You are on page 1of 5

PENDAHULUAN

Latar Belakang Tanah sangat penting artinya bagi usaha pertanian karena kehidupan dan segala makhluk hidup di dunia sangat memerlukan tanah. Akan tetapi arti yang penting ini kadang-kadang diabaikan oleh manusia, sehingga tanah tidak lagi berfungsi sebagai mana mestinya. Tanah menjadi gersang dan dapat menimbulkan berbagai bencana, tidak lagi menjadi sumber bagi segala kehidupan. Di dalam tanah memang sudah tersedia makanan secara alamiah. Namun, karena alasan alamiah yang sama, tidak semua tanah menyediakan makanan yang cukup untuk tanaman. Oleh karena itu, tanah yang tidak menyediakan makanan perlu dibantu dengan menambah kadar makanan di dalam tanah. Makanan tambahan ini sering disebut pupuk, sedangkan penambahan makanan tersebut disebut pemupukan. Sebelum menambah zat hara (memupuk) untuk tanaman, perlulah mengetahui unsur-unsur yang diperlukan tanaman. Unsur hara yang diperlukan tanaman dapat dibagi tiga golongan berdasarkan jumlah yang dibutuhkan tanaman. Ketiga golongan tersebut sebagai berikut. 1) Unsur hara makro yaitu unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah banyak, seperti nitrogen (N) , fosfor (P), dan potasium atau kalium. 2) Unsur hara sedang (sekunder) yaitu unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah kecil, seperti sulfur/belerang (S), kalsium (Ca), dan magnesium (Mg).

Universitas Sumatera Utara

TSP. bungkil. Contoh produk mikroorganisme starter Universitas Sumatera Utara . rumput-rumputan. dan molibdenum (Mo) (Hadisumitro. Meskipun unsur hara rendah.3) Unsur hara mikro yaitu unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit. merupakan hasil-hasil akhir dari perubahan atas peruraian bagian-bagian tanaman dan binatang. daun-daunan. Kompos diperoleh dari hasil pelapukan bahan-bahan tanaman atau limbah organik seperti jerami. kompos. limbah organik pengolahan pabrik. dan lain-lain. yaitu pengaturan kondisi iklim mikro seperti suhu dan kelembapan sehingga sesuai untuk pertumbuhan mikroorganisme pengurai serta penambahan atau pemberian mikroorganisme pengurai sebagai starter atau aktivator. guano. Berdasarkan pembuatannya pupuk terdiri dari pupuk alam dan pupuk buatan. Biasanya penggunaan pupuk ini ditujukan untuk memperbaiki sifat fisik dan biologi tanah. pupuk hijau. dan sampah organik yang terjadi karena perlakuan manusia. seng (Zn). seperti besi (Fe). Pupuk alam (pupuk organik). misalnya pupuk kandang. 2009). Ada dua cara untuk mempercepat terjadinya pelapukan bahan organik. Pupuk ini dicirikan dengan kelarutan unsur haranya yang rendah di dalam tanah. sekam. khlor (Cl). Perlakuan yang umum dilakukan berupa penciptaan lingkungan mikro yang dikondisikan untuk pertumbuhan mikroorganisme. boron (B). tembaga (Cu). Pupuk buatan (pupuk anorganik) adalah pupuk yang dibuat oleh pabrik-pabrik pupuk dengan meramu bahan-bahan kimia (anorganik). Berguna untuk memperbaiki sifat kimia tanah. misalnya : Urea. mangan (Mn). tepung tulang dan sebagainya. Umumnya kandungan unsur hara dan kelarutannya tinggi. akan tetapi bila sifat fisik telah diperbaiki maka sifat kimianya pun bisa berubah.

dan tanah-tanah yang ringan akan menjadi lebih baik strukturnya. 3) Memperbaiki temperatur tanah. hal ini disebabkan karena sebagian hama tersebut menjadi kebal. pelet. 2) Memperbaiki tata air dan udara tanah. 6) Meningkatkan pengaruh pemupukan dengan pupuk-pupuk buatan (Sutedjo. Seiring dengan perkembangan industri pupuk anorganik dan pestisida maka perkembangan hama dan penyakit tanaman juga berkembang. Keuntungan menggunakan kompos yaitu : 1) Memperbaiki struktur tanah. Melalui mesin-mesin modern ini dihasilkan kompos dalam berbagai bentuk. keras. kompos yang dihasilkan untuk dikomersialkan atau dijual. starbio. Secara konvensional. tanah-tanah yang berat menjadi lebih ringan.dalam pembuatan kompos yang sudah beredar di pasaran antara lain EM-4. 2008). kompos yang dihasilkan berupa kompos siap pakai. 4) Memperbaiki sifat kimiawi tanah karena adanya daya absorpsi dan daya tukar kation yang besar. serbuk. Proses pembuatan kompos dapat dilakukan secara konvensional atau modern. dan Universitas Sumatera Utara . misalnya : bubuk. Penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus juga menyebabkan tanah jadi jenuh. dan Temban. dan lain-lain. Sementara secara modern. karena terkandungnya dengan cukup udara dan air di dalam tanah. Biasanya skala pembuatannya sudah tergolong skala industri karena menggunakan peralatan atau mesin modern. 5) Memperbaiki kehidupan mikroorganisme (jasad-jasad renik) di dalam tanah.

Pupuk organik padat adalah pupuk yang terbuat dari bahan organik dengan akhir pembentukan padat. biaya pengangkutan yang tinggi. Untuk mengatasi hal tersebut. membutuhkan ruangan yang lebih luas untuk penyimpanan. Oleh sebab itu akhirakhir ini. Oleh karena itu pupuk kompos dapat dibuat dengan bentuk padat untuk memudahkan konsumen dalam pemakaian. daya simpannya relatif lebih singkat karena adanya pelepasan unsur-unsur hara.lingkungan jadi tercemar (keseimbangannya terganggu). kurang praktis dan kurang cocok bila diaplikasikan pada tanaman yang ditanam di pot. biaya transportasi yang tinggi. Perlakuan yang diberikan pada kompos agar menjadi kompos bentuk yang bervariasi tidak sulit. proses penebarannya yang sulit karena bentuknya tidak teratur. petani banyak beralih ke pertanian organik dengan menggunakan pupuk organik. Universitas Sumatera Utara . dan mempermudah penyimpanan. Disamping itu kompos juga memiliki kelemahan-kelemahan yaitu dosis pemakaiannya relatif besar bila dibandingkan dengan pupuk anorganik. hanya dengan mengubah bentuk kompos serbuk menjadi kompos yang bervariasi bentuk sesuai cetakan yang disediakan. kompos perlu diberi perlakuan tambahan. Pembuatan pupuk organik padat akan dapat mengefisiensikan biaya pengangkutan. dan membutuhkan ruangan yang lebih luas untuk penyimpanan.khususnya dalam bentuknya. Pupuk organik padat yang sering dibuat adalah pupuk organik dari kompos yang terdekomposisi secara alamiah berbentuk serbuk kasar atau gumpalan. Akan tetapi kompos ini juga memiliki beberapa kelemahan yaitu kebutuhan dosis pupuk organik yang sangat besar dalam proses penebarannya. misalnya pupuk kompos yang lebih ramah lingkungan dan mudah didapat.

namun masih terdapat beberapa kelemahan yaitu banyaknya hasil cetakan yang rusak. 2. Universitas Sumatera Utara . Kegunaan Penelitian 1. 3. sebagai informasi pendukung untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai alat pencetak kompos dengan variasi bentuk cetakan. Bagi mahasiswa. telah dirancang dan dibuat alat pencetak kompos dengan variasi bentuk cetakan oleh Hasibuan (2009). Bagi penulis yaitu sebagai bahan untuk menyusun skripsi yang merupakan syarat untuk menyelesaikan pendidikan di Program Studi Teknik Pertanian Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. serta melakukan variasi komposisi kompos dan jenis perekat yang berbeda. sebagai alat bantu dan informasi untuk pencetak kompos dengan variasi bentuk cetakan. Bagi masyarakat. Tujuan Penelitian Menguji kinerja alat pencetak kompos dengan menggunakan bahan perekat yang berbeda. Oleh karena itu penulis mencoba meminimalisai kelemahan tersebut dengan menguji kinerja alat pencetak kompos dengan variasi bentuk cetakan. dan kinerja alat yang belum optimal.Berdasarkan hal di atas. Hipotesa Penelitian Diduga ada perbedaan kualitas hasil cetakan akibat perbedaan jenis perekat dan dosis bahan perekat serta interaksi kedua faktor tersebut.