalam kemajuan dunia hiburan dan komunikasi juga menyita perhatian para remaja yang terus menerus mengubah tren dan mode sehingga hal ini sangat menyita perhatian para remaja.5 Jadi pergaulan anak remaja sebaiknya diperhatikan oleh orangtua dan guru untuk menjadi salah satu sarana bagi guru dalam membimbing dan mengarahkan remaja yang akan diajarnya. h. Gunung Mulia.107. akan mempengaruhi prilaku baik dan buruk. untuk mengikutinya tentu remaja akan melakukan segala cara dalam kenyataan. Bandung. sesama. lingkungan ada yang baik dan ada yan buruk. Menjadi Guru Agama Kristen: Suatu Upaya Peningkatan Mutu dan Kualitas Profesi Guru. 12.h. Sejalan dengan itu Singgih D. Jakarta. 5 4 . dan masyarakat di mana ia tinggal. anak sengaja atau tidak sengaja langsung atau tidak langsung terpengaruh kepribadianya. Psikologi Praktis: Anak Remaja dan Keluarga. maupun diri sendiri. Kedua. Cet. Gunarsa dan Yulia Singgih D. cet-7.

Remaja juga tidak akan merasa jenuh dengan situasi yang dipaksakan untuk mengikuti pelajaran agama kristen yang diajarkan. Gunung Mulia. dan perbedaan ambisi para remaja akan banyak menolong dalam memenuhi kebutuhan akan identitas ini..119. Sehubungan dengan itu maka Oemar Hamali menyatakan bahwa. Psikologi belajar . Cit.. perbaikan kurikulum dengan memperhatikan perbedaan-perbedaan latar belakang mereka. h. Persaingan juga membawa orang dalam perasaan-perasaan takut.4 lingkungan memang demikian besar dalam proses pembentukan remaja. Ia sering menimbulkan rasa permusuhan. dan guru akan lebih efesien menjalankan tugasnya membimbing dan mendorong kreatifitas remaja dalam mengembangkan kemampuannya. 140. perbedaan kemampuan. remaja perlu dituntun dan diarahkan dalam mengikuti perkembangan dunia yang semakin canggih dan menuntut banyak perubahan melalui dunia pendidikan formal dan non formal. Namun persaingan mengandung resiko merusak relasi antar manusia. Andar Ismael. Op. h..6 Jadi di dalam berbagai persaingan dan tuntutan di atas. Dengan kegiatan yang mampu memberi solusi dan ajaran yang tepat sehingga remaja tidak diklaim ketinggalan jaman dalam mengikuti perkembangan dunia yang semakin canggih.7 Program sekolah juga sangat menentukan proses belajar mengajar. Jakarta 1998. Sejalan dengan itu Andar Ismael menyatakan bahwa: Persaingan memang mempunyai sisi positif untuk mecu prestasi. Ajarlah Mereka Melakukan: Kumpulan Karangan Seputar Pendidikan Agama Kristen. . kebencian. 7 6 Oemar Hamalik. cet-1. kesombongan ataupun rasa rendah diri..

Remaja tidak akan merasa terasing dalam lingkungannya. Dengan mendapatkan penghargaan yang benar dan jujur. remaja akan merasa diperhatikan dan merasa diri berguna. dan teman-taman sebayanya. Proses pendewasaan remaja di dalam belajar menerima diri sendiri perlu dibantu oleh tenaga pendidik yang profesional yang mampu membimbing dan mengarahkan remaja. akan mempengaruhi sikap dan prilaku remaja dalam kepercayaan diri. Seorang pendidik agama kristen tidak hanya dituntut untuk mengajar bidang studi agama bagi remaja. guru. bahkan sikap acuh tak acuh dari orang tua. guru. Ia merasa diri berharga dan prestasinya dihargai oleh orang lain dan tentunya ia akan menghargai orang lain seperti yang ia terima. terutama pada masa perkembangan remaja itu sendiri. Remaja sangat membutuhkan sikap yang hangat dan pujian yang benar dan jujur dari orangtua. akan tetapi menjadi penuntun remaja dalam kehidupan sosialnya dan juga mengembangkan bakat dan minat muridnya mencapai kedewasaan berpikir. Celaan atau pujian atas setiap prestasi dan hasil kerjanya sangat berpengaruh pada diri remaja yang sedang mencari identitasnya. Seorang guru pendidikan agama kristen memiliki tugas dan tanggung jawab dalam membimbing anak-anak remaja. sehingga akan terbentuk remaja-remaja yang potensial dan bertanggung jawab dalam mengembangkan dirinya dengan penuh percaya diri. Hendriati Agustiani menyatakan bahwa: Tenaga pembimbing (petugas bimbingan konseling sekolah) adalah tenaga pendidikan yang dengan keahliannya membimbing peserta didik (klien) agar mengenali dirinya termasuk kemampuan potensinya agar mampu membuat .5 Remaja dalam pencarian jati dirinya akan bercermin dari penilaian orang lain terhadap dirinya.

dan agar peserta didik mencapai perkembangan dirinya secara optimal. Benson dan Mark H. sedangkan kemampuan afektif kurang di perhatian adalah tugas guru agama Kristen untuk membimbing dan mengarahkan anak-anak remaja dari ketimpangan pendidikan masa kini. Guru adalah Pembimbing siswa untuk mengenal. 2006. Cet-1.8 Guru merupakan unsur penting dalam proses belajar mengajar di bidang Pendidikan. Psikologi Perkembangan: Pendekatan Ekologi Kaitannya dengan Konsep Diri dan Penyesuaian Diri Pada Remaja.6 pilihan yang tepat serta bertanggung jawab atas tujuan kegiatan serta proses pencapainya. h. 87. baik dalam proses belajar mengajar maupun dalam pergaulannya dengan teman. Rafika Aditama. lingkungan masyarakat dan keluarga. Seorang guru membuka diri untuk melayani murid. Dalam tugasnya seorang guru pendidikan agama kristen dalam mengembangkan sikap prilaku remaja kepada prilaku yang bermoral dan berkepribadian baik. tentu seorang guru harus telebih dahulu mengenal remaja dalam perkembangan psikologisnya. Profesi atau pekerjaan guru sangat penting untuk pelaksanaan proses belajar mengajar khususnya dalam pembinaan iman siswa. Seorang guru harus mampu berperan sebagai fasilitator dan sebagai nara sumber yang siap memberi konseling. Senter III menyatakan bahwa sasaran terakhir bagi kau muda untuk Hedriani Agustiani. Pada jaman sekarang ini pendidikan sangat memprihatinkan karena terlalu menekankan perkembangan kemampuan kognitif dan kemampuan psikomotorik. Werren S. 8 . serta memiliki tanggung jawab yang besar. sehingga seorang remaja tidak merasa segan dan takut untuk menyampaikan keluhankeluhan yang sedang dihadapi. PT. memahami dalam menghadapi semua yang berkaitan dengan pendidikan.

pendidik remaja itu sendiri memahami hal-hal yang harus dilalui pada masa remaja sehingga bila remaja diarahkan dan dapat melalui masa remaja ini dengan baik maka pada masa selanjutnya remaja akan tumbuh sehat kepribadian dan jiwanya. h.7 mendapatkan pendidikan adalah menuntun dan membimbing menuju kepada kedewasaan di dalam Kristus. 1999.9 Penulis menarik kesimpulan bahwa pendidikan agama bagi remaja tidak hanya melatih potensinya tetapi melatih morolnya sehingga remaja dapat memperbaiki sikapnya dan tindakannya yang tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Dengan mengetahui berbagai tuntutan psikologis perkembangan remaja dan ciri-ciri usia remaja. pen. diharapkan para orangtua. B. Tujuan Penelitian Werren S. Yayasan Kalam Hidup. cet. maka dapat dirumuskan masalahnya yaitu: Apakah manfaat psikologi remaja untuk guru pendidikan agama kristen? C. Hal inilah yang mendorong penulis dalam membahas topik MANFAAT PSIKOLOGI REMAJA UNTUK GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN untuk membahas topik ini penulis hanya membatasi pada teks ini saja supaya pembahasannya lebih tersusun dan terarah. 9 . Henry Lantang. 234. Benson dan Mark H. Ke-3. Bandung. Senter III. Rumusan Masalah Bertolak dari latar belakang diatas. Pedoman Lengkap Untuk Pelayanan Kaum Muda.

2.8 1. maupun di lingkungan sekolah. Manfaat Penelitian 1. Tujuan Khusus Memberi pemahaman kepada guru Pendidikan Agama Kristen dan para pendeta yang telibat dalam pengajaran agama kristen agar mendidik para remaja kepada kebenaran Firman Tuhan. D. dan memotifasi para remaja agar hidup sesuai dengan ajaran Kristen yang benar. . 2. moral. Tujuan Umum Memberi gambaran dan pengertian kepada para Pendidik Agama Kristen dalam membimbing dan mengarahkan remaja sehingga remaja Kristen memiliki pegangan hidup dan percaya kepada Kristus. karakter. Manfaat Teoritis Memberikan pemahaman dan konsep kepada guru di dalam mengajar para remaja dan medidik mereka dalam pembentukan kepribadian. Manfaat Praktis Menjadi pedoman bagi para guru agama Kristen utuk membimbing para remaja sesuai dengan kebenaran furman Tuhan dan mampu mempraktekan nilainilai Kristiani baik dilingkungan masyarakat. keluarga.

77. Teori-Teori Psikologi: Pendekatan Moral untuk Menilai Prilaku. h. h. h. Bandung. Landasan Teori Beberapa pendapat dan teori-teori para ahli dan pandangan para teologi pendidikan agama kristen dalam landasan karya tulis ini. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia mengartikan aplikasi adalah penerapan.9 E. tth. Kartini Kartono. cet-1.cet-5. 1995. Jakarta. Bandung. 2.1 12 11 10 . Perasaan dan Pikiran Manusia. 2006. Psikologi Kartini Kartono menyatakan bahwa psikologi secara umum yaitu psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia. Tea Work. budaya yang normal dan dewasa. Difa Publisher. 1.12 Agus Sujanto menyatakan bahwa psikologi Em Zul Fajri dan Ratu Aprilia Senja. Psikologi Anak: Psikologi perkembangan. Psikologi Remaja a.2 Matt Jervis.11 Hal senada dikatakan Mett Jervis bahwa defenisi populer psikologi adalah ilmu pikiran dan prilaku. penggunaan. penj: SPA. Aplikasi Aplikasi adlah suatu yang dapat dipergunakan dan diterapkan kepada orang lain sehingga dapat diprktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Nusa Media dan Nuansa. . Mandar Maju. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia.10 Artinya psikologi remaja dapat dipergunakan atau diterapkan oleh para guru agama Kristen dalam mmbimbing dan mengarakkan para remaja kepada kebenaran firman Allah.

Jason Lase. S. cet-7. Bandung.14 Psikologi ilmu yang berkaitan dengan proses-proses mental baik normal maupun abnormal dan pengaruhnya pada tingkah laku. Dengan demikian ketiga gejala pokok tersebut dapat diamati melalui sikap dan prilaku manusia. h. Sejalan dengan itu.Op. 17 16 Ibid.10 pemuda ialah psikologi (khusus) yang menyelidiki tingkah laku seseorang yang sedang berada dalam masa pemuda.8 15 Tim Penyusun Kamus. .Si. h. editor Dr. hal-hal apa saja yang mempengaruhi psikologi perkembangan pada fase remaja. Jakarta.cet-1. Gejala tersebut secara umum memiliki ciri-ciri yang hampir sama pada manusia dewasa. Mei 2007..16 Secara etimologi pengertian psikologi berasal dari kata “psuche” (φνχη) yang berarti jiwa sedangkan “logos” (λογος) berarti pikiran refleksi. dan mengetahui karakteristik perkembangan fase remaja. Bina Media Informasi. perasan (emosi). cet 1.13 Jalludin menjelaskan bahwa: Psikologi secara umum mempelajari gejala-gejala kejiwaan yang berkaitan dengan pikiran (cognisi). Psikologi Perkembangan. dan kehendak (conasi). (edisi revisi). Rineka Cipta. Ginting menyatakan bahwa psikologi adalah ajaran tentang (internal) dan ajaran tentang tingkah laku manusia (eksternal).17 Dari berbagai pendapat para ahli diatas penulis menyimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku dan dan pikiran manusa.. Psikologi Agama. edisi-1. 1996.163.Th. Ginting. 1. Ep. 13 Agus Sujanto. Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari karakteristik setiap fasefase perkembangan. h.Cit. Grafindo Persada. h. 14 Jalludin. M. Jakarta. normal dan beradab.. Gembala dan Pastoral Klinis.15 Ep. 1996.792.

. yakni 12 tahun sampai 21tahun. 19 20 Sri Rumini dan Siti Sundari.Cit. h. Op.0/22.161.19 Masa pemuda adalah masa yang menentukan hari depannya. .. cet.. Singgih D.28. Dalam Kamus Bahasa Indonesia remaja artinya mulai dewasa. Perkembangan Anak Remaja. Mengingingat pengertian remaja menunjukkann kemasa peralihan sampai tercapainya masa 18 Tim Penyusun Kamus .831. psikolgi . Agus Sunjato. Remaja Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju ke masa dewasa.20 Sundari Sri Rumini dan Siti menyatakan bahwa masa remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak dengan masa dewasa yang mengalami perkembanga semua aspek/fungsi untuk memasuki masa dewasa.160. Rineka Cipta.Cit.22 Masalah remaja adalah masa datangnya pubertas (sebelas sampai empat belas tahun) sampai usia sekitar delapan belas-masa tranisisi dari kanak-kanak ke dewasa.0 tahun).. 22 21 Hendiani Agustiami.18 Agus Sujanto berpendapat bahwa masa pemuda (13...0 sampai 16. menentukan kehidupan keluarganya. Op. 1. Cit. Op. Ibit.. h. Gunarsa dan Yulia D. . Masa ini hampir selalu merupakan masa-masa sulit bagi remaja maupun orang tuanya. h. Psikollogi Perkembangan . h.11 b.21 Sejalan dengan itu Hendriati Agustiami menyatakan masa remaja merupakan masa transisi atau peralihan dari masa anak menuju masa dewasa. Gunarsa menyatakan bahwa Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa. h.. menentukan hidupnya. bahkan menentukan nasib bangsa dan negara.54. Jakarta 2004.

Dadang Sulaeman. cet. 2008. Hurlok menyatakan bahwa Singgih D. jenis kelamin. cet. Nainggolan berpedapat bahwa masa remaja adalah masa transisi. Masa remaja mulai pada saat timbulnya perubahan-perubahan berkaitan dengan tandatanda kedewasaan fisik yakni pada umur 11 tahun mungkin 12 tahun pada wanita dan laki-laki lebih tua sedikit.25.25 Senada dengan itu Elizabeth B.cet. kesehatan. h. mereka sedang meninggakkan ketergantungan dari orang tua tetapi belum siap menghadapi tantangan dari lingkungan pergaulan yang semakin luas. h. Gunarsa dan Yanti Singgih D. Gunarsa. Mandar Maju. status sosial ekonomi. Nainggolan.24 J.13.1. h. Strategi: Pendidikan Agama Kristen. Gunung Mulia. Generasi Info Media. Baik laki-laki maupun perempuan perubahan fisik mengikuti urutan-urutan tertentu. gangguan emosional.107.1. dan pengaruh bentuk tubuh. Perubahan fisik remaja tersebut bukan saja menyangkut bertambahnya ukuran tubuh dan berubahnya proporsi tubuh. Jakarta. Dadang Sulaeman menyatakan bahwa priode ini menunjukkan masa kehidupan dimana kita sulit untuk memandang remaja itu sebagai kanak-kanak tapi tidak juga sebagai orang dewasa. 25 24 23 . Jabar. J. Disamping itu pengaruh lingkungan juga mempengaruhi perkembangan fisik remaja.M. 2008. 1995.12 dewasa.23 Pertumbuhan fisik adalah perubahan-perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja.M. editor Oemar Hamalik. pengaruh gizi. Psikologi Remaja: Dimensi-Dimensi Perkembangan. Psikologi perkembangan Anak dan Remaja. maka sulit menentukan batas umurnya. Bandung. melainkan juga meliputi perubahan ciri-ciri yang terdapat pada kelamin utama dan kedua.1. Kondisi yang mempengaruhi perkembangan remaja adalah pengaruh keluarga.

Erlangga. Psikologi Perkembangan suatu pendekatan sepanjang kehidupan. h. Guru adalah Pembimbing siswa untuk mengenal. Cit.. pasal 1 ayat 1 yang berbunyi demikian: Elizabeth B. Hurlok. Gunung Mulia.44.206. kurang lebih berhubungan dengan masa puber . usia dimana anak tidak lagi merasa dibawah tingkat orang-orang yang sama. Loc.27 Leatha Humas dan A. Kurangnya dalam masalah hak . yang kenyataannya merupakan cirikhas yang umum dari priode perkembangan ini. Penuntun Guru PAK Sekolah Minggu dan Sekolah Dasar. Guru Guru adalah contoh yang paling tepat yang selalu digugu dan ditiru oleh siswa..1. alih bahasa Istiwidayati dan Soedjarwo. Jakarta.. memahami dalam menghadapi semua yang berkaitan dengan pendidikan. serta memiliki tanggung jawab yang besar. ed. Profesi atau pekerjaan guru sangat penting untuk pelaksanaan proses belajar mengajar khususnya dalam pembinaan iman siswa..5. termasuk juga perubahan intelektual yang mencolok . cet. sekarang... 28 . Lieks Simanjutak menyatakan bahwa sebagai guru ia menyadari perannya yang istimewa sebagai pembimbing yang harus mengajar anak didik melalui kata-katanya. tt.14 tahun 2005.13 Masa remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa. Jakarta.28 Guru merupakan unsur penting dalam proses belajar mengajar di bidang Pendidikan. Leatha Humas dan Lieks Simanjutak. Bab I. Peraturan pemerintah tentang guru telah diatur dalam peraturan pendidikan Undang-undang no. integrasi dalam masyarakat (dewasa) mempunyai banyak aspek efektif. transformasi intelektual yang khas dari cara berpikir remaja ini memungkinkannya untuk mencapai integrasi dalam hubungan sosial orang dewasa. 1998. 27 26 Umar Hamalik.26 3. H.

29 Dan dalam Bab IV pasal 8 ayat 1 mengatur tentang syarat guru dan dosen yaitu Guru wajib memiliki kualifikasi akademik. 30 29 Ibid. dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak-anak usia dini jalur pendidikan formal. Agus Sujanto.30.68. tt. 2010. Sidjabat.1. kompetensi. h.33 Guru bagaikan “tongkat Musa” yang dapat dipakai oleh Allah untuk membina umat Israel pada jaman dahulu agar lebih mengenal-Nya. melatih. Gunung Mulia. Identitas dan Cirikhas Pendidikan Kristen di Indonesia antar Konsetual dan Operasional.31 Tugas guru menurut Winata Sairin ialah tugas guru bukanlah memberikan pengetahuan semata. membimbing. Jakarta.4. Akan Himpunan Peraturan di Bidang Pendidikan . h. h. Secara manusia tongkat itu hanya benda kecil dan terbuat dari kayu belaka. cet. Yayasan Kalam Hidup.160. 31 Winata Sairin. editor Weinata Sairin.30 Guru di dalam tugasnya adalah menjaga dan membina para pemuda menjaga dalam pengertian jangan sampai rusak perkembangan jasmani dan rohani pemuda. op. cit. Jakarta.S.72. Jala Permata Aksara. mengajar. h. sertifikasi pendidikan. sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. 2010. h 104. Mengajar Secara Profesional Mewujudkan Visi Guru Profesional. 33 32 .1. pendidikan dasar dan menengah.14 Guru adalah pendidik profesional dan tugas utama mendidik. melainkan menunjukkan atau memberikan alat atau cara yang menimbulkan minat serta merangsa anak untuk memecahkan atau persoalan-persoalan sendiri. Bandung.32 Sejalan dengan itu B. cet.S. B. mengarahkan. Sidjabat menyatakan bahwa guru mengelola anak didiknya supaya aktif belajar sehingga mengalami perubahan atau mencapai tujuan yang di harapkan. cet.

36 Sebagai orang kristen. Nainggolan. 34 Ibid. Ibid.49. Gurulah yang membimbing peserta didiknya untuk belajar mengenal. Selain itu perlu memahami pribadi Yesus memperlengkapi dirinya dengan firman Allah. h. Sebagaimana disebutkan di atas bahwa guru merupakan salah satu faktor penentu tinggi rendahnya mutu pendidikan. h. memahami. h. Dengan hal diatas maka guru PAK harus menjadi teladan dalam perkataan dan perbuatan seperti yang telah Yesus ajarkan.96. maka tentunya perspektif yang ada haruslah berakar pada iman Kristen. Tuhan Yesus dalam melaksanakan tugas-Nya dalam mengajar Ia memakai metode yang mana Ia sesuaikan dengan apa yang dapat dipahami oleh orang yang menerima pengajaranya sehingga orang yang.. Sejak kecil Yesus belajar Firman Allah dengan sungguh-sungguh dirumah ibadah sehingga Yesus sangat menguasainya dan Yesus sanggup menjawab pertanyaan iblis dengan firman Allah. Lukas 4 : 16. h. dan menghadapi dunia tempat ia berada.15 tetapi. op.M. Dialah sumber dan pusat pengajaran Kristen.cit... Strategi .35 Gurulah merupakan unsur penting dalam kegiatan mengajar. ketika tongkat itu berubah nama menjadi “tongkat Allah” yang banyak menghasilkan keajaiban (Keluaran 4:4. Ibid.37 Seorang guru kristen harus menteladani Yesus Kristus sebagai guru Agung dimana dalam pengajaran-Nya membawa orang kedalam pertobatan. apabila ingin mengembangkan pemahaman tentang guru dan tugasnya. J.20).50.34 Seorang guru PAK harus senantiasa memandang kepada Yesus Kristus.48. 35 36 37 .

. khususnya dalam pembinaan iman siswa. perbuatan. ed.1-1. 232.. 39 .16 Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan sangat ditentukan oleh sejauh mana kesiapan guru dalam mempersiapkan peserta didik melalui kegiatan belajar mengajar. Landasan Pendidikan dan Aplikasinya. 4. . 38 Kamus Bahasa Indonesia. Oleh karena itu. proses. Sukardjo.38 Sejalan dengan itu M. Ukim Komarudin. Daniel Numahara memberikan pengertian. Sukardjo Ukim Komarudin bahwa memberi dua istilah yang menuju pendidikan yakni kata paedagogie bermkna pendidikan. Profesionalitas guru agama Kristen sangat memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar.39 Pendidikan pada umumnya membawa setiap individu keluar dari ketidak tahuan menjadi tahu sehingga dapat membedakan mana yang baik dan buruk.2009. Sebagai guru yang Profesional pertama-tama harus memahami profesi keguruan. h. Jakarta. Dan juga merupakan uasaha dalam membimbing dan mengarahkan setiap individu menjadi dewasa dalam mengabil setiap keputusan dalam hidupnya. sedangkan paedagogiek berarti ilmu pendidikan. M. dan cara mendidik. Rajawali Per s.. Pendidikan Agama Kristen a. Pendidikan Kamus Besar Bahasa Indonesia memberi pengertian pendidikan ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau sekelompok orang yang dalam usaha mendewasakan mananusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. h.7.

tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya”.40 Rober R . cet. Memperlengkapi Bagi Pelayanan dan Pertumbuhan. H. Keterlibatan-Nya mutlak diperlukan karena Pendidikan Agama Kristen Remaja bukan hanya mendidik secara ilmu pengetahuan.41 Pendidikan agama kristen membawa remaja kristen keluar dari keterpurukannya dari masa yang labil menjadi manusia yang dewasa dalam Tuhan seperti dalam Amsal 22:15 “kebodohan melekat pada hati orang muda. Pendidikan Agama Kristen itu unik. Pendidikan merupakan anugrah kasih Allah yang dibrikan kepada setiap manusia yang bertujuan untuk membentuk dan membuat kita menjadi anakanak-Nya. Jakarta. 2002. berbeda dengan pendidikan umum karena prosesnya tidak hanya dikerjakan manusia.1. tetapi juga melibatkan Allah.. Boehlke.1. Info Media. Yesus Kristus Daniel Numahara. Jadi dari arti dasar dari pendidikan adalah suatu tindakan untuk membimbing keluar. Pembimbing PAK (Pendidikan Agama Kriste). Bpk Gunung Mulia.. Bandung. cet.17 Dilihat dari sudut etimologi istilah pendidikan merupakan terjemahan dari “education” dalam bahasa Inggris kata education berasal dari bahasa latin “educare” yang berarti membimbing (to lead) ditambah awalan “e” keluar (out). 2007. Mendidik anak remaja dengan ajaran yang benar dan sesuai dengan kebenaran firman Tuhan akan membawa perubahan tingkah laku siswa. H. Rober R.8. .42 Pendidikan Agama Kristen merupakan perintah dari Tuhan Yesus Kristus yang disebut Amanat Agung dalam Matius 28:18-20. namun juga membentuk karakter remaja. 42 41 40 Ibid . Boehlke menyatakan bahwa pendidikan membawa sikap individu untuk menciptakan relasi yang harmonis dengan Allah dan sesama.266.

45 E. Jakarta.18 sebagai pendidik yang agung dimana Ia mendidik setiap muridnya dan setiap orang percaya dengan sabar Ia menuntun mereka kejalan yang benar.. Jadi.. menegur. Enklaar. Rimer..H.. Homringhuse dan I. G. H. 2002. Enklaar menyatakan bahwa: Pendidikan agama Kristen berpangkal kepada persekutuan umat Tuhan di dalam Perjanjian Lama. dan membimbing manusia kearah yang lebih baik dari berbagai masalah.43 J . Strategi . Pendidikan itu dimulai dengan terpanggilnya Abraham menjadi nenek moyang umat pilihan Tuhan. 2006. Gunung Mulia.2.G.” Matius 28:20. pada hakikatnya dasardasarnya sudah terdapat dalam sejarah suci purbakala. cit. Nainggolan. Humrighause dan I. G. Nainggola mengtakan bahwa defenisi yang paling tepat dalam kaitannya dengan Pendidikan Agama Kristen adalah untuk mencapai kedewasaan iman.M.16.2. Cet. 44 43 J.masalah yang dihadapi oleh orang-oarang percaya.M. H.Rimer menyatakan bahwa Yesus Kristus menetapkan program pendidikan ini sebelum Ia naik kesurga dengan demikian murid-murid menjadi guru dan seluruh dunia adalah sekolah tempat mereka mengajar. Tapi sekalipun tugas itu luar biasa beratnya Yesus tidak membiarkan mereka tanpa pertolongan dan pengharapan sebab Ia memerintah “Ajarlah mereka .8. Jakarta. H.1.45 Dalam hal ini penulis berpendapat bahwa pendidikan yang diberikan kepada remaja tidak berdasarkan keinginan pendidik guru agama Kristen melainkan atas G. memberitahu.. mengarahka. Yayasan Bina Kasih/OMF. karena Allah yang telah menjadi pendidik agung bagi umat-Nya. h. E. bahkan pendidikan berpokok kepada Allah sendiri.44 Semua pengajaran Firman Tuhan sifatnya mendidik. Ajarlah Mereka Pedoman Katekese.. op. . Seluruh proses PAK harus bertujuan untuk membawa peserta didik kepada taraf kedewasaan iman. cet. Pendidikan Agama Kristen.

48 Keyakinan adanya suatu kekuatan supranatural yang mengatur dan mencipatakan alam dan seisinya. Gunung Mulia dalam kerjasama dengan persekutuan Gereja-gereja di Indonesia. 26. merupakan tingkah laku manusia dalam berhubungan dengan kekuatan supranatural tersebut sebagai konsekuensi atas pengakuannya. 48 47 46 . h. Daniel Nuhamara. 2002. Dengan demikian maka hubungannyadengan yang ilahi dan dengan sesama serta lingkungannya tidak kacau. 2. Bandung. Bina Media Informasi. editor Jason Lase. Daniel Nuhamara dan dkk. Cet-2. Agama Dalam buku PAK-PGI menyatakan bahwa agama adalah upaya manusia untuk mengaitkan dan menyesuaikan seluruh hidupnya dengan tata tertib. 2005. Jurnal Info Media. hukum serta peraturan dari yang ilahi.47 Agama adalah suatu dorongan dan visi yang tertinggi (akhir) dari seorang individu . b.46Semua agama mempercayai adanya Allah inilah yang membedakan agama dengan fenomena lainnya. h.19 dasar ajaran yang benar dan sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. h. seperti yang diajarkan oleh Guru Agung Yesus kristus didalam mengajar dan mendidik muridmurid dan mengajar dengan kesabaran dalam membimbing dan mengarahkan mereka kejalan yang benar yang menuju kepada hidup baru. 2009. Bandung. – Cet. Pendidikan Agama Kriasten. Suluh Siswa: Buku siswa SMU Kelas I / disusun oleh Redaksi PAK-PGI.9Jakarta: BPK. Sistem nilai yang mengatur hubungan manusia dengan manusia dan alam semesta yang berkaitan dengan keyakinannya.172. melainkan dapat berjalan dengan tertib dan baik. Pembibing PAK: Pendidikan Agama Kristen.

592.R.cit. Douglas.F. sambil mengajar banyak orang. 2. Browing mengatakan bahwa nama ini kemungkinan telah dikenakan kepada para pengikut Kristus pertama kali oleh para lawannya. 5. pen. Jakarta 2008.cet. Jakarta. 51 49 op.h. 1898. Jakarta.D.49 Dan W.594. Metode Penelitian 1.10. Ensklopedi Alkitab Masa Kini (A-L). Jenis Penelitian J.R. 52 .F. 50 W. nama itu seperti halnya sebutan Metodis. Di Antokhialah pertamama murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.593 .. Browing. M. Gunung Mulia Bina Kasih/OMF.” Dalam Eksklopedi Alkitab Masa Kini.101. Yayasan Bina Kasih/OMF.50 Jadi agama Kristen adalah orang-orang yang percaya dan menjadi milik Kristus walaupun pada mulanya nama Kristen merupakan nama ejekan. cet. h.D. Simanjutak. Tanya Jawab Tentang Iman Kristen. Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF. cet. kristen merupakan gelar yang diakui umum pada Perjanjian Baru.1992.1.52 Jadi dari pendapat diatas penulis berkesimpulan bahwa sebutan kristen pada jaman dulu memang kata ejekan namun pada masa kini sebutun itu adalah sebutan yang berharga bagi orang yang percaya kepda Kristus sebagai Juruslamatnya.h.51 Derek Primer mengatakan bahwa Kristen adalah orang yang sungguh-sungguh telah menjadi milik Kristus. H. Derek Primer. Keristen Nama Kristen pertama kali disebut di Antokhia Siria Kilisah Para Rasul 11:26 “Mereka tinggal bersamam-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya.20 c. Kamus Alkitab..

.55 a. Remaja Rasadakarya. 54 53 Karni Karno.54 2. majalah.16. suatu yang tidak benar dan pada saat itu pula data-data yang diperoleh dihimpun53. Pendekatan Historis.33. Mandar Maju. 1995. buku-buku. Hadawi Nawawi. 2001. 1996.. Jenis Pendekatan a.21 H.h30. h. Sejalan dengan itu Kartini Kartono mengatakan bahwa Penelitian perpustakaan bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi dengan bantuan macam-maca material yang terdapat di ruang perpustakaan. Pendekatan historis adalah pendekatan yang bertujuan untuk melakukan periodisasi atau derivasi sebuah fakta dan melakukan proses rekontruksi genesis. Bandung. H. Bandung. Metode Penelitian Bidang Sosial. misalnya. kisah sejarah. 55 Imam Sprayoga. catatan. Gadjah Mada Universty Pers.Hadawi mengatakan bahwa metode penelitian studi keperpustakaan adalah jenis penelitian yang dilakukan dengan menghimpun data-data yang dilakukan ketika melakukan sesuatu kebenaran. Pengantar Metodologi Riset Sosial. h. Yogyakarta. Pendekatan Teologi Pendekatan teologi adalah pendekatan iman untuk merumuskan kehendak Tuhan berupa wahyu yang disampaikan kepada nabi-Nya agar kehendak Tuhan dapat dipahamisecara dinamis dalam konteks dan ruang dan waktu. naskah-naskah.dokumen-dokumen dan lain-lain. Metode Penelitian Sosial Agama.

57 56 Abu Ahmid. Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan Singkat.. h. atau golongan.22 perobahan dan perkembangan. Sumber Bahan Primer Sumbr primer adalah sumber data yang berisikan pengetahuan ilmiah yang baru.58 Sumbernya adalah Alkitab sebagai Firman Tuhan.21. Surabaya. 1999. Teologi Sistematika: Pengantar Lanjutan Bagi Kaum Awam dan Anggota Gereja. Bina Ilmu. Psikologi Sosial. situasi masa dan lain sebagainya. h. Raja Grafindo Persada. Soeryono Soekanto dan Sri Mamuji. seprti situasi kelompok.57 3. 59 58 Ibid . Sumber Bahan Sekunder Sumber bahan skunder adalah buku-buku refrensi dan tafsiran. Pendekatan Psikologi-Sosiologi Pendekatan psikologi-sosiologi merupakan perkembangan ilmu pengetahuan yang baru dan merupakan cabang ilmu pengetahuan yang menguraikan tantang kegiatan-kegiatan manusia dalam hubungannya dengan situasi situasi sosial. Sumber bahan skunder adalah sumber yang berisikan informasi tentang bahan primer. Indra.pendapat tertentu dari seorang tokoh. 65-66. b. Sumber Bahan Penelitian a. 1991. Lembaga Literatur Baptis..59 Inchwei G. Melalui pendekatan ini dapat diketahui asal-usul pemikiran. 1982.mazbah. 7.56 b. Jakarta. h. mutakhir ataupun pengetahuan baru tentang fakta yang diketahui mengenai satu gagasan atau ide.

op.23 c. penulis menggunakan sistem kartu. Metode pengumpulan Bahan Teologi Dalam pengumpulan bahan-bahan teologi untuk membahas materi ini. H. bukan sekedar pengumpulan data secara kebetulan. Hadawi Nawawi. Sistem kartu adalah aktifasi ilmiah yang sistematis. 61 62 . 4. Cit. cit. tetapi merupakan suatu upaya menghimpun dengan terencana data-data dan informasi yang relefan dengan topik pembahasan.61 5. dan buku-buku umum yang menunjang penyelesaian karya ilmiah ini.60 Bahan-bahan yang dipakai penulis mengumpulkan data ialah Kamus Bahasa Indonesia.70. Analis deskritif adalah prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan subjek dan objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang tampak dan sebagaimana adanya. Pengantar Metodologi . buku-buku Pendidikan Agama Kristen.62 Sedangkan teknik analisis dekduktif artinya proses penalaran dari hasil- 60 Ibid Kartini Kartono.. H.. Sumber Bahan Tersier Sumber bahan tersier adalah bahan-bahan penunjang untuk primer. terarah dan berujuan. Loc. Teknik Analisis Teknik analisis yang digunakan penulis ialah teknik deskriptif dalam logika berpikir dekduktif indukatif. buku-buku psikologi. Ensklopedi Alkitab..

. Raja Grafindo. 2002. h. 43. Jakarta.24 hasil yang bersifat khusus atau sebaliknya teknik indukatif adalah proses penalaran dari hal-hal yang bersifat khusus ke hal-hal yang bersifat umum. . Metode Penelitian Filsafat.63 BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PSIKOLOGI REMAJA 63 Sudarto.

4. Inteligensi Remaja Sosial Kepribadian Spritual B. Memahami Kebutuhan Remaja C. 3. 2. Mengenal Potensi yang Dimiliki Remaja D. Dasar Pembentukan Spritual Remaja . 3. PSIKOLOGI 1. Remaja Awal Remaja Remaja Akhir BAB III APLIKASI PSIKOLOGI EMAJA UNTUK GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENDIDIK ANAK A. Menjawab Permasalahan Remaja B. 2. REMAJA 1.25 A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful