Pola Pembiayaan Usaha Kecil (PPUK

)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

Sampai saat ini.id. Namun demikian. Bank Indonesia telah menghasilkan 112 judul buku pola pembiayaan komoditi pertanian. Dalam upaya menyebarluaskan lending model tersebut kepada masyarakat maka buku pola pembiayaan ini telah dimasukkan dalam website Sistem Informasi Terpadu Pengembangan UKM (SI-PUK) yang terintegrasi dalam Data dan Informasi Bisnis Indonesia (DIBI) dan dapat diakses melalui internet di alamat www.KATA PENGANTAR Usaha Mikro. baik untuk mendapatkan pembiayaan maupun untuk mengembangkan usahanya.go. Bagi pembaca yang ingin memberikan kritik. misalnya keterbatasan akses informasi ke perbankan. UMKM masih memiliki kendala. dalam rangka menyediakan rujukan bagi perbankan untuk meningkatkan pembiayaan terhadap UMKM serta menyediakan informasi dan pengetahuan bagi UMKM yang bermaksud mengembangkan usahanya. ternyata perbankan juga membutuhkan informasi tentang komoditas yang potensial untuk dibiayai. maka menjadi kebutuhan untuk penyediaan informasi pola pembiayaan untuk komoditi potensial tersebut dalam bentuk model/pola pembiayaan komoditas (Lending Model). misalnya tidak mempunyai/tidak cukup agunan. industri dan perdagangan dengan sistem pembiayaan konvensional dan 30 judul dengan sistem syariah. masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses kredit dari bank. Dari sisi pengembangan usaha. Kecil dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian nasional memiliki peran yang penting dan strategis. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah bersedia membantu dan bekerjasama serta memberikan masukan selama penyusunan buku lending model. saran dan masukan bagi kesempurnaan buku ini atau ingin mengajukan pertanyaan terkait dengan buku ini dapat menghubungi: i . pelaku UMKM masih memiliki keterbatasan informasi mengenai pola pembiayaan untuk komoditas tertentu. baik karena kendala teknis.bi. Sehubungan dengan hal tersebut. Dari sisi pembiayaan. Di sisi lain. maupun kendala non teknis.

BPR dan UMKM Biro Pengembangan BPR dan UMKM Tim Penelitian dan Pengembangan Perkreditan dan UMKM Jl. Jakarta. (021) 381. M.Direktorat Kredit. November 2010 ii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . (021) 351.7794 Fax. Thamrin No.8951 Besar Harapan kami bahwa buku ini dapat melengkapi informasi tentang pola pembiayaan komoditi potensial bagi perbankan dan sekaligus memperluas replikasi pembiayaan terhadap UMKM pada komoditi tersebut.8922 atau 381.2 Jakarta Pusat Telp.H.

168. Reguler.000 6 semester atau 3 tahun Suku bunga pasar 14. target siswa 48 orang 10 semester atau 5 tahun 32% milik sendiri dan franchisor dan 68% kredit bank Kredit Investasi Rp. Plafon kredit d.132. Modal kerja 5 Perkreditan a. Jenis kredit c.5. Sumber dana b.6. Investasi b.149.5% efektif/menurun Semester Rp. target siswa 60 orang . target siswa 144 orang b.250. Jangka waktu kredit e.500 SMP dan SMA Perorangan/swasta Perseroan Terbatas dengan system waralaba Uraian Bimbingan belajar untuk siswa sekolah umum SD iii . Suku bunga per tahun f. Reguler.8.83.000 Rp. Intensif.065. Pembayaran angsuran pokok dan bunga 6 Kelayakan usaha a.Strata SMP. Umur proyek b. Sub Program a. Program Bimbingan Belajar .Strata SD. kelas 7. Sub Program a. kelas 6.RINGKASAN POLA PEMBIAYAAN LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR No 1 2 3 4 Unsur Pembiayaan Jenis usaha Pemilik Bentuk usaha Dana yang diperlukan a. kelas 4.

Surplus pendapatan . Sumber pendapatan usaha a.4% Rp. Sub Program a.No Unsur Pembiayaan Uraian b.400.000 per siswa per semester f.Kelas 12 IPS. Intensif.Sub Program intensif d.54.Rata rata/bulan g. Total target siswa thn ke-3 352 siswa proyek . Intensif : . target siswa 36 orang .750 Rp.063.Rata-rata/tahun .Rata-rata/semester .378.Total 5 tahun h. Biaya Bimbingan Rp.54.125.Sub program Reguler .Kelas 12 IPA.750 Rp. Reguler.000 s/d Rp.250.9% 20.000/siswa b. kelas 9.Tahun 2 . Reguler b.1.1. kelas 10. target siswa 16 orang c. Profit margin . Uang pendaftaran Rp.11.125 iv POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . target siswa 24 orang b. Jangka waktu bimbingan per sub program a.Tahun 1 .Strata SMA.6% 23. Intensif 2 semester atau 1 tahun 1 semester menjelang Ujian Nasional 216 siswa 136 siswa e. BEP -12.378. target siswa 24 orang .9.

IRR Rp.8 tahun Layak dilaksanakan v .PBP . Kriteria kelayakan . 67.433 27% Uraian Sub progam Reguler 90 siswa Sub Program Intensif 50 siswa Rp. Penerimaan b.580 .NPV pd DF 14.306.308.5% 1.8 .176 Rp.187.Menurut Siswa .Penilaian 7 Analisis sensitivitas a.5% .No Unsur Pembiayaan .BEP tarif bimbingan Rp/siswa/tahun i. 2. masing-masing 4%.261.Net B/C ratio pd DF 14.Menurut nilai Rp .2. Penerimaan dan biaya operasional Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun sampai 7% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan naik sampai 10% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun dan biaya operasional naik. Biaya operasional c.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

...4.... 2...DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ......... BAB IV ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4.............1..... 4........... DAFTAR TABEL ...............1............................................................................... Prasarana ............................................................ PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2..... 3............................. 2............ 4...................................... Perizinan .............. Aspek Pemasaran ....................2................. Program Bimbingan ............................. Aspek Pasar . 4.........................1....... DAFTAR ISI ...........4... DAFTAR GAMBAR ................................................................. Sarana ...........................................................2......................... RINGKASAN ....3............................. 3......... 3............................... Pembiayaan Sistem Franchise/Waralaba .... BAB I BAB II PENDAHULUAN ..................................... Pembiayaan Bank ....... 4.............................................1.................4..2.................................... Pola Pembiayaan .................... 2.......................................................... Lokasi Usaha ............................1....................................................................................................2.. Jalur Pemasaran ..........................................1.................................................4...........................2................... 27 30 30 31 33 34 38 40 40 41 43 vii ..................2.........................3.... Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran ................... Profil Usaha .................................................................... Hal i iii vii ix x 1 9 13 13 22 BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3....................2...............2...... Staf Pengajar . Biaya Bimbingan ................2.................................. 4... 4...................................................2...........

...................5 Kesenjangan meraih pendidikan ....................................... Produksi dan Pendapatan Usaha ..................6 Kaitan dengan usaha lain ......1 Pemilihan lokasi lembaga bimbel ... 5.................1............... Dampak Lingkungan .......................2................ 5......................1.............................. 7........ 7....8........................ 7..... BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7..........................................BAB V ASPEK KEUANGAN 5............................................................................................2... SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6............. Analisa Break Even Point (BEP) .......... 6....1 Faktor-faktor Eksternal ...................... Analisis Sensitivitas ................1.................... 5.1............4 Peraturan pemerintah .... 45 47 51 51 53 53 54 56 59 61 65 67 69 69 69 70 70 71 72 72 73 73 73 74 viii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .................................................................. 7..3...1............1...... 7............... Komponen dan Struktur Biaya ......... 5........................................ 7.........5................................................ 5..... 7. 7.... 7.................2. Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman .. Biaya Operasional ......7 Persaingan .............. Proyeksi Laba/Rugi .........1....................2 Standar minimal yang diperlukan untuk mendirikan Lembaga bimbel .....2...2 Anggaran pendidikan ....................... 7.... BAB VI ASPEK EKONOMI............................................... Aspek Ekonomi dan Sosial .3......................1......1 Pendapatan masyarakat ............3.8 Pembiayaan oleh perbankan ................................ Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar ...2 Faktor-faktor Internal .......................... Proyeksi Arus kas dan Kelayakan Usaha .......6..........................7......1.............3 Kebijakan pemerintah ........ 5...2......... 5. 5..........................4.....1...................1................................... Biaya Investasi ........................ 7.. 5................

................................. Gambar 4 Grafik BEP ..1...............2................. Gambar 2 Foto salah satu gedung lembaga Bimbel ...........................2..................................... 7.............................. DAFTAR WEBSITE .......................... DAFTAR PUSTAKA .................. 7............... 83 85 87 88 91 DAFTAR GAMBAR Gambar Gambar 1 Struktur Organisasi Lembaga Bimbel ..4 Kemitraan .......2................3 7.................................................... Gambar 3 Prosedur Kredit di Bank BRI .....................................................2................................................................................................................ Faktor Kritis Bagi Lembaga Bimbel .... Kesimpulan ............................7........................................... Hal 11 17 24 58 ix .. 8...... 75 76 77 79 BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8............5 Pemasaran ...................................................................3 Kualitas pengelola dan manajemen ................................................................................................................. Saran .............................................. DAFTAR LAMPIRAN ...............................

48 Biaya Bimbingan Belajar per Semester ......... 51 Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel ............. tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) ............................................................. 12 Biaya jasa bimbingan ....................................... 49 Proyeksi Pendapatan Lembaga Bimbel ............ Tabel 2 Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) .......................................................................................................................... 55 Data untuk perhitungan BEP .................................................. 54 Proyeksi Laba Rugi Lembaga Bimbel ................ 42 Jumlah Siswa Peserta Bimbel ................ 56 x POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .......................... 31 Program Pembelajaran dan Materi Belajar .................................................................................. Tabel 3 Tabel 4 Table 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Materi Belajar di lembaga Bimbel .......... 53 Proyeksi Pembayaran Pinjaman Lembaga Bimbel ....................... 6 9 4 Hal Jenjang Kelas dan Proporsi Jumlah Siswa Peserta ......... 52 Proyeksi Rekap Biaya Operasional Lembaga Bimbel ...................................................DAFTAR TABEL Tabel Tabel 1 Penyebaran Lembaga Bimbel Menurut Provinsi............

mengembangkan profesi dan atau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. sebagaimana terlihat dalam UU Sisdiknas No. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Bimbel adalah suatu lembaga PNF yang keberadaannya telah diakui oleh Pemerintah. termasuk salah satu dari berbagai jenis LKP sebagaimana disebutkan dalam UU Sisdiknas 2003 tersebut. pengembangan sikap kewirausahawan serta pengembangan kepribadian profesional. Berdasarkan UndangUndang Sisdiknas No. Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Pengakuan pemerintah dilaksanakan dalam bentuk pemberian izin. Penyelenggaraan Bimbel bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan sikap untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi kepada masyarakat yang membutuhkan yaitu para siswa Sekolah Dasar (SD). Keberhasilan lembaga Bimbel mengantarkan siswa-siswanya masuk PTN membuktikan bahwa bimbingan belajar merupakan 1 . Pada awal pendirian di tahun 1970-an. standar kompetensi. Bimbingan Belajar untuk selanjutnya disingkat dengan Bimbel. Bimbel terkenal sebagai lembaga bimbingan belajar bagi para siswa kelas tiga SMA yang akan mengikuti ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). 20 tahun 2003 pada pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan.BAB I PENDAHULUAN Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) merupakan satuan Pendidikan Luar Sekolah atau Nonformal (PNF) yang diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan. keterampilan. 20 tahun 2003 Pasal 26 Ayat 5 disebutkan bahwa kursus dan pelatihan adalah bentuk pendidikan berkelanjutan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dengan penekanan pada penguasaan keterampilan. bekerja mencari nafkah. kecakapan hidup dan sikap untuk mengembangkan diri. Dalam ayat disebutkan bahwa setiap satuan pendidikan formal dan nonformal yang didirikan wajib memperoleh izin Pemerintah atau Pemerintah Daerah.

Timbulnya lembaga Bimbel didorong juga oleh adanya peraturan mengenai ujian masuk ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia. yaitu program-program belajar untuk siswa-siswa SD. Asyik. Program Bimbel ini berkembang lebih jauh dalam arti program pembelajaran tidak hanya melayani para siswa lulusan SMA yang akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi.6 juta. tetapi sudah berkembang menjadi lembaga Bimbel dengan program bimbingan yang lebih variatif. intensif dan private.4. Pada awal tahun 1980-an muncul berbagai lembaga Bimbel di kotakota besar di pulau Jawa dimana terdapat perguruan tinggi negeri dan swasta yang terkenal.3.8. Bimbel Gama UI dengan metoda Brilliant Solution. dan Menyenangkan. Rp. Bimbel Teknos Genius dengan metoda belajar Genius Solution Bilingual Multimedia (GSBM) yaitu metoda belajar yang memadukan rumus cepat penyelesaian soal dengan dua bahasa ditampilkan secara multimedia dan edutaintment. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ada Bimbel yang menawarkan program bimbingan multimedia. yaitu system pembelajaran melalui internet atau bimbingan belajar online. Bimbel GSC (Gamaliel Science Center) menawarkan cara belajar fisika dan matematika tanpa rumus yang dikenal dengan sebutan Gasing yaitu Gampang.com).5 juta dan Rp. 2 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . R = rational) . Program tersebut ditawarkan masing-masing dengan harga Rp.1 juta. A = applicable. SMP dan SMA secara regular. Bimbel Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) di Salemba Jakarta Pusat mengadakan sejumlah program yang dinamakan Standard Class. M = mind. Lembaga Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai jenis program dan metoda pembelajaran yang menarik misalnya Bimbel Primagama dengan Metoda Smart Solution (S = simple. Excecutive Class dan Royal Class (Kompas. Siswa di Bimbel tersebut mengikuti program sejak memasuki kelas 12 hingga menjelang Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB).PENDAHULUAN salah satu usaha jasa disektor pendidikan yang memiliki prospek dimasa datang.

kurangnya fasilitas belajar yang memadai. 3 . kiat-kiat belajar di perguruan tinggi dan informasi seputar perguruan tinggi. Sony Sugema College dan lain-lain.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dengan demikian terlihat bahwa pada saat ini ada peluang pasar Bimbel yang sangat besar dan menjanjikan sehingga masing-masing Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai metoda dan program pembelajaran. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan. 3. antara lain Bimbel Teknos Genius. Peluang pasar bimbingan belajar ini didorong pula oleh penetapan pemerintah mengenai Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional (UN) yang semakin ketat dan seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri yang terlalu banyak peminatnya. Menurut Bayu Sapta Hari (detik. Persaingan ketat untuk mendapatkan tempat di perguruan tinggi memaksa para siswa untuk mempersiapkan diri secara ekstra. Belajar di bimbingan belajar tidak sekedar berupa materi pelajaran semata. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. tetapi juga disampaikan tentang kiat-kiat belajar efektif. Bimbel Gama UI. Bimbingan Konsultasi Belajar Nurul Fikri. 2. Disamping itu pendirian lembaga Bimbel menjadi menarik dan menguntungkan serta biaya investasi yang sangat ringan bagi investor dengan adanya system bisnis waralaba (franchisee).com) banyak siswa yang dengan antusias mengikuti bimbingan belajar antara lain karena : 1. Kemampuan guru yang terbatas. Super Bimbel GSC. Tujuan siswa mengikuti bimbingan belajar adalah untuk masuk perguruan tinggi negeri karena biayanya lebih murah dibanding dengan perguruan tinggi swasta. Sudah ada sejumlah lembaga Bimbel terkenal menawarkan bisnis waralaba kepada investor yang ingin berbisnis di sektor pendidikan non formal seperti kursus dan pelatihan atau bimbingan belajar. Bimbel Primagama. 4.

Jumlah lembaga Bimbel yang tercatat di Dinas pendidikan Kabupaten/Kota adalah Bimbel yang telah memiliki izin operasional dan memiliki NILEK. Pada tabel 1 dicantumkan jumlah Bimbel ditiap provinsi di seluruh Indonesia yang telah memiliki izin dan NILEK dari Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten. 5. namun jumlah lembaga Bimbel yang dibantu relatif masih terbatas dan dana kredit yang diberikan masih.09 0.06 1. Secara statistik jumlah Bimbel yang beroperasi tidak diketahui secara pasti karena tidak semua lembaga Bimbel melaporkan kegiatannya atau meminta izin operasional dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota. 3. Berdasarkan informasi multimedia.89 9.18 7 0.18 4 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .kecil.96 1.32 No 17 18 19 20 21 22 Provinsi Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Maluku Bali 2 17 0.67 18. 2. 4.18 1.50 2 0. tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1. dalam beberapa tahun terakhir lembaga perbankan sudah mulai memberikan kredit kepada lembaga Bimbel. sehingga terbuka juga kesempatan bagi perbankan untuk ikut membantu membiayainya. baik lembaga Bimbel Franchisor maupun lembaga Bimbel franchisee.PENDAHULUAN Pengembangan Bimbel-Bimbel baru tersebut tentunya memerlukan dana yang cukup besar baik untuk investasi maupun modal kerja. Tabel 1 : Penyebaran jumlah lembaga Bimbel menurut provinsi. 6. Provinsi DKI Jakarta Jawa barat Jawa tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Nangroe Aceh Darulsalam Jumlah 37 203 113 19 205 15 % 3.62 Jumlah 1 2 % 0.26 17.

23 0.09 0.26 2.82 100 10. Jambi 11. 9. 5 .26 No 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Provinsi Nusa tenggara barat Nusa tenggara Timur Papua Bengkulu Maluku Utara Bangka Belitung Gorontalo Kepulauan Riau Sulawesi Barat Banten Jumlah 8 1 1 14 1 8 1 87 3 32 1.135 % 0.net.35 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No 7.09 1. Kalimantan Selatan 16.50 1.8%. 8.70 0.61 3.32 9.50 0.76 1. Kalimantan Tengah 15. Provinsi Sumatera Utara Sumatera barat Riau Jumlah 41 43 17 15 106 54 17 4 22 37 % 3.79 1.09 7. diolah Pada tabel 1 terlihat bahwa jumlah lembaga Bimbel yang tercatat sekarang ini bertumpuk di pulau Jawa yaitu sebanyak 577 lembaga atau 50. sisanya tersebar diseluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah terbanyak di provinsi Sumatera Selatan (106 lembaga). sisanya 20.94 3. Lampung (54 lembaga). jadi jumlah lembaga Bimbel di provinsi-provinsi di Jawa dan Sumatera 79. Kalimantan Barat 14.info kursus. Kepulauan Riau (87 lembaga). Lampung 13.04% tersebar di provinsi-provinsi lainnya.67 0.70 0.09 0. Sumatera barat (43 lembaga) dan Sumatera Utara (41 lembaga) atau total sebesar 29.96%.34 4.16%. Sumatera Selatan 12. Kalimantan Timur Jumlah Sumber : www.

56 1.35%) telah memiliki izin operasi. Berdasarkan tabel tersebut di Jabodetabek terdapat 164 lembaga Bimbel atau 14.76 20. 11. kota depok dan kota Bekasi. Penyebaran jumlah Bimbel di ketiga kota tersebut sejalan dengan jumlah penduduk yang lebih besar di ketiga kota tersebut. ternyata ada di 3 wilayah yaitu kota Jakarta.info kursus.20% lembaga sedang dalam proses mengurus izin dan 6.07 20.22 7. Prosentase terbanyak sebesar 63 %.12 1.PENDAHULUAN Pada tabel 2 disajikan jumlah Bimbel yang berada di daerah survey.207 lembaga (83.54% lembaga belum memiliki izin. diolah Jumlah 37 2 16 33 2 12 28 34 164 % 22.73 100.45% dari jumlah seluruh Indonesia. Dari data jumlah lembaga kursus yang memiliki izin tersebut dapat diketahui bahwa 6 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .net.446 lembaga kursus yang tersebar di seluruh Indonesia. Sisanya 10.32 17. yaitu Jabodetabek.00 Berdasarkan hasil survey tahun 2007 yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas terdapat 13.22 9. Tabel 2 : Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1 2 3 4 5 6 7 8 Provinsi DKI Jakarta Kabupaten Bogor Kota Bogor Kota Depok Kabupaten Tangerang Kota Tangerang Kabupaten Bekasi Kota bekasi Jumlah Sumber : www.

Sedangkan jumlah Bimbel seluruhnya diperkirakan sebanyak 1. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan melakukan penertiban Lembaga Bimbel yang saat ini bertebaran di seluruh Indonesia.362 lembaga.13%. jumlah siswa-siswi peserta Bimbel tergolong kecil. Dibandingkan dengan jumlah siswa-siswi yang bersekolah. Penertiban ini disebabkan karena banyaknya lembaga Bimbel yang terlibat manipulasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN) dan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi (SMPT). Lembaga Bimbel yang memanipulasi dan menipu siswa ini hamper semuanya tidak terdaftar di KEMENDIKNAS bahkan tidak memiliki NILEK yang merupakan mekanisme control kursus dan pelatihan yang dilakukan oleh Mendiknas.88%. yaitu 1. Jumlah siswa peserta Bimbel juga tidak diperoleh data yang akurat.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar jumlah Bimbel adalah sebesar 10. namun berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas dapat diperkirakan sebagai berikut: jumlah peserta kursus yang masih sekolah diasumsikan sebagai siswa peserta Bimbel yang jumlahnya adalah 955. 7 .135 ada NILEK dan 227 lembaga yang belum memiliki atau sedang mengurus izin. Artinya potensi siswa-siswi peserta Bimbel masih cukup besar.863 siswa-siswi atau 70.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

PPKn Matematika. Bhs Inggeris. Bhs Inggeris Matematika. IPA. 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Materi pembelajaran Matematika. Profil Usaha Menurut Dr. IPA. 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10. bhs Inggeris. Biologi. Kimia. Fisika. Geografi. Bhs Indonesia Sumber : Data primer 9 . keterampilan motorik. Tabel 3 : Materi belajar menurut strata dan kelas di lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 7 Strata & Jenjang kelas SD kelas 3. agar dapat mencapai jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi. keterampilan intelek. IPA. Ekonomi. Biologi.1. PPKn. Fisika. Bhs Indonesia. belajar merupakan interaksi antara keadaan internal dan proses kognitif siswa dengan stimulus dari lingkungan. Materi pembelajaran yang diberikan di lembaga Bimbel adalah materi pembelajaran yang menjadi ukuran penilaian untuk kenaikan kelas atau kelulusan sebagaimana dicantumkan dalam tabel 3. Bhs Inggeris. IPS Matematika. Sosiologi. Fisika. Bhs Inggeris Matematika. bhs Inggeris. PPKn Matematika. Bimbingan belajar adalah suatu usaha lebih mendinamisasikan program belajar dari materi belajar tertentu yang telah dipelajari oleh siswa di sekolahnya untuk lebih meningkatkan hasil belajar. Proses kognitif tersebut menghasilkan suatu hasil belajar yang terdiri atas informasi verbal. 4. Kimia. Biologi. Matematika. Biologi. Bhs Indonesia. Dimyati dan Mudjiono (2006). 5 SD kelas 6 SMP kelas 7. Bhs Inggeris. Fisika. sikap dan siasat kognitif.BAB II PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2. Bhs Indonesia.

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Dari materi pembelajaran tersebut, ada materi belajar yang tidak diberikan oleh semua Bimbel. Misalnya, Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) tidak semua Bimbel memberikannya baik di kelas akhir maupun kelas-kelas dibawahnya. Demikian pula tidak semua lembaga Bimbel memberikan bimbingan dalam pelajaran bahasa Inggris di tingkat SD. Untuk mengikuti bimbingan belajar seorang siswa harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diterimanya, karena lembaga Bimbel bukanlah lembaga pendidikan yang didirikan oleh pemerintah atau mendapat subsidi dari pemerintah, tetapi murni atas inisiatif masyarakat yang menginvestasikan uangnya disektor pendidikan. Dengan demikian lembaga Bimbel sesungguhnya adalah suatu bentuk industri jasa pendidikan yang berorientasi mencari keuntungan (profit). Untuk menarik calon-calon siswa lembaga Bimbel menciptakan berbagai program pembelajaran dengan pengembangan metoda belajar yang exclusive; Sedangkan materi belajar disesuaikan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) yang ditetapkan oleh Kemendiknas. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini, lembaga Bimbel dengan sistem franchise memiliki keunggulan tersendiri. Keunggulan bagi lembaga Bimbel cabang franchise adalah semua program pembelajaran, kurikulum, metoda pembelajaran dan materi belajar disediakan oleh franchisornya; Sebagian dana investasi juga disediakan oleh franchisor. Keunggulan lainnya yaitu franchisor melakukan pelatihan khusus bagi calon-calon tutor, sebelum mengajar dan pelatihan regular selama menjadi tutor. Organisasi dan manajemen lembaga Bimbel sangat sederhana, fleksible dan struktur organisasinya tergantung kesibukan masing-masing lembaga (cabang). Secara lengkap organisasi lembaga Bimbel terdiri dari Manajer Cabang atau Direktur, Bagian Akademik, Koordinator Marketing, Bagian Administrasi, Bagian Keuangan, yang masing-masing dijabat oleh satu orang. Di masing-masing bagian dapat dibantu oleh 1 – 2 orang staf tergantung dari banyaknya kegiatan lembaga. Di bawah jenjang Direktur juga ada Kelompok Pendidik yang biasa disebut Tutor/ Tentor/Instruktur yang jumlahnya tergantung pada jumlah siswa peserta kursus,

10

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

jumlah jenjang kelas sekolah umum dan jumlah sekolah yang dilayani. Untuk lembaga Bimbel yang statusnya merupakan kantor cabang atau cabang franchisee, manajemen organisasi yang diatas Direktur terdapat Koordinator Wilayah yang menangani cabang-cabang dalam wilayah Administrasi Kabupaten/Kota. Secara rinci Bagan Organisasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gambar 1 : Struktur Organisasi Lembaga Bimbel

DIREKTUR

Akademik

Administrasi

Keuangan

Marketing

Tutor/Tentor/Instruktur

Status kepemilikan lembaga Bimbel bisa perorangan atau yayasan, status kantor adalah cabang franchisee, sedang status usaha adalah Perseroan Terbatas (PT) baik perorangan mapun franchisee. Lembaga Bimbel terkemuka seperti Primagama, Gama – UI, Teknos Genius dan lain-lain adalah franchisor yang memiliki cabang-cabang hampir diseluruh Indonesia sebagai franchisee dengan status usaha adalah PT dan status kantor adalah cabang franchisee. Disamping cabang franchisee, juga lembaga Bimbel yang berstatus yayasan juga memiliki cabang, tetapi jumlahnya tidak sebanyak lembaga Bimbel cabang franchisee.

11

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Berdasarkan hasil penelitian Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Kemendiknas terhadap lembaga-lembaga kursus dan pelatihan, ratio Peserta/ pendidik, yaitu antara 15 – 20 siswa, sehingga setiap jumlah siswa peserta 100 orang dibutuhkan 5 sampai 6 Tutor. Namun menurut lembaga Bimbel jumlah siswa tersebut sebenarnya terlalu banyak; agar proses pembelajaran dapat berlangsung efektif, jumah siswa per kelas/tutor adalah 8 – 10 siswa. Jumlah siswa per kelas atau per tutor tersebut, ternyata juga menjadi pertimbangan utama orangtua siswa memasukkan anaknya di suatu lembaga Bimbel. Pada umumnya target siswa peserta semua lembaga Bimbel adalah siswa sekolah umum mulai dari SD sampai SMA. Untuk SD sebagian lembaga Bimbel ada juga yang melayani siswa SD mulai dari kelas 1, namun lebih banyak Bimbel melayani mulai dari kelas 3 s.d. 6. Ada sebagian kecil lembaga Bimbel juga melayani siswa kelas Play Group/Taman Kanak-kanak. Jumlah dan proporsi siswa peserta Bimbel disajikan pada tabel 4. Tabel 4 : Jenjang kelas dan proporsi jumlah siswa peserta No 1 2 3 4 5 6 7 Jenjang kelas SD kelas 3 – 5 SD kelas 6 SMP kelas 7 – 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10 – 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Proporsi siswa peserta 19% 27% 15% 31% 4% 4% 0 8% Proporsi/jenjang 46% 46%

Sumber : Data primer

12

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada umumnya target bimbingan dari semua lembaga Bimbel relatif sama. yaitu untuk tingkat akhir seperti kelas 6 SD. karena sesuai dengan definisinya (Wikipedia 13 . Pola Pembiayaan 2. laba = untung”. lembaga Bimbel yang baru dibuka satu semester dalam tahun 2010. yaitu 45 siswa SD dari 7 sekolah. Berdasarkan penelitian. Dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai waralaba yang berarti lebih menguntungkan ”wara = lebih. Pembiayaan Sistem Franchisee (Waralaba) Franchisee dalam bahasa Inggeris berarti hak monopoli.2.2. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA adalah: • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses Ujian Nasional (UN) • Diterima di sekolah favorit untuk siswa SD dan SMP • Lulus SNM-PTN dan diterima di PTN untuk siswa SMA Sedangkan untuk kelas-kelas sebelumnya (dibawahnya) target bimbingan adalah : • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses ulangan harian • Sukses pada ujian semester • Sukses pada ujian kenaikan kelas Menurut informasi dari Diknas dan lembaga Bimbel. sudah dapat mencapat target jumlah siswa 55 orang. Lembaga Bimbel tersebut juga sudah dapat melaksanakan try out untuk kelas 6 SD di 10 SD yang diikuti oleh 1000 siswa. perkembangan jumlah siswa peserta bimbingan belajar setiap tahun mengalami peningkatan sekitar 10 – 20%. menjelang UN 2010. Franchising dari bahasa Perancis artinya untuk kejujuran atau kebebasan. 2. 5 siswa SMP dari 2 sekolah dan 5 siswa SMA dari 2 sekolah. Jadi franchisee atau waralaba adalah suatu sistim dalam bisnis perdagangan bersifat monopoli.

42 tahun 2007 tentang waralaba. prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu. berkembang sistem pembelian lisensi plus. dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. kemudian dirubah dan diganti dengan PP No. Franchisor atau pemberi waralaba atau pewaralaba. Tonggak kepastian hukum bagi waralaba di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah (PP) RI No. yaitu penerima waralaba tidak sekedar menjadi penyalur. yaitu badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kekayaan intelektual (HAKI) kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki. Dari uraian diatas menurut Evi Sulistiowati ( Bank BRI. nama. adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan (menerima) hak kekayaan intelektual (HAKI) untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba. Menurut Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) waralaba adalah suatu sistim pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir. ensiklopedia bebas) waralaba adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan berdasarkan perjanjian dari franchisor. Ketentuan lain yang mendukung kepastian hukum dalam sistim bisnis waralaba adalah sebagai berikut : 14 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . namun memiliki hak untuk memproduksi produknya.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN bahasa Indonesia. Pada tahun 1970. 16 tahun 1997 tentang waralaba. Franchisee atau penerima waralaba atau terwaralaba. dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan (franchisee) untuk melaksanakan bisnis dengan merek. sistim. Di Indonesia bisnis waralaba mulai dikenal tahun 1950-an. 2007) didalam usaha waralaba terdapat dua pihak yang terlibat didalamnya. 2. Pemerintah Indonesia menetapkan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa. yaitu : 1.

pelatihan personalia. 16 tahun 1997. Peraturan Pemerintah RI No. 6. Waralaba & License Indonesia (WALI) 3. Pemberian lisensi oleh seseorang atau badan kepada pihak lain perorangan atau badan. 4. tentang waralaba Peraturan Pemerintah RI No. 12/M-DAG/PER/3/2006 tanggal 29 Maret 2006 tentang ketentuan tatacara penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW). bisnis waralaba di Indonesia juga telah memiliki beberapa asosiasi yang merupakan wadah organisasi pendukung dalam membantu kelancaran bisnis waralaba. Pihak penerima waralaba pada umumnya akan mendapatkan bantuan atau asistensi mulai dari pemilihan lokasi. Waralaba jenis ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1. Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 7. Pemberi waralaba menawarkan sistem yang komplit dan komprehensif bagaimana menjalankan bisnis. lisensi tersebut memberikan hak kepada penerima waralaba untuk berusaha dengan menggunakan merek dagang atau nama dagang pemberi waralaba secara lengkap. 2. mendirikan 15 . 31/M-DAG/ PER/8/2008 tentang penyelenggaraan waralaba Keputusan menteri Perdagangan RI No. 3.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 1. 3. Asosiasi Pengusaha Waralaba Indonesia (APWINDO) 2. UU No. 44 tahun 1997. 2. yaitu : 1. sehingga bias menciptakan seseorang yang sebelumnya belum terlatih dan belum paham tentang bisnis menjadi terampil dalam bisnis. tentang kemitraan Disamping perlindungan hukum. Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) Jasa pendidikan dan pelatihan termasuk didalamnya lembaga Bimbel merupakan salah satu potensi jenis Waralaba Format Bisnis (lihat contoh pembiayaan sistim waralaba dibawah ini). 15 tahun 2001 tentang Merek UU No. 30 tahun 2000 tentang rahasia dagang. 5. 14 tahun 2001 tentang hak paten UU No.

Franchisee fee dibayar untuk satu kali (on time fee) diawal pemberian waralaba. Semua fasilitas yang akan diberikan atau yang harus diberikan oleh pewaralaba kepada penerima waralaba harus diperjanjikan terlebih dahulu. bergantung pada jenis waralaba. 4. semakin besar perkembangan bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan disebabkan karena semakin besar kesadaran orangtua untuk memberikan pendidikan sedini mungkin kepada anak-anaknya dan pemikiran ini kemudian ditangkap oleh pasar. 6. 7. Bimbel Primagama. Saint Anna Education Centre (SAEC). promosi dan supply produk. Bisnis waralaba bidang pendidikan yang telah berkembang adalah Sciences Buddies. Menurut Amir Karamoy.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN dan memulai bisnis. TutorNet. 16 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Pewaralaba melakukan pelatihan. Riset & Development (R & D) dan bantuan serta bimbingan secara terus menerus kepada penerima waralaba dalam menjalankan bisnis. Nilai franchisee fee dan royalty fee sangat variatif. 5. Bimbel Gama UI dll. Untuk jasa tersebut maka pihak pemberi waralaba akan menerima imbalan yang harus dibayar dimuka oleh penerima waralaba yaitu franchisee fee serta royalty fee yang dihitung dari penjualan. Ketua Komite tetap Waralaba dan Lisensi KADIN. Sinotif. Bimbel Teknos. Royalty fee adalah jumlah yang dibayarkan secara periodik yang merupakan presentase dari omset penjualan.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dibawah ini contoh pembiayaan waralaba di bidang usaha jasa bimbingan belajar yang ditawarkan oleh pewaralaba Bimbel kepada investor/penerima waralaba yang berminat membuka cabang Bimbel dengan sistem waralaba di Indonesia : 1. yaitu Remedial. Diponegoro 89. Kav B-4. Yogyakarta Tlp. (0274) 520418. Jakarta selatan Tlp (021) 52902034. Wisma Kodel Lt 7. Gambar 2 : Salah Satu Lokasi Gedung Lembaga Bimbel Konsep Pengajaran : Ada tiga konsep pengajaran. Lembaga Bimbel Primagama Identitas : Primagama adalah usaha jasa pendidikan luar sekolah (Bimbingan Belajar) dengan memiliki pasar yang sangat luas dan saat ini memiliki 688 outlet/cabang diseluruh Indonesia. menambah sekaligus melengkapi materi pelajaran di sekolah sesuai dengan GBPP Diknas. 17 . Enrichment dan Consulting • Remedial : memberikan penjelasan lebih detail dengan cara pemberian materi pengajaran secara mengulang. Jl HT Rasuna Said. Alamat : Graha Primagama Jl.

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • • Enrichment : pengayaan materi melalui soal-soal ulangan harian. Consulting : Sebagai implementasi dari pelaksanaan Pendamping Utama Belajar Siswa maka setiap tentor Primagama siap melayani kesulitan belajar siswa baik di sekolah maupun diluar sekolah. 3 juta (luar Jawa) • Franchisee sanggup menyediakan tempat representative di lokasi strategis dengan memiliki minimal 6 ruang kelas ukuran masing-masing 20 m2 dan 18 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . (T) Trick = Cara penyelesaian yang cepat dan mudah sekaligus cerdas. jenjang yang lebih tinggi dan maslah pribadi. UAS. Smart adalah singkatan dari (S) simple = membuat belajar dan penyelesaian soal-soal yang dirasa sulit menjadi mudah diselesaikan. • Membayar biaya survey Rp. Rational = penyelesaian soal-soal dengan masuk akal dan tetap sesuai dengan konsep dasar. dibayar saat penandatanganan perjanjian kontrak franchisee (MOU) • Royalty fee 10. semester. UM-UGM dll secara berkala.150. Layanan ini meliputi gambaran pemilihan jurusan. SPSB. Pelayanan kepada siswa seperti modul.000. Syarat dan aturan : • Franchisee Bimbel Primagama adalah sistem pengembangan dengan kemitraan secara mandiri menggunakan hak intelektual (merek dan produk) primagama dengan membayar franchisee fee untuk jangka waktu lima tahun dan membayar royalty fee setiap bulan. paket soal latihan dan lembar jawab computer. UN.000 untuk lima tahun. • Franchisee fee untuk satu outlet Rp. SPMB. pihak investor (franchisee) diwajibkan membeli di kantor pusat Primagama. (A) Applicable = dapat dan dengan mudah rumus-rumus tersebut diterapkan untuk penyelesaian soal. (M) Mind = menyelesaikan soal-soal dengan menggunakan rumus-rumus yang mudah diingat.2 juta (pulau Jawa) dan Rp. yang secara terminologi berarti cerdas.70% dari gross (cash in bruto) setiap bulan. Metoda belajar : Smart Solution untuk semua jenjang kelas.

Rekruitment dan pelatihan SDM (karyawan dan tentor) dilakukan oleh franchisee dibantu Primagama atas biaya franchisee. Primagama mendukung pemasaran secara periodik melalui above the line media (iklan dan acara televise. Rencana perpanjangan sudah dikomunikasikan minimal 6 bulan sebelum masa perjanjian berakhir. Pembelian sarana siswa (modul dll) dapat dilakukan secara bertahap. adalah salah satu unit pendidikan pada Yayasan Lembaga Pendidikan Indonesia (LPIA) yang didirikan tahun 1990. Primagama akan memberikan Standard Operating Procedure (SOP). dan tabloid nasional) serta perencanaan pemasaran lokal dengan event dan media lokal. Head Office Graha GAMA UI: Perkantoran Mall Klender Blok B3 No. Saat ini Bimbel GAMA UI sudah memiliki 40 cabang di Indonesia dengan sistem franchisee. 2. Untuk tahun pertama (atas permintaan) kami dapat mensupport seorang Pimpinan Cabang atas biaya franchisee. untuk luar Jakarta 5 km.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar • • • • • • • beberapa ruang pendukungoperasional lainnya seperti front office. Jarak antar outlet area Jakarta minimal 4 km. Jl I Gusti Ngurah Rai. 16-18. Lembaga Bimbel GAMA – UI Identitas : Bimbel GAMA UI. ruang administrasi. Kinerja franchisee selama masa kontrak akan menjadi pertimbangan. Prioritas pertama untuk perpanjangan masa franchisee lima tahun kedua pada outlet yang sama. majalah. Franchisee sanggup menyediakan dana modal kerja yang cukup untuk biaya pengoperasian outlet minimal 6 bulan pertama. ruang pengajar. Pengoperasian Primagama outlet diserahkan sepenuhnya kepada franchisee. surat khabar. 19 . tetapi dengan standar pelayanan Primagama. Klender Jakarta Timur 13470.

• Gedung milik sendiri atau sewa.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Target siswa bimbingan : Meliputi Play Group dan TK. TV. telepon. pembinaan mental. • Seluruh biaya investasi ditanggung oleh Franchisor (GAMA UI) meliputi : √ Biaya pra operasional untuk Gaji karyawan bulan I √ Biaya marketing (spanduk. fasilitas multimedia. whiteboard. jika sewa investor hanya membayar untuk tahun I saja • Biaya operasional dan non operasional 3 bulan I ditanggung Franchisor 20 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . dan design dari GAMA UI • Investor membayar franchisee fee hanya sekali sebesar Rp. Metoda belajar : Pemahaman detil tiap bidang studi dengan metoda BRILLIANT SOLUTION sehingga mudah dalam memecahkan dan menyelesaikan soal. • Cabang franchisee GAMA UI menggunakan nama. trademark. AC. Konsep belajar dengan pemanfaatan teknologi informasi dan multimedia sebagai sarana belajar. penanaman motivasi berprestasi. Konsep Pengajaran . Fax. Jika milik sendiri tidak dikenakan amortisasi (sewa). Sofa dan peralatan penunjang lainnya. SD kelas 1 s. Syarat dan aturan : • Bimbel GAMA UI mengembangkan cabang franchisee secara kemitraan mandiri dengan pemilikan seumur hidup bagi investor serta dapat diwariskan kepada ahli warisnya. brosur. patent. ATK.d.100 juta dan royalty fee. SMP kelas 7. dan SMA kelas 10.9.8. billboard. dll) √ Peralatan dan perlengkapan meliputi partisi ruangan. 6. meja kursi untuk kantor dan pendidikan.11 – 12 IPA. konsultasi pemilihan jurusan. 11 – 12 IPS.

sebagai berikut : Sistem Net Profit Net Income • Tahun 1 • Tahun 2 • Tahun 3 dst GAMA UI Pusat 50% 12.Net Profit = Total pendapatan – (biaya operasional + biaya non operasional + jasa produksi). Seluruh biaya menjadi tanggung jawab investor.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan setelah itu seluruhnya ditanggung investor. Laba setelah jasa produksi sepenuhnya hak investor.5% 15% 20% Investor 50% 87. bersifat terbuka dan pendapatan ditargetkan dalam RAPB. • Sistem pembagian keuntungan dapat menggunakan sistem Net Profit atau Net Income. Biaya dikelola dan ditargetkan dalam RAPB sebagai berikut : Rincian biaya • Gaji karyawan • Marketing • Honor guru • Kantor • Umum • Akademik • Rumah tangga • Non operasional Total biaya Target profit (minimal) Persentase 14% 10% 15% 1% 3% 6% 1% 10% 60% 40% 21 .5% 85% 80% Keterangan : . • Sistem keuangan mengacu pada sistem akuntansi publik. Biaya dikelola oleh manajemen cabang Net Income = Total pendapatan – (Modul + asuransi + amortisasi gedung).

Dibawah ini uraian mengenai kredit untuk jasa pendidikan masing-masing dilaksanakan oleh PT Bank BRI Tbk. Koordinator. tetapi bukan untuk waralaba Bimbel atau lembaga pendidikan lainnya.2. Dilihat dari golongan nasabah. Artinya semua kredit yang diberikan oleh Bank BRI digolongkan sebagai kredit investasi dan kredit modal kerja. PT Bank BRI Tbk memang dalam beberapa tahun terakhir mulai agresif memberikan kredit ke industri waralaba nasional termasuk kredit jasa pendidikan untuk lembaga kursus dan pelatihan (diantaranya Bimbel). investor berhak melakukan pemeriksaan terhadap cabang. Investor mendapat laporan keuangan setiap bulan. sistem pengembalian kredit dan prosedur kredit juga mengikuti sistem kredit yang berlaku untuk semua jenis kredit di Bank BRI. Kecuali kredit khusus seperti KUR. 22 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . sedangkan kredit untuk jasa (termasuk jasa pendidikan) hanya 5%. Demikian pula persyaratan kredit. Rapat-rapat (Divisi. Bank lain sudah mulai memberikan kredit kepada usaha waralaba. Pembiayaan Bank Dari hasil pengamatan di kota Depok. Pemeriksaan dan Pembinaan Cabang (P2C). Raker Tahunan. 2. Pangsa pasar kredit bank BRI cabang Bogor 80% adalah untuk perdagangan dan industri. kredit kepada pensiunan dsb. kredit tersebut diberikan kepada golongan pengusaha kecil dan menengah. sedangkan pada bank pemerintah ditemukan kantor cabang BRI Bogor yang mulai membiayai lembaga Bimbel pada awal tahun 2010.2. kota Bogor dan kabupaten Bogor belum ditemukan bank swasta yang memberikan kredit untuk lembaga Bimbel. yang memiliki skim tersendiri. Pleno Manajer Cabang dan Pusat). Bank BRI tidak menetapkan suatu skim kredit khusus atau kuota kredit khusus atau plafon kredit tertentu untuk jasa lembaga Bimbel dan jasa pendidikan lainnya baik yang bersifat perorangan atau sistem waralaba.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • GAMA UI melakukan proteksi investasi mencakup Marketing Pro Aktif. suku bunga. Diklat. Pleno cabang.

Prosedur kredit Prosedur kredit untuk lembaga Bimbel tidak berbeda dengan prosedur kredit pada umumnya yang ditetapkan oleh bank. Calon nasabah datang ke bank membawa proposal permohonan kredit (1) atau mengisi formulir yang sudah ditetapkan oleh bank sebagai bukti permintaan kredit oleh nasabah kepada bank. Ketentuan kredit Bank BRI a. Permasalahan yang dihadapi oleh Bank BRI adalah umumnya lembaga Bimbel didirikan atas nama yayasan dimana yayasan adalah lembaga sosial yang sulit dinilai kelayakannya secara ekonomis. Proposal permohonan kredit disampaikan kepada sekretaris (2) yang kemudian mengadministrasikan dan menyampaikan kepada Pimpinan Cabang Bank (Pinca) (3). bukan atas nama yayasan. 23 . Bank BRI telah memiliki informasi tentang lembaga Bimbel dari berbagai sumber seperti Dinas Pendidikan Kota. Sedangkan sebelumnya lembaga Kursus berbentuk CV dan kredit diberikan atas nama CV tersebut. Pada gambar 3 dapat dilihat alur prosedur kredit di Bank BRI. Pinca kemudian membuat disposisi kepada Account Officer (AO) (4) yang bertugas menangani jenis kredit tersebut. Lembaga Bimbel yang dibiayai merupakan nasabah lama Bank BRI Unit yang merekomendasikan kepada Bank BRI Cabang untuk membiayai keperluan kredit karena jumlah pinjamannya telah melampaui batas wewenang kepala Bank BRI Unit. agunan mencukupi dan jasa pendidikan dinilai berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu sebagai jalan keluarnya maka kredit untuk lembaga Bimbel berbentuk yayasan diberikan atas nama pribadi pemilik Bimbel (perorangan).Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada tahun 2010. BRI Unit dan lain-lain dan menilai bahwa lembaga Bimbel layak dibiayai karena profitabel. di sektor jasa pendidikan hanya ada dua lembaga Bimbel yang telah dibiayai Bank BRI yaitu Lembaga Bimbel waralaba dan satu Lembaga Kursus non waralaba.

Setelah itu dokumen kredit disampaikan kepada Administrasi Kredit (ADK) (5) untuk diteliti lebih jauh mengenai kelengkapan dokumen kredit. Jika calon nasabah menyetujui maka ADK akan membuat akad kredit (perjanjian kredit) untuk pencairan kredit. Jika permohonan kredit diterima maka dokumen kredit tersebut dikirim kembali kepada ADK (7) untuk dibuat Offering Letter yang disampaikan kepada calon nasabah (8). Dokumen kredit yang sudah lengkap diserahkan kepada Pemutus Kredit (6) untuk ditetapkan apakah permohonan kredit diterima atau ditolak. Jika permohonan kredit ditolak maka dibuat Surat Tolak yang disampaikan kepada sekretaris untuk dikirim kepada calon nasabah. Pejabat yang berwenang memutus permohonan kredit 24 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Gambar 3 : Prosedur Kredit di Bank BRI Nasabah (8) Permohonan kredit (1) Surat tolak Sekretaris (2) Pemimpin Cabang (3) Acc Officer (AO) (4) Offering Letter Akad Kredit Administrasi Kredit (ADK (5) & (7) Pemutus Kredit (6) Ditolak Diterima Ditingkat AO permohonan kredit di screening dan dilakukan analisa kredit untuk menentukat paket kredit.

2 milyar oleh Pemimpin Cabang c. yaitu : a. Akte Notaris Pendirian usaha untuk badan usaha 5. Persyaratan kredit dan agunan Untuk memperoleh kredit calon nasabah harus menyertakan bukti-bukti persyaratan yang telah ditetapkan oleh Bank BRI dalam proposal kredit. Surat Perjanjian Bimbel dengan Franchisor (khusus lembaga Bimbel Waralaba) Dari persyaratan diatas ada dua persyaratan yang bermasalah. Surat izin dari Dinas Pendidikan Setempat 4. s/d Rp.2 milyar oleh Komite Kredit Kantor Wilayah Bank BRI Seluruh waktu yang diperlukan sejak calon nasabah mengajukan permohonan kredit sampai kredit tersebut dicairkan memerlukan waktu paling lama 14 hari kerja. NPWP sesuai dengan ketentuan yang berlaku 3.500 juta oleh Pejabat Manajer pemasaran b. Bukti diri pemilik/penyelenggara berupa KTP/SIM 2. Untuk melancarkan keluarnya izin gangguan calon nasabah harus mengeluarkan biaya tambahan yang 25 . Sertifikat tanah 7. sebagai berikut : 1. b.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bimbel ditentukan berdasarkan besarnya persetujuan kredit yang diberikan bank. Lebih Rp. Izin gangguan harus disetujui oleh masyarakat sekitar sehingga jika ada yang tidak setuju atau tidak mau menandatangan maka izin gangguan tersebut tidak dapat dikeluarkan oleh pemerintah setempat. Surat Izin Gangguan dari masyarakat sekitar 8. Lebih dari Rp. yaitu perizinan atas nama yayasan sulit memperoleh kredit bank dan izin gangguan sulit dipenuhi oleh calon nasabah. IMB atau bukti kepemilikan atau sewa tempat 6.500 juta s/d Rp.

c. Suku bunga kredit kepada lembaga Bimbel berlaku juga untuk kredit kepada jenis usaha-usaha lainnya. Dibandingkan dengan suku bunga KPR (8. Meterai Rp.350. dan grace period dengan sistem pengembalian rekening koran (dicicil). ketentuan lain dan biaya kredit Bunga kredit untuk pinjaman modal kerja yang diberikan bank kepada lembaga Bimbel ditetapkan sebesar 14.5%) suku bunga pinjaman Bimbel lebih tinggi. Izin gangguan berlaku reguler dan harus diperbaharui.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN seringkali memberatkan calon nasabah.32 per mil dari nilai bangunan (untuk 3 tahun) Notaris 0.5% efektif setahun tanpa unsur subsidi.1 juta atau berdasarkan negosiasi dengan Notaris. 26 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .25%. Suku bunga. meliputi biaya-biaya sebagai berikut : Provisi 1% Administrasi kredit Rp. Biaya kredit mengikuti standar biaya kredit yang biasa berlaku di bank. Khusus untuk persyaratan agunan tambahan ditetapkan oleh bank adalah sertifikat tanah dengan perikatan secara Notarial (Hak Tanggungan).12.000 atau sesuai ketentuan besar pinjaman Asuransi kebakaran 1. minimal Rp.000 per tahun (besarnya tergantung jangka waktu kredit).

karena sifat dari produk jasa tersebut.1. lalu diproduksi dan dikonsumsi secara simultan. tenaga kerja dan modal. sedangkan pasar output adalah produk utama yang dihasilkan dan produk sampingan. 2003). kemudian bahan pembantu atau penolong. Aspek Pasar Analisa mengenai aspek pasar dari suatu bidang usaha biasanya berkaitan dengan pasar input dan pasar output dari usaha tersebut. Berdasarkan teori tersebut diatas maka analisa aspek pasar dalam usaha jasa bimbingan belajar akan dibatasi pada analisa aspek permintaan dan penawaran secara sekaligus. Demikian pula karakteristik lain dari jasa adalah bersifat simultanitas produksi dan konsumsi. Dalam analisa mengenai aspek pasar. Kenyataan demikian ini.BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3. sehingga konsumen melihat atau bahkan terlibat dalam proses produksi. perlu dibedakan antara usaha-usaha dibidang pertanian dan industri atau perdagangan dengan usaha-usaha dibidang pendidikan seperti lembaga Bimbel. Sebagaimana dipahami pasar input utama adalah bahan baku. Usaha bimbingan belajar termasuk sebagai usaha jasa. artinya produksi jasa dijual terlebih dahulu. sehingga sulit diukur karena tidak dapat diraba. seringkali berarti bahwa konsumen harus berada di tempat di mana jasa yang diminta akan diproses. sedangkan analisa pasar outputnya tidak berbentuk fisik tetapi bersifat intangible. Analisa aspek pasar lainnya tidak dilakukan disini. Demikian pula halnya dengan jasa bimbingan belajar. dimana analisa aspek pasar hanya dapat dinilai dari pasar input. dicicipi atau disentuh. Karakteristik lain dari jasa adalah kerentanan artinya jasa tidak dapat disimpan. misalnya rambut yang sudah dicukur tidak dapat dikembalikan lagi seperti semula (Husein Umar. 27 . dijual lagi atau dikembalikan.

Pada sistem kelas reguler. Produk utama lembaga Bimbel yang memberikan pendapatan adalah jasa bimbingan belajar bagi siswa tingkat SD. yaitu jumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga. namun tidak semua lembaga Bimbel mampu membuat buku-buku dan soal-soal latihan untuk dijual. sedangkan tingkat harga adalah tarif biaya bimbingan yang harus dibayar siswa. siswa dibimbing menghadapi ujian semester dan ujian kenaikan kelas. Permintaan terhadap jasa bimbingan belajar diduga akan semakin meningkat sejalan dengan semakin meningkatnya perekonomian negara Indonesia. Sejumlah lembaga Bimbel lainnya juga memberikan bimbingan 28 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . guna mengikuti ujian akhir dan Ujian nasional dan seleksi masuk untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi. Dengan semakin dirasakannya manfaat atau efektifitas bimbingan belajar oleh siswa-siswa tersebut maka sistem pembelajaran pun mengalami diversifikasi yaitu sistem kelas reguler yang berlangsung selama satu tahun dan sistem kelas intensif yang berlangsung dalam beberapa bulan saja atau satu semester. untuk tingkat SD mulai dari kelas 3 SD sampai kelas 5 dan untuk tingkat SMP mulai dari kelas 7 s. Bimbingan belajar yang awal mulanya berupa bimbingan tes untuk melayani permintaan siswa SMA tingkat terakhir yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi terutama PTN. Produk lain adalah bukubuku pelajaran dan soal-soal latihan yang dijual untuk siswa peserta bimbingan belajar dan siswa lainnya. SMP dan SMA masing-masing untuk kelas 6.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN Permintaan dan Penawaran Salah satu aspek pasar yang perlu dibahas adalah permintaan. 9 dan kelas 12. Aspek permintaan dalam bimbingan belajar diukur dari jumlah siswa yang berhasil masuk menjadi peserta bimbingan. SMP dan SMA.d. Sedangkan untuk sistem kelas intensif yang dibimbing adalah siswa SD. 8 serta tingkat SMA mulai dari kelas 10 s. 11. pada saat ini telah mengalami pengembangan yang dinamis mencakup hampir semua jenjang kelas pada sekolah umum strata SD sampai SMA.d.

minuman dan waralaba ritel. Secara agregat dapat diasumsikan bahwa kenaikan permintaan terhadap jasa bimbingan belajar dan penawaran jumlah lembaga Bimbel di pasaran akan dipengaruhi oleh kenyataan yang terjadi saat ini.com waralaba lembaga pendidikan dan pelatihan termasuk lembaga Bimbel diprediksi meningkat dalam tahun 2010 sebesar 5% – 6%. Pangsa pasar bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan adalah 15% dari seluruh 800 usaha waralaba yang sekarang ada di Indonesia. SMP dan SMA yang akan semakin bertambah sehingga permintaan terhadap jasa lembaga Bimbel juga semakin bertambah. Bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan menduduki peringkat ketiga sesudah bisnis waralaba makanan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar kepada siswa SD kelas 1 dan kelas 2. yaitu : 29 . Menurut Tempo Interaktif. Hal ini sejalan dengan trend pertumbuhan penduduk Indonesia usia sekolah SD. Barang yang ditawarkan oleh usaha jasa bimbingan belajar yang dapat dianalisis dalam aspek penawaran adalah jumlah lembaga Bimbel yang tumbuh dan berkembang serta kualitas pelayanannya termasuk teknologi pendidikannya. Mengingat penyebaran jumlah lembaga Bimbel yang tidak merata di Indonesia (lihat tabel 1). Keadaan ini didukung pula dengan semakin bertambahnya perguruan tinggi di daerah-daerah yang selalu mengadakan ujian masuk penerimaan mahasiswa baru sehingga permintaan terhadap jasa bimbel akan semakin meningkat. sekaligus hal ini akan meningkatkan pendirian lembaga-lembaga Bimbel yang baru. meskipun banyak juga yang tutup. Dengan melihat diversifikasi sistem pembelajaran dalam lembaga Bimbel seperti yang dijelaskan diatas menunjukan adanya peningkatan permintaan mayarakat yang akan mengirim siswa mengikuti bimbingan belajar secara terus menerus setiap tahun. siswa playgroup/Taman Kanak-Kanak dan bimbingan secara privat kepada siswa-siswa tertentu yang memerlukannya. Aspek penawaran secara teoritis diartikan sebagai kuantitas barang yang ditawarkan pada berbagai tingkat harga. Berdasarkan hasil penelitian ada lembaga Bimbel yang optimis bahwa peningkatan jumlah siswa yang mengikuti bimbingan belajar meningkat sekitar 10% setiap tahun. menyebabkan peluang untuk mendirikan lembaga-lembaga Bimbel di provinsi lain di Indonesia masih terbuka lebar.

cenderung meningkatkan keinginan keluarga untuk masuk sekolah yang lebih tinggi Kesadaran masyarakat akan perlunya pendidikan semakin lama semakin meningkat. SMP dan SMA. e. b. Pemerintah menetapkan Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional yang semakin ketat. bukanlah harga produk sebagaimana lazimnya produk dari proses produksi suatu usaha. Harga output bimbingan belajar adalah biaya yang dibayar oleh siswa atas jasa bimbingan yang diberikan oleh lembaga Bimbel dan uang pendaftaran ketika siswa mendaftarkan diri ingin mengikuti bimbingan belajar. Peningkatan pendapatan keluarga/masyarakat. f. Hasil survey menunjukkan bahwa biaya jasa bimbingan belajar dan uang pendaftaraan berbeda-beda menurut strata pendidikan umum. 30 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .2. d. Biaya Bimbingan Harga output dari bimbingan belajar. mula-mula di daerah perkotaan. jenjang kelas dan program pembelajaran. Adanya prestise. kemudian meluas ke desadesa. Semakin besar biaya bimbingan belajar semakin berkurang siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar. Pertambahan jumlah sekolah-sekolah SD. tuntutan dan kegalauan orang tua agar anaknya memperoleh hasil belajar yang tinggi menjadi lahan subur bagi tumbuh dan berkembangnya bisnis bimbel. telah mendorong orang tua siswa mencari alternative meningkatkan nilai hasil belajar melalui lembaga Bimbel 3.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN a. Pada tabel berikut disajikan biaya jasa bimbingan belajar berdasarkan hasil survey.2. c. Aspek Pemasaran 3. Demikian pula biaya-biaya tersebut bervariasi antar lembaga Bimbel.1. sekaligus karena adanya pertambahan penduduk pada usia sekolah tersebut setiap tahun.

000 Sumber : data primer 3.000 2.950. Dalam try out ini lembaga Bimbel terlebih 31 .000 --- --- --- 2.000 : 2.450.000 2 3 100. Jalur Pemasaran Untuk menarik calon siswa peserta bimbingan belajar.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 5 : Biaya jasa bimbingan belajar Biaya Pendaftaran 100.000 2. iklan di media cetak.500. Setiap tahun promosi sudah mulai dilakukan pada bulan Mei sampai menjelang kenaikan kelas atau menjelang penerimaan siswa baru.000 2.700.500.650.800.000 – 2. leaflet.650.500. spanduk.000 – 2.000 3. misalnya SD kelas 6.000 Biaya Bimbingan (Reguler) SD SMP SMA Biaya Bimbingan (Intensif) SD -SMP -SMA 2.000.000 – 2.650.000.000 2.000 2.650.000 3.000 – 3. Try out dilaksanakan secara serentak disuatu tempat yang cukup representative dengan mengundang sekolah-sekolah. Jalur pemasaran melalui promosi ini sangat efektif menjaring calon siswa peserta bimbingan.000 4.000 4.000 4 150.000 125.750.000.950.000 – 4.500. Promosi melalui try out : Promosi melalui try out dilakukan 2 kali dalam setahun.500.000 2.500. Siswa peserta try out adalah siswa kelas terakhir.000 No 1 2. website dan try out serta open house. karena seluruh biaya ditanggung oleh lembaga Bimbel. yaitu pada awal dan akhir tahun. SMP kelas 9 dan SMA kelas 12.000 2.000 – 2. lembaga Bimbel sangat gencar melakukan promosi melalui berbagai media seperti brosur.500. Para peserta tidak mengeluarkan biaya untuk try out ini.000 2.950.2. Promosi yang paling efektif mencapai sasaran adalah try out dan website.2.500.

Indosat. para praktisi pendidikan yang mencari info. dapat berinteraksi dengan penyedia layanan bimbel dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar bimbel. orang tua yang sedang mencari tempat bimbingan belajar. sehingga pelaksanaannya lebih lancar. Pedoman pembuatan website bimbingan belajar Target pasar dari pembuatan website ini adalah siswa sekolah mulai dari SDSMP-SMA. Pemeriksaan soal juga dilakukan oleh para tutor dari lembaga Bimbel Promosi melalui Website : Promosi yang juga cukup efektif adalah melalui jaringan internet. Dimana para calon siswa bimbingan belajar mendapatkan info online mengenai program bimbingan belajar yang cocok. Berikut adalah pedoman pembuatan websitenya. Pelaksanaan try out biasanya bekerjasama atau bermitra dengan perusahaan perusahaan swasta dan BUMN seperti Bank Mandiri. Dengan kerjasama ini biaya pelaksanaan try out dapat ditekan sehingga lembaga Bimbel hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp. Tujuan dari pembuatan website adalah sebagai media presentasi dan pemasaran dari program bimbingan belajar. mendapatkan berita dan info seputar dunia pendidikan.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN dahulu telah mengadakan hubungan dan pendekatan dengan sekolah-sekolah. 32 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Telkom dan lain-lain. dan para guru.5 juta untuk sekali try out. Untuk itu lembaga Bimbel perlu membuat situs website. Dalam try out ini lembaga Bimbel menyediakan soalsoal latihan dan kertas jawaban. selain sebagai tempat bagi bimbel itu sendiri menjaring para peserta bimbelnya.

1. artinya zona wilayah operasi sudah dibatasi. Lokasi usaha yang berdekatan dengan Bimbel lain tidak menjadi masalah meskipun diakui oleh lembaga Bimbel bahwa ada persaingan diantara Bimbel. input utama lembaga Bimbel adalah para siswa sekolah formal yang memiliki kemampuan keuangan yang cukup. kurikulum. karena franchisor menetapkan syarat bahwa sesama Bimbel franchisee tidak boleh beroperasi tumpang tindih pada suatu lokasi atau sekolah siswa. Untuk itu maka pemilihan lokasi harus mempertimbangkan faktor jumlah sekolah yang menjadi target operasi dan tingkat pendapatan orang tua siswa. Lokasi Usaha Usaha Bimbel adalah suatu usaha jasa layanan pendidikan kepada siswa sekolah formal mulai dari tingkat SD. Dengan demikian maka ditinjau dari segi proses produksi dalam suatu usaha. Untuk Bimbel franchisee pemilihan lokasi juga mempertimbangkan jarak dengan Bimbel sesama franchisee. Persaingan ini dapat diatasi dengan memperbaiki sistem manajemen pelayanan siswa yang responsif.BAB IV ASPEK TEKNIS PELKSANAAN BIMBEL 4. Bahkan ada juga Bimbel yang memberikan layanan untuk tingkat play group dan taman kanak-kanak. 33 . misalnya berdasarkan radius jarak terjauh 5 km dari jarak terjauh 5 km dari lokasi operasi Bimbel franchisee sesama lainnya. SMP dan SMA. metoda dan materi pembelajaran serta kemampuan bekerjasama dengan sekolah-sekolah umum. Untuk menjadi peserta bimbingan para siswa harus membayar sejumlah uang yang cukup besar disamping biaya transportasi.

Berdasarkan pengamatan di lapangan dan informasi dari Diklussepora ternyata pada saat ini (tahun 2010) lembaga Bimbel yang beroperasi belum semuanya memiliki atau mengajukan izin operasional dari dinas tersebut. Melindungi warga masyarakat dari penyalahgunaan penyelenggaraan kursus dan pelatihan yang mengakibatkan kerugian. mengembangkan program pendidikan non formal guna menunjang suksesnya program pembangunan d. Memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan yang serasi dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Memberikan tanggung jawab hukum kepada LKP Pada tingkat Dinas Pendidikan di kabupaten/kota. c. pelaksanaan. e. Mendiknas tahun 2010) : a. Mengarahkan. Lembaga Bimbel termasuk salah satu LKP dalam kelompok satuan pendidikan non formal dan oleh karena itu wajib memperoleh izin dari pemerintah atau pemerintah daerah. Pengaturan perizinan lembaga kursus dan pelatihan dilakukan dengan tujuan (Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. menyerasikan. Melindungi LKP dari tindakan diluar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. f. kebutuhan masyarakat dan dunia usaha/industry. Alasannya adalah : 34 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .2. b. Memudahkan pemerintah atau pemerintah daerah dalam mengadakan pembinaan yang mencakup perencanaan. Perizinan Perizinan adalah suatu ketetapan pemerintah atau pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga pada tingkat kabupaten/ kota untuk memberikan legalitas atau pengakuan dan persetujuan resmi atas status penyelenggaraan kursus dan pelatihan dalam melaksanakan programnya. penilaian dan evaluasi serta pengawasan.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4. pengaturan perizinan LKP berada dibawah Bidang Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olah Raga (Diklussepora).

Persyaratan administrasi pendirian LKP yang ditetap terbagi atas tiga kelompok LKP. Pas foto ukuran 4 x 6.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. Lembaga Bimbel tidak ingin melaporkan kegiatan usaha kepada Dinas. meskipun sudah ada Perda No. 1 lembar bagi setiap kursus 35 . Belum adanya penilaian akreditasi terhadap lembaga Bimbel sehingga mereka merasa tidak perlu mengajukan perizinan. Hal ini penting ditinjau dari segi sumber PAD. Yayasan atau cabang dari suatu usaha franchisee (waralaba) yang telah memiliki izin usaha. 3. Subdin yang menangani Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Sebagai contoh di kota Bogor. u. 13 tahun 2004 tentang Organisasi Perangkat Daerah. d. Belum adanya Peraturan Daerah tentang LKP. Persyaratan untuk izin mendirikan LKP baru adalah : 1. Subdin tersebut adalah Bidang Diklussepora. 2. b. karena merasa telah memiliki izin usaha sebagai Perseroan Terbatas. Surat Rekomendasi dari Penilik Kecamatan setempat. c. Kurangnya informasi sehingga LKP tidak mengetahui prosedur dan tata cara pengajuan izin operasional.p. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. yaitu : a. Prosedur untuk mendapatkan izin operasional Bimbel adalah sebagai berikut: masyarakat yang berminat menyelenggarakn LKP mengajukan proposal pendirian LKP secara lengkap dengan melampirkan bukti-bukti fisik sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten/Kota. Foto copy KTP penanggung jawab penyelenggara.

hak pakai. Program belajar. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga pendidik/tutor 11. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga tata usaha 12. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi penyelenggara 10. Persyaratan untuk izin perpanjangan adalah : 1. Daftar susunan tenaga tata usaha (kalau ada) 9. Surat Rekomendasi dari HIPKI (Himpunan Pengusaha Kursus Indonesia) 15. adalah : 1. KTP penanggung jawab kursus 3. Persyaratan yang sama pada butir A (1 s/d 14) 2. 6. 4. kurikulum dan tata tertib kursus 13. Koperasi dan Yayasan. Daftar susunan pengelola pengurus (struktur organisasi) 7. Daftar perkembangan warga belajar 5. Foto copy bukti bukti pendirian badan usaha berupa Akte Notaris c.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL b. Daftar susunan tenaga pendidik/tutor 8. Surat Rekomendasi dari Penilik Sekolah di Kecamatan/setempat 2. Laporan perkembangan lembaga 3 bulan terakhir 36 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Denah lokasi 14. Daftar prasarana dan sarana yang dimiliki. hak guna atau surat perjanjian sewa/kontrak 5. Surat Rekomendasi dari Dinas Tata Kota Persyaratan untuk izin LKP PT. Pas foto ukuran 4 x 6. Perusahaan Perorangan (CV). Surat Rekomendasi dari HIPKI 7. Foto copy izin kursus yang lama 6. Bukti kepemilikan atau penguasaan tempat penyelenggaraan kursus berupa foto copy sertifikat hak milik. Surat Rekomendasi dari DLLAJ Kabupaten/Kota 16. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. 1 lembar baagi setiap jenis kursus 4.

Disamping Surat izin operasional diberikan pula Sertifikat Penyelenggaran kursus. Diusulkan untuk dilakukan penilaian kinerja LKP 37 . kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin kedua yang masa berlakunya 1 tahun. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal No. Memperoleh kesempatan untuk mengikuti berbagai orientasi teknis dan pelatihan c. Surat Izin operasional diberikan dalam 3 tahap. untuk tahap I selama 6 bulan. semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru berdiri. Diikutsertakan dalam berbagai kegiatan dan lomba tingkat nasional dan internasional d. Oleh karena itu LKP yang sudah memiliki izin dari Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota setempat harus mendaftarkan lembaganya ke Dinas Pendidikan Provinsi setempat untuk memperoleh NILEK.195/E/ KK/2009. Selanjutnya perpanjangan Surat Izin setiap 3 tahun. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin yang masa berlakunya selama 3 tahun. Kursus Wirausaha Desa (KWD). tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK). Untuk selanjutnya Surat Izin diperpanjang dengan masa berlaku 3 tahun. disamping memiliki izin operasional juga wajib memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. Bantuan Operasional Penyelenggaraan LKP (BOP-LKP) untuk membeli fasilitas kursus b. Kursus Wirausaha Kota (KWK). Kepemilikan NILEK ini penting karena mulai tahun 2010. Di kota Bogor. Di kota Depok Surat Izin pertama dikeluarkan oleh UPT Dinas Pendidikan/ Penilik tingkat kecamatan dengan masa berlaku 6 bulan. Mengakses dana blockgrant kursus para profesi (KPP). kemudian lembaga kursus dinilai kembali untuk mendapatkan surat izin kedua yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga tingkat kota yang berlaku selama 3 tahun.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Masa berlaku surat izin ternyata berbeda-beda untuk setiap Kabupaten/ Kota. yaitu. lembaga penyelenggara kursus dan pelatihan yang memiliki NILEK yang diperbolehkan untuk : a. Diusulkan untuk diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN-PNF) e. mulai tahun 2009.

teguran tertulis. atau pencabutan izin kursus. 38 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Pendaftaran calon siswa dilakukan dengan cara siswa mengisi formulir pendaftaran membayar uang pendaftaran dan memilih program pembelajaran. 4. Sanksi kepada LKP yang tidak memiliki izin ada 2 yaitu (1) Penyelenggara kursus dan pelatihan tanpa izin dapat dikenakan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau pidana denda paling banyak satu milyar rupiah. selanjutnya Dinas Pendidikan kabu[paten/ kota akan melaporkan data LKP tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi untuk diterbitkan NILEK online. Dari uraian diatas. dapat disimpulkan bahwa pengurusan surat izin operasional dan NILEK bagi setiap LKP termasuk lembaga Bimbel sebenarnya tidak sulit atau berbelit-belit. (2) Bagi lembaga kursus yang menyalagunakan izin kursus maka Dinas Pendidikan kabupaten/kota dapat member sanksi berupa teguran lisan. Pendaftaran untuk memperoleh NILEKL berlangsung dalam bulan Agustus s/d Desember. Pengurusan dokumen tersebut juga tidak dikenakan biaya oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota. masa kegiatan belajar dan masa akhir program (ujian akhir). April. Disamping itu LKP yang bersangkutan tidak berhak menjadi mitra Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan dari Kemendiknas untuk memperoleh bantuan dan dukungan atau penyelenggara program-program yang ada di Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. Jika LKP tidak memiliki NILEK maka lembaga tersebut dianggap illegal meskipun telah memperoleh izin dari Dinas pendidikan kabupaten/Kota. Prosedur untuk memperolh NILEK adalah LKP mengisi formulir pendataan LKP. Mei dan Juni setiap tahun.3. Kepemilikan NILEK bagi lembaga Bimbel penting untuk mengantisipasi pelaksanaan akreditasi oleh BAN-PNF. Program Bimbingan Kegiatan lembaga Bimbel dimulai dengan masa pendaftaran calon siswa. berdasarkan laporan dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota tentang data LKP yang mendaftarkan untuk memperoleh NILEK online.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL NILEK online diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi. Pendaftaran berlangsung dalam bulan Maret. masa persiapan belajar (pengenalan).

Dalam persiapan ini juga ada masa orientasi siswa. 2 sessi (3 jam) setiap pertemuan selama 2 bulan terus menerus. dimana siswa telah dinyatakan diterima di lembaga Bimbel. b. c. Placement test adalah test diagnostic siswa untuk mengetahui kemampuan akademis. 2 sessi (3 jam)setiap pertemuan selama satu tahun (10 bulan). Misalnya program privat. Konsultasi lanjutan meliputi konsultasi pelajaran dan PR non stop. Kegiatan penting yang dilakukan oleh lembaga Bimbel adalah konsultasi peserta yang dilaksanakan secara bertahap yaitu : a. Kegiatan belajar untuk kelas intensif berlangsung 3 kali per minggu. Hasil placement test akan menjadi bahan petunjuk bagi tutor dalam melakukan pembinaan terhadap siswa selama bimbingan belajar berlangsung. Kegiatan belajar untuk kelas regular berlangsung 2 kali perminggu. meliputi jadwal belajar. kelas program intensif dan kelas program lainnya (jika ada). Konsultasi ini diberikan selama menjadi siswa lembaga Bimbel maupun setelah siswa tidak lagi menjadi siswa lembaga Bimbel tersebut. yaitu : a. Setelah orientasi. soal-soal latihan dan tutor yang akan member bimbingan. diagnostic dan penempatan kelas. b. kemampuan menyerap materi pembelajaran. 39 . konsultasi pemilihan sekolah jenjang berikutnya dan konsultasi pemilihan jurusan.modul dan materi belajar. Selanjutnya dimulai kegiatan belajar. Konsultasi awal yang diberikan sebelum proses belajar berlangsung meliputi penjelasan hasil test. lembaga Bimbel melakukan penempatan kelas untuk masing-masing siswa sesuai dengan pilihan kelasnya yaitu kelas program regular. Kegiatan belajar untuk kelas program lainnya tergantung keperluan dan rencana lembaga Bimbel. tata tertib selama mengikuti program bimbingan belajar. dan penjelasan tentang program pembelajaran dan proses pembelajaran.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Setelah diterima sebagai calon siswa dilakukan persiapan belajar yaitu placement test dan orientasi siswa. c. Konsultasi seumur hidup yang biasanya diberikan oleh lembaga Bimbel terkenal. potensi bakat dan kecerdasan. dan diwajibkan mengikuti masa orientasi berupa pengenalan ketentuan umum lembaga Bimbel.

4. Prasarana Prasarana belajar yang dibutuhkan oleh sebuah bimbingan belajar sederhana yaitu ruang kelas ber AC. Ruang kelas yang mampu menampung siswa antara 8 – 15 orang atau berukuran 5 x 6 meter persegi.11 SMA dilakukan simulasi ujian kenaikan kelas.4. sedangkan bagi siswa kelas 6 SD.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Konsultasi meliputi aspek bakat. 40 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran 4. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel jarang memiliki gedung sendiri dan menyewa di mall-2 atau ruko. kelas 7. Di akhir masa program bagi siswa program regular kelas 3. potensi kecerdasan maupun psikologis.8 SMP dan kelas 10. Disetiap ruang kelas terdapat white board dan meja tutor. selain simulasi UN juga dilakukan latihan penyelesaian soalsoal Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN).4. karena ruang-ruang kelas didesain secara berhimpitan dan seringkali tanpa jendela. white board dan meja guru.. kursi siswa. 4. Kegiatan UN maupun SMPTN juga dilakukan dengan metoda pelaksanaan try out. Disamping fasilitas AC semua ruangan kelas dilengkapi dengan kursi-kursi belajar yang didesain khusus seperti kursi di ruang kelas perguruan tinggi (satu siswa satu kursi dilengkapi dengan meja lipat). sedangkan bagi siswa kelas 12 SMA.1. Selama masa bimbingan belajar dilakukan test atau simulasi latihan penyelesaian soal-soal sampai pada akhir program. Di lembaga Bimbel tertentu terdapat ruangan khusus computer yang disediakan untuk praktek multimedia bagi siswa atau internet bagi siswa yang sedang menunggu waktu belajar. Ruang kelas harus dilengkapi dengan AC.5 SD. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA dilakukan simulasi Ujian Nasional (UN). Ruangan ber AC ini kemudian menjadi ukuran bonafiditas sebuah lembaga Bimbel.Fasilitas ini juga menjadi pertimbangan bagi calon siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar dilembaga ini.

2. soal latihan. Modul-modul tersebut juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan siswa untuk mengikuti ujian nasional. Sarana Sarana belajar merupakan input produksi penting dalam suatu kegiatan bimbingan belajar disamping kualitas pembimbing atau tutor.4. soal-soal latihan yang berkualitas dan selalu relevan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP). Karena itu sarana belajar menjadi ukuran penilaian dan pertimbangan utama bagi siswa dan orangtua dalam menentukan lembaga Bimbel yang akan dipilihnya. Setiap jenjang kelas dan program pembelajaran memiliki modul sendiri-sendiri. ujian evaluasi dan seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sarana belajar siswa terdiri dari bahan ajar. Suplemen adalah soal-soal untuk try out berkala atau simulasi. Disamping itu modul-modul tersebut dirancang oleh tenaga-tenaga ahli yang berpengalaman dan telah mempunyai akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional. Di bawah ini adalah contoh modul dan bahan ajar untuk beberap program pembelajaran dan kelas : Lembaga Bimbel yang bonafid memiliki sarana belajar seperti modul belajar.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. Bahan ajar disusun secara paket dan disebut modul panduan belajar yang berisi sejumlah mata ajaran. 41 . sedangkan evaluasi belajar adalah bahan-bahan review materi belajar dengan tanya jawab. kisi-kisi dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dari Kementerian Pendidikan nasional. suplemen dan evaluasi belajar.

Bhs Inggeris Matematika. Biologi. Biologi. Bhs Ind. Sejarah. Biologi. Bhs Inggeris Matematika. Intensif-1 IPA 10. IPSKimia. Fisika. Matematika.8 9 Matematika. Sosiologi 7. Intensif-2 IPS 12 Menurut lembaga Bimbel yang disurvey setiap tahun modul belajar dimodifikasi dan diperbaiki. Kimia. . Fisika. Kimia. Fisika. Untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan para tutor. Bhs Ind. Reguler 2.4. Bhs Ingeris. Bhs Inggeris.. Bhs Ind. Ekonomi/Akuntansi. 3. IPA. Bhs Inggeris. Bimbel franchisor melakukan pelatihan yang meliputi : 42 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Reguler 2. Reguler 2. Bhs Inggeris. Bagi lembaga Bimbel franchisee semua modul sudah disediakan oleh franchisor. Geografi.5 6 Matematika. Intensif III SMA 1. IPA. Bhs Indonesia Modul untuk Kelas No I Materi belajar 3.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Tabel 6 : Program Pembelajaran dan Materi Belajar Program Pembelajaran SD 1. IPA. Intensif II SMP 1. 11 12 Matematika. Bhs Inggeris Matematika.

kemudian melatihnya 43 . UN dan SMPTN. min. Lembaga Bimbel terkenal menawarkan kepada tenaga pengajar bimbingan belajar melalui internet. Metoda belajar yang digunakan oleh Bimbel Motivator dalam bimbingan belajar Materi pembelajaran dalam modul Semua tutor wajib mengikuti pelatihan. tutor juga diberikan pelathan tentang metoda pembelajaran dan materi pembelajaran oleh guru senior di lembaga tersebut. Staf Pengajar Tenaga pengajar yang biasa disebut Tentor atau Tutor adalah pelaksana program pembelajaran yang sangat menentukan keberhasilan siswa dalam menempuh ujian kenaikan kelas. Pelatihan meliputi : a. UI dan sebagainya. b. Secara umum persyaratan untuk menjadi tenaga pengajar adalah : • Pria/wanita maksimum 40 tahun • D3/S1 PTN. Pelatih adalah ahli-ahli dari Bimbel franchisor. • Pengalaman mengajar minimal 1 tahun • Bersedia mengikuti test dan training mengajar • Fasilitas : gaji. Bhs Inggris. Lembaga Bimbel bukan waralaba.75 jurusan MIPA.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. sebagian lembaga Bimbel merekrut tenaga pengajar dari mahasiswa tingkat terakhir dari perguruan tinggi terkenal sepert IPB. Pelatihan dilakukan pada saat tutor pertama kali menjadi pengajar di lembaga Bimbel dan secara regular setiap tahun. Metoda dan teknik mengajar di bimbingan belajar b. bhs Indonesia dan jurusan-jurusan lain yang berhubungan dengan bahan ajar di lembaga Bimbel. honor. Pendalaman tentang materi pembelajaran yang sudah disiapkan 4. Oleh karena itu tenaga pengajar ini dipilih secara teliti melalui seleksi tertulis dan wawancara.4. IPK 2.Ekon. Sos.3. asuransi kecelakaan Namun persyaratan diatas tergantung lembaga Bimbelnya.

5 juta per bulan. Dalam sehari seorang tutor dapat mengajar sekitar 2 sessi.000 – Rp. Cara ini bertujuan agar tenaga pengajar tersebut dapat mengerahkan siswa bimbingannya untuk masuk mengikuti lembaga Bimbel tempat guru tersebut juga mengajar.4 juta. Ada pula lembaga Bimbel yang merekrut tenaga pengajar dari sekolah-sekolah siswa peserta bimbingan belajar. Jumlah tutor yang dibutuhkan adalah 38 orang atau ratarata 9. Sementara itu ada lembaga Bimbel yang mampu membayar seorang tutor sampai Rp.1.250.1 juta sampai Rp. 44 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Gaji yang diterima bervariasi antar lembaga Bimbel.42 siswa per tutor.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL sebelum bertugas menjadi tutor.350. Ada lembaga Bimbel yang membayar berdasarkan jumlah sessi sebesar Rp.000 per sessi. Rata-rata jumah siswa per kelas menurut program pembelajaran adalah sebagai berikut : • Program regular antara 12 – 15 siswa • Program intensif antara 8 – 10 siswa • Program privat antara 4 – 5 siswa Hasil penelitian terhadap salah satu lembaga Bimbel diketahui bahwa jumlah siswa yang dapat ditampung di lembaga ini sejumlah 358 siswa berbagai kelas dan program pembelajaran.000 per minggu atau per bulan antara Rp.000 sampai Rp. Mengenai jumlah tutor yang diperlukan oleh lembaga Bimbel.25. Para tenaga pengajar dikontrak selama setahun dan dapat diperpanjang. tergantung kemampuan dan prestasi mengajar dikelas.35. Dari hasil penelitian diketahui bahwa jumlah siswa per kelas sangat bervariasi antar lembaga Bimbel dan antar kelas dalam program pembelajaran. Jika seminggu seorang tutor dapat mengajar 5 kali pertemuan maka ia akan memperoleh sekitar Rp. sangat tergantung kepada ratio siswa per kelas dan jumlah siswa yang mampu ditampung oleh lembaga Bimbel.

Program Executive Class. Program Standard Class. Dari segi jumlah siswa per kelas setiap program. Program Khusus. lama penyelenggaraan antara dua sampai dengan empat bulan dengan tujuan untuk lulus dalam UN dan SMPTN. Perbedaan utama dari berbagai jenis/nama program tersebut adalah : 1. Selain jumlah siswa per kelas. Program Super Intensif (masuk PTN). Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar Dari uraian-uraian terdahulu dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga Bimbel menawarkan program yang cukup beragam dengan harga paket yang beragam pula. Program Intensif (UN. Misalnya Program Special Class. 2. Program Special Class. baik Program Reguler dengan lama penyelenggaraan satu tahun atau satu semester. Program Privat. SMPTN). Ada pula lembaga Bimbel yang tidak menetapkan atau memberi nama Program Pembelajarannya secara khusus seperti lembaga Bimbel lainnya. maupun Program Intensif dengan lama penyelenggaraan satu sampai dua bulan. Program Intensif (UN.BAB V ASPEK KEUANGAN 5. Sementara Program Standar atau Program Reguler berlangsung selama satu semester dan atau satu tahun. tetapi sudah membatasi jumlah siswa setiap kelas secara terbatas 8 siswa. Program Intensif/Executive jumlah siswa 14 orang dan Program Standar atau Program Regular jumlah siswa setiap kelas antara 18 – 20 orang.1. perbedaan jenis Program Pembelajaran tersebut juga dapat dilihat dari segi lama penyelenggaraan dan tujuan bimbingan belajar. Misalnya Program Super Intensif/Executive/Special Class jumlah siswa per kelas adalah 8 siswa. Program Super Intensif/Executive (masuk PTN). Biasanya 45 . Program Jaminan. Berbagai nama program seperti Program Regular (satu tahun atau satu semester). SMPTN). dll. Program Pendamping Belajar Siswa. Program Kemitraan.

Sub Program ini diperuntukan bagi siswa kelas 3. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Dasar (SD) Terdiri dari 2 sub program.ASPEK KEUANGAN lembaga Bimbel yang demikian merupakan lembaga-lembaga bimbel baru bukan waralaba. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. Setiap minggu dua kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuaan. lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi • Sub Program Intensif berlangsung menjelang UN selama satu semester yaitu bulan Desember – Mei. Tujuan pembimbingan ini adalah lulus ujian semester dan naik jenjang kelas yang lebih tinggi. 2. tahap persiapan sampai pelaksanaannya dibantu oleh pewaralabanya. Karena lembaga Bimbel yang didirikan dengan sistem waralaba sudah memiliki program pembelajaran yang baku. pada bulan Desember – Mei menjelang UN. yaitu • Sub Program Reguler berlangsung setiap semester atau setahun dua kali pelaksanaan. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuian. bulan Agustus Desember dan semester II bulan Februari – Juni. 4. Sub Program ini untuk siswa kelas 9 SMP yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi 46 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Pertama. • Sub Program Intensif berlangsung selama satu semester. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. yaitu pada bulan Agustus – Desember dan Februari – Juni.(SMP) Terdiri dari 2 sub program. Berdasarkan uraian-uraian tersebut maka dalam penelitian pola pembiayaan ini ditetapkan model Program Bimbingan Belajar adalah sebagai berikut : 1. 5 SD dengan tujuan untuk memperbaiki prestasi akademik. yaitu semester I. Sub Program ini untuk siswa SMP kelas 7 dan 8. bahkan komponen biaya tertentu ditanggung oleh pewaralaba. Sub Program ini untuk siswa kelas 6 SD yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah umum yang lebih tinggi.

Sedangkan pendapatan atau manfaat yang diperoleh di analogikan sebagai jumlah siswa peserta dikalikan dengan biaya pendaagtaran dan biaya jasa bimbingan yang dibayar oleh siswa peserta. Produksi dan Pendapatan Usaha Produk dari usaha jasa bimbel bersifat intangible. untuk siswa IPS. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. untuk kelas 12 IPA. lulus UN dan lulus dan diterima dalam SMPTN. Tujuan adalah lulus ujian akhir. • Sub Program Intensif 1. bahwa pada tahun pertama dan tahun kedua siswa yang 47 . Sub Program ini untuk siswa SMA kelas 10 dan 11 dengan tujuan lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi. Untuk mengukur produk usaha bimbel. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember dan Mei. Setiap minggu tiga kali pertemuan atau 12 kali pertemuan dalam sebulan. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester.2. • Sub Program Intensif 2. yaitu produk yang sulit dinilai dengan uang. Terdiri dari tiga Sub Program. yaitu semester I bulan Agustus – Desember dan Semester II bulan Februari – Juni. 5. Tujuan adalah untuk lulus pada ujian akhir dan UN serta lulus dan diterima dalam SMPTN. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuan. Kapasitas produksi lembaga Bimbel diprediksi total mencapai 352 siswa yang dicapai secara bertahap selama 3 tahun atau 6 semester. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember . unsur produksi di analogikan sebagai jumlah siswa yang mengikuti program pembelajaran mulai dari siswa SD. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Atas (SMA).Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 3. SMP sampai SMA dalam berbagai sub program. Target atau proyeksi jumlah siswa tersebut sesuai dengan informasi dan pengalaman dari lembaga Bimbel yang di survey.Mei.

Tabel 7 : Jumlah siswa peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1. apalagi bila lembaga Bimbel merupakan waralaba dari lembaga Bimbel 48 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Reguler 2. Intensif-2 IPS Jumlah Total Sumber : lampiran 3 No I Tahun 1 Smtr 1 72 0 72 24 0 24 12 0 0 12 108 Smtr 2 72 20 92 24 9 33 12 8 8 28 153 Tahun 2 Smtr 1 120 0 120 48 0 48 24 0 0 24 192 Smtr 2 120 40 160 48 18 66 24 24 16 63 290 Tahun 3 dst Smtr 1 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 Smtr 2 144 60 204 48 36 84 24 24 16 64 352 Pencapaian target siswa tersebut tergantung pada promosi yang dilaksanakan.ASPEK KEUANGAN masuk sebagai peserta belum mencapai target yang ditetapkan. Pada tahun ke-3 target 352 siswa diprediksi dapat dicapai. hasil akhir yaitu tingkat keberhasilan para siswa peserta. Intensif-1 IPA 3. Target siswa setiap strata pendidikan dan sub program dapat dilihat pada tabel 7 berikut. Intensif Jumlah II SMP 1. dan nama atau merek lembaga Bimbel.

Siswa yang mengikuti sub program regular terdapat dalam semester satu dan semester dua sementara siswa yang mengikuti sub program intensif hanya terdapat dalam semester dua.000 800. Alasannya adalah : a. Reguler 2. Demikian pula sekolah SMP dan jumlah siswanya lebih banyak daripada siswa SMA.300.000 1. b. Intensif 1. Reguler 2.000 850. sedangkan siswa strata SMP lebih banyak daripada siswa strata SMA.000 500.000 Jumlah 1.350.000 900. Jumlah sekolah SD dan jumlah siswanya lebih banyak daripada SMP dan SMA.000 900.000 500.400.000 500.300.000 500. sedangkan untuk strata SMP dan SMA target jumlah siswa sudah dapat tercapai dalam tahun kedua proyek.000 Bimbingan 750.000 1.000 500. Dalam proyeksi jumlah siswa peserta ditetapkan target siswa strata SD lebih banyak daripada siswa strata SMP dan siswa strata SMA. Reguler 2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pewaralaba terkenal. Intensif-1 IPA 3.400. Pada tabel berikut disajikan tarif biaya bimbingan per semester.000 800. Intensif 1. Target jumlah siswa strata SD dalam sub program regular (144 siswa) dan sub program intensif (60) baru dicapai pada tahun ketiga proyek.000 1.000 500. Tabel 8 : Biaya fasilitas/ sarana dan Bimbingan No I II III Strata SD SMP SMA Sub Program 1. Intensif-2 IPS Sumber : lampiran 4 Biaya-biaya per semester (Rp) Fasilitas 500.000 1. Masyarakat semakin sadar bahwa untuk menjamin prestasi akademik putra putri disekolah-sekolah umum perlu dilakukan pembimbingan belajar dari sejak awal ditingkat SD.000 1.250.400.000 900.000 49 .000 1.

Biaya fasilitas dan sarana diasumsikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan sub program yaitu Rp.500.125. Biaya ini dapat dibayar secara cicilan sebanyak dua sampai tiga kali cicilan.000 per siswa. Biaya bimbingan yang terdiri dari biaya fasilitas dan sarana belajar serta biaya bimbingan. sedangkan biaya bimbingan sedikit berbeda antara strata pendidikan SD dan SMP serta SMA. sebesar Rp. seperti pada tabel berikut. per semester.ASPEK KEUANGAN Pendapatan setiap semester dari lembaga Bimbel terdiri dari dua sumber yaitu : a.000. Uang pendaftaran. Biaya pendaftaran diproyeksikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan dibayar pada saat pendaftaran. 50 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Berdasarkan jumlah siswa dan tarif bimbingan belajar tersebut dapat diproyeksikan besarnya pendapatan Bimbel. b. yaitu pada awal semester satu untuk sub program regular dan pada awal semester kedua untuk sub program intensif.

000 59.000 0 198.000 68.000 44.000.175.000 203.000 0 35. Intensif-1 IPA 3.000 0 22.000 39.200.200.1.200. yaitu mudah transportasinya dan tempatnya dipusat-pusat kegiatan ekonomi demi 51 .000.000 53.200.000 268.000 31.100.000 29.000 0 68.000.000 Tahun 2 Smtr 2 150.000 62.400.300.3. Intensif Jumlah II SMP 1.000 26.000 474.500.000 34.100. Reguler 2.000.125.500.600.000 0 11.000 386.200.400.000 31.500.000 209.000 17.000 34.000.200.725.000 15.500.000 No Strata I SD 0 11.600.000 34.000 13. Biaya investasi untuk mendirikan sebuah lembaga Bimbel terdiri dari perizinan. Biaya Investasi Rincian biaya investasi dapat dipelajari pada lampiran 8.400.000 0 68.000 90.000 31.200.000.600. Reguler 2. Jarang ada Lembaga Bimbel yang memiliki tanah dan gedung sendiri kecuali lembaga Bimbel yang juga bertindak sebagai franchisor. Intensif-2 IPS Jumlah Total Smtr 1 99. Intensif Jumlah III SMA 1.000 Smtr 2 180.200.000 0 34.475.000 0 23.000 34.000.200.275.000.400.000 88.000 88.100. peralatan belajar.000 0 165.950.3.000 17. fasilitas dan sarana belajar.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 9 : Pendapatan Lembaga Bimbel Sub Program 1.000 Tahun 1 Smtr 2 90.200.000 Smtr 1 165. sewa gedung.800.000 150.550.000 34.000 68.400.000 0 99.400.000 115. peralatan kantor.000 0 35.400.000 267.000 Sumber : lampiran 5 5.500.000 300.675.200.000 62. Reguler 2. Hal ini disebabkan lokasi lembaga Bimbel harus strategis.600.800.200.000 Tahun 3 dst Smtr 1 198.400.000.000.000 119.000.000 88. Komponen dan Sruktur Biaya 5.

Komputer juga nenjadi ukuran penilaian siswa yang akan memilh suatu lembaga Bimbel. Nilai (Rp) 1.722. Ruangan kelas ber-AC juga merupakan salah satu fasilitas yang menjadi pilihan favorit siswa.000 0 168.980.250.050.024.000 12.000 700.000 31. Biaya investasi ketiga adalah peralatan kantor yang biayanya didominasi oleh biaya AC dan computer/ lap top.750.750.000 64.000 Penyusutan Nilai sisa proyek 0 64.100. Pada umumnya pada lokasi tersebut biaya investasi tanah dan gedungnya jauh lebih mahal dibanding dengan menyewa pusat-pusat pertokoan atau ruko yang sudah ada.500 0 0 1. Pada tabel berikut disajikan rekapitulasi biaya investasi lembaga Bimbel.845.000 52 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .853.500 1. Biaya investasi kedua terbesar adalah sewa gedung pertokoan atau ruko di pusat-pusat perbelanjaan atau kegiatan ekonomi.900. Peralatan belajar merupakan biaya investasi yang terbesar.000 0 0 1. Tabel 10 : Biaya investasi lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 Jenis Biaya Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Sumber : Lampiran 8.450.685.ASPEK KEUANGAN kenyamanan dan kemudahan siswa peserta bimbingan.000 68.000 4.000 5. karena ruangan kelas harus dilengkapi dengan AC agar kondisi belajar siswa menjadi lebih nyaman.000 0 83.

adalah keperluan modal kerja setiap bulan sedangkan sisanya adalah biaya cetak modul dan soal-soal latihan yang diperlukan hanya pada awal tahun.000.955.000 Tahun 3 dst Smtr 1 8.500.000 20.000.000 6. Tabel 11 : Rekap biaya operasional lembaga Bimbel ( 000 Rp) Tahun 1 Smtr 1 8.000 4.3.175. biaya tenaga kerja.000 6.000 6.000.540.175.335.000.000 198. Dalam struktur biaya tenaga kerja.000 Tahun 2 Smtr 1 8.000 10.000.462.000. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran. Dana modal awal tersebut dapat dipenuhi oleh penyelenggara atau mendapat bantuan dari franchisor.4.000 10. 77.235.175.000 5.000 No 1 2 3 4 Jenis Biaya Perkantoran Tenaga kerja Pemasaran Pembelajaran Jumlah 114.000 189.2.175.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5.000 136.540. sedangkan rinciannya dapat dilihat pada lampiran 9. sisanya adalah biaya tenaga manajemen dan karyawan.000 Smtr 2 8.175.000.565. biaya tutor atau guru merupakan 51% dari jumlah biaya tenaga kerja.000 159.000 5.500.000 Smtr 2 8.500 dimana sekitar Rp.060.000 16.992. Biaya Operasional Biaya operasional penyelenggaran bimbingan belajar terdiri dari biaya perkantoran.000 154. Dari ke empat jenis biaya tersebut biaya tenaga kerja sekitar 85% dari seluruh biaya operasional. Menurut informasi dari perbankan dan hasil survey lembaga Bimbel ternyata Lembaga Bimbel jarang yang 53 . Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman Kebutuhan modal kerja lembaga Bimbel diproyeksikan sebesar Rp.000 228.000 177.000.780.715.000 135.000 204.890.000.000 Smtr 2 8.000 3.000 8.000 193.715. Pada tabel berikut disajikan rekap biaya operasional.160.000 159.175. 91.000.000 5.000.

396 39. sedangkan 30% disediakan oleh pemilik lembaga Bimbel.125 Bunga 24. Pada lampiran 54 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Salah satu alasan adalah penerimaan lembaga Bimbel adalah dari uang pendaftaran pada awal kegiatan dan biaya bimbingan serta fasilitas bimbingan yang dibayar siswa secara bertahap. Analisa laba rugi dapat dilihat pada lampiran 13 dan pada tabel 14 adalah rekapnya.189.000 91. Proyeksi Laba/Rugi Proyeksi laba/rugi adalah untuk mengetahui apakah selama jangka waktu proyek.077.726 5. Sistem pembayaran biaya bimbingan secara bertahap/cicilan tersebut menyebabkan lembaga Bimbel memiliki cashflow penerimaan uang yang mencukupi sepanjang tahun penyelengaraan.713. Besarnya pembayaran pinjaman adalah sebagai berikut.ASPEK KEUANGAN membutuhkan dana pinjaman khususnya untuk modal kerja dari perbankan.396 66.000 56.601 Jumlah 91. kegiatan Bimbel ini mendapat untung atau rugi setiap tahun.276. Tabel 13 : Pembayaran pinjaman lembaga Bimbel Tahun 1 2 3 Total Sumber : Lampiran 10c Pokok 66.5.335.613 24.5% per tahun.912.708 238. Dalam perhitungan pinjaman diproyeksikan 70% biaya investasi dibiayai dari pinjaman.811.375 66.258.276.189. Jangka waktu pinjaman adalah 2 tahun atau 4 semester dengan suku bunga pnjaman efektif 14. Kebutuhan dana pinjaman adalah untuk investasi pembelian peralatan kantor dan peralatan belajar serta untuk sewa bangunan.912.333 171.902. Indikator yang digunakan untuk mengukur laba rugi adalah profit margin.613 17.

4% 23.145. Tabel 14 : Laba Rugi lembaga Bimbel Tahun Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Total Sumber : Lampiran 13 Laba rugi -45.2% semester 2. Sedangkan jika dianalisa per tahun dimana target jumlah siswa telah tercaapai yaitu 352 siswa.927.613 135.897 759.696. proyek ini mulai meraih laba dan berangsurangsur dapat menutupi kerugian tahun sebelumnya pada semester 2 tahun ke-3 proyek.0% 55 .118.073. maka profit margin proyek adalah 14% semester 1 dan 27.6% 27.397 1.697.697. bahkan laba yang ditahan mulai positif dan semakin meningkat sampai akhir proyek di tahun ke-5. Baru pada semester 2 tahun-2.731 227.5% 29.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan tabel tersebut ternyata lembaga Bimbel mengalami rugi pada tahun-1 dan semester 1 tahun-2.2% untuk semester 1 dan 18. Kerugian ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus membayar pinjaman termasuk bunga. Dengan demikian ditinjau dari laba per tahun.500 759. Selama 5 tahun profit margin proyek ini adalah 2.397 531.394.613 89.500 227.336.279 213.744 12.637.0%.927. Selain itu kerugian ini disebabkan juga karena jumlah siswa peserta belum mencapai target yang diinginkan.5% untuk semester 2 atau rata-rata selama 5 tahun profit margin adalah 12. laba ditahan dan profit margin kegiatan lembaga Bimbel memberikan keuntungan bagi investor.9% 20.397 Laba ditanam kembali Profit margin % -45.411.666 303.073.4% 29.

500. biaya variable dan biaya total untuk membuat grafik BEP.000 244.722.279 224.861 121.743 395. sehingga jika digambarkan dalam bentuk grafik maka titik potong kurva pendapatan dan kurva biaya total adalah BEP. BEP didefinisikan sebagai volume penjualan yang tidak menghasilkan keuntungan ataupun kerugian.000 103.564 437.636 178.650.000 319.000 73.392.480.325.207 365.633 186.693.266 121.480.000.931.750.000 Tetap 147.100 313.826.000 56 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 88.250.075.963.480.443. Tabel 15 : Data untuk perhitungan BEP Jml siswa sub program Reguler Intensif 1 2 3 4 5 6 7 8 9 50 60 70 80 90 100 110 120 130 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Pendapatan sub program Pendapatan Reguler 132.000 197.922 271.480.177 121.759.067.050. Pada tabel berikut disajikan data perhitungan pendapatan.306.177 239.405 121.734.000.170.000 189.917.754.633 121.274.000 150.861 159.000 220.587.ASPEK KEUANGAN 5.958.515.000 59.949 265.000 173. seperti jumlah siswa peserta. Pada titik potong tersebut juga menunjukan BEP volume penjualan atau produksi.500.000 44.722 121.000 345.417.949 121.722 Intensif 14.458 201.734.378.494 121.207 292. biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diterima dari kegiatannya (Husein Umar.386 342.101.494 103.750.480.000 126.750.101.564 318.550.038 121.483.266 118.458 230.480.6.922 354.202.743 295.405 212.708.000 29.480.480.480.035.858.411.509.636 80. Analisa Break Even Point (BEP) BEP adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar beberapa variable di dalam kegiatan lembaga Bimbel.038 132.250.386 478. 2003).100 248.142. artinya pada saat itu biaya total sama dengan nilai penjualan.279 271.000 Biaya Variabel Total No 56. biaya tetap.

582 121.000 291.750.899 121.899 206.000 337.956 529.500.784.250.651.000 384.000 478.480. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran (lampiran 9).857.000.480.876.480.810.492 685.000 505.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No Jml siswa sub program Reguler Intensif Pendapatan sub program Pendapatan Reguler Intensif Tetap Biaya Variabel Total 10 1 2 3 4 5 6 140 150 160 170 180 190 200 100 110 120 130 140 150 160 372.000 408.784.993.000.961.850 602.850 412.545. Sedangkan sumbu vertical adalah nilai rupiah (dalam jutaan) dari biaya atau pendapatan.441. Pada grafik tersebut sumbu mendatar menunjukan jumlah siswa.065.889.000 398.480.000 531.126.671 643. Biaya total adalah jumlah biaya tetap dan biaya variabel.028 561.314 726.000 314.127 191.409.492 459.618.480.135 506.098.000 361.468.060.956 Sumber : Lampiran 13 Tabel perhitungan ini dibuat berdasarkan data jumlah siswa (lampiran 1).582 162.835.835.671 121.671 221.480.314 482.000 425.337. biaya tetap yang terdiri dari biaya tenaga kerja (lampiran 8) dan penyusutan (lampiran 9) serta biaya variable yang terdiri dari biaya perkantoran.671 435.468.000 452.304.151.243. misalnya angka 1 menunjukan jumlah siswa 50 orang sub program regular dan 10 orang sub program intensif. Berdasarkan tabel tersebut digambarkan grafik BEP.127 121.135 767.250.354 177.500. 57 .443 121.354 121.000 267.810 147.000 519. pendapatan (lampiran 5).810 121.493.480.284.513.028 389. sebagaimana terlihat gambar 5.443 236.

Titik potong tersebut berada pada point 5 (sumbu mendatar) dan angka Rp.306. 900 Pendapatan 800 700 600 500 Biaya Tetap Biaya Variabel Biaya Total Pendapatan Biaya Total Biaya Variabel 400 300 200 Biaya Tetap 100 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Jumlah Siswa Gambar 4 : Grafik BEP lembaga Bimbel Dari grafik 1 nampak bahwa BEP lembaga Bimbel terletak pada titik potong kurva pendapatan (warna biru) dan kurva biaya total (warna coklat).176. Jika jumlah siswa dan pendapatan berada dibawah 58 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Pada jumlah siswa tersebut pendapatan sama dengan biaya total yakni Rp.ASPEK KEUANGAN Juta Rp.261.306.176 (sumbu vertical).261. Titik potong tersebut menggambarkan bahwa BEP untuk jumlah siswa adalah 90 siswa pada sub program regular dan 50 siswa pada sub program intensif atau total 140 siswa.

250 juta.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BEP tersebut maka lembaga Bimbel akan rugi karena pendapatan lebih kecil dari biaya. BEP tersebut juga memberikan gambaran yang dapat digunakan oleh manejemen Bimbel untuk menetapkan tarif bimbingan belajar yang kompetitif dengan lembaga saingannya. dimana investasi dimulai pada tahun-0. Jika perhitungan BEP masih lebih rendah dari pendapatan riil maka rencana kegiatan Bimbel tersebut masih cukup layak dilaksanakan. 168. Dengan BEP tersebut juga dapat dibuat prediksi profit margin yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu. 5. Berdasarkan data pada lampiran 1.antara 1 – 5 tahun. biaya operasi dan pendapatan terjadi selama semester 1 tahun-1 sampai semester 2 tahun-5. terlihat BEP siswa tersebut sudah tercapai pada semester 2 tahun pertama proyek. seperti terlihat pada gambar kurva pendapatan berada dibawah kurva biaya. dengan tahun penyusutan yang bervariasi.7. biaya-biaya operasional yang lebih realitistis sehingga lebih efisien penggunaannya. Proyeksi Arus Kas dan Kelayakan Usaha Dalam bagian ini akan dijelaskan arus benefit dan biaya melalui penyusunan proyeksi financial dan selanjutnya dilakukan analisis kelayakan ditinjau dari segi usaha lembaga Bimbel (privat). sehingga pendapatan lebih besar dari biaya maka lembaga Bimbel akan untung. 59 . Jika terjadi keadaan sebaliknya. Jumlah investasi tetap : Rp. Data pokok yang diasumsikan dalam perencanaan proyek ini adalah sebagai berikut : Pelaksana : Perorangan yang mendirikan Lembaga Bimbel (dengan sistem waralaba) Umur ekonomis proyek : 10 semester atau 5 tahun. dimana kurva pendapatan berada diatas kurva biaya. misalnya dengan menambahkan profit margin dalam besaran tertentu kepada nilai pendapatan kemudian membandingkan BEP hasil perhitungan dengan pendapatan yang riil diperoleh.

433 1. Internal Rate of return (IRR) dan Net Benefit Cost Ratio.132. Dana tersebut dialokasikan untuk biaya investasi Rp 168. Discounted cashflow mengacu pada tingkat suku bunga pinjaman untuk proyek ini.5% IRR % PBP (semester) 67.000.375 dan modal pinjaman Rp 171.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.ASPEK KEUANGAN Sumber-sumber pembiayaan : Berasal dari modal sendiri sebesar Rp. Penerimaan proyek : Penerimaan proyek adalah dari biaya pendaftaran siswa dan biaya bimbingan belajar dari siswa peserta.2. Kriteria investasi : Analisis kelayakan proyek menggunakan discounted cashflow meliputi Net Present Value (NPV). Disamping itu dilakukan analisa Pay Back Period (PBP) tanpa Discounted cashflow. Net B/C ratio lebih besar dari satu dan IRR lebih besar dari suku bunga pinjaman.45 27% 2.125 dengan bunga pinjaman 14.308. Penerimaan lain adalah nilai sisa investasi peralatan dan aktiva tetap yang diwujudkan melalui penjualan pada akhir tahun-5 sebesar Rp.79.500.8 tahun Hasil analisa kelayakan proyek menunjukan bahwa proyek ini layak untuk dilaksanakan seperti yang ditunjukan oleh NPV yang positif. Rincian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 10a. 60 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .250.a. Berdasarkan perhitungan arus kas pada lampiran 14. Sedanglan PBP menunjukan bahwa masa pengembalian biaya investasi adalah 5 semester atau 2.811. Pajak : Pajak perusahaan sebesar 15% dari laba/rugi.747.5% p.000 dan biaya modal kerja Rp 83.5 tahun dan setelah itu proyek masih menghasilkan pendapatan yang positif.571. diperoleh hasil analsa sebagai berikut : 1 2 3 4 NPV DF 14.

8.5 16% 2.6 tahun Penurunan Harga Bimbingan 7% (2. 16 dan lampiran 17.5% IRR % PBP (semester) Penurunan Harga Bimbingan 6% 7. Sementara itu PBP dicapai setelah semester 5 atau dua setengah tahun.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5. Analisa Sensitivitas Analisa sensitivitas bertujuan untuk mengkaji pengaruh negative dari perubahan yang mungkin terjadi terhadap komponen biaya dan penerimaan proyek akibat adanya ketidak pastian dalam kegiatan ekonomi. Kenaikan biaya operasional (alternative 2) c. IRR lebih kecil dari suku bunga. Hasil analisa sensitivitas alternative 1 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.223. Dan Net B. dimana NPV sudah negative.710 1. Penurunan penerimaan hasil usaha (alternative 1) b.C ratio kurang dari satu.4 14% 2.790.410) 1.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 1. sedangkan hasil analisisnya adalah sebagai berikut : a. Penurunan penerimaan dan kenaikan biaya operasional sekaligus (alternative 3) Analisa sensitivitas berdasarkan ketiga alternative tersebut dapat dipelajari pada lampiran 15. Perubahan yang mungkin terjadi adalah : a. 61 . ternyata proyek ini menjadi tidak layak jika terjadi penurunan pendapatan mencapai 7%.

4 14% 2.ASPEK KEUANGAN b. Hasil analisa sensitivitas alternative 2 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.4 14% 2.5 tahun No Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14. dimana NPV negative.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.6 tahun Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operaional 4% (58.627) 1.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 2. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun.954 1. c. IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio sama dengan satu. Hasil analisa sensitivitas alternative 3 : Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% 16.873) 1.5% IRR % PBP (semester) 1 2 3 4 62 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .5 tahun Kenaikan Biaya Operaional 10% (968.5% IRR % PBP (semester) Kenaikan Biaya Operasional 9% 5.5 16% 2.5 18% 2.859.782.079 1. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 10%.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.

IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio lebih kecil dari satu. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 4% dan penerimaan proyek turun sampai 4%. dimana NPV negative.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dalam analisa sensitivitas alternative 3. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun. 63 .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

yaitu : a. pemerataan pendapatan masyarakat. Lulus Seleksi masuk/diterima di perguruan tinggi favorit (untuk siswa SMA). SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6.BAB VI ASPEK EKONOMI. Analisis aspek sosial ekonomi usaha Bimbel bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh penyelenggaraan usaha tersebut terhadap keadaan sosial dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan seperti penciptaan kesempatan meraih pendidikan yang lebih baik dan berkualitas. namun berbeda dengan barang dan jasa yang dihasilkan oleh industri. 65 . perdagangan dan pengangkutan. dan manfaat sosial lainnya. Peningkatan kualitas pendidikan siswa tercermin dari target program bimbingan belajar yang ditetapkan oleh Bimbel. Aspek Ekonomi dan Sosial Disamping tujuan peningkatan barang dan jasa untuk konsumsi pendirian suatu proyek dapat mempunyai tujuan-tujuan sosial ekonomi yang bersifat khusus. penciptaan kesempatan kerja. Penyelenggaraan usaha Bimbel bertujuan meningkatkan taraf pendidikan siswa pada khususnya dan pendidikan masyarakat pada umumnya.1. Adanya penyelenggaraan usaha Bimbel jelas membuka peluang yang besar bagi siswa sekolah umum untuk memperbaiki kualitas pendidikannya agar dapat meraih prestasi yang lebih baik di kelas. Peningkatan prestasi akademis di sekolah d. pelatihan atau kursus tidak diperdagangkan sehingga tidak dapat diberi nilai yang pasti untuk dapat digunakan sebagai titik tolak dalam menilai manfaat (benefit) sosialnya. Sukses ujian semester c. sebagian besar hasil pendidikan. pertanian. Sukses di Ujian Akhir Nasional (UAN) dan bisa melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi e. Sukses ulangan harian di kelas b.

Lembaga Pendidikan Keterampilan. BP2NFI. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan (Dit. Pertambahan penghasilan mencerminkan sifat dinamis dari pendidikan/pelatihan terhadap pertumbuhan ekonomi. SMK) dan lembaga pendidikan nonformal (LKP. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Selain memberikan dampak yang positif. SKB. Kursus Wirausaha Pedesaan (KWD). PKBM. Dana bantuan pemerintah sekarang ini hanya diberikan kepada sekolah-sekolah umum. Yayasan Penyelenggaraan Pendidikan Keterampilan. semakin besar kelebihan produktivitasnya dibandingkan dengan orang yang pendidikannya lebih rendah. 1976) terbukti bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan semakin tinggi pula penghasilannya. Sementara itu lembaga Bimbel tidak menyediakan bea siswa atau subsidi karena lembaga ini murni didirikan atas biaya pribadi (swasta) dengan tujuan mendapatkan keuntungan atas investasinya. Lembaga Bimbel juga belum mendapat bantuan dana dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Binsuskel) memberikan dukungan berupa dana bantuan penyelenggaraan program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) kepada peserta didik melalui lembaga (blockgrant). Para siswa yang orang tuanya tergolong tidak mampu atau berpendapatan rendah mungkin sulit memanfaatkan peluang tersebut. P2PNFI dan lembaga-lembaga sejenis lainnya. Politeknik. Ternyata. Berdasarkan hasil Survey Penduduk Antar Sensus yang diselenggarakan oleh Biro Pusat Statistik (BPS. Balai latihan Kerja. usaha Bimbel dapat juga memberikan dampak sosial yang negatif karena menimbulkan kesenjangan pendidikan diantara para siswa. Jenis program PKH adalah Kursus Para Profesi (KPP). pendidikan/pelatihan meningkatkan kemampuan mereka yang mengikutinya untuk memanfaatkan kesempatan yang tersedia dalam perekonomian. Program kursus tersebut dilaksanakan oleh lembaga pendidikan formal (Perguruan Tinggi. Penyelenggaraan usaha Bimbel membuka kesempatan kerja baru bagi tenaga-tenaga ahli pendidikan dan mahasiswa-mahasiswi perguruan tinggi khususnya pada tingkat terakhir yang ada disekitar Bimbel untuk menjadi tutor 66 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .ASPEK EKONOMI. Jadi semakin berpengalaman seseorang yang terdidik. Kursus Wirausaha Perkotaan (KWP). sedangkan untuk LKP.

Ratarata setiap Bimbel memerlukan 6 – 10 ruang kelas atau sekitar 120 m2 s.2. Dampak Lingkungan Dalam proses pelaksanaan kegiatan Bimbel relative tidak terdapat limbah yang dapat mengganggu lingkungan sekitarnya. Sebaliknya dengan adanya lembaga Bimbel terutama yang memilih lokasi di ruko-ruko memberikan dampak positif seperti penyewaan ruko dan bertambahnya omset perdagangan di pertokoan sekitarnya. buku-buku. seperti polusi suara (bising).Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dalam program bimbingan.000 s/d Rp. soal-soal). Pendapatan tambahan yang dapat diperoleh seorang tutor setiap sesi pembelajaran antara Rp. 67 . industri makanan dan minuman. Dampak positif lain dari keberadaan lembaga Bimbel adalah meningkatnya peluang penyewaan gedung atau ruko sebagai tempat penyelenggaraan. industri barang-barang dari kayu dll.35. 200 m2. 6. Berdasarkan statistik lembaga Bimbel yang sudah memiliki NILEK seluruh Indonesia berjumlah 1135 lembaga. sedangkan setiap mata ajaran memerlukan 2 sesi. polusi udara dan pencemaran lingkungan.25. Lembaga Bimbel mempekerjaan tenaga kerja 30 s/d 42 orang dan dari jumlah tersebut tenaga tutor merupakan tenaga terbesar yaitu antara 20 – 38 orang tergantung dari besar kecilnya kapasitas siswa setiap Bimbel. Menurut Dinas Pendidikan di daerah survey. Disamping itu usaha bimbingan belajar meningkatkan kegiatan bisnis yang berhubungan dengan industry percetakan (kertas. diantaranya 164 ada di Jabodetabek (lihat tabel 1 dan tabel 2).d.000. industri alat tulis. Sehingga dari perkiraan jumlah tersebut dapat dibayangkan besarnya jumlah tenaga kerja yang terserap oleh lembaga Bimbel dan tambahan pendapatan yang diperoleh para tenaga kerja tersebut. dibandingkan dengan statistik lembaga Bimbel tersebut masih lebih banyak junlah lembaga Bimbel yang belum memiliki NILEK atau sudah memiliki izin tapi belum memiliki NILEK dan belum memiliki izin dan NILEK.

68 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Gangguan yang mungkin terjadi adalah polusi suara (bising) oleh kendaraan bermotor milik siswa peserta bimbingan belajar. jika lembaga Bimbel didirikan di lingkungan pemukiman penduduk.ASPEK EKONOMI. Menurut pengalaman lembaga Bimbel sangat sulit memperoleh izin gangguan yang disetujui masyarakat sekitar. Untuk itu maka lembaga Bimbel tersebut perlu memiliki surat izin gangguan dari Pemerintah Daerah yang diketahui atau disetujui oleh masyarakat disekitar lembaga tersebut. Oleh karena itu pendirian lembaga Bimbel sebaiknya tidak dilokasi sekitar pemukiman penduduk atau lebih baik memilh lokasi di ruko-ruko atau mall.

b. Pendapatan Masyarakat Setiap tahun tingkat pendapatan masyarakat semakin meningkat sehingga dapat meningkatkan daya belinya. Jasa bimbingan belajar akan semakin dibutuhkan mengingat kemampuan guru yang terbatas. Anggaran Pendidikan Dalam hubungannya dengan pengembangan lembaga Bimbel. pemerintah tidak mampu membantu atau memberikan subsidi pendirian lembaga ini. sehingga terbuka peluang yang lebih besar untuk mengembangkan lembaga bimbingan belajar.1. Tingkat kesadaran dan kepedulian orang tua murid terhadap pentingnya pendidikan anak-anaknya mendorong setiap orang untuk memasukkan anaknya mengikuti bimbingan belajar.BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7. karena masih banyak sekolah-sekolah formal yang harus dibiayai oleh pemerintah.1. kurangnya fasilitas belajar yang memadai.2. yaitu : a. Faktor-faktor Kritis Eksternal 7.1. Karena itu masyarakat berpendapatan menengah keatas akan mampu membiayai anak-anaknya mengikuti bimbingan belajar. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan. 7. 69 .1. Bersamaan dengan itu ada beberapa faktor lain ikut mendorong berkembangnya lembaga Bimbel.

Dengan muatan waktu tersebut membuat para siswa dan orang tua siswa merasa tidak perlu lagi ikut bimbingan belajar (Ahmad Kultur Hia dan Miryati Safitri).1. dan bersedia diaudit oleh pemerintah. Lembaga Bimbel tersebut belum memiliki izin operasional maupun NILEK.net. 7. Salah satunya adalah kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan waktu belajar bagi siswa pendidikan formal yang semula hanya sampai jam 12 siang menjadi sampai jam 3 atau 4 sore memberikan dampak yang sangat signifikan bagi dunia lembaga Bimbel. Dalam hubungannya dengan itu Kemendiknas RI melalui Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. akuntabel. sehingga ada peluang bagi perbankan dan franchisor untuk membantu membiayainya.3. Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan mengadakan penertiban lembaga Bimbel diseluruh Indonesia. 70 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .1. Peraturan Pemerintah Mulai tahun 2009. diantaranya harus transparan. terutama untuk kredit investasi bangunan dan modal kerja untuk sarana pendidikannya. lembaga Bimbel lama dan pendirian lembaga Bimbel baru diwajibkan memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online.4.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Oleh karena itu swasta atau perorangan akan lebih banyak berperan dalam menyelenggaraakan bimbingan belajar. Nilek online dapat di cek di www. Penertiban ini disebabkan banyak lembaga Bimbel yang terlibat manipuasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi UN dan SMPTN. 7. Bimbel yang memiliki NILEK berlaku ketentuan hukum yang tercantum pada undang-undang Sisdiknas. Kebijakan Pemerintah Perubahan kebijakan pemerintah yang menyangkut pendidikan nasional berdampak bagi kondisi usaha jasa pendidikan.infokursus.

sementara siswa yang bukan tergolong orang mampu akan kalah bersaing dalam meraih pendidikan yang lebih tinggi. karena keprihatinannya melihat betapa mahalnya biaya pendidikan sekarang. 71 . matematika dan biologi untuk strata sekolah SMP 8. Bimbel online yang didirikan oleh mahasiswa semester IV. Beban kehidupan ekonomi yang semakin berat dirasakan keluarga-keluarga Indonesia saat ini bakal bertambah berat jika harus menambah biaya bimbingan belajar bagi anaknya. Dalam beberapa tahun terakhir telah muncul Bimbel Online yang diprakarsai oleh : a. Hal ini berarti hanya siswa-siswa yang berasal dari keluarga orang mampu yang dapat mengikuti bimbingan belajar. Fisika. Mata ajaran yang di sediakan adalah Kimia. Dengan adanya bimbel online akan memberi kesempatan kepada siswa kurang mampu untuk mendapat bimbingan belajar lebih baik. SMA IPA 11. Oleh karena itu siswa peserta harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diperolehnya. Pustekom Kemendiknas dalam rangka proses Program Belajar Jarak Jauh (PBJJ) b.5. dan SMA IPS 11. Kesenjangan meraih pendidikan Lembaga bimbingan belajar didirikan oleh swasta atau perorangan yang sudah tentu bertujuan untuk mendapat keuntungan dan pengembalian atas modal yang sudah ditanamnya. 12. Keadaan ini akan menimbulkan kesenjangan dalam memperoleh pendidikan yang lebih tinggi sehingga berdampak pada kesempatan memperoleh pekerjaaan yang lebih baik. Bimbel online tersebut dapat diakses gratis oleh siapa saja yang ingin mendapat bimbingan belajar. disamping itu keberadaan bimbel online akan bersaing dengan lembaga-lembaga Bimbel yang ada.1. 12.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. 9. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

7. sementara lembaga Bimbel yang kurang tanggap akan rugi dan akhirnya tutup. perbaikan sarana transportasi. Dalam menghadapi persaingan ini pengelola dan manejemen perlu melakukan penelitian terhadap lembaga Bimbel lainnya dan mencari atau meng update secara berkala program-program pembelajaran. perusahaan jasa konstruksi dan bangunan. semuanya itu merupakan faktor penunjang yang sangat membantu berkembangnya lembaga Bimbel. Hal ini telah mendorong semakin tumbuh dan berkembang lembaga-lembaga Bimbel terutama di kota-kota besar. pembangunan pusat-pusat kegiatan perdagangan seperti mall dan ruko. 72 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .1.6.7. yang dialami siswa disekolah-sekolah umum dan peraturan pemerintah tentang UN dan SMPTN serta masalah-masalah pendidikan lainnya menyebabkan banyak siswa yang mencari alternatif lain mengikuti bimbingan belajar. Dalam menghadapi persaingan lembaga Bimbel melakukan berbagai usaha dan cara untuk menarik siswa menjadi peserta bimbingannya. sehingga timbul persaingan diantara lembaga Bimbel tersebut. Oleh karena itu lembaga Bimbel yang faham dan pandai mempelajari kebutuhan pendidikan siswa akan dapat bertahan dan diminati oleh banyak peserta. industri alat-alat perkantoran. sehingga hampir semua bimbingan belajar sebenarnya menawarkan produk yang sama hanya berbeda dalam nama produk. perdagangan barang-barang elektronik dan listrik.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7. Kaitan dengan usaha lain Jika ada usaha-usaha lain yang berkembang dengan pesat seperti industri percetakan. Usaha atau produk yang dibuat dan caracara penawaran oleh Bimbel pada umumnya mudah ditiru. Persaingan Berbagai ketidak puasan terhadap kondisi pembelajaran. industri furniture. berkembangnya sekolahsekolah umum. cepat dan tepat. sarana dan prasarana pembelajaran serta cara-cara penyelesaian soal-soal latihan yang mudah. usaha computer dan website designer.1.

sehingga akan mempengaruhi kemampuan dan waktu pembayaran kredit. c. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus memilih lokasi yang strategis dan biasanya harganya sangat mahal. b.1. karena masalahnya adalah : a. namun pembiayaan harus didahului dengan penelitian dan analisis yang teliti.2.1. Dalam hubungan ini perbankan dapat berperan sebagai lembaga penyedia dana.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. akan semakin besar pula dana yang diperlukan untuk investasi dan modal kerja. Pembiayaan oleh Perbankan Dengan semakin berkembangnya usaha jasa bimbingan belajar. sehingga harus melalui pemilik atau pengelola. Oleh karena 73 . apabila lembaga Bimbel dimiliki oleh beberapa orang atau kongsi. Pemilihan lokasi lembaga Bimbel Pada umumnya kendala utama yang dapat menghambat dari aspek teknis penyelenggaraan lembaga Bimbel adalah mahalnya biaya investasi untuk pembelian tanah dan pembangunan gedung.2. Pada umumnya Lembaga Bimbel tidak memiliki gedung sendiri yang dapat dijadikan agunan tambahan.8. tetapi menyewa. sehingga pengembalian modal cukup lama atau proyek tidak layak. Pendapatan lembaga Bimbel adalah biaya pendaftaran dan biaya bimbingan. Faktor-faktor Kritis Internal 7. Hal ini perlu dinegosiasikan untuk mendapatkan kesepakatan pinjaman. karena pendirian lembaga Bimbel merupakan usaha swasta murni tanpa bantuan atau subsidi dari pemerintah. sehingga pengelola atau pemilik bimbel harus menyediakan agunan tambahan berupa tanah atau rumah milik. 7. Lembaga Bimbel yang berbentuk yayasan sulit dijadikan nasabah peminjam. Penerimaan pendapatan tersebut berlangsung pada waktu tertentu.

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

itu menurut responden lembaga Bimbel yang diwawancara, faktor kritis usaha Bimbel adalah lokasi tempat penyelenggaraannya, yaitu harus dipilih pada suatu tempat yang startegis, yaitu lokasi yang dipilih harus berdasarkan pertimbangan : a. Terletak dipinggir jalan raya dan transportasi yang mudah dicapai dan relatif murah. b. Kedekatan dengan kompleks pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas, karena mereka mampu membiayai anaknya mengikuti bimbingan belajar. c. Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi yang ramai seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi untuk membeli tanah dan membangun gedung. Disamping itu dilokasi tersebut telah tersedia cukup fasilitas listrik, air, komunikasi, peralatan lain yang dibutuhkan dan fasilitas konsusmsi serta keamanan. d. Pemilihan lokasi usaha juga mempertimbangkan adanya supply tenaga guru atau tutor. e. LLokasi dekat dan mudah dicapai dari atau ke sekolah-sekolah umum SD, SMP dan SMA sebagai sumber calon siswa. 7.2.2. Standar Minimal yang diperlukan untuk mendirikan lembaga Bimbel Dasar pendirian lembaga Bimbel adalah UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. Untuk mendirikan suatu lembaga Bimbel diperlukan suatu syarat minimal sesuai dengan UU Sisdiknas tersebut, sebagai berikut : a. Isi pendidikan meliputi struktur kurikulum yang berbasis kompetensi dan berorientasi pada keunggulan local dan bahan ajar berupa buku atau modul ajar.

74

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

b.

c.

d. e. f.

Pendidik dan tenaga Kependidikan1) meliputi jumlah, kualifikasi dan kompetensi masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan yang sesuai dengan bidangnya. Sarana dan prasarana meliputi ketersediaan ruang kantor, ruang belajar teori, ruang praktek, sarana belajar mengajar,dan media pembelajaran dengan ukuran, jenis dan jumlah yang sesuai. Pembiayaan meliputi biaya operasional dan biaya personal untuk mendukung terselenggaranya program pendidikan. Manajemen yang meliputi struktur organisasi lembaga dan diskripsi tugas yang jelas guna memudahkan jalannya kegiatan pendidikan. Proses pendidikan meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

7.2.3. Kualitas Pengelola dan Manajemennya. Pengelola dan manajer Bimbel berperan penting dalam mendesain, mengkoordinasikan, mengatur dan mengimplementasikan serta menetapkan kebijakan-kebijakan penyelenggaran kegiatan bimbingan belajar. Kualitas pengelola dan manejemennya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan lembaga Bmbel dan dapat menjadi faktor penilaian siswa atau orang tua yang ingin memilih lembaga Bimbel. Syarat dan kualifikasi pengelola dan manejemen lembaga Bimbel yang baik dapat dinilai antara lain dari : a. b. c.
1

Tingkat pengetahuan dan keahlian di bidang pendidikan yang memadai Memiliki kemampuan manejerial dan jiwa enterpreneur Telah berpengalaman cukup dalam pengelolaan lembaga pendidikan.

Pendidik adalah tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian (PT). Pendidik terdiri dari pengajar, pembimbing, pelatih/ instruktur dan penguji. Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan.Tenaga kependidikan terdiri dari pengelola atau penyelenggara, teknisi, tenaga administrasi, pustakawan dan laboran.

75

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

d.

e.

f.

g.

Lembaga Bimbel yang dikelola telah memiliki cabang yang cukup banyak diberbagai tempat, segment pasar sangat luas dengan sistem waralaba dari pewaralaba yang memiliki goodwill, track record dan sistem yang baik. Lembaga Bimbel yang dikelola memiliki prestasi yang tinggi yang tercermin dari target program yang ditetapkan manejemen Bimbel, seperti : sukses dalam ulangan harian, sukses ujian semester, peningkatan prestasi akademik, diterima di SMP/SMA favorit, sukses UN dan SMPTN. Memiliki sarana belajar yang lengkap terdiri dari modul/panduan belajar yang sesuai dengan GBPP Kemendiknas, Paket pengayaan yang komprehensif, suplemen dan evaluasi belajar yang terkontrol. Tenaga pengajar yang direkrut berasal dari lulusan universitas yang terkenal yang menguasai mata pelajaran yang diajarkan dan memilki jiwa pendidik serta telah mendapat pelatihan mengajar (awal maupun periodik)

7.2.4. Kemitraan Kemitraan atau kerjasama dalam penyelenggaraan bimbingan belajar adalah suatu program kegiatan penting yang harus dilakukan oleh lembaga Bimbel. Suatu lembaga Bimbel yang ingin maju lebih cepat, memiliki kekuatan atau keunggulan dalam program pembelajaran, keberadaannya diakui oleh pihak lain terutama calon-calon siswa dan orang tuanya, memerlukan kerjasama atau bermitra dengan pihak-pihak lain. Sudah tentu kemitraan yang harus dibina adalah dengan lembaga-lembaga atau pihak yang berhubungan erat dengan program kegiatan Bimbel. Berikut adalah lembaga-lembaga mitra penting yang harus dapat dijalin oleh lembaga Bimbel sejak awal dimulainya kegiatan lembaga Bimbel : a. Lembaga Bimbel waralaba, yang sudah memiliki program kegiatan bimbingan belajar yang terkenal, program pembelajarannya teruji, memiliki banyak cabang yang berhasil, dikelola oleh pemilik dan manejemen yang berpengalaman di bimbel dan diakui efektifitas pembinaannya dan

76

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

sehingga program pemasaran harus dirancang dan dilaksanakan secara tepat dan cermat serta berkelanjutan. 7. Sekolah-sekolah umum SD. c. d. organisasi-organisasi masyarakat. Lembaga-lembaga bisnis. BUMN dan perbankan yang dapat menjadi mitra dalam hubungannya dengan kegiatan pemasaran dan try out kegiatan Bimbel. pembinaan. baik yang ada dalam wilayah kerja Bimbel maupun dalam skala nasional. sebagai mitra dalam penyediaan calon siswa bimbingan. penghematan baya pemasaran dan menjalin kepercayaan orangtua terhadap eksistensi lembaga Bimbel.2.5. b. yayasan kependidikan dan perorangan. Hal ini menyebabkan tingkat persaingan memperebutkan calon siswa antar lembaga Bimbel sangat kompetitif. misalnya dengan PT yang dapat menyediakan tenaga-tenaga pengajar. Direktorat Pembinaan Kursus dan pelatihan Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas RI. Disamping lembaga-lembaga penting tersebut lembaga Bimbel juga dapat menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga lain secara vertikal dan horizontal untuk lebih meningkatkan kemajuan lembaga Bimbel. Kemitraan ini akan menghemat biaya pemasaran dan penyelenggaraan try out. e. SMP dan SMA dalam jangkauan wilayah kerja Bimbel. Pemasaran Target pemasaran produk lembaga Bimbel ditujukan pada sasaran tunggal yang terbatas yaitu calon siswa peserta yang berasal dari sekolah umum SD. 77 . Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam wilayah kerja lembaga Bimbel dalam hubungannya dengan perizinan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pengawasan kepada lembaga Bimbel penerima waralaba serta memiliki dana yang cukup untuk menunjang kegiatan investasi dan operasional pada awal kegiatan lembaga Bimbel. SMP dan SMA. pengendalian dan pengawasan kegiatan lembaga Bimbel. lembaga-lembaga profesi.

Kegiatan pemasaran yang penting dan efektif menjaring calon siswa untuk dilakukan sebaiknya adalah : a. waktu dan jadwal pelaksanaan pembelajaran. Try out dilaksanakan dengan melibatkan siswa peserta bimbingan dan siswa dari sekolah-sekolah mitra lembaga Bimbel. b. b. target program. modul dan soal-soal latihan serta tutor dan layanannya. c. Dengan cara seperti itu maka lembaga Bimbinan belajar akan segera dikenal dan diterima oleh masyarakat. layanan phisikologi. Program pendidikan : strata sekolah dan kelas. misi dan keunggulan yang ditonjolkan serta layanannya pendampingan. fasilitas belajar. tingkat kejenuhan atau kebosanan siswa dan harga produk yang ditawarkan. Visi. BUMN dan perbankan.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Rancangan pemasaran harus bertolak pada tingkat persaingan dalam program kegiatan. d. Dalam open house lembaga Bimbel menyampaikan penjelasan mengenai halhal yang berhubungan dengan pendidikan sekolah dan peluang untuk meningkatkan prestasi akademik siswa serta peninjauan fasilitas sarana dan prasarana belajar yang tersedia di lembaga Bimbel. Isi rancangan mencakup inti kegiatan program pembelajaran seperti berikut : a. Fasilitas prasarana dan sarana pembelajaran : kondisi ruang kelas. Kegiatan promosi melalui open house yang diadakan di gedung lembaga Bimbel dengan mengundang calon siswa dan orang tuanya. konsultasi. metoda belajar dan peralatan yang digunakan. Biaya atau taris bimbingan yang terdiri dari uang pendaftaran dan jasa bimbingan : besarnya (Rp) dan cara pembayaran yang kompetitif dengan bimbel lainnya. tanpa dipungut bayaran. 78 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Try out yang dilaksanakan secara regular menjelang UN dan SMPT. materi belajar yang diberikan. Untuk menghemat biaya pelaksanakan lembaga Bimbel bermitra dengan sekolahsekolah tersebut dan lembaga-lembaga bisnis.

perumahan penduduk atau ditempel di tempattempat strategis. Lembaga Bimbel mempersiapkan CV lengkap dan terinci mengenai kemampuan tutornya untuk disajikan kepada calon siswa dan orang tuanya. spanduk dan poster yang dapat dibagikan kesekolah-sekolah. karena siswa harus bolak balik dari rumah ketempat bimbel. 79 . Faktor Kritis Bagi Siswa Yang Akan Memilih Lembaga Bimbel Faktor-faktor kritis yang akan disampaikan dibawah ini diambil dan diolah dari tanggapan atau respon sejumlah masyarakat dan siswa peserta bimbel yang disampaikan melalui internet.3. adalah : a. c. ketika akan mendaftarkan diri menjadi peserta dan dalam open house. Kegiatan pemasaran lainnya yang juga dapat dilaksanakan adalah pembuatan dan penyebaran leaflet. c. Tanggapan ini sekaligus juga mencerminkan faktor kritis yang harus diperhatikan apabila kita ingin mendirikan sebuah lembaga Bimbel. Faktor-faktor kritis tersebut antara lain. Kualitas pengajar atau tutor. tentang bagaimana memilih lembaga Bimbel yang baik. brosur. Lembaga Bimbel yang baik mempunyai buku atau modul belajar standar tertentu lengkap dengan buku referensi dan patokan tertentu pula.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Kegiatan promosi melalui layanan internet. Untuk keperluan itu perlu dirancang website yang canggih oleh seorang web designer. 7. bukan menjiplak materi pembelajaran bimbel lainnya. Sebaiknya pengajar lulusan PT. dengan kualifikasi sesuai bidang yang diajarkan. b. Promosi melalui internet sangat efekif jika dalam fasilitas internet lembaga Bimbel membuka dialog yang secara rutin memberikan respon segera atas tanggapan calon siswa. Lokasi bimbel sebaiknya dekat dengan tempat tinggal siswa untuk mencegah kejenuhan dan kebosanan. Kualitas materi-materi pembelajaran.

Rencana pembelajarannya dan jadwal pertemuan disusun secara terinci dan realistis sesuai dengan silabus pengajarannya dan dilaksanakan sampai selesai tepat waktu. sederhana. singkat dan mudah dimengerti oleh siswa. karena perencanaannya tidak realitis dan tidak tepat. Seringkali dijumpai materi pembelajaran belum semuanya dibahas padahal UN dan SMPT telah tiba. Ada baiknya memilih Bimbel yang dekat dengan kantor pusat atau Bimbel kantor pusatnya. Artinya lembaga Bimbel harus realistis menetapkan tarif bimbingan belajar termasuk uang pendaftarannya. musholah. g. seperti ruangan ber – AC. 80 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . berarti kantor pusat perlu mengadakan monitoring dan pengawasan yang intensif secara berkala untuk menjaga reputasi kantor pusat dan kantor-kantor cabangnya. Lembaga Bimbel yang baik adalah yang sudah mempunyai reputasi nasional. SMPT). Metoda pembelajaran seharusnya dibuat secara kreatif. pemeriksaan hasil try out dengan komputer (UN. penyajian materi belajar dengan OHP. serta cepat pengerjaannya (soal-soal). Metoda pengajaran dan fasilitas pembelajaran merupakan faktor penting. e. ruang konsultasi. tepat jumlah (sessinya) dan tepat sasaran (materi pembelajaran) atau 3 T. Untuk itu lembaga Bimbel harus mempersiapkan data antar waktu yang meliputi jumlah alumni yang diterima di PTN untuk disampaikan kepada calon siswa dan orang tuanya. f. Seringkali kantor cabang lembaga Bimbel lebih mengutamakan keuntungan bisnis sehingga menomorduakan kualitas khususnya dalam memilih pengajar yang tidak berpengalaman dan murah pembayarannya. Fasilitas yang diterimakan kepada peserta harus sesuai dengan yang ada di brosur. yang dapat dipelajari dari jumlah alumni yang diterima di PTN. tersedia ruang diskusi. Hal ini menunjukan kualitas pembelajaran dan standar pengajar di kantor pusat berbeda dengan kantor cabang.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL d. h. ketika mereka datang mendaftar atau mencantumkannya dalam website. Bimbel yang dipilih disesuaikan dengan kemampuan keuangan orang tua siswa. kantin dsb.

Jangan menyia-nyiakan ratusan ribu hingga jutaan rupiah uang orang tua kalau hanya untuk ber-bengong ria atau ngerumpi sesama siswa di bimbel. kurang dapat mengikuti pelajaran guru di sekolah atau kondisi lingkungan rumahnya tidak kondusif untuk belajar dan (yang terpenting) orang tuanya memiliki cukup dana-biaya. Tetapi dengan catatan. siswa tetap pro aktif selama ikut bimbel. selain rajin mencatat penjelasan tentor dan menyimak buku-buku panduannya. Guru SMAN 21 Bandung) Bagi siswa yang sulit belajar mandiri. Siswa. i. jka sekiranya ada materi pelajaran atau soal yang tidak dimengertinya. juga harus aktif bertanya baik selama proses belajar berlangsung maupun di luar waktu itu. Uraian dibawah ini adalah pendapat seorang guru mengenai : Apakah seorang siswa perlu atau tidak mengikuti bimbingan belajar ? (Arief Achmad. 81 . maka ikut bimbingan belajar sangat direkomendasikan. Cuma menjadi penonton para pengajar bimbel atau tentor yang sibuk mengutak atik rumus singkat penyelesaian soal. Bahkan tarif bimbingan yang mahal menunjukan manejemen lembaga yang tidak baik. jangan pasif. terlalu boros dan tidak efisien dalam alokasi biaya operasional kegiatan bimbel.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tidak ada hubungan yang signifikan antara tarif bimbingan yang mahal dengan kualitas pembelajaran suatu lembaga Bimbel.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Di antara kedua pola pembiayaan tersebut pendirian lembaga Bimbel yang banyak dilakukan adalah melalui pola pembiayaan sistem waralaba. Pola pembiayaan melalui perbankan untuk bisnis waralaba mulai dikembangkan oleh sejumlah bank seperti terlihat dari pembuatan dan penawaran pola pembiayaan khusus sistem kredit waralaba perbankan. 3. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. lembaga Bimbel dengan sistem waralaba lebih unggul karena semua program pembelajaran. Ditinjau dari aspek teknis. kurikulum. 83 . yaitu : • Dari segi transportasi. terdapat lima critical point pendirian lembaga Bimbel.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN 8. 4. Dengan demikian keberadaan lembaga Bimbel telah diakui oleh Pemerintah dan oleh karena itu lembaga Bimbel wajib memperoleh izin dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah. termasuk penyediaan biaya investasi dan pelatihan bagi tutor. metoda pembelajaran dan materi belajar (modul) sudah teruji dan disediakan oleh franchisornya. Kesimpulan 1. Lembaga Bimbel termasuk salah satu dari berbagai jenis Lembaga Kursus dan Pelatihan yang digolongkan sebagai pendidikan luar sekolah atau non formal. 5. 2. Pola pembiayaan untuk investasi pendirian lembaga Bimbel dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pembiayaan melalui sistem waralaba dan pembiayaan melalui kredit perbankan. lokasi bimbel harus mudah dicapai dengan ongkos yang murah • Berdekatan dengan pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini.1.

pay back period 2.587.8 tahun. usaha jasa lembaga Bimbel layak dilaksanakan.433. Berarti BEP biaya per siswa adalah Rp.195/E/ KK/2009 tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK).306. 6. Analisa rugi laba menunjukan usaha lembaga Bimbel pada saat target siswa sudah tercapai (pada tahun ke-3 proyek) memberikan profit margin sebesar 26.262. BEP tersebut dapat menjadi acuan bagi manejemen lembaga Bimbel untuk menentukan tarif bimbingan yang lebih rendah. mulai tahun 2009 semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru. • Terdapat supply tenaga tentor yang cukup. Net B/C ratio 1. 8.8 dan IRR 27%. disamping memiliki izin operasional wajib memiliki NILEK. 10. Pendapatan turun sampai 7% b.8 %. karena pada tingkat discount factor 14. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Non Formal dan Informal No. 9. proyek lembaga Bimbel ini menjadi tidak layak apabila : a.KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN • Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi/bisnis seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi pembelian tanah dan pembangunan gedung • Lokasi bimbel dekat dengan sekolah-sekolah umum.176.308. Berdasarkan analisa sensitivitas. 7. NPV mencapai Rp. sehingga dapat bersaing dengan lembaga saingannya. Secara bersamaan pendapatan turun sampai 4% dan biaya operasional naik sampai 4% 84 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Berdasarkan analisis aspek keuangan.187. 67. Biaya operasional meningkat sampai 10% c.5%. Analisa BEP menunjukan BEP siswa adalah 140 orang dan BEP biaya total dan pendapatan total mencapai Rp.2.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 8. 4. Lembaga Bimbel yang sudah lama beroperasi maupun yang baru atau yang akan didirikan seharusnya mengajukan izin operasional dari pemerintah kabupaten/kota untuk mendapatkan izin operasional dan NILEK. 5. Secara finansial usaha jasa bimbingan belajar layak dilaksanakan dan layak pula dibiayai oleh perbankan. 85 .2. Untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan bimbingan belajar dan meningkatkan profesionalisme para guru/tutor maka lembaga Bimbel perlu di akreditasi. meskipun demikian bank perlu melakukan analisis kredit yang lebih komprehensif dengan penuh kehati-hatian. karena dengan demikian secara teknis dapat lebih menjamin mutu pelayanan bimbingan kepada siswa dan sistem pengawasan dapat dilakukan secara efektif baik oleh pemerintah maupun masyarakat konsumennya serta sesuai dengan GBPP yang ditetapkan Kemendiknas. Dengan melihat prospek pengembangan lembaga Bimbel sebagai suatu lembaga pendidikan non formal yang sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kecerdasan bangsa maka pemerintah dan pelaku bisnis bimbingan belajar perlu meningkatkan mutu pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa Lembaga Bimbel yang akan didirikan sebaiknya menggunakan sistem waralaba. Disarankan bank membiayai lembaga Bimbel dengan sistem waralaba. 2. Saran-saran 1. 3.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. 2007 Studi Kelayakan Bisnis. 2007 Mengajar dengan Sukses. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Tim Penelitian Dan Pengembangan Biro Kredit Bank Indonesia. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. 2006 Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. 2001 Sulistyowati. D Kultur Hia. edisi kedua.DAFTAR PUSTAKA Bank Indonesia Dimyati & Mudjiono Ditjen Pendidikan Nonformal & Informal Direktorat Lembaga Kursus Provinsi Jawa barat Gray. Evi Umar. Modul Training Profil Bisnis Jasa Pendidikan. cetakan ketiga. Pengantar Evaluasi Proyek. 2003 Belajar dan Pembelajaran. 1976. Clive dkk Hartanto. 2008 Modul Training Profil Bisnis Waralaba (Franchise). edisi kedua. Ahmad & Miryati Safitri Rooijakkers. Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. AD Budidaya Pembesaran Ikan Patin. Husein 87 . 2010 Data Lembaga Kursus per kabupaten/kota Provinsi Jawa barat. 2002 Akuntansi Untuk Usahawan. Petunjuk untuk Merencanakan dan Menyampaikan Pengajaran.

org http://re-searchengines.com http://suarapembaca.co.org http://www.gaulislam.multiply.com http://www.wordpress.ppsgms.primagama.net http://www.com http://edukasi.bimbelgsc.DAFTAR WEB SITE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 http://www.banksaudara.com http://aisyahraifa.infokursus.Teknosgenius.id http://id.wordpress.com http://www.detik.com http://www.tridaya.com http://www.wikipedia.bimbelplus.org/waralaba http://snmptn.kompas.gamaui.com http://www.org Kompas.com 88 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .majalahfranshise.com http://bimbel.com http://ahmadsudrajat.com http://www.com http://www.com http://indonesiaeducate.

LAMPIRAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

........................................... Ruang Kelas dan Biaya Kursi Belajar ...........................................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Lampiran 1 Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Hal Lending Model Yang Telah Disusun ... 113 Lampiran 10a Struktur Biaya ...................................... Fasilitas..................................................................... 104 Proyeksi Jumlah Pendapatan Bimbel ..... 108 Proyeksi Biaya Investasi lembaga Bimbel ............................... 120 Proyeksi Laba Rugi .................................................. 117 Lampiran 10c Rekapitulasi Pembayaran Angsuran ........................................ 103 Biaya Pendaftaran..................................... 106 Proyeksi Jumlah Kelas............................................ Sarana dan Biaya Bimbingan ............................................. 93 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8a Lampiran 8b Lampiran 9a Lampiran 9b Rumus Dan cara Perhitungan Untuk Analisa Aspek Keuangan 97 Proyeksi Jumlah Siswa Peserta Bimbel ........................................................................................... 114 Rekap biaya operasional .......... 120 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Proyeksi Biaya dan Pendapatan ........................ 112 Proyeksi Biaya Operasional Lembaga Bimbel ........... 116 Lampiran 10b Rencana Pembayaran Pinjaman ................. 122 Data Pendapatan dan Biaya untuk Perhitungan dan Grafik BEP Bimbel ..... 105 Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu .............................. 110 Rekap jumlah biaya investasi ............ 122 91 ...............

............Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran 17 Lampiran 18 Lampiran 19 Proyeksi Arus Kas dan Analisa Kelayakan ........ 127 Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% .............. 125 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% ............................. 128 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3%.. 130 Lampiran 21 Lampiran 22 Sensitifitas Analysis ................. 129 Lampiran 20 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% .......... 124 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% ........ 126 Sensitivitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% .................................................................................. 132 92 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ..... 131 Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester ............................

Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Lending Model Yang Telah Disusun Sektor PERTANIAN Tanaman Perkebunan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Tanaman Pangan/ Hortikultura 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kelapa Sawit Karet Kakao Kopi arabika Minyak nilam Lada Jambu mete Pisang abaca Markisa Budidaya tanaman kayu sungkai Perkebunan vanili Jagung Cabai merah Mangga Kacang tanah Kedelai Jeruk keprok/siam Bawang merah Salak Sayuran 1995/1996 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 1999 1999 2005 1997/1998 1997/1998 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 Komoditi Tahun 93 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 1.

LAMPIRAN Sektor Tanaman Pangan/ Hortikultura 10 11 12 13 14 15 Peternakan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Perikanan 1 2 3 4 5 6 7 Komoditi Budidaya ubi kayu Budidaya bunga potong Budidaya tanaman lidah buaya Budidaya tanaman jamu Usaha budidaya paprika Industri tanaman hias Sapi Perah Ayam ras pedaging Ayam ras petelur Sapi potong Pedet sapi perah Domba Ulat sutera dan produksi kokon Lebah madu Itik petelur Budidaya bekicot Penangkapan ikan laut Rumput laut Ikan kerapu Tambak udang Ikan gurame Ikan patin Udang galah Tahun 1999 1999 2001 2005 2005 2008 1995/1996 1996/1997 1996/1997 1996/1997 1998/1999 1998/1999 1999 1999 2001 2001 1997/1998 1999 1999 1995/1996 2003 2003 2003 94 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor Perikanan 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 INDUSTRI/ KERAJINAN 1 2 3 4 5 6 7 8 Komoditi Budidaya bandeng Pengasapan ikan Budidaya ikan lele Budidaya ikan nila Usaha filet ikan Usaha pemindangan ikan Penangkapan ikan dengan purse seine Budidaya rumput laut Tahun 2004 2007 2007 2007 2007 2007 2007 2007 Penangkapan ikan pelagis menggunakan 2007 alat tangkap gillnet Pengolahan ikan berbasis fish jelly product (otak-otak dan kaki naga) Abon ikan Pancing ulur dan rumpon Pengolahan ebi kering Pancing rawai Tahu & tempe Roti Logam Kayu olahan (perabot) Karajinan kayu (assesories) Mebel bahan baku rotan Konveksi pakaian jadi Industri pemintalan benang sutera alam 2007 2007 2008 2008 2008 1995/1996 1999 1995/1996 1998/1999 1999 1999 1998/1999 1999 95 .

LAMPIRAN Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Komoditi Pembuatan manisan buah pala Pembuatan serat sabut kelapa Pembuatan alat-alat rumah tangga dari besi cor Pembuatan arang tempurung kelapa Kerajinan bordir Kerajinan gerabah Kerajinan batik Pengolahan minyak daun cengkeh Pengolahan tepung tapioka Pengolahan kerupuk ikan Industri soun Industri paving blok Industri jamu tradisional Industri telur asin Industri eternit Kerajinan bambu Emping mlinjo Kerajinan bambu Sepatu Furniture kayu Gula Aren Tahun 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2004 2004 2004 2005 2005 2005 2005 2005 2005 2007 2007 2007 2007 2007 96 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

2. Jumlah angsuran = Cicilan Pokok + Bunga.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN PERDAGANGAN 30 31 32 1 2 3 4 Komoditi Industri pakaian jadi Industri kerupuk udang Emping mlinjo Gerobak dorong Pasar tradisonal Perdagangan suku cadang mobil Pengusaha bengkel mobil Tahun 2008 2008 2008 1999 1999 2008 2008 Jumlah lending model : 93 komoditi Lampiran 2 : Rumus dan Cara Perhitungan untuk Analisa Aspek Keuangan 1. 97 . Menghitung Jumlah Angsuran. Jumlah angsuran pokok tetap setiap bulannya. Periode angsuran (n) adalah sesuai dengan ketentuan bank. Angsuran kredit terdiri dari angsuran pokok ditambah dengan pembayaran bunga pada periode angsuran. Penyusutan = Nilai Investasi /Umur Ekonomis. Bunga = i% x jumlah (sisa) pinjaman. Menghitung Jumlah Penyusutan/Depresiasi dengan Metode Garis Lurus dengan Nilai Sisa 0 (nol). Cicilan pokok = Jumlah Pinjaman dibagi periode angsuran (n).

dapat dilihat dari hasil perhitungan NPV sebagai berikut: a. tidak dilihat apakah biaya tersebut dianggap merupakan modal atau dana rutin/operasional. b. NPV merupakan selisih antara present value dari benefit dan present value dari biaya. n = Umur Proyek. c. 98 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Ct = Biaya atau ongkos yang dikeluarkan dari adanya proyek pada tahun ke-t. Apabila NPV = nol.LAMPIRAN 3. Apabila NPV < 0. berarti proyek mengembalikan dananya persis sama besar dengan tingkat suku bunganya (Social Opportunity of Capital-nya). i = Tingkat suku bunga atau merupakan social opportunity cost of capital. Untuk menginterpretasikan kelayakan suatu proyek. Adapun rumus untuk menghitung NPV adalah sebagai berikut: n Bt–Ct NPV = ∑ -------------t=1 (1 + i) t Keterangan : Bt = Benefit atau manfaat (keuntungan) proyek yang diperoleh pada tahun ke-t. Menghitung Net Present Value (NPV). Apabila NPV > 0 berarti proyek layak untuk dilaksanakan secara finansial. berarti proyek tidak layak untuk dilanjutkan karena proyek tidak dapat menutupi social opportunity cost of capital yang digunakan.

IRR merupakan nilai discount rate i yang membuat NPV dari proyek sama dengan 0 (nol). b. Kelayakan suatu proyek dapat didekati dengan mempertimbangkan nilai IRR sebagai berikut: a.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. IRR dapat juga dianggap sebagai tingkat keuntungan atas investasi bersih dari suatu proyek. NPV1 = Net Present Value pertama pada DF terkecil NPV2 = Net Present Value kedua pada DF terbesar i1 = Tingkat suku bunga /discount rate pertama. i2 = Tingkat suku bunga /discount rate kedua. sepanjang setiap benefit bersih yang diperoleh secara otomatis ditanamkan kembali pada tahun berikutnya dan mendapatkan tingkat keuntungan i yang sama dan diberi bunga selama sisa umur proyek. Apabila nilai IRR sama atau lebih besar dari nilai tingkat suku bunganya maka proyek tersebut layak untuk dikerjakan. Menghitung Internal Rate of Return (IRR). 99 . Cara perhitungan IRR dapat didekati dengan rumus dibawah ini : NPV1 ________________ x ( NPV1 – NPV2 ) IRR = i1 + ( i2 – i1 ) Keterangan : IRR = Nilai Internal Rate of Return. Apabila nilai IRR lebih kecil atau kurang dari tingkat suku bunganya maka proyek tersebut dinyatakan tidak layak untuk dikerjakan.

= Nilai benefit-cost ratio. Apabila nilai Net B/C > 1. Menghitung Titik Impas (Break Even Point). Keterangan : Net BC NPV B-C Positif. sedangkan penyebut terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit itu bersifat negatif. maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan. = Net present value positif. Apabila nilai Net B/C < 1. Hasil perhitungan Net B/C dapat diterjemahkan sebagai berikut: a. BEP dapat dianalisis secara grafis atau menggunakan beberapa rumus seperti di bawah ini : 100 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . NPV B-C Negatif. Net benefit-cost ratio atau perbandingan manfaat dan biaya bersih suatu proyek adalah perbandingan sedemikian rupa sehingga pembilangnya terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit bersih itu bersifat positif. Titik impas atau titik pulang pokok atau Break Even Point (BEP) adalah suatu keadaan dimana tingkat produksi atau besarnya pendapatan sama dengan besarnya pengeluaran pada suatu proyek. maka proyek layak dilaksanakan. = Net present value negatif. Cara menghitung Net B/C dapat menggunakan rumus dibawah ini: NPV B-C Positif. Menghitung Net B/C ratio. 6. sehingga pada keadaan tersebut proyek tidak mendapatkan keuntungan dan tidak mengalami kerugian. b. ________________ Net B/C = NPV B-C Negatif.LAMPIRAN 5.

) = ---------------------------------------Total Biaya Variabel. Jadi harga produk x jumlah produk yang dihasilkan = Total Pengeluaran. Biaya Tetap. Titik Impas (Rp/kg) = ------------------------------------------------Total Produksi (kg) 101 . Titik Impas (Rp.X Total Produksi. Titik Impas (Rp. Hasil Penjualan (Rp.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Biaya Tetap.) = n x harga pokok. Titik Impas (Rp. a.) e. Total Pengeluaran = Jumlah semua biaya yang diperlukan proyek. b. 1 . Jika biaya variabel dan biaya tetap tidak dipisahkan maka pencarian titik impas dapat menggunakan prinsip total pendapatan = total pengeluaran.) Biaya Operasional + Biaya Tetap (Rp. c. Titik Impas (n) = ----------------------------------------------------------------Harga satuan – Biaya Variabel persatuan Produk. Total Pendapatan = Harga x Jumlah produk yang dihasilkan. Titik Impas (n) = ----------------------------.) f.--------------------------Hasil Penjualan. d.

8. n. 1. sesuai dengan umur proyek k=1 r tahun 0 = 0% √ = akar/SQRT = Square root 102 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . … . 2. Untuk itu DF harus diperhitungkan tersendiri dengan rumus sebagai berikut: k Rumus DF = ------------.LAMPIRAN 7. 1 ½.. Apabila nilai PBP lebih pendek dari jangka waktu proyek yang ditetapkan maka suatu proyek dinyatakan layak. namun terdapat proyek tertentu yang jangka waktunya lebih baik apabila dinyatakan dalam semester atau periode waktu lainnya kurang dari setahun. Cara menterjemahkan PBP untuk menetapkan kelayakan suatu proyek adalah sebagai berikut: a. ½. b. dimana √ (1+r)n r = suku bunga. Menghitung Discount Factor (DF) Lazimnya jangka waktu proyek dinyatakan dalam tahun. Apabila nilai PBP lebih lama dari jangka waktu proyek maka suatu proyek dinyatakan tidak layak. n = 0. Menghitung PBP (Pay Back Period atau Lama Pengembalian Modal) PBP digunakan untuk memperkirakan lama waktu yang dibutuhkan proyek untuk mengembalikan investasi dan modal kerja yang ditanam.

499 12 8 8 28 108 45 153 Total 948 551 1. Intensif Jumlah III SMA 1. Intensif-2 IPS Jumlah Jumlah Reguler Jumlah Intensif Total Jumlah siswa 5 tahun Reguler Intensif Total 5 tahun 1 1 1 3 3 4 7 Smtr 1 948 948 12 0 0 12 108 0 108 Smtr 2 948 551 1. Reguler 2.499 24 0 0 24 192 0 192 24 24 16 64 192 98 290 24 0 0 24 216 0 216 24 24 16 64 216 136 352 1 1 2 24 0 24 24 9 33 48 0 48 48 18 66 48 0 48 48 36 84 1 1 2 72 0 72 72 20 92 120 0 120 120 40 160 144 0 144 144 60 204 Modul Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 dst No I belajar Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 103 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 3 : Proyeksi Jumlah siswa Peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. Intensif Jumlah II SMP 1. Intensif-1 IPA 3. Reguler 2. Reguler 2.

250. Fasilitas.000 750. Reguler 2.000 800.300.300.000 900.000 850. Reguler 2. Sarana dan Bimbingan Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. Intensif-1 IPA 3.000 125.000 500.000 III SMA 1.LAMPIRAN Lampiran 4 : Biaya Pendaftran. Intensif-2 IPS 125.350.000 500.000 500.000 1.000 1.000 900.400.000 500.000 800.000 500.000 1.000 Biaya-biaya Per Semester (Rp) Pendaftaran Fasilitas Bimbingan Jumlah No I II SMP 1.400.000 125.000 500.400.000 1.000 500.000 1.000 1. Intensif 125.000 900.000 125. Intensif 125.000 104 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 125.000 1.

000 1.400. Intensif-2 IPS Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Total 105 .000 6 2.0 68 24 18 42 12 24 8 44 154 200.0 1.000 200.600.0 15.000. Intensif II SMP 1.600.800.000 3.0 1.0 5.000 13.000 4.600. Intensif-1 IPA Jumlah 3. Reguler Jumlah 2.400.Lampiran 6 : Proyeksi Jumlah kelas.000 8.000 4.0 4 2. Intensif III SMA 1.0 48 kelas belajar Smtr 2 siswa/ kelas p/unit Ruang Kursi Jumlah Biaya kursi (Rp) Jumlah No Strata/ Sub Program I 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 352 64 16 24 24 84 36 48 204 60 144 SD 200.800.800.000 200.800.0 20 12 4. Reguler 2.000 2.000 4.000 200. Reguler Jumlah 2.000 30.000 8.0 4.000 200.0 3. ruang kelas dan biaya kursi belajar Jumlah siswa Tahun 3 Smtr 1 kelas 12 10 18 12 9 8 12 8 8 2 3 2 7 33 4 2.000 200.0 6.600.000 9.000 1.

LAMPIRAN

Lampiran 5 : Proyeksi Jumlah pendapatan Bimbel
No I Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1. Reguler 2. Intensif-1 IPA 3. Intensif-2 IPS Jumlah Jml Sub program Reguler Jml Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa = Jml Pendapatan 5 tahun Sub program Reguler Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa Sub program Reguler Sub Program Intensif Total 1,392,089 1,392,089 1,267,089 1,475,000 1,343,512 2,659,177 1,475,000 2,223,899 17,100,000 17,100,000 150,300,000 150,300,000 1,391,667 Smtr 1 15,600,000 11,800,000 11,800,000 39,200,000 136,800,000 66,375,000 203,175,000 1,327,941 Smtr 2 34,200,000 34,200,000 267,600,000 267,600,000 1,393,750 Total 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 243,600,000 144,550,000 388,150,000 1,338,448 34,200,000 34,200,000 31,200,000 13,275,000 44,475,000 68,400,000 68,400,000 62,400,000 26,550,000 88,950,000 99,000,000 99,000,000 90,000,000 29,500,000 119,500,000 165,000,000 165,000,000 150,000,000 59,000,000 209,000,000 Tahun 1 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Tahun 2 Smtr 2

1,319,700,000 1,201,200,000 2,520,900,000 812,725,000 812,725,000

1,319,700,000 2,013,925,000 3,333,625,000

106

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

Tahun 3 Smtr 1 198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 4 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 5 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

107

Lampiran 7 : Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Jumlah Kelas 2 r2b r2c r2d r2e r2f 6 i2a i2b i2c 2 8 r2a r2b 2 i2a i2b 2 4 4 2 4 4 2 2 i2a i2b 2 i2a i2b r2b r2a 6 8 6 6 4 8 i2c i2c i2b i2b i2a i2a 2 4 12 2 2 2 6 18 2 2 4 2 2 4 8 2 2 4 r2f 6 re2e 2 r2d 2 r2c 2 2 Tentor reguler Tentor Intensif

108
r2a r2b r2a

LAMPIRAN

No

Strata / Sub Program

I

SD

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

1. Reguler

2. Intensif

Jml Ruang kelas

II

SMP

1. Reguler

2. intensif

Jml Ruang kelas

Intensif IPA 3.III r2a 2 i2a i1b 1 i1a i1b 1 4 16 13 16 13 10 13 3 4 3 2 3 7 33 10 10 1 2 i1b i1b 1 2 i1a i1a 1 2 3 i1b i1b 1 2 i2a i2a 2 2 2 r2a 2 SMA 1. Intensif IPS Jml Ruang kelas Total Ruang Kelas Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 109 . Reguler 2.

000.250.000 6. NILEK 2 Sewa gedung a.000.500.000 1.500 10. Ruang kelas c.000 2.Telepon/Fax e.000 125. Ruang kantor 3 Peralatan kantor a.000 2.000 1 15 175. Meja kerja .000 2.000 m2 m2 m2 m2 m2 25 175.Lampiran 8a : Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel Satuan Jumlah fisik Penyusutan Harga/ satuan Nilai Rp Umur Ekonomis Nilai Sisa Ahli Proyek 110 File File 1 100.000 100.500 LAMPIRAN No Jenis biaya 1 Perizinan a.000 52.000 100.000 10. Printer c.000 12.000 200.625.000 4.000 200.625.000.000 350.000 1. Ruang tunggu siswa e.500.500.000 500.000.000 2.000 4 1 1. Furniture f.000 250.375.000 100.000 500.500 12.000 35. Ruang guru d.500.375.625.000 250. Lobi POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) b.000.000 2. Komputer b.000 52.250.000.000 120.000 unit unit Unit unit unit buah unit unit 5 5 5 1 1 1 1 2.625.000 15 175.000 1.000 50.000 350.625. Laptop d.000 1.000 6.000 2 5.000 10. Lemari g.000.000 1 2.625.000 125. Badan Usaha b.000.000 1 1 1 300 175.000 4.000 15 175.000 1.000 2.000 3.000 5 5 5 5 10 10 10 10 2.200. Filling cabinet h.000 500.

500 15.000 set 1 600.160.000 10 15 250.000 6.000 10 60.750.000 3.000 6.000 5 15 100.000 10 375.000 5 Sarana belajar 700.000 160.000 30.000.000 1.000 600.000 Peralatan belajar 616.000 5 5 7 500.000 - a.000 1.000. White board d.000 150.000 1.000 600. Kursi tamu unit 4 2.000 j.250.853.800.i. Meja guru c. AC 1/2 Split 5 paket Paket paket 1 168.000 84. Soal latihan 6 Franchise fee Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 111 .500.000 a.000 8.000.600. Kursi belajar siswa b.000.500.400.000 37. Modul belajar b.000 5 6.000 154 200.260.000 30.000 280. AC 1/2 split 4 buah unit unit unit 15 2.000 7 200.000.000 5 1.000 3.

000 50.4.980.400. Rekap jumlah biaya investasi No 1 2 3 4 5 6 Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Jumlah investasi 3.450. Kredit b.500 1.000 Nilai sisa proyek 0 0 584.900.750.685.250.100.000 5.000 168.000 1.000 700.853.475.LAMPIRAN Lampiran 8b.845. Dana sendiri 70% 30% Jenis Biaya Nilai (Rp) 1.000 Penyusutan 0 64.000 Nilai (Rp) 117.000 83.000 12.050.268.750.000 4.5.000 64.500 0 112 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 66.000 102.000 31.775.6 Sumber dana investasi a.

175.235.000.000 1 Perkantoran 2 Tenaga kerja 3 Pemasaran 4 Pembelajaran Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 113 .000.000.715.000.000.715.000 10.000 5.175.000.000 159.000.000 204.540.175.000 189.000 193.000 8.175.000 6.000 16.000 3.000 8.335.000 228.000 8.000 114.000 5.000 20.000.000 154.780.175.890.060.160.000 177.000 10.000.000 6.000.000.175.000 8.565.955. Rekap biaya operasional No Semester 1 8.000 6.000 Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 1 Jenis Biaya Nilai tahun 1 ( Rp) Nilai tahun 2 (Rp) Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 2 8.000 198.000 135.000 8.500.Lampiran 9b.000 159.000 136.000 4.540.

Air mineral 2 Tenaga kerja a.500 Lembar Frek unit 500 2 500 10.000 6. Leaflet/brosur b.500.000.000 200.000 3.000 150.000.000 20.000 10.320.000 150.000 50.000 12.000 5.000 50.000 3.000 83. Tryout c. Staf manajemen c.000 5.500.500. Direksi b.000 15.000 10.000 Paket/bl unit unit unit paket paket unit 1 1 1 1 1 1 5 100.000 4.720. Internet g.000 1.000 Orang Orang Orang orang Orang 1 3 2 10 15 3.000 750.250.000 20.000.500.500 Satuan Jumlah Harga/ satuan Nilai (Rp) 114 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 1. Listrik e.000 62.000 5.000 2. Cetak modul c.000.000 50.000.000. Karyawan d.000 2. Tutor smtr 1 e. ATK b.000 750.132.000 2.000.520.000 22.000 1. Telepon c.160. ATK b.000 200. Cetak soal latihan Jumlah Paket Paket smtr 1 Paket smtr 2 Paket smtr 1 Paket smtr 2 1 216 136 216 352 50.000 10.000 10. Surat/fax f.000 50.000.000 2. Air d.LAMPIRAN Lampiran 9a : Proyeksi Biaya operasional lembaga Bimbel No 1 Jenis biaya Perkantoran a.500 100. Tutor smstr 2 3 Pemasaran a. Souvenir 4 Pembelajaran a.000.000 50.

000 36.000.000 375.000.000 2.200.000 Nilai tahun 2 (Rp) Semester 1 600.500.000.500.000 300.000.000 375.000.000 1.000.000 900.200.000.000 3.000 Semester 2 600.000.500.000 18.500.000 45.000 4.000.500.000.000 300.000 18.520.000 15.000 300.000 2.000 4.840.000 5.000 2.000 1.200.000.000.200.000 375.160.060.000 18.000 1.000 Semester 2 600.000 15.000 18.000.000 3.000 1.000 900.000 228.000 300.000 67.000.715.000 4.000 108.000.000.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Nilai tahun 1 ( Rp) Semester 1 600.000 189.000 154.200.000 5.235.000 300.000.960.200.000 Semester 2 600.000.000 300.000 3.000 300.500.000 1.160.000 1.000 36.900.500.565.720.000.000 1.715.000 2.000 300.000 900.500.000 300.000 300.000 193.000 36.000 15.000 Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 1 600.000 375.000.000 300.000 300.000.000 15.500.000 8.000 2.955.000.080.000 300.000.000 4.000 36.000 4.000 2.000 300.000.000 375.000 375.000.920.000 18.000 900.000 8.320.000 15.000 36.000 5.000.000 90.000 300.000.000 4.000 300.000 18.000 5.000.000.000 300.000 115 .000 15.000 90.000 198.000 1.000 135.335.000.000.000 300.000.000 36.000 4.000 135.000 10.000 900.000 1.000 900.000.000 4.000 1.530.000 4.000 10.

132.5 36 3.250.571.5% 652. Rencana Pinjaman Modal Kerja (65%) Total Kebutuhan Modal 4 5 6 Total Modal Sendiri Total Modal Pinjaman Pinjaman Investasi a.125 50.382. Angsuran Pokok Per bulan c. Rencana Pinjaman Investas (70%) Total Kebutuhan Modal 3 Modal Kerja a.936.251.250. Tenor (Bulan) b .132. Tenor (Bulan) b .423.375 171.505 14.036. Angsuran Bunga per Bulan 24 2. Kebutuhan Modal Investasi b.000 83.811.775.a) Flat d.375 54.500 251.a) Flat d.LAMPIRAN Lampiran 10a : Struktur Biaya NO 1 URAIAN Kebutuhan Modal Usaha a.500 79.528 14.096. Angsuran Pokok Per bulan c. Suku Bunga Pinjaman (p.6 29.125 83. Angsuran Bunga per Bulan 7 Pinjaman Modal Kerja a. Kebutuhan Modal Kerja Total Kebutuhan Modal 2 Modal Investasi a.271.000 168. Suku Bunga Pinjaman (p. Modal Investasi Sendiri (30%) b.5% 1.500 NILAI 116 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .475.000 117.000 168.114. Modal Kerja Sendiri (35%) b.

889 101.271.528 3.056 3.423.814.115 1.528 3.271.528 3.615. Rencana Pembayaran Pinjaman Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Outstanding 117.528 3.115 1.271.115 1.271.944 107.271.271.528 3.775.423.115 1.115 1.500 55.271.271.083 65.125 117 .423.115 1.423.115 1.271.271.529.629.271.115 1.271.887.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 10b.528 3.271.694 19.688.000 114.528 3.423.516.528 3.271.528 3.423.271.423.423.271.423.423.423.271.271.443.715.423.423.423.528 3.423.115 1.503.115 1.271.423.115 1.973.423.528 3.528 3.115 1.115 1.423.159.528 3.059.423.917 45.472 111.271.423.115 1.115 1.583 6.115 1.423.775.556 62.331.271.172.423.271.028 58.423.232.357.271.333 35.528 3.778 88.250 85.115 1.528 117.086. Pokok 3.072.528 3.543.423.528 3.194 78.271.611 68.423.145.528 Total Murni INVESTASI Angs.528 3.115 1.115 1.528 3.423.139 71.115 1.115 1.271.271.423.271.115 1.000 Angs.960.528 3.111 9.430.271.423.245.271.874.115 1.528 3.271.806 32.833 94.639 13.528 3.528 3.528 3.423.361 98.115 1.115 1.115 51.271.667 75.900.258.528 3.306 91.528 3.423.115 1.115 1.231.528 3.528 3.861 39.423.222 22.722 81.271.986.115 1.801.602.115 1.417 104.528 3.344.167 16.423.271.528 3.115 1.750 26.417.115 1.528 3.423. Bunga 1.528 3.444 49.702.271.389 42.528 3.528 3.271.115 1.271.423.115 1.115 1.423.271.972 52.528 3.423.115 1.278 29.528 3.788.

503.251. Pokok 2.251.505 2.251.937 652.766.937 652.547 18.024.937 15.937 652.937 652.505 2.505 2.052 20.251.251.505 2.505 2.125 51.104 42.937 652.937 652.937 652.937 652.505 2.125 Angs.251.937 652.251.937 652.509.063 24.505 2.754.521.275.937 652.257.515.937 652.937 652.505 2.505 2.042 15.012.251.251.505 2.251.937 652.526 9.476 118 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .937 652.251.018.505 2.251.589 36.010 2.505 54.760.505 2.083 33.251.937 652.505 2.505 2.505 Total Murni MODAL KERJA Angs.505 2.527.505 2.505 2.006.772.030.937 652.568 27.251.599 40.937 652.251.251.609 45.263.505 2.620 49.505 2.251.516 4.269.251.937 652.557 22.251.937 652.533.251. Bunga 652.578 31.937 652.021 6.505 2.937 652.505 2.670.251.251.251.036.251.281.784.505 2.505 2.115 47.094 38.536 13.251.778.031 11.LAMPIRAN Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Outstanding 54.073 29.937 652.036.

465 5.672.528 1.057.059 5.523.927 5. Pokok Angs.051 100.051 77.076.630 5.423.423.528 1.443.762 5.488.033 2.528 1.271.583 3.115 0 Total Murni 171.523.993 5.033 2.543.442.366 5.523.523.092 5.076.357.828 5.051 44.523.033 2.115 13.076.271.528 1.523.115 32.523.564 5.033 2.423.051 149.051 61.873.033 2.811.523.125 5.629.523.033 2.051 122.271.051 116.580.172.051 155.919.781.902.033 2.965.288.696 5.523.528 1.528 3.729 5.423.528 1.051 72.432 5.076.033 2.528 1.271.523.811.528 1.076.111 3.051 127.051 111.033 2.271.523.694 3.663 5.115 3.076.051 160.076.271.195.033 2.051 50.523.076.076.115 35.271.125 66.076.765.271.076.423.423.861 5.115 6.304.795 5.900.051 166.523.076.076.033 2.333 3.033 2.423.894 5.523.531 5.103.167 3.715.271.423.523.806 3.011.033 2.271.601 119 .033 2.033 2.115 29.056 3.149.523.033 2.051 88.814.086.026 5.396.986.528 1.115 26.051 39.051 144.033 2.423.033 2.423.242.523. Bunga 171.033 2.278 3.528 1.528 1.115 9.423.258.115 16.423.350.718.076.523.960 5.523.523.033 2.523.271.115 22.076.523.076.528 1.076.626.051 94.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding Angs.399 5.827.639 3.051 105.076.033 2.033 2.271.076.076.271.523.033 2.076.051 138.076.033 2.534.051 133.222 3.115 19.051 83.076.597 5.498 5.051 55.051 66.750 3.076.

604.235.750.000 154.375 17.400. Nilai sisa Jumlah Pengeluaran a.715.235.300. Pokok 39.333 117.000 219.861 3.000 3.125 Outstanding 29.500 Jumlah 2 (a+b) 251.300.000 267.018.750.835. Pendaftaran & bimbingan 150.000 Jumlah a 168.100.238 15.000 154. Perizinan 1.500 Rata-rata surplus pendapatan Per semester (Rp) 87.000 125.568 2.000 198.000 14.335.140. Modal kerja 83.232. BOP Jumlah b 83.382. Bunga 17.528 Total Angs.258.750.132.000 189.375 51.000 189.250 Per bulan (Rp) 14.132. 1 URAIAN Pendapatan a.194 42.077.238 7.333 39.150.505 MODAL KERJA Angs.585.382. Rekapitulasi Pembayaran Angsuran TH I II III INVESTASI Outstanding 81.600.000 - 64.235.065.000 64.000 388.251.365.500 Surplus/minus -251.018.000 Angs.788. Biaya operasional 1.000 189.750.258.175.000 -16.000 263.000 203.063 54. Investasi 1.000 203.500 2.565.000 267.000 2.750.565.000 b.085.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 2 3 b.000 388.000 120 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .835.258.269. Pokok 27.600.375 17.036.529.LAMPIRAN Lampiran 10c.175.715. Sewa gedung 64.670.250.335.628.715.000 78.333 39.708 135.000 64.077.476 Lampiran 11 : Proyeksi biaya dan pendapatan NO.315.775. Lainnya 102.000 198.077.000 64. Bunga 7.271.125 Angs.000 135.063 27.000 135.000 150.150.

955.000 476.465. Bunga 24.000 300.635.000 0 0 0 0 193.000 300.000 193.715.258.613 17.335.000 193.000 294.955.955.000 474.000 300.000 106.000 300.600.200.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding 111.057.000 293.715.750.955.717 56.000 106.000 245.600.000 106.189.762 44.708 238.600.375 66.000 64.200.850.276.912.000 180.000 474.000 64.009 91.000 193.524.726 147.645.955.000 228.000 0 0 1.366 0 Total Angs.000 65.053.000 228.000 193. Pokok 66.009 56.396 66.000 193.396 39.726 AWAL SALDO AKHIR 147.601 TOTAL ANGSURAN 91.000 228.200.000 0 0 64.100.715.955.600.600.902.715.912.853.524.600.000 474.189.645.613 24.781.645.955.955.000 228.000 193.000 300.717 56.811.335.750.000 228.125 Angs.485.713.000 121 .000 474.000 228.000 474.333 171.715.000 193.715.735.565.000 193.750.200.708 - 238.077.335.000 228.713.955.000 179.200.276.715.000 1.708 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 300.

000 3.800.601 2.708.613 -12.375 506.6% 27.9% 20.945.150.750.287.570.4% 496. Penyusutan d.893.587.650.662.462.000 24.860.000 1.613 399.222.050.387 251.636 201.067.458 Intensif 10 20 LAMPIRAN NO URAIAN 1 Pendapatan 2 Pengeluaran a.912.Lampiran 12 : Proyeksi laba rugi TAHUN-1 353.000 40.000 268.980.000 83.000 121.000 422.670.000 40.000 422.432.660.035.144.000 147.399 135.550.958.670.000 506.000 Biaya Variabel 56.727.000 422.800.500 29.480. Pajak 15% 3 Laba Setelah Pajak 4 Profit margin % Lampiran 13.077.000 24.000 655.800.613 523.515.633 Pendapatan Tetap 121. Data pendapatan dan biaya untuk perhitungan dan grafik BEP Bimbel No Jumlah siswa sub program Reguler 1 50 2 60 .912.000 419.731 37.861 159.613 17.000 83.625.962.000 83.039 23.927.394.980.411.927.697.818.670.902.000 774.625 268.650.613 23.750.279 213.222.861 189.480.172.475.500 227.980.980.5% 135.613 -45.0% Pendapatan sub program Reguler 132.000 29.601 900. Biaya operasional b.000 TAHUN-2 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 TOTAL 122 290.108 -45.072.900.633 Intensif 14.000 83.697.150.280.980.500 29.000 774.4% 387.375 83.636 80. Bunga bank POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) Jumlah Laba sebelum pajak e.458 Total 178.500 227.360 765.000 66.000 774.500.333.894 159.

582 162.826.409.000 121.098.480.000.306.500.417.000 519.000 505.722 121.492 361.000 726.000 Smstr 1 Smstr 2 22.810.810 121.274.441.250.405 44.956 70 30 186.468.835.100 248.314 384.500.000 437.127 191.000 478.000 395.922 295.000.693.250.266 121.980.405 121.492 482.142.671 337.651.480.480.671 221.917.250.266 118.337.304.850 435.386 244.734.754.650.250.135 408.810 147.151.000 83.963.722 88.207 389.000 121.075.378.060.480.000 220.931.287 Biaya variabel 385.279 4 80 5 90 6 100 7 110 8 120 9 130 10 140 11 150 12 160 13 170 14 180 15 190 16 200 Biaya tetap 15.000 121.135 529.480.325.500.000 643.480.671 459.000 103.100 271.743 239.949 73.582 121.835.028 291.759.493.028 412.127 425.000 230.516.000 828.722.500.000.000 173.784.483.215.202.468.899 452.961.889.000 372.513.480.494 103.170.443 236.411.170.734.949 121.443 478.101.101.850 314.038 132.000 354.000 150.545.564 265.000 1.000 Jumlah 37.480.3 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130 140 150 160 531.857.000 271.065.480.955.233 Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 123 Biaya variabel/siswa .876.494 121.564 342.750.750.993.314 506.000.784.000 Tenaga kerja Penyusutan Jumlah biaya tetap 178.243.480.000 602.354 177.177 121.000 121.956 292.743 318.000 345.094.038 121.480.000 197.000 561.509.000 319.750.392.480.500.000 121.858.899 206.177 59.000 1.495 206.671 767.000.284.618.000 121.480.922 212.207 267.279 224.000 685.354 398.000 126.443.126.480.386 365.480.000 313.

000 83.272 314.000 774.000 69.126 244.469.8 2.063.000 54.036.500 353. Dana sendiri c.775.455.475.893.382.5% PBP (semester) 1 (251.475.276.883 -14.433 rupiah 124 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 387.447 (257.308.375 117.125 353.286.302.287.8734 213.414.912.000 655.000 655.650.571.750.000 655.258.660.750.196.500) 27% 1.912.930.382.892 422.463. Kredit investasi d.398 174.800.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.330.106 69. Pendapatan b. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.000 774.570. Angsuran pokok e.602.997 (44. Biaya operasional d.009 -97.894 188.009 -6.000 39.108 83.500 (251.119.280.613 451. Re-Investasi b.000 353.316.644. Biaya bunga bank f.000 774.396 24. Biaya investasi a. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a. B/C ratio.500) 168.644.000 251.382.670.949) 0.836 212.8162 256.117 411. Biaya modal kerja c.500 290.500) (251.009 359.500 251.650. Kredit modal kerja e.132.750.613 23.800.250.447.LAMPIRAN Lampiran 14 : Proyeksi arus kas dan analisis kelayakan NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.382.000 66.032.350.475.8 tahun 0.108 572.886 251.000 -97.650.077.375 37.382.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 67.483.396 24.276.333 17.000 79.602 460.000 69.947) 0.894 586.9345 -6.666.800. NPV dan PBP DF 14.000 66.382.

650.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.312.000 728.749.108 44.276.382.119.009 359.266.375 37.266. Biaya investasi a.912.557) 0.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 7.106 69.9345 -25.405.00 251.626 204.276.988.382. Biaya modal kerja c.398 67.500 616.333 17.930.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.912.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 15 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.650.000 66.405.723.552 (98.000 54.312.670.000 83.663.650.266.000 728.500 251.000 39.500 290.132.500 616.892 422.602 460.570.883 -74.223. Kredit modal kerja e. Angsuran pokok e. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.8162 218. Dana sendiri c.852.500) 168.772 267.500 332.509 -118.613 451.5% PBP (semester) 1 (251.330.312. Biaya bunga bank f.852.500 332.751 120.613 23.117 411. Biaya operasional d.302.382.109) 0.500) 16% 1.000 79.000 69. B/C ratio.036.375 117.609 (277.102.405.8734 178.894 141.500 (251. NPV dan PBP DF 14.108 572.995.5 2.077.477.500) (251.280.316.000 616.194 251.710 rupiah 125 .396 24.125 332.000.775.382.893. Kredit investasi d.000 69.463. Pendapatan b.382.396 24.000 66.981.660.6 tahun 0.235.500 387.000 728.245.382.941.258. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.250.894 586.246.509 -27. Re-Investasi b.571.000 -118.852.

106 69.650.398 49. NPV dan PBP DF 14.155.876 198.399.387.000 720.382.750 328.571.613 451.259 -31.233.775.478 (107.117 411.912 251.5% PBP (semester) 1 (251. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.198.122.276.564.375 37. Angsuran pokok e.790.382.992) 0.384.410) rupiah 126 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Biaya investasi a.564.387.276.382.8162 212.276.500 720.894 586. Dana sendiri c.258.392 422.333 17.382.570.382.847.4 2.405.463.330.670.500) (251. Biaya operasional d.5 tahun 0.000 -122.500 720.930.00 251.302.108 572.731.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (2.000 66.912.500 251. Kredit modal kerja e.970 (280.841.522 260.564.280.500 609.119.750 609. Biaya modal kerja c.132.538.912.8734 173.500 328.750 609.000 69.077.396 24.382.650.500) 168.247.660.500 (251.613 23.893. B/C ratio.396 24.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.470) 0.316. Re-Investasi b.250 387.904 105.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.000 79.545.250.125 328.731.650.383 -84.602 460.000 66.036. Kredit investasi d.LAMPIRAN Lampiran 16 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.000 54.500 290.894 134.9345 -29.000.375 117.108 37. Pendapatan b.000 83.009 359. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.000 69. Biaya bunga bank f.847.000 39.261.259 -122.500) 14% 1.731.847.

500 75.000 102.848.200 66.500) (251.375 37.5% PBP (semester) 1 (251.000 655.917 446.500 353.000 655.000) (251. Re-Investasi b.980 (104.036.00 251.660. NPV dan PBP DF 14.382. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.613 483.500. Biaya modal kerja c.131) 0.382.475.626 209.817.918.305.276.5 tahun 0.139.079 rupiah 127 . Kredit investasi d.5 2. B/C ratio.512.323.8162 225.611 (287. Angsuran pokok e.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.077.800.500) 168.8734 182. Biaya bunga bank f.000 79.912.000 774.894 630.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 5.382.965.132.886.710.750.000 54.918.000) (102.557 353.475.800.400.625.276.083 -190.194 144.037.382.500 251.371.750. Biaya operasional d.258.893.571.000 774.918.451.408 42.108 613.396 24.028 276.750.688.500 75.396 24.000 83.405.700 422.782.000 774.709 -38.775.437.9345 -36.000 655.700 -130.125 353.500) 16% 1. Kredit modal kerja e.298.912.400.475.859.250. Biaya investasi a.344.111) 0.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 17 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.500 316. Dana sendiri c.402 498.618.709 -232.000 353.428.300 39. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.806 75.375 117.801.613 23.709 392.382.400.500 (102.687 120.300 66.800.174.333 17.405. Pendapatan b.451.598 -45.592 460.

9345 -39.117 450.894 139.396 24.615.125 353.LAMPIRAN Lampiran 18 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.500) 14% 1.707) 0.009 395.000 655.000 774.000 54.106 76.000 76.000 426.615.108 618.000 83.220.5% PBP (semester) 1 (251.475.276.009 -236.382. Kredit modal kerja e.750.725.615.400. Biaya operasional d.800.168.728 272.500 319. NPV dan PBP DF 14.258.187 353.400.000 79.637.375 117.8162 222.548.112.5 tahun 0.937.549.750.000 102.000 774.613 23.382.400.500 353.782.000 -133.382.051.000 251.500) (251.311.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.669.912.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (968.500 (102.396 24. Re-Investasi b.448.251.500 251.883 -198.602 502.571.000 655. Angsuran pokok e.750.912.024.000 655.800. Kredit investasi d.000 76.796) 0.059.132.893 110.475.382.8734 179.775.000 66.250.037.089 (111.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.000 353.108 37.597.009 -42.000) (251.619.276.126 205.000 66.202.077.660.800. Biaya bunga bank f. B/C ratio. Biaya investasi a. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.500) 168.627) rupiah 128 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Biaya modal kerja c.923.893.036.327.375 37.296 (291.613 487.398 -59.000) (102.000 39.894 635.333 17.892 464.308.000 774. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.382.475.502.529. Pendapatan b. Dana sendiri c.4 2.

000 751.132. Re-Investasi b.006 71. Kredit modal kerja e.500) (251.739.912. Dana sendiri c.018.258.909 370.981) 0.954 rupiah 129 .783 -68.750 636.500 71.916.000 54.292 435.500 751.058.944. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.015.159) -27.782.000 83.125 342.5 2.717 423.100 39.400.375 37.333 17. Angsuran pokok e. Biaya modal kerja c.345.382.894 601.8734 186.382.893.208 50.750 342.202 473.500 251.500 (251.556.382.276.8162 227.376 212.197.086.150 399. Pendapatan b.660.545. Biaya investasi a.482.077.046.775. Biaya operasional d.382.5% PBP (semester) 1 (251.500 751.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 16.382.739.396 24.739.583) (277.870.798 81. B/C ratio.556.613 461.102 (91.469.987.900 (119.100 66.077.010.108 586.077.077.870.930 251.500) 168.750 636.500 342.046. Kredit investasi d.6 tahun 0.375 117.500 298.988.870.276.571.083) 0.500) 18% 1.500.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.987.036.250.9345 (26.00 251. NPV dan PBP DF 14.500 636. Biaya bunga bank f.090.382.400 66. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.033.857.159) (119.556.422 278.613 23.350.727.500 71.396 24.912.000 79.994 150.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 19 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.911 135.416.

472 266.333 17.000 743.554.613 465.800 39.500 251.137 (107.000.000 54.306 72.126 202. NPV dan PBP DF 14.237.571.576.000 339.083.8162 217.200 403. Kredit investasi d. Biaya operasional d.077.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.000 629.125 339.808.590.179.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.258.8734 176.500 (251.520.929.250. Biaya investasi a. Re-Investasi b.660.382.LAMPIRAN Lampiran 20 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.200 (126.893.209) -34.903.209 374.991.965. Kredit modal kerja e.00 251.775.694 137.180.000 743.382.572.912.808.200 66.873) rupiah 130 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .4 2.000 72.798.336.520.375 117.327.912. Angsuran pokok e.036.382.700.520.516.180. Biaya modal kerja c.209) (126.402 477.000 83.500 339.000 629.336.382.436.382.396 24.500) 168.436.894 606.5 tahun 0.382. Dana sendiri c.092 439.000 72.808.000 629.598 50.800 66.000 79.000 743. B/C ratio. Biaya bunga bank f. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.908 38.072.500 301.392.891. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.628) (284.132.108 590.991) 0.5% PBP (semester) 1 (251.570.336.9345 (32.396 24.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (58.613 23. Pendapatan b.436.375 37.547.500) 14% 1.269 110.500) (251.009.276.128) 0.276.917 426.278 251.083 -87.251.

Lampiran 21.48 LAYAK SENSITIFITAS USAHA TERHADAP PENDAPATAN 7.873) 14% 1.5% 67.0% 100.602.0% (58.886 7 Benefit Cost Ratio 8 Rekomendasi B 6% 7.0% 14% 1.954 17.410) 16% 1.0% 14.7% 1.0% 1.0% 16.079 15.710 (2.54 LAYAK 4.6% 1.0% (968.54 LAYAK 4.433 27% LAYAK PERFRMANCE USAHA 1 Faktor Harga Jual 2 Faktor Biaya Produksi 3 Bunga Bank 4 NPV Asli 5 Nilai IRR Asli 6 Total Pendapatan Bersih 212.0% (58.790.223.308.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4 Benefit Cost Ratio 131 5 Rekomendasi .42 TIDAK LAYAK 1 Penurunan Pendapatan 3. Sensitifitas Analysis ASLI SKENARIO-1 SKENARIO-2 SKENARIO-3 SKENARIO-4 SKENARIO-5 SKENARIO-6 NO PARAMETER A 100.782.954 18% 1.44 TIDAK LAYAK 3.782.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha 4 Benefit Cost Ratio 5 Rekomendasi C SENSITIFITAS USAHA TERHADAP BIAYA PRDUKSI 9.873) 14% 1.0% 5.0% 14.859.627) 16.48 LAYAK 1 Peningkatan Biaya Operasional 10.

5% smtr 1 Thn 2 smtr 2 3 1 14.5% 1. n diganti sesuai dengan nilai r yang diinginkan/dicari √ = akar/SQRT = Square root 132 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 2 .3110 1 0.5% smtr 2 2 1 14.0000 Thn 1 smtr 1 1 1 14.070046728 1.0% 1.8162 0.2252 1.5% 114.LAMPIRAN Lampiran 22 : Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester Rumus DF = k √ (1+r)n r = suku bunga n = 1.0700 1.070046728 1.1450 1.0700 1..9345 0. 2 .8734 0.070046728 1.5% 114. 8 k=1 Parameter n k r 1+r √ (1+r) √ (1+r)n DF *) k/√ (1+r)n Thn 0 0 1 0 100.5% 114.0000 1.5% 4 1 14.7628 Keterangan : *) Nilai DF akan berubah jika r thn 1..5% 114.

6662 0.7128 0.5% (konstan) Thn 3 smtr 1 5 1 14.145 1.145 10 1 0.6063 1. 2 … n = = 0 14.9680106 0.145 smtr 1 Thn 5 smtr 2 9 1 0.839181925 1.070046728 1.145 1.5% 114.145 1.5011 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar r tahun 0 r tahun 1.543720002 0.718786551 1.070046728 1.070046728 1.581805809 0.070046728 1.145 1.508127344 133 .145 1.5% smtr 2 6 1 0.4029 1.145 smtr 1 Thn 4 smtr 2 7 1 0.622559402 0.070046728 1.145 8 1 0.070046728 1.145 1.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful