P. 1
IMAN, KUFUR, NIFAQ, DAN SYIRIK

IMAN, KUFUR, NIFAQ, DAN SYIRIK

|Views: 1,673|Likes:

More info:

Published by: Kanda Emil D' BestBoy on Mar 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/20/2014

pdf

text

original

MAKALAH IMAN, KUFUR, NIFAQ, DAN SYIRIK

Dosen pengampu: Siti Djazimah, S.Ag., M.S.I.

Disusun oleh:

Kemas M. Gemilang NIM: 11350013

PRODI AL-AHWAL ASY-SYAKHSIYYAH FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2010

BAB I PENDAHULUAN Pembahasan mata kuliah ilmu kalam ini yang sangat mendalam dan harus mengetahui dasar dari pembahasan sebelum mempelajari lebih mendalam. Dalam makalah ini pembahasan yang kami tarik adalah tentang iman, kufur, nifaq, dan syirik. Iman adalah keyakinan yang mendalam dalam hati, di ucapkan melalui lisan dan di aplikasikan dalam perbuatan. Sedangkan kufur adalah mengingkari, mendustakan atau tidak

beriman adanya Allah dan Rasul-Nya, yang mana kufur ini terbagi menjadi dua yaitu: kufur besar dan kufur kecil. Nifaq yang dimaksud adalah menampakan keislaman dan kebaikan tetapi

menyembunyikan kekufuran dan kejahatan. Adapun rumusan masalah dalam pembahasan ini adalah: 1. apa yang dimaksud dengan iman, kufur, nifaq, dan syirik? 2. Sebutkan macam-macan dari setiap bagian kufur dan syirik! 3. Sebutkan firman Allah SWT yang bersangkutan dengan iman, kufur, nifaq, dan syirik!

BAB II PEMBAHASAN A. Iman Jika dilihat dari asal bahasa kata iman berasal dari bahasa arab yang berarti membenarkan, dan dalam bahasa Indonesia kata iman berarti percaya yaitu sebuah kepercayaan dalam hati dan membenarkan bahwa adanya Allah SWT itu benar-benar ada serta membenarkan dan mengamalkan semua yang di ajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dan mempercayai RasulRasul sebelumnya. Iman merupakan inti dasar dari sebuah peribadatan, tanpa adanya keimanan sangat mustahil seseorang dapat membenarkan adanya Tuhan. Menurut pendapat-pendapat ulama fiqih bahwa iman merupakan sebuah Tasdiq di dalam hati hal tersebut yaitu menurut, antara lain: 1. Menurut Abu Abdullah bin Khafif: Iman adalah sebuah pembenaran hati terhadap sesuatu yang telah di jelaskan oleh Al Haq (Allah) tentang masalah-masalah yang gaib. 2. Menurut Abdullah At Tustari: Bahwa iman adalah merupakan kesaksian Al-haq yang mendalam. Karena jika Allah di pandang dengan penglihatan tanpa pembatas, dan jika dengan pengetahuan tanpa berakhir. Dari pendapat para ulama tersebut dapat disimpulkan bahwa iman merupakan hal yang bersangkutan dengan hati. Semua hal-hal yang gaib seperti Tuhan, sifat-sifatnya, akhirat, takdir, rejeki, dan sebagainya merupakan sebuah pembenaran dan kepercayaan hati. Jika dipahami secara mendalam iman mempunyai hubungan yang sangat erat kaitannya dengan amaliyah-amaliyah atau perbuatan. Amaliyah-amaliyah atau perbuatan merupakan tolak ukur keimanan seseorang. Jika seseorang melakukan perbuatan-perbuatan yang menjadikan dirinya dekat dengan Allah, maka

6

dapat dipastikan bahwa seseorang tersebut beriman kepada Allah yaitu dengan menjalankan syariat-syariatnya yang dibawakan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam pembahasan ilmu kalam konsep iman terbagi menjadi tiga golongan yaitu : 1. Iman adalah Tasdiq dalam hati atas wujud Allah dan keberadaan Nabi atau Rasul Allah. Menurut konsep ini iman dan kufur semata-mata adalah urusan hati, bukan Nampak dari luar. Jika seseorang membenarkan atau meyakini adanya Allah maka ia dapat disebut teklah beriman kepada Allah meskipun perbuatannya tidak sesuai dengan ajaran agama islam. Konsep iman ini banyak dianut oleh mazhab murjiah yang sebagian besar penganutnya adalah Jahamiyah dan sebagian kecil Asy’ariyah. Menurut paham diatas bahwa keimanan seseorang tidak ada sangkut pautnya dengan perbuatan atau amaliyah-amaliyah zahir, dikarenakan hati adalah sesuatu yang tersembunyi sehingga tidak dapat disangkut pautkan dengan keadaan yang zhahir. 2. Iman adalah Tasdiq di dalam hati dan diikrarkan dengan lidah. Dengan demikian seseorang dapat digolongkan beriman apabila mempercayai dalam hati keberadaan Allah dan mengikrarkan (mengucapkan) dengan lidah. Disini antara keimanan dan perbuatan manusia tidak ada hubungannya. Yang terpenting dalam iman adalah Tasdiq dalam hati dan diikrarkan dengan lisan konsep ini dianut oleh sebagian pengikut Mahmudiyah. 3. Iman adalah Tasdiq dalam hati dan diikrarkan dengan lisan serta dibuktikan dengan perbuatan. Disini diterangkan bahwa antara iman dan perbuatan terdapat keterkaitan karena keimanan seseorang ditentukan pula oleh amal perbuatannya konsep iman ini dianut oleh Mu’tazilah dan Khawarij. Agama islam adalah agama yang mengajarkan pemeluknya untuk berbuat amal shaleh dan menjauhi larangan-Nya. Oleh sebab itu seseorang dianggap telah sempurna imannya apabila betul-

betul telah diyakini dengan hati, diikrarkan dengan lisan, dan dibuktikan dengan perbuatan. Menyangkut tentang ciri keimanan seseorang kita dapat melihat dari tasdiq dan perilakunya. Manusia mempunyai sifat lahiriyah, sifat inilah yang menjadi ukuran bagi kita untuk melihat keimanan seseorang. Sifat-sifat yang dapat dilihat melalui tindak-tanduk manusia sama ada perkataan atau perbuatan adalah menjadi tanda iman yang menjadi ukuran kita. Adapun segala apa yang tersirat dihatinya adalah terserah kepada Allah SWT.
B. Kufur1

Arti Kufur Secara etimologi, kufur artinya menutupi, sedangkan menurut terminology syariat, kufur artinya ingkar terhadap Allah swt, atau tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, baik dengan mendustakannya maupun tidak. Perbedaannya, kalau mendustakan berarti menentang dan menolak, tetapi kalau tidak mendustakan artinya hanya sekedar tidak iman dan tidak percaya. Dengan demikian kufur yang disertai pendustaan itu lebih berat dari pada kufur sekedar kufur. Kufur ditinjau dari berat tidaknya dosa ada dua macam ; yaitu kufur besar dan kufur kecil.
a. Kufur Besar

Kufur besar adalah kufur yang bisa mengeluarkan pelakunya dari Islam, dan kufur besar ini ada lima macam :1. Kufur karena mendustakan. Allah SWT berfirman:

”Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan yang hak tatkala yang hak itu datang kepadanya ? Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir ?” (QS. 29:68)2. Kufur karena enggan dan sombong, padahal ia tahu dan membenarkannya. Allah berfirman

:
1
Sumber :Majalah islami “Labbaik“, edisi : 021/th.02/Safar-Rabi’ul Awwal 1427H/2006M

8

”Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat :”Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orangorang yang kafir”. (QS. 2:34)3. Kufur karena ragu. Allah SWT berfirman:

‘Dan dia memasuki kebunnya sedang ia zalim terhadap dirinya sendiri; ia berkata :”Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya, dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku dikembalikan kepada Rabbku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik daripada kebun-kebun itu.’ (QS. 18:35-36) Kawannya (yang mu’min) berkata kepadanya sedang dia bercakap-cakap dengannya : “Apakah kamu kafir kepada (Rabb) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna”. Tetapi aku (percaya bahwa): Dialah Allah, Rabbku, dan aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Rabbku”. (QS. 18:37-38)4. Kufur karena berpaling, dalilnya adalah firman Allah swt :

‘Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka.’(QS. 46:3)5. Kufur karena nifaq, dalilnya firman Allah SWT:

‘Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti.’ (QS. 63:3)
b. Kufur Kecil

Kufur kecil, adalah kufur yang tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam, dan ia adalah

kufur amali. Kufur amali adalah dosa-dosa yang disebut dalam al-Quran dan as-sunnah sebagai dosa-dosa kufur, tetapi tidak mencapai derajat kufur besar. Contohnya seperti kufur nikmat sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya: ‘Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir.’ (QS. 16:83). Termasuk juga membunuh orang muslim, Rasulullah SAW bersabda : ”Mencaci seorang muslim adalah suatu kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran”. Termasuk juga bersumpah dengan selain Allah, Rasulullah SAW bersabda :”Barang siapa bersumpah dengan nama selain Allah, maka ia telah kafir atau musyrik”. Para pelaku dosa-dosa tersebut bukan menjadi kafir, walaupun dalam redaksi hadits disebut kafir, karena Allah SWT berfirman: ‘Hai orang-orang yang beriman, di wajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh.’ (QS. 2:178) Allah tidak mengeluarkan si pembunuh dari golongan orang-orang beriman, bahkan menjadikannya sebagai saudara bagi wali yang berhak melakukan qishosh, lihatlah firman Allah SWT: ‘Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula).’ (QS. 2:178). Bahkan dalam ayat lain, lebih jelas lagi Allah menyebut kelompok yang saling bunuh dengan sebutan mukmin, “Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu’min berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu

10

kembali, kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (QS. 49:9). Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua sauda ramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. (QS. 49:10)
C. Nifaq2

Nifaq secara bahasa berasal dari kata an naafiqaa-u yang artinya yaitu salah satu lubang tempat keluarnya yarbu’ (hewan sejenis tikus) dari sarangnya, dimana jika ia dicari dari lubang yang satu, maka ia akan keluar dari lubang yang lain. Dikatakan pula, ia berasal dari kata AnNafaq yaitu lubang tempat bersembunyi. Sedangkan nifaq menurut syara’ yaitu menampakkan keIslaman dan kebaikan tetapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan. Dinamakan demikian karena dia masuk pada syari’at dari satu pintu dan keluar dari pintu yang lain. Karena itu Allah Ta’ala memperingatkan dengan firman-Nya, “Sesungguhnya orang-orang munafiq itu mereka adalah orang-orang yang fasik” (QS. At Taubah : 67) Jenis Nifaq ada dua jenis yaitu nifaq i’tiqadi dan nifaq ‘amali. Nifaq i’tiqadi yaitu nifaq besar, dimana pelakunya menampakkan keIslaman tetapi menyembunyikan kekufuran. Jenis nifaq ini menjadikan pelakunya keluar dari agama dan berada di dalam kerak neraka. Nifaq ‘amali yaitu melakukan sesuatu perbuatan orang-orang munafik, tetapi masih ada iman di dalam hati. Nifaq jenis ini tidak mengeluarkan dari agama, tetapi merupakan wasilah (perantara) kepada yang demikian. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallaHu ‘anHu, Rasulullah saw bersabda,
2 Disarikan dari Buku Syarah ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Pustaka at Taqwa, Bogor, Cetakan Kedua, Shafar 1426 H/April 2005 M., hal 224-228.

“Ada empat hal yang jika terdapat pada diri seseorang, maka ia akan menjadi seorang munafiq sejati, dan jika seseorang terdapat padanya salah satu dari sifat tersebut, maka ia memiliki satu karakter kemunafiqkan hingga ia meninggalkannya; bila dipercaya ia berkhianat, bila berbicara ia berdusta, bila berjanji ia memungkiri dan bila bertengkar ia melewati batas” (HR. al Bukhari no. 2459, Muslim no. 58, Abu Dawud no. 4688, at Tirmidzi no. 2632, an Nasai VIII/116, Ahmad II/189 dan Ibnu Hibban no. 254-255) Ibnu Abi Mulaikah rahimahullah berkata: “Aku bertemu dengan 30 sahabat Rasulullah, mereka semua takut kalau-kalau ada nifaq di dalam dirinya” (Fathul Baary I/109-110) D. Syirik Syirik yaitu menyamakan selain Allah dengan Allah dalam Rububiyyah dan Uluhiyyah Allah Subhanahu wa Ta'ala. Umumnya menyekutukan dalam Uluhiyyah Allah, yaitu hal-hal yang merupakan kekhususan bagi Allah, seperti berdo'a kepada selain Allah disamping berdo'a kepada Allah, atau memalingkan suatu bentuk ibadah seperti menyembelih (kurban), bernadzar, berdo'a dan sebagainya kepada selainNya. Karena itu, barangsiapa menyembah selain Allah berarti ia meletakkan ibadah tidak pada tempatnya dan memberikannya kepada yang tidak berhak, dan itu merupakan kezhaliman yang paling besar. Allah SWT berfirman: ø( žcÎ) x8÷žÅe³9$# íOù=Ýàs9 ÒOžÏàtã ÇÊÌÈ ‘Sesungguhnya menyekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.’ (Luqman: 13)

Allah tidak akan mengampuni orang yang berbuat syirik kepadaNya, jika ia meninggal

12

dunia dalam kemusyrikannya. Allah SWT berfirman: bÎ) ©!$# žw ãžÏÿøótž br& x8užô³çž ¾ÏmÎ/ ãžÏÿøótžur $tB tbrߞ y7Ï9ºsž `yJÏ9¨ âä!$t±ož 4 `tBur õ8Ξô³çž «!$$Î/ Ϟs)sù #žužtIøù$# $¸JøOÎ) $¸JžÏàtã ÇÍÑÈ ‘Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.’ (An-Nisa’: 48) Surga-pun Diharamkan Atas Orang Musyrik. Allah SWT berfirman: çm¯RÎ) `tB õ8Ξô³çž «!$$Î/ ôžs)sù tP§žym ª!$# Ïmøžn=tã sp¨Yyfø9$# ¼ ) çm1urù'tBur âž$¨Y9$# ( $tBur žúüÏJÎ=»©à=Ï9 ô`ÏB 9ž$|ÁRr& ÇÐËÈ ‘Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.’ (Al-Maa-idah: 72) :Syirik Menghapuskan Pahala Segala Amal Kebaikan, Allah Azza wa Jalla berfirman öqs9ur (#qä.užõ°r& xÝÎ6yss9 Oßg÷Ztã $¨B (#qçR%x. tbqè=yJ÷ètž ÇÑÑÈ 4 ‘seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.’ (Al-An’am: 88)

Orang Musyrik Itu Halal Darah Dan Hartanya, Allah SWT berfirman: qè=çGø%$$sù tûüÏ.Ξô³ßJø9$# ß]øžym óOèdqßJž?žy`ur óOèdräžäzur#)

öNèdrçžÝÇôm$#ur (#rߞãèø%$#ur öNßgs9 ¨@à2 7ž|¹óžsD 4 bÎ*sù (#qç/$s? (#qãB$s %r&ur no4qn=¢Á9$# (#âqs?#uäur no4qž2¨ž9$# (#qž=yÜsù öNßgn=žÎ;yž 4 ¨bÎ) ©! $# ֞qàÿxî ÒOžÏm§ž ÇÎÈ Maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah

mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, Maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan3. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’ Rasulullah SAW bersabda, yang artinya “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq melainkan Allah dan bahwa Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat, dan membayar zakat. Jika mereka telah melakukan hal tersebut, maka darah dan harta mereka aku lindungi kecuali dengan hak Islam dan hisab mereka ada pada Allah Azza wa jalla” Syirik adalah dosa besar yang paling besar, kezhaliman yang paling zhalim dan kemungkaran yang paling mungkar. A. Jenis-jenis Syirik. 1. Syirik Besar Syirik besar bisa mengeluarkan pelakunya dari agama Islam dan menjadikannya kekal di dalam Neraka, jika ia meninggal dunia dan belum bertaubat daripadanya.

Syirik besar adalah memalingkan sesuatu bentuk ibadah kepada selain Allah, seperti berdo'a kepada selain Allah atau mendekatkan diri kepadanya dengan penyembelihan kurban atau nadzar untuk selain Allah, baik untuk kuburan, jin atau syaitan, atau mengharap sesuatu selain Allah, yang tidak kuasa memberikan manfaat maupun mudharat. Syirik Besar Itu Ada Empat Macam. a. Syirik Do'a, yaitu di samping dia berdo'a kepada Allah SWT, ia juga berdo'a kepada selainNya, b. Syirik Niat, Keinginan dan Tujuan, yaitu ia menunjukkan suatu ibadah untuk selain
3 terjamin keamanan mereka.

14

Allah Subhanahu wa Ta'ala, c. Syirik Ketaatan, yaitu mentaati kepada selain Allah dalam hal maksiyat kepada Allah, d. Syirik Mahabbah (Kecintaan), yaitu menyamakan selain Allah dengan Allah dalam hal kecintaan. 2. Syirik Kecil. Syirik kecil tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama Islam, tetapi ia mengurangi tauhid dan merupakan wasilah (perantara) kepada syirik besar. Syirik Kecil Ada Dua Macam. a. Syirik Zhahir (Nyata), yaitu syirik kecil yang dalam bentuk ucapan dan perbuatan. Dalam bentuk ucapan misalnya, bersumpah dengan nama selain Allah.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Barangsiapa bersumpah dengan nama selain Allah, maka ia telah berbuat kufur atau syirik" b. Syirik Khafi (Tersembunyi), yaitu syirik dalam hal keinginan dan niat, seperti riya' (ingin dipuji orang) dan sum'ah (ingin didengar orang) dan lainnya.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil. "Mereka (para Shahabat) bertanya: "Apakah syirik kecil itu, ya Rasulullah?" .Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab Yaitu riya'.”

BAB III PENUTUP Dalam agama islam, adanya kepercayaan harus mendorong pemeluknya dengan keyakinan dan kesadarannya untuk berbuat baik dan menjauhi larangan Tuhan oleh sebab itu, seseorang baru dianggap sempurna imannya apabila betul – betul telah di yakinkan dengan hati, diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan. Artinya dengan keimanan yang ada pada diri manusia pastilah mereka akan berusaha untuk membangun amal saleh berdasarkan dengan apa yang telah di contohkan atau diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Kufur adalah orang yang mengingkari Tauhid, Kenabian, Ma’ad, atau ragu terhadap kejadiannya, atau mengingkari pesan dan hukum para nabi yang sudah diketahui kedatangannya dari sisi Allah SWT. Artinya bahwa kufur memanglah sifat yang bertentangan dengan iman, karena dengan mempercayainya adalah beriman sedangkan dengan mengingkarinya adalah kufur. Perbedaan kufur besar dan kecilKufur besar mengeluarkan pelakunya dari Islam, dan
16

menghapuskan pahala amalnya, sedangkan kufur kecil tidak mengeluarkan pelaku dari agama dan tidak menghapus pahala amalnya, hanya saja dapat menguranginya. Kufur besar menjadikan pelakunya kekal di neraka, sedangkan kufur kecil tidak, bisa jadi Allah mengampuninya, bisa juga Dia menghukumnya dalam neraka untuk beberapa waktu sesuai dengan kehendak-Nya.

DAFTAR PUSTAKA Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Menulis. http://trimul.multiply.com/journal/item/4. Diaskes pada tanggal 26 Oktober 2011 Pukul 22.30 WIB. Budi Aribowo menulis. http://diserambimesjid.blogspot.com/2009/09/nifaq-definisi-dan-

macamnya.html. diaskes pada tanggal 28 0ktober 2011 pukul 04.55 WIB.
Dedi Wahyudi. menulis. http://podoluhur.blogspot.com/2010/07/analisa-perbandingan-ilmu-kalamtentang.html. Diaskes pada tanggal 21 oktober 2011 pukul 05.30 WIB.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->