Jenis Usaha/ Kegiatan Wajib AMDAL

Proses penapisan (screening) atau kerap juga disebut proses seleksi kegiatan wajib AMDAL, adalah proses yang menentukan apakah suatu rencana kegiatan wajib menyusun AMDAL atau tidak. Menurut Pasal 22 UUPPLH Ayat (1), Setiap usaha dan/atau kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan hidup wajib memiliki amdal. Kemudian dalam Pasal 24 UUPPLH Dokumen amdal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 merupakan dasar penetapan keputusan kelayakan lingkungan hidup. Ketentuan Umum PP Amdal, Dampak besar dan penting adalah perubahan lingkungan hidup yang sangat mendasar yang diakibatkan oleh suatu usaha dan/atau kegiatan;

Pasal 22 Ayat (2) menjelaskan, dampak penting dimaksud ditentukan berdasarkan kriteria: a. besarnya jumlah penduduk yang akan terkena dampak rencana usaha dan/atau kegiatan; b. luas wilayah penyebaran dampak; c. intensitas dan lamanya dampak berlangsung; d. banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang akan terkena dampak; e. sifat kumulatif dampak; f. berbalik atau tidak berbaliknya dampak; dan/atau g. kriteria lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pasal 23 Ayat (1) UUPPLH, menjelaskan kriteria usaha dan/atau kegiatan yang berdampak penting yang wajib dilengkapi dengan amdal terdiri atas: a. pengubahan bentuk lahan dan bentang alam; b. eksploitasi sumber daya alam, baik yang terbarukan maupun yang tidak terbarukan; c. proses dan kegiatan yang secara potensial dapat menimbulkan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup serta pemborosan dan kemerosotan sumber daya alam dalam pemanfaatannya; d. proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan alam, lingkungan buatan, serta lingkungan sosial dan budaya;

Usaha/ kegiatan bidang Kehutanan E. Usaha/ kegiatan bidang Pengelolaan Limbah B3 M. introduksi jenis tumbuh-tumbuhan. Usaha/ kegiatan bidang Perikanan D. g. Usaha/ kegiatan bidang Pengembangan Nuklir L. Usaha/ kegiatan bidang Pertahanan B. proses dan kegiatan yang hasilnya akan mempengaruhi pelestarian kawasan konservasi sumber daya alam dan/atau perlindungan cagar budaya. Usaha/ kegiatan bidang Perindustriaan H. Ketentuan lebih lanjut mengenai jenis usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi dengan amdal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan Menteri. 11 Tahun 2006 tentang Jenis Rencana Usaha atau Kegiatan yang Wajib dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Usaha/ kegiatan bidang Pekerjaan Umum I. Usaha/ kegiatan bidang Rekayasa Genetika Catatan : . Usaha/ kegiatan bidang Pertanian C. dan/atau i. Usaha/ kegiatan bidang Tekhnologi Satelit G. Usaha/ kegiatan bidang Pariwisata K. dan jasad renik. pembuatan dan penggunaan bahan hayati dan nonhayati. penerapan teknologi yang diperkirakan mempunyai potensi besar untuk mempengaruhi lingkungan hidup. kegiatan yang mempunyai risiko tinggi dan/atau mempengaruhi pertahanan negara. Usaha/ kegiatan bidang Sumber Daya Energi dan Mineral J. Pasal 23 Ayat (2) UUPPLH. Lampiran 1 menetapkan berbagai bidang kegiatan yang wajib dilengkapi Amdal. antara lain: A. Secara rinci kemudian diatur di dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup (PerMenLH) No. f.e. h. Usaha/ kegiatan bidang Perhubungan F. hewan.

• Kegiatan yang memiliki ketidakpastian (ketiadaan) kemampuan teknologi yang tersedia untuk menanggulangi dampak penting negatif yang akan ditimbulkan. • Kegiatan yang disetujui oleh menteri LH apabila diajukan secara tertulis oleh gubernur. • Khusus untuk bidang rekayasa genetika. bupati/ walikota dan/ atau masyarakat untuk ditetapkan sebagai kegiatan yang wajib Amdal. dapat di lihat di Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup (PerMenLH) No. (Lampiran 1 PermenLH) akan dapat digolongkan sebagai kegiatan yang wajib Amdal. . 11 Tahun 2006 tentang Jenis Rencana Usaha atau Kegiatan yang Wajib dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. 11 Tahun 2006 tentang Jenis Rencana Usaha atau Kegiatan yang Wajib dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. dalam Lampiran 3 Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup (PerMenLH) No. Secara lengkap. • Usaha/ kegiatan tersebut ditetapkan oleh gubernur atau bupati/ walikota ditetapkan sebagai kegiatan yang wajib Amdal. Kemudian. • Kegiatan yang ditetapkan oleh menteri LH setelah mendengar dan memperhatikan saran serta pendapat Menteri lain dan/atau Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen yang terkait lainnya. ketentuan tentang jenis rencana usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup sebagaimana tercantum dalam Lampiran I huruf M Peraturan Menteri ini berlaku sampai dengan ditetapkannya Peraturan Presiden yang mengatur Komisi Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik.Selain kegiatan yang ada dalam lampiran PermenLH tersebut. kegiatan yang wajib Amdal juga ditentukan apabila : • Lokasi usaha/ kegiatan berbatasan / berada di dalam kawasan lindung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful