P. 1
MAKALAH kesehatan reproduksi

MAKALAH kesehatan reproduksi

|Views: 142|Likes:
Published by Minaa Fiveaqua

More info:

Published by: Minaa Fiveaqua on Mar 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

MAKALAH kesehatan Reproduksi

OLEH : Kelompok : 6 Nama :

AKADEMI KEBIDANAN SANDI KARSA MAKASSAR 2012/2013

Akhir kata peneliti mengharapkan semoga Karya Tulis Ilmiah ini mendapatkan berkah dari Allah SWT dan bermanfaat bagi peneliti maupun pembaca yang membutuhkan informasi tentang Karya Tulis Ilmiah ini.KATA PENGANTAR Puji dan Syukur peneliti panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmad dan ridho-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Untuk itu. Assalamualaikum Wr. Untuk itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada semua pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini. Makalah ini disusun dengan harapan dapat meningkatkan pemahaman kita semua untuk pendidikan Diploma III Kebidanan dengan mata kuliah Gizi dalam Kesehatan Reproduksi. dengan kerendahan hati penulis menerima segala kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kebaikan dan kesempurnaan Karya Tulis Ilmiah ini. Dengan judul majalah adalah “Kesehatan Reproduksi”. Selama dalam pelaksanaan penulis menerima dukungan moril. 24 februari 2012 Penyusun . Sebagai manusia biasa penulis menyadari bahwasanya setiap manusia tidak luput dari kekhilafan dan kekurangan.Wb. Shalawat serta salam penulis ucapkan kepada Nabi junjungan kita Muhammad SAW yang menjadi tauladan bagi semua umat manusia. materil serta kritik dan saran dari berbagai pihak. Wabillahitofik walhidayah. Makassar.

............................................... C............................. BAB II PEMBAHASAN A...................... B............ DAFTAR PUSTAKA………………………………............ . B.................................................. Kesimpulan................................ BAB I PENDAHULUAN A..................................................................... C..................... Faktor-faktor yang mempengaruhin kesehatan reproduksi....................... Manfaat .......................... Kritik dan Saran……………………………………………....................................... B...DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ............................................................................................. DAFTAR ISI ............................................ D......................................... Tujuan ..... Pengertian Kesehatan Reproduksi .............................. Perumusan Masalah ............... Latar Belakang .... Aspek pada Tahap Kehidupan Fisik dan Psikologis……………… BAB III PENUTUP A.......................

Di sisi lain. Perubahan fisik yang pesat dan perubahan endokrin/ hormonal yang sangat dramatik merupakan pemicu masalah kesehatan remaja serius karena timbuhnya dorongan motivasi seksual yang menjadikan remaja rawan terhadap penyakit dan masalah kesehatan reproduksi. Permasalahan remaja seringkali berakar dari kurangnya informasi dan pemahaman serta kesadaran untuk mencapai sehat secara reproduksi. maka pemberian informasi. PMS & RIV-AIDS serta narkotika.BAB I PENDAHULUAN A. kehamilan remaja dengan segala konsekuensinya yaitu: hubungan seks pranikah. Dengan memperluas akses informasi tentang kesehatan reproduksi remaja yang benar dan jujur bagi remaja akan membuat remaja makin sadar terhadap tanggung jawab perilaku reproduksinya. sosial. layanan dan pendidikan kesehatan reproduksi remaja menjadisangat penting. remaja sendiri mengalami perubahan fisik yang cepat. Masalah kesehatan remaja mencakup aspek fisik biologis dan mental. Dengan makin banyaknya persoalan kesehatan reproduksi remaja. Pada masalah remaja (usia >10-1. .9 tahun) merupakan masalah yang perlu diperhatikan dalam pembangunan nasional di Indonesia. karena mereka tidak dipersiapkan mengenai pengetahuan tentang aspek yang berhubungan dengan masalah peralihan dari masa anak ke dewasa. Masalah remaja terjadi. Akses untuk mendapatkan informasi bagi remaja banyak yang tertutup. Latar Belakang Kesehatan reproduksi adalah keadaan sejahtera fisik. . mental dan sosial yang menyeluruh dan tidak tidak semata-mata terbebas dari penyakit atau kecacatandalam semua hal berhubungan dengan sistem reproduksi dan fungsi serta prosesnya. aborsi.

B. Rumusan Masalah 1. 2. Pengertian kesehatan reproduksi? 2. Bagi Petugas Kesehatan Makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi petugas kesehatan khususnya bidan dalam memberikan asuhan kebidanan .serta upaya yang mungkin dilakuakn untuk memperbaiki program. D. Faktor yang mempengaruhi kesehatan reproduksi 3. Tujuan  Menganalisa gambaran umum masalah kesehatan reproduksi remaja serta hambatan dalam intervensi yang dilakukan  Menganalisa gambaran umum masalah kesehatan seksual dan kesehatan reproduksi perempuan  Menganalisa gambaran umum masalah kesehatan seksual dan kesehatan reproduksi laki laki  Mengetahui fisik maupun psikologis bagaimana cara penanganan pada. Aspek yang dikaji tiap tahap kehidupan baik fisik maupun psikologi C. Manfaat 1. Bagi Mahasiswa Makalah ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan mahasiswa. sehingga dapat mengaplikasikannya dalam memberikan asuhan kebidanan. hambatan dan tantangan yang dihadapi dalam melakukan intervensi di masyarakat. kesehatan reproduksi dan aspek yang dikaji tiap tahap kehidupan  mengetahui kajian apa saja yang ada dalam kesehatan reproduksi  Menganalisa kelebihan dan kelemahan program program kesehatan reproduksi.

efektif. 4) Hak untuk mendapatkan tingkat pelayanan kesehatan yang memadai sehingga perempuan mempunyai kesempatan untuk menjalani proses kehamilan secara aman. dsb). depresi karena ketidakseimbangan hormonal. Pengertian kesehatan reproduksi ini mencakup tentang hal-hal sebagai berikut: 1) Hak seseorang untuk dapat memperoleh kehidupan seksual yang aman dan memuaskan serta mempunyai kapasitas untuk bereproduksi. Faktor sosial-ekonomi dan demografi (terutama kemiskinan. 3. Kesehatan Reproduksi Remaja dan faktor yang mempengaruhi Secara garis besar dapat dikelompokkan empat golongan faktor yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan reproduksi yaitu : 1. Faktor biologis (cacat sejak lahir. dan sosial dan bukan semata-mata terbebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi. fungsi serta prosesnya. kepercayaan banyak anak banyak rejeki. tingkat pendidikan yang rendah. dsb). 3) Hak dari laki-laki dan perempuan untuk memperoleh informasi serta memperoleh aksebilitas yang aman. rasa tidak berharga wanita pada pria yang membeli kebebasannya secara materi. serta lokasi tempat tinggal yang terpencil). KESEHATAN REPRODUKSI Pengertian kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan kesehatan yang sempurna baik secara fisik. cacat pada saluran reproduksi pasca penyakit menular seksual. 2) Kebebasan untuk memutuskan bilamana atau seberapa banyak melakukannya. 4. dan ketidaktahuan tentang perkembangan seksual dan proses reproduksi. informasi tentang fungsi reproduksi yang membingungkan anak dan remaja karena saling berlawanan satu dengan yang lain. praktek tradisional yang berdampak buruk pada kesehatan reproduksi. Faktor budaya dan lingkungan (misalnya. mental. . 2. terjangkau baik secara ekonomi maupun kultural.BAB II PEMBAHASAN 1. dsb). Faktor psikologis (dampak pada keretakan orang tua pada remaja.

Mengalami mimpi basah.Perubahan fisik yang terjadi pada remaja laki-laki : a. Penis dan buah zakar membesaR. b. Masa remaja tengah. g. Mulai tumbuh bulu di ketiak dan sekitar vagina. lingkungan pergaulan dan tanggung jawab. d. Kulit dan rambut berminyak dan tumbuh jerawat. Remaja lebih senang berkumpul diluar rumah dengan kelompoknya. Mulai menstruasi. Remaja ingin menonjolkan diri atau bahkan menutup diri. mengalami perubahan emosi. Tubuh bertambah tinggi. Masa remaja dibedakan dalam : a. . e. Tumbuh bulu disekitar ketiak dan alat kelamin. 14 – 16 tahun. Terjadi perubahan suara mejadi besar dan mantap. e. Vagina mengeluarkan cairan. b. Masa remaja awal. Payudara dan pantat membesar. pikiran. perasaan. c. Tumbuh jakun. g. 17 – 19 tahun. 3. b. 4. Indung telur membesar. d. c. Pundak dan dada bertambah besar dan bidang. Remaja lebih sering membantah atau melanggar aturan orang tua. d. c. Pertumbuhan fisik pada remaja perempuan : a. yaitu : a. Masa remaja akhir. Tumbuh kumis. b. Remaja kurang mempertimbangkan maupun menjadi sangat tergantung pada kelompoknya. Perubahan psikis juga terjadi baik pada remaja perempuan maupun remaja laki-laki. 1.TUMBUH KEMBANG REMAJA. f. Hal tersebut diatas menyebabkan remaja menjadi lebih mudah terpengaruh oleh hal-hal yang negatif dari lingkungan barunya. 10 – 13 tahun. 2. f. c. e.

Telur berada dalam saluran telur. Bagaimana Bisa Terjadi Ketika seseorang laki-laki memasuki masa pubertas. Sperma yang telah diproduksi ini akan dikeluarkan melalui Vas Deferens kemudian berada dalam cairang mani yang diproduksi oleh kelenjar prostat. 30 hari. e. d. 28 hari. selaput lendir rahim menebal. c. . Bila tidak ada pembuahan. Jumlah seluruh darah yang dikeluarkan biasanya antara 30 – 80 ml. yang perlu diperhatikan adalah kebersihan daerah kewanitaan dengan mengganti pembalut sesering mungkin. Telur akan keluar dari rahim bersama darah. selaput lendir rahim menebal dan siap menerima hasil pembuahan. Siklus menstruasi meliputi : a. selaput rahim akan lepas dari dinding rahim dan terjadi perdarahan. Panjang siklus menstruasi berbeda-beda setiap perempuan. Lama menstruasi pada umumnya 5 hari. terjadi pematangan sperma didalam testis.5. Telur berada dalam rahim. atau bahkan ada yang 40 hari. Menstruasi atau haid. Bila menstruasi baru mulai periodenya mungkin tidak teratur dan dapat terjadi sebulan dua kali menstruasi kemudian beberapa bulan tidak menstruasi lagi. Indung telur mengeluarkan telur (ovulasi) kurang lebih 14 hari sebelum menstruasi yang akan datang. Mimpi Basah. namun kadang-kadang ada yang lebih cepat 2 hari atau bahkan sampai 5 hari. b. Ejakulasi yang tanpa rangsangan yang nyata disebut mimpi basah. Ada yang 26 hari. Hal ini memakan waktu kira-kira 3 tahun sampai menstruasi mempunyai pola yang teratur dan akan berjalan terus secara teratur sampai usia 50 tahun. Selama masa haid. Air mani yang telah mengandung sperma ini akan keluar yang disebut ejakulasi. Bila seorang wanita berhenti menstruasi disebut menopause. 6.

Di saluran telur ini. Kehamilan dapat terjadi bila dalam berhubungan seksual terjadi pertemuan antara sel telur (ovum) dengan sel sperma. Tanda-tanda kehamilan : a. Perubahan fisik seperti payudara membesar dan sering mengeras. Dibuktikan melalui tes laboratorium yaitu HCG Test dan USG.7. Sering mual-mual. Sperma yang tumpah didalam saluran vagina waktu senggama akan bergerak masuk kedalam rahim dan selanjutnya ke saluran telur. muntah dan pusing pada saat bangun tidur (morning sickness) atau sepanjang hari. Sel telur yang keluar dari indung telur pada saat ovulasi akan masuk kedalam seltelur. 8. Provokatus (disengaja) . d. sperma akan bertemu dengan sel telur dan langsung membuahi. daerah sekitar Aerola Mammae (sekitar puting) membesar. b. b. Amenorhea (tidak mengalami haid). namun pada saat tertentu menghendaki makanan tertentu (nyidam). c. f. Nafsu makan menurun. lemas. Bila tidak diinginkan akan dilakukan abortus (abotus : suatu kejadian keluarnya hasil kehamilan sebelum janin dapat hidup diluar kandungan). 9. Abortus Spontan (tidak disengaja) d. c. a. Merupakan akibat utama dari hubungan seksual. Proses kehamilan dapat diilustrasikan sebagai berikut : a. b. Mengantuk. Kehamilan. e. Kehamilan di bawah usia 20 tahun Organ reproduksi belum sempurna sehingga pada saat persalinan akan mengalami kesulitan. letih dan lesu. c. Belum siap mental sebagai ibu.

baik putri maupun putra. . Papalia dan Olds (2001) tidak memberikan pengertian remaja (adolescent) secara eksplisit melainkan secara implisit melalui pengertian masa remaja (adolescence). 1997). Sedangkan Hurlock (1990) membagi masa remaja menjadi masa remaja awal (13 hingga 16 atau 17 tahun) dan masa remaja akhir (16 atau 17 tahun hingga 18 tahun). Masa remaja awal dan akhir dibedakan oleh Hurlock karena pada masa remaja akhir individu telah mencapai transisi perkembangan yang lebih mendekati masa dewasa. seperti DeBrun (dalam Rice. Hampir semua remaja memperhatikan perubahan pada tubuh serta penampilannya. Ektomorfik sedikit lemak sedikit otot (slender). malu. Mesomorfik sedikit lemak banyak otot (muscular). kecewa.2. PERUBAHAN PSIKIS/ FISIK REMAJA Dampak Pertumbuhan Fisik terhadap Kondisi Psikologis Remaja Pertumbuhan fisik yang sangat pesat pada masa remaja awal ternyata berdampak pada kondisi psikologis remaja. 1990) mendefinisikan remaja sebagai periode pertumbuhan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. mesomorfik dan ektomorfik. ASPEK YANG DIKAJI TIAP TAHAP KEHIDUPAN BAIK FISIK MAUPUN PSIKOLOGIS A . yaitu endomorfik. Perubahan fisik dan perhatian remaja berpengaruh pada citra jasmani (body image) dan kepercayaan dirinya (self-esteem). Canggung. dll. 1984 dalam Rice. Menurut Papalia dan Olds (2001). Endomorfik banyak lemak sedikit otot (padded). Kata “remaja” berasal dari bahasa latin yaitu adolescere yang berarti to grow atau to grow maturity (Golinko. adalah perasaan yang umumnya muncul pada saat itu. Banyak tokoh yang memberikan definisi tentang remaja. Ada tiga jenis bangun tubuh yang menggambarkan tentang citra jasmani. 1990). Menurut Adams & Gullota (dalam Aaro. masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia akhir belasan tahun atau awal dua puluhan tahun. masa remaja meliputi usia antara 11 hingga 20 tahun.

Masa Pra Pubertas: peralihan dari akhir masa kanak-kanak ke masa awal pubertas.Papalia & Olds (2001) berpendapat bahwa masa remaja merupakan masa antara kanak-kanak dan dewasa. Periode Masa Puber usia 12-18 tahun a. Beberapa sifat penting pada masa ini adalah:     perhatiannya tertutup pada hal-hal realistis mulai menyadari akan realitas sikapnya mulai jelas tentang hidup mulai nampak bakat dan minatnya . Cirinya:   Anak tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi Anak mulai bersikap kritis b. Sedangkan Anna Freud (dalam Hurlock. dimana pembentukan cita-cita merupakan proses pembentukan orientasi masa depan. Cirinya:   Pertumbuhan fisik sudah mulai matang tetapi kedewasaan psikologisnya belum tercapai sepenuhnya Proses kedewasaan jasmaniah pada remaja putri lebih awal dari remaja pria 2. Cirinya:     Mulai cemas dan bingung tentang perubahan fisiknya Memperhatikan penampilan Sikapnya tidak menentu/plin-plan Suka berkelompok dengan teman sebaya dan senasib c. Periode Remaja Adolesen usia 19-21 tahun Merupakan masa akhir remaja. Masa Pubertas usia 14-16 tahun: masa remaja awal. 1990) berpendapat bahwa pada masa remaja terjadi proses perkembangan meliputi perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perkembangan psikoseksual. dan juga terjadi perubahan dalam hubungan dengan orangtua dan cita-cita mereka. Pada umumnya masa remaja dapat dibagi dalam 2 periode yaitu: 1. Masa Akhir Pubertas usia 17-18 tahun: peralihan dari masa pubertas ke masa adolesen.

Selama masa remaja banyak hal-hal yang menarik bagi dirinya dibawa dari masa kanak-kanak digantikan dengan hal menarik yang baru dan lebih matang. misalnya mereka diharapkan untuk tidak lagi bertingkah seperti anak-anak. pencernaan. tetapi juga dengan lawan jenis. serta meragukan kemampuan mereka sendiri untuk memikul tanggung jawab tersebut. . Ada beberapa perubahan yang terjadi selama masa remaja. 4. tetapi di sisi lain mereka takut akan tanggung jawab yang menyertai kebebasan tersebut. dan sistem respirasi maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan. dimana apa yang mereka anggap penting pada masa kanakkanak menjadi kurang penting karena sudah mendekati dewasa. Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain. Kebanyakan remaja bersikap ambivalen dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Pada masa remaja terjadi perubahan yang cepat baik secara fisik. Terkadang perubahan ini membuat remaja merasa tidak yakin akan diri dan kemampuan mereka sendiri. Pada masa ini banyak tuntutan dan tekanan yang ditujukan pada remaja. Perubahan nilai. Kemandirian dan tanggung jawab ini akan terbentuk seiring berjalannya waktu. Peningkatan emosional ini merupakan hasil dari perubahan fisik terutama hormon yang terjadi pada masa remaja. Perubahan fisik yang terjadi secara cepat. maupun psikologis. Dari segi kondisi sosial. Hal ini juga dikarenakan adanya tanggung jawab yang lebih besar pada masa remaja. dan proporsi tubuh sangat berpengaruh terhadap konsep diri remaja. Perubahan juga terjadi dalam hubungan dengan orang lain. Remaja tidak lagi berhubungan hanya dengan individu dari jenis kelamin yang sama. Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal dengan sebagai masa storm & stress. Perubahan yang cepat secara fisik yang juga disertai kematangan seksual. berat badan. dan dengan orang dewasa. dan akan nampak jelas pada remaja akhir yang duduk di awal-awal masa kuliah. 3. peningkatan emosi ini merupakan tanda bahwa remaja berada dalam kondisi baru yang berbeda dari masa sebelumnya. 2. 1. mereka harus lebih mandiri dan bertanggung jawab.Ciri-ciri Masa Remaja Masa remaja adalah suatu masa perubahan. Di satu sisi mereka menginginkan kebebasan. maka remaja diharapkan untuk dapat mengarahkan ketertarikan mereka pada hal-hal yang lebih penting. 5. baik perubahan internal seperti sistem sirkulasi.

Sistem Peredaran Darah Jantung tumbuh pesat selama masa remaja. b. c. Sistem Pencernaan Perut menjadi lebih panjang dan tidak lagi terlampau berbentuk pipa. Perubahan tersebut adalah: a. otot-otot di perut dan dinding-dinding usus menjadi lebih tebal dan kuat. Sistem Pernafasan Kapasitas paru-paru anak perempuan hampir matang pada usia tujuh belas tahun. Panjang dan tebal dinding pembuluh darah meningkat dan mencapai tingkat kematangan bilamana jantung sudah matang. Kelenjar-kelenjar seks berkembang pesat dan berfungsi. dan perkembangan ciri-ciri seks sekunder. baik internal maupun eksternal. pada usia tujuh belas atau delapan belas. Pertumbuhan yang terjadi pada fisik remaja dapat terjadi melalui perubahanperubahan. perubahan proposisi tubuh. beratnya dua belas kali lebih berat pada waktu lahir. Perubahan ini nantinya sangat mempengaruhi kepribadian remaja. anak laki-laki mencapat tingkat kematangan baru beberapa tahun kemudian. Jaringan Tubuh . e. perkembangan ciri-ciri seks primer. d. * Perubahan Internal Perubahan yang terjadi dalam organ dalam tubuh remaja dan tidak tampak dari luar. meskipun belum mencapai ukuran yang matang sampai akhir masa remaja atau awal masa dewasa. terutama dalam hal perubahan yang menyangkut ukuran tubuh. hati bertambah berat dan kerongkongan bertambah panjang. usus bertambah panjang dan bertambah besar.Datangnya masa remaja. Sistem Endoktrin Kegiatan kelenjar kelamin yang meningkat pada masa remaja menyebabkan ketidakseimbangan sementara dari seluruh sistem kelamin pada masa awal remaja. satu atau dua tahun setelah usia anak perempuan. Hurlock (1992) menyatakan bahwa perubahan fisik tersebut. ditandai oleh adanya perubahan-perubahan fisik.

perubahan berat badan terjadi akibat penyebaran lemak pada bagian. Ketidakseimbangan perubahan tinggi badan dengan berat badan menimbulkan ketidakidealan badan anak.Perkembangan kerangka berhenti rata-rata pada usia delapan belas tahun. maka bentuk tubuh anak menjadi jangkung (tinggi kurus). c. dapat dilihat pada fisik luar anak. b. Perubahan yang terjadi. * Perubahan Eksternal Perubahan dalam tubuh seorang remaja yang mengalami datangnya masa remaja ini terjadi sangat pesat. jika perubahan tinggi badan lebih cepat dari berat badan. Ciri tubuh yang kurang proposional pada masa remaja tidak sama untuk seluruh tubuh. terus berkembang sampai tulang mencapai ukuran yang matang. mencapai perbandingan tubuh yang baik. rata-rata anak laki-laki kira-kira setahun setelahnya. Berat Badan Perubahan berat badan mengikuti jadwal yang sama dengan perubahan tinggi badan. Ektomorfik sedikit lemak sedikit otot (slender). Anak yang tidak diberikan imunisasi lebih banyak menderita sakit sehingga pertumbuhannya terhambat. khususnya bagi perkembangan otot. mesomorfik dan ektomorfik. sedangkan jika perubahan berat badan lebih cepat dari perubahan tinggi badan. Perubahan tinggi badan remaja dipengaruhi asupan makanan yang diberikan. maka bentuk tubuh anak menjadi gemuk gilik/gembrot (gemuk pendek). Endomorfik banyak lemak sedikit otot (padded). Tinggi Badan Rata-rata anak perempuan mencapai tinggi matang pada usia antara tujuh belas dan delapan belas tahun. Jaringan selain tulang. Proporsi Tubuh Berbagai anggota tubuh lambat laun. yaitu endomorfik. Mesomorfik sedikit lemak banyak otot (muscular). Perubahan tersebut ialah: a. pada anak yang diberikan imunisasi pada masa bayi cenderung lebih tinggi dari pada anak yang tidak mendapatkan imunisasi. Ada tiga jenis bangun tubuh yang menggambarkan keanekaragaman perubahan proposisi tubuh. . ada pula bagian tubuh yang semakin proposional.bagian tubuh yang hanya mengandung sedikit lemak atau bahkan tidak mengandung lemak.

senang memberikan kritik b. Hurlock (1992) menyatakan bahwa perubahan fisik tersebut. ditandai oleh adanya perubahan-perubahan fisik. termasuk HIV/AIDS. perubahan proposisi tubuh. frustasi dan tertawa) b. Ciri sekunder tersebut antara lain ditandai dengan tumbunya kumis dan jakun pada laki-laki sedangkan pada wanita ditanda dengan membesarnya payudara. Ciri-ciri Seks Sekunder Ciri-ciri seks sekunder yang utama. Perubahan emosi. B. Perilaku ingin mencoba-coba juga dapat mengakibatkan remaja mengalami ketergantungan NAPZA (narkotik. dan perkembangan ciri-ciri seks sekunder. antara lain akibat kematangan organ seks maka dapat terjadi kehamilan remaja puteri di luar nikah. Organ Seks/Ciri Seks Primer Baik laki-laki maupun perempuan organ seks mengalami ukuran matang pada akhir masa remaja. Mampu berpikir abstrak. Pertumbuhan yang terjadi pada fisik remaja dapat terjadi melalui perubahanperubahan. yang meliputi : 1. . Datangnya masa remaja. upaya abortus. baik internal maupun eksternal. Perilaku ingin mencoba hal-hal yang baru ini jika didorong oleh rangsangan seksual dapat membawa remaja masuk pada hubungan seks pranikah dengan segala akibatnya. psikotropik. sehingga remaja menjadi : a. sehingga misalnya mudah berkelahi. sehingga remaja menjadi : a. cemas. tetapi fungsinya belum matang sampai beberapa tahun kemudian (dewasa). Sensitive (mudah menangis. perkembangannya matang pada masa akhir masa remaja. Ingin mengetahui hal-hal baru.d. dan zat adiktif lainnya. termasuk rokok dan alkohol). Agresif dan mudah bereaksi terhadap rangsangan luar yang berpengaruh. PERUBAHAN KEJIWAAN / PSIKOLOGIS PADA MASA REMAJA Proses perubahan kejiwaan berlangsung lebih lambatdibandingkan perubahan fisik. e. sehingga muncul perilaku ingin mencoba-coba. perkembangan ciri-ciri seks primer. dan penularan penyakit kelamin. terutama dalam hal perubahan yang menyangkut ukuran tubuh. 2. Perkembangan intelegensia.

Harus ada keyakinan bersama bahwa membangun generasi penerus yang berkualitas perlu dimulai sejak anak. remaja sendiri mengalami perubahan fisik yang cepat. B. Perlu pendekatan kepada pihak yang berkompeten dalam pembinaan remaja melalui pembekalan .Perlu dibangun komitmen bersama antar elemen. Diharapkan dengan makalah ini dapat meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya dalam bidang kebidanan sehingga dapat memaksimalkan kita untuk memberikan health education dalam perawatan dan mejaga kesehatan reproduksi. PMS & RIV-AIDS serta narkotika. aborsi. 3.BAB III PENUTUP A. sosial. Pemberian informasi ini dengan tujuan meningkatkan pengetahuan yang pada gilirannya mampu memberikan pilihan kepada remaja untuk bertindak secara bertanggung jawab. Kritik dan Saran 1. 2. Di sisi lain. dan dalam kandungan. baik kepada dirinya maupun keluarga dan masyarakat. Perubahan fisik yang pesat dan perubahan endokrin/ hormonal yang sangat dramatik merupakan pemicu masalah kesehatan remaja serius karena timbuhnya dorongan motivasi seksual yang menjadikan remaja rawan terhadap penyakit dan masalah kesehatan reproduksi. Kesimpulan Masalah kesehatan remaja mencakup aspek fisik biologis dan mental. kehamilan remaja dengan segala konsekuensinya yaitu: hubungan seks pranikah. baik pemerintah maupun masyarakat yang menetapkan kesehatan reproduksi remaja sebagai agenda/isu bersama dan penting. Permasalahan remaja seringkali berakar dari kurangnya informasi dan pemahaman serta kesadaran untuk mencapai sehat secara reproduksi.

Daftar pustaka Syamsuri.wanita. Sarwono. Jakarta : YBPSP Http//: kespro. Biologi SMA kelas XI. Istamar.com .blogspot. 2004. 2008. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Erlangga Prawirohardjo.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->