P. 1
TEORI MODERNITAS KONTEMPORER

TEORI MODERNITAS KONTEMPORER

|Views: 345|Likes:

More info:

Published by: Ayu InFrame Wijayanti on Mar 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/31/2015

pdf

text

original

TEORI MODERNITAS KONTEMPORER

Pengantar Tulisan ini merupakan ringkasan dari bab 12 Buku Teori Sosiologi Modern yang ditulis oleh George Ritzer dan Douglas J. Goodman. Secara khusus bab 12 bicara tentang Teori Modernitas Kontemporer. Beberapa bagian yang termuat dalam bab ini adalah: Teorisi Klasik Tentang Modernitas, Modernitas Juggernaut, Masyarakat Beresiko, McDonalisasi dan Alat Konsumsi Baru, Modernitas dan Holocaust, Modernitas; Proyek yang Belum Selesai, Infomalisme dan Masyarakat Jaringan, Teori Globalisasi dan diakhiri dengan Ringkasan. Bagian-bagian ini akan diulas secara ringkas dalam tulisan ini. 1. TEORISI KLASIK TENTANG MODERNITAS. Kajian tentang modernitas bukan melulu menjadi dominasi para pemikir kontemporer. Beberapa sosiolog besar sebetulnya juga telah memulai dalam analisa-analisa dan kritik terhadap kehidupan masyarakat modern. Beberapa diantaranya adalah Karl Marx. Menurut Marx, modernitas ditentukan oleh ekonomi kapitalis dan mengakui adanya transisi masyarakat dari yang sebelumnya ke masyarakat kapitalisme namun dalam banyak karyanya dia selalu mengkritik system ekonomi kapitalis dan kecacatannya. Selanjutnya Webber. Persoalan utama kehidupan modern adalah perkembangan rasionalisasi formal. Hal ini membuat manusia terpenjara dalam kerangkeng rasionalitas dan tidak mampu

mengungkapkan ciri kemanusian yang paling mendasar. Dia menghargai perkembangan rasionalitas, tapi juga care terhadap masalah yang dihadapi oleh rasionalitas. Sedangkan Durkheim, menegaskan bahwa modernitas ditentukan oleh solidaritas organik dan pelemahan kesadaran kolektif. Solidaritas organic memang menghasilkan kebebasan yang lebih besar dan produktivitas yang tinggi, namun juga menghadapi masalah misalnya lemahnya moralitas bersama dan degradasi makna diri dalam hidup modern. Terorisi terahir adalah Simmel. Dia memulai kajiannya tentang modernitas dengan meneliti tentang kota dan ekonomi uang. Menurutnya, kota adalah tempat dimana modernitas dipusatkan atau diintensifkan, sedangkan ekonomi uang menyebabkan penyebaran modernitas dan perluasannya. Dalam bukunya Philosophy of Money yang dikutip oleh Poggy, Simmel mengungkapkan tiga pandangannya. Pertama, modernisasi memberikan keuntungan bagi manusia. Modernisasi memberikan peluang bagi manusia untuk mengungkapkan berbagai potensi yang belum terungkapkan atau tersembunyi pada waktu pramodern. Baginya

Keterlepasan menyebabkan hubungan social terangkat dari konteks local interaksi ke tingkat yang melintasi ruang dan waktu yang tak terbatas. salah satu pengaruh negative uang dalam modernitas adalah alienasi. kekuatan militer atau pengendalian alat-alat kekerasan. Pemisahan ruang dan waktu ini penting karena memungkinkan tumbuhnya organisasi rasional seperti birokrasi dan negara/bangsa. Kedua. Keempat.modernitas adalah “epiphany” atau tanda manifestasi kekuatan intrinsic manusia yang sebelumnya tak terjelmakan. Pertama. 2. Modernitas dalam teori strukturasi menurut Giddens memperoleh dinamismenya dalam tiga aspek penting. Terminologi “panser raksasa” digunakan untuk menentang pendapat bahwa kita telah memasuki era post modern. MODERNITAS JUGGERNAUT Juggernaut (panser raksasa) adalah istilah yang digunakan oleh Anthony Giddens untuk melukiskan kehidupan modern. UANG. Ini adalah masalah sentral dalam sosiologi Simmel tentang modernitas “tragedy kultur” yaitu melebarnya jurang pemisah antara kultur obyektif dan kultur subyektf atau terhentinya kultur individual dan pesatnya pertumbuhan kultur obyektif. Modernitas dalam bentuk panser raksasa ini menurut Giddens. Berikut kajian lengkap Giddens tentang modernitas. kehidupan modern ditempatkan dalam pengertian radikal dalam sejarah dunia dan sebagai syarat utama bagi sumber kedua dinamisme dalam modernitas. tenaga kerja tanpa property dan system kelas. Ada 2 tipe mekanisme keterlepasan:1). meskipun dia tidak menafikan munculnya tipe post modern dimasa depan. Tanda simbolik. pemisahan waktu dan ruang atau distanciation. Industrialisme yang melibatkan yang melibatkan penggunaan sumber daya alam dan mesian untuk memproduksi barang. Ketiga. Kemampuan mengawasi (surveillance capacity) yaitu kemampuan mengawasi pada aktivitas warga individual. kepemilikan pribadi atas modal. Kedua. keterlepasan (disembedding). Gagasan panser raksasa ini mengungkapkan tentang sesuatu yang bergerak melalui rentang waktu dan ruang fisik. pengaruh uang dalam dunia modern sangat besar. Termasuk disini industri alat-alat perang. Pertama. Ada 4 institusi yang digunakan Giddens dalam mendefinisikan modernitas. Dengan uang kita dapat bertransaksi dengan orang yang jauh terpisah . Kedua. Ketiga. khususnya tahap kemajuan modernitas. Modernitas dan Konsekwensinya. khususnya dalam bidang politik. adalah sebuah dunia yang dinamis dan “dunia yang tak terkendali” (runaway world) dengan cakupan dan kedalaman perubahan yang jauh lebih besar dari system sebelumnya. Kapitalisme yang nampak dalam produksi komoditi.

dan memanusiakan teknologi. karena kesalahan rencana dalam dunia modern. Akibatnya tubuh pun tunduk pada berbagai jenis rezim seperti buku diet. Modernitas dan Identitas. perubahan dalam pembagian tenaga kerja diseluruh dunia. makin meningkatnya demokratisasi. diri menjadi sesuatu yang direfleksikan. Sistem keahlian (expert system): yakni sistem kecakapan teknis atau keahlian professional yang mengorganisir bidang materi dan lingkungan social dimana kita hidup.dengan kita dalam ruang dan waktu. Berhubungan dengan identitas. Artinya ujian terhadap praktek social terus menerus dan diubah berdasarkan informasi yang baru masuk yang paling praktis dan mengubah cirri modernitas. Pertama. Namun demikian. fitness dll yang tak hanya membantu individu membentuk tubuh mereka tapi juga memberikan kontribusi terhadap refleksivitas modernitas pada umumnya. . 2). Dalam hidup modern. tubuh ditarik organisasi refleksi kehidupan social. Sistem keahlian memberikan jaminan pelaksanaan pekerjaan melintasi ruang dan waktu. Selain itu orang makin menyadari bahwa agama kurang penting. tapi dari mereka yang menjalankan dunia modern. Dalam hidup modern. Giddens melihat bahwa kehidupan post-modernisme ditandai dengan beberapa hal seperti teratasinya kelangkaan system. Masalah bukan berasal dari perencana. tanggung jawab individu bukan hanya pada menciptakan dan memelihara kedirian tetapi mencakup semua hal. kegagalan operatornya. Selain itu meski menolak pendirian-pendirian yang selalu dikaitkan dengan post-modernisme. Manusia bukan hanya merencanakan diri tapi juga tubuh. Ada pula resiko lain yang berasal dari pengelolaan lingkungan material dan ciptaan institusional resiko lingkungan seperti pasar modal global. diri juga merupakan produk dari eksplorasi dan produk dari hubungan social yang intim. diubah dan dibentuk. Giddens melihat ada beberapa bahaya yang berkaitan dengan modernitas yang mengancam dan akan menimbulkan ketidakamanan ontologism. Giddens mendefinisikan dunia modern sebagai “dunia refleksi yang meluas hingga ke inti diri…. Ada beberapa alasan mengapa kita menderita akibat negative dari modernitas. Meskipun mekanisme pemisahan memberi keamanan dalam berbagai bidang namun juga menciptakan “profil resiko” tersendiri yang berskala global sepert perang nuklir. Ciri dinamis ketiga: modernitas dalam refleksivitasnya. Kedua. Resiko-resiko inilah yang membuat modernitas seperti panser raksasa lepas kendali yang membuat tidak amal. apa saja terbuka untuk direfleksikan.kedirian menjadi sebuah proyek refleksif”. misalnya dokter dan pengacara. Artinya. demiliterisasi.

Bagian ini merupakan uraian lanjutan dari pembahasan sebelumnya mengenai modernitas dan konsekwensi. Masyarakat sekarang belum hidup . Emansipasi seksual dapat menjadi perantara dalam mereorganisasi emosional kehidupan social. Dalam hal keintiman. segala sesuatu yang semula berarti dalam kehidupan. modernitas membawa ancaman pada “ketidakberartian pribadi”. hubungan murni ditandai oleh komunikasi emosional dengan diri sendiri dan orang lain dalam konteks hubungan seksual dan kesamaan emosinal. penyakit. Segala sesuatu yang bernilai telah diasingkan dalam hidup sehari-hari. kini telah ditindas. Masyarakat beresiko merupakan “pintu masuk” post modern. Giddens dengan sangat tepat menjelaskan tentang pandangan dari Ulrich Beck tentang Risk Society: Toward a New Modernity. demi sesuatu yang bakal didapatkan oleh setiap orang dari meneruskan hubungan dengan orang lain. Beck sependapat dengan Giddens bahwa kita masih berada dalam masa modern meskipun dalam bentuk modernitas baru. Ada keterasingan yang terjadi akibat meningkatnya peran system abstrak dalam kehidupan sehari-hari yang pada gilirannya membawa manusia pada resiko mengesampingkan kehidupan social dari masalah eksistensial fundamental yang menimbulkan dilema moral bagi umat manusia. Menurut Giddens. hubungan itu hanya akan dilanjutkan sejauh diperkirakan oleh kedua belah pihak dapat memberikan kepuasan yang cukup bagi setiap orang yang berhubungan tersebut. semakin meningkat kemungkinan untuk kembali kepada sesuatu yang ditindas sebelumnya. sementara kita masih berada dalam tahap industry yang merupakan “tahap klasik” yang ditandai dengan industry. 3.Intinya: Giddens hendak menegaskan bahwa dunia modern mengakibatkan “keterasingan pengalaman” (sequestration of experience) atau proses yang berkaitan dengan penyembunyian yang memisahkan rutinitas kehidupan sehari-hari dari fenomena sehari-hari seperti kegilaan. tetapi mendesak perubahan moral dan etika yang lebih besar. kematian dan seksualitas. Modernitas memang mengurangi resiko menyeluruh namun disatu pihak juga memperkenalkan parameter resiko baru yang sebagian besar atau seluruhnya belum dikenal dalam era sebelumnya. Modernitas dan intimasi. Giddens tidak bermaksud mengusulkan kebebasan seksual atau pluralism seksual. Tetapi semakin tinggi refleksi kedirian. kriminalitas. Pada bagian ini Giddens mengkaji tentang transfomasi keintiman yang bergerak pada konsep hubungan murni yaitu situasi dimana hubungan social berlangsung demi kepentingan hidup social itu sendiri. MASYARAKAT BERESIKO Modernitas adalah kultur yang beresiko.

Alat-alat Konsumsi Baru. kemampuan untuk di prediksi (predictability). Jadi mereka menciptakan resiko. namun mereka juga mampu mengatasi resiko. Bagi Ritzer. Keempat komponen ini secara sangat tepat dan jelas di praktekan dalam restoran cepat saji atau fast food. 4. Modernitas melarutkan masyarakat industry dan melahirkan tipe masyarakat baru. Oleh Beck masyarakat baru ini dinamakan Modernitas Refleksif artinya sebuah proses individualisasi yang membuat agen-agen semakin bebas dari paksaan structural sehingga mampu menciptakan secara refleksif diri mereka dan masyarakat dimana mereka hidup. Berdasarkan realitas yang dihadapinya masa-masa awal revolusi industri dan . Ritzer belakang ini telah membahas munculnya “alat konsumsi” baru. Ada empat dimensi rasonalitas formal yaitu efisiensi.dalam masyarakat beresiko tapi juga sudah tidak hidup lagi dalam masyarakat industry semata. Artinya kehidupan masyarakat mempunyai kedua unsure tersebut. meminimalkannya dan kemudian menyalurkannya. khususnya dari industry dan pengaruh sampingnya yang membahayakan dan mematikan. Dalam konteks masyarakat beresiko. lebih menekankan pada kuantitas daripada kualitas dan penggantian tekhnologi non manusia untuk tekhnologi manusia. Konsep ini diturunkan dari pandangan Karl Marx mengenai alat-alat produksi. Selain restoran cepat saji. Menurut Ritzer. Ritzer juga meneliti tentang kartu kredit. McDONALDISASI DAN ALAT KOMSUMSI BARU Gagasan utama dalam McDonaldisasi adalah rasionalitas formal dan pada fakta bahwa restoran cepat saji mencerminkan paradigm masa kini dari rasionalitas formal. Namun Ritzer menambahkan bahwa kartu kredit dapat menimbulkan dehumanisasi yang berkaitan dengan nonteknologi manusia dan pegawa bank menyerupai robot yang terlibat dalam interaksi dengan nasabah hanya melalui tulisan dikomputernya. keempat komponen rasionalitas formal tadi juga terjadi dalam bisnis kartu kredit. Disini solidaritas bersama ditentukan dengan upaya pencarian tujuan untuk menghindari. Beck melihat bahwa bagaimana mencegah resiko. Jadi restoran cepat saji dan kartu kredit dipandang sebagai me-McDonal-kan kehidupan manusia serta merasionalkan secara formal kehidupan manusia. rasionalitas formal merupakan komponen kunci dari kehidupan modern. Kartu kredit berperan dalam me-McDonal-kan penerimaan dan berbelanja dengan kredit.

Alat konsumsi baru adalah bersifat modern dalam pengertiannya yang lebih penting. Semua alat-alat konsumsi baru itu adalah modern dalam pengertian bahwa alat-alat itu sebagian besar adalah inovasi baru yang muncul dan berkembang pada paruh akhir abad dua puluh. Dengan kata lain. Ketika marx menggunakan istilah alat-alat konsumsi dia menggunakan dengan cara yang tidak tepat secara logika dan berbeda dengan cara yang dipakai disini. menurut Bauman paradigma modern adalah Holocaust. alat –alat konsumsi bukanlah alat tetapi produk akhir dalam konsumsinya. Holocaust itu dapat dipandang sebagai paradigma modern rasionalitas birokrasi. sepanjang produksi dan konsumsi dapat dipilah dengan tegas. control melalui teknologi nonmanusia. Marx membedakan kosumsi subsisten dan konsumsi mewah. Dalam masyarakat seperti itu adalah beralasan untuk mengeser fokus kita dari alat-alat produksi kealat-alat konsumsi. Pelaku holocaust . Prinsip rasionalitas Webber dapat diterapkan terhadap ketiga bidang itu secara bermakna dan bermanfaat. Prediktabilitas. mereka adalah alat-alat yang memungkinkan produksi komoditas serta control dan eksploitasi atas pekerja. bukannya teknologi manusia. ditahun-tahun belakang ini. ada batas yang jelas dalam pemikiran sosiologi tentang rasionalitas modern dari birokrasi ke Holocaust dan kemanusian ke restoran saji. yakni alat-alat itu sangat rasional atau terMcDonaldisasikan berupa.kapitalisme-fokus pada produksi pada umumnya dan alat-alat produksi pada khususnnya. produksi telah tumbuh menjadi kurang penting. efisiensi. 5. MODERNITAS DAN HOLOCAUST Menurut Ritzer paradigma modern rasionalitas formal adalah restoran cepat saji. mereka adalah barang-barang yang dikonsumsi. Akan tetapi. sedangkan konsumsi menjadi semakin penting. penghancuran sistematis orang Yahudi oleh NAZI. Marx mendefiniskan alat-alat produksi sebagai komoditas yang memiliki sutau bentuk di mana komoditas itu memasuki konsumsi produktif. Alat-alat produksi menepati posisi intermediate antar pekerja dan produk. Sebaliknya dalam cara marx menggunakan ide. kalkulabilitas. Di satu sisi adalah alat-alat konsumsi mewah yang hanya memasuki konsumsi kelas kapitalis yaiu dapat dipertukarkan hanya untuk pengeluaran dari nilai surplus. dalam karya marx tidak ada perbedaan antara barang-barang konsumen dengan apa yang kita sebut disini sebagai alat-alat konsumsi. Alat-alat konsumsi didefiniskian sebagai komoditas yang memiliki suatu bentuk di mana komoditas itu memasuki konsumsi indivuisal dari kelas kapitalis dan pekerja.

Meski dapat digunakan baik untuk tujuan kekejaman maupun kemanusiaan. Birokrasi diprogramkan untuk bertindak optimum dalam arti seperti tak dapat membedakan antara tujuan seorang manusia dan tujuan manusia lainnya atau tujuan yang berperikemanusiaan dan tujuan yang tak berperikemanusiaan. pertama. tetapi lebih merupakan produk birokrasi rasional yang modern. tetapi juga menujukkan bahwa system ini berkembang secara dramatis.menggunakan birokrasi sebagai salah satu alat utama mereka. lebih menyerupai dadu. Apa yang berhasil dilakukan nazi adalah menggabungkan prestasi rasional industri dan birokrasi rasional dan kemanusian menggunakannya dengan tujuan untuk menghancurkan manusia. adanya control mutlak aparatur Negara yang memegang monopoli untuk melakukan tindakan kekejaman terhadap anggota masyarakat lain. Memang birokrasi dan para pejabat tidak dapat menciptakan holocaust berdasarkan kemauannya sendiri. Berdasarkan paham ini orang Yahudi secara sistematis dipisahkan dari masyarakat lainnya dan diprogandakan seolah-olah mereka menghalang-halang Jerman menjadi masyarakat sempurna. Bukanlah orang gila yang menciptakan dan mengelola holocaust itu melainkan birokrat yang sangat rasional dan sangat normal. Menurut bauman. Bauman tak melihat birokrasi sebagai alat netral yang dapat ditegakkan kesetiap arah. Sebagai contoh. proses mcdonaldisasi tak hanya menunjukkan lestarinya system rasional formal. . Faktor lainnya adalah bahwa didalam struktur masyarakat modern. Produk Modernitas. terus ada hingga kini. birokrasi lebih besar kenumbuhkan dan menyokong proses yang berperikemanusiaan. Bauman menyatakan bahwa holocaust bukanlah akibat irasionalitas atau akibat kebiadaban pra-modern. holocaust memerlukan penerapa prinsip dasar industrilisasi pada umumnya dan penerapan system pabrik pada khususnya untuk menghancurkan umat manusia. seperti birokrasi tidak ada tempat bagi pertimbangan moral. holocaust adalah produk modernitas dan bukan akibat kerusakan modernitas seperti pandangan kebanyakan orang. Tanpa modernitas dan rasionalitas “holocaust tak mungkin terjadi” Peran Birokrasi. Kondisi yang memungkinkan terciptanya holocaust itu terutama system rasional formula. Kedua adalah paham antisemitisme. masih ada factor lain yang diperlukan.

Rasionalisasi system dan kehidupan dunia dapat menimbulkan kemakmuran dan pengendalian terhadap lingkungannya sebagai system rasional dan sistem kebenaran. Holocaust mempunyai garis perakitan dengan deretan panjang gerbong kereta api yang mengangkut Yahudi ke kamp kematian. MODERNITAS: PROYEK YANG BELUM SELESAI Habbermas melihat modernitas sebagai proyek yang belum selesai dalam arti masih banyak yang harus dikerjakan dalam kehidupan modern sebelum kita mulai berpikir mengenai kemungkinan kehidupan post modern. dengan barisan panjang manusia berjejal di bawah pancuran dan produknya adalah anggota yang harus dibuang dipenghujung proses. Masyarakat rasional akan menjadi sebuah masyarakat di mana system dan kehidupan dunia mungkin akan menjadi rasional menurut caranya sendiri. terutama dehumanisasi. Akibatnya adalah bahwa meski kita menikmati buah sistem rasionalisasi kita rampas dari kekayaan kehidupan yang berasal dari kehidupan dunia yang mungkin berkembang. terintegrasi dan ditandai oleh pertimbangan instrumental. System berkembang semakin kompleks. sekularisasi dan institusionalisasi norma refleksif dan kritik. terdiferensiasi. Holocaust ini menggunakan teknologi non manusia seperti kekuasaan dan peraturan tentang kampkonsentrast dan pelaksanan garis perakitan dari jalur.Holocaust dan McDonaldisasi. Bauman menggunakan gagasan tentang pemisahan untuk menunjukan bahwa korban tak dianggap manusia karena birokrat membuat keputusan mengenai nasib mereka tanpa melalui kontak pribadi dengan mereka. Kehidupan dunia juga telah menyaksikan peningkatan deferiansi dan kondensi. Maksudnya adalah rasionalitas yang mencirikan system social berbeda dan bertentangan dengan rasionalitasnya yang menandai kehidupan seharihari. untuk mengontrol para tahanan dan penjaga Ciri-ciri McDonaldisasi yang paling sesuai dengan holocaust adalah irasionalitas dari rasionalitas. kebijakan dan keindahan yang berasal dari kehidupan dunia yang rasional. Untuk mencegah holocaust lain dibutuhkan moralitas yang kuat dan kekuatan politik pluralistis. mengikuti logikanya sendiri. Tetapi mungkin pada suatu masa ada kekuatan tunggal yang mendominasi dan tak banyak hal yang membuat kuat percaya bahwa ada system moral yang cukup kuat untuk mencegah pertemuan pemimpin yang kuat dengan birokrasi. gerakan sosial yang telah musnah di perbatasan antar . Holocaust memiliki seluruh ciri-ciri McDonaldisasi. 6. Habbermas menganggap modernitas berbeda dengan dirinya sendiri.

Bila kita menganggap mereka menciptakan teori yang serius maka mereka menjadi tak dapat dipahami karena penolakan mereka terlibat dalam vocabularies yang terbangun secara institusional.kehidupan dunia dan system dalam beberapa dekade terakhir yang bersumber dari upaya menentang penjajahan dan pemiskinan kehidupan dunia. kedua sensor harus dibangun untuk meningkatkan pengaruh kehidupan dunia terhadap sistem. pertama. akhir nalar dan melemahkan kapasitas kita untuk memahami dan mengerti . Ia lebih memilih untuk memusatkan perhatian pada kesalahan pemikiran orang yang menolak modernitas salah satu kesalahan terpenting adalah keinginan mereka untuk mengorbankan ilmu. rintangan pengendali harus digunakan untuk mengurangi pengaruh sistem terhadap kehidupan dunia. terutama ilmu tentang kehidupan dunia. Habbermas Versus Post Modernis. Habermas menyimpulkan bahwa masalah kontemporer tak dapat diselesaikan dengan system pembelajaran untuk berfungsi secara lebih baik. Masalah tersebut harus diselesaikan dalam rangka hubungan antara sistem terhadap kehidupan dunia. pertama. Holub telah menyajikan rangkuman kritik terpenting Habermas terhadap pemikir post modernis. Habermas pun mengkritik pemikir post modernisme. Menurut Habbermas masalah yang dihadapi takkan terselesaikan dengan cara seperti itu. INFORMASIONALISME DAN MASYARAKAT JARINGAN Salah satu kontribusi untuk teori sosiologi modern adalah sebuah trilogi yang di tulis oleh Manuel Castells mengartikulasikan pandangan yang bertentangan dengan teori post moderen yang dianggap senang merayakan akhir dari sejarah dan sampai tingkat tertentu. yang justru menjadi sasaran perhatian mutlak Habermas. pemikir post modern dituduh mengabaikan praktik kehidupan dunia. Keempat. Salah satu masalah yang dibahas Habbermas adalah makin bertambahnya masalah yang digapai oleh negara kesejahteraan sosial yang birokratis dan modern. kedua Habermas merasa bahwa pemikir post modern dijiwai oleh sentiment normatif. Habermas jelas tak setuju mengorbankan pencerahan modernitas. 7. ketiga Haberman menuduh post modernisme sebagai prespektif yang membedakan fenomena dan praktik yang terjadi dalam masyarakat modren. pemikir pots modernist kurang tegas menangani akankah mereka menciptankan teori yang serius atau kesustraan.

informasi adalah bagian dari aktifitas manusia. dan membelokkan energi kita kearah penghancuran diri sendiri. 3. Berdasarkan orientasi kritisnya. Perusahaan jaringan adalah perwujudan dari kultur ekonomi informasional global dan ia memungkinkan terjadi tansformasi tanda-tanda komoditas melalui proses pengetahuan akibatnya sifat dari pekerjaan di transformasikan. Castells mengatakan bahwa bentuk organisasi baru telah muncul sebagai karakteristik dari ekonomi global atau informasional yakni perusahaan jaringan yang didefinisikan sebagai bentuk perusahaan spesifik yang system alatnya terdiri dari interseksi dari sekmen system tujuan otonom. semua system yang menggunakan teknologi informasi didefinisikan oleh logika jaringan yang membuatnya bisa mempengaruhi berbagai proses dan organisasi.Castells memeriksa kemunculan masyarakat. 1. teknologi ini mempunyai efek perpasif. negara semakin tak berdaya di era globalisasi ekonomi ini dan semakin tergantung kepada pasar capital global. Castells menyimpulkan bahwa ketika kapitalisme dan ancamannya terwujud maka ekonomi kita masyarakat dan kebudayaan kita akan membatasi kreatifitas kolektif. 5. teknologi baru bersifat fleksibel membuatnya bisa beradaptasi dan berubah secara konstan. Menurut Custells. kesejahteraan. teknologi spesifik yang di asosiasikan dan informasi terpandu dengan sistem yang terintegrasi. Akan tetapi hal itu tak mesti terjadi karena tak ada yang tak dapat diubah oleh tindakan sosial yang sadar dan bertujuan. kultur dan ekonomi baru dari sudut pandang revolusi teknologi informasi yang juga muncul adalah masyarakat informasional dimana keduanya didasarkan pada informasionalisme (sebuah mode perkembangan dimana sumber utama produktifitas adalah kapasitas kualitatif untnuk mengoptimalkan kombinasi dan penggunaan faktor-faktor produksi berbasis pengetahuan dan informasi) Analisis Castells adalah paradigma teknologi informasi dengan 5 karakteristik dasar. mengambil alih hasil teknologi indormasu. 4. meski sifat sesungguh system tansformasi ini berbeda dari satu bangsa dengan bangsa yang lain. dan ekslusinya terhadap sebagian besar belahan dunia. Custtells mengatakan bahwa fungsi dalam proses dominant dalam abad informasi semakin tertata di seputar jaringan yang didefinisikan sebagai perangkat node yang saling terhubung. identitas. 2. khususnya kepada kapitalisme informasional dan ancamannya terhadap diri. teknologi yang raksi berdasarkan informasi. .

Diantara karakteristik dari teori ini adalah bias Westren-nya disesuaikan dengan perkembangan di barat dan bahwa ide di luar dunia barat tak punya pilihan kecuali menyesuiakan ide dengan ide barat.Castells menawarkan analisis sosiologi pertama tentang dunia semakin computerized. dan refleksi dari prespektif dialektisnya. Perspektif Neo-Marxian Kellner tentang Globalisasi. kunci untuk memahami globalisasi adalah menyusun teori tentangnya sebagai produk dari revolusi teknologi sekaligus restruktuisai global kapitalisme. Ada dua kelemahan utama. Teknologi baru ini . Globalisasi data dianalisi secara kultural ekonomi. Pada titik ekstrem. pertama dalam studi empiris dan Castells berusaha keras menghindari pengunaan sederatan sumber teoritis yang bisa memperkaya karyanya. beralih orientasi neo Marxian yang kritis. khususnya reaksi terhadap prespektif seperti teori modernisasi. Kedua dia terjebak dalam perspektif produktivitas dan gagal untuk menangani implikasi dari analisisnya terhadap konsumsi. adalah perbedaan antara globalisasi yang dipaksakan dari atas dan globallisasi yang muncul dari bawah. local dan global saling berinteraksi untuk menciptakan semacam perpaduan yang menorah ke pencangkokan kultur (heterogenitas). perbedaan kuncinya adalah apakah seseorang melihat homogenitas atau heterogenitas. globalisasi kultur dapat dilihat sebagai ekspansi transnasional dari kode dan praktik (homogenitas) atau sebagai proses di mana banyak input kultul. Teoritis yang memfokuskan pada faktor-faktor ekonomi cenderung menekankan arti penting dan efeknya yang bersifat homogenizing terhadap dunia. Dalam masing-masing kasus. adalah pemikirannya tentang internet. polemik dan atau institusioanl. Yang merupakan hal penting buat Kellner. Perspektif dialektis juga menjelaskan bahwa ada ciri-ciri progresif dan emansipatoris dari globalisasi dan kita harus mempertimbangkan keduanya. Kellner menfokuskan pada realitas kapitalisme sekarang dimana teknologi memegang peranan yang semakin penting. 8. l. TEORI GLOBALISASI Teori globalisasi juga muncul sebagai akibat dari serangkain perkembangan internal teori sosial. Perbedaan kuncinya dari perspektif dialektis. Mereka umumnya melihat globalisasi sebagai penyebaran ekonomi pasar ke seluruh kawasan dunia yang berbeda-beda. kellner mengalihkan perhatiannya kepada globalisasi dari perspektif ini dan yang lebih umum.

Giddens tentang “Runaway World” dan Globalisasi. menurut beck. Globalisme adalah pandangan bahwa dunia didominasi oleh perekonomian dan kita menyaksikann munculnya hegemoni pasar dunia kapitalis dan ideologi neoliberalis yang menopangnya. Dia juga mengakui bahwa globalisasi adalah proses dua arah dengan amerika dan barat sebagai kawasan yang paling banyak terkena pengaruhnya. Sementara beck mengkritik globalisme. Pertama. nasionalis. dengan berbagai macam prospek kekuasaan . Globalitas adalah proses baru setidaknya karena tiga alasan. dia melihat bnayak kebaikan dalam ide globalitas dimana ruang-ruang tertutup. Beck dan Politik Globalisasi. Ruang-ruang itu menjadi ilusif karena globalisasi atau proses-proses melaluinya negara yang berdaulat dimasuki dan dilemahkan oleh actor-aktor transnasional. pengaruhnya atas ruang geografis jauh lebih ekstensif. dan masyarakt sipil. dengan bangsa-bangsa di luar barat memainknan peran yang semakin besar didalamnya. politik tetapi apapun bentuknya menurut Giddens bahwa benar untiuk menganggap fundamentalisme sebagai sebuah problem. Dia mengatakan bahwa globalisasi menyelinap kesamping menghasilkan area baru yang mungkin melintasi bangas-bangsa. Akan tetapi intentiv juga dipakai untuk memobilisasi orang-orang yang menentang globalisasi. Dan Giddens melihat keterkaitan erat antara globalisasi dan risiko. Tetapi bahkan kekuatan utama yang menentangnya tradisionlisme merupakan produk dari globalisme. ini melibatkan pemikiran line dan monokausal. politik kultur. semakin ilusif. identitas dan jaringan. Globalisasi juga mengandung dampak besar terhadap isu-isu yang merupakan perhatian utama giddens dan isu-isu yang telah didiskusikan seperti keintiman dan aspek lain dari kehidupan sehari-hari.dipakai dengan berbagai macam cara untuk mempromosikan globalisasi kapitalis. Kedua pengaruhnya atas waktu jauh lebih stabil dan terus berlanjur dari . khususnya munculnya apa yang dia namakan manufactured risk. Pandangan Giddens tentang globalisasi jelas terkait erat dan tumpang tindih dengan pemikirannya tentang juggernaut modernitas. ekologi. Multi dimensionalitas dari perkembangan global. pada akhirnya Giddens melihat munculnya masyarakat cosmopolitan global. agama etnis. Fundamentalisme dekat kemungkinan kekerasan dan fundamentalisme adalah lawan dari nilai-nilai cosmopolitan. Lebih jauh dia mengatakan. globalisasi menjadi semakin decentred. Perbenturan utama yang terjadi ditingkat global dewasa ini adalah antara fundamental dengan kosmopolitanisme. orientasi. Fundamentalis dapat mengambil bermacan-macam bentuk. Dia juga mengakui bahwa globalisasi melemahkan kultur local sekaligus membangkitkan kembali. khususnya yang diasosiasikan dengan bangsa.

Jadi globalisasi cenderung menyebarkan nothing ke seluruh dunia. mampu untuk bergerak secara bebas keseluruh dunia dan dalamproses untuk menciptakan makna bagi diri mereka sendiri.waktu ke waktu. Kemanusian para pengembara yang berefek karena merasa lingkunganya tak tertahan dan tak bersahabat karena sejumlah alasan. tetapi cenderung bervariasi bersama-sama. Bauman menempatkan perbedaan ini dalam konteks perjanjian utama kita apa yang sekarang diklaim sebagai globalisasi disesuaikan dengan mimpi-mimpi dan keinginan turis. Ke empat tipe itu adalah non-place. nothing. Mereka dapat mengambang relative bebas di atas ruang dan ketika mereka harus mendarat diatas tempat. yang nothing oleh Ritzer adalah bentuk yang dibayang dan di control secara sentral yang kosong dari isi yang distintif dan semua sebagian besar kosong dari distintif dan sedang mengglobal. akan tetapi sebagian besar orang berada di antara dua titik ekstrem ini dan merasa tidak sebagai besar orang berbeda diantara dua titik esktrem ini dan merasa tidak berasal. bersama dengan ketidakmampuan untuk membalikannya. contoh turis adalah mereka yang bergerak karena mereka menginginkan. Bauman melihat globalisasi dari segi perang ruang. diasosiasikan dengan apa yang dia sebut sebagai second modernity. Beck juga mendaftar sejumlah hal lainnya yang mencolok yang berkaitan dengan globalitas ketika membandingkannya dengan manifestasi lain dari transnasional. Jadi globalisasi berarti kegelisahan bagi semua orang. Sesuatu bukan akibat dari sesuatu yang lain. mereka mengisolasikan diri mereka dalam ruang yang tertutup dan terjaga di mana mereka aman dari ganguan orang-orang yang kalah dalam peperangan ruang tersebut. Pada saat itu bahkan pasti bahwa mereka akan bisa melihat cahaya esok hari.. ketiga ada densitas yang lebih besar untuk jaringan transnasional. Ini membuat Beck memperbaiki yang terdahulu tentang modernitas dan menyatakan globalitas. non-service jadi argument dasarnya adalah bahwa globalisasi membawa penyebaran nothingness ke seluruh dunia. hubungan dan arus pekerjaan jaringan. Ritzer tentang “Globalization of Nothing”. Akan tetapi adalah penting untuk membedakan di antara orang-orang yang setidaknya memiliki mobilitas. Pemenang dari perang ruang ini adalah mereka yang mobile. . nonpeople. Bauman tentang Konsekwensi Globalisasi.

Ideoscapes serangkaian imaji tetapi bersifat politis dan berhubungan langsung dengan ideology negara dan kontra ideology dari gerakan-gerakan yang secara explicit berorientasi untuk merebut kekuasaan negara atau sebagian dari kekuasaan itu. baik yang mekanistis maupun informasional kini bergerak dalam kecepatan tinggi melintasi berbagai batasan yang dulu ada. Financescapes adalah proses yang dengannya pasar. . Technoscapes adalah konfigurasi global dari tekhnologi dan fakta bahwa baik teknologi tinggi maupun rendah. Ethnoscapes adalah kelompok atau aktor yang mobile. Penutup. Harus diakui bahwa tidak semua hal yang dibaca dan ditulis dalam ringkasan ini dapat dimengerti dengan baik. Demikian hasil studi dan rringkasan tentang Teori Modernitas Kontemporer. Oleh karena itu arahan dan katerangan dari dosen dalam rangka peningkatan pemahaman yan lebih komprehensif sangat diharapkan. yang memainkan peranan penting dalam duni ayang kita tinggal. bursa saham nasional dan spekulasi komoditas menggerakan megamonies melalui batas-batas nasional dengan kecepatan tinggi. Mediascapes yang terlibat distribusi kapabilitas elektronik untuk menghasilkan dan menyebarkan informasi yang tersedia bagi kepentingan public dan swasta yang semakin banyak.“Landscape” Appadurai. Dalam bukunya “Modernity at Large: Cultual Dimensional of Globalization” Appadurai mengemukakan tentang lima inti pemikirannya yang menjadi lima arus global yaitu. Kesadaran bahwa ringkasan ini jauh dari kesempurnaan membuat saya siap menerima saran dan masukand dari pembaca sekalian.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->