You are on page 1of 3

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Sebagai seorang mahasiswa gizi, kita tidak hanya dituntut untuk mengetahui kadar zat gizi dalam makanan tetapi juga dituntut untuk mengetahui factor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi nilai gizi dalam makanan, seperti pengolahan,pengemasan, pengawetan,dll. Faktorfaktor ini juga termasuk kedalam salah satu mata kuliah yang telah kita pelajari sebelumnya yaitu ilmu pangan. Pengolahan dapat memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap nilai gizi baik mengurangi maupun menambah nilai gizi dalam suatu makanan/produk makanan. Pada prinsipnya pengolahan pangan dilakukan dengan tujuan: 1. untuk pengawetan, pengemasan dan penyimpanan produk pangan (misalnya pengalengan); 2. untuk mengubah menjadi produk yang diinginkan (misalnya pemanggangan); serta 3. untuk mempersiapkan bahan pangan agar siap dihidangkan. Penanganan, penyimpanan dan pengawetan bahan pangan sering menyebabkan terjadinya perubahan nilai gizinya, yang sebagain besar tidak diinginkan. Zat gizi yang terkandung dalam bahan pangan akan rusak pada sebagaian besar proses pengolahan karena sensitif terhadap pH, oksigen, sinar dan panas atau kombinasi diantaranya. Zat gizi mikro terutama tembaga dan zat besi serta enzim kemungkinan sebagai katalis dalam proses tersebut. Selain proses pengolahan yang tidak diinginkan karena banyak merusak zat-zat gizi yang terkandung dalam bahan pangan, proses pengolahan dapat bersifat menguntungkan terhadap beberapa komponen zat gizi yang terkandung dalam bahan pangan tersebut, yaitu perubahan kadar kandungan zat gizi, peningkatan daya cerna dan ketersediaan zat-zat gizi serta penurunan berbagai senyawa antinutrisi yang terkandung di dalamnya. Proses pemanasan bahan pangan dapat meningkatkan ketersediaan zat gizi yang terkandung di dalamnya,misalnya pemanasan kacang-kacangan (kedelai) mentah dapat

meningkatkan daya cerna dan ketersediaan protein yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, untuk lebih memahami proses pengolahan tersebut, kami melakukan studi lapangan ke 2 pabrik yang berbeda, yaitu PT.mandala dan PT.Indofood Sukses Makmur TBK yang merupakan 2 perusahaan makanan/minuman yang sudah ahli di bidangnya.

pemasaran produk makanan/minuman tersebut.d 16. 24 Januari 2012 : 07. Selain itu juga untuk memahami keseluruhan proses pengolahan.00 1. pengawetan.2 Tujuan Tujuan dilaksanakannya kunjungan lapangan ini adalah untuk lebih memahami proses pengolahan makanan dan dampaknya terhadap nilai gizi yang ada di dalamnya.00 s. pengemasan.1.3 Waktu Kunjungan lapangan ini dilaksanakan pada: Hari/tanggal Waktu : Selasa.4 Lokasi . 1.

. minyak goreng dan bumbu. Vit B1.1 PT. Sedangkan minyaknya menggunakan minyak goreng Bimoli.1.1 Pengadaan Bahan Makanan 2. menggunakan terigu Bogasari yang bermutu tinggi. Zinc (Zn). Untuk mi instan Indomie. bawang merah. Asam Folat. Minyak goreng Bimoli diolah dengan teknologi PMP (Pemurnian Multi Proses) yang mampu memisahkan zat-zat tak berguna sekaligus mempertahankan zat-zat penting yang diperlukan tubuh kita. bawang putih serta rempah-rempah alam yang kaya akan senyawa aktif non gizi (phytochemical) yang berguna bagi kesehatan. Indofood Sukses Makmur TBK (mie instan) Bahan baku utama mi intan adalah tepung terigu. memiliki kandungan protein (gluten) paling tinggi karena terigu tersebut sudah difortifikasi dengan zat besi (Fe). B2. jenis minyak goreng kelapa sawit yang enak rasanya dan mengandung antioksidan betakaroten dan tocoferol baik bagi kesehatan tubuh.BAB II PEMBAHASAN 2. Indomie adalah mi instan pertama yang menggunakan rempah-rempah dalam bumbu dan minyak bumbu. Bumbu yang menambah kelezatan mi instan Indomie berasal dari cabe merah.