You are on page 1of 16

3.

6 STASIUN PENGUAPAN

Tujuan dari proses penguapan ini adalah untuk menguapkan kandungan air dalam nira encer sehingga didapatkan nira kental dengan kadar 60-64 brix. Di pabrik gula Gondang Baru terdapat 7 badan penguap terdiri dari 4 badan penguap secara seri, 2 badan penguap secara paralel dan 1 badan penguap untuk cadangan. Penomoran pada badan penguapan adalah BP 1A, BP 1B, BP 2, BP 3, BP 4A, BP 4B, dan BP 5. Badan penguapan 4B untuk cadangan bila ada kerusakan dan tiap 3 hari sekali terjadi perputaran penggantian pada BP 3 dan BP 4. Nira encer dari stasiun pemurnian masuk ke Badan Penguap I (BP I) yang dipanaskan dengan uap bekas dari stasiun gilingan yang suhunya 105110C dan tekanan 0,5 kg/cm. Jika suhu uap bekas dari gilingan tidak memenuhi maka di tambah suplesi uap baru dari ketel, sebelum melakukan suplesi uap baru pompa de superheated harus dihidupkan terlebih dahulu. Uap nira dari BP I digunakan untuk memanaskan BP II dan seterusnya sampai dihasilkan nira kental. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada stasiun penguapan di Pabrik Gula Gondang Baru adalah :
a. Uap bekas b. Isi optimal tiap badan

: 0,4-0,5 kg/cm2 : 1/3 tinggi dari pipa nira, agar sirkulasi : 30 : 64 cmHg : 90%

berjalan dengan baik.


c. Be nira kental d. Vaccum badan akhir e. Kebersihan skrap

f. Tap verkliker secara periodik. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses penguapan adalah : Besar kecilnya tekanan, makin rendah tekanan makin rendah titik didihnya. Untuk mencapai titik didih yang tinggi maka tekanan permukaan cairan harus lebih rendah dari tekanan atmosfer, hal ini dapat dilakukan dengan membuat vacum.

59

Gambar 3.18 Diagram Alir Stasiun Penguapan

60 60

1. Proses yang terjadi pada stasiun penguapan adalah sebagai berikut : 1) Nira encer di BP I dipanaskan menggunakan uap bekas dengan suhu 105-

110C dan tekanan 0,5 kg/cm. Bila uap bekas kurang mencukupi atau tekanannya rendah, maka dapat ditambah uap baru. Untuk penggunaan suplesi uap baru bisa dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel Tekanan (P)
kg/cm2

3.2

Penggunaan

Temperatur (T) C 102 103 104 105 107 108 110 111 113 114 115

suplesi uap baru

0,10 0,15 0,20 0,23 0,32 0,36 0,46 0,50 0,61 0,67 0,70

2) Nira dialirkan menuju ke BP II dan dipanaskan dengan uap nira dari BP I

mencapai suhu 100C.


3) Nira pada BP II dialirkan ke BP III yang dipanaskan dengan uap nira dari

BP II. Pada BP III menggunakan system vakum, keuntungannya adalah suhu yang dihasilkan tidak terlalu tinggi.
4) Uap nira dari BP III digunakan untuk memanaskan nira pada BP IV dan V. 5) Uap panas yang keluar dari BP IV dan V dialirkan menuju kondensor dan

dikeluarkan berupa air jatuhan. Sedangkan uap nira yang dihasilkan pada masing-masing Badan Penguap dikeluarkan berupa air kondensor /

61

kondensat. Air konden ini ada 2 macam, yaitu : Positif dan negatif. Air konden positif berarti masih mengandung gula dan digunakan sebagai air imbibisi, sedangkan air konden negatif (tidak mengandung gula) dipergunakan sebagai air pengisi ketel.
6) Nira dari badan Penguap terakhir dialirkan menuju bejana sulfitator II,

sehingga nira kental direaksikan dengan gas SO2


7) Selain untuk pemucatan, sulfitasi II ini juga berfungsi untuk menurunkan

pH nira kental sampai 5,6.


8) Nira kental yang telah dihasilkan dalam bejana sulfitator dipompa ke bak

penampung nira kental pada stasiun masakan. Dampak proses penguapan adalah adanya kerak dalam pipa atau badan penguap itu sendiri. Untuk menghilangkan kerak-kerak tersebut, maka pembersihan badan penguap dilakukan secara bergantian. Bahan yang digunakan untuk membersihkan adalah soda (NaOH), soda tersebut berfungsi untuk melunakkan kerak-kerak pada pipa. Selain digunakan bahan kimia tersebut, dilakukan juga proses penyekrapan disertai penyemprotan air untuk membersihkan sisa-sisa kerak. Untuk kebersihan skrap diharuskan 90 %.
1. Spesifikasi alat dan perawatan

1) Badan Penguapan Alat ini berfungsi untuk menguapkan air yang terkandung dalam uap nira, sehingga akan menghasilkan nira kental. Badan penguap terdiri dari dua bagian utama yaitu calandria (ruang pemanas) dimana perpindahan panas terjadi dan silinder vertikal yang dipasang diatasnya untuk mencegah terbawanya partikel nira olehuap yang mengalir keatas.

62

Gambar 3.19 Badan Penguapan

Keterangan : 1.
2. Pipa nira masuk 3. Pipa nira keluar 4. Kaca penglihat 5. Saluran kondensat 6. Saluran uap panas

63

7. Thermometer
8. Pipa amoniak 9. Badan penguapan 10. Kaca penduga 11. Penangkap nira 12. Saluran uap nira

64

a. Data-data teknik a) Badan penguapan I A Pabrik Pembuat Tahun Pembuatan Luas Pemanas Jumlah Pipa Panjang Pipa Diameter Pipa Tekanan Kerja Bahan pipa pemanas Ukuran pipa nira masuk Ukuran pipa nira keluar Ukuran pipa uap masuk Ukuran pipa uap bekas Perlengkapan lain b) Badan penguapan I B Pabrik Pembuat Tahun Pembuatan Luas Pemanas Jumlah Pipa Panjang Pipa Diameter Pipa Tekanan Kerja Bahan pipa pemanas Ukuran pipa nira masuk Ukuran pipa nira keluar Ukuran pipa uap masuk Ukuran pipa uap bekas Perlengkapan lain : Strok & Co. Hengelo : 1898 : 400 m2 : 1863 bh : 1.660 mm : 46 / 49 mm : 0,5 kg/cm2 : Cu 70, Zn 30 : 4 inchi : 4 inchi : 20 inchi : 20 inchi : gelas penduga, manometer, thermometer, katup pengaman : Strok & Co. Hengelo : 1928 : 350 m2 : 2.022 bh : 1.660 mm : 33 / 36 mm : 0,5 kg/cm2 : Cu 70, Zn 30 : 6 inchi : 6 inchi : 20 inchi : 20 inchi : gelas penduga, manometer, thermometer, katup pengaman

65

c) Badan penguapan II Pabrik Pembuat Tahun Pembuatan Luas Pemanas Jumlah Pipa Panjang Pipa Diameter Pipa Tekanan Kerja Bahan pipa pemanas Ukuran pipa nira masuk Ukuran pipa nira keluar Ukuran pipa uap masuk Ukuran pipa uap bekas Perlengkapan lain d) Badan penguapan III Pabrik Pembuat Tahun Pembuatan Luas Pemanas Jumlah Pipa Panjang Pipa Diameter Pipa Tekanan Kerja Bahan pipa pemanas Ukuran pipa nira masuk Ukuran pipa nira keluar Ukuran pipa uap masuk Ukuran pipa uap bekas Perlengkapan lain e) Badan penguapan IV A : Strok & Co. Hengelo : 1928 : 450 m2 : 2536 bh : 1.600 mm : 33 / 36 mm : 0,5 kg/cm2 : Cu 70, Zn 30 : 4 inchi : 6 inchi : 20 inchi : 20 inchi : gelas penduga, manometer, thermometer, katup pengaman : A.W. Smith : 1972 : 600 m2 : 2351 bh : 2300 mm : 34,5 / 38 mm : 0,5 kg/cm2 : Cu 70, Zn 30 : 6 inchi : 5 inchi : 20 inchi : 21 inchi : gelas penduga, manometer, thermometer, katup pengaman

66

Pabrik Pembuat Tahun Pembuatan Luas Pemanas Jumlah Pipa Panjang Pipa Diameter Pipa Tekanan Kerja Bahan pipa pemanas Ukuran pipa uap masuk Ukuran piipa nira masuk Ukuran pipa uap bekas Perlengkapan lain f) Badan penguapan IV B Pabrik Pembuat Tahun Pembuatan Luas Pemanas Jumlah Pipa Panjang Pipa Diameter Pipa Tekanan Kerja Bahan pipa pemanas Ukuran pipa nira masuk Ukuran pipa nira keluar Ukuran pipa uap masuk Ukuran pipa uap bekas Perlengkapan lain g) Badan penguapan V Pabrik Pembuat Tahun Pembuatan

: Strok & Co. Hengelo : 1928 : 298 m2 : 1797 bh : 1.650 mm : 33 / 36 mm : 0,5 kg/cm2 : Cu 70, Zn 30 : 5 inchi : 5 inchi :: gelas penduga, manometer, thermometer, katup pengaman : PG. Gondang Baru : 1961 : 299 m2 : 1850 bh : 1.665 mm : 35 / 36 mm : 0,5 kg/cm2 : Cu 70, Zn 30 : 5 inchi : 6 inchi : 20 inchi : 20 inchi : gelas penduga, manometer, thermometer, katup pengaman : Strok & Co. Hengelo : 1896

67

Luas Pemanas Jumlah Pipa Panjang Pipa Diameter Pipa Tekanan Kerja Bahan pipa pemanas

: 500 m2 : 2662 bh : 1.640 mm : 33 / 36 mm : 0,5 kg/cm2 Cu 70, Zn 30 : 5 inchi : 5 inchi : 4 inchi : gelas penduga, manometer, thermometer, katup pengaman

Ukuran pipa nira masuk Ukuran pipa nira keluar Ukuran pipa air kondensat Perlengkapan lain

Ukuran pipa api soda : 4 inchi

b. Alat Kelengkapan Badan Penguapan a) Pipa uap pemanas, untuk memasukkan uap pemanas masuk kedalam penguapan. b) Saluran pengeluaran nira, untuk pengeluaran nira keluar dari badan penguapan. c) Pipa jiwa, nira yang mendidih bersirkulasi naik dan turun lewat pipa jiwa untuk kemudian keluar. d) Pipa amoniak, untuk mengeluarkan gas yang tak terembunkandari uap pemanas dan ditarik oleh vacum dari kondensor. e) Saluran uap nira keluar, sebagai saluran untuk keluarnya uap nira dari badan penguapan. f) Manometer uap pemanas, untuk mengetahui besarnya tekanan uap pemanas.
g) Lubang orang, lubang untuk mengontrol bila terjadi kebocoran

dan untuk membersihkan bagian dalam badan penguapan yang bisa dilewati oleh orang. a. Perawatan Badan penguapan a) Dalam Masa Giling a. Perbaikan packing yang bocor

68

b. Pembersihan pipa-pipa calandria c. Penggantian pipa calandria yang bocor

d. Pembersihan seluruh badan penguapan tiap 3 hari sekali a) Luar Masa Giling
a. Penyekrapan pipa-pipa calandria b. Penggantian pipa calandria yang bocor

c. Perbaikan katup-katup
d. Penggantian packing yang rusak e. Kontrol kevacuman badan penguapan

1) Kondensor Kondensor adalah alat penghambat ruang penguapan dan mengkondensasikan uap nira badan terakhir. Fungsi utama dari bahan kondensor adalah untuk mengembunkan uap dari badan penguap.

2 5

4 12 1 6 1 4

8 6 7

1 0 1 1 1 3

1 7

1 5

Gambar 3.20 Bejana pengembun, pompa angin dan pompa injeksi Bagian bagian dan tugas dari masing masing bagian bejana pengembun (condensor) termasuk pompa angin dan pompa injeksi
1. Pipa saluran masuk uap nira

Pipa saluran masuknya uap nira ke dalam bejana pengembun

69

2. Pengarah air

Mengarahkan air injeksi ke dinding pipa sekat


3. Pipa sekat

Menahan tekanan air dan membentuk tirai air


4. Pipa air jatuhan

Pipa saluran pengeluaran air injeksi dari dalam bejana pengembun


5. Lubang kontrol (man hole)

Lubang untuk mengontrol dan memperbaiki bagian dalam bejana pengembun


6. Pipa saluran masuk air injeksi

Pipa saluran masuknya air injeksi ke dalam pompa angin


7. Pompa air injeksi

Mempompa air untuk pendingin


8. Pipa saluran air injeksi

Pipa saluran pengeluaran air injeksi dari dalam pompa angin


9. Elecktro motor

Penggerak pompa angin 10.Gear box Mengubah rpm elecktro motor dari tinggi ke rendah
11.Pompa angin

Memompa gas dan uap air yang tidak dapat terembunkan


12.Pipa hisap

Pipa saluran masuknya gas yang tidak dapat terkondensasi


13.Pipa saluran pengeluaran air pendingin

Pipa saluran pengeluaran air pendingin pompa angin 14.Bejana pengeluaran gas dan air Bejana pengeluaran gas dan air pendingin
15.Pipa saluran pembuangan air pendingin

Pipa saluran pembuangan air pendingin pompa angin


16.Pipa pancingan

Pipa pancingan

70

17.Pipa air pendingin

Pipa saluran masuknya air pendingin sekaligus water seal untuk pompa angin a. Alat Kelengkapan a) Pipa air jatuhan, berfungsi untuk menyalurkan air jatuhan kondensor. b) Penangkap nira, untuk menangkap percikan air yang terbawa karena tarikan vacum. c) Pipa tarikan, untuk saluran gas yang tak terembunkan ke pompa vacum. d) Pipa air injeksi, untuk saluran air injeksi yang dipompa dari sungai. e) Piringan pembagi, untuk menampung air yang masuk dan dilimpahkan agar merata. f) Pompa air injeksi, untuk pendingin uap. g) Saringan air, untuk menyaring air yang dipompa agar tidak terbawa kotoran. a. Perawatan 1. Dalam masa giling a. Kontrol kapasitas air injeksi b. Kontrol kebocoran vacum 1. Luar masa giling a. Pembersihan rak-rak penahan air b. Perbaikan rak-rak penahan air yang rusak c. Penggantian packing yang rusak
1) Pompa Air Kondensor

Berfungsi untuk memompa air yang akan digunakan sebagai pendingin dalam badan penguapan. a. Perawatan 1. Dalam masa giling
a) Memberikan minyak pelumas dalam metal-metal agar tidak aus

71

dengan oli b) Mengontrol kecepatan putar yang disesuaikan dengan penggunaanya 1. Luar masa giling a) Mengontrol dan membersihkan pada bagian-bagian klep. b) Mengontrol torak bagian muka dan belakang, bila terjadi kerusakan perlu dilakukan penggantian. c) Metal-metal distel sedemikian rupa. 1) Pompa-pompa kondensat pada pan penguapan Berfungsi untuk memompa air pada pan-pan penguapan yang digunakan pada proses penguapan air pada nira. a. Perawatan 1. Dalam masa giling
a) Pelumasan pada metal-metal dengan oli selinap 8 jam sekali.

b) Mengamati kecepatan putaran c) Mengamati air yang dipompa 1. Luar masa giling a) Mengontrol dan membersihkan klep b) Penyetelan metal-metal c) Pengontrolan torak 1) Pompa vacum pan penguapan Alat ini berfungsi untuk menarik uap nira dari penguapan terakhir.
a. Data-data teknik :

Jumlah silinder Ukuran Putaran Penggerak Tekanan kerja Jumlah alat b. Perawatan

: 1 buah : 884x 659 inchi : 54 rpm : mesin uap : regulator dan minyak : 1 buah

72

1. Dalam masa giling a) Membersihkan minyak pada metal-metal dengan oli selinap 8 jam sekali. b) Mengontrol kecepatan putaran yang disesuaikan dengan penggunaannya. c) Penggantian klep-klep pompa bila rusak. 2. Luar masa giling a) Mengontrol torak bagian muka dan belakang. b) Membersihkan pada bagian klepnya. c) Penyetelan metal-metalnya. 1) Pompa nira kental Alat ini berfungsi untuk memompa nira kental dari badan penguapan terakhir ke tangki slfitir II. a. Alat kelengkapan Tangki penampung nira, alat ini berfungsi untuk menampung nira yang keluar dari badan penguapan. b. Perawatan 1. Dalam masa giling a) Pelumasan pada metal-metal dengan oli sabana 8 jam sekali. b) Mengontrol 1. Luar masa giling
a) Membongkar dan mengontrol peralatan dari mesin, bila ada yang

kecepatan

putaran

yang

disesuaikan

denga

penggunaannya.

rusak diganti, b) Membersihkan pada bagian klepnya. 1) Tangki sulfitasi Alat ini berfungsi untuk memasukkan gas belerang pada nira kental yang selanjutnya turun dan dimasukkan pada unit masakan dan penampung nira kental. a. Alat kelengkapan a) Tobong belerang, berfungsi untuk pembakaran belerang.

73

b) Sublimator, berfungsi untuk menyaring gas SO2

a. Perawatan 1. Dalam masa giling a) Memperhatikan kapasitas nira yang tertampung.


b) Pembersihan pipa SO2 yang tersumbat.

1. Luar masa giling


a) Penggantian pipa SO2 yang keropos.

b) Pembersihan tangki. 1) Pompa air injeksi Alat ini berfungsi untuk menurunkan temperatur uap nira yang dihisap pompa vacum, sehingga tarikan pompa vacum tetap tinggi. a. Perawatan 1. Dalam masa giling a) Pelumasan pada metal-metal dengan oli sabana 8 jam sekali. b) Mengontrol 1. Luar masa giling
a) Membersihkan bagian klep.

kecepatan

putaran

yang

disesuaikan

dengan

penggunaanya.

b) Mengontrol torak bagian depan dan belakang.


c) Penyetelan metal, bila aus lakukan penggantian.

74