You are on page 1of 19

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Perkembangan nasional dibidang kesehatan bertujuan untuk mencapai kemampuan untuk hidup sehat, bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Untuk mewujudkan kesehatan masyarakat secara optimal diperlukan peran serta masyarakat dan sumber daya masyarakat sebagai modal dasar dalam pembangunan nasioal, termasuk keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat. Dalam upaya mewujudkan kesehatan masyarakat terutama dalam mencegah angka kematian ibu dan anak pemerintah mencanangkan program safe methorhood yang berupa 6 pilar sebagai realisasi kerja, antara lain : 1. Pelayanan keluarga berencana 2. Asuhan antenatal 3. Persalinan bersih dan aman 4. Pelayanan obsetrik neonatal 5. Pelayanan kesehatan dasar 6. Pelayanan kesehatan primer dengan pemberdayaan wanita B. Tujuan 1. Mengidentifikasi masalah kesehatan yang berhubungan dengan kesehatan ibu dan anak pada keluarga. 2. Menemukan masalah yang ada dan memprioritaskannya

3. Merumuskan berbagai alternatif pemecahan maasalah 4. Implementasi hasil rumusan alternatif pemecahan masalah C. Metode Dalam penyusunan makalah ini penyusun menggunakan kajian pustaka dan beberapa situs internet.

BAB II PEMBAHASAN

A. Konsep Kebidanan Komunitas Konsep adalah kerangka ide yang mengandung suatu pengertian tertentu. Kebidanan berasal dari kata Bidan yang artinya adalah seseorang yang telah mengikuti pendidikan tersebut dan lulus serta terdaftar atau mendapat ijin melakukan praktek kebidanan. Sedangkan kebidanan sendiri mencakup pengetahuan yang dimiliki bidan dan kegiatan pelayanan yang dilakukan untuk menyelamatkan ibu dan bayi yang dilahirkan (J.H. Syahlan, 1996). Komunitas adalah kelompok orang yang berada di suatu lokasi tertentu. Sarana kebidanan komunitas adalah ibu dan anak balita yang berada dalam keluarga dan masyarakat. Pelayanan kebidanan komunitas dilakukan diluar rumah sakit. Kebidanan komunitas dapat juga merupakan bagian atau kelanjutan pelayanan kebidanan yang diberikan di rumah sakit. Pelayanan kesehatan ibu dan anak di lingkungan keluarga merupakan kegiatan kebidanan komunitas. Kelompok komunitas terkecil adalah keluarga individu yang dilayani adalah bagian dari keluarga atau komunitas. Oleh karena itu, bidan tidak memandang pasiennya dari sudut biologis. Akan tetapi juga sebagai unsur sosial yang memiliki budaya tertentu dan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan lingkungan disekelilingnya. Dapat ditemukan disini bahwa unsur-unsur yang tercakup didalam kebidanan komunitas adalah bidan, pelayanan kebidanan, sasaran pelayanan, lingkungan dan pengetahuan serta teknologi.

Asuhan kebidanan komunitas adalah merupakan bagian integral dari system pelayanan kesehatan, khususnya dalam pelayanan kesehatan ibu, anak dan Keluarga Berencana. Dalam memecahkan masalah pasiennya, bidan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan. Manajemen kebidananan adalah metode yang digunakan oleh bidan dalam menentukan dan mencari langkah-langkah pemecahan masalah serta melakukan tindakan untuk menyelematkan pasiennya dari gangguan kesehatan. Penerapan manajemen kebidanan melalui proses yang secara berurutan yaitu identifikasi masalah, analisis dan perumusan masalah, rencana dan tindakan pelaksanaan serta evaluasi hasil tindakan. Manajemen kebidanan juga digunakan oleh bidan dalam menangani kesehatan ibu, anak dan KB di komuniti, penerapan manajemen kebidanan komuniti (J.H. Syahlan, 1996). 1. Identifikasi masalah Bidan yang berada di desa memberikan pelayanan KIA dan KB di masyarakat melalui identifikasi, ini untuk mengatasi keadaan dan masalah kesehatan di desanya terutama yang ditujukan pada kesehatan ibu dan anak. Untuk itu bidan melakukan pengumpulan data dilaksanakan sccara langsung ke masyarakat (data subyektif) dan data tidak langsung ke masyarkaat (data obyektif) a. Data Subyektif Data subyektif diperoleh dari informasi langsung yang diterima dai masyarakat. Pengumpulan data subyektif dilakukan melalui wawancara. Untuk mengetahui keadaan dan masalah kesehatan masyarakat dilakukan wawancara terhadap individu atau kelompok yang mewakili masyarakat.

b. Data Obyektif Data obyektif adalah data yang diperoleh dari observasi pemeriksaan dan penelaahan catatan keluarga, masyarakat dan lingkungan. Kegiatan dilakukan oleh bidan dalam pengumpulan data obyektif ini ialah pengumpulan data atau catatan tentang keadaan kesehatan desa dan pencatatan data keluarga sebagai sasaran pemeriksaan. 2. Analisa dan perumusan masalah Setelah data dikumpulkan dan dicatat maka dilakukan analisis. Hasil analisis tersebut dirumuskan sebagai syarat dapat ditetapkan masalah kesehatan ibu dan anak di komuniti. Dari data yang dikumpulkan, dilakukan analisis yang dapat ditemukan jawaban tentang : a. Hubungan antara penyakit atau status kesehatan dengan lingkungan keadaan sosial budaya atau perilaku, pelayanan kesehatan yang ada serta faktorfaktor keturunan yang berpengaruh terhadap kesehatan. (H.L. Blum). b. Masalah-masalah kesehatan, termasuk penyakit ibu, anak dan balita c. Masalah-masalah utama ibu dan anak serta penyebabnya d. Faktor-faktor pendukung dan penghambat Rumusan masalah dapat ditentukan berdasarkan hasil analisa yang mencakup masalah utama dan penyebabnya serta masalah potensial. 3. Diagnosa potensial Diagnosa yang mungkin terjadi 4. Antisipasi penanganan segera Penanganan segera masalah yang timbul

5. Rencana (intervensi)

Rencana untuk pemecahan masalah dibagi menjadi tujuan, rencana pelaksanaan dan evaluasi. 6. Tindakan (implementasi) Kegiatan yang dilakukan bidan di komunitas mencakup rencana pelaksanaan yang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. 7. Evaluasi Untuk mengetahui ketepatan atau kesempurnaan antara hasil yang dicapai dengan tujuan yang ditetapkan.

ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS PADA KELUARGA TN. S Tanggal : 15 Februari 2008 Waktu : 16.00 WIB Tempat : Rumah Tn. S I. Pengkajian A. Data Umum 1. Identitas Kepala Keluarga Nama Umur Agama Suku Bangsa Jenis Kelamin Pendidikan Pekerjaan Status perkawinan : Tn. S : 33 tahun : Islam : Jawa/ Indonesia : Laki-laki : SMP : Wiraswasta : Kawin

Alamat

:RT. 01 RW. 02 Desa Kemanggungan Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal

2. Susunan Keluarga Nama Umur L/P Status Pendidikan Pekerjaan Agama Keadaan

Herlina Syahril Aji

25 th 5 th 1 th

P L L

Istri Anak Anak

SMA TK _

IRT _ _

Islam Islam Islam

Sehat Sehat Diare

B. Dokumentasi dan Pelaporan Dokumentasi merupakan aspek penting dari praktek kebidanan. Sepanjang waktu format dan kualitas dokumentasi telah berkembang, tetapi fokusnya terus berdampak positif terhadap klien. Dokumentasi kebidanan terus menerus menjadi penting karena hubungan fiskalnya dalam menentukan biaya perawatan klien. Regulasi membutuhkan institusi perawatan kesehatan untukmemantau dan mengevaluasi kualitas dan kesesuaian perawatan klien. lembaga akreditasi seperti JEAHO menguraikan pedoman tentang informasi yang harus didokumentasikan. Sebagai anggota dari tim petugas kesehatan, bidan harus mengkomunikasikan informasi tentang klien secara akurat dan dengan cara yang tepat waktu dan efektif. Kualitas perawatan klien bergantung pada kemampuan pemberi perawatan untuk berkomunikasi satu sama lain. Semua pemberi perawatan kesehatan membutuhkan informasi yang sama tentang klien sehingga mereka dapat merencanakan perawatan kesehatan yang komprehensif. Kecuali bahwa rencana perawatan klien dikomunikasikan pada semua anggota tim perawatan kesehatan, perawatan akan

terputus-putus, dan tercapai sering tertunda atau bahkan tidak dilakukan hasil klien yang buruk seperti melambatnya pemulihan dan komplikasi yang seharusnya dapat dihindari. Perawat bertanggung gugat dalam pencatatan tindakan mereka, sebagai akibat informasi dalam pencatatan harus jelas dan logis, menguraikan secara tepat semua perawatan yang diberikan. Lingkungan perawatan kesehatan menimbulkan banyak tantangan bagi pendokumentasian dan pelaporan secara akurat perawatan yang diberikan kepada klien, kualitas perawatan yang harus diterima klien, standar lembaga pengatur, struktur reimbursement dalam sistem pelayanan kesehatan dan pedoman hukum untuk praktik kebidanan membuat dokumentasi dan pelaporan menjadi dua fungsi yang paling penting dari bidan. Komunikasi Multi Disiplin dalam TIM Petugas Kesehatan. Perawatan klien membutuhkan kecakapan berkomunikasi diantara anggota tim petugas kesehatan. Sebagai akibat, pemberi perawatan menggunakan berbagai cara untuk melakukan pertukaran informasi lisan atau tertulis yang disebarkan diantara pemberi perawatan kesehatan dalam sejumlah cara. Catatan untuk komunikasi tertulis permanen yang mendokumentasikan informasi yang relevan dengan manajemen perawatan kesehatan klien. Konsultasi adalah bentuk lain dari diskusi dimana seseorang pemberi perawatan professional memberikan saran formal tentang perawatan klien kepada pemberi perawatan lain. Beberapa tipe pencatatan digunakan untuk mengkomunikasikan informasi tentang pasien meski setiap lembaga menggunakan format pencatatan yang berbeda. Catatan secara mendasar mengandung informasi: 1. Identifikasi klien dan data demografi klien 2. Surat izin untuk pengobatan dan prosedur 3. Riwayat keperawatan 4. Diagnosa keperawatan atau masalah keperawatan 5. rencana asuhan keperawatan atau multidisiplin 6. Catatan tentang tindakan asuhan keperawatan dan evaluasi keperawatan

7. Riwayat medis 8. Diagnosa media 9. Pesanan teraupetik 10. Catatan perkembangan medis dan disiplin kesehatan 11. Laporan tentang pemeriksaan diagnostik 12. Laporan pemeriksaan diagnostik 13. Rencana pemulangan dan ringkasan tentang pemulangan. 1. Tujuan Pencatatan Catatan merupakan sumber data yang bermanfaat yang digunakan oleh semua anggota tim perawat yang digunakan oleh semua anggota tim perawatan kesehatan. Tujuanya mencakup komunikasi, tagihan financial, edukasi, pengkajian, riset, auditi dan dokumentasi legal. Pencatatan adalah cara melalui mana anggota tim kesehatan mengkomunikasikan kontribusinya terhadap perawatan klien, termasuk terapi individual, edukasi klien dan penggunaan rujukan untuk perencanaan pemulangan rencana asuhan harus jelas bagi setiap orang yang membaca bagan. Bila anggota sifat merawat klein . catatan harus menjelaskan tindakan yang dibutuhkan untuk mempertahankan kontinuitas dan konsistensi perawatan. Dokumentasi dan pelaporan kualitas penting untuk meningkatkan efesiensi, perawatan klien secara individual. Enam pedoman penting harus diikuti untuk dokumentasi dan pelaporan kualitas dasar faktualisasi keakuratan, kelengkapan, keterkinian, organisasi dan kerohanian.

a. Dasar Faktual Informasi tentang klien dan perawatan mereka harus berdasarkan fakta. Catatan harus mengandung deskripsi. Informasi objektif tentang apa yang

perawat lihat, dengar, rasakan, dan cium. Suatu deskripsi objektif adalah hasil dari pengamatan dan pengukuran langsung b. Keakuratan Catatan klien harus akurat sehingga dokumentasi yang tepat dapat dipertahankan. Penggunaan pengukuran yang tepat memastikan bahwa catatan adalah untuk dengan jelas menandatangani entri data, kebijakan lembaga menjelaskan bagaimana dan kapan harus melakukan tanda-tangan c. Kelengkapan Informasi di dalam entri yang dicatat atau laporan harus dilengkapi mengandung informasi singkat lengkap tentang perawatan klien. laporan atau catatan yang baik adalah menyeluruh dan mengandung informasi lengkap tentang klien. d. Keterkinian Mengentri data secara tepat waktu penting, penundaan dalam pencatatan atau pelaporan dapat mengakibatkan omisi serius. Aktivitas atau temuantemuan yang harus dikomunikasikan pada waktu terjadinya mencakup yang: 1. Tanda-tanda vital 2. Pemberian medikasi atau pengobatan 3. Persiapan untuk pemeriksaan diagnostik atau pembedahan 4. Perubahan status 5. Peneriman, pemindahan, pemulangan, atau kematian klien. 6. Pengobatan untuk perubahan mendadak dalam status kesehatan.

e. Organisasi Bidan mengkomunikasikan informasi dalam format atau urutan yang logis. Anggota tim perawatan kesehatan memahami informasi lebih baik apabila informasi tersebut disajikan sesuai ketika informasi tersebut terjadi.

10

f. Kerahasiaan Komunikasi yang terjaga adalah informasi yang diberikan oleh seseorang ke orang lain dengan kepercayaan dan keyakinan bahwa informasi tersebut tidak akan dibocorkan. 2. Macam macam pencatatan 1. Dokumentasi Naratif Dokumentasi naratif adalah metode kuno untuk pencatatan asuhan keperawatan. Metode ini hanya menggunakan format seperti cerita untuk mengdokumentasikan informasi spesifik tentang kondisi klien dan asuhan keperawatan. Catatan medis berorientasi masalah-masalah adalah suatu metode dokumentasi yang memberikan penekanan pada masalah klien. Metode ini berhubungan dengan proses keperawatan dan memudahkan komunikasi tentang kebutuhan klien. 2. Catatan Sumber Dalam catatan sumber, catatan klien diatur sehingga setiap disiplin (misalnya keperawatan, kedokteran, pekerja sosial, atau terapi pernapasan). Kerugian dari catatan sumber adalah bahwa informasi terpecah-pecah, karena informasi tidak terorganisasi berdasarkan masalah lien. Maka rincian tentang masalah spesifik mungkin tersebar di seluruh catatan. Bagian catatan perawat adalah tempat perawat memasukkan deskripsi naratif tentang asuhan keperawatan dan respon klien.

3. Pencatatan dan Pengecualian Adalah suatu pendekatan inovatif yang digunakan untuk meringkas dokumentasi . pencatatan dengan pengecualian mengurangi pengulangan dan waktu yang digunakan dalam pencatatan. Asumsi dalam pencatatan

11

dengan pengecualian adalah semua standar memenuhi respon normal atau yang diharapkan kecuali di dokumentasikan lain. 4. Pencatatan fokus Format lain untuk dokumentasi adalah pencatatan fokus format pencatatan ini memungkinkan pendokumentasian segala situasi klien. setiap entri termasuk data, tindakan, dan respon klien, data, action, client respon. 5. Manajemen Kasus dan Jalur Kritis Model manajemen kasus dari pemberian perawatan memadukan pendekatan multi disiplin ilmu untuk mendokumetasikan perawatan klien. rencana yang telah distandarkan diringkas ke dalam jalur kritis yang merupakan rencana keperawatan multi disiplin terpadu untuk masalah, intervensi penting, hasil yang diharapkan dari klien dengan penyakit atau kondisi spesifik. Jalur kritis digunakan pad setiap giliran jaga perawat untuk mengarahkan dan memantau alur perawatan klien. dalam respon manusia maka terdapat varian. Varian mengacu pada perubahan positif dan perubahan negatif. Keuntungan jalur kritis dan manajemen kasus

Kontinuitas perawatan klien lebih mudah dikomunikasikan Pemberi perawatan kesehatan yang baru terlibat dalam perawatan klien diberikan perawatan Klien tercakup dalam proses perencanaan Seluruh tim perawatan kesehatan terlibat dalam semua fase perawatan klien Proses pembuatan keputusan kritis yang lebih kreatif lebih terdorong, yang mengarah pada hasil klien yang lebih baik Informasi mudah diakses bagi semua anggota tim perawat kesehatan Waktu yang diluangkan untuk mendokumentasikan berkurang Informasi yang telah dimasukkan adalah terbaru

12

Kesalahan yang diakibatkan dari transfer informasi menurun

6.

Dokumentasi Terkomputerisasi Dapat digunakan dalam beragama lingkungan perawatan klien. Sistem komputer dengan jelas digunakan di rumah sakit besar, tetapi penggunaanya tidak terbatas bagi fasilitas dengan menggunakan biaya besar. Dokumentasi terkomputerisasi dapat secara drastic berubah sejalan dengan peningkatan penggunaan teknologi baru, Teknologi automated speech recognition (ASR) atau Voice recognition memungkinkan dokumentasi untuk mengembangkan horizon baru dalam kemampuan. Keuntungan yaitu : 1. Dokumentasi keperawatan komprehensif dengan upaya keperawatan minimal 2. Penurunan kesalahan pencatatan dan penghilangan data 3. Pola dokumentasi yang konsisten 4. Meningkatkan komunikasi interdisiplin ilmu 5. Penghematan waktu yang besar dari perawat 6. Dokumentasi yang jelas ringkas dan dapat dibaca

Komunikasi yang dimaksud di sini adalah adanya suatu kejelasan dalam pemberian informasi dari masing-masing individu sesuai dengan kedudukannya.

C. 1.

Pencatatan Jenis data Pengumpulan dan pengelolaan data merupakan kegiatan pokok PWS KIA Jenis data: 1. Data sasaran:

13

a. b. c. d. e.

Jumlah seluruh ibu hamil Ibu bersalin Bayi umur < 1 bulan (neonatal) Ibu nifas Bayi 2. Data pelayanan a. jumlah K1 b. jumlah K4 c. jumlah ibu hamil risiko yang dirujuk oleh masyarakat d. jumlah ibu hamil risiko yang ditangani tenaga kesehatan e. jumlah ibu nifas yang dilayani tenaga kesehatan f. jumlah ibu bersalin yang ditolong tenaga kesehatan g. jumlah bayi berusia kurang dari 1 bulan yang dilayani tenaga kesehatan minimal 2 kali Contoh pendokumentasian di komunitas 1. register ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, BBL, bayi, balita, WUS, PUS, KB, menopause, gangguan reproduksi. 2. Register kegiatan program: buku imunisasi bayi, buku imunisasi ibu hamil dsb. 3. Register kohort bayi, balita, bumil 4. PWS KIA-KB 5. buku bantu sasaran pelayanan 6. buku kunjungan rumah 7. Buku rujukan 8. Buku KLB/insidental case 9. Buku riset 10. Buku lelahiran 11. Buku inventaris obat, alat

14

12. Status pasien 13. Kantong persalinan 14. Buku kegiatan harian 15. buku kegiatan bulanan 16. Sweeping imunisasi 17. Buku pembinaan kader, kader, masyarakat 18. Buku kunjungan TK/SD 19. Buku penjaring sasaran 20. Evaluasi/grafik PWS/cakupan/angka kasus/balok SKDN 21. buku penyuluhan 22. buku bantu JPS Gakin/askin dsb 23. Buku rencana kegiatan harian/bulanan. 24. buku penjaring risti sasaran 25. Buku pembinaan kader, dukun, masyarakat 26. buku kunjungan TK/SD 27. KPKIA, dana sehat, APSARI, tabulin, jadwal ambulan desa 28. Pencatatan lain yang dibuat khusus oleh instansi masing-masing Pencatan dan pelaporan yang tepat akan menunjang kebutuhan pengembangan pelayanan, program, pihak terkait, alat evaluasi, cakupan, askes dan perluasan program.

Sumber data Data sasaran sebaiknya berasal dari hasil pendataan setempat. Bila angka tersebut tidak tersedia, atau diragukan, maka perkiraan jumlah sasaran dapat dihitung menurut rumus.

15

Data pelayanan umumnya berasal dari: a. Register kohort ibu dan bayi b. Laporan persalinan yang ditolong tenaga kesehatan dan dukun bayi c. Laporan dari dokter/bidan praktik swasta d. Laporan dari fasilitas pelayanan pelayanan selain puskesmasyang berada di wilayah puskesmas D. Pelaporan a. Data dari tingkat puskesmas dikumpulkan-diolah, hasilnya dimasukkan ke format 1. b. Format 1 a rekapitulasi cakupan (indikator PWS-KIA) dari tiap desa, juga berfungsi sebagai laporan yang dikirim ke dinas kabupaten/kota (dikirim paling lambat tgl 10/bulan) c. Dinas kabupaten atau kota membuat rekapitulasi laporan puskesmas (format 1) dengan menggunakan format 2 untul dikirimkan ke profinsi paling lambat tgl 15 bulan berikutnya. d. Propinsi membuat rekapitulasi laporan kabupaten/kota dalam format 3, dikirimkan ke pusat setiap 3 bulan, paling lambat 1 bulan setelah triwulan tersebut berakhir. Contoh format laporan persalinan oleh tenaga kesehatan dapat dilihat pada halaman berikut:

16

Petunjuk pengisian pelaporan tenaga kesehatan Puskesmas Kecamatan Propinsi : sudah jelas : sudah jelas : sudah jelas

Kabupaten : sudah jelas

17

Oleh Kolom 1,2,3 Kolom 4 Kolom 5 Kolom 6 Kolom 7 Kolom 8,9,10 Kolom 11 Kolom 12 Kolom 13 Kolom 14-15 Kolom 16 Kolom 17-18 Kolom 19 Kolom 20 Kolom 21

: diisi nama bidan atau perawat yang melaporkan : sudah jelas : diisi umur ibu dalam angka, misal:22 tahun : Diisi ini kehamilan yang keberapa, misal: 2 : Diisi umur kehamilan ibu dengan angka pada kunjungan, misal : 30,32 minggu atau aterm. :Diisi dengan angka selama kehamilan berapa kali kunjungan/memeriksakan kehamilan : Diisi letak janin pada waktu menolong persalinan tersebut :Diisi jenis persalinan tersebut normal:spontan,buatan (forcep,vakum ekstraksi),atau anjuran (pitocin drip) : Diisi tanda (v) tanggal bayi lahir mati : Diisi tanda (v) tanggal bayi lahir hidup : Diisi jenis kelamin yang lahir tersebut : Diisi tanda (V) bila bayi tersebut kembar : Diisi tanda tanggal bila bayi mati sesuai umur bayi tersebut : Diisi tanggal kematian dari ibu yang mati melahirkan tersebut : Diisi tanda (V) : diisi hal-hal yang dianggap penting yang berhubungan dengan ibu melahirkan tersebut, misalnya kolom yang berhubungan

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

18

Konsep adalah kerangka ide yang mengandung suatu pengertian tertentu. Kebidanan berasal dari kata Bidan yang artinya adalah seseorang yang telah mengikuti pendidikan tersebut dan lulus serta terdaftar atau mendapat ijin melakukan praktek kebidanan. Komunitas adalah kelompok orang yang berada di suatu lokasi tertentu. Sarana kebidanan komunitas adalah ibu dan anak balita yang berada dalam keluarga dan masyarakat. Pelayanan kebidanan komunitas dilakukan diluar rumah sakit. Kebidanan komunitas dapat juga merupakan bagian atau kelanjutan pelayanan kebidanan yang diberikan di rumah sakit. Pelayanan kesehatan ibu dan anak di lingkungan keluarga merupakan kegiatan kebidanan komunitas. Kelompok komunitas terkecil adalah keluarga individu yang dilayani adalah bagian dari keluarga atau komunitas. Oleh karena itu, bidan tidak memandang pasiennya dari sudut biologis. Akan tetapi juga sebagai unsur sosial yang memiliki budaya tertentu dan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan lingkungan disekelilingnya. B. Saran Bidan yang berada di desa memberikan pelayanan KIA dan KB di masyarakat melalui identifikasi, ini untuk mengatasi keadaan dan masalah kesehatan di desanya terutama yang ditujukan pada kesehatan ibu dan anak. Untuk itu bidan melakukan pengumpulan data dilaksanakan sccara langsung ke masyarakat (data subyektif) dan data tidak langsung ke masyarkaat (data obyektif).

19