MAKALAH

PSIKOLOGI AGAMA

TENTANG
PENGERTIAN DAN PERAN PSIKOLOGI AGAMA

DI SUSUN OLEH : KELOMPOK I ABDUL KADIR KOMALA SARI YETNA DEWITA

LOKAL III D

DOSEN PEMBIMBING Prof. DR. ZAINAL BAKHRI

SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH ( STIT ) SYEKH BURHANUDDIN PARIAMAN 2012

Atas perhatian penulis ucapkan banyak terima kasih. Dalam penulisan makalah ini penulis sangat membutuhkan saran dan bimbingan terutama dosen pembimbing agar terwujudnya kesempurnaan dalam penulisan makalah ini. Pariaman. Dan tidak pula salawat beserta salam pada pucuk pimpinan umat sedunia yang mana telah membawa kita dari zaman jahiliyah ke zaman serba canggih sekarabg ini yakninya nabi besar Muhammad SAW. Maret 2012 Penulis .KATA PENGANTAR Puji beserta syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Sejarah Peradaban Islam ini tentang Pengertian dan Peran Psikologi Agama tersebut.

Pengertian Psikologi Agama ……………………………………. Latar Belakang ……………………………………………………. 2. Pengertian Agama ……………………………………………… 3. Tujuan ……………………………………………………………… BAB II PEMBAHASAN A. Saran ………………………………………………………………… DAFTAR PUSTAKA . 1. 2. Kesimpulan …………………………………………………………. B.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR …………………………………………………. DAFTAR ISI …………………………………………………………… BAB I PENDAHULUAN 1. Peran Pendidikan Terhadap Psikologi Agama …………………. Pengertian Psikologi ……………………………………………. B.. BAB III PENUTUP A.. Peran Psikologi agama ……………………………………………… a. Pengertian Psikologi Agama ……………………………………….

2. Tujuan Tujuan Penulis membuat makalah ini yaitu adanya tugas kelompok dari dosen pembimbng dengan mata kuliah Psikologi Pendidikan ini. Begitu juga dengan para agamawan dari berbagai agama yang ada mengemukakan bahwa berdasarkan informasi kitab suci. hubungan manusia dengan zat yang adikodrati digambarkan sebagai hubungan antara makhluk ciptaan dengan Sang Pencipta. Untuk membahas lebih lanjut mengenai psikologi agama dalam hubungannya terhadap pembentukan jiwa religius dan perkembangan mental-kognitif. Latar Belakang Hubungan manusia dengan sesuatu yang dianggap adikodrati (supernatural) memiliki latar belakang sejarah yang sudah lama dan cukup panjang.BAB I PENDAHULUAN 1. Latar belakang ini dapat dilihat dari berbagai pernyataan para ahli yang memiliki disiplin ilmu yang berbeda. Perbedaan pendapat yang dilatarbelakangi perbedaan sudut pandang antara agamawan dan para psikolog agama ini sempat menunda munculnya psikologi agama sebagai disiplin ilmu yang berdiri sendiri. maka dalam makalah berikut akan diuraikan secara spesifik tentang Pengertian dan Peranan Psikologi Agama. Dan tak lainnya yaitu supaya pembaca bisa paham dan mengerti tentang Faktor Yang Mempengaruhi Belajar yang mana pemakalah sampaikan .

BAB II PEMBAHASAN A. . Tetapi pada hakikatnya apa yang dimaksud dengan jiwa (ruh) itu. Karena jiwa adalah sangat abstrak dan tidak dapat diikuti oleh panca indera. (Jalaluddin. Psikologi dapat diterjamahkan ke dalam bahasa Arab menjadi ilmu al-nafs atau ilmual-ruh. tidak seorang pun tahu dengan sesungguhnya. namun ada pula yang menyamakan denganistilah al-ruh. meskipun istilah al-nafs lebih populer penggunaannya daripada istilah al nafs. yaitu “psyche” yang berarti “jiwa”. Pengertian Psikologi Secara etimologi. yang menjadi penggerak dan pengatur bagi sekalian perbuatan-perbautan pribadi (personal behaviour). dan “logos” yang berarti “ilmu”. D a l a m I s l a m . Jadi secara sederhana. kata psikologi berasal dari bahasa Yunani. istilah “jiwa” dapat disamakan istilah al-nafs. Penggunaan masing-masing kedua istilah ini memiliki asumsi yang berbeda Psikologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari gejala jiwa manusia yang normal. Sebagian ahli berpendapat bahwa jiwa adalah daya hidup rohaniah yang bersifat abstrak. dewasa dan beradab. 1979: 77). PENGERTIAN PSIKOLOGI AGAMA 1. kata psikologi berarti ilmu yang mempelajari tentang jiwa.

yang dimaksud dengan agama dalam pembahasan ini adalah agama yang dirasakan dalam hati. Pengertian Agama AGAMA berasal dari kata latin RELIGION. yang dapat berarti obligation/kewajiban. . Sedangkan menurut Bahasa Arab yaitu A artinya tidak. jadi agama adalah tidak kacau. yaitu psikologi dan agama. Walau demikian. 3. Agama dalam Encyclopedia of Philosophy adalah kepercayaan kepada Tuhan yang selalu hidup. Sementara untuk mendefinisikan agama tidaklah mudah. yang keduanya mempunyai pengertian yang berbeda. bukan berarti makna agama itu tidak ada. Dan pandangan seseorang terhadap agama ditentukan oleh pemahamannya terhadap ajaran agama itu sendiri. apalagi di dunia saat ini kita temukan kenyataan bahwa agama amat beragam. karena psikologi agama menggunakan dua kata. Psikologi agama adalah salah satu cabang ilmu psikologi yang masih muda. Gama artinya kacau. pikiran.2. para ahli mengalami kesulitan. dan dilaksanakan dalam tindakan serta memantul dalam sikap dan cara menghadapi hidup pada umumnya. Pengertian Psikologi Agama Psikologi sebagai ilmu terapan (applied science) berkembang sejalan dengan kegunaannya. yakni kepada jiwa dan kehendak ilahi yang mengatur alam semesta dan mempunyai hubungan moral dengan umat manusia. Terlepas dari kontroversi tentang makna agama. Dalam memberikan definisi tentang psikologi agama.

karena cara seseorang berpikir. pikiran. karena keyakinan itu masuk dalam konstruksi kepribadiannya. Jadi Zakiah Daradjat menambahkan bahwa psikologi agama juga mempelajari pertumbuhan dan perkembangan jiwa seseorang. perbuatan. Psikologi agama menurut Prof. Dr. bagaimana pengaruh keberagamaan terhadap proses dan kehidupan kejiwaan sehingga terlihat dalam sikap dan tingkah laku lahir (sikap dan tindakan serta cara bereaksi). dan bertingkah laku. serta faktor- . tidak dapat dipisahkan dari keyakinannya.Dengan melihat pengertian psikologi dan agama serta objek yang dikaji. Zakiah Daradjat. merasa atau sikap emosi). bersikap. serta sikap dan tingkah laku batin (cara berpikir. Melalui pengertian umum seperti itu. dan jalan hidup secara keseluruhan. dapatlah diambil pengertian bahwa psikologi agama adalah cabang dari psikologi yang meneliti dan menelaah kehidupan beragama pada seseorang dan mempelajari seberapa besar pengaruh keyakinan agama itu dalam sikap dan tingkah laku serta keadaan hidup pada umumnya. bereaksi. Dapat juga dikatakan bahwa psikologi agama adalah ilmu yang mengkaji mentalitas manusia yang taat atau tunduk pada suatu kekuatan yang mempengaruhi perasaan. paling tidak akan dapat diamati bagaimana fungsi dan peranan keyakinan terhadap agama kepada sikap dan tingkah laku lahir dan batin seseorang. Dengan kata lain. adalah suatu ilmu yang meneliti pengaruh terhadap sikap dan tingkah laku orang atau mekanisme yang bekerja dalam diri seseorang.

Sebagai contoh. dan bahagia sebagai refleksi dari keyakinan agamanya. umumnya. cinta kepada sesama makhluk dan sebagainya sebagai cerminan . Jadi tujuan psikologi agama adalah untuk mencapai pengertian tentang manusia itu sendiri. berbudi luhur. persoalan agama tidak ditinjau dari makna yang terkandung dalam pengertian yang bersifat definitif. Secara individual.faktor yang mempengaruhi keyakinan tersebut. Jadi dalam kajian psikologi agama. Bagaimanapun abstraknya bidang yang menjadi lapangan penelitian psikologi agama. baik kesadaran beragama maupun pengalaman beragama dapat mempengaruhi seseorang. Secara garis besarnya dapat dikatakan bahwa. suka menolong. Pengertian agama dalam kajian dimaksud lebih bersifat umum. Keluar dari sikapnya sifat sederhana. yaitu mengenai proses kejiwaan terhadap agama serta pengaruhnya dalam kehidupan pada. namun aspek-aspek yang dipelajari itu prosesnya dapat diamati sebagai pendorong bagi seseorang dalam bersikap dan bertingkah laku sesuai dengan keyakinan yang dianutnya. psikologi agama berusaha meneliti secara mendalam mengenai apa dan bagaimanakah manusia itu di kala ia berhadapan dengan sesuatu yang dianggapnya sebagai zat yang adikodrati (supernatural). Dan ini berarti bahwa psikologi agama termasuk psikologi khusus yang mempelajari sikap dan tingkah laku seseorang yang timbul dari keyakinan yang dianutnya berdasarkan pendekatan psikologi. kita dapat melihat bagaimana seseorang mampu hidup tenang. sabar.

Berkaitan dengan ruang lingkup dari psikologi agama. maka ruang kajiannya adalah mencakup kesadaran agama yang berarti bagian/ segi agama yang hadir dalam pikiran. 2004: 17) Dalam hal ini psikologi agama telah dimanfaatkan dalam berbagai ruang kehidupan. dewasa dan beradap . penyuluhan narapidana di LP dan pada bidangbidang lainnya. dan pengalaman agama berarti unsur perasaan dalam kesadaran beragama yakni perasaan yang membawa kepada keyakinan yang dihasilkan oleh tindakan (amaliah) dengan kata lain bahwa psikologi agama mempelajari kesadaran agama pada seseorang yang pengaruhnya terlihat dalam kelakuan dan tindakan agama orang itu dalam hidupnya.sikap agamanya. Sehubugan dengan psikologi agama Jalaludin berpendapat bahwa Psikologi Agama menggunakan dua kata yaitu Psikologi dan Agama. misalnya dalam bidang pendidikan. Sikap keberagamaan manusia selalu mengalami proses sesuai dengan perkembangan jiwanya. perusahaan. kedua kata ini memiliki pengertian yang berbeda. pengobatan. Dimana Psikologi secara umum diartikan sebagai ilmu yang mempelajarigejala jiwa manusia yang normal. (Jalaluddin. yang merupakan aspek mental dari aktivitas agama.

PERAN PSIKOLOGI AGAMA Perkembangan kejiwaan seseorang adalah sebuah bentuk kewajaran dan pasti terjadi dalam diri seseorang. rasa rindu. oleh karena itu pendidikan agama islam adalah sebuah upaya nyata yang akan mengantarkan umat islam kepada perkembangan rasa agama. Atau dengan kata yang lebih singkat dan sering digunakan oleh al Qur`an. rasa dekat. guna membangun dunia ini sesuai dengan konsep yang ditetapkan Allah. tentu akan mempengaruhi bagi pembentukan jiwa keagamaan. ada rasa ikatan dengan sesuatu tersebut. rasa kagum dan lain-lain . Menurut Quraish Shihab. tujuan pendidikan al Qur`an (Islam) adalah membina manusia secara pribadi dan kelompok sehingga mampu menjalankan fungsinya sebagai hamba dan khalifah-Nya. Oleh karena itu pendidikan merupakan suatu keniscayaan dalam mengarahkan proses perkembangan kejiwaan. rasa bertuhan ini meliputi merasa ada sesuatu yang maha besar yang berkuasa atas dirinya dan alam semesta. Jiwa keagamaan ini perlu ditanamkan pada anak sejak usia dini. mengarahkan dan melatih potensi jasmani. Terlebih lagi dalam lembaga pendidikan islam. jiwa. akal dan fisik manusia seoptimal mungkin agar dapat melaksanakan fungsinya sebagai khalifah di muka bumiPendidikan memang mempunyai peranan yang sangat penting bagi manusia. Umat islam akan lebih memahami dan terinternalisasi esensi rasa agama itu sendiri. untuk bertaqwa kepada-Nya Dengan demikian pendidikan harus mampu membina. Pertama yaitu rasa bertuhan.B.

Apabila jiwa keagamaan te. Pendidikan agama adalah bentuk pendidikan nilai. a.lah tumbuh maka akan terbentuk sikap keagamaan yang termanifestasikan dalam kehidupan sehariharinya.Kedua yaitu rasa taat. Semakin suasana pendidikan agama membuat betah maka perkembangan jiwa keagamaan akan dapat tumbuh dengan optimal. bahwa dalam usia bayi sampai usia sekolah keluarga mempunyai peran yang dominan dalam menumbuhkembangkan rasa keagamaan dalam seorang anak. Pendidikan keluarga Gilbert Highest menyatakan bahwa kebiasaan yang dimiliki naanakanak sebagian besar terbentuk oleh pendidikan keluarga. Peran Pendidikan Terhadap Psikologi Agama 1. Jiwa keagamaan ini akan tumbuh bersama dengan suasana lingkungan sekitarnya. Potensi religiositas seorang anak akan dapat berkembang baik karena adanya sentuhan dari orang tua. anak-anak menerima pengaruh dan pendidikan dari keluarga. Keluarga sebagai tempat pendidikan . rasa taat ini meliputi ada rasa ingin mengarahkan diri pada kehendak-Nya dan ada rasa ingin mengikuti aturan-aturan-Nya. Sejak dari bangun tidur hingga ke saat akan tidur kembali. Hal ini mengandung pengertian. karena itu maksimal dan tidaknya pendidikan agama tergantung dari faktor yang dapat memotivasi untuk memahami nilai agama. Melalui sentuhan orang tua ini potensi keagmaan tersebut berkembang dengan baik karena adanya pengarahan yang baik pula.

Anak-anak umumya dididik di lingkungan keluarga dan masyarakat lingkungannya. Pendidikan secara kaelembagaan memang belum diperlukan. ataupun anak masyarakat pemburu. Semua perilaku keagamaan orang tua terserap oleh anak menjadi bahan identifikasi diri anak terhadap orang tuanya.pertama dalam proses perkembangan rasa agama setiap individu. Pendidikan kelembagaan Di masyarakat primitive lembaga pendidikan secara khusus tidak ada. Jika anak dilahiarkan di lingkungan keluarga tani. Kedekatan orang tua dengan anaknya menjadikan orang tua sebagai a significant person bagi anaknya. lembaga pendidikan merupakan jenjang setelah pendidikan keluarga. Lembaga pendidikan agama mempunyai peran yang sangat efektif dalam perkembangan rasa keagamaan seeorang. karena sekedar peniruan saja atau didiringi oleh keinginan untuk menjadi seperti orang tuanya. 2. maka dapt dipastikan ia akan menjadi petani seperti orang tuan dan masyarakat lingkungannya. Demikian pula anak seorang nelayan. Karena proses imitasi yang terus menerus maka perilaku keagamaan orang tua terinternalisasi dalam diri anak dan mengkristal menjadi kata hati. Maka terjadilah proses imitasi perilaku. Usia anak yang beranjak dewasa dibarengi rasa keingintahuan yang menggebu menjadi pintu bagi penanaman nilai- . karena variasi profesi dalam kehidupan belum ada. Sesuai dengan peran dan fungsinya.

nilai keagamaan. Pihak-pihak yang terkait dengan sekolah seperti guru dan kepala sekolah mempunyai tugas yang yang berat dalam rangka megembangkan rasa keagamaan tersebut. pendekatan dan sebagainya harus diatur sedemikian rupa sehingga memudahkkan dalam rangka penanaman rasa keagamaan. proses perubahan sikap dari tidak menerima ke menerima berlangsung melalui tiga tahap perubahan sikap. kedua adanya pemahaman. sistem belajar. metode serta alat-alat Bantu ynag memungkinkan anak-anak memberikan perhatiaanya. Pemahaman ini akan lebih mudah diserap jika pendidikan agama yang diberikan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Segala macam kurikulum. peneimaan siswa . Rasa keagamaan yang dikembangkan dalam sebuah pendidikan agama akan berujung pada perubahan sikap menerima nilai-nilai agama. Pertma. Ketiga. tidak terbatas pada kegiatan yang bersifat hafalan semata. Jadi. metode. Menurut Mc Guire. Untuk menopang pencapaian itu. maka guru agama harus dapat merencanakan materi. Dengan demikian pengaruh kelembagaan pendidikan dalam pembentukan jiwa keagamaan pada anak angat tergantung dari kemampuan para pendidik untuk menimbulkan ketiga proses itu. pendidikan yang diberikan harus dapat menarik perhatian peserta didik. Kedua. para guru agama harus mampu memberikan pemahaman kepada anak didik tentang materi pendidikan yang diberikannya. Proses pertama adalah adanya perhatian. dan ketiga adanya penerimaan.

oleh karena itu pengaruh masyarakat terhadap pertumbuhan jiwa keagamaan merupakan bagian dari aspek kepribadian yang terintegrasi dalam pertumbuhan psikis.terhadap materi pendidikan agama yang diberikan. Secara nilai dan keilmuan manusia berkembang terus-menerus. Dan sikap menerima tersebut pada garis besarnya banyak ditentukan oleh sikap pendidik itu sendiri. Masyarakat bisa menjadi wahana pembelajaran yang sangat luas bagi pertumbuhan dan perkembangan jiwa keagamaan. Pendidikan di masyarakat Selainn lingkungan keluarga dan lingkungan lembaga pendiikan. masyarakt juga turut mempengaruhinya. . Penerimaan ini sangat tergantung dengan hub ungan antara materi dengan kebutuhan dan nilai bagi kehidupan anak didik. 3. Kedua cirri ini akan sangat menentukan dalam mengubah sikap para anak didik. antara lain memiliki keahlian dalam bidang agama dan memiliki sifatsifat yang sejalan dengan ajaran agama seperti jujur dan dapat dipercaya.

Pertumbuhan rasa agama akan semakin meningkat dan juga bisa dihubungkan dengan kondisi di sekitarnya. baik sosial. Terlebih lagi dalam lembaga pendidikan islam. Jiwa keagamaan ini perlu ditanamkan pada anak sejak usia dini . Perkembangan kejiwaan seseorang adalah sebuah bentuk kewajaran dan pasti terjadi dalam diri seseorang. Peran psikologi agama dalam pendidikan islam lebih memudahkan pemahaman masyarakat dalam menelaah agama secara komprehensif. Saran Dengan membaca dan mempelajari makalah ini. Kesimpulan Psikologi agama yang memepelajari rasa agama dan perkembangannya mempunyai peranan yang saling korelatif dalam pendidikan agama islam. Proses penyadaran dan perubahan untuk meningkatkan nilai jiwa keagamaan pun akan mudah di kembangkan. politik hukum dan sebagainya.BAB III PENUTUP A. pemakalah berharap agar saudara/i paham tentang pendidikan merupakan suatu keniscayaan dalam mengarahkan proses perkembangan kejiwaan. B. tentu akan mempengaruhi bagi pembentukan jiwa keagamaan. Pendidikan islam sebagi sebuah upaya penyadaran terhadap umat islam akan lebih mudah diterima oleh masyarakat. Agama tidak dipandang hanya sebagi kebutuhan orang-orang tertentu.ekonomi. tapi agama memang menjadi kebutuhan stiap pribadi seseorang yang menjadikan perkembangan pribadi secara psikisnya.

google. Psikologi Agama.  http://www. 1996. Jalaludin.DAFTAR PUSTAKA  Rahmad. (Edisi Revisi).com/psikologiagama . Penerbit Putra Utama: Jakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful