You are on page 1of 11

NAMA KELOMPOK : 1. AIDA FITRI IRAWAN 2. AYU DWI MAHARANI 3. CHOIRUN NISA 4. SAFIRA IRFANI MAULIDA 5.

GALIH ADITYA 6. VIKY HURISANDI 7. SATRIA TAHTA RAKAYASA 8. ADHE IRVANTIONO

ASCOMYCOTINA

REPRODUKSI ASCOMYCOTINA
Reproduksi dapat dilakukan secara vegetatif (aseksual) dan generative (seksual). i. Aseksual Bersel Satu (Uniselluler) Dengan membentuk tunas, misalnya pada Sacharomyces cereviceae. Pembentukan tunas diawali dengan dinding sel menonjol keluar membentuk tunas kecil. Nukleus dalam sel induk membelah dan salah satu nukleus bergerak ke dalam sel tunas. Sel tunas kemudian memisahkan diri dari sel induk untuk menjadi individu baru. Akan tetapi, kadang-kadang tunas tetap melekat pada sel induknya membentuk rantai sel yang disebut sebagai ifa semu (pseudohifa) Bersel Banyak (Multiseluler) Dengan konidia (konidiospora), misalnya pada Penicillium. Konidiospora, yaitu spora yang dihasilkan secara berantai berjumlah empat butir oleh ujung suatu hifa, hifa tersebut disebut konidiofor.

ii. Seksual Bersel satu Konjugasi antara dua gametangia (misalnya dua sel Sacharomyces, berfungsi sebagai gametangia), menghasilkan zigot diploid (2n). Zigot membesar menjadi askus. Di dalam askus terbentuk delapan askospora yang tersusun dalam dua jalur atau satu jalur. Di dalam askus terjadi meiosis dan terbentuk empat askospora haploid (n). Bersel banyak Hifa membentuk antheridium dan askogonium (oogonium). Askogonium membentuk tonjolan yang disebut trikogen yang menghubungkan antara askogonium dan antheridium. Inti-inti askogonium berpasangan dan inti tersebut membelah membentuk hifa yang berisi satu pasang inti (hifa dikarion= hifa berinti dua). Hifa dikarion kemudian memanjang dan membentuk miselium yang akan membentuk badan buah. Selanjutnya ujung-ujung dikarion membentuk askus. Dua inti sel bersatu, kemudian mengadakan pembelahan meiosis, sehingga terbentuk askospora yang haploid.

a. Saccharomyces sp Ciri umum Saccharomyces sp (ragi) tidak mempunyai hifa dan tubuh buah. Jenis ragi yang dimanfaatkan untuk pem-buatan tape atau pengembang adonan roti adalah Saccharo-myces cerevisiae. Jamur ini dapat memfermentasi glukosa menjadi alkohol dan karbon dioksida. Reaksi kimianya adalah sebagai berikut. C6H12O6 --> 2C2H5OH + 2CO2 + energi (gkukosa) (alkohol) Saccharomyces cerevisiae sebagai pengembang roti atau kue akan berhenti tumbuh jika kadar alkohol mencapai 4-5%, sedangkan CO2 yang dihasilkan akan mengembangkan adonan roti. Alkohol akan menguap habis ketika roti dibakar. Saccharomyces cerevisiae yang dimanfaatkan dalam minuman beralkohol baru berhenti tumbuh (berkembang biak) pada kadar alkohol mencapai 14-17%.

b. Penicillium sp Jamur ini tumbuh di mana-mana dan tampak tumbuh sebagai noda hijau atau biru pada buah-buahan ranum atau penganan yang bergula. Selain itu, jamur ini dapat tumbuh baik pada roti dan nasi. Oleh karena itu, jika menyimpan roti dan nasi di tempat yang agak lembab, maka akan ditumbuhi jamurPenicillium sp. dengan konidia yang berwarna kehijauan

c. Neurospora sitophila: jamur oncom

d. Aspergillus oryzae : untuk membuat sake dan kecap.

e. Aspergillus wentii : untuk membuat kecap

f. Claviceps purpurea : hidup sebagai parasit pada bakal buah Gramineae.

g.Aspergillus flavus menghasilkan racun aflatoksin hidup pada biji-bijian. flatoksin

salah satu penyebab kanker hati.