You are on page 1of 25

3

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Mengenal Allah (Ma¶rifatullah)
Mengenal Allah ada empat cara yaitu mengenal wujud Allah, mengenal
Rububiyah Allah, mengenal Uluhiyah Allah, dan mengenal Nama-nama dan Sifat-
sifat Allah.
Keempat cara ini telah disebutkan Allah di dalam Al Qur¶an dan di dalam
As Sunnah baik global maupun terperinci.
Ibnul Qoyyim dalam kitab Al Fawaid hal 29, mengatakan: ³Allah
mengajak hamba-Nya untuk mengenal diri-Nya di dalam Al Qur¶an dengan dua
cara yaitu pertama, melihat segala perbuatan Allah dan yang kedua, melihat dan
merenungi serta menggali tanda-tanda kebesaran Allah seperti dalam firman-Nya:
´,´f [´´ ´C´1´¸ ´ò´,_´´ù´´ÒBb ´´´;J.Bb,´
´b´¸1´J´¸Bb,´ ´V´@´ÒBb ´;B÷´8ÒBb,´
16´´·æ´ [´L0´ëJ. ´1´´P´ÒJ.Bb ´´´´´
³Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian siang
dan malam terdapat (tanda-tanda kebesaran Allah) bagi orang-orang yang
memiliki akal.´ (Ali Imran: 190)





4

Juga dalam firman-Nya yang lain:
´´´f [´´ ´C´1´¸ ´ò´,_´´ù´´ÒBb ´´´;J.Bb,´
´b´¸1´J´¸Bb,´ ´V´@´ÒBb ´;B´·´qÒBb,´
´Ó´1´´´ÒBb,´ ´´/´ÒBb ´´¶´·´ÿ [´´
´¶´´Ó´ÒBb B´ù´´ ´´A´1´· ¶´B´1ÒBb ãB´ÿ,´
´X´´ò´0 ´ãBb ¸·´ÿ ´´ãB´ù´´ÒBb ·´ÿ 0´ãB´ÿ
B,@´=´0´ ´=´´ ,´´;J.Bb ´)´´´´ B÷´õ´_´ÿ
´8´´,´ B÷@´´ ·´ÿ ´¸V´m Ó´´ãb´@
´b·´@´´V,´ ´A´´·´¶ÒBb ´LB´´´ÒBb,´
´¶´@´´ù´ÒBb ´´´´´´ ´´ãB´ù´´ÒBb
´´´;J.Bb,´ 16´´·æ´ 6ó´_f´¹Ò ´´_´1´f´´´·
´´´´´
³Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian malam
dan siang, serta bahtera yang berjalan di lautan yang bermanfaat bagi manusia,
apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya
bumi setelah mati (kering) dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam
binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan
bumi, (semua itu) sunguh merupakan tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-
orang yang mengerti.´ (Al Baqarah: 164)
Mengenal Wujud Allah.
Yaitu beriman bahwa Allah itu ada. Dan adanya Allah telah diakui oleh
fitrah, akal, panca indera manusia, dan ditetapkan pula oleh syari¶at.
Ketika seseorang melihat makhluk ciptaan Allah yang berbeda-beda
bentuk, warna, jenis dan sebagainya, akal akan menyimpulkan adanya semuanya
itu tentu ada yang mengadakannya dan tidak mungkin ada dengan sendirinya. Dan
5

panca indera kita mengakui adanya Allah di mana kita melihat ada orang yang
berdoa, menyeru Allah dan meminta sesuatu, lalu Allah mengabulkannya. Adapun
tentang pengakuan fitrah telah disebutkan oleh Allah di dalam Al Qur¶an:
´[´f,´ A@.´0 ´Ó´´,; H·´ÿ ´´´¬´´ ´ò´@b,´
·´ÿ ´ó´´´;_´·´´ ´ò´÷´ù´·´;´[
´ò´´´)÷´´´0,´ b[¸V´´ ´ò´÷´´´´ò´0
´6´´Ò´0 ´ò´N´¸´´¶´´ F Fb_´ÒBC P[¸V´´ ´
ãB´ò´)´·A´ ´ ,´0 Fb_´Ò_´fV ´ò´_´·
´´ù´,@´f´ÒBb B´ò´f B´1´m ´·´´ bA@´´´
´´C´b´´´A´ ´´´´´ ´´´0 Fb´_´Ò_´fV
ãB×´´d´f Aq@´´´0 B´ò´´ãB´´b,´ ·´ÿ ´V´ÓC
B´1´m,´ 1´·´;´[ H·´.ÿ ´ò´´´)´´´´ F
B,1´N´1´÷´ù´´0 B×´´N ´V´´´
´´_´1´´´Ó´ù´ÒBb ´´´´´
³Dan ingatlah ketika Tuhanmu menurunkan keturunan anak-anak Adam
dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya
berfirman ): µBukankah Aku ini Tuhanmu¶ Mereka menjawab: µ(Betul Engkau
Tuhan kami) kami mempersaksikannya (Kami lakukan yang demikian itu) agar
kalian pada hari kiamat tidak mengatakan: µSesungguhnya kami bani Adam
adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan-Mu) atau agar kamu
tidak mengatakan: µSesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan
Tuhan sejak dahulu sedangkan kami ini adalah anak-anak keturunan yang datang
setelah mereka.¶.´ (Al A¶raf: 172-173)
Ayat ini merupakan dalil yang sangat jelas bahwa fitrah seseorang
mengakui adanya Allah dan juga menunjukkan, bahwa manusia dengan fitrahnya
6

mengenal Rabbnya. Adapun bukti syari¶at, kita menyakini bahwa syari¶at Allah
yang dibawa para Rasul yang mengandung maslahat bagi seluruh makhluk,
menunjukkan bahwa syari¶at itu datang dari sisi Dzat yang Maha
Bijaksana. (Lihat Syarah Aqidah Al Wasithiyyah Syaikh Muhammad bin Shalih Al
µUtsaimin hal 41-45)
Mengenal Rububiyah Allah
Tauhid Rububiyyah adalah pengakuan bahwa Allah Ta'ala adalah
Pencipta, Pemberi Rizki, Yang Menghidupkan, Yang Mematikan dan Yang
Mengatur, atau dengan istilah yang lebih ringkas: Mengesakan Allah Ta'ala di
dalam perbuatan - perbuatan- Nya.
Tidak ada satu makhluk pun yang mengakui bahwa ada pencipta lain yang
mencipta bersama Allah Ta'ala, atau ada yang memberi rizki sela`in Alah, atau
menghidupkan dan mematikan. Bahkan, orang-orang musyrik pun mengakui
bahwa Allah Ta'ala adalah satu-satunya Pencipta, Pemberi Rizki, Yang
Menghidupkan, Yang Mematikan dan Yang Mengatur Segala Sesuatu:
´´´Ò,´ ò´·´J´Ò´0´´ ´·´ÿ ´C¸1´.
´ò´,_´´ù´´ÒBb ,´´;J.Bb,´ ´·´Ò_´f,@Ò ´ãBb P
´V´C ´)´ù´´6Bb ´ã P ´V´´ ´ò´´´@q´m´0 ´N
´´_´ù¸1´´´· ´´´´
"Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang
mencintakan (langit dan bumi?" tentu mereka akan menjawab: "Allah". (Luqman:
25).
7

´V´C ·´ÿ ×L´; ´ò´,_´´ù´´ÒBb ´´´Ó´´ÒBb ×L,;,´
´´´¶´´´ÒBb ´/´´´´´´ÒBb ´´´´ ´,_´Ò_´f,@´´
´ã P ´V´C ´A´´0 ´,_´f´JV ´´´´
"Katakanlah: "Siapakah yang Empunya langit yang tujuh dan yang
Empunya 'Arsy yang besar?" Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah." (Al -
Mukminun: 86-87).

Demikian juga pada surat Yunus:
´V´C ·´ÿ ò´N´C´´´¶´· ¸·´.ÿ ´´ãB´ù´´ÒBb
´´´;J.Bb,´ ·´ÿ´0 ´Ó´1´ù´· ´´´ù´´ÒBb
´¶´@´´´J.Bb,´ ·´ÿ,´ ´=´¶´·´´ ´;´´´ÒBb ¸·´ÿ
´6´@´ù´ÒBb ´=´¶´·´´,´ @6´@´ù´ÒBb ´´´ÿ
´,;´´´ÒBb ·´ÿ,´ ´¶´¸´´)´· ¸@´òJ.Bb P
´´_´Ò_´f,@@´´ ´ãBb P ´V´f´ ´A´´0 ´´_´f´JV
´´´´
"Katakanlah: "Siapakah yang memberi rizki kepadamu dari langit dan
bumi, atau siapakah yang Kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan,
dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan
yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka
mereka akan menjawab: "Allah". (Yunus: 31)
Mereka adalah orang-orang yang mengakui hal itu. Namun tidaklah tauhid
itu hanya sebatas mengakui tauhid Rububiyah seperti yang dikatakan oleh ahlul-
kalam (semisal ahli filsafat) di dalam keyakinan mereka. Mereka menetapkan
bahwa tauhid itu adalah keyakinan bahwa Allah Ta'ala itu adalah Pencipta,
Pemberi Rezki, Yang Mematikan dan Yang Menghidupkan. Sehingga mereka
8

mengatakan: "Allah itu esa Dzat-Nya, tidak berbilang, esa dalam sifat-sifat-Nya,
tiada yang menyerupai-Nya, Esa dalam perbuatan-perbuatan-Nya, tidak ada
sekutu bagi-Nya.". Ini tidak lain adalah Tauhid Rububiyyah. Rujuklah dalam kitab
mana saja dari kitab-kitab para ulama ahlul-kalam, maka kita akan mendapati
mereka tidak keluar dari seputar Tauhid Rububiyyah. Ini bukanlah tauhid yang
dengannya Allah mengutus para Rasul. Meyakini hal ini semata tidak memberikan
manfaat bagi pelakunya. Sebab yang seperti ini diakui kaum musyrikin dan orang-
orang kafir. Namun semua itu tidak mengeluarkan dari kekufurannya dan tidak
pula memasukkan mereka ke dalam Islam ini. Keyakinan itu adalah kesalahan
besar. Barangsiapa berkeyakinan seperti itu, maka tidaklah melebihi dari apa yang
diyakini oleh Abu Jahl dan Abu Lahab. Serta keyakinan yang dianut sebagian Ai-
Mutsaqqiftn (ahli pendidikan dan kebudayaan) hanyalah sebatas pengakuan
Tauhid Rububiyyah semata. Mereka tidak berusaha menuju kepada Tauhid
Uluhiyyah. Yang demikian ini adalah suatu kesalahan yang besar dalam
mendefinisikan (mengartikan) tauhid.
Adapun tentang kesyirikan, mereka mengatakan: yaitu kamu meyakini
bahwa ada selain Allah yang mencipta bersama Allah Ta'ala atau ada yang
memberikan rezki selain Allah Ta'ala. Kita katakan: "Yang seperti ini tidak
pernah diucapkan oleh Abu Jahl dan Abu Lahab. Mereka (kaum musyrikin zaman
dahulu) tidak pernah mengatakan bahwa ada yang mencipta bersama Allah dan
memberikan rezki bersama Allah. Bahkan, mereka mengakui bahwa Allah Ta'ala
adalah satu-satunya Pencipta, Pemberi rezki, Yang menghidupkan dan Yang
mematikan.
9

Mengenal Uluhiyah Allah
Uluhiyah Allah adalah mengesakan segala bentuk peribadatan bagi Allah,
seperti berdo¶a, meminta, tawakal, takut, berharap, menyembelih, bernadzar,
cinta, dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang telah diajarkan Allah dan
Rasulullah Shallallahu µAlaihi Wasallam.
Memperuntukkan satu jenis ibadah kepada selain Allah termasuk
perbuatan dzalim yang besar di sisi-Nya yang sering diistilahkan dengan syirik
kepada Allah.
Allah berfirman di dalam Al Qur¶an:
AB´·´f ´)´Ó´´´ò ´B´·´f,´ ´´´´´´J´´¸õ
´´´
³Hanya kepada-Mu ya Allah kami menyembah dan hanya kepada-Mu ya
Allah kami meminta.´ (Al Fatihah: 5)
Rasulullah Shallallahu µAlaihi Wasallam telah membimbing Ibnu Abbas
radhiallahu µanhu dengan sabda beliau, ³Dan apabila kamu minta maka mintalah
kepada Allah dan apabila kamu minta tolong maka minta tolonglah kepada
Allah.´ (HR. Tirmidzi)
Allah berfirman:
Fb´´)´P´´Bb,´ ´ãBb ´N,´ Fb_´H´@´´´V
´´=´´ B4´´@A´ F
³Dan sembahlah Allah dan jangan kalian menyekutukan-Nya dengan
sesuatu apapun´ (An Nisa¶: 36)
Allah berfirman:
10

B÷´)´0´´´· ´´B´qÒBb Fb´´)´P´´Bb ´ò´N´´,;
´´C´ãBb ´ò´Nf¸1. ´´´´C´ãBb,´ ·´ÿ
´ò´N´1´PC ´ò´N´1´´Ò ´´_´f´JV ´´´´
³Hai sekalian manusia sembahlah Rabb kalian yang telah menciptakan
kalian dan orang-orang sebelum kalian, agar kalian menjadi orang-orang yang
bertaqwa.´ (Al Baqarah: 21)
Dengan ayat-ayat dan hadits di atas, Allah dan Rasul-Nya telah jelas
mengingatkan tentang tidak bolehnya seseorang untuk memberikan peribadatan
sedikitpun kepada selain Allah karena semuanya itu hanyalah milik Allah semata.
Rasulullah Shallallahu µAlaihi Wasallam bersabda: ³Allah berfirman
kepada ahli neraka yang paling ringan adzabnya. µKalau seandainya kamu
memiliki dunia dan apa yang ada di dalamnya dan sepertinya lagi, apakah kamu
akan menebus dirimu? Dia menjawab ya. Allah berfirman: µSungguh Aku telah
menginginkan darimu lebih rendah dari ini dan ketika kamu berada di tulang
rusuknya Adam tetapi kamu enggan kecuali terus menyekutukan-Ku.´ (HR.
Muslim dari Anas bin Malik Radhiallahu µAnhu)
Rasulullah Shallallahu µAlaihi Wasallam bersabda: ³Allah berfirman
dalam hadits qudsi: ³Saya tidak butuh kepada sekutu-sekutu, maka barang siapa
yang melakukan satu amalan dan dia menyekutukan Aku dengan selain-Ku maka
Aku akan membiarkannya dan sekutunya.´ (HR. Muslim dari Abu Hurairah
Radhiallahuµanhu )
Contoh konkrit penyimpangan uluhiyah Allah di antaranya ketika
seseorang mengalami musibah di mana ia berharap bisa terlepas dari musibah
tersebut. Lalu orang tersebut datang ke makam seorang wali, atau kepada seorang
11

dukun, atau ke tempat keramat atau ke tempat lainnya. Ia meminta di tempat itu
agar penghuni tempat tersebut atau sang dukun, bisa melepaskannya dari musibah
yang menimpanya. Ia begitu berharap dan takut jika tidak terpenuhi keinginannya.
Ia pun mempersembahkan sesembelihan bahkan bernadzar, berjanji akan
beri¶tikaf di tempat tersebut jika terlepas dari musibah seperti keluar dari lilitan
hutang.
Ibnul Qoyyim mengatakan: ³Kesyirikan adalah penghancur tauhid
rububiyah dan pelecehan terhadap tauhid uluhiyyah, dan berburuk sangka
terhadap Allah.´
Mengenal Nama-nama dan Sifat-sifat Allah
Maksudnya, kita beriman bahwa Allah memiliki nama-nama yang Dia
telah menamakan diri-Nya dan yang telah dinamakan oleh Rasul-Nya. Dan
beriman bahwa Allah memiliki sifat-sifat yang tinggi yang telah Dia sifati diri-
Nya dan yang telah disifati oleh Rasul-Nya. Allah memiliki nama-nama yang
mulia dan sifat yang tinggi berdasarkan firman Allah:
´ã,´ ´Vd´ù´ÒBb P[¸V´´J.Bb P
³Dan Allah memiliki permisalan yang tinggi.´ (An Nahl: 60)
Dalam hal ini, kita harus beriman kepada nama-nama dan sifat-sifat Allah
sesuai dengan apa yang dimaukan Allah dan Rasul-Nya dan tidak
menyelewengkannya sedikitpun. Imam Syafi¶i meletakkan kaidah dasar ketika
berbicara tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah sebagai berikut: ³Aku beriman
kepada Allah dan apa-apa yang datang dari Allah dan sesuai dengan apa yang
dimaukan oleh Allah. Aku beriman kepada Rasulullah dan apa-apa yang datang
12

dari Rasulullah sesuai dengan apa yang dimaukan oleh Rasulullah´ (Lihat Kitab
Syarah Lum¶atul I¶tiqad Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin hal 36)
Ketika berbicara tentang sifat-sifat dan nama-nama Allah yang
menyimpang dari yang dimaukan oleh Allah dan Rasul-Nya, maka kita telah
berbicara tentang Allah tampa dasar ilmu. Tentu yang demikian itu diharamkan
dan dibenci dalam agama.
Allah berfirman:
´V´C B´ù´ò´f ´ò´¶´= ¶;´¸´,;
@´´=´,_A´´ÒBb B´ÿ ´¶´·´ B÷´8´ÿ B´ÿ,´
¸·´´´ ¸ò´ó6¶Bb,´ ¸´´´´Ó´ÒBb,´ ´@´¶´´´´
´´C´´´ÒBb ´´0,´ Fb_´H´@´´´V ´ãBB´´ B´ÿ ´óÒ
´X´.´´4´· ´´=´´ Bq1´´´1´´ ´´0,´
Fb_´Ò_´fV [¸V´´ ´ãBb B´ÿ ´N ´´_´oL´´V
´´´´
³Katakanlah: µTuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik
yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak
manusia tampa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah
dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah (keterangan) untuk itu dan
(mengharamkan) kalian berbicara tentang Allah tampa dasar ilmu.´ (Al A¶raf:
33)
´N,´ ´b´fV B´ÿ ¶´´@Ò ´ÓÒ ´´=´´ ´ó´1´´ P
´´´f ´´´ù´´ÒBb ,@@´´Ó´ÒBb,´
´@bA´´´ÒBb,´ ;V´H ´Ó´´´´Ò0´´0 ´´CAH
´=´q´´ 1N_´´´´´ÿ ´´´´
13

³Dan janganlah kamu mengatakan apa yang kamu tidak memiliki ilmu
padanya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya akan
diminta pertanggungan jawaban.´ (Al Isra: 36)
2.2 Makna Kalimat Laa Ilaaha Illallah
Sungguh merupakan pemandangan yang sangat memprihatinkan, ketika
kita dapati ternyata banyak di antara kaum muslimin yang masih melakukan
perbuatan syirik ini. Di antara perbuatan syirik yang dilakukan oleh sebagian
kaum muslimin adalah menjadikan orang-orang yang sudah meninggal dunia
sebagai perantara dalam meminta kepada Allah , sehingga iapun meminta dan
berdoa kepadanya. Sebagian mereka menganggap bahwa perbuatan yang mereka
lakukan bukanlah syirik. Karena mereka menyangka bahwa syirik adalah
beribadah kepada patung. Sementara mereka berdoa kepada orang yang dianggap
shalih yang telah meninggal dunia, dan itupun hanya sebatas menjadikan mereka
sebagai perantara. Tidak meyakini bahwa orang shalih yang telah meninggal
tersebut bisa menghilangkan kesulitan atau mengabulkan apa yang mereka
butuhkan. Bahkan mereka meyakini bahwa Allah sajalah satu-satunya pencipta,
penguasa dan pengatur alam semesta.
Ketahuilah, bahwa orang-orang kafir di zaman Nabi bukanlah orang-
orang yang mengingkari bahwa Allah adalah satu-satunya pencipta, penguasa,
dan pengatur alam semesta ini. Allah menyebutkan tentang mereka dalam firman-
Nya:
´´´Ò,´ ò´·´J´Ò´0´´ ´·´ÿ ´C¸1´.
´ò´,_´´ù´´ÒBb ,´´;J.Bb,´ ´·´Ò_´f,@Ò ´ãBb
14

P ´V´C ´)´ù´´6Bb ´ã P ´V´´ ´ò´´´@q´m´0 ´N
´´_´ù¸1´´´· ´´´´
³Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang
menciptakan langit dan bumi?" tentu mereka akan menjawab: "Allah".
Katakanlah : "Segala puji bagi Allah"; tetapi kebanyakan mereka tidak
Mengetahui.´ (Luqman : 25)
Orang-orang musyrikin dahulu, juga bukan orang-orang yang hanya
beribadah pada patung saja. Mereka juga beribadah kepada kuburan orang-orang
yang dianggap shalih. Bahkan perbuatan syirik yang pertama kali terjadi di muka
bumi ini adalah berupa peribadatan kepada orang shalih yang telah meninggal
dunia, sebagaimana yang tersebut dalam firman Allah :
Fb_´ÒBC,´ ´N ´´´;A@V ´´´N´J´·´Òb,´
´N,´ ´´´;A@V b´@,´ ´N,´ Cq´b,_´´ ´N,´
´d_´´´· H_´´´·,´ b1@´´¸õ,´ ´´´´
³Dan mereka berkata: µJangan sekali-kali kalian meninggalkan
sesembahan-sesembahan yang kalian ibadahi dan jangan pula sekali-kali kalian
meninggalkan (sesembahan) Wadd, dan jangan pula Suwa¶, Yaghuts, Ya¶uq, dan
Nasr¶.´ (Nuh: 23)
Disebutkan dalam Shahih Al-Bukhari bahwa sahabat Abdullah ibnu
µAbbas menerangkan berkaitan dengan ayat tersebut: ³Nama-nama yang
disebutkan di dalam ayat tersebut adalah nama-nama orang shalih dari kaum Nabi
Nuh. Ketika mereka meninggal dunia, setan membisikkan kepada kaum Nabi Nuh
untuk meletakkan pada majelis-majelis mereka patung/prasasti untuk mengenang
orang shalih tersebut. Dan (setan membisikkan) agar mereka memberi nama
15

patung-patung tersebut dengan nama-nama orang shalih (yang telah meninggal)
tadi. Merekapun mengikuti bisikan setan tersebut. Pada awalnya patung-patung
tersebut tidak mereka ibadahi. Namun ketika datang generasi setelah mereka dan
juga setelah ilmu dilupakan, akhirnya patung/prasasti tersebut diibadahi.´
Adapun keyakinan mereka bahwa orang shalih yang telah meninggal dunia
tersebut sekadar dijadikan perantara, tanpa meyakini bahwa mereka bisa
menghilangkan musibah dan yang lainnya, adalah keyakinan yang tidak berbeda
dengan keyakinan orang-orang musyrikin di zaman dahulu. Allah menyebutkan
tentang mereka di dalam firman-Nya:
´,´´)´Ó´´´·,´ ·´ÿ ´,´´@ ´ãBb B´ÿ ´N
´ò´´´@´´×· ´N,´ ´ó´·´´A´1´·
´,_´Ò_´f´·,´ ´´úN´´´´´
B´ò´´´´´A´´´ ´)q´´ ´ãBb P ´V´C
´,_´´´=P,1´V´0 ´ãBb B´ù´´ ´N ´ò¸1´´´· [´´
´ò´,_´´ù´´ÒBb ´N,´ [´´ ´´´;J.Bb P
´´=×q´´´Ó´´ P[¸V´´´V,´ B´ù´´
´,_´H´@´´´· ´´´´
³Dan mereka beribadah kepada selain Allah apa yang tidak dapat
mendatangkan kemudaratan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan
mereka berkata: µMereka itu adalah pemberi syafaat kepada Kami di sisi Allah¶.´
(Yunus: 18)
Dari ayat-ayat tersebut kita mengetahui bahwa perbuatan menjadikan
orang yang telah meninggal dunia sebagai perantara dalam meminta kepada Allah
adalah agama orang-orang musyrikin. Bukan agama yang dibawa oleh Rasulullah
16

. Bahkan itu adalah agama Abu Jahl dan Abu Lahab serta orang-orang musyrikin
dahulu. Bahkan bisa jadi, orang-orang musyrikin zaman sekarang lebih jelek
dibandingkan orang-orang musyrikin di zaman dahulu. Karena mereka meminta
pertolongan kepada orang yang meninggal dunia tersebut bukan hanya ketika
dalam keadaan tenang saja. Bahkan ketika ditimpa musibahpun mereka masih
melakukan hal itu. Sementara orang-orang musyrikin di zaman dahulu, ketika
ditimpa bencana mereka meninggalkan segala yang diibadahi selain Allah.
Meskipun ketika diselamatkan oleh Allah dari bencana, mereka kembali berpaling
dari Allah dan beribadah kepada selain-Nya. Allah menyebutkan di dalam
firman-Nya:
b[´f,´ ´ò´N´´´ÿ ´@;´ÒBb [´´ ´¶´´Ó´ÒBb
´V@´ ·´ÿ ´´_´´´)V oN´f ´¸B´·´f F B´oL´
´´´NÒ´·Næ [¸L´f ´@´Ò´ÒBb ´/´´´´¸@´´´0 P
´´CAH,´ ´·´@´ò6¶Bb b´;_´´AH ´´´´
³Dan apabila menimpa kalian (orang-orang kafir) suatu bahaya di lautan,
niscaya hilanglah seluruh yang kalian ibadahi kecuali Allah, maka tatkala Dia
menyelamatkan kalian ke daratan, kalian pun berpaling. Dan manusia itu adalah
banyak mengingkari nikmat Allah.´ (Al-Isra`: 67)
Ketahuilah, bahwa seseorang tidaklah dikatakan beriman kepada Allah
kecuali dengan mentauhidkan-Nya. Sementara itu tidaklah seseorang dikatakan
bertauhid kecuali dengan berlepas diri dari syirik. Sehingga apabila seseorang
belum meninggalkan syirik, maka ibadah dan kebaikan sebanyak apapun yang
dilakukannya tidak akan ada nilainya di sisi Allah. Hal ini sebagaimana yang
disebutkan di dalam firman-Nya:
17

ãB,1´ÿ´)C,´ P[¸L´f B´ÿ Fb_´1´ù´´ ´·´ÿ ÒV´ù´´
´=´×q´1´´´´ J´ãB´P´´ b´;_´dq´ÿ ´´´´

³Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan (yaitu
amalan orang-orang yang tidak beriman), lalu Kami jadikan amal itu bagaikan
debu yang beterbangan.´ (Al-Furqan: 23)
Ketahuilah bahwa tauhid adalah makna yang terkandung dalam dalam
kalimat Laa ilaaha illallah yang senantiasa kita ucapkan. Sehingga orang yang
telah menyatakan dirinya bersaksi dengan kalimat ini, harus mentauhidkan Allah.
Yaitu dengan mengarahkan seluruh bentuk ibadahnya hanya kepada Allah dan
harus meninggalkan segala peribadatan kepada selain-Nya. Karena kalau dia
berbuat syirik, maka seluruh ibadah yang dilakukan baik berupa shalat, puasa,
zakat, haji, shadaqah, membaca Al-Qur`an dan yang lainnya, akan gugur dan tidak
ada manfaatnya. Hal ini sebagaimana terekam dalam firman Allah:
´_Ò,´ Fb_´H,@´´´0 A´´P´Ò ó´·´1´´ B´ÿ
Fb_´òCAH ´´_´1´ù´´´· ´´´´
³Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari
mereka amalan yang telah mereka kerjakan.´ (Al-An¶am: 88)
Tauhid inilah yang tidak diterima oleh orang-orang kafir Quraisy ketika
Rasulullah dahulu diutus kepada mereka. Allah menyebutkan jawaban mereka
ketika diperintah untuk mengucapkannya di dalam firman-Nya:
´V´´´¬´0 ×=´1J´Bb Bq·´Ò´f b´)´¸´,´ F
´´´f bA@´´´ ´´´´´´Ò ´LB´´´ ´´´
18

³Apakah dia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja?
Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.´ (Shad: 5)
Ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang kafir Quraisy tidak mau
mengucapkannya karena mereka mengetahui makna kalimat ini. Yaitu, mereka
harus meninggalkan segala yang diibadahi selain Allah . Hal inilah yang tidak
mau mereka terima.
Maka sungguh sangat memprihatinkan, ketika ada seorang muslim yang
tidak mengetahui makna Laa ilaaha illallah. Apa kelebihannya dari kafir Quraisy,
apabila dia mengucapkan kalimat yang agung ini namun tidak mengetahui
maknanya? Maka dari itu, wajib bagi kita semuanya untuk memahami dan
mengamalkan kandungan kalimat Laa ilaaha illallah ini. Janganlah kita
menyangka bahwa kalimat ini cukup dan sudah bermanfaat dengan hanya
diucapkan saja dan tidak perlu dipahami maknanya. Bukankah dahulu orang-
orang munafiq juga mengucapkannya di hadapan Rasulullah? Namun di mana
akhir keberadaan mereka? Allah menyebutkan bahwa mereka nantinya akan
dimasukkan ke dasar api neraka. Nas`alullah as-salamah (Kita memohon
keselamatan kepada Allah dari terkena api neraka).
2.3 Aplikasi dari Konsep Ketuhanan dalam Islam
Sesungguhnya Allah menciptakan segenap alam agar mereka ber`ibadah
kepadaNya, mengutus para rasul `Alaihimussalaam untuk menyeru semua
manusia agar mentauhidkanNya, al Quraanul Karim dibanyak surat menekankan
tentang arti pentingnya tauhid menjelaskan bahaya syirik atas pribadi dan
masyarakat, al Quraan dan as Sunnah menerangkan kepada kita pengaruh yang
19

baik sekali atas tauhid tersebut, dimana tauhid itu jika diamalkan oleh seseorang
baik pribadi maupun masyarakat didalam kehidupan serta diwujudkan secara
hakiki (murni), niscaya akan menghasilkan buah yang sangat manis diantaranya
adalah: ³Membentuk kepribadian yang kokoh, ia membuat hidup dan pengalaman
seorang ahli tauhid begitu istimewa, tujuan hidupnya jelas, tidak ber`ibadah
kecuali hanya satu (ilaah) saja. Kepada-Nya ia menghadap, baik dalam
kesendirian atau ditengah keramaian orang, ia berdo¶a dalam keadaan sempit
maupun lapang´.
Berbeda dengan seorang musrik yang hatinya terbagi untuk Ilaah selain
Allah dan ma`buudaat (yang di`ibadati selain Allah `Azza wa Jalla) yang banyak
suatu saat ia menghadap kepada orang hidup, pada saat lain ia menghadap kepada
orang yang mati. Artinya terkadang ia meminta kepada yang hidup sebagai
perantara (wasilah) antara ia dengan Allah Jalla wa `Alaa untuk menyampaikan
hajat hajat mereka, seperti tuan guru, kyai, jin, syaithon dan lain sebagainya.
Adapun pada yang mati, seperti berziarah kekuburan para wali yang
dikeramatkan, sunan sunan, tempat tempat keramat, dan sejenisnya. Ini adalah ciri
hati orang yang sudah terpecah pecah akibat kesyirikan demikian pula orang-
orang yang aqidahnya tidak lurus, tauhidnya tersesat lagi tidak tepat kepada Allah
Subhaana wa Ta`aalaa, kehidupannya bahkan demikian dan disangsikan, dari
sinilah perkataan Nabi Yusuf `Alaihi wa Sallaam kepada orang yang didalam
penjara tersebut, dimana Allah Tabaaraka wa Ta`aalaa telah mengabadikan di
dalam al Quraan, Allah berfirman:
20

´´´L´Ò@´´´· ´·´´´´ÒBb ´LB´´´;´0,´
´,_´C´¶A´´J´ÿ ´@´¶´¸ ´ó´0 ´ãBb ´)´¸´,_´ÒBb
´;B´·f´ÒBb ´´´´
³Hai kedua penghuni penjara, manakah yang lebih baik Ilaah-ilaah yang
bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?´
(Yusuf : 39)
Beribadah kepada ilaah yang bermacam-macam merupakan karateristik
Yahudi dan Nashara, sebagaimana Allah Tabaaraka wa Ta`aalaa berfirman:
Fb´´´@·´ÿBb ´ò´´,;B´P´=´0 ´ò´·,1´´P´´´;,´
B4´B´´´;´0 ·´.ÿ ´,´´@ ´ãBb ´A@´´´ù´ÒBb,´ ´´´´Bb
¸ò´·´¶´ÿ ãB´ÿ,´ Fb´´´¶´ÿ´0 ´N´f
Fb´´´)´P´´,@´Ò Bq·´Ò´f bq)´=´,´ F oN ´=´Ò´f
´N´f ,_´´ P ´´=×q´´´Ó´´ B´ù´´ ´,_´m´¶´´´·
´´´´
³Mereka telah menjadikan orang orang alim mereka dan rahib rahib
mereka sebagai ilah selain Allah, dan (juga mereka meng ilahkan) al Masih
putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh beribadah hanya kepada Allah
saja, tidak ada Ilaah yang berhak untuk di`ibadati selain Dia, Maha Suci Allah
dari apa yang mereka persekutukan.´ (At Taubah: 31)
Ketika Rasulullah Shollallahu `Alaihi wa Sallam membaca ayat ini
datanglah `Adiy bin Haatim kepada beliau, saat itu di dadanya masih ada salib,
berkata `Adiy bin Haatim, ³Sesungguhnya kami tidak pernah meng`ibadati
mereka´, Rasulullah menanggapi, ³Bukankah mereka itu megharamkan apa yang
telah dihalalkan oleh Allah Subhaana wa Ta`aalaa lalu kalianpun ikut
mengharamkannya?!, dan bukankah mereka itu menghalalkan apa yang telah
21

diharamkan oleh Allah `Azza wa Jalla lalu kalianpun ikut menghalalkannya
juga?!´ `Adiy menjawab, ³Benar´! maka beliau bersabda, ³Itulah ibadah mereka
kepada orang orang yang `alim dan rahib mereka!´ (HR. At-Tirmidzi).
Demikian pula orang orang nashara telah menjadikan Isa bin Maryam
sebagai Ilah (di`ibadati oleh mereka selain Allah Tabaaraka wa Ta`aalaa),
dikalangan mereka berpecah belah didalam memahami tentang `Isa bin Maryam,
sebahagian mereka mengatakan, `Isa adalah Ilah, sebahagian lain mengatakan,
anak Allah, serta trinitas ini merupakan perpecahan yang terjadi didalam tubuh
nashara tersebut.
Sedangkan orang mukmin dia hanya beribadah kepada Allah saja, ia
mengetahui apa yang diridhoi oleh Allah dan yang dimurka -Nya, sehingga ia
hanya akan melakukan apa yang membuatNya ridho dan hatinya tentram.
Sementara orang-orang musrikin (orang-orang musrik) meng`ibadahi ilah ilah
yang sangat banyak, `ibadah mereka ditujukan kadang kadang kepada jin,
syaithon, kuburan kuburan para wali atau orang sholeh, kyai, dukun dukun dan
lain sebagainya. Demikianlah tujuan mereka dalam ber`ibadah, maka akibat dari
yang demikian tauhid mereka tidak benar. Terkadang ma`buud selain Allah Jalla
wa `Alaa tersebut menginginkannya kekanan, sedangkan lainnya kekiri, seseorang
itu akan menjadi terombang ambing diantara peribadatan selain Allah Ta`aalaa
itu, dia tidak memiliki prinsip dan ketetapan sedikitpun. Dan keadaan ini sesuai
dengan apa yang digambarkan oleh Allah di dalam firman-Nya:
´·´ÿ,´ ,´´¶´´´0 ·´´ ´´¶´m´[ ´´´´ ´´0ã
1´´@´´´ÿ C1Nq@´ ´´¸´¶´´´´Næ,´ ,ó´_´·
´´ù´,@´f´ÒBb P;´ù´´´0 ´´´´´ ´XBC ´´L,; ¸ó´Ò
22

´´´¬V´@@´´= P;´ù´´´0 ´)C,´ ´61´H b1@¶´´´´
´´´´´ ´XBC ´Ó´Ò´A@AH ´Ó´JV´0 B,1´J´´·b,´
B÷´ù@´´,1´ F ´Ó´Ò´A@AH,´ ´ò´_,@´ÒBb
P´@´q´V ´´´´´
³Dan barang siapa yang berpaling dari peringatanKu, maka
sesungguhnya baginya kehidupan yang sangat sempit, dan Kami akan
membangkitkannya pada hari kiamat nanti dalam keadaan buta.´ Berkata dia :
³Ya Rabku, kenapa Engkau menghimpunkan saya dalam keadaan buta, padahal
aku dahulunya di dunia adalah seorang yang melihat?´ Allah berkata :
³Demikianlah, telah datang kepadamu ayat ayat Kami, maka kamu
melupakannya, dan begitu juga pada hari ini kamu dilupakan.´ (Toohaa: 124-
126)
Maka dari itu, sebahagian besar kaum muslimin yang tidak memiliki
prinsip dan ketetapan tauhid mereka berbondong-bondong berziarah kekuburan
kuburan para wali yang dikeramatkan, meminta (berdo`a) kepada mereka supaya
hajat mereka dikabulkan oleh Allah Ta`aalaa. Mereka menjadikan para wali
tersebut sebagai wasilah (perantara) antara mereka dengan Allah Tabaaraka wa
Ta`aalaa. Ini merupakan salah satu bentuk kesyirikan yang telah dilakukan oleh
kafir Quraisy dahulu. Misalnya kuburan di Hadhramaut (Yaman) yang paling
banyak dikunjungi oleh masyarakat Indonesia, pada umumnya banyak kalangan
menduga itu adalah kuburan Nabi Hud, akan tetapi sanadnya zhulumat (penuh
dengan kegelapan), dari Indonesia ribuan yang berangkat kesana untuk
mengambil berkah, menyampaikan hajat-hajat mereka kepadanya, inaa lillah wa
23

ina ilaihi roji¶uun ini adalah kesyirikan yang sangat besar! Pelakunya akan kekal
di neraka kalau dia tidak bertaubat sebelum meninggal.
Tauhid sumber keamanan manusia, sebab tauhid memenuhi hati para
ahlinya dengan keamanan dan ketenangan, tidak ada rasa takut kecuali kepada
Allah Subhaana wa Ta`aalaa saja, semua rasa takut yang diarahkan kepada selain
Allah Ta`aalaa dikategorikan kesyirikan, kecuali takut fitrah (tabiat/instink)nya
manusia, seperti takut kepada api, tenggelam, gelap, binatang buas, akan tetapi
kalau takut tabiat/instink itu membawa kepada meninggalkan wajib (perintahNya)
serta terjerumus kepada yang haram maka hukumnya juga haram.
Tauhid menutup rapat celah celah kekhawatiran terhadap rizki, jiwa dan
keluarga, sehingga seorang yang bertauhid tadi jalurnya lurus, tidak ada rasa
takut, sebab keta`atan tidak bisa mengurangi reziki seseorang. Al Imam as Sa¶ady
telah menjelaskan bahwa keta`atan itu tidak menahan reziki atau mengurangi
reziki seseorang, jadi belajar ilmu al Quraan dan as Sunnah, dakwah kepada jalan
Allah, tidak akan menyebabkan berkurang rezikinya, bahkan Allah SWT, akan
menundukkan hati orang lain untuk membantu kehidupannya begitu janji Allah
dan RasulNya kepada umat, yang mempelajari Kalamullahi, al Quraan dan as
Sunnah.
Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abbas radhiallahu`anhuma, ³Allah
Tabaaraka wa Ta`aala akan menjamin bagi siapapun yang membaca al Quraan
dan mengamalkannya, dia tidak akan sesat di dunia dan tidak akan celaka di
akhirat.´
Kemudian beliau membaca perkataan Allah `Azza wa Jalla:
24

´XBC B´´Ó´´Bb B´·´q´ÿ Bù´@´o´ F ´ò´N´´´´´´
ó´´´´Ó´Ò X´´)´´ F B´ÿ´´ ò´P´1´×´V´0´·
´´¬´.ÿ ´d)´´ ´·´ù´ ´´´Ó´VBb ´´b´)´´ ´A´
;V´´´· ´N,´ P[C´´×· ´´´´´
³Maka jika datang kepadamu petunjuk daripadaKu, lalu barangsiapa
yang mengikuti petunjukKu, niscaya dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.´
(Thoohaa:123) (Lihat kitab : ³Syarhul `Aqiidatut Thohaawiyyah´, hal. 67).
Dan ini semakna dengan apa yang telah disebutkan dalam satu hadist dari
jalan `Utsman bin Affan, ´Berkata Rasulullahi Shollallahu `alaihi wa Sallam,
³Sebaik baik kalian adalah yang mempelajari al Quraan dan mengajarkannya.´
(HR. Bukhari)
Syaikh Salim Al-Hilali dalam kitab ³Bahjatun Nazhiriin´ (1/163 no. hadist
84), mengatakan dari fiqh hadist ini adalah : ³Barangsiapa yang menghabiskan
`umurnya untuk menuntut `ilmu dan mendalami hukum hukum Din, guna
memelihara syari`at Allah, maka Allah Jalla wa `Alaa akan menundukkan hati
hati orang lain untuk membantu kehidupannya guna mencukupi hajatnya.´ Akan
tetapi jika bukan Ahlut Tauhid kehidupannya dipenuhi dengan rasa takut, gelisah,
oleh karena itu Ahlut Tauhid terbentengi dirinya dari rasa takut kepada jin,
manusia, kematian dan selainnya dari rasa takut yang tertanam didalam
peribadinya dan jiwa manusia tersebut, sesseorang mukmin yang meng Esakan
Allah Ta`aalaa hanya takut kepada Allah saja karena ahlut Tauhid ia merasa
aman, tentram dan tidak tertimpa kegelisahan yang ketika itu manusia takut.
Dimana hal itu telah dijelaskan oleh Allah dalam al Quraan :
25

´´´´C´ãBb Fb_´1´ÿb,´ ´óÒ,´ Fb´_´´´P´1´·
ó´·,1´´ù·´f Xó´1´´´´ ´Ó´´´´Ò0´´0 ´ò´·Ò
´·´ÿJ.Bb ò´´,´ ´´´´)´J´·´ÿ ´´´´
³Orang-orang beriman itu tidak mencampur adukkan iman mereka
dengan kezhaliman (syirik) mereka itulah orang orang yang mendapat petunjuk.´
(Al-Ana¶am : 82)
Keamanan ini terpancar dari jiwa raganya, bukan karena sebab penjaga
penjaga keamanan polisi atau pihak keamanan lain, dan keamanan dimaksud
keamanan dunia, adapun keamanan akhirat maka lebih besar dan lebih abadi
mereka rasakan. Yang demikian itu mereka peroleh, sebab mereka mengEsakan
Allah Ta`aalaa, mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah`Azza wa Jalla, dan
tidak mencampurkan adukkan tauhid (`ibadah) mereka dengan kesyirikan, karena
mereka tahu syirik adalah kezhaliman yang besar.
Tauhid sumber kekuatan jiwa, karena tauhid memberikan kekuatan jiwa
kepada pemiliknya, sebab jiwanya penuh harap kepada Allah saja, percaya dan
tawakal kepada Nya, ridho atas (ketentuan) Nya, sabar atas musibahnya serta
sama sekali tidak mengarap sesuatu kepada makhluk, ia hanya menghadap dan
meminta kepadaNya, jiwanya kokoh seperti gunung, bila datang musibah ia
segera mengharap kepada Allah Jalla wa `Alaa agar dibebaskan darinya, dia tidak
meminta kepada orang orang mati, syiar dan semboyan adalah sabda Rasulullah
Shollallahu `alaihi wa Sallam, ³Apabila kamu meminta mintalah kepada Allah,
dan apabila kamu minta tolong minta tolonglah kepadaNya.´ (HR. Tirmidziy)
Dan firman Allah :
26

´´f,´ ´Ó´´@´´ù´· ´ãBb Ò@´´´´ ´A´ ´b´´C´m
´´´0ã ´N´f ,_´´ F ´´f,´ ´Ó´´@´´ù´· Ò@´¶·´m
,_´·´ P[¸V´´ ´¸V´H 0´´´A´ ´¶·´)C ´´´´
³Jika Allah menimpakan satu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada
yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan
kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.´ (Al An¶aam:
17).
Tauhid dasar persaudaraan dan persamaan, ahlut Tauhiid tidak dibolehkan
menjadikan ilaah ilaah (ma`buud) selain Allah diantara sesama mereka, sifat
Ilaahiyah (peng`ubudiahan) hanya milik Allah `Azza wa Jalla satu satunya dan
semua manusia diwajibkan ber`ibadah kepada Nya saja. Segenap manusia adalah
hamba Allah Jalla wa `Alaa, dan yang paling mulia diantara mereka adalah Nabi
kita Muhammad Shollallahu µalaihi wa Sallam.
Keutamaan Bagi Ahlul-Tauhid
Allah berfirman :
´´´´C´ãBb Fb_´1´ÿb,´ ´óÒ,´ Fb´_´´´P´1´·
ó´·,1´´ù·´f Xó´1´´´´ ´Ó´´´´Ò0´´0 ´ò´·Ò
´·´ÿJ.Bb ò´´,´ ´´´´)´J´·´ÿ ´´´´
³Orang-orang beriman itu tidak mencampur adukan iman mereka
dengan kezhaliman (Syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka
mereka itu yang mendapat petunjuk´ (An-Ana¶am : 82).
Makna ayat: ahlut Tauhid mendapatkan keamanan dari segala rasa takut,
`azab dari Allah, serta kebinasaan. Petunjuk kepada jalan yang lurus, maka
apabila orang orang beriman itu tidak mencampur adukan iman mereka dengan
kezholiman (kesyirikan) secara mutlak, tidak dan tidak pula dengan kemaksiatan,
27

maka mereka memperoleh keamanan dan hidayah yang sempurna dari Allah Jalla
wa `Alaa, dan jika mereka tidak mencampurkan keimanan mereka dengan
kesyirikan, namun mereka masih melakukan kemaksiatan, maka mereka tidak
memperoleh keamanan dan hidayah yang sempurna.
Dipahami dari ayat yang mulia ini; bahwa mereka yang tidak
mentauhidkan (mengikhlashkan per`ibadatan) kepada Allah Subhaana wa
Ta`aalaa, tidak akan pernah sama sekali mendapatkan keamanan dan hidayah,
bahkan kesesatan serta kebinasaan yang mereka peroleh. (diterjemahkan dari
kitab tafsir As-Sa¶ady hlm. 263 oleh abu zubair aceh).
Wallahu µalam.

4

Juga dalam firman-Nya yang lain: r(]WT r[I s  $WT _ $ ' B S ;WT n  $ $ [j G"  Z IT$ < [,  W 0 WS [, "   [\ s  P    D ) \WT WT

k  . 

Z < d [,  \B $

n U    # 4T 

 RM

r(] B $

O  Wk OT U ? WT d o n c^ d7[ U!WT ,  

R [k [U [, DS  

RMo 

WT  d 3

d Jn 

SU

L /

r(]WT

³Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian malam dan siang, serta bahtera yang berjalan di lautan yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering) dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sunguh merupakan tanda-tanda kebesaran Allah bagi orangorang yang mengerti.´ (Al Baqarah: 164) Mengenal Wujud Allah. Yaitu beriman bahwa Allah itu ada. Dan adanya Allah telah diakui oleh fitrah, akal, panca indera manusia, dan ditetapkan pula oleh syari¶at. Ketika seseorang melihat makhluk ciptaan Allah yang berbeda-beda bentuk, warna, jenis dan sebagainya, akal akan menyimpulkan adanya semuanya itu tentu ada yang mengadakannya dan tidak mungkin ada dengan sendirinya. Dan

´ (Al A¶raf: 172-173) Ayat ini merupakan dalil yang sangat jelas bahwa fitrah seseorang mengakui adanya Allah dan juga menunjukkan.5 panca indera kita mengakui adanya Allah di mana kita melihat ada orang yang berdoa.U T  . d A  B $ [ Wr ZlU]T Jr m 4T sP! U S U!  TT 4   W ZUo <  0 1 F rS I 0  P F[jRM n   4 / m WT B $ TWT UT j IZ  Z 8 sP!  S 2 Zl  " "[ S S d S B U! $  ET  4 [F S R[. lalu Allah mengabulkannya.¶. Wk   U B 0 F U j T Q  B K$ Q  <R d Jr m W<   < WT M . Adapun tentang pengakuan fitrah telah disebutkan oleh Allah di dalam Al Qur¶an: 2[kW 0 0 M M . bahwa manusia dengan fitrahnya . menyeru Allah dan meminta sesuatu.  DS  ³Dan ingatlah ketika Tuhanmu menurunkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman ): µBukankah Aku ini Tuhanmu¶ Mereka menjawab: µ(Betul Engkau Tuhan kami) kami mempersaksikannya (Kami lakukan yang demikian itu) agar kalian pada hari kiamat tidak mengatakan: µSesungguhnya kami bani Adam adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan-Mu) atau agar kamu tidak mengatakan: µSesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu sedangkan kami ini adalah anak-anak keturunan yang datang setelah mereka.

Adapun bukti syari¶at. atau menghidupkan dan mematikan. orang-orang musyrik pun mengakui bahwa Allah Ta'ala adalah satu-satunya Pencipta.R DS "Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang mencintakan (langit dan bumi?" tentu mereka akan menjawab: "Allah". (Lihat Syarah Aqidah Al Wasithiyyah Syaikh Muhammad bin Shalih Al µUtsaimin hal 41-45) Mengenal Rububiyah Allah Tauhid Rububiyyah adalah pengakuan bahwa Allah Ta'ala adalah Pencipta.perbuatan. atau dengan istilah yang lebih ringkas: Mengesakan Allah Ta'ala di dalam perbuatan . atau ada yang memberi rizki sela`in Alah. Pemberi Rizki. Yang Menghidupkan. .P UWT  "  d S WlU W oU. menunjukkan bahwa syari¶at itu datang dari sisi Dzat yang Maha Bijaksana. kita menyakini bahwa syari¶at Allah yang dibawa para Rasul yang mengandung maslahat bagi seluruh makhluk.6 mengenal Rabbnya.  . (Luqman: 25).Nya. Yang Mematikan dan Yang Mengatur. Pemberi Rizki. Yang Menghidupkan. Bahkan. Yang Mematikan dan Yang Mengatur Segala Sesuatu: P[]  Y  B 0 F B $ 0 I ( T [ 0 j WS [. Tidak ada satu makhluk pun yang mengakui bahwa ada pencipta lain yang mencipta bersama Allah Ta'ala. T "  r(]WT   .

\B K$   0   B n $T n ^ / d B $ "  . dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah". [.7 p WrWT ES S  Wl[  0 WS . Mereka menetapkan bahwa tauhid itu adalah keyakinan bahwa Allah Ta'ala itu adalah Pencipta. Demikian juga pada surat Yunus: [. atau siapakah yang Kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan. [ \B ." (Al Mukminun: 86-87). (Yunus: 31) Mereka adalah orang-orang yang mengakui hal itu. $ $    r[ ^/  Jl[. Yang Mematikan dan Yang Menghidupkan. [  p  r B $ n[ " "     ES )U! ZU T "Katakanlah: "Siapakah yang Empunya langit yang tujuh dan yang Empunya 'Arsy yang besar?" Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah. Sehingga mereka . Pemberi Rezki. Namun tidaklah tauhid itu hanya sebatas mengakui tauhid Rububiyah seperti yang dikatakan oleh ahlulkalam (semisal ahli filsafat) di dalam keyakinan mereka. d d N r(]WT (]WT Jl[. Er[   N n  n T B $WT n d WT \q &(] DS )U! ZU P[j d " U  B $WT  DS S Wk^ U "Katakanlah: "Siapakah yang memberi rizki kepadamu dari langit dan bumi.

tidak berbilang. Esa dalam perbuatan-perbuatan-Nya. Mereka tidak berusaha menuju kepada Tauhid Uluhiyyah. Rujuklah dalam kitab mana saja dari kitab-kitab para ulama ahlul-kalam. Serta keyakinan yang dianut sebagian AiMutsaqqiftn (ahli pendidikan dan kebudayaan) hanyalah sebatas pengakuan Tauhid Rububiyyah semata.". mereka mengakui bahwa Allah Ta'ala adalah satu-satunya Pencipta. esa dalam sifat-sifat-Nya. maka tidaklah melebihi dari apa yang diyakini oleh Abu Jahl dan Abu Lahab. Ini bukanlah tauhid yang dengannya Allah mengutus para Rasul. Mereka (kaum musyrikin zaman dahulu) tidak pernah mengatakan bahwa ada yang mencipta bersama Allah dan memberikan rezki bersama Allah. tidak ada sekutu bagi-Nya. tiada yang menyerupai-Nya. Kita katakan: "Yang seperti ini tidak pernah diucapkan oleh Abu Jahl dan Abu Lahab. Yang demikian ini adalah suatu kesalahan yang besar dalam mendefinisikan (mengartikan) tauhid. mereka mengatakan: yaitu kamu meyakini bahwa ada selain Allah yang mencipta bersama Allah Ta'ala atau ada yang memberikan rezki selain Allah Ta'ala. Sebab yang seperti ini diakui kaum musyrikin dan orangorang kafir. Adapun tentang kesyirikan. Yang menghidupkan dan Yang mematikan. Keyakinan itu adalah kesalahan besar. maka kita akan mendapati mereka tidak keluar dari seputar Tauhid Rububiyyah. Namun semua itu tidak mengeluarkan dari kekufurannya dan tidak pula memasukkan mereka ke dalam Islam ini. Barangsiapa berkeyakinan seperti itu.8 mengatakan: "Allah itu esa Dzat-Nya. Meyakini hal ini semata tidak memberikan manfaat bagi pelakunya. Pemberi rezki. Ini tidak lain adalah Tauhid Rububiyyah. Bahkan. .

³Dan apabila kamu minta maka mintalah kepada Allah dan apabila kamu minta tolong maka minta tolonglah kepada Allah. meminta. berharap. Allah berfirman di dalam Al Qur¶an: ) P5 [c d WT j  4 Zc d ³Hanya kepada-Mu ya Allah kami menyembah dan hanya kepada-Mu ya Allah kami meminta. Memperuntukkan satu jenis ibadah kepada selain Allah termasuk perbuatan dzalim yang besar di sisi-Nya yang sering diistilahkan dengan syirik kepada Allah. takut. seperti berdo¶a.´ (HR. menyembelih.´ (Al Fatihah: 5) Rasulullah Shallallahu µAlaihi Wasallam telah membimbing Ibnu Abbas radhiallahu µanhu dengan sabda beliau.9 Mengenal Uluhiyah Allah Uluhiyah Allah adalah mengesakan segala bentuk peribadatan bagi Allah. dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang telah diajarkan Allah dan Rasulullah Shallallahu µAlaihi Wasallam. cinta. bernadzar. Tirmidzi) Allah berfirman: S  o " YWT  T j  > lZ WT . tawakal.

O  ³Dan sembahlah Allah dan jangan kalian menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun´ (An Nisa¶: 36) Allah berfirman: .

atau kepada seorang .´ (Al Baqarah: 21) Dengan ayat-ayat dan hadits di atas. Allah dan Rasul-Nya telah jelas mengingatkan tentang tidak bolehnya seseorang untuk memberikan peribadatan sedikitpun kepada selain Allah karena semuanya itu hanyalah milik Allah semata. Rasulullah Shallallahu µAlaihi Wasallam bersabda: ³Allah berfirman kepada ahli neraka yang paling ringan adzabnya. Muslim dari Abu Hurairah Radhiallahuµanhu ) Contoh konkrit penyimpangan uluhiyah Allah di antaranya ketika seseorang mengalami musibah di mana ia berharap bisa terlepas dari musibah tersebut. Muslim dari Anas bin Malik Radhiallahu µAnhu) Rasulullah Shallallahu µAlaihi Wasallam bersabda: ³Allah berfirman dalam hadits qudsi: ³Saya tidak butuh kepada sekutu-sekutu. Lalu orang tersebut datang ke makam seorang wali. maka barang siapa yang melakukan satu amalan dan dia menyekutukan Aku dengan selain-Ku maka Aku akan membiarkannya dan sekutunya. Allah berfirman: µSungguh Aku telah menginginkan darimu lebih rendah dari ini dan ketika kamu berada di tulang rusuknya Adam tetapi kamu enggan kecuali terus menyekutukan-Ku. apakah kamu akan menebus dirimu? Dia menjawab ya. µKalau seandainya kamu memiliki dunia dan apa yang ada di dalamnya dan sepertinya lagi.10 0 B $  Wr T  j  WT   .´ (HR. agar kalian menjadi orang-orang yang bertaqwa. RM jT  0   d  U 0 U PU] 0  [ U DS )U! ³Hai sekalian manusia sembahlah Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian.´ (HR.

Ia pun mempersembahkan sesembelihan bahkan bernadzar.11 dukun. kita beriman bahwa Allah memiliki nama-nama yang Dia telah menamakan diri-Nya dan yang telah dinamakan oleh Rasul-Nya.´ (An Nahl: 60) Dalam hal ini. Allah memiliki nama-nama yang mulia dan sifat yang tinggi berdasarkan firman Allah:  sP! (] "U8[. Aku beriman kepada Rasulullah dan apa-apa yang datang . berjanji akan beri¶tikaf di tempat tersebut jika terlepas dari musibah seperti keluar dari lilitan hutang. kita harus beriman kepada nama-nama dan sifat-sifat Allah sesuai dengan apa yang dimaukan Allah dan Rasul-Nya dan tidak menyelewengkannya sedikitpun. Ia begitu berharap dan takut jika tidak terpenuhi keinginannya.´ Mengenal Nama-nama dan Sifat-sifat Allah Maksudnya. Imam Syafi¶i meletakkan kaidah dasar ketika berbicara tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah sebagai berikut: ³Aku beriman kepada Allah dan apa-apa yang datang dari Allah dan sesuai dengan apa yang dimaukan oleh Allah. Ibnul Qoyyim mengatakan: ³Kesyirikan adalah penghancur tauhid rububiyah dan pelecehan terhadap tauhid uluhiyyah. dan berburuk sangka terhadap Allah. atau ke tempat keramat atau ke tempat lainnya.  WT ³Dan Allah memiliki permisalan yang tinggi. Ia meminta di tempat itu agar penghuni tempat tersebut atau sang dukun. bisa melepaskannya dari musibah yang menimpanya. Dan beriman bahwa Allah memiliki sifat-sifat yang tinggi yang telah Dia sifati diriNya dan yang telah disifati oleh Rasul-Nya.

Wo^ DZ  [kZU <YS .  $  U! YWT D WT $ O . maka kita telah berbicara tentang Allah tampa dasar ilmu.  $ ^ 4 O WSZ "   $WT RM o n $    > d  \  . Allah berfirman: _r PWr ? $ 2 n[O n[IU [.< U!  WT \0 1/_WT \BU  S  U  Y  $ o " DTWT O   sP! # F[ K 1U  DTWT DS *U S S U! ³Katakanlah: µTuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji. Tentu yang demikian itu diharamkan dan dibenci dalam agama. (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah (keterangan) untuk itu dan (mengharamkan) kalian berbicara tentang Allah tampa dasar ilmu.´ (Al A¶raf: 33)  1  O  WT [ U T   [U _ [ r" kU  .12 dari Rasulullah sesuai dengan apa yang dimaukan oleh Rasulullah´ (Lihat Kitab Syarah Lum¶atul I¶tiqad Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin hal 36) Ketika berbicara tentang sifat-sifat dan nama-nama Allah yang menyimpang dari yang dimaukan oleh Allah dan Rasul-Nya. melanggar hak manusia tampa alasan yang benar. dan perbuatan dosa. baik yang nampak ataupun yang tersembunyi.

dan pengatur alam semesta ini. dan hati semuanya akan diminta pertanggungan jawaban. sehingga iapun meminta dan berdoa kepadanya. Sementara mereka berdoa kepada orang yang dianggap shalih yang telah meninggal dunia.2 Makna Kalimat Laa Ilaaha Illallah Sungguh merupakan pemandangan yang sangat memprihatinkan.13 ³Dan janganlah kamu mengatakan apa yang kamu tidak memiliki ilmu padanya. penguasa dan pengatur alam semesta. Karena mereka menyangka bahwa syirik adalah beribadah kepada patung.´ (Al Isra: 36) 2. Bahkan mereka meyakini bahwa Allah sajalah satu-satunya pencipta. UWT  S WlU W . Tidak meyakini bahwa orang shalih yang telah meninggal tersebut bisa menghilangkan kesulitan atau mengabulkan apa yang mereka butuhkan. Sebagian mereka menganggap bahwa perbuatan yang mereka lakukan bukanlah syirik. sesungguhnya pendengaran. penguasa. Di antara perbuatan syirik yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin adalah menjadikan orang-orang yang sudah meninggal dunia sebagai perantara dalam meminta kepada Allah . bahwa orang-orang kafir di zaman Nabi bukanlah orang- orang yang mengingkari bahwa Allah adalah satu-satunya pencipta. Allah menyebutkan tentang mereka dalam firmanNya: P[]  B B $ 0 I ( T [ r(]WT 0 WS [. dan itupun hanya sebatas menjadikan mereka sebagai perantara. Ketahuilah. penglihatan. ketika kita dapati ternyata banyak di antara kaum muslimin yang masih melakukan perbuatan syirik ini.

14 Y 0 F oU. juga bukan orang-orang yang hanya beribadah pada patung saja.´ (Nuh: 23) Disebutkan dalam Shahih Al-Bukhari bahwa sahabat Abdullah ibnu µAbbas menerangkan berkaitan dengan ayat tersebut: ³Nama-nama yang disebutkan di dalam ayat tersebut adalah nama-nama orang shalih dari kaum Nabi Nuh.´ (Luqman : 25) Orang-orang musyrikin dahulu. Yaghuts. sebagaimana yang tersebut dalam firman Allah :   )[I W D rZlU! YWT  kWT <o P5WT US Y S UWT YWT d YWT . Ya¶uq.P ³Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" tentu mereka akan menjawab: "Allah". setan membisikkan kepada kaum Nabi Nuh untuk meletakkan pada majelis-majelis mereka patung/prasasti untuk mengenang orang shalih tersebut. Dan (setan membisikkan) agar mereka memberi nama . WS D rZlU! dWT 9S ³Dan mereka berkata: µJangan sekali-kali kalian meninggalkan sesembahan-sesembahan yang kalian ibadahi dan jangan pula sekali-kali kalian meninggalkan (sesembahan) Wadd. dan Nasr¶.R  "   d DS . Bahkan perbuatan syirik yang pertama kali terjadi di muka bumi ini adalah berupa peribadatan kepada orang shalih yang telah meninggal dunia. T "    j . Katakanlah : "Segala puji bagi Allah". dan jangan pula Suwa¶. Mereka juga beribadah kepada kuburan orang-orang yang dianggap shalih. Ketika mereka meninggal dunia. tetapi kebanyakan mereka tidak Mengetahui.

Pada awalnya patung-patung tersebut tidak mereka ibadahi.´ (Yunus: 18) Dari ayat-ayat tersebut kita mengetahui bahwa perbuatan menjadikan orang yang telah meninggal dunia sebagai perantara dalam meminta kepada Allah adalah agama orang-orang musyrikin. Namun ketika datang generasi setelah mereka dan juga setelah ilmu dilupakan.15 patung-patung tersebut dengan nama-nama orang shalih (yang telah meninggal) tadi. tanpa meyakini bahwa mereka bisa menghilangkan musibah dan yang lainnya. Bukan agama yang dibawa oleh Rasulullah . Y [. Allah menyebutkan tentang mereka di dalam firman-Nya: Y 1  I +Y "  s   . [U  o  sP! ES  e ³Dan mereka beribadah kepada selain Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudaratan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan.  s  YWT [ U!WT  ES S 4 ES 0 U [ Z OW< !T WS [. dan mereka berkata: µMereka itu adalah pemberi syafaat kepada Kami di sisi Allah¶. OQ. adalah keyakinan yang tidak berbeda dengan keyakinan orang-orang musyrikin di zaman dahulu. akhirnya patung/prasasti tersebut diibadahi. Merekapun mengikuti bisikan setan tersebut. U  0P r(] $ Z  < d ET k B $ YWT ET j  0 F o dWT Qe dWT [F  d [j.´ Adapun keyakinan mereka bahwa orang shalih yang telah meninggal dunia tersebut sekadar dijadikan perantara.

Bahkan itu adalah agama Abu Jahl dan Abu Lahab serta orang-orang musyrikin dahulu. mereka kembali berpaling dari Allah firman-Nya: n U  *U U  . Bahkan ketika ditimpa musibahpun mereka masih melakukan hal itu. Sementara orang-orang musyrikin di zaman dahulu.16 . niscaya hilanglah seluruh yang kalian ibadahi kecuali Allah. Bahkan bisa jadi. maka tatkala Dia menyelamatkan kalian ke daratan. Allah menyebutkan di dalam Jo[  sP rS Z  IY7 DZWT B ^ 4/_ ³Dan apabila menimpa kalian (orang-orang kafir) suatu bahaya di lautan. kalian pun berpaling. ketika ditimpa bencana mereka meninggalkan segala yang diibadahi selain Allah.´ (Al-Isra`: 67) Ketahuilah. Sehingga apabila seseorang belum meninggalkan syirik. Meskipun ketika diselamatkan oleh Allah dari bencana. maka ibadah dan kebaikan sebanyak apapun yang dilakukannya tidak akan ada nilainya di sisi Allah. Dan manusia itu adalah banyak mengingkari nikmat Allah. bahwa seseorang tidaklah dikatakan beriman kepada Allah kecuali dengan mentauhidkan-Nya. Hal ini sebagaimana yang disebutkan di dalam firman-Nya: .   s P \q or  d *Y T  DS 0  $ Um WT jU! B $  "^ dan beribadah kepada selain-Nya. Sementara itu tidaklah seseorang dikatakan bertauhid kecuali dengan berlepas diri dari syirik. Karena mereka meminta pertolongan kepada orang yang meninggal dunia tersebut bukan hanya ketika dalam keadaan tenang saja. orang-orang musyrikin zaman sekarang lebih jelek dibandingkan orang-orang musyrikin di zaman dahulu.

Allah menyebutkan jawaban mereka ketika diperintah untuk mengucapkannya di dalam firman-Nya:  j P WT . harus mentauhidkan Allah. shadaqah.17 "[. maka seluruh ibadah yang dilakukan baik berupa shalat. B  $ S  . puasa.I U URQN ([ [H "[ [AT D [ U Zl [F .´ (Al-An¶am: 88) Tauhid inilah yang tidak diterima oleh orang-orang kafir Quraisy ketika Rasulullah dahulu diutus kepada mereka. [ [HU ³Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan (yaitu amalan orang-orang yang tidak beriman). rS 9. membaca Al-Qur`an dan yang lainnya. zakat. Sehingga orang yang telah menyatakan dirinya bersaksi dengan kalimat ini. akan gugur dan tidak ada manfaatnya. haji. Yaitu dengan mengarahkan seluruh bentuk ibadahnya hanya kepada Allah dan harus meninggalkan segala peribadatan kepada selain-Nya. niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. lalu Kami jadikan amal itu bagaikan debu yang beterbangan.  $ sP W< $ [F jUWT $ =  O Q.´ (Al-Furqan: 23) Ketahuilah bahwa tauhid adalah makna yang terkandung dalam dalam kalimat Laa ilaaha illallah yang senantiasa kita ucapkan. Hal ini sebagaimana terekam dalam firman Allah:  $ 1 I < Z [UU S Wo DS [. T SUWT d S 4Z ³Seandainya mereka mempersekutukan Allah. Karena kalau dia berbuat syirik.

ketika ada seorang muslim yang tidak mengetahui makna Laa ilaaha illallah.3 Aplikasi dari Konsep Ketuhanan dalam Islam Sesungguhnya Allah menciptakan segenap alam agar mereka ber`ibadah kepadaNya.´ (Shad: 5) Ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang kafir Quraisy tidak mau mengucapkannya karena mereka mengetahui makna kalimat ini.18 ³Apakah dia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan. Bukankah dahulu orangorang munafiq juga mengucapkannya di hadapan Rasulullah? Namun di mana akhir keberadaan mereka? Allah menyebutkan bahwa mereka nantinya akan dimasukkan ke dasar api neraka. Nas`alullah as-salamah (Kita memohon keselamatan kepada Allah dari terkena api neraka). mengutus para rasul `Alaihimussalaam untuk menyeru semua manusia agar mentauhidkanNya. al Quraanul Karim dibanyak surat menekankan tentang arti pentingnya tauhid menjelaskan bahaya syirik atas pribadi dan masyarakat. wajib bagi kita semuanya untuk memahami dan mengamalkan kandungan kalimat Laa ilaaha illallah ini. 2. Janganlah kita menyangka bahwa kalimat ini cukup dan sudah bermanfaat dengan hanya diucapkan saja dan tidak perlu dipahami maknanya. mereka harus meninggalkan segala yang diibadahi selain Allah . Apa kelebihannya dari kafir Quraisy. al Quraan dan as Sunnah menerangkan kepada kita pengaruh yang . Hal inilah yang tidak mau mereka terima. Yaitu. apabila dia mengucapkan kalimat yang agung ini namun tidak mengetahui maknanya? Maka dari itu. Maka sungguh sangat memprihatinkan.

Kepada-Nya ia menghadap. jin. tujuan hidupnya jelas. kehidupannya bahkan demikian dan disangsikan. seperti tuan guru. dimana Allah Tabaaraka wa Ta`aalaa telah mengabadikan di dalam al Quraan. niscaya akan menghasilkan buah yang sangat manis diantaranya adalah: ³Membentuk kepribadian yang kokoh. tidak ber`ibadah kecuali hanya satu (ilaah) saja. seperti berziarah kekuburan para wali yang dikeramatkan. sunan sunan. kyai. Adapun pada yang mati. ia berdo¶a dalam keadaan sempit maupun lapang´. dimana tauhid itu jika diamalkan oleh seseorang baik pribadi maupun masyarakat didalam kehidupan serta diwujudkan secara hakiki (murni). Artinya terkadang ia meminta kepada yang hidup sebagai perantara (wasilah) antara ia dengan Allah Jalla wa `Alaa untuk menyampaikan hajat hajat mereka. ia membuat hidup dan pengalaman seorang ahli tauhid begitu istimewa. Berbeda dengan seorang musrik yang hatinya terbagi untuk Ilaah selain Allah dan ma`buudaat (yang di`ibadati selain Allah `Azza wa Jalla) yang banyak suatu saat ia menghadap kepada orang hidup. dan sejenisnya. baik dalam kesendirian atau ditengah keramaian orang. Ini adalah ciri hati orang yang sudah terpecah pecah akibat kesyirikan demikian pula orangorang yang aqidahnya tidak lurus. tempat tempat keramat. pada saat lain ia menghadap kepada orang yang mati. syaithon dan lain sebagainya.19 baik sekali atas tauhid tersebut. dari sinilah perkataan Nabi Yusuf `Alaihi wa Sallaam kepada orang yang didalam penjara tersebut. Allah berfirman: . tauhidnya tersesat lagi tidak tepat kepada Allah Subhaana wa Ta`aalaa.

padahal mereka hanya disuruh beribadah hanya kepada Allah saja. tidak ada Ilaah yang berhak untuk di`ibadati selain Dia.I . U  T [U  Wl Y ES  OQ. dan (juga mereka meng ilahkan) al Masih putera Maryam. saat itu di dadanya masih ada salib. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. ³Mereka telah menjadikan orang orang alim mereka dan rahib rahib mereka sebagai ilah selain Allah. dan bukankah mereka itu menghalalkan apa yang telah . 0 FWr   OT  T lUd $ K$ >  \0 j   WS F d rT n $   [Zl Y O WT n $  ET k B  $WT  T U *Y . ³Sesungguhnya kami tidak pernah meng`ibadati mereka´. berkata `Adiy bin Haatim. sebagaimana Allah Tabaaraka wa Ta`aalaa berfirman: 0 IW<  F rWT [. ³Bukankah mereka itu megharamkan apa yang telah dihalalkan oleh Allah Subhaana wa Ta`aalaa lalu kalianpun ikut mengharamkannya?!.´ (At Taubah: 31) Ketika Rasulullah Shollallahu `Alaihi wa Sallam membaca ayat ini datanglah `Adiy bin Haatim kepada beliau.20  j  rTW  B H 3T D  o n[\  ES  U^ JnZ d ) $  P WS  r IU ³Hai kedua penghuni penjara. Rasulullah menanggapi.j n e  O WT . manakah yang lebih baik Ilaah-ilaah yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?´ (Yusuf : 39) Beribadah kepada ilaah yang bermacam-macam merupakan karateristik Yahudi dan Nashara.

kuburan kuburan para wali atau orang sholeh. syaithon. `Isa adalah Ilah. ia mengetahui apa yang diridhoi oleh Allah dan yang dimurka -Nya. kyai. At-Tirmidzi). ³Benar´! maka beliau bersabda. dukun dukun dan lain sebagainya. Terkadang ma`buud selain Allah Jalla wa `Alaa tersebut menginginkannya kekanan. Demikianlah tujuan mereka dalam ber`ibadah. sebahagian lain mengatakan. serta trinitas ini merupakan perpecahan yang terjadi didalam tubuh nashara tersebut. seseorang itu akan menjadi terombang ambing diantara peribadatan selain Allah Ta`aalaa itu. Demikian pula orang orang nashara telah menjadikan Isa bin Maryam sebagai Ilah (di`ibadati oleh mereka selain Allah Tabaaraka wa Ta`aalaa). dia tidak memiliki prinsip dan ketetapan sedikitpun. anak Allah. sebahagian mereka mengatakan. dikalangan mereka berpecah belah didalam memahami tentang `Isa bin Maryam. `ibadah mereka ditujukan kadang kadang kepada jin. sehingga ia hanya akan melakukan apa yang membuatNya ridho dan hatinya tentram. ³Itulah ibadah mereka kepada orang orang yang `alim dan rahib mereka!´ (HR. Sementara orang-orang musrikin (orang-orang musrik) meng`ibadahi ilah ilah yang sangat banyak. sedangkan lainnya kekiri. Dan keadaan ini sesuai dengan apa yang digambarkan oleh Allah di dalam firman-Nya: U W3 \1 S  d D Wr D .21 diharamkan oleh Allah `Azza wa Jalla lalu kalianpun ikut menghalalkannya juga?!´ `Adiy menjawab. Sedangkan orang mukmin dia hanya beribadah kepada Allah saja. maka akibat dari yang demikian tauhid mereka tidak benar.

U P n n  m B Y7WT r[.^ T n T <R R[. B k Wk $WT $  #U . W <.

Mereka menjadikan para wali tersebut sebagai wasilah (perantara) antara mereka dengan Allah Tabaaraka wa Ta`aalaa. maka kamu melupakannya.´ (Toohaa: 124126) Maka dari itu. dan begitu juga pada hari ini kamu dilupakan. maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sangat sempit. dan Kami akan membangkitkannya pada hari kiamat nanti dalam keadaan buta. Misalnya kuburan di Hadhramaut (Yaman) yang paling banyak dikunjungi oleh masyarakat Indonesia. dari Indonesia ribuan yang berangkat kesana untuk mengambil berkah.k o^ [O dW  [ )U!T [ [   ZlZ SWl ZlZWT W<U . Ini merupakan salah satu bentuk kesyirikan yang telah dilakukan oleh kafir Quraisy dahulu. sebahagian besar kaum muslimin yang tidak memiliki prinsip dan ketetapan tauhid mereka berbondong-bondong berziarah kekuburan kuburan para wali yang dikeramatkan. menyampaikan hajat-hajat mereka kepadanya. T AU! #U RM . telah datang kepadamu ayat ayat Kami. akan tetapi sanadnya zhulumat (penuh dengan kegelapan). inaa lillah wa . padahal aku dahulunya di dunia adalah seorang yang melihat?´ Allah berkata : ³Demikianlah.´ Berkata dia : ³Ya Rabku. meminta (berdo`a) kepada mereka supaya hajat mereka dikabulkan oleh Allah Ta`aalaa. !  ^ ³Dan barang siapa yang berpaling dari peringatanKu. kenapa Engkau menghimpunkan saya dalam keadaan buta.22 <on W< ( 2  /<  jUWT r[. pada umumnya banyak kalangan menduga itu adalah kuburan Nabi Hud.

Al Imam as Sa¶ady telah menjelaskan bahwa keta`atan itu tidak menahan reziki atau mengurangi reziki seseorang. sehingga seorang yang bertauhid tadi jalurnya lurus. semua rasa takut yang diarahkan kepada selain Allah Ta`aalaa dikategorikan kesyirikan. kecuali takut fitrah (tabiat/instink)nya manusia. al Quraan dan as Sunnah. Tauhid sumber keamanan manusia. gelap. bahkan Allah SWT. akan tetapi kalau takut tabiat/instink itu membawa kepada meninggalkan wajib (perintahNya) serta terjerumus kepada yang haram maka hukumnya juga haram. sebab keta`atan tidak bisa mengurangi reziki seseorang. seperti takut kepada api.´ Kemudian beliau membaca perkataan Allah `Azza wa Jalla: . ³Allah Tabaaraka wa Ta`aala akan menjamin bagi siapapun yang membaca al Quraan dan mengamalkannya. Tauhid menutup rapat celah celah kekhawatiran terhadap rizki. tenggelam. yang mempelajari Kalamullahi. tidak ada rasa takut. tidak akan menyebabkan berkurang rezikinya. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abbas radhiallahu`anhuma. akan menundukkan hati orang lain untuk membantu kehidupannya begitu janji Allah dan RasulNya kepada umat. dakwah kepada jalan Allah. dia tidak akan sesat di dunia dan tidak akan celaka di akhirat.23 ina ilaihi roji¶uun ini adalah kesyirikan yang sangat besar! Pelakunya akan kekal di neraka kalau dia tidak bertaubat sebelum meninggal. tidak ada rasa takut kecuali kepada Allah Subhaana wa Ta`aalaa saja. jiwa dan keluarga. sebab tauhid memenuhi hati para ahlinya dengan keamanan dan ketenangan. jadi belajar ilmu al Quraan dan as Sunnah. binatang buas.

 $  .24 0 0   < p  . ! d F [ l *UF [I .

manusia. ´Berkata Rasulullahi Shollallahu `alaihi wa Sallam. Bukhari) Syaikh Salim Al-Hilali dalam kitab ³Bahjatun Nazhiriin´ (1/163 no. hal.U ! $ U #T j 9j Qe  F % F #U  JA  K$ d ZU [ [j B[. Dimana hal itu telah dijelaskan oleh Allah dalam al Quraan : . hadist 84). Dan ini semakna dengan apa yang telah disebutkan dalam satu hadist dari jalan `Utsman bin Affan. lalu barangsiapa yang mengikuti petunjukKu. oleh karena itu Ahlut Tauhid terbentengi dirinya dari rasa takut kepada jin. 67).´ (HR.U sU YWT r" ³Maka jika datang kepadamu petunjuk daripadaKu. guna memelihara syari`at Allah. kematian dan selainnya dari rasa takut yang tertanam didalam peribadinya dan jiwa manusia tersebut. maka Allah Jalla wa `Alaa akan menundukkan hati hati orang lain untuk membantu kehidupannya guna mencukupi hajatnya. gelisah.´ Akan tetapi jika bukan Ahlut Tauhid kehidupannya dipenuhi dengan rasa takut. niscaya dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.´ (Thoohaa:123) (Lihat kitab : ³Syarhul `Aqiidatut Thohaawiyyah´. mengatakan dari fiqh hadist ini adalah : ³Barangsiapa yang menghabiskan `umurnya untuk menuntut `ilmu dan mendalami hukum hukum Din. sesseorang mukmin yang meng Esakan Allah Ta`aalaa hanya takut kepada Allah saja karena ahlut Tauhid ia merasa aman. ³Sebaik baik kalian adalah yang mempelajari al Quraan dan mengajarkannya. tentram dan tidak tertimpa kegelisahan yang ketika itu manusia takut.

karena tauhid memberikan kekuatan jiwa kepada pemiliknya. ia hanya menghadap dan meminta kepadaNya.´ (HR. percaya dan tawakal kepada Nya. dan keamanan dimaksud keamanan dunia. Tirmidziy) Dan firman Allah : . ³Apabila kamu meminta mintalah kepada Allah.´ (Al-Ana¶am : 82) Keamanan ini terpancar dari jiwa raganya. sabar atas musibahnya serta sama sekali tidak mengarap sesuatu kepada makhluk. bukan karena sebab penjaga penjaga keamanan polisi atau pihak keamanan lain. syiar dan semboyan adalah sabda Rasulullah Shollallahu `alaihi wa Sallam. sebab jiwanya penuh harap kepada Allah saja. dan apabila kamu minta tolong minta tolonglah kepadaNya. sebab mereka mengEsakan Allah Ta`aalaa. Tauhid sumber kekuatan jiwa. Yang demikian itu mereka peroleh. jiwanya kokoh seperti gunung. mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah`Azza wa Jalla.d DT j ) I $ 0 FWT B $(] ³Orang-orang beriman itu tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik) mereka itulah orang orang yang mendapat petunjuk. bila datang musibah ia segera mengharap kepada Allah Jalla wa `Alaa agar dibebaskan darinya. dan tidak mencampurkan adukkan tauhid (`ibadah) mereka dengan kesyirikan. dia tidak meminta kepada orang orang mati. karena mereka tahu syirik adalah kezhaliman yang besar.25  S 0 IU   [ d 1UWT U T  S < #1  $W  1   IW< [. ridho atas (ketentuan) Nya. adapun keamanan akhirat maka lebih besar dan lebih abadi mereka rasakan.

ahlut Tauhiid tidak dibolehkan menjadikan ilaah ilaah (ma`buud) selain Allah diantara sesama mereka. Petunjuk kepada jalan yang lurus. Tauhid dasar persaudaraan dan persamaan. Keutamaan Bagi Ahlul-Tauhid Allah berfirman :  S 0 IU   [ d 1UWT U T  S < #1  $W  1   IW< [. mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka mereka itu yang mendapat petunjuk´ (An-Ana¶am : 82).´ (Al An¶aam: 17). . serta kebinasaan. `azab dari Allah. Y d D WT U nUd jU  G"  sP! WS IU ³Jika Allah menimpakan satu kemudharatan kepadamu. dan yang paling mulia diantara mereka adalah Nabi kita Muhammad Shollallahu µalaihi wa Sallam. Segenap manusia adalah hamba Allah Jalla wa `Alaa. tidak dan tidak pula dengan kemaksiatan. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu. maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri.  dD Z  [ WT WS ^ F . Makna ayat: ahlut Tauhid mendapatkan keamanan dari segala rasa takut. sifat Ilaahiyah (peng`ubudiahan) hanya milik Allah `Azza wa Jalla satu satunya dan semua manusia diwajibkan ber`ibadah kepada Nya saja. maka apabila orang orang beriman itu tidak mencampur adukan iman mereka dengan kezholiman (kesyirikan) secara mutlak.d DT j ) I $ 0 FWT B $(] ³Orang-orang beriman itu tidak mencampur adukan iman mereka dengan kezhaliman (Syirik).26 [ o   ZU  [ nd Jo ^ . maka Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

263 oleh abu zubair aceh). dan jika mereka tidak mencampurkan keimanan mereka dengan kesyirikan. bahkan kesesatan serta kebinasaan yang mereka peroleh. . tidak akan pernah sama sekali mendapatkan keamanan dan hidayah. maka mereka tidak memperoleh keamanan dan hidayah yang sempurna. Wallahu µalam. Dipahami dari ayat yang mulia ini.27 maka mereka memperoleh keamanan dan hidayah yang sempurna dari Allah Jalla wa `Alaa. (diterjemahkan dari kitab tafsir As-Sa¶ady hlm. namun mereka masih melakukan kemaksiatan. bahwa mereka yang tidak mentauhidkan (mengikhlashkan per`ibadatan) kepada Allah Subhaana wa Ta`aalaa.