P. 1
Hubungan Bilateral Indonesia-swiss

Hubungan Bilateral Indonesia-swiss

|Views: 279|Likes:
Published by Daisuke Kazuya

More info:

Published by: Daisuke Kazuya on Mar 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA-SWISS

I. Hubungan Bidang Politik Hubungan diplomatik RI – Swiss dibuka pada bulan Juli 1952 dengan tujuan untuk menjalin kerja sama dan hubungan bilateral yang baik serta menguntungkan kedua negara. Hubungan bilateral hingga saat ini berjalan dengan baik tanpa adanya masalah-masalah yang dapat menjadi hambatan berarti. Kepentingan Indonesia terhadap Swiss terletak pada sikap politik yang netral.

Politik Swiss terhadap Indonesia selalu ditujukan untuk menjaga hubungan baik yang telah ada. Pemerintah Swiss menilai potensi nasional, peranan serta pengaruh Indonesia sangat besar dalam organisasi-organisasi internasional besar, seperti GNB, ASEAN, OPEC, dan OKI;

Meskipun dalam forum multilateral, posisi Swiss cenderung dekat dengan negara-negara Uni Eropa lainnya pada isu-isu demokrasi, HAM, good governance dan lingkungan, Pemerintah Swiss secara khusus tidak memberi tekanan kepada Pemri atau mengkaitkan isu-isu dimaksud dalam konteks kerjasama bilateral.

Presiden Swiss, Mrs. Micheline Calmy-Rey pada tanggal 8-10 Pebruari 2007 telah melakukan kunjungan resmi ke Indonesia. Kunjungan tersebut merupakan kunjungan bersejarah dalam konteks hubungan kedua negara mengingat kunjungan tersebut merupakan yang pertama kalinya bagi Presiden Swiss ke Indonesia sejak pembukaan hubungan diplomatik kedua negara tahun 1952. Kunjungan ini juga merupakan kunjungan pertama Presiden Calmy-Rey keluar negeri sejak menduduki jabatan sebagai Presiden Swiss (mulai 1 Januari 2007). Sementara itu, dari pihak Indonesia, Presiden RI Abdurahman Wahid pernah berkunjung ke Bern pada bulan Januari 2000.

Tujuan kunjungan Presiden Swiss ke Indonesia antara lain adalah untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua Negara yang selama ini telah terjalin dengan baik. Bagi Swiss,

mengadakan pertemuan dengan para pemimpin berbagai agama yang ada di Jakarta. Presiden Swiss. Dari sudut pandang makroekonomi. . di bidang ekonomi. maka pada saat kunjungan Presiden Swiss tersebut. Terkait dengan masalah Aceh. Bertalian dengan hal ini hampir seluruh perusahaan besar Swiss mempunyai aktifitas di Indonesia. Dalam konteks bantuan untuk rekonstruksi Aceh. Kerjasama penghindaran pajak berganda.Indonesia telah menjadi mitra yang penting di bidang politik dan ekonomi. kedua belah Pihak menyepakati amandemen atas protokol perjanjian P3B yang ditandatangani oleh Dirjen Amerop Deplu dan Dubes Swiss di Jakarta. dan menjadi salah satu topik yang diangkat pada saat kunjungan resmi Presiden Swiss. Indonesia dinilai merupakan pasar yang besar dengan sumber bahan mentah yang melimpah. Dengan berjalannya waktu terdapat beberapa ketentuan yang dianggap sudah tidak sesuai lagi dengan peraturan perpajakan yang berlaku kemudian khususnya di pihak Indonesia. Kunjungan Presiden Swiss di Indonesia diakhiri di Aceh. Sementara itu. Swiss telah memberikan bantuan sebesar total SFR 12. Mrs. Swiss juga pernah memberikan bantuan untuk proses perdamaian di Aceh sejak tahun 1976 hingga 2005. telah mengadakan pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sebagaimana diketahui bahwa Indonesia dan Swiss telah menandatangani Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B) pada tgl 29 Agustus 1988 yang dilakukan di Bern dan berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 1990.5 juta. Setelah dilakukan proses negosiasi sejak tahun 1999. Swiss memiliki kepentingan untuk lebih mempererat hubungannya dengan Indonesia. Hubungan perdagangan Swiss dan Indonesia berjalan dengan baik dan memiliki potensi untuk dikembangkan. Selama kunjungannya ke Indonesia. SDC (25%) dan Swiss Red Cross (15%). Micheline Calmy-Rey ke Indonesia pada tanggal 8-10 Februari 2007. Indonesia dinilai berkembang dengan baik. tanggal 10 Pebruari 2007 dimana Presiden Swiss telah meresmikan proyek air bersih yang dibangun dengan dana dari Swiss sebesar SFR 4 juta yang berasal dari Glueckskette charity (NGO. Wakil Presiden Yusuf Kalla. 60%). karena itu.

memberantas terorisme. permintaan Pemri tersebut akan dibawa ke Mahkamah Agung Swiss untuk memperoleh keputusan akhir mengenai dapat diteruskan atau tidaknya permintaan Pemri dimaksud. yaitu upaya pengembalian asset hasil tindak pidana korupsi atas nama E.Khusus untuk masalah Papua. dan penegakkan hukum.C. status kerjasama bantuan hukum masih berada pada tingkat perumusan permintaan resmi (formal request) Pemri. Swiss menekankan bahwa penyelesaian militer di banyak belahan dunia tidak selalu membawa hasil yang optimal. Dalam isu kerjasama bantuan hukum timbal balik. saat ini Pemri tengah dalam proses kerjasama untuk meminta bantuan hukum Pemerintah Swiss atas masalah-masalah kriminal. Untuk kasus Neloe. pada prinsipnya Pemerintah Swiss tidak mendukung gerakan separatisme.W. Sementara untuk kasus Salim. Neloe dan Irawan Salim. permintaan resmi Pemri untuk memblokir asset Irawan Salim telah diterima oleh Pemerintah Swiss dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan Swiss. . Swiss mengharapkan Indonesia terus mengupayakan proses dialog untuk mencari solusi damai dalam setiap permasalahan domestik yang muncul. Dalam kaitan ini. Swiss sejauh ini menghargai upaya Indonesia dalam menegakkan HAM.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->