You are on page 1of 13

PERAN PENDIDIKAN AKHLAK TERHADAP PEMBENTUKAN PERILAKU IHSAN KEPADA ORANG TUA PADA SISWA-SISWI MI PLUS AT TAQWA

NGUTER SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2007/2008

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd I)

Oleh : MARGANUS SATYA NEGARA NIM : G 000 050 057

JURUSAN TARBIYAH FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2008

hubungan manusia dengan alam dan hubungan manusia dengan dirinya yang dapat menjamin keselarasan. keagamaan dan sosial masyarakat. antara lain akhlak. dan minimnya keteladan pendidikan moral dari orang tua adalah merupakan salah satu penyebab dari timbulnya perilaku-peilaku yang penyimpangan.manusia dengan manusia. kurangnya pengetahuan agama.sehingga MI Plus ini sebagai satu-satunya yang ada di nguter yang 1 . kurangnya perhatian. keseimbangan dan keserasian dalam hidup manusia. Kesibukan pekerjaan.. menggunakan system full day (jam 7. sebagai sekolah dasar islam. diyakini dan diamalkan oleh manusia Indonesia agar dapat menjadi dasar kepribadian sehingga dapat menjadi manusia yang utuh.Oleh karena itu agama perlu diketahui.00).1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan agama merupakan bagian pendidikan yang sangat penting yang berkenaan dengan aspek-aspek sikap dan nilai. dipahami. Agama mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT. Oleh karena itu Madrasah Ibtidaiyah Plus At-Taqwa Nguter Sukoharjo.0015. baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat dalam mencapai kebahagiaan lahiriah dan rohaniah. agama memberikan motivasi hidup dalam kehidupan.sehingga pendidikan akhlak sangat diperlukan sekali dalam rangka membentuk pribadi-pribadi yang berakhlakul karimah.

“Dan sesungguhnya kamu benar benar berbudi pekerti yang agung” Qs.2 memiliki program khusus. “Sesungguhnya orang yang paling aku cintai diantara kalian. Dalil dalil dari Sunnah Rasulullah SAW. a. serta dapat membedakan mana yang haq dan yang batil. aku bertanya. (Qs.An-Nisaa:36) 2. “Dan sembahlah Allah SWT dan janganlah kamu mempersekutukan Nya dengan sesuatupun. kemudia apa lagi ? Nabi menjawab: Berbakti pada kedua orang tua.Al-Qolam : 4) b. dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua”. Berikut ini beberapa dalil Al-Quran dan dalil As-Sunnah mengenai akhlak dan perintah ihsan kepada kedua orang tua: 1. sebab akhlak karimah akan menuntun pelakunya kedalam perbuatan yang ma'ruf. Pendidikan akhlak yang baik tentunya dapat membentuk perilaku ihsan baik dilingkungan sekolah maupun lingkungan rumah. Dalil-dalil Al-Quran a. “Perbuatan apa yang paling disukai oleh Allah SWT? Nabi menjawab: Sholat pada waktunya. tanpa mengesampingkan ilmu umum menawarkan kurikulum pendidikan agama bagi para siswanya dengan tujuan agar siswasiswinya menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa serta berilmu pengetahuan dan teknologi.Bukhari) b.aku bertanya lagi: .dan orang yang paling dekat denganku pada hari kiamat ialah orang yang paling baik akhlaknya diantara kalian”(HR.

Keberadaan Madrasah Ibtidaiyah Plus At-Taqwa sebagai satu satunya sekolah dasar islam bersistem Fullday dengan masa belajar 6 tahun mampu Membaca Al Quran dengan tartil.82-83) Masalah ini layak diteliti atau diangkat untuk sebuah penelitian karena : 1. jihad dijalan Allah SWT”. Dengan melihat kondisi sosial masyarakat setempat awam/minim pengetahuan agama Plus At-Taqwa sangant yang masih maka pendidikan Akhlak diMI oleh masyarakat dalam diharapkan membentuk generasi penerus yang beriman dan bertaqwa tanpa meninggalkan ilmu pengetahuan dan teknologi. . Pendidikan akhlak merupakan dasar terbentuknya akhlakul karimah /perilaku ihsan.yang mempunyai pengaruh cukup besar dalam membentuk perilaku baik terhadap orang tua. 2. 3.3 kemudian apalagi ? Nabi menjawab.Hafal Hadits 80 hadits. Nguter. (HR. perbuatan dan lainnya.Sukoharjo ini ada sebuah pembiasaan perilaku ihsan yang divisualisasikan dengan amal yaumi.Bukhari Muslim) (Mujieb:1999. membina dan meningkatkan kualitas keimanan dan pengetahuan di kalangan siswa. Untuk itulah di MI Plus At-Taqwa.mampu berbahasa arab tingkat dasar. Pembiasaan bagi siswa ini lebih dituntut untuk menekankan amaliah yang mendorong berbuat baik. dalam ucapan.Hafal Al Quran 2 Juz.

Pendidikan Pendidikan adalah Proses Pengubahan dan tingkahlaku seorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan(Kamus Besar Bahasa Indonesia :1989:204) 3. 4. 1976:667) 2. (Shiddieqi 1996:79). kesopanan dan kesatuan baik dalam pembicaraan maupun perbuatan. Yang dimaksud dengan perilaku ihsan disini yaitu . Berakar dari kata khalaqa yang berarti menciptakan.perangai. mengenai istilah judul yang peneliti gunakan maka sengaja akan diberikan batasan penjelasan tentang pengertian tersebut diantaranya sebagai berikut : 1.4 B.seakar dengan kata khaliq (pencipta) makhluq (yang diciptakan) dan khalq (penciptaan). Peran Peran adalah Cara. yang wajib dilaksanakan sepenuh hati. Akhlak Menurut Yunahar Ilyas (2001:1) Akhlak (Bahasa Arab) secara Etimologis bentuk jamak dari khuluq yang berarti bidi pekerti.tingkah laku atau tabiat. perbuatan memahami perilaku yang diharapkan dan dikaitkan ( Purwodarminto. Penegasan Istilah Untuk menghindari kesalahfahaman. Perilaku Ihsan Ihsan adalah menyesuaikan segala yang wajib terhadap bapak dan ibu baik berdasarkan moral material.

Adapun hipotesis penulis adalah Ada peran positif pendidikan akhlak terhadap pembentukan perilaku ihsan kepada kedua orang tua pada siswa siswi MI Plus At-Taqwa Nguter.5 kebaikan yang dilaksanakan oleh seorang anak secara lahiriah maupun batiniah terhadap Allah SWT dan kepada orang tua. E. Hipotesis Hipotesis adalah sering diartikan sebagai jawaban serta dugaan yang harus dibuktikan kebenarannya atau pernyataan yang sifatnya masih lemah dan perlu dibuktikan (Hadi. Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana Peran Pendidikan Akhlak terhadap Perilaku Ihsan kepada Kedua Orang tua pada siswa/siswi MI Plus AtTaqwa Nguter.Sukoharjo? D. Nguter . Rumusan Masalah Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Bagaimana Peran pendidikan akhlak terhadap pembentukan perilaku ihsan pada siswa siswi MI Plus At-Taqwa. Sukoharjo tahun pelajaran 2007/2008. 1987: 257). C. Tujuan dan Manfaat Penelitian Adapun tujuan dan manfaat yang ingin dicapai oleh penulis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: . Sukoharjo tahun pelajaran 2007/2008.

Deasy Kusumastuti UMS (2005) dengan judul Skripsi “Nilai-nilai Akhlak yang Terkandung dalam Surat Al Ahqaf. F. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui peran pendidikan akhlak terhadap pembentukan perilaku ihsan kepada kedua orang tua pada siswa/siswi di MI Plus At-Taqwa.dan mulianya berperilaku ihsan kepada kedua orang tua. Manfaat Praktis Sebagai tambahan informasi bagi para guru dan siswa serta masyarakat tentang pentingnya pendidikan Akhlak. Nguter . Sukoharjo. Manfaat Teoritis Untuk menambah khasanah keilmuan dan pengetahuan kongkrit tentang peran pendidikan akhlak terhadap pembentukan perilaku ihsan b. 15 – 18” menyimpulkan .6 1. 2. Manfaat Penelitian a. antara lain: 1. Kajian Pustaka Ada penelitian terdahulu yang mengungkapkan tentang akhlak. c) Dengan mukmin tidak boleh menetapkan suatu hukum sebelum ada ketetapan dari Allah dan Rasul-Nya. Karyadi STAIN (2000) dengan judul skripsi “Nilai-nilai Akhlak yang Terkandung dalam Surat Al Hujarat 1 – 5” menyimpulkan bahwa a) adab sopan santun berbicara dengan Rasulullah. b) Keharusan meneliti sesuatu pengkabaran yang disampaikan oleh orang fasih. 2.

bukan karena takabur dan bukan karena terpaksa.7 bahwa dalam ayat-ayat tersebut berisi tentang a) Perintah Allah agar manusia berbakti dan berbuat baik kepada orang tuanya dengan cara mematuhi yang diperintahkan oleh Allah serta menjalankan adab kesopanan dan budi pekerti karena Allah. Berpijak pada hasil-hasil penelitian di atas. b) Allah berjanji akan mengampuni kesalahan kepada mereka yang beramal sholeh dan memasukkan ke dalam surga bersama para penghuni surga. . Ajaran agar menjauhi dan menjaga dari fitnah Ajaran bertaqwa kepada Allah. tidak mempercayai akan hari kebangkitan dan hisab. c) Anak yang durhaka kepada orang tua. Oleh karena itu permasalahan ini layak diangkat menjadi skripsi. balasan bagi mereka adalah siksaan dari Allah dan mereka termasuk orang-orang yang rugi. tampak bahwa permasalahan yang diangkat dalam skripsi ini belum ada yang mengungkap. Ajaran agar bersyukur kepada Allah. Mar’atus Sholihah Zakiyah STAIMUS (2006) dengan Judul Skripsi “Pendidikan Akhlak yang Terkandung dalam Surat Al Anfal 24 – 29” menyimpulkan bahwa pesan yang terkandung dalam beberapa ayat tersebut adalah sebagai berikut: Ajaran tentang taat kepada perintah Allah dan perintah rasul-Nya. 3.

1993: 3). Sukoharjo tahun pelajaran 2007/2008. (Arikunto. Metode Penelitian Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini meliputi subyek penelitian (populasi). Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi MI Plus At-Taqwa. dan analisis data. Nguter. yang berjumlah 235 murid. dengan alasan karena latar belakang pengetahuan agama (akhlak) yang hampir merata. 2. Subyek Penelitian. metode pengumpulan data. a Populasi adalah sejumlah penduduk atau individu yang paling sedikit mempunyai satu sifat yang sama.8 G. (Hadi. b Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. 1987: 257). Jenis Penelitian Penelitian ini dapat digolongkan sebagai penelitian lapangan (Researt) dengan jenis pendekatan kuantitatif. 1.Sehingga penulis . penulis mengambil metode non random yaitu kelas 4 dan 5. penelitian yang prosedurnya menghasilkan data deskriptif yang berupa angka-angka dan kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diambil (Moleong. 1989: 102) Dalam penetapan sampel. dinamakan penelitian sampel apabila kita bermaksud menggeneralisasikan hasil penelitian sampel.

b.Nguter. Interview disini dimaksudkan: Wawancara dengan nara sumber misalnya dengan kepala sekolah.Sukoharjo baik data-data tertulis maupun kegiatan-kegiatan yang berlangsung. Untuk interview yang penulis gunakan di sini adalah bentuk interview langsung atau terbuka yaitu pada waktu mengadakan wawancara terhadap responden. . Metode tersebut penulis pergunakan terhadap obyek. 3. Metode Interview Interview adalah “Metode pengumpulan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dikerjakan dengan sistematik dan berlandaskan kepada tujuan penyelidikan” (Hadi.1973: 136).9 mengambil seluruh sampel siswa-siswi yang berjumlah 50 siswa beserta orangtuanya. Metode Observasi Observasi adalah: "Suatu metode pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan dengan sistematik fenomenafenomena yang diselidiki" (Hadi.meliputi keadaan umum MI Plus At-Taqwa.dan pengurus yayasan. 1973: 136). dan responden diberi kesempatan atau kebebasan untuk menjawab. penulis menyiapkan daftar pertanyaan yang telah disusun sedemikian rupa.guru-guru. Metode Pengumpulan Data Adapun metode-metode penelitian yang penulis pergunakan untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan adalah sebagai berikut : a.

Nguter . 1982:192) Metode ini penulis gunakan untuk memperoleh data dengan cara meneliti data-data tertulis yang bersumber pada dokumen seperti buku. dalam menganalisa data ini penulis menggunakan analisa data . Metode Dokumentasi Kata dokumentasi berasal dari bahasa Inggris ‘Documentation’ yang berarti surat-surat perjalanan atau dokumen.Sukoharjo). Metode angket Metode angket adalah Metode pengumpulan data dengan cara mengajukan daftar pertanyaan dikirim langsung kepada orang yang dimintai pendapat keyakinan atau diminta menceritakan tentang dirinya sendiri (Hadi. 4. jumlah siswa dan sarana prasarana yang ada pada MI Plus At-Taqwa. (Shadily. d. Dalam hal ini metode dokumentasi peneliti gunakan untuk memperoleh data tentang susunan organisasi sekolah. c.Sukoharjo. dan lain-lain yang ada hubungannya dengan penyusunan skripsi ini.10 untuk mendapatkan data yang diperlukan yaitu data tentang sejarah (keadaan umum MI Plus At-Taqwa. Nguter . 1973: 136). Metode ini dipergunakan untuk mengumpulkan data yang berhubungan dengan pendidikan akhlak dan perilaku ihsan anak terhadap orang tua. Metode Analisis Data Setelah data-data yang penulis kumpulkan terutama data yang diperlukan.

Adapun dalam skripsi ini penulis susun menjadi lima bab. Dasar dan Tujuan Pendidikan Akhlak.(ΣX) (ΣY) 2 − (ΣX ) 2 }{NΣY 2 − (ΣY ) 2 } di mana : rxy X Y N = Koefisien korelasi Product Moment = Skor dari setiap item pertanyaan = Skor sub total dari semua item = Jumlah responden (Arikunto 2002:150) H. maka perlu diketahui dari urut-urutannya. sehingga para pembaca secara sepintas akan dapat menggambarkan isi dari skripsi ini. Untuk memepermudah dalam memahami masalah yang terdapat dalam skripsi ini.metode Penanaman . Rumusan Masalah. Tujuan dan Manfaat Penelitian. Penegasan Istilah. Metode Penelitian dan Sistematika Skripsi Bab II Landasan Teori Dalam bab ini diuraikan tentang pengertian pendidikan Akhlak.Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendidikan Akhlak. Sistematika Skripsi.11 secara statistik dengan rumus teknik korelasi product moment yang rumusnya sebagai berikut: rxy = {NΣX NΣXY . Hipotesis.Tinjauan Kepustakaan. sebagai berikut : Bab I Pendahuluan Yang berisi tentang Latar Belakang Masalah.ruang lingkup akhlak.

Dan Kewajiban Orangtua Kepada Anak.Penanaman Pendidikan akhlak. .Hasil Evaluasi Pendidikan Akhlak. Kewajiban Anak Terhadap Orang Tua. Bab IV Analisis Data. Evaluasi Pendidikan Akhlak. Dalam bab ini terdiri dari analisis uji hipotesis dan interpretasi data.Sukoharjo yang Meliputi Sejarah Singkat Berdirinya. Macam-Macam Perilaku Ihsan.Pelaksanaan Pendidikan Akhlak.Sedangkan Masalah Perilaku Ihsan Meliputi: Pengertian Ihsan. Nguter. Kemudian penulis mengakhiri dengan Daftar Pustaka dan Lampiran-Lampiran. Peran Pendidikan Akhlak. Sarana dan Prasarana. Bab III Laporan Hasil Penelitian. Struktur Organisasi. Saran dan Kata Penutup. Dalam bab ini penulis uraikan tentang Gambaran umum MI Plus At-Taqwa.12 Pendidikan Akhlak. Letak Geografisnya.Data hasil Angket Pendidikan Akhlak dan Data hasil Angket Perilaku Ihsan Anak Terhadap Orang Tua.. Metode Pembentukan Perilaku Ihsan Kepada Orang Tua. Bab V Kesimpulan. Keadaan Guru dan Siswa.