You are on page 1of 4

Béla Bartók: Idiom Musik Rakyat Dalam “Allegro barbaro”

Oleh: Aditya Pradana Setiadi 1

Béla Bartók dan Bahasa Musiknya Sebelum membahas “Allegro barbaro” secara khusus, ada baiknya kita meninjau ulang peran Béla Bartók dan Zoltan Kodàly sebagai dua komponis kebanggaan Hungaria yang berjasa mengumpulkan musik rakyat di daerah pegunungan Carpathian, Transilvania, dimana saat itu sebagian negara Rumania masih merupakan bagian dari Hungaria. Bartók sendiri tidak secara khusus mengumpulkan nyanyian rakyat Hungaria (menggunakan alat perekam silinder kuno). Pendekatannya lebih menggunakan metode etnomusikologi, dimana ia juga tertarik pada musik rakyat non-Hungaria, seperti musik rakyat Kroasia, Slovakia, Serbia, Turki, dan Arab.

Béla Bartók merekam nyanyian rakyat dengan mesin perekam silinder.

Hasil penelitian Bartók kemudian diimplementasikan dalam musik karyanya. Proses penelitiannya terbagi atas tiga tahap: (1) Merekam nyanyian musik rakyat (terutama dalam bentuk Lament), (2) Mencatat dan mendokumentasikannya, dengan menambahkan birama dan metrum, (3) Memberikan harmoni baru kepada nyanyian tersebut. Tahap terakhir ini menunjukkan penguasaan Bartók terhadap ilmu harmoni yang progresif
Penulis adalah dosen mata kuliah Apresiasi Musik di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, serta pengajar Sejarah Musik dan piano di Sekolah Musik Yayasan Pendidikan Musik (YPM) Jakarta.
1

1

(sesuai dengan zaman Bartók hidup. (3) tanda tempo “Allegro giusto” 2. 3 Lebih lanjut. ceria. meskipun sebenarnya melodi asalnya berasal dari nyanyian rakyat (Lament). Ada kemungkinan penggunaan whole-tone merupakan pendekatan awal Bartók terhadap Overtone Scales3. Berarti Allegro giusto mengacu pada tempo yang “lincah. padahal karya tersebut merupakan hasil karya otentik Bartók sendiri. whole-tone. Perlu diketahui bahwa dalam karya ini Bartók menekankan: (1) Penggunaan tangganada pentatonik. diiringi harmoni sederhana. sang soprano menyanyikan Lament lagu rakyat Hungaria asli. pada “Evening in the village” (dari kumpulan karya piano “Ten Easy Pieces Sz. tepat. Yang menarik. kromatik. namun pianonya memainkan harmoni hasil modifikasi Bartók. pegunungan Transilvania (mencakup Rumania). Selain itu. Unsur ritme yang sangat kuat merupakan ciri khas Bartók dalam karya-karyanya yang mengadaptasi musik dansa/tarian rakyat. namun terdengar seolah-olah adalah adaptasi dari musik rakyat. Bartók mengembangkan Overtone Scales dengan apa yang disebut sebagai “Bartókian chords”. Misalnya. karya ini digubah tahun 1911. menghasilkan karya-karya yang seolah-olah merupakan adaptasi/modifikasi dari musik rakyat orisinal. Karya ini merupakan asli gubahan Bartók. musikolog lebih lanjut mengemukakan bahwa betapa kuatnya bahasa musik Bartók yang terpengaruh oleh idiom musik rakyat. Tangganada pentatonik ditemui pada musik rakyat Hungaria. lincah”. dan (5) kontras dinamik yang sangat besar. pasti. apabila kita memperhatikan karya-karyanya. cepat. yaitu tangganada yang dibentuk dari resonansi getaran simpatetik yang berbunyi pada frekuensi tertentu. dan musik Eropa Timur pada umumnya. Ini dapat terdengar dengan jelas pada “Eight Hungarian Folksongs Sz. sedangkan Giusto berarti “tepat. tegas. dimana tangganada tersebut (yang juga banyak digunakan oleh Debussy sebagai reaksinya terhadap bunyi resonansi gamelan Bali) dianggap dekat dengan bunyi alam. Allegro berarti “riang. 64” untuk soprano dengan iringan piano. (2) Unsur ritme yang sangat kuat. Bartók dan Allegro barbaro Mengkaji “Allegro barbaro”. Oleh karena itu. atau tanda birama 2/4. disini Bartók juga menggunakan tangganada whole-tone. Pada kumpulan lagu tersebut. dalam bahasa Italia. dengan keyakinan dan kepastian”. terdengar harmoni yang mutakhir. Perlu diketahui bahwa tradisi musik tarian rakyat Hungaria dipengaruhi musik Secara harafiah. Rumania. dan Slovakia. 39”) melodi pentatonik yang liris (menyerupai Lament) terdengar syahdu. (4) Metrum. yaitu era Modern – dalam Sejarah Musik Barat). yakin”. Beberapa sumber menyebutkan karya ini menggunakan idiom musik Hungaria. 2 2 .

dimulai di birama 100 (yang bertanda ekspresi “poco sostenuto”5) dimana seolahseolah pianis diberikan keleluasaan untuk bermain dengan sedikit rubato. yang secara sistematik biasanya dikategorikan oleh musikolog untuk membiramakan ritme musik rakyat yang bersifat rhapsodic dan sulit untuk dibagi dalam ritme simetris seperti 2/4. Tanda tempo “Allegro giusto” nampaknya menjadi roh dari keseluruhan “Allegro barbaro”. contrabass memiliki peran penting untuk menjaga ketukan asimetrik (selayaknya sebuah basso ostinato). yaitu gabungan musik instrumental rakyat Hungaria (biasanya menggunakan contrabass. Kesimpulan Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Bartók menyelipkan juga sedikit kecenderungan ritme asimetrik. Adapun kontras dinamik yang cukup besar (mulai dari pppp hingga sff dan ff) menandakan bahwa Bartók menginginkan sesuatu yang dramatik dari “Allegro barbaro”. (2) Giusto style. Biasanya ritme asimetrik terdapat pada musik pengiring tarian rakyat Verbunkos atau Czardas. dan violin/fiddle). dan (3) Verbunkos.6 Adapun secara harafiah. Efek perkusif yang maksimal harus dapat dicapai oleh pianis.4 Selain mempertahankan sifat perkusif karya ini. serta musik kaum gypsy (czardas). Namun pada “Allegro barbaro”. dimana pada strings ensemble. 5 Poco sostenuto = sedikit ditahan. Contoh ritme asimetrik adalah 10/16 (dengan pembagian aksen hitungan 4+3+3). atau 4/4. ritme dinamis musik tarian Turki dan Jerman (yang dulu pernah menginvasi Hungaria). yaitu: (1) Laments. 3/4. Rakyat Hungaria juga memiliki akar yang kuat pada ritual paganisme. viola. ritme asimetrik mengacu kepada gaya bermain rubato tersebut. sementara melodi yang digalang oleh violin/fiddle bisa bergerak secara dinamis dan bebas. dengan tidak melupakan adanya bagian-bagian liris menyerupai Lament dan Giusto style. 6 Rubato = tempo dengan karakter sedikit ditarik-ulur untuk memberikan ruang bagi instrumentalis dalam berekspresi. 39”). nampaknya juga dominan ritme kuat musik ritual paganisme (seperti yang ditemui pada “Bear Dance” dari kumpulan karya piano “Ten Easy Pieces Sz. dimana zaman dulu mereka masih melakukan upacara penyambutan datangnya Musim Semi dengan musik-musik ritmis dan perkusif. dimana orang-orang menggunakan topeng dan kostum binatang liar seperti beruang atau rusa. pada karya “Allegro barbaro” ini Bartók telah menunjukkan pemahamannya yang sangat dalam terhadap idiom musik rakyat sehingga ia bisa menciptakan sebuah karya Ini juga dapat mengacu pada salah satu dari tiga kategori musik rakyat Hungaria. 4 3 .Verbunkos.

com/topic/allegro-barbaro-for-piano-sz-49-bb63 Jakarta.  http://www. Universitas Debrecen. Hungaria. pemanfaatan warna suara instrumen. Karya ini merupakan sebuah tonggak penting dalam karya Bartók di kemudian hari. September. Referensi  Makalah Kuliah Musim Panas “Tradition and Innovations in Hungarian Music Education”. seolah-olah karya ini merupakan sebuah adaptasi langsung dari sebuah musik rakyat.baru yang otentik. 2010. 8 Maret 2012 4 . dan struktur yang terus dikembangkannya. dimana ia lebih menunjukkan kematangannya dalam mengolah berbagai elemen musik rakyat dalam paduan harmoni mutakhir.answers.